Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Santri Qothrotul Falah Luncurkan Buku Perdananya

Lebak, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur, Lebak, Banten yang tergabung dalam Halqah Santri Triple Ing Community (Triping.Com) meluncurkan buku perdananya, Selasa (13/5), di Masjid Agung al-A’raf Rangkasbitung, Lebak.

Santri Qothrotul Falah Luncurkan Buku Perdananya (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Qothrotul Falah Luncurkan Buku Perdananya (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Qothrotul Falah Luncurkan Buku Perdananya

Hadir sebagai peserta, antara lain, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah, KH. Achmad Syatibi Hambali, unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Lebak, unsur kepala SMP/MTs/SMA/MA Kab. Lebak, OKP, perwakilan pesantren, para santri, pelajar dan sebagainya.

Buku bunga rampai yang diberi judul Renungan Santri: Esai-esai Seputar Problematika Remaja ini ditulis oleh 14 santri Kelas XI dan XII SMA Qothrotul Falah. Buku yang diterbitkan pada April 2014 ini menjadi produk kedua Pustaka Qi Falah, setelah sebelumnya pada 2013 diterbitkan buku Konsultasi Maya: 40 Tanya Jawab Agama karya Pimpinan Pondok Pesantren Qothrotul Falah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam sambutannya, pihak penerbit Pustaka Qi Falah menyatakan, pada masa kini pesantren melebarkan sayap dakwahnya. “Jika selama ini pesantren hanya berdakwah melalui mimbar, kini harus mulai melebarkan sayap dengan berdakwah melalui lembar dan layar. Lembar maksudnya dengan membuat karya buku dan layar melalui film,” jelas Pemimpin Pustaka Qi Falah, Nurul H. Maarif.

Hal sama disampaikan Pimpinan Pesantren Qothrotul Falah, KH. Achmad Syatibi Hambali. Menurutnya, santri-santri harus memiliki kemampuan yang baik dalam bidang tulis-menulis. “Saya memang nggak bisa menulis. Tapi anak-anak saya, para santri, tentu saja tidak boleh seperti saya. Mereka harus pandai menulis, sehingga ilmunya bisa tersebar lebih luas lagi,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Di dalam buku ini, para santri belia ini mencoba memotret realitas sosial yang terjadi di kalangan mereka sendiri. “Persoalan utama yang menjadi sorotan adalah perilaku negatif di kalangan remaja,” ujar M. Eman Sulaeman, santri yang menulis artikel Hantu Narkoba.

Misalnya, mereka mencoba menyoroti perilaku berpacaran secara bebas, berbusana yang tidak sesuai kaidah agama, perilaku konsumtif narkoba, penurunan relijiusitas, kekerasan atau tawuran, merokok, dan sebagainya. “Ini fakta yang ada. Insya Allah kami tidak hanya mengritisi persoalan itu, namun mencoba mencari solusinya,” ujar Hayatun Nufus, santri yang menulis artikel Penurunan Relijiusitas Remaja.

Kehadiran buku ini diharapkan akan menjadi pemicu bagi kreatifitas santri khususnya dan remaja umumnya untuk lebih giat lagi dalam belajar dan menulis. Masa remaja adalah masa yang terlalu sayang untuk disia-siakan begitu saja. “Saya rela kesempatan hura-hura di masa muda saya hilang untuk tujuan meraih masa depan yang terbaik,” ujar Cahyati, santri yang menulis artikel Mendekati Ilahi Melalui Seni.

Inilah sedikit sumbangsih aktivis Tripleng Ing Community (Triping.Com) untuk rekan-rekan remajanya. Triple Ing itu sendiri kependekan dari reading, writing dan speaking. “Ini forum kecil yang anggotanya diwajibkan untuk membaca, menulis dan berbicara. Tentu saja dengan keuletan ilmiah dan referensi yang memadai,” jelas Pembina Triple Ing Communitu, Nurul H. Maarif.

“Melalui forum ini, kami ingin membibit santri yang intelek dalam arti sesungguhnya,” sambungnya. (Nurul Huda/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Jadwal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

RMINU Ciptakan Pusat Grosir di Pesantren-pesantren

Semarang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) melalui Bidang Kemandirian Pondok Pesantren dan Masyarakat mempertemukan para perwakilan dari 35 pondok pesantren se-Jawa Tengah dalam lokakarya kewirausahaan di Pondok Pesantren al-Itqon, Semarang, Jateng, Ahad (25/10).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan RMINU dalam menciptakan Pusat Grosir Pesantren (PGP) Nusantara, sebuah program yang memfasilitasi pesantren untuk mendapatkan barang dengan harga langsung dari produsen. Dengan memperpendek rantai distribusi barang, pesantren diharapkan menjadi pemain pasar, setidaknya sebagai distributor.

RMINU Ciptakan Pusat Grosir di Pesantren-pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU Ciptakan Pusat Grosir di Pesantren-pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU Ciptakan Pusat Grosir di Pesantren-pesantren

Sekretaris Pengurus Pusat RMINU Miftah Faqih mengatakan, sejak 2011 pihaknya sudah menggulirkan pelatihan kewirausahaan. Hal ini terkait dengan pentingnya pesantren kuat dan mandiri secara ekonomi. “Ini kita ketemu dalam rangka untuk menyubjekkan diri, mem-fa‘il-kan diri. Sadar kalau lahir merdeka maka hidup harus merdeka,” tuturnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal sedana disampaikan Abdul Jalil, Koordinator Bidang Kemandirian Pondok Pesantren dan Masyarakat PP RMINU. Menurutnya, di setiap bisnis, pesantren sering hanya menjadi objek, mulai dari penanaman modal, produksi, hingga distribusi barang.

“Pendek kata, karena kita objek dan kesalahannya kita tidak mau menjadi subjek. Jalan satu-satunya yang bisa kita tempuh, kita harus menjadi subjek. Pesantren tidak boleh dimainkan pihak lain dalam bidang apapun,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Peserta dalam forum ini adalah para pemangku kebijakan pondok pesantren. Hari ini mereka diminta menyerahkan nama-nama calon pengelola distribusi barang. Pengelola distribusi terdiri dari manajer, kepala gudang, dan admin atau kepala toko. Selanjutnya RMINU akan mengadakan pelatihan manajemen untuk mereka agar siap dengan program tersebut.

PGP Nusantara menggunakan sistem berbasis online yang teritegrasi. PGP di bawah RMINU akan memiliki dua kartu keanggotaan, kartu sebagai agen (memperoleh harga distributor untuk keperluan dijual kembali) dan kartu keanggotaan umum (harga retail). (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pondok Pesantren, Kyai, RMI NU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Bagi Para Jurnalis, Ini 13 Poin Pedoman Peliputan Terorisme

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo menegaskan bahwa pencegahan dan penanggulangan terorisme tidak hanya dilakukan oleh aparat TNI, Polri, dan masyarakat, tetapi juga media dan para jurnalis melalui tulisan dan peliputannya.

Bagi Para Jurnalis, Ini 13 Poin Pedoman Peliputan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagi Para Jurnalis, Ini 13 Poin Pedoman Peliputan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagi Para Jurnalis, Ini 13 Poin Pedoman Peliputan Terorisme

Demikian disampaikan oleh pria yang akrab disapa Stanley ini dalam kegiatan bertajuk Diseminasi Pedoman Peliputan dan Peningkatan Profesionalisme Media Masa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme yang diselenggarakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta dan BNPT, Kamis (7/4) di Gedung Hall of Blessing ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat.

“Sebab itu, wartawan harus mengacu pada pedoman yang telah dikeluarkan oleh Dewan Pers dalam meliput kasus-kasus terorisme,” ujar Stanley kepada sekitar 180 wartawan dari media online, cetak, dan televisi yang hadir di acara tersebut.?

Berikut adalah pedoman peliputan terorisme yang diterbitkan oleh Dewan Pers melalui Peraturan Dewan Pers Nomor 01/Peraturan-DP/IV/2015 tentang Pedoman Peliputan Terorisme:

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

1. Wartawan selalu menempatkan keselamatan jiwa sebagai prioritas di atas kepentingan berita. Saat meliput sebuah peristiwa terkait aksi terorisme yang dapat mengancam jiwa dan raga, wartawan harus membekali diri dengan peralatan untuk melindungi jiwanya.

2. Wartawan selalu menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan jurnalistik. Wartawan yang mengetahui dan menduga sebuah rencana tindak terorisme wajib melaporkan kepada aparat dan tidak bolehmenyembunyikan informasi itu dengan alasan untuk mendapatkan liputan eksklusif. ? Wartawan bekerja untuk kepentingan publik sehingga keselamatan nyawa warga masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan berita.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

3. Wartawan harus menghindari pemberitaan yang berpotensi mempromosikan dan memberikan legitimasi maupun glorifikasi terhadap tindakan terorisme maupun pelaku terorisme. Terorisme adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime) terhadap kemanusiaan.

4. Wartawan dan media penyiaran dalam membuat siaran langsung (live) tidak melaporkan secara terinci/ detail peristiwa pengepungan dan upaya aparat dalam melumpuhkan para tersangka terorisme. Siaran secara langsung dapat memberikan informasi kepada para terduga teroris mengenai posisi dan lokasi aparat keamanan secara real time dan hal ini bisa membahayakan keselamatan anggota aparat yang sedang berupaya melumpuhkan para teroris.

5. Wartawan dalam menulis atau menyiarkan berita terorisme harus berhati-hati agar tidak memberikan atribusi, gambaran, atau stigma yang tidak relevan, misalnya dengan menyebut agama yang dianut atau kelompok etnis si pelaku. Kejahatan terorime adalah kejahatan individu atau kelompok yang tidak terkait dengan agama ataupun etnis.

6. Wartawan harus selalu menyebutkan kata ”terduga” terhadap orang yang ditangkap oleh aparat keamanan karena tidak semua orang yang ditangkap oleh aparat secara otomatis adalah pelaku tindak terorisme. Untuk menjunjung asas praduga tidak bersalah (presumption of innocense) dan menghindari pengadilan oleh pers (trial by the press) wartawan perlu mempertimbangkan penggunaan istilah “terperiksa” untuk mereka yang sedang diselidiki atau disidik oleh polisi, “terdakwa” untuk mereka yang sedang diadili, dan istilah “terpidana” untuk orang yang perkaranya telah diputus oleh pengadilan.

7. Wartawan wajib menghindari mengungkap rincian modus operandi tindak pidana terorisme seperti cara merakit bom, komposisi bahan bom, atau teknik memilih sasaran dan lokasi yang dapat memberi inspirasi dan memberi pengetahuan bagi para pelaku baru tindak terorisme.

8. Wartawan tidak menyiarkan foto atau adegan korban terorisme yang berpotensi menimbulkan kengerian dan pengalaman traumatik. Pemuatan foto atau adegan hanya diperbolehkan bila bertujuan untuk menyampaikan pesan kemanusiaan bahwa terorisme selalu menyasar sasaran umum dan menelan korban jiwa.

9. Wartawan wajib menghindari peliputan keluarga terduga teroris untuk mencegah diskriminasi dan pengucilan oleh masyarakat, kecuali dimaksudkan untuk menghentikan tindakan diskriminasi yang ada dan mendorong agar ada perhatian khusus misalnya terhadap penelantaran anak-anak terduga teroris yang bila dibiarkan akan berpotensi tumbuh menjadi teroris baru.

10. Terkait dengan kasus-kasus yang dapat menimbulkan rasa duka dan kejutan yang menimpa seseorang, pertanyaan dan pendekatan yang dilakukan untuk merekonstruksi kejadian dengan menemui korban keluarga korban maupun keluarga pelaku harus dilakukan secara simpatik dan bijak.

11. Wartawan dalam memilih pengamat sebagai narasumber wajib selalu memperhatikan kredibilitas, kapabilitas dan kompetensi terkait latar belakang, pengetahuan, dan pengalaman narasumber yang relevan dengan halhal yang akan memperjelas dan memberikan gambaran yang utuh terhadap fakta yang diberitakan.

12. Dalam hal wartawan menerima undangan meliput sebuah tindakan aksi terorisme, wartawan perlu memikirkan ulang untuk melakukannya. Kalau undangan terkait dengan rencana aksi pengeboman atau aksi bom bunuh diri sebaiknya wartawan tak perlu memenuhinya, karena hal itu dapat dipandang sebagai cara memperkuat pesan teroris dan mengindikasikan ada kerja sama dalam sebuah tindakan kejahatan. Wartawan menyampaikan rencana tindak/aksi terorisme kepada aparat hukum.

13. Wartawan wajib selalu melakukan check dan rechek terhadap semua berita tentang rencana maupun tindakan dan aksi terorisme ataupun penanganan aparat hukum terhadap jaringan terorisme untuk mengetahui apakah berita yang ada hanya sebuah isu atau hanya sebuah balon isu (hoax) yang sengaja dibuat untuk menciptakan kecemasan dan kepanikan. Penilaian akhir atas sengketa mengenai pelaksanaan Pedoman Peliputan terorisme ini diselesaikan oleh Dewan Pers.

Hadir juga sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, yaitu Direktur Deradikalisasi BNPT Brigjen Pol Hamidin, mantan panglima Jamaah Islamiyah (JI) Nasir Abbas, jurnalis Tempo Sunu, dan Fahruddin sebagai moderator. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Syariah, Meme Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Jombang, Jawa Timur bersama Ikatan Remaja Muslim (Ikram) berkomitmen untuk menguatkan Islam yang menebar kasih sayang kepada semua (rahmatan lil ‘alamin).

Hal itu tercermin dari penyelenggaraan acara Muhasabah Tahun Baru 1438 H dengan tema “Mewujudkan Karakter Remaja Muslim dengan Spirit Islam rahmatan lil Alamin” di Islamic Center Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, Ahad pagi (30/10). Kegiatan diiringi dengan iringan shalawat al-Banjari.

Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk

?

"Acara ini dimaksudkan agar para siswa didampingi pemahaman Islam yang mainstream, yaitu Islam yang ramah dan moderat dan terlindungi dari sementara kalangan Muslim yang ekstrem," ujar Ketua MGMP PAI Jombang, Shalahuddin.

Direktur Aswaja NU Center Jombang Yusuf Suharto mengatakan bahwa muhasabah atau introspeksi diri adalah sebuah keniscayaan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kita muhasabah dalam banyak kesempatan antara lain, di Ramadhan, di Syawal, dan di bulan Muharram. Muharram adalah bulan pertama dalam hitungan tahun hijriah. Momentum Muharram sebagai bulan introspeksi adalah tepat karena bulan ini adalah awal bulan tahun hijriah, dan bulan yang setelah bulan haji di mana banyak berkumpul kaum muslimin dari seluruh dunia untuk ibadah haji," ujarnya di hadapan para siswa, dan guru MGMP PAI se-Jombang.

?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurutnya, tahun baru Islam ini disebut dengan hijriah karena ditandai dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad ke Madinah. Hijrah ini adalah gerakan nyata yang perlu dicatat sejarah. Hijrah Nabi disepakati sebagai penanda penting kalender Islam pada masa kepemimpinan Umar bin Khatab.

"Di antara yang dilakukan Rasulullah adalah beliau membuat Mitsaq Madinah atau Piagam Madinah, dan itu mengikat tidak hanya kepada masyarakat Madinah yang muslim, tapi juga nonmuslim. Inilah penghargaan kemajemukan yang dicontohkan Rasulullah," kata pengurus Dewan Pendidikan Jombang ini.

Yusuf juga mengatakan, NKRI adalah bentuk perjanjian bersama antarmasyarakat Indonesia yang majemuk. “Islam rahmatan lil alamin dalam konteks berbangsa dengan demikian adalah Islam yang merahmati tidak hanya kepada sesama muslim, tetapi bahkan kepada seluruh masyarakat Indonesia," imbuhnya.

Ia mengingatkan bahwa semangat cinta tanah air sudah diajarkan oleh para ulama Nusantara, antara lain oleh KH Abdul Wahab Chasbullah dengan Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada tahun 1916, dan gubahan lagu Ahlal Wathan pada 1934.

“Karakter Islam Nusantara adalah karakter Islam yang moderat. Mari kita menjadi bagian dari Muslim negeri ini, dengan prinsip Islam yang rahmat, Islam yang lembut pada tempatnya dan tegas pada tempatnya," pungkas dosen Aswaja Institut Pesantren KH. Abdul Chalim (IKHAC) Pacet Mojokerto Jatim ini. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Daerah, Kajian, Kyai Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Ini Adab Menyembelih Hewan Qurban menurut Rais Syuriyah PBNU

Pringsewu, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, MAg menyikapi praktik di masyarakat dalam menyembelih hewan hewan qurban. Menurut Gus Ishom, panggilan akrabnya, di masyarakat sering dipraktikkan tata cara menyembelih hewan qurban yang tidak menggunakan adab atau tata penyembelihan yang baik.

Ini Adab Menyembelih Hewan Qurban menurut Rais Syuriyah PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Adab Menyembelih Hewan Qurban menurut Rais Syuriyah PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Adab Menyembelih Hewan Qurban menurut Rais Syuriyah PBNU

Hal ini disampaikan Gus Ishom di depan Jamaah Ngaji Ahad (Jihad) Pagi, Ahad (20/9) yang rutin dilaksanakan di Gedung NU Pringsewu. Jihad Pagi ini dimoderatori oleh H Sujadi yang merupakan Mustasyar PCNU Pringsewu.?

Gus Ishom menyebutkan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan petugas penyembelih adalah dengan menyembelih hewan qurban di depan hewan qurban lain. "Jangan lakukan tindakan yang seakan meneror kepada hewan-hewan qurban lain. Makanya kadang ada ditemukan hewan yang mengamuk sebelum disembelih karena diteror seperti itu," ungkapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Tindakan teror lain yang tidak sesuai dengan adab menyembelih adalah menghunus alat menyembelih di depan hewan qurban. "Kadang malah ada penjagal yang mengasah pisaunya di depan kepala hewan yang akan di sembelih. Hal ini tidak baik dilakukan karena para sahabat nabi pernah mengingatkan akan hal-hal tersebut," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain hal itu, Gus Ishom juga menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berqurban ditinjau dari Ilmu Fiqh. Hal tersebut di antaranya mengenai diperbolehkannya melakukan qurban yang diniatkan untuk orang lain atau orang yang sudah meninggal dunia. Hal ini dijabarkan Gus Ishom dengan merujuk kepada Kitab Fiqh Bajuri Juz 2 halaman 378.

Dalam kitab tersebut juga dijelaskan bahwa qurban ada yang hukumnya sunnah dan ada yang wajib. "Sunnah jika memiliki niatan mendekatkan diri kepada Allah dan wajib jika yang akan berqurban memiliki nadzar atas qurbannya," terangnya. "Dan yang wajib ini, yang berqurban tidak diperbolehkan memakan daging qurbannya," tambahnya.

Berkaitan dengan hal ini, H Sujadi berharap materi yang telah disampaikan dapat menambah pemahaman agar dapat berkurban sesuai dengan tuntunan. "Mudah mudahan seluruh qurban dan pengorbanan yang dilakukan di Hari Raya Idul Adha kali ini di terima oleh Allah SWT," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Ubudiyah, Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Perlindungan Pekerja di Era Digitalisasi Ekonomi Perlu Kepastian

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Kepastian perlindungan bagi pekerja di era digitalisasi ekonomi perlu dipikirkan serius. Demikian penegasan Irham Ali Saifuddin, dari Departemen Pendidikan dan Ketenagakerjaan PP GP Ansor, di Jakarta, Sabtu (30/7).

Menurut Irham, digitalisasi ekonomi meliputi semua lini, mulai transportasi, media, hiburan dan seterusnya merupakan potret dari masa depan dunia kita atau future of work. Dimana selain akan memudahkan manusia melalui efesiensi, ketepatan, kecepatan dan tingginya produktivitas, teknologi juga akan memakan korban tenaga kerja konvensional.

Perlindungan Pekerja di Era Digitalisasi Ekonomi Perlu Kepastian (Sumber Gambar : Nu Online)
Perlindungan Pekerja di Era Digitalisasi Ekonomi Perlu Kepastian (Sumber Gambar : Nu Online)

Perlindungan Pekerja di Era Digitalisasi Ekonomi Perlu Kepastian

"Masa depan dunia kita tidak lagi dibatasi pada hubungan industrial. Makin ada migrasi besar-besaran dari pola formal menjadi ekonomi informal dalam dunia industri. Rantai pasok global akan diwarnai dengan sistem kerja dengan pola hubungan industrial yang absurd," paparnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Contoh konkrit dari beragam jasa transportasi online. "Kita dihibur dengan istilah kemitraan, padahal mas-mas dan mbak-mbak driver itu jelas-jelas pekerja. Celakanya, faktor produksi seperti sepeda motor, mobil hingga bbm yang seharusnya menjadi bagian dari employer (pengusaha) malah dibebankan kepada pekerja. Ini celaka 13 milyar. Itu tantangan kita ke depan," kata Irham lagi.

Fakta lain, imbuhnya, kerja di jasa transportasi online atau industri IT seperti web developer sudah tidak kenal dengan namanya jam kerja. "Bahkan orang harus memiliki lebih dari satu pekerjaan untuk mencukupi kebutuhannya. Artinya, selain memiliki lebih dari satu hubungan kerja, ia juga dipaksa dengan jam-jam kerja yang lebih panjang," kata dia lagi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia menambahkan, produktivitas yang tinggi berkat bantuan digitalisasi, akan langsung memukul daya bargain manusia sebagai pekerja untuk mendapatkan upah yang lebih layak. Digitalisasi akan membuat upah menjadi sangat kompetitif atau semakin murah.

"Pada tahun 2030 dimana kita akan mengalami ledakan jumlah penduduk muda yang tentu saja merupakan angkatan kerja muda kita. Jika tidak disikapi dengan bijak dari sekarang, demographic deviden atau bonus demografi yang semestinya bisa menjadi berkah bagi perekonomian Indonesia, bisa berbalik arah menjadi musibah," demikian Irham Ali Saifuddin. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Ulama, Anti Hoax Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Jelang Konfercab, Pendidikan Kader Penggerak Ditargetkan Rampung

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) merupakan ujung tombak eksistensi jamiyyah Nahdlatul Ulama. Atas dasar itu Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara dalam rangka menyongsong Konferensi Cabang (Konfercab) pada medio 2015 mendatang menargetkan akan merampungkan pendidikan kader penggerak ranting.

Jelang Konfercab, Pendidikan Kader Penggerak Ditargetkan Rampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Konfercab, Pendidikan Kader Penggerak Ditargetkan Rampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Konfercab, Pendidikan Kader Penggerak Ditargetkan Rampung

Hal ini sebagaimana disampaikan Lukman Hakim, ketua panitia pelatihan kader penggerak ranting PCNU Jepara. Menurutnya, kegiatan pengkaderan ini dilakukan lantaran perlunya kesiapan menyongsong kepengurusan baru PCNU.

Melalui kegiatan ini kaderisasi di tingkatan ranting berjalan dengan baik. “Juga dalam rangka ‘menyehatkan’ ranting. Ranting-ranting yang vakum segera eksis kembali,” katanya saat ditemui di Pesantren Jabal Nur Desa Bandengan, Kecamatan Jepara, Jawa Tengah, Ahad (2/11) siang.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Disebutkan, Lukman Ranting di Kabupaten Jepara sejumlah 190an. Menjelang dilaksanakannya Konfercab ia berharap Ranting secara jamaah dan jam’iyyah berjalan dengan baik.

“Dengan kegiatan ini harapan kami meminimalisir ‘suhu panas’ menjelang konfercab,” imbuhnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pihaknya, sudah menjadwalkan pendidikan kader dalam lima zona. Zona 1 meliputi kecamatan Kota, Tahunan, Kedung, Karimunjawa. Zona 2 mencakup Kecamatan Mlonggo, Pakis Aji dan Bangsri. Zona 3 Kecamatan Kembang, Keling dan Donorojo.

Zona 4 ada Kecamatan Mayong, Nalumsari dan Welahan serta zona kelima meliputi Kecamatan Batealit, Pecangaan dan Kalinyamatan. Dari kelima zona ini saat ini sudah berjalan pendidikan kader putaran pertama. Yakni yang dilaksanakan MWCNU Kecamatan Kota berlangsung di Pesantren Jabal Nur di bawah asuhan KH Uzair Jum’at-Ahad (31/10-2/11).

Bulan November dan Desember yang sudah menyatakan kesediaannya MWCNU Batealit dan Tahunan. “Harapan kami kegiatan ini sesuai dengan target,” harapnya.

Jika MWCNU mampu melaksanakan sendiri dipersilakan. Jika keberatan kegiatan bisa dilaksanakan sesuai zona yang dijadwalkan panitia. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara, Kyai, Fragmen Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 15 Januari 2018

LTMNU Kraksaan Beri Penilaian terhadap Masjid NU

Probolinggo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Dalam rangka menilai keberadaan masjid NU dan takmirnya, Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo menggelar lomba masjid NU, Sabtu (2/4). Penilaian terhadap lomba masjid NU ini digelar di 14 masjid NU di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-PCNU Kota Kraksaan.

Penilaian lomba masjid NU ini dilaksanakan di Masjid Besar Raudotut Thohirin Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo. Penilaian ini dihadiri oleh Ketua MWCNU Paiton Moh Barzan, Forkopimka Paiton, Kepala KUA Paiton, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

LTMNU Kraksaan Beri Penilaian terhadap Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Kraksaan Beri Penilaian terhadap Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Kraksaan Beri Penilaian terhadap Masjid NU

Ketua LTMNU Kota Kraksaan H Didik Abdul Rohim mengatakan, lomba masjid NU ini bertujuan untuk menjaga, mempertahankan, dan menguatkan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Selain itu sebagai motivasi dalam ketakmiran serta meningkatkan keimanan dalam menjadikan masjid penuh dengan keamanan dan kenyamanan. Di samping sebagai tempat ibadah, masjid juga merupakan sarana interaksi sosial masyarakat,” katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Didik, lomba masjid NU ini diambil masjid terbaik di masing-masing MWCNU. “Penilaian difokuskan dalam implementasi di bidang idaroh (manajemen), imaroh (kemakmuran) dan ri’ayah (perawatan) oleh beberapa dewan juri,” jelasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Melalui penilaian ini Didik mengharapkan nanti masjid NU ini bisa menjadi masjid yang berfaham Ahlussunnah wal Jamah (Aswaja) An-nahdliyah tetap lestari di bumi Republik Indonesia.

“Di samping itu meningkatkan kinerja para takmir yang profesional dan? porposional dalam bidang idaroh, imaroh dan ri’ayah, semua masjid bersyi’ar dengan kemakmurannya (aktivis kegiatannya) serta menyempurnakan para jamaah dalam beribadah baik dari segi keamanan maupun kenyamanan,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Jadwal Kajian, Kyai, Quote Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Porsema Berupaya Minimalisir Pelajar NU dari Kelompok Radikal

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal?

Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) merupakan kegiatan yang dilaksanakan LP Ma’arif NU untuk meminimalisir pelajar NU dari rongrongan kelompok radikal.?

Porsema Berupaya Minimalisir Pelajar NU dari Kelompok Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Porsema Berupaya Minimalisir Pelajar NU dari Kelompok Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Porsema Berupaya Minimalisir Pelajar NU dari Kelompok Radikal

Pernyataan itu diungkapkan Agus Sofwan Hadi, Ketua PW LP Maarif NU Jawa Tengah dalam Rapat Koordinasi Panitia Porsema X Jawa Tengah di Gedung NU Jepara, Jalan Pemuda No.51 Jepara, Selasa (14/3) kemarin.?

Menurut Agus, dengan melakukan banyak kegiatan ruang gerak mereka tertutup. Apalagi Porsema X tingkat Jawa Tengah yang rencananya akan dilaksanakan di Jepara 18-21 Mei mendatang sudah ditunggu-tunggu oleh madrasah dan sekolah di Jawa Tengah.?

Hingga warta ini disyiarkan sudah tercatat 20-an Cabang LP Maarif yang sudah mendaftarkan diri. “Jika dihitung sekitar 2881 peserta plus official. Itu belum semuanya. Jumlah total semuanya sekitar 4000an orang lebih,” jelasnya kepada panitia lokal Jepara yang hadir.?

Bersama rombongan pengurus LP Ma’arif Jawa Tengah, ia mengucapkan terima kasih kepada LP Maarif NU Jepara, utamanya PCNU Jepara yang sudah bersedia menjadi tuan rumah pelaksanakan Porsema Jateng.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ucapan terima kasih juga dia layangkan untuk KONI Jepara yang menurut info yang didengar adalah salah satu mitra kerjasama kegiatan Porsema tersebut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ke depan ia berharap Porsema menjadi even tingkat nasional. Hal itu berdasar usulan Cabang-cabang se-Jawa Tengah. Pihaknya sudah menyampaikan kepada PP LP Ma’arif NU. “Semoga tahun depan even ini sudah menjadi even nasional,” harapnya.?

Hadir dalam kesempatan itu KH Hayatun Abdullah Hadziq Ketua PCNU Jepara, Ketua LP Ma’arif NU Jepara, perwakilan KONI Jepara, pengurus LP Maarif NU Jawa Tengah dan panitia lokal. ?

Usai Rakor panitia lokal dan pengurus LP Ma’arif NU Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi terkait kesuksesan Porsema X Jawa Tengah. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Humor Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Quraish Shihab Isi Halaqah Nasional Islam Moderat di UIM

Makassar, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Universitas Islam Makassar (UIM) menggelar Halaqah Nasional Radikalisme dan Wasathiyah dengan tema Membentuk Generasi Muslim Moderat yang menghadirkan pembicara Prof HM. Quraish Shihab, Direktur Pusat Studi Al-Quran (PSQ), Rabu (13/9) lalu di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM Makassar.

Quraish Shihab Isi Halaqah Nasional Islam Moderat di UIM (Sumber Gambar : Nu Online)
Quraish Shihab Isi Halaqah Nasional Islam Moderat di UIM (Sumber Gambar : Nu Online)

Quraish Shihab Isi Halaqah Nasional Islam Moderat di UIM

Halaqah tersebut merupakan kerja sama UIM dengan Pengurus Wilayah NU Sulawesi Selatan, Kementerian Agama Kota Makassar, Ikatan Cendikiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulsel.

Rektor Universitas Islam Makassar Majdah Agus Arfin Numang dalam sambutannnya mengungkapkan rasa terima kasih kepada Prof Quraish yang telah menyempatkan diri hadir, semoga membawa keberkahan di kampus kami.?

"Mulai tahun ini UIM membuka Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir, kami mohon arahan dan binaan Prof Quraish yang juga pakar tafsir Al-Quran," ungkap Majdah.

? "Selain itu, UIM sebagai perguruan tinggi NU menjadi pusat kajian Aswaja di Sulawesi Selatan, sehingga diharapkan melahirkan generasi muslim yang moderat," tutup Majdah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anre Gurutta Sanusi Baco dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembinaan umat saat ini tidak bisa hanya bermodalkan semangat berapi-api, tetapi harus dibarengi dengan strategi, itulah yang disebut Wasathiyah atau moderat.?

Gurutta Sanusi juga bercerita tentang peran Prof Quraish dalam pembagunan UIM. "Prof Quraish banyak membantu pada masa awal berdirinya Kampus Al-Ghazali yang merupakan cikal bakal dari Universitas Islam Makassar, Gedung Rektorat UIM merupakan bantuan yang didatangkan melalui beliau," imbuh Gurutta.

Sementara itu, Prof Quraish mengungkapkan radikalisme adalah buah dari ekstrimisme. "Ekstrimisme dapat diartikan tingkat yang tertinggi, dapat pula diartikan memaksakan kehendak, maka dari itu ekstrimisme harus diobat atau dihilangkan," ungkap Prof Quraish.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Dalam ajaran Islam mengarah kepada hal Wasathiyah, yaitu dapat menerima siapapun, muslim ataupun nonmuslim. Selain itu, yang menyebabkan orang berpaham radikal atau menyimpang dari Wasathiyah adalah karena kurangnya pengetahuan orang tersebut, inilah yang terjadi saat ini," tambah Penulis Tafsir Al-Misbah ini.

Tak lupa Prof Quraish bercerita ketika bersama Gurutta Sanusi belajar di Mesir serta memuji perkembangan UIM yang dulunya bernama Al-Ghazali. "Perkembangan pesat UIM saat ini tidak lepas keikhlasan para pencetusnya, termasuk Gurutta Sanusi Baco,” tutur Quraish Shihab.

Hadir pada acara tersebut, Kepala Balitbangda Sulsel Iqbal Samad Suhaeb, Pimpinan dan pejabat struktural UIM, Pengurus dan anggota ICATT Sulsel, Pejabat Kementerian Agama Kota Makassar, serta ratusan dosen dan mahasiswa dari beberapa kampus di Makassar. (Muh. Nur/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Sejarah, Ahlussunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Fasilitasi Bakat Pelajar, PP IPPNU Gelar Pelatihan Media Kreatif dan Sehat

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) melalui departemen komunikasi dan informasi menggelar pelatihan yang bertajuk Creative Media Youth School yang berlangsung sejak Kamis (5/10) di Gedung Kantor Pusat Tik Nasional, Ciputat, Tangsel. Acara ini digelar selama tiga hari ini.

Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Balitbang SDM) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Basuki Yusuf Iskandar.

Fasilitasi Bakat Pelajar, PP IPPNU Gelar Pelatihan Media Kreatif dan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Fasilitasi Bakat Pelajar, PP IPPNU Gelar Pelatihan Media Kreatif dan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Fasilitasi Bakat Pelajar, PP IPPNU Gelar Pelatihan Media Kreatif dan Sehat

Ia dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertumbuhan atau dinamika teknologi begitu kencang oleh karena itu sudah selayaknya para pelajar-pelajar dapat menggunakan media dengan produktif dan bermanfaat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia berharap, para peserta dapat memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya untuk menggali ilmu pengetahuan yang lebih dalam perkembangan media, teknologi dan dapat melihat perspektif global.

“Nantinya, ilmu yang sudah diperoleh dari pelatihan ini, dapat diimplementasikan di daerah masing-masing dan dapat menggunakan media dengan cerdas, sehingga para peserta ini dapat memberikan kontribusinya sebagai generasi yang cerdas dalam besosial media,” jelasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Seketaris Umum IPPNU Zaimah Imamatul Baroroh menyatakan bahwa di Indonesia saat ini banyak pelajar-pelajar kreatif dan cerdas. “Jika difasilitasi, diberikan training-training, maka akan sangat bermanfaat untuk menjadi instruktur sebaya di bidang media dan menjadi pelopor pengguna media sosial yang cerdas dan bijak,” katanya.

“Saya menyampaikan salam dari Ketua Umum IPPNU Puti Hasni yang saat ini sedang berada di Jepang untuk mengikuti Program Jenesys 2017, ia menyampaikan selamat dan sukses untuk teman-teman yang telah mengikuti acara pelatihan ini,” katanya.

Menurut Zaimah, IPPNU berperan aktif untuk menjembatani para rekanita di dalam memperkaya pengetahuan mengenai media. Kita dari pimpinan pusat berinisiatif dengan membuat pelatihan Creative Media Youth School. Hal ini diharapkan menjadi wadah bagi generasi millenial agar semakin melek media dan haus akan pengetahuan sehingga dapat meningkatkan sensitivitas terhadap keberagaman di media.

Pengetahuan dan pemahaman mengenai ilmu-ilmu di dalam menguasai media menjadi urgensi bagi diri kita sebagai filter dalam menghadapi modernisasi millenial.

“Atas nama Panitia saya sangat berterima kasih atas kesempatan yang baik yang diberikan kepada kami. Ini adalah awal yang baik yang bisa terus dilakukan secara bertahap sehingga ke depannya kami bersama teman-teman di seluruh Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,” imbunya.

Peserta yang berjumlah 100 orang ini adalah perwakilan dari daerah zona Jawa dan Sumatera. Peserta sebelumnya telah melewati seleksi ketat. (Anty Husnawati/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Kajian Islam, Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Diklatama, IPNU Kraksaan Tanamkan Kepedulian Sesama

Probolinggo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo menggelar Pendidikan dan Pelatihan Pertama (Diklatama) Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korps Pelajar Putri (KPP) di SMK Ma’arif NU Gending, Jumat hingga Ahad (12-14/5).

Dalam kegiatan bertema Cinta Indonesia, Jiwa Sosialis ini, IPNU Kota Kraksaan mengajak para pelajar NU sebagai warga Indonesia untuk menumbuhkan jiwa cinta terhadap Indonesia. Selain itu kader ini dibentuk untuk mempunyai jiwa kepedulian baik untuk masyarakat maupun lingkungan.

Diklatama, IPNU Kraksaan Tanamkan Kepedulian Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)
Diklatama, IPNU Kraksaan Tanamkan Kepedulian Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)

Diklatama, IPNU Kraksaan Tanamkan Kepedulian Sesama

Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang peserta yang berasal dari pimpinan komisariat (PK), pimpinan anak cabang (PAC), dan ranting IPNU-IPPNU se-Kota Kraksaan. Selain Aswaja dan ke-NUan, mereka juga diajari untuk membantu masyarakat seperti penanggulangan bencana, PMI, dan ke-Indonesiaan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua IPNU Kota Kraksaan Khairul Imam mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran para pelajar akan tugas beratnya dalam meneruskan tongkat estafet perjuangan ulama NU.

“Saya berharap kegiatan ini nantinya dapat menelurkan kader-kader yang punya kredibilitas dan loyalitas tinggi terhadap organisasi,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Imam, kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan bekal kepanduan, kedisiplinan, kemanusiaan, pengabdian alam, dan lingkungan hidup serta menciptakan generasi militan serta mampu mengemban amanah NU sesuai aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

Dalam kesempatan tersebut IPNU Kota Kraksaan bekerja sama dengan instansi tersebut terlebih GP Ansor dan Satkorcab Banser. Selain PBB, Banser juga mengajari bela diri.

“Harapannya agar bisa menjadi pengawal dari IPNU,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tegal, Kyai Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Pengasuh rubrik Bahtsul Masail Kedung Sukun Adiwerna Tegal, saya mau bertanya. Pada sembahyang Id, ada saja masyarakat yang tertinggal jamaah. Ia menjadi makmum. Ia ketinggalan beberapa takbir sunah pada sembahyang Id pada rakaat pertama. Apakah ia harus melengkapi takbir sunah sebanyak tujuh kali atau mengikuti sedapatnya takbir si imam? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Nurfadhilah/Banjarmasin)

Jawaban

Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Shalat Id merupakan shalat sunah yang paling dianjurkan untuk dihadiri setiap Muslim. Bahkan, perempuan yang berhalangan sekalipun dianjurkan untuk menghadiri upacara shalat Id dan khutbahnya hingga selesai. Bahkan sebagian ulama menyatakan bahwa hukum shalat Id adalah wajib.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Shalat sunah Id ini memiliki keistimewaan. Setelah takbiratul ihram dan doa iftitah, kita disunahkan untuk bertakbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama. Sedangkan pada rakaat kedua, kita disunahkan untuk bertakbir sebanyak lima kali. Takbir pada shalat Id ini sunah. Kalau ditinggalkan, tidak membatalkan shalat, tetapi membuat makruh.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sebelum membaca Surat Al-Fatihah, ia bertakbir sebanyak tujuh kali dengan hitungan yakin yang berbarengan dengan mengangkat kedua tangan; (7 takbir ini) tepatnya (dilakukan) di antara doa iftitah dan ta‘wudz Al-Fatihah. Di rakaat kedua, ia cukup bertakbir sebanyak lima kali,” (Lihat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 1433-1434 H/2012 M, juz II, halaman 355).

Shalat Id sunahnya dikerjakan secara berjamaah. Kalau ada anggota masyarakat yang ikut berjamaah shalat Id saat imam telah melangsungkan takbir yang disunahkan, maka ia cukup mengikuti seberapa banyak imam bertakbir. Ia tidak perlu menggenapi kekurangannya hingga tujuh takbir bila tertinggal pada rakaat pertama, atau lima takbir bila tertinggal pada rakaat kedua.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?

Artinya, “Sedangkan masbuq (makmum yang tertinggal beberapa saat) hanya bertakbir sedapatnya mengikut sisa takbir imamnya. Di dalam Syarah dikatakan, kalau masbuq mengikuti imam di rakaat pertama misalkan, dan ia mendapati sisa sekali takbir imam, maka ia cukup sekali bertakbir. Atau kalau masbuq mengikuti imam pada rakaat kedua, ia cukup bertakbir sebanyak lima kali. Sedangkan di rakaat keduanya (setelah imam salam), ia cukup bertakbir sebanyak lima kali karena kalau mengqadha takbir yang luput, ia justru meninggalkan sunah lainnya,” (Lihat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 1433-1434 H/2012 M, juz II, halaman 355).

Dari sini, kita dapat menyimpulkan bahwa makmum shalat Id yang mendapati imamnya telah membaca surat Al-Fatihah atau surat yang disunahkan, tidak perlu lagi mengerjakan takbir sunah. Ia cukup mengerjakan takbiratul ihram, lalu mendengarkan bacaan imamnya.

Saran kami, kita sebaiknya menghadiri upacara shalat Id meskipun kita tertinggal beberapa takbir atau tertinggal satu rakaat. Karena shalat Id memiliki keutamaan luar biasa bahkan perempuan yang berhalangan sekalipun sangat dianjurkan untuk menghadiri shalat Id beserta khutbahnya hingga selesai. Bagi mereka yang tidak sempat ikut berjamaah, sebaiknya sebelum Zuhur ia mengerjakan shalat Id sendiri tanpa khutbah

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kiai, Kyai, PonPes Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Belajar dari Cara Nabi Mengatasi Kesulitan

Khotbah II





? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ?:

Belajar dari Cara Nabi Mengatasi Kesulitan (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Cara Nabi Mengatasi Kesulitan (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Cara Nabi Mengatasi Kesulitan

? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kaum Muslimin sidang Jum’at rahimakumullah,

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat-Nya yang dilimpahkan kepada kita semua, sehingga kita dapat beribadah mengabdi kepada-Nya setiap waktu demi menggapai ridla-Nya.

Dalam kesempatan yang mulia ini, marilah kita terus menerus berusaha meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah SWT; takwa dalam arti yang sebenar-benarnya. Semoga Allah SWT menempatkan kita semua pada derajat yang Dia ridhai, di dunia dan di akhirat. Amin ya rabbal alamin.

Kaum Muslimin sidang Jum’at rahimakumullah,

Dalam hidup, kelahiran dan kematian adalah sunnatullah. Sebuah proses alam yang terjadi secara berulang-ulang. Karena sunnatullah, tidak lantas kita sebagai manusia tidak berhak untuk berbahagia dan bersedih. Lumrahnya manusia, menghadapi kelahiran akan merasa bahagia. Demikian pula dengan kematian, wajarnya manusia akan merasa kehilangan dan sedih.

Panutan kita, Baginda nabi Muhammad SAW adalah manusia, sebagaimana kita semua, mempunyai rasa takut, sedih, serta kehilangan.

Allah SWT sendiri telah menjelaskan dalam QS Al Kahfi ayat 110

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? : 110)

Artinya :

Katakanlah “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: ‘Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa’. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya”.

Dan disebutkan pula dalam QS Fushshilat ayat 6:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (?: 6)

Artinya :

Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya.

Oleh sebab itu, dalam aqidah As’ariyah Maturidiyah dikenal sifat jaiz nabi dan rasul :

? ?

Nabi dan rasul memiliki sifat sebagaimana manusia sebagaimana umumnya.

Kaum Muslimin sidang Jum’at rahimakumullah,

Pada tahun 10 kenabian, Rasulullah Muhammad SAW mengalami sebuah keadaan yang sangat berat. Hal ini disebabkan oleh wafatnya dua orang yang sangat dicintai yaitu Abu Thalib (paman belaiu) dan Khadijah (istri beliau). Sehingga dalam sejarah dikenal dengan sebutan ‘amul huzni (tahun kesedihan).

Hadirin Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Penderitaan beliau tidak berhenti hanya di situ, setelah ditinggalkan dua orang tercinta, beliau hijrah ke Thaif. Yang salah satu tujuannya adalah menghilangkan kesedihan. Tapi malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Selama 10 hari di Thaif tak ada satu pun orang yang berkenan masuk Islam. Bahkan Nabi diusir dan dilempari batu oleh penduduk Thaif.

Hadirin Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Saat Nabi Muhammad berada dalam titik nadir semangat perjuangan menegakkan Islam. Allah membuka jalan, memberikan dorongan dan spirit nabi Muhammad. Allah mengutus malaikat Jibril, untuk mengajak Nabi Muhammad recharging (mengisi ulang) semangat dengan “jalan-jalan” menelusuri jejak perjuangan nabi terdahulu, menelusuri taman-taman surga, dan jurang-jurang neraka. Diperlihatkan kepada Nabi Muhammad akibat dari kemalasan, keserakahan, dan ketamakan manusia. Diperlihatkan kepada Nabi Muhammad buah dari berbagi, mawas diri, dan rendah hati. Peristiwa ini kemudian hari dikenang dan diperingati setiap tahunnya oleh umat Islam sebagai isra’ mi’raj.

Hadirin Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Bagaimana dengan kita? Sebagai manusia, mungkin kemarin, saat ini, atau bahkan besok mengalami kesedihan, yang menguras air mata, dan menghabiskan energi. Belajar dari Habibuna Muhammad, saat kita mengalami keadaan terpuruk, sedih, maka keluarlah, pergilah, dan lihatlah! Temuilah orang-orang shalih, saksikanlah keindahan dan keberhasilan orang lain melewati tahapan kehidupannya. Lihatlah kegagalan-kegagalan orang yang terpuruk, terjerumus dalam keputusasaan.

Hadirin Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Setelah semuanya kita lakukan, hal yang terakhir adalah shalat, menghadap sang khaliq (Allah SWT). Serahkan semuanya kembali kepada Allah SWT. Dan tak lupa berdoa sebagaimana doa nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Anas r.a:

? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?, ? ?.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat? gelisah (pesimis), sedih, malas, kikir, pengecut, terlilit hutang, dan keganasan orang lain.

Akhirnya, semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua, dan semoga kita semua yang hadir di sini diberi kekuatan oleh Allah untuk melewati setiap tahapan kehidupan dengan selamat dan berhasil menjadi umat Muhammad SAW yang sukses dunia maupun akhirat.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ??

Khotbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?+? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Muh. Afifuddin, Pengurus LP Ma’arif Kabupate Sleman

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Warta, RMI NU, Kyai Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Tim Ekspedisi Islam Nusantara Minta Doa Nahdliyin

Banda Aceh, Kedung Sukun Adiwerna Tegal 

Sebelum keberangkatan untuk menjelajah Islam di Aceh, tim Ekspedisi Islam Nusantara melakukan doa bersama dipimpin Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Imam Pituduh di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Sabtu dini hari (30/4). 

Tim Ekspedisi Islam Nusantara Minta Doa Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Ekspedisi Islam Nusantara Minta Doa Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Ekspedisi Islam Nusantara Minta Doa Nahdliyin

Kemudian secara khusus, ia mewakili rombongan berjumlah 25 orang tersebut, meminta doa kepada warga NU agar ekspedisi ini lancar dan selamat di perjalanan. Serta membuahkan hasil yang bermanfaat tidak hanya untuk warga NU tapi untuk Islam Indonesia. 

Menurut dia, selama perjalanan di pulau Jawa, tim Ekspedisi Islam Nusantara selalu meminta doa kepada kiai, santri-santri, pengurus NU untuk kesuksesan ekspedisi ini karena doa merupakan senjata orang mukmin.

Saat ini Senin (2/5), Ekspedisi Islam Nusantara telah melakukan penjelajahan selama 32 hari. Dua hari di antaranya berada di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Tim ini dilepas dan didoakan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon Jawa Barat pada (31/3).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Ini baru separuh perjalanan,” kata Imam Pituduh, “sehingga penjelajahan ini masih sangat panjang. Jadi, mohon doanya kepada segenap nahdliyin akan kesuksesan ekspedisi ini,” tambahnya.

Ekspedisi Islam Nusantara setelah selesai di pulau Jawa, akan menjelajah 5 provinsi di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua. (Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pondok Pesantren, Kyai, Tokoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Pangdam VII Wirabuana Ajak NU Jaga Keutuhan Bangsa

Makassar, Kedung Sukun Adiwerna Tegal



Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VII Wirabuana Mayor Jenderal TNI H Agus Surya Bakti bekerjasama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan mengadakan Lailatul Ijtima dalam rangka silaturrahim Prajurit Pangdam VII Wirabuana bersama warga Nahdliyin Sulawesi Selatan, Kamis (14/1) di Baruga Hasanuddin Kodam VII Wirabuana.

Pangdam VII Wirabuana Ajak NU Jaga Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pangdam VII Wirabuana Ajak NU Jaga Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pangdam VII Wirabuana Ajak NU Jaga Keutuhan Bangsa

Pangdam VII Wirabuana Mayjend TNI Agus Surya Bakti dalam sambutannya berterima kasih atas kehadiran para sesepuh NU Sulsel. Ia berharap semoga pertemuan ini membawa keberkahan bagi bangsa ini. Ia juga menegaskan Nahdlatul Ulama dikenal sebagai ormas Islam yang moderat dan menjunjung nilai keindonesiaan, kebhinekaan, dan Pancasila.?

“Kami juga sangat mengapresiasi semangat patriotisme dan wawasan kebangsaan NU. Tadi pagi rakyat Indonesia berduka atas kejadian bom di Jakarta dan kami mengutuk keras hal ini. Olehnya itu marilah bersama-sama menjaga bangsa ini dari aksi-aksi kekerasan, mulai dari TNI, NU, Muhammadiyah dan umat Islam secara umum di Sulawesi Selatan untuk menjaga dan menjadi benteng untuk mengawal keutuhan NKRI," paparnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia menjelaskan Islam mengajarkan kedamaian, menghargai perbedaan, tidak merasa benar sendiri. Tentunya hal ini menjadi pondasi utama menjaga keutuhan bangsa, ungkapnya

“Kami harap silaturrahim ini tidak hanya hari ini, TNI berharap bersama Nahdlatul Ulama untuk senantiasa menyebarkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alami dalam bingkai NKRI,” tandasnya.

Ketua Tanfidziyah NU Sulsel Prof Iskandar Idy dalam sambutannya berterima kasih kepada Pangdam VII Wirabuana Mayjend TNI H Agus Surya Bakti beserta keluarga besar Kodam VII Wirabuana yang bersama-sama warga Nahdliyin telah menjalin silaturrahmi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia menjelaskan NU Sulsel prihatin atas terjadinya aksi bom di Sarinah Jakarta. Iskandar juga menegaskan dalam sejarah bernegara, tidak ada warga NU yang terlibat aksi terorisme di Indonesia. NU merupakan garda terdepan melawan aksi terorisme dan tentunya bersama TNI negara akan kuat.

"Warga NU Sulsel harus menjadi pelopor anti terorisme di Sulawesi Selatan," imbuhnya.

NU Sulsel setiap malam Jumat di bulan pertama selalu mengadakan silaturrahim yang dikemas dalam acara Lailatul Ijtima dan diisi tausiyah dari sesepuh NU. Hal ini beramnfaat untuk menjaga silaturrahim sesama warga NU dan mengantisipasi masuknya paham-paham radikalisme di kalangan warga NU.?

Setelah sambutan H Agus Surya Bakti dan Prof Iskandar Idy, acara dilanjutkan pembacaan surat Yasin dan naskah dzikir NU Sulsel yang dipimpin Katib Syuriyah NU Sulsel Dr Ruslan dan Wakil Katib Syuriyah NU Sulsel Dr Muammar Bakry yang diikuti ribuan jamaah.

Wakil Ketua NU Sulsel Prof Abd Rahim Yunus dalam tausiyahnya banyak menyinggung tentang kerukunan umat beragama di Sulawesi Selatan. Menurutnya, dalam fakta sejarah, kejayaan Islam tak lepas dari kontribusi umat Agama lain.

“Hal ini dapat kita lihat, bagaimana umat Yahudi di Madinah yang mengakui kerasulan Nabi Muhammad kala itu, bagaimana umat Yahudi hidup damai dengan umat Islam, sehingga menghasilkan perjanjian Madinah yang tentunya memberikan dampak positif kemajuan Islam di Madinah,” ? ungkap Rahim Yunus yang juga guru besar Sejarah Islam UIN Alauddin.

"Di sisi lain NU bersama komponen bangsa yang lainnya bersama TNI membangun bangsa Indonesia dengan nilai Islam yang rahmatan lil alamin," imbuhnya.

Tampak hadir Ibu Pangdam VII Wirabuana Bella Shapira, para Pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah NU Sulsel, Rektor UIM Dr Majdah M Zain, Rektor UMI Prof Dr Masrurah, para Wakil Rektor UIM, para Ketua Lembaga/Lajnah dan Badan Otonom NU Sulsel, dan ribuan warga Nahdliyin. (Andy Muhammad Idris/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, News, Pesantren Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Ketua Baru Tegaskan Nilai Aswaja PMII Solo

Solo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Peserta Konferensi Cabang (Konfercab) ke-XXXVIII Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Surakarta mempercayai kandidat yang diusung Komisariat Kentingan UNS, Ahmad Rodif Hafidz sebagai ketua.

Ketua Baru Tegaskan Nilai Aswaja PMII Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru Tegaskan Nilai Aswaja PMII Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru Tegaskan Nilai Aswaja PMII Solo

Ketua terpilih pada Konfercab yang berlangsung Gedung NU Center Boyolali Sabtu-Senin (13-15/9) menyatakan vis dan misinya.

Menurut dia, kepemimpinannya akan melakukan penguatan kaderisasi dan penyeimbangan spiritualitas, gerak, dan wacana untuk mendorong PMII Cabang Kota Surakarta sebagai pilar teladan bagi organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan di lingkup kota dalam nilai serta dinamika bernapaskan Aswaja.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lewat visi yang diterjemahkan ke dalam 10 misinya itu, Rodif menegaskan agar ke depan PMII Kota Solo harus kembali mengedepankan nilai-nilai keaswajaan yang menjadi ciri dari PMII.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Belakangan PMII sering disebut sebagai anak haramnya NU, kelompok liberal, dan lupa dengan tradisi keislaman Nusantara. Sekarang harus ditunjukkan kembali bahwa PMII adalah ujung tombak dakwah Aswaja di kampus dan kaum muda,” ujarnya.

Ketua demisioner, Zainal Airifin menitipkan kepada ketua umum terpilih agar bisa membawa perubahan bagi PMII Kota Solo menjadi lebih baik.

Konfercab tersebut diikuti peserta dari tiga komisariat, yakni Komisariat Dr Wahidin UNU, Kentingan UNS, dan Pabelan UMS. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, AlaNu Kedung Sukun Adiwerna Tegal

IPNU-IPPNU Lamongan Persiapkan Kader NU Masa Depan

Lamongan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Dalam rangka meningkatkan mutu kader-kader muda Nahdlatul Ulama, Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Lamongan menggelar Latihan Kader Utama (Lakut) yang merupakan jenjang pengkaderan tertinggi di tingkat cabang.

?

IPNU-IPPNU Lamongan Persiapkan Kader NU Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Lamongan Persiapkan Kader NU Masa Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Lamongan Persiapkan Kader NU Masa Depan

Lakut berlangsung mulai tanggal 6-9 Oktober 2016 di TPQ Syech Maulana Ishaq Kemantren-Paciran-Lamongan yang diikuti oleh 50 orang kader pilihan dari PAC IPNU-IPPNU se-Kabupaten Lamongan dan beberapa kader yang didelegasikan oleh PC IPNU-IPPNU di Jawa Timur di antaranya Surabaya, Sumenep, Pamekasan, dan Tulungagung.

Pembukaan Lakut dihadiri dan dibuka langsung oleh jajaran PCNU Kabupaten Lamongan, yaitu Fauzi Ahmad (wakil Ketua), Imam Ghazali (sekretaris), Gus Syahrul (ketua RMI NU), dan Husen (ketua LP Ma’arif NU).?

Fauzi menyatakan bahwa IPNU-IPPNU adalah ujung tombak perjuangan Nahdlatul Ulama dengan karakter dan pemahaman yang tepat terhadap keadaan zaman. Kaderisasi adalah langkah kongkret dalam organisasi guna mewujudkan kader penerus yang kompeten, memiliki loyalitas, dan totalitas terhadap organisasi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Terpimpin dan terkomando merupakan konsep yang diusung oleh PC IPNU IPPNU Kab. Lamongan dalam Lakut Angkatan II. Di mana kami berharap pasca kegiatan tersebut para kader mampu menjadi pelopor IPNU-IPPNU di wilayahnya masing-masing dan siap menghadapi segala macam bentuk fenomena di Indonesia,” tutur Muhlisin Ketua PC IPNU Kab. Lamongan.

Peserta begitu antusias dan bersemangat dalam menerima pemaparan dari para narasumber. Mereka dituntut aktif dan kritis terhadap seluruh materi yang disampaikan dengan pengaplikasian tindakan dalam realita.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua PC IPPNU Kab.Lamongan Alifa Puteri menjelaskan memperbaiki tatanan organisasi menjadi lebih baik dan benar merupakan modal untuk mengembangkan dan mencetak kader IPNU-IPPNU yang berdaya guna serta mengkader para pemimpin melalui kegiatan yang terarah dan terukur merupakan suatu kewajiban yang harus segera dilaksanakan.?

“Kami berharap dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi perkembangan kader di masa depan, senantiasa melestarikan tradisi dan nilai-nilai perjuangan para masyayikh terdahulu tanpa mengenal batas waktu,“ jelas Alifa Puteri. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Halaqoh, Humor Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 24 November 2017

Ini 15 Konsensus Hasil Konferensi Ulama Internasional Bela Negara

Pekalongan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Konferensi Ulama Internasional bertajuk Bela Negara yang berlangsung, Rabu-Jumat (27-29/7) di Pekalongan dan ditutup, Jumat (29/7) di Gedung Kanzus Sholawat menghasilkan 15 konsensus (kesepakatan) ulama terkait bela negara dan berbagai problem dunia Islam. Kegiatan yang digelar JATMAN dan Kemenhan ini diikuti oleh sejumlah ulama, intelektual, dan akademisi dari 40 negara di dunia serta ratusan ulama dari Indonesia.

15 Konsensus tersebut dibacakan oleh ulama asal Syiria Syekh Muhammad Adnan Al-Afyuni. Dalam prakatanya, Syekh Afyuni menyampaikan bahwa konferensi telah berlangsung dengan sejumlah sidang pembahasan secara ilmiah dan dialog, di mana telah dibahas pentingnya bela negara, melindungi negara dan mengembangkan negara serta menjaga stabilitas dan pertumbuhannya.?

Ini 15 Konsensus Hasil Konferensi Ulama Internasional Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini 15 Konsensus Hasil Konferensi Ulama Internasional Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini 15 Konsensus Hasil Konferensi Ulama Internasional Bela Negara

“Juga penting hidup rukun di seluruh negara-negara peserta serta pentingnya menyebarluaskan rasa cinta perdamaian, kerja sama, saling bahu-membahu atas dasar fiqih dan legalitas agama kita yang berlandasakan kepada teks-teks agama Islam yang hanif dan ajaran-ajarannya dari para ulama salafus sholeh,” urai ulama yang menjabat Mufti Damaskus ini.

Berikut 15 konsensus hasil Konferensi Ulama Internasional di Pekalongan yang disusun oleh sekitar 69 ulama dan intelektual dari 40 negara:

1. Ajaran Islam yang lurus dengan nilai-nilai keimanan dan moral merupakan jaminan satu-satunya dan merupakan tameng yang kokoh untuk keselamatan negara dan kebahagian manusia dimana di dalamnya terdapat pendidikan yang berlandaskan kepada ketuhanan yang mengajarkan ? keadilan menuju kepada kebenaran dan membawa kita kepada jalan yang lurus yang diridhoi Allah SWT.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

2. Seluruh warga negara di seluruh dunia apapun latar belakang mereka itu, wajib ikut serta memuliakan negerinya ? dan mereka ikut serta di dalam memikul tanggung jawab dan mendapatkan hak dan kewajiban yang sama apapun latar belakang keyakinan dan ras mereka ? tanpa membedakan satu sama lain. Mereka semua adalah saudara di dalam negara, bangsa dan kemanusiaan dalam memikul tangung jawab tanah airnya.

3. Perbedaan warna kulit ras dan suku merupakan sunnah dari Allah SWT pada manusia merupakan keanekaragaman yang memperkaya dan saling menyempurnakan satu sama lain tanpa ada yang dibeda-bedakan dan semuanya hidup satu tanah air dan di tengah kebhinekaan dengan semangat persaudaraan, kerja sama dan saling hormat-menghormati.

4. Pendidikan Islam yang agung serta syariat dan risalah yang ada di muka bumi mengajak beribadah dan menyembah Allah dan berbuat baik kepada sesama makhluk Allah SWT dan mengajak untuk menyebarkan kecintaan, saling kasih sayang dan keadilan kepada seluruh manusia serta mengajak kepada pemerintahan di dunia untuk merealisasikan keadilan sosial dan melindungi hak-hak manusia secara utuh.?

5. Tanggung jawab bela negara adalah kewajiban seluruh warga negara secara individu tanpa ada pengecualian. Siapa pun yang tidak membela negaranya, dia tidak berhak hidup di negaranya. ? ?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

6. Pengertian jihad yang biasa dikenal dengan berperang untuk mempertahankan negara dan tanah airnya mempunyai syarat-syarat yang sangat ketat terutama syarat syariah yang tidak boleh dilanggar sehingga pengertian jihad tidak disalahgunakan untuk merusak dan berbuat keonaran yang merugikan orang lain dan harus diyakini bahwa jihad harus dilaksanakan di bawah bendera negara dimana kita berada.

7. Bela negara memiliki dimensi yang beragam melebihi dari sekadar mempertahankan negara dalam suatu pertempuran. Bela negara termasuk merealisasikan semua program-program yang terkait dengan keamanan, ekonomi, pendidikan dan lain-lain ? yang harus dilaksanakan oleh setiap individu ? sesuai posisinya masing-masing.

8. Konferensi bela negara menyatakan, setetes darah haram dikucurkan dan haram membunuh manusia yang tidak bersalah termasuk melakukan perusakan fasilitas umum, infrastruktur dan institusi dengan alasan apapun.

9. Pentingnya bekerja sama antar institusi dan ormas untuk merealisasi tujuan positif yang berkaitan dengan pembelaan kesejahteraan masyarakat.

10. Pentingnya menjaga persatuan Islam untuk mencapai integritas dan kesempurnaan yang dapat direalisasikan oleh seluruh negara muslim yang saling menguntungkan dan menukar pengalaman yang kemanfaatannya dapat dirasakan oleh warga negara.

11. Pentingnya menyelesaikan problem yang dihadapi oleh kaum muda dan mencari penyelesaiannya dalam bentuk dialog yang konstruktif untuk menjamin tidak terjadi penyimpangan pola pikir dengan cara mencegah dan membina mereka ke jalan yang benar dengan melibatkan para ulama, lembaga dakwah ? dan akademisi.

12. Pentingnya melibatkan dan menjalin kerja sama dengan media masa nasional yang konstruktif untuk melakukan penyuluhan dan pembinaan dalam rangka memerangi pemikiran-pemikiran yang dapat merusak pemuda dan umat manusia.

13. Dibentuk badan thariqah tingkat dunia untuk menjadi tempat mencari penyelesaian dan solusi masalah umat secara damai sekaligus tempat pertemuan secara periodik.

14. Pentingnya membentuk komite tindak lanjut dari hasil hasil konferensi disamping pemikiran-pemikiran penting melalui para ulama yang hadir dituangkan dalam satu majalah secara periodik agar dapat dimanfaatkan dan dibaca oleh masyarakat.

15. Bahwa seluruh peserta konferensi memohon kepada Allah SWT kiranya kegiatan yang telah dilangsungkan diberkahi dan seluruh penyelenggara serta rakyat Indonesia dilindugi oleh-Nya, kemudian dapat memberikan stabilitas keamanan di Negara-negara yang sedang dilanda konflik khususnya di Timur Tengah.?

Kegiatan penutupan konferensi ini ditutup oleh pidato Syekh Muhammad bin Muhammad Rajab Deeb (Syiria). Dalam pidatonya, Syekh Rajab mengusulkan penambahan satu poin konsensus, yaitu memberdayakan peran perempuan di segala lini kehidupan. Karena dia memandang perempuan juga unsur penting dalam upaya bela negara. Lagi pula menurutnya, Islam tidak pernah mendiskriminasi perempuan di atas laki-laki. (Abdul Muiz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal RMI NU, Kyai, IMNU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 07 November 2017

Habib Novel Ajak Jamaah Mengenal Sejarah NU

Solo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengasuh Majelis Ta’lim Ar-Raudah Solo, Habib Novel Alaydrus mengajak untuk lebih mengenal Nahdlatul Ulama (NU) kepada ribuan jamaah yang hadir dalam acara Rijalul Ansor GP Ansor Solo yang digelar Selasa malam (21/5) lalu, di halaman Kantor PCNU Kota Surakarta.

“Sebagai orang NU mesti mengetahui sejarah berdirinya NU, apa lambangnya NU,” ungkapnya.

Habib Novel Ajak Jamaah Mengenal Sejarah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Novel Ajak Jamaah Mengenal Sejarah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Novel Ajak Jamaah Mengenal Sejarah NU

Memang selama ini menurutnya banyak dari warga NU sendiri yang belum mengetahui sejarah dan seluk-beluk tentang ke-NU-an. Ia berharap agar warga NU kemudian lebih mengenal organisasi yang didirikan oleh para ulama 90 tahun silam.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Habib Novel juga mengajak para jamaah untuk segera melakukan pendataan sebagai ? anggota NU, “pendaftaran bisa langsung di Markas Majelis Ar-Raudah, setiap Jumat Malam,” imbuhnya.

Pada akhir acara diadakan pembagian santunan kepada anak Yatim. Acara Rijalul Ansor yang diselenggarakan Pengurus Cabang GP Ansor Solo ini rutin diadakan sebulan sekali setiap minggu ketiga. Acara ini, menurut Ketua Ansor Solo, M Anwar, bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan generasi muda indonesia sebagai kader tangguh, imtaq, kepribadian luhur, berakhlaq mulia, patriotik, dan beramal soleh.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock