Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Februari 2018

Ciptakan Inkubator Pintar, Tim M-Sains Robotika SMA Nuris Sabet Juara

Jember, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Dalam lomba Inovasi Teknologi Tingkat Nasional di Institut Teknologi Bandung (ITB) belum lama ini, tim SMA Nuris berhasil menyabet runner up. Dalam lomba tersebut, tim SMK Nuris menyuguhkan temuan terbarunya, yakni berupa inkubator telur yang ramah lingkungan berbasis sistem kontrol otomatis.

Temuan tersebut diberi nama D’TRONIC GATOR. Inkubator ini, tergolong pintar. Sebab, ia dapat merekayasa jenis kelamin anak ayam sesuai yang diinginkan manusia. Menurut salah seorang yang terlibat dalam proses pembuatan alat tersebut, Abdul Wahab, D’TRONIC GATOR berfungsi untuk meningkatkan presentase penetasan telur sekaligus mempercepat proses penetasannya.

“Cita-cita besar kami adalah dengan alat ini kelak Indonesia bisa swasembada daging serta meningkatkan ekspor daging ayam ke berbagai negara,” ujar siswa kelas XII (IPA) SMA Nuris tersebut kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal di Jember, Ahad (25/9).

Ciptakan Inkubator Pintar, Tim M-Sains Robotika SMA Nuris Sabet Juara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ciptakan Inkubator Pintar, Tim M-Sains Robotika SMA Nuris Sabet Juara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ciptakan Inkubator Pintar, Tim M-Sains Robotika SMA Nuris Sabet Juara

Wahab lalu menjelaskan cara kerja alat tersebut. Langkah pertama, masukkan telur ke dalam inkubator D’TRONIC GATOR. Kemudian tekan reset pada tombol Ardiuno Uno. Jika telur tersebut ingin tertetas dengan jenis kelamin jantan, maka cukup tekan tombol ON pada papan jantan. Jika yang diinginkan adalah jenis kelamin betina, maka tekan tombol betina.

“Tombol tersebut untuk mengatur suhu yang berpengaruh pada rekayasa genetika anak ayam,” tukas anggota M-Sains Robotika SMA Nuris tersebut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Wahab tidak sendiri. Ia bersama rekannya, Reza Baihaqi dan Rohul Ikhsan bahu-membahu menciptakan D’TRONIC GATOR di bawah arahan Yudistira selaku tentor M-SAINS Robotika SMA Nuris.

Pengasuh Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember, Gus Robith Qashidi mengaku bangga dengan prestasi anak didiknya tersebut. “Ini bukti bawah santri juga bisa,” ucapnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)



Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ahlussunnah, Ubudiyah, Olahraga Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi

Pati, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Suara hentakan kaki puluhan pemuda ramai pada Jumat (25/3) sekitar pukul lima pagi selepas sembahyang subuh berjamaah. Dengan penuh semangat mereka melakukan senam pinguin sebelum mengawali aktivitas mereka hari itu.

Begitulah cara Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menyegarkan para peserta pendidikan dan latihan (diklat) atau kaderisasi di kecamatan setempat. Puluhan pemuda tersebut adalah calon anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) X-7 Pati

Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Ansor Wedarijaksa Segarkan Peserta Kaderisasi

Menurut Ketua PAC GP Ansor Wedarijaksa Ahmad Halimi, olahraga ini cocok untuk menjaga kesehatan tubuh dan jiwa peserta diklat agar selalu fit dalam setiap kegiatan. “Badan akan terasa enteng setelah melakukan senam pagi,” tuturnya. Dia juga menambahkan kalau peserta diklat akan menjadi fokus disetiap kegiatan setelah melakukan beberapa gerakan-gerakan senam.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Setelah senam peserta lantas berjalan kaki memutari keindahan alam Desa Tluwuk, Wedarijaksa, Pati. Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi peserta diklat dan juga warga sekitar. Di sela perjalanan peserta diklat diwajibkan membawa kantong plastik yang digunakan untuk menyisir sampah di jalan yang mereka lalui.

“Peserta memang harus mempunyai tubuh yang fit karena banyaknya kegiatan yang nanti dilakukan” ungkap Instruktur diklat Ahmad Thohir. Tubuh yang sehat akan menumbuhkan jiwa yang kuat, jiwa yang kuat akan membuat otak bekerja dengan maksimal. Dengan siklus yang seperti itu, peserta harus menjaga tubuh dan pikiran sebaik mungkin.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Peserta diklat mencapai 93 orang dari target peserta 70 orang. “Kebanyakan memang berasal dari kecamatan Wedarijaksa, tapi tidak sedikit yang berasal dari luar wilayah Wedarijaksa,” ucap ketua panitia, Ahmad Halimi.? “Peserta diklat memang sengaja kami batasi, karena terbatasnya tempat” imbuhnya.

PAC GP Ansor Wedarijaksa mengadakan diklat tidak hanya karena perintah dari PC GP Ansor Kabupaten tetapi dari ranting yang memang mengusulkan untuk segera mengadakan pengaderan Banser. (Hasannudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal News, Halaqoh, Olahraga Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

PBNU Imbau Lembaga-lembaga Kerja Optimal

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal? . Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengimbau kepada pengurus lembaga-lembaga untuk bekerja optimal. Pasalnya apa yang dilakukan pengurus akan disaksikan Allah, warga nahdliyin, dan akan dicatat sejarah.?

Menurut dia, baik buruknya kinerja lembaga-lembaga NU, akan dibaca generasi akan datang. “Sungguh berat!” katanya pada pelantikan lembaga-lembaga di PBNU Jakarta, Rabu (16/9).

PBNU Imbau Lembaga-lembaga Kerja Optimal (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Imbau Lembaga-lembaga Kerja Optimal (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Imbau Lembaga-lembaga Kerja Optimal

Ia kemudian mengutip fAl-Quran yang intinya Allah menawarkan amanat kepada bumi, langit, dan gunung. Tapi mereka tidak menerima, sementara manusia menerima.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Amanat itu kata dia, adalah berani mengucapkan “iya” pada kebenaran. Dan mengatakan “tidak” pada kezaliman. Kata “ya” dan “tidak” sangat gampang diucapkan, tapi susah dilaksanakan.”Mudah-mudahan pengurus lembaga diberi taufik lahir batin dari allah,” harapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, pengurus harian di lembaga-lembaga PBNU mengalami pergantian. Hal itu, sebagaimana pengarahan Rais Aam, sebagai langkah regenerasi, penyegaran.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Pergantian beberapa lembaga karena ingin langkah dan kerja makin semangat dan mantap,” ungkapnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Olahraga, Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Safari Ramadhan, PCNU Kota Metro Bagikan 80 Kambing Betina ke Warga

Metro, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Metro, Lampung, membagikan 80 ekor kambing betina kepada masyarakat kota setempat selama bulan suci Ramadhan. Pendistribusian dilakukan melalui pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) dan Pengurus Ranting NU (PRNU) yang tersebar di Kota Metro.

Proses pembagiannya pun bergilir dari MWCNU ke MWCNU yang dirangkai dalam acara Safari Ramadhan yang merupakan agenda rutin PCNU Kota Metro setiap bulan Ramadhan.? Agenda Safari Ramadhan dari masjid ke masjid tahun ini dimulai dari MWCNU Metro Selatan, tepatnya di Masjid Nurul Hidayah pada Jumat, 9 Juni 2016.

Safari Ramadhan, PCNU Kota Metro Bagikan 80 Kambing Betina ke Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Safari Ramadhan, PCNU Kota Metro Bagikan 80 Kambing Betina ke Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Safari Ramadhan, PCNU Kota Metro Bagikan 80 Kambing Betina ke Warga

Pengurus Masjid Nurul Hidayah H Halim Ishak mengaku sangat berterima kasih kepada PCNU Kota Metro yang memilih Masjid Nurul Hidayah sebagai tuan rumah Safari Ramadhan? tahap pertama selama bulan Ramadhan. “Ini merupakan kehormatan bagi kami. Alhamdulillah, sudah 5 Ramadhan ini di Masjid Nurul Hidayah diselenggarakan shalat tarawih 20 rakaat," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua PCNU Kota Metro H Ali Qomaruddin memberikan apresiasi kepada pengurus Masjid Nurul Hidayah dan para jamaahnya yang telah menyambut dengan semangat atas digelarnya Safari Ramadhan ini dan atas istiqomahnya mengamalkan shalat tarawih 20 rakaat.

"Insyaallah Safari Ramadhan ini bukan hanya safari yang pada umumnya hanya memberikan ceramah-ceramah kepada para jamaah. Safari Ramadhan PCNU Kota Metro dirangkai dengan kegiatan-kegiatan sosial. Dalam momen ini PCNU akan membagikan kambing betina kepada masyarakat dan beasiswa kepada masyarakat Kota Metro mulai dari sekolah dasar hinggi ke perguruan tinggi," imbuhnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebagai pemandu pembagian kambing betina dalam program ini, Agus Setiwan mengatakan bahwa program sosial tersebut sudah berjalan selama tiga tahun setiap bulan Ramadhan.

"Tahun pertama kita baru mampu memberikan 22 ekor kambing, terus tahun kedua sudah 57 ekor kambing, dan alhamdulillah pada tahun ini, tahun ketiga kita mampu memberikan kambing betina 80 ekor,” kata sekretaris Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Maarif NU Kota Metro ini.

Ia menjelaskan, program ini terselenggara atas kerja sama dengan Pengurus Caban Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (LAZISNU), LP Maarif NU, BMT Artha Buana Metro, dan Institut Agama Islam Maarif NU.

Dalam kesempatan yang lain Ketua PC LP Maarif Metro Ismail, mengatakan bahwa distribusi kambing ini merupakan salah satu langkah konkret dari visi PCNU Kota Metro, yaitu “Mewujudkan Kemandirian Organisasi yang Bermartabat Menuju Kesejahteraan Umat”.

Dalam acara tersebut juga dibagikan kitab cara cepat membaca al-Quran metode An-Nahdliyah kepada TPQ di Kota Metro yang telah dilatih langsung oleh KH Syamsu Dhuha dari Tulungagung, dan TPQ tersebut akan menjadi proyek percontohan dan pusat pembelajaran Al-Quran oleh Institut Agama Islam Maarif NU Metro Lampung. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Doa, Pahlawan, Olahraga Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Aswaja Dikenalkan dalam Pesantren Kilat

Pati, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Untuk mengenalkan nilai-nilai Aswaja, Pengurus Cabang IPNU-IPPNU Pati, Jawa Tengah menggembleng 90 santri pesantren kilat. Kegiatan yang mengambil tempat di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Alistiqomah Desa Margorejo Kecamatan Margorejo, Pati, itu berlangsung selama tiga hari, yakni, dari 1 hingga 3 Agustus.  

Ketua IPNU Pati Muhammad Mubarok mengatakan, kegiatan yang dilakukan IPNU-IPPNU itu dalam rangka menanamkan karakter keagamaan sejak dini. Khususnya karakter keaswajaan. Yakni, karakter tawasuth, tawazun, ta’adul, tasamuh dan amar ma’ruf nahi mungkar.

Aswaja Dikenalkan dalam Pesantren Kilat (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja Dikenalkan dalam Pesantren Kilat (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja Dikenalkan dalam Pesantren Kilat

Peserta pesantren kilat ini diikuti anak-anak dari berbagai usia. Yakni, usia TK/RA hingga SMP/MTs. Kendati beda usia, mereka tetap antusias dan bersemangat mengikuti materi kegiatan.    

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Untuk hari pertama dilakukan ta’aruf, pengenalan materi aswaja dan sholat dzuhur berjamaa’ah,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah materi yang disampaikan bertujuan untuk menanamkan kebiasaan sifat hasanah melalui metode yang menarik, menyenangkan, tidak memberatkan dan mudah dipahami. Sehingga, kendati berlangsung selama tiga, mereka tetap merasa kerasan di pesantren.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dikatakan, dengan pengenalan nilai-nilai aswaja sejak dini, diharapkan mereka akan mengenal Islam yang rahamatan lil ’alamin. Yakni, Islam yang penuh kedamaian, toleransi, dan menjunjung tinggi nilai-nailai kemanusiaan. Bukan Islam yang suka kekerasan.

Selain itu, dengan pesantren kilat, mereka diharapkan mulai mengenal suasana pesantren. Sehingga kelak, mereka akan tertarik masuk pesantren dan mendalami ilmu di pesantren yang sebenarnya.

Sementara itu, Kepala TPQ Alistiqomah Margorejo, Thohuroh menambahkan, kegiatan pesantren kilat sudah menjadi kegiatan rutin di lembaganya. Dan untuk menyukseskan kegiata tersebut pihaknya bekerjasama dengan IPNU-IPPNU Pati.

“Pelaksanaan pesantren kilat ini sengaja ditempatkan diakhir Ramadhan, guna memanfaatkan moment libur sekolah jelang Idul Fitri,” ungkapnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Sholihin Hasan

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Olahraga, Halaqoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Diduga HTI via Foto Viral, Ibu Ini Minta Rehabilitasi Nama

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Ibu Sumarni asal Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang tak menduga fotonya akan viral dan menjadi pembicaraan orang banyak. Ia berfoto dengan dua Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jombang sembari megang bendera HTI. Akibatnya, sebagian publik? menganggap Ibu Sumarni telah masuk di lingkungan mereka.

Mendengar namanya tercermar, ibu yang sebetulnya aktif di forum-forum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) setempat ini akhirnya meminta kepada Ketua MWCNU dan Ketua Muslimat NU Mojowarrno untuk merehabilitasi namanya.

Diduga HTI via Foto Viral, Ibu Ini Minta Rehabilitasi Nama (Sumber Gambar : Nu Online)
Diduga HTI via Foto Viral, Ibu Ini Minta Rehabilitasi Nama (Sumber Gambar : Nu Online)

Diduga HTI via Foto Viral, Ibu Ini Minta Rehabilitasi Nama

"Saya mohon kepada Ketua MWCNU Mojowarno dan Ketua Muslimat NU Mojowarrno, agar nama saya direhabilitasi. Saya bukanlah pengikut HTI dan sampai mati saya akan tetap berkiprah dan berjuang di Nahdlatul Ulama di bawah panji Muslimat NU," ujarnya, Sabtu (27/5).

Ia kemudian bercerita terkait awal mula fotonya mulai viral tepatnya di facebook (fb) dengan nama akun Muslimah Jombang Bersyariah yang diposting pada 21 April 2017 lalu pada pukul 22:00. Akun fb itu juga terdapat 12 like, dua komentar dan 6 kali dibagikan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia mengungkapkan foto itu bermula dari kedatangan dua orang perempuan yang tidak ia kenal di rumahnya. Sebagai tuan rumah dia tidak segan-segan untuk mempersilakan keduanya masuk.

"Setelah dialog singkat seputar kegiatan sehari-hari, lalu salah satu di antaranya mengambil gambar dengan terlebih meminta aktivis Muslimah HTI ini memegang bendera HTI. Hasil foto tersebut? lalu diupload di media sosial, dan diklaim oleh kedua perempuan tersebut bahwa saya ini adalah pengikut HTI,” ujar dia.

Padahal, lanjutnya, sejak kecil dirinya merasa telah dibesarkan di lingkungan NU Mojowarno dan selalu aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan MWCNU dan Muslimat NU setempat.

"Saya ingin sampaikan sekali lagi, bahwa saya bukan pengikut HTI. Sejak kecil saya dididik dan diasuh dalam keluarga NU, dan selalu aktif dalam kegiatan-kegiatan NU terutama di Muslimat NU," tutur Ibu Sumarni. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Budaya, Olahraga, Berita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Hubungan antara Agama dan Negara harus Segera Dirumuskan

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masdar F. Masudi mengatakan konsep hubungan antara agama dan negara di Indonesia saat ini masih belum jelas dan perlu segera dirumuskan.

"Indonesia dengan Pancasila-nya mencoba merumuskan hubungan ini lain daripada yang lain tetapi belum pernah dirumuskan dengan positif. Bukan negara sekuler atau teokratis, lalu apa?" katanya, di Jakarta, Rabu, saat memberikan pemaparannya dalam seminar yang diselenggarakan Gerakan Jalan Lurus dengan tema "Meluruskan Arah Reformasi Indonesia".

Masdar mengatakan perumusan konsep hubungan antara agama dan negara juga sangat menentukan arah reformasi di Indonesia, tidak hanya kebijakan ekonomi dan hukum saja.

Hubungan antara Agama dan Negara harus Segera Dirumuskan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hubungan antara Agama dan Negara harus Segera Dirumuskan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hubungan antara Agama dan Negara harus Segera Dirumuskan

Hubungan antara negara dan agama telah menjadi isu penting di Indonesia. Hubungan yang baik antara keduanya dapat melahirkan kemajuan besar dalam suatu negara tetapi juga dapat menimbulkan malapetaka bila tidak ada konsep yang jelas.

"Reformasi akan tambah runyam ketika aspirasi keagamaan mulai menyeruak di ruang-ruang publik tetapi belum ada rumusan yang jelas," katanya.

Pada pemerintahan orde baru, hubungan antara agama dan negara tidak baik. Agama dianggap sebagai salah satu bagian dari masalah negara dan bukan sebagai solusi maupun potensi. "Hubungan antara agama dan negara seperti perang dingin, dan ada kesenjangan satu sama lain," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Padahal, melalui nilai-nilai luhur keagamaan akan tercipta sebuah pemerintahan yang baik dengan batasan jelas kewenangan negara terhadap kehidupan beragama.

Untuk ajaran agama yang bersifat pribadi seperti keyakinan akan Tuhan, negara tidak memiliki kekuasaan untuk ikut campur atau mangatur masalah tersebut. Demikian pula untuk ajaran komunal keumatan, negara juga tidak memiliki hak untuk mengaturnya.

Menurut dia, idealnya Indonesia tetap menjadi lembaga yang sekuler namun tidak disalah artikan tidak ada hubungan sama sekali antara agama dan negara. Negara akan diatur oleh manusia-manusia yang diinspirasi oleh nilai luhur yang dianut agamanya. "Tuhan tidak mengatur negara secara langsung melainkan melalui kesadaran religius umatnya," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nilai-nilai luhur kegamaan ini, kata Masdar yang dapat hadir dalam ruang publik dan bukan ajaran agama yang bersifat pribadi atau ajaran yang bersifat komunal.

Dalam kesempatan itu, Masdar meminta kepada Gerakan Jalan Lurus untuk merumuskan konsep hubungan keduanya dan dapat dijadikan masukan bagi pemerintah. (ant/mad)

  



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Olahraga, Kajian Sunnah, Jadwal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 18 Desember 2017

IPNU-IPPNU Tasikmalaya Kerahkan Anggota Sambut Kirab Resolusi Jihad

Tasikmalaya, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU)Kota Tasikmalaya, mengerahkan seluruh kader dan anggotanya untuk menyambut para peserta Kirab Resolusi Jihad Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rabu (19/10).

IPNU-IPPNU Tasikmalaya Kerahkan Anggota Sambut Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Tasikmalaya Kerahkan Anggota Sambut Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Tasikmalaya Kerahkan Anggota Sambut Kirab Resolusi Jihad

Acara penyambutan ini bertempat didepan Kantor PC NU Kota Tasikmalaya di jalan Dr. Soekardjo Nomor 47. Selaian para anggota dan kader IPNU IPPNU se-Kota Tasikmalaya, para pengurus pun diwajibkan hadir pada acara tersebut. Mulai dari Pengurus Cabang, Anak Cabang, Ranting dan Komisariat se-Kota Tasikmalaya.

Dengan mengerahkan semua anggota, kader dan pengurusnya untuk menyambut peserta kirab, IPNU IPPNU harus menjadi lapisan terdepan untuk semua kegiatan-kegiatan yang berbaur NU.

Menurut ? Ketua PC IPNU Kota Tasikmalaya, Saepul Malik, ia sangat bangga dan senang menyambut peserta Kirab Resolusi Jihad Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), disisi lain sebagai Anak dari NU, IPNU juga harus menjadi garda terdepan ketika ada acara-acara NU, karena biarkan IPNU yang terjun ke lapangan dengan basah-basahan demi keberlangsungan dan kebesaran NU.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“NU merupakan orang tua kita yang harus kita takdzimi dan kita hormati, biarkan IPNU cape terjun ke lapangan sehingga kecapean tersebut menjadikan spirit kita untuk tetap istiqomah mengabdi di organisasi tercinta ini yaitu NU,” tambah Saepul.

Ia juga mengingatkan semua anggota, kader dan pengurus IPNU baik di PAC, PR dan PK, harus kompak dalam mengawal dan menyukseskan serta ikut terjun dan berpasrtisipasi dalam semua acara-acara NU demi kemaslahatan dan kebesaran NU. (Agum Gumilar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Meme Islam, Nahdlatul, Olahraga Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Pemenang Olimpiade Nahwu-Shorof Se-Jawa-Bali Diumumkan

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Olimpiade Nahwu-Shorof dan Baca Kitab se-Jawa dan Bali yang diadakan Madrasah Muallimin Mu’allimat Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat, (20-21/11). Di akhir perlombaan, panitia pelaksana menetapkan nama-nama santri sebagai pemenang.

Untuk Olimpiade Nahwu-Shorof, juara pertama diraih Muhammad Nizar utusan MTs Darul Lughah wad Dakwah Bangil Pasuruan dengan nilai 172,5. Juara kedua, Ali Muchtar Fauzi, dari pesantren Tamrinatul Wildan Banyuwangi dengan nilai 122,5. Sedangkan juara ketiga disabet Syubanul Arif delegasi Idad Muallimin Irsyad Semarang dengan perolehan nilai 62,5.

Pemenang Olimpiade Nahwu-Shorof Se-Jawa-Bali Diumumkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemenang Olimpiade Nahwu-Shorof Se-Jawa-Bali Diumumkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemenang Olimpiade Nahwu-Shorof Se-Jawa-Bali Diumumkan

Sementara juara pertama lomba Baca Kitab adalah Habibi Husein Al-Haddad utusan MA Darul Lughah wad Dakwah Bangil Pasuruan dengan perolehan nilai 472. Juara kedua, Ali Ahmad Al-Biqi delegasi Al-Maktubah Manba’ul Ulum dengan perolehan nilai 466. Juara ketiga, M Shofwan Yakin dari pesantren Manba’us Sholihin Gresik dengan perolehan nilai 446.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Sempat ada persaingan ketat antar peserta dalam lomba baca kitab. Perolehan nilainya sama, tapi dewan juri melihat lebih objektif dari penggunaan nahwu-shorof,” kata Musyaffa setelah mengumumkan para pemenang lomba.

Kepala MMM Bahrul Ulum H Abdur Rohim berharap acara serupa bisa diadakan pondok-pondok yang lain di Indonesia.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Ternyata kami melihat masih banyak para calon-calon kiai, ilmuan, dan akademisi di negeri ini yang akan melanjutkan generasi sebelumnya, tinggal pengembangan dan pemberdayaannya,” ungkap Rohim. (Romza/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Olahraga, Cerita, Amalan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 20 November 2017

Al-Asyariyah Menang Tipis atas Darussalam

Bantul, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kesebelasan Pondok Pesantren Al-Asyariyah berhasil menundukkan kesebelasan Pondok Pesantren Darussalam pada Liga Santri Nusantara 2016 dalam pertandingan sepakbola 8 besar seri nasional, Jumat (28/10) malam. Gol diciptakan M Raply pada menit ke-62.

Sampai peluit panjang ditiup wasit Haryadi, kedudukan tetap 1-0 atas keunggulan Al-Asyariyah dalam pertandingan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta itu.

Al-Asyariyah Menang Tipis atas Darussalam (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Asyariyah Menang Tipis atas Darussalam (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Asyariyah Menang Tipis atas Darussalam

Sejak awal pertandingan, dua kesebelasan bermain cepat dan keras. Beberapa kartu kuning terpaksa dikeluarkan wasit untuk pemain yang melakukan pelanggaran keras. Affan nomor punggung 9 dari Darussalam mendapat kartu kuning pertama pada menit ke-9.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara dari Al-Asyariyah mendapat kartu kuning pada menit ke-8 atas nama Al-Hamra H. Menit ke-40, M Raply mendapat hal serupa. Lalu pada menit ke-68 Al-Hamra kembali diganjar kartu kuning sehingga ia harus keluar lapangan karena akumulasi kartu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dengan demikian, Al-Asyariyah maju ke babak selanjutnnya, semifinal esok hari di stadion yang sama, siang hari Sabtu (29/10). (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Amalan, Kajian, Olahraga Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 19 November 2017

Peringati Hari Jadi, Muslimat NU Grobogan Khatamkan Al-Quran

Grobogan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Bertepatan dengan Hari Jadi ke-288 Kabupaten Grobogan dan Harlah ke-68 Muslimat NU, Pimpinan Cabang Muslimat NU Grobogan mengadakan takhtimul qur’an bil ghaib (hafalan). Acara ini diikuti kader Muslimat penghafal Al-Qur’an se-Grobogan.

Peringati Hari Jadi, Muslimat NU Grobogan Khatamkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Jadi, Muslimat NU Grobogan Khatamkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Jadi, Muslimat NU Grobogan Khatamkan Al-Quran

Acara yang bertajuk “Grobogan Bertakhimul Qur’an” ini, berlangsung di Gedung Ikatan Haji Muslimat (IHM) Kuripan, Grobogan, Senin (3/3) pagi.

Sebanyak 19 khataman dirampungkan oleh para hafidzah per 19 Anak Cabang. Sebanyak 6 hafizhah yang mewakili masing-masing anak cabang ini melantunkan ayat demi ayat di hadapan para mustami’in.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pada kesempatan itu, PC Muslimat NU Grobogan membentuk dan mengesahkan pengurus hafizhah di masing-masing anak cabang. Pembentukan unit ini bertujuan untuk mengembangkan potensi cinta Al-Qur’an di masing-masing kecamatan, bahkan di desa yang belum terjamah Al-Qur’an.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Seorang hafizhah perwakilan anak cabang Tawangharjo Eka Novianti menyatakan rasa senangnya terhadap acara khataman ini.

“Acara seperti ini ke depan bisa istiqomah tiap tahun sehingga Grobogan bisa menjadi kabupaten yang Qur’ani,” harap Eka usai acara. (Asnawi Lathif/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Olahraga, Anti Hoax Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 17 November 2017

Kemenag Sambut Baik Program Inklusi Sosial Lakpesdam

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Lakpesdam NU beserta beberapa organisasi lainnya yang tergabung dalam Lembaga Kajian Pengembangan Sumber Daya Manusia (LK PSDM) berinisiatif untuk menyelenggarakan Program ? Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) dan Inklusi Sosial. Menag Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa kementerian yang dipimpinnya menyambut baik dan siap bekerjasama dalam pelaksanaannya.

Kemenag Sambut Baik Program Inklusi Sosial Lakpesdam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Sambut Baik Program Inklusi Sosial Lakpesdam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Sambut Baik Program Inklusi Sosial Lakpesdam

“Kementerian Agama siap bekerja sama dan membantu LK PSDM. Apalagi apa yang diperjuangkan LK PSDM adalah masyarakat yang membutuhkan bantuan, perhatian, dan pelayanan” terang Menag saat menerima LK PSDM lintas organisasi ? di Ruang Kerja Menag, Gedung Kemenag Lapangan Banteng Jakarta, Kamis (04/02). Tidak kurang 12 orang dari berbagai organisasi yang hadir, yakni: Rumadi (Ketua Lakpesdam NU), Ahmad Suaedy, Dadi Darmadi, Marzuki Wahid, dan B Ertanto (TAF), Saduddin Sabilurrosad, Abdullah Ubaid, Ulfi, Nino Rambo W Lodang (Yasalti), Veryanto Sitohang (Aliansi Sumut Bersatu), Tedi Kholiluddin (Elsa Semarang), dan Afif Toha (Satu Nama). Demikian dilaporkan oleh laman kemenag.go.id

Sementara ikut mendampingi Menag, Pgs. Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Mudhofir, Kepala Pusat Litbang Kehidupan Keagamaan Muharrom Marzuki, dan Kasubdit Pendidikan Diniyah Ahmad Jayadi. Mereka berdiskusi tentang Program Pengembangan Wawasan Keulama’an (PPWK) dan Inklusi Sosial.

Mewakili rombongan, Rumadi mempresentasikan PPWK dan Inklusi Sosial. Menurutnya, PPWK bertujuan mencetak tokoh agama atau memberi pengetahuan kepada calon ulama dan pengasuh Pondok Pesantren untuk memahami berbagai macam problem kehidupan. Selain itu, juga memberi pembekalan agar mereka mampu menterjemahkan doktrin agama dalam misi kemanusiaan dan keadilan sosial, di tengah arus globalisasi.?

“Kami atas nama Lakpesdam NU, bekerja sama dengan PBNU, STAINU Jakarta (Pasca Sarjana Jurusan Kajian Islam Nusantara), PCNU se-Indonesia maupun ormas lain, agar mampu mengembangkan wawasan dan gerakan yang mengayomi dan membimbing,” tutur Rumadi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sedang, Inklusi Sosial adalah sebuah upaya untuk meminimalisir diskriminasi atas nama agama dan kepercayaan. Program ini, lanjut Rumadi, bukan atas nama agama, tapi lebih pada sosial kemasyarakatan dan kewarganegaraan. “Jadi, bukan hanya Islam, Kristen, namun juga agama dan kepercayaan minoritas yang tersisih secara sosial,” terangnya.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ditambahkan Rumadi, para aktivis yang tergabung dalam LK PSDM ini ? banyak yang melakukan penelitian di daerah konflik, di mana, dukungan negara belum memadai. Karenanya, Rumadi berharap, Kemenag dengan kekuatan dan legal formalnya, berkenan mendukung dan membantu. “Dukungan itu mungkin bisa berbentuk surat dukungan, agar warga minoritas bisa mendapatkan surat nikah, surat kelahiran, KTP, dan lain sebagainya” tutur Rumadi.

Menag Lukman menegaskan bahwa Kementerian Agama siap membantu hal-hal yang dibutuhkan, sesuai kewenangannya. Hanya saja, Kemenag bekerja berdasar legalitas sehingga Menag meminta agar tim LK PSDM bisa membuat surat resmi sekaligus menginformasikan daerah mana saja yang membutuhkan surat dukungan seperti itu. “Apa yang kita lakukan ini adalah masa depan kita bersama. Saya sepakat ini tidak hanya masalah teologi, namun masalah sosial dan kewarganegaraan. Banyak masalah, tidak hanya di Islam, namun hampir di semua agama, nah, itulah tantang kita,” ujar Menag.?

“Karenanya, RUU PUB itu kami pandang tepat dan semoga saja mampu menjadi terobosan hukum yang solutif bagi Bangsa tercinta ini,” tandasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Olahraga Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 03 November 2017

Jelang Idul Fitri, LAZISNU Pati Santuni Anak Yatim

Pati, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pati, Jawa Tengah menggelar acara buka puasa bersama anak-anak yatim di gedung PCNU Pati Jl. Dr. Susanto No.4 Pati, Sabtu (3/8) kemarin.

Acara buka puasa sekaligus pemberian santunan kepada 100 anak yatim dhuafa’ dihadiri jajaran Pengurus NU Kabupaten Pati, MWC NU Se- Kabupaten Pati, Bupati Pati, DPRD Pati, PP LAZISNU dan puluhan tamu undangan berlangsung cukup khidmat.

Jelang Idul Fitri, LAZISNU Pati Santuni Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Idul Fitri, LAZISNU Pati Santuni Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Idul Fitri, LAZISNU Pati Santuni Anak Yatim

Direktur LAZISNU Kabupaten Pati Nur Kholiq mengatakan, kegiatan buka puasa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim merupakan kegiatan perdana LAZISNU di bulan suci Ramadhan. Harapannya lazisnu pati kedepan lebih berkembang dan banyak melaksanakan program-program nyata yang memasyarakat. Sehingga dapat bertanggung jawab atas tugasnya dan dipercaya dalam mensejahterakan umat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sekretaris Pengurus Pusat LAZISNU Muh. Zuhdi dalam sambutannya mengatakan, meskipun sebagai lembaga baru, LAZISNU Pati sudah terlihat melakukan tugas utama di bidang penghimpunan zakat, infaq dan shadaqah sekaligus menyalurkan kepada mereka yang berhak (mustahiq) dalam bentuk program NU Care berupa program tanggap darurat untuk kemanusiaan dan NU Smart berupa layanan beasiswa bagi para siswa, santri dan mahasiswa yang tidak mampu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kegiatan santunan anak yatim yang digelar LAZISNU Pati merupakan bagian dari kegiatan LAZISNU Pusat yang menyantuni tidak kurang dari 5000 anak yatim di seluruh Indonesia.

Bupati Pati, H. Hariyanto yang hadir dalam acara santunan anak yatim mengatakan, selamat atas diadakannya kegiatan santunan yang digelar LAZISNU Pati. Dikatakan, pihaknya akan memberikan dukungan penuh supaya ke depan masyarakat yang menititipkan melalui LAZISNU Pati akan terus bertambah.

“Kedepan harus lebih memasyarakat, sering silaturrAhim pada masyarakat supaya semua mengenal dan akhirnya mengetahui keberadaan LAZISNU Pati. Dan saya siap bekerjasama untuk pengembangan lazisnu Pati,” tambah Ketua DPRD Pati, Sunarwi. ? ?

Wajah-wajah ceria dari anak anak yatim begitu nampak, usai jajaran Pengurus NU Kabupaten Pati dan LAZISNU menyerahkan santunan dan bingkisan untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing. Acara dilanjutkan buka bersama.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muhammad Mubarok

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Olahraga, Kajian, Pahlawan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Gus Sholah: NU Perlu Tingkatkan Manajemennya

Banyuwangi, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah menuturkan, ke depan manajemen NU terhadap potensinya di bidang pendidikan, politik, kesehatan, ekonomi, sosial, dan sumber daya manusia bisa lebih rapi dari sekarang.

“NU harus membuang mitos, oraganisasi NU tidak bisa diperbaiki,” ujarnya saat bersilaturahim dengan Pengurus Cabang NU (PCNU) se-eks karisidenan Besuki (Banyuwangi, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang) di Pondok Pesantren Darus Salam Blok Agung, Banyuwangi, Ahad (8/3) malam.

Gus Sholah: NU Perlu Tingkatkan Manajemennya (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: NU Perlu Tingkatkan Manajemennya (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: NU Perlu Tingkatkan Manajemennya

Cucu pendiri NU Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari ini berpesan, paradigma NU tidak boleh seperti partai politik yang terkadang banyak bicara. Menurut Gus Sholah, NU harus mengubah diri sebagai organisasi yang mengutamakan kerja.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Pengurus NU harus paham organisasi dan dalam bekerja harus ada capaian atau target yang jelas,” tuturnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia juga berharap NU dapat memanfaatkan potensi kader NU yang ada di mana-mana. Jajaran Syuriyah, Tanfidhiyah, Lembaga dan Lajnah mesti diisi oleh orang-orang sesuai dengan bidang keahliannya.

Gus Sholah melanjutkan, posisi Syuriyah tetap sebagai lembaga pengambil kebijakan dan Tanfidziyah sebagai pelaksana.  Dengan gerakan secara organisatoris, NU akan mampu menaungi warga NU yang ada dimana-mana.

Forum silaturahim tersebut dihadiri rais syuriyah, ketua tanfidhiyah, dan pengasuh pondok pesantren di eks karisidenan Besuki. (Misbahus Salam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Olahraga Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 31 Oktober 2017

Lintas Agama di Jombang Bahas Krisis Rohingya, Tokoh Budha: Tak Sesuai Ajaran Budha

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal 

Beberapa perwakilan tokoh dari lintas agama di Jombang, Jawa Timur berkumpul guna membahas konflik kekerasan kemanusiaan etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar, Senin (11/9) di kediaman Zahrul Azhar Hans, salah satu Pengasuh PPDU, Rejoso, Jombang, Jawa Timur.

Kekerasan yang dilakukan dari kalangan biksu terhadap umat muslim di Myanmar pada konflik tersebut dinilai tidak sesuai dengan ajaran Budha itu sendiri. Hal ini yang menjadi salah satu poin penting dalam forum pertemuan itu.

Lintas Agama di Jombang Bahas Krisis Rohingya, Tokoh Budha: Tak Sesuai Ajaran Budha (Sumber Gambar : Nu Online)
Lintas Agama di Jombang Bahas Krisis Rohingya, Tokoh Budha: Tak Sesuai Ajaran Budha (Sumber Gambar : Nu Online)

Lintas Agama di Jombang Bahas Krisis Rohingya, Tokoh Budha: Tak Sesuai Ajaran Budha

"Inti dari ajaran Budha sendiri tidak pernah mengajarkan kebencian dan kekejaman, intinya semua pada cinta kasih dan belas kasih," kata Subiyanto, Pelayan Umat Budha (Pandita).

Ia merasa prihatin dengan adabya konflik tersebut hingga harus memakan banyak korban nyawa. Ia berharap konflik tersebut bisa segera ada jalan keluar.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kami cukup prihatin karena ini maslah kemanusiaan, semoga masalah ini bisa cepat terselesaikan, Hal-hal yang berupa saran, masukan akan kami sampaikan ke umat Budha terutama," ujarnya.

Ia menjelaskan, Agama Budha juga mengakui serta menerima terhadap sebuah perbedaan paham atau ideologi pada setiap agama. Perbedaan itu juga menurut ajaran Budha ini tidak untuk menyulut pertikaian dan kebencian antar sesama.

"Tidak ada perbedaan yang menyulut pertikaian dan perpecahan, karena di ajaran Budha sendiri tidak mengajarkan demikian, contohnya jangan berbuat jahat," jelas dia.

Karenanya, ia menghimbau agar umat Budha tidak terprovokasi terhadap pihak-pihak tertentu yang mencoba membesarkan konflik tersebut, terlebih ada dorongan embel-embel agama. "Kita mengimbau mereka juga untuk tidak terproviokasi karena ini bukan konflik agama," ungkap dia.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu secara terpisah, Zahrul Azhar Hans (Gus Hans) mengungkapkan, pertemuan tokoh lintas agama ini sebagai upaya melokalisir permasalahan dari konflik kemanusiaan Rohingya.

Dari ungkapan masing-masing tokoh lintas agama sesuai ajarannya, papar Gus Hans bisa ditarik kesimpulan bahwa konflik tersebut bukan konflik agama. Namun ada upaya dari pihak lain yang mencoba menggiring pada konflik agama.

"Pertemuan ini untuk melokalisir permasalahan kemanusiaan, bukan permasalahan agama dan kita meminta langsung kepada umat Budha terkait ajaran yang diterapkan di Budha," jelasnya.

Pada pertemuan itu juga disepakati, akan diadakan penggalangan bantuan oleh sejumlah tokoh lintas agama yang hadir. "Kami juga bersepakat untuk melakukan pengumpulan bantuan," tuturnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tokoh, Olahraga, Khutbah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 27 Oktober 2017

Ansor Semarang Polisikan Pemfitnah Ketum PBNU di Medsos

Semarang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pemilik akun Facebook yang diberi nama Ummu Izzah Mujahidah (UIM) diduga sering menghina Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Hal ini mendorong Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Semarang bersama Banser setempat menempuh jalur hukum.

“Sudah lama kita lihat dinding FB UIM berisi kata-kata yang provokatif dan fitnah,” kata Sekretaris PC GP Kota Semarang Rahul Saiful Bahri saat melaporkan ke Polrestabes Semarang Jl Dr Sutomo IV Barusari Semarang Selatan, Jumat (4/8) malam. Tindakan mengunggah status medsos demikian dianggap sebagai tindakan tidak menyenangkan dan mencemarkan nama baik tokoh nasional.

Ansor Semarang Polisikan Pemfitnah Ketum PBNU di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Semarang Polisikan Pemfitnah Ketum PBNU di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Semarang Polisikan Pemfitnah Ketum PBNU di Medsos

Dua hari kemarin tampak postingan yang jelas-jelas menghina Jokowi dan Ketum PBNU di atas gambar uang kertas lima ribu dan foto Jokowi bersama Kiai Said. Tertulis di situ percakapan palsu di antara keduanya.

“Ada kalimat ‘JENGGOT GAMIS SORBAN GOBLOK’ di atas foto Kiai Said,” kata Rahul. Tulisan dengan pola dialog Kiai Said dengan Jokowi juga terlihat jelas. “Pak Jokowi tolong diganti yang pakai peci seperti saya,” lanjutnya sambil menunjukkan teks itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kemudian di atas foto Jokowi tertulis “bisa diatur Yai yang penting dukung saya”. Di akhir foto tertulis kata “akhirnya keluar uang baru” dengan gambar uang kertas dengan foto KH Idham Chalid, mantan Ketum PBNU. “Itu tampak jelas bahwa UIM merendahkan simbol negara dan melecehkan kiai yang jadi panutan nahdliyyin se-Indonesia” tegas Rahul. Sayangnya mulai hari Kamis malam (3/8/2017) FB UIM sudah tidak aktif lagi.

Di hadapan petugas piket Polrestabes Semarang dijelaskan bahwa UIM hanya nama samaran dari seorang wanita yang tinggal di Perumahan Permata Hijau Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Nama pemiliki FB sudah kita serahkan polisi. “Terima kasih atas pengaduan ini, karena ini wilayah cyber maka kami sarankan langsung ke Polda Jateng agar lebih cepat ditangani,” kata anggota polisi. Dengan didampingi Tuts Pitoyo, anggota Intel Polrestabes Semarang mengadu ke Polda Jateng Jl Pahlawan No 1 Kota Semarang.

Di Polda Jateng, pelapor diterima petugas piket SPKT. Komandan Banser Kota Semarang Suharmanto menyampaikan kronologi dugaan penghinaan Presiden dan Ketum PBNU kepada petugas piket. “Pemilik FB UIM ini meresahkan dan kami merasa tersinggung karena dia menghina simbol negara dan kiai, maka kami adukan ke Polda sesuai arahan Polrestabes,” tegasnya.

Karena ini ranah IT, maka unit cyber crime Ditreskrimsus Polda Jateng turut mendampingi pengaduan ini. “Pengaduan ini kami terima dengan baik dan pelapor diminta melengkapi form laporan dan bukti screenshot,” ujar anggota Polda. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama, Olahraga Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 25 Oktober 2017

Bendera NU Berkibar di Puncak Merapi

Solo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Belum lama ini, bendera simbol warga Nahdlatul Ulama (NU) bersanding dengan bendera merah putih berkibar di atas puncak gunung Merapi.

Bagi seorang pendaki gunung, momentum menancapkan bendera saat mencapai puncak tertinggi, merupakan salah satu momen yang membanggakan. Terlebih apabila bendera yang ditancapkan merupakan bendera kebanggaan sang pendaki.

Bendera NU Berkibar di Puncak Merapi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bendera NU Berkibar di Puncak Merapi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bendera NU Berkibar di Puncak Merapi

Begitu juga dengan para kelompok pendaki dari Banser Solo. Perjalanan melelahkan mulai dari Basecamp New Selo Boyolali, seakan terbayar lunas ketika melihat bendera berlogo bumi dikelilingi bintang sembilan berkibar di puncak Merapi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Saat ditemui Kedung Sukun Adiwerna Tegal, salah satu anggota tim pendaki Banser Solo, Muharrom Fajar Adi, mengaku tidak hanya sekali ini mengibarkan bendera NU di puncak gunung. “Sudah sering, terkadang sebulan sampai dua kali,” paparnya, Sabtu (19/10).

Selain Merapi, gunung yang berhasil mereka taklukkan, Di antaranya Merbabu, Lawu, Sindoro, Sumbing, dan Slamet. “Insyaallah Desember nanti, kita berencana ke Semeru,” imbuhnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal ini dilakukannya karena ia dan kawan-kawanya memiliki obsesi untuk mengibarkan bendera Merah Putih dan NU di semua puncak gunung. “Dengan naik gunung kita juga bisa lebih mengagungi ciptaann-Nya. Juga untuk menunjukkan NU tak pernah lekang oleh waktu, abadi selamanya di Bumi Pertiwi,” ujarnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Olahraga Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 02 Oktober 2017

Camat Kalijati Pelopori Istighotsah Keliling ke Tiap Desa

Subang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Di Kabupaten Subang, salah satu kecamatan yang dijadikan sebagai zona industri adalah Kecamatan Kalijati. Untuk meredam dampak negatif sekaligus bersyukur atas dampak positif yang muncul dari industrialisasi, Camat Kalijati menggagas istighotsah keliling ke semua desa yang ada di Kalijati.

"Awalnya saya ingin mengadakan istighotsah di semua desa yang ada di Kalijati, kebetulan yang paling respek, yang paling merespon rencana ini adalah Kades Caracas sehingga Caracas adalah desa pertama di Kalijati yang melaksanakan istigotsah ini," kata Camat Kalijati Tatang Komara saat memberi sambutan sebelum mulai istighotsah yang digelar di Masjid Jami Kholid bin Walid Desa Caracas, Kamis (10/3) malam.

Camat Kalijati Pelopori Istighotsah Keliling ke Tiap Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Camat Kalijati Pelopori Istighotsah Keliling ke Tiap Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Camat Kalijati Pelopori Istighotsah Keliling ke Tiap Desa

Rencananya kegiatan istighotsah keliling ini akan digelar di sepuluh desa selama satu bulan sekali. Mengenai waktu dan tempat pelaksanaanya bersifat kondisional, kata Tatang di depan ratusan warga Caracas.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Bulan depan insyaallah kita laksanakan istighotsah lagi. Kita lihat nanti desa mana yang siap jadi tuan rumah. kita ingin berdoa kepada Allah agar desa maju, masyarakat sejahtera, dan nilai spiritualnya meningkat," tambahnya.

Ia berharap khususnya Kalijati dan Subang, umumnya Indonesia bisa menjadi baldatun thayyibun wa rabbun ghafur, negara dengan penduduk sejahtera di bawah ridha-Nya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kegiatan istighotsah ini dipandu oleh KH Agus Luthfi dan dihadiri jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kalijati, para pegawai desa, tokoh masyarakat, santri, dan masyarakat umum. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul, Humor Islam, Olahraga Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 26 September 2017

Inilah 9 Konsensus Hasil Konferensi Ulama Thariqah dari Berbagai Negara

Pekalongan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal



Konferensi Ulama Thariqah yang digagas Rais Am Jamiyyah Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (Jatman) Habib Luthfy bin Yahya yang berlangsung Jumat (15/1) di Hotel Santika Pekalongan, Jawa Tengah, menghasilkan 9 konsensus.

Kesembilan konsensus tersebut ditandatangani Habib Muhammad Luthfi bin Yahya (Indonesia), Dr. Syekh Muhammad Adnan al-Afiyuni (Syuriah), Dr. Syekh Aziz al-Idrisi (Maroko), Prof. Dr. Syekh Muhammad Fadhil al-Jailani (Turki). Kemudian Habib Zaid bin Abdurrahman bin Yahya (Yaman), Dr. Syaikh Aziz Abidin (USA) dan Syekh Aun Muin al-Quddumi (Yordania)

Inilah 9 Konsensus Hasil Konferensi Ulama Thariqah dari Berbagai Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah 9 Konsensus Hasil Konferensi Ulama Thariqah dari Berbagai Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah 9 Konsensus Hasil Konferensi Ulama Thariqah dari Berbagai Negara

Lahirnya sembilan konsensus ini dilatarbelakangi masalah bela negara yang digagas oleh Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jendral TNI (Purn) Riyamizard Ryacudu mendapat pro dan konttra. Beredar pemahaman bahwa bela negara hanya sebatas melawan musuh, menjaga batas tutorial, dan mewujudkan keamanan dan keselamatan seluruh warga negara saja. Padahal, konsep negara lebih luas dari itu.

Bela negara mempunyai semangat tinggi memajukan dan memakmurkan negara serta mengupayakan ketercukupan dan kemandirian dalam berbagai kehidupan sehingga negara tidak mengalami ketergantungan dengan pihak lain. Mempunyai semangat tinggi untuk memperkuat solidaritas dan soliditas di antara komponen bangsa dalam menghadapi kesulitan, tantangan yang dihadapi bangsa,yang seakan-akan semuanya adalah satu kesatuan tubuh yang tak terpisahkan. Selain itu juga menyebarkan budaya persaudaraan yang penuh cinta kasih di antara seluruh warganya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Bela negara juga bisa dilakukan dengan cara melindungi warganya dari berbagai model pemikiran dan pemahaman yang menyebabkan timbulnya perpecahan, disintegrasi, pengkafiran dan pelanggaran terhadap hak hidup manusia. Pemikiran dan pemahaman yang melenceng punya kecenderungan mendorong seseorang untuk melakukan pengrusakan, penumpahan darah, perampasan harta dan merendahkan harkat kehormatan manusia.?

Hal ini disebabkan pemahaman yang salah dan pentakwilan distorsif atas teks-teks keagamaan. ? Pemikiran dan pemahaman yang melenceng ini tidak kalah bahayanya dibandingkan dengan tentara imperalis-penjajah- asing yang merebut tanah air kita. Kedua hal itu menyebabkan negara menjadi hancur, warga negara menjadi terinjak-injak martabatnya dan nilai-nilai mulia serta ajaran agama dihina dan direndahkan.

Bela negara juga bisa dilakukan dengan cara berkomitmen tinggi untuk menjauhkan bangsa dan negara dari ancaman perang saudara, disintegrasi, kekacauan dan kesulitan-kesulitan yang penyebabnya sebenarnya hanyalah kepentingan dan hawa nafsu pribadi dan kelompok.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Bela negara juga bisa dilakukan dengan cara melindungi negara dari ancaman kemiskinan, ketidakberdayaan dan ketergantungan ekonomi dan politik terhadap pihak lain. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengelola dan memanfaatkan secara optimal kapasitas sumber daya alam dan energi yang dimiliki dan membangun kemandirian dalam berbagai bidang sehingga tidak mengalami ketergantungan dengan pihak lain.

Habib Luthfi bin Yahya tidak menyetujui bahwa bela negara itu diartikan wajib militer. ? Karena bela negara sesungguhnya bisa dilakukan dengan cara-cara memajukan Pendidikan, ekonomi dan pertanian.

Sembilan konsensus Ulama Thariqah antara lain:

Pertama, negara adalah tempat tinggal di mana agama diimplementasikan dalam kehidupan.

Kedua, bernegara merupakan kebutuhan primer dan tanpanya kemaslahatan tidak terwujud.

Ketiga, bela negara adalah di mana setiap warga merasa memiliki dan cinta terhadap negara sehingga berusaha untuk ? mempertahankan dan memajukanya.

Keempat, bela negara merupakan suatu kewajiban seluruh elemen bangsa sebagaimana dijelaskan Al-Quran dan Hadis.

Kelima, bela negara dimulai dari membentuk kesadaran diri yang bersifat ruhani dengam bimbingan para ulama.

Keenam, bela negara tidak terbatas melindungi negara dari musuh atau sekedar tugas kemiliteran, melainkan usaha ketahanan dan kemajuan dalam semua aspek kehidupan seperti ekonomi, pendidikan, politik, pertanian, sosial budaya dan teknologi informasi.

Ketujuh, bela negara menolak adanya terorisme, radikalisme dan ekstremisme yang mengataasnamakan agama.

Kedelapan, untuk mewujudkan bela negara dibutuhkan empat pilar, yaitu ilmuwan, pemerintahan yang kuat, ekonomi dan media.

Kesembilan, menjadikan Indonesia sebagai inisiator bela negara yang merupakan perwujudan dari Islam rahmatan lil alamin. (Abdul Muiz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Olahraga Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 24 September 2017

LPPNU Kraksaan Bina Kelompok KBR

Probolinggo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kesadaran masyarakat untuk melakukan kegiatan rehabilitasi lahan saat ini terus meningkat. Namun ketika kesadaran tersebut mulai meningkat muncul permasalahan baru, diantaranya pasokan bibit berkualitas dalam jumlah yang cukup dan berkesinambungan belum terpenuhi.

Atas dasar itulah, Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Cabang Kraksaan bekerja sama dengan Dinas Perkebunan dan Kehutanan (Disbunhut) Kabupaten Probolinggo melakukan pembinaan terhadap kelompok Kebun Benih Rakyat (KBR) sebagai upaya penyediaan bibit berkualitas yang berbasis pemberdayaan masyarakat.

LPPNU Kraksaan Bina Kelompok KBR (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU Kraksaan Bina Kelompok KBR (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU Kraksaan Bina Kelompok KBR

Hingga kini sudah ada 5 (lima) kelompok KBR yang sudah dibina oleh LPPNU Cabang Kraksaan dan Disbunhut Kabupaten Probolinggo. Yaitu, Kelompok Bina Tani Sejahtera Desa Gunggungan Kidul, Kelompok Al-Jabar Desa Kertonegoro, Kelompok Gondoarum Desa Gondosuli, Kelompok Al-Barokah Desa Kalidandan dan Kelompok Bintang Sembilan Desa Blimbing. Semuanya berada di Kecamatan Pakuniran Kabupaten Probolinggo.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan Bidang Koordinasi LPPNU H Achmad Muzammil mengungkapkan MoU (memorandum of understanding) yang dilakukan oleh Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merupakan sebuah peluang yang dimanfaatkan oleh LPPNU Cabang Kraksaan untuk melakukan pembinaan terhadap lima kelompok KBR yang berada di Kecamatan Pakuniran Kabupaten Probolinggo.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Alhamdulillah apa yang kita lakukan berhasil. Lima kelompok ini telah mampu melakukan rehabilitasi lahan di daerah pegunungan dengan menghasilkan bibit sebanyak 50 ribu dengan rincian 40 ribu program dinas dan 10 ribu swadaya masyarakat. Bibit yang dihasilkan terdiri dari sengon dan gemelina,” ungkapnya.

Menurut Muzammil, langkah awal yang dilakukan oleh kelompok KBR ini adalah melakukan pembuatan bibit dari polybag. Setelah cukup umur, bibit ini diserahkan kepada konservasi warga masyarakat yang mempunyai lahan. Selanjutnya setelah satu tahun dilakukan evaluasi terhadap bibit yang sudah diberikan dan ditanam sebagai upaya rehabilitasi lahan terutama di daerah pegunungan.

“Tahun ini kami berencana kembali akan melakukan pembinaan terhadap kelompok KBR yang berada di Kecamatan Gading, Pakuniran dan Kotaanyar. Kami berharap program ini terus berjalan melihat potensinya yang sangat bagus terutama pada warga nahdliyin di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Olahraga Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock