Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

GP Ansor Pusakajaya Gelar Turnamen Bulu Tangkis

Subang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, Jawa Barat, menggelar turnamen bulu tangkis tingkat kecamatan.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Pusakajaya, Nanang Kosim mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan selama tiga hari dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-70.

GP Ansor Pusakajaya Gelar Turnamen Bulu Tangkis (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pusakajaya Gelar Turnamen Bulu Tangkis (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pusakajaya Gelar Turnamen Bulu Tangkis

"Alahmadulillah, masyarakat di sini cukup antusias dalam mengikuti turnamen bulu tangkis ini. Apalagi anak-anak muda di Pusakajaya sangat menggemari permainan bulu tangkis ini," ujar Nanang, Selasa (18/8).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dikatakan, kegiatan turnamen bulu tangkis ini dibuka untuk umum dan semua kalangan. "Peserta yang mengikuti kegiatan turnamen ini ada 24 orang. Mereka semua berasal dari Kecamatan Pusakajaya," kata Nanang.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari 24 peserta yang mengikuti turnamen itu, kata Nanang, tampil sebagai juara umum dari Desa Kebondas, Kecamatan Pusakajaya.

"Juara pertama masing-masing mendapatkan satu buah raket. Juara dua masing-masing mendapatkan dua buah raket nyamuk dan juara tiga masing-masing mendapatkan kaos. Jadi total hadiahnya sekitar 700 ribuan," jelasnya.

Dia menegaskan, selain bertujuan memperingati hari kemerdekaan RI, kegiatan tersebut juga dilakukan untuk mencari bibit-bibit atlet baru di bidang olahraga, khususnya bulu tangkis.

"Jadi, kegiatan yang dilakukan sahabat-sahabat Ansor ini untuk meningkatkan kualitas para pemuda di bidang olahraga, sehingga kedepan Subang memiliki atlet yang potensial," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Halaqoh, Jadwal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 19 Februari 2018

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal 



Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ishfah Abidal Aziz mengatakan, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Rabu (6/9) di Istana Negara Jakarta merupakan hasil dari perjuangan para kiai dan warga NU. Hanya NU yang secara terbuka melakukan penolakan di mana-mana dalam waktu yang cukup panjang.

Tanpa mengurangi peran kiai dan pengurus NU yang lain, lebih khusus, Ishfah memuji Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj tak bosan-bosannya berjuang keras dalam menolak Permendikbud 23 yang kemudian dibatalkan Perpres itu. Kiai Said mengkampanyekan menolak kebijakan yang mengandung muatan full day school (FDS) itu di mana-mana dalam setiap kesempatan.  

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah

“Perpres yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo hari ini tak lepas atas usaha keras Kiai Said yang intens berjuang melalui komunikasi dan pertemuan intensif dengan Presiden,” katanya di gedung PBNU, Jakarta. 

Menurut Ishfah, Kiai Said bertemu presiden tidak kurang dari tiga kali dan sekali dengan Wapres untuk meminta Permendikbud dibatalkan. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Upaya Kiai Said itu, lanjutnya, karena kecintaanya terhadap madrasah diniyah dan pesantren demi kaum Nahdliyin. 

“Bukan karena menterinya dari Muhammdiyah lantas NU menolak Permendikbud itu. Sekalipun menterinya dari NU, Kiai Said akan menolak jika kebijakan itu ngotot dilakukan,” jelasnya.

Apresiasi atas usaha PBNU itu disampaikan Pengurus Cabang NU di daerah-daerah. Hinggga sore tadi, Kiai Said menerima telpon dari Cirebon, Majalengka, Bogor (Jawa Barat), Demak, Jepara (Jawa Tengah), Kota Surabaya dan PW Jawa Timur. Mereka mengucapkan terima kasih kepadanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Berikut perbedaan Permendikbud 23/2017 dan Perpres 87/2017 soal peraturan hari sekolah:

Permendikbud 23/2017





Pasal 2: 

(1) Hari Sekolah dilaksanakan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(2) Ketentuan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), termasuk waktu istirahat selama 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(3) Dalam hal diperlukan penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Sekolah dapat menambah waktu istirahat melebihi dari 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(4) Penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak termasuk dalam perhitungan jam sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 

Perpres 87/2017

Pasal 9: 

(1) Penyelenggaraan PPK pada jalur Pendidikan Formal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dilaksanakan selama 6 (enam) atau 5 (lima) hari sekolah dalam 1 (satu) Minggu.

(2) Ketentuan hari sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diserahkan pada masing-masing satuan pendidikan bersama-sama dengan Komite Sekolah/Madrasah dan dilaporkan kepada Pemerintah Daerah atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama setempat sesuai dengan kewenangan masing-masing.

(3) Dalam menetapkan 5 (lima) hari sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), satuan pendidikan dan Komite/Sekolah Madrasah mempertimbangkan: 

a. kecukupan pendidik dan tenaga kependidikan; 

b. ketersediaan sarana dan prasarana; 

c. kearifan lokal; dan 

d. pendapat tokoh masyarakat dan/atau tokoh agama di luar Komite Sekolah/Madrasah. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam, Ahlussunnah, Halaqoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Sejarah Tahlil

Judul Buku : Sejarah Tahlil

Penulis : KH Muhammad Danial Royyan

Tebal : viii, 72

Penerbit : LTN NU Kendal bekerjasama dengan Pustaka Amanah Kendal

Sejarah Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejarah Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejarah Tahlil

Cetakan : pertama, 17 Februari 2013

Peresensi : Fahroji

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Munculnya kembali ideologi dan faham Salafi Wahabi dengan berbagai bentuk organisasinya yang telah menyebar ke tengah masyarakat lintas bangsa dan negara (ideologi transnasional) sekarang ini yang cenderung memusyrikkan dan membid’ahkan amaliah yang sudah ada, maka, mau tidak mau semua hal yang berkaitan dengan amaliah agama harus diketahui lengkap dengan dalil-dalilnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kondisi tersebut telah menimbul keprihatinan di kalangan ulama dan pengurus NU di berbagai wilayah dan cabang, salah satunya PCNU Kendal. KH Muhammad Danial Royyan penulis buku ini yang juga ketua tanfidziyah PCNU Kendal periode 2012-2017 menuangkan kegelisahannya dengan menulis buku Sejarah Tahlil. Tradisi Tahlilan yang merupakan salah satu sasaran tembak bagi kaum salafi wahabi perlu mendapatkan pembelaan agar kaum Nahdliyyin tidak menjadi ragu atas amaliah yang dilakukan secara turun-temurun dan masih berkembang di masyarakat hingga saat ini.

Buku Sejarah Tahlil yang dicetak dalam ukuran saku tersebut memaparkan bagaimana tradisi bacaan Tahlil sebagaimana yang dilakukan kaum muslimin sekarang ini tidak terdapat secara khusus pada zaman nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Tetapi tradisi itu mulai ada sejak zaman ulama muta’akhirin sekitar abad sebelas hijriyah yang mereka lakukan berdasarkan istimbath dari Al Qur’an dan Hadits Nabi SAW, lalu mereka menyusun rangkaian bacaan tahlil, mengamalkannya secara rutin dan mengajarkannya kepada kaum muslimin.

Dalam buku tersebut juga diulas siapa sebenarnya yang pertama kali menyusun rangkaian bacaan tahlil dan mentradisikannya. Menurut penulis buku ini, hal tersebut pernah dibahas dalam forum Bahtsul Masail oleh para kyai Ahli Thariqah. Sebagian mereka berpendapat bahwa yang pertama menyusun tahlil adalah Sayyid Ja’far Al- Barzanji. Sedangkan pendapat yang lain mengatakan bahwa yang menyusun tahlil pertama kali adalah Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad.

Dari dua pendapat tersebut, pendapat yang paling kuat tentang siapa penyusun pertama tahlil adalah Imam Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad. Hal itu didasarkan pada argumentasi bahwa Imam Al- Haddad yang wafat pada tahun 1132 H lebih dahulu daripada Sayyid Ja’far Al – Barzanji yang wafat pada tahun 1177 H.

Pendapat tersebut diperkuat oleh tulisan Sayyid Alwi bin Ahmad bin Hasan bin Abdullah bin Alwi Al-Haddad dalam syarah Ratib Al Haddad, bahwa kebiasaan imam Abdullah Al Haddad sesudah membaca Ratib adalah bacaan tahlil. Para hadirin yang hadir dalam majlis Imam Al Haddad ikut membaca tahlil secara bersama-sama tidak ada yang saling mendahului sampai dengan 500 kali.

Disamping mengulas sejarah tahlil, buku setebal 72 hal itu juga membahas argumentasi tahlil dan pahala bacaanya yang diyakini bisa sampai kepada mayyit. Pada bab-bab berikutnya penulis juga mengupas tentang talqin dan ziarah kubur lengkap dengan pengertian, tatacara dan argumentasi pelaksanaannya. Buku ini wajib dibaca oleh warga Nahdliyyin di Kendal karena memang diterbitkan dalam rangka penggalian dana NU Kendal dan menggantikan model penggalian dana dengan lewat stiker. Sungguhpun demikian buku ini juga perlu dibaca oleh warga NU dimana saja berada.

Peresensi adalah kontributor Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kendal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Halaqoh, Pemurnian Aqidah, Ahlussunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi

Pati, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Suara hentakan kaki puluhan pemuda ramai pada Jumat (25/3) sekitar pukul lima pagi selepas sembahyang subuh berjamaah. Dengan penuh semangat mereka melakukan senam pinguin sebelum mengawali aktivitas mereka hari itu.

Begitulah cara Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menyegarkan para peserta pendidikan dan latihan (diklat) atau kaderisasi di kecamatan setempat. Puluhan pemuda tersebut adalah calon anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) X-7 Pati

Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi

Menurut Ketua PAC GP Ansor Wedarijaksa Ahmad Halimi, olahraga ini cocok untuk menjaga kesehatan tubuh dan jiwa peserta diklat agar selalu fit dalam setiap kegiatan. “Badan akan terasa enteng setelah melakukan senam pagi,” tuturnya. Dia juga menambahkan kalau peserta diklat akan menjadi fokus disetiap kegiatan setelah melakukan beberapa gerakan-gerakan senam.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Setelah senam peserta lantas berjalan kaki memutari keindahan alam Desa Tluwuk, Wedarijaksa, Pati. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta diklat dan juga warga sekitar. Di sela perjalanan peserta diklat diwajibkan membawa kantong plastik yang digunakan untuk menyisir sampah di jalan yang mereka lalui.

“Peserta memang harus mempunyai tubuh yang fit karena banyaknya kegiatan yang nanti dilakukan” ungkap Instruktur diklat Ahmad Thohir. Tubuh yang sehat akan menumbuhkan jiwa yang kuat, jiwa yang kuat akan membuat otak bekerja dengan maksimal. Dengan siklus yang seperti itu, peserta harus menjaga tubuh dan pikiran sebaik mungkin.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Peserta diklat mencapai 93 orang dari target peserta 70 orang. “Kebanyakan memang berasal dari kecamatan Wedarijaksa, tapi tidak sedikit yang berasal dari luar wilayah Wedarijaksa,” ucap ketua panitia, Ahmad Halimi.? “Peserta diklat memang sengaja kami batasi, karena terbatasnya tempat” imbuhnya.

PAC GP Ansor Wedarijaksa mengadakan diklat tidak hanya karena perintah dari PC GP Ansor Kabupaten tetapi dari ranting yang memang mengusulkan untuk segera mengadakan pengaderan Banser. (Hasannudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal News, Halaqoh, Olahraga Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Lakpesdam PWNU Aceh Bangun Gampong Inklusi

Banda Aceh, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Dalam rangka membangun Gampong Inklusi Gampong bermartabat sebagai perwujudan Kota madani di Banda Aceh, Lakpesdam PWNU Aceh terus melakukan kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak salah satunya dengan Kecamatan Kuta Alam dan para Keuchik di empat gampong (kampung) yang termasuk dalam Program Peduli Lakpesdam PWNU Aceh yaitu Gampong Mulia, Laksana, Kuta Baro dan Peunayong dikecamatan Kuta Alam Banda Aceh.

Lakpesdam PWNU Aceh Bangun Gampong Inklusi (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam PWNU Aceh Bangun Gampong Inklusi (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam PWNU Aceh Bangun Gampong Inklusi

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Camat Kuta Alam, Senin, (5/9) tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan antara lain semua Keuchik sepakat untuk sama-sama meningkatkan koordinasi antar gampong dan saling mendukung satu sama lain dalam pemberdayaan masyarakat dan aparatur gampong.

Menurut Camat Kuta Alam Ria Jelmanita, program peduli Lakpesdam PWNU Aceh ini sangat membantu proses pembangunan sumber daya manusia di gampong-gampong program, apalagi dengan melibatkat kaum minoritas dan perempuan.

Ria juga menambahkan bahwa program ini harus menjadi pilot project pembangunan gampong inklusi di Banda Aceh. "Saya sarankan Lakpesdam PWNU Aceh terus intents bekoordinasi dengan pemerintah Kota terutama Walikota, DPRK dan Bapedda serta dinas terkait lainnya,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Marini, Ketua Lakpesdam PWNU Aceh mengatakan bahwa program peduli ini adalah lannjutan dari program PNPM Peduli dan sudah berjalan sejak tahun 2010 di beberapa wilayah nusantara, sementara untuk aceh kita baru jalan sejak awal tahun 2015.

"Adapun kegiatan Lakpesdam PWNU Aceh ke depan lebih fokus pada peningkatan kapasitas aparatur gampong tentang tugas dan fungsi Keuchik, Tuha Peut, dan Kepala Dusun serta membantu merumuskan reusam gampong yang inklusif serta meningkatkan tata kelola Badan usaha Milik Gampong (BUMG),” tutup Marini. (Ismi Amran/Fathoni)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Halaqoh, Berita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

NU CARE-LAZISNU Salurkan Kaki Palsu untuk Warga Cikarang

Bekasi, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. NU Care-LAZISNU menyerahkan bantuan kaki palsu kepada Teguh Budiono, warga Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/10).

Relawan NU Care-LAZISNU Agus Fuat mengatakan sejak lahir Teguh tidak bisa berjalan layaknya anak-anak pada umumnya. Untuk bisa berjalan, ia harus dibantu dengan kaki palsu. 

NU CARE-LAZISNU Salurkan Kaki Palsu untuk Warga Cikarang (Sumber Gambar : Nu Online)
NU CARE-LAZISNU Salurkan Kaki Palsu untuk Warga Cikarang (Sumber Gambar : Nu Online)

NU CARE-LAZISNU Salurkan Kaki Palsu untuk Warga Cikarang

“Satu bulan yang lalu ibunda Teguh, Bu Evi, mengunjungi kantor LAZISNU. Sembari membawa dokumen-dokumen tentang Teguh, ibu berumur 54 tahun itu bercerita apabila kaki palsu anaknya sudah tak layak pakai, sementara kondisi ekonomi keluarga tidak memungkinkan untuk membeli kaki palsu,” cerita Fuat soal alasan NU Care-LAZISNU menyerahkan bantuan kaki palsu untuk Teguh.

NU Care-LAZSINU lalu berinisiatif melakukan penggalangan diantaranya melalui kitabisa.com untuk pembelian kaki palsu yang baru untuk Teguh. Hasil donasi tersebut digunakan untuk membeli kaki palsu dan juga bantuan untuk pengobatan Bu Evi. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu, Teguh Budiono menceritakan kaki palsu yang lama sudah pecah pada bagian telapak; dan bagian lutut juga sudah tidak muat. Kaki palsu lama itu ia dapatkan dari program santunan 5 tahun lalu. 

Siang itu Teguh tampak sangat bahagia melihat kaki palsunya diganti dengan yang baru.

“Terima kasih NU Care-LAZISNU yang telah membantu saya dan ibu saya. Semoga NU Care-LAZISNU ke depan semakin maju,” ucap Teguh.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pihak NU Care-LAZISNU yang diwakili oleh relawan juga turut bahagia bisa membantu Teguh dan keluarga

“Ini merupakan wujud bakti NU Care-LAZISNU untuk menolong orang-orang seperti Mas Teguh. Semoga kaki palsu ini bisa bermanfaat untuk Mas Teguh menjalankan aktifitas sehari-hari. Apalagi Mas Teguh punya cita-cita memberangkat haji ibundanya. Semoga cita-cita mulia itu bisa terkabul,” kata Fuat pada kesempatan itu.

(Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Halaqoh, Daerah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

NU akan Hadapi Pluralisme Mazhab

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Jika saat ini, pemikiran para kiai dan ulama di lingkungan nahdliyyin didominasi oleh Mazhab Syafii, dalam 10-15 tahun ke depan, akan terjadi pluralisme pemikiran mazhab akibat banyaknya anak muda yang belajar di berbagai negara yang menganut mazhab non Syafii.

Demikian diungkapkan oleh Waki Rais Aam PBNU KH Tolhah Hasan dalam silaturrahmi PBNU yang diikuti oleh jajaran mustasyar, syuriyah, tanfidziyah dan ulama para kiai pesantren, Selasa (31/7).

NU akan Hadapi Pluralisme Mazhab (Sumber Gambar : Nu Online)
NU akan Hadapi Pluralisme Mazhab (Sumber Gambar : Nu Online)

NU akan Hadapi Pluralisme Mazhab

“Saya memperkirakan tidak lebih dari 15 tahun mendatang, syuriyah kita ada yang mengikuti mazhab Maliki atau Hanafi, ini kalau tidak kita fikirkan sekarang, akan ada benturan diantara kita sendiri,” jelasnya.

Dikatakan oleh Mantan Menteri Agama ini bahwa saat ini lebih dari 1000 anak-anak muda NU belajar di Marokko, Syiria Aljazair, Libya, dan Turki dengan pemeluk agama Islam yang mengikuti Mazhab Maliki dan Hanafi. Menurut AD/ART NU, terdapat empat mazhab yang mungkin diikuti oleh nahdliyyin meliputi Mazhab Syafii, Maliki, Hanafi, dan Hambali.

Saat ini kitab Malikyah, Hanafiyah juga sudah banyak beredar di Indonesia seperti Azzuhaili, Assyobuni, Ramadhan al Buthi, dan lainnya. “NU muda atau kiai muda saat ini yang dibaca sudah fikih perbandingan, kita belum membuat semacam satu aturan bagaimana yang dinamakan tanadzud didalam NU,” katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mantan Rektor Universitas Islam Malang ini juga menjelaskan para fuqoha atau ahli fikih yang kompeten di tingkat internasional saat ini meskipun mengaku mengikuti mazhab tertentu, tetapi mereka lebih menjaga reputasi ilmiahnya daripada mengikuti pemikiran satu mazhab saja.

“Mereka sebagai fukoha lebih menjaga reputasi ilmiah daripada reputasi mazhabnya. Yang dianggap memiliki dalil yang paling kuat, itu yang diikuti meskipun tetap menyatakan saya Syafii, saya Hanafi dan lainnya,” ungkapnya.

Dikatakannya saat ini kuliah syariah dengan pemikiran imam Syafii terbaik di dunia masih terdapat di Syiria dengan pengajar para fukoha yang memiliki reputasi internasional. (mkf)



Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Meme Islam, Halaqoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock