Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Januari 2018

Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban

Kita sekarang berada di bulan Sya’ban dan sebentar lagi Ramadhan datang menghampiri kita. Bulan Sya’ban merupakan waktu yang tepat untuk berpuasa guna melatih diri untuk terbiasa puasa satu bulan penuh selama Ramadhan. Bahkan orang yang puasa Sya’ban termasuk orang yang menghormati bulan Ramadhan. Nabi Muhammad SAW mengatakan, “Puasa? Sya’ban itu untuk menganggungkan Ramadhan,” (HR At-Tirmidzi).

Puasa Sya’ban sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Menurut pengakuan ‘Aisyah RA, “Hanya di bulan Ramadhan Nabi Muhammad berpuasa satu bulan penuh dan saya tidak melihat Beliau sering puasa kecuali di bulan Sya’ban,” (HR Al-Bukhari). Dalam riwayat Ahmad disebutkan, “Puasa yang disukai Nabi Muhammad SAW ialah puasa di bulan Sya’ban.”

Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban

Syeikh Nawawi Banten di dalam Nihayatuz Zain menjelaskan sebagai berikut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Macam puasa sunah yang kedua belas adalah puasa Sya’ban. Sebab Nabi Muhammad SAW sangat suka berpuasa pada bulan tersebut. Siapa saja yang berpuasa di bulan Sya’ban, ia akan memperoleh sya’faat di hari kelak.”

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebagai umatnya, puasa sunah yang dilakukan Nabi SAW ini penting untuk kita amalkan. Meskipun tidak mampu meniru sepenuhnya apa yang diamalkan Nabi Muhammad SAW, paling tidak kita coba berpuasa semampunya selama bulan Sya’ban. Selain mendapatkan ganjaran, puasa Sya’ban dapat melatih diri sendiri agar siap melakukan puasa wajib Ramadhan.

Biasanya, orang yang tidak terbiasa berpuasa tentu akan merasa berat melakukan puasa sebulan penuh pada Ramadhan. Untuk itu, biasakan puasa sebanyak-banyaknya di bulan Sya’ban agar nanti di bulan Ramadhan organ lambung tidak terkejut bila tidak beraktivitas selama siang hari.

Demikian pula bagi perempuan yang belum mengqadha puasa Ramadhan tahun lalu, Sya’ban adalah momen terbaik untuk mengqadha puasa. Jangan sampai ketika memasuki bulan Ramadhan nanti, utang puasa belum dibayar tuntas. Semoga kita mampu mengamalkan sunah Nabi Muhammad SAW. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hikmah, Fragmen, Pahlawan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Tiga Hal Mengapa NU Layak Dipromosikan ke Dunia

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H As’ad Said Ali menyebutkan sedikitnya tiga hal  yang menjad alasan mengapa NU layak dipromosikan ke tingkat dunia melalui muktamar ke-33 NU di Jombang yang mengangkat tema besar “Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia”.

Tiga Hal Mengapa NU Layak Dipromosikan ke Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Hal Mengapa NU Layak Dipromosikan ke Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Hal Mengapa NU Layak Dipromosikan ke Dunia

Pertama, menurut As’ad, secara politik NU telah menyelesaikan konsep kenegaraan di tengah penduduk yang mayoritas Muslim namun terdiri dari banyak agama, suku, dan adat istiadat, serta tinggal di banyak pulau. Pada Muktamar di Banjarmasin Kalimantan Selatan pada 1936,  beberapa tahun sebelum Indonesia merdeka, NU telah merumuskan konsep negara Islam yang khas dengan menggabungkan antara Islam dan nasionalisme, yang sering dikenal dengan istilah darus salam.

“Di beberapa negara Islam atau yang mayoritas penduduknya Muslim, persoalan Islam dan nasionalisme ini belum selesai sampai sekarang,” katanya kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal di Jakarta, Selasa (8/7).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pada satu sisi, menurut As’ad, mereka menyatakan Islam, tapi kesukuan mereka sangat kuat. Negara-negara yang ada dikuasai oleh satu suku tertentu. Fanatisme terhadap kelompok atau aliran juga sangat kuat dan selalu menimbulkan konflik berdarah yang berkepanjangan dan turun-menurun.

Kedua, NU layak dipromosikan ke tingkat dunia karena prinsip sosial dan kemasyarakatannya sudah mapan dan bisa menjadi model. Melalui organisasi atau jam’iyah NU, para ulama dan umat berkumpul untuk membahas dan menyelesaikan masalah bersama.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Secara sosial, ormas NU bisa jadi model. Konsep keumatan kita sudah aplikatif. Di Mesir, misalnya, ada organisasi ulama saja, umatnya tidak ikut. Kita melalui NU ini, para ulama dan jamaah tidak terputus,” katanya.

Salah satu peran ormas yang paling penting adalah ketika terjadi benturan atau konflik kepentingan antar masyarakat, atau antara masyarakat dengan negara. NU bisa mengambil peran sehingga segala sesuatu tidak harus diselesaikan melalui pendekatan politik, atau bahkan militer.

“Di negara-negara Timur Tengah, ormas semacam NU ini tidak ada sehingga tidak ada yang menjadi penengah. Dan yang lebih penting lagi, ormas model NU ini bisa diterima oleh non muslim,” kata As’ad yang belasan tahun bertugas di Timur Tengah ini.

Ketiga, menurutnya, NU layak dipromosikan ke dunia karena kesiapannya untuk menerima berbagai perbedaan pendapat. NU mengakui empat madzab di bidang fiqih, dan mengizinkan umat mengikuti salah satu dari empat madzab: Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali.

“Di Saudi hanya memakai madzab Hambali. Di Irak dulu ada namanya Madrasah Mustansiriyah. Madrasah ini menyiapkan tempat beda-beda tempat untuk madzab-madzab. Kalau kita ini berbeda-beda mazhab di satu tempat dan saling menghargai,” katanya.

Kesiapan NU untuk menerima perbedaan pendapat itu, menurut As’ad, itulah kunci kekuatan NU bisa menjadi penengah dan penyeimbang di tengah masyarakat yang berbeda-beda. “NU bisa jadi pemersatu semua,” ujarnya.

Terkait penerimaan oleh dunia Muslim, menurut As’ad, NU patut berbangga karena para ulama dan cendekiawan muslim dari beberapa provinsi di Afganistan telah mempelajari NU mendirikan Nahdlatul Ulama Afganistan (NUA) yang secara keorganisasian persis dengan NU yang ada di Indonesia. “Muslim India juga akan mendirikan NU,” tambahnya. (A. Khoirul Anam)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ubudiyah, Meme Islam, Pahlawan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 15 Januari 2018

CSR Perlu Diatur sehingga Tidak Sekedar Bantuan Sosial

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal



Pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) dirasa perlu ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan, sehingga perusahaan pelaksana CSR memiliki pegangan dalam melaksanakan CSR yang tepat sasaran. Pelaksanaan CSR perlu diatur sehingga tidak hanya sekedar bantuan sosial, tapi mampu memandirikan masyakarat. Demikian disampaikan sejumlah akademisi, dan pelaku CSR dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komite III DPD RI di Komplek Parlemen, Rabu, (10/2).

CSR Perlu Diatur sehingga Tidak Sekedar Bantuan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
CSR Perlu Diatur sehingga Tidak Sekedar Bantuan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

CSR Perlu Diatur sehingga Tidak Sekedar Bantuan Sosial

?

Dalam RDP terssebut, Dosen Pascasarjana Magister Manajemen-CSR Universitas Trisakti, Juniati Gunawan mengatakan Indonesia sebaiknya punya definisi CSR sendiri menyesuaikan dengan konteks permasalahan di Indonesia. Sejauh ini, CSR yang diadopsi perusahaan Indonesia menggunakan Community Involvement and Development yakni kebijakan perusahaan untuk kegiatan sosial.

?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lebih lanjut Juniati mengatakan pemerintah dirasa perlu untuk membuat aturan yang jelas sebagai acuan untuk perusahaan dalam melaksanakan CSR. CSR dilakukan untuk memenuhi biaya pemberdayaan masyarakat, untuk itu diperlukan social mapping yang melibatkan Pemerintah daerah.

?

"CSR itu perlu aturan yang jelas, dibuat road map (program ini dibuat untuk menjawab kebutuhan masyarakat). Dan harus ada laporan. Dan terakhir buat payung program yang memayungi program-program CSR, sehingga semua program CSR menjadi terarah. Selain itu, juga harus memakai data kemiskinan," tambahnya.

?

Indra Budianto (Ketua Asosisasi Arta Graha) mengatakan CSR sudah dijalankan Arta Graha dengan menjalankan 5 pilar yakni, mengkait antar satu dengan lainnya, mengutamakan pelestarian lingkungan, mengutamakan CSR dalam sifatnya tanggap darurat terhadap manusia dalam bentuk evakuasi, memberi makanan atau selimut. Kondisi ini ada negatifnya, karena bantuan sifatnya sosial dan tidak benar membuat orang menjadi mandiri.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

?

"Pengentasan orang miskin salah, karena orang miskin dibantu menjadi tidak mandiri. Yang cocok pengentasan pengangguran. Contoh CSR kami adakan kegiatan di Lombok, CSR ada di sana, tetapi setelah acara berakhir, berakhirlah semua. Apakah CSR yang seremonial yang Indonesia inginkan. Tanam pohon, tidak diurus akhirnya mati," ujar Indra.

?

Sementara itu Konsultan CSR dan Comdev, Budi R Minulyo mengatakan pelaksanaan CSR di Indonesia masih berbeda-beda mulai dari definisi, tanggung jawab dan tujuannya. Saat itu terdapat sekitar 35 PP di daerah yang mengatur tentang CSR dan lingkungan, sayangnya tidak selalu meningkatkan efektifitas CSR. Ia menilai seharusnya program CSR tidak hanya memberikan manfaat kepada masyarakat tetapi juga kepada perusahaan pelaksana CSR itu.

?

"Banyak perushaan yang sudah melaksanakan CSR, tetapi hubungan kami dengan stake holder atau komunitas tidak ada perubahan bahkan ada konflik," ujarnya.

?

Lebih lanjut Budi menambahkan tantangan CSR saat ini adalah belum adanya peran dan fungsi CSR di lapangan. Selain itu, antar kementerian juga memiliki pandangan yang berbeda terkait CSR. Beberapa isu kritis yang disampaikan Budi adalah bentuk jelas dari CSR antara lain yang berkaitan dengan sasaran program CSR, pihak yang disebut masyarakat dinilai hanya berdasarkan letak geografis dan CSR seharusnya mampu mendorong pembangunan yang tidak tumpang tindih dan CSR tidak memberi beban baru kepada perusahaan.

?

Sementara itu, anggota Komite III DPD RI, Ahman Jazuli mempertanyakan respon dari perusahaan terkait rencana pemerintah untuk menerbitkan UU CSR. "Dari pemerintah mau ada UU CSR, bagi perusahaan tidak terlalu dibutuhkan CSR karena setiap waktu dilaksanakan CSR," ujar senator asal Lampung itu.

?

Senator Abdul Aziz ? dari Sumatera Selatan melihat sejumlah perusahaan di daerah yang program CSRnya tidak terkoordinasi dengan baik, hal ini karena aturan yang kurang mengikat. Selain itu, Ia menilai program CSR perusahaan yang sudah berjalan sejauh ini tidak membangun kualitas SDMnya, sehingga masyarakat tetap sulit mempertahankan kehidupannya.

?

Sedangkan Marvin Kober melihat adanya kejanggalan dalam pelaksanaan CSR dilakukan di luar wilayah perusahaan berada. "Ada perusahaan di tempat lain, CSR nya di tempat lain, etiskan seperti ini. Contoh PT Freeport, ada di Papua CSRnya di luar Papua," jelasnya.

?

Sementara itu, anggota Komite III DPD RI asal Bali Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna berharap agar pelaksanaan program CSR tidak bertentangan dengan keinginan ? masyarakat, melainkan dapat meningkatkan upaya pemberdayaan masyarakat. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sunnah, Pahlawan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Safari Ramadhan, PCNU Kota Metro Bagikan 80 Kambing Betina ke Warga

Metro, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Metro, Lampung, membagikan 80 ekor kambing betina kepada masyarakat kota setempat selama bulan suci Ramadhan. Pendistribusian dilakukan melalui pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) dan Pengurus Ranting NU (PRNU) yang tersebar di Kota Metro.

Proses pembagiannya pun bergilir dari MWCNU ke MWCNU yang dirangkai dalam acara Safari Ramadhan yang merupakan agenda rutin PCNU Kota Metro setiap bulan Ramadhan.? Agenda Safari Ramadhan dari masjid ke masjid tahun ini dimulai dari MWCNU Metro Selatan, tepatnya di Masjid Nurul Hidayah pada Jumat, 9 Juni 2016.

Safari Ramadhan, PCNU Kota Metro Bagikan 80 Kambing Betina ke Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Safari Ramadhan, PCNU Kota Metro Bagikan 80 Kambing Betina ke Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Safari Ramadhan, PCNU Kota Metro Bagikan 80 Kambing Betina ke Warga

Pengurus Masjid Nurul Hidayah H Halim Ishak mengaku sangat berterima kasih kepada PCNU Kota Metro yang memilih Masjid Nurul Hidayah sebagai tuan rumah Safari Ramadhan? tahap pertama selama bulan Ramadhan. “Ini merupakan kehormatan bagi kami. Alhamdulillah, sudah 5 Ramadhan ini di Masjid Nurul Hidayah diselenggarakan shalat tarawih 20 rakaat," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua PCNU Kota Metro H Ali Qomaruddin memberikan apresiasi kepada pengurus Masjid Nurul Hidayah dan para jamaahnya yang telah menyambut dengan semangat atas digelarnya Safari Ramadhan ini dan atas istiqomahnya mengamalkan shalat tarawih 20 rakaat.

"Insyaallah Safari Ramadhan ini bukan hanya safari yang pada umumnya hanya memberikan ceramah-ceramah kepada para jamaah. Safari Ramadhan PCNU Kota Metro dirangkai dengan kegiatan-kegiatan sosial. Dalam momen ini PCNU akan membagikan kambing betina kepada masyarakat dan beasiswa kepada masyarakat Kota Metro mulai dari sekolah dasar hinggi ke perguruan tinggi," imbuhnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebagai pemandu pembagian kambing betina dalam program ini, Agus Setiwan mengatakan bahwa program sosial tersebut sudah berjalan selama tiga tahun setiap bulan Ramadhan.

"Tahun pertama kita baru mampu memberikan 22 ekor kambing, terus tahun kedua sudah 57 ekor kambing, dan alhamdulillah pada tahun ini, tahun ketiga kita mampu memberikan kambing betina 80 ekor,” kata sekretaris Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Maarif NU Kota Metro ini.

Ia menjelaskan, program ini terselenggara atas kerja sama dengan Pengurus Caban Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (LAZISNU), LP Maarif NU, BMT Artha Buana Metro, dan Institut Agama Islam Maarif NU.

Dalam kesempatan yang lain Ketua PC LP Maarif Metro Ismail, mengatakan bahwa distribusi kambing ini merupakan salah satu langkah konkret dari visi PCNU Kota Metro, yaitu “Mewujudkan Kemandirian Organisasi yang Bermartabat Menuju Kesejahteraan Umat”.

Dalam acara tersebut juga dibagikan kitab cara cepat membaca al-Quran metode An-Nahdliyah kepada TPQ di Kota Metro yang telah dilatih langsung oleh KH Syamsu Dhuha dari Tulungagung, dan TPQ tersebut akan menjadi proyek percontohan dan pusat pembelajaran Al-Quran oleh Institut Agama Islam Maarif NU Metro Lampung. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Doa, Pahlawan, Olahraga Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Hukum Pentas di Panggung Stand Up Comedy

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Pengasuh rubrik Bahtsul Masail Kedung Sukun Adiwerna Tegal yang baik, saya ingin menanyakan perihal pelawak khususnya yang mengarang cerita semisal Stand Up Comedy yang mengarang cerita bohong agar penonton tertawa. Saya pernah mendengar seorang ustadz mengatakan tentang hadits Rasulullah mengenai celakanya seseorang yang berdusta dalam bercanda.

Hukum Pentas di Panggung Stand Up Comedy (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Pentas di Panggung Stand Up Comedy (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Pentas di Panggung Stand Up Comedy

Saya seorang yang suka sesekali menonton lawak dan stand up comedy untuk sedikit melupakan kepenatan, dan biasanya saya mengerti bagian mana yang dilebih-lebihkan, mana yang jujur, dan mana yang bohong. Apakah hukumnya mutlak haram dalam Islam? Apa hukum menonton acara lawak yang ceritanya cenderung dikarang-karang agar penonton tertawa? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Assalamu ‘alaikum. wr. wb. (Riski Agustin Kuswanto/Sidoarjo)

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya kepada kita semua. Islam tidak meminta manusia untuk memasang wajah serius seumur hidup. Pada sisi lain Islam juga menyadari bahwa manusia sesekali perlu tersenyum, bahkan tertawa. Dari sini kita dapat memahami bahwa segala sesuatu itu perlu wajar-wajar saja, tidak berlebihan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Tetapi dalam kondisi apapun Islam menghendaki kejelasan antara kejujuran dan kebohongan. Jangan sampai masyarakat kehilangan pegangan karena kekaburan pembatas antara keduanya. Oleh karena itu Rasulullah SAW melarang seseorang yang membuat orang lain tertawa dengan suatu kebohongan.

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ?". ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?."

Artinya, “Kalau ada yang bertanya, ‘Bacaan Akhbarul Hamqa wal Mughaffalin [Hikayat Orang-orang Dungu dan Lalai-penerjemah] bikin tertawa. Bukankah ada hadits nabi yang berbunyi, ‘Sungguh, seseorang yang mengeluarkan satu kata sekalipun yang dapat membuat orang di sekitarnya tertawa akan jatuh karenanya [ke jurang neraka] melebihi jarak bumi dan bintang Tsurayya?’’ Jawabnya, ‘Hadits ini bisa dipahami karena unsur dusta di dalam cerita humornya. Hal ini diperjelas oleh hadits, ‘Celakalah seseorang yang berbicara kepada orang lain, lalu berdusta sehingga orang lain tertawa.’’ Hanya saja terkadang seseorang boleh berbicara atau mendongeng dengan maksud membuat orang lain tertawa. Di dalam Shahih Muslim, Sayyidina Umar bin Khattab mengatakan, ‘Aku akan bicara kepada Rasulullah SAW dengan kalimat yang dapat membuatnya tertawa.’ Kukatakan kepadanya, ‘Ya Rasulullah, kalau kaulihat anak perempuan Zaid–istri Umar–meminta nafkah kepadaku, akan kupukul lehernya.’ Rasulullah SAW tertawa mendengarnya,” (Lihat Abdurrahman Ibnul Jauzi Al-Baghdadi, Akhbarul Hamqa wal Mughaffalin, Beirut, Darul Fikr, cetakan pertama, 1990 M/1410 H,? halaman 19).

Larangan Rasulullah SAW dalam hadits di atas dapat dipahami karena kejujuran dan kebohongan sulit dibedakan sehingga tidak ada batasan antara keduanya yang dapat menjadi pegangan masyarakat. Sementara di masa kini batasan antara keduanya tampak jelas karena sekarang ini komedi-komedi semacam itu dibuat dalam forum dan waktu khusus sehingga masyarakat tidak perlu menganggap serius cerita rekaan dan sandiwara ringan komedian di panggung.

Kebohongan kadang diperlukan atau semacam siasat untuk menghindari ketersinggungan pihak tertentu. Kebohongan dalam forum komedi ini jelas bukan untuk dipercaya sebagai sebuah kebenaran. Semua cerita rekaan yang disampaikan di forum ini justru dipahami sebagai hiburan, pelepas penat dan jenuh. Bahkan kalau memungkinkan, kita mengambil pelajaran darinya, bukan dipahami secara harfiah.

Adapun perihal hukum, Islam tidak mengharamkan seseorang melawak atau membuat orang lain tertawa. Hanya saja kalau intensitasnya berlebihan menjadi makruh.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ?"? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Membuat orang lain tertawa terus-menerus adalah sesuatu yang dimakruh. Sedangkan tertawa sesekali bukan sesuatu aib tercela. Rasulullah SAW terkadang tertawa hingga tampak gigi gerahamnya. Tetapi tertawa keseringan juga dimakruh karena sabda Rasulullah SAW yang berbunyi, ‘Banyak tertawa membuat hati mati.’ Sementara lepas penat (hibur diri) dengan semua (komedi dan humor-penerjemah) itu di waktu-waktu tertentu sama penting dengan garam secukupnya di sebuah panci masakan,” (Lihat Abdurrahman Ibnul Jauzi Al-Baghdadi, Akhbarul Hamqa wal Mughaffalin, Beirut, Darul Fikr, cetakan pertama, 1990 M/1410 H,? halaman 19).

Demikian yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal IMNU, Cerita, Pahlawan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Peringati Hari Jadi Brebes, Fatayat NU Wanasari Gelar Festival Qasidah

Brebes, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Sebanyak 22 grup rebana menunjukkan kebolehannya dalam festival qasidah yang diadakan Fatayat NU Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, Senin (18/1). Mereka tampak bergairah pada festival yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-338 Kabupaten Brebes.

“Kami tidak ingin kesenian qasidah dan rebana tergilas oleh musik modern ala kebarat-baratan,” tutur Ketua Fatayat NU Wanasari Hj Sofwati di sela perlombaan.

Peringati Hari Jadi Brebes, Fatayat NU Wanasari Gelar Festival Qasidah (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Jadi Brebes, Fatayat NU Wanasari Gelar Festival Qasidah (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Jadi Brebes, Fatayat NU Wanasari Gelar Festival Qasidah

Qasidah dan rebana, kata Sofwati, merupakan kesenian tradisional Islam yang mengandung unsur pendidikan dan nasihat-nasihat keagamaan. Sangat disayangkan bila kesenian ini punah. “Kesenian ini harus kita lestarikan dan kita kembangkan terutama untuk generasi muda,” katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lomba yang digelar di area majelis taklim An-Nahdliyah Desa Keboledan, Wanasari, Brebes itu diikuti 22 grup dari 20 desa se-Kecamatan Wanasari. Mereka membawakan lagu wajib Magadir dan lagu pilihan bebas dalam durasi maksimal 15 menit.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kegiatan berlangsung meriah karena masing-masing grup membawa pendukung yang sangat banyak. Dewan juri yang terdiri atas Khoerurojikin, Multajam, dan Anisah menilai peserta pada kemahiran vokal, irama, kekompakan, dan penampilan.

Setelah melalui penjurian yang cukup ketat, peserta dari grup qasidah ranting Fatayat NU Keboledan meraih juara 1 dengan skor 333. Juara 2 diraih grup ranting Dukuhwringin dengan skor 321. Sementara juara 3 direbut ranting Tegalgandu dengan angka 306.

Para pemenang mendapatkan piala dan sejumlah uang pembinaan.

Ia menambahkan, beberapa waktu lalu juga telah digelar berbagai lomba antara lain lomba tata administrasi dan organisasi Fatayat NU, lomba merias wajah, merangkai bunga dan membuat menu makanan sehat. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pahlawan, Cerita, Habib Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 04 Desember 2017

IPNU-IPPNU Rawalo Gelar Makesta Kubro

Banyumas, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sebanyak 250 pelajar mengikuti makesta yang diselenggarakan IPNU-IPPNU Rawalo kabupaten Banyumas, Sabtu (21/6) malam. Di kantor MWCNU Rawalo, mereka yang datang dari sembilan kelurahan ini menerima sejumlah materi ke-Aswajaan dan kebangsaan.

Makesta Kubro bertema “Menciptakan Kader NU Berkualitas serta Loyal terhadap NU dan NKRI” ini masuk dalam rangkaian peringatan Gebyar Harlah ke-91 NU dan Harlah ke-81 GP Ansor yang diselenggarakan MWCNU Rawalo.

IPNU-IPPNU Rawalo Gelar Makesta Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Rawalo Gelar Makesta Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Rawalo Gelar Makesta Kubro

Ketua IPNU Rawalo M Shonhaji dalam sambutannya mengimbau peserta kaderisasi untuk serius mengikuti makesta kubro. “Kader IPNU-IPPNU harus menjadi kader berkualitas serta loyal terhadap NU. Jangan hanya sekadar ikut-ikutan.”

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Shonhaji mengingatkan peserta makesta untuk menanamkan kesadaran dalam diri sebagai penerus perjuangan NU ke depan. “Terlebih lagi tantangan NU ke depan lebih kompleks.”

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Shonhaji mengatakan makesta kubro terbilang menarik. Berkat silaturahmi dengan para orang tua dan sosialisasi rutin tiap ranting, kami mendapat mandat untuk melaksanakan makesta kubra perdana di Rawalo dengan jumlah peserta cukup besar, ujar Shonhaji. (Azka Miftahuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pahlawan, Hadits, Fragmen Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 29 November 2017

Alex Komang: NU harus Jadi Pelaku Film

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Lesbumi lahir tanggal 28 Maret tahun 1962, saat pergumulan ideologi bersaing keras antara sosialime realis dan humanisme universal. Di sisi lain, budaya-budaya asing yang disebarkan film Amerika melalui AMPAI (semacam Twenty One sekarang) juga dipasarkan secara bebas. 

Menurut Wakil Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Alex Komang, keadaan demikian persis dengan sekarang, “Persoalan yang dihadapi sekarang, mirip ketika Lesbumi lahir,” ujarnya. 

Alex Komang: NU harus Jadi Pelaku Film (Sumber Gambar : Nu Online)
Alex Komang: NU harus Jadi Pelaku Film (Sumber Gambar : Nu Online)

Alex Komang: NU harus Jadi Pelaku Film

Hal itu diungkapkan Alex saat menyampaikan sambutan pada Musyawarah Film Nasional yang diselenggerakan Lesbumi, Kamis (12/4) di gedung PBNU, Jakarta, dengan tema Posisi Indonesia dalam Film Nasional. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Film-film bagus buatan dalam negeri malah tidak mendapatkan tempat di masyarakat. “Film Sang Penari itu bagus. Tapi penontonnya tidak sampai seratus ribu orang. Balik modal saja sudah untung. Ketika diurut-urut, ternyata masalahnya kita tidak punya outlet. Film bagus tidak sampai kepada penontonnya,” paparnya. 

“Kita tidak mau melepaskan sajak dari fungsi sosial dan komunikatifnya,” tegas Alex yang juga artis kondang ini, mengutip perkataan Asrul Sani dalam Surat-Surat Kepercayaan Asrul Sani.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Alex, hal tersebut karena bioskop-bioskop yang ada, hanya sekira 500 layar di seluruh Indonesia. Dan terkonsentrasi di beberapa kota besar. Tentu saja tidak cukup untuk penduduk 230 juta jiwa. Selain itu, karena bioskop itu milik perusahaan-perusahaan asing, mereka memilki kewanangan untuk memutar film sesuai kepentingan mereka. 

Lebih lanjut, menurut Alex, NU harus menjadi pelaku perfilaman Indonesia, karena selama ini hanya jadi obyek pasarnya. Padahal film merupakan media yang paling efektif untuk membangun karakter bangsa, sehingga masyarakat bisa menentukan apa yang baik mereka tonton. 

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pahlawan, Hikmah, Aswaja Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 28 November 2017

Lima Ibadah yang Harus Diburu-buru

Segala pekerjaan yang dilakukan dengan terburu-buru akan mengakibatkan ketidaksempurnaan. Bahkan dianggap sebagai kelakuan syaitan. Hal ini memang benar. Pepatah lama saja mengantisipasi hal ini dengan istilah tak akan lari gunung dikejar. Kalimat ini menyadarkan bahwa dalam berkegiatan tidaklah perlu tergesa-gesa karena sesuatu tujuan itu akan tercapai bila kita melangkah sesuai rencana.

Namun demikian kaidah ini memiliki pengecualian. Tidak semua yang dilakukan dengan segera menimbulkan efek buruk. Bahkan hal itu disunahkan sebagaimana keterangan hadits yang diriwayatkan oleh Hatim al-Asham yang dikutip dalam Hilyatul Auliya

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Tergesa-gesa bagian dari kelakuan syaitan kecuali dalam lima hal, pertama memberi makan tamu, kedua mengubur jenazah, ketiga menikahkan anak perawan keempat membayar hutang dan kelima bertaubat dari segala dosa.”

Lima Ibadah yang Harus Diburu-buru (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Ibadah yang Harus Diburu-buru (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Ibadah yang Harus Diburu-buru

Berhubungan dengan memberi makan tamu, sesungguhnya hal itu termasuk sunah rasul. Sebagaimana anjurannya memuliakan tamu. Hal ini diperkuat dengan hadits

? ? ? ? ?.

“Sesungguhnya orang terbaik diantara kalian adalah orang yang memberi makan”

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Logikanya apabila menghormati tamu adalah anjuran Rasulullah, apalagi menghormati dengan memberi makan.

Demikian pula dengan menyegerakan urusan jenazah, sesungguhnya hal itu merupakan sunah Rasulullah saw sebagaimana keterangan hadits Sahih?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Abu Hurairah RA dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Bersegeralah di dalam (mengurus) jenazah. Jika ia orang shalih maka kebaikanlah yang kalian persembahkan kepadanya, tetapi jika ia tidak seperti itu maka keburukanlah yang kalian letakkan dari atas pundak-pundak kalian”.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Adapun urusan perawan, maka tidak ada hal yang lebih baik kecuali mengawinkannya dengan segera. Apalagi dengan melihat kondisi sekarang ini. Rasulullah sendiri pernah bersabda?

? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Barangsiapa yang menikahkan anak perempuannya maka, pada hari kiamat akan menghadap kepada Allah dengan (memakai) mahkota”

Adapun urusan piutang dengan tegas Rasulullah saw pernah bersabda sebagaimana diriwayatkan Dari Abu Hurairah,

? ? ? ?

“Sesungguhnya yang paling di antara kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.”

Dan yang terakhir, sesungguhnya orang yang berdosa hendaklah segera memohon ampun kepada Allah swt. Sebagaimana doa Rasulullah saw yang diajarkan kepada umatnya

? ? ? ? ? ? ? ?

Tuhan, Ampunilah aku dan terimalah taubatku sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Pengampun

Jika Rasulullah saw yang sudah jelas dijamin sebagai manusia mashum tanpa dosa masih mementingkan taubat apalagi selaku umatnya yang berbelepotan dosa.

Inilah lima hal yang jika disegerakan dijamin tidak akan menimbulkan hal negatif. (Ulil A. Hadrawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Daerah, Pahlawan, Bahtsul Masail Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 24 November 2017

LBMNU Probolinggo Soroti Terjemah Al-Qur’an MMI

Probolinggo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Cabang Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) Kabupaten Probolinggo sangat menyayangkan terjamah tafsiriyah oleh Al-Ustads Muhammad Thalib dari Pengurus Pusat Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Pasalnya dalam terjemah tersebut banyak arti Al-Qur’an yang dinilai tidak sesuai.

LBMNU Probolinggo Soroti Terjemah Al-Qur’an MMI (Sumber Gambar : Nu Online)
LBMNU Probolinggo Soroti Terjemah Al-Qur’an MMI (Sumber Gambar : Nu Online)

LBMNU Probolinggo Soroti Terjemah Al-Qur’an MMI

Demikian disampaikan oleh Ketua PC LBMNU Kabupaten Probolinggo Abd. Rohman Nabrowi kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Rabu (1/1). “Kesalahan awal sudah bisa kita lihat di ayat pertama Surat Al Fatihah. Arti yang seharusnya yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang berubah menjadi yang Maha Luas. Kalau arti surat Al Fatihah saja sudah banyak yang salah, apalagi surat-surat yang lain. Hal ini tentu masuk dalam pengaburan isi Al-Qur’an,” ungkapnya.

Menurut Abd. Rohman, terjamah tafsiriyah ini merupakan koreksi dari terjemah Al-Qur’an yang dibuat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.“Namun setelah saya telaah dan koreksi, banyak isi tafsiran yang mengkaburkan terjemah Al-Qur’an itu sendiri dan bisa dinyatakan kesalahan,” tegasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Abd. Rohman dengan tegas baik atas nama pribadi dan atas nama organisasi akan menggugat isi terjemah Al Qur’an yang telah mengaburkan isi Al-Qur’an. “Saya siap kapanpun membedah kesalahan terjemah ini di forum terbuka. Gugatan ini perlu untuk disampaikan karena menyangkut masa depan generasi muda bangsa. Sebab dikhawatirkan nantinya ada penafsiran yang salah ketika membaca terjemahan ini,” terangnya.

Oleh karenanya Abd. Rohman meminta kepada pihak Kemenag RI untuk menghentikan peredaran terjamah tafsiriyah ini karena dikhawatirkan akan menyesatkan umat muslim yang membacanya, terutama generasi muda.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Mohon Kemenag RI berlaku arif terhadap beredarnya terjamah tafsiriyah ini. Saya menyatakan siap untuk bertanggung jawab atas koreksi yang saya lakukan karena ini menyangkut ideologi dan keyakinan. Kalau tidak percaya silahkan baca sendiri terjemahan isi Surat Al Fatihah,” terangnya.

Menurut Abd. Rohman, jika ada pihak yang diam dan membiarkan hal ini sama saja dengan juga ikut mengkaburkan isi Al-Qur’an. “Secara tegas NU menyatakan banyak sekali kesalahan dalam terjamah tafsiriyah ini. Terjemahan Al-Qur’an jika keluar dari kaidah terjemahan maka akan sangat berbahaya dan membingungkan umat muslim yang membacanya,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, Pahlawan, Tegal Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput

Karanganyar, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) 2014, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf menghimbau warga agar tidak golput dalam pemilu yang digelar bulan mendatang.

“Saya berpesan kepada para jamaah semuanya, mari sukseskan pemilu dengan tidak golput dan gunakanlah hak pilih sebaik-baiknya,” seru Habib Syech di hadapan sekitar 10.000 jamaah di alun-alun mapolres Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (11/3).

Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput

Habib Syech secara khusus tidak memberikan instruksi untuk memilih dan mendukung partai manapun, baik dalam pileg maupun pilpres mendatang. “Silakan jamaah memilih partai ataupun presiden sesuai dengan prinsip dan hati nurani masing-masing, namun yang terpenting jangan golput,” tegasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari  pantauan Kedung Sukun Adiwerna Tegal, acara pada malam itu lebih meriah daripada sebelumnya. Banyaknya bendera merah putih, bendera NU, dan bendera Ahbabul Musthofa yang dikibarkan para jamaah menambah semaraknya acara.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Memang polres pernah mengadakan acara serupa namun dahulu tidak seramai dan meriah sekarang,” ujar Alim salah satu jamaah yang aktif ikuti pengajian di Karanganyar. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Budaya, Pahlawan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 17 November 2017

Mahasiswa Islam Nusantara STAINU Jakarta Soal Qiro’at Langgam Jawa

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pembacaan al-Qur’an dengan Langgam Jawa yang dilantunkan oleh Muhammad Yasser Arafat di Istana Negara pada peringatan Isra Mi’raj, Jum’at (15/5) lalu menuai beragam pro dan kontra di tengah masyarakat. Kontroversi ini juga ditanggapi oleh para mahasiswa Pascasarjana Kajian Islam Nusantara STAINU Jakarta sebagai khazanah keislaman di Indonesia.

Mahasiswa Islam Nusantara STAINU Jakarta Soal Qiro’at Langgam Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Islam Nusantara STAINU Jakarta Soal Qiro’at Langgam Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Islam Nusantara STAINU Jakarta Soal Qiro’at Langgam Jawa

“Kita harus memposisikan terlebih dulu, bahwa membaca al-Qur’an dengan Langgam Jawa itu termasuk dalam kategori mana. Apakah itu termasuk Qiro’at (sab’ah/asyrah), Tarannum (bayati, hijaz, dan lain-lain) atau Maqamat (jawab, jawabul-jawab, dan lain-lain,” jelas mahasiswa bernama Abdurrof, Selasa (19/5) di Jakarta.

Mahasiswa asal Cirebon ini menambahkan, bahwa dalam dunia ‘persilatan’ Qiro’at, langgam itu masuk dalam kategori Tarannum, yakni irama lagu. Wilayah ini, menurutnya, adalah wilayah bebas inovasi dengan menjaga standar Qiro’at.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Bahkan secara Maqamat, lanjutnya, Indonesia lebih kaya dari Tarannmu Isyriq (Timur Tengah). Untuk Tarannum Jawa saja, tambahnya, Indonesia mempunyai Maqamat Dhandhanggula, Kinanthi, Asmarandhana, dan lain-lain.

“Kemarin yang di Istana Negara itu, Maqamat atau Larasnya Pelog,” terang Aktivis di Pusat Studi dan Pengembangan Pesantren (PSPP) ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mahasiswa lain bernama Abdul Kadir menjelaskan, bahwa pembacaan al-Qur’an dengan Langgam Jawa adalah sebuah inovasi yang bagus, karena tidak terpaku dengan lagu-lagu Arab seperti pada umumnya. “Langgam itu secara leksikal atau arti kamus sama dengan cara atau model kan? Atau juga sama dengan bentuk irama lagu. Itulah langgam dalam kamus Bahasa Indonesia,” ucap mahasiswa asal Pontianak, Kalimantan Barat ini.

Sementara itu, mahasiswa bernama Zaenal Muttaqin menuturkan, pembacaan al-Qur’an dengan Langgam Jawa itu baik dan bagus-bagus saja. “Yang penting tajwid benar dan tartil bacanya. Qiro’at Sab’ah merupakan monopoli Arab itu,” tukas aktivis salah satu LSM di Jakarta ini.

Senada dengan pendapat yang lain, mahasiswa asal Indramayu, Jawa Barat Alamul Huda menegaskan, jika pembacaan al-Qur’an dengan menggunakan Langgam Jawa adalah bukan hal baru di Indonesia, khususnya di Jawa. “Biasa aja. Dulu masa kecilku di Tajug (mushalla), Simbah-simbah mengajinya ya seperti itu. Tapi ya tidak menimbulkan kontroversi seperti di Istana,” papar Pegiat Kajian Islam Pesisiran ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tokoh, Pahlawan, Quote Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 16 November 2017

40 Hari, Jangan Sebut Lagi Kematian Pram

KAMIS malam (8/6) suasana haru memenuhi ruangan Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Ratusan pasang mata para pengagum Pramodya Ananta Toer (pramis) memandang layar yang memantulkan kembali detik-detik terakhir kematian Pram. Malam itu, tepat 40 hari meninggalnya sastrawan besar itu.

Kenapa 40 hari? Dulu Pram dibuang ke pulau Buru karena dianggap sebagai bagian dari gerakan komunisme. 30 April 2006 lalu, saat Pram disemayamkan, terdengar lagu-lagu komunis? bersemangat bersahutan. Tapi Pram dimakamkan secara Islam dan ditalqin secara NU. Keluarga Pram juga mengadakan tahlilan sampai tujuh hari, dan malam itu adalah tahlilan 40 harinya.

“Menurut adat sampai empat puluh hari kita masih boleh bercerita tentang kematian Pak Pram. Arwah beliau masih di sini, di sekitar kita. Tapi setelah itu, setelah keluar dari sini, jangan coba-coba Anda bicara kematian Pram. Kita bercerita kehidupan Pram, karya Pram,” kata budayawan Eka Budianta malam itu di hadapan para pramis.

Acara 40 hari Pram bertajuk "Menentang Penindasan, Mengagungkan Kemanusiaan" itu didukung sepenuhnya oleh Gus Dur yang juga mantan ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Eka Budianta, Romo Mudji Sutrisno, Rieke Diah Pitaloka, Muhidin M. Dahlan, Lokal Ambience, Marjinal, Indonesia Buku, Hantoeroemahbiroe, Rdp Management, Lentera Dipantara, DKJ, Mata Pusaran, Taringbabi, dan pramis lainnya. Acara dirangkai dengan aksi penggalangan dana untuk korban gempa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Para pramis malam itu secara bergantian mengungkapkan kekagumannya tentang Pram; bercerita, berorasi, berpuisi, menyanyi, berdoa, dan menangis. “Kejahatan itu ada fungsinya buat kita bisa belajar melawan,” demikian suara almarhum Pram itu memecah suasana gedung.

Sekjen Lembaga Seni Budaya Muslim (Lesbumi NU), M Dienaldo, yang disebut-sebut sebagai pramis utama mengungkapkan dua kalimat tarakhir, wasiat yang terpatah-patah keluar dari mulut Pram sendiri. “Apakah sampah di samping rumah sudah dibakar?” “Pemuda sekarang harus melahirkan pemimpin!”

Ada juga yang malam itu menyebut Pram sebagai Mahatma Gandi. Ya. Pramodya Ananta Toer telah meninggalkan banyak hal: Semangat, keberanian, karya dan kata-kata. Adalah, sastrawan yang mempraksiskan bagaimana “seni untuk rakyat” dan memikirkan tiap centimeter tanah-air di Indonesia. “Jangan dulu meninggal. Pekerjaan masih banyak.” (a khoirul anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pesantren, Humor Islam, Pahlawan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

40 Hari, Jangan Sebut Lagi Kematian Pram (Sumber Gambar : Nu Online)
40 Hari, Jangan Sebut Lagi Kematian Pram (Sumber Gambar : Nu Online)

40 Hari, Jangan Sebut Lagi Kematian Pram

Jumat, 10 November 2017

NU Turki Peringati Nuzulul Quran Bersama Dubes RI

Istanbul, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama (PCINU) Turki memperingati malam Nuzulul Quran tahun ini dalam kemasan nonformal dan santai. Namun, di balik kesederhanaan tersebut hadir tamu spesial Duta Besar RI untuk Aljazair Ahmad Niam Salim.

NU Turki Peringati Nuzulul Quran Bersama Dubes RI (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Turki Peringati Nuzulul Quran Bersama Dubes RI (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Turki Peringati Nuzulul Quran Bersama Dubes RI

Peringatan turunnya Al-Qur’an yang digelar 17 Ramadhan 1435 H, Senin (14/7), ini digelar di kawasan Blue Mosque Sultan Ahmet, Istanbul, Turki. Acara ini dihadiri anggota PCINU Turki yang sedang kuliah di Turki, khususnya Istanbul.

Dalam kesempatan itu, duta besar yang lahir dari kalangan pesantren itu menjabaran beberapa hal seputar kandungan Al-Qur’an. Ia menuturkan bahwa salah satu spirit Al-Quran adalah agar manusia itu bertindak secara kreatif dan menerapkan seni atau gaya khas keindahan dalam setiap hal.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal ini terinspirasi dari ayat 30 pada surat Al-Anfal yang artinya kurang lebih, “Dan Allah sebaik-baik pembuat makar.." Dalam ayat ini Ahmad Niam Salim menerjemahkan secara bebas kata makar sebagai ‘stretegi’.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sekarang yang jadi pertanyaan, bukankah Allah itu mampu membuat sesuatu hanya dengan berkata “Jadilah!” Jika memang demikian, mengapa Allah membuat strategi segala? Bukankah dengan hanya berfirman “Jadilah!” maka akan terjadi hal yang di inginkan Allah itu?

Niam Salim melanjutkan, “Nah di sinilah letak spirit itu, ternyata dengan ayat ini, seolah-olah Allah mengajarkan kepada manusia bahwa dalam melakukan suatu hal jangan asal jalan saja, tetapi memerlukan strategi agar tepat sasaran. Memerlukan seni agar tidak ada yang tersakiti, memerlukan pertimbangan agar semua merasa aman,” tuturnya.

Ketua Tanfidziah PCINU Turki Ulin Nuha mengatakan, meski dikemas santai pihaknya tetap menjadikan acara ini sebagai tujuan untuk mendalami nilai-nilai Al-Qur’an.

“PCINU Turki merayakan hari turunnya Al-Quran dengan mengupas spirit Alquran bagi kemajuan suatu bangsa. Acara yang di kemas dengan obrolan santai namun berbobot tersebut telah menyedot motivasi para punggawa PCINU Turki,” ujarnya. (Hari Pebrian/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, Pahlawan, Ubudiyah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 09 November 2017

Rekrut Kader, PMII Aceh Temui Rektor Universitas Syiah Kuala

Banda Aceh, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banda Aceh melakukan audiensi dengan Rektor Universitas Syiah Kuala Samsul Rizal. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Kerja Rektor, Selasa (3/10).

Rektor Unsyiah Kuala menyambut baik apa yang telah direncanakan oleh PMII Banda Aceh.

Rekrut Kader, PMII Aceh Temui Rektor Universitas Syiah Kuala (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekrut Kader, PMII Aceh Temui Rektor Universitas Syiah Kuala (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekrut Kader, PMII Aceh Temui Rektor Universitas Syiah Kuala

Ketua PMII Kota Banda Aceh Akmaluddin mengatakan, dalam rangka pembukaan Pengurus Komisariat (PK PMII) Unsyiah, PMII Banda Aceh bersilaturrahmi dengan Rektor Universitas Syiah Kuala Samsul Rizal.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Salah satu budaya yang diajarkan oleh Nahdlatul Ulama (NU), kata Akmal, adalah bersilaturrahmi (sowan) sebelum bertindak dalam menggerakkan suatu pergerakan yang akan tumbuh wadahnya.

"Sebelum terbentuknya PK PMII Unsyiah, maka PMII Banda Aceh dalam waktu dekat ini akan mengadakan rekrutmen kader-kader yang khususnya para mahasiswa dan mahasiswi Unsyiah untuk menjalankan roda kepengurusan ke depan," kata Akmal.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara Samsul Rizal menyatakan senang melihat anak-anak muda yang menjaga komunikasi dengan orang-orang tua sebelum membuat sesuatu.

“Dengan ini saya mengharapkan agar PMII di Kampus Unsyiah segara terbentuk serta dapat mengayomi dan mengarahkan mahasiswa dan mahasiswi dengan pemahaman nilai-nilai sejarah keislaman di Aceh ini semakin kuat," kata Rektor Unsyiah.

Ia berharap besar PMII di Unsyiah segera berkibar kembali karena PMII pernah bergema di kampus jantung hati rakyat Aceh. (Fauzan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Cerita, Hikmah, Pahlawan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebulan Penuh, IPNU-IPPNU Pangkah Gelar Ngaji Jelang Buka Puasa

Tegal, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Ramadhan ini Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal mengadakan tadarus Al-Quran di sambung dengan buka puasa bersama.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk ibadah dan ikhtiar untuk tetap menjaga komunikasi antarpengurus IPNU-IPPNU di tingkat anak cabang dan ranting, serta segenap badan otonom NU selama bulan Ramadhan.

Sebulan Penuh, IPNU-IPPNU Pangkah Gelar Ngaji Jelang Buka Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebulan Penuh, IPNU-IPPNU Pangkah Gelar Ngaji Jelang Buka Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebulan Penuh, IPNU-IPPNU Pangkah Gelar Ngaji Jelang Buka Puasa

“Namun momen Ramadhan kali ini ada yang berbeda, di mana kegiatan yang dipusatkan di gedung MWCNU Kecamatan pangkah Kabupaten Tegal ini diadakan satu bulan full selama bulan suci Ramadhan dan diikuti oleh seluruh Pimpinan Ranting/Pimpinan Komisariat se-Kecamatan Pangkah,” tutur ketua IPNU Kecamatan Pangkah Moh Naenul Rizqoni, Rabu (8/6).

Tadarus rutin setiap bada ashar sampai dengan waktu maghrib ini juga diselingi dengan Kuliah Ashar yang diisi oleh jajaran kepengurusan MWCNU setempat dengan tema kajian yang bebeda-beda.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rizqoni mengatakan, kegiatan ini menjadi wahana pelajar NU untuk mengaji ilmu dan diskusi sebagai modal untuk pengabdian masyarakat di masing-masing desa. Menurutnya, pengabdian tersebut merupakan tanggung jawab seorang kader intelektual muda Ahlussunah wal Jamaah.

“Alhamdulillah, program yang awalnya dijalankan atas dasar intruksi dari MWCNU Pangkah ini mendapat apresiasi oleh Pimpinan Ranting dan Pimpinan Komisariat yang ada, serta mendapat dukungan penuh dari Dewan Pembina (IPNU-IPPNU setempat) dan segenap jajaran pengurus MWCNU Pangkah,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal senada disampaikan Nurrofiudin selaku Pembina PAC IPNU Kecamatan Pangkah yang juga pernah menahkodai IPNU di Kecamatan Pangkah. Ia menyampaikan rasa bangga ketika melihat semangat kader-kader muda NU. Menurutnya, semangat persatuan dan kekompakan pengurus merupakan harga mati yang harus di miliki oleh suatu organisasi.

Ketua MWCNU Kecamatan Pangkah H M.Muntoyo berharap adanya komitmen IPNU-IPPNU dari tingkat desa untuk bersama-sama bersinergi membantu syiar Ahlussunah wal Jamaah dan membangun NU Kecamatan Pangkah yang lebih bermartabat.

“Mari satukan tekad membangun NU Pangkah dengan penuh semangat dan keikhlasan untuk kemaslahatan bersama,” ajak Ketua MWCNU. (Abdul Wahab/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Quote, Pahlawan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 03 November 2017

Raudhatul Athfal, Pilihan Favorit Orang Tua Mendidik Putra-Putrinya

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Raudhatul Athfal atau Taman Kanak-Kanak (raudhah) anak-anak (athfal) merupakan jenjang pendidikan pra sekolah yang dikelola dibawah Kementerian Agama bersama dengan lembaga pendidikan madrasah.

Saat ini terdapat sekitar 27 ribu RA yang tersebar di berbagai wilayah dengan minat orang tua yang tinggi untuk memasukkan putra-putrinya ke dalam RA.

Raudhatul Athfal, Pilihan Favorit Orang Tua Mendidik Putra-Putrinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Raudhatul Athfal, Pilihan Favorit Orang Tua Mendidik Putra-Putrinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Raudhatul Athfal, Pilihan Favorit Orang Tua Mendidik Putra-Putrinya

Direktur Madrasah Nur Kholis Setiawan menjelaskan minat masuk ke RA tinggi karena lulusannya bisa mengaji, hapal surat-surat pendek dan bisa mendoakan orang tuanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Akibatnya RA kebanjiran murid dan selanjutnya, dana operasional menjadi sehat karena masyarakat berpartisipasi,” jelasnya.?

Ia menambahkan, permintaan masuk RA tinggi tetapi diiringi dengan ketersediaan tempat belajar yang memadai juga sehingga terjadi keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Masyarakat juga bersedia membantu operasional RA dengan baik.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Kalau masalah bayar, masyarakat tidak terlalu peduli asal sesuai dengan ekspektasinya,” paparnya. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Syariah, Sholawat, Pahlawan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jelang Idul Fitri, LAZISNU Pati Santuni Anak Yatim

Pati, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pati, Jawa Tengah menggelar acara buka puasa bersama anak-anak yatim di gedung PCNU Pati Jl. Dr. Susanto No.4 Pati, Sabtu (3/8) kemarin.

Acara buka puasa sekaligus pemberian santunan kepada 100 anak yatim dhuafa’ dihadiri jajaran Pengurus NU Kabupaten Pati, MWC NU Se- Kabupaten Pati, Bupati Pati, DPRD Pati, PP LAZISNU dan puluhan tamu undangan berlangsung cukup khidmat.

Jelang Idul Fitri, LAZISNU Pati Santuni Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Idul Fitri, LAZISNU Pati Santuni Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Idul Fitri, LAZISNU Pati Santuni Anak Yatim

Direktur LAZISNU Kabupaten Pati Nur Kholiq mengatakan, kegiatan buka puasa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim merupakan kegiatan perdana LAZISNU di bulan suci Ramadhan. Harapannya lazisnu pati kedepan lebih berkembang dan banyak melaksanakan program-program nyata yang memasyarakat. Sehingga dapat bertanggung jawab atas tugasnya dan dipercaya dalam mensejahterakan umat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sekretaris Pengurus Pusat LAZISNU Muh. Zuhdi dalam sambutannya mengatakan, meskipun sebagai lembaga baru, LAZISNU Pati sudah terlihat melakukan tugas utama di bidang penghimpunan zakat, infaq dan shadaqah sekaligus menyalurkan kepada mereka yang berhak (mustahiq) dalam bentuk program NU Care berupa program tanggap darurat untuk kemanusiaan dan NU Smart berupa layanan beasiswa bagi para siswa, santri dan mahasiswa yang tidak mampu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kegiatan santunan anak yatim yang digelar LAZISNU Pati merupakan bagian dari kegiatan LAZISNU Pusat yang menyantuni tidak kurang dari 5000 anak yatim di seluruh Indonesia.

Bupati Pati, H. Hariyanto yang hadir dalam acara santunan anak yatim mengatakan, selamat atas diadakannya kegiatan santunan yang digelar LAZISNU Pati. Dikatakan, pihaknya akan memberikan dukungan penuh supaya ke depan masyarakat yang menititipkan melalui LAZISNU Pati akan terus bertambah.

“Kedepan harus lebih memasyarakat, sering silaturrAhim pada masyarakat supaya semua mengenal dan akhirnya mengetahui keberadaan LAZISNU Pati. Dan saya siap bekerjasama untuk pengembangan lazisnu Pati,” tambah Ketua DPRD Pati, Sunarwi. ? ?

Wajah-wajah ceria dari anak anak yatim begitu nampak, usai jajaran Pengurus NU Kabupaten Pati dan LAZISNU menyerahkan santunan dan bingkisan untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing. Acara dilanjutkan buka bersama.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muhammad Mubarok

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Olahraga, Kajian, Pahlawan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 29 Oktober 2017

120 Peserta Ikuti Lakmud IPNU-IPPNU Sunan Ampel

Surabaya, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sekitar 120 peserta mengikuti Latihan Kader Muda (Lakmud) yang digelar Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU dan IPPNU) UIN Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur.

Kegiatan yang diselenggarakan di kantor PCNU Mojokerto pada Jumat-Ahad, (8-10/11) dibuka Ketua IPNU Sunan Ampel 2013-2014 M. Ishomuddin selaku, tepat pukul 21.00 WIB Jumat (8/11) .

120 Peserta Ikuti Lakmud IPNU-IPPNU Sunan Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)
120 Peserta Ikuti Lakmud IPNU-IPPNU Sunan Ampel (Sumber Gambar : Nu Online)

120 Peserta Ikuti Lakmud IPNU-IPPNU Sunan Ampel

“Peserta aslinya ada 170 lebih karena banyak calon kader yang ikut UKM dan IPNU ini adalah organisasi Ekstra maka mereka lebih memilih mengikuti pelatihan UKM yang berlangsung bareng dengan LAKMUD 2013 ini,” kata Ketua Panitia Lakmud, Taufiq.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Taufiq, kegiatan Lakmud ini berbarengan dengan pengkaderan 4 organisasi intra kampus. Salah satunya adalah UKM IQMA. UKM ini sudah dianggap saudara sendiri oleh IPNU-IPPNU karena rutinitasnya dan kegiatan-kegiatannya adalah amaliyah warga Nahdliyin. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah diba’iyah, berzanji, rebana, sholawatan, istighosah.

Taufiq menambahkan, pada kegiatan tersebut peserta mendapat materi Keaswajaan, Ke-NU-an, Ke-IPNU/IPPNU-an, Managemen Organisasi dan Analisis Wacana. Selain itu, ada beberapa kegiatan berupa pengayaan seperti tes, nightmare, diskusi panel, RTL dan juga debat Ilmiah. Untuk meningkatkan semangat para peserta diadakan juga outbond dan lomba-lomba kecil. (Ali Ibrohim/Abdullah Alawi)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pahlawan, Internasional, RMI NU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 27 September 2017

Pelajar NU Sidoarjo Gelar Maulid Diba’ wa Ta’lim

Sidoarjo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pelajar NU Sidoarjo kembali menggelar acara rutinan setiap bulan sekali yakni Maulid Diba wa Talim yang ke XI di Masjid Maslakhul Huda Desa Wonoayu pada Ahad, 15 November 2015. Acara ini dihadiri oleh PAC/PKPT IPNU-IPPNU se-kabupaten Sidoarjo.?

Pelajar NU Sidoarjo Gelar Maulid Diba’ wa Ta’lim (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Sidoarjo Gelar Maulid Diba’ wa Ta’lim (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Sidoarjo Gelar Maulid Diba’ wa Ta’lim

Gema sholawat berkumandang dengan merdunya sejak acara dimulai pada pukul 08.00-11.30.?

"Acara ini merupakan momentum untuk menjaga budaya shalawat tetap terjaga di kalangan pelajar Nahdliyin," tutur Mohammad Hendra selaku ketua PAC IPNU-IPPNU dalam sambutannya.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

KH Ahmad Imam Jazuly dalam mauidhoh hasanah mengajak hadirin untuk mempertahankan tradisi dan amaliyah yang baik agar mendapat manfaat yang baik (Zamroni/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pahlawan, Nasional, Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock