Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Buka Bersama, PMII Dan Pemuda Gereja Isi Dialog Kepemudaan

?

Bojonegoro, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro bersama Pemuda Gereja BAMAG Bojonegoro mengadakan buka bersama, Selasa (20/6). Kegiatan yang diadakan di Gereja Katolik Indonesia (GKI) Bojonegoro itu juga diisi dengan dialog kepemudaan.

Buka Bersama, PMII Dan Pemuda Gereja Isi Dialog Kepemudaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Bersama, PMII Dan Pemuda Gereja Isi Dialog Kepemudaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Bersama, PMII Dan Pemuda Gereja Isi Dialog Kepemudaan

?

Ratusan pemuda dari GMNI, HMI, Gusdurian, IPNU, Karang Taruna, Pemuda-pemudi Gereja dan KNPI Bojonegoro. ikut dan antusias untuk mengikuti dialog yang diprakasai oleh PMII dan Pemuda Gereja Bojonegoro, dengan tema Merajut Kebhinekaan Lintas Organ dan Iman untuk NKRI

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

?

Hadir dalam dialog kepemudaan sebagai narasumber, Ketua KNPI Bojonegoro Anam Warsito, Ketua Karang Taruna Bojonegoro, Dony Bayu Setiawan dan Pembina Pemuda Gereja BAMAG Pendeta Iwan Sukmana.

?

Ketua Umum PC PMII Bojonegoro Ahmad Syahid menyampaikan, agenda dialog kepemudaan lintas organ dan iman ini dilaksanakan, agar kita bersatu padu dalam bingkai Nasionalisme tanpa melihat agama, suku, budaya dan ras.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

?

Diakatakannya, kita minum dari air Indonesia, kita makan dari pangan Indonesia, darah yang mengalirpun darah nenek moyang Indonesia. Bahkan kita matipun akan disemayamkan di tanah Indonesia.

?

"Sehingga kita memiliki satu kesamaan untuk NKRI ini. Oleh karenanya harus kita jaga toleransi, persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia," terangnya.

?

Sementara itu Ketua Pemuda Gereja, Lanang mengatakan, pemuda memiliki peranan yang penting untuk menjaga keragaman.

?

"Pemuda harus proaktif menyuarakan Nasionalisme dan persatuan sesama bangsa Indonesia, dan ini wujud kecil bingkai pemersatu diantara kita," jelasnya.

?

Sedangkan pendeta Iwan Sukmana berharap, komponen pemuda yang hari ini berkumpul menjalin silaturahim dan menjaga persatuan untuk berkontribusi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

?

"Perbedaan adalah karunia Tuhan sepanjang masa, yang dilarang Tuhan bukan perbedaan melainkan perpecahan," pungkasnya dalam dialog kepemudaan yang diprakasai oleh PMII dan Pemuda Gereja Bojonegoro.(M. Yazid / Muslim Abdurrahman)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Wasekjen PBNU Ingatkan Penguatan Tiga Aspek Bagi Jamiyah NU

Pringsewu, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Muhammad Aqil Irham mengajak seluruh pengurus dan warga NU untuk lebih melebarkan sayap dan mengfokuskan sektor pendidikan, ekonomi dan kesehatan untuk memperkuat jamiyah Nahdlatul Ulama. Hal ini disampaikannya di depan sejumlah Pengurus Cabang NU di Provinsi Lampung pada Group Discussion di Aula Gedung NU Pringsewu, Sabtu (16/9).

Aqil yang merupakan pengurus NU asal Provinsi Lampung ini mengingatkan bagaimana sejarah berdirinya jamiyyah NU dititik fokuskan pada penguatan kebangsaan dan perekonomian.

Wasekjen PBNU Ingatkan Penguatan Tiga Aspek Bagi Jamiyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Wasekjen PBNU Ingatkan Penguatan Tiga Aspek Bagi Jamiyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Wasekjen PBNU Ingatkan Penguatan Tiga Aspek Bagi Jamiyah NU

"Jamiyah NU lahir di komunitas perkotaan di Surabaya diawali dengan Nahdlatul Wathon, Nahdlatut Tujjar dan Nahdlatul Ulama. Jadi kita harus memahami bahwa bidang ekonomi menjadi salah satu sektor yang sangat perlu digarap," katanya pada acara yang juga dihadiri Ketua PWNU Lampung KH Sholeh Baijuri ini.

Menurut mantan Ketua GP Ansor Lampung ini, trend perubahan diberbagai sektor perlu juga dicermati agar tidak tertinggal jauh dalam melakukan akselerasi penguatan dan percepatan sektor ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Ia memberikan contoh bagaimana saat ini orang yang tidak memiliki kendaraan namun bisa melihat peluang bisnis melalui jasa penyewaan transportasi berbasis android atau online dengan menggunakan kendaraan orang lain yang saat ini sudah menjadi trend.

Penguatan pendidikan, lanjutnya, dapat diperkuat dengan pengkaderan generasi muda yang dilakukan secara intensif sejak pendidikan menengah. Ia mengajak semua elemen di NU untuk merangkul para pelajar dengan berbagai kegiatan dan program yang nantinya akan didistribusikan ke semua lini sehingga penguatan SDM melalui pendidikan akan dapat terealisasi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk mewujudkan hal tersebut perlu penguatan lembaga seperti sekolah, klinik dan koperasi atau lembaga keuangan di Provinsi Lampung melalui dukungan segenap warga NU.

Pertemuan yang dikemas dalam kelompok diskusi tersebut merupakan upaya terciptanya gerakan bersama dengan kesamaan visi antar pengurus PCNU di Provinsi Lampung dalam memperkuat tiga sektor tersebut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hadir dalam pertemuan tersebut pengurus PCNU tuan rumah Pringsewu, Tanggamus, Pesawaran, Lampung Selatan, Bandarlampung dan Lampung Tengah. (Muhammad Faizin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pemurnian Aqidah, Ulama, Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

6000 Santri Darussalam Blokagung Ikuti Upacara Kirab Resolusi Jihad

Banyuwangi, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pelepasan peserta Resolusi Jihad NU 2016 dilaksanakan hari ini, Kamis (13/10). Upacara pelepasan berlangsung di Lapangan Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Banyuwangi.

Rizal Al Amin, salah seorang panitia lokal di Ponpes Blokagung mengatakan, upacara dilakukan mulai jam 9 pagi. Sebelum upacara pelepasan, akan lebih dulu dilakukan pawai santri yang melibatkan sedikitnya 6000 santri pondok pesantren Darussalam Blokagung.

6000 Santri Darussalam Blokagung Ikuti Upacara Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)
6000 Santri Darussalam Blokagung Ikuti Upacara Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)

6000 Santri Darussalam Blokagung Ikuti Upacara Kirab Resolusi Jihad

Iring-iringan pawai akan bergerak dari Pondok Pesantren Blokagung ke arah Genteng, Cagaan, Yosomulyo, Jajag, Benculu, Srono, Rogojampi, Banyuwangi, Wongsorejo. Lima MWCNU Banyuwangi akan dilibatkan dalam pawai ini.?

Keterlibatan lima MWCNU ini pada gerak estafet, sehingga jarak total yang ditempuh sepanjang 80 km. Sebelum upacara resmi, akan dilakukan penampilan pertunjukan grup hadrah, musikalisasi puisi dan seni lainnya.

Koordinator Kirab Resolusi Jihad, Isfhah Abidal Aziz mengatakan sejumlah tokoh dijadwalkan hadir pada upacara besok. Di antaranya ? Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Ketua DPRD Propinsi Jawa Timur Halim Iskandar, serta DPRD Kabupaten Banyuwangi. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nasional, Kajian, Makam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Jombang, Jawa Timur bersama Ikatan Remaja Muslim (Ikram) berkomitmen untuk menguatkan Islam yang menebar kasih sayang kepada semua (rahmatan lil ‘alamin).

Hal itu tercermin dari penyelenggaraan acara Muhasabah Tahun Baru 1438 H dengan tema “Mewujudkan Karakter Remaja Muslim dengan Spirit Islam rahmatan lil Alamin” di Islamic Center Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, Ahad pagi (30/10). Kegiatan diiringi dengan iringan shalawat al-Banjari.

Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk

?

"Acara ini dimaksudkan agar para siswa didampingi pemahaman Islam yang mainstream, yaitu Islam yang ramah dan moderat dan terlindungi dari sementara kalangan Muslim yang ekstrem," ujar Ketua MGMP PAI Jombang, Shalahuddin.

Direktur Aswaja NU Center Jombang Yusuf Suharto mengatakan bahwa muhasabah atau introspeksi diri adalah sebuah keniscayaan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kita muhasabah dalam banyak kesempatan antara lain, di Ramadhan, di Syawal, dan di bulan Muharram. Muharram adalah bulan pertama dalam hitungan tahun hijriah. Momentum Muharram sebagai bulan introspeksi adalah tepat karena bulan ini adalah awal bulan tahun hijriah, dan bulan yang setelah bulan haji di mana banyak berkumpul kaum muslimin dari seluruh dunia untuk ibadah haji," ujarnya di hadapan para siswa, dan guru MGMP PAI se-Jombang.

?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurutnya, tahun baru Islam ini disebut dengan hijriah karena ditandai dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad ke Madinah. Hijrah ini adalah gerakan nyata yang perlu dicatat sejarah. Hijrah Nabi disepakati sebagai penanda penting kalender Islam pada masa kepemimpinan Umar bin Khatab.

"Di antara yang dilakukan Rasulullah adalah beliau membuat Mitsaq Madinah atau Piagam Madinah, dan itu mengikat tidak hanya kepada masyarakat Madinah yang muslim, tapi juga nonmuslim. Inilah penghargaan kemajemukan yang dicontohkan Rasulullah," kata pengurus Dewan Pendidikan Jombang ini.

Yusuf juga mengatakan, NKRI adalah bentuk perjanjian bersama antarmasyarakat Indonesia yang majemuk. “Islam rahmatan lil alamin dalam konteks berbangsa dengan demikian adalah Islam yang merahmati tidak hanya kepada sesama muslim, tetapi bahkan kepada seluruh masyarakat Indonesia," imbuhnya.

Ia mengingatkan bahwa semangat cinta tanah air sudah diajarkan oleh para ulama Nusantara, antara lain oleh KH Abdul Wahab Chasbullah dengan Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada tahun 1916, dan gubahan lagu Ahlal Wathan pada 1934.

“Karakter Islam Nusantara adalah karakter Islam yang moderat. Mari kita menjadi bagian dari Muslim negeri ini, dengan prinsip Islam yang rahmat, Islam yang lembut pada tempatnya dan tegas pada tempatnya," pungkas dosen Aswaja Institut Pesantren KH. Abdul Chalim (IKHAC) Pacet Mojokerto Jatim ini. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Daerah, Kajian, Kyai Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 05 Februari 2018

MUI Pinta Polisi Usut Kasus Panci Bertuliskan Alhamdu Allah

Jember, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jember, Jawa Timur, Halim Subahar, meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus panci yang bertuliskan Arab "Alhamdu Allah" karena hal tersebut dinilai melecehkan agama Islam.

MUI Pinta Polisi Usut Kasus Panci Bertuliskan Alhamdu Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Pinta Polisi Usut Kasus Panci Bertuliskan Alhamdu Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Pinta Polisi Usut Kasus Panci Bertuliskan Alhamdu Allah

"Aparat penegak hukum harus tegas terhadap persoalan pelecehan agama karena selama ini tidak ada proses hukum yang tuntas terhadap hal-hal itu, sehingga potensinya terulang kembali," kata Halim di Jember, Selasa.

Ribuan panci bertuliskan Arab "Alhamdu Allah" ditemukan di Kabupaten Jember pada Senin (25/1), bahkan sebagian peralatan dapur rumah tangga tersebut sudah di tangan konsumen dan beredar di masyarakat.

"Sejauh ini kasus seperti sandal berlafalkan Allah dan terompet menggunakan kertas Al-Qur’an tidak diusut secara tuntas oleh aparat penegak hukum, sehingga tidak ada efek jera bagi para pelaku untuk menistakan agama," tuturnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk itu, lanjut dia, aparat kepolisian perlu melakukan klarifikasi terhadap pembuat peralatan dapur yang menempelkan stiker bertuliskan Arab "Alhamdu Allah" dan mencari aktor intelektual yang sengaja membuat hal tersebut dengan jumlah ribuan yang ditemukan di Jember.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Motivasinya apa produsen membuat tulisan itu dan pihak penegak hukum harus tuntas mengusut kasus itu karena jika tidak, maka pelecehan terhadap umat Muslim akan terus terjadi," paparnya.

Ia menjelaskan pelecehan agama Islam yang tidak ditindaklanjuti dengan serius oleh aparat penegak hukum akan memancing keresahan di tengah masyarakat karena beberapa kali terjadi kasus penistaan agama yang tidak diproses hukum hingga selesai.

"Kami berharap pihak Polres Jember serius menangani kasus ini dan mengusut tuntas hingga aktor intelektualnya, agar tidak ada lagi pelecehan agama dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab," tegasnya.

Sementara Kepala Kementerian Agama Jember, Rosadi Badar mengatakan masih akan melakukan koordinasi dengan MUI dan aparat kepolisian terkait persoalan itu.

"Dari tulisannya memang salah, seharusnya tertulis Alhamdulillah, namun tulisan itu bertuliskan Alhamdu Allah yang menyebabkan artinya juga beda," katanya.

Ia mengatakan penulisan bahasa Arab yang salah dan berada di tempat-tempat yang tidak seharusnya seperti peralatan dapur akan menyebabkan keresahan umat Islam karena hal tersebut sangat sensitif mengarah ke isu SARA.

"Kami imbau semua pihak tidak main hakim sendiri karena hal tersebut sudah ditangani oleh aparat kepolisian dan pihak Kemenag siap memberikan pembinaan," ujarnya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian, Jadwal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Empat Perlakuan kepada Orang yang Baru Saja Meninggal

Anda mungkin pernah atau bahkan sering mendengar berita atau melihat sendiri tentang kematian seseorang yang begitu tiba-tiba sehingga membuat Anda tidak percaya. Pada saat itu Anda dengan keterkejutannya akan mengatakan, “Yang bener?! Sejam yang lalu barusan telpon saya, kok?”

Demikianlah, kematian memang bagian dari rahasia Allah yang datang secara tiba-tiba dan tanpa disangka-sangka. Ia bisa saja menjumpai mereka yang tua dan yang muda, yang sehat dan yang sakit. Tidak jarang seorang pasien yang divonis dokter umurnya tak akan panjang pada kenyataannya ia masih bisa hidup dengan sehat hingga berpuluh tahun lamanya. Sebaliknya tidak sedikit orang yang benar-benar sehat tanpa penyakit seringan apapun tiba-tiba dikabarkan meningal dunia dengan sebab yang sepele, tak disangka-sangka.

Saat kita bersama orang lain kita tidak pernah tahu siapa yang akan lebih dulu menemui ajalnya. Yang sakit mesti menyiapkan diri, yang sehat tak bisa berbangga hati. Yang tua telah mendekati masa, yang muda tak mesti panjang umurnya.

Empat Perlakuan kepada Orang yang Baru Saja Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Perlakuan kepada Orang yang Baru Saja Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Perlakuan kepada Orang yang Baru Saja Meninggal

Lalu bagaimana bila secara kebetulan ketika ada orang yang meninggal dunia kita sedang ada di sisinya. Apa yang mesti dilakukan terhadap orang yang baru saja mengembuskan nafas terakhirnya?

Para ulama di dalam berbagai kitab karangannya banyak menuturkan hal ini. Dalam kitab al-Fiqhul Manhaji Dr. Musthafa Al-Khin menyimpulkan ada 4 (empat) hal yang mesti dilakukan ketika mendapati seseorang baru saja meninggal dunia. Keempat hal itu adalah:

Pertama, memejamkan kedua matanya dan mengikat dagunya dengan serban atau sejenisnya agar mulutnya tidak membuka terus. Mata orang yang meninggal kadang terbuka karena ketika ruh dicabut dan keluar dari jasad pandangannya tertuju pada keluarnya ruh tersebut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim:

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Rasulullah masuk menemui Abu Salamah (yang baru meninggal, pen.) dalam keadaan matanya terbelalak, maka beliau memejamkannya, kemudian beliau bersabda, “Sesungguhnya ruh itu bila dicabut maka pandangan mata akan mengikutinya.”

Kedua, melemaskan persendian-persendiannya dan mengembalikannya ke tempat masing-masing. Melemaskan lengan bawah dengan menekuk dan menjulurkannya ke lengan atas. Demikian pula dengan kedua kakinya.

Ketiga, meletakkan sesuatu yang berat di atas perutnya agar tidak mengembung sehingga tidak enak dipandang, sebagaimana disunahkan menutup semua badan dengan menggunakan kain yang tipis.

Keempat, disunahkan melepas semua pakaian yang dikenakan dan meletakkan si mayit di atas ranjang atau tempat lainnya yang lebih tinggi dari tanah. Juga disunahkan menghadapkannya ke arah kiblat seperti pada waktu sekarat. Akan lebih baik bila yang melakukan hal itu adalah orang yang paling mengasihinya dari keluarga yang bermahram dengannya. (Yazid Muttaqin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Merdeka di Era Digital

Oleh Muhammad Sulton Fatoni

Era digital saat ini telah menggiring masyarakat mempunyai kesadaran informasi dan kegiatan sosial yang tidak pernah ada pada masyarakat tradisional sebelumnya. Sisi positif era digital di Indonesia adalah telah memaksakan bergulirnya proses demokratisasi dan kesetaraan informasi di tengah dominasi politik. Berarti telah terjadi perkembangan partisipasi rakyat di semua sektor kehidupan, termasuk ekonomi dan politik dan berkurangnya praktik-praktik otoriter dan hal ini berpotensi mendorong kemakmuran masyarakat secara cepat (Adam Przeworski:1993).

Merdeka di Era Digital (Sumber Gambar : Nu Online)
Merdeka di Era Digital (Sumber Gambar : Nu Online)

Merdeka di Era Digital

Era digital bisa dimaksimalkan di tengah relasi demokratisasi dan perubahan ekonomi yang dapat dilihat dari studi transformasi rezim yang berorientasi makro. Memang saling terkait antara era digital dan demokrasi yang secara tipikal merupakan konsekuensi dari pembangunan ekonomi, transformasi struktur kelas, peningkatan pendidikan dan semacamnya. Negeri ini pernah terpuruk pada paruh kedua 1997 yang telah menggoyahkan ekonomi (Anne Booth: 2001).

Harga-harga melonjak tinggi, kurs rupiah merambat naik, hutang luar negeri naik berlipat-lipat, dunia perbankan bank-bank berada terpuruk, dan indikasi-indikasi kebangkrutan ekonomi lainnya. Bersamaan dengan itu Indonesia mulai menemukan titik terang demokratisasi sejak tumbangnya Presiden Soeharto dari tampuk kekuasaannya pada 1998. Demokrasi tidak sebatas suatu sistem yang telah mencapai perimbangan kekuasaan yang pelik antara lembaga-lembaga politik dan kekuatan-kekuatan sosial yang dinamis. Lebih dari itu, ia adalah acuan gagasan bagi orang-seorang dalam semua dimensi kegiatannya.8 Tentu dalam proses tersebut terdapat kontribusi teknologi informasi dan dunia digital.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Era digital saat ini terlanjur diposisikan sebagai pintu masuk bagi perubahan ekonomi menuju ke arah yang lebih baik, terutama bagi masyarakat kecil. Tentu ini terobosan di tengah ekonomi di Indonesia yang pada kenyataannya masih dikuasai oleh segelintir orang dan status quo. Beberapa alasan yang mendorong hal ini terjadi. Pertama, era digital terlanjur perkasa di hadapan siapa saja kecuali di tangan anak-anak muda yang kreatif yang kemudian tumbuh menjadi kekuatan baru yang sukses. Di sisi lain negara belum mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan institusi politik dan pesatnya perkembangan institusi-institusi ekonomi digital. Percepatan dunia digital tidak secara otomatis berimplikasi positif kepada perilaku politik yang mendukung perubahan ekonomi menjadi lebih baik. Tradisi yang sebenarnya sudah lama terjadi, Dulu di era Orde Baru juga terjadi kelambanan di bidang politik dengan alasan memprioritaskan perbaikan ekonomi sebagai alasan langkah balik dari Orde Lama yang terlalu mengabaikan bidang ekonomi tapi juga mencampurinya (Sigmund Neumann: 1980).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedua, era digital telah memberikan perlakuan yang sama berbanding terbalik dengan proses demokratisasi di Indonesia yang masih tidak bisa melepaskan diri dari pola patron-klien yang bersifat tertutup dan berkelompok terbatas (Richard Borsuk: 2001). Akibatnya, peluang usaha, fasilitas dan manfaat regulasi ekonomi yang semula tidak bergulir pada lapisan massa yang besar jumlahnya saat ini menjadi lepas bebas. Dulu segelintir penguasa aset produktif merasa aman di dalam sistem tertutup namun sekarang mereka harus survive di tengah gempuran anak muda yang akrab dengan era digital. Zaman sudah berubah di mana tak ampuh lagi jaringan ekonomi-politik yang tertutup bercirikan korporatisme di mana Pemerintah memainkan peran sebagai sumber regulasi, lisensi, dan fasilitas, dimainkan secara tertutup untuk kalangan terbatas.

Ketiga, era digital telah menyadarkan masyarakat untuk mencari celah mengimbangi kekuatan politik yang dikendalikan segelintir elite. Akhirnya ketergantungan masyarakat terhadap elite politik di era digital berkurang drastis. Kekuatan politik dan konglomerasi yang terpusat tidak lagi menjadi faktor paling menentukan dalam perubahan sistem dan struktur sosial ekonomi.

Maka akan lebih mendidik mengakui bahwa era digital saat ini telah memberi arti kepada perubahan sosial budaya. Proses demokrasi  saat ini  sedikit demi sedikit mampu menggeser "status quo” ekonomi. Watak perekonomian Indonesia yang dulu beraroma “imperialisme” sudah bergerak pupus. Sebenarnya kedigjayaan era digital ini bukan cuma fenomena di Indonesia saja tetapi seluruh negara-negara berkembang sehingga implikasinya terhadap perubahan sosial budaya secerah yang terjadi di negara-negara maju.

Era digital telah mengurai kerumitan masyarakat Indonesia sehingga mulai berdaya untuk tidak lagi terjabak dalam proses-proses perubahan yang hanya berfungsi ritual. Karena itu kenyataan ini pun menyeret Pemerintah untuk tidak lagi menjalankan fungsi secara minimal agar tidak kehilangan fungsi substansialnya. Era Pemerintah prosedural telah usang. Tuntutan politik substansial menjadi pilihan satu-satunya untuk memecahkan berbagai persoalan sosial ekonomi. Kesenjangan, permusatan aset produktif, kemiskinan dan pengangguran yang meluas tidak saja memerlukan relaksasi pengembangan mekanisme pasar, tetapi juga keputusan-keputusan politik yang tepat yang hanya bisa ditempuh dengan menjunjung tinggi substansi demokrasi. Jika di era digital ini masih nekat mengambil keputusan ekonomi politik yang “anti digital” pasti akan menggiring sistem ini tergelincir lebih dalam lagi dibanding yang pernah dirasakan di era-era sebelumnya.

Era digital itu dibangun dengan biaya yang sangat besar. Karena itu tidak berlebihan jika kado terbesar kemerdekaan Indonesia tahun ini adalah era digital.  Maka akan tidak proporsional jika merayakan kemerdekaan masih sebatas ritual dan prosedural. Kelompok besar masyarakat mulai ke tengah maka itulah kemerdekaan. Telah lahir kesadaran bahwa status quo ekonomi   adalah ganjalan yang memicu kesenjangan dan kepincangan penguasaan aset produktif.

Di hari kemerdekaan ini Indonesia perlu merumuskan visi digitalnya. Salah satu yang dapat dijadikan stategi dalam membangun visi digital adalah—meminjam istilah Anthony Giddens—dengan menempuh “jalan ketiga”. Pola pikir Anthony Giddens tentang  “jalan ketiga” merupakan alternatif untuk menutupi kelemahan demokrasi yang berkembang saat ini yang telah melahirkan kelompok kecil yang menguasai aktivitas perekonomian dunia dari hulu sampai ilir serta di sisi lain ketidakmampuannya mengangkat kelompok besar untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi.

“Jalan ketiga” menginspirasi pelaku ekonomi dari kalangan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) untuk merangsek ke tengah aktivitas pasar belum mengandung prinsip keadilan serta jauh dari  sempurna. “Jalan ketiga” dapat dijadikan pisau analisa untuk mendelegitimasi struktur pasar yang telah bersifat monopoly powers sebagai implikasi dari liberalisasi ekonomi.

Penguasaan teknologi informasi sebagai prasyarat memasuki era digital itu penting untuk ikut andil dalam proses delegitimasi struktur pasar yang bersifat monopoly powers mengingat komitmennya terhadap UKM sangat rendah. Monopoly powers kental dengan inefesiensi ekonomi berhadapan dengan ekonomi digital yang sangat efisien.  Jika dulu terjadi peningkatan dislokasi sosial di kota-kota besar yang menjadi tempat utama pelaku ekonomi kuat memburu keuntungan, kini ekonomi digital yang digerakkan masyarakat kecil pun mampu berkembang pesat di kota-kota besar. Dalam konteks ini, visi digital teori “Jalan Ketiga” adalah kemitraan antara negara dan masyarakat untuk membangkitkan perekonomian masyarakat secara luas. Giddens menegaskan (2000), “Third way politics has very wide purchase, since parties or goverments all over the world have to respond to the fact that the other two ways are no longer applicable.”

Maka visi era digital saat ini bukan berarti apriori terhadap kekuatan lama atau status quo, tapi lebih pada penciptaan peluang yang sama bagi seluruh masyarakat, pembukaan dan perluasan akses perekonomian dan politik bagi  masyarakat luas serta komitmen Pemerintah atau negara atas sikapnya yang menempatkan masyarakat sebagai mitra. Lantas dalam tataran aplikatif, model perekonomian seperti apa yang dapat dijalankan? Selanjutnya silakan didiskusikan. Merdeka!

*) Ketua PBNU; Dosen Sosiologi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Bentuk Tim Cyber, IPNU Jateng Siap Perangi Hoax

Semarang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Tengah menggelar pelantikan pengurus baru masa khidmah 2016-2019 di Semarang, Ahad (5/3). Pelantikan diadakan bersamaan dengan puncak peringatan Harlah IPNU ke-63 dan IPPNU ke-62.

Ketua PW IPNU Jateng Ferial Farkhan Ibnu Akhmad memaparkan, pada periode kepemimpinannya, IPNU tetap berfokus pada peningkatan sistem kaderisasi hingga tingkat bawah.

“Kita juga mendorong secara massif pembentukan pimpinan komisariat IPNU-IPPNU se-Jawa Tengah,” terang Feri.

Bentuk Tim Cyber, IPNU Jateng Siap Perangi Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentuk Tim Cyber, IPNU Jateng Siap Perangi Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentuk Tim Cyber, IPNU Jateng Siap Perangi Hoax

Hal lain, yang menjadi program baru pada kepengurusannya yakni pembentukan tim Cyber IPNU Jateng yang nantinya akan disebar ke seluruh cabang.

“Pembentukan tim ini adalah ikhtiar kami melakukan syiar IPNU di udara. Untuk memberikan informasi yang baik dan bermanfaat serta untuk melawan berita bohong,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk mengawalinya, lanjut Feri, pihaknya juga mengadakan kegiatan Kopdar Tim Cyber IPNU-IPPNU se-Jateng. Acara diskusi digelar di Wisma Perdamaian, depan Tugu Muda Semarang, bersamaan dengan hari pelantikan.

“Sekaligus ada deklarasi Pelajar Nusantara Anti-Fitnah, yakni aliansi pelajar yang diinisiasi temen-teman IPNU Jateng, untuk melawan berita hoax yang lagi marak,” pungaksnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Pengurus IPNU-IPPNU Pecangaan Dilantik

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara melantik Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU kecamatan Pecangaan masa khidmah 2012-2014, Jum’at (06/4) bertempat di musholla MWC NU Pecangaan. 

Chusni Maulana, Ketua PC IPNU didampingi Mahrus Fadzali, sekretaris melantik Pengurus PAC IPNU Pecangaan sedangkan Chamidatur Rohmah, ketua PC IPPNU didampingi Hidayatul Mustafidah, Sekretaris melantik Pengurus PAC IPPNU Pecangaan. Adapun PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Pecangaan dipimpin oleh Abdul Jalil dan Siti Fitriyani. 

Pengurus IPNU-IPPNU Pecangaan Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus IPNU-IPPNU Pecangaan Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus IPNU-IPPNU Pecangaan Dilantik

Dalam sambutannya, Abdul Jalil Ketua IPNU kecamatan Pecangaan mengatakan beberapa tahun ini keberadaan PAC-nya tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya mengalami penurunan yang drastis. “Melalui pelantikan ini kami berharap seluruh jajaran pengurus yang sudah dilantik harus menerimanya dengan ikhlas,” katanya. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Disamping itu, tambahnya pengurus juga perlu menata hati agar semakin mantap untuk berkhidmah di IPNU-IPPNU. Sedangkan perwakilan dari IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara, Chusni Maulana menyatakan dalam mengurus IPNU-IPPNU harus bertahan, berkembang dan memperhatikan kaderisasi. 

Ia mengungkapkan karena IPNU-IPPNU adalah organisasi pemuda ia memohon pada orang tua agar diperhatikan. “Selain disembur, diberi petuah juga perlu diberi wuwur, mudah memperoleh pendanaan agar organisasi mampu bertahan,” imbuhnya. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua MWC NU Pecangaan, K Sukri Sukarli dalam petuahnya menyampaikan ucapan selamat kepada Pengurus PAC IPNU-IPPNU Pecangaan. Selepas pelantikan ia meminta kepada kader NU agar berkembang maju. 

“Kenapa tadi saya meminta rekan Ketua PC IPNU untuk berdiri ketika memberikan sambutan? Karena berdiri memiliki filosofi organisasi ini harus berdiri bangkit, bangkit dan bangkit,” jelasnya. 

Bangkit paparnya sudah sesuai dengan makna Nahdlatul Ulama, kebangkitan ulama. Jika dikaitkan dengan pemuda, kebangkitan pemuda. Hadir dalam kesempatan itu KH Fahrurrozi pengasuh Pesantren “Darul Qur’an” Pecangaan yang diminta memberikan taushiyah.

Dalam taushiyahnya ia berharap kepada pengurus agar senantiasa memberikan gagasan dan wawasan terbaru kepada anggota. 

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim 

    





Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Warta, Kajian, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Santri Annuqayah Kaji Militansi Sahabat Nabi untuk Teladan Berorganisasi

Sumenep, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ikatan Santri Muda Lintas Kecamatan (Iksandalika) Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur melangsungkan dialog terbuka di Pesantren Annuqayah Lubangsa Selatan, Guluk-Guluk, Sumenep, Jumat (25/3). Tokoh pemuda Madura, Syamsuni, didapuk sebagai pemateri.

Santri Annuqayah Kaji Militansi Sahabat Nabi untuk Teladan Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Annuqayah Kaji Militansi Sahabat Nabi untuk Teladan Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Annuqayah Kaji Militansi Sahabat Nabi untuk Teladan Berorganisasi





Acara tersebut mengangkat tema Menumbuhkan Militansi Santri dalam Berorganisasi. Pembahasan militansi sahabat Nabi dalam berorganisasi cukup mengemuka di forum tersebut.



Kedung Sukun Adiwerna Tegal



Menurut Syamsuni, syarat membangun kinerja bersama adalah militansi yang dimiliki semua anggota organisasi. Militansi inilah gambaran ketika sebuah organisasi memiliki keyakinan yang sama akan terwujudnya visi dan misi organisasi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal





"Militansi adalah rasa kebersamaan yang penuh ketulusan, kesabaran, dan keikhlasan secara kolektif. Militansi tergolong sholeh sosial dalam berkinerja di mana semuanya memiliki semangat yang sama, energi yang sama dalam mencapai sebuah tujuan," urainya.





Ditegaskan, militansi adalah kekuatan para sahabat Nabi Muhammad ketika mereka menjadi agen perubahan dalam mewujudkan visi dan misi perjuangan.





Kita bisa cermati, tambah pria yang juga jurnalis tersebut, betapa militannya para sahabat Nabi di Madinah ketika dikepung kafir quraisy. Negara Madinah menjadi aman karena kaum di dalamnya sevisi dengan Nabi untuk membentuk masyarakat yang baldatun thayyibatun warobbun ghafur.





"Muaranya, umat Islam yang punya militansi tinggi di Madinah, mampu menaklukkan Makkah tanpa adanya pertumpahan darah. Kunci militansi ialah merasa memiliki dan bertanggung jawab untuk kemajuan organisasi," tegas Syamsuni. (Hairul Anam/Fathoni). Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Kesan Para Peserta Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) angkatan kedua yang diselenggarakan Jaringan Gusdurian Jakarta pada 1-2 April 2017 lalu, berjalan lancar dan terbilang sukses. Para peserta mengikuti keseluruhan kegiatan dengan antusias. 

Leona Wirawan, gadis Bali mahasiswi di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera mengungkapkan rasa senangnya dapat mengikuti KPG 2.

Kesan Para Peserta Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesan Para Peserta Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesan Para Peserta Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur

“Ini pertama kali aku mengikuti Kelas Pemikiran Gus Dur. Jadi lebih memahami pemikiran Gus Dur tentang pluralisme, ke-Islam-an, dan lainnya. Apalagi  ke-Islam-an Gus Dur terkait dengan mata kuliah Hukum Islam di kampus,” tutur Leona. 

Gadis penganut agama Hindu itu pun menilai pemikiran Gus Dur tentang Islam, sangat relevan dengan ajaran agama yang diyakininya, karena pemikiran ke-Islam-an Gus Dur bukan mengutamakan salah satu agama tertentu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Gus Dur melihat esensi semua agama, jadinya ada nilai-nila yang dikedepankan yang itu semua juga dianut bersama dalam ajaran semua agama,” tambahnya.

Leona pun merencanakan akan lebih banyak membaca buku-buku tentang Gus Dur. “Memperdalam melalui literasi, supaya lebih memahami lewat buku dalam kehidupan sehari-hari bisa lebih toleran dengan teman-teman dari suku atau agama yang berbeda,” harapnya.

Senada, Teo Cosner Tambunan, pemuda Medan yang kini bekerja di sebuah kantor hukum mengungkapkan dirinya sangat mengagumi sosok Gus Dur.

“Beliau (Gus Dur) mempunyai nila-nilai utama yang sudah dikristalkan (Sembilan Nilai Utama Gus Dur), dan itu ada di semua ajaran agama. Saya sangat mengagumi beliau, melihat pola pikir beliau, tentang kebangsaan ke-Indoensia-an. Itu saya rasa levelnya lebih tinggi dibandingkan orang atau tokoh lainnya,” kata Teo.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia pun menilai nilai ke-Islam-an Gus Dur sangat relevan bagi semua agama.

“Islamnya Gus Dur menghargai kemanusiaan. Ini harus ditularkan kepada semua agama. Gus Dur juga mengajarkan nila-nilai ke-Indonesia-an yang mencintai budaya. Bahwa walaupun beragama jangan meniru kebudayaan bangsa lain, karena kebudayaan Indonesia sudah sangat kaya, jadilah Indoensia sejati,” papar Teo.

Teo yang menganut keyakinan Kristen Protestan, berencana akan menularkan hasil dari KPG 2 kepada teman-temannya melalui dialog. Ia pun berharap KPG bisa diadakan di Bandung, tempat tinggalnya saat ini.

Cahyu, gadis Depok alumni Universitas Gunadarma menilai KPG sangat baik. Ia berharap ada lebih banyak forum seperti KPG.

“Kalau anak-anak muda mengikuti kajian seperti di KPG ini mereka akan punya bekal tidak saja senjata, tetapi juga peluru. Misalnya ketika kita menghadapi orang-orang yang punya kecenderungan intoleransi atau punya pemikiran keras, kita bisa berdialog dengan mereka. Kita tegaskan bahwa yang harus kita lakukan adalah untuk Indonesia, dan bahwa Islam sangat menganjurkan rahmatan lil alamin,” urai Cahyu.

Cahyu mengatakan hasil dari KPG akan didiskusikan dengan teman-temannya. “Diskusi dengan orang per orang, agar minimal mereka tidak resisten terhadap keyakinan orang lain. Supaya mereka lebih toleran dan meningkatkan solidaritas kepada sesama,” kata Cahyu. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pondok Pesantren, Kajian, Bahtsul Masail Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

GP Ansor Sedati Sidoarjo Perbaiki Mushalla yang Rusak

Sidoarjo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Sedikitnya 20 orang Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor Sedati Kabupaten Sidoarjo dan masyarakat setempat melakukan aksi grebek sapu. Mereka membersihkan, mengecat, dan memperbaiki atap atau plafon Mushalla Al-Muhibbin di Desa Gisik Cemandi Sedati Sidoarjo yang rusak.

Menurut Ketua GP Ansor Sedati Amin Tohari, aksi grebek sapu ini bertujuan untuk merawat dan membersihkan mushalla atau masjid di wilayah Kecamatan Sedati yang dirasa kurang diperhatikan oleh masyarakat.

GP Ansor Sedati Sidoarjo Perbaiki Mushalla yang Rusak (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sedati Sidoarjo Perbaiki Mushalla yang Rusak (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sedati Sidoarjo Perbaiki Mushalla yang Rusak

"Tujuan kami adalah menunjukkan dan mendekatkan organisasi dengan masyarakat melalui kegiatan sosial, supaya masyarakat mengetahui dan merasakan akan keberadaan organisasi," kata Amin Tohari, Ahad (16/10).

Amin berharap ke depan kerja sama antara Ansor dan masyarakat bisa terus terjalin. Sehingga sinergitas Ansor dan masyarakat bisa bermanfaat bagi warga di Kecamatan Sedati.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Semoga dapat terjalin komunikasi dan afiliasi antara GP Ansor Sedati dan masyarakat Kecamatan Sedati sehingga keberadaan PAC GP Ansor Sedati dapat diketahui dan dirasakan oleh masyarakat," harap Amin.

Ia menambahkan, acara grebek sapu ini diselenggarakan oleh Departemen Lingkungan dan Kesehatan GP Ansor Sedati bekerja sama dengan warga setempat rutin setiap satu bulan sekali. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian, PonPes Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Bersama PMII, Kader NU Ini Salurkan Bantuan Gempa di Gampong Terisolir

Pidie Jaya, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Selama tiga hari, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banda Aceh bersama Coin Foundation menyebarkan bantuan berupa perlengkapan sekolah dan beberapa kebutuhan logistik pada korban gempa tepatnya di Gampong Lhok Puuk Kecamatan Panteraja yang sampai sejauh ini masih terisolir dan belum mendapat bantuan secara maksimal.

Coin Foundation adalah lembaga sosial milik kader NU asal Mataram yang bergerak dalam bidang kesehatan, pendidikan, keagamaan dan lembaga sosial anak.

Bersama PMII, Kader NU Ini Salurkan Bantuan Gempa di Gampong Terisolir (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama PMII, Kader NU Ini Salurkan Bantuan Gempa di Gampong Terisolir (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama PMII, Kader NU Ini Salurkan Bantuan Gempa di Gampong Terisolir

Melalui arahan Ketua PCNU Pidie Jaya, PMII bersama Coin Foundation bergerak menuju lokasi yang memang belum banyak mendapat bantuan seperti lokasi-lokasi yang dekat dengan posko di jalan raya Banda Aceh Medan. Lokasi yang dimaksud adalah Gampong Lhok Puuk.

Ketua PMII Banda Aceh Akmaluddin beserta rombongan menuju ke lokasi bersama Direktur Coin Foundation Abdul Aziz, Senin (19/12). Mereka langsung menuju camp pengungsian yang berpusat di pesantren asuhan Tgk Jamaluddin.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Setelah kemarin, Ahad (18/12) kami memberikan bantuan berupa 300 paket perlengkapan sekolah untuk anak-anak di Gampong Meunasah Cut, Dayah Teumanah dan Gampong Dayah Pangwa. Kemudian kami mendapat arahan dari PCNU Pidie Jaya untuk meninjau langsung keadaan di Gampong Lhok Puuk yang letaknya sangat jauh dari pusat kota," ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari hasil wawancara dengan Sekdes setempat, di Gampong Lhok Puuk terdiri atas 133 kepala keluarga dengan jumlah penduduk 560 jiwa, satu masjid dan 33 rumah warga rusak total (tidak termasuk rusak ringan). Tidak ada korban jiwa namun ada 3 warga patah tulang dan 18 orang luka ringan saat kejadian gempa beberapa waktu lalu.

Lokasi gampong yang begitu jauh dan pelosok tidak mematahkan semangat Abdul Aziz untuk menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyatakat yang betul-betul membutuhkan. Bahkan ia memutuskan untuk bermalam di tempat pengungsian bersama warga setempat.

"Bantuan ini didedikasikan sebagai pengabdian kami terhadap saudara-saudara yang betul-betul membutuhkan. Dalam konteks masyarakat, tidak hanya pada persoalan hidup yang harus mengais tanpa henti, juga pada persoalan kesejahteraan yang terkadang harus tergadaikan oleh sistem yang tidak diindahkan," kata Aziz yang juga Mabincab PMII Mataram.

Sementara itu, Selasa (20/12) Aziz juga menyempatkan diri datang dan memberikan bantuan logistik pada warga Gampong Muka Blang yang berjarak kurang lebih lima kilometer dari Lhok Puuk.

Bantuan yang dibawa adalah hasil penggalangan dana dari PMII Mataram juga dari persatuan mahasiswa Lombok Barat yang diamanahkan melalui Aziz agar diberikan kepada korban gempa di Pidie Jaya. (Fauzi E/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Gus Mus Dorong Lembaga Pendidikan Mandiri dari Pemerintah

Kudus, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pejabat Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri (Gus Mus) mendorong lembaga pendidikan untuk tidak bergantung pada pemerintah. Kemandirian dinilai justru akan membawa mereka pada kreativitas dan kemajuan.

Menurut Gus Mus, kunci kesuksesan negara-negara Barat tak lain adalah kemandirian. “Amerika dan Eropa itu pada mandiri, mereka tidak mengandalkan pemerintah. Makanya bisa maju,” terangnya saat pertemuan di gedung Haji Kudus, Jawa Tengah, Rabu (5/11).

Gus Mus Dorong Lembaga Pendidikan Mandiri dari Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Dorong Lembaga Pendidikan Mandiri dari Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Dorong Lembaga Pendidikan Mandiri dari Pemerintah

Ia menerangkan bahwa kemandirian menjadi hal yang pertama kali diperlukan jika ingin tetap bertahan. Termasuk urusannya dalam dunia pendidikan. Ketika sebuah lembaga pendidikan tak mampu mandiri dan percaya diri, maka ia akan kalah dengan lembaga pendidikan di sekitarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Contoh nyata dari kemandirian yang berbuah manis adalah pondok pesantren dan madrasah-madrasah swasta yang dirintis oleh para kiai. Kecuali mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa uluran tangan pemerintah, mereka juga tetap mengedepankan nilai ketakwaan.

Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibien Rembang ini menilai bahwa Kabupaten Kudus merupakan daerah yang paling mandiri di Nusantara. Pendapat ini dilatarbelakangi banyaknya lembaga pendidikan swasta yang tegak berdiri sejak puluhan tahun lalu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Kudus itu hebat. Saya melihat, inilah daerah paling mandiri di Indonesia. Makanya, Kudus tak bisa diapa-apakan lagi. Lihat saja, banyak lembaga pendidikan swasta yang sangat mandiri dan karenanya tetap dapat selalu eksis, tak kalah dengan lembaga-lembaga pendidikan negeri,” paparnya.

Lembaga pendidikan swasta yang dimaksud yakni madrasah-madrasah berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah, baik yang berada di naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kudus maupun yang di luarnya. Di antaranya, madrasah NU Tasywiquth Thullab Salafiyyah (TBS), madrasah Qudsiyyah, madrasah NU Banat, madrasah NU Mu’allimat, dan yang lain. Lembaga tersebut banyak didatangi pelajar bahkan dari daerah luar Kudus.

“Lembaga-lembaga ini didirikan atas landasan takwa, oleh para kiai. Bukan didirikan atas landasan APBN, dibiayai negara. Mereka ini mandiri, tidak bergantung pada pemerintah. Kemandirian mengantar mereka untuk kreatif dan aktif, makanya tetap eksis. Banyak juga lembaga-lembaga kita yang tidak mandiri dan akhirnya statis,” ujar Gus Mus. (Istahiyyah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian, Halaqoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Madrasah Arabia Zahoor-ul-Islam Pakistan Tolak Aksi Kekerasan Agama

Pakistan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Madrasah (Pondok Pesantren) Arabia Zahoor-ul-Islam Talagang Pakistan, Syed Maulana Akhlaq Ahmed secara tegas menolak berbagai aksi kekerasan agama. Pernyataan tersebut dilontarkan saat ia menerima kunjungan Tim KBRI Islamabad, Ahad (21/8) waktu setempat. 

Madrasah Arabia Zahoor-ul-Islam merupakan salah satu madrasah besar yang terletak di Distrik Talagang. Madrasah yang berdiri sejak tahun 1974 ini dipimpin oleh Syed Maulana Akhlaq Ahmed dengan 750 siswa yang datang dari berbagai negara, seperti Indonesia, Kazakhstan, Malaysia, Thailand, Myanmar, Filipina, RRT, Perancis, Azerbaijan dan hampir semua kota di Pakistan.

Menurut Syed Maulana Ahmed, madrasahnya mendalami ilmu agama Islam murni yang bersumber dari kitab suci Al-Quran, hadits Nabi, ilmu Fiqh, dan ragam pengetahuan lain dengan semangat ajaran Islam sebagai Rahmatan Lil Alamin. Suatu spirit asli Islam yang sayangnya sering di selewengkan oleh beberapa pihak yang memiliki kepentingan pribadi dan golongan, sehingga justru bertentangan dengan jiwa Islam yang sesungguhnya.

Madrasah Arabia Zahoor-ul-Islam Pakistan Tolak Aksi Kekerasan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Arabia Zahoor-ul-Islam Pakistan Tolak Aksi Kekerasan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Arabia Zahoor-ul-Islam Pakistan Tolak Aksi Kekerasan Agama

"Madrasah ini sangat mengecam keras tindakan para teroris dan perusak kedamaian dengan memakai baju Islam. Mereka golongan yang jauh tersesat. Mereka adalah musuh besar madrasah ini," tukas Syed Maulana Ahmed.

Sebanyak tujuh orang santri dari Indonesia berasal dari Kalimantan Timur, Riau, NTB, Lampung, dan Aceh menuntut ilmu di madrasah ini. Mereka mendapatkan berbagai fasilitas yang cukup bagus. Mereka semua dibebaskan dari uang pendidikan dan konsumsi, serta hanya membayar sedikit biaya untuk pembelian buku ajaran. Semua santri khususnya para WNI terlihat sangat sehat baik fisik maupun psikis. Mereka terlihat menikmati kehidupannya di madrasah itu. 

Dokumen kewarganegaraan Indonesia berupa paspor semua dalam keadaan baik dan tidak kadaluwarsa. Visa juga tidak kadaluwarsa, beberapa santri sedang prosesi memperpanjang visa yang diurus oleh  bagian administrasi madrasah secara kolektif.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebagai upaya pembinaan dan pembekalan penguatan jaringan bagi warga Pakistan peserta dan alumni program Beasiswa Dharmasiswa, tim KBRI Islamabad kemudian mengadakan pertemuan dengan warga Pakistan penerima beasiswa Dharmasiswa Indonesia 2016 Muhammad Ibrahim Paracha. Kegiatan ini untuk memberikan berbagai pembekalan, konsultasi dan pembinaan terkait program beasiswa yang bersangkutan yang akan dimulai pada 29 Agustus 2016. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Paracha menyatakan kesiapannya dan merasa tidak sabar untuk segera bisa tinggal dan belajar di Indonesia. Ia mendapatkan beasiswa pada program Design Interior dan Bahasa Indonesia di Institut Teknologi Bandung (ITB). Guna penguatan jaringan dan pendekatan people to people contact, pihak KBRI juga telah bertemu dengan alumni beasiswa Dharmasiswa 2014, Azzeem Khan, alumnus program Teknik Industri dan Bahasa Indonesia ITB Bandung. Selepas mengikuti program beasiswa dari Indonesia, Azzeem melanjutkan studi di Universitas Peshawar program Ilmu Informatika. 

Kegiatan silaturahim seperti ini diharapkan bisa terus berlanjut dan dapat dilakukan secara merata di kota-kota di seluruh wilayah akreditasi KBRI Islamabad. (Muladi Mughni/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian, Kiai Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Santri Yogyakarta Tegaskan Syiar Islam Lewat Karya Seni

Yogyakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Seni tak bisa lepas dari kehidupan manusia sehari-hari. Terlebih karya seni memang menjadi hal yang mudah dinikmati dan banyak disenangi oleh semua orang. Hal itulah yang kemudian membuat Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah Yogyakarta bekerjasama dengan Pusat Studi dan Produksi Kaligrafi ? UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan pameran karya seni bertajuk "Ekspresi SyiART Santri untuk Negeri".

Pameran yang dilaksanakan di Ruang Pameran Pusat Studi dan Produksi Kaligrafi Gedung Kopma lantai 3 UIN Sunan Kalijaga pada Selasa-Jumat (15-18/12) ini selain diikuti santri dari Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah juga diikuti oleh banyak santri di Yogyakarta seperti Pondok Pesantren Al Munawwir, Pondok Pesantren Nurul Ummah, Pondok Pesantren Ponpes Sunan Pandanaran, Pondok Pesantren Ora Aji, dan masih banyak pondok pesantren lainnya di Yogyakarta. Karya yang dipamerkan pun beraneka macam, mulai dari lukisan, kaligrafi, fotografi, seni kerajinan tangan dari bahan daur ulang hingga seni sastra dalam bentuk puisi.

Santri Yogyakarta Tegaskan Syiar Islam Lewat Karya Seni (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Yogyakarta Tegaskan Syiar Islam Lewat Karya Seni (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Yogyakarta Tegaskan Syiar Islam Lewat Karya Seni

Muhammad Arif Siswanto, Lurah Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah mengungkapkan bahwa sesuai dengan tema yang diangkat, pameran yang diselenggarakan ini ingin menampilkan berbagai karya para santri. SyiART yang merupakan gabungan kata syiar dan art mempunyai makna bahwa dalam melakukan syiar agama, seni menjadi salah satu media yang dapat digunakan. Terlebih seni memang sangat mudah membaur dengan berbagai lapisan masyarakat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kadang para santri tak sadar jika kemampuan seni yang mereka miliki bisa menjadi modal besar dalam berdakwah. Makanya pameran yang dilakukan ini benar-benar menampung berbagai macam karya seni yang dibuat santri. Dengan begitu harapannya para santri bisa memanfaatkan kemampuannya untuk menjadi salah satu sarana dakwah," katanya, Selasa (15/12).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain mengundang para santri dari berbagai pesantren di Yogyakarta untuk ikut menampilkan karyanya, pameran ini juga bekerjasama dengan Forum Santri Pecinta Lingkungan (FSPL) DI Yogyakarta yang mewadahi santri yang memanfaatkan barang-barang bekas menjadi barang yang mempunyai nilai.

Pameran Karya Seni Santri ini merupakan salah satu acara dari rangkaian agenda Bulan Ekspresi Ekstra yang diselengarakan setiap tahunnya oleh Pondok Pesantren Al-Luqmaniyyah. Tujuannya agar bisa menjadi wadah bagi para santri untuk menampilkan kemampuan yang telah didapatkan selama mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di pesantren. Pameran ini diselenggarakan oleh gabungan ekstrakurikuler kaligrafi Qolamuna, buletin Iqro, An-Najwa, dan LQ Handy Craft. (Nur Romdlon/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

Perkuat Kader Putri, PMII Jombang Datangkan Ketua PB Kopri

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jombang bertekad untuk membentuk badan semi otonom dalam kepengurusan selanjutnya, yaitu Korps PMII Putri (Kopri). Untuk memperdalam pengetahuan tentang Kopri, mereka mendatangkan Ai Rahmayanti, Ketua PB Kopri PMII ke Sekretariatnya, Jumat (10/10).

Perkuat Kader Putri, PMII Jombang Datangkan Ketua PB Kopri (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Kader Putri, PMII Jombang Datangkan Ketua PB Kopri (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Kader Putri, PMII Jombang Datangkan Ketua PB Kopri

Didampingi Ayu Rahmawati, Ketua Bidang Kaderisasi PB Kopri, perempuan yang akrab disapa Teh Ai ini berharap keberadaan kader putri di Jombang bisa lebih maju. Baik dalam penguatan pengetahuan tentang keperempuanan maupun gerakan aktualisasi melalui wadah Kopri. “Selain bisa lebih fokus dalam berproses sesama kader putri, nanti juga bisa lebih intens mengawal isu-isu perempuan yang ada di masyarakat,” Jelas aktivis perempuan kelahiran Garut Jawa Barat ini.

Mantan Ketua Kopri Jawa Barat ini menambahkan bahwa keberadaan Kopri merupakan ruang untuk mempelajari dan menegakkan kedaulatan perempuan. Peran perempuan tidak harus selalu berada di bawah komando kaum Adam.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Jatim memiliki banyak tokoh perempuan Nasional, ini menjadi landasan bahwa kaum wanita juga mempunyai potensi untuk menjadi pemimpin,” imbuhnya di depan pengurus cabang dan kader putri Jombang.

“Untuk mekanisme pembentukannya, sudah diatur dalam konstitusi PMII,” imbuh perempuan keturunan Sunda ini. “Sedangkan teknis pemilihan ketua Kopri, mau pemilihan langsung atau melalui formatur tergantung kebijakan panitia pengarah konferensi cabang nanti,” tambahnya. Sementara di daerah-daerah saat ini masih beragam pelaksanaannya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebelumnya, PMII Jombang belum mempunyai Kopri yang merupakan wadah untuk mengembangkan bakat dan minat kader putri. Hanya bidang keputrian untuk menampung kebutuhan tersebut. Tapi masih terbatas kepengurusan dan pendampingannya. Sementara pengembangan gerakan kader putri juga masih lemah. “Kuantitas kader putri sudah banyak, inilah salah satu faktor yang membuat kami optimis untuk membentuk dan memperkuat Kopri,” Kata Ali Makhrus Ketua Bidang Kaderisasi PMII Jombang.

Selain itu, menurut Makhrus, pembentukan Kopri juga menjadi kewajiban pengurus sesuai mandat kongres XVIII PMII di Jambi Juni lalu yang tertera dalam AD/ART. “Kami akan usahakan dalam Konfercab yang akan dilaksanakan akhir bulan depan, Kopri bisa terbentuk sesuai amanah Kongres PMII kemarin,” ungkapnya.

Kader putri PMII Jombang menyambut gembira silaturrahim Ai Rahma. Walaupun sempat protes karena mendapat informasi mendadak, mereka tetap senang bisa bertemu, mendapat ilmu dan berbagi pengalaman dengan ibu pergerakan di PMII ini. Hanya dari komisariat Darul Ulum diantara enam komisariat yang tidak terlihat kader putrinya berkumpul di Aula Cabang. Karena mereka masih melaksanakan Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba). (Romza/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Daerah, Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 29 November 2017

NU Sumbar Bahas Nikah Mutah

Padang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pelaksanaan nikah mut’ah pada prinsipnya sudah diharamkan oleh empat mazhab yang diakui oleh warga Nahdliyin. Namun di beberapa tempat masih ditemukan praktek nikah mut’ah tersebut dan bahkan menjadi modus prostitusi baru. Bagaimanakah NU menyikapi hal ini?

Demikian dalam forum Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU), Jumat (25/1) di aula PWNU Sumbar Jalan Ciliwung No. 10 Padang. Hadir Rais Syuriyah PWNU Sumbar Prof Dr Asassriwarni, Ketua Tanfizdiyah PWNU Sumbar Ir Khusnun Aziz, MM, Ketua LBMNU Prof Dr Makmur Syarif, MH, sejumlah pengurus NU Sumbar, lembaga, lajnah dan banom di lingkungan NU Sumbar.

NU Sumbar Bahas Nikah Mutah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sumbar Bahas Nikah Mutah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sumbar Bahas Nikah Mutah

Wakil Ketua PWNU Sumbar Ahmad Wira Datuak Diko, PhD yang menyampaikan tema nikah mut’ah menyebutkan, tema ini semakin penting dibicarakan karena semakin maraknya prostitusi, perselingkuhan, dipersulitnya poligami dan kemampuan ekonomi yang semakin meningkat dan memicu meningkatnya hubungan seksual di luar nikah.

“Banyak orang dengan dalih tersebut mencoba membenarkan pelaksanaan nikah mut’ah. Padahal para ulama sepakat bahwa nikah mut’ah tidak sah tanpa ada perselisihan pendapat antara mereka. Bentuknya adalah seseorang mengawini perempuan untuk masa tertentu dengan berkata: “aku mengkawini kamu untuk masa 1 bulan, satu tahun dan semisalnya. Perkawinan ini tidak sah dan telah dihapus oleh ijma’ para ulama masa lalu dan sekarang,” kata Ahmad Wira.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dikatakan Ahmad Wira, kecuali perkawinan yang mensyaratkan sesuatu. Misalnya dalam berhubungan suami-isteri menggunakan kontrasepsi, tidak memiliki anak, sejauh memenuhi syarat dan rukun nikah dibolehkan. ?

Nikah mut’ah merupakan akad perkawinan yang dilangsung dengan saksi, mahar, tapi dengan jangka waktu tertentu. Bagi kelompok Syi’ah, nikah mut’ah adalah sah, tambah Dr Syafruddin PR I IAIN Imam Bonjol Padang.

“Dalil haram nikah mut’ah yang didasarkan sejumlah hadis semula dibolehkan. Namun kemudian diharamkan hingga kini. Keharaman nikah mut’ah tersebut dimaksudkan untuk melindungi hak-hak perempuan, anak-anak dan kepastian hukum. NU dan sunni tetap memandang haram nikah mut’ah,” kata Sekretaris LBMNU Dr Firdaus yang sekaligus moderator.

?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Bagindo Armaidi Tanjung?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Warta, Kajian, Berita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 28 November 2017

Qanaah Bukti Keyakinan Orang Beriman

Rasulullah saw pernah berkata kepada Hakim bin Hizam ”harta memang indah dan manis, barang siapa mengambilnya dengan lapang dada maka dia mendapatkan berkah. Sebaliknya, barang siapa menerimanya dengan kerakusan, maka harta itu tidak akan memberikan berkah kepadanya. layaknya orang makan yang tak pernah kenyang"

إن الحمد لله الذى أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله. أرسله بشيرا ونذيرا وداعيا الى الله باذنه وسراجا منيرا. أشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له. شهادة اعدها للقائه ذخرأ. واشهد ان محمدا عبده و رسوله. ارفع البرية قدرا. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى أله وأصحابه وسلم تسليما كثيرا. أما بعد. فياأيها الناس اتقوالله حق تقاته ولاتموتن الا وأنتم مسلمون

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Qanaah Bukti Keyakinan Orang Beriman (Sumber Gambar : Nu Online)
Qanaah Bukti Keyakinan Orang Beriman (Sumber Gambar : Nu Online)

Qanaah Bukti Keyakinan Orang Beriman

Alhamdulillah kita masih dapat bersama-sama menunaikan shalat Jum’ah di siang ini. Marilah saling berwasiat dan mengingatkan akan pentingnya meningkatkan taqwa. Sesungguhnya hanya dengan taqwalah kita dapat sukses menghadapi kehidupan di akhirat nanti dan di dunia sekarang ini. Dunia nyata yang semakin menggelorakan nafsu menumpuk harta dan berebut tahta. Karenanya kita memerlukan tratmen mengahadapi itu semua, salah satunya dengan mengingat kembali konsep qan’ah.   

Qana’ah adalah merasa puas atas pemberian yang sudah diterimanya. Puas itu ditunjukkan dengan syukur dan menghindari kerakusan. Mengekang diri dalam memburu apa yang diinginkannya, karena merasa cukup dengan apa yang telah diperoleh. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Qana’ah adalah salah satu jalur alternatif mengendalikan diri di tengah gemerlap dunia yang semakin menggiurkan. Inilah sikap yang harus dimiliki oleh seorang muslim pada umumnya dan muslim pejabat pada khususnya. Mengingat derasnya cobaan yang silih berganti menawarkan isi dunia. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Bukankah kita sudah maklum bahwa pada akhirnya nanti uang, harta dan tahta juga akan sirna. Uang akan usang, harta akan binasa dan jabatan akan digantikan. Mengapa diri ini selalu tertarik untuk mengumpulkannya, bukankah itu sama artinya menimbun busa yang akan lenyap diterpa udara?  Orang yang cerdas pastilah lebih suka mencari sesuatu yang lebih tahan lama, sesuatu yang tidak cepat punah dan habis hanya karena pergantian masa. Adakah hal yang demikian itulah qana’ah.

اَلْقَنَاعَةُ مَالٌ لَايَنْفَذُ وَكَنْزٌ لَايَفْتَى  

Qana’ah adalah harta yang tidak akan habis dan simpanan –modal- yang tak akan lenyap.

Itulah yang disindirkan oleh Abu Bakar al-maghribi bahwa orang yang berakal ialah orang yang dapat mengatur urusan dunianya dengan sikap qana’ah dan mengatur urusan akhiratnya dengan penuh semangat dan mengatur urusan agamanya dengan syari’ah.

Hal ini tidak untuk dipikirkan dengan akan, tetapi untuk direnungkan dengan hati yang tenang. Bukankah jika kita memiliki sifat qana’ah semua yang ada akan terasa cukup. Sebagaimana pendapat Syaikh Zakaria al-Anshari bahwa qana’ah itu merasa cukup dengan apa yang sudah diterima dan memenuhi kepentingannya, baik berupa makanan, minuman, pakaian atau lainnya.

Maka dalam hal ini kita perlu bersandar pada hadits Rasulullah saw.



كُنْ وَرَعًا تَكٌن اَعْبَدَ الناسِ وَكٌنْ قَنَعًا تكن أشكر الناس 

Jadilah kamu orang yang wara’ pasti kamu menjadi orang yang rajin beribadah, dan jadilah kamu orang yang qana’ah pastilah kamu menjadi orang yang banyak bersyukur (HR.Bukhari) 

Namun demikikan Jama’ah Jum’ah yang Dirahmati Allah…

Janganlah salah mengartikan qana’ah dengan berpangku tangan, berserah diri tanpa usaha namun penuh harap akan rahmat Allah swt. Tidak, bukan demikian maksud qana’ah itu. Manusia tidak dilarang mencari rizqi, bahkan Allah swt memerintahkan manusia untuk berusaha. Karena hasil usahalah yang akan menopang ibadah seseorang. Usahalah yang menjadi modal perjuangan agama. Tanpa ada hasil usaha tidak akan ada masjid mewah, tidak ada panti asuhan, tidak ada madrasah dan mushalla. Semua itu memerlukan usaha dan harta. 

Hanya saja yang perlu disadari dunia usaha bagaikan hutan belantara yang gelap tanpa arah. Apabila kita berjalan tanpa senjata dan tidak berhati-hati akan diterkam binatang buas atau tersesat di dalamnya. Sehingga kita tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal, ataupun mendapatkannya tetapi bukan hasil yang halal.  Bukankah nafsu syaitan selalu mengarahkan kita ke dalam sesat keharaman.

Oleh karena itu, marilah kita persenjatai diri kita dalam belantara usaha dengan qana’ah, insyaallah ia akan memberikan rambu-rambu ke arah yang benar walaupun tidak disertai dengan hasil yang maksimal. Bila demikian adanya usaha yang kita lakukan akan memilki nilai ibadah. Karena segala macam kegiatan manusia yang disandarkan niatnya kepada Allah swt akan dihitung sebagai ibadah. Ibadah tidak terbatas bertekur dan berdzikir di dalam masjid saja, tetapi menyingkirkan duri dari jalanan juga termasuk ibadah.

Jama’ah Juma’ah RahimakumullahJelaslah bahwa qana’ah tidaklah semata berpangku tangan, justru sebaliknya qana’ah adalah sebuah kekuatan untuk percaya kepada Allah Yang Maha Kuasa. Kekuasan-Nya mengatasi segala kemampuan manusia. Kekuasaan-Nya menentukan apa yang ada didunia. Jika ternyata ketentuan itu tidak mengenakkan kita, maka bersabarlah itu tandanya Allah sedang menguji kesabaran kita.

Meski apa yang ditetapkan Allah swt, tidak seperti apa yang kita inginkan. Itu tidak bearati kita berhenti berusaha. Tetaplah berusaha sekuat tenaga. Selama nyawa masih dikandung badan berusaha mengais rezeki harus terus kita lakukan. Ini tidak berarti kita memburu apa yang belum kita dapatkan, atau merasa tidak cukup dengan apa yang ada. Tetapi usaha ini kita lakukan karena merupakan sebuah kewajiban. Mempertahankan kehidupan, dan menjaga nyawa agar senantiasa dalam badan adalah kewajiban, karena itulah satu-satunya cara kita melakukan ibadah menyembah kepada-Nya.

Disinilah kehebatan qana’ah, ia tidak mengenal takut dan gentar. Apapaun kondisi yang ada harus kita hadapi dengan sabar dan penuh keyakinan. Seperti janji Allah swt dalam Surat Hud ayat 6.

Tiada sesuatu yang melata di bumi ini, melainkan di tangan Allah rizqinya. 

Memang pada kenyataannya hidup ini tidaklah selalu mulus dan mujur. Terkadang malang dan terkdang berkelok. Dan ketika berkelok itulah tanda-tanda keberuntungan kita. Rasulullah saw bersabda



قد أفلح من اسلم ورزقه كفافا وقنعه الله بما اتاه



Sungguh beruntung orang yang Islam dan rezkinya pas-pasan dan dia merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah kepadanya.

Begitulah pesan Rasulullah saw kepada Hakim bin Hizam ”harta memang indah dan manis, barang siapa mengambilnya dengan lapang dada maka dia mendapatkan berkah. Sebaliknya, barang siapa menerimanya dengan kerakusan, maka harta itu tidak akan memberikan berkah kepadanya. layaknya orang makan yang tak pernah kenyang”

Jama’ah Jum’ah yang Berbahagia

Demikianlah khutbah jum’ah kali ini. Semoga dapat menjadi pertimbangan dalam mengarungi kehidupan kita sehari-hari yang semakin terasa penuh sesak dengan berbagai persaingan dan tunutan. Semoga kita termasuk muslim yang cerdas. Muslim yang dapat mengendalikan diri dan nafsunya dalam menghadapi dunia.



بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإيَّاكُمْ ِبمَا ِفيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذكْر ِالْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ

 

Khutbah II

 

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ Ø§ÙŽÙ†Ù‘ÙŽ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًااَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَىوَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ 

 

Red. Ulil H. Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Meme Islam, Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 24 November 2017

Pensiun dari BAIS, Pria Ini Berkhidmah di Banser

Batam, Kedung Sukun Adiwerna Tegal -?

Purna tugas dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) Tentara Nasional Indonesia (TNI), Dhani Subagyo, memilih berkhidmah di Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Alasan sederhana dikemukakan Dhani terhadap keyakinannya bergabung dengan kader inti Gerakan Pemuda Ansor di Kota Batam, Kepulauan Riau.

"Dari Banser, saya bisa belajar ilmu ikhlas," kata pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah, 1953 itu, di Batam, Rabu (30/11).

Pensiun dari BAIS, Pria Ini Berkhidmah di Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Pensiun dari BAIS, Pria Ini Berkhidmah di Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Pensiun dari BAIS, Pria Ini Berkhidmah di Banser

Sebelum bertugas di BAIS, Dhani merupakan prajurit Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) yang kini dikenal sebagai Komando Pasukan Khusus yang lebih terkenal dengan nama Kopassus.

"Sebagai seorang prajurit, apapun ceritanya, menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia ialah keharusan tak boleh selesai. Maka setelah pensiun 2005, saya bergabung dengan Banser," paparnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dhani bertugas di Batam sejak 2002, purna tugas sebagai perwira. "Di Banser ini saya ambil barokahnya saja. Karena Banser gajinya tidak jelas alias tidak ada, tapi perintah dari pimpinan jelas dan harus dilaksanakan. Maka saya katakan tadi, di Banser belajar ilmu ikhlas. Samina wa athona, kami dengar kami taat," ujar dia lagi.

Saat PP GP Ansor 22 hingga 28 November 2016 menggelar Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) III, di Asrama Haji Batam Centre, Engku Putri, Kota Batam, Kepulauan Riau, Dhani yang pensiunan perwira itu tak segan mentraktir atau mengambilkan kopi bagi Banser-Banser muda. Namun demikian, jika ada Banser tak berpakaian rapi atau mengenakan baret tak sesuai, ia tak segan menegur dan membenahi kesalahan tersebut.

"Saya senang saja di Banser, dan yang jelas, Suparti, istri saya akhirnya mualaf," pungkasnya. (Gatot Arifianto/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul, Fragmen, Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock