Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Ke Mesir dan Arab Saudi, Santri Nuris Perkuat Bahasa Amiyah

Jember, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Nuris Student Exchange Programme (NSEP) atau pertukaran pelajar Nuris dengan lembaga di luar negeri tahun ini terus berlanjut. Setelah memberangkatkan 19 santri ke Malaysia, Thailand, dan Singapura akhir bulan lalu, kini 5 santri Nuris bersiap-siap untuk belajar dan mengajar di negara-negara Timur Tengah, khususnya Arab Saudi dan Mesir.

Kelima orang tersebut berasal dari MA Unggulan Nuris. Mereka adalah Ahmad Fauzan, M. Kavin Robbani (kelas XI PK A)? Abdul Aziz (kelas XI PK B),? Ihza Wahyu F. (kelas XI IPA)? dan M. Hasan Ulil Absor (kelas X PK A). Mereka terpilih sebagai peserta NSEP melalui seleksi internal yang sangat ketat.? Selain cerdas dan cakap, mereka juga harus mengikuti seleksi khusus.

Ke Mesir dan Arab Saudi, Santri Nuris Perkuat Bahasa Amiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Mesir dan Arab Saudi, Santri Nuris Perkuat Bahasa Amiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Mesir dan Arab Saudi, Santri Nuris Perkuat Bahasa Amiyah

“Yang pasti, mereka harus fasih berbahasa Arab dan Inggris. Itu wajib. Bahkan calon peserta masih harus mengikuti pembinaan? bahasa Arab logat Mesir atau yang dikenal dengan istilah bahasa ‘amiyah,” ucap Kepala Humas Yayasan Nurul Islam (Nuris) Jember, Gus Abdurrahman Fathoni di Nuris kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Kamis (9/2).

Pembinaan bahasa Arab khas Mesir dilakukan 3 kali dalam seminggu di bawah bimbingan Kiai Ahmad Fauzan, seorang kiai yang cukup lama bermukim di Mesir. Menurut Gus Abdurrahman, sebelum berangkat ke Arab Saudi dan Mesir, kelima sanrri tersebut terus diberi pembekalan, khusunya di sisi logat bahasa dan adat? istiadat Meser.

Dikatakannya, cukup sulit belajar bahasa Arab ‘amiyah. Sebab, bahasa tersebut tak seperti bahasa Arab yang standar. Banyak huruf yang berubah seperti kata ‘tsalatsa’ dalam bahasa Arab standar menjadi ‘talata’ dalam bahasa Mesir. ”Akhirnya mereka didorong untuk terus mencari tahu dan mendengarkan logat bahasa Arab? khas Mesir,” lanjutnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Abdul Aziz, mengaku gembira terpilih sebagai peserta NSEP. Menurutnya, hal terebut sangat berguna tidak saja bagi peningkaran wawasan keilmuan yang langsung dari pusat peradaban Islam, tapi juga berguna untuk memahami tipologi politik rakyat kedua negara tersebut.

“Kalau Arab Saudi relatif aman. Tapi Mesir dan negara sekitarnya, sangat rawan terjadi konflik horisontal, itu kenapa? Padahal muslimnya mayoritas. Syukurlah Indonesia aman meskipun terdapat beragam agama, suku dan budaya,” ungkapnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen, Ulama, Khutbah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Diklatama, Pelajar NU Probolinggo Tanamkan Rasa Kepedulian

Probolinggo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo terus berupaya untuk mengenalkan IPNU-IPPNU kepada segenap pelajar NU di Kabupaten Probolinggo. 

Diklatama, Pelajar NU Probolinggo Tanamkan Rasa Kepedulian (Sumber Gambar : Nu Online)
Diklatama, Pelajar NU Probolinggo Tanamkan Rasa Kepedulian (Sumber Gambar : Nu Online)

Diklatama, Pelajar NU Probolinggo Tanamkan Rasa Kepedulian

Salah satunya melalui kegiatan Pendidikan dan Latihan Pertama (Diklatama) Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korps Pelajar Putri (KPP) di SMK NU Bantaran, Jum’at hingga Ahad (8-10/9) sore.

Selain mengenalkan IPNU-IPPNU kepada pelajar NU, dalam kegiatan Diklatama ini IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo juga memberikan pembinaan sebagai upaya untuk membentuk watak dan rasa kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan dan masyarakat.

Diklatama CBP dan KPP ini diikuti oleh 60 orang pelajar NU dari unsur Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU dan lembaga pendidikan se-Kabupaten Probolinggo. Selama 3 (tiga) hari, para pelajar NU ini mendapatkan beberapa materi meliputi Aswaja ke-NU-an, ke-IPNU-an dan ke-IPPNU-an, ke-CBP-an dan ke-KPP-an, PBB (Pelatihan Baris Berbaris), SAR, Leadership, PPGD, komunikasi dan team work dan mitigasi bencana. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Materi tersebut disampaikan oleh narasumber yang berasal dari unsur DKW CBP-KPP Provinsi Jawa Timur, PCNU Kabupaten Probolinggo, PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo, Satkorcab Banser Kabupaten Probolinggo, PC IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo dan alumni.

Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Nur Hakimah Ismawati mengungkapkan kegiatan ini memiliki sasaran untuk memperkenalkan IPNU-IPPNU secara umum dan CBP-KPP pada khususnya kepada para anggota baru CBP-KPP. Sekaligus membangun komitmen dan watak kader dalam kebersamaan membangun bangsa.

“Dimana tujuannya adalah membangun watak dengan mengembangkan nilai-nilai pengabdian pada kegiatan sosial kemanusiaan, menambah wacana tentang wawasan kebangsaan, memahami ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, memahami eksisitensi IPNU-IPPNU serta memiliki rasa kepedulian dan kepekaan sosial yang tinggi,” katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Isma, CBP dan KPP sendiri merupakan lembaga semi otonom IPNU dan IPPNU yang bergerak dalam pengkaderan, kepanduan, kedisiplinan serta penguatan wawasan kebangsaan dalam membela negara.

“Melalui kegiatan ini harapannya nanti mampu membentuk kader-kader IPNU-IPPNU yang mampu ikhlas membesarkan organisasi. Serta memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama, terutama yang sedang membutuhkan,” tegasnya.

Sementara Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo Babus Salam menyampaikan Diklatama ini merupakan bagian paling penting dalam pembangunan karakter pelajar NU agar mengenal lebih jauh organisasi IPNU-IPPNU itu sendiri. Pasalnya kegiatan ini merupakan salah satu pintu pengkaderan IPNU-IPPNU.

“Mudah-mudahan kegiatan ini mampu mencetak kader-kader yang punya kredibilitas dan loyalitas tinggi terhadap organisasi. Serta menjadi pelopor pembangunan kepemudaan yang peduli terhadap lingkungannya,” katanya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Anti Hoax, Fragmen Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

NTB, Salah Satu Poros Pengembangan Aswaja di Indonesia Timur

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah banyak melahirkan ulama-ulama besar dalam sejarah peradaban Islam di Nusantara. Bahkan, ulama-ulama NTB juga memiliki peran yang besar dalam berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Salah satunya adalah Tuan Guru Zainuddin Sumbawi. Beliau menjadi simpul utama ulama di Nusantara bagian timur, meneruskan gurunya, Syekh Abdul Ghani Bima yang juga menjadi gurunya para kiai dari Jawa,” kata Cak Imin saat memberikan pidato kunci dalam acara seminar nasional Mahaguru Ulama Nusantara : Zona Nusa Tenggara Barat Jejaring Ulama Syekh Abdul Ghani Bima, Syekh Muhammad Zainuddin Sumbawa, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid Pancor Lombok di Masjid Istiqlal Jakarta, Rabu, (22/11).

Beberapa ulama Jawa yang pernah belajar kepada Tuan Guru Zainuddin Sumbawi adalah Syekh Mukhtar bin Atarid Bogor, Syekh Kholil Bangkalan, Syekh Abdul Hamid Kudus, dan Syekh Mahfudz Tremas.

NTB, Salah Satu Poros Pengembangan Aswaja di Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
NTB, Salah Satu Poros Pengembangan Aswaja di Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

NTB, Salah Satu Poros Pengembangan Aswaja di Indonesia Timur

Cak Imin menegaskan, NTB juga menjadi salah satu poros pengembangan Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia Timur.? ?

Sementara, Din Syamsuddin mengatakan, dulu ulama Nusantara menjadi mahaguru Islam dunia. Banyak ulama dari luar yang belajar kepada ulama Nusantara, termasuk ke Sumbawa.?

“Sekarang harus kita tarik kembali,” ucapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dulu Kesultanan Bima dan Sumbawa mengirim ulama-ulamanya untuk belajar ke Mekah secara sistematis dan strategis untuk pengembangan keilmuan.?

“Ini kebijakan luar biasa dari Kesultanan, Ini poin pentingnya," ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia berharap, para peneliti bisa mengkaji dan meneliti warisan ulama Nusantara masa lalu yang belum belum dikenal publik namun memiliki peran yang besar di dalam masyarakatnya. Termasuk ulama-ulama yang berasal dari Sumbawa.?

"Untuk teman-teman Islam Nusantara Center tolong diangkat digali lebih dalam," tandasnya.

Menurut Direktur Islam Nusantara Center (INC) A Ginanjar Syaban? seminar nasional ini adalah salah satu program rutin daripada INC yang akan diselenggarakan juga di daerah-daerah lain. Hal itu dimaksudkan untuk menggali dan mengangkat warisan ulama Nusantara di daerah bersangkutan.

Hadir juga dalam acara itu Abdul Ghani Abdullah, Wildan, Sultan Muhammad Kaharuddin IV, Zainul Milal Bizawie (Sejarawan dan penulis buku Masterpiece Islam Nusantara), dan A Ginanjar Sya’ban (Filolog dan Direktur Islam INC).

Seminar ini diselenggarakan INC dalam rangka menyambut Msyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU 2017 di NTB tanggal 23-25 November. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen, Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Kenapa Islam Nusantara Inspirasi Peradaban Dunia?

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menyelenggarakan konferensi internasional bernama International Summit of The Moderat Islamic Leaders (ISOMIL), Senin-Rabu (9-11/5) di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta. Pertemuan para pemimpin negara dan organisasi Islam moderat dari seluruh dunia ini mengambil tema besar Islam Nusantara: Inspirasi Peradaban Dunia. 

Saat Kedung Sukun Adiwerna Tegal meminta keterangan tema besar tersebut kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, ia menjelaskan bahwa Islam Nusantara telah terbukti memberikan citra Islam yang moderat, ramah, dan toloeran.

Kenapa Islam Nusantara Inspirasi Peradaban Dunia? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Islam Nusantara Inspirasi Peradaban Dunia? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Islam Nusantara Inspirasi Peradaban Dunia?

“Islam Nusantara tidak anti-budaya dan tradisi, ia juga mampu menyatukan antara pemahaman Islam dan nasionalisme. Hal ini dicetuskan oleh Mbah Hasyim Asy’ari, hubbul wathoni minal iman, ulama di dunia tidak ada yang mencetuskan hal tersebut,” tegas Guru Besar Ilmu Tasawuf ini, Sabtu (7/5) di Kantornya Gedung PBNU lantai 3 Jalan Kramat Raya, Jakarta.

Sebab itu, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Ats-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan ini, Islam Nusantara patut menjadi inspirasi peradaban dunia yang saat ini tengah dilanda konflik berkepanjangan berupa perang dan paham radikalisme yang tumbuh menjadi tindakan terorisme.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Yang namanya peradaban itu bagaimana menjadikan dunia ini maju dengan kondisi damai dan tenteram bagi semua di tengah perbedaan keyakinan. Itulah prinsip Islam Nusantara,” tutur Kiai asal Kempek Cirebon, Jawa Barat ini.

Jadi, tuturnya, kalau sudah tahu dan paham bahwa Islam itu hendaknya membawa perdamaian dan rahmat bagi seluruh alam tetapi masih saling membunuh, perang dengan mengorbankan rakyat sipil, dan berbuat anarkis, pemahaman agama seperti ini harus ditangkal.

“Di sinilah motivasi NU untuk menggelar kegiatan ISOMIL dengan menghadirkan tokoh-tokoh dunia Islam dengan harapan kita bekerja keras saling membantu untuk mewujudkan dunia yang damai bagi kita semua,” tandasnya. (Fathoni)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Karya-karya Hadratusy Syaikh

Sebagai seorang ulama panutan, Hadratusy Syaikh KH M. Hasyim Asyari tidak hanya pandai berbicara di dalam mushola, kelas, atau mimbar-mimbar pengajian umum, tapi juga memiliki tradisi kepenulisan yang kuat. Sejumlah disiplin keislaman di bidang akidah, akhlah, hingga ilmu fiqih ia tulis dengan serius.

Berikut ini sejumlah karya Kiai Hasyim Asy’ari yang masih menjadi kitab  wajib untuk dipelajari di pesantren-pesantren Nusantara. Catatan karya Mbah Hasyim diambil dari website Pesantren Tebuireng (tebuireng.net):

Karya-karya Hadratusy Syaikh (Sumber Gambar : Nu Online)
Karya-karya Hadratusy Syaikh (Sumber Gambar : Nu Online)

Karya-karya Hadratusy Syaikh

1. Adabul Alim Wal Mutaallim adalah sebuah kitab yang mengupas tentang pentingnya menuntut dan menghormati ilmu serta guru. Dalam kitab ini KH. M. Hasyim Asyari menjelaskan kepada kita tentang cara bagaimana agar ilmu itu mudah dan cepat dipahami dengan baik. Kitab yang terdiri dari beberapa bab ini, memberikan pula kepada kita pencerahan tentang mencari dan menjadikan ilmu benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat. Salah satu contoh yang diberikan oleh KH. M. Hasyim Asyari kepada kita adalah bahwa ilmu akan lebih mudah diserap dan diterima apabila kita dalam keadaan suci atau berwudhu terlebih dahulu sebelum mencari ilmu. Banyak hal yang bisa kita petik dalam rangka mencari ilmu ketika kita membaca kitab ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

2. Risalah Ahlis Sunnah Wal Jamaah merupakan pedoman bagi warga NU dalam mempelajari tentang apa yang disebut ahlus sunnah wal jamaah atau sering disingkat dengan ASWAJA. Dalam kitab ini, Hadratus Syaikh juga mengulas tentang beberapa persoalan yang berkembangan dimasyarakat semisal, apa yang disebut dengan bidah? Menerangkan pula tentang tanda-tanda kiamat yang terjadi pada masa sekarang ini. Banyak golongan yang mengaku bahwa mereka juga merupakan golongan ahlus sunnah wal jamaah. Akan tetapi dalam ibadah, amal perbuatannya banyak menyimpang dari tuntunan Rasulullah SAW. Dalam kitab ini diuraikan dengan jelas tentang bagaimana sebenarnya ahlus sunnah wal jamaah tersebut.

3. At-Tibyan Fin Nahyi An-Muqothoatil Arham Wal Aqorib Wal Ikhwan merupakan kumpulan beberapa pikiran khususnya yang berhubungan dengan Nahdlatul Ulama. Dalam kitab ini, ditekankan pentingnya menjalin silaturrohim dengan sesama serta bahayanya memutus tali sillaturohim. Didalam kitab ini pula, termuat Qunun Asas atau udang-undang dasar berdirinya Nadhatul Ulama (NU) serta 40 hadits nabi yang berhubungan dengan pendirian Nahdlatul Ulama. Dalam kitab ini, dikisahkan bahwa KH. Muhammad Hasyim Asyari pernah mendatangi seorang kyai yang ahli ibadah karena kyai tersebut tidak mau menyambung silaturrohim dengan masyarakat sekitar sehingga sempat terjadi perdebatan antara keduanya.

4. An-Nurul Mubin Fi Mahabbati Sayyidil Mursalin merupakan karya KH. Muhammad Hasyim Asyari yang menjelaskan tentang rasa cinta kepada nabi Muhammad SAW. Dalam kitab tersebut, dijelaskan pula tentang sifat-sifat terpuji nabi Muhammad SAW yang bisa menjadi suri tauladan bagi kita semua. Dijelaskan pula tentang kewajiban kita taat, menghormati kepada perintah Allah SWT yang telah disampaikan melalui nabi Muhammad SAW baik melalui al-qur an atau hadits. Silsilah keluarga nabi Muhammad SAW, tidak luput dari pembahasan. Singkat kata, dalam kitab ini, kita mendapatkan sejarah yang relatif lengkap dan menarik untuk dikaji serta dijadikan tauladan menuju insan kamil.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

5. Ziyadatut Taliqot merupakan kitab yang berisi tentang polemik beliau dengan KH. Abdullah Bin Yasin Pasuruan tentang beberapa hal yang berkembang pada masa itu. Perdebatan terjadi pada beberapa masalah yang tidak sesuai antara pandangan Nahdlatul Ulama dengan KH. Abdullah Bin Yasin Pasuruan. Banyak sekali permasalahan yang diperdebatkan sehingga kitab ini begitu tebal dan permasalahan yang diperdebatkan masih terjadi dimasyarakat.

6. At-Tanbihatul Wajibat Li Man Yasna Al-Maulid Bil Munkaroti adalah sebuah kitab tentang pandangan KH. Muhammad Hasyim Asyari tantang peringatan maulid nabi Muhammad SAW yang disertai dengan perbuatan maksiat atau munkar. Dalam kitab tersebut, diceritakan bahwa pada jaman dulu, disekitar Madiun, setelah pembacaan shalawat nabi, para pemuda segera menuju arena untuk mengadu keahlian dalam hal bela diri silat atau pencak. Acara itu, masih dalam rangkaian peringatan maulid serta dihadiri oleh gadis-gadis yang saling berdesakan dengan para pemuda. Mereka saling berteriak kegirangan hingga lupa bahwa saat itu, mereka sedang memperingati maulid nabi Muhammad SAW. Hal tersebut menimbulkan keprihatinan KH. Muhammad Hasyim Asyari sehingga beliau mengarang kitab ini.

7. Dhouul Misbah Fi Bayani Ahkamin Nikah berisi pikiran ataupun pandangan KH. Muhammad Hasyim Asyari tentang lembaga perkawinan. Dalam kitab tersebut, beliau menangkap betapa pada saat itu, banyak pemuda yang ingin menikah, akan tetapi tidak mengtahui syarat dan rukunnya nikah. Tidak tahu pula tentang tata cara / sopan santun dalam pernikahan sehingga dalam mereka menjadi bingung karenanya. Dalam kitab tersebut, terkandung beberapa nasehat yang penting agar lembaga perkawinan betul-betul bisa menjadi sebuah keluarga yang Sakinah, Mawaddah Wa Rahmah sesuai tuntunan agama.

Selain menulis kitab, Kiai Hasyim juga rajin menyebarkan ilmu dan penapatnya di sejumlah media yang beredar secara nasional pada waktu itu, di antaranya, majalah Soeara Moeslimin Indonesia (majalah milik Masyumi), Berita NO, Soeloeh NO, Swara NO, dan sebagainya. 

Tema yang beliau tulis tidak sebatas bidang ilmu keagamaan, tapi juga meliputi pertanahan dan pertanian, politik internasional, kolonialisme, dan macam-macam lagi. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen, Tegal, Nahdlatul Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Hasyim Muzadi: Moral Politik Indonesia Masih Jauh Panggang dari Api

Tulungagung, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) DR KH Hasyim Muzadi mengemukakan, moral politik bangsa Indonesia saat ini masih sebatas sebuah angan-angan yang belum diaktualisasikan secara riil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Political morality kita masih jauh panggang daripada api, masih sebatas angan-angan. Kita nggak tahu sampai kapan political morality kita bisa seperti yang ada di negara-negara lain," tegas Hasyim Muzadi saat meresmikan kantor PCNU Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (5/1).

KH Hasyim Muzadi mengemukakan penilaiannya itu setelah sebelumnya membandingkannya dengan moral politik yang dimiliki Bangsa Iran. Diakui Hasyim, dirinya sangat kagum ketika Ahmadinejad bisa terpilih menjadi presiden Iran. Padahal, rival dalam pemilihan presiden itu seorang mantan ketua parlemen yang juga kaya raya.

Hasyim Muzadi: Moral Politik Indonesia Masih Jauh Panggang dari Api (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Moral Politik Indonesia Masih Jauh Panggang dari Api (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Moral Politik Indonesia Masih Jauh Panggang dari Api

Suatu ketika, kekagumannya itu pernah ditanyakan kepada koleganya, seorang syeikh terkenal di Iran. "Saya tanyakan kepada syeikh itu, kenapa Ahmadinejad bisa terpilih menjadi presiden. Ternyata, jawabannya, Ahmadinejad terpilih menjadi presiden, karena dia miskin. Saya langsung kaget. Kok beda ya dengan yang terjadi di negara kita. Ini artinya, political morality kita masih jauh panggang daripada api," kata Hasyim Muzadi.

Di hadapan warga nahdliyin, KH Hasyim juga mengingatkan posisi NU yang sebenarnya nasabnya bagus, tapi nasibnya selalu jelek. "Kita memang kuat di bidang ubudiyah. Tapi, kita lemah di bidang nidzamiyah. NU itu selalu terlibat dalam setiap perjuangan, tapi selalu kocar-kacir di bidang kenegaraan. Maka, yang diperlukan NU sekarang, selain kekuatan rokhaniyah juga kekuatan nidzamiyah," ujar pengasuh Ponpes Al Hikam Malang ini.

Pada bagian lain, Hasyim Muzadi mengungkapkan keprihatinannya terhadap manajemen kepengurusan NU yang diibaratkan masih seperti mobil taksi. Akibatnya, langkah perjuangan NU menjadi sangat bergantung kepada siapa figur yang mengendalikan kepengurusan organisasi. Jika demikian, tambah dia, NU bisa kehilangan arah perjuangan sebagaimana digelorakan kiai-kiai yang menjadi pendirinya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kepengurusan NU, hari ini seperti taksi.  Jadinya, perjuangan NU tergantung pengurus yang sedang menjadi ‘sopir’ taksi yang bernama NU. Ini terjadi dimana-mana," ujar Hasyim Muzadi mengingatkan kader-kadernya.

Agar tidak seperti taksi, tambah Hasyim, PBNU akan mengadakan musyawarah nasional (Munas ) alim ulama, akhir Desember 2008 ini. "Sesuai amanat Rais Am, Munas alim ulama ini untuk merumuskan ‘rel’ yang bisa dijadikan  lintasan para pengurus NU. Dengan begitu, jika terjadi regenerasi kepengurusan, arah NU tidak ganti-ganti haluan seperti saat ini,"’ ungkap Hasyim.

Selaku Ketua Umum PBNU, Hasyim Muzadi juga mengajak warga nahdliyin di semua tingkatan untuk menghidupkan kembali keberadaan jamaah dan pengajian kitab di masjid-masjid. "Ini penting untuk brain storming. Jangan sampai kebiasaan NU seperti itu ditinggalkan. Tradisi NU itu bisa diambil orang lain kalau kita tidak menghidupkannya," terang Hasyim Muzadi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu, peresmian gedung PCNU yang berlokasi di Desa Gedangsewu, Kecamatan  Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, seperti dilaporkan kontributor Kedung Sukun Adiwerna Tegal Muhibuddin dari Tulunggagung, ditandai dengan pemukulan bedug yang dilakukan KH  Hasyim Muzadi.

Ikut menyaksikan pemukulan bedug, Ketua PCNU H. Chamim Badruzzaman, Bupati Ir Heru Tjahjono, MM, Ketua PWNU Jatim, DR Ali Maschan Moesa, anggota FKB DPR RI, Ali Masykur Moesa, Ketua Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa. Acara ini juga dihadiri pengurus cabang NU yang ada di sekitar kota Tulungagung.

Selain itu, dalam peresmian itu, Hasyim Muzadi juga menyerahkan bibit tanaman kepada warga nahdliyin sekaligus untuk mencanangkan gerakan penghijauan. Bibit tanaman penghijauan yang diserahkan, antara lain berupa 30.000 batang bibit tanaman durian dan bibit jati emas sejumlah 10.000 batang. (bin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jelang Konfercab, Pendidikan Kader Penggerak Ditargetkan Rampung

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) merupakan ujung tombak eksistensi jamiyyah Nahdlatul Ulama. Atas dasar itu Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara dalam rangka menyongsong Konferensi Cabang (Konfercab) pada medio 2015 mendatang menargetkan akan merampungkan pendidikan kader penggerak ranting.

Jelang Konfercab, Pendidikan Kader Penggerak Ditargetkan Rampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Konfercab, Pendidikan Kader Penggerak Ditargetkan Rampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Konfercab, Pendidikan Kader Penggerak Ditargetkan Rampung

Hal ini sebagaimana disampaikan Lukman Hakim, ketua panitia pelatihan kader penggerak ranting PCNU Jepara. Menurutnya, kegiatan pengkaderan ini dilakukan lantaran perlunya kesiapan menyongsong kepengurusan baru PCNU.

Melalui kegiatan ini kaderisasi di tingkatan ranting berjalan dengan baik. “Juga dalam rangka ‘menyehatkan’ ranting. Ranting-ranting yang vakum segera eksis kembali,” katanya saat ditemui di Pesantren Jabal Nur Desa Bandengan, Kecamatan Jepara, Jawa Tengah, Ahad (2/11) siang.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Disebutkan, Lukman Ranting di Kabupaten Jepara sejumlah 190an. Menjelang dilaksanakannya Konfercab ia berharap Ranting secara jamaah dan jam’iyyah berjalan dengan baik.

“Dengan kegiatan ini harapan kami meminimalisir ‘suhu panas’ menjelang konfercab,” imbuhnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pihaknya, sudah menjadwalkan pendidikan kader dalam lima zona. Zona 1 meliputi kecamatan Kota, Tahunan, Kedung, Karimunjawa. Zona 2 mencakup Kecamatan Mlonggo, Pakis Aji dan Bangsri. Zona 3 Kecamatan Kembang, Keling dan Donorojo.

Zona 4 ada Kecamatan Mayong, Nalumsari dan Welahan serta zona kelima meliputi Kecamatan Batealit, Pecangaan dan Kalinyamatan. Dari kelima zona ini saat ini sudah berjalan pendidikan kader putaran pertama. Yakni yang dilaksanakan MWCNU Kecamatan Kota berlangsung di Pesantren Jabal Nur di bawah asuhan KH Uzair Jum’at-Ahad (31/10-2/11).

Bulan November dan Desember yang sudah menyatakan kesediaannya MWCNU Batealit dan Tahunan. “Harapan kami kegiatan ini sesuai dengan target,” harapnya.

Jika MWCNU mampu melaksanakan sendiri dipersilakan. Jika keberatan kegiatan bisa dilaksanakan sesuai zona yang dijadwalkan panitia. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara, Kyai, Fragmen Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Sebelum Wirausaha, Muslimat NU Karanganyar Berlatih Merajut

Karanganyar, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Sedikitnya 100 orang terdiri atas perwakilan Muslimat NU se-Kabupaten Karanganyar mendapatkan pelatihan kewirausahaan dan keterampilan merajut di kediaman Ketua Muslimat NU Perum Josroyo Indah Jaten Karanganyar, Senin (2/1). Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan PT MAS Surakarta.

Dalam pelatihan ini para anggota Muslimat NU dibekali dengan keterampilan agar bisa berwirausaha sehingga mampu berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Selama pelatihan mereka diajari cara merangkai benang sehingga menjadi rajutan.

Sebelum Wirausaha, Muslimat NU Karanganyar Berlatih Merajut (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum Wirausaha, Muslimat NU Karanganyar Berlatih Merajut (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum Wirausaha, Muslimat NU Karanganyar Berlatih Merajut

Ketua Muslimat NU Karanganyar Hj Suliyastuti mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan tersebut untuk melatih dan mengolah keterampilan dan menambah pendapatan pengurus Muslimat NU.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Jika ibu-ibu terampil dalam membangun ekonomi, maka akan tercapai keluarga yang sakinah dan pasti akan mengantarkan negara baldatun thoyyibatun wa robbun ghafur," kata Sulis.

Dengan dilatih merajut setidaknya para anggota Muslimat NU bisa berwirausaha dan menciptakan sebuah usaha produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya, pungkas Sulis. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Internasional, Fragmen, Lomba Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban

Kita sekarang berada di bulan Sya’ban dan sebentar lagi Ramadhan datang menghampiri kita. Bulan Sya’ban merupakan waktu yang tepat untuk berpuasa guna melatih diri untuk terbiasa puasa satu bulan penuh selama Ramadhan. Bahkan orang yang puasa Sya’ban termasuk orang yang menghormati bulan Ramadhan. Nabi Muhammad SAW mengatakan, “Puasa? Sya’ban itu untuk menganggungkan Ramadhan,” (HR At-Tirmidzi).

Puasa Sya’ban sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Menurut pengakuan ‘Aisyah RA, “Hanya di bulan Ramadhan Nabi Muhammad berpuasa satu bulan penuh dan saya tidak melihat Beliau sering puasa kecuali di bulan Sya’ban,” (HR Al-Bukhari). Dalam riwayat Ahmad disebutkan, “Puasa yang disukai Nabi Muhammad SAW ialah puasa di bulan Sya’ban.”

Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban

Syeikh Nawawi Banten di dalam Nihayatuz Zain menjelaskan sebagai berikut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Macam puasa sunah yang kedua belas adalah puasa Sya’ban. Sebab Nabi Muhammad SAW sangat suka berpuasa pada bulan tersebut. Siapa saja yang berpuasa di bulan Sya’ban, ia akan memperoleh sya’faat di hari kelak.”

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebagai umatnya, puasa sunah yang dilakukan Nabi SAW ini penting untuk kita amalkan. Meskipun tidak mampu meniru sepenuhnya apa yang diamalkan Nabi Muhammad SAW, paling tidak kita coba berpuasa semampunya selama bulan Sya’ban. Selain mendapatkan ganjaran, puasa Sya’ban dapat melatih diri sendiri agar siap melakukan puasa wajib Ramadhan.

Biasanya, orang yang tidak terbiasa berpuasa tentu akan merasa berat melakukan puasa sebulan penuh pada Ramadhan. Untuk itu, biasakan puasa sebanyak-banyaknya di bulan Sya’ban agar nanti di bulan Ramadhan organ lambung tidak terkejut bila tidak beraktivitas selama siang hari.

Demikian pula bagi perempuan yang belum mengqadha puasa Ramadhan tahun lalu, Sya’ban adalah momen terbaik untuk mengqadha puasa. Jangan sampai ketika memasuki bulan Ramadhan nanti, utang puasa belum dibayar tuntas. Semoga kita mampu mengamalkan sunah Nabi Muhammad SAW. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hikmah, Fragmen, Pahlawan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Gubernur Jatim Dukung Muktamar NU di Jombang

Surabaya, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Gubernur Jawa Timur Dr H Soekarwo beserta para jajaran Forpimda Jatim menghadiri grand launching sukses muktamar ke-33 Nahdatul Ulama, Sabtu malam (14/3) lalu. Terlihat ada di belakang Pakde Karwo, Anas Yusuf (Kapolda Jatim) Eko Wiratmoko (Pangdam Brawijaya V), H Abdul Halim Iskandar (Ketua DPRD Jatim) dan beberapa Bupati se-Jatim.

Dalam sambutannya ia menceritakan saat PWNU Jatim meminta izin akan mengadakan muktamar di Jawa Timur dan meminta Wakil Gubernur menjadi ketua Panitia Daerah, tanpa berpikir panjang Pakde Karwo langsung mengiyakan. "Iya, gus saya setuju," jelas Pakde Karwo kepada Gus Ipul waktu itu.

Gubernur Jatim Dukung Muktamar NU di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Jatim Dukung Muktamar NU di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Jatim Dukung Muktamar NU di Jombang

Pakde juga mengapresiasi langkah NU yang mengambil tema Islam Nusantara, menurut pakde, dalam hidup itu harus diimbangi dengan spiritual dan kultural. Kalau ada orang Islam yang menentang, diislamkan kembali Prof Kiai Said," kata Pakde kepada Ketum PBNU.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

NU sungguh luar biasa dalam mengambil keputusan terkait kepentingan umat. NU selalu bermusyawarah dan tidak mengenal votting. Itulah yang dilakukan NU lewat bahtsul masailnya. Banyak keputusan NU yang sangat membantu pemerintah, kata gubernur dua periode itu. (Rofi’i Boenawi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen, Amalan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Ini Maklumat Kebangsaan dari Pesantren Al-Hikam

Depok, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Selama 3 hari pelaksanaan Sarasehan Nasional Ulama dan Cendekiawan Pesantren di Pondok Pesantren Al-Hikam, Depok, menghasilkan maklumat kebangsaan untuk perbaikan bangsa dan negara. Maklumat itu dibacakan oleh pengasuh pondok pesantren Al-Hikam, KH Hasyim Muzadi pada acara penutupan, Ahad (9/2).

Hasyim mengatakan, para ulama dan kiai telah mendapatkan materi dari para tokoh yang berkompeten. Dari situlah kemudian lahir maklumat kebangsaan yang diharapkan dapat memperbaiki kondisi bangsa Indonesia ke depan.

Ini Maklumat Kebangsaan dari Pesantren Al-Hikam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Maklumat Kebangsaan dari Pesantren Al-Hikam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Maklumat Kebangsaan dari Pesantren Al-Hikam

“Kita juga telah melahirkan rekomendasi dari beberapa sidang komisi yang menjadi maklumat kebangsaan. Sebagai suatu hal yang penting bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia tercinta ini,” ujar Rais Syuriyah PBNU ini.

Para Ulama dan cendekiawan muslim, katanya, telah merenungkan 15 tahun perjalanan masa reformasi. Dari situlah kemudian diketahui bahwa sampai saat ini masih banyak cita cita reformasi yang belum tercapai.

“Menjelang Pemilu 2014, banyak hal yang menjurus kepada kecurangan dan manipulasi sehingga harus diatasi. Jika tidak, maka akan terjadi konflik setelah pemilu, dan mengancam keselamatan rakyat,” katanya.

Dalam bidang hukum dan pemberantasan koruspi, Hasyim mengatakan, bahwa dukungan terhadap gerakan pemberantasan korupsi harus terus dilakukan. Namun, KPK harus didukung oleh semua masyarakat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia menekankan, bahwa korupsi bisa diberantas secara bertahap dengan program gerakan nasional anti korupsi. "Jadi, tidak cukup hanya diserahkan pada komisi, tapi harus didukung gerakan nasional. Langkah ini membutuhkan waktu yang lama dan harus bertahap seperti negara lain yang berhasil. KPK jadi trigger atau pemicu awal dalam pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurutnya, Indonesia masih memerlukan peran ulama dan kiai. Oleh Karena itu, ia berharap ulama tak tergerus oleh keadaan dengan tetap menjaga kewibawaannya di mata masyarakat. "Kalau Ulama sudah hilang muruah-nya, maka akan terjadi kegoncangan di masyarakat,” terangnya.

Dalam situasi negara yang sedang karut marut, terangnya, ulama harus tetap konsisten mengawal umat. Artinya, ulama tak boleh tinggal diam melihat keadaan bangsa dan negara yang tak menentu arahnya seperti saat ini.

“Silahkan para kiai menyimpulkan sendiri apa yang harus dilakukan dari maklumat kebangsaan ini atau ijma; sukuti (diam saja),” paparnya.

Sebagai tuan rumah acara, Hasyim sangat senang melihat antusiasme 300 peserta sarasehan tersebut. “Melihat antusias dari acara ini, ada permintaan agar kegiatan serupa diadakan secara berkala. Sebab, ini adalah bagian dari upaya memperteguh semangat dan persatuan Negara Republik Indonesia yang kita cintai,” tandasnya.

Sarasehan ini menghadirkan para pembicara. Diantaranya Muhamimin Iskandar, Rokhmin Dahuri, pengamat politik Yudi Latif, perwakilan KPK, perwakilan dari Kapolri dan Panglima TNI. Selain itu hadir pula Mahfud MD, Jusuf Kalla, Rizal Ramli, Marzuki Alie, Ahmad Heryawan, Hatta Radjasa dan Jimly Asshidiqi.

Sarasehan yang digelar sejak Jumat lalu itu, ditutup oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Selanjutnya, diprakarsai Hasyim Muzadi, sarasehan serupa akan digelar di daerah-daerah dengan mendatangkan para pembicara dari tingkat pusat. Dalam waktu, kegiatan itu akan digelar di Jawa Barat. (Red: Anam)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mengabdi Masyarakat, Mahasiswa STAINU Jakarta Dirikan PAUD/TK

Bogor, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta mendirikan PAUD/TK NU Al-Asy’ari 01 untuk masyarakat di Desa Cimande, Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Peluncuran lembaga pendidikan tersebut berlangsung, Ahad (21/8), di desa setempat. Pendirian PAUD/TK NU ini diprakarsai oleh mahasiswa STAINU Jakarta yang menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cimande.

Mengabdi Masyarakat, Mahasiswa STAINU Jakarta Dirikan PAUD/TK (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengabdi Masyarakat, Mahasiswa STAINU Jakarta Dirikan PAUD/TK (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengabdi Masyarakat, Mahasiswa STAINU Jakarta Dirikan PAUD/TK

Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam STAINU Jakarta Dede Setiawan menekankan, mahasiswa peserta KKN harus mampu melahirkan karya nyata di tengah-tengah masyarakat yang menjadi mitra KKN. “Saya apresiasi lahirnya lembaga pendidikan ini,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sekretaris PCNU Kabupaten Bogor Kiai Abbas Ma’ruf juga menyampaikan, kehadiran mahasiswa KKN di Desa Cimande sangat penting artinya dalam memperkuat peran Nahdlatul Ulama bagi masyarakat Desa Cimande. “Bahkan saya berharap, melalui pendirian PAUD/TKNU ini, bisa kita jadikan pintu masuk untuk mendirikan lembaga pendidikan formal tingkat dasar dan menengah atas nama NU di Desa Cimande ke depannya,” pesan Kiai Abbas.

Bayangkan saja, lanjut Kiai Abbas, seluruh masyarakat Cimande ini amaliahnya Nahdlatul Ulama. Tapi sampai sejauh ini belum ada MI/SD, MTs/SMP, atau SMA/MA/SMK bernama Nahdlatul Ulama. “Sekali lagi, atas peran adik-adik mahasiswa, kami menjadi sadar bahwa pendirian pendidikan formal tingkat dasar dan menengah di Cimande sangat mungkin diwujudkan,” pungkas Kiai Abbas.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua Muslimat Kabupaten Bogor yang bertanggung jawab dalam pembinaan lembaga PAUD/TK Nahdlatul Ulama di wilayah Kabupaten Bogor juga memuji karya mahasiswa KKN ini sebagai wujud konkret kepedulian mereka terhadap pendidikan anak sejak dini.

“Saya berharap, pendirian lembaga PAUD/TKNU Al-Asy’ari 01 ini akan menjadi amal jariyah dan wasilah bagi mahasiswa dan masyarakat Cimande nanti di akhirat,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian kepada Masyarakat STAINU Jakarta Fatkhu Yasik menilai, pendirian lembaga pendidikan tingkat PAUD/TK merupakan langkah strategis dan cerdas dari mahasiswa peserta KKN. “Mahasiswa melihat lembaga PAUD/TK memiliki peran fundamental dalam pembangunan karakter generasi bangsa yang akan datang,” ujarnya.

Prosesi peluncuran PAUD/TK NU ini dihadiri oleh beberapa komponen Nahdlatul Ulama di Kabupaten Bogor, di antaranya pengurus Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU), pengurus Lembaga Amil Zakat Nahdlatul Ulama (LAZISNU), dan Muslimat NU. Di samping juga aparat desa dan tokoh masyarakat Cimande. Ketua MUI Caringin KH Abdul Latif beserta jajarannya juga turut serta menyaksikan lembaga pendidikan yang didirikan oleh mahasiswa STAINU Jakarta tersebut. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen, Meme Islam, Bahtsul Masail Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Gus Mus: Konflik Kiai Bukan Perpecahan

Sumenep, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Budayawan KH Mustofa Bisri (Gus Mus) menilai, konflik politik yang terjadi di kalangan kiai dan ulama Nahdlatul Ulama (NU), pada dasarnya bukanlah suatu perpecahan. Konflik yang belakangan memunculkan istilah Kiai Kampung, Kiai Khos dan Kiai Langitan, menurutnya hanyalah sebuah perbedaan pendapat.

“Kalau saya, agar tidak bingung dan pusing, saya bilang bukan perpecahan. Saya anggap perbedaan pendapat saja. Kalau di atas tidak mau ngalah, ya kita di bawah yang ngalah,” ujar Gus Mus beberapa saat sebelum menjadi narasumber pada Dialog dan Orasi Budaya di Gedung Nasional Indonesia, Sumenep, Jawa Timur, Senin (2/4) kemarin.

Cara mengalah, sambung Gus Mus yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang, Jawa Tengah, itu, yakni berusaha menerjemahkan perilaku pemimpin-pemimpin tersebut sebagai perbedaan pendapat. “Jadi, kalau perbedaan pendapat, itu wajar sekali,” katanya.

Gus Mus: Konflik Kiai Bukan Perpecahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Konflik Kiai Bukan Perpecahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Konflik Kiai Bukan Perpecahan

Ketika terjadi adu kekuatan dan massa, Gus Mus juga menganggap wajar. Alasannya, orang yang berbeda pendapat akan selalu mempertahankan pendapatnya masing-masing, dengan cara apa pun. “Oleh karena itu, kita mengharapkan dan berdoa, itu bukan suatu perpecahan, tapi hanya perbedaan pendapat,” tandasnya.

Hanya, menurut Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu, perbedaan pendapat itu sulit disatukan. “Apalagi masing-masing yang berbeda pendapat itu tidak bertemu, bagaimana mempersatukan?” tukasnya.

Untuk itu, dia meminta kepada masyarakat bawah untuk memahami masalah yang terjadi tersebut sebagai sebuah perbedaan pendapat. “Minta kepada masyarakat bawah lebih mudah, daripada minta yang di atas. Urusan mereka jika mau selesai atau tidak. Kalau mereka mau selesai, mereka bisa bertemu, kan gampang,” paparnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut dia, kebanyakan persoalan dan konflik itu terjadi, karena budaya tabayyun atau bertanya, sudah banyak ditinggalkan. “Mestinya harus tabayyun,” ingatnya.

Tentang adanya anggapan kiai lebih baik tidak berpolitik, Gus Mus berpendapat, siapa pun boleh berpolitik, termasuk kiai. “Kiai mana yang tidak boleh dan boleh berpolitik? Yang ngerti politik, ya silakan berpolitik, kalau tidak ngerti (politik), ya tidak usah,” ujarnya.

Dikatakan, ada bidang-bidang yang juga tidak kalah mulianya dengan politik. Seperti mendidik santri, mengayomi rakyat kecil, dan memikirkan orang bawah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam kesempatan itu, Gus Mus memaparkan, negara ini telah dipimpin dengan dua panglima. Yaitu, panglima politik pada saat Orde Lama dan panglima ekonomi ketika Orde Baru. Tapi ternyata, ketika reformasi saat ini, negara ini kembali dipimpin panglima politik.

“Saya pikir kok tidak kreatif orang Indonesia. Panglimanya kok politik dan ekonomi. Kenapa kok tidak sekali-kali panglimanya budaya,” kritiknya.

Gus Mus juga secara simbolis mencanangkan Gerakan Budaya Cinta Rasul dengan memukul beduk dan memotong nasi tumpeng atau yang dikenal orang Madura nasè’ rasol. Dengan pencanangan itu, dia berharap, dari Sumenep, budaya akan menjadi panglima di Indonesia.

Madura yang cukup banyak memiliki pondok pesantren dan juga santri, dia yakin, masyarakat tidak perlu lagi mencanangkan budaya cinta Rasul. “Tapi yang perlu dilakukan adalah budaya Rasulllah. Rasul ini manusia yang memanusiakan manusia. Banyak pemimpin saat ini yang kelihatannya manusia, tapi tidak ngerti manusia,” sindirnya. (gpa/sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

PCNU yang Maju, Punya LP Maarif yang Maju

Kebumen, NUOnline. Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abu Hafsin mengatakan, wajah NU salah satunya bisa dilihat dari Lembaga Pendidikan (LP) Maarif-nya. Artinya, jika LP Maarif-nya bagus, maka NU nya akan kelihatan bagus. Sebaliknya, jika LP Maarif-nya kurang bagus, maka wajah NU juga kelihatan kurang bagus.

PCNU yang Maju, Punya LP Maarif  yang Maju (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU yang Maju, Punya LP Maarif yang Maju (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU yang Maju, Punya LP Maarif yang Maju

"Kenyataan bahwa NU maju, LP Maarif -nya maju, adalah sesuatu yang aksiomatik," ungkap Abu Hafsin saat membuka acara rapat koordinasi wilayah (Rakorwil) dan peluncuran Porsema IX dan Olimpiade Sains Nahdhatul Ulama (OSNU) tingkat Jawa Tengah di Candisari Hotel Jawa Tengah, Sabtu (25/4) sore.

Dikatakan, kalau NU dilihat dari pendidikan pesantrennya, semua orang sudah paham. Pesantren NU amat dikenal dengan kedalaman ilmu agamanya dan pembangun moral masyarakat. Tetapi, jika NU dilihat dari lembaga pendidikan formalnya, masih ada sebagian masyarakat yang kurang paham.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Karena itu, lanjutnya, NU maju atau tidak tergantung LP Maarif-nya bergerak atau tidak. PCNU yang tidak maju, hampir pasti tidak punya LP Maarif yang maju. Sebaliknya, PCNU yang maju hampir pasti punya LP Maarif yang maju. Ini, sesuatu yang aksiomatik. Karena, kenyataan yang tidak mungkin dibuktikan kesalahannya.

Abu Hafsin yang juga dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang itu mengaku berbangga, karena saat ini banyak kemajuan di LP Maarif. Semangat untuk lebih mencintai Maarif, dan semangat untuk menanamkan nilai aswaja makin dalam dan tertata rapi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Saat ini, lanjutnya, LP Maarif di berbagai tingkatan terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Di beberapa daerah banyak bermunculan sekolah dan madrasah NU. Bahkan, banyak sekolah yang dikelola LP Maarif meraih sertifikasi ISO. Karena itu, selaku ketua PWNU, dirinya sangat mendukung berbagai upaya yang dilakukan LP maarif untuk memajukan pendidikan di daerah ini. "Keunggulan kuantitas harus dibarengi keunggulan kualitas," tegasnya.

Rakorwil yang dibuka Abu Hafsin tersebut berlangsung selama dua hari. Acara yang dihadiri pengurus Maarif cabang se-Jawa Tengah itu membahasa berbagai program kerja. Di antaranya Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) dan OSNU, legalisasi lembaga pendidikan NU, kurikulum, batik sekolah, dan buku ajar. (Sholihin Hasan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen, Ahlussunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

LAZISNU Pati Bagikan Santunan Yatim dan Dhuafa

Pati, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shadaqah (LAZISNU), Ahad (12/7) memberikan santunan kepada 100 anak yatim dan 100 dhuafa di daerah setempat. Paket yang dibagikan kepada anak-anak yatim berupa tas dan seperangkat alat sekolah, sembako dan uang saku.

LAZISNU Pati Bagikan Santunan Yatim dan Dhuafa (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Pati Bagikan Santunan Yatim dan Dhuafa (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Pati Bagikan Santunan Yatim dan Dhuafa

Pembagian santunan dilakukan di lantai 3 gedung PCNU yang dihadiri oleh dihadiri Bupati Pati Haryanto, Kepala Cabang BPD Jateng, dan Manager BPR Artha Mas Abadi dari Kajen sebagai salah satu penyuport donasi terbanyak.

Alhamdulillah LAZISNU Pati kali ini bisa sedikit berbagi kepada yatama dan dhuafa. Dari segi kualitas dan kuantitas tahun ini ada peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata Direktur LAZISNU Nur Kholiq.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dikatakannya, LAZISNU Pati bekerjasama dengan BPR Syariah Artha Mas akan melanjutkan kerjasama dengan menjaring siswa-siswa berprestasi untuk dibiayai pendidikan mereka.

“Kami mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada semua pihak yang membantu terlaksananya acara tersebut, lebih-ebih kepada BPR Artha Mas Abadi, Patuna, BPD Jateng dan Takasiba Grup,” tambahya. (Red: Anam)

?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Foto: Direktur LAZISNU Nur Kholiq (kanan) dalam acara pemberian santunan

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

NU Diminta Kian Aktif Berkontribusi untuk Indonesia

Bandung, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Wakil Ketua Pengurus Wilayah Jawa Barat, Kiagus Zaenal Mubarok berpandangan, organisasi Nahdlatul Ulama saat ini menghadapi banyak tantangan. Kiprah organisasi Islam dengan jumlah massa terbesar di dunia ini harus mampu menunjukkan taji untuk berkontribusi secara sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, bahkan kontribusi pada tercapainya percepatan pembangunan negara Republik Indonesia.

"NU tidak boleh hanya sebatas besar dari jumlah massa. NU tidak boleh hanya punya kantor dan struktur kepengurusan, melainkan harus lebih aktif mengambil peranan-peranan strategis dalam ruang publik kehidupan sosial kemasyarakatan," paparnya, Sabtu (22/8).

NU Diminta Kian Aktif Berkontribusi untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Diminta Kian Aktif Berkontribusi untuk Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Diminta Kian Aktif Berkontribusi untuk Indonesia

Ditemui Kedung Sukun Adiwerna Tegal seusai mengisi acara bedah buku Membela Kebabasan Beragama karya Budhi Munawar Rahman di Aula SMP ST Ursula, Jalan Anggrek Bandung, pria yang juga dosen di Universitas Padjajaran Bandung itu menilai bahwa Muktamar NU awal Agustus lalu merupakan momentum agar NU berbenah dari sisi organisasi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Saya yakin Pak Kiai Said Aqil Siroj akan lebih serius dan tajam dalam menguatkan organisasi karena memang NU ini mengalami banyak problem dalam organisasi. Salah satu problemnya ialah kemampuan konsolidasi dan keaktifan para pengurus di tingkat Pusat, Wilayah dan juga Pengurus Cabang," terangnya.

Menurut Kiagus, untuk pembenahan pengurus wilayah misalnya, harus menjadi barometer utama jika NU hendak mengalami kemajuan. Pengurus Wilayah merupakan jembatan untuk kemajuan NU di tingkat Cabang, karena itu para pengurusnya harus aktif dan kreatif. "Bukan sekadar memasang namanya setelah konferwil, sesudah itu tak pernah aktif. Itu yang saya anggap problem utama," kritiknya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Perbaikan PWNU Jawa Barat

Tahun depan, menurut Kiagus, PWNU Jabar akan mengadakan konferensi wilayah dengan memilih pengurus baru. Pada konferwil itulah secara alamiah akan terjadi perbaikan. Banyak sumber daya manusia di luar struktur NU yang bagus-bagus dan diharapkan aktif mendorong pengurus formal.

"Selama ini para pengurus wilayah NU Jabar berjalan agak timpang. Untung saja ketua PWNU Jabar (Dr. H Eman Suryaman) mobilisasinya tinggi melesat melakukan kegiatan-kegiatan secara konkret. Ini sesuatu yang bagus secara personal, tetapi dalam organisasi urusannya bukan personal, melainkan harus menukik ke wilayah kolektif kerja," terangnya.

Kiagus juga sedang serius memikirkan beragam kegiatan untuk NU Jawa Barat karena selama ini nyaris tidak aktif mengkomunikasikan gerakan dakwah dan kegiatan sosial melalui ruang publik. Akibatnya banyak warga NU yang merasa tidak mendapatkan informasi dan tidak bisa berpartisipasi.

"Ke depan para pengurus harus sinkron dalam bekerja. Tidak boleh jalan sendiri-sendiri. Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan semua wakil ketua harus berada di garis depan mobilisasi. Jika tidak demikian kasihan masyarakat, kasihan anak-anak muda NU yang tidak bisa menyalurkan kreativitasnya melalui NU karena pengurus teras di PW tidak menjadi penggerak," terangnya. (Yus Makmun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen, Tegal Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 04 Desember 2017

IPNU-IPPNU Rawalo Gelar Makesta Kubro

Banyumas, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sebanyak 250 pelajar mengikuti makesta yang diselenggarakan IPNU-IPPNU Rawalo kabupaten Banyumas, Sabtu (21/6) malam. Di kantor MWCNU Rawalo, mereka yang datang dari sembilan kelurahan ini menerima sejumlah materi ke-Aswajaan dan kebangsaan.

Makesta Kubro bertema “Menciptakan Kader NU Berkualitas serta Loyal terhadap NU dan NKRI” ini masuk dalam rangkaian peringatan Gebyar Harlah ke-91 NU dan Harlah ke-81 GP Ansor yang diselenggarakan MWCNU Rawalo.

IPNU-IPPNU Rawalo Gelar Makesta Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Rawalo Gelar Makesta Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Rawalo Gelar Makesta Kubro

Ketua IPNU Rawalo M Shonhaji dalam sambutannya mengimbau peserta kaderisasi untuk serius mengikuti makesta kubro. “Kader IPNU-IPPNU harus menjadi kader berkualitas serta loyal terhadap NU. Jangan hanya sekadar ikut-ikutan.”

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Shonhaji mengingatkan peserta makesta untuk menanamkan kesadaran dalam diri sebagai penerus perjuangan NU ke depan. “Terlebih lagi tantangan NU ke depan lebih kompleks.”

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Shonhaji mengatakan makesta kubro terbilang menarik. Berkat silaturahmi dengan para orang tua dan sosialisasi rutin tiap ranting, kami mendapat mandat untuk melaksanakan makesta kubra perdana di Rawalo dengan jumlah peserta cukup besar, ujar Shonhaji. (Azka Miftahuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pahlawan, Hadits, Fragmen Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 29 November 2017

Presiden, Rais ‘Aam, dan Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Grand Final LSN

Bandung, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo rencananya dijadwalkan akan menghadiri laga final Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 yang akan digelar di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), kota Bandung, pada Ahad malam (29/10). Di stadion tersebut Presiden akan memberikan sambutan sekaligus menutup secara resmi LSN 2017.

“Sampai hari ini memang tidak ada pembatalan. Kita anggap sampai hari ini Presiden Joko Widodo hadir. Beliau akan sambutan serta menutup Seri Nasional Liga Santri Nusantara dan rangkaian acara Hari Santri Nasional,” kata Direktur Eksekutif LSN Muhammad Alfu Niam.

Presiden, Rais ‘Aam, dan Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Grand Final LSN (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden, Rais ‘Aam, dan Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Grand Final LSN (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden, Rais ‘Aam, dan Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Grand Final LSN

Niam menjelaskan, sesaat sebelum laga final dimulai, akan diadakan doa dan Shalat Maghrib berjamaah  di stadion GBLA. Sedangkan imam shalat akan dipimpin langsung oleh Rais Am PBNU KH Maruf Amin. "Beliau sudah berkenan, nanti salah satu jamaahnya adalah Pak Presiden,” jelas Niam kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal di Media Center LSN, di Jalan Supratman kota Bandung.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain Presiden dan Rais ‘Am PBNU, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj juga turut hadir untuk memberikan kata sambutan sebelum laga dimulai.

Lebih jauh, Niam mempersilakan masyarakat untuk hadir pada laga final tersebut. “Monggo silakan datang, karena kita kasih slot 15 ribu tempat duduk. Wali Kota Bandung juga ikut mengerahkan masyarakat Bandung, di mana setiap kelurahan akan mengirimkan 100 orang,” tambah Niam.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebagaimana informasi yang diperoleh dari panitia LSN, masyarakat dari kalangan manapun yang ingin menonton laga final Liga Santri Nusantara untuk datang langsung ke stadion tanpa dipungut biaya tiket masuk. (M. Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Cerita, Fragmen, Lomba Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 26 November 2017

IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru

Lampung Tengah, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pengurus harian Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Lampung Tengah mendorong rekan-rekanita pengurus yang ada di pimpinan komisariat dan pimpinan ranting masing-masing terus meningkatkan jejaring serta kapasitas dan kualitas kader-kader pelajar NU.

Demikian ditegaskan Edi Hermawan di hadapan lima puluh lima peserta saat mengisi materi Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Gaya Baru III Kecamatan Seputih Surabaya, Lampung Tengah, di kompleks Pesantren Al-Ikhlas, Ahad (25/9).

IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru

"Kami berharap kepada rekan dan rekanita teruslah berkiprah dan menjadi pelopor dalam memajukan organisasi ini. Buatlah forum-forum diskusi kecil-kecilan, tidak harus mewah, untuk membahas kemajuan organisasi, dan selanjutnya diwujudkan dalam bentuk aksi seperti Hari Santri Nasional, Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1438 H, Harlah IPNU dan IPPNU dan lain-lain," imbuh alumni IAIM NU Metro Lampung itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pengasuh Pesantren Al-Ikhlas Gaya Baru III Kiai Abdu Suaib mengapresiasi aktivitas dan semangat pelajar NU dalam wadah IPNU-IPPNU ini. Sebagai kader yang paling muda di struktural NU, pelajar harus siap di manapun, kapanpun, dan dalam keadaan apapun, dalam mengamalkan sekaligus mensyiarkan agama Islam dalam Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdlliyyah.

Ketua Ranting IPNU Gaya Baru III Yudianto menambahkan, tujuan dari jenjang pengkaderan Makesta ini adalah menciptakan kader IPNU-IPPNU ranting Gaya Baru III yang berpegang teguh terhadap ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah, mempunyai kesadaran sosial yang tinggi, memiliki pengetahuan yang mendalam dan keterampilan yang memadai dalam berorganisasi.

“Kader IPNU-IPPNU harus siap lahir batin,” kata Yudianto.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Turut hadir dalam Makesta ini unsur MWCNU Seputih Surabaya, Ranting NU Gaya Baru III, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Aswaja, Fragmen, IMNU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 24 November 2017

Untuk Lolos ke Final, Persaingan Antarkesebelasan di Jatim Makin Dinamis

Kediri, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Babak semifinal Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jatim II di Stadion Brawijaya Kota Kediri (29/8) dipastikan berlangsung ketat. Selain mewakili pesantren masing-masing, peserta kompetisi ini juga sekaligus mewakili nama daerah. Sehingga empat kesebelasan yang? akan bertanding mempertaruhkan gengsinya masing-masing.

Mereka yang melenggang? ke semifinal ini sudah presentasi daerah. Misalnya Pesantren An-Nur 3, Turen, Malang, Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang, Darut Taibin Tulungagung, dan Quen Al-Falah, Ploso Mojo Kabupaten Kediri. Dengan begitu mereka akan tampil lebih ngotot dibanding pada babak sebelumnya.

Untuk Lolos ke Final, Persaingan Antarkesebelasan di Jatim Makin Dinamis (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Lolos ke Final, Persaingan Antarkesebelasan di Jatim Makin Dinamis (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Lolos ke Final, Persaingan Antarkesebelasan di Jatim Makin Dinamis

“Target awal masuk final. Setelah itu, bila menang bisa lolos melenggang ke Jakarta. Untuk mengikuti kompetisi nasional bersama pemenang dari region lain di Jatim,” ungkap Gus Iing salah satu Panitia Pelaksana LSN Region Jatim II di Kediri.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Karena menjaga gengsi pesantren dan daerah itulah, bisa dibilang setiap tim nantinya bersaing? ketat. “Dari babak? penyisihan saja sampean lihat tingkat persaingannya. Antartim sudah tinggi. Namun tetap menjaga jujur dan sportif,” ungkapnya.

Sementara itu kesebelan Pesantren Darut Taibin (DaTa) Tulungagung sudah siap bertanding? di semifinal. Jeda sehari dimanfaatkan Agus pelatihnya untuk mempersiapkan kerangka dan teknik agar bisa tampil bagus di arena pertandingan. “Tentunya empat tim yang bisa lolos ke semifinal ini semua tim yang lumayan. Semua tidak bisa diremehkan,” ujar Agus, pelatih Darut Taibin Tulungagung.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jeda sehari selain dimanfaatkan untuk berlatih strategi bagaimana bisa lolos ke babak final. “ Anak-anak hanya latihan ringan. Cuma strategi serangan dan pertahanan kita pertajam,” tandasnya.

Hal yang sama disampaikan oleh pemain Quen Al-Falah Polosa Mojo Kediri. Untuk persiapan tanding dalam babak semifinal beberapa strategi telah dipersiapakan.

“Teknik sudah diberikan. Cuma stamina anak-anak? yang harus dijaga. Mengingat kami hanya jeda sehari. Setelah bertarung ketat sama tim Mahir Ar-Riyadh? Ringinagung,” ungkap Ahmad salah satu pemain Quin Al-Falah. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen, News Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock