Wahid Hasyim adalah salah seorang dari sepuluh keturunan langsung KH. Hasyim Asy’ari. Silsilah dari jalur ayah ini bersambung hingga Joko Tingkir, tokoh yang kemudian lebih dikenal dengan Sultan Sutawijaya yang berasal dari kerajaan Demak. Sedangkan dari pihak ibu, silsilah itu betemu pada satu titik, yaitu Sultan Brawijaya V, yang menjadi salah satu raja Kerajaan MAtaram. Sultan Brawijaya V ini juga dikenal dengan sebutan Lembu Peteng.
Minggu, 25 Februari 2018
Dari Pesantren untuk Bangsa
Wahid Hasyim adalah salah seorang dari sepuluh keturunan langsung KH. Hasyim Asy’ari. Silsilah dari jalur ayah ini bersambung hingga Joko Tingkir, tokoh yang kemudian lebih dikenal dengan Sultan Sutawijaya yang berasal dari kerajaan Demak. Sedangkan dari pihak ibu, silsilah itu betemu pada satu titik, yaitu Sultan Brawijaya V, yang menjadi salah satu raja Kerajaan MAtaram. Sultan Brawijaya V ini juga dikenal dengan sebutan Lembu Peteng.
Kamis, 22 Februari 2018
Menag: IAIN Tak Perlu Ubah Status
"Peningkatan kualitas dan pembenahan manajemen menjadi tuntutan, agar selalu maju dan berkembang dengan baik," kata Menteri Agama M Maftuh Basyuni menyatakan usai melantikan Rektor IAIN Imam Bonjol (IB) Padang, Prof Dr Sirajuddin Zar MA di Kampus Lubuk Lintah Padang, Kamis (14/6).
Menag menyebutkan, hingga kini hanya tinggal delapan IAIN yang belum beralih status menjadi UIN. Ke depanya diharapkan tetap tidak mengalami perubahan.
| Menag: IAIN Tak Perlu Ubah Status (Sumber Gambar : Nu Online) |
Menag: IAIN Tak Perlu Ubah Status
Dikatakan, masyarakat membutuhkan keberadaan perguruan tinggi Islam. IAIN diharap tidak bercita-cita mengubah status namun memperkuat eksistensi dan meningkatkan kualitas dosen serta memperbaiki manajemen kampus.Acara pelantikan Rektor baru IAIN IB Padang itu, juga dihadiri Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi dan anggota DPD RI asal pemilihan Provinsi Jambi, Nusran Jawaher.
Menurut Menag, IAIN IB Padang sudah tepat sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI), tidak perlu menyaingi perguruan tinggi negeri yang ada saat ini.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
IAIN IB Padang, diharapkan ke depan tetap sebagai PTAI, sehingga mampu melahirkan para ulama dan "Imam Bonjol" baru di Sumbar.Sementara itu, Rektor IAIN IB Padang Sirajuddin Zar menyatakan, keinginan untuk merubah status IAIN IB menjadi UIN sebenarnya sudah disiapkan sejak tiga tahun lalu.
Namun dari penegasan Menag itu, kata Sirajuddin, ke depan atau setidaknya selama masa jabatannya, ia akan lebih konsentrasi pada pembenahan manajemen dan memperkuatan eksistensi IAIN IB Padang.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
"Kita tidak akan berpikir dan mempersiapan IAIN IB menjadi UIN, namun lebih kepada pemantapan basis ilmu ke Islaman di perguruan tinggi ini," katanya.Ia mengkhawatirkan, jika IAIN IB berubah status ke UIN bisa saja bidang ilmu ke islaman selama ini dikembangan akan terbagi-bagi dengan ilmu umum.(dpg/han)
Dari Nu Online: nu.or.id
Kedung Sukun Adiwerna Tegal Daerah, PonPes Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Minggu, 28 Januari 2018
2 Faktor Menonjol Penyebab Berkembangnya Radikalisme menurut As’ad Said Ali
| 2 Faktor Menonjol Penyebab Berkembangnya Radikalisme menurut As’ad Said Ali (Sumber Gambar : Nu Online) |
2 Faktor Menonjol Penyebab Berkembangnya Radikalisme menurut As’ad Said Ali
Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) UPI Bandung KH As’ad Said Ali pada Seminar Nasional Pendidikan Perdamaian dan Upaya Pencegahan Radikalisme Agama yang diselenggarakan atas kerja sama Pergunu Jawa Barat dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, (16/5).Menurut Mustasyar PBNU ini, berkembangnya radikalisme ini disebabkan oleh sejumlah faktor. Di antara berbagai faktor penyebab, ada dua faktor yang sangat menonjol. Pertama, banyak negara muslim yang belum berhasil merumuskan sistem politik dan pemerintahan di era modern.?
Lebih lanjut, Kiai As’ad mengatakan bahwa Al-Quran dan Hadits sendiri tidak secara eksplisit menentukan model sistem kenegaraan tertentu. Oleh karena itu, Para ulama menjadikan pengorganisasian masyarakat muslim Madinah sebagai contoh yang menjadi inspirasi pada sistem politik dan pemerintahan.?
Kaum radikalis, lanjutnya, menghendaki suatu negara teokratis dengan khilafah sebagai pemimpin tertinggi. Sebaliknya kaum moderat merumuskan sistem politik dengan pertimbangan realitas kekinian yang disesuaikan dengan syariat Islam serta perkembangan budaya setempat.?
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
“Perbedaan konsep kenegaraan inilah yang menjadi sumber konflik yang berujung pada kekerasan dan terorisme,” ujar mantan Wakil Kepala BIN ini.Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Kedua, tambahnya, pasca perang dingin ada kecurigaan bahwa pihak Barat berusaha secara sistematik memaksakan sistem liberal/sekuler setelah merasa menang terhadap komunisme. Sistem liberal atau neo-liberalisme mereka anggap sebagai satu-satunya sistem yang mampu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan.?Kaum neo-liberalisme ini, imbuhnya, menjadikan isu globalisasi sebagai pintu masuk penyebaran paham baik melalui campur tangan dalam penyusunan undang-undang negara muslim maupun penyebaran sekulerisme melalui media cetak, elektronik dan dunia maya untuk merubah kebudayaan kaum muslimin.?
Kaum muslim moderat tentu saja tidak menolak proses tersebut yang memang tidak bisa dihindari, tetapi dengan catatan adanya dialog yang sejajar atas dasar kepentingan bersama. Sebaliknya, kaum radikalis menolak dan melawan melalui kekerasan yang bersifat global, yakni terorisme. “Bahkan kaum radikal menjadikan kaum muslimin yang tidak sependapat dengan mereka sebagai target kekerasan,” ungkap As’ad. (Awis Saepuloh/Fathoni)
Dari Nu Online: nu.or.id
Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, Pemurnian Aqidah, PonPes Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Jumat, 26 Januari 2018
Rutin, Pengajian Gus Mus Disiarkan Langsung Online
| Rutin, Pengajian Gus Mus Disiarkan Langsung Online (Sumber Gambar : Nu Online) |
Rutin, Pengajian Gus Mus Disiarkan Langsung Online
Gus Mus mengaji kitab karangan Imam al-Ghazali ini setiap habis sembahyang tarawih atau sekitar pukul 20.00 WIB bersama para santrinya di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang, Jawa Tengah. Bidayatul Hidayah merupakan salah satu kitab bergenre tasawuf yang umum dikaji di kalangan pesantren.Di awal pengajiannya, Gus Mus menjelaskan secara singkat profil sang pengarang kitab yang bernama lengkap Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Ghazali ath-Thusi. Menurut dia, ulama filsuf ini tergolong istimewa karena dalam usianya yang pendek mampu membuahkan tak kurang dari 200 karya tulis.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
“Dengan masterpiece-nya Ihya’ Ulumiddin, termasuk Bidayatul Hidayah-nya ini,” sambungnya. Gus Mus mengatakan, sebelum mencapai puncak petunjuk (nihayatul hidayah), seseorang mesti melewati permulaannya (bidayatul hidayah) terlebih dahulu.Radio Kedung Sukun Adiwerna Tegal yang beralamat di radio.nu.or.id rencananya juga akan rutin menyiarkan secara langsung pengajian Rais Aam PBNU KH A Sahal Mahfudh dengan kitab Syarah Hikam karya Imam asy-Syarqawi, pukul 08.00; Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Misykatul Anwar), pukul 05.00; Katib Syuriyah PBNU Musthofa Aqil (Tafsir Jalalain), pukul 13.00.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
“Semua pengajian Ramadhan ini dilaksanakan setiap hari. Insya Allah,” kata manajer program Radio Online Muhammad Yunus yang beberapa waktu lalu sowan ke kediaman Gus Mus di Rembang.Penulis: Mahbib Khoiron
Dari Nu Online: nu.or.id
Kedung Sukun Adiwerna Tegal Bahtsul Masail, PonPes, Pemurnian Aqidah Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Rabu, 24 Januari 2018
Pagar Nusa Akan Tindak Tegas Kekerasan Atas Nama Agama
“Jika kita menemukan kekerasan atas nama agama di Kabupaten Tasikmalaya seperti beberapa hari yang lalu, kita langsung akan bertindak tanpa melakukan koordinasi dulu dengan aparat,” kata Ajengan Mimih Haeruman, yang berkesempatan memimpin deklarasi yang diikuti oleh Banom-banom NU, OKP-OKP dan partai politik se Kabupaten Tasikmalaya ini.
| Pagar Nusa Akan Tindak Tegas Kekerasan Atas Nama Agama (Sumber Gambar : Nu Online) |
Pagar Nusa Akan Tindak Tegas Kekerasan Atas Nama Agama
Hal ini dilakukan, sambung pimpinan Padepokan Santri Manuk Heulang ini, karena dia menilai selama ini aparat dan pemerintahan di Kabupaten Tasikmalaya selalu kurang responsif terhadap aksi-aksi mereka yang selalu mengatasnamakan agama.Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Naskah Deklarasi Kebangsaa ini berbunyi: Kami Anak Bangsa Indonesia Menyatakan: 1. Mengajak seluruh komponen bangsa untuk memperkuat persatuan dan kesatuan demi kokohnya NKRI dalam bingkai Kebhineka Tunggal Ika-an. 2. Menolak dan melawan segala bentuk radikalisme yang mengatasnamakan suku bangsa, agama dan golongan.Deklarasi ini ditandatangani , Ketua PC PS NU Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya, Ketua PC NU Kabupaten Tasikmalaya, Asda II Kabupaten Tasikmalaya mewakili Bupati yang berhalangan hadir, Kapolres Tasikmalaya, perwakilan Dandin 0612 Tasikmalaya, Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, seluruh Banom NU Kabupaten Tasikmalaya, DPD JAI Kabupaten Tasikmalaya serta PD IJABI Tasikmalaya.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Dari partai politik perwakilan dari DPC Partai Kebangkitan Bangsa, DPD Partai Gerindra dan DPD Partai Demokrat. Sementara dari unsur OKP, turut membubuhkan tandangannya antara lain, Banser, Gibas, KMRT, Pemuda JAI dan lain-lain.Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Asep Sufian Sya’roni
Dari Nu Online: nu.or.id
Kedung Sukun Adiwerna Tegal PonPes, Meme Islam, Tegal Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Senin, 22 Januari 2018
Raker, JQH Probolinggo Fokus Bina Bibit Pencinta Al-Qur’an
Hal ini tercetus dalam rapat kerja cabang (Rakercab) JQH Kabupaten Probolinggo yang digelar di kantornya di Kecamatan Dringu, Ahad (5/2) sore. Selain dihadiri oleh segenap jajaran JQH Kabupaten Probolinggo, rakercab ini dihadiri oleh Ketua PCNU Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah dan perwakilan dari JQH Kota Kraksaan.
| Raker, JQH Probolinggo Fokus Bina Bibit Pencinta Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online) |
Raker, JQH Probolinggo Fokus Bina Bibit Pencinta Al-Qur’an
Ketua JQH Probolinggo H Masduqi Syamsudin mengatakan, rakercab ini dimaksudkan untuk menyusun program kerja JQH ke depan yang lebih baik. Tentunya agar semua program dapat terlaksana untuk kemajuan NU ke depan. “Harapannya tentunya JQH ke depan bisa semakin maju,” katanya.Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Menurutnya, rakercab sendiri menghasilkan beberapa program yang brilian. Selain bertekad mencetak bibit-bibit muda Al-Qur’an, rakercab juga mengamanatkan bagaimana pengurus sanggup membawa JQH ke depan lebih baik lagi.Kedung Sukun Adiwerna Tegal
“Semoga ke depan kami mampu memasyarakatkan Al-Qur’an di tengah-tengah masyarakat seiring dengan perkembangan zaman. Hanya saja semua itu harus mendapatkan dukungan dari semua pengurus dan Nahdliyin,” jelasnya.Masduqi menerangkan, dalam rakercab itu JQH melahirkan beberapa program fantastis. Di antaranya melakukan akreditasi lembaga. untuk perbaikan administrasi. Di samping juga pembinaan untuk bibit-bibit Al-Qur’an ke depan.
“Mudah-mudahan semua program yang dirumuskan dan diputuskan melalui Rakcercab ini bisa membawa JQH ke depan lebih baik lagi. Karena bagaimanapun, pembinaan terhadap bibit pencinta Al-Qur’an menjadi tugas kita bersama. Semua harus bersatu supaya apa yang kita harapankan bisa tercapai,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Kedung Sukun Adiwerna Tegal PonPes Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Senin, 15 Januari 2018
Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax
Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat dan menyebarkan narasi moderat sekaligus menangkal isu-isu hoax dan isu radikalisme. Selain itu, pemerintah didorong untuk memfasilitasi masyarakat guna membuat website, domain, hosting dan desain grafis sebagai medium untuk penyebaran kontra narasi paham radikal terorisme.
| Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax (Sumber Gambar : Nu Online) |
Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax
Pertemuan di Hotel Millenium ini juga merekomendasikan agar NU menjadi komando dari komunitas media moderat.Kedung Sukun Adiwerna Tegal
"WhatsApp grup sebagai wadah sharing content antara BNPT dan media moderat. BNPT sebagai content provider bagi media sosial," ujar Abdul Wahab, saat membacakan rekomendasi kelompok 1 sebelum penutupan acara.Acara yang dihadiri oleh 200 peserta ini diisi dengan penyampaian materi dan digelar diskusi kelompok untuk melahirkan rekomendasi terkait pencegahan berita hoax radikalisme. Yang menarik, tidak hanya materi dan diskusi yang memperbincangkan soal pemberantasan hoax, doa penutupun juga diselilingi dengan kalimat puitis antihoax. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Dari Nu Online: nu.or.idKedung Sukun Adiwerna Tegal PonPes, Aswaja, Kajian Sunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Rabu, 10 Januari 2018
500 Fatayat Larangan Ikuti Penyuluhan Kesehatan Ibu Hamil
Ketua PAC Fatayat Khurmah menuturkan, biasanya jika menghadirkan mubaligh kehadiran peserta sekitar 70%, namun saat menghadirkan dokter spesialis kandungan dan kebidanan malah animo anggota yang hadir lebih dari 100%.
| 500 Fatayat Larangan Ikuti Penyuluhan Kesehatan Ibu Hamil (Sumber Gambar : Nu Online) |
500 Fatayat Larangan Ikuti Penyuluhan Kesehatan Ibu Hamil
Ia menyebutkan, pada kegiatan yang berlangsung di Aula KPN Kecamatan Larangan, Sabtu (9/5) tersebut, panitia mengirim 400 undangan. Ternyata yang hadir lebih target. Ini artinya anggota Fatayat yang ingin dapat pengetahuan tentang kesehatan berharap penuh.Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Sigit dalam penyuluhannya, menekankan pentingnya gizi ibu hamil saat seorang ibu sedang mengandung selama 9 bulan, jika ingin bayinya sehat, maka suami juga berperan penting untuk memperhatikan gizi ibunya dan juga bayinya."Ibunya harus periksa rutin di Posyandu atau di layanan kesehatan. Bawalah buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) saat memeriksakan kandungannya,” katanya.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Ia menyarankan ibu hamil untuk memeriksa lewat USG (ultrasonography) selama 4 kali. Jika ingin gratis 3 kali, bisa ke RSUD Brebes atau Bumiayu, tapi syaratnya ikut jadi peserta BPJS. Jika tidak punya, maka harus bayar.Salah satu peserta, Suci Indah Ati merasa senang acara seperti ini, karena bisa bertanya langsung ke ahlinya. Pengalamannya saat hamil anak pertama, bisa langsung terjawab. Walau baru sekali mendengarkan, tapi ia merasa mendapat banyak pengetahuan tentang kandungan dan persalinan.
Salah satu Tim Relawan Penyuluh Kesehatan Kabupaten Brebes dari komunitas Facebook Celoteh Brebes Membangun (CBM) Rumono Aswad menanggapi kegiatan itu dengan apresiatif. "Ini awal yang baik untuk mendongkrak IPM bidang kesehatan di Kecamatan Larangan. Mudah-mudahan diikuti kecamatan yang lain." (Wasdiun/Abdullah Alawi)
Dari Nu Online: nu.or.id
Kedung Sukun Adiwerna Tegal PonPes, Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Santri Al-Muayyad Windan Bedah Khazanah Aswaja
Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan, mengadakan kegiatan kelas akhir tahun 2016 dengan membedah buku “Khazanah Aswaja” yang diterbitkan Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur.
Kegiatan bedah buku tersebut dilaksanakan, Sabtu-Ahad (24-25/12), di Aula Pesantren Al-Muayyad Windan, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah
| Santri Al-Muayyad Windan Bedah Khazanah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online) |
Santri Al-Muayyad Windan Bedah Khazanah Aswaja
Selama dua hari itu para peserta yang terdiri dari santri dan masyarakat umum, mengaji buku yang menjelaskan secara lengkap ajaran Aswaja mulai dari mmafahim Aswaja, aqidah Aswaja, fikih Aswaja, tasawuf Aswaja, dan kelompok aliran dalam sejarah umat Islam ini, dengan dipandu berbagai narasumber.Pengasuh Pesantren Windan, KH M Dian Nafi’, kegiatan mengkaji buku ini sangat penting untuk bekal para santri dan generasi muda Nahdliyin. “Santri perlu terus menambah pengetahuan dan wawasan tentang Nahdlatul Ulama,” terang Kiai ‘Dian, Jumat (23/12).?
Menurutnya, NU memiliki sanad ilmu yang jelas, yang sangat penting bagi para pencari ilmu. “Sehingga orang muda akan sangat beruntung jika belajar agama islam dengan mengikuti Nahdlatul Ulama,” terang Wakil Rais Syuriah PWNU Jateng itu.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Kiai Dian menambahkan, kajian ini menjadi kegiatan rutin yang selalu digelar menjelang akhir tahun. “Setiap akhir tahun kita membahas satu buku atau pemikiran para tokoh ulama Islam,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id
Kedung Sukun Adiwerna Tegal PonPes, Lomba, Internasional Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Sabtu, 06 Januari 2018
Rumah Inaq Munah Hancur Diterjang Banjir Bandang
Sehari-hari Inaq Munah yang usianya telah lebih dari 80 tahun, menjalani aktivitas di rumah kayunya itu. Meskipun sudah berusia lanjut, segala urusan hidupnya ia kerjakan sendiri. Hal itu lantaran Inaq Munah hidup sebatang kara, tanpa ada sanak keluarga.
| Rumah Inaq Munah Hancur Diterjang Banjir Bandang (Sumber Gambar : Nu Online) |
Rumah Inaq Munah Hancur Diterjang Banjir Bandang
Pertengahan November ini, setiap hari selama hampir satu minggu, hujan mengguyur Kabupaten Lombok Timur. Hujan berintensitas tinggi telah menyebabkan dua buah embung di bagian bawah dari Bendungan Pandandure meluap.Akibatnya banjir bandang tak tercegah terjadi pada Sabtu (18/11). Buruknya drainase dan kerusakan ekosistem sungai juga memperparah banjir bandang hingga menerjang permukiman dan lahan di 15 desa di 4 kecamatan di Kabupaten Lombok Timur terkena dampaknya. Di antara desa yang paling parah adalah Desa Setungkeplingsar, Selebung Ketangge, Ketapang Raya, Ketangge Jeraeng, Batu Putik, Sepit, Senyiur, Mendana Raya, Batu Rampes, dan Bintang Oros.
Rumah Inaq Munah tak ayal ikut terkena dampaknya. Rumah itu hancur berkeping-keping tergerus air banjir hingga rata dengan tanah. Beruntung ia masih bisa diselamatkan oleh warga.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Hancurnya rumah itu, menyebabkan Inaq Munah tak punya keluarga, juga harus kehilangan tempa berteduh. Untuk sementara ia mengungsi di rumah tetangga desa yang masih bisa dihuni.Menyadari hal tersebut NU Care-LAZISNU bekerjasama dengan PW LAZISNU NTB dan Panitia Munas Konbes NU 2017, berinisiatif melakukan penggalangan dana untuk membantu pembangunan kembali rumah bagi Inaq Munah.
Penggalangan dana dilakukan di arena Munas Konbes NU 2017. Bagi masyarakat dan peserta Munas NU yang berminat menyalurkan bantuan dapat menyerahkannya pada saat menjelang penutupan Munas Konbes, Sabtu (25/11).
Pada penutupan Munas Konbes juga diagendakan penyerahan secara simbolis bantuan pembuatan rumah untuk Inaq Munah. (Kendi Setiawan)
Dari Nu Online: nu.or.id
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Kedung Sukun Adiwerna Tegal Warta, PonPes Kedung Sukun Adiwerna TegalIPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator
PC IPNU-IPPNU Kudus telah menyelesaikan beberapa program kerjanya. Maka selain sebagai doa selamatan, manaqib ini juga sebagai agenda tasyakuran atas kesuksesan berbagai agenda yang telah terlaksana.
| IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator (Sumber Gambar : Nu Online) |
IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator
“Sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah atas suksesnya seluruh agenda sedari kita pelantikan tanggal 9 November 2014 hingga hari ini,” ujar Joni Prabowo, Ketua Umum PC IPNU Kudus.Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Usai pelantikan, IPNU-IPPNU Kudus lekas berkegiatan antara lain, pelatihan kepemimpinan bagi anggota Forum Komunikasi Antar Pimpinan Komisariat (Forkapik), Diklatama DKC CBP dan KPP, Lakmud dan Makesta pada tahun 2014 lalu.Juga suksesi atas serangkaian kegiatan penyambutan hari lahir IPNU dan IPPNU, tim apresiasi seni 54, tim redaksi majalah Pilar 2015, tim Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) kerjasama Yayasan Mata Air, manajemen pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA), dan usaha akomodasi atribut IPNU-IPPNU oleh tim perekonomian.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
“Sementara besok pun kita sudah akan mulai agenda terdekat kita, yakni pagi jam delapan ada pembukaan Latfas di tempat ini juga, serta siangnya pembukaan BPUN di ponpes Zainal Husain. Ini acara kita bersama dan butuh dukungan dan bantuan,” papar Joni saat sambutan manaqib.Pembacaan manaqib sore itu dipimpin oleh Dwi Saifullah, mantan Ketua IPNU Kudus periode sebelumnya. Acara diikuti oleh para pengurus harian, departemen, tim redaksi majalah Pilar, Forkapik, serta para tamu undangan. (Istahiyyah/Fathoni)
Dari Nu Online: nu.or.id
Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul, PonPes Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Kamis, 04 Januari 2018
Bagaimana Adab Mengikuti Majelis Shalawat?
| Bagaimana Adab Mengikuti Majelis Shalawat? (Sumber Gambar : Nu Online) |
Bagaimana Adab Mengikuti Majelis Shalawat?
“Majelis shalawat di beberapa tempat, alhamdulillah sudah bagus, sudah tertib. Di dalamnya ada ilmu, ratib, silaturahim, semua ini luar biasa kalau dijalankan dengan bagus,” terang Habib Syech di depan para jamaah dari Ahbaabul Musthofa, Syekhermania, dan Bolo Rosho.Namun, lanjut Habib Syech, hal tersebut mesti dibarengi dengan beberapa adab. “Tempat duduk lelaki dan perempuan mesti dipisah,” tuturnya.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
“Kalau ada yang bawa bendera, tidak usah yang besar-besar. Jadi saya minta kalau ada bendera besar dari relawan, dinasehati untuk tidak dibawa, tapi dengan cara yang bagus. Kemudian boleh gerak, tapi tidak seperti orang joget, ini bukan dangdutan,” imbuhnya.Menurutnya, para jamaah yang hadir ikut bergembira dalam majelis shalawat, maka saat itulah Allah akan mengabulkan doa, sebab saat gembira itu termasuk mustajab. “Namun gembira juga perlu adab, kalau dalam keadaan bergembira orang akan berdoa lepas, sedang orang yang bersedih biasanya berdoa ada embel-embelnya,”
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Terakhir, Habib Syech berharap dengan sering membaca shalawat dapat menjadikan keselamatan untuk semua. “Shalawat itu bisa membuat maksiat minggat, berkat shalawat hidup menjadi nikmat, shalawat menjadikan Indonesia jadi selamat,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id
Kedung Sukun Adiwerna Tegal Syariah, PonPes Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Senin, 01 Januari 2018
Tatacara Qunut Shubuh
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?
| Tatacara Qunut Shubuh (Sumber Gambar : Nu Online) |
Tatacara Qunut Shubuh
Artinya, “Qunut shalat shubuh disunahkan berdasarkan hadits shahih dari Anas bahwa Rasulullah SAW selalu qunut sampai beliau meninggal. Hadits riwayat Hakim Abu Abdullah dalam kitab Arba’in. Ia mengatakan, itu hadits shahih,” (Lihat Muhyiddin Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkar, Beirut, Darul Fikri, 1994, halaman 59).Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Menurut Imam An-Nawawi, qunut shubuh sunah muakkadah, meninggalkannya tidak membatalkan shalat, tetapi dianjurkan sujud sahwi, baik ditinggalkan sengaja atau tidak. Doa qunut shubuh adalah sebagai berikut:Kedung Sukun Adiwerna Tegal
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?Allahummahdini fî man hadait, wa ‘âfini fî man ‘âfait, wa tawallanî fî man tawallait, wa bâriklî fî mâ a‘thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik, wa innahû lâ yazillu man wâlait, wa lâ ya‘izzu man ‘âdait, tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait, fa lakal hamdu a’lâ mâ qadhait, wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam
Doa qunut yang disebutkan di atas dibaca pada saat shalat sendiri. Kalau shalat berjamaah, imam dianjurkan mengubah lafal “ihdinî (berilah aku petunjuk)” menjadi “ihdinâ (berilah kami petunjuk)”. Karena dalam pandangan Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in dimakruhkan berdoa untuk diri sendiri pada saat doa bersama. Ia menegaskan:
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ?
Artinya, “Dimakruhkan bagi imam berdoa khusus untuk dirinya sendiri pada saat doa qunut karena ada larangan tentang hal itu. Karenanya, hendaklah imam membaca ‘ihdina,’” (Lihat Zainuddin Al-Malibari, Fathul Muin, Jakarta, Darul Kutub Al-Islamiyyah, 2009 M, halaman 44).
Pada saat membaca doa qunut, imam dianjurkan mengeraskan suaranya dan makmum mengamininya. Dianjurkan pula mengangkat kedua tangan sebagaimana doa pada umumnya. Lebih utama lagi, pada saat doa yang mengandung harapan dan permintaan, telapak tangan menghadap ke atas, sementara saat doa yang mengandung tolak bala atau dijauhkan dari musibah yang sedang terjadi, punggung telapak tangan menghadap ke atas. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)
Dari Nu Online: nu.or.id
Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pendidikan, PonPes, Doa Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Kamis, 28 Desember 2017
Paralayang Tebar Selebaran di Atas Alun-alun Jombang
| Paralayang Tebar Selebaran di Atas Alun-alun Jombang (Sumber Gambar : Nu Online) |
Paralayang Tebar Selebaran di Atas Alun-alun Jombang
Paralayang yang dipiloti oleh satu orang tersebut membawa bendera berlogo NU berukuran raksasa. Setelah tepat di atas Alun Alun Kota Jombang, sang pilot menyebarkan kertas selebaran berukuran 10 x 5 cm yang berisikan ucapan selamat dan sukses atas pelaksanaan Muktamar yang sedang digelar di Ibu kota NU sekarang ini.Menurut salah satu muktamirin yang hadir pada gelaran muktamar kali ini, KH Fahruddin Hudan, hal ini merupakan hal yang baik, kreatif dan positif.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
"Selain sebagai sarana syiar dan menyemarakkan muktamar, hal ini dapat lebih menentramkan dan memberikan kesejukan kepada siapapun yang membacanya," kata Kiai Hudan utusan dari PCNU Kota Metro Lampung.Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Selebaran yang berjumlah ribuan ini merupakan inisiatif dari Pengurus Cabang NU Kabupaten Bondowoso Jawa Timur. (Muhammad Faizin/Mukafi Niam)Dari Nu Online: nu.or.id
Kedung Sukun Adiwerna Tegal PonPes Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Senin, 18 Desember 2017
Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id?
Pengasuh rubrik Bahtsul Masail Kedung Sukun Adiwerna Tegal, saya mau bertanya. Pada sembahyang Id, ada saja masyarakat yang tertinggal jamaah. Ia menjadi makmum. Ia ketinggalan beberapa takbir sunah pada sembahyang Id pada rakaat pertama. Apakah ia harus melengkapi takbir sunah sebanyak tujuh kali atau mengikuti sedapatnya takbir si imam? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Nurfadhilah/Banjarmasin)
Jawaban
| Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id? (Sumber Gambar : Nu Online) |
Bagaimana Makmum Yang Tertinggal Takbir Sunah pada Shalat Id?
Assalamu ‘alaikum wr. wb.Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Shalat Id merupakan shalat sunah yang paling dianjurkan untuk dihadiri setiap Muslim. Bahkan, perempuan yang berhalangan sekalipun dianjurkan untuk menghadiri upacara shalat Id dan khutbahnya hingga selesai. Bahkan sebagian ulama menyatakan bahwa hukum shalat Id adalah wajib.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Shalat sunah Id ini memiliki keistimewaan. Setelah takbiratul ihram dan doa iftitah, kita disunahkan untuk bertakbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama. Sedangkan pada rakaat kedua, kita disunahkan untuk bertakbir sebanyak lima kali. Takbir pada shalat Id ini sunah. Kalau ditinggalkan, tidak membatalkan shalat, tetapi membuat makruh.Kedung Sukun Adiwerna Tegal
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?Artinya, “Sebelum membaca Surat Al-Fatihah, ia bertakbir sebanyak tujuh kali dengan hitungan yakin yang berbarengan dengan mengangkat kedua tangan; (7 takbir ini) tepatnya (dilakukan) di antara doa iftitah dan ta‘wudz Al-Fatihah. Di rakaat kedua, ia cukup bertakbir sebanyak lima kali,” (Lihat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 1433-1434 H/2012 M, juz II, halaman 355).
Shalat Id sunahnya dikerjakan secara berjamaah. Kalau ada anggota masyarakat yang ikut berjamaah shalat Id saat imam telah melangsungkan takbir yang disunahkan, maka ia cukup mengikuti seberapa banyak imam bertakbir. Ia tidak perlu menggenapi kekurangannya hingga tujuh takbir bila tertinggal pada rakaat pertama, atau lima takbir bila tertinggal pada rakaat kedua.
? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?
Artinya, “Sedangkan masbuq (makmum yang tertinggal beberapa saat) hanya bertakbir sedapatnya mengikut sisa takbir imamnya. Di dalam Syarah dikatakan, kalau masbuq mengikuti imam di rakaat pertama misalkan, dan ia mendapati sisa sekali takbir imam, maka ia cukup sekali bertakbir. Atau kalau masbuq mengikuti imam pada rakaat kedua, ia cukup bertakbir sebanyak lima kali. Sedangkan di rakaat keduanya (setelah imam salam), ia cukup bertakbir sebanyak lima kali karena kalau mengqadha takbir yang luput, ia justru meninggalkan sunah lainnya,” (Lihat Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin, Busyral Karim, Beirut, Darul Fikr, 1433-1434 H/2012 M, juz II, halaman 355).
Dari sini, kita dapat menyimpulkan bahwa makmum shalat Id yang mendapati imamnya telah membaca surat Al-Fatihah atau surat yang disunahkan, tidak perlu lagi mengerjakan takbir sunah. Ia cukup mengerjakan takbiratul ihram, lalu mendengarkan bacaan imamnya.
Saran kami, kita sebaiknya menghadiri upacara shalat Id meskipun kita tertinggal beberapa takbir atau tertinggal satu rakaat. Karena shalat Id memiliki keutamaan luar biasa bahkan perempuan yang berhalangan sekalipun sangat dianjurkan untuk menghadiri shalat Id beserta khutbahnya hingga selesai. Bagi mereka yang tidak sempat ikut berjamaah, sebaiknya sebelum Zuhur ia mengerjakan shalat Id sendiri tanpa khutbah
Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.
Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,
Wassalamu ’alaikum wr. wb.
(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id
Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kiai, Kyai, PonPes Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Perundingan Penjajakan MILF diadakan di Malaysia
Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Front Pembebasan Islam Moro (MILF) dan pemerintah Filipina akan mengadakan perundingan penjajakan pada hari Jumat besok (9/5) bertempat di Malaysia. Perundingan ini merupakan perundingan kedua yang diadakan di sana pada tahun 2001. Diharapkan perundingan ini dapat menumbuhkan kepercayaan antar kedua belah pihak.
"Pada akhirnya, satu perjanjian menyeluruh dapat ditandatangani antara kedua pihak," kata kata Menteri Pertahahan Malaysia Najib Tun Abdul Razak, Minggu.
kepada wartawan di Kota Kinibalu sehingga dapat diciptakan perdamaian yang abadi antar kedua belah pihak.
Namun demikian, ditengah upaya perundingan ini, pasukan Filipina melakukan serbuan ke markas gerilyawan setelah kelompok ini melakukan serangan yang mengakibatkan 25 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
MILF yang berkekuatan 12.500 orang merupakan kelompok gerilyawan Muslim terbesar yang berjuang di Filipina Selatan. Mereka melancarkan serangan ke Siocon, Minggu, menyandera sejumlah anggota militer dan 15 warga sipil sebagai "Tameng hidup", termasuk istri dan putra walikota Siacon.
Pihak gerilyawan akhirnya membebaskan sandera setelah mereka melarikan diri. Juru bicara MILF, Eid Kabalu, Senin, mengatakan bahwa serangan itu dirancang untuk melumpuhkan markas besar militer di wilayah itu dan tidak untuk melukai warga sipil.
"Terdapat korban warga sipil karena pertempuran meluas ke wilayah lainnya di kota itu," katanya melalui telapon kepada AFP dari kediamannya di Filipina selatan.
Serangan pada hari Minggu itu juga merupakan aksi balas dendam atas suatu serangan militer pada Februari lalu yang menyebabkan hancurnya suatu kamp penting MILF di komplek Buliok di Filipina(kcm/rep/md/mkf).
Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama, PonPes, AlaNu Kedung Sukun Adiwerna Tegal
| Perundingan Penjajakan MILF diadakan di Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online) |
Perundingan Penjajakan MILF diadakan di Malaysia
Kamis, 14 Desember 2017
Menimba Pelajaran Penting dari Perjanjian Hudaibiyah
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?
| Menimba Pelajaran Penting dari Perjanjian Hudaibiyah (Sumber Gambar : Nu Online) |
Menimba Pelajaran Penting dari Perjanjian Hudaibiyah
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?.Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Sidang Jum’ah rahimakumullah,Pada tahun 628 M atau tahun 6 H, sekitar 1400 kaum Muslim yang dipimpin Rasulullah SAW berangkat ke Mekah untuk melaksanakan ibadah haji. Mengetahui kehadiran kaum Muslimin di Mekkah ini, orang-orang Quraisy bersiaga penuh. Melihat situasi yang tidak kondusif, Nabi Muhammad SAW mencoba menempuh jalur diplomasi dan bukan jalur militer atau perang untuk menghindari pertumpahan darah. Bagaimanapun Mekkah adalah tempat suci yang harus dijaga kesuciannya.
Jalur diplomasi tersebut adalah kesepakatan damai yang tertuang dalam Perjanjian Hudaibiyah. Perjanjian itu antara lain berisi bahwa kedua belah pihak sepakat untuk berdamai selama 10 tahun. Kaum Muslimin harus kembali ke Madinah dan baru pada tahun berikutnya boleh kembali ke Mekah untuk berhaji.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Sidang Jum’ah rahimakumullah,Sebelum Perjanjian Hudaibiyah ditandatangani oleh kedua belah pihak, ada peristiwa penting dan sangat menarik yang dapat kita ambil sebagai pelajaran berharga. Peristiwa itu adalah penolakan Suhail bin Amr sebagai juru bicara orang-orang Quraisy untuk menandatangani perjanjian tersebut. Hal yang dipersoalankan adalah teks perjanjian itu diawali dengan kalimat yang berbunyi: “Inilah perjanjian perdamaian yang dilaksanakan antara Muhammad Rasulullah dan Suhail bin Amr”. Suhail menolak kata-kata “Muhammad Rasulullah” dalam kalimat pembuka tersebut dan menuntut agar kata-kata itu diganti dengan “Muhammad bin Abdullah” yang berarti “Muhammad anak laki-laki Abdullah”. Suhail bin Amr mengatakan:
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?
Artinya: “Kalau kami mengetahui bahwa kamu (Muhammad) adalah Rasulullah, maka kami tidak akan menghalang-halangimu dari Baitullah dan tidak akan memerangimu.”
Pernyataan Suhail di atas merupakan alasan penolakannya atas kata-kata “Muhammad Rasulullah” dalam teks perjanjian itu karena secara teologis orang-orang Quraisy tidak percaya apalagi mengakui bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Orang-orang Quraisy hanya mengakui bahwa Muhammad tidak lebih dari anak laki-laki Abdullah. Karena itulah mereka memusuhi kaum Muslimin di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang memegang keyakinan iman tauhid, “Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya”.
Bagaimanakah sikap Rasulullah SAW menanggapi tuntutan Suhail bin Amr di atas?
Sidang Jum’ah rahimakumullah,
Menanggapi hal itu Rasulullah SAW tidak marah dan tidak pula merasa tersinggung karena persoalan keyakinan memang tidak boleh dipaksakan sebagaimana ditegaskan dalam Surah al-Baqarah ayat 256:
? ? ? ?
Artinya: “Tidak ada paksaan di dalam (memeluk) Islam.”
Rasulullah SAW kemudian segera memerintahkan Ali bin Abi Thalib selaku sekretaris yang menyiapkan draft Perjanjian Hudaibiyah untuk merevisi dengan menghapus kata-kata “Muhammad Rasulullah” dan menggantinya dengan “Muhammad bin Abdullah".
Namun apa jawaban Ali bin Abi Thalib menaggapi perintah Rasulullah SAW tersebut?
Sayyidina Ali menjawab:
? ? ?
Artinya: “Demi Allah saya tidak akan menghapusnya.”
Mungkin kita tidak pernah membayangkan Ali bin Abi Thalib, orang pertama dalam sejarah dari kalangan anak-anak yang memeluk agama Islam, menolak perintah Rasullah SAW. Apalagi penolakan itu diawali dengan sumpah “Demi Allah”. Sungguh ini seperti tidak masuk akal orang dekat Rasulullah SAW menolak perintah beliau mentah-mentah.
Lalu bagaimana reaksi Rasulullah SAW terhadap Ali bin Abi Thalib, sang menantu, yang berani membantah perintah itu?
Menanggapi hal itu, ternyata Rasulullah SAW tidak marah dan tidak pula merasa tersinggung karena persoalan keyakinan memang tidak bisa dipaksakan, baik dipaksakan untuk diyakini atau tidak diyakini. Rasulullah SAW sangat memahami kesulitan yang dihadapi Ali bin Abi Thalib. Ada dilema besar dalam diri beliau. Di satu sisi, kalau Ali bin Abi Thalib menghapus kata-kata “Rasulullah” dalam teks perjanjian itu berarti beliau telah mematuhi perintah Rasulullah. Ini positif dan baik. Tetapi bukankah itu sekaligus bisa berarti Sayyidina Ali tidak lagi mengakui kerasulan Nabi Muhammad SAW sebagaimana orang-orang Quraisy?
Sidang Jum’ah rahimakumullah,
Mungkin itulah alasan mengapa Sayyidina Ali memilih membantah perintah Rasulullah daripada mengorbankan keimanan atau keyakinannya bahwa Muhammad bukan sekedar anak laki-laki Abdullah tetapi sekaligus Rasulullah yang diutus kepada seluruh umat manusia di jagat raya ini.
Rasullah SAW kemudian menjawab:
? ?
Artinya: “Tunjukkan padaku mana yang ada tulisan kata ‘Rasulullah’ itu?”
Sudah barang tentu kita sangat memahami mengapa Rasulullah SAW minta ditujukkan mana tulisan kata-kata “Rasulullah” dalam teks perjajian itu karena beliau seorang Nabi yang ummi, yakni seseorang yang memiliki kesulitan membaca dan menulis. Bahkan banyak yang memaknai ummi berarti buta huruf, yakni seseorang yang tidak mampu membaca dan menulis sama sekali.
Ali bin Abi Thalib kemudian menunjukkan kepada Nabi Muhammad SAW mana tulisan “Rasulullah” dalam teks perjanjian perdamaian tersebut. Setelah ditunjukkan, Rasulullah SAW kemudian menghapus sendiri kata-kata itu sesuai dengan tuntutan orang-orang Quraisy yang diwakili Suhail bin Amr. Rasulullah SAW tidak keberatan menghapus kata-kata itu demi menghormati kebebasan berkeyakinan sekaligus untuk mencapai perdamaian antara kaum Muslimin dan orang-orang Quraisy yang memusuhinya.
Sidang Jum’ah rahimakumullah,
Setelah Rasulullah SAW menghapus sendiri kata-kata “Rasulullah”, lalu siapakah yang kemudian menuliskan kata-kata “bin Abdullah” yang artinya “anak laki-laki Abdullah” untuk mengganti kata-kata “Rasulullah”?
Pertanyaan itu dapat kita temukan jawabannya dalam Tafsir Al Qurthubi karya Abu ‘Abdullah bin Ahmad Al-Qurtubi Al-Maliki dalam tafsir Surah Al’Ankabut ayat 48. Di dalam tafsir ayat ini dengan mengacu pada hadits riwayat Bukhari diceritakan bahwa setelah Rasulullah SAW menghapus sendiri kata-kata “Rasulullah”, beliau sendirilah yang kemudian menuliskan kata-kata “bin Abdullah” dengan tangan kanan beliau sendiri.
Rasulullah SAW pada dasarnya memang tidak bisa atau tidak pandai membaca dan menulis tetapi dalam keadaan sangat terjepit, Rasulullah dengan pertolongan Allah SWT dapat menulis seperti menulis kata-kata “bin Abdullah” untuk merevisi teks Perjanjian Hudaibiyah setelah Ali bin Abi Thalib menolak untuk melakukannya.
Al-Qur’an surah Al’Ankabut ayat 48 berbunyi:
?
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?
Artinya: “Dan engkau (Muhammad) tidak pernah membaca sesuatu Kitabpun sebelum adanya Al-Qur’an dan engkau tidak (pernah) menulis suatu Kitab dengan tangan kananmu; sekiranya (engkau pernah membaca dan menulis), niscara ragu orang-orang yang mengingkarinya.”
Ayat di atas menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah membaca dan menulis sesuatu apa pun sebelum turunnya Al-Qur’an. Hal ini untuk menjamin bahwa Al-Qur’an bukan karya Muhammad tetapi wahyu dari Allah melalui Malaikat Jibril. Tetapi setelah Al-Qur’an turun ada kemungkinan Nabi Muhammad SAW pernah suatu ketika menulis sesuatu. Dan kemungkinan itu terwujud ketika beliau harus menulis sendiri kata-kata “bin Abdullah” untuk mengganti kata-kata “Rasulullah” dalam teks Perjanjian Hudaibiyah setelah Ali bin Abi Thalib menolak melakukan hal itu.
Sidang Jum’ah rahimakumullah,
Mudah-mudahan apa yang telah saya uraikan di atas dapat memberikan manfaat khususnya diri saya sendiri dan sidang Jum’ah pada umumnya. Pelajaran berharga dari peristiwa Perjanjian Hudaibiyah tersebut adalah pentingnya menjunjung tinggi perdamaian. Lewat diplomasi, Rasulullah menghindari pertumpahan darah, meski dengan begitu beliau merelakan Islam pada tataran simbol (bukan substansi) tak tampil menonjol. Nabi juga menunjukkan sikap tak ingin memaksakan kehendak dalam hal perbedaan keyakinan.
Kisah tersebut juga dapat menjadi insirasi bagi kita dalam hidup bermasyarakat yang majemuk di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kebesaran hati dan sikap menghormati keyakinan orang lain yang berbeda sebagaimana telah dicontohkan Rasulullah SAW menjadi hal yang sangat penting dalam rangka menjaga kerukunan bersama. Mudah-mudahan kita semua dimudahkan oleh Allah SWT dalam upaya kita meneladani Rasulullah SAW. Amin, amin ya rabbal alamin.
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.
Khutbah II
? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?:? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.
Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta.
Dari Nu Online: nu.or.id
Kedung Sukun Adiwerna Tegal PonPes Kedung Sukun Adiwerna Tegal
GP Ansor Sedati Sidoarjo Perbaiki Mushalla yang Rusak
Menurut Ketua GP Ansor Sedati Amin Tohari, aksi grebek sapu ini bertujuan untuk merawat dan membersihkan mushalla atau masjid di wilayah Kecamatan Sedati yang dirasa kurang diperhatikan oleh masyarakat.
| GP Ansor Sedati Sidoarjo Perbaiki Mushalla yang Rusak (Sumber Gambar : Nu Online) |
GP Ansor Sedati Sidoarjo Perbaiki Mushalla yang Rusak
"Tujuan kami adalah menunjukkan dan mendekatkan organisasi dengan masyarakat melalui kegiatan sosial, supaya masyarakat mengetahui dan merasakan akan keberadaan organisasi," kata Amin Tohari, Ahad (16/10).Amin berharap ke depan kerja sama antara Ansor dan masyarakat bisa terus terjalin. Sehingga sinergitas Ansor dan masyarakat bisa bermanfaat bagi warga di Kecamatan Sedati.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
"Semoga dapat terjalin komunikasi dan afiliasi antara GP Ansor Sedati dan masyarakat Kecamatan Sedati sehingga keberadaan PAC GP Ansor Sedati dapat diketahui dan dirasakan oleh masyarakat," harap Amin.Ia menambahkan, acara grebek sapu ini diselenggarakan oleh Departemen Lingkungan dan Kesehatan GP Ansor Sedati bekerja sama dengan warga setempat rutin setiap satu bulan sekali. (Moh Kholidun/Alhafiz K)
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Dari Nu Online: nu.or.idKedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian, PonPes Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Senin, 04 Desember 2017
Pelajar Jombang Jalan Kaki Ziarahi Pendiri NU
Wakil Bupati Jombang Nyai Hj Mundjidah Wahab pada apel pemberangkatan di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan mengemukakan, agar semangat para santri tetap dijaga. "Semoga napak tilas yang dilakukan ini mampu memberikan inspirasi dan motivasi bagi para santri agar menjadi orang yang bermanfaat bagi negara dan agama, seperti para ulama terdahulu," kata putri pahlawan nasional, KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab) tersebut, Jumat (14/10) siang.
| Pelajar Jombang Jalan Kaki Ziarahi Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online) |
Pelajar Jombang Jalan Kaki Ziarahi Pendiri NU
"Saat napak tilas, di setiap makam kita melakukan refleksi bersama atas perjuangan para tokoh ulama dalam berkontribusi terhadap pembangunan bangsa," kata Muhammad Abdul Haris. Ketua PC IPNU Jombang ini mengemukakan bagaimanapun juga negara sudah mengakui bahwa santri ikut terlibat dalam pembangunan bangsa, lanjutnya.Lebih detil, Abdul Haris menyampaikan berjalan kaki ini mulai dari makam KH Romli Tamim di Pesantren Darul Ulum Rejoso. Selanjutnya rombongan berangkat menuju makam KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid di Pesantren Tebuireng. Dan sekitar pukul 21.00, mereka beristirahat untuk menginap di salah satu mushalla di Desa Seblak, Kecamatan Diwek.
Keesokan harinya, rombongan melanjutkan perjalanan ke makam KH Asyari, ayahanda dari KH Hasyim Asyari di Desa Keras, Kecamatan Diwek. Berikutnya mereka menuju makam KH Bisri Syansuri di Pesantren Mambaul Maarif Denanyar. Sedangkan tujuan terakhir di makam Mbah Wahab yakni Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Ratusan pelajar ini akan menunggu kedatangan tim Kirab Resolusi Jihad NU yang telah melakukan perjalanan dari berbagai kota di Jawa Timur. "Rombongan PBNU akan tiba di Jombang Sabtu. Jadi, nanti kita akan bergabung bersama mereka," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sejarah, PonPes Kedung Sukun Adiwerna TegalSabtu, 02 Desember 2017
Datangkan Dokter, Muslimat NU Jember Periksa Kesehatan Lansia
| Datangkan Dokter, Muslimat NU Jember Periksa Kesehatan Lansia (Sumber Gambar : Nu Online) |
Datangkan Dokter, Muslimat NU Jember Periksa Kesehatan Lansia
Namun sebelum itu, juga dilakukan istighotsah dan sosialisasi hidup sehat. “Bagaimanapun mereka telah berbuat sesuatu bagi keluarganya, dan kondisi fisiknya harus kita jaga,” ujar Ketua PC Muslimat NU Jember Nyai Hj. Emi Kusminarni kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal.Menurut Nyai Emi, pertemuan dengan para lansia akan menjadi agenda rutin ke depan. Selain cek kesehatan dan sebagainya,? juga akan digelar senam lansia, rekreasi bersama, bahkan dalam waktu dekat mereka akan dibuatkan kebun sayur hidroponik di tanah pekarangan area kantor PC Muslimat NU Jember.
“Intinya mereka akan kita buatkan kegiatan yang menyenangkan supaya hidupnya sehat dan terus bisa berinteraksi dengan kita. Sebab, mereka juga punya? ilmu, setidaknya ilmu pengalaman,” ungkapnya di sela-sela di kegiatan tersebut di kantor PC Muslimat NU Jember.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Sementara itu, Kepala Puskesmas Jember Kidul, dr. Apsari dalam paparannya menegaskan betapa pentingnya menjaga kesehatan? bagi para lansia. Sebab, lansia biasanya rawan diserang penyakit. Oleh karena itu, selain menjaga tradisi hidup bersih, mereka juga perlu rutin berolahraga.“Agar ibu-ibu sehat lahir bathin. Untuk urusan lahir, ibu-ibu punya tanggung jawab masing-masing. Sedangkan urusan bathin, ini bagian dari tugas muslimat NU,” ucapnya dihadapan 60 wanita lansia.
Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Di ujung acara tersebut diberikan doorprize sembako. (aryudi a. razaq/abdullah alawi)Dari Nu Online: nu.or.id
Kedung Sukun Adiwerna Tegal PonPes, Kajian Sunnah, Santri Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Nonaktifkan Adblock Anda
Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.
Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock
- 1. Artikel
- 2. Video
- 3. Gambar
- 4. dll
Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.
Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN
