Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

PBNU Minta Masyarakat Dilibatkan dalam Perencanaan Pembangunan

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj meminta agar pemerintah melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan. Selama ini, masyarakat tidak tahu apa yang akan dilakukan pemerintah terhadap mereka.

Akibatnya, banyak program pemerintah yang gagal di masyarakat. Ia mencontohkan program penataran P4, yang tak berbekas di masyarakat karena mereka hanya ikut dengan alasan untuk mendapatkan sertifikat saja.

PBNU Minta Masyarakat Dilibatkan dalam Perencanaan Pembangunan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Masyarakat Dilibatkan dalam Perencanaan Pembangunan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Masyarakat Dilibatkan dalam Perencanaan Pembangunan

Demikian pula, NU saat ini sama sekali tidak ikut dan diajak bicara oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) soal mau diapakan Indonesia ini ke depan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Jika masyarakat tidak memahami, pasti akan ada akibatnya,” katanya dalam peluncuran buku “Jalan Terbaik Masyarakat dalam Menghadapi Perubahan Iklim” yang merupakan kerjasama antara WWF-Indonesia dengan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklin (LPBI-NU).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pada kesempatan tersebut, Kang Said juga menjelaskan tentang salah kaprah istilah ulama. Al Qur’an menyebut kata ulama selama dua kali, pertama yaitu orang yang faham tentang alam semesta, atau bisa dikatakan sebagai teknokrat. Selanjutnya Qur’an menyebut kata ulama terkait dengan ilmuwannya bani Israel.

“Termasuk ahli lingkungan bisa dikatakan sebagai ulama,” paparnya.

Kerusakan yang terjadi di dunia, juga telah disebutkan dalam Al Qur’an karena terjadinya keserakahan manusia sehingga bumi rusak dan hancur. “Pengelolaan terhadap alam membutuhkan keseimbangan, seperti disimbolkan oleh angka 11,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) Rachmat Witoelar menegaskan, situasi perubahan iklim saat ini ada pada point of no return atau tak bisa kembali ke titik sebelumnya.

Untuk mengatasi ini, dibutuhkan kerjasama seluruh umat manusia untuk merubah gaya hidupnya agar ramah lingkungan, apalagi jumlah penduduk di muka bumi sudah mencapai 7-8 milyar manusia.

“Perlu melibatkan organisasi-organisasi yang peduli terhadap lingkungan untuk menumbuhkan kesadaran untuk berlaku ramah pada lingkungan,” paparnya.

Direktur Eksekutif WWF-Indonesia Efransjah menyatakan kerjasama dengan NU dilakukan mengingat NU memiliki jejaring sosial yang luas. “Akan ada kerja nyata di pesantren,” tandasnya.

Penandatanganan Kesepakatan bersama antara WWF-Indonesia dengan PBNU terkait dengan penanganan isu lingkungan hidup dengan menumbuhkan kesadaran dalam perspektif religius. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, Nahdlatul Ulama, Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

LBM PBNU Haramkan Membuat dan Menyebarkan Berita Hoax

Jakarta,Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyatakan haram perilaku membuat dan menyebarkan berita palsu, bohong, menipu atau dikenal dengan hoax. Pernyataan tersebut mengemuka pada forum bahtsul masail yang digelar di PBNU, Jakarta pada Kamis (1/12). ?

Menurut salah seorang pengurus LBM PBNU H. Sarmidi Husna hasil bahtsul masail tersebut dalam waktu dekat akan diserahkan kepada syuriyah PBNU untuk ditashih atau verifikasi. Kemudian PBNU akan membuat keputusan tentang hal itu berdasarkan fiqih. ?

LBM PBNU Haramkan Membuat dan Menyebarkan Berita Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
LBM PBNU Haramkan Membuat dan Menyebarkan Berita Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

LBM PBNU Haramkan Membuat dan Menyebarkan Berita Hoax

Ia menambahkan, LBM PBNU merespon situasi saat ini yang makin marak terkait perilaku membuat dan menyebarkan berita hoax. Hal semacam itu bisa menyebabkan tersebarnya kebencian dan permusuhan di kalangan masyarakat dan lebih jauhnya bisa menyebabkan disintegrasi nasional.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Seharusnya media sosial menjadi sarana sliaturahim dan perekat persatuan, bukan kebencian dan permusuhan,” ungkapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia mengimbau semakin canggihnya teknologi informasi seharusnya dibarengi dengan kemampuan menyeleksi dan berita.

Forum bahtsul masail tersebut dihadiri 30 anggota LBM PBNU. Sebelumnya peserta berdiskusi terlibih dahulu dengan tenaga Ahli Bidang Diseminasi Informasi Publik Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Ismail Cawidu. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam, Nahdlatul Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Takbir Menggema, Takabur (Seharusnya) Sirna

Khutbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Takbir Menggema, Takabur (Seharusnya) Sirna (Sumber Gambar : Nu Online)
Takbir Menggema, Takabur (Seharusnya) Sirna (Sumber Gambar : Nu Online)

Takbir Menggema, Takabur (Seharusnya) Sirna

Di antara kalimat yang paling mencolok dan berkumandang di mana-mana begitu Ramadhan berakhir adalah takbir. Takbir secara bahasa berasal dari kata kabbara-yukabbiru yang berarti membesarkan atau mengagungkan. Siapa yang diagungkan? Tentu saja Dzat Yang Mahabesar, Allah subhanallah wataala.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Takbir betul-betul mewarnai peralihan masa dari Ramadhan menuju Syawal. Umat Islam di berbagai tempat menghidupkan malam hari raya dengan takbir. Ruas jalan di banyak daerah juga dipenuhi pawai takbir. Dalam shalat id pun kita dianjurkan menambah takbir tujuh kali usai takbiratul ihram dan lima kali saat memasuki rakaat kedua. Para khatib idul fitri disunnahkan memulai khutbah pertama dengan takbir sembilan kali dan tujuh kali pada khutbah kedua. Sementara dzikir yang paling dianjurkan bagi jamaah dalam momen-momen tersebut adalah melafalkan takbir.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jamaah shalat jumat rahimakumullah,

Takbir tentu lebih dari sekadar ucapan dan kata-kata. Di balik anjuran menggemakan takbir ada perintah untuk menganggap setara, kecil, rendah apa pun yang ada di alam fana ini karena yang Mahabesar hanya Allah. Dialah penguasa jagat raya ini. Tak ada satu urusan atau keberadaan pun yang luput dari genggaman-Nya. Ini pula makna dari rabbul alamin. Allah bukan saja Tuhan bagi manusia melainkan Tuhan bagi seluruh eksistensi selain diri-Nya, termasuk hewan, tumbuhan, jin, malaikat, planet-planet, atmosfer, bumi, langit, surga, neraka, dan lain sebagainya.

Konsekuensi dari keyakinan semacam itu adalah timbulnya sikap rendah hati. Mengecilkan segalanya, tak terkecuali kekayaan dan jabatan, untuk semata-mata mengagungkan-Nya. Sikap ini sangat sulit dilakukan karena musuh terberatnya bukan saja setan, melainkan juga nafsu diri sendiri. Orang mungkin saja terbebas dari keraguan mengimani keberadaan Allah seyakin-yakinnya tapi belum tentu ia berhasil membesarkan-Nya seagung-agungnya. Orang bisa saja sangat alim, rajin ibadah, mengklaim membela agama, namun apakah ia sudah benar-benar bersih dari menganggap lebih rendah orang lain--menganggap diri sendiri lebih selamat dari yang lain?

Kita tahu, Iblis terjerumus bukan karena ia ingkar atas keberadaan Allah. Iblis tidak ateis. Mungkin soal ini keimanan Iblis melebihi manusia biasa. Iblis terhempas ke neraka dan menjadi makhluk terkutuk selamanya sebab menolak menghormati Nabi Adam lantaran takabur. Sebagaimana terekam dalam Surat al-Baqarah ayat 34:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur/sombong dan adalah ia termasuk golongan makhluk yang kafir".

Takabur atau kesombongan telah menggelapkan Iblis untuk mengakui Adam sebagai makhluk Allah yang juga harus dihormati. Ketika Allah mengeluarkan perintah sujud penghormatan tersebut lalu Iblis menyambutnya dengan penolakan, maka saat itulah Iblis sedang mengingkari Kebesaran Allah. Iblis membesarkan diri di hadapan Dzat Yang Mahabesar. Ia hanya melihat kepada siapa ia hormat tapi tidak mempertimbangkan dari siapa perintah hormat itu keluar. Di ayat lain, Allah berfirman, "walaqad karramnâ banî âdam (dan sungguh telah kami muliakan Bani Adam [manusia])."

Dalam hadits Qudsi Rasulullah pernah menyampaikan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? . ? ? ? ? ? ? . ? ? ? .

"Kemahabesaran adalah selendang-Ku dan Kemahagungan adalah Sarung-Ku. Siapa saja yang menandingi-Ku Aku masukkan dia ke dalam neraka".

Jamaah shalat jumat hadakumullah,

Apa yang diperbuat Iblis bisa juga menimpa kita meski dalam skala dan konteks yang berbeda. Allah, misalnya, telah memerintahkan kita memuliakan manusia (QS al-Isra: 70) dan tidak merusak lingkungan (QS al-Araf: 56). Saat kita berlaku sebaliknya maka sejatinya kita sedang meneladani jejak Iblis yang durhaka. Kita hanya percaya akan keberadaan Allah tapi "tidak percaya" akan kebesaran dan kekuasan-Nya. Atau mungkin percaya namun berhenti di mulut atau dalam kadar angan-angan belaka.

Buah dari takbir adalah mengecilkan diri sendiri untuk semata membesarkan Allah. Dampak lazim dari suasana batin ini adalah tidak menganggap remeh hal-hal di luar dirinya karena menyadari bahwa semua ini tak lain adalah hamba Allah rabbul alamin. Rasulullah pernah menegur sahabat yang mempermainkan anak burung hingga induknya merasa terganggu. Sikap mengasihi binatang seperti ini hanya bisa dilakukan ketika seseorang tak lagi sibuk membandingkan dirinya dengan binatang tapi memandang lebih dalam: siapa yang menciptakan binatang. Itu pula yang menjadi alasan mengapa Nabi begitu pemaaf dan murah hati terhadap orang-orang kafir yang pernah memusuhi, bahkan berupaya membunuh beliau; dan kisah-kisah teladan lainnya.

Jamaah shalat jumat rahimakumullah,

Takbir Idul Fitri seyogianya mengantarkan kita pada introspeksi diri tentang sejauh mana kita membesarkan Allah, sejauh mana pula kita mengenal-Nya. Sebuah takbir yang melunakkan hati kita untuk senanriasa berbuat baik kepada siapa saja atau apa saja. Memandang orang lain dengan kacamata kasih sayang. Berhenti menghinakan pihak lain. Dan menolak perbuatan merusak di lingkungan kita.

Di Indonesia kita beruntung memiliki tradisi halal bihalal yang menjadi momen penguatan hubungan baik sesama manusia. Setelah tak hanya digembleng untuk memenuhi hak-hak Allah selama Ramadhan tapi juga menuntaskan berbagai persoalan hak-hak manusia (haq adami) dengan saling bermaaf-maafan. Dengan demikian semoga takbir kita tidak hanya menggaung ke angkasa tapi juga membumi dalam wujud cinta kepada sesama. Wallahu alam.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Khutbah II


? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alif Budi Luhur



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pondok Pesantren, Nahdlatul Ulama, News Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Karya-karya Hadratusy Syaikh

Sebagai seorang ulama panutan, Hadratusy Syaikh KH M. Hasyim Asyari tidak hanya pandai berbicara di dalam mushola, kelas, atau mimbar-mimbar pengajian umum, tapi juga memiliki tradisi kepenulisan yang kuat. Sejumlah disiplin keislaman di bidang akidah, akhlah, hingga ilmu fiqih ia tulis dengan serius.

Berikut ini sejumlah karya Kiai Hasyim Asy’ari yang masih menjadi kitab  wajib untuk dipelajari di pesantren-pesantren Nusantara. Catatan karya Mbah Hasyim diambil dari website Pesantren Tebuireng (tebuireng.net):

Karya-karya Hadratusy Syaikh (Sumber Gambar : Nu Online)
Karya-karya Hadratusy Syaikh (Sumber Gambar : Nu Online)

Karya-karya Hadratusy Syaikh

1. Adabul Alim Wal Mutaallim adalah sebuah kitab yang mengupas tentang pentingnya menuntut dan menghormati ilmu serta guru. Dalam kitab ini KH. M. Hasyim Asyari menjelaskan kepada kita tentang cara bagaimana agar ilmu itu mudah dan cepat dipahami dengan baik. Kitab yang terdiri dari beberapa bab ini, memberikan pula kepada kita pencerahan tentang mencari dan menjadikan ilmu benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat. Salah satu contoh yang diberikan oleh KH. M. Hasyim Asyari kepada kita adalah bahwa ilmu akan lebih mudah diserap dan diterima apabila kita dalam keadaan suci atau berwudhu terlebih dahulu sebelum mencari ilmu. Banyak hal yang bisa kita petik dalam rangka mencari ilmu ketika kita membaca kitab ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

2. Risalah Ahlis Sunnah Wal Jamaah merupakan pedoman bagi warga NU dalam mempelajari tentang apa yang disebut ahlus sunnah wal jamaah atau sering disingkat dengan ASWAJA. Dalam kitab ini, Hadratus Syaikh juga mengulas tentang beberapa persoalan yang berkembangan dimasyarakat semisal, apa yang disebut dengan bidah? Menerangkan pula tentang tanda-tanda kiamat yang terjadi pada masa sekarang ini. Banyak golongan yang mengaku bahwa mereka juga merupakan golongan ahlus sunnah wal jamaah. Akan tetapi dalam ibadah, amal perbuatannya banyak menyimpang dari tuntunan Rasulullah SAW. Dalam kitab ini diuraikan dengan jelas tentang bagaimana sebenarnya ahlus sunnah wal jamaah tersebut.

3. At-Tibyan Fin Nahyi An-Muqothoatil Arham Wal Aqorib Wal Ikhwan merupakan kumpulan beberapa pikiran khususnya yang berhubungan dengan Nahdlatul Ulama. Dalam kitab ini, ditekankan pentingnya menjalin silaturrohim dengan sesama serta bahayanya memutus tali sillaturohim. Didalam kitab ini pula, termuat Qunun Asas atau udang-undang dasar berdirinya Nadhatul Ulama (NU) serta 40 hadits nabi yang berhubungan dengan pendirian Nahdlatul Ulama. Dalam kitab ini, dikisahkan bahwa KH. Muhammad Hasyim Asyari pernah mendatangi seorang kyai yang ahli ibadah karena kyai tersebut tidak mau menyambung silaturrohim dengan masyarakat sekitar sehingga sempat terjadi perdebatan antara keduanya.

4. An-Nurul Mubin Fi Mahabbati Sayyidil Mursalin merupakan karya KH. Muhammad Hasyim Asyari yang menjelaskan tentang rasa cinta kepada nabi Muhammad SAW. Dalam kitab tersebut, dijelaskan pula tentang sifat-sifat terpuji nabi Muhammad SAW yang bisa menjadi suri tauladan bagi kita semua. Dijelaskan pula tentang kewajiban kita taat, menghormati kepada perintah Allah SWT yang telah disampaikan melalui nabi Muhammad SAW baik melalui al-qur an atau hadits. Silsilah keluarga nabi Muhammad SAW, tidak luput dari pembahasan. Singkat kata, dalam kitab ini, kita mendapatkan sejarah yang relatif lengkap dan menarik untuk dikaji serta dijadikan tauladan menuju insan kamil.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

5. Ziyadatut Taliqot merupakan kitab yang berisi tentang polemik beliau dengan KH. Abdullah Bin Yasin Pasuruan tentang beberapa hal yang berkembang pada masa itu. Perdebatan terjadi pada beberapa masalah yang tidak sesuai antara pandangan Nahdlatul Ulama dengan KH. Abdullah Bin Yasin Pasuruan. Banyak sekali permasalahan yang diperdebatkan sehingga kitab ini begitu tebal dan permasalahan yang diperdebatkan masih terjadi dimasyarakat.

6. At-Tanbihatul Wajibat Li Man Yasna Al-Maulid Bil Munkaroti adalah sebuah kitab tentang pandangan KH. Muhammad Hasyim Asyari tantang peringatan maulid nabi Muhammad SAW yang disertai dengan perbuatan maksiat atau munkar. Dalam kitab tersebut, diceritakan bahwa pada jaman dulu, disekitar Madiun, setelah pembacaan shalawat nabi, para pemuda segera menuju arena untuk mengadu keahlian dalam hal bela diri silat atau pencak. Acara itu, masih dalam rangkaian peringatan maulid serta dihadiri oleh gadis-gadis yang saling berdesakan dengan para pemuda. Mereka saling berteriak kegirangan hingga lupa bahwa saat itu, mereka sedang memperingati maulid nabi Muhammad SAW. Hal tersebut menimbulkan keprihatinan KH. Muhammad Hasyim Asyari sehingga beliau mengarang kitab ini.

7. Dhouul Misbah Fi Bayani Ahkamin Nikah berisi pikiran ataupun pandangan KH. Muhammad Hasyim Asyari tentang lembaga perkawinan. Dalam kitab tersebut, beliau menangkap betapa pada saat itu, banyak pemuda yang ingin menikah, akan tetapi tidak mengtahui syarat dan rukunnya nikah. Tidak tahu pula tentang tata cara / sopan santun dalam pernikahan sehingga dalam mereka menjadi bingung karenanya. Dalam kitab tersebut, terkandung beberapa nasehat yang penting agar lembaga perkawinan betul-betul bisa menjadi sebuah keluarga yang Sakinah, Mawaddah Wa Rahmah sesuai tuntunan agama.

Selain menulis kitab, Kiai Hasyim juga rajin menyebarkan ilmu dan penapatnya di sejumlah media yang beredar secara nasional pada waktu itu, di antaranya, majalah Soeara Moeslimin Indonesia (majalah milik Masyumi), Berita NO, Soeloeh NO, Swara NO, dan sebagainya. 

Tema yang beliau tulis tidak sebatas bidang ilmu keagamaan, tapi juga meliputi pertanahan dan pertanian, politik internasional, kolonialisme, dan macam-macam lagi. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen, Tegal, Nahdlatul Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Menaker Bacakan Puisi Karya Soekarno

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri unjuk kebolehan membaca puisi saat menghadiri agenda Hari Puisi Indonesia Tahun 2017 di Graha Bhakti Kebudayaan Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (3/10) malam.

Bagi Menteri Hanif, puisi merupakan sebuah bagian yang tidak terpisahkan dari realita kehidupan manusia. Oleh karena iu, Hanif mendukung agar proses berpuisi terus dikembangkan dan dilestarikan. 

"Karena disana mengalir realita yang metaforik. Kemudian metafora yang realistik. Kemudian di sana ada etika dan juga estetika," kata Menaker.

Menaker Bacakan Puisi Karya Soekarno (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Bacakan Puisi Karya Soekarno (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Bacakan Puisi Karya Soekarno

Pada kesempatan tersebut, Menaker pun turut membacakan puisi "Berpedomanlah Pada Cita-cita" karya Ir. Soekarno.

Melalui puisi karya Soekarno ini, Menaker mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk optimis menghadapi tantangan-tantangan masa depan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Saatnya kita sebagai bangsa melihat ke depan, penuh optimisme, bekerja keras," ujarnya.

Berikut adalah sepenggal puisi karya presiden pertama Indonesia tersebut:

 

Berpedomanlah Pada Cita-cita

Ir. Soekarno

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ya, kita hidup dalam dunia yang penuh ketakutan

kehidupan manusia sekarang digerogoti

dan dijadikan pahit-getir oleh rasa ketakutan

Ketakutan akan hari depan

ketakutan akan bom hidrogen

ketakutan akan ideologi-ideologi

Mungkin rasa takut itu

pada hakekatnya merupakan bahaya yang

lebih besar daripada bahaya itu sendiri

Sebab rasa takutlah yang

mendorong orang berbuat tolol

berbuat tanpa berpikir

berbuat hal yang membahayakan

Dalam permusyawaratan Tuan-tuan

saya minta, jangan kiranya Tuan-tuan

terpengaruh oleh ketakutan itu

Sebab ketakutan adalah zat asam

yang mencapkan perbuatan manusia

menjadi pola yang aneh-aneh

Berpedomanlah pada harapan

dan ketetapan hati

berpedomanlah pada cita-cita

berpedomanlah pada impian dan angan-angan

(Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul Ulama, Anti Hoax, Internasional Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon

Beirut, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Lebanon, bekerjasama dengan “Tajammu al-Ulama al-Muslimin fi Lubnan / Liga Ulama Islam Lebanon” akan menyelenggarakan “Kongres I Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama se-Dunia”  di Beirut, Lebanon pada tanggal 7-9 Juli 2012.

Dalam release yang dikirimkan ke Kedung Sukun Adiwerna Tegal, kongres akan diikuti oleh 20 Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Mesir, Maroko, Sudan, Suriah, Tunis, Aljazair, Yordania, Saudi Arabia, Yaman, Malaysia, Amerika-Kanada, Australia-Selandia Baru, Korea, Taiwan, Jepang, Jerman, Rusia, Inggris, Belanda, Pakistan, Turki dan Lebanon.

PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Seluruh Dunia akan Kumpul di Lebanon

Kongres juga akan dihadiri oleh sejumlah undangan dalam dan luar negeri antara lain, Ketua PBNU, Sekjen ICIS, Ulama Lebanon dari unsur Sunni dan Syiah, sejumlah Duta Besar RI di Timur Tengah, perwakilan Kemlu RI, praktisi politik Timur Tengah dan para wartawan luar dan negeri serta para penggembira.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kongres yang mengambil syiar : “Bersama Menuju Islam Rahmatan Lil-Alamin” ini akan diawali dengan seminar internasional yang akan membahas tentang :

• “Reformasi Dunia Arab dan Implikasinya terhadap Masa Depan Dunia Islam dalam Prespektif Ulama Timur Tengah”, ( Narasumber: Dr. Said Ramadhan Al-Bouthy, Ketua Persatuan Ulama Negeri-negeri Syam )

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

• “Masa depan Palestina dan Masjidil Aqsa di Tengah Pergolakan Politik Timur Tengah dan Duina Global”, ( Narasumber: Praktisi Politik Lebanon dan Palestina)

• Fenomena Global Radikalisasi Atas Nama Agama dan Strategi Menghadapinya (Narasumber: ICIS, BNPT, Global University-Lebanon)

Selain itu, Kongres juga akan membahas secara internal tentang :

• Penguatan Koordinasi PCI Luar Negeri dan Perluasan Network di Negara-negara PCI

• Strategi Perlindungan Faham Aswaja di Tanah Air dari Gerakan anti Aswaja (Trans-nasional-Radikal)

• Perumusan Konsep Ekonomi Warga Nahdlatul Ulama

Secara global, diharapkan dari Kongres ini akan tercipta sebuah pemahaman mendalam dan mendetail kepada kalangan luas tentang realitas yang faktual tentang fenomena Arab Spring di Timur Tengah, terwujudnya partisipasi umat Islam Indonesia, khususnya Nahdliyyin, dalam gerakan global mendukung kemerdekaan Palestina dan Masjidil Aqsa sebagai kiblat pertama, mengembalikan citra Islam sebagai rahmatan lil Alamin melalui upaya de-radikalisasi paham keagamaan.

Sementara secara lingkup organisasi, diharapkan akan membuka jaringan kerjasama internasional antara PCI-PCI dengan negara setempat dalam bidang pendidikan, keagamaan, interfatih dialogue, kebudayaan, ekonomi dalam rangka mendukung gerakan total diplomatic yang dicanangkan pemerintah RI.

Disamping itu, diharapkan dari kongres ini akan tercapai perumusan bersama upaya-upaya kongkrit dalam rangka membendung gerakan radikal anti ajaran Aswaja/Ahlussnunnah Wal Jamaah yang dinilai berpotensi mengganggu persatuan dan ukhuwah sesama umat dan anak bangsa serta mencari bentuk dan konsep yang terpadu dalam mewujudkan ekonomi keumatan yang lebih berkeadilan.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

KH Hasyim Asy’ari Peletak Dasar-dasar Kemerdekaan Indonesia

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pencetus Fatwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, KH Muhammad Hasyim Asy’ari oleh Sayyid Muhammad As’ad Shihab disebut sebagai peletak dasar-dasar kemerdekaan Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam pidato apel akbar dan upacara Hari Santri di Monas Jakarta, Sabtu (22/10).

KH Hasyim Asy’ari Peletak Dasar-dasar Kemerdekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Asy’ari Peletak Dasar-dasar Kemerdekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Asy’ari Peletak Dasar-dasar Kemerdekaan Indonesia

“Atas peranannya yang begitu dahsyat, Sayyid Muhammad As’ad Shihab menyebutkan dalam salah satu karyanya bahwa KH Muhammad Hasyim Asy’ari adalah awwalu wadi’ labinati istiqlali Indonesia (? ? ? ? ?), Peletak dasar-dasar kemerdekaan Indonesia,” jelas Kiai Said di hadapan 50.000 santri yang mengikuti apel akbar itu.

Selang beberapa bulan setelah terjadi pertempuran dahsyat di Surabaya, lanjutnya, di mana sipil dan santri menjadi aktor utamanya, mata dunia perlahan mulai terbuka. Mereka mengakui fakta baru bahwa Indonesia adalah negara yang telah merdeka dan berdaulat.

Kiai asal Cirebn ini menegaskan, tanpa Resolusi Jihad NU tentu tidak pernah ada peristiwa 10 November. Tanpa Resolusi Jihad NU, kemerdekaan yang telah diproklamasikan oleh Bung Karno dan Bung Hatta tanggal 17 Agustus 1945, tentu akan tercabik-cabik kembali oleh upaya pengambilalihan kedaulatan yang dimotori tentara NICA.?

Menurutnya, nilah wujud ajaran dari Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari yang meletakkan kewajiban bela negara adalah sama pentingnya dengan kewajiban membela agama. "? ? ? ?" (cinta Tanah Air adalah bagian dari iman).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Marilah kita jadikan momentum Hari Santri 22 Oktober untuk meneguhkan kesetiaan mengawal dan mempertahankan Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ucap Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul Ulama, Nasional, IMNU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Santriwati Pesantren Nahdlatul Muta’allimin Berlatih Jurnalitistik

Probolinggo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Puluhan santriwati Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’alimin di Desa Kropak Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) jurnalistik, Sabtu (25/3).

Kegiatan yang dilaksanakan di aula pesantren ini dihadiri pemateri Ustadz Andri dari Pondok Pesantren Darul Qur’an. Dalam pelatihan ini mereka dilatih cara menulis berita, membuat profil berita dan cara mengambil berita yang baik.

Pelatihan ini dihadiri oleh jajaran pengasuh pesantren putri serta para alumni santri putra dan putri. Mereka berkumpul untuk belajar dan memberikan ilmu kiat-kiat jurnalistik.

Santriwati Pesantren Nahdlatul Muta’allimin Berlatih Jurnalitistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Santriwati Pesantren Nahdlatul Muta’allimin Berlatih Jurnalitistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Santriwati Pesantren Nahdlatul Muta’allimin Berlatih Jurnalitistik

Salah satu alumni Indra Subiantoro yang juga pengurus Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Provinsi Jawa Timur mengungkapkan bahwa diklat jurnalistik ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada santri putri tentang ilmu jurnalistik.

“Dengan diklat jurnalistik ini santri bisa belajar menulis sebagai bagian dari dakwah. Setidaknya santri bisa menulis apa yang didapat selama berada di lingkungan pesantren dan menyebarkannya kepada santri lain melalui tulisan bernilai dakwah,” katanya.

Melalui diklat jurnalistik ini Indra mengharapkan supaya bakat-bakat terpendam dari para santri putri bisa terpenuhi. Nantinya karya-karya dan hasil tulisan santri bisa disebarkan melalui media majalah dinding (mading).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Semoga dengan pengetahuan jurnalistik ini para santri putri bisa bersama-sama menulis menyebarkan ilmu kebaikan melalui majalah dinding sehingga bisa dibaca oleh santri lain. Dengan demikian, santri yang belum tahu bisa belajar melalui tulisan di mading,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Syariah, Nahdlatul Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Peserta Munas-Konbes: Terima Kasih, Kempek!

Cirebon, Kedung Sukun Adiwerna Tegal?

Para peserta Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2012, mengucapkan terima kasih kepada pesantren Kempek yang menjadi sohibul bait. Peserta menilai Kempek sukses menyelenggarakannya.

A. Hasyim Asy’ari, salah seorang peserta Munas dari PWNU Jawa Barat mengapresiasi positif terhadap pelayanan panitia Munas-Konbes Kempek. ?

Peserta Munas-Konbes: Terima Kasih, Kempek! (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Munas-Konbes: Terima Kasih, Kempek! (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Munas-Konbes: Terima Kasih, Kempek!

“Saya sangat mengapresiasi panitia. Mulai dari ikromud dluyuf (menghormati tamu). Kemudian fasilitasnya terintegrasi. Tempat istirahat peserta sangat bagus dan layak. Tidak jauh ke ruang rapat dan tempat makan. Kalaupun ada yang jauh, panitia menyediakan kendaraan,” ungkapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia juga menilai kebersihan lokasi sangat terjaga, mulai dari toilet dan halaman. “Juga kalau ada kebutuhan-kebutuhan kecil, para santri cepat tanggap membantu,” tambah Wakil Katib Syuriyah PWNU Jawa Barat tersebut.

Lebih jauh, ia menilai Munas adalah ajang silaturahim yang sangat mahal harganya. “Saya bisa bertemu dengan teman-teman yang sudah lama, ketika di sekolah dan pesantren.”?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua PWNU Sulawesi Utara H Halil Domu, juga mengapresiasi positif terhadap panitia dan pesantren Kempek.?

“Setiap sesuatu yang kita lakukan, ada kurang dan lebihnya. Untuk Munas dan Konbes kali ini, positifnya lebih banyak,” ujarnya.?

Halil menilai, dari segi pelayanan dan tempat sangat memadai, “Pelayanan konsumsi malah sangat berlebihan, menurut saya. Sanitasi ? juga bagus,” tambahnya. ?

KH Muhammad Rasyid, Ketua PWNU Kalimantan Timur terkesan dengan keramahan para santri Kempek.?

“Kita bisa bertemu santri-santri yang sopan-sopan dan ramah-ramah yang tidak mungkin kita temukan di hotel di kota-kota,” tambahnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

IPNU harus Jadi Motor Perangi Penyalahgunaan Narkoba

Padang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pelajar yang terhimpun dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) harus berkerja keras dalam memperjuangkan nasib generasi bangsa mendatang, menjauhkan diri dari narkoba dan pergaulan bebas. Narkoba dan pergaulan bebas menghancurkan masa depan pelajar, merusak tatanan kehidupan yang sudah dituntun oleh nilai-nilai agama, serta runtuhnya nilai-nilai adat.

IPNU harus Jadi Motor Perangi Penyalahgunaan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU harus Jadi Motor Perangi Penyalahgunaan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU harus Jadi Motor Perangi Penyalahgunaan Narkoba

Pembina IPNU Kota Padang Armaidi Tanjung  mengungkapkan hal itu pada pembukaan Seminar Pendidikan Rahmatan lil Alamin dan Konferensi Cabang (konfercab) IPNU Kota Padang, Sabtu (21/12/2013) di aula PWNU Sumbar jalan Ciliwung No. 10 Padang. Seminar dihadiri 45 orang yang berasal dari utusan komisariat dan OSIS IPNU se Kota Padang. Hadir Pengurus PW IPNU Sumbar  Fauzi Remon, Ketua IPNU Padang Pebriyaldi dan Ketua Umum PMII Kota Padang Yosef Firman Susilo.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Konfercab berhasil memilih Neri Yusmardi sebagai Ketua IPNU Kota Padang dua tahun mendatang. Neri Yusmardi  meraih 15 suara dan pesaingnya Mariyono 9 suara. Selanjutnya tim formatur yang terdiri dari Pebriyaldi, Neri Yusmardi, Khalik, Syamsuardi dan Mariyono akan menyusun kepengurusan lengkap IPNU Kota Padang periode 2013-2015.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Armaidi, penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar setiap tahun terus meningkat. Ini kondisi yang amat memprihatinkan dan ancaman masa depan bagi pelajar. IPNU harus menjadi motor untuk memerangi penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar di Kota Padang.

“Selain itu, pergaulan bebas di kalangan pelajar juga memprihatinkan dan mencengangkan kita semua. Saya dapat informasi pengakuan seorang Kepala KUA di Kota Padang yang menikahkan pasangan calon pengantin, menemukan rata-rata 20-an orang  sudah melakukan hubungan suami isteri sebelum dinikahkan. Istilah kerennya, kawin  “kecelakaan”,” kata Armaidi yang juga Wakil Sekretaris PWNU Sumbar ini.

Dikatakan Armaidi, pergaulan bebas di kalangan pelajar ini merupakan fenomena yang menjadi pemandangan biasa di tengah masyarakat. Seorang pelajar putri yang berboncengan di atas motor tidak merasa risih merangkul pelajar putra. Terkadang lebih mesra ketimbang sepasang suami isteri berkendaraan. Ironisnya, si perempuan juga menggunakan jilbab sebagai simbol seorang muslimah.

“Perkembangan perangkat teknologi yang semakin memudahkan dan memberikan manfaat pada kehidupan manusia, namun  juga mendatangkan bencana. Perangkat teknologi ibarat pisau, jika digunakan dengan benar seperti untuk mengiris bahan masakan di dapur. Sebaliknya, pisau juga dapat digunakan untuk membunuh orang lain oleh seorang anak yang tengah panik,” kata Armaidi.  

Penggunaan facebook melalui internet  misalnya, dapat meningkatkan silaturrahmi pertemanan. Namun mulai muncul kasus kejahatan bermula dari pertemanan di facebook. Ini akibat facebook  disalahgunakan. Jika berlebihan, main facebook dan internet hingga larut malam bahkan sampai subuh dinihari, juga  merusak. Betapa makin banyak anak-anak muda yang hingga larut malam hanya berada di depan internet. Sehingga tidak lagi mendatangkan manfaat, malah mengganggu kesehatan dan kegiatan yang bermanfaat lain. 

“Kader IPNU harus menempatkan perangkat teknologi yang proposional dalam menunjang kehidupan yang lebih baik untuk masa depan,” kata Armaidi menambahkan. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Ini Berbagai Layanan Kesehatan di Baksos LKNU Banyuwangi

Songgon, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Baksos Kesehatan PC LKNU Banyuwangi memasuki pelaksanaan di titik keempat dari lima titik kegiatan yang direncanakan. Dalam kegiatan yang dilaksanakan, Ahad (8/3) berlangsung di Tempat Penimbunan Kayu Perhutani, Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur ini, LKNU Banyuwangi melakukan berbagai macam layanan kesehatan.

Ini Berbagai Layanan Kesehatan di Baksos LKNU Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Berbagai Layanan Kesehatan di Baksos LKNU Banyuwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Berbagai Layanan Kesehatan di Baksos LKNU Banyuwangi

“Kesehatan bagi ibu hamil dan angka kematian ibu melahirkan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pentingnya pemeriksaan kesehatan, untuk itu selain pengobatan gratis, baksos kesehatan di Songgon juga menitikberatkan pada Penyuluhan Kesehatan Ibu Hamil, Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan Pola Hidup Sehat,” ujar Ketua Panitia Baksos dr H Mufti Anam, Dipl.Cibtac.

Selain pengobatan gratis, imbuhnya, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemeriksaan gigi, penyuluhan kesehatan reproduksi wanita, penyuluhan pola hidup sehat, penyuluhan HIV/AIDS, khitanan, donor darah, santunan anak yatim, dan pembarentasan sarang nyamuk.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu, Ketua PCNU Banyuwangi Drs H Masykur Ali memberikan perhatian yang serius dalam kegiatan ini, disamping telah memberikan manfaat yang nyata bagi warga masyarakat yang kurang mampu, kegiatan ini juga telah memberikan dampak yang luar biasa bagi pembangunan dan perkembangan jami’yah NU di Kabupaten Banyuwangi. 

“Partisipasi masyarakat penting, tidak hanya dalam sebuah kegiatan namun juga kesadaran dalam kehidupan masyarakat di lingkungan masing-masing,” ujar Kiai Masykur bangga.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Bupati Banyuwangi H Abdullah Azwar Anas, M.Si berharap, kegiatan semacam ini menjadi agenda rutin PCNU Banyuwangi dengan menghimpun partisipasi masyarakat untuk bersama-sama bersinergi menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di Banyuwangi. 

“Kami berharap kerjasama antar ulama dan umaro serta tenaga kesehatan dapat ditingkatkan untuk memecahkan persoalan-persoalan kesehatan di Kabupaten Banyuwangi,” harapnya.

Selain itu, KH Salahuddin Wahid yang juga berkenan hadir mengaku bangga atas kegiatan yang dilakukan oleh PC LKNU Banyuwangi ini. Mengingat hiruk pikuk politik yang sudah mulai memanas menjelang pemilihan kepala daerah secara serentak di tahun 2015 ini, PCNU Banyuwangi justru tidak larut dalam dinamika politik yang terjadi. 

“Di tengah situasi politik, PCNU justru menjawabnya dengan kegiatan Bakti Sosial Kesehatan yang secara nyata dirasakan langsung manfaatnya oleh warga nahdliyin,” ujar Pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang tersebut. (Fandi Ahmad/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul Ulama, Pendidikan, Habib Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

PP IPPNU Buka Sayembara Cipta Puisi dan Cerpen

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) membuka sayembara penulisan puisi dan cerpen secara online. Pendaftaran dilayani mulai 21 April 2012 hingga 30 Juli 2012. Kategori peserta adalah pelajar dengan batas usia maksimal 25 tahun. Mereka yang sudah duduk di perguruan tinggi, masuk dalam hitungan. Peserta wajib mengirimkan hasil scane atau foto kartu pelajar, kartu mahasiswa, atau KTP.

Untuk lomba cipta karya puisi, pihak panitia memberikan sejumlah ketentuan. Puisi berbahasa Indonesia dengan tema Perempuan atau Pendidikan. Dengan jarak 1 ½ spasi, puisi ditulis dengan Font Times New Roman. Karya yang ikut kontes, murni ciptaan peserta. Karenanya, peserta melampirkan surat pernyataan berisi keaslian karyanya. Tema puisi pun tidak menyinggung isu pornografi, SARA, atau pelanggaran perundang-undangan yang berlaku.

PP IPPNU Buka Sayembara Cipta Puisi dan Cerpen (Sumber Gambar : Nu Online)
PP IPPNU Buka Sayembara Cipta Puisi dan Cerpen (Sumber Gambar : Nu Online)

PP IPPNU Buka Sayembara Cipta Puisi dan Cerpen

Sementara untuk cerpen, panitia memberikan keluasan tema, Pesantren, Perempuan, dan Pendidikan. Kontestan yang menggarap cerpen dengan tema Pesantren, haruslah seorang santri. Karenanya, ia mesti melampirkan hasil scane atau foto kartu tanda santrinya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Karya belum pernah diikutkan dalam sebuah sayembara dan belum pernah dimuat di media massa manapun. Peserta diperkenankan mengirim lebih dari satu karya dengan catatan dikirim lewat email berbeda. Peserta wajib menyebarkan informasi sayembara yang tertera dalam facebook ‘Pimpinan Pusat Ippnu’ ke 10 teman facebook-nya. Peserta tidak sedang mengikutkan karya tersebut dalam satu sayembara.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk mendaftarkan karyanya, seorang peserta dikenakan biaya sebesar Rp.20.000 untuk 1 puisi dan Rp.30.000 untuk 1 cerpen yang dikirim ke rekening Bank BNI Cabang Kramat, Jakarta Pusat dengan nomor 0091006801 atas nama ‘Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’.

Usai mentransfer, peserta mesti mengirimkan pesan ke nomor kontak panitia, 0853 3525 4365 dengan kalimat ‘Telah transfer sejumlah Rp.20.000 untuk pendaftaran Puisi (tulis judul puisi) atas nama (isi nama lengkap peserta)’ atau ‘Telah transfer sejumlah Rp.30.000 untuk pendaftaran Cerpen (tulis judul cerpen) atas nama (isi nama lengkap peserta)’.

Setelah lewati prosedur di atas, peserta bisa mengirimkan karyanya ke alamat email ‘pp.ippnu@yahoo.com’. Dalam email, peserta wajib mencantumkan nama lengkap, alamat, kode pos, nomor kontak, hasil scane atau foto slip setoran biaya pendaftaran, hasil scane atau foto kartu pelajar/kartu mahasiswa/KTP peserta, dan surat pernyataan keaslian karya. Karya dikirim dalam bentuk attachment. Untuk blanko Subject di email, peserta dapat mengisinya ‘Lomba Puisi-(Judul Puisi)-(Tema Puisi)-(Nama Pengarang)’ atau ‘Lomba Cerpen-(Judul Cerpen)-(Tema Cerpen)-(Nama Pengarang)’.

Panitia membukukan 40 puisi pilihan dari karya para kontestan. Cerpen pun demikian. Sejumlah 40 cerpen pilihan, akan dicetak dalam sebuah buku. Panitia menyediakan uang sebesar 2 juta bagi pemenang pertama cipta puisi, 1 ½ juta bagi pemenang kedua, dan 1 juta bagi pemenang ketiga.

Adapun lomba cipta cerpen, panitia menyediakan uang sebesar 3 juta bagi pemenang pertama, 2 juta bagi pemenang kedua, dan 1 juta bagi pemenang ketiga. Selain uang, panitia menyiapkan piagam penghargaan dan buku antologi karya pilihan bagi setiap pemenang.

Bagi yang berminat, pembaca dapat menggali keterangan lanjut dengan menghubungi Rien Zumaroh di nomor kontak 0853 3525 4365 atau PP IPPNU, (021) 3923268 Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat, 10430.

Pengumuman pemenang, akan diinformasikan di akun facebook ‘Pimpinan Pusat Ippnu’. Usai pengumuman, panitia selambatnya 2 minggu, akan mengirimkan hadiah ke rekening dan alamat pemenang. Sebelumnya panitia akan memastikan rekening dan alamat yang bersangkutan lewat email.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Syariah, Nahdlatul Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 13 November 2017

Krisis Rohingya Perpanas Hubungan Bangladesh-Myanmar

Dhaka, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kekerasan pemerintah Myanmar atas Rohingya tak hanya memaksa hampir 400.000 ribu etnis minoritas tersebut melakukan eksodus ke negara tetangga, tetapi juga membuat Bangladesh sebagai negeri tujuan pengungsi tertimpa beban. Bangladesh beberapa kali mengecam Myanmar terkait krisis kemanusiaan ini.

Belakangan hubungan keduanya kian panas ketika Bangladesh menuduh Myanmar berulang kali melanggar perbatasan kawasan udara. Bangladesh menilainya sebagai provokasi dan mengancam tentang konsekuensi tertentu bila tindakan itu terulang lagi.

Krisis Rohingya Perpanas Hubungan Bangladesh-Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)
Krisis Rohingya Perpanas Hubungan Bangladesh-Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)

Krisis Rohingya Perpanas Hubungan Bangladesh-Myanmar

Ratusan ribu Muslim Rohingya telah tiba di Bangladesh sejak mereka lari dari serbuan tentara Myanmar yang berdalih telah melakukan perburuan "teroris Bengali". Jumlahnya terus meningkat sejak 25 Agustus lalu. PBB menyebut krisis ini sebagai langkah "pembersihan etnis" oleh Myanmar.

Bangladesh, seperti dilansir Reuters, mengatakan bahwa pesawat tempur dan helikopter Myanmar melanggar kawasan udara sebanyak tiga kali, yakni pada 10, 12 dan 14 September,  dan telah meminta pejabat kedutaan besar Myanmar di Dhaka untuk melakukan komplain.

"Bangladesh menyampaikan keprihatinan mendalam atas pengulangan tindakan provokasi semacam itu dan menuntut agar Myanmar segera melakukan tindakan untuk memastikan bahwa pelanggaran kedaulatan semacam itu tidak terjadi lagi," kata kementerian di Myanmar dalam sebuah pernyataan pada Jumat malam. (Red: Mahbib)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul Ulama, Aswaja Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 04 November 2017

Warga NU Kota Demak Serta Para Santri Gelar Tahlil

Demak, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Demak Kota bekerja sama dengan Komunitas Santri Demak (KSD) mengirimkan doa dan tahlil untuk Rais KH MA Sahal Mahfudh di aula pesantren Nurul Hikmah Merbotan Bintoro Demak, Jum’at (7/3) malam. Peringatan ini digelar untuk meneladani Rais Aam PBNU itu.

Rais Syuriyah NU Demak KH Alawy Mas’udi menceritakan Mbah Sahal sebagai sosok yang arif dan bijaksana di mana Rais Aam PBNU bersifat sedikit bicara dan mudah mengerti. Saat pulang dari Mekkah, ia dititipkan kitab oleh Syeh Yasin Padang untuk Mbah Sahal,

Warga NU Kota Demak Serta Para Santri Gelar Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Kota Demak Serta Para Santri Gelar Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Kota Demak Serta Para Santri Gelar Tahlil

“Saat saya pulang dari Mekah dititipi Syeh Yasin persoalan bangsa Indonesia dan kitab untuk dikasihkan ke Mbah Sahal. Ia hanya bilang, ‘Ya terima kasih’ saat saya menyampaikan salam Syekh Yasin,” tutur Kiai Alawy.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Kiai Alawy, bicara seperlunya merupakan tanda orang alim. “Kiai seperti Mbah Sahal kalau mengeluarkan fatwa tidak semaunya sendiri tapi berdasarkan ilmu, bagaimana caranya masalah fiqih bisa diterima oleh masyarakat secara keseluruhan,” imbuhnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Tampak hadir dalam peringatan 40 hari tahlil Mbah Sahal, Ketua MUI KH Moh Asyik, pejabat pemda Demak, Ketua Alumni Maslakul Huda yang juga kepala pengadilan. Peringatan ini ditutup dengan sajian menu khas santri, pecel terong. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sejarah, Nahdlatul, Nahdlatul Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 13 Oktober 2017

Sunnah Puasa

Yang dimaksud dengan sunnah puasa adalah segala perbuatan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad s.a.w (disunnahkan) ketika sedang melakukan ibadah puasa, diantaranya Pertama, Menyegerakan Berbuka Puasa Ketika waktu magrib telah tiba atau waktu diperbolehkannya untuk berbuka puasa bagi semua muslim yang menjalankannya, maka dianjurkan untuk segera berbuka puasa dari pada menjalankan ibadah-ibadah yang lainnya, termasuk diantaranya menjalankan ibadah sholat maghrib.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?.

Diceritakan dari Sahal Ibn Sa’ad, Rasulullah s.a.w, bersabda:”manusia selamanya dalam kebaikan, selama ia menyegerakan berbuka puasa” (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Sunnah Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Sunnah Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Sunnah Puasa

Kedua, Membaca Do’a Berbuka Puasa. Membaca do’a berbuka puasa sebelum membatalkan puasa itu perbuatan yang dianjurkan oleh nabi Muhammad s.a.w, sebagai mana sabdanya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Diceritakan dari Ibnu Umar; Rasulullah s.a.w, apabila berbuka buasa, ia berdo’a: “wahai Tuhanku, karena Engkau aku berpuasa, dan atas rizkimu aku berbuka, maka sirnahlah rasa dahaga dan urat-uratku sekarang jadi basah, dan semoga pahala puasanya tetap kalau Engakau menghendaki. (Hadits Shahihm riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Ketiga, Berbuka dengan Makan Buah Kurma atau Minum Air Putih. Berbuka puasa diawali dengan memakan buah kurma, dan apabila tidak menemukan buah kurma atau tidak memilikinya, maka dianjurkan untuk meminum air putih terlebih dahulu sebelum memakan dan minum yang lainnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Anas r.a; “Nabi s.a.w, apbila ia berbuka puasa denga kurma gemading, sebelum Beliau shalat, apabila tidak ditemukannya, ia berbuka dengan kurma biasa, kalau tidak ditemukannya, Beliau berbuka dengan beberapa teguk dari air putih”. ( Hadits Shahih, riwayat Abu Daud dan al-Tirmidzi)

 

Keempat, Makan Sahur Sesudah Tengah Malam. Makan sahur sesudah tengah malam, dengan maksud supaya menambah kekuatan ketika puasa.

? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ?

Dari Anas r.a; Rasulullah s.a.w, bersabda: “makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terkandung berkah”. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Kelima Mengakhirkan SahurSahur atau memakan sesuatu di malam hari dengan tujuan memperkuat diri untuk dapat menjalankan ibadah puasa keesokan harinya, maka dianjurkan mengakhirkannya sebelum waktu shubuh tiba.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Abu Dzar r.a: Rasulullah s.a.w, bersabda: tidak akan hilang sifat kebaikan pada diri manusia, selama ia mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka puasa”. (Hadits Shahih, riwayat Ahmad)

Keenam, Meninggalkan Perkataan Jelek dan Jorok. Di saat menjalankan ibadah puasa, seorang muslim dianjurkan untuk tidak berkata-kata yang tidak bermanfaat, apalagi perkataan jelek dan jorok. Semisal berbohong, menghina orang lain, menggunjing kejelekan orang lain, memfitnah orang lain dsb.

Dan apabila ia dicaci maki oleh orang lain, maka ia dianjurkan untuk mengatakan “saya sedang berpuasa” sampai dua, tiga kali ucapan, menurut Imam Nawawi dalam kitab adzkarnya. Sedangkan menurut Imam Rafi’i, ia dianjurkan untuk mangatakannya dalam hati saja sebagai pengingat agar tidak terpancing emosi. (Sumber: Risalah Puasa/Red.Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul Ulama, Ubudiyah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 02 Oktober 2017

Santri Bisa Berkiprah di Berbagai Sektor

Padangpariaman, Kedung Sukun Adiwerna Tegal.

Santri yang belajar di Pondok Pesantren tidak kalah prestasinya dalam meraih kesuksesan dalam belajar dibanding dengan murid di sekolah lain. Santri tamatan pondok pesantren dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi dan berkarya di mana saja. Bahkan, kalangan perguruan tinggi negeri (PTN) saat ini memberikan apresiasi kepada santri yang hafal Al Qur’an, masuk ke perguruan tinggi negeri tersebut tanpa tes. Itu artinya santri mendapat apresiasi atas prestasinya.

Mantan Menteri Agama RI KH Said Agil Husein Almunawwarah mengungkapkan hal itu dihadapan ratusan santri, majelis guru dan ulama di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Sabtu (1/10) malam. Said hadir sebagai pembicara utama dalam halaqah nasional bertemakan, “Mengkaji tentang Hisab dan Rukyat”, dihadiri Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur dan Ketua Yayasan Pembangunan Islam El Imraniyah (PYII) Ringan-Ringan Idarussalam Tuanku Sutan.

Santri Bisa Berkiprah di Berbagai Sektor (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Bisa Berkiprah di Berbagai Sektor (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Bisa Berkiprah di Berbagai Sektor

Menurutnya, santri jangan lupa dengan gurunya, hormati guru agar ilmunya berkah. “Setiap akan tidur wirid membaca Al Fatihah kepada guru yang sudah memberikan ilmunya. Termasuk kepada orangtua tentunya. Dengan membaca dan mengirimkan Al Fatihah kepada guru, berarti santri sudah menjalin hubungan rohani dengan gurunya. Sekalipun sang guru sudah wafat,” kata Said yang mengaku memiliki koleksi kitab (buku) satu rumah ini.

Dikatakan Said Agil, keikhlasan guru yang mengajar di pondok pesantren menjadikan gurunya jelas, sanad kitabnya jelas, sehingga ilmunya berkah. Santri belajar tidak cukup satu guru, satu kitab. Jangan pernah merasa cukup dalam belajar. Justru semakin banyak kita ketahui, semakin terasa kita ini banyak yang tidak diketahui. ?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Ilmu agama Islam itu amat luas. Ada ilmu Al-Qur’an, tafsir, hadist, kalam, dan lain-lainnya yang satu sama lain saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Semua ilmu itu menjadi satu rangkaian yang patut menjadi perhatian setiap santri yang mendalami agama Islam,” ujar Said.

“Untuk mendalami pemikiran ulama terdahulu dari kitab yang berjilid-jilid, pondok pesantren harus memiliki perpustakaan yang memadai. Sehingga santri dapat merujuk hadist-hadist dan pemikiran ulama kepada kitab yang ada di perpustakaan. Ketika menjabat Menteri Agama RI, beberapa pesantren di Indonesia saya bantu perpustakaannya hingga Rp 300 juta. Pesantren Nurul Yaqin juga harus memiliki perpustakaan,” kata Said Aqil Husein yang juga mantan pengurus PBNU ini.

Ketua Yayasan PYII Ringan-Ringan ? Idarussalam Tuanku Sutan mengatakan, keluarga besar Pesantren Nurul Yaqin memang merasakan hausnya akan ilmu. Untuk itu, berbagai tokoh nasional terus didatangkan ke sini agar santri dan majelis guru mendapatkan ilmu ? agama dan perkembangan terkini. Sebelumnya sudah datang mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siraj. (Armaidi Tanjung/Fathoni).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul Ulama, Hadits, Humor Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 22 September 2017

PMII Darul Huda Mesuji Bagi Takjil Gratis

Mesuji, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Momen Ramadhan 1438 Hijriah tidak disia-siakan oleh PK PMII komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah (STIES) Darul Huda Mesuji, Lampung, bersama mahasiswa membagikan takjil gratis kepada masyarakat dan kaum duafa. Acara tersebut digelar di depan rumah dinas Bupati Mesuji, jalan Zainal Abidin Pagar Alam Brabasan, kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, Sabtu (17-06-17).

PMII Darul Huda Mesuji Bagi Takjil Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Darul Huda Mesuji Bagi Takjil Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Darul Huda Mesuji Bagi Takjil Gratis

Ketua PK PMII komisariat STIES Darul Huda Mesuji Arby Panhestu menjelaskan, tujuan digelarnya pembagian takjil tersebut adalah untuk lebih mendekatkan diri dengan masyarakat dan mengajak kepada para mahasiswa STIES Darul Huda Mesuji untuk dapat memaknai bulan suci Ramadhan ini dengan lebih peduli dan berempati terhadap sesama. 

"Bulan suci Ramadhan merupakan bulan yang penuh rahmat dan ampunan, berbagi sedekah dan menjalin silaturahmi yang baik di masyarakat harus diperbanyak. Pembagian takjil  ini, selain bertujuan untuk menyemarakkan bulan suci Ramadhan, juga sebagai bentuk kepedulian PMII kepada masyarakat terutama kaum duafan" ujarnya.

Bagi-bagi takjil tersebut dikomandoi langsung oleh Arby Panhestu selaku Ketua PK PMII Komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah (STIES) Darul Huda Mesuji, dan diikuti seluruh anggota dan Kader PMII. beserta Mahasiswa.(Gati Susanto/Mukafi Niam)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 21 September 2017

As’ad: Keruntuhan ISIS hanya Soal Waktu

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Wakil ketua umum PBNU H As’ad Said Ali berpendapat meskipun keberadaannya sempat “mengguncang” dunia, keruntuhan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) saat ini hanya soal waktu.

As’ad: Keruntuhan ISIS hanya Soal Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)
As’ad: Keruntuhan ISIS hanya Soal Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)

As’ad: Keruntuhan ISIS hanya Soal Waktu

“Asal kekuatan regional bersatu seperti Saudi, Mesir dan lainnya bersatu, mereka akan segera lemah,” katanya seusai peluncuran buku Al Qaeda: Tinjauan Sosial-Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya, yang merupakan rangkuman hasil pengalaman dan pengetahuannya selama berkarir di Badan Intelejen Negara (BIN).

Gerakan kekerasan di Irak, muncul setelah jatuhnya Saddam Hussein yang beraliran sunni. Pemerintahan lalu didominasi oleh kelompok syiah. Negara-negara Muslim Sunni di regional tersebut seperti Mesir dan Arab Saudi, secara tidak langsung akhirnya mendorong berkembangnya Al Qaeda, sebagai upaya menyeimbangkan dengan rezim Syiah.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Situasi juga diperburuk oleh penarikan tentara Amerika Serikat di Irak yang terlalu cepat yang merubah stabilitas disana dan juga mengganggu kepentingan AS. Kelompok-kelompok Amerika di luar pemerintah lalu melakukan operasi melalui jalurnya di Turki yang juga anggota NATO. Kepentingan kedua pihak ini bertemu karena Turki tidak nyaman dengan adanya kedekatan Irak dengan Iran.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pemberian dukungan ini bukan untuk membuat kelompok militan kuat, tetapi sebagai ujung tombak untuk melakukan perubahan yang terjadi di Irak.

“Ternyata benar, ketika ISIS naik ke atas, PM Maliki diganti dengan PM Abadi yang lebih dekat dengan sunni. Pada akhirnya akan terjadi keseimbangan dan akhirnya ISIS akan ditekan sedemikian rupa sehingga keruntuhannya hanya akan masalah waktu,” tegasnya.?

Ditanya tentang pola penempatan tentara Amerika yang berlangsung sangat lama seperti di Jerman dan Jepang untuk menciptakan stabilitas nasional, dan sekarang, negara-negara tersebut keamanannya stabil dan menjadi sejahtera, hal tersebut tidak bisa diterapkan di dunia Muslim.

“Ngak bisa karena konteksnya lain, mereka kalah dalam perang dunia. Orang Arab kan nasionalismenya kuat sekali. Kalau ada orang asing, akan melawan,” tandasnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 24 Juli 2017

Jamaah Haji Terakhir Tiba di Arab Saudi

Makkah, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Jamaah haji Indonesia seluruhnya berada di Arab Saudi pada selasa (26/12) dini hari. Sekitar 900 jamaah dari kloter 85 SUB dan 78 SOC menjadi jamaah terakhir yang masuk ke tanah suci.

Setibanya di Bandara Internasional King Abdul Aziz, kata Kepala Daerah Kerja Jeddah Subakin Abdul Muthalib, jamaah haji terahir itu akan langsung diberangkatkan ke Makkah dan menempati pemondokan yang telah disiapkan.

Menurut Subakin, pemberangkatan jamaah pada 24 Desember lalu, terjadi penundaan penerbangan tiga kloter yaitu kloter 22 BTH (Batam), 81 JKS (Jakarta-Jabar), dan 78 SOC (Solo). Ia mengungkapkan pihak penerbangan, Saudi Arabian Airlines, baru memberangkatkan pada 25 Desember 2006.

Jamaah Haji Terakhir Tiba di Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Haji Terakhir Tiba di Arab Saudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Haji Terakhir Tiba di Arab Saudi

Sementara itu pemulangan jamaah haji akan dilakukan mulai 5 Januari hingga 2 Februari 2006 mendatang. Pada hari 1-13 masa pemulangan diperkirakan sebanyak 16 hingga 19 kloter akan diterbangkan ke Tanah Air.

Pada hari-hari berikutnya direncanakan setiap harinya akan ada 12 kloter yang akan kembali ke Tanah Air. Subakin berharap tak ada penerbangan yang tertunda. Bila ini terjadi, jelas dia, maka akan menimbulkan penumpukkan jamaah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pada masa pemulangan ini jamaah akan terus mengalir dari Makkah ke Jeddah kemudian diberangkatkan ke bandara. Ia menambahkan, sehari sebelum keberangkatan jamaah harus berada di delapan pemondokan yang telah disiapkan di Jeddah. (dpg/nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nasional, Nahdlatul Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 02 Juli 2017

Segarkan Paham Aswaja, MWC NU Pagerbarang Istiqamah Gelar Lailatul Ijtima

Tegal, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Untuk menjaga dan menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah Wal jamaah (Aswaja), Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal menggelar rutin acara Lailatul Ijtima.

Ketua MWC NU Pagerbarang Ustadz Abdul Ghony Al-Khafidz menjelaskan, pertemuan lailatul ijtima itu diisi dengan berbagai acara, di antaranya, shalat Isya berjamaah, istighatsah, dan tahlil.

Segarkan Paham Aswaja, MWC NU Pagerbarang Istiqamah Gelar Lailatul Ijtima (Sumber Gambar : Nu Online)
Segarkan Paham Aswaja, MWC NU Pagerbarang Istiqamah Gelar Lailatul Ijtima (Sumber Gambar : Nu Online)

Segarkan Paham Aswaja, MWC NU Pagerbarang Istiqamah Gelar Lailatul Ijtima

"Momen lailatul ijtima sebagai sarana silaturrahim dan untuk menyampaikan program-program NU di antaranya Program Pembangunan Gedung NU, dakwah dan konsolidasi pengurus untuk memperkuat organisasi," kata Ustadz Ghony saat lailatul ijtima di Masjid Jami Baitul Muttaqin, Desa Surokidul, Kecamatan Pagerbarang.

Hadir dalam acara itu pengurus Majlis Wakil Cabang (MWC), pengurus ranting NU setempat, dan kurang lebih 150 jamaah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Abdul Ghony, dalam lailatul ijtima juga dilangsungkan dialog dan evaluasi program-program MWCNU.

"Lailatul ijtima digelar setiap malam Ahad pahing secara bergilir di ranting se-Kecamatan Pagerbarang," ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Pagerbarang KH Muhtadi mengemukakan, warga nahdliyin harus tahu tentang Aqidah Aswaja salah satunya dengan kegiatan lailatul ijtima ini. "Semoga kita selalu istiqamah menggelar lailatul ijtima," pungkasnya. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul Ulama, AlaNu Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock