Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Kiai Said Nyatakan Bersedia Buka Munas Keempat KMNU

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Jumat (29/12) lalu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menerima audiensi dari Pengurus Pusat Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (PP KMNU) di Gedung PBNU Jl Kramat Raya No 164, Jakarta Pusat.

Rombongan KMNU datang diketuai Presidium Nasional (Presnas) I KMNU Hamzah Alfarisi beserta 12 anggota lainnya yang merupakan pengurus KMNU Nasional, Panitia Munas ke-4, dan perwakilan KMNU Perguruan Tinggi antara lain KMNU IPB,  KMNU STIS, dan Iman STAN.

Kiai Said Nyatakan Bersedia Buka Munas Keempat KMNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Nyatakan Bersedia Buka Munas Keempat KMNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Nyatakan Bersedia Buka Munas Keempat KMNU

Tujuan audiensi selain bersilaturahim, juga mengundang KH Said Aqil Siroj untuk membuka Musyawarah Nasional ke-4 KMNU yang akan diadakan di Bogor, akhir Januari 2018 mendatang.

Hamzah memaparkan bahwa kegiatan Munas ke-4 KMNU akan diikuti oleh 24 KMNU Perguruan Tinggi se-Indonesia dan Malaysia.

Kiai Said menyambut baik perkembangan yang dicapai KMNU saat ini. Ia menyampaikan bahwa tantangan kehidupan bernegara saat ini cukup berat.

“Untuk menjadi radikal sangatlah mudah, namun untuk tetap teguh bersikap moderat itulah yang susah. Dibutuhkan komitmen kuat untuk tidak condong kiri dan tidak pula condong kanan,” tutur Kiai Said.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia meneruskan amanah NU sangat banyak. Amanah itu harus dikerjakan bersama-sama.

"Walau banyak fitnah yang ditujukan ke kita, jangan pernah menyerah. Percayalah bahwa mengurusi NU insyaallah banyak berkahnya,” imbuh Kiai Said.

Hamzah mengungkapkan bahwa apa yang dikerjakan KMNU tidak ada niat untuk menjadi pesaing bagi pihak mana pun.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Sebagai santri, kami hanya ingin dapat berkontribusi, mengambil peran yang masih kosong dan pada akhirnya bisa saling melengkapi untuk mengerjakan tugas NU yang sangat besar tersebut.”

 

Pada akhir perbincangan, Kiai Said mengungkapkan kesediannya untuk menghadiri dan membuka Munas ke-4 KMNU. (Ahmad Nur Faid/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaSantri, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 23 Februari 2018

Haul Buyut Kang Said Digelar Akhir Mei

Cirebon, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pondok Pesantren Gedongan Cirebon mulai melakukan persiapan menghadapi pelaksanaan? Haul KH Muhammad Said (Mbah Said). Ia pendiri pesantren sekaligus buyut dari KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Diungkapkan Aghuts Muhaemin, Ketua Panitia, Haul Mbah Said untuk tahun ini akan digelar pada hari Sabtu tanggal 24 Mei 2014 mendatang. Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan oleh segenap panitia.

Haul Buyut Kang Said Digelar Akhir Mei (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Buyut Kang Said Digelar Akhir Mei (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Buyut Kang Said Digelar Akhir Mei

“Persiapan tersebut termasuk menghubungi calon pembicara pada malam puncak, antara lain Kiai Said, Kiai Musthofa Aqil dan Habib Umar Muthohar dari Semarang sebagai penceramahnya,” ungkap Aghuts, Jumat (2/5).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain persiapan malam puncak peringatan haul, panitia juga telah melakukan persiapan untuk beberapa mata acara yang akan digelar dalam rangka pra haul Pesantren Gedongan tersebut. Ditambahkan Aghuts, dalam peringatan haul kali ini, pesantren juga akan menggelar Santunan Anak Yatim, Pengobatan Gratis, Bahtsul Masail, Kontes Genjring, Donor Darah, Semaan Al-Quran dan Tahlil Akbar.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Karena tujuan dari peringatan haul adalah mempererat silaturrahmi antaralumni, masyarakat dan pesantren. Tentu, selain melakukan refleksi atas teladan yang telah diberikan para pendahulu, terlebih Mbah Said,” pungkas pria yang kerap disapa Kang Aghust tersebut.

KH Mohammad Said hidup di masa 1830-an Masehi, menurut catatan keluarga,? Mbah Said banyak berperan dalam melakukan perjuangan melawan penjajah Belanda,? serta menjadi cikal bakal berkembangnya beberapa pesantren di Jawa, khususnya di Cirebon. (Sobih Adnan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kiai, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 21 Februari 2018

Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo

Sidoarjo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo mengadakan acara jalan bertema Go Green, Ahad (12/2). Para peserta yang mengikuti jalan sehat ini mengenakan pakaian yang dibalut dengan berbagai hiasan barang bekas. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemanfaatan bekas sampah menjadi barang-barang yang berguna dan menjadi hiasan agar menarik dipandang.

Ketua panitia acara jalan sehat bertema Go Green dr Sari Prabandari mengatakan, para peserta yang mengikuti jalan sehat tersebut sekitar 1500 karyawan dan keluarga karyawan RSI Siti Hajar. Mereka harus memakai pakaian dari bahan daur ulang, tapi bukan dari sampah medis (botol infus, sarung tangan, spuit suntikan) karena itu tidak boleh dipakai.

Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo

Dokter umum di Rumah Sakit NU itu menjelaskan bahwa, ramah lingkungan harus dimulai dari diri sendiri. Dengan ramah lingkungan akan menjadi bersih.

Sementara jalan sehat tematik Go Green itu diharapkan memberikan perubahan di RSI Siti Hajar Sidoarjo untuk menjadi rumah sakit lebih ramah dengan memanfaatkan bekas kertas, bungkus, bahan-bahan rumah tangga yang bukan dari bahan medis.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Melalui kegiatan tersebut diharapkan bisa menyadarkan kita semua untuk lebih meminimalisasi sampah-sampah yang ternyata masih bermanfaat. Selain itu, kami juga ingin memberikan contoh ke masyarakat luas agar bisa memanfaatkan barang bekas," jelasnya.

Acara jalan sehat ini termasuk rangkaian acara Harlah Ke-54 RSI Siti Hajar Sidoarjo. Para peserta yang mengikutinya harus melalui rute yang telah dibuat oleh panitia yakni dari RSI Siti Hajar melewati Gajah Mada, Nasir busana Muslim kemudian melewati Masjid Jasem dan berakhir di RSI. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Jadwal Kajian, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU

Pekalongan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan Jumat (22/2) besok akan menggelar kegiatan halaqah dengan tema "Optimalisasi pengelolaan dana umat lewat LAZISNU" bertempat di Gedung Aswaja, Jalan Sriwijaya 2, Pekalongan.

PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU

Kegiatan halaqah sebagai pra acara Muskercab NU akan dihadiri oleh Ketua Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (PP LAZISNU) KH Masyhuri Malik dan Direktur Eksekutif Drs. H. Amir Maruf, MA bertindak sebagai nara sumber.

Sekretaris PCNU Kota Pekalongan, H. Muhtarom kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal mengatakan, untuk mensosialisasikan lembaga baru bentukan PCNU, halaqah diharapkan dapat membuka wawasan umat Islam khususnya di lingkungan NU. Pasalnya, meski sudah ada beberapa lembaga pengelola zakat di Kota Pekalongan, di lingkungan NU sendiri belum sepenuhnya diterima dengan baik.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dikatakan, jika saja pengelolaan zakat infaq dan shodaqoh dapat berjalan secara optimal, akan banyak dana yang bisa dikelola untuk pemberdayaan masyarakat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Saya sangat optimis, pengelolaan zakat infaq dan shodaqoh dapat berjalan dengan baik dan dananya dapat untuk pemberdayaan ummat baik untuk kepentingan pendidikan, ekonomi maupun sosial," ujarnya.

Kegiatan halaqah yang akan berlangsung pagi mulai jam 08.00 s/d 11.00  akan diikuti oleh 500 peserta dari jajaran pengurus cabang, MWC dan Ranting NU seKota Pekalongan, beberapa kiyai dan ulama serta para pengusaha di lingkungan NU.

Sementara itu, usai shalat Jumat Pengurus Cabang NU periode 2012 - 2017 akan dilantik oleh PWNU Jawa Tengah dilanjutkan dengan musyawarah kerja cabang (Muskercab) membahas pendalaman program untuk kegiatan tahun 2013 - 2014.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Sunnah, Sunnah, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Kenapa Islam Nusantara Inspirasi Peradaban Dunia?

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menyelenggarakan konferensi internasional bernama International Summit of The Moderat Islamic Leaders (ISOMIL), Senin-Rabu (9-11/5) di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta. Pertemuan para pemimpin negara dan organisasi Islam moderat dari seluruh dunia ini mengambil tema besar Islam Nusantara: Inspirasi Peradaban Dunia. 

Saat Kedung Sukun Adiwerna Tegal meminta keterangan tema besar tersebut kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, ia menjelaskan bahwa Islam Nusantara telah terbukti memberikan citra Islam yang moderat, ramah, dan toloeran.

Kenapa Islam Nusantara Inspirasi Peradaban Dunia? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Islam Nusantara Inspirasi Peradaban Dunia? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Islam Nusantara Inspirasi Peradaban Dunia?

“Islam Nusantara tidak anti-budaya dan tradisi, ia juga mampu menyatukan antara pemahaman Islam dan nasionalisme. Hal ini dicetuskan oleh Mbah Hasyim Asy’ari, hubbul wathoni minal iman, ulama di dunia tidak ada yang mencetuskan hal tersebut,” tegas Guru Besar Ilmu Tasawuf ini, Sabtu (7/5) di Kantornya Gedung PBNU lantai 3 Jalan Kramat Raya, Jakarta.

Sebab itu, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Ats-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan ini, Islam Nusantara patut menjadi inspirasi peradaban dunia yang saat ini tengah dilanda konflik berkepanjangan berupa perang dan paham radikalisme yang tumbuh menjadi tindakan terorisme.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Yang namanya peradaban itu bagaimana menjadikan dunia ini maju dengan kondisi damai dan tenteram bagi semua di tengah perbedaan keyakinan. Itulah prinsip Islam Nusantara,” tutur Kiai asal Kempek Cirebon, Jawa Barat ini.

Jadi, tuturnya, kalau sudah tahu dan paham bahwa Islam itu hendaknya membawa perdamaian dan rahmat bagi seluruh alam tetapi masih saling membunuh, perang dengan mengorbankan rakyat sipil, dan berbuat anarkis, pemahaman agama seperti ini harus ditangkal.

“Di sinilah motivasi NU untuk menggelar kegiatan ISOMIL dengan menghadirkan tokoh-tokoh dunia Islam dengan harapan kita bekerja keras saling membantu untuk mewujudkan dunia yang damai bagi kita semua,” tandasnya. (Fathoni)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Memperkokoh Brand Awareness LAZISNU

Oleh Didin A Sholahudin

Akhir tahun senantiasa menjadi waktu bijak untuk instrospeksi, merenung, atau muhasabah diri terhadap apa pun yang telah kita lalui; baik target yang terlampaui atau mimpi yang tak kunjung jadi nyata. Suka dan duka yang berkelindan adalah jejak hidup yang sepantasnya kita syukuri. 

Kita boleh berdecak kagum dan ungkapkan syukur atas prestasi yang kita rengkuh. Tapi, tetaplah hati dan kaki membumi. Kita pun boleh berderai air mata atas lara yang tiada akhir. Tetapi yakinlah Allah senantiasa bersama untuk terus menuntun menapaki tangga kesuksesan, menjemput mimpi indah yang tertunda, dan merajut berkah abadi yang akan memekarkan senyum kita.

Memperkokoh Brand Awareness LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Memperkokoh Brand Awareness LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Memperkokoh Brand Awareness LAZISNU

Ingat—jujur harus kita akui—tahun 2017 telah menjadi etalase manis bagi Brand Awareness LAZISNU. Brand LAZISNU telah mampu melesak diantara brand Lembaga Amil Zakat (LAZ) lainnya; dan menyusup pekat di daya ingat masyarakat.

Rajutan antarlini yang dibangun di seluruh jejaring cabang Jawa Timur telah mengukuhkan LAZISNU mampu menapak dan bersaing dengan 15 LAZ Nasional lainnya, 8 LAZ tingkat provinsi, dan puluhan LAZ di kabupaten baik yang berizin maupun tidak.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari 38 kab/kota di Jawa Timur, kita dengan gigih membangun kekuatan dan sinergi yang berhasil mewujudkan 26 UPZIS di tingkat kabupaten/kota, puluhan di tingkat kecamatan dan tingkat desa; yang telah berkiprah dalam harakah ZIS jamiyah NU. Dan patut dicatat, donasi sebesar lebih dari Rp800 juta dari jejaring LAZISNU se-Jawa Timur bagi pemulihan bencana Pacitan, menunjukkan fakta bahwa kerja keras dan sinergi ini telah berbuah hasil yang manis.

Belum seluruhnya memang, tapi setidaknya ini adalah modal awal bagi NU untuk menggetarkan Jawa Timur di 2018, khususnya pada bidang filantropi. Per Januari 2018  kita harus mulai melangkah tuntaskan pembentukan UPZIS di 38 kab/kota, di 660 kecamatan dan di 8.471 desa se-Jawa Timur. Apa bisa? Bisa, dan yakin Pasti Bisa! 

Militansi jam’iyah dan jamaah NU telah menemukan momentumnya. Kebangkitan NU tinggal tunggu waktu. Ketika mujahid ZIS LAZISNU bergerak dengan jujur dan amanah, insyaallah jamaah NU akan menyambut dengan kepercayaan dan support tanpa batas.

Lantas mengapa gerakan membentuk UPZIS hingga tingkat kecamatan/MWCNU dan desa/PRNU harus kita dorong dan lakukan? Karena akar harakah jam’iyah NU adalah bagaimana memberi kemanfaatan dan menuntaskan problem hidup jamaah NU yang paling banyak hidup di pelosok desa dan dusun. Dan LAZISNU dituntut menjadi inisiator dan peran aktifnya. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Membentuk UPZIS sampai tingkat desa adalah upaya untuk memudahkan ikhtiar membantu dhuafa dan mustahik yang ada di desa tersebut, menuntaskan problem sosial ekonomi pendidikan mereka, dan sekaligus syiar NU dalam bidang filantropi.

Berikutnya, mari sejenak kita buka data. Dalam Outlook Zakat Indonesia 2017 terekam fakta bahwa data penghimpunan ZIS di Jawa Timur pada 2016 sebesar 29,84 miliar; naik dari tahun sebelumnya 2015 sebesar 19,95 miliar. Sementara penyaluran di 2016 hanya sebesar 15,06 miliar dan tahun 2015 sebesar 14,06 miliar. Angka ini teramat kecil dengan potensi zakat di Jawa Timur yang sesungguhnya mencapai 15 trilyunan. Mohon cermati pula, penyaluran ZIS di Jawa Timur ini hanya 50,48% atau masuk kategori Fairly Effective. 





Rendahnya nilai efektivitas penyerapan/ACR mengindikasikan adanya pengelolaan zakat yang belum efektif dilakukan oleh lembaga zakat. Ini persoalan serius yang harus segera diatasi oleh orang dan lembaga yang tepat, profesional dan amanah; serta cara yang tepat, profesional, dan amanah pula. Di sinilah ditunggu peran aktif LAZISNU.

Laporan angka 2 tahun di atas belum memasukkan LAZISNU Jatim dalam daftar penghitungan penghimpunan maupun penyaluran. Coba hitung jika LAZISNU Jatim turut dalam kontribusi penghitungan di tutup tahun 2017 ini. Sungguh perolehan dan peningkatan dahsyat akan kita saksikan, dan dominasi LAZISNU Jatim menjadi fakta yang tak mungkin dibantah dalam pemberian kemanfataan bagi masyarakat. (Laporan penghimpunan dan penyaluran ZIS disampaikan pada 20 Januari 2018).

Fakta di atas bisa jadi melegakan kita. Tapi, janganlah pongah dan mendongakkan kepala, karena banyak PR yang harus segera kita selesaikan seiring makin kompetitifnya persaingan LAZ dan dinamika internal LAZISNU yang sulit ditebak. 

Karenanya ada 4 hal yang harus segera kita kerjakan agar Brand Awareness LAZISNU semakin kokoh tertanam di hati masyarakat, yaitu ;

Pertama, penguatan lembaga LAZISNU. Ini adalah langkah standar dan paten yang wajib dilakukan. Lazim diketahui jika lemahnya manajemen dan kepemimpinanlah yang menjadi batu sandungan majunya lembaga. Pemilihan orang yang amanah, pemimpin yang terus terlibat dari awal sampai akhir dalam proses kelembagaan, dan manajemen yang profesional, adalah hal yang tak boleh diabaikan. Ini berlaku di semua tingkatan, baik di provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa.

Kunci keberhasilan LAZ adalah loyalitas muzakki/munfiq dan kebahagiaan mustahiq. Dirigen orkestrasinya tentu adalah Ketua LAZISNU. Jika Ketua tak terlibat aktif dalam seluruh proses kelembagaan, tentu akan berdampak moral bagi kinerja bawahan. Ingatlah posisi Ketua LAZISNU berbeda dengan ketua lembaga yang lain di struktur NU. LAZISNU mempunyai indikator jelas dan tegas dalam penilaian kesuksesan. Ada data angka fundraising dan pen-tasharuf-an yang bersifat kuantitatif; ada pula data kualitas program. Inilah mengapa, jika tak sanggup full time menjadi Ketua LAZISNU, lebih baik mundur.

Penguatan SDM juga menjadi PR serius. Manajemen dan pegawai LAZISNU harus terus di-upgrade skill dan karakternya. Pelatihan kader model PKPNU sebagai sarana penguatan nilai Aswaja pantas diberikan; di samping workshop peningkatan kemampuan fundraising dan tata kelola keuangan.

Kedua, konsolidasi kelembagaan. Peran ini harus mampu dimainkan oleh PW LAZISNU untuk menyinergikan kabupaten/kota; UPZISNU di kabupaten/kota untuk menyinergikan di tingkat MWC/Kecamatan; dan UPZISNU MWC untuk sinergi di tingkat desa/PRNU. 

Konsolidasi adalah harga mati yang tak boleh dibantah. Kuatnya NU karena adanya  jejaring hingga ke desa bahkan anak ranting di mushala dan masjid. Kekuatan ini harus kita pelihara dengan branding program yang sevisi, dan agar tak tumpang tindih dalam bergerak antarkekuatan di NU.

Ketiga, penguatan kreativitas fundraising. Di tahun 2016, khusus di Jawa Timur tercatat total muzakki berjumlah 16.217 orang dan mustahik 13.177 orang. Ini yang tercatat. Jumlah di luar itu pasti jutaan jika mengacu jumlah penduduk Jawa Timur yang mencapai 38,85 juta jiwa (BPS 2015).

Angka di atas sungguh potensi besar kasat mata yang harus dimanfaatkan. Ini Jawa Timur, dan NU adalah mayoritas. Jika kita bisa meraup potensi 25% saja, sungguh akan luar biasa kiprah gerakan LAZISNU ini.

Untuk itulah harus ada trik, strategi, dan model jitu dalam penguatan fundraising. Model Kaleng Kemandirian yang telah menjadi merk LAZISNU tentu terus dikampanyekan—karena hanya di NU yang bisa melakukannya hingga tingkat desa—sembari menguatkan strategi di ranah media daring. 

Sejumlah LAZ besar seperti DD Republika, Rumah Zakat Indonesia, Nurul Hayat, Daarut Tauhid, BMH bisa menjadi besar dan memperoleh fundraising jumbo karena media koran dan medsos. Bahkan Aksi Cepat Tanggap (ACT) bisa kuat brand-nya juga karena penetrasi digital champaign yang merajalela. Mereka berani membelanjakan dana banyak untuk menengguk dana fundraising miliaran.

Tidak bisa tidak, LAZISNU harus menatap masa depan era digital ini dengan bertarung pula di ranah media daring. Sudah saatnya kita tata secara profesional marketing medsos kita melalui fb, twitter, path, instagram, WAG, blog, website. Kita bangun brand image LAZISNU dengan team cyber yang profesional dan dinamis.

Keempat; penguatan kreativitas program. Ini adalah front office kita untuk menangguk dana fundraising. Program yang ditawarkan harus semenarik dan sedahsyat mungkin menghujam hati donatur. Pilihan kata, font tulisan, desain banner, promo via medsos harus dibuat eksotis dan eye catching.

Hal yang terpenting; pen-tasharuf-an program harus melibatkan dan bersinergi dengan lembaga/banom di NU. Karena sejatinya gerak langkah NU adalah gerak bersama seluruh kekuatan dan potensi di NU

Semoga ikhtiar kita bersama dalam membangun LAZISNU di Jawa Timur senantiasa dikuatkan, dibimbing, dan diridhai oleh Allah SWT.

*

Penulis adalah Direktur Executive NU Care- LAZISNU Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Warta, Doa, Syariah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Hasyim Muzadi: Moral Politik Indonesia Masih Jauh Panggang dari Api

Tulungagung, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) DR KH Hasyim Muzadi mengemukakan, moral politik bangsa Indonesia saat ini masih sebatas sebuah angan-angan yang belum diaktualisasikan secara riil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Political morality kita masih jauh panggang daripada api, masih sebatas angan-angan. Kita nggak tahu sampai kapan political morality kita bisa seperti yang ada di negara-negara lain," tegas Hasyim Muzadi saat meresmikan kantor PCNU Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (5/1).

KH Hasyim Muzadi mengemukakan penilaiannya itu setelah sebelumnya membandingkannya dengan moral politik yang dimiliki Bangsa Iran. Diakui Hasyim, dirinya sangat kagum ketika Ahmadinejad bisa terpilih menjadi presiden Iran. Padahal, rival dalam pemilihan presiden itu seorang mantan ketua parlemen yang juga kaya raya.

Hasyim Muzadi: Moral Politik Indonesia Masih Jauh Panggang dari Api (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Moral Politik Indonesia Masih Jauh Panggang dari Api (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Moral Politik Indonesia Masih Jauh Panggang dari Api

Suatu ketika, kekagumannya itu pernah ditanyakan kepada koleganya, seorang syeikh terkenal di Iran. "Saya tanyakan kepada syeikh itu, kenapa Ahmadinejad bisa terpilih menjadi presiden. Ternyata, jawabannya, Ahmadinejad terpilih menjadi presiden, karena dia miskin. Saya langsung kaget. Kok beda ya dengan yang terjadi di negara kita. Ini artinya, political morality kita masih jauh panggang daripada api," kata Hasyim Muzadi.

Di hadapan warga nahdliyin, KH Hasyim juga mengingatkan posisi NU yang sebenarnya nasabnya bagus, tapi nasibnya selalu jelek. "Kita memang kuat di bidang ubudiyah. Tapi, kita lemah di bidang nidzamiyah. NU itu selalu terlibat dalam setiap perjuangan, tapi selalu kocar-kacir di bidang kenegaraan. Maka, yang diperlukan NU sekarang, selain kekuatan rokhaniyah juga kekuatan nidzamiyah," ujar pengasuh Ponpes Al Hikam Malang ini.

Pada bagian lain, Hasyim Muzadi mengungkapkan keprihatinannya terhadap manajemen kepengurusan NU yang diibaratkan masih seperti mobil taksi. Akibatnya, langkah perjuangan NU menjadi sangat bergantung kepada siapa figur yang mengendalikan kepengurusan organisasi. Jika demikian, tambah dia, NU bisa kehilangan arah perjuangan sebagaimana digelorakan kiai-kiai yang menjadi pendirinya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kepengurusan NU, hari ini seperti taksi.  Jadinya, perjuangan NU tergantung pengurus yang sedang menjadi ‘sopir’ taksi yang bernama NU. Ini terjadi dimana-mana," ujar Hasyim Muzadi mengingatkan kader-kadernya.

Agar tidak seperti taksi, tambah Hasyim, PBNU akan mengadakan musyawarah nasional (Munas ) alim ulama, akhir Desember 2008 ini. "Sesuai amanat Rais Am, Munas alim ulama ini untuk merumuskan ‘rel’ yang bisa dijadikan  lintasan para pengurus NU. Dengan begitu, jika terjadi regenerasi kepengurusan, arah NU tidak ganti-ganti haluan seperti saat ini,"’ ungkap Hasyim.

Selaku Ketua Umum PBNU, Hasyim Muzadi juga mengajak warga nahdliyin di semua tingkatan untuk menghidupkan kembali keberadaan jamaah dan pengajian kitab di masjid-masjid. "Ini penting untuk brain storming. Jangan sampai kebiasaan NU seperti itu ditinggalkan. Tradisi NU itu bisa diambil orang lain kalau kita tidak menghidupkannya," terang Hasyim Muzadi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu, peresmian gedung PCNU yang berlokasi di Desa Gedangsewu, Kecamatan  Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, seperti dilaporkan kontributor Kedung Sukun Adiwerna Tegal Muhibuddin dari Tulunggagung, ditandai dengan pemukulan bedug yang dilakukan KH  Hasyim Muzadi.

Ikut menyaksikan pemukulan bedug, Ketua PCNU H. Chamim Badruzzaman, Bupati Ir Heru Tjahjono, MM, Ketua PWNU Jatim, DR Ali Maschan Moesa, anggota FKB DPR RI, Ali Masykur Moesa, Ketua Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa. Acara ini juga dihadiri pengurus cabang NU yang ada di sekitar kota Tulungagung.

Selain itu, dalam peresmian itu, Hasyim Muzadi juga menyerahkan bibit tanaman kepada warga nahdliyin sekaligus untuk mencanangkan gerakan penghijauan. Bibit tanaman penghijauan yang diserahkan, antara lain berupa 30.000 batang bibit tanaman durian dan bibit jati emas sejumlah 10.000 batang. (bin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock