Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Meriahnya Festival Tongtek, dari Kentongan sampai Kaleng Biskuit

Kudus, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Festival Tongtek yang diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor-Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah berlangsung sangat meriah. Kegiatan yang baru dihelat kali pertama ini diikuti 33 kontingen dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Kudus.

Meriahnya Festival Tongtek, dari Kentongan sampai Kaleng Biskuit (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriahnya Festival Tongtek, dari Kentongan sampai Kaleng Biskuit (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriahnya Festival Tongtek, dari Kentongan sampai Kaleng Biskuit

Di sepanjang jalan dari start Lapangan Kongsi Desa Loram hingga Masjid Wali, mereka Sabtu (25/6) malam itu memainkan musik kentongan yang dipadukan alat-alat seadanya lainya seperti galon, kaleng biskuit, tong, dan lainnya. Dengan berjalan kaki, tetabuhan musik kentongan ini mengiringi lagu-lagu religi yang mereka nyanyikan.

Festival yang dimulai selepas tarawih ini mendapat sambutan warga dan tokoh masyarakat desa setempat. Ratusan masyarakat berjajar di pinggir jalan menanti kontingen tongtek melewati jalan raya Desa Loram.

Ketua panitia Syaifuddin Najib mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya melestarikan musik kentongan yang belakangan ini hampir punah. Musik kentongan, katanya, memiliki manfaat sebagai perangkat untuk kepentingan patroli (ronda) malam menjaga keamanan desa.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

?

"Ansor ingin mencoba menumbuhkan kembali melalui lomba tongtek sehingga musik tradisional tetap lestari. Apalagi selama Ramadhan seringkali dimanfaatkan untuk membangunkan orang sahur puasa," katanya.

?

Melihat antusiasme warga dan peserta, kata dia, kegiatan festival tongtek menunjukkan adanya respon positif. Karenanya, kegiatan ini akan menjadi kegiatan budaya yang diagendakan rutin setiap tahun.? "Kita akan melanjutkan festival tongtek ini sebagai kegiatan rutin setiap tahun di Kecamatan Jati," tutur Najib.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

?

Pembina Banser Kudus H.Akhwan Sukandar mengapresiasi kegiatan bernuansa seni tradisional ini. Menurutnya, kesenian tongtek sudah berlangsung lama muncul di lingkungan masyarakat pedesaan sebagai musik ronda. Namun belakangan musik seperti ini hampir hilang.

?

"Kegiatan festival tongktek patut didukung sehingga musik tradisional ini tetap lestari," ujar Akhwan yang juga mantan Komandan Satkorcab Banser Kudus ini.

?

Pernyataan senada juga disampaikan Kapolsek Jati yang hadir mulai awal hingga selesainya acara pukul 24.00 WIB. Dikatakan, sejarah musik tongtek berawal dari cerita adanya orang bermain judi gaple. Karena judi mengganggu masyarakat, akhirnya para pemainnya diusir oleh para pemain tongtek.

"Oleh karena itu saya sangat berharap kegiatan tongtek tetap dilaksanakan dengan kemeriahan," katanya seraya meminta masyarakat menjaga lingkungan sekitarnya.

Festival tongtek ini diikuti 33 kontingen yang berasal dari 6 kecamatan yakni Gebog, Jati, Bae, Kaliwungu, Mejobo dan Undaan. Dari hasil penilaian juri terpilih kontingen terbaik masing-masing juara 1 grup dari Kaliwungu, Juara 2 (Jepang Pakis, Jati), Juara 3 (Payaman, Mejobo), Juara harapan 1 dan 2 adalah Loram Wetan dan Undaan Lor. Masing-masing juara mendapat penghargaan piala dan uang pembinaan yang nilainya beragam. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Internasional, Quote Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Mata Air Jepara Bina 60 Pelajar Terbaik untuk Lolos PTN Favorit

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Enam puluh pelajar se-Kabupaten Jepara mengikuti kegiatan Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) yang diselenggarakan oleh Mata Air Kabupaten Jepara. Kegiatan yang secara resmi dibuka Ahad (24/6) tersebut bertujuan untuk memberikan bimbingan secara intensif kepada pelajar agar lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit.

Mata Air Jepara Bina 60 Pelajar Terbaik untuk Lolos PTN Favorit (Sumber Gambar : Nu Online)
Mata Air Jepara Bina 60 Pelajar Terbaik untuk Lolos PTN Favorit (Sumber Gambar : Nu Online)

Mata Air Jepara Bina 60 Pelajar Terbaik untuk Lolos PTN Favorit

Achmad Widyatmoko, ketua kegiatan tersebut mengatakan bahwa enam puluh peserta tersebut telah lolos dari serangkaian seleksi yang diadakan. “Sebelumnya panitia telah menyelenggarakan seleksi tertulis dan wawancara, inilah enam puluh pelajar terbaik di Jepara yang memperoleh kesempatan untuk mengikuti bimbingan secara intensif,” katanya.

Moko, menjelaskan selain memperoleh bimbingan secara intensif, peserta juga diberikan bekal soft sklill. “Tidak hanya kita bina secara akademik, peserta juga memperoleh bekal soft skill dan penguatan karakter agar nanti dapat dengan mudah dapat menyesuaikan diri dilingkungan perguruan tinggi,” kata mahasiswa Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada itu.

Adib Khoiruzzaman, pembina Mata Air Kabupaten Jepara dalam sambutannya menuturkan bahwa organisasi tersebut dari tahun ke tahun berkembang semakin baik. “Eksistensi Mata Air saat ini sudah tidak bisa diragukan lagi. Organisasi dibidang pendidikan ini yang telah memiliki andil besar dalam perkembangan dunia pendidikan di Kabupaten Jepara,” tuturnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain mempunyai program Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN), Mata Air juga memiliki banyak program-program unggulan. “Selain BPUN, program unggulan Mata Air diantaranya adalah Kartini Scholarship, University Expo, Leader Camp, dan pembinaan Olimpiade,” jelas pembina Mata Air Jepara.

Letkol Ahmad Basuki yang juga hadir dalam pembukaan tersebut memberikan motivasi kepada peserta untuk memiliki kenyakinan yang kuat dalam menggapai cita-cita yang diinginkan. “Saya bisa dikatakan dibesarkan dari kalangan ekonomi yang lemah, namun karena memiliki semangat dan kenyakinan yang kuat akhirnya saya dapat meraih cita-cita,” ungkapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kegiatan BPUN tersebut rencananya akan diselenggarakan hingga 28 Mei 2016 di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Walisongo Pecangaan. (Rif’ul Mazid Maulana)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Quote Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Imam Masjid New York: Indonesia Jadi Model Keberagaman dan Toleransi Dunia

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Direktur Jamaica Muslim Centre, New York City, Shamsi Ali, menyatakan Indonesia memiliki kredibilitas dan potensi untuk menjadi model bagi dunia dalam hal keberagaman dan toleransi.

Menurut Ali, toleransi telah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Sejarah pun telah mencatat bahwa keberagaman itu mewujud dalam keberadaan Candi Borobudur dan Prambanan yang merupakan peninggalan Buddha dan Hindu, di negara yang kini berpenduduk Muslim terbesar di dunia.

Imam Masjid New York: Indonesia Jadi Model Keberagaman dan Toleransi Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Masjid New York: Indonesia Jadi Model Keberagaman dan Toleransi Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Masjid New York: Indonesia Jadi Model Keberagaman dan Toleransi Dunia

"Kita perlu menampilkan apa yang baik dari bangsa ini bahwa kita bangsa Muslim terbesar tetapi tetap menjunjung nilai-nilai demokrasi," ujarnya usai mengisi salah satu rangkaian diskusi Kongres Diaspora Indonesia ke-4 di Jakarta, Sabtu (1/7).

Meskipun hingga kini bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai dinamika dalam kerukunan dan hubungan antaragama, Imam Besar Masjid Al-Hikmah di New York itu yakin bahwa optimisme yang terus dibangun untuk menganyam keberagaman yang ada akan menjadikan bangsa Indonesia besar pada masa depan.

Langkah awal untuk memelihara kedamaian dalam keberagaman yakni dengan menyadari bahwa keberagaman baik itu warna kulit, bahasa, dan agama merupakan hukum alam atau "sunnatullah".

Kesediaan untuk bisa menerima dan menghormati keberagaman, menurut Ali, merupakan bagian dari keimanan seseorang.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain itu, semangat kerukunan antarumat beragama juga harus dibangun melalui pendekatan dan dialog, agar antara kelompok mayoritas maupun minoritas tidak merasa saling menjadi musuh satu sama lain.

"Misalnya seperti kami Muslim minoritas di Amerika, kami juga melakukan pendekatan dengan umat Yahudi dan Nasrani sehingga mereka ada confidence bahwa kami ini bukan enemy," tutur ulama yang telah lebih dari 30 tahun tinggal di Negeri Paman Sam itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pendapat yang sama diungkapkan oleh Direktur Dialog Antaragama Vatikan untuk Asia Pasifik, Romo Markus Solo Kewuta SVD yang meyakini bahwa Indonesia merupakan negara majemuk yang mampu menjaga perdamaian.

Alasan itu pula yang membuat pria asal Flores, Nusa Tenggara Timur, itu terpilih menjadi salah satu penasihat ahli Paus Benediktus XVI, 10 tahun yang lalu.

"Pada saat itu paus mengatakan bahwa kehadiran saya di Vatikan karena mereka merasa tertarik dengan Indonesia, terutama setelah melihat orang dari berbagai agama dan latar belakang bisa hidup berdampingan dengan damai," kata dia.

Romo Markus percaya bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang jauh di dalam hatinya sangat mencintai kerukunan dan rasa saling menghormati satu sama lain, atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah "tepa selira".

"Kita ini bangsa yang sangat tepa selira. Semangat itu tidak pernah hilang, kita hanya perlu menghidupkannya terus," ujarnya. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Quote Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Ishari NU Jepara Siap Gelar Parade Rebana dan Lailatul Hadrah

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pimpinan Cabang Ikatan Seni Hadrah Indonesia Nahdlatul Ulama (Ishari NU) Kabupaten Jepara tengah menyiapkan gelaran parade rebana dan lailatul hadrah dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) NU ke-93 di gedung NU Jepara, Jawa Tengah, pada Senin 28 Maret 2016.

Ishari NU Jepara Siap Gelar Parade Rebana dan Lailatul Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ishari NU Jepara Siap Gelar Parade Rebana dan Lailatul Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ishari NU Jepara Siap Gelar Parade Rebana dan Lailatul Hadrah

Koordinator parade rebana dan lailatul hadrah, Ulil Albab mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dalam rangka harlah NU ke 93 yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Jepara tahun 2016.

"Parade rebana yaitu grup atau jam’iyyah rebana perwakilan dari MWC, Ranting, madrasah akan menampilkan karya seni rebana klasik dan melantunkan lagu Shalawat juga syair-syair religi secara bergantian. Adapun lailatul hadrah yaitu malam maulidur rosul dengan diiringi grup atau jam’iyyah rebana dari perwakilan MWCNU atau Ranting NU se-Kabupaten Jepara," jelas Ulil Ahad (6/3).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Panitia Harlah NU ke 93 masih membuka pendaftaran bagi Jamiyyah/grup rebana yang berkeinginan untuk mengikuti parade rebana dan lailatul hadrah. "Silakan bagi yang mau daftar untuk segera mendaftarkan diri ke sekretariat harlah NU ke 93 di Gedung NU Jepara jalan pemuda nomer 51 Jepara, katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Panitia lain, Ahris, menjelaskan secara detail syarat ketentuanya, antara lain peserta parade menampilkan karya seni rebana klasik (hadrah). Setiap grup dengan 10 personel datang sebelum acara dimula. Waktu penampilan 15 menit. Serta membawa alat sendiri. “Untuk lailatul hadrah peserta memakai pakaian putih dan sarung hitam dan membawa alat sendiri yaitu 4 hadrah (terbang)," kata Ahris. (Miqdad Syaroni/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ahlussunnah, Quote, Makam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Apakah Suara Tinggi Istri kepada Suami Termasuk Bentuk Durhaka?

Assalamualaikum wr wb.

Pak ustadz saya mau tanya, saya ini orangnya emosian, mudah tersinggung. Jika saya memberikan pendapat atau usulan kepada suami saya, ia berprasangka buruk terlebih dahulu sebelum memahami ucapan yang saya sampaikan. Ia merasa saya “mengajarkannya”. Jawabannya selalu memancing emosi saya sehingga sering terjadi pertengkaran. Dia juga mengatakan, saya ini pembangkang kepada suami, tidak mau kalah dengan suami.

Apakah memang itu termasuk membangkang kepada suami? Padahal saya tidak melakukan kesalahan misal keluar rumah tanpa izin, meninggalkan shalat dan sebagainya. Ketika saya memberitahunya, ia menolak dan marah-marah.

Apakah Suara Tinggi Istri kepada Suami Termasuk Bentuk Durhaka? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apakah Suara Tinggi Istri kepada Suami Termasuk Bentuk Durhaka? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apakah Suara Tinggi Istri kepada Suami Termasuk Bentuk Durhaka?

Kami hanya berbeda pendapat. Saya juga ingin didengar. Saya tidak suka dianggap salah dan bodoh. Saya cuma bermaksud membela diri, bukan membangkang kepada suami pak ustadz. Mohon penjelasannya pak ustadz, terima kasih. Wassalamualaikum wr wb. (NN dari Solo)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jawaban

Assalamu’alaikum wr. wb

Kami doakan penanya yang budiman semoga selalu dirahmati Allah swt. Dari pertanyaan yang diajukan kami memahaminya lebih pada perilaku komunikasi pasangan suami istri. Kalau memang cekcok mulut tidak bisa dihindari, keduanya perlu meredam emosi agar tidak berujung pada kekerasan fisik.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pembangkangan atau durhaka dalam istilah Al-Quran disebut nusyuz. Apa bentuk konkret pembangkangan yang dimaksud Al-Quran? Ada baiknya kita lihat keterangan ulama perihal nusyuz berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Pengertian “pembangkangan” merujuk pada ketidaksediaan istri untuk berhubungan suami-istri, dan tindakan perlawanan istri terhadap suami. Tiga hukum itu termasuk pelanggaran yang berjenjang. Bila tampak tanda-tanda pembangkangan dari seorang istri seperti berakhlaq buruk dan merasa lebih tinggi dari suami, suami harus menasihatinya dan mengingatkannya akan sanksi yang Allah siapkan di akhirat dan dampak mudharat di dunia yang akan menderanya seperti gugur kewajiban nafkah dari suami. Bila istri masih saja membangkang, suami boleh memilih pisah ranjang.

Tetapi suami tidak boleh mendiamkan istrinya karena sabda Rasulullah SAW yang berbunyi, “Seorang muslim tidak halal mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari.” Bila istri terus pada pembangkangannya, suami boleh memukulnya dengan pukulan yang tidak menyakitkan dan melukai. Kalau terpaksa juga memukul, ia tidak boleh memukul wajah karena larangan Rasulullah SAW terhadap pemukulan anggota tubuh yang vital sehingga berdampak bahaya yang luar biasa. (Lihat Ibnu Daqiq Al-Ied, Tuhfatul Labib fi Syarhit Taqrib, Daru Athlas, 1419 H, halaman 335-336)

Lalu apakah pembelaan diri istri dalam musyaawarah dengan suami masuk kategori nusyuz seperti dijelaskan di atas? Berikut ini keterangan yang antara lain kita temukan dari Abu Bakar Al-Hushni al-Husaini ad-Dimsyiqi.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Maki dan kata kotor tidak termasuk bangkang. Tetapi seorang istri berdosa karena menyakiti suaminya. Ia pantas mendapat didikan. Apakah suami sendiri yang mendidik si istri atau ia mengangkat perkara itu ke muka hakim? Dua pendapat dikemukakan Imam Rofi’i tanpa menaruh kecenderungan pada salah satunya. Sementara di bab ta’zir, ia yakin pada pendapat yang mengatakan bahwa cukup suami sendiri yang mendidik istrinya. Pendapat ini dibenarkan oleh Imam Nawawi. Ia menambahkan, pendapat lebih sahih ialah suami sendiri mendidik istrinya. Karena, angkat perkara ke muka hakim menimbulkan kesulitan, aib, menghalangi hubungan intim setelah itu, dan membuat enggan hati. (Lihat Abu Bakar Al-Hushni al-Husaini ad-Dimsyiqi, Kifayatul Akhyar fi Ghayatil Ikhtishar fil Fiqhis Syafi’i, Darul Basya’ir, 2001, halaman 456).

Dari keterangan di atas, sudah jelas bahwa pembelaan diri dalam musyawarah dengan suami tidak termasuk kategori membangkang seperti yang dimaksud Al-Quran. Hanya saja masing-masing pihak perlu memperbaiki diri soal komunikasi sehingga kata-kata atau perlakuan kasar tidak perlu terjadi. Tetapi keterangan di atas itu bukan berarti membenarkan suami berbuat semaunya seperti berbicara dan berlaku kasar terhadap suami. Berikut ini keterangan Syekh Syarqawi perihal keharusan suami dan istri untuk bersikap ramah satu sama lain.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Kewajiban istri terhadap suami adalah kepasrahan diri, perlakuan yang ramah terhadap suami, tidak meninggalkan rumah tanpa seizin suami. Sedangkan kewajiban suami adalah menggenapi mahar, nafkah batin, dan perlakuan yang ramah terhadap istri. Sebaliknya jika suami melakukan pembangkangan maka pemerintah harus mencegahnya dan menjatuhkan sanksi kepada suami bila dipandang membawa mashlahat. (Lihat Abdullah bin Hijazi As-Syarqawi, Hasyiyatus Syarqawi ala Tuhfatit Thullab bi Syarhi Tahriri Tanqihil Lubab, Darul Fikr, halaman 274).

Atas kejadian yang dialami penanya kami menyarankan setiap pihak memahami kewajibannya masing-masing terutama perihal sikap bijak dan ramah dalam pergaulan sehari-hari.

Demikian jawaban yang bisa kami utarakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Semoga pasangan suami istri dapat menjalani rumah tangga dengan sabar dan saling menghargai satu sama lain sehingga rumah tangganya masuk kategori sakinah mawaddah wa rahmah yang selalu bernilai ibadah. Kami selalu terbuka untuk menerima saran serta kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb

(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Quote Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Wahid Foundation Inisiasi Pembentukan Kampung Damai di Klaten

Klaten, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Wahid Foundation menginiasi pembentukan kampung damai di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Hal ini terlaksana atas kerjasama Wahid Foundation dengan UN Women melalui program Women Participation for Inclusive Society (WISE). Selain di Klaten, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Malang, Jawa Timur dan Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan yang dihelat dalam format FGD di New Merapi Resto Klaten ini mengangkat tema Membangun Kapasitas Dan Kesepemahaman Tokoh-Tokoh Kunci Dalam Pembentukan Kampunga Damai Wahid Foundation.

Wahid Foundation Inisiasi Pembentukan Kampung Damai di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Wahid Foundation Inisiasi Pembentukan Kampung Damai di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Wahid Foundation Inisiasi Pembentukan Kampung Damai di Klaten

Inisiasi pembentukan kampung damai dimaksudkan untuk mendorong peran perempuan dalam kegiatan social ekonomi yang inklusif. 

Karenanya, kampung damai yang akan berdiri nantinya diharapkan menjadi tempat awal untuk persemaian toleransi, antikekerasan, dan kuat, bukan saja dari sisi ideology, tetapi juga dari sisi ekonomi. 

Pada sesi pertama ini, Wahid Foundation memberikan prioritas pada tiga desa, yakni Nglinggi, Jetis dan Gemblengan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lahirnya program ini dilatari oleh keprihatinan munculnya aksi dan kelompok intoleransi yang kerap kali berujung pada tindak kekerasan. Terlebih, belakangan ini ada banyak perempuan yang mulai terlibat dalam aksi-aksi kekerasan yang kerap diatasnamakan agama.

Inisiasi pembentukan kampong damai, karenanya, dimaksudkan untuk menjadi antithesis atas fenomena kekerasan di atas. Bangsa Indonesia besar bukan karena kekerasan, tetapi lantaran penghormatan dan perayaan atas keberagaman.

Bagi Wahid Foundation, perempuan memiliki peranan yang sangat penting dalam menyebarkan perdamaian dan mencegah pecahnya kekerasan, sebab perempuan sangat dekat dengan lingkungan, khususnya terhadap anak-anak. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Program yang ditujukan untuk 600-800 perempuan di Klaten dan Solo Raya (khusus provinsi Jawa Tengah) ini diharapkan mampu melahirkan agen-agen perdamaian yang kuat baik secara ideologi maupun ekonomi.

Untuk mewujudkan hal itu, Wahid Foundation akan melakukan berbagai pendampingan dan pelatihan penguatan ekonomi, termasuk mendirikan koperasi cinta damai.

Menurut koordinator wilayah program untuk Provinsi Jawa tengah, Nurul Muna, peran perempuan di bidang ekonomi juga masih mendapat tantangan.

"Salah satu persoalan yang dihadapi adalah masih rendahnya kesadaran perempuan untuk berwirausaha," terangnya, Kamis, (7/9).

Kegiatan yang baru pertama kali ini dilakukan mendapat sambutan yang sangat bagus, terutama karena Klaten telah dikenal sebagai kabupaten yang memiliki toleransi sangat baik. (Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Quote, Humor Islam, Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Duta Besar Irak Abdullah Hasan mengatakan ada perkara yang sangat ditakutkan dalam beragama, yaitu ulama atau orang alim yang tidak melaksanakan ajaran agamanya. Kedua, orang yang menjadi sumber pengetahuan dan ajaran agama tapi tidak memiliki pemahaman agama yang baik.

Demikian disampaikan Hasan saat diminta memberikan sambutan oleh Ketua JATMAN DKI Jakarta KH Wahfiudin Sakam pada pelantikan dan pengukuhan pengurus JATMAN DKI Jakarta masa khidmat 2017-2022 di Hotel Balairung, Matraman, Ahad (19/3).

Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta

Sebelumnya Hasan mengungkapkan ada tiga hal yang sangat penting untuk selalu diingat dan dilakukan oleh umat Islam.

“Pertama, bagaimana umat Islam bisa menepati apa yang ada di dalam Al-Quran yang telah diturunkan Allah kepada Rasulullah Muhammad SAW. Kedua, harus mencontoh Rasulullah SAW dalam menjalankan Al-Quran melalui apa yang disebut sebagai sunah rasul,” urainya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal berikutnya adalah menghindari perpecahan. Dalam kehidupan di mana banyak terdapat kelompok, masing-masing-masing kelompok berbeda pemikiran, tetapi merasa paling benar sehingga dapat menjadi sumber perpecahan.

“Kita harus menjaga persatuan,” kata Hasan.

Menurut Hasan, tasawuf dan tarekat telah sejak lama berkembang di Irak. Itu terbukti dengan banyaknya para tokoh besar di bidang tasawuf, seperti Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Syekh Al-Baghdadi, dan Syekh Rifai.

“Para tokoh tersebut merupakan orang-orang besar dalam pelajaran dan pendidian tasawuf dengan pendekatan akidah dan sunah. Bagi mereka, sealim apapun dan sehebat apapun seseorang kalau tidak sesuai dengan Al-Quran, maka harus ditinggalkan,” terang Hasan.

Tampak hadir pada pelantikan ini Duta Besar Iran Valiollah Mohammadi dan Duta Besar Mesir Ahmed Mohammed Eid. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ahlussunnah, Quote, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock