Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2018

Perpustakaan Mini Kini Jadi Trend di Dunia

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sesuai sebutannya, perpustakaan ini hanya menyediakan beberapa buku, biasanya hanya dalam hitungan puluhan, di tempatkan di kotak kecil dengan aneka bentuk di depan rumah-rumah warga.

Perpustakaan Mini Kini Jadi Trend di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Perpustakaan Mini Kini Jadi Trend di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Perpustakaan Mini Kini Jadi Trend di Dunia

Orang bisa membaca, meminjam, atau menyumbangkan buku.

"Pekan lalu, kami mendapatkan 11 buku baru," kata Kevin Sullivan, salah seorang pengelola perpustakaan mini di Bethesda, di pinggiran Washington DC, kepada kantor berita AFP dan dilansir oleh BBC Indonesia.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Perpustakaan ini sebagai hadiah untuk istri saya. Ia kutu buku," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sullivan punya koleksi 30 buku di kotak yang ia tempatkan di depan garasi rumahnya, sebagian adalah buku-buku anak.

Mendunia

Ia dan istrinya tinggal tidak jauh dari sekolah dan mereka berharap orang tua dan murid menyempatkan waktu membaca buku-buku tersebut.

Konsep perpustakaan mini diperkirakan lahir di satu kota kecil di negara bagian Wisconsin pada 2009 ketika Todd Bol membangun rumah buku untuk menghormati ibunya yang baru saja meninggal.

Di rumah buku itu ia tempatkan koleksi buku-buku milik orang tuanya dan di atasnya ditulis papan pengumuman berbunyi "buku-buku gartis".

Tak lama kemudian tetangga-tetangga Bol mengikuti jejaknya dengan membuat kotak dengan aneka ukuran dan bentuk dan mengisinya dengan buku.

Kotak buku ini biasanya ditaruh di depan garasi atau di pagar rumah.

Kini perpustakaan mini menyebar hingga Ukraina dan Pakistan.

Pada Oktober lalu Bol mengirim tak kurang dari 20 perpustakaan mini ke Ghana.

"Sekarang ada 15.000 perpustakaan mini di 55 negara, di 50 negara bagian. Rata-rata ada 700-1.000 perpustakaan mini muncul setiap bulannya," kata Bol. (mukafi niam)

Foto: BBC

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, Ahlussunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 24 Februari 2018

PBNU Minta Masyarakat Dilibatkan dalam Perencanaan Pembangunan

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj meminta agar pemerintah melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan. Selama ini, masyarakat tidak tahu apa yang akan dilakukan pemerintah terhadap mereka.

Akibatnya, banyak program pemerintah yang gagal di masyarakat. Ia mencontohkan program penataran P4, yang tak berbekas di masyarakat karena mereka hanya ikut dengan alasan untuk mendapatkan sertifikat saja.

PBNU Minta Masyarakat Dilibatkan dalam Perencanaan Pembangunan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Masyarakat Dilibatkan dalam Perencanaan Pembangunan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Masyarakat Dilibatkan dalam Perencanaan Pembangunan

Demikian pula, NU saat ini sama sekali tidak ikut dan diajak bicara oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) soal mau diapakan Indonesia ini ke depan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Jika masyarakat tidak memahami, pasti akan ada akibatnya,” katanya dalam peluncuran buku “Jalan Terbaik Masyarakat dalam Menghadapi Perubahan Iklim” yang merupakan kerjasama antara WWF-Indonesia dengan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklin (LPBI-NU).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pada kesempatan tersebut, Kang Said juga menjelaskan tentang salah kaprah istilah ulama. Al Qur’an menyebut kata ulama selama dua kali, pertama yaitu orang yang faham tentang alam semesta, atau bisa dikatakan sebagai teknokrat. Selanjutnya Qur’an menyebut kata ulama terkait dengan ilmuwannya bani Israel.

“Termasuk ahli lingkungan bisa dikatakan sebagai ulama,” paparnya.

Kerusakan yang terjadi di dunia, juga telah disebutkan dalam Al Qur’an karena terjadinya keserakahan manusia sehingga bumi rusak dan hancur. “Pengelolaan terhadap alam membutuhkan keseimbangan, seperti disimbolkan oleh angka 11,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) Rachmat Witoelar menegaskan, situasi perubahan iklim saat ini ada pada point of no return atau tak bisa kembali ke titik sebelumnya.

Untuk mengatasi ini, dibutuhkan kerjasama seluruh umat manusia untuk merubah gaya hidupnya agar ramah lingkungan, apalagi jumlah penduduk di muka bumi sudah mencapai 7-8 milyar manusia.

“Perlu melibatkan organisasi-organisasi yang peduli terhadap lingkungan untuk menumbuhkan kesadaran untuk berlaku ramah pada lingkungan,” paparnya.

Direktur Eksekutif WWF-Indonesia Efransjah menyatakan kerjasama dengan NU dilakukan mengingat NU memiliki jejaring sosial yang luas. “Akan ada kerja nyata di pesantren,” tandasnya.

Penandatanganan Kesepakatan bersama antara WWF-Indonesia dengan PBNU terkait dengan penanganan isu lingkungan hidup dengan menumbuhkan kesadaran dalam perspektif religius. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, Nahdlatul Ulama, Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 22 Februari 2018

Mewujudkan Satu kalender Hijriyah Nasional

Praktek penanggalan Hijriyah di Arab Saudi yang telah ada sejak zaman Sahabat Umar bin Khatab sebenarnya dapat dilihat sebagai sebuah pilihan untuk penyusunan Kalender Hijriyah Nasional, bahkan mungkin Kalender Hijriyah Internasional. Memposisikan kalender Hijriyah sebagai kalender adminsitratif merupakan sebuah pilihan logis untuk terbentuknya kalender Hijriyah tunggal, minimal di Indonesia.

Dengan adanya kalender Hijriyah Nasional tersebut diharapkan tidak ada lagi kalender versi ormas ataupun lembaga. Karena sebagai sebuah kalender adminsitratif, hal tersebut merupakan hak Pemerintah untuk menyusunnya. Adapun untuk pelaksanaan ibadahnya masih dapat dilaksanakan sesuai keyakinan masing-masing terlebih dahulu. Adanya penanggalan Hijriyah Tunggal tersebut telah dirasakan keperluannya, terlebih dengan berkembangnya perekonomian syariah yang seharusnyalah didasarkan pada penanggalan Hijriyah.

Disamping itu, dengan menggunakan Penanggalan Hijriyah Tunggal diharapkan masyarakat Islam lebih mengenal dan memahami penanggalannya. Jika kita perhatikan, adanya penanggalan Hijriyah di Indonesia masih kita kenali karena adanya hari libur Nasional yang terkait dengan peristiwa keagamaan. Jika libur karena maulid Nabi, maka saat tersebut adalah tanggal 12 bulan Rabiul Awal yang disebut sebagai bulan Mulud oleh masyarakat Jawa. Jika libur karena memperingati Isra Miroj maka pada saat terbut kita tahu itu adalah tanggal 27 Rajab.

Pada dasarnya menyatukan kalender Hijriyah untuk keperluan administratif bersama lebih mudah dibandingan untuk menyamakan pelaksanaan ibadah. Tentu saja, pada awalnya hal tersebut terasa aneh bagi kita yang telah terbiasa beribadah karena masuk tanggal. Akan tetapi lambat laun hal tersebut akan menjadi hal yang biasa. Paling tidak dengan adanya kesepakatan kalender Hijriyah tunggal tersebut merupakan satu langkah maju. Dengan adanya kalender Hijriyah tunggal diharapkan kedepan dapat diseragamkan untuk pelaksanaan Ibadah, khususnya di wilayah Indonesia yang menganut akan faham matla wilayatul hukmi. Yang menjadi pertanyaan adalah, perlukah kita akan adanya kalender Hijriyah adminsitratif tersebut? Ataukah kita sudah mencukupkan diri dengan penanggalan Masehi yang ada.

Mewujudkan Satu kalender Hijriyah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Mewujudkan Satu kalender Hijriyah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Mewujudkan Satu kalender Hijriyah Nasional

Jika kita mau jujur, saat ini penanggalan Hijriyah seakan tidak bisa lepas keberadaannya dari penanggalan masehi. Sehingga kita perlu menyusun penanggalan Hijriyah yang Mandiri yang tidak bergantung terhadap penanggalan Masehi. Mandiri disini tidak semata menulis angka kalender Hijriyah lebih besar dari angka kalender Masehi. Kerancuan pemakaian kedua-duanya dapat berimplikasi pada pelaksanaan Ibadah.

Misal, kenapa kita melaksanakan rukyat hilal pada saat hilal diyakini tidak ada? Hal ini dikarenakan kita menghitung hari didasarkan pada hitungan dan pemahaman penanggalan Masehi sehingga muncul istilah "Hilal dibawah ufuk" yang berati hilal terbenam terlebih dahulu dibandingkan matahari. Hal tersebut pada mulanya penulis anggap sebagai hal yang umum. Akan tetapi dalam perspektif Hijriyah seharusnya tidak ada istilah Hisal dibawa ufuk karena kita dapat menghitung dan menempatkan hilal selalu berada pada tanggal 29. Sehingga sebuah kriteria penanggalan Hjriyyah yang menjadikan posisi hilal dibawah ufuk pada tanggal 29, secara pribadi, adalah kurang tepat. Pada zaman Nabi, Rukyat hilal dilaksanakan untuk mencari kemunculan hilal bukan untuk memastikan hilal tidak ada. Jika hilal sudah dibawah ufuk maka dapat dipastikan hilal tidak akan dapt diamati.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk itulah perlu dirumuskan bersama, sistem penanggalan seperti apa yang paling tepat untuk diterapkan sebagai sistem penanggalan Hijriyah Nasional ataupun penanggalan Hijriyah International. Merubah kriteria penanggalan Hijriyah bukan merupakan hal yang tabu melainkan sesuatu yang harus dilakukan demi kepentingan bersama karena kalender dibuat memang untuk digunakan secara bersama.

?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

* Hendro Setyanto

Pengurus Lajnah Falakiyyah PBNU, anggota Tim Hisab-Rukyat Nasional

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 19 Februari 2018

Ke Mesir dan Arab Saudi, Santri Nuris Perkuat Bahasa Amiyah

Jember, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Nuris Student Exchange Programme (NSEP) atau pertukaran pelajar Nuris dengan lembaga di luar negeri tahun ini terus berlanjut. Setelah memberangkatkan 19 santri ke Malaysia, Thailand, dan Singapura akhir bulan lalu, kini 5 santri Nuris bersiap-siap untuk belajar dan mengajar di negara-negara Timur Tengah, khususnya Arab Saudi dan Mesir.

Kelima orang tersebut berasal dari MA Unggulan Nuris. Mereka adalah Ahmad Fauzan, M. Kavin Robbani (kelas XI PK A)? Abdul Aziz (kelas XI PK B),? Ihza Wahyu F. (kelas XI IPA)? dan M. Hasan Ulil Absor (kelas X PK A). Mereka terpilih sebagai peserta NSEP melalui seleksi internal yang sangat ketat.? Selain cerdas dan cakap, mereka juga harus mengikuti seleksi khusus.

Ke Mesir dan Arab Saudi, Santri Nuris Perkuat Bahasa Amiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Mesir dan Arab Saudi, Santri Nuris Perkuat Bahasa Amiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Mesir dan Arab Saudi, Santri Nuris Perkuat Bahasa Amiyah

“Yang pasti, mereka harus fasih berbahasa Arab dan Inggris. Itu wajib. Bahkan calon peserta masih harus mengikuti pembinaan? bahasa Arab logat Mesir atau yang dikenal dengan istilah bahasa ‘amiyah,” ucap Kepala Humas Yayasan Nurul Islam (Nuris) Jember, Gus Abdurrahman Fathoni di Nuris kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Kamis (9/2).

Pembinaan bahasa Arab khas Mesir dilakukan 3 kali dalam seminggu di bawah bimbingan Kiai Ahmad Fauzan, seorang kiai yang cukup lama bermukim di Mesir. Menurut Gus Abdurrahman, sebelum berangkat ke Arab Saudi dan Mesir, kelima sanrri tersebut terus diberi pembekalan, khusunya di sisi logat bahasa dan adat? istiadat Meser.

Dikatakannya, cukup sulit belajar bahasa Arab ‘amiyah. Sebab, bahasa tersebut tak seperti bahasa Arab yang standar. Banyak huruf yang berubah seperti kata ‘tsalatsa’ dalam bahasa Arab standar menjadi ‘talata’ dalam bahasa Mesir. ”Akhirnya mereka didorong untuk terus mencari tahu dan mendengarkan logat bahasa Arab? khas Mesir,” lanjutnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Abdul Aziz, mengaku gembira terpilih sebagai peserta NSEP. Menurutnya, hal terebut sangat berguna tidak saja bagi peningkaran wawasan keilmuan yang langsung dari pusat peradaban Islam, tapi juga berguna untuk memahami tipologi politik rakyat kedua negara tersebut.

“Kalau Arab Saudi relatif aman. Tapi Mesir dan negara sekitarnya, sangat rawan terjadi konflik horisontal, itu kenapa? Padahal muslimnya mayoritas. Syukurlah Indonesia aman meskipun terdapat beragam agama, suku dan budaya,” ungkapnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen, Ulama, Khutbah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

IPNU-IPPNU Jatibarang Isi Makesta dengan Qiyamul Lail

Brebes, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sebanyak 105 anggota IPNU-IPPNU se-Pimpinan Anak Cabang Jatibarang Brebes melakukan sholat malam guna mengharap datangnya lailatul qodar. Mereka melakukan sholatul lail merupakan bagian dari kegiatn kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan dan Masa Kesetiaan Anggota (Mekesta).

IPNU-IPPNU Jatibarang Isi Makesta dengan Qiyamul Lail (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jatibarang Isi Makesta dengan Qiyamul Lail (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jatibarang Isi Makesta dengan Qiyamul Lail

“Sebanyak 150 peserta yang terdiri dari anggota pelajar NU yang masih duduk di bangku SMP/MTs, SMA/SMK/MA serta para remaja masjid  perwakilan dari 10 desa di Kecamatan Jatibarang,” ujar Ketua PAC IPNU Jatibarang Kholilurohman, di sela kegiatan di Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang Kidul, Jatibarang Brebes, Selasa malam (14/7).

Selain sholat malam, kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu diisi dengan materi keagamaan, keorganisasian, ke-aswaja-an dan materi tentang Islam Nusantara. “Kami sengaja kegiatan ini diadakan pada akhir bulan ramadhan agar tambah berkah,” terangnya. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam sambutannya, ketua PC IPNU Kabupaten Brebes Ferial Farkhan menyampaikan apresiasinya, karena Sanlat dan Makesta bisa meningkatkan pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah pada generasi remaja. Juga memberikan pemahaman tentang arti Islam Nusantara sesungguhnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Darussalam Jatibarang KH Soleh Muhammad Basalamah yang juga sebagai Mustasyar PCNU Brebes mengaku bangga ketika generasi muda yang tergabung dalam IPNU-IPPNU mengadakan acara pengkaderan semacam ini. 

“Hal ini menandakan bahwa NU di masa datang akan semakin baik. Terbukti para penerusnya memiliki semangat dalam belajar dan melanjutkan ajaran-ajaran pendahulunya,” ucapnya. (Wasdiun/Fathoni)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, Sunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Total Pengungsi Rohingya di Bangladesh Kini Capai 700 Ribu Jiwa

New York, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Juru bicara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Stephane Dujarric mengatakan, jumlah pengungsi Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh kini mencapai 480.000 orang, sejak eskalasi kekerasan memuncak pada 25 Agustus lalu.

"Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa jumlah pengungsi Rohingya yang telah meninggalkan Myanmar ke Bangladesh sejak akhir Agustus sekarang mencapai 480.000," katanya, Selasa (26/9), sebagaimana dikutip kantor berita Xinhua.

Total Pengungsi Rohingya di Bangladesh Kini Capai 700 Ribu Jiwa (Sumber Gambar : Nu Online)
Total Pengungsi Rohingya di Bangladesh Kini Capai 700 Ribu Jiwa (Sumber Gambar : Nu Online)

Total Pengungsi Rohingya di Bangladesh Kini Capai 700 Ribu Jiwa

Dengan demikian, menurut Stephane, total pengungsi Rohingya yang berada di Bangladesh saat ini mencapai lebih dari 700.000 orang. Seperti diketahui, Bangladesh telah menerima banyak pengungsi jauh sebelum tragedi akhir Agustus itu.

Rohingya ditolak kewarganegaraannya berdasarkan undang-undang kewarganegaraan Myanmar tahun 1982. Pemerintah Myanmar menganggap minoritas etnis Muslim ini sebagai imigran ilegal yang datang dari negara tetangganya, Bangladesh.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kini PBB bersama aktivis dari berbagai negara sedang berusaha membantu para pengungsi yang berjubel di Bangladesh. Mereka, terutama anak-anak, dalam kondisi memprihatinkan di tengah berbagai kendala makanan, air bersih, tempat tinggal, sanitasi, dan tentu saja trauma.

Nahdlatul Ulama sendiri telah mengirimkan delegasi sejak 23 September kemarin. Setelah melakukan kajian mendalam terhadap kebutuhan dan kondisi, tim memutuskan untuk fokus pada bantuan makanan, terutama untuk ibu dan anak-anak. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 29 Januari 2018

LP Ma’arif Sesalkan Carut-Marut UN

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (Ma’arif NU) HZ Arifin Junaidi menyesalkan carut-marutnya pelaksanaan ujian nasional (UN), sampai ada pengunduran jadwal UN di sebelas Provinsi.

LP Ma’arif Sesalkan Carut-Marut UN (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif Sesalkan Carut-Marut UN (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif Sesalkan Carut-Marut UN

“Peristiwa yang baru pertama kali terjadi sepanjang penyelenggaraan UN ini tak semestinya terjadi, dan tak boleh terulang lagi,” kata Arifin dalam rilisnya yang disampaikan kepada Duta Masyarakat, Senin (15/4).

Dikatakan Arifin, carut-marut UN ini jangan sampai mengorbankan para siswa peserta UN dengan isu-isu yang meresahkan. Ia juga berharap hal ini tidak kemudian dipolitisasi dan memperkeruh masalah. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Kami intruksikan kepada para pengurus Ma’arif, khususnya di seluruh cabang di sebelas Provinsi terkait, untuk ikut mengawasi dan menghindari politisasi kasus ini. Kami juga intruksikan kepada seluruh pengurus Ma’arif di Indonesia untuk ikut mengawasi berlangsungnya UN agar tak terjadi kebocoran atau kecurangan yang menodai pelaksanaan UN,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kepada para pengurus Ma’arif di sebelas Provinsi yang jadwal UN nya diundur, Arifin juga mengintruksikan agar bisa menenangkan suasana sehingga para siswa tak terganggu dalam mempersiapkan diri mengikuti UN. 

“Pengurus wilayah maupun cabang di sebelas Provinsi terkait diharapkan segera memberikan penjelasan kepada para siswanya, dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan di daerah masing-masing, juga lembaga terkait lainnya,” paparnya.

Arifin juga meminta para siswa di Sekolah Ma’arif seluruh Indonesia untuk tak tergoda oleh isu kebocoran UN, agar tetap fokus mengikuti UN. 

“Kami juga mendorong pihak yang terkait dengan masalah keterlambatan pencetakan soal UN sehingga menimbulkan pengunduran UN di sebelas Provinsi agar segera ditindak,” tandasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama, Nasional, Khutbah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

2 Faktor Menonjol Penyebab Berkembangnya Radikalisme menurut As’ad Said Ali

Bandung, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Di era sekarang, radikalisme muncul di sejumlah negara Islam termasuk di Indonesia. Penyebabnya tidak jauh berbeda yakni masalah politik baik internal maupun eksternal. Perbedaannya terletak pada ruang lingkupnya yang sejak akhir abad XX menjadi konflik yang berskala global dengan dibarengi aksi kekerasan dan terorisme.

2 Faktor Menonjol Penyebab Berkembangnya Radikalisme menurut As’ad Said Ali (Sumber Gambar : Nu Online)
2 Faktor Menonjol Penyebab Berkembangnya Radikalisme menurut As’ad Said Ali (Sumber Gambar : Nu Online)

2 Faktor Menonjol Penyebab Berkembangnya Radikalisme menurut As’ad Said Ali

Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) UPI Bandung KH As’ad Said Ali pada Seminar Nasional Pendidikan Perdamaian dan Upaya Pencegahan Radikalisme Agama yang diselenggarakan atas kerja sama Pergunu Jawa Barat dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, (16/5).

Menurut Mustasyar PBNU ini, berkembangnya radikalisme ini disebabkan oleh sejumlah faktor. Di antara berbagai faktor penyebab, ada dua faktor yang sangat menonjol. Pertama, banyak negara muslim yang belum berhasil merumuskan sistem politik dan pemerintahan di era modern.?

Lebih lanjut, Kiai As’ad mengatakan bahwa Al-Quran dan Hadits sendiri tidak secara eksplisit menentukan model sistem kenegaraan tertentu. Oleh karena itu, Para ulama menjadikan pengorganisasian masyarakat muslim Madinah sebagai contoh yang menjadi inspirasi pada sistem politik dan pemerintahan.?

Kaum radikalis, lanjutnya, menghendaki suatu negara teokratis dengan khilafah sebagai pemimpin tertinggi. Sebaliknya kaum moderat merumuskan sistem politik dengan pertimbangan realitas kekinian yang disesuaikan dengan syariat Islam serta perkembangan budaya setempat.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Perbedaan konsep kenegaraan inilah yang menjadi sumber konflik yang berujung pada kekerasan dan terorisme,” ujar mantan Wakil Kepala BIN ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedua, tambahnya, pasca perang dingin ada kecurigaan bahwa pihak Barat berusaha secara sistematik memaksakan sistem liberal/sekuler setelah merasa menang terhadap komunisme. Sistem liberal atau neo-liberalisme mereka anggap sebagai satu-satunya sistem yang mampu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan.?

Kaum neo-liberalisme ini, imbuhnya, menjadikan isu globalisasi sebagai pintu masuk penyebaran paham baik melalui campur tangan dalam penyusunan undang-undang negara muslim maupun penyebaran sekulerisme melalui media cetak, elektronik dan dunia maya untuk merubah kebudayaan kaum muslimin.?

Kaum muslim moderat tentu saja tidak menolak proses tersebut yang memang tidak bisa dihindari, tetapi dengan catatan adanya dialog yang sejajar atas dasar kepentingan bersama. Sebaliknya, kaum radikalis menolak dan melawan melalui kekerasan yang bersifat global, yakni terorisme. “Bahkan kaum radikal menjadikan kaum muslimin yang tidak sependapat dengan mereka sebagai target kekerasan,” ungkap As’ad. (Awis Saepuloh/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, Pemurnian Aqidah, PonPes Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Mengembangkan Perguruan Tinggi sebagai Media Diplomasi Internasional

Malang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang mengembangkan universitas sebagai media diplomasi internasional. UNIRA tergabung dalam jaringan Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT-NU). Hal ini dilakukan, agar mahasiswa dapat memahami kondisi ekonomi-politik global dan menjadi agen dari misi pendidikan Indonesia. 

Mengembangkan Perguruan Tinggi sebagai Media Diplomasi Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengembangkan Perguruan Tinggi sebagai Media Diplomasi Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengembangkan Perguruan Tinggi sebagai Media Diplomasi Internasional

Misi ini tercermin, dalam Ambassador Lecture "Comprehensive Interactive an Efficient Approach for ASEAN-China Economically and Socially Integration", di Auditorium Unira, Malang, pada Sabtu, 07 Oktober 2016. Agenda ini, dihadiri oleh Tim Young (Executive Board of Jakarta Foreign Correspondents Club and Chief of Correspondent of CED ASEAN Bureau). 

Dalam agenda ini, Rektor UNIRA, Hasan Abadi mengungkapkan bahwa pimpinan kampus berusaha mendorong UNIRA sebagai universitas yang berjejaring di level internasional dan menjadi media diplomasi. 

"Kami ingin agar UNIRA berjejaring tidak hanya di level nasional, namun juga internasional. Dengan kedutaan China, kami sedang menjalin kerjasama tentang pengembangan masyarakat, di antaranya Green Technology dan peningkatan SDM perempuan desa," terang Hasan Abadi, yang juga Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Kabupaten Malang. 

Tim Young, dalam forum Ambassador Lecture, mengungkapkan bahwa Indonesia dan China harus bersama-sama mengembangkan potensinya. "Hubungan kerjasama antara pemerintah Indonesia dan China perlu diintensifkan lagi, tidak hanya dalam politik dan ekonomi, namun juga dalam pendidikan, kebudayaan dan dimensi sosial," terang Tim Young, yang menjadi Executive Board Member of Jakarta Foreign  Correspondent Club. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam analisanya, Tim Young berharap generasi muda, khususnya akademisi UNIRA Malang, memahami peta diplomasi global, sekaligus berperan aktif dalam perbaikan bangsa. "Saya harap, dengan kerjasama antara Pemerintah dan beberapa lembaga China dengan kampus UNIRA, akan terbentuk kesepahaman dalam pemberdayaan masyarakat serta pengembangan ekonomi di antara kedua negara," ungkap Tim. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia berharap, kerjasama China dan Indonesia  dalam pengembangan infrastruktur, khususnya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dapat terealisasi dengan maksimal. "Kami berjanji dengan Presiden Joko Widodo agar proyek ini selesai sebelum tahun 2019. Jadi, kami berharap dukungan dari semua pihak agar dapat bekerja efektif," jelas Tim Young. 

Agenda Ambassador Lecture merupakan kerjasama antara Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial (FEIS) UNIRA dengan Economic Daily-JFCC, untuk peningkatan pemberdayaan masyarakat dan diplomasi internasional. Saat ini, UNIRA dan beberapa lembaga dari China sedang menjalin kerjasama dalam pengembangan riset dan pemberdayaan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Wabup Probolinggo: Santri Harus Kuasai Ilmu Agama dan Teknologi

Probolinggo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Semangat santri masa kini harus mampu menguasai ilmu agama dan teklonogi. Hal ini penting dilakukan agar santri tidak mudah dibodohi dan mampu memiliki bekal ketrampilan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo H Ahmad Timbul Prihanjoko dalam kegiatan dzikir dan sholawat yang digelar oleh Pemkab Probolinggo bekerja sama dengan Pengurus Cabang LDNU Kota Kraksaan di Lapangan Kecamatan Pajarakan, Sabtu (22/10) malam.

Wabup Probolinggo: Santri Harus Kuasai Ilmu Agama dan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabup Probolinggo: Santri Harus Kuasai Ilmu Agama dan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Wabup Probolinggo: Santri Harus Kuasai Ilmu Agama dan Teknologi

"Marilah para santri yang ada di Kabupaten Probolinggo bersama-sama memberikan kontribusi yang positif demi mendukung program pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Probolinggo," katanya.

Menurut Timbul, seorang santri harus selalu mengedepankan akhlak dan kejujuran dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sebab santri itu adalah bagian dari harapan masa depan bangsa Indonesia.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Sebagai seorang santri, marilah dalam setiap gerak langkah kaki kita, khususnya dalam kehidupan sehari-hari senantiasa bercermin kepada Hadratus Syaikh KH Hasyim Ashari. Sebab beliaulah yang telah mencetuskan Resolusi Jihad demi perjuangan santri," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam kesempatan tersebut juga ditampilkan teatrikal perjuangan santri dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Dimana para santri dengan gigihnya berjuang melawan penjajah lewat Resolusi Jihad.

Kegiatan yang digelar untuk memperingati Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2016 ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus PCNU Kota Kraksaan hingga tingkat Ranting, baik lembaga maupun badan otonom. Dzikir dan sholawat ini diikuti oleh ribuan santri dari berbagai daerah di Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Fathoni)Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, Ahlussunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Kiai NU Sudah Saatnya Dakwah di Dunia Maya

Purwakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Di era digital seperti sekarang, kiai NU semestinya tidak hanya berdakwah di dunia nyata tapi harus mulai berdakwah di dunia maya. Karena daya jangkau yang lebih luas, praktis dan privasi yang kuat membuat dakwah di dunia maya ini menjadi sangat penting.

Demikian salah satu poin yang disampaikan oleh KH Maman Imanulhaq saat mengisi materi dalam kegiatan Pendidikan Kader NU di Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Ahad (28/2).

Kiai NU Sudah Saatnya Dakwah di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai NU Sudah Saatnya Dakwah di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai NU Sudah Saatnya Dakwah di Dunia Maya

"Memperkuat? dakwah di hadapan jamaah majelis taklim, pesantren, dan publik secara langsung harus tetap dijalankan," kata Kang Maman yang saat ini dipercaya sebagai Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Keadaan zaman ini juga mengharapkan para kiai untuk menyapa dan menyentuh pengguna media sosial yang didominasi oleh anak-anak muda, kaum kosmopolitan, dan kelompok sekuler yang haus akan nilai spiritualitas yang rasional, toleran, dan damai.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kita harus mengakui bahwa kiai-kiai NU masih belum banyak mengisi ruang dakwah cyber," tambahnya.

Untuk itu, kita mengharapkan para kiai untuk memanfaatkan jaringan internet, terutama media sosial agar ajaran-ajaran Islam yang moderat, toleran, damai dan rahmatan lil alamin dapat menyentuh jamaah yang ada di dunia maya.

"Adanya propaganda intoleransi, radikalisasi, terorisme, pornografi dan amoral di dunia maya itu karena kurang berperannya kelompok moderat di sana," kata Pengasuh Pesantren Al-Mizan ini.

Menurut Kang Maman, sebuah postingan di media sosial dapat memberikan pengaruh terhadap sebuah kebijakan publik atau bisa juga dijadikan sebagai rujukan media massa.

"Saya pernah ngetwit kemudian banyak yang baca karena followers saya banyak, kemudian twit tersebut dijadikan sebagai rujukan kebijakan," tambahnya.

Para kiai juga diharapkan menggandeng anak muda untuk mendokumentasikan pengajian kitab kuning di pesantren, ceramah di majelis dan tablig akbar para kiai NU yang berisi ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah, prinsip? ke-NU-an, dan nilai kebangsaan.

Tiga hal yang menjadi ciri khas kiai NU ini kemudian diunggah di medsos dan Youtube agar bisa diakses publik yang lebih luas di seluruh dunia. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, AlaSantri, Habib Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Asrul Sani Pelopor Seni Budaya Nasional

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pergolakan seni dan budaya kental dengan kehidupan Asrul Sani. Lekra yang bertendensi pada realisme sosial dan Manikebo yang cenderung pada humanisme liberal membuat Asrul Sani gelisah akan seni dan budaya negerinya sendiri. Dia memandang bahwa seni budaya nasional Indonesia bernilai jauh lebih tinggi dibanding dengan dua paradigma Barat tersebut.

Demikian ditegaskan sejarawan Agus Sunyoto di Kantor Redaksi Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kamis, (27/3) di sela-sela persiapan penobatannya sebagai penulis kreatif pada anugerah Hadiah Asrul Sani (HAS).

Asrul Sani Pelopor Seni Budaya Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Asrul Sani Pelopor Seni Budaya Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Asrul Sani Pelopor Seni Budaya Nasional

“Karena itu, Asrul Sani bersama Jamaludin Malik dan Usmar Ismail mendirikan Lesbumi (Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia) agar seni dan budaya nasional lebih terangkat,” jelas Penulis buku Atlas Wali Songo ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lebih jauh, dia menuturkan bahwa di tahun 1950 an seni dalam aspek perfilman dikuasai oleh film Amerika saat itu, nyaris tidak ada film nasional. Setelah Asrul Sani dan kawan-kawan muncul dan merespon, munculah film-film nasional yang menggusur dominasi film Amerika.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Film nasional menjadi primadona saat itu,” kata Agus. Dia juga menjelaskan bahwa kegigihan Asrul Sani dalam membendung arus kesenian Lekra dan kesenian sastra Manikebo yang jauh dari rasa nasionalisme harus dapat diteladani dan dibedah lebih jauh.

“Sebetulnya ini tugas Lesbumi agar sosok dan karakter seni serta budaya dari seorang Asrul Sani lebih dikenal lagi oleh generasi sekarang,” tegasnya.

“Dia tidak terpengaruh oleh budaya orang-orang di sekelilingnya yang lebih cenderung sosialis dan liberalis, berangkat dari nasionalismenya itulah lahir Lesbumi,” pungkasnya.

Bersama Usep Romli HM, Tatiek Maliyati, H Chisni, dan H Muammar ZA, Agus Sunyoto akan menerima anugerah Hadiah Asrul Sani (HAS) dalam gelaran Pidato Kebudayaan Ahmad Tohari, Jumat (28/3), di Aula PBNU Jakarta pukul 19.30. (Fathoni/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaNu, Khutbah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Rais Aam dan Ketum PBNU di 7 Hari Wafatnya Sang Guru Kader

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar penghormatan di hari ke tujuh meninggalnya Wakil Ketua Umum PBNU, KH Slamet Effendy Yusuf. Yasin dan tahlil akan dibacakan untuk almarhum, Rabu malam (9/12) di Masjid An-Nahdlah PBNU Jakarta.

Wakil Sekretaris PBNU, Ishfah Abidal Aziz mengatakan, bahwa sebelum dibacakan Yasin dan tahlil, juga akan dibacakan Tahtimul Quran Bil Ghoib oleh Pengurus Pusat Jamiyatul Qurra Wal Huffazh (JQH NU).

Rais Aam dan Ketum PBNU di 7 Hari Wafatnya Sang Guru Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam dan Ketum PBNU di 7 Hari Wafatnya Sang Guru Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam dan Ketum PBNU di 7 Hari Wafatnya Sang Guru Kader

“Dari jam 7 pagi tadi, sampai sore nanti, para huffazh atau penghafal Al-Qur’an ini akan membacakan 30 juz di masjid PBNU,” katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lebih lanjut, Ishfah menerangkan, dipuncak kegiatan (Yasin dan tahlil) akan dihadiri oleh Rais Aam PBNU, KH Ma’ruf Amin, Katib Aam PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan juga para pengurus lain.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Akan ada sambutan dari pengurus dan juga ada pembacaan testimoni untuk sang guru kader, KH Slamet Effendy Yusuf,” imbuhnya.

Ia menambahkan, selain dari jajaran pengurus Nahdlatul Ulama, juga akan ada dari perwakilan keluarga almarhum. “Kami sudah undang pihak keluarga, Insyaallah akan hadir,” ungkap Ishfah saat diwawancarai.

Sampai berita ini diturunkan, di Masjid An-Nahdlah PBNU, pembacaan Tahtimul Quran Bil Ghoib oleh tim JQH NU sedang berlangsung. (Faridur Rohman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Sunnah, Khutbah, Ahlussunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2

Semarang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pendukung Al-Hikmah FC menggemakan Asmaul Husna di lapangan Yon Arhanudse 15 kota Semarang, Jawa Tengah. Semangat dukungan dari santri ini tak putus memberikan semangat kepada tim kesayangan mereka dari Ngadipurwo Blora tersebut, Ahad (4/9).

Lawan dari Al-Hikmah FC dari pesantren Kauman Rembang atau "Mbah Sambu FC”.? ? Pemenang dari pertandingan ini akan melawan Binsa FC (Pesantren Bina Insani Kabupaten Semarang) di partai final yang digelar sore ini sekitar 15.30.

Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2 (Sumber Gambar : Nu Online)
Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2 (Sumber Gambar : Nu Online)

Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2

"Hafalan Asmaul Husna ini menjadi pembuka tiap kali memulai belajar di pesantren," papar Gus Habib (pengasuh Al-Hikmah).

Selain Asmaul Husna, mereka meneriakkan lagu Ya Ahlal Wathan dan lagu khas NU lain sambil mengibarkan bendera NU.? Tak lupa mereka lalaran kitab Amtsilah al-Tashtifiyyah dengan membawa kitab langsung. (Zulfa/Abdullah Alawi)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Berita, Khutbah, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Ikuti, Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional ISNU Banyumas!

Banyumas, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Banyumas, Jawa Tengah, mengadakan lomba menulis karya tulis ilmiah (LKTI) tingkat nasional. Hal ini didorong oleh keinginan agar masyarakat turut menyumbang pemikiran terhadap berbagai problematika umat.

Ikuti, Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional ISNU Banyumas! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikuti, Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional ISNU Banyumas! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikuti, Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional ISNU Banyumas!

Secara khusus, ISNU Banyumas menantang peserta lomba untuk menulis dari tema besar yaitu “Rekonstruksi Kinerja NU di Era Global” dengan panjang tulisan 15-20 halaman.

Tulisan dapat dikirim ke email rohman.boys@gmail.com atau dikirim langsung ke sekretariat panitia di Pesantren Mahasiswa An-Najah, Jalan Moh Besar Kutasari Purwokerto, paling lambat tanggal 7 September 2015 (cap pos). Tentang persyaratan peserta dan hadiah, informasinya dapat diakses di situs www.isnubanyumas.org.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua panitia, Suparjo, mengatakan ke depan kegiatan ini merekomendasikan konsep dan instrumen teknis penting dalam mendukung kemajuan kesejahteraan bangsa. Hasil lomba ini akan dibukukan dan diseminarkan.

"Jadi tidak sekadar lomba memenuhi syarat kepentingan formal semata, namun ada spirit untuk menata kehidupan berbangsa dan bernegara untuk lebih baik. Kami tunggu partisipasi masyarakat untuk ikut serta dalam lomba yang memang ditujukan umum untuk semua kalangan," imbuhnya, Rabu (8/7).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Humas panitia LKTI Nasional, Ulul Huda, berharap melalui kegiatan ini banyak sumbangan pemikiran kaum intelektual untuk kemajuan sumber daya manusia khususnya warga NU di Banyumas.

"Ini juga menjadi bagian dari pemberdayaan kaum intelektual untuk berkontribusi untuk memberikan edukasi dan pengawasan sosial di sekitarnya. Dengan pemikiran mereka, kami yakin dapat diperoleh berbagai alternatif pemecahan masalah," jelasnya. (Susanto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, Kajian Islam, Lomba Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Perintah, Hukum, Macam dan Bacaan Takbir

Pada dasarnya membaca takbir adalah sebagain dari dzikir. Karena dengan bertakbir itu seseorang akan ingat kepada keagungan Allah swt Sang Pencipta. Oleh karena itu tidak ada larangan dalam bertakbir selama masih dalam batas kewajaran.

Sesuai petunjuk aturan pembacaan takbir, terbagi dua macam takbir mursal dan takbir muqayyad. Takbir mursal adalah pembacaan takbir yang tidak terikat waktu, karena dianjurkan sepanjang malam. Seperti takbir di malam idu fitri dan idul adha. Adapun takbir muqayyad adalah takbiran yang terbatas pada waktu, seperti pembacaan takbir setiap selesai sahalat lima waktu selama hari raya idu adha dan hari tasyrik, 11.12 dan 13 dzul hijjah.

Anjuran pembacaan takbir ini berlandaskan pada surat al-Baqarah ayat 185:

Perintah, Hukum, Macam dan Bacaan Takbir (Sumber Gambar : Nu Online)
Perintah, Hukum, Macam dan Bacaan Takbir (Sumber Gambar : Nu Online)

Perintah, Hukum, Macam dan Bacaan Takbir

? ? ? ? ? ? ? ?

Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.?

Begitu juga anjuran Rasulullah saw dalam haditsnya yang berbunyi:

? ? ?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hiasilah hari raya kalian dengan memperbanyak membaca takbir

Anjuran memperbanyak takbir ini sepadan dengan imbalan yang dijanjikan karena sabda rasulullah saw:

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Perbanyaklah membaca takbiran pada malam hari raya (fitri dan adha) karena hal dapat melebur dosa-dosa.

Dari berbagai dalil di atas para faqih menghukumi pembacaan takbir sebagai sebuah kesunnatan. Sebagaimana yang ditrangkan dalam kitab Fathul Qarib

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ? ?) ? ? ? ? ? ?

Disunnahkan membaca takbir bagi lagi-laki dan perempuan, di rumah maupun di perjalanan, di mana saja, di jalanan, di masjid juga di pasar-pasar mulai dari terbenarmnya matahari malam idul fitri hingga Imam melakukan shalat id.

Adapun bacaan takbir secara lengkap adalah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ?, ? ?, ? ? ? ?, ? ?, ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ?

Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-sebanyak puji, dan Maha suci Allah sepanjang pagi dan sore, tiada Tuhan(yang wajib disembah) kecuali Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya, dengan memurnikan agama Islam, meskipun orang-orang kafir, orang-orang munafiq, orang-orang musyrik membencinya. Tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dengan ke Esa anNya, Dia dzat yang menepati janji, dzat yang menolong hambaNya dan memuliakan bala tentaraNya dan menyiksa musuh dengan ke Esa anNya. tiada Tuhan (yang wajib disembah) kecuali Allah dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji hanya untuk Allah.

Namun sering juga pembacaan takbir secara singkat dan lebih umum

? ?, ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Inilah Doa Lengkap Berbuka Puasa

Kita disunahkan membaca doa berbuka puasa. Tentu saja doa ini berlaku bagi mereka yang berbuka puasa. Lantaran isi doanya menyatakan bahwa yang berdoa itu memang berpuasa. Doa berbuka puasa ini memang dianjurkan mengingat hampir semua aktivitas digantungkan pada doa.

Demikian disebutkan Sulaiman Bujairimi dalam Hasyiyah Iqna’

Inilah Doa Lengkap Berbuka Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Doa Lengkap Berbuka Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Doa Lengkap Berbuka Puasa

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.?

Tuhanku, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezeki-Mu aku membatalkannya. Sebab dan kepada-Mu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah. Dan insya Allah pahala sudah tetap.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Wahai Dzat Yang Luas Karunia, ampuni aku. Segala puji bagi Tuhan yang memberi petunjuk padaku, lalu aku berpuasa. Dan segala puji Tuhan yang memberiku rezeki, lalu aku membatalkannya.

Doa ini ditutup dengan permohonan ampun. Penutup doa ini menjadi menarik karena kemungkinan banyak pelanggaran yang semestinya tidak dilakukan orang berpuasa. Pelanggaran-pelanggaran itu memang tidak membatalkan tetapi bisa saja merusak pahala puasa.

Kita bisa jadi hanya berpuasa secara formal, namun kehilangan semangat puasa. Contoh pelanggaran yang mungkin ialah kurang syukur, kurang sabar, atau merasa diri perlu dihormati karena puasanya, atau merasa diri lebih tinggi di hadapan Allah karena puasa. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Kelompok Abu Sayyaf Bebaskan Dua Wartawan

Manila, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kelompok gerilyawan Abu Sayyaf membebaskan dua awak televisi Filipina, yang ditahan bersama seorang wartawan Jordania hampir delapan bulan lalu di Filipina selatan, kata polisi.

Sandera Buboy Letriro dan Ramil Vela dibebaskan pada Sabtu petang di pulau Jolo, Filipina selatan, tempat gerilyawan Abu Sayyaf menahan mereka sejak Juni tahun lalu, kata kepala kepolisian daerah Noel Delos Reyes kepada AFP.

Kelompok Abu Sayyaf Bebaskan Dua Wartawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelompok Abu Sayyaf Bebaskan Dua Wartawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelompok Abu Sayyaf Bebaskan Dua Wartawan

Delos Reyes mengatakan tidak mengetahui nasib atau keberadaan wartawan Jordania dari jaringan televisi Al Arabiya yang bermarkas di Dubai, Bakr Atyani.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Segera setelah mereka dibebaskan mereka menelepon keluarga-keluarga mereka dari satu kamar hotel di Jolo," kata Delos Reyes.?

"Mereka kemudian dibawa pihak berwenang ke ibu kota provinsi itu untuk diperiksa kesehatan," ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Delos Reyes mengatakan situasi tentagn bagaimana kedua orang itu dibebaskan tetap tidak jelas. Namun ia membantah bahwa uang tebusan telah dibayarkan kepada Abu Sayyaf.

Kedua awak televisi itu pergi bersama Atyani ke Pulau Jolo Juni tahun lalu , tetapi hilang sehari setelah mreka tiba.

Polisi di Jolo mengatakan tiga orang ditahan Abu Sayyaf, satu kelompok gerilyawan yang dituduh terlibat dalam serangan paling buruk di negara itu serta penculikan terhadap para warga asing.

Pasukan khusus Amerika Serikat secara bergiliran berada di Filipina selatan selama lebih dari 10 tahun untuk melatih pasukan lokal dalam menumpas kelompok pro-AlQaida yang berada dalam daftar Washington sebagai organisasi-organisasi teroris asing.

?

Redaktur: Hamzah Sahal

Sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sholawat, Khutbah, Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Impian Damai di Hari Amal Bakti Ke-71 Kemenag

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-71 Kementerian Agama RI Tahun 2017 menyisakan sejumlah impian bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satunya ASN bernama Ahmad Damai, pegawai yang mengabdi di Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Sekretariat Jenderal Kemenag.

Damai berharap mampu melahirkan atlet bulutangkis yang akan mengharumkan nama bangsa dan negara, khususnya keluarga besar Kemenag. Putri sulungnya, Aida Damayanti, kini tercatat sebagai siswi kelas XI SMA Plus Pembangunan Jaya Bintaro, Tangerang Selatan. Sebuah sekolah yang khusus mencetak atlet berbagai cabang olahraga.

Impian Damai di Hari Amal Bakti Ke-71 Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)
Impian Damai di Hari Amal Bakti Ke-71 Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)

Impian Damai di Hari Amal Bakti Ke-71 Kemenag

“Kepada Aida, saya selalu memberi semangat untuk terus berlatih. Hormat kepada pelatih/guru dan orang yang lebih tua. Jangan putus asa, jangan tinggalkan shalat. Saya tekankan juga untuk selalu berdoa semoga apa yang dicita-citakan dikabul Allah SWT,” ujar Damai usai mengikuti upacara HAB ke-71 Kemenag di lapangan banteng, Selasa (3/1).

Setiap malam, lanjut Damai, selain sholat malam ia juga menambah amalan membaca yasin, tahlil dan ratib al-Haddad. “Ini semua demi keberhasilan anak saya yang ingin menjadi atlet internasional,” tandasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dukungan yang diberikan Damai kepada anaknya telah ia lakukan sejak Aida masih belia. Suatu ketika, ia pernah menyuruh anaknya berlari mulai dari GOR Ragunan hingga rumahnya di bilangan Kalibata.?

“Hampir sepuluh kilometer anak saya lari. Agar fisiknya tetap sehat,” ungkap Wakil Ketua LKKNU DKI Jakarta ini.

Sebagai aktivis Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama di Ibukota, Damai ingin memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. “Sebab saya juga suka olahraga. Khususnya bulutangkis,” ujarnya bangga.

Dikonfirmasi terpisah, Aida Damayanti mengatakan motivasinya masuk sekolah bulutangkis hendak membanggakan kedua orang tua dan menggapai impiannya sejak kecil, yakni menjadi juara dunia di cabang bulutangkis.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sejumlah kejuaraan di berbagai kota baik di Jawa maupun luar Jawa telah ia ikuti. Mulai Sirkuit Nasional (Sirnas) Jakarta, Semarang, Magelang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, hingga Bali, Manado, Makassar dan Palembang.

Gadis kelahiran Jakarta 29 Januari 2001 yang memiliki hobi mendengarkan musik, berenang, dan baca novel ini pada April 2016 silam, menyabet juara 2 di ajang Walikota Cup 2016 yang digelar di GOR Bima, Kota Cirebon. Saat itu, Aida turun di nomor ganda putri dengan pasangannya Dinda Dwi Nurcahya sukses masuki babak final.

Saat ditanya bagaimana perasaannya menghabiskan masa remaja di gelanggang olah raga, sementara anak-anak seusianya bisa leluasa bermain usai sekolah, Aida mengaku tidak masalah.?

“Soal kehilangan masa remaja sudah pasti yaa. Karena menghabiskan waktu untuk terus berlatih. Tapi buat saya, nggak masalah demi kebaikan dan untuk menggapai cita-cita saya ke depan,” pungkas Aida. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pendidikan, Khutbah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Dilantik, IPNU Kota Bekasi Deklarasi Pelajar untuk Toleransi

Bekasi, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kota Bekasi resmi dilantik oleh Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IPNU, Asep Irfan Mujahid, di Gedung NU Centre El-Said, Rawalumbu, Kota Bekasi, pada Sabtu (1/4). Acara pelantikan itu diselingi dengan acara “Deklarasi Pelajar Untuk Toleransi”.

Ketua PC IPNU Adi Prastyo mengatakan, deklarasi tersebut sebagai langkah inisiatif untuk mengamalkan nilai-nilai toleransi sejak masih pelajar. Sebab hal itu diyakini sejalan dengan cita-cita Kota Bekasi. Penyangga ibu kota ini merupakan daerah yang heterogen sehingga toleransi mesti dijunjung untuk menciptakan kota yang maju, sejahtera, dan ihsan.

Dilantik, IPNU Kota Bekasi Deklarasi Pelajar untuk Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, IPNU Kota Bekasi Deklarasi Pelajar untuk Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, IPNU Kota Bekasi Deklarasi Pelajar untuk Toleransi

"Wali Kota pernah menyampaikan ingin menjadikan Kota Bekasi sebagai contoh toleransi bagi daerah-daerah lain. Maka, deklarasi pelajar untuk toleransi itu sangat sejalan dengan cita-cita Wali Kota," kata Tyo, sapaan akrab Adi Prastyo saat menyampaikan sambutan di NU Centre El-Said.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pada kesempatan itu, dia memohon doa restu dari pengurus PCNU setempat, para senior, dan majelis alumni IPNU untuk senantiasa memberikan bimbingan dan motivasi bagi pengurus PC IPNU Kota Bekasi masa khidmah 2017-2019.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu, ketua demisioner PC IPNU, Rizki Topananda mengatakan, IPNU dan IPPNU adalah garda awal pangaderan NU. Kota Bekasi yang heterogen, isu toleransi sangat strategis untuk dikemukakan. Hal tersebut harus sudah selesai di kalangan pelajar, pemuda, dan remaja. Sehingga ketika dewasa, sudah tidak kaget melihat keragaman yang ada.

"IPNU sebagai generasi muda NU harus paham soal toleransi, jangan sampai gagal paham. Kita harus paham pemikiran ulama-ulama NU. Saat bicara kebangsaan dan keagamaan, NU adalah gudangnya. Indonesia akan terus aman kalau NU masih ada," ujar Rizki.

Dia menambahkan, melihat perbedaan harus lebih arif dan bijaksana. Kalau ada permasalahan umat dan kebangsaan, harus diadakan kajian terlebih dulu. Hal itu agar Islam Ahlussunnah wal Jamaah ala Nahdlatul Ulama akan terus menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pelantikan tersebut dihadiri beberapa tokoh, di antaranya Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sekaligus Mustasyar PCNU Kota Bekasi Abdul Manan, Katib Syuriah PCNU Acep Basuni, Anggota DPRD Komisi A yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Bekasi Anim Imanuddin, dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Benny Surya. (Aru Elgete/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock