Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Ribuan Warga Semarakkan Pasar Rakyat Purbalingga

Purbalingga, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sekitar sepuluh ribu warga menyemarakkan Pasar Rakyat Indonesia yang diselenggarakan oleh PBNU bersama PCNU Purbalingga di lapangan Karangganyar, Sabtu (20/4) malam. Selain mengunjungi stand-stand pasar rakyat, ? warga juga menikmati panggung hiburan yang disediakan panitia.

“Acara hiburan kami hintikan sampai sekitar pukul sepuluh malam. Kalau tidak ya sampai larut malam,” kata Ketua PCNU Purbalingga Muhammad Khotib kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal.

Ribuan Warga Semarakkan Pasar Rakyat Purbalingga (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Semarakkan Pasar Rakyat Purbalingga (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Semarakkan Pasar Rakyat Purbalingga

Warga menikmati hiburan musik reggae dan dangdut. “Kami mendapatkan masukan dari kiai-kiai sepuh, mestinya hiburannya yang lebih Islami. Makanya untuk nanti malam (Ahad malam: red) lagu-lagu dangdutnya kami pilih, tidak bisa sembarangan,” tambahnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pembukaan pasar rakyat berlangsung Sabtu kemarin yang dihadiri oleh Ketua PBNU KH Abbas Mu’in. Kegiatan yang berlangsung hingga Ahad malam ini juga didukung oleh dinas UKM setempat. Berbagai produk lokal juga menghiasi stand-stand Pasar Rakyat.

“Kami juga didukung oleh Dinas Pariwisata. Ada berbagai permainan dan hiburan yang akan menambah semarak pasar rakyat. Kalau persiapan kita tidak mendadak pasar rakyat akan lebih ramai lagi,” kata Khotib.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rangkaian kegiatan pasar rakyat juga diisi dengan workshop kewirausahaan yang diikuti sekitar 190 peserta yang terdiri dari santri dan siswa, perwakilan lembaga dan badan otonom NU serta masyarakat setempat. “Insyaallah pelatihan ini banyak memberikan manfaat,” pungkasnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Masrufin

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal IMNU, Sejarah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

Pagar Nusa Kebumen Gelar Festival Sepakbola Durian

Kebumen, Kedung Sukun Adiwerna Tegal?

Pencak Silat NU Pagar Nusa Kabupaten Kebumen menggelar Festival Sepakbola Durian di Pesantren Al-Hasani pada Ahad (14/5). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan pendekar Pagar Nusa. Turut hadir pada festival itu Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa M. Nabil Haroen.?

Pagar Nusa Kebumen Gelar Festival Sepakbola Durian (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Kebumen Gelar Festival Sepakbola Durian (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Kebumen Gelar Festival Sepakbola Durian

M. Nabil Haroen mengatakan, Festival Sepakbola Durian menjadi agenda penting dalam rangka silaturahmi antarpendekar dan kader Pagar Nusa.

"Festival ini unik dan menarik. Selama ini, belum pernah ada Festival atau Turnamen Sepakbola Durian. Ini ajang silaturahmi antarpendekar Pagar Nusa, sekaligus meng-endorse khazanah kearifan budaya warga lokal," jelas pria yang biasa disapa Gus Nabil.?

Dalam pandangannya, ? Pagar Nusa ingin menjadi garda depan dalam kampanye budaya Nusantara, ? khususnya di bidang pencak silat.

"Pencak silat itu tradisi beladiri Nusantara yang diakui dunia internasional. Beberapa negara tertarik mengirimkan delegasi untuk mempelajari pencak silat. UNESCO juga telah mengakui. Kita perlu menjaga, ? merawat dan melestarikan khazanah seni beladiri ini, " terang Gus Nabil. ?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pada turnamen tersebut, para pendekar tidak menggunakan kaos atau celana seperti pada sepak bola biasa. Tapi mengenakan baju pencak silat warna merah dan hitam. Sebelum bermain, mereka ? mendapat pembekalan khusus dari guru-gurunya, sehingga mampu menendang buah durian. (Husni Sahal/Abdullah Alawi) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sejarah, Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Hukum dan Tata Cara Shalat Ketika Membawa Mushaf Al-Quran

Assalamualaikum. Pak kiai yang dirahmati Allah. Saya ingin bertanya bagaimana hukumnya shalat dengan membaca mushaf Al Qur’an, terimakasih. Wassalamualiakum wr.wb. ( Hasan – Jakarta)

---

Wa’alaikum salal wr. wb.

Hukum dan Tata Cara Shalat Ketika Membawa Mushaf Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum dan Tata Cara Shalat Ketika Membawa Mushaf Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum dan Tata Cara Shalat Ketika Membawa Mushaf Al-Quran

Saudara penanya yang dimuliakan Allah.

Salah satu ibadah sunat paling utama yang dilakukan oleh umat Nabi Muhammad saw adalah membaca ayat-ayat al-Qur’an terlebih apabila dilakukan dalam shalat. Bahkan hukum sunat ini dapat berubah menjadi wajib seperti  membaca surat Al-Fatihah dalam shalat  menurut madzhab Syafi’i.

Menanggapi permasalahan yang saudara kemukakan terkait dengan membaca mushaf al- Qur’an ketika shalat, dalam kitab al-Majmu’ Syarah al-Muhaddzzab karya Imam Nawawi  disebutkan sebuah redaksi: 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Apabila  orang yang sedang shalat membaca Al-Qur’an dari mushaf maka shalatnya tidak batal, baik dia hafal Al-Qur’an atau tidak. Bahkan dia wajib melakukan hal itu jika dia tidak hafal surat Al-Fatihah sebagamaina keterangan yang telah dijelaskan. Apabila ia sampai membolak balik lembaran mushaf maka salatnya  tetap tidak batal.”

Dari  rujukan diatas, kami memberikan beberapa gambaran sebagai  berikut:

Pertama, apabila mushaf tersebut terletak dan terpampang didepan mushalli (orang yang shalat), maka hukumnya tidak masalah  seperti  mushaf yang dipigura atau dilaminating lalu dipasang didepan pengimaman dan imam membacanya ketika shalat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedua, mushaf tersebut terletak disebelah atau disaku orang yang shalat. Apabila memang demikian kondisinya, maka yang perlu diperhatikan adalah cara pengambilan serta meletakkannya kembali berikut membukanya. Selama dalam proses pengambilan, meletakkan serta membuka tersebut tidak tergolong melakukan  banyak aktifitas, maka hukum membaca mushaf tersebut tetap dibenarkan. Sedangkan apabila dalam proses yang kami sebutkan dianggap melakukan banyak aktifitas, maka dalam pandangan madzhab Syafii  hal ini  dianggap dapat membatalkan shalat sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab-kitab fiqih mereka.

Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa membaca mushaf ketika sedang melaksanakan shalat hukumnya boleh selama tidak melakukan aktifitas-aktifitas yang dapat membatalkan shalat. Pendapat ini sekali lagi mengacu kepada pandangan madzhab Syafi’i. Berbeda dengan pendapat  sebagaian pengikut madzhab Hanafi yang menyatakan bahwa hal yang demikian (membaca mushaf ketika shalat) dianggap membatalkan shalat.

Saudara Hasan yang dimuliakan Allah.

Demi terhindar dari perbedaan pendapat antar madzhab sebagaimana disebutkan, alangkah lebih baik apabila diluar shalat kita memperbanyak bahkan sering membaca Al-Qur’an sehingga mampu menghafalnya, hingga dalam pelaksanaan shalat kita tidak perlu membaca atau membuka mushaf. Hal ini tentunya akan kian menambah fokus dan kekhusyu’an kita dalam beribadah.

Mudah-mudahan  jawaban ini bermanfaat dan semakin menggiatkan kita untuk lebih gemar membaca serta mencintai kalamullah. Amin.

Wallahu a’lam bi as-shawab. (Maftukhan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Aswaja, Halaqoh, Sejarah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Ansor Expo dan Seminar Wirausaha Meriahkan Pelantikan GP Ansor Pekalongan

Pekalongan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah masa khidmah 2016-2020 resmi dilantik oleh Pimpinan Pusat GP Ansor, Ahad (25/9) di Aula PCNU Pekalongan. Pelantikan ditandai dengan pengambilan sumpah janji pengurus oleh Gus Mujibur Rohman, Ketua PP GP Ansor sekaligus Korwil Jateng-DIY mewakili Ketua Umum. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan pengukuhan Satkorcab Banser, Rijalul Ansor dan Departemen-departemen oleh PW GP Ansor Jawa Tengah.

Hadir dalam pelantikan tersebut jajaran Pimpinan Pusat GP Ansor, PW GP Ansor Jawatengah, PC GP Ansor se-eks Karesidenan Pekalongan, PCNU Kab. Pekalongan beserta segenap pengurus Badan Otonomnya (Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU dan PMII). Hadir pula anggota DPR RI FPKB H. Bisri Romly, beberapa Organisasi Kepemudaan, Dinporapar, Kadin Kabupaten Pekalongan serta ratusan kader GP Ansor dari PAC se-Kabupaten Pekalongan.

Ansor Expo dan Seminar Wirausaha Meriahkan Pelantikan GP Ansor Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Expo dan Seminar Wirausaha Meriahkan Pelantikan GP Ansor Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Expo dan Seminar Wirausaha Meriahkan Pelantikan GP Ansor Pekalongan

Menurut Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, M. Azmi Fahmi, Kepengurusan periode ini mengusung visi "Pemberdayaan Potensi Ekonomi Menuju Kemandirian Kader dan Organisasi". Untuk itu sebagai langkah awal, pada momen pelantikan ini juga digelar Ansor Expo dan Seminar Kewirausahaan.?

“Hal ini sebagai wujud komitmen dan kesiapan PC GP Ansor Pekalongan menyambut Gerakan dan Program Kemandirian Kader dan Organisasi yang dicanangkan PP GP Ansor,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutan pengarahannya, Mujiburrohman dari PP GP Ansor mengatakan bahwa PC GP Ansor Pekalongan sebagai wilayah basis Ansor masuk kategori Cluster 1A yang merupakan daerah percontohan, karena itu tantangan yang dihadapi semakin berat dan pelik. Salah satunya adalah masalah kemiskinan dan ekonomi kader. Ia menambahkan bahwa dari 70 juta penduduk miskin mayoritas adalah orang pedesaan dimana sebagian besar kader Ansor berada.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Untuk itu pengurus Ansor bertanggung jawab bagaimana mengangkat taraf hidup kader sehingga bisa menghidupi organisasi secara mandiri,” jelasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sedangkan dari arena Ansor Expo yang berlangsung di halaman PCNU Kab. Pekalongan tampak meriah diikuti 19 stand PAC GP Ansor se-Kab. Pekalongan yang menampilkan berbagai potensi ekonomi kader GP Ansor se-Kab. Pekalongan antara lain, Koperasi, ? usaha konveksi, perbatikan, percetakan, aneka produk makanan dan minuman, berbagai produk kerajinan tangan, berbagai produk jasa serta beragam industri kreatif lainnya. Direncanakan kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan pelatihan pemasaran secara online bagi peserta serta menjadi cikal bakal dibentuknya pusat bisnis Ansor.

Selesai momen pelantikan panitia juga menggelar Seminar kewirausahaan dengan menghadirkan 2 orang pembicara yaitu, Sumantri Suwarno, Ketua Bidang Ekonomi PP GP Ansor dan Aminudin Aziz dari Kadin Kabupaten Pekalongan. Peserta seminar mendapatkan pencerahan dari diskusi dengan narasumber antara lain pentingnya mengenali potensi ekonomi dan bagaimana belajar bisnis dari orang yang sudah sukses. Hal lain yang penting untuk memulai usaha adalah jangan terlalu lama berfikir dan cenderung bertele-tele dalam berwacana tetapi segera mengeksekusi setiap gagasan/ ide bisnis dengan aksi nyata dengan prinsip learning by doing. (Alim Mustofa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tegal, Sejarah, Aswaja Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Produktivitas Karya Tulis Pesantren Menurun

Bogor, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Prof Abdurrahman Mas’ud mengatakan, akhir-akhir ini dunia tulis-menulis di kalangan pesantren cenderung menurun. Para kiai di pesantren jarang menulis buku atau karya tulis lainnya. Ini jauh berbeda dengan kondisi para ulama pada sekitar abad ke-19.

“Ketika itu, karya-karya tulis para ulama banyak diterbitkan di Saudi dan Turki, selain di Indonesia sendiri. Karya ulama zaman dulu yang monumental antara lain Tafsir al-Munir li Ma’alim at-Tanzil atau Tafsir Marah Labid (Syekh Nawawi al-Bantani) dan Manhaj Zhawi an Nazhar (Syekh Mahfudz al-Tirmasi), sebuah tafsir atas Manzhumat ‘Ilm al Atsar karya Abdurrahman al-Suyuthi,” paparnya.

Produktivitas Karya Tulis Pesantren Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)
Produktivitas Karya Tulis Pesantren Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)

Produktivitas Karya Tulis Pesantren Menurun

Mas’ud menyampaikan hal itu saat memberi pengarahan dalam seminar “Hasil Pengembangan Karya Tulis Ilmiah Santri” di Hotel M-One Jalan Raya Jakarta-Bogor Km 49,5 Cimandala Sukaraja Bogor, Kamis (20/11), yang digelar Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puspenda) Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mas’ud menambahkan, sekarang ini belum ada lagi penulis produktif dari kalangan ulama setelah Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh. “Yang menarik, adalah kitab Thariqatul Hushul ala Ghayatil Wushul karya Kiai Sahal Mahfudh, sebuah penjelasan dari kitab Ghoyatul Wushul karya Syekh Abu Zakariya al-Anshori,” tegasnya.

Menurutnya, pemeliharaan tradisi keilmuan meliputi menulis dan membaca kitab kuning sebagai salah satu fungsi pesantren diwujudkan dalam bentuk aneka karya tulis. Sebagai penulis produktif, ulama zaman dahulu melahirkan karya besar. Sayangnya, masih banyak yang belum dibukukan sebagai warisan kepada generasi penerus. Bagi Mas’ud, kaderisasi penulisan yang dilakukan Puspenda sangat penting untuk melahirkan penulis baru yang handal.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mas’ud secara khusus memberikan selamat dan apresiasi kepada para santri yang terpilih dalam 10 besar. Ia berharap mereka makin berkembang kemampuan menulisnya. “Saya berharap adik-adik santri yang terpilih ini menjadi penulis handal di masa depan. Saya tahu, tidak mudah dalam proses penulisan tersebut. Yang jelas, all beginning is difficult. Banyak pemula yang sampai berdarah-darah saking sulitnya,” seloroh Mas’ud. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal News, Warta, Sejarah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Quraish Shihab Isi Halaqah Nasional Islam Moderat di UIM

Makassar, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Universitas Islam Makassar (UIM) menggelar Halaqah Nasional Radikalisme dan Wasathiyah dengan tema Membentuk Generasi Muslim Moderat yang menghadirkan pembicara Prof HM. Quraish Shihab, Direktur Pusat Studi Al-Quran (PSQ), Rabu (13/9) lalu di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM Makassar.

Quraish Shihab Isi Halaqah Nasional Islam Moderat di UIM (Sumber Gambar : Nu Online)
Quraish Shihab Isi Halaqah Nasional Islam Moderat di UIM (Sumber Gambar : Nu Online)

Quraish Shihab Isi Halaqah Nasional Islam Moderat di UIM

Halaqah tersebut merupakan kerja sama UIM dengan Pengurus Wilayah NU Sulawesi Selatan, Kementerian Agama Kota Makassar, Ikatan Cendikiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulsel.

Rektor Universitas Islam Makassar Majdah Agus Arfin Numang dalam sambutannnya mengungkapkan rasa terima kasih kepada Prof Quraish yang telah menyempatkan diri hadir, semoga membawa keberkahan di kampus kami.?

"Mulai tahun ini UIM membuka Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir, kami mohon arahan dan binaan Prof Quraish yang juga pakar tafsir Al-Quran," ungkap Majdah.

? "Selain itu, UIM sebagai perguruan tinggi NU menjadi pusat kajian Aswaja di Sulawesi Selatan, sehingga diharapkan melahirkan generasi muslim yang moderat," tutup Majdah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anre Gurutta Sanusi Baco dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembinaan umat saat ini tidak bisa hanya bermodalkan semangat berapi-api, tetapi harus dibarengi dengan strategi, itulah yang disebut Wasathiyah atau moderat.?

Gurutta Sanusi juga bercerita tentang peran Prof Quraish dalam pembagunan UIM. "Prof Quraish banyak membantu pada masa awal berdirinya Kampus Al-Ghazali yang merupakan cikal bakal dari Universitas Islam Makassar, Gedung Rektorat UIM merupakan bantuan yang didatangkan melalui beliau," imbuh Gurutta.

Sementara itu, Prof Quraish mengungkapkan radikalisme adalah buah dari ekstrimisme. "Ekstrimisme dapat diartikan tingkat yang tertinggi, dapat pula diartikan memaksakan kehendak, maka dari itu ekstrimisme harus diobat atau dihilangkan," ungkap Prof Quraish.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Dalam ajaran Islam mengarah kepada hal Wasathiyah, yaitu dapat menerima siapapun, muslim ataupun nonmuslim. Selain itu, yang menyebabkan orang berpaham radikal atau menyimpang dari Wasathiyah adalah karena kurangnya pengetahuan orang tersebut, inilah yang terjadi saat ini," tambah Penulis Tafsir Al-Misbah ini.

Tak lupa Prof Quraish bercerita ketika bersama Gurutta Sanusi belajar di Mesir serta memuji perkembangan UIM yang dulunya bernama Al-Ghazali. "Perkembangan pesat UIM saat ini tidak lepas keikhlasan para pencetusnya, termasuk Gurutta Sanusi Baco,” tutur Quraish Shihab.

Hadir pada acara tersebut, Kepala Balitbangda Sulsel Iqbal Samad Suhaeb, Pimpinan dan pejabat struktural UIM, Pengurus dan anggota ICATT Sulsel, Pejabat Kementerian Agama Kota Makassar, serta ratusan dosen dan mahasiswa dari beberapa kampus di Makassar. (Muh. Nur/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Sejarah, Ahlussunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Jaga Masjid dari Kelompok Berseberangan dengan NKRI!

Tegal, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua PBNU KH Abdul Manan A Gani mengatakan, pasca reformasi keran demokrasi terbuka lebar dan berakibat munculnya ideologi-ideologi yang berseberangan dengan NU dan NKRI. Ideologi-ideologi tersebut kini masuk ke masjid-masjid sebagai basis gerakan, tak terkecuali masjid NU.

Ia menegaskan, masjid-masjid yang telah dibangun warga NU hendaknya dijaga dari pengaruh yang tidak sejalan dengan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Masjid, tambahnya, sejak dahulu telah banyak berkontribusi dalam meciptakan harmoni masyarakat.

Jaga Masjid dari Kelompok Berseberangan dengan NKRI! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaga Masjid dari Kelompok Berseberangan dengan NKRI! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaga Masjid dari Kelompok Berseberangan dengan NKRI!

"Masjid yang didirikan oleh orang-orang NU harus dilindungi, agar jangan direbut golongan lain," tegasnya dalam Pelatihan Muharrik Masjid Se-Kabupaten Tegal yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah Ahad (10/1).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

PBNU memberi arahan bahwa pengurus masjid harus mampu mengorganisasi masjidnya dengan baik dan benar, serta meramaikannya dengan berbagai kegiatan sosial keagamaan. Ketika masyarakat membutuhkan pemenuhan hajat hidup, masjid mampu menyediakannya sebagaimana tema pelatihan yang diusung, "Dari rumah-Nya kita makmurkan bumi-Nya".

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pelatihan penggerak masjid yang berlangsung di Masjid Almuttaqin Desa Kaliwadas Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal ini diikuti ratusan pengurus takmir masjid dari berbagai kecamatan. Pelatihan bertujuan untuk menguatkan kapasitas ketakmiran dan peran sosial masjid di tengah masyarakat. (M Zulfa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sejarah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock