Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Wasekjen PBNU Ingatkan Penguatan Tiga Aspek Bagi Jamiyah NU

Pringsewu, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Muhammad Aqil Irham mengajak seluruh pengurus dan warga NU untuk lebih melebarkan sayap dan mengfokuskan sektor pendidikan, ekonomi dan kesehatan untuk memperkuat jamiyah Nahdlatul Ulama. Hal ini disampaikannya di depan sejumlah Pengurus Cabang NU di Provinsi Lampung pada Group Discussion di Aula Gedung NU Pringsewu, Sabtu (16/9).

Aqil yang merupakan pengurus NU asal Provinsi Lampung ini mengingatkan bagaimana sejarah berdirinya jamiyyah NU dititik fokuskan pada penguatan kebangsaan dan perekonomian.

Wasekjen PBNU Ingatkan Penguatan Tiga Aspek Bagi Jamiyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Wasekjen PBNU Ingatkan Penguatan Tiga Aspek Bagi Jamiyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Wasekjen PBNU Ingatkan Penguatan Tiga Aspek Bagi Jamiyah NU

"Jamiyah NU lahir di komunitas perkotaan di Surabaya diawali dengan Nahdlatul Wathon, Nahdlatut Tujjar dan Nahdlatul Ulama. Jadi kita harus memahami bahwa bidang ekonomi menjadi salah satu sektor yang sangat perlu digarap," katanya pada acara yang juga dihadiri Ketua PWNU Lampung KH Sholeh Baijuri ini.

Menurut mantan Ketua GP Ansor Lampung ini, trend perubahan diberbagai sektor perlu juga dicermati agar tidak tertinggal jauh dalam melakukan akselerasi penguatan dan percepatan sektor ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Ia memberikan contoh bagaimana saat ini orang yang tidak memiliki kendaraan namun bisa melihat peluang bisnis melalui jasa penyewaan transportasi berbasis android atau online dengan menggunakan kendaraan orang lain yang saat ini sudah menjadi trend.

Penguatan pendidikan, lanjutnya, dapat diperkuat dengan pengkaderan generasi muda yang dilakukan secara intensif sejak pendidikan menengah. Ia mengajak semua elemen di NU untuk merangkul para pelajar dengan berbagai kegiatan dan program yang nantinya akan didistribusikan ke semua lini sehingga penguatan SDM melalui pendidikan akan dapat terealisasi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk mewujudkan hal tersebut perlu penguatan lembaga seperti sekolah, klinik dan koperasi atau lembaga keuangan di Provinsi Lampung melalui dukungan segenap warga NU.

Pertemuan yang dikemas dalam kelompok diskusi tersebut merupakan upaya terciptanya gerakan bersama dengan kesamaan visi antar pengurus PCNU di Provinsi Lampung dalam memperkuat tiga sektor tersebut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hadir dalam pertemuan tersebut pengurus PCNU tuan rumah Pringsewu, Tanggamus, Pesawaran, Lampung Selatan, Bandarlampung dan Lampung Tengah. (Muhammad Faizin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pemurnian Aqidah, Ulama, Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Sejarah Tahlil

Judul Buku : Sejarah Tahlil

Penulis : KH Muhammad Danial Royyan

Tebal : viii, 72

Penerbit : LTN NU Kendal bekerjasama dengan Pustaka Amanah Kendal

Sejarah Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejarah Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejarah Tahlil

Cetakan : pertama, 17 Februari 2013

Peresensi : Fahroji

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Munculnya kembali ideologi dan faham Salafi Wahabi dengan berbagai bentuk organisasinya yang telah menyebar ke tengah masyarakat lintas bangsa dan negara (ideologi transnasional) sekarang ini yang cenderung memusyrikkan dan membid’ahkan amaliah yang sudah ada, maka, mau tidak mau semua hal yang berkaitan dengan amaliah agama harus diketahui lengkap dengan dalil-dalilnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kondisi tersebut telah menimbul keprihatinan di kalangan ulama dan pengurus NU di berbagai wilayah dan cabang, salah satunya PCNU Kendal. KH Muhammad Danial Royyan penulis buku ini yang juga ketua tanfidziyah PCNU Kendal periode 2012-2017 menuangkan kegelisahannya dengan menulis buku Sejarah Tahlil. Tradisi Tahlilan yang merupakan salah satu sasaran tembak bagi kaum salafi wahabi perlu mendapatkan pembelaan agar kaum Nahdliyyin tidak menjadi ragu atas amaliah yang dilakukan secara turun-temurun dan masih berkembang di masyarakat hingga saat ini.

Buku Sejarah Tahlil yang dicetak dalam ukuran saku tersebut memaparkan bagaimana tradisi bacaan Tahlil sebagaimana yang dilakukan kaum muslimin sekarang ini tidak terdapat secara khusus pada zaman nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Tetapi tradisi itu mulai ada sejak zaman ulama muta’akhirin sekitar abad sebelas hijriyah yang mereka lakukan berdasarkan istimbath dari Al Qur’an dan Hadits Nabi SAW, lalu mereka menyusun rangkaian bacaan tahlil, mengamalkannya secara rutin dan mengajarkannya kepada kaum muslimin.

Dalam buku tersebut juga diulas siapa sebenarnya yang pertama kali menyusun rangkaian bacaan tahlil dan mentradisikannya. Menurut penulis buku ini, hal tersebut pernah dibahas dalam forum Bahtsul Masail oleh para kyai Ahli Thariqah. Sebagian mereka berpendapat bahwa yang pertama menyusun tahlil adalah Sayyid Ja’far Al- Barzanji. Sedangkan pendapat yang lain mengatakan bahwa yang menyusun tahlil pertama kali adalah Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad.

Dari dua pendapat tersebut, pendapat yang paling kuat tentang siapa penyusun pertama tahlil adalah Imam Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad. Hal itu didasarkan pada argumentasi bahwa Imam Al- Haddad yang wafat pada tahun 1132 H lebih dahulu daripada Sayyid Ja’far Al – Barzanji yang wafat pada tahun 1177 H.

Pendapat tersebut diperkuat oleh tulisan Sayyid Alwi bin Ahmad bin Hasan bin Abdullah bin Alwi Al-Haddad dalam syarah Ratib Al Haddad, bahwa kebiasaan imam Abdullah Al Haddad sesudah membaca Ratib adalah bacaan tahlil. Para hadirin yang hadir dalam majlis Imam Al Haddad ikut membaca tahlil secara bersama-sama tidak ada yang saling mendahului sampai dengan 500 kali.

Disamping mengulas sejarah tahlil, buku setebal 72 hal itu juga membahas argumentasi tahlil dan pahala bacaanya yang diyakini bisa sampai kepada mayyit. Pada bab-bab berikutnya penulis juga mengupas tentang talqin dan ziarah kubur lengkap dengan pengertian, tatacara dan argumentasi pelaksanaannya. Buku ini wajib dibaca oleh warga Nahdliyyin di Kendal karena memang diterbitkan dalam rangka penggalian dana NU Kendal dan menggantikan model penggalian dana dengan lewat stiker. Sungguhpun demikian buku ini juga perlu dibaca oleh warga NU dimana saja berada.

Peresensi adalah kontributor Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kendal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Halaqoh, Pemurnian Aqidah, Ahlussunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Madrasah Qudsiyyah Kudus Songsong Satu Abad

Kudus, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Semenjak lahir pada 1919 M yang didirikan oleh KH Raden Asnawi, Madrasah Qudsiyyah sudah meluluskan ribuan santrinya. Hingga menjelang satu abad berdirinya kini, banyak hal yang dipersiapkan oleh pihak Qudsiyyah, salah satunya adalah Ikatan Alumni Qudsiyyah (IKAQ).

Madrasah Qudsiyyah Kudus Songsong Satu Abad (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Qudsiyyah Kudus Songsong Satu Abad (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Qudsiyyah Kudus Songsong Satu Abad

Sebagaimana disampaikan Dr Ihsan, Ketua IKAQ, ia mengajak kepada alumni diberbagai daerah untuk berpartisipasi dalam mengadakan kegiatan dalam rangka satu abad Madrasah Qudsiyyah, membantu sesuai bidang masing-masing.

Pihaknya menjelaskan, banyak kegiatan yang akan disiapkan dalam rangka peringatan satu abad Madrasah yang didirikan oleh salah satu pendiri Nahdlatul Ulama itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Penulisan buku satu abad pengajian akbar, lomba, dakwah keliling, bazar, halaqoh, sepeda santai, dan lain sebagainya,” ungkapnya saat menyampaikan sambutan dalam Halalbihalal IKAQ di halaman MTs Qudsiyyah, Kamis (30/7) siang.

“Oleh karena itu, dalam rangka menyongsong satu abad ini, kami harap kepada semua alumni Qudsiyyah dimohon partisipasinya agar pelaksanaan peringatan satu abad Qudsiyyah bisa sukses sesuai dengan harapan para masyayikh (guru-guru sepuh),” tambah dosen STAIN Kudus yang juga Wakil PCNU Kudus itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah (YAPIQ) KH Nadjib Hassan dalam sambutannya menegaskan, bahwa Halalbihalal bukanlah puncak dari kegiatan alumni, tetapi peran besar dari alumni adalah bagaimana menjaga keutuhan terutama di dalam menjaga aqidah Aswaja NU.

“Jangan sampai setelah keluar dari Qudsiyyah mengikuti aliran-aliran yang bertentangan dengan Aswaja NU. Kita itu punya Guru Besar yang namanya Mbah Sya’roni Ahmadi (Mustasyar PBNU), kenapa mengikuti guru-guru aneh yang tidak jelas sanad keilmuannya,” jelasnya.

Peran yang tidak kalah penting, lanjut Kiai Nadjib, mengangkat perekonomian para alumni. “Untuk itu, dua pokok tugas yakni aqidah dan perekonomian yang sangat penting diperhatikan untuk saat ini,” ujar mantan Ketua Paguyuban Pemangku Makam Auliya (PPMA) se-Jawa itu. (M Zidni Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Lomba, Pemurnian Aqidah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

PMII Blitar Kecam Keras Tindakan Represif Kepolisian di Madura

Blitar, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Blitar, Jawa Timur mengutuk dan mengecam keras tindakan aparat kepolisian yang menangkap kader PMII se-Madura. Polisi menangkap mereka saat menyampaikan aspirasi dan pendapat  terkait kunjungan Presiden SBY ke Madura.

PMII Blitar Kecam Keras Tindakan Represif Kepolisian di Madura (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Blitar Kecam Keras Tindakan Represif Kepolisian di Madura (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Blitar Kecam Keras Tindakan Represif Kepolisian di Madura

Kami menggugat tindakan aparat keamanan yang telah merampas hak penyampaian aspirasi dan pendapat di depan publik, ujar Ketua PC PMII Blitar Mahatir Muhammad kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Jumat (6/12).

Menurutnya, tindakan represif polisi telah menciderai nilai-nilai demokrasi dalam bernegara dan melanggar hukum khususnya UU No. 9 Tahun 1998. “Seharusnya pihak aparat keamanan menjunjung tinggi  nilai-nilai demokrasi dan penyampaian aspirasi sahabat PMII se-Madura yang menyuarakan aspirasi rakyat,’’ katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Apabila dalam waktu 24 jam sahabat-sahabat PMII Madura tidak dilepaskan, maka PMII Blitar siap mengerahkan ratusan kadernya untuk menjemput sahabat-sahabat kami yang ditangkap,” tegas Mahatir Muhammad.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia menambahkan, PMII Blitar meminta rezim SBY-Boediono mundur bila mereka antikritik. Rezim ini harus sadar diri, mereka dibiayai rakyat untuk menjalankan pemerintahan. Jadi, apabila kinerjanya dinilai kurang baik, maka sangat wajar kalau rakyat menyampaikan aspirasi, kritik, maupun saran kepada rezim SBY-Boediono. (Ika/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pemurnian Aqidah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

2 Faktor Menonjol Penyebab Berkembangnya Radikalisme menurut As’ad Said Ali

Bandung, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Di era sekarang, radikalisme muncul di sejumlah negara Islam termasuk di Indonesia. Penyebabnya tidak jauh berbeda yakni masalah politik baik internal maupun eksternal. Perbedaannya terletak pada ruang lingkupnya yang sejak akhir abad XX menjadi konflik yang berskala global dengan dibarengi aksi kekerasan dan terorisme.

2 Faktor Menonjol Penyebab Berkembangnya Radikalisme menurut As’ad Said Ali (Sumber Gambar : Nu Online)
2 Faktor Menonjol Penyebab Berkembangnya Radikalisme menurut As’ad Said Ali (Sumber Gambar : Nu Online)

2 Faktor Menonjol Penyebab Berkembangnya Radikalisme menurut As’ad Said Ali

Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) UPI Bandung KH As’ad Said Ali pada Seminar Nasional Pendidikan Perdamaian dan Upaya Pencegahan Radikalisme Agama yang diselenggarakan atas kerja sama Pergunu Jawa Barat dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, (16/5).

Menurut Mustasyar PBNU ini, berkembangnya radikalisme ini disebabkan oleh sejumlah faktor. Di antara berbagai faktor penyebab, ada dua faktor yang sangat menonjol. Pertama, banyak negara muslim yang belum berhasil merumuskan sistem politik dan pemerintahan di era modern.?

Lebih lanjut, Kiai As’ad mengatakan bahwa Al-Quran dan Hadits sendiri tidak secara eksplisit menentukan model sistem kenegaraan tertentu. Oleh karena itu, Para ulama menjadikan pengorganisasian masyarakat muslim Madinah sebagai contoh yang menjadi inspirasi pada sistem politik dan pemerintahan.?

Kaum radikalis, lanjutnya, menghendaki suatu negara teokratis dengan khilafah sebagai pemimpin tertinggi. Sebaliknya kaum moderat merumuskan sistem politik dengan pertimbangan realitas kekinian yang disesuaikan dengan syariat Islam serta perkembangan budaya setempat.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Perbedaan konsep kenegaraan inilah yang menjadi sumber konflik yang berujung pada kekerasan dan terorisme,” ujar mantan Wakil Kepala BIN ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedua, tambahnya, pasca perang dingin ada kecurigaan bahwa pihak Barat berusaha secara sistematik memaksakan sistem liberal/sekuler setelah merasa menang terhadap komunisme. Sistem liberal atau neo-liberalisme mereka anggap sebagai satu-satunya sistem yang mampu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan.?

Kaum neo-liberalisme ini, imbuhnya, menjadikan isu globalisasi sebagai pintu masuk penyebaran paham baik melalui campur tangan dalam penyusunan undang-undang negara muslim maupun penyebaran sekulerisme melalui media cetak, elektronik dan dunia maya untuk merubah kebudayaan kaum muslimin.?

Kaum muslim moderat tentu saja tidak menolak proses tersebut yang memang tidak bisa dihindari, tetapi dengan catatan adanya dialog yang sejajar atas dasar kepentingan bersama. Sebaliknya, kaum radikalis menolak dan melawan melalui kekerasan yang bersifat global, yakni terorisme. “Bahkan kaum radikal menjadikan kaum muslimin yang tidak sependapat dengan mereka sebagai target kekerasan,” ungkap As’ad. (Awis Saepuloh/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, Pemurnian Aqidah, PonPes Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Cak Lontong: Saya Suporter NU Terus, Masa Pindah ke MU?

Pelawak Cak Lontong menguraikan pengalamannya bersinggungsn dengan tradisi, tokoh, dan warga NU. Menurut dia, orang NU itu santai, tidak ribet, dan bisa mengurusi dirinya sendiri. Dan tentu saja sangat kental dengan nuansa budaya.

Hal itu dikemukakannya beberapa saat sebelum tampil di peringatan Hari Lahir NU ke-91 di halaman gedung PBNU, Jakarta, 31 Januari lalu, sembari memilih batik NU yang cocok untuk dikenakannya.

Cak Lontong: Saya Suporter NU Terus, Masa Pindah ke MU? (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Lontong: Saya Suporter NU Terus, Masa Pindah ke MU? (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Lontong: Saya Suporter NU Terus, Masa Pindah ke MU?

Berikut wawancara lengkap Cak Lontong dengan Abdullah Alawi dari Kedung Sukun Adiwerna Tegal:

Sejak kapan Anda mengenal NU?Saya dari dulu suporter NU memang, mulai zaman kuliah.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Maksudnya suporter itu bagaimana?

Oh iya, saya kan Gusdurian. Zaman Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid, Ketua Umum PBNU 1984-1999) lawan siapa dulu, Abu Hasan, zaman Orde Baru itu, zaman itu kan lagi rame-ramenya Gus Dur sama Orde Baru, penggemar Gus Dur, mulai itu. Tahun berapa itu?

Tahun 1994, Muktamar Cipasung

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Iya, betul, saya manut sampeyan. Sampeyan lebih tahu.?

Pada 1994 Anda berpihak ke Gus Dur, cara pandang Anda waktu itu bagaimana?

Sebenarnya kan tahun 1994 itu saya mahasiswa. Pada tahun 1994 itu tidak ada mahasiswa yang berpihak pada pemerintah. Kalau berpihak, berarti bukan mahasiswa, itu cari gelar. Kalau mahasiswa, tidak ada tahun segitu yang senang Orde Baru, tak ada. Nah, Abu Hasan kan produknya Orde Baru. Dulu kan melihatnya begitu.?

Yang menarik dari Gus Dur itu apa?

Secara kulturnya adalah orang Jawa, Jawa Timur, kulturnya tidak jauh-jauh. Terus humornya juga, selera humornya luar biasa. Gus Dur itu lawaknya universal sebenarnya.?

Sebelumnya 1994 sama sekali tidak mengenal NU?

Bukan sama sekali, saya kan kenal Gus Ipul (H Syaifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur), sudah lama, rektor saya Pak Nuh, orang NU, dulu kuliah.

Oh ya, tadi Anda bilang sebagai supporter NU. Akan sampai kapan menjadi supporter NU?

Ya terus dong. Masa mau pindah ke MU.

Supporter dalam bentuk apa?

Apa ya, kalau orang merasa cocok, karena saya juga, satu, saya kan orang Jawa.

Masa kecil tidak pernah dengar NU?

Udah. Dulu saya punya topi banyak tak bordir, topiku dulu tak bordir NU kalau zaman SMA, kuliah topiku masih bordiran NU. Kecil di kampung tahlilan ikut, dzikir wida. Tetangga saya dulu modin.

Kesan bersinggungan dengan orang-orang NU bagaimana?

Nyantai, nyantai tidak ribet. Terus budayanya itu kental. Misalnya acara gini kan harlah NU, ulang tahun, nyantai aja peringatannya, walaupun Nahdliyin pada datang rame, tidak perlu nyari gedung harus penuh. Enak, ya nyantai. Menurut saya, orang NU itu bisa mengurus dirinya sendiri, tidak ngerepoti. Kalau ada acara, yang datang tak mau ngerepoti tuan rumahnya.?

Ada kritik untuk NU?

Wah, kalau itu saya tidak perlu.





Ke anak-anak Cak Lontong pernah memperkenalkan NU?

Oh anak saya tahu NU. Anak saya yang SMA dan SMP tahu NU. NU tahu. Walaupun tak jadi pengurus, tapi follower, tahu.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pemurnian Aqidah, Pondok Pesantren, Nasional Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Rutin, Pengajian Gus Mus Disiarkan Langsung Online

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Seperti Ramadhan sebelumnya, Radio Kedung Sukun Adiwerna Tegal kembali menyiarkan secara langsung pengajian kitab bersama para kiai NU. Rabu (10/7) malam ini, siaran dimulai dengan pengajian Bidayatul Hidayah bersama Wakil Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri (Gus Mus).

Rutin, Pengajian Gus Mus Disiarkan Langsung Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Rutin, Pengajian Gus Mus Disiarkan Langsung Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Rutin, Pengajian Gus Mus Disiarkan Langsung Online

Gus Mus mengaji kitab karangan Imam al-Ghazali ini setiap habis sembahyang tarawih atau sekitar pukul 20.00 WIB bersama para santrinya di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang, Jawa Tengah. Bidayatul Hidayah merupakan salah satu kitab bergenre tasawuf yang umum dikaji di kalangan pesantren.

Di awal pengajiannya, Gus Mus menjelaskan secara singkat profil sang pengarang kitab yang bernama lengkap Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Ghazali ath-Thusi. Menurut dia, ulama filsuf ini tergolong istimewa karena dalam usianya yang pendek mampu membuahkan tak kurang dari 200 karya tulis.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Dengan masterpiece-nya Ihya’ Ulumiddin, termasuk Bidayatul Hidayah-nya ini,” sambungnya. Gus Mus mengatakan, sebelum mencapai puncak petunjuk (nihayatul hidayah), seseorang mesti melewati permulaannya (bidayatul hidayah) terlebih dahulu.

Radio Kedung Sukun Adiwerna Tegal yang beralamat di radio.nu.or.id rencananya juga akan rutin menyiarkan secara langsung pengajian Rais Aam PBNU KH A Sahal Mahfudh  dengan kitab Syarah Hikam karya Imam asy-Syarqawi, pukul 08.00; Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Misykatul Anwar), pukul 05.00; Katib Syuriyah PBNU Musthofa Aqil (Tafsir Jalalain), pukul 13.00.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Semua pengajian Ramadhan ini dilaksanakan setiap hari. Insya Allah,” kata manajer program Radio Online Muhammad Yunus yang beberapa waktu lalu sowan ke kediaman Gus Mus di Rembang.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Bahtsul Masail, PonPes, Pemurnian Aqidah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Panglima TNI Dijadwalkan Hadiri Penutupan Muskerwil JATMAN Jabar di Cirebon

Cirebon, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dijadwal hadir di acara penutupan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN) Idaroh Wustho Jawa Barat di Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon, Ahad (10/12) mendatang.

Panglima TNI Dijadwalkan Hadiri Penutupan Muskerwil JATMAN Jabar di Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Panglima TNI Dijadwalkan Hadiri Penutupan Muskerwil JATMAN Jabar di Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Panglima TNI Dijadwalkan Hadiri Penutupan Muskerwil JATMAN Jabar di Cirebon

Kepastian kehadiran Panglima TNI disampaikan Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Veri Sudijanto Sudin pada saat melakukan peninjauan lokasi kegiatan muskerwil di Komplek Ponpes Babakan Ciwaringin Cirebon beberapa waktu yang lalu.

Selain Panglima TNI, juga dijadwalkan hadir Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto dan Rais Am Idaroh Aliyah JATMAN Habib Luthfi bin Yahya.

Penanggung jawab kegiatan Muskerwil Jatman KH Zamzami Amin kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal mengatakan, kehadiran ketiga tokoh penting ini dalam rangka memberikan arahan kepada peserta muskerwil yang akan menghadiri Muktamar XII Jatman yang berlangsung di Pekalongan akhir Desember mendatang.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dikatakan, Panglima TNI akan memberikan ceramah tentang Cinta Tanah Air, bela negara dan teritorial NKRI, sedangkan Kapolda akan ceramah tentang menanggulangi aliran radikalisme dan terorisme, membantu generasi muda/santri dari aliran yang ingin mengganti idelogi Pancasila dengan khilafah. Kemudian Habib Luthfi akan memberikan pembekalan kepada seluruh pengunjung yang hadir.

"Ada sekitar 20 ribu tamu dari seluruh delegasi se Jawa Barat yang akan menghadiri acara penutupan yang dikemas bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi SAW", tutur Kiai Zamzami.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dikatakan Kiai Zamzami, kegiatan muskerwil dan peringatan maulid adalah murni kegiatan organisasi dan keagamaan dan tidak ada sangkut pautnya dengan kegiatan politik tahun 2018 mendatang baik yang berkaitan dengan pemilihan bupati (Pilbub) atau pemilihan gubernur (Pilgub).

Kiai Zamzami mengajak kepada seluruh komponen masyarakat, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama di Cirebon dan sekitarnya untuk hadir pada penutupan muskerwil yang dihadiri Panglima TNI, Kaploda Jabar dan Habib Luthfi bin Yahya.

Koordinator kegiatan Muskerwil dan peringatan maulid Nabi SAW Ahmad Rifqi Mirza mengatakan, hingga saat ini seluruh persiapan muskerwil dan peringatan maulid telah berjalan 90 persen, tinggal beberapa pos kegiatan yang perlu difinalkan termasuk masalah koordinasi dengan berbagai pihak terkait kehadiran Panglima TNI dan Kapolda Jawa Barat.

Pemilihan lokasi Muskerwil di Babakan Ciwaringin Cirebon menurut Kiai Zamzami, atas arahan dari Habib Luthfi melihat kesejarahan pesantren yang ada di Babakan Ciwaringin. 

Sebagaimana diketahui, Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon  awalnya hanya satu yakni Pondok Gede Raudlatut Tholibin terletak di Desa Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon. Pondok ini merupakan pondok pesantren tertua dan kini telah berkembang menjadi 43 pesantren.

 

Ponpes Babakan Ciwaringin didirikan sekitar tahun 1127 H/ 1715 M jauh sebelum Bangsa Indonesia ini merdeka. Selain sang pendiri Kiai Jatira gelar dari KH Hasanuddin putra KH Abdul Latief yang merupakan bagian dari Keraton Cirebon, terdapat Kyai yang penting keberadaannya pada masa-masa dimana Indonesia sedang diancam penjajah setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia. 

Dialah KH Amien Sepuh bin KH Arsyad yang berkiprah memimpin pesantren mulai tahun 1916 M. Kiai Amin Sepuh yang tercatat merupakan ahlul bait, dari garis keturunan Sunan Gunung Djati sukses menjadi pengasuh hingga mencapai masa keemasan. 

Betapa tidak, Kiai Amin banyak andil dalam mencetak tokoh-tokoh agama yang handal, dimana hampir semua Kiyai sepuh di wil 3 Cirebon bahkan menyebar ke pelosok Indonesia adalah muridnya, sebut saja Kang Ayip Muh (Kota Cirebon), KH Syakur Yassin, KH Abdullah Abbas (Buntet), KH Syukron Makmun, KH Hannan, KH Sanusi, KH Machsuni (Kwitang) dan tokoh lainnya.

Tidak berhenti disitu, kiprahnya yang sangat penting dan dicatat dalam beberapa buku sejarah bangsa Indonesia, adalah saat pria yang pernah mondok langsung dengan KH Cholil Bangkalan tahun 1893 bersama KH Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama dan kakek mantan Presiden RI Gus Dur itu, ikut berjuang dalam perang 10 November Surabaya.

Bahkan, para kiyai khos termasuk KH Hasyim Asy’ari menunggu kabar dari KH Amin sepuh sebelum mengeluarkan Fatwa Resolusi Jihad tanggal 22 Oktober 1945.

Pengasuh di salah satu Ponpes di Babakan Ciwaringin KH Zamzami Amin membenarkan bahwa Ponpes Babakan adalah yang tertua di Indonesia, bahkan ia abadikan sejarahnya dalam buku hasil karyanya Baban Kana. Buku yang memotret secara historis Ponpes tersebut mengungkapkan lintasan Ponpes Babakan Ciwaringin yang selama ini belum banyak diketahui oleh masyarakat umum. 

Direncanakan hadir, selain tamu undangan khusus para mursyid thariqah Jatman se Jawa Barat, acara penutupan bakal dihadiri para habaib se wilayah Cirebon, pengasuh pondok pesantren se Jawa Barat, juga santri dan alumni santri. (Abdul Muiz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pemurnian Aqidah, Berita, Ubudiyah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Sejak Ada Liga Santri, Jumlah Pendaftar Pesantren Meningkat

Bandung, Kedung Sukun Adiwerna Tegal



Semenjak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggulirkan kompetisi Liga Santri Nusantara (LSN) di jagad persepakbolaan pondok pesantren, kini sudah mulai menampakkan berbagai dampak positif termasuk peningkatan pendaftar yang nyantri di pesantren yang memiliki tim sepak bola. 

Sejak Ada Liga Santri, Jumlah Pendaftar Pesantren Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejak Ada Liga Santri, Jumlah Pendaftar Pesantren Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejak Ada Liga Santri, Jumlah Pendaftar Pesantren Meningkat

Fenomena tersebut disampaikan oleh pengurus pondok pesantren Manbaul Hikmah Kendal Rifqil Muslim. Ia mengungkapkan bahwa ada beberapa santri saat wawancara pendaftaran masuk pesantren, ketika ditanya tentang motivasi menyantri, ternyata mereka menjawab salah satunya karena ada Liga Santri Nusantara.

“Tidak apa-apa, yang penting kan tujuannya untuk ngaji,” tegas Rifqi yang juga sebagai official tim Manbaul Hikmah yang sudah berdiri sejak tahun 1983 didirikan oleh Ustad Suyuthi.

Hal senada juga diungkapkan pengajar pondok pesantren Nurul Fauzi Karim yang mengakui bahwa ada banyak santri baru yang mendaftar sebab termotivasi adanya Liga Santri Nusantara. Apalagi sejak tim mereka lolos ke babak 8 besar pada pagelaran LSN tahun lalu di Yogyakarta.

“Alhamdulillah ada hikmahnya, ternyata ada santri baru masuk ke pesantren karena termotivasi ada tim sepak bola di pesantren Nurul Fauzi. Tidak cuma mengaji, tapi  juga prestasi,” ungkapnya kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Kamis (26/10), di barak penginapan di Pusdikif, kota Bandung.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Adanya LSN anak-anak termotivasi untuk masuk pesantren. Kebetulan tagline Liga Santri ada Ayo Mondok,” tutur Karim yang juga pengajar pondok pesantren Nurul Fauzi Tasikmalaya yang sudah berdiri pada 2012.

Di pihak lain, pesantren Birrul Walidain Lombok Barat juga merasakan hal yang sama. Wakil Ketua Yasasan Abdul Basir mengungkapkan bahwa semenjak ada LSN, pesantrennya mendirikan Sekolah Sepak Bola (SSB) bersanam Bintang Muda, sehingga masyarakat banyak mendaftarkan anaknya untuk ikut SSB tersebut.

Hingga hari ini Basir merasakan lewat SSB inilah pesantren Birrul Walidain mulai bertambah santri dan semakin dikenal masyarakat sekitar. Bahkan sejak lolos ke putaran final 32 besar di kota Bandung, pesantren yang berdiri pada 2007 dengan jumlah santri 300 itu semakin diperhitungkan oleh Bupati dan Gubernur. (M. Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pemurnian Aqidah, Kiai Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Ribuan Pelayat Antarkan Kiai Ali As’ad ke Peristirahatan Terakhir

Yogyakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sejak Kiai Ali As’ad dikabarkan wafat pada hari Rabu (03/02) sekitar pukul 14.30 WIB, kediamannya tidak pernah sepi dari para peziarah. Mereka berduyun-duyun datang memberikan penghormatan terakhir terhadap kiai yang dikenal sebagai santri kesayangannya Kiai Ali Maksum tersebut. Hingga hari pemakamannya, pada Kamis (04/02), para peziarah seolah tak ada habisnya, ribuan pelayat datang, mulai dari para kiai, santri, pejabat dan masyarakat berbaur menjadi satu di halaman Pesantren Nailul Ula yang ia dirikan.

Ribuan Pelayat Antarkan Kiai Ali As’ad ke Peristirahatan Terakhir (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Pelayat Antarkan Kiai Ali As’ad ke Peristirahatan Terakhir (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Pelayat Antarkan Kiai Ali As’ad ke Peristirahatan Terakhir

Hadir dalam acara pemakaman tersebut, Rais Syuriyah PWNU DIY KH Asy’ari Abta, Katib Syuriah PWNU DIY KH. Hasan Abdullah, Mustasyar PWNU DIY Prof. Asif Hadi Pranata, Rais Syuriah PCNU Sleman KH. Mas’ud Masduqi, Pengasuh Pesantren al-Munawwir Krapyak KH Najib Abdul Qadir, Pengasuh Pesantren Nurul Ummahat KH Abdul Muhaimin, Ketua MUI DIY KH Thoha Abdurrahman, Katib Aam PBNU Periode 2010-2015 KH Malik Madani, ? Bupati Sleman Sri Purnomo dan beberapa pengurus wilayah NU DIY lainnya.?

Sebagai wakil keluarga sekaligus teman seperjuangan ketika nyantri di Pesantren Krapyak, KH Abdul Muhaimin dalam sambutannya mengatakan bahwa Kiai Ali adalah kiai yang alim dan perjuangannya untuk umat tak diragukan lagi,

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Sejak nderek Kiai Ali Maksum hingga saat ini, perjuangan Kiai Ali As’ad tidak diragukan lagi. Beliau selalu menjadi rujukan umat,” ujar KH. Muhaimin di hadapan ribuan pelayat.?

Dalam kesempatan tersebut, KH Muhaimin juga menyampaikan wasiat KH Ali As’ad.

“Sebelum wafat, KH Ali As’ad berwasiat agar para putra-putri beliau melanjutkan perjuangannya, merawat Pondok Pesantren Nailul Ula dan meneruskan majelis-majelis taklim yang sudah berjalan,” tandasnya.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu, Rais Syuriyah PWNU DIY KH Asy’ari Abta ketika menyampaikan mauidhoh hasanahnya mengungkapkan bahwa meninggalnya KH Ali As’ad merupakan peristiwa besar.

“Meninggalnya orang satu kampung itu ringan dibandingkan dengan meninggalnya orang alim satu, seperti KH Ali As’ad ini,” tegasnya.?

KH Ali As’ad wafat dalam usia 64 tahun. Ia meninggalkan seorang istri (RR Nuroniah), empat orang putra (Chalwa Anjumi Tanawwar, Miqdam Raidal Haq, Rajif Dienal Maula, Amyaz bil Aufaq) dan 3 orang cucu. Semasa hidupnya ia banyak menerjemahkan beberapa kitab. Ia juga salah satu kiai yang merintis berdirinya Majalah Bangkit PWNU DIY dan menjadi pimpinan redaksi yang pertama kali di bawah bimbingan langsung KH Ali Maksum. (Nur Rokhim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam, Pemurnian Aqidah, AlaNu Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 15 Oktober 2017

Unisnu Jepara Gelar Pelatihan Pekerti

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara menggelar Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) di Ruang Seminar lantai 3 FEB Unisnu. Pelatihan yang berlangsung sejak Senin hingga Jum’at (9-13/2) ini, melibatkan 55 dosen Unisnu sebagai peserta.

Narasumber pada pelatihan ini terdiri atas anggota Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) VI Jawa Tengah. mereka antara lain Prof DR Sunandar, DR Retnaningtyastuti, Drs Lamijan, DR Katharina Ruspita, serta Sunardi.

Unisnu Jepara Gelar Pelatihan Pekerti (Sumber Gambar : Nu Online)
Unisnu Jepara Gelar Pelatihan Pekerti (Sumber Gambar : Nu Online)

Unisnu Jepara Gelar Pelatihan Pekerti

Rektor Unisnu Jepara Prof Muhtarom mengatakan, pelatihan pekerti ditujukan bagi dosen yang belum mendapatkan sertifikat pekerti. “Tujuannya agar bisa meningkatkan kompetensi di bidang pengajaran,” kata Muhtarom.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebagai tenaga pendidik, lanjut Muhtarom, dosen dituntut memiliki kompetensi profesional, pedagodik, kepribadian, dan sosial. Kompetensi profesional itu di antaranya harus memiliki kemampuan merancang program pembelajaran dalam jangka pendek dan jangka satu semester.

Pelatihan Pekerti merupakan program yang dirancang Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk meningkatkan kompetensi pedagogik para dosen.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Koordinator Kopertis VI Drs Agung Supriyadi mengingatkan dosen harus menguasai dasar komunikasi dan keterampilan mengajar. Ia menambahkan, dosen harus mampu melaksanakan pembelajaran berdasar paradigma baru di perguruan tinggi.

“Mampu merancang dan melaksanakan evaluasi hasil belajar mahasiswa. Serta merancang dan melaksanakan penelitian untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” imbuh Agung. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pemurnian Aqidah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 20 April 2017

Muslimat NU Kembangkan Pengelolaan Produk Unggulan Perdesaan

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Muslimat Nahdlatul Ulama melanjutkan pelatihan atau workshop pengelolaan Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) di Semarang, Jawa Tengah pada 25-29 November 2017. 

Muslimat NU Kembangkan Pengelolaan Produk Unggulan Perdesaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Kembangkan Pengelolaan Produk Unggulan Perdesaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Kembangkan Pengelolaan Produk Unggulan Perdesaan

Sebelumnya, organisasi perempuan terbesar di Indonesia melaksanakan pemberdayaan serupa di Bogor, Jawa Barat dan Biring Ere, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini merupakan program advokasi Muslimat NU untuk terus mengembangkan produk unggulan di kawasan perdesaan.

Menurut Ketua II Pimpinan Pusat Muslimat NU, Nyai Hj Nurhayati Said Aqil Siroj, pemberdayaan keterampilan wirausaha bagi para perempuan di desa tertinggal dengan memanfaatkan potensi lokal mempunyai peran penting dalam mengangkat kesejahteraan ekonomi.

“Kegiatan ini di antaranya untuk mengangkat tingkat kesejahteraan ekonomi para perempuan di desa tertinggal,” ujar Nyai Said Aqil kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal lewat sambungan telepon, Kamis (30/11).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kegiatan yang bekerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) ini menurut Nyai Said juga untuk memfasilitasi pengembangan produk lokal yang selama ini sudah berjalan agar lebih baik dari sisi kemasan, manajemen, dan pemasaran.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan Hj Hanik Rofiqoh mengatakan, workshop ini dilaksanakan dengan sasaran masyarakat yang memiliki minat dan kompetensi Prukades berbasis ikan dan potensi lokal yang ada serta mengembangkan usaha ekonomi bagi 6 kabupaten.

Hanik menjelaskan tujuan dilaksanakannya workshop Prukades ini, pertama, menstimulasi kemauan, kemampuan, serta keterampilan masyarakat untuk menciptakan usaha ekonomi berbasis ikan.

Kedua, menciptakan kelompok usaha bersama yang menerapkan manajemen usaha secara profesional dan berkelanjutan,” ujar Hanik yang juga menjabat sebagai Koordinator Bidang Dakwah dan Pengembangan Masyarakat PP Muslimat NU.

Ketiga, sambungnya, mendorong pemerintahan desa melalui BUMDes untuk membina kelompok usaha bersama dalam pengembangan inovasi usaha mulai perencanaan, modal, produksi, kemasan, dan pemasaran.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain itu, Hj Umi Zahrok yang bertugas fasilitator kegiatan berusaha mengarahkan lancarnya alur sesi. Dia menekankan agar peserta sebagai perwakilan masyarakat desa  memanfaatkan dan mengembangkan potensi ekonomi lokal.

“Untuk dikemas menjadi produk kawasan perdesaan dan produk unggulan lokal desa,” terang Umi, Anggota Bidang Ekonomi, Koperasi, dan Agribisnis PP Muslimat NU.

Kegiatan workshop ini dilaksanakan oleh Pimpinan Pusat Muslimat NU bekerja sama dengan Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang-Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI. 

Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta dari 6 kabupaten daerah tertinggal, Pandeglang-Banten, Musi Rawas-Sumatera Selatan, Bangkalan-Jawa Timur, Sumenep-Jawa Timur, Lombok Timur-NTB, dan Timor Tengah Selatan-NTT. 

Produk unggulan berbasis potensi lokal ini memanfaatkan bahan baku ikan bandeng. Dari ikan bandeng tersebut, Muslimat NU dan peserta yang terlibat dalam kegiatan tersebut mengelolanya menjadi abon ikan dan produk unggulan lainnya seperti nugget dan bakso ikan. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pemurnian Aqidah, Sunnah, IMNU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 12 April 2017

Kejuaraan Silat Pagar Nusa Digelar di Gresik

Gresik, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kejuaraan Pencak Silat Pagar Nusa tingkat pelajar? se-Kabupaten Gresik dan Lamongan akan digelar di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum, Kec. Dukun, kab. Gresik, mulai Rabu (19/6) hari ini. Kejuaraan digelar dalam dalam rangka peringatan haul ke-50 pendiri pesantren, KH Ma’shum Shufyan.

Sekitar 350 pendekar yang merupakan utusan Ranting/Rayon Pagar Nusa se-Kabupaten Gresik dan Lamongan akan memerebutkan “KH. Ma’shum Sufyan Cup 2013” untuk beberapa kategori dan kelas.?

Kejuaraan Silat Pagar Nusa Digelar di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kejuaraan Silat Pagar Nusa Digelar di Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kejuaraan Silat Pagar Nusa Digelar di Gresik

Ada tiga kategori yang bertanding yakni usia dini (7-12 tahun), pra remaja (12-14 tahun), dan remaja (14-17 yahun). Masing-masing kategori terdiri dari beberapa kelas yang didasarkan pertimbangan berat badan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam Rilis kegiatan yang diterima Kedung Sukun Adiwerna Tegal, setiap Ranting/Rayon hanya mengikutsertakan 1 peserta dari tiap-tiap kategori yang dipertandingkan.

Sementara itu, pakaian pesilat dan pendampingnya adalah seragam resmi Pagar Nusa (hitam-hitam). Sebelum bertanding, setiap pesilat tanding harus sudah menggunakan cap protector. Pesilat putri harus memakai pembalut dan aksesoris yang membahayakan pertandingan dilepas.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Peraturan pertandingan yang digunakan dalam kejuaraan kali ini adalah Peraturan Pertandingan Pencak Silat Antara Bangsa hasil Keputusan Munas IPSI tahun 2012. Sementara sistem pertandingan yang digunakan adalah sistem gugur tunggal.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pahlawan, PonPes, Pemurnian Aqidah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 08 April 2017

Kesepakatan Tokyo Gagal , Operasi Terpadu Siap digelar

Jakarta, NU.Online
Setelah melalui upaya perundingan yang alot antara pihak GAM-RI di Tokyo, akhirnya mengalami dead lock karena juru runding dari pihak GAM tidak mau mengalah. Tidak dicapainya kesepakatan itu karena Karena GAM (Gerakan Aceh Merdeka) menolak tiga syarat yang telah diajukan pemerintah RI yaitu : GAM mengakui keberadaan Republik Indonesia. Artinya, Aceh tetap merupakan bagian dari? Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedua, menerima Undang-Undang NAD. Ketiga, meletakkan senjata.

Ketua juru runding Indonesia, Wiryono Sastrohandoyo, menyatakan "Kita telah melakukan upaya yang maksimal untuk menghindari Operasi Militer? tapi GAM memang keras kepala dan tak mau mengalah sedikitpun," ungkapnya beberapa saat setelah mengakhiri perundingan.?

Hal senada juga diungkapkan Steve Dally? Juru runding (HDC) Henry Dunant Centre, " Perundingan Damai RI dan GAM memang tidak bisa dicapai" ungkapnya.

Menurut Steve Daly, pihak Komite Keamanan Bersama telah berusaha untuk membawa kedua delegasi untuk menghasilkan keputusan penghentian konflik. "Usaha yang kami lakukan tersebut, sayangnya, telah gagal," kata? Dally

Sementara itu dilaporkan kantor berita AP? bahwa " Para petinggi? GAM yang terlibat dalam perundingan menyatakan siap perang, tak ada pilihan lain selain mengangkat senjata dan mereka menyatakan telah terbiasa mengangkat senjata selama 27 tahun".

Sebelumnya, baik Presiden maupun Wakil Presiden menegaskan bahwa untuk ketiga syarat itu tidak bisa ditawar-tawar lagi. Artinya apabila pihak GAM menolak untuk memenuhi ketiga syarat, maka pemerintah akan melaksanakan operasi terpadu untuk memberantas GAM yang melakukan tindakan makar.

Proses damai di Aceh selalu gagal sekalipun Indonesia telah empat kali mengganti presidennya, dan telah melakukan berbagai upaya untuk mecegah pemberontakan di Aceh. Kini GAM yang sudah semakin kuat semakin keras pula tuntutan mereka untuk merdeka, dan tetap menolak tawaran tertinggi dari pihak Indonesia dengan otonomi khusus.

Menteri Pertahanan Matori Abdul Jalil mengatakan, perundingan bisa terjadi jika pihak GAM mau menerima syarat yang diajukan. Dengan demikian pilihan bagi GAM memang hanya ada dua, menolak atau menerima.

Apabila GAM menolak, berarti proses perundingan mengalami jalan buntu. Itu berarti pemerintah pusat sudah tidak punya pilihan, yakni melaksanakan operasi terpadu yang telah mendapat dukungan dari seluruh rakyat Indonesia, yang formalnya berupa dukungan dari DPR RI itu terpaksa dilaksanakan.

Setelah perundingan di Tokyo mengalami kemacetan, maka tidak ada harapan lagi bagi pihak pemerintah pusat dengan pihak GAM untuk melanjutkan upaya damai. Bagi pemerintah yang ingin melaksanakan operasi terpadu, harus berpikir agar meminimalisasi korban yang jatuh dari rakyat sipil yang tidak berdosa.

Rakyat Aceh yang baru sebentar menikmati suasana damai selama diterapkannya Cessation of Hostilities Agreement (CoHA) di Aceh, kiniharus bersiap-siap untuk mengungsi atau menyelamatkan diri kemungkinan terburuk yang ditimbulkan oleh bentrokan senjata

Keppres Diumumkan Malam Ini

Atas hasil perundingan di Tokyo ini, Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono sudah melaporkan kepada Presiden Megawati. “Tadi bapak menteri sudah melaporkan kepada presiden melalui telepon,” jelas Sekretaris Menko Polkam Letjen Sudi Silalahi? seusai rapat interen jajaran Menko Polkam di kantor Menko Polkam.

Atas gagalnya perundingan ini, lanjut Sudi, Menko Polkam juga sudah menghubungi Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto dan Kapolri Jenderal Pol Da’I Bachtiar untuk mempersiapkan segala sesuatunya terkait operasi terpadu di Aceh

Setelah sempat simpang siur tentang tempat pengumuman Keppres Operasi Terpadu di Aceh, akhirnya diketahui? pengumuman tersebut dilakukan di kantor Menko Polkam.? Keputusan Presiden No. 28 tahun 2003? yang dibacakan oleh Sesmilpres, Mayjend TB Hasanudin, Senin (19/5/2003) pukul (00.05 WIB) itu menandakan dimulainya Operasi Terpadu di Aceh untuk menumpas GAM.? Artinya di Aceh dalam status keadaan bahaya dengan Status Darurat Militer. Diundangkannya Keppres tersebut dengan sendirinya menjadi payung hukum bagi militer untuk menumpas GAM setidaknya untuk jangka waktu enam bulan kedepan.

Atas pertimbangan ini, lebih lanjut pemerintah memerintahkan kepada jajaran terkait untuk melakukan operasi terpadu, sebagaimana yang pemerintah jelaskan sebelumnya. “Operasi Terpadu dan Status Darurat Militer mulai berlaku pukul 00.00 19 Mei tahun 2003,” ujar Susilo Bambang Yudhoyono dalam jumpa pers? (Iin/Dtk/Ant/Cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hikmah, Pemurnian Aqidah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kesepakatan Tokyo  Gagal , Operasi Terpadu Siap digelar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesepakatan Tokyo Gagal , Operasi Terpadu Siap digelar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesepakatan Tokyo Gagal , Operasi Terpadu Siap digelar

Minggu, 02 April 2017

RSNU Jombang Gelar Khitan Massal Gratis

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal?

Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Kabupaten Jombang menggelar kegiatan khitan massal secara gratis kepada 45 anak. Kegiatan ini atas kerjasama PT SUB (Sejahtera Usaha Bersama) Kecamatan Diwek dengan RSNU yang diselenggarakan di salah satu ruang pemeriksaan rumah sakit milik NU itu.

Syaifullah salah satu pegawai RSNU yang juga Ketua Pelaksana kegiatan ini mengatakan, jumlah pendaftar yang dihimpun panitia sebanyak 46 anak, namun karena satu anak berhalangan hingga akhirnya sesuai data akhir jelang pelaksanaan sebanyak 45 anak.?

RSNU Jombang Gelar Khitan Massal Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
RSNU Jombang Gelar Khitan Massal Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

RSNU Jombang Gelar Khitan Massal Gratis

"Ini adalah salah satu bentuk bakti sosial RSNU Jombang untuk masyarakat sekitar. Kita juga menyiapkan beberapa tim medis sesuai kompetensinya dan beberapa karyawan lain yang sudah teruji," ujarnya kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal saat ditemui di lokasi, Ahad (18/12).

Ia menambahkan sejumlah peserta khitan massal juga akan diberikan bingkisan berupa pakaian lengkap yakni sarung, baju dan kopiah, selain itu masing-masing mereka juga akan diberikan uang pembinaan. "Nanti juga ada bingkisannya setelah khitanannya selesai," imbuh dia.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Disamping itu lanjutnya, mereka juga diberikan hak kontrol satu kali secara gratis setelah usai dikhitan. "Terserah mereka kapannya, tapi biasanya 3 hingga 4 hari sudah bisa dilakukan cek atau kontrol," katanya.?

Sementara Dhofir salah seorang karyawan PT SUB mengungkapkan, kerjasama kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan dalam rangka memperingati HUT PT SUB unit I. "Di sana (area PT SUB, red) juga ada kegiatan lain, yaitu pengajian umum," tuturnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk peserta khitan, kata Dhofir sebetulnya diprioritaskan untuk anak-anak keluarga karyawan PT SUB. "Sebenarnya begitu, namun sejuah ini, beberapa data yang diterima kami ada banyak yang dari luar karyawan PT SUB," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Berita, Pemurnian Aqidah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 06 Februari 2017

KH Lukmanul Hakim: Jangan Berhenti Berdzikir Kepada Allah

Way Kanan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Di hadapan kurang lebih lima ribu jamaah, Dr KH Lukmanul Hakim mengajak umat Islam Way Kanan, Lampung untuk senantiasa berdzikir kepada Allah.

KH Lukmanul Hakim: Jangan Berhenti Berdzikir Kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Lukmanul Hakim: Jangan Berhenti Berdzikir Kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Lukmanul Hakim: Jangan Berhenti Berdzikir Kepada Allah

"Kita harus punya waktu berdzikir dan berdzikir. Jadilah orang yang selalu berdizikir kepada Allah. Di mana-mana bisa berdzikir, dalam diam, duduk, istrirahat, merenung senantiasa berdzikir," ujar ahli fikih yang mengajarkan sufisme itu di Baradatu, Way Kanan, Ahad (7/6).

Pengajian ini dihelat dalam rangka peringatan hari Bakti Gotong Royong Masyarakat, Pengajian Haflah Akhirusanah dan Khotmil Quran Binnador IV" di Pesantren Darul Hikmah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Doktor di University of Malaya Kuala Lumpur jurusan Siyasah Syariyyah tersebut juga menyatakan tidur juga bisa berdizikir.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Sudah mengalami tidur yang berdizikir belum?" tanya Kiai Lukman pada kegiatan dihadiri Bupati H Bustami Zainudin dan Ketua DPRD Kabupaten Waykanan H Raden Adipati Surya itu.

Penulis buku "Psikologi Sufi" dan "Mutiara Agung Pangeran Sufi Al-Junaid Al-Baghdady" itu menjelaskan, berdzikir dalam tidur bisa dilatih. "Sebelum tidur membaca Qulhu, ayat kursi hingga lep (tidur). Itu radar dzikir tetap bergerak," ujar dia lagi.

Penulis buku "Jack and Sufi, Sufisme di Reman-Remang Jakarta" dan "Tuhan diantara Inul dan Gang Dolly" itu menambahkan, orang yang senantiasa berdizikir akan dicatat sebagai  dzakiri atau dzakiroh. 

"Siapa tahu sampeyan tidak bangun setelah tidur. Dengan meninggal berdizikir, maka akan dicatat malaikat sebagai amal baik dan dimintakan ampunan dan juga supaya dihindarkan dari siksa," kata dia lagi.

Hadir pada kegiatan itu anggota DPRD Nikman Karim, Ketua PC GP Ansor Waykanan Gatot Arifianto didampingi Kasatkorcab Banser Alex Almukmin beserta jajaran, anggota Dewan Pembina GP Ansor Ridwan LLB (Kasatkorcab Banser Waykanan masa khidmat 2010-2014), alumni Kader Penggerak NU Waykanan. Red: mukafi niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pemurnian Aqidah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 05 Desember 2016

PMII Banda Aceh Gelar Seminar Tentang Perayaan Valentine Day

Banda Aceh, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Kota Banda Aceh menggelar seminar bertema "Kasih Sayang Tidak Harus di Hari Valentine", Senin (8/2/2016) di Aula gedung C Balai Kota Banda Aceh.

Ketua Pengurus Cabang PMII Banda Aceh Juara Begah mengatakan bahwa Valentine Day yang biasanya dirayakan non-Muslim pada 14 Februari, tidak boleh dirayakan umat Islam dan khususnya bagi masyarakat Banda Aceh.

PMII Banda Aceh Gelar Seminar Tentang Perayaan Valentine Day (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Banda Aceh Gelar Seminar Tentang Perayaan Valentine Day (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Banda Aceh Gelar Seminar Tentang Perayaan Valentine Day

"Secara tegas Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia kota Banda Aceh mendukung penuh peraturan-peraturan pemerintah kota Banda Aceh yang berkaitan tentang pendangkalan akidah ataupun sejenisnya, termasuk tentang larangan untuk merayakan Valentines Day," kata Juara.

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana Fauzan mengatakan, seminar anti-Valentine Day digelar dalam rangka untuk memberikan pemahaman kepada muda-mudi Aceh, hukum dan efek dari perayaannya.

"Kita mengajak kepada peserta agar tidak ikut-ikutan merayakan hari-hari besar yang dilarang dalam Islam, peserta seminar ini juga diharapkan akan menjadi pelopor untuk melarang teman-temannya untuk ikut-ikutan dalam budaya non-Muslim," kata Fauzan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Peserta berjumlah 120 orang, terdiri dari pelajar SMA di Kota Banda Aceh dan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kota Banda Aceh. Materi disampaikan Walikota Banda Aceh Hj. Illiza Saaduddin Djamal, ? Akademisi UIN Ar-Raniry Samsul Bahri,M.Ag mewakili MPU Kota Banda Aceh dan Tgk. H. Muhammad Hatta, perwakilan PWNU Aceh, juga dihadiri Mabincab PC. PMII Banda Aceh Ust. Asnawi M. Amin.

Dalam seminar tersebut Walikota Illiza Saaduddin Djamal menyampaikan materi tentang peran pemerintah kota Banda Aceh dalam mengatasi masuknya budaya-budaya asing, diantaranya melaksanakan program penguatan akidah bagi masyarakat terutama kaum muda-mudi, memperkuat peran lembaga pendidikan mengeluarkan seruan larang perayaan Valentine Day baik melalui sosialisasi dan dakwah (sekolah, khutbah Jumat). Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pemurnian Aqidah, AlaSantri Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 24 Agustus 2015

Intoleransi di Yogyakarta adalah Kemunduran Luar Biasa

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kasus kekerasan dan tindakan intoleransi bermotif suku, agama, ras dan antara golongan atau SARA di Yogyakarta adalah sebuah kemunduran yang luar biasa. Bagaimanapun Yogyakarta adalah kawasan yang bisa disebut melting pot yang mewadahi realitas kemajemukan Indonesia.

“Karena itu eksklusivisme tidak boleh dibiarkan berkembang di kota kebudayaan dan kota pendidikan seperti Yogyakarta,” kata Ketua PBNU Slamet Effendy Yusuf kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal di Jakarta Rabu (4/5) menanggapi rentetan tindak kekerasan bermotif agama di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Intoleransi di Yogyakarta adalah Kemunduran Luar Biasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Intoleransi di Yogyakarta adalah Kemunduran Luar Biasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Intoleransi di Yogyakarta adalah Kemunduran Luar Biasa

Khusus menanggapi tingkah kelompok berjubah di kawasan tersebut, Ketua MUI Bidang Hubungan Antar Agama itu itu mengingatkan adanya prinsip tasamuh atau toleransi Islam. Islam sama sekali tidak membolehkan gangguan terhadap mereka yang tengah beribadah apapun keyakinan agamanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Pengembangan Islam yang intoleran bertentangan dengan Islam itu sendiri. Karena itu umat Islam sendiri harus menolak merebaknya kelompok yng selalu merasa benar sendiri di tengah umat dan bangsa yang heterogen ini,” tambahnya.

Slamet Effendy mengharapkan agar aparat negara bertindak tegas menindak mereka yg melanggar hukum dalam peristiwa ini. Ia mengharapkan FKUB dapat ikut berperan untuk memperbaiki kondisi ini agar Yogyakarta kembali menjadi miniatur Indonesia yang harmonis dan damai. (A. Khoirul Anam)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pemurnian Aqidah, Kajian, Santri Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 08 September 2014

Kader IPNU Jember Ini Raih Juara Pertama Cipta Roket

Jember, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Warga NU Jember layak berbangga terhadap sosok pemuda yang satu ini. Pasalnya, Koordinator Jaringan Komunikasi Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU Politeknik Negeri Jember Andi Kurniawan menyabet juara pertama dalam lomba Roket Muatan dan Roket Indonesia, Komurindo-Kombat 2016 yang berakhir Sabtu (27/8).

Andi bersama dua rekannya merupakan tim yang mewakili Politeknik Negeri Jember untuk ajang yang digelar di Lembaga Penerbangan Antariksa, Pameung Peuk, Garut. Sebelum mengikuti ajang itu, tim harus berjuang menjuarai lomba di tingkat provinsi hingga akhirnya lolos ke putaran final bersama 36 tim lainya dari perguruan tinggi negeri se-Indonesia.

Kader IPNU Jember Ini Raih Juara Pertama Cipta Roket (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader IPNU Jember Ini Raih Juara Pertama Cipta Roket (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader IPNU Jember Ini Raih Juara Pertama Cipta Roket

"Alhamdulillah, berkat doa teman-teman kami bisa juara," ucap Andi kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal via saluran telepon seluler.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mahasiswa semester 3 Program Studi Manajemen Informatika Politeknik Negeri Jember itu mengaku senang bisa merengkuh gelar juara dalam ajang bergengsi tersebut. Roket buatan timnya yang dinamai IR SKY 64 itu mampu memikat perhatian juru dan penonton.

Menurutnya, semangat yang diberikan rekan-rekannya di IPNU cukup membuatnya yakin untuk melakukan yang terbaik demi almamaternya. Andi juga mengimbau agar siapapun tak perlu berkecil hati untuk mengikui ajang nasional meski yang terlibat adalah perguruan tinggi ternama di Indonesia.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Jangan pernah berkecil hati, misalnya karena kita berasal dari Poltek. Kita minder. Jangan. Semua manusia punya kemampuan, tinggal dikembangkan saja," urainya.

Sementara itu, Pengurus IPNU Jember Muhammad Ardi Wiranata menyatakan bangga atas pretasi yang diraih rekannya itu. Menurutnya, Andi adalah sosok yang sangat disiplin dalam belajar dan berorganisasi di IPNU.

Sejak awal, kata Ardi, pemuda asal Kabupaten Kediri itu cukup aktif dalam organisasi. "Saya ucapakan selamat atas Ardi dan tim Politeknik Negeri Jember yang telah berhasil menjadi juara," ucapnya kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tokoh, Lomba, Pemurnian Aqidah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 30 Juni 2013

Rahasia Kealiman Kiai Misbah Bangilan Tuban

Mbah Misbah, begitu beliau akrab disapa adalah ulama kenamaan yang masyhur pada masanya. ? Berbagai kitab-kitab kuning klasik, telah berhasil ia terjemahkan. Bahkan, sekelas Kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Ghozali pun sanggup ia alih bahasakan ke dalam literatur Bahasa Jawa.

Saking alimnya, banyak orang yang penasaran atas resep kehebatannya. Bagaimana ia sebegitu alimnya? Hingga banyak kitab klasik yang telah ia terjemahkan dengan baik, sehingga banyak digemari orang, untuk dijdikan rujukan.

Hingga akhirnya ada salah seorang kiai yang memberanikan diri untuk bertanya,

Rahasia Kealiman Kiai Misbah Bangilan Tuban (Sumber Gambar : Nu Online)
Rahasia Kealiman Kiai Misbah Bangilan Tuban (Sumber Gambar : Nu Online)

Rahasia Kealiman Kiai Misbah Bangilan Tuban

"Amit nuwun sewu nggih mbah. Ngaputene, kulo ajeng tangklet," (Permisi mbah, maaf sebelumnya, saya mau bertanya,) kiai itu mengawali maksudnya.

"Oh, Iya. Arep takon apa?” (Oh, iya. Mau tanya apa kamu?)

"Jenengan kok saget ngalim ngoten niku, resepipun nopo nggih? Kulo estu kepingin?" (Anda kok bisaalim (Pandai) seperti itu, resepnya apa ya? Sungguh, saya juga ingin (pandai seperti anda)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sejenak, Mbah Misbah Terdiam. Sepertinya ia sedang menerawang,?

"La kepriye olehmu pinter, nak koe wae ngingu whaung?" (Bagaiman engkau bisa pandai, jika dirimu saj memelihara anjing?), ujar Mbah Misbah bernada tinggi.

Kiai tersebut, kaget bukan kepalang. Bagaimana bisa Mbah Misbah menuding ia memelihara anjing di rumah? Sungguh, untuk mendekatpun ia enggan, apalagi sampai memelihara.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Setelah termenung beberapa saat, dangan mantap ia berkata,

"Estu mbah, kulo mboten ngingu whaung." (Sungguh mbah, Saya tidak memelihara anjing)

"Kae lho, TV mu. Kae lak yo iso ngetoake gambar macem-macem tho? Termasuk whaung." (Itu lho, Televisi mu. Bukankah hal itu bisa menampilkan berbagai macam gambar? Pun dengan (gambar) anjing)

Akhirnya, Kiai tersebut pun tertunduk malu. Malu karena ia tidak begitu jeli, dalam memaknai pernyataan Mbah Misbah.?

Ia pun tersadar, betapa tidak diragukan lagi kealiman Mbah Misbah. Selain itu, kehati-hatian beliau dalam menjauhi perkara haram pun juga teruji. Teringat ia akan hadits rasul:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? : " ? ? ? ? ? ? ? ?

(termaktub) dalam kitab Shahih Bukhari Muslim dan lainnya ? diriwayatkan dari abi tholhah Radiyallahu Anhu dari Nabi Muhammad Salallahu alahi Wasalam: "Malaikat tidak akan masuk kepada rumah yang didalamnya terdapat anjing ? dan juga gambar."

Ya, bagaiman ia bisa sealim K Misbah Bangilan? Jika Malaikat pembawa segala rizki dan rahmat saja enggan singgah dirumahnya.?

Sedang, Mbah Misbah, jangankan televisi. Hanya sekedar gambar pun tak didapati dikediaman beliau. Demi menjaga dari perkara yang tidak disukai oleh Allah, sekalipun itu diperbolehkan.

***

Hikmahnya yaitu, betapa ke-Wirai-an (kehati-hatian menjauhi perkara yang ? syubhat, apalagi perkara haram) sangat berpengaruh terhadap tingkat kealiman dan kesalehan seseorang. Untuk itu, penting kiranya dalam menjaga putra-putri yang masih dalam proses belajar , terhadap perkara yang haram, bahkan syubhat ? sekalipun.? (Ulin Nuha Karim)

Dikisahkan oleh Pengasuh Pesantren Sirojuth Tholibin Brabo, KH Muhammad Shofi Al Mubarok di sela-sela ? pengajian kilatan Bulan Rajab bersumber dari KH Abdullah Diana, Pengasuh Pesantren Al Iklil Mundri, Bangilan, Tuban, Jawa Timur.

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pemurnian Aqidah, Budaya Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock