Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Koin NU Sragen Tahun Ini Ditargetkan 5 Miliar

Sragen, Kedung Sukun Adiwerna Tegal



Program “Gerakan Koin NU Nusantara Menuju Mandiri” kini telah mencapai angka Rp 2 miliar. Meski telah mendapatkan dana cukup besar, Pengurus NU Sragen akan terus meningkatkan perolehannya dengan target mencapai Rp 5 miliar.

“Tahun ini, target dapat menembus angka Rp 5 milyar,” kata Ketua LAZISNU Sragen, Suranto, saat dihubungi Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Senin (17/4).

Koin NU Sragen Tahun Ini Ditargetkan 5 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)
Koin NU Sragen Tahun Ini Ditargetkan 5 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)

Koin NU Sragen Tahun Ini Ditargetkan 5 Miliar

Menurutnya, angka tersebut diharapkan dapat tercapai, mengingat potensi warga NU yang tersebar di 20 kecamatan wilayah Kabupaten Sragen.

Dipaparkan Suranto, program ini telah berjalan hampir satu tahun. “Berjalan bertahap dari 20 kecamatan. Paling awal MWCNU Karang Malang, yakni setahun lalu. Kemudian yang terbaru MWCNU Kalijambe baru mengawali,” ungkap dia.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk saat ini, lanjut Ranto, pemanfaatan dana baru digunakan untuk menambah jumlah kotak koin, yang kemudian akan dibagikan ke jamaah secara cuma-cuma. “Ada 38.591 kotak koin yang sudah kita bagikan ke warga dan akan terus bertambah,” terangnya.

Sebelumnya program “Gerakan Nasional Koin NU” di wilayah NU Sragen juga telah mendapatkan apresiasi langsung dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj.

Apresiasi Kiai Said disampaikan langsung saat membuka peresmian“Gerakan Nasional Koin NU” di Sragen, belum lama ini (14/4). (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawii)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Bahtsul Masail, Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Datangi Bareskrim, Ahok Klarifikasi Al-Maidah 51

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal



Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendatangi Kantor Bareskrim Polri, di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat untuk berkoordinasi dengan penyidik terkait kasus dugaan penistaan agama tertentu yang melibatkannya.

"Saya pikir saya datang supaya bisa memberikan klarifikasi kepada polisi atas kasus di Pulau Seribu. Yang soal surat Al Maidah," kata Gubernur Ahok, di Jakarta Pusat, Senin.

Datangi Bareskrim, Ahok Klarifikasi Al-Maidah 51 (Sumber Gambar : Nu Online)
Datangi Bareskrim, Ahok Klarifikasi Al-Maidah 51 (Sumber Gambar : Nu Online)

Datangi Bareskrim, Ahok Klarifikasi Al-Maidah 51

Ahok pun langsung bergegas masuk ke dalam kantor Bareskrim. "Nanti ya, nanti ya," katanya pada awak media.

Sementara Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Agus Andrianto mengatakan Bareskrim belum menjadwalkan pemeriksaan Ahok dalam kasus ini. "Dia (Ahok) datang atas inisiatif sendiri. Dia minta waktu untuk diperiksa," kata Brigjen Agus saat dikonfirmasi.

Sejauh ini polisi sudah meminta keterangan sembilan orang saksi termasuk penyebar video ke media sosial dan staf gubernur. Polisi juga telah menyambangi Kepulauan Seribu untuk meminta keterangan warga setempat soal video pidato Ahok.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebelumnya, potongan video Ahok berbicara di hadapan warga Kepulauan Seribu beredar viral di media sosial karena dirinya menyebutkan adanya pihak-pihak yang melarang untuk memilih pemimpin non-muslim dengan dasar isi dari surat Al Maidah ayat 51, sehingga pernyataannya tersebut mengundang kontroversi publik.?

Ahok sudah menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram miliknya, @basukibtp dan menganjurkan masyarakat melihat langsung video versi utuh agar dapat menerima pernyataannya secara lengkap tanpa dipotong, terutama pada menit 23.40 hingga 25.35. (Antara/Mukafi Niam)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota

Sumenep, Kedung Sukun Adiwerna Tegal 

Baitul Mal wat Tamwil Nuansa Umat (BMT NU) Gapura menggelar rapat tahunan dengan melibatkan perwakilan 150 anggota dari jumlah anggota 2.500 arang, Rabu (2/1) di Aula MWC NU Gapura. 

BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota

Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua PCNU Sumenep H A. Pandji Taufiq dan Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi dan SDM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumenep, Akhmad Zaini.

Rapat Anggota Perencanaan (RAP) Tahun Buku 2013 tersebut membahas enam hal, yaitu pembahasan perubahan standar operasional manajemen ( SOM) dan standar operasional prosedur (SOP), pembahasan program jangka pendek dan jangka panjang tahun 2013-2015, pembahasan program prioritas tahun 2013, pembahasan program kerja tahun 2013, pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) tahun 2013, dan pengesahan hasil RAP.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi dan SDM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumenep, Akhmad Zaini, mengapresiasi keberadaan BMT NU Gapura. 

“Pengurus dan pengelola dari tahun 2004 sampai 2012 sudah menampakkan kinerja yang baik. Hal ini dapat dilihat dari prestasi yang telah diraih,” katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selama ini, penghargaan yang sudah diraih adalah Juara 1 Tingkat Jawa Timur kategori Koperasi Jasa Keuangan Syariah, Juara 1 Expo Ekonomi Syariah, Juara 2 Tingkat Jawa Timur Koperasi Simpan Pinjam Konvensional-Syariah dan masuk Nominasi Liputan 6 SCTV Award.

“Tahun 2012 Bupati Sumenep menerima penghargaan Paramdhana Utama Nugraha Koperasi berkat sumbangan kinerja dari KJKS BMT NU Gapura,” terangnya.

Ia mengingatkan, pengelola BMT NU sekalipun sudah berhasil mendirikan beberapa cabang koperasi tidak puas sampai disitu. “Namun jangan sampai merasa puas dengan hal itu. Maka, kinerjanya perlu terus ditingkatkan,” pesannya.

Sementara Ketua PCNU Sumenep H A Pandji Taufiq daam sambutannya mengajak hadirin agar menjalin kerjasama do’a, dukungan, dan aksi nyata untuk mengembangkan BMT NU kedepan.

“Ini dalam rangka share kenikmatan Allah antar Nahdliyyin biar bisa memperkuat  NU,” katanya.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: M Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ubudiyah, Nusantara, Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Ini Adab Menyembelih Hewan Qurban menurut Rais Syuriyah PBNU

Pringsewu, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, MAg menyikapi praktik di masyarakat dalam menyembelih hewan hewan qurban. Menurut Gus Ishom, panggilan akrabnya, di masyarakat sering dipraktikkan tata cara menyembelih hewan qurban yang tidak menggunakan adab atau tata penyembelihan yang baik.

Ini Adab Menyembelih Hewan Qurban menurut Rais Syuriyah PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Adab Menyembelih Hewan Qurban menurut Rais Syuriyah PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Adab Menyembelih Hewan Qurban menurut Rais Syuriyah PBNU

Hal ini disampaikan Gus Ishom di depan Jamaah Ngaji Ahad (Jihad) Pagi, Ahad (20/9) yang rutin dilaksanakan di Gedung NU Pringsewu. Jihad Pagi ini dimoderatori oleh H Sujadi yang merupakan Mustasyar PCNU Pringsewu.?

Gus Ishom menyebutkan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan petugas penyembelih adalah dengan menyembelih hewan qurban di depan hewan qurban lain. "Jangan lakukan tindakan yang seakan meneror kepada hewan-hewan qurban lain. Makanya kadang ada ditemukan hewan yang mengamuk sebelum disembelih karena diteror seperti itu," ungkapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Tindakan teror lain yang tidak sesuai dengan adab menyembelih adalah menghunus alat menyembelih di depan hewan qurban. "Kadang malah ada penjagal yang mengasah pisaunya di depan kepala hewan yang akan di sembelih. Hal ini tidak baik dilakukan karena para sahabat nabi pernah mengingatkan akan hal-hal tersebut," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain hal itu, Gus Ishom juga menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berqurban ditinjau dari Ilmu Fiqh. Hal tersebut di antaranya mengenai diperbolehkannya melakukan qurban yang diniatkan untuk orang lain atau orang yang sudah meninggal dunia. Hal ini dijabarkan Gus Ishom dengan merujuk kepada Kitab Fiqh Bajuri Juz 2 halaman 378.

Dalam kitab tersebut juga dijelaskan bahwa qurban ada yang hukumnya sunnah dan ada yang wajib. "Sunnah jika memiliki niatan mendekatkan diri kepada Allah dan wajib jika yang akan berqurban memiliki nadzar atas qurbannya," terangnya. "Dan yang wajib ini, yang berqurban tidak diperbolehkan memakan daging qurbannya," tambahnya.

Berkaitan dengan hal ini, H Sujadi berharap materi yang telah disampaikan dapat menambah pemahaman agar dapat berkurban sesuai dengan tuntunan. "Mudah mudahan seluruh qurban dan pengorbanan yang dilakukan di Hari Raya Idul Adha kali ini di terima oleh Allah SWT," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Ubudiyah, Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Tentara Myanmar Buka Penyelidikan Internal Kekejaman atas Rohingya

Yangon, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Militer Myanmar mengaku mulai mengadakan penyelidikan internal atas perilaku tentaranya atas tudingan adanya praktik pembunuhan terhadap Muslim Rohingya.

Tentara Myanmar Buka Penyelidikan Internal Kekejaman atas Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Tentara Myanmar Buka Penyelidikan Internal Kekejaman atas Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Tentara Myanmar Buka Penyelidikan Internal Kekejaman atas Rohingya

Sebuah komite untuk menangani masalah ini telah dibentuk dan dipimpin Letnan Jenderal Aye Win. Meskipun, militer Myanmar tetap bersikeras bahwa operasi bersenjata yang mereka lakukan dibenarkan konstitusi, seperti dilaporkan Reuters.

Sebuah pernyataan yang dimuat di halaman Facebook Komandan Militer Jendral Senior Min Aung Hlaing mengungkapan bahwa panel akan bertanya kepada personel, "Apakah mereka mengikuti kode etik militer? Apakah mereka benar-benar mengikuti perintah selama operasi? Setelah itu (komite) akan merilis informasi secara lengkap."

Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai ada "pembersihan etnis" oleh tentara Myanmar. Tindakan tersebut dilakukan dengan sengaja dan sistematis yang melibatkan operasi bersenjata. Bahkan, upaya pengusiran permanen dengan mencegah Rohingya kembali pulang pun dilancarkan.

Myanmar menampik tudingan adanya praktik pemusnahan etnis. Militer setempat juga menunjukkan empati yang kurang terhadap Rohingya. Sebelumnya, Jendral Min Aung Hlaing menyatakan bahwa Muslim Rohingya bukan bagian dari penduduk asli negaranya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia juga tampak enggan menanggapi tuduhan pelanggaran yang dilakukan oleh tentara di bawah kendalinya dengan menuduh balik bahwa media telah melebih-lebihkan jumlah pengungsi yang melarikan diri dari Myanmar.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Saat ini lebih dari setengah juta orang Rohingya memadati kamp pengungsian di Bangladesh. Jumlah pengungsi terus bertambah meskipun Myanmar mengklaim operasi militer berhenti pada 5 September. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pesantren, Cerita, Berita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

PMII: Kembalikan Kedaulatan di Tangan Rakyat!

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Tema besar Harlah ke-52 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah Kembalikan Kedaulatan di Tangan Rakyat.?

Hal itu ditegaskan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Addin Jauharudin selepas acara bertajuk ? Pengajian Maulid Nabi SAW dan Tasyakuran Harlah PMII ke 52 di Graha Mahbub Djunaidi, Jakarta, Senin, (16/4).?

PMII: Kembalikan Kedaulatan di Tangan Rakyat! (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII: Kembalikan Kedaulatan di Tangan Rakyat! (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII: Kembalikan Kedaulatan di Tangan Rakyat!

“Tujuan menggunakan tema itu, selain posisinya di kampus, PMII harus terjun langsung ke masyarakat. Terlibat langsung dalam melakukan pengorganisiran. Jika di suatu daerah ada konflik agama, pertanahan, pertambangan, PMII harus jadi garda terdepan dalam membela mereka dengan mengadvokasi di daerah itu,” tegas Addin. ?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Addin mencontohkan masyarakat yang bermasalah dengan tambang misalnya, kader PMII mengadvokasi pajak progresif pertambangan, advokasi perusakan lingkungan, ketidakadilan ekonomi, juga memberikan pendidikan masyarakat soal tambang.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Sehingga betul-betul masyarakat tidak dijadikan alat legitimasi perusahaan-perusahaan setempat,” terangnya.?

Hal senada diungkapkan Ketua Panitia Harlah ke-52 tahun PMII Zaini Mustakim. Menurutnya, fakta dari peristiwa-peristiwa yang muncul, kedulatan di tangan rakyat itu hanya gembor-gembor saja.?

“Tata kelola petambangan di Indonesia, di Bima misalnya, belum berpihak kepada rakyat. Padahal bumi, air, dan yang terkandung di dalamnya, dikuasia negara dan digunakan sebesarnya untuk rakyat. Nah, seharusnya ada keterlibatan rakyat di situ,” ujarnya.?

“Dengan demikian hari ini, kedaulatan harus dikembalikan ke tangan rakyat,” tegasnya.?

Redaktur : Syaifullah Amin

Penulis ? ? : ? Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Cerita, Makam, Tegal Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Presiden Sambut Grand Syekh Al-Azhar di Istana Negara

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima kedatangan Grand Syekh Al-Azhar  Prof Dr Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb beserta Majelis Hukama di Istana Negara, Senin (22/01) sebagaimana dikutip dari laman kemenag.go.id.

Selain Presiden Jokowi, kedatangan Grand Syekh Al-Azhar ini juga disambut oleh para menteri Kabinet Kerja, antara lain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Pertemuan Presiden Jokowi dengan Grand Syekh Al Azhar dan para menteri berlangsung tertutup.

Presiden Sambut Grand Syekh Al-Azhar di Istana Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Sambut Grand Syekh Al-Azhar di Istana Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Sambut Grand Syekh Al-Azhar di Istana Negara

Usai pertemuan, Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir memberikan keterangan bahwa kedatangan Grand Syaikh Al-Azhar di Indonesia mempunyai beberapa agenda, seperti berkunjung ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Malang, dan Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. 

Disampaikan Fachir, Al-Azhar merupakan Perguruan Tinggi Islam yang sangat terkenal di Indonesia. Al-Azhar tidak sedikit menarik mahasiswa Indonesia. Saat ini saja tercatat lebih dari 3500 mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di Al-Azhar.  

“Al-Ahar banyak melahirkan tokoh-tokoh luar biasa di Indonesia hingga sekarang ini. Selamat datang dan terima kasih atas kesediaannya datang ke Indonesia,” kata Fachir.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mewakili Presiden Jokowi, Fachir mengucapkan terima kasihnya kepada Grand Syekh Al-Azhar yang telah memberikan pengetahuan kepada mahasiswa Indonesia. Al-Azhar adalah perguruan tinggi yang sangat moderat, sama seperti perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki toleransi dan moderasi yang cukup baik. Bahkan, Presiden memberikan apresiasinya, telah membangun dan sudah meresmikan empat gedung asrama Mahasiswa di Mesir yang dapat juga diperuntukkan bagi mahasiswa asing lainnya.

Mantan Menlu Alwi Shihab yang juga hadir dalam pertemuan itu menyampaikan harapannya kepada Grand Syekh Al-Azhar, agar dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat Muslim Indonesia, dan membimbing mahasiswa Indonesia di Mesir untuk menyebarkan kembali Islam yang jauh dari ekstrimisme dan jauh dari kekerasan. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Terima kasih kepada Syekh Al-Azhar telah mengunjungi Indonesia dan Presiden akan berkunjungan ke Mesir dalam waktu dekat,” terangnya.

Ditambahkan Alwi, Presiden juga mengucapkan terima kasih kepad Al-Azhar karena selain memberikan beasiswa kepada mahasiswa Indonesia, juga telah mengutus ulama setiap tahunnya. 

“Tahun ini saja, ada 30 dai dari Al-Azhar datang ke Indonesia untuk memberikan pendidikan di Indonesia. Pertemuan ini cukup baik dan bermanfaat,” kata Alwi Shihab. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock