Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Tasawwuf Semakin Diperlukan pada Masa Kini

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Dunia masa kini yang dipenuhi dengan tuntutan kesempurnaan dan persaingan sengit diantara berbagai fihak telah menimbulkan tekanan-tekanan mental bagi sebagian anggota masyarakat. Sentuhan rohani yang diberikan oleh tasawwuf ternyata mampu memberi keseimbangan jiwa dan ketenangan batin.



Tasawwuf Semakin Diperlukan pada Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)
Tasawwuf Semakin Diperlukan pada Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)

Tasawwuf Semakin Diperlukan pada Masa Kini

Demikian dikatakan oleh Khatib Aam PBNU KH Nasaruddin Umar dalam pembukaan Munas Jam’iyyah Ahlut Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (28/6).

Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Departemen Agama ini menuturkan, tantangan-tantangan baru yang dihadapi masyarakat seringkali melampaui kemampuan mereka untuk mengelolanya. Hal ini bukan hanya dialami oleh kelompok masyarakat bawah, tetapi juga kelompok atas.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia mencontohkan munculnya persaingan dalam dunia politik seperti dalam perebutan jabatan melalui Pilkada serta upaya untuk tetap bisa bertahan dalam kesulitan ekonomi yang terus menekan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Disinilah peran penting institusi tarekat, untuk menuangkan aspek batiniah agama dan pedalaman makna agama serta mencegah adanya praktek tidak terpuji yang keluar dari koridor akhlak Islam,” tuturnya.

Munas ini diikuti oleh sekitar 500 orang dari berbagai jamaah tarekat yang tergabung dalam Jatman. Munas merupakan forum tertinggi setelah muktamar yang bertujuan untuk mengevaluasi berbagai program yang sudah dirancang sebelumnya.

Suasana penuh ketenganan dan keteduhan hati sangat tampak dalam forum ini. Para peserta yang sebagian besar memakai baju koko warna putih, dengan tekun mengikuti rangkaian acara. Mereka adalah para kiai dan guru tarekat yang memiliki ribuan jamaah di daerahnya masing-masing.

Zikir-zikir panjang dan istighotsah selalu menjadi bagian rutin dalam sholat berjamaah yang diselenggarakan di masjid asrama haji.

Sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Nasaruddin Umar, salah seorang guru tarekat dari Jawa Timur yang ditemui Kedung Sukun Adiwerna Tegal menuturkan, tarekat saat ini semakin diterima oleh masyarakat. Jika dulu hanya komunitas santri saja yang akrab dengan tarekat, kini para birokrat, pengusaha, intelektual, termasuk dari kalangan militer secara intens mendalami tarekat. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Meme Islam, Kajian Islam, Budaya Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

Gubernur Buka Musykerwil III PWNU Jatim

Surabaya, Kedung Sukun Adiwerna Tegal



Gubernur Jawa Timur H Soekarwo secara resmi membuka Musyawarah Kerja Wilayah atau Muskerwil yang diselenggarakan PWNU Jatim. Kegiatan yang yang berlangsung sejak Ahad hingga Senin (24-25/9)  tersebut diikuti seluruh pengurus baik unsur syuriyah dan tanfidziyah PWNU Jatim, lembaga dan badan otonom serta utusan PCNU se-Jatim.

Gubernur Buka Musykerwil III PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Buka Musykerwil III PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Buka Musykerwil III PWNU Jatim

Dalam sambutannya, Soekarwo mengapresiasi tema besar yang yang diusung Muskerwil ketiga yang berlangsung di Graha Residence kali ini yakni  "Percepatan implementasi program strategis NU". Dia berharap kedekatan antara ulama dan umara atau pengusa dapat terjalin dengan semakin baik.

"Mengapa Jawa Timur aman? Hal tersebut lantaran antara ulama dan umara kompak," tandas Pakde Karwo, sapaan akrabnya. Karena itu gubernur dua periode ini berharap agar kekompakan yang telah terjalin dapat dipertahankan dan ditingkatkan, lanjutnya.

Di hadapan para kiai, termasuk Wakil Rais ‘Aam dan Sekretaris Jenderal PBNU tersebut, Pakde Karwo menawarkan kepada pesantren untuk ikut terlibat dalam meningkatkan sumber daya manusia khususnya dalam sektor pendidikan. "Ini agar kita semakin siap menghadapi tantangan jaman yang terus berubah," tandasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pada kesempatan tersebut, Soekarwo menjelaskan sejumlah kemajuan yang telah diraih Pemerintahan Provinsi Jatim di berbagai hal, baik pertanian, perkebunan, dan sektor lainnya. "Bahkan di sejumlah hal, kita mengalami surplus dan menjadi penyangga kebutuhan nasional," jelasnya.

Di ujung penjelasannya, Pakde Karwo meminta pesantren juga turut meningkatkan ketahanan ekonomi kelas menengah dan kecil dengan mengambangkan UMKM di setiap pesantren. |"Karena dalam kenyataannya, justru usaha kecil dan menengah inilah yang mampu menopang pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat," terangnya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Budaya Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Akbid Muslimat NU Kudus Dapat Akreditasi BANPT

Kudus, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Akademi Kebidanan (Akbid) Muslimat NU Kudus dapat akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT) pada Senin (13/5) lalu. BANPT mengadakan visiting ke kampus yang terletak di Jl. Lambao Karangsambung Bae Kudus, Jawa Tengah tersebut.

BANPT yang menugaskan dua orang asesor itu melakukan penilaian langsung mulai fisik bangunan atau sarana prasarana, sumber daya manusia (SDM) dan kurikulum yang diajarkan.

Akbid Muslimat NU Kudus Dapat Akreditasi BANPT (Sumber Gambar : Nu Online)
Akbid Muslimat NU Kudus Dapat Akreditasi BANPT (Sumber Gambar : Nu Online)

Akbid Muslimat NU Kudus Dapat Akreditasi BANPT

Pembantu Direktur II Saiful  Anas menginformasikan, Tim Asesor sangat apresiatif akan potensi Akbid Muslimat NU Kudus. Lembaga berusia 4-5 tahun sudah mampu memiliki sarana prasarana pembelajaran yang lengkap.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Kurikulum fiqh terapan yang dikembangkan dalam pengajaran kebidanan mendapat penilaian (apresiatif) tersendiri dari Tim Asesor. Sedangkan SDM Akbid seperti tenaga dosen diminta untuk ditingkatkan,” tutur Anas kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal di Kantor NU Jl Pramuka 20 Kudus, Kamis (16/5).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Anas menyatakan secara fisik bangunan termasuk sarprasnya sudah diakui oleh tim Asesor, sedangkan penilaian terkait kualitas SDM-nya masih harus menunggu pleno BNPT, “Memang persoalan SDM telah menjadi perhatian utama Akbid akan terus berusaha ditingkatkan kualitasnya.”kataya.

Dalam pengembangan ke depan, tandas dia, sumber daya manusia (dosen) Akbid Muslimat NU Kudus akan diarahkan penjurusannya pada Magister Kebidanan. Upaya ini menghadapi  akreditasi tahun 2014 yang salah satu instrumennya adalah SDM sesuai dengan kompetensi ilmu kebidanan.

Meskipun begitu, dosen S-2 non-kebidanan tidak perlu berkecil hati karena tetap akan diposisikan mengampu program studi. Namun pengampu khusus Prodi Kebidanan, kita arahkan yang Magister Kebidanan.

Mengenai hasil peniliaian, imbuh Anas, pihak Yayasan hanya berharap mendapat nilai maksimal yang memuaskan.

Redaktur    : Abdullah Alawi

Kontributor     : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pesantren, Budaya Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Kader Ansor–Banser Cilongok Perkuat Akidah dan Ideologi

Cilongok, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Setelah bulan Ramadhan diisi dengan kegiatan posko mudik Lebaran, di awal bulan Syawal PAC GP Ansor Cilongok Purwokerto menggelar silaturahmi kader dan sarasehan kebangsaan dengan tema Peran Ansor-Banser dalam Mengawal Tradisi dan Menjaga Keutuhan NKRI untuk Masyarakat Berkeadaban? di Aula MTs Ma’arif NU 1 Cilongok, (2/7). Pemilihan tempat di MTs Ma’arif NU 1 Cilongok dikarenakan pendirian dan pembangunan madrasah ini tidak terlepas dari peran Ansor-Banser pada masanya.

Ketua PAC GP Ansor Cilongok, Mustangin ? menyampaikan kegiatan silaturahmi kader dan sarasehan kebangsaan ini dihadiri MWC NU, pembina dan ratusan kader Ansor-Banser se-Kecamatan Cilongok. Bahkan aula penuh sesak dihadiri para kader.?

Kader Ansor–Banser Cilongok Perkuat Akidah dan Ideologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor–Banser Cilongok Perkuat Akidah dan Ideologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor–Banser Cilongok Perkuat Akidah dan Ideologi

“Momentum Syawal ini sangat bagus, selain untuk bersilaturahmi, waktunya sangat tepat untuk introspeksi masing-masing kader atas kesalahan yang sudah diperbuat dan untuk meningkatkan soliditas organisasi. Selain itu, momentum silaturahmi kader ini kami juga isi dengan sarasehan kebangsaan,” kata Mustangin.?

Mustangin menambahkan, dewasa ini banyak terjadi persoalan sosial, khususnya karena adanya golongan yang merongrong keutuhan NKRI. Karena itu, masalah ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menyeselesaikannya. Dan Ansor-Banser menjadi garda terdepan dalam mengawal dan menjaga keutuhan NKRI ini.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Di daerah Cilongok yang menjadi basis massa kita saja sudah ada beberapa yang kita awasi. Paham dan ideologi keras ini dikhawatirkan akan menjadi embrio paham Islam radikal,” ujar Mustangin.

Yanuar Reza G selaku sekretaris GP Ansor yang bertugas menjadi moderator memaparkan pengantar sarasehan berkaitan dengan akidah dan ideologi. Pembicara tunggal adalah Asroru Maula atau kerap dikenal dengan julukan Gus Acong. Dalam penyampaiannya, Gus Acong menyampaikan bahwa tugas Ansor-Banser sekarang ini tak mudah. Sebagai kader harus memiliki ilmu, biar ketika menghadapi golongan Islam radikal atau Islam transnasional kader dapat mengatasinya. Kader Ansor-Banser tidak boleh terkecoh dengan keberadaan mereka. Kader Ansor-Banser harus bisa memetakan siapa kawan dan siapa lawan.?

“Saya sebenarnya turut prihatin dan malu, ketika wilayah kelahiran ini sudah muncul embrio gerakan radikal yang nantinya akan berkembang,” paparnya.?

Dalam topik yang lain, Gus Acong juga menyampaikan kader Ansor-Banser harus melek terhadap politik, terlebih dalam dua tahun ke depan akan digelar pemilu serentak. “Setidaknya sebagai organisasi Ansor-Banser harus netral namun secara pribadi harus mengambil peran biar politik di wilayah Banyumas ini sehat,” ujar Gus Acong.

Sementara itu, Kasatkoryon Banser Cilongok Ischakul Chasan mengungkapkan tentang evaluasi posko mudik Lebaran. Ia terkesan dengan antusiasme kader dalam menjalankan program ini. Jadwal piket posko juga berjalan sesuai semestinya.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Kami sampaikan terima kasih kepada tokoh NU, pembina, alumni, pengurus, polsek Cilongok, koramil Cilongok, DKAC CBP-KPP Cilongok dan tentunya kader Ansor-Banser se-Kecamatan Cilongok. Dalam Posko mudik kali ini, kami membuka lima posko terpadu, di antaranya posko pusat Masjid Attaqwa, posko unit Cikidang, posko unit Pernasidi, posko unit Pageraji dan posko unit Langgongsari. (Yanuareza/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Budaya Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

LAZISNU Malang Canangkan Masyarakat Sadar Zakat

Malang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Malang berkomitmen mencanangkan gerakan masyarakat sadar zakat dengan menerbitkan Buku Panduan Zakat yang akan didistribusikan kepada para masyarakat, utamanya mereka yang tergolong ekonomi mampu.

Dalam buku itu akan dijelaskan tentang segala yang berkaitan dengan zakat, seperti cara perhitungan, nishab dan ketentuan lain dalam ibadah zakat. 

LAZISNU Malang Canangkan Masyarakat Sadar Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Malang Canangkan Masyarakat Sadar Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Malang Canangkan Masyarakat Sadar Zakat

Program semacam ini merupakan langkah awal yang akan dilaksanakan LAZISNU Kabupaten Malang untuk memberikan pemahaman pada masyarakat kabupaten malang mengenai zakat dan yang sejenisnya. Ini adalah bentuk komitmen LAZISNU Kabupaten Malang, karena ditengarai bahwa pemahaman masyarakat akan masalah zakat masih sangat rendah. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Kami sadar masyarakat kita masih kurang paham masalah zakat. Mereka masih bingung dan kurang mengerti apa itu zakat maal, dan apa perbedaannya dengan Infaq dan Shadaqah,” tutur Rohmat Daroini ditemui Kedung Sukun Adiwerna Tegal di Malang, Selasa (21/5) kemarin.

Rencana ini awal mulanya berasal dari usulan Rahmat sendiri dengan kedudukannya sebagai bendahara LAZISNU, kemudian mendapatkan sambutan positif dari ketua LAZISNU Gus Syamsul.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam rangka untuk memuluskan jalan bagi program itu, juga sebagai bentuk pembinaan kepada masyarakat, LAZISNU Kabupaten Malang dalam waktu dekat berencana untuk menyelenggrakan Pendidikan dan Pelatihan (diklat) bagi petugas yang akan diterjunkan sebagai penarik zakat, infaq dan shadaqah.

Langkah ini dilakukan untuk mengatasi keterbatasan jumlah pengurus sendiri, dibandingkan dengan tugas untuk menangani daerah Kabupaten Malang yang sangat luas.

“Kami juga menyadari Kabupaten Malang sangat luas, sedangkan petugas LAZISNU hanya sekitar 11 orang, adalah hal yang mustahil mampu menangani 33 kecamatan di kabupaten Malang,” kata ustadz Unisma ini.

Selain itu, para pengurus menyadari bahwa pandangan masyarakat terhadap hal yang berbau penarikan dana masih sangat rendah.

“Tantangan pertama yang besar kemungkinan akan dihadapi kita adalah pandangan masyarakat yang selama ini sangat rendah melihat orang yang menarik dana keliling dari rumah ke rumah. Akan tetapi tidak apa-apa, karena secara pelan mereka memang akan kami sadarkan bahwa semua ini adalah keharusan,” kata Rohmat.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Ahmad Nur Kholis

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tegal, Budaya, Amalan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Didik Kader Militan, DKC CBP-KPP Jepara Adakan Diklatama

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Corp Barisan Pelajar (CBP) dan Korp Pelajar Putri (KPP) Jepara melaksanakan Pendidikan dan Latihan Pertama (Diklatama). Kegiatan berlangsung Jum’at-Ahad (12-13/6) di lapangan pantai Bandengan, kecamatan Jepara, kabupaten Jepara.?

Kegiatan tersebut dirangkai dalam bentuk perkemahan Tataran Bela Negara. Hadir sedikitnya 50 delegasi PAC se- Jepara.

Konsep pelatihan dirancang semi militer dengan harapan para peserta lebih disiplin. “Pelatihan ini tidak seperti pelatihan biasanya, kami sengaja menyelenggarakan semi militer dan tindak tegas kepada peserta yang tak bisa diatur,” ujar Ketua Panitia M. Yasifun.

Didik Kader Militan, DKC CBP-KPP Jepara Adakan Diklatama (Sumber Gambar : Nu Online)
Didik Kader Militan, DKC CBP-KPP Jepara Adakan Diklatama (Sumber Gambar : Nu Online)

Didik Kader Militan, DKC CBP-KPP Jepara Adakan Diklatama

Sebagai garda terdepan IPNU-IPPNU, CBP diharapkan mampu menjadi kader yang disiplin, militan dan siap mempertahankan NKRI dan Islam Ahlusunnah wal Jamaah.?

“CBP-KPP adalah wadah pelajar NU yang mendidik dan melatih di bidang kedisiplinan, keamanan, kecintaalaman, dan peduli kemanusiaan,” ujar Ketua IPNU M Khoironi saat menjadi inspektur upacara pembukaan.

Selain itu ia juga menandaskan kepada para peserta untuk tetap semangat, aktif, disiplin. Karena para peserta diklatama ini adalah calon penerus DKC CBP-KPP sebelumnya.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Sebagai penerus CBP-KPP sebelumnya rekan-rekanita diharapkan lebih aktif dan giat lagi dalam mengawal IPNU-IPPNU Jepara nantinya,” imbuhnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selanjutnya komandan CBP menjelaskan bahwa para peserta diklatama ini memang benar-benar disiapkan untuk menjadi penerus kader CBP-KPP sebelumnya.

“Peserta nantinya kami persiapkan sebagai kader CBP-KPP selanjutnya, namun tidak kami langsung masukkan ke struktural,” ungkap Zainal Abidin Komandan CBP.

“Diklatama ini sebagai gambaran bahwa CBP-KPP itu tugasnya terjun langsung di lapangan. Selanjutnya nanti kami mantapkan dengan pelatihan-pelatihan internal,” pungkasnya. (Afandi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Budaya Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dear Gus Dur: Pesan Kerinduan untuk Anak Bangsa

Gus, maaf saya lancang menulis surat untuk Anda, saya tahu anda pasti geli membaca surat saya ini, tapi biarlah. Gus, saya tulis surat ini karena sudah gerah dengan hiruk pikuk orang-orang saat ini. Gus, hari-hari ini rakyatmu sedang gundah gulana. Saking galaunya, semua hampir bicara tetang topik yang sama, dan entah kenapa kok saya sudah merasa fokus bahasannya semakin melebar.?

Gus, sebenarnya semua berawal dari dialog seorang, saya enggan membahas apakah ada yang sesuai atau tidak sesuai dengan ucapan beliau, tapi yang pasti, sebagian umat merasa tersinggung, dan mulailah cerita ini berkembang.?

Gus, kalau saja anda masih hidup, tolong ajarkan kami secara langsung bagaimana cara hidup rukun berdampingan, ajarkan kami bagaimana minoritas menghargai mayoritas, dan bagaimana pula mayoritas menghargai minortas. Gus, Anda memang bukan tanpa kekurangan, tapi gaya nyeleneh anda yang kadang membuat suasana lebih cair.?

Dear Gus Dur: Pesan Kerinduan untuk Anak Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Dear Gus Dur: Pesan Kerinduan untuk Anak Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Dear Gus Dur: Pesan Kerinduan untuk Anak Bangsa

Saya yakin anda pasti bilang, “Kalau ada yang menistakan agama, hukumlah dia, berilah sanksi yang setimpal dan menjadi pelajaran agar bisa lebih baik, tapi yang bikin kita tergeleng-geleng, mereka yang melakukan korupsi, mereka yang mengambil uang rakyat, menebar bom, menyakiti sesama, dan yang memakan bukan hak-nya adalah yang benar-benar menistakan agama”.?

Saya setuju Gus, kemarin sore saya melihat orang-orang marginal, duduk diantaranya seorang ibu dan anaknya yang sedang berbagi sepotong roti. Lalu apa kabar dengan para koruptor itu Gus, mereka yang membuat kemiskinan di negeri ini semakin mengakar, mereka yang mungkin taat sembahyang, berangkat ke gereja, mendekatkan dahi ke tanah, bersujud di mesjid, dan berangkat ke tempat ibadah, tapi mereka membiarkan korupsi merajalela, dan berbuat seolah tak ada apa-apa.

Gus, semua orang menurut saya sekarang terlalu berani menghujat penguasa, saya tahu kritik itu perlu, tapi bukan kemudian menghina, menjelek-jelekan, atau pun menghujat. Ke mana mereka pada saat zaman Orba. Hanya Anda dan segelintir orang yang berani berhadapan dengan penguasa.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Saya dengar cerita pedih Anda saat di depak oleh Pasukan Penguasa dan harus duduk di kursi belakang, padahal itu jelas-jelas acara anda dan NU. Tapi itulah anda Gus, ditakuti penguasa saat banyak orang takut dengan penguasa dan memilih tidak berhadapan dengan penguasa.

Gus, coba ceritakan bagaimana situasi saat anda dilengserkan. Apa jadinya jika anda juga melawan orang yang melengserkan anda. Saat itu anda dipaksa turun tahta, tapi anda tidak kemudian membalasnya dengan parlemen jalanan, atau bahkan pasukan berani mati anda yang sudah siap untuk berangkat ke Jakarta. Bukankah itu yang kita sebut Negarawan, lebih merendah untuk kemenangan bangsa dan negara. Tanpa ingin membuat semuanya menjadi gaduh dan berkembang pada hal-hal negatif yang justru berpotensi memecah belah bangsa.

Gus, saya dengar sekarang hampir tiap hari, ratusan bahkan ribuan orang datang ke tempat peristirahatan Anda, untuk sekedar ziarah dan memanjatkan doa. Tapi saya yakin di hati kecil anda bukan itu saja yang anda ingin. Anda ingin mereka semua bisa hidup damai, mereka semua bisa saling menghargai, saling menghormati, saling membantu selayaknya anak bangsa yang telah ditakdirkan menjadi Seorang Indonesia.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mereka tetap berpegang teguh pada akidah dan tuntunan agama, tapi juga menjaga adab, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena pada dasarnya kita semua telah sepakat dengan dasar negara Pancasila dan tata aturan kebangsaan yang lain.

Gus, Anda mungkin tak akan membalas surat ini, tapi izinkan saya agar seluruh Rakyat Indonesia bisa membaca surat ini. Surat yang dibuat tanpa ada tendensi pada pihak manapun. Surat yang ditulis sebagai bentuk perhatian dan kecintaan dari warga negara terhadap bangsanya. Surat yang ingin menggugah bahwa, berjalan berdampingan, tepo seliro, tenggang rasa adalah bukan sekadar retorika, tapi sungguh sebuah falsafah hidup dan identitas bahwa kita adalah INDONESIA.

(Andi Pamungkas Rahayu)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tegal, Budaya Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Dalam Islam, Hari Kasih Sayang itu Setiap Hari

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Islam tidak mengenal budaya Valentine atau umum disebut "hari kasih sayang" yang dirayakan setiap 14 Februari. Dalam Islam hari kasih sayang tidak mengenal hari, tanggal, bulan, dan tahun.

Dalam Islam, Hari Kasih Sayang itu Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Dalam Islam, Hari Kasih Sayang itu Setiap Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Dalam Islam, Hari Kasih Sayang itu Setiap Hari

Katib Syuriah PBNU KH Mujib Qulyubi menerangkan hal tersebut di sela acara "Gema Dzikir Akbar dan Khotmil Quran" di Kapuk, Jakarta, Sabtu (14/2/2015).

"Dalam Islam, hari kasih sayang itu ada setiap hari, kasih sayang itu tidak dibatasi, karena terlalu sempit jika dalan Islam kasih sayang dibatasi, karena Islam Rahmatan Lilalamin," kata KH Mujib.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurutnya, Valentine yang biasanya dirayakan anak-anak muda dengan perbuatan maksiat termasuk melanggar syariat. Valentine, lanjutnya, bukan budaya Indonesia. Indonesia punya keunggulan budaya sendiri yang bisa diekspor ke luar negeri.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Tidak seharusnya masyarakat Indonesia ikut-ikutan budaya asing yang jelas melanggar syariat agama, seharusnya kita mengekspor budaya kita keluar negeri," tegasnya

"Kata Rasulullah SAW, saling mencintailah kalian dan saling memberi kasih sayang," imbuhnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Budaya Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

“Celurit Emas” Akan Pidato Budaya di Brebes

Brebes, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Penyair berjuluk “Clurit Emas” dari Madura, D Zawawi Imron, akan berpidato di halaman gedung PCNU Brebes, Jawa Tengah, Rabu malam (15/5). Dia dijadwalkan menyampaikan pemikiran kebudayaan pada Pentas Budaya Islam (PBI) yang digelar Lembaga Seni Budaya Islam (Lesbumi) Kabupaten Brebes.

“Celurit Emas” Akan Pidato Budaya di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
“Celurit Emas” Akan Pidato Budaya di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

“Celurit Emas” Akan Pidato Budaya di Brebes

Ketua Lesbumi NU Kabupaten Brebes, Lakhmudin menjelaskan, Pentas Budaya Islam digelar sebagai upaya membangkitkan kebudayaan Islam, agar lebih bergairah dan mendapatkan tempat di hati masyarakat, “Kita merindukan kebudayaan yang Islami tumbuh subur di bumi Brebes,” katanya.

Pria yang akrab disapa Lakhmi menambahkan, kegiatan ini adalah memeriahkan hari lahir (Harlah) Lesbumi ke-51 dan 10 tahun Kedung Sukun Adiwerna Tegal yang merupakan Situs Resmi PBNU, “Bisa disaksikan semua kalangan tanpa pungutan biaya,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua Pelaksan kegiatan, Wasdiun, mengatakan, Zawawi dijadwalkan bertolak dari Jakarta dengan Kereta Api Cirebon Ekspres dan sampai di stasiun Brebes Rabu sore (15/5)? pukul 16.00.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Wasdiun kemudian bercerita profil Zawawi yang jadi pertimbangan panitia layak menyampaikan pidato. Ia merupakan penyair tanpa politik sehingga bisa merangkul semua golongan. Kehidupan masa kecilnya direkam lewat puisi Semerbak Mayang, Madura Akulah Lautmu. Sajaknya Nenek Moyangku Air Mata terpilih sebagai puisi terbaik Yayasan Buku Utama Depdikbud RI, tahun 1985.

Kumpulan puisinya Celurit Emas mendapat hadiah sebagai buku puisi terbaik dari pusat pembinaan dan pengembangan bahasa. Puisi Bulan Tertusuk Ilalang menarik Garin Nugroho untuk dijadikan film layar lebar dengan judul yang sama.

Selain penampilan pidato budaya, juga akan dipentaskan parade puisi karya Zawawi, hadroh, pencak silat, dan teater, “Kegiatan ini akan dibuka Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE,” pungkas Wasdiun.

Pada perayaan Harlah ke-9 Kedung Sukun Adiwerna Tegal, di gedung PBNU, Jakarta, 2012 lalu, D. Zawawi Imron diundang berpidato juga. Ia menyampaikan "Menimba Ilham Vitalitas Pesantren".

?

?

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Budaya Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 01 Januari 2018

PBNU Serahkan Bantuan untuk Dua Rumah Sakit NU

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyerahkan bantuan alat-alat kesehatan kepada dua rumah sakit yang berdiri di bawah naungan NU. Bantuan alat kesehatan itu bernilai total Rp. 10 miliar. Penyerahan bantuan secara simbolis telah dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada Rumah Sakit Islam (RSI) Pati yang dikelola oleh PC Muslimat NU Kabupaten Pati dan Rumah Sakit NU Demak, Selasa (24/7), di Pati, Jawa Tengah.

PBNU Serahkan Bantuan untuk Dua Rumah Sakit NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Serahkan Bantuan untuk Dua Rumah Sakit NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Serahkan Bantuan untuk Dua Rumah Sakit NU

Bantuan untuk RSI Pati diterima oleh Nyai Hj. Nafisah Sahal Mahfudh, sementara untuk RS NU Demak diterima oleh perwakilan PCNU Kabupaten Demak. RSI Pati mendapatkan bantuan perlengkapan pengelolaan limbah medis, kamera rontgen, dan kursi roda. Sementara RS NU Demak memperoleh peralatan pendukung laboratorium kesehatan dan seperangkat Ultrasonografi (USG).

"Total semuanya nanti senilai sepuluh miliar, diberikan bertahap. Ini tahap pertama  dan Insya Allah akan segera menyusul bantuan selanjutnya," ungkap Kiai Said.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kiai Said menambahkan, pemberian bantuan alat kesehatan oleh Kristen Mormon disebutnya sebagai perwujudan nyata sebuah toleransi antar umat beragama. Toleransi yang sama diakuinya sudah terjalin sejak zaman khalifah penerus perjuangan Nabi Muhammad SAW.

"Dokternya Muawiyah itu namanya Tarjius, orang Kristen. Dokternya Abu Jafar al Mansur, pendiri Abbasiyyah bernama Jirjis, orang Kristen juga. Di bidang kesehatan Islam dan Kristen sudah lama bekerjasama, meski sebenarnya tidak sedikit ulama Islam yang menguasai ilmu kesehatan," tegas Kiai Said.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Bendahara Umum PBNU H. Bina Suhendra yang ikut hadir dalam seranh terima bantuan mengatakan, PBNU saat ini tengah mempelajari kemungkinan bantuan yang sama disalurkan ke rumah sakit lain. "Salah satunya yang sedang disurvey untuk dibantu RS NU Rembang. Bertahap, jika memang ada kerjasama dengan pihak luar lain akan disalurkan secara merata," ujarnya.

Melalui bantuan tersebut, operasional sejumlah rumah sakit yang dikelola di bawah naungan NU diharapkan bisa semakin meningkat. Sejalan dengan hal tersebut, layanan kesehatan ke masyarakat, khususnya Nahdliyin juga ditekankan harus bisa ditingkatkan.

"Yang bagus dari Kristen Mormon ketika membantu juga menyertainya dengan pelatihan penggunaan peralatan yang diberikan. Mereka juga mensurvey sendiri alat apa yang dibutuhkan, jadi apa yang diberikan diharapkan bisa dimanfaatkan sengan maksimal," tuntas Bina.

Penulis: Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sunnah, Budaya, Nusantara Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Diduga HTI via Foto Viral, Ibu Ini Minta Rehabilitasi Nama

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Ibu Sumarni asal Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang tak menduga fotonya akan viral dan menjadi pembicaraan orang banyak. Ia berfoto dengan dua Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jombang sembari megang bendera HTI. Akibatnya, sebagian publik? menganggap Ibu Sumarni telah masuk di lingkungan mereka.

Mendengar namanya tercermar, ibu yang sebetulnya aktif di forum-forum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) setempat ini akhirnya meminta kepada Ketua MWCNU dan Ketua Muslimat NU Mojowarrno untuk merehabilitasi namanya.

Diduga HTI via Foto Viral, Ibu Ini Minta Rehabilitasi Nama (Sumber Gambar : Nu Online)
Diduga HTI via Foto Viral, Ibu Ini Minta Rehabilitasi Nama (Sumber Gambar : Nu Online)

Diduga HTI via Foto Viral, Ibu Ini Minta Rehabilitasi Nama

"Saya mohon kepada Ketua MWCNU Mojowarno dan Ketua Muslimat NU Mojowarrno, agar nama saya direhabilitasi. Saya bukanlah pengikut HTI dan sampai mati saya akan tetap berkiprah dan berjuang di Nahdlatul Ulama di bawah panji Muslimat NU," ujarnya, Sabtu (27/5).

Ia kemudian bercerita terkait awal mula fotonya mulai viral tepatnya di facebook (fb) dengan nama akun Muslimah Jombang Bersyariah yang diposting pada 21 April 2017 lalu pada pukul 22:00. Akun fb itu juga terdapat 12 like, dua komentar dan 6 kali dibagikan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia mengungkapkan foto itu bermula dari kedatangan dua orang perempuan yang tidak ia kenal di rumahnya. Sebagai tuan rumah dia tidak segan-segan untuk mempersilakan keduanya masuk.

"Setelah dialog singkat seputar kegiatan sehari-hari, lalu salah satu di antaranya mengambil gambar dengan terlebih meminta aktivis Muslimah HTI ini memegang bendera HTI. Hasil foto tersebut? lalu diupload di media sosial, dan diklaim oleh kedua perempuan tersebut bahwa saya ini adalah pengikut HTI,” ujar dia.

Padahal, lanjutnya, sejak kecil dirinya merasa telah dibesarkan di lingkungan NU Mojowarno dan selalu aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan MWCNU dan Muslimat NU setempat.

"Saya ingin sampaikan sekali lagi, bahwa saya bukan pengikut HTI. Sejak kecil saya dididik dan diasuh dalam keluarga NU, dan selalu aktif dalam kegiatan-kegiatan NU terutama di Muslimat NU," tutur Ibu Sumarni. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Budaya, Olahraga, Berita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

AGH Sanusi Baco Senang GP Ansor Terus Topang NU

Makassar, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Anre Gurutta Haji (AGH) Sanusi Baco mengaku senang mendengar massifnya kaderisasi Gerakan Pemuda Ansor. Menurut dia, hal itu pertanda cerah bagi masa depan Nahdlatul Ulama (NU).

"Alhamdulillah. Itu pertanda masa depan NU cerah," ujarnya saat menerima pengasuh Pesantren Al Anwar III Sarang, Rembang KH Abdul Ghofur Maimoen, Kasatkornas Banser H Alfa Isnaeni didampingi jajaran Satkornas, Kasat Provost H Imam Kusnin, Asinfokom Gatot Arifianto dan Ikhwan Nasai di kedimannya di Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (26/3).

AGH Sanusi Baco Senang GP Ansor Terus Topang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
AGH Sanusi Baco Senang GP Ansor Terus Topang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

AGH Sanusi Baco Senang GP Ansor Terus Topang NU

Dalam silaturahim itu, Kasatkornas Banser menyampaikan, dalam seminggu sekali Pemuda Ansor berikut Banser menggelar kaderisasi. Per bulan, jumlahnya terus bertambah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kaderisasi kita di beberapa kabupaten, kota dan provinsi di Indonesia selalu berjalan setiap bulan. Jadi kader kita selalu bertambah, jumlahnya sekitar itu," ujar H Alfa Isnaeni.

Adapun di Makassar, dilakukan Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) IV, di aula Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI), mulai 23 hingga 29 Maret 2017.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Upaya tersebut untuk mencetak calon-calon pemimpin Banser di tingkat kabupaten hingga provinsi. Paradigma Banser hari juga sudah berubah. Alhamdulillah, sahabat-sahabat Banser tingkat pendidikannya sudah ada yang S1, S2 hingga S3," papar Kasatkornas.

Mendengar penyampaian itu, AGH Sanusi mengapresiasi positif upaya kaderisasi Gerakan Pemuda Ansor yang selalu berkomitmen menjaga NKRI dan keberagaman. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Jadwal Kajian, Budaya Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Ribuan Warga Antusias Ikuti Pengajian Tastafi

Pidie-Aceh, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ribuan warga Kabupaten Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam, khususnya kecamatan Mutiara tumpah ruah mengikuti pengajian Tasawuf, Tauhid dan Fikih (Tastafi) Kamis (28/8) tadi malam yang diasuh oleh Syekh Hasanoel Basri HG atau yang akrab disapa Abu MUDI.

Ribuan Warga Antusias Ikuti Pengajian Tastafi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Antusias Ikuti Pengajian Tastafi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Antusias Ikuti Pengajian Tastafi

Pengajian ini dipusatkan di Mesjid Baitul A’la Lil Mujahidin (Mesjid Abu Beureueh). Tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti pengajian ini membuat Jamaah membludak hingga di luar mesjid, meskipun dalam Mesjid sendiri jamaah sudah duduk berdesakan.

Tgk. Muhammad Iqbal Jalil menyampaikan, panitia telah berusaha semaksimal mungkin untuk mensosialisasikan kegiatan ini. Bahkan untuk ke depan, sosialisasi pengajian ini juga akan menggunakan aplikasi sms gateway dan sms massal agar akses informasi mengenai jadwal kegiatan pengajian dan zikir akbar semakin meluas. Pihak panitia juga telah berkoordinasi dengan geusyik untuk memberikan himbauan kepada masyarakat

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebelumnya, pengajian Tastafi telah pernah beberapa kali diadakan di Mesjid Abu Beureueh ini, namun jadwalnya belum ditetapkan secara reguler. Rencananya, ke depan Abu MUDI dijadwalkan akan mengisi pengajian Tastafi pada malam jumat terakhir di setiap bulannya, sedangkan pada malam jumat yamh lain diadakan zikir secara rutin yang dipimpin oleh Waled Abubakar, salah seorang munaffis Thariqat Naqsyabandiyyah.

Warga Mutiara juga sangat mengapresiasi kinerja pengurus Mesjid, di mana saat ini suasana Mesjid yang bernilai sejarah ini semakin hidup dengan kegiatan-kegiatan zikir dan dakwah. Kegiatan itu sendiri semakin memotivasi masyarakat untuk memakmurkan Mesjid. Selain pengajian bulanan dan mingguan, di Mesjid Baitul A’la Lil Mujahidin ini juga diadakan pengajian harian setelah subuh. Kegiatan ini semuanya adalah salah satu upaya untuk mendukung pelaksanaan syariat Islam secara kaffah di bumi Serambi Mekah. (Muhammad Iqbal Jalil/Anam)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Cerita, Budaya Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Peringatan Harlah di Jepara Berlangsung Sederhana

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Suasana kesederhanaan. Itulah yang tampak dalam peringatan hari lahir (Harlah) ke-90 NU di Pendopo Kabupaten Jepara, Ahad (26/5). 

Kegiatan yang dihadiri ratusan orang itu terdiri dari pengurus, Banom, Lajnah, MWC dan penerbang telon dari kecamatan Bangsri. Kegiatan malam itu diisi dengan istighotsah, shalawatan dan tausiyah dari KH Kamil Ahmad. 

Peringatan Harlah di Jepara Berlangsung Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringatan Harlah di Jepara Berlangsung Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringatan Harlah di Jepara Berlangsung Sederhana

Bupati Jepara H Ahmad Marzuqi selaku penggagas mengatakan kegiatan terinspirasi dari rutinitas yang dilaksanakan Perguruan Islam Mathaliul Falah Pati. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Setiap 16 Rajab di Kajen para santri memperingati Harlah NU. Inspirasi itu kemudian saya sampaikan kepada pak Asyhari dan Alhamdulillah kegiatan bisa terlaksana,” katanya. 

Sementara itu, Ketua PCNU Jepara, KH Asyhari Syamsuri dalam sambutannya mengungkapkan usia NU kini semakin tua. Karena itu NU harus bisa menyesuaikan dengan jamaah maupun jamiyyah. Disamping itu kiai Asyhari menghimbau agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dengan menjaga kekompakan, kepala SMKN 3 Jepara itu menyebut gerakan Islam radikal yang akan mendangkalkan eksistensi NU Semisal yang mengatakan membaca shalawat tidak ada gunanya sambungnya merasa kewalahan. Karena itu warga NU lanjutnya harus merapatkan barisan agar upaya busuk mereka tidak terwujud. 

Dengan cara itu, masih menurutnya NU bukan hanya organisasi yang bisa dihitung namun juga diperhitungkan. 

 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Budaya, Internasional, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Doa Selepas Buang Hajat

? ? ? ? ? ? ? ?

Ghufrânakal hamdu lillâhil-ladzî adzhaba ‘annî-l-adzâ wa ‘âfânî

Doa Selepas Buang Hajat (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Selepas Buang Hajat (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Selepas Buang Hajat

“Aku memohon ampunan-Mu. Segala uji bagi Allah yang telah menghilangkan penyakit dari diriku dan membuatku sehat.” (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Daerah, Budaya, Meme Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Guru Madin dan SMK Pesantren Tingkatkan Kapasitas

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Difasilitasi Universitas Negeri Semarang (Unnes), ratusan guru madrasah diniyah (madin) dan pengelola SMK Pesantren di Jepara dan Demak mengikuti Pelatihan Pendidikan Inovatif di pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang desa Gemiring Lor kecamatan Nalumsari, Jepara, Selasa (25/3).

Guru Madin dan SMK Pesantren Tingkatkan Kapasitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Madin dan SMK Pesantren Tingkatkan Kapasitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Madin dan SMK Pesantren Tingkatkan Kapasitas

Setelah pelatihan, kata ketua panitia H Miftahuddin, peserta diharapkan menjadi supervisor untuk lembaga masing-masing. Menurutnya, pendidikan formal diwakili SMK Pesantren dan nonformal seperti madrasah diniyah sangat potensial untuk berinovasi dan memajukan pendidikan.

Sementara itu, KH Mustamir Wildan menyatakan selama ini SMK Pesantren kesulitan mencari tenaga guru produktif semisal bidang otomotif dan elektro. Padahal, terang ketua pengurus pesantren Balekambang Kiai Mustamir, Unnes setiap tahun menerima sekitar 7.500 mahasiswa.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Di luar itu, muncul usulan dari sebuah pertemuan SMK Pesantren agar komunitas berbasis pesantren se-Indonesia dijatah 1.000 mahasiswa. “Kalau ini disepakati Rektor Unnes pak Fathur, nanti jadi problem. Solusinya insya Allah akan kami sowankan kepada Menteri Pendidikan,” jelasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal itu menjadi perhatian komunitas SMK Pesantren. Kiai Mustamir menilai lulusannya mempunyai bekal agama yang cukup. “Jika 1.000 atau 500 mahasiswa asal SMK Pesantren bisa masuk ke semua fakultas, mereka setelah lulus akan mengabdi di pesantren maupun berkhidmah di Unnes,” imbuhnya.

Hadir dalam kesempatan itu Instruktur Nasional Kurikulum 2013 H Achmad Slamet. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hadits, Budaya Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 29 November 2017

Jalani Latihan Militer, Banser Pamekasan Siap Bentengi NKRI

Pamekasan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Diklatsar-IX Banser yang digelar Pimpinan Cabang GP Ansor Pamekasan memasuki hari ketiga, Sabtu (24/12). Ratusan Banser tersebut berlatih keras di bebukitan dan sungai di daerah Pesantren Sekar Anyar, Desa Rombuh, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan.

Jalani Latihan Militer, Banser Pamekasan Siap Bentengi NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalani Latihan Militer, Banser Pamekasan Siap Bentengi NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalani Latihan Militer, Banser Pamekasan Siap Bentengi NKRI

Mereka digembleng langsung oleh Satkorwil Banser Jawa Timur, Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan, dan para tentara di lingkungan Makodim Pamekasan. Mereka menjalani frusik, flying fox dan merayap di atas tambang.

"Kami sangat bangga atas semangat mereka. Mereka adalah calon-calon Banser yang siap membentengi kedaulatan NKRI," tegas Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Pamekasan Fathorrahman.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dosen Universitas Madura tersebut menambahkan, latihan berat tampak diikuti dengan baik oleh peserta. Meskipun menjalani agenda latihan yang cukup padat sejak Kamis (22/12) siang, peserta Diklatsar Banser tak satu pun yang mengeluh.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Meski terlihat lelah, alhamdulillah semua peserta tidak kendor semangatnya. Mereka menjalani materi dan pelatihan yang cukup menguras tenaga dengan penuh kegembiraan dan keikhlasan," ungkap Fathorrahman.

Selain dibekali keterampilan militer, peserta Diklatsar Banser juga digembleng dengan materi berlalu lintas, baris berbaris, pencak silat, dan materi keagamaan berupa keAnsoran, ke-Nu-an, dan kebangsaan. Mereka juga diisi tenaga dalam oleh KH Mudastsir. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Budaya, Tokoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 28 November 2017

Mengenang Petilasan Masjid Sunan Bonang di Rembang

Rembang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang lahir pada tahun 1465 Masehi, salah satu dari sembilan Walisongo yang menyebarkan ajaran agama Islam di tanah Jawa khususnya pesisir timur pantai utara. Lebih tepatnya di Desa Bonang Kecamatan Lasem Rembang Jawa Tengah.

Bukti sejarah singgahnya Sunan Bonang di Rembang, adanya sejumlah peninggalan dan juga petilasan yang masih bisa dilihat karena tetap dijaga kelestariaannya. Salah satunya Masjid Sunan Bonang. Konon menurut riwayat cerita dari masyarakat sekitar, tidak tahu persis kapan berdirinya masjid ini.

Mengenang Petilasan Masjid Sunan Bonang di Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenang Petilasan Masjid Sunan Bonang di Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenang Petilasan Masjid Sunan Bonang di Rembang

Masjid di tengah perkampungan Desa Bonang dipercaya sebagai salah satu peninggalan Sunan Bonang, ketika pada zaman dahulu menyebarkan agama Islam di wilayah ini. Posisinya persis di sebelah selatan makam Sunan Bonang, jaraknya sekitar 50 meter.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Masjid yang satu ini dianggap sebagai salah satu keramat Sunan Bonang karena penuh teka-teki yang belum dapat dipecahkan hingga saat ini. Selain riwayat proses pembangunannya konon tidak diketahui oleh masyarakat sekitar. Menurut cerita turun temurun, kala itu dikisahkan warga terkaget kaget, begitu mengetahui sudah berdiri sebuah bangunan. Saat mereka bertanya kepada Sunan Bonang, beliau menjawab omah gede atau rumah besar.

Menurut riwayat cerita wakil juru kunci petilasan Sunan Bonang, Ahmad Luthfi Haqim dulu warga memang sempat diselimuti rasa keheranan, lantaran saat malam hari di tempat berdirinya masjid tersebut masih berupa kawasan hutan lebat, namun keesokan harinya berubah menjadi rumah besar. Dulu belum dijadikan masjid. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lantaran sering digunakan shalat masyarakat yang mulai memeluk agama Islam akhirnya bangunan itu disebut dan digunakan sebagai masjid. Lama kelamaan masyarakat mengetahui bahwa Sunan Bonang telah membangun Masjid melalui kekuasaan Allah SWT, yang masih bisa dilihat sampai sekarang ini.

Terdapat pula kisah nyata yang masih bisa disaksikan oleh orang modern pada zaman ini, dan masih ada saksi mata yang masih hidup dapat dijumpai di Desa Bonang. Ada seorang donatur dari Kabupaten Jepara, yang ingin menyumbang sebuah mimbar khutbah baru dengan bentuk yang jauh lebih bagus dengan ukiran khas Jepara untuk menggantikan mimbar khutbah yang sudah lama. Kejadian yang sangat mengejutkan terjadi, meski sudah diukur berulang kali, hingga saat ini mimbar khutbah sumbangan milik donatur itu tidak dapat dimasukkan di samping pengimaman menggantikan mimbar yang lama.

Hingga saat ini mimbar sumbangan milik donatur meski lebih bagus dari segi arsitekturnya, mimbar tersebut masih tetap dibiarkan di teras masjid Sunan Bonang, dan membiarkan mimbar lama tetap digunakan khutbah setiap hari Jumat. 

Menurut keterangan juru kunci makam Sunan Bonang, masjid ini memiliki dua bagian. Serambi depan direhab dengan arsitektur modern, untuk menampung jumlah jamaah. Sedangkan bagian utama tetap dibiarkan asli tanpa perubahan. Namun tetap dirawat secara teratur. (Ahmad Asmui/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Budaya Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mengingatkan Muslim untuk Shalat

Assalamualaikum Ustadz, saya mau bertanya: 1. Apa Kewajiban kita terhadap muslim lainnya? 2.Apakah kita akan diberi pertanggungjawaban di akhirat kelak jika kita tidak menegur/mengingatkan teman kita/muslim lain karena tidak shalat dsb? Terima Kasih Dzikri A, Santri PP Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta.

Waalaikum salam warahmatullah wa barakatuh

Mengingatkan Muslim untuk Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengingatkan Muslim untuk Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengingatkan Muslim untuk Shalat

Mas Dzikri A yang kami hormati, muslim yang satu dengan muslim adalah saudara. Begitulah sabda Nabi Muhammad SAW. Sebagai saudara, orang islam tentu mempunyai kewajiban untuk menjaga saudaranya yang lain(muslim) dari hal-hal yang buruk. Hal yang buruk di sini tidak hanya yang berbahaya secara fisik dan bersifat duniawi, namun juga bahaya secara bathin dan bahaya nanti di akhirat seperti siksa neraka. Kewajiban ini secara umum masuk dalam bingkai amar makruf dan nahi munkar serta saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Banyak ayat Al-Quran yang menerangkan tentang hal ini, namun di sini kami ambil sebagian saja. Dalam surat Al-Ashr disebutkan :

? (1) ? ? ? ? (2) ? ? ? ? ? ? ? ? ? (3).--?.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Artinya : Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan saling menasehati supaya selalu sabar. (QS. Al-Ashr)

Sebenarnya surat ini butuh penjelasan agak panjang. Di sini kami hanya menyebutkan satu sisi yang terkait dengan pertanyaan di atas.

Syaikh Abul Abbas Ahmad bin Muhammad bin Al-Mahdi dalam Kitab Al-Bahrul Madiid fi tafsir Al-Quran Al-Majid hal.350 menjelaskan bahwa  yang dimaksud dengan saling menasehati supaya mentaati kebenaran adalah saling menasehati untuk melakukan perintah yang sudah ditetapkan dan tidak boleh diinkari, seperti keimanan, menjadikan Al-Quran dan Hadits sebagai pedoman, mengikuti rasul, melakukan ibadah-ibadah wajib dan sebagainya. Dari sini bisa diambil kesimpulan bahwa menegur orang Islam yang tidak sholat itu adalah tanggung jawab (kewajiban) muslim yang lainnya karena sholat adalah ibadah yang tidak boleh ditinggalkan dalam keadaan apapun selama masih dalam kondisi mukallaf.

Kemudian, apakah menegur atau tidak menegur akan dimintai pertanggungjawaban nanti di hari kiamat? Jawabannya, pasti. Semua perbuatan, termasuk pembiaran/tidak menegur orang yang tidak sholat, akan dimintai pertanggungjawaban di hari kiamat. Allah SWT. berfirman

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? -? : 7-8

Artinya : Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.(QS. Az-zalzalah : 7-8)

Mas Dzikri yang baik, menyampaikan teguran sebagaimana yang anda tanyakan hendaknya dilakukan dengan cara-cara yang baik dan disesuaikan dengan kondisi yang ada. Nabi Muhamamad SAW. dalam sebuah hadits telah memberikan tahapan-tahapan dalam melakukan perubahan hal yang buruk (munkar) sesuai kondisi kita yaitu, dengan tangan (power), dengan lisan dan dengan hati. Demikian jawaban kami, semoga kita selalu diberi kemampuan untuk melakukan perintah Allah dan menjauhi larangannya.Aaamiin….

? ? ?

? ? ?  ? ?

Ihya’ Ulumuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Doa, Budaya, Halaqoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 24 November 2017

Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput

Karanganyar, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) 2014, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf menghimbau warga agar tidak golput dalam pemilu yang digelar bulan mendatang.

“Saya berpesan kepada para jamaah semuanya, mari sukseskan pemilu dengan tidak golput dan gunakanlah hak pilih sebaik-baiknya,” seru Habib Syech di hadapan sekitar 10.000 jamaah di alun-alun mapolres Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (11/3).

Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech Ajak Jamaah Tidak Golput

Habib Syech secara khusus tidak memberikan instruksi untuk memilih dan mendukung partai manapun, baik dalam pileg maupun pilpres mendatang. “Silakan jamaah memilih partai ataupun presiden sesuai dengan prinsip dan hati nurani masing-masing, namun yang terpenting jangan golput,” tegasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari  pantauan Kedung Sukun Adiwerna Tegal, acara pada malam itu lebih meriah daripada sebelumnya. Banyaknya bendera merah putih, bendera NU, dan bendera Ahbabul Musthofa yang dikibarkan para jamaah menambah semaraknya acara.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Memang polres pernah mengadakan acara serupa namun dahulu tidak seramai dan meriah sekarang,” ujar Alim salah satu jamaah yang aktif ikuti pengajian di Karanganyar. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Budaya, Pahlawan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock