Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Ribuan Warga Semarakkan Pasar Rakyat Purbalingga

Purbalingga, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sekitar sepuluh ribu warga menyemarakkan Pasar Rakyat Indonesia yang diselenggarakan oleh PBNU bersama PCNU Purbalingga di lapangan Karangganyar, Sabtu (20/4) malam. Selain mengunjungi stand-stand pasar rakyat, ? warga juga menikmati panggung hiburan yang disediakan panitia.

“Acara hiburan kami hintikan sampai sekitar pukul sepuluh malam. Kalau tidak ya sampai larut malam,” kata Ketua PCNU Purbalingga Muhammad Khotib kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal.

Ribuan Warga Semarakkan Pasar Rakyat Purbalingga (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Semarakkan Pasar Rakyat Purbalingga (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Semarakkan Pasar Rakyat Purbalingga

Warga menikmati hiburan musik reggae dan dangdut. “Kami mendapatkan masukan dari kiai-kiai sepuh, mestinya hiburannya yang lebih Islami. Makanya untuk nanti malam (Ahad malam: red) lagu-lagu dangdutnya kami pilih, tidak bisa sembarangan,” tambahnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pembukaan pasar rakyat berlangsung Sabtu kemarin yang dihadiri oleh Ketua PBNU KH Abbas Mu’in. Kegiatan yang berlangsung hingga Ahad malam ini juga didukung oleh dinas UKM setempat. Berbagai produk lokal juga menghiasi stand-stand Pasar Rakyat.

“Kami juga didukung oleh Dinas Pariwisata. Ada berbagai permainan dan hiburan yang akan menambah semarak pasar rakyat. Kalau persiapan kita tidak mendadak pasar rakyat akan lebih ramai lagi,” kata Khotib.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rangkaian kegiatan pasar rakyat juga diisi dengan workshop kewirausahaan yang diikuti sekitar 190 peserta yang terdiri dari santri dan siswa, perwakilan lembaga dan badan otonom NU serta masyarakat setempat. “Insyaallah pelatihan ini banyak memberikan manfaat,” pungkasnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Masrufin

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal IMNU, Sejarah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Anak Muda, Ayo Ikuti Kompetisi Film Dokumenter

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Panitia Muktamar ke-33 NU H Imam Azis kembali mengimbau kalangan anak muda untuk mengikuti kompetisi film pendek dokumenter. Kompetisi yang diluncurkan di PBNU Jakarta, (27/5) lalu tersebut, akan ditutup 10 Juli 2015 nanti.

Anak Muda, Ayo Ikuti Kompetisi Film Dokumenter (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Muda, Ayo Ikuti Kompetisi Film Dokumenter (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Muda, Ayo Ikuti Kompetisi Film Dokumenter

Menurut salah seorang Ketua PBNU ini, film di NU bukanlah barang baru. Tokoh-tokoh film nasional merupakan aktivis Lesbumi NU seperti Djamaluddin Malik, Usmar Ismail, Asrul Sani, Misbach Yusa Biran. “Belakangan Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI), Alex Komang, juga dari NU,” katanya.

Itu artinya, kata dia, NU sedari awal sangat sadar bahwa film adalah efektif untuk dakwah, untuk menyampaikan sesuatu, untuk sosialisasi paham Islam Nusantara yang menebarkan rahmat, bukan kekerasan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sayangnya, menurut dia, alat yang efektif untuk dakwah tersebut tidak diperhatikan dengan baik. NU tidak menciptakan generasi pelanjut dalam bidang itu. Kalaupun ada, tidak atas nama NU.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Oleh karena itu, kata dia, Panitia Muktamar mengharapkan supaya anak-anak muda NU di pesantren atau dimana saja untuk mengikuti kompetisi tersebut. (Abdullah Alawi)

Persyaratan mengikuti kompetisi tersebut:

Kompetisi terbuka  untuk warga  negara Indonesia. Usia sutradara dan penulis naskah minimal 15 tahun, maksimal 35 tahun. Bebas tahun produksi. Film tidak berupa profit lembaga/perusahaan, iklan layanan masyarakat, trailer film dan video musik. Film utuh tanpa disertai potongan jeda untuk iklan. Materi film (obyek, musik, stock shoot, dan lain—lain) tidak melanggar hak cipta. Pelanggaran dan gugatan atas hak cipta terhadap karya yang diikutkan dalam kompeflsi ada diluar tanggungjawab panifla. Format materi  karya yang dikirim berupa DVD Video  PAL atau dalam  bentuk sohcopy file minimal  120 x720 H264 (Bit rate minimum 6 Mbps). Durasi film maksimal 30 menit termasuk end credit title. Hak Cipta tetap dimiliki oleh peserta.

Ketentuan lebih lengkap bisa diunduh di sini



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal IMNU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Bank Jatim Sebabkan Kemacetan Kota, Ini Komentar PCNU Pamekasan

Pamekasan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Pamekasan KH Abd Ghoffar sangat menyayangkan atas kelalaian pimpinan Bank Jatim yang membiarkan sebagian jalan raya di depan kantor bank tersebut dijadikan parkir kendaraan roda empat oleh nasabahnya.

Ulah bank tersebut disinyalir menjadi penyebab utama macetnya kendaraan di pusat kota. "Kita bisa cermati sendiri betapa seringnya kemacetan di pusat kota, di daerah monument Arek Lancor. Sebagian jalan raya yang dijadikan tempat parkir nasabah Bank Jatim menjadi pemicunya. Kami sangat mengapresiasi tindakan Komisi I DRPD Pamekasan untuk memanggil pimpinan bank tersebut. Karena ini menyangkut kemaslahatan umum," tegas pengasuh Pesantren Riyadush Sholihin Pamekasan tersebut, Rabu (10/2).

Bank Jatim Sebabkan Kemacetan Kota, Ini Komentar PCNU Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bank Jatim Sebabkan Kemacetan Kota, Ini Komentar PCNU Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bank Jatim Sebabkan Kemacetan Kota, Ini Komentar PCNU Pamekasan

Karena itu, kata dia, PCNU Kabupaten Pamekasan menyetujui Komisi I DPRD Pamekasan yang memanggil pimpinan Bank Jatim di daerah itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Komisi I DPRD Pamekasan melayangkan surat resmi kepada Bank Jatim Cabang Pamekasan. Bank yang menjadi penyimpan dana Pemkab Pamekasan itu, dipersoalkan lantaran tidak mengindahkan desakan publik agar segera membangun lahan parkir di area gedungnya. Pasalnya, separuh badan jalan di depan kantor tersebut, dihabiskan untuk parkir kendaraan nasabahnya.

Lokasi Bank Jatim berada di Jalan Panglima Sudirman yang merupakan jalan bundaran area monumen Arek Lancor yang dikenal padat. Akibatnya, sering mengakibatkan kepadatan lalu lintas. Bahkan, kemacetan. Desakan agar menyediakan lahan parkir sendiri itu sudah berulangkali, namun tidak juga dipenuhi oleh Bank Jatim.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail mengatakan, dalam waktu dekat ini akan memanggil pengelola Bank jatim Cabang Pamekasan. Tujuannya, meminta Bank Jatim untuk datang ke kantor DPRD Pamekasan membahas masalah tidak adanya lahan parkir di bank milik pemerintah tersebut.

Sementara itu, Kepala Cabang Bank Jatim Pamekasan Arief Firdausi mengatakan, pihaknya sudah punya rencana membangun lahan parkir. Rencananya akan dimulai pada pertengahan tahun 2016 mendatang. Lantaran lahannya yang sempit, pihaknya akan membongkar sebagian gedung untuk lahan parkir.

"Kami akan menyiapkan lahan parkir di sebelah bangunan yang ada sekarang. Ada layoutnya, akan ditata kembali supaya roda 4 dan roda 2 bisa masuk," tukasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kiai, Ulama, IMNU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal

Bondowoso, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Ruqyah massal diikuti puluhan santri di mushalla Pesantren Assaadah Gang KH Abdul Majid Purbosari RT 29 RW 06 Kelurahan Kota Kulon Kecamatan Kota Bondowoso Jawa Timur Sabtu (19/8) malam. Praktisi Jamiyah Ruqyah Aswaja (JRA) Bondowoso Ustadz Imam Supriyadi menjelaskan, ruqyah massal merupakan amanah, yang harus dilaksanakan.

"Ini bentuk pengabdian kami kepada jamaah dan jamiyah Nahdlatul ulama," jelasnya.

Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal

Pengasuh Pesantren Assaadah Ustadz Taufiq mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap jamaah pondok pesantren yang diasuhnya dan sekaligus ingin menggandeng JRA Bondowoso.

Lanjutnya, ini juga dalam rangka membentengi aqidah ahlussunah wal jamaah. “Kami tidak ingin jamaah kita ini justru mendapatkan pelayanan pengobatan dari mereka yang akidahnya bertentangan dengan ahlussunah wal jamaah.”

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Di mushalla Pesantren Assaadah tampak puluhan jamaah malam itu serius mempraktikkan bacaan yang berasal dari ayat-ayat Al-Quran  yang dipandu oleh praktisi JRA. Bahkan sebagian dari mereka yang masih kesakitan hingga muntah-muntah mendapatkan pengobatan khusus.

"Pasien kami beri herbal serbuk daun bidara dan cairan habbatussauda untuk diminum," kata Ustadz Imam.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Di tempat yang sama, Ketua JRA Bondowoso Ustadz Ahmad Basri mengatakan, ke depan pihaknya akan menggandeng berbagai pihak untuk menggalakkan ruqyah.

"Ini cara kami untuk hadir di tengah-tengah jamiyah ahlussunah wal jamaah," jelas Ustadz Basri. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal IMNU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

KH Hasyim Asy’ari Peletak Dasar-dasar Kemerdekaan Indonesia

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pencetus Fatwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, KH Muhammad Hasyim Asy’ari oleh Sayyid Muhammad As’ad Shihab disebut sebagai peletak dasar-dasar kemerdekaan Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam pidato apel akbar dan upacara Hari Santri di Monas Jakarta, Sabtu (22/10).

KH Hasyim Asy’ari Peletak Dasar-dasar Kemerdekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Asy’ari Peletak Dasar-dasar Kemerdekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Asy’ari Peletak Dasar-dasar Kemerdekaan Indonesia

“Atas peranannya yang begitu dahsyat, Sayyid Muhammad As’ad Shihab menyebutkan dalam salah satu karyanya bahwa KH Muhammad Hasyim Asy’ari adalah awwalu wadi’ labinati istiqlali Indonesia (? ? ? ? ?), Peletak dasar-dasar kemerdekaan Indonesia,” jelas Kiai Said di hadapan 50.000 santri yang mengikuti apel akbar itu.

Selang beberapa bulan setelah terjadi pertempuran dahsyat di Surabaya, lanjutnya, di mana sipil dan santri menjadi aktor utamanya, mata dunia perlahan mulai terbuka. Mereka mengakui fakta baru bahwa Indonesia adalah negara yang telah merdeka dan berdaulat.

Kiai asal Cirebn ini menegaskan, tanpa Resolusi Jihad NU tentu tidak pernah ada peristiwa 10 November. Tanpa Resolusi Jihad NU, kemerdekaan yang telah diproklamasikan oleh Bung Karno dan Bung Hatta tanggal 17 Agustus 1945, tentu akan tercabik-cabik kembali oleh upaya pengambilalihan kedaulatan yang dimotori tentara NICA.?

Menurutnya, nilah wujud ajaran dari Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari yang meletakkan kewajiban bela negara adalah sama pentingnya dengan kewajiban membela agama. "? ? ? ?" (cinta Tanah Air adalah bagian dari iman).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Marilah kita jadikan momentum Hari Santri 22 Oktober untuk meneguhkan kesetiaan mengawal dan mempertahankan Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ucap Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul Ulama, Nasional, IMNU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Potensi Radikalisme di Tangerang Dinilai Tinggi

Kota Tangerang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Potensi radikalisme di Kota Tangerang cukup tinggi. Survei yang dilakukan dosen Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Tangerang, Banten, menyebutkan, 50 persen pelajar di Kota Tangerang setuju dengan negara Islam.

Potensi Radikalisme di Tangerang Dinilai Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Potensi Radikalisme di Tangerang Dinilai Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Potensi Radikalisme di Tangerang Dinilai Tinggi

Demikian disampaikan Muhammad Sarbini dalam Seminar Kebangsaan bertema “Nilai-nilai Kebangsaan dalam Menangkal Ideologi Radikalisme” di Aula STISNU Tangerang, Kamis (16/6) sore.

“Kami juga menemukan hasil yang mencengangkan. Tujuh puluh empat persen dari hasil survei pelajar di Kota Tangerang berpotensi pada radikalisme,” paparnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Di samping itu Kombes Pol Ir H Hamli mengatakan, tindakan radikal dan terorisme sebanyak 45 persen itu dimotori ideologi agama.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Sebagai warga NU harus berperan aktif dalam penyelamatan negara. Nilai-nilai kebangsaan sudah ada dalam beberap prinsip NU,” jelas Alumni PMII ITS.

Acara ini disertai dengan deklarasi angkatan muda Nahdlatul Ulama pengawal Pancasila dan NKRI. Wakil Ketua Bidang Akademik Muhammad Qustulani menjelaskan, STISNU berkomitmen untuk mengimplementasikan nilai-nilai Aswaja dan Islam Nusantara dalam mendidik kader-kadernya.

“Kami berkomitmen untuk menyiapkan kader NU yang siap mengawal NKRI. Kami juga memberikan beasiswa kepada kader-kader NU yang kuliah di sini,” tegas alumni UIN Syarif Hidayatullah tersebut. (Suhendra/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hikmah, IMNU, Pondok Pesantren Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Berbagi Kegembiraan, LAZISNU Ajak Santri Tahfidz, Yatim dan Dhuafa ke Pusat Perbelanjaan

Bogor, Kedung Sukun Adiwerna Tegal?

Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) berbagi santunan kepada 150 santri tahfidz, yatim dan dhuafa An-Nur, Taman Sari di pusat perbelanjaan Matahari Bogor, Kamis (15/6).

Para penerima santunan diberi kebebasan untuk membeli baju yang diinginkan dengan nilai maksimal 300ribu/orang.

Berbagi Kegembiraan, LAZISNU Ajak Santri Tahfidz, Yatim dan Dhuafa ke Pusat Perbelanjaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Berbagi Kegembiraan, LAZISNU Ajak Santri Tahfidz, Yatim dan Dhuafa ke Pusat Perbelanjaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Berbagi Kegembiraan, LAZISNU Ajak Santri Tahfidz, Yatim dan Dhuafa ke Pusat Perbelanjaan

Ketua LAZISNU Syamsul Huda mengatakan, pada bulan yang baik ini pihaknya ingin berbagi kegembiraan dengan santri tahfidz, yatim dan dhuafa dengan membawa ke salah satu perusahaan ritel terkemuka di Indonesia ini.?

"Kami ingin memberikan kegembiraan dengan bentuk baju buat lebaran," kata Syamsul.?

Ia menuturkan bahwa LAZISNU dan perusahaan kosmetik Warda sengaja membawa para penerima santunan ke pusat perbelanjaan ini agar mereka merasa senang. Selain karena Lazisnu juga punya komitmen dengan dua perusahaan tersebut.?

"Artinya kawan-kawan ini kita senangkan. Memilih (baju) sendiri, ke kasir sendiri," ujarnya senang.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

? (Husni Sahal/Zunus)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam, IMNU, Doa Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hukum Pentas di Panggung Stand Up Comedy

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Pengasuh rubrik Bahtsul Masail Kedung Sukun Adiwerna Tegal yang baik, saya ingin menanyakan perihal pelawak khususnya yang mengarang cerita semisal Stand Up Comedy yang mengarang cerita bohong agar penonton tertawa. Saya pernah mendengar seorang ustadz mengatakan tentang hadits Rasulullah mengenai celakanya seseorang yang berdusta dalam bercanda.

Hukum Pentas di Panggung Stand Up Comedy (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Pentas di Panggung Stand Up Comedy (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Pentas di Panggung Stand Up Comedy

Saya seorang yang suka sesekali menonton lawak dan stand up comedy untuk sedikit melupakan kepenatan, dan biasanya saya mengerti bagian mana yang dilebih-lebihkan, mana yang jujur, dan mana yang bohong. Apakah hukumnya mutlak haram dalam Islam? Apa hukum menonton acara lawak yang ceritanya cenderung dikarang-karang agar penonton tertawa? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Assalamu ‘alaikum. wr. wb. (Riski Agustin Kuswanto/Sidoarjo)

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya kepada kita semua. Islam tidak meminta manusia untuk memasang wajah serius seumur hidup. Pada sisi lain Islam juga menyadari bahwa manusia sesekali perlu tersenyum, bahkan tertawa. Dari sini kita dapat memahami bahwa segala sesuatu itu perlu wajar-wajar saja, tidak berlebihan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Tetapi dalam kondisi apapun Islam menghendaki kejelasan antara kejujuran dan kebohongan. Jangan sampai masyarakat kehilangan pegangan karena kekaburan pembatas antara keduanya. Oleh karena itu Rasulullah SAW melarang seseorang yang membuat orang lain tertawa dengan suatu kebohongan.

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ?". ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?."

Artinya, “Kalau ada yang bertanya, ‘Bacaan Akhbarul Hamqa wal Mughaffalin [Hikayat Orang-orang Dungu dan Lalai-penerjemah] bikin tertawa. Bukankah ada hadits nabi yang berbunyi, ‘Sungguh, seseorang yang mengeluarkan satu kata sekalipun yang dapat membuat orang di sekitarnya tertawa akan jatuh karenanya [ke jurang neraka] melebihi jarak bumi dan bintang Tsurayya?’’ Jawabnya, ‘Hadits ini bisa dipahami karena unsur dusta di dalam cerita humornya. Hal ini diperjelas oleh hadits, ‘Celakalah seseorang yang berbicara kepada orang lain, lalu berdusta sehingga orang lain tertawa.’’ Hanya saja terkadang seseorang boleh berbicara atau mendongeng dengan maksud membuat orang lain tertawa. Di dalam Shahih Muslim, Sayyidina Umar bin Khattab mengatakan, ‘Aku akan bicara kepada Rasulullah SAW dengan kalimat yang dapat membuatnya tertawa.’ Kukatakan kepadanya, ‘Ya Rasulullah, kalau kaulihat anak perempuan Zaid–istri Umar–meminta nafkah kepadaku, akan kupukul lehernya.’ Rasulullah SAW tertawa mendengarnya,” (Lihat Abdurrahman Ibnul Jauzi Al-Baghdadi, Akhbarul Hamqa wal Mughaffalin, Beirut, Darul Fikr, cetakan pertama, 1990 M/1410 H,? halaman 19).

Larangan Rasulullah SAW dalam hadits di atas dapat dipahami karena kejujuran dan kebohongan sulit dibedakan sehingga tidak ada batasan antara keduanya yang dapat menjadi pegangan masyarakat. Sementara di masa kini batasan antara keduanya tampak jelas karena sekarang ini komedi-komedi semacam itu dibuat dalam forum dan waktu khusus sehingga masyarakat tidak perlu menganggap serius cerita rekaan dan sandiwara ringan komedian di panggung.

Kebohongan kadang diperlukan atau semacam siasat untuk menghindari ketersinggungan pihak tertentu. Kebohongan dalam forum komedi ini jelas bukan untuk dipercaya sebagai sebuah kebenaran. Semua cerita rekaan yang disampaikan di forum ini justru dipahami sebagai hiburan, pelepas penat dan jenuh. Bahkan kalau memungkinkan, kita mengambil pelajaran darinya, bukan dipahami secara harfiah.

Adapun perihal hukum, Islam tidak mengharamkan seseorang melawak atau membuat orang lain tertawa. Hanya saja kalau intensitasnya berlebihan menjadi makruh.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ?"? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Membuat orang lain tertawa terus-menerus adalah sesuatu yang dimakruh. Sedangkan tertawa sesekali bukan sesuatu aib tercela. Rasulullah SAW terkadang tertawa hingga tampak gigi gerahamnya. Tetapi tertawa keseringan juga dimakruh karena sabda Rasulullah SAW yang berbunyi, ‘Banyak tertawa membuat hati mati.’ Sementara lepas penat (hibur diri) dengan semua (komedi dan humor-penerjemah) itu di waktu-waktu tertentu sama penting dengan garam secukupnya di sebuah panci masakan,” (Lihat Abdurrahman Ibnul Jauzi Al-Baghdadi, Akhbarul Hamqa wal Mughaffalin, Beirut, Darul Fikr, cetakan pertama, 1990 M/1410 H,? halaman 19).

Demikian yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal IMNU, Cerita, Pahlawan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Shinta Nuriyah Berbagi Cerita dan Berbuka Puasa Bersama Yatim Piatu

Gresik, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid berbagi cerita dengan anak yatim piatu, fakir miskin serta para janda di Gresik, Jawa Timur. Kegiatan yang dikemas dengan pemberian santunan, buka bersama dan shalat magrib berjamaah tersebut diselenggarakan di Wisma Jenderal Ahmad Yani, Jumat (1/6).

"Acara santunan kali ini sangatlah istimewa karena dihadiri langsung oleh Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, ibu negara RI ke-4. Dan beliau nantinya akan mengisi taushiyah dan berbagi cerita kepada anak-anak yatim piatu yang hadir," kata Yunus, Ketua paniti saat menyampaikan laporan kegiatan yang dilaksanakan PT Varia Usaha.

Shinta Nuriyah Berbagi Cerita dan Berbuka Puasa Bersama Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Shinta Nuriyah Berbagi Cerita dan Berbuka Puasa Bersama Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Shinta Nuriyah Berbagi Cerita dan Berbuka Puasa Bersama Yatim Piatu

Dalam santunan tersebut, Yunus mengatakan, ada 118 anak yatim piatu dari enam desa atau keluharan di sekitar PT Varia Usaha. Di antaranya adalah, Desa Sidorukun, Kelurahan Sidomoro, Desa Singosari, Kelurahan Gulomantung, Kelurahan Indro dan Kelurahan Kramat Inggil Kebomas Gresik.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Yunus? juga mengatakan, pada kegiatan tersebut panitia mengundang 232 anak yatim piatu dari anak pengemudi dan karyawan PT Varia Usaha.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara Shinta Nuriyah menceritakan, safari ramadhan ini sudah dijalaninya sejak 16 tahun silam, dimulai saat KH Abdurrahman Wahid menjadi orang nomer satu di Indonesia. Dirinya senang bisa bersama dengan anak-anak yatim piatu, para masakin di tempat itu.

"Sebenarnya bukan buka bersama tapi sahur bersama. Sahur? bersama tukang becak, tukang sayur, tukang ojek. Kalau sahur dengan mereka saya yang datang ke mereka. Termasuk ke bawah jembatan, bagi mereka yang tinggal di jembatan," cerita Shinta di hadapan anak-anak. (Rof Maulana /Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal IMNU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Ratusan Santri Digembleng Ala Banser

Demak, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Trenggalek kembali menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar). Diklatsar Banser II ini cukup berbeda dari biasanya karena pesertanya sebagian besar dari kalangan pesantren. Tak tanggung-tanggung, hampir 200 santri dari pesantren di Trenggalek ikut dalam agenda tersebut.

Kasatkorcab Banser Trenggalek, H. Fatkhur Rohman mengatakan, kaum santri dan kiai mempunyai sejarah panjang dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui laskar Hizbullah dan Sabilillah, mereka angkat senjata menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

"Pangeran Diponegoro dan pengikutnya santri. Arek-arek Surabaya yang berhasil memukul mundur Inggris dalam pertempuran 10 November juga santri. Dan masih banyak tokoh lainnya yang santri. Makanya, santri sekarang perlu dipupuk jiwa nasionalismenya, karena ia adalah benteng aswaja dan NKRI," paparnya.

Ratusan Santri Digembleng Ala Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Santri Digembleng Ala Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Santri Digembleng Ala Banser

Diklatsar II ini berlangsung di Pondok Pesantren Sulaiman Gandusari, (6-8/5). Selama tiga hari, para santri diberi materi keaswajaan, kebangsaan, dan tak lupa, gemblengan kanuragan. Diklatsar ditutup oleh Kasatkorcab dan pembacaan Rotibul Hadad yang dipimpin langsung oleh pengasuh pesantren, KH. Musyaroh Utsman. (Abid Dzulfikar/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Internasional, Daerah, IMNU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 26 November 2017

Perang Bahasa Dua Finalis Sepak Bola Pesantren

Bandung, Kedung Sukun Adiwerna Tegal 



Grand Final Liga Santri Nusantara 2017, beberapa jam lagi digelar di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Ahad (29/10). Panitia LSN memberikan kesempatan kepada koordinator regional untuk menceritakan kesiapan timnya kepada awak media. 

Perang Bahasa Dua Finalis Sepak Bola Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Perang Bahasa Dua Finalis Sepak Bola Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Perang Bahasa Dua Finalis Sepak Bola Pesantren

Koordinator Ragional Jawa Barat I yang mewakili Darul Hikmah memiliki kesempatan pertama untuk menjelaskan timnya.

Menurut dia, di final ini yang bertemu adalah Darul Huda dan Darul Hikmah. Sama-sama dimulai darul yang artinya rumah. Bedanya nama belakang, yang satu hikmah, yang satu huda. Jika menggunakan pendekatan makna harfiah, yang satu berarti kebijaksanaan, yang satunya lagi berarti petunjuk. 

“Berdasarkan valuenya, antara hikmah, kebijaksaan dan huda, petunjuk, jelas kebijaksanaan lebih tinggi,” katanya disambut gelak tawa dan tepuk tangan awak media.  

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lebih lanjut ia menjelaskan, timnya memang tidak diunggalkan masuk ke final. Namun, perjalanan sampai semifinal membuktikan Darul Hikmah tangguh. 

“Darul Hikmah, untuk mencapai final dengan mengalami dua kali adu penalti. Dari sisi ini kita lebih siap. Secara fisik, pemain Darul Hikmah tidak terlalu besar, tapi kita mengandalkan teknik. Saya yakini lebih unggul Darul Huda. Mari kita tonton teknik pertandingan Darul Hikmah lebih unggul,” jelasnya.  

Ia kembali meyakini bahwa timnya layak juara karena Cirebon, sebagai perwakilan region Jabar 1 adalah tuan rumah di kota Bandung. 

Koordinator Regional Jawa Timur I Habib Mustofa mengakui penjelasan Azis memang benar adanya. Hikmah lebih tinggi dari Huda. Kebijaksanaan lebih tinggi dari petunjuk. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Karena bijaksana itulah, lanjut pria yang akrab disapa Toev ini, Darul Hikmah akan bijaksana ketika mengalami kekalahan dari Darul Huda. 

Ia menambahkan, teknik itu bukan satu-satunya di Liga Santri. Namun, harus ada suwuknya. Tak hanya itu, sebelum datang, ke Jawa Barat, Darul Huda sudah meminta izin kepada pemilik Cirebon, Sunan Gunung Jati.

“Sunan Gunung Jati sudah mengizinkan Darul Huda menang. Dan tadi, Gus Azis sudah kena suwuk saya saaat ngopi bersama,” tutupnya. 

Namun, di atas semua itu, lanjutnya, di LSN adalah persahabatan. Dalam pertandingan pasti ada ada yang menang dan kalah. Kalah dan menang adalah persahabatan. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal IMNU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru

Lampung Tengah, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pengurus harian Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Lampung Tengah mendorong rekan-rekanita pengurus yang ada di pimpinan komisariat dan pimpinan ranting masing-masing terus meningkatkan jejaring serta kapasitas dan kualitas kader-kader pelajar NU.

Demikian ditegaskan Edi Hermawan di hadapan lima puluh lima peserta saat mengisi materi Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Gaya Baru III Kecamatan Seputih Surabaya, Lampung Tengah, di kompleks Pesantren Al-Ikhlas, Ahad (25/9).

IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru

"Kami berharap kepada rekan dan rekanita teruslah berkiprah dan menjadi pelopor dalam memajukan organisasi ini. Buatlah forum-forum diskusi kecil-kecilan, tidak harus mewah, untuk membahas kemajuan organisasi, dan selanjutnya diwujudkan dalam bentuk aksi seperti Hari Santri Nasional, Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1438 H, Harlah IPNU dan IPPNU dan lain-lain," imbuh alumni IAIM NU Metro Lampung itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pengasuh Pesantren Al-Ikhlas Gaya Baru III Kiai Abdu Suaib mengapresiasi aktivitas dan semangat pelajar NU dalam wadah IPNU-IPPNU ini. Sebagai kader yang paling muda di struktural NU, pelajar harus siap di manapun, kapanpun, dan dalam keadaan apapun, dalam mengamalkan sekaligus mensyiarkan agama Islam dalam Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdlliyyah.

Ketua Ranting IPNU Gaya Baru III Yudianto menambahkan, tujuan dari jenjang pengkaderan Makesta ini adalah menciptakan kader IPNU-IPPNU ranting Gaya Baru III yang berpegang teguh terhadap ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah, mempunyai kesadaran sosial yang tinggi, memiliki pengetahuan yang mendalam dan keterampilan yang memadai dalam berorganisasi.

“Kader IPNU-IPPNU harus siap lahir batin,” kata Yudianto.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Turut hadir dalam Makesta ini unsur MWCNU Seputih Surabaya, Ranting NU Gaya Baru III, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Aswaja, Fragmen, IMNU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 24 November 2017

Ini 15 Konsensus Hasil Konferensi Ulama Internasional Bela Negara

Pekalongan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Konferensi Ulama Internasional bertajuk Bela Negara yang berlangsung, Rabu-Jumat (27-29/7) di Pekalongan dan ditutup, Jumat (29/7) di Gedung Kanzus Sholawat menghasilkan 15 konsensus (kesepakatan) ulama terkait bela negara dan berbagai problem dunia Islam. Kegiatan yang digelar JATMAN dan Kemenhan ini diikuti oleh sejumlah ulama, intelektual, dan akademisi dari 40 negara di dunia serta ratusan ulama dari Indonesia.

15 Konsensus tersebut dibacakan oleh ulama asal Syiria Syekh Muhammad Adnan Al-Afyuni. Dalam prakatanya, Syekh Afyuni menyampaikan bahwa konferensi telah berlangsung dengan sejumlah sidang pembahasan secara ilmiah dan dialog, di mana telah dibahas pentingnya bela negara, melindungi negara dan mengembangkan negara serta menjaga stabilitas dan pertumbuhannya.?

Ini 15 Konsensus Hasil Konferensi Ulama Internasional Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini 15 Konsensus Hasil Konferensi Ulama Internasional Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini 15 Konsensus Hasil Konferensi Ulama Internasional Bela Negara

“Juga penting hidup rukun di seluruh negara-negara peserta serta pentingnya menyebarluaskan rasa cinta perdamaian, kerja sama, saling bahu-membahu atas dasar fiqih dan legalitas agama kita yang berlandasakan kepada teks-teks agama Islam yang hanif dan ajaran-ajarannya dari para ulama salafus sholeh,” urai ulama yang menjabat Mufti Damaskus ini.

Berikut 15 konsensus hasil Konferensi Ulama Internasional di Pekalongan yang disusun oleh sekitar 69 ulama dan intelektual dari 40 negara:

1. Ajaran Islam yang lurus dengan nilai-nilai keimanan dan moral merupakan jaminan satu-satunya dan merupakan tameng yang kokoh untuk keselamatan negara dan kebahagian manusia dimana di dalamnya terdapat pendidikan yang berlandaskan kepada ketuhanan yang mengajarkan ? keadilan menuju kepada kebenaran dan membawa kita kepada jalan yang lurus yang diridhoi Allah SWT.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

2. Seluruh warga negara di seluruh dunia apapun latar belakang mereka itu, wajib ikut serta memuliakan negerinya ? dan mereka ikut serta di dalam memikul tanggung jawab dan mendapatkan hak dan kewajiban yang sama apapun latar belakang keyakinan dan ras mereka ? tanpa membedakan satu sama lain. Mereka semua adalah saudara di dalam negara, bangsa dan kemanusiaan dalam memikul tangung jawab tanah airnya.

3. Perbedaan warna kulit ras dan suku merupakan sunnah dari Allah SWT pada manusia merupakan keanekaragaman yang memperkaya dan saling menyempurnakan satu sama lain tanpa ada yang dibeda-bedakan dan semuanya hidup satu tanah air dan di tengah kebhinekaan dengan semangat persaudaraan, kerja sama dan saling hormat-menghormati.

4. Pendidikan Islam yang agung serta syariat dan risalah yang ada di muka bumi mengajak beribadah dan menyembah Allah dan berbuat baik kepada sesama makhluk Allah SWT dan mengajak untuk menyebarkan kecintaan, saling kasih sayang dan keadilan kepada seluruh manusia serta mengajak kepada pemerintahan di dunia untuk merealisasikan keadilan sosial dan melindungi hak-hak manusia secara utuh.?

5. Tanggung jawab bela negara adalah kewajiban seluruh warga negara secara individu tanpa ada pengecualian. Siapa pun yang tidak membela negaranya, dia tidak berhak hidup di negaranya. ? ?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

6. Pengertian jihad yang biasa dikenal dengan berperang untuk mempertahankan negara dan tanah airnya mempunyai syarat-syarat yang sangat ketat terutama syarat syariah yang tidak boleh dilanggar sehingga pengertian jihad tidak disalahgunakan untuk merusak dan berbuat keonaran yang merugikan orang lain dan harus diyakini bahwa jihad harus dilaksanakan di bawah bendera negara dimana kita berada.

7. Bela negara memiliki dimensi yang beragam melebihi dari sekadar mempertahankan negara dalam suatu pertempuran. Bela negara termasuk merealisasikan semua program-program yang terkait dengan keamanan, ekonomi, pendidikan dan lain-lain ? yang harus dilaksanakan oleh setiap individu ? sesuai posisinya masing-masing.

8. Konferensi bela negara menyatakan, setetes darah haram dikucurkan dan haram membunuh manusia yang tidak bersalah termasuk melakukan perusakan fasilitas umum, infrastruktur dan institusi dengan alasan apapun.

9. Pentingnya bekerja sama antar institusi dan ormas untuk merealisasi tujuan positif yang berkaitan dengan pembelaan kesejahteraan masyarakat.

10. Pentingnya menjaga persatuan Islam untuk mencapai integritas dan kesempurnaan yang dapat direalisasikan oleh seluruh negara muslim yang saling menguntungkan dan menukar pengalaman yang kemanfaatannya dapat dirasakan oleh warga negara.

11. Pentingnya menyelesaikan problem yang dihadapi oleh kaum muda dan mencari penyelesaiannya dalam bentuk dialog yang konstruktif untuk menjamin tidak terjadi penyimpangan pola pikir dengan cara mencegah dan membina mereka ke jalan yang benar dengan melibatkan para ulama, lembaga dakwah ? dan akademisi.

12. Pentingnya melibatkan dan menjalin kerja sama dengan media masa nasional yang konstruktif untuk melakukan penyuluhan dan pembinaan dalam rangka memerangi pemikiran-pemikiran yang dapat merusak pemuda dan umat manusia.

13. Dibentuk badan thariqah tingkat dunia untuk menjadi tempat mencari penyelesaian dan solusi masalah umat secara damai sekaligus tempat pertemuan secara periodik.

14. Pentingnya membentuk komite tindak lanjut dari hasil hasil konferensi disamping pemikiran-pemikiran penting melalui para ulama yang hadir dituangkan dalam satu majalah secara periodik agar dapat dimanfaatkan dan dibaca oleh masyarakat.

15. Bahwa seluruh peserta konferensi memohon kepada Allah SWT kiranya kegiatan yang telah dilangsungkan diberkahi dan seluruh penyelenggara serta rakyat Indonesia dilindugi oleh-Nya, kemudian dapat memberikan stabilitas keamanan di Negara-negara yang sedang dilanda konflik khususnya di Timur Tengah.?

Kegiatan penutupan konferensi ini ditutup oleh pidato Syekh Muhammad bin Muhammad Rajab Deeb (Syiria). Dalam pidatonya, Syekh Rajab mengusulkan penambahan satu poin konsensus, yaitu memberdayakan peran perempuan di segala lini kehidupan. Karena dia memandang perempuan juga unsur penting dalam upaya bela negara. Lagi pula menurutnya, Islam tidak pernah mendiskriminasi perempuan di atas laki-laki. (Abdul Muiz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal RMI NU, Kyai, IMNU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

NU Care Tangsel Bahas Filantropi Akhir Pekan Ini

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - NU Care-LAZISNU Tangerang Selatan akan menyelenggarakan Ngopi atau Ngobrol Filantropi, pada Ahad 26 Februari 2017. Acara di Saung Cendol Huis Jalan Masjid Arriyadh No 27, Ciputat, Tangerang Selatan ini diharapkan dapat menyemerakkan semangat filantropi warga dan pengurus NU di Tangsel.

Direktur NU Care Tangerang Selatan Risky Subagia mengatakan, “Goal dari kegiatan NGOPI ini adalah adanya semangat dari semua elemen lembaga dan banom untuk menggelorakan spirit filantropi khususnya di Tangsel.”

NU Care Tangsel Bahas Filantropi Akhir Pekan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Care Tangsel Bahas Filantropi Akhir Pekan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Care Tangsel Bahas Filantropi Akhir Pekan Ini

Ia menyebutkan, Ngobrol Filantropi NU Care Tangsel akan diikuti seluruh perwakilan banom dan lembaga di PCNU Kota Tangerang. Selain itu anggota PCNU Tangsel meliputi Rais Syuriah, Ketua Tanfidziyah beserta jajarannya juga turut hadir.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara pembicara yang mengisi sesi paparan dan diskusi adalah Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum NU (LPBHNU) Tangsel yang juga dosen UIN Syarif Hidayatullah Mustolih Siradj dan Direktur Fundraising NU Care Nur Rohman.

Menurut Risky, pengembangan semangat filantropi NU di Tangerang Selatan menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya masih sedikitnya SDM dan kurangnya komunikasi aktif dan efektif antarlembaga dan banom di PCNU Tangsel.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Oleh karena itu kegiatan ini juga sebagai ajang siaturahim pengurus banom dan lembaga di PCNU Tangsel,” tambah Risky melalui pesan tertulis kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Kamis (23/2).

Seperti diberitakan sebelumnya, semangat filantropi atau kedermawanan telah dicontohkan oleh para pendiri NU, misalnya pada tahun 1918 oleh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, KH Bisri Syansuri,dan KH Masykur? menggalang 40 pengusaha hingga terbentuk organisasi Nahdlatut Tujjar.

Dalam Risalah Ahlussunnah Waljamah tahun 1928, KH Hasyim Asyari menegaskan bahwa NU adalah organasiasi yang bermisi memberikan keadilan, memberikan perlindungan, meningkatkan kualitas hidup, dan mendorong agar masyarakat makmur. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Warta, IMNU, Anti Hoax Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Merevolusi Cara Pandang Beribadah

"Bagaimana cara kita menghadirkan Allah dalam tiap ibadah kita sehingga kita semakin dekat dengan-Nya?" Demikian pertanyaan salah seorang peserta pengajian kitab Al-Hikam yang digelar Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) di Masjid An-Nahdlah, Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (13/1).

"Kita perlu merevolusi cara pandang kita dalam beribadah," jawab sang pengasuh, KH Luqman Hakim. "Kita seringkali kebolak-balik dalam memandang sesuatu."

Merevolusi Cara Pandang Beribadah (Sumber Gambar : Nu Online)
Merevolusi Cara Pandang Beribadah (Sumber Gambar : Nu Online)

Merevolusi Cara Pandang Beribadah

Menurut Kiai Luqman, Allah sesungguhnya sudah lebih dulu hadir sejak kita terbesit untuk beribadah kepada-Nya. Allah menggandeng hamba-Nya untuk berbuat baik, sehingga tergeraklah ia berbuat demikian. Tanpa kuasa-Nya manusia tak sanggup melakukan apa-apa, bahkan untuk sekadar berniat sekalipun. Orang-orang yang tergerak beribadah atau berbuat baik adalah orang-orang terpilih, yang menerima panggilan suci dari Sang Mabûd, Allah subhânahu wataala.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Logika bahwa manusia beribadah atau berbuat baik untuk tujuan mendekatkan diri (taqarrub) adalah pandangan yang membalik kenyataan tersebut. Anggapan itu menampilkan seolah hamba berjalan sendiri dan akan menuju Tuhannya. Padahal, titik berangkat justru dari Allah (mina-Llâh), dan seyogianya berbuat dengan kesadaran bahwa ia selalu bersama Allah (bi-Llâh), dan seluruh aktivitas hanya untuk satu tujuan, yakni Allah (li-Llâh).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kiai Luqman menyampaikan hal itu pada sesi tanya-jawab dalam pengajian perdana yang membahas aforisme Al-Hikam pertama tentang ketergantungan hamba terhadap amal kebaikan (al-itimâd alal amal).

Lantas mengapa seseorang beribadah tapi sering tidak menemukan kekhusukan?

"Kita pernah kan pulang kerja malam-malam, belum shalat isya, lalu rasanya berat sekali mau menunaikan sembahyang? Begitu kita sudah shalat, beres, rasanya plong banget," ujanrnya.

Bagi Kiai Luqman, rasa "plong" itu justru mengindikasikan ada problem dalam ibadah kita. Karena kelegaan itu jelas berangkat dari menganggap shalat sebagai sebuah beban. Ketika beban terselelesaikan maka ringanlah sudah urusan. Ini bagian dari kinerja nafsu. Karena seyogianya ketenangan terjadi bukan setelah seseorang rampung shalat tapi saat berada dalam shalat. Lagi pula ketenangan sebetulnya bukan tujuan itu sendiri, karena tujuan yang sejati adalah Allah (li-Llâh).

Hal ini juga kerap terjadi pada dzikir dan ibadah-ibadah lainnya. "Ketika kita berdzikir lalu kemudian merasakan nikmat sekali, segera sadarkan diri kita bahwa kenikmatan itu hanyalah hikmah (efek samping, red), bukan tujuan," lanjutnya.

Begitulah, rangkaian kesadaran mina-Llâh, bi-Llâh, dan li-Lâh mesti berjalin seiring untuk menepis seorang hamba terjerat dalam sikap mengandalkan amal kebaikannya (al-itimâd alal amal). Kata Kiai Luqman, makluk pertama yang terjangkit penyakit al-itimâd alal amal adalah iblis. Karena telah beribadah dan tak pernah maksiat kepada Allah selama 80 ribu tahun, ia merasa perlu menolak perintah Allah untuk sujud hormat kepada Nabi Adam alaihis salam.

Pengajian kitab Al-Hikam karya Syekh Ibnu Athaillah ini bersifat terbuka untuk umum. LDNU selaku penyelenggara menjadwalkan ngaji tasawuf ini tiap Rabu kedua saban bulan, tepat usai sembahyang Dhuhur secara berjamaah di masjid setempat. Pengaian Al-Hikam ini menjadi bagian dari pengajian mingguan tiap Rabu, yang digelar dengan materi dan narasumber yang beragam. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal IMNU, Nahdlatul, Amalan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 15 November 2017

Radikalisme dan Terorisme di Indonesia, Akademisi: Selip Sedikit, Tamat Kita

Bandar Lampung, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Di tengah paham radikal dan praktik terorisme yang terjadi di Indonesia, seluruh elemen bangsa mempunyai tanggung jawab dalam mencegahnya. Karena menurut Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Prof Muhammad Mukri, sedikit lengah, bisa jadi nasib bangsa ini sama seperti negara-negara di Timur Tengah, perang suadara tak berkesudahan.

Radikalisme dan Terorisme di Indonesia, Akademisi: Selip Sedikit, Tamat Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
Radikalisme dan Terorisme di Indonesia, Akademisi: Selip Sedikit, Tamat Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

Radikalisme dan Terorisme di Indonesia, Akademisi: Selip Sedikit, Tamat Kita

"Terorisme sudah nyata di Indonesia. Polisi melihat tapi tidak bisa menangkap langsung. Selip sedikit, tamat kita," kata Mukri saat hadir pada Acara Dialog Ormas Islam yang diselenggarakan oleh MUI Provinsi Lampung di Aula Universitas Malahayati Bandar Lampung, Kamis (20/7).

Berbagai kelompok radikal yang mengarah kepada teroris ini menggunakan berbagai cara untuk memaksakan konsep aliran mereka digunakan di Indonesia yang merupakan negara penuh dengan kebhinekaan.

"Bangsa Indonesia sudah sepakat bahwa kita adalah Negara Kesatuan dengan Ideologi Pancasila yang di dalamnya berbagai macam Agama," kata pria yang juga Mustasyar PWNU Lampung ini pada dialog yang mengangkat tema Mengembangkan Islam Washatiyyah untuk Meneguhkan Komitmen Bersama Terhadap Pancasila dan NKRI.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia mengatakan, membuat organisasi diperbolehkan selama tidak menimbulkan perselisihan. "Dalam Al Quran disebutkan bahwa berbeda agama saja boleh apalagi berbeda kelompok. Yang tidak boleh adalah berselisih," tegas Ketua Dewan Pertimbangan MUI Provinsi Lampung ini seraya mengajak kepada umat Islam untuk memegang prinsip washatiyyah (moderatisme) dalam beragama.

Prinsip washatiyyah ini, lanjutnya, memiliki arti berada diposisi tengah dengan tidak condong kekiri ataupun condong kekanan. "Kalau condong kekanan akan gampang memperbolehkan banyak hal dan cenderung liberal. Kalau terlalu kekiri akan sering melarang, menyalahkan dan membidahkan," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dengan sikap washatiyah inilah yang menjadikan Indonesia menjadi sorotan dunia karena mampu mengelola keberagaman yang ada. Indonesia mampu menjadi model bahwa di tengah kebhinekaan yang ada, kerukunan masyarakat, pertumbuhan ekonomi dan berbagai aspek lainnya dapat tumbuh dengan baik.

Berbeda dengan Negara-Negara Timur Tengah yang selalu dilanda konflik dan peperangan walaupun didalamnya banyak kesamaan yang ada seperti kesamaan Agama dan Bahasa.

Ia mengajak kepada umat Islam di Indonesia untuk menjaga dan mempertahankan kondisi ini dengan terus menyamakan gelombang serta frekwensi pemikiran agar tidak mudah dipecah belah. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam, Quote, IMNU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 13 November 2017

Sebuah Buku Cinta untuk Felix Siauw

“Membela nasionalisme, nggak ada dalilnya, nggak ada panduannya | membela Islam, jelas pahalanya, jelas contoh tauladannya.”



“Hanya syariah dan khilafah yang mampu menghapuskan kezaliman dan mengangkat penjajahan. Dan itu adalah tuntutan iman.”

Sebuah Buku Cinta untuk Felix Siauw (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebuah Buku Cinta untuk Felix Siauw (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebuah Buku Cinta untuk Felix Siauw

Dua pernyataan di atas adalah sebagian dari cuitan Felix Yanuar Siauw di akun twitternya. Ya, Felix Yanuar Siauw, barangkali adalah salah satu sosok fenomenal di mayantara Abad 21 ini. Ia adalah seorang motivator, penulis buku, dan ustadz. Di bio fanpagenya tertulis pengemban dakwah, bersama yang menginginkan tegaknya syariah-khilafah. Jumlah pengikut (followers) twitternya hampir 2 jutaan. Sudah lebih dari 3 jutaan penyuka (likers) di Fanpage pribadinya, dan ? setiap posting di Fanpage minimal dibagikan 1000-an pengguna FB. Sebagai seorang motivator, dia pandai mengelaborasikan pesan-pesan motivasional di dalam cerita, dan gesturenya selalu atraktif. Pendengar yang menyimak ceramah-ceramah motivasinya ? tidak merasa digurui, namun malah terpikat, melongo, kadang sesenggukan ? haru. Ia pandai menarasikan adegan-adegan peristiwa dengan kata dan kalimat yang yahud. Ia mampu berceramah dengan bahasa generasi gaul, bahasanya loe dan gue. ?

Setelah menuliskan duo buku masterpiecenya,? Yuk Berhijab? dan? Udah Putusin Aja!, serta novel Muhammad Al Fatih, ia mulai ‘rada berani’ mengeluarkan pernyataan di luar tupoksinya sebagai sosok motivator. Ia bilang bahwa nasionalisme itu tidak ada dalil dan panduannya, halal hukumnya memakai barang-barang bajakan karena hak cipta hanyalah milik Allah (All rights reserved only by Allah), menjadi wanita kuat, mandiri, dan idenpenden itu serem dan tidak baik. Ia kadangkala juga menjelma menjadi seorang pengamat ekonomi dan politik dengan mengeluarkan twit haramnya bekerja di bank konvensional karena dikhawatirkan akan terkontaminasi debu-debu dosa riba, soal dinamika politik di Mesir, penaikan harga BBM adalah termasuk penipuan dan sebuah keharaman yang besar, dan lain-lain. Yang menjadi trade mark pribadinya adalah bahwa khilafah itu adalah bagian daripada pilar keimanan dan menegakkan khilafah (di Indonesia) merupakan perintah Rasulullah Saw. ? Ia juga menggugat-gugat dalil soal doa pergantian tahun, istikharah, puasa Tarwiyah, ibadah di malam nishfu Sya’ban, dan amalan sunnah di Bulan Rajab.?

Merespon beberapa pernyataan Felix Yanuar Siauw di akun sosial medianya, Muhammad Sulton Fatoni, penulis? Dear Felix Siauw: Sekadar Koreksi Biar Nggak Salah Persepsi? mencoba mengoreksi pendapat kontroversi “Ustad Gaul” yang selalu berwawasan global dengan wacana khilafahnya ini yang begitu mudah menentukan hukum. Penulis menyuguhkan fakta-fakta fiqih yang mengindonesia. Beberapa isu yang sempat jadi perdebatan publik ditanggapi dengan paparan yang enggak kalah gaul. Penulis menerapkan laku tawasau bil haq kepada teman sesama Muslim. Laiknya teman akrab yang saling menyampaikan nasihat dalam kerangka cinta, bukan kebencian. Sebagaimana dalam bahasa Arab kata nasihat juga bisa berarti khaatha, yaitu menjahit karena perbuatan penasihat yang selalu menginginkan kebaikan orang yang dinasihatinya diibaratkan memperbaiki pakaiannya yang robek. Penulis sama sekali tidak menjatuhkan, men-underestimate? pendapat-pendapat Felix, namun menyajikan argumentasi dan dalil-dalil rajih demi kedamaian dan kebaikan. Penulis melakukan? comprehensive review, melihat kembali, menimbang atau menilai pendapat, statetement, ‘fatwa’ Felix Siauw dengan mengetengahkan sanggahan disertai referensi Al Quran Hadis, kitab turats, kitab kuning babon dan muktabarah, data-data sejarah (tawarikh al islam), teori-teori politik, sosial, ekonomi, dan lain-lain. Di dalam buku ini, tidak ditemukan redaksi bahasa yang menyerang dan menyakitkan hati. ? Penulis melakukan penilaian secara jujur dan objektif. Beragam argumentasinya masuk akal dan logis. Bukan asal mengkritik!?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Thus, ini sebuah tradisi mulia, menurut hemat peresensi, sebuah mekanisme kritik wacana VS wacana, buku VS buku, dengan penyampaian dan pemaparan yang lugas, santun, dan ilmiah. Tidak saling memojokkan dan menjelekkan. Bak pertarungan wacana antara Imam Al-Ghazali dengan? Tahafut al-Falasifah-nya dan ? Ibn Rusyd dengan? Tahafut at-Tahafut-nya atau polemik antara Bung Karno yang menulis ISLAM SONTOLOYO dengan M. Natsir yang berlangsung sepanjang tahun 1930 - 1935. Sebuah polemik asyik dan intelek ? yang nyaris belum ada tandingan bobotnya dala sejarah polemik di Indonesia.?

Semoga buku bercover pink nan imut ini mampu menjadi oase, Islamic Answers bagi remaja/remaji generasi Y dan, Z aktif di sosial media, ABG yang hidup di era? transborder data flows? yang ingin mengetahui Islam ? yang sesungguhnya sehingga tidak mudah terpengaruh oleh arus informasi tentang Islam yang banyak berseliweran di dunia maya, alias tidak instan mengaji agama dari internet. Buku ini berisi tentang keislaman dalam konteks keindonesiaan. Positif untuk dibaca agar masyarakat tahu bahwa di bumi Nusantara sudah sejak lama terjadi proses pengintegrasian antara fiqih dengan kondisi sosial masyarakat, dan berlanjut dalam hukum Islam dengan hukum nasional melalui sarana kebudayaan. Inilah babak lanjutan dialog intensif yang sebelumnya terjadi antara Islam dan kebudayaan Turki, Persia, India, Tiongkok, dan lainnya. Disuguhi dengan fakta fiqih yang mengindonesia. Beberapa isu yang sempat jadi perdebatan publik ditanggapi dengan paparan yang enggak kalah gaul.

Buku ini wajib dibaca setiap followers Felix Siauw dan mereka yang ‘kurang setuju” dengan pendapat-pendapatnya.?





Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Data Buku:

Judul : Dear Felix Siauw, Sekadar Koreksi Biar Enggak Salah Persepsi

Penulis : M. Sulthan Fatoni ? ? ? ? ? ? ?

Penerbit ? ? ? ? ? : Imania

ISBN : 978-602-7926-22-6

Tebal : 210 halaman

Harga : Rp 42.000,-

Kode buku ? ? : XD-11

Terbit : ? Maret 2015 ?

Kategori ? ? ? ? ? : Referensi Islam

Peresensi adalah Faried Wijdan, Alumnus Pondok Pesantren Hadil Iman, MAPK Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, IMNU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 30 Oktober 2017

Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III

Tasikmalaya, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Final Liga Santri Nusantara Region Jawa Barat III dimenangkan oleh Pondok Pesantren Nurul Fauzi berasal dari Kabupaten Tasikmalaya. Pesantren Nurul Fauzi menang setelah mengandaskan PP Dar El Rahmah berasal dari Ciamis lewat adu penalti dengan skor 5-4.?

Setelah pertandingan di babak pertama dan kedua berjalan seri. Pertadingan yang bertempat di Stadion Wiradadaha Tasikmalaya, Kamis (25/8) berlangsung seru.

Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya Juarai LSN Region Jabar III

Atas kemenangan ini Pelatih PP Nurul Fauzi Asep H bersyukur bisa juara region dan berhak untuk melaju di babak 32 Besar Liga Santri Nusantara seri nasional.

"Kami akan terus berlatih untuk menghadapi tim-tim yang dari 32 regional. Karena dengan terus berlatih akan menambah kekompakan dan kerjasama tim," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sedangkan pelatih Dar El Rahmah Lili Herli meski kalah timnya mampu melaju ke babak final regional Jabar III. "Tahun depan kami akan mempersiapkan lagi."

Menurut Koordinator Regional Jabar III Usep Saeful Kamal secara keseluruhan pertandingan berjalan lancar.?

"Kami menerapkan sprotiftas dan fair play kepada seluruh tim. Sesuai dengan pesan Menpora haram hukumnya ada pengaturan skor," tegasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal RMI NU, IMNU, Humor Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

PBNU akan Tindak Tegas Pelanggar AD/ART

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berjanji akan menindak tegas sejumlah pengurus yang berani melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU. Sebagai pegangan pokok organisasi, AD/ART wajib ditaati.

Demikian ditegaskan Sekretaris Jendral PBNU H Marsudi Syuhud saat ditemui di kantornya, Rabu (7/11) malam. Contoh dari pelangaran tersebut di antaranya adalah keterlibatan pengurus harian dalam pencalonan kepala daerah.

PBNU akan Tindak Tegas Pelanggar AD/ART (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU akan Tindak Tegas Pelanggar AD/ART (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU akan Tindak Tegas Pelanggar AD/ART

“Jika ada pengurus NU yang demikian harus mundur. Kalau tidak mau maka akan dimundurkan,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

ART NU pasal 51 secara eksplisit melarang Rais dan Ketua Pengurus baik di tingkat wilayah maupun cabang mencalonkan atau dicalonkan dalam pemilihan jabatan politik sebagai presiden, wakil presiden, menteri, gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, walikota, wakil walikota, DPR RI, DPRD propinsi dan DPRD kabupaten/kota.

Di pasal yang sama, ART juga tidak memperkenankan rangkap jabatan pengurus harian NU dengan pengurus harian partai politik, organisasi yang berafiliasi dengan partai politik, atau ormas yang bertentangan dengan prinsip dan tujuan NU.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain mengimbau semua pengurus untuk mematuhi AD/ART, Marsudi juga mengingatkan bahwa NU bukan partai politik. Siapapun tidak diperbolehkan memanfaatkan ormas Islam terbesar ini untuk kepentingan politk praktis perseorangan atau kelompok tertentu.

Redaktur: Mukafi Niam 

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal IMNU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Musik Tradisional Sunda Iringi Pelepasan Tim Ekspedisi Islam Nusantara

Tasikmalaya, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Grup band Aswaja Fiil Harmony bentukan Lesbumi NU Kota Tasikmalaya tampil dalam pelepasan Tim Ekspedisi Islam Nusantara di Kantor PCNU Kota Tasikmalaya, Jalan dr Soekardjo nomor 47 Tasikmalaya, Rabu (27/4) malam. Mereka menyuguhkan shalawatan dengan alunan musik tradisional dan kontemporer gubahan Aswaja Fiil Harmony.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Dede Sudrajat bersama Ketua NU Kota Tasikmalaya KH Didi Hudaya turut melepas kepergian tim ekspedisi ini. Pelepasan ini ditandai dengan penyerahan plakat kenang-kenangan dari tim ekspedisi dan NU Kota Tasikmalaya.

Musik Tradisional Sunda Iringi Pelepasan Tim Ekspedisi Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Musik Tradisional Sunda Iringi Pelepasan Tim Ekspedisi Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Musik Tradisional Sunda Iringi Pelepasan Tim Ekspedisi Islam Nusantara

Ketua tim ekspedisi Imam Pituduh merasa berkesan selama dua hari di Tasikmalaya. Ia menilai Tasikmalaya tempat konsolidasinya perjuangan para wali. Ekspedisi Islam Nusantara di Tasikmalaya, kata Imam, begitu bermakna. Pertama kali disambut beluk, karinding, dan lais sebagai kesenian khas milik warga Sunda yang harus dilestarikan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Paling berkesan itu karinding. Bikin saya merinding," ujarnya.

Begitu juga saat akan meninggalkan Tasikmalaya. NU Kota Tasikmalaya mengantar kami dengan alunan musik perpaduan tradisional calung dan kontemporer milik Lesbumi NU Kota Tasikmalaya, kata Imam.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Imam berpesan agar kesenian Sunda harus terus dihidupkan sebagai tradisi kekayaan Tasikmalaya.

"Saya ungkapkan pula, PBNU sedang melakukan digitalisasi kitab kuno. Dari 14 ribu, sudah 4 ribu kitab yang diselamatkan. Termasuk kitab karya Syeh Abdul Muhyi akan kita digitalisasikan ditambah 19 situs dalam Goa Safarwadi Pamijahan," ujar Imam. (Nurjani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen, IMNU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock