Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Tasawwuf Semakin Diperlukan pada Masa Kini

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Dunia masa kini yang dipenuhi dengan tuntutan kesempurnaan dan persaingan sengit diantara berbagai fihak telah menimbulkan tekanan-tekanan mental bagi sebagian anggota masyarakat. Sentuhan rohani yang diberikan oleh tasawwuf ternyata mampu memberi keseimbangan jiwa dan ketenangan batin.



Tasawwuf Semakin Diperlukan pada Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)
Tasawwuf Semakin Diperlukan pada Masa Kini (Sumber Gambar : Nu Online)

Tasawwuf Semakin Diperlukan pada Masa Kini

Demikian dikatakan oleh Khatib Aam PBNU KH Nasaruddin Umar dalam pembukaan Munas Jam’iyyah Ahlut Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah (Jatman) yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (28/6).

Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Departemen Agama ini menuturkan, tantangan-tantangan baru yang dihadapi masyarakat seringkali melampaui kemampuan mereka untuk mengelolanya. Hal ini bukan hanya dialami oleh kelompok masyarakat bawah, tetapi juga kelompok atas.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia mencontohkan munculnya persaingan dalam dunia politik seperti dalam perebutan jabatan melalui Pilkada serta upaya untuk tetap bisa bertahan dalam kesulitan ekonomi yang terus menekan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Disinilah peran penting institusi tarekat, untuk menuangkan aspek batiniah agama dan pedalaman makna agama serta mencegah adanya praktek tidak terpuji yang keluar dari koridor akhlak Islam,” tuturnya.

Munas ini diikuti oleh sekitar 500 orang dari berbagai jamaah tarekat yang tergabung dalam Jatman. Munas merupakan forum tertinggi setelah muktamar yang bertujuan untuk mengevaluasi berbagai program yang sudah dirancang sebelumnya.

Suasana penuh ketenganan dan keteduhan hati sangat tampak dalam forum ini. Para peserta yang sebagian besar memakai baju koko warna putih, dengan tekun mengikuti rangkaian acara. Mereka adalah para kiai dan guru tarekat yang memiliki ribuan jamaah di daerahnya masing-masing.

Zikir-zikir panjang dan istighotsah selalu menjadi bagian rutin dalam sholat berjamaah yang diselenggarakan di masjid asrama haji.

Sepakat dengan apa yang dikatakan oleh Nasaruddin Umar, salah seorang guru tarekat dari Jawa Timur yang ditemui Kedung Sukun Adiwerna Tegal menuturkan, tarekat saat ini semakin diterima oleh masyarakat. Jika dulu hanya komunitas santri saja yang akrab dengan tarekat, kini para birokrat, pengusaha, intelektual, termasuk dari kalangan militer secara intens mendalami tarekat. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Meme Islam, Kajian Islam, Budaya Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

NU Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembangunan PLTN Muria

Pati, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta pemerintah mengkaji ulang rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Muria di Ujung Lemah Abang Desa Balong, Kecamatan Kembang, Jepara, Jawa Tengah. Pasalnya, lokasi tersebut jaraknya masih berdekatan dengan pemukiman warga di sejumlah kota sekitar.

Kekhawatiran tersebut, kata Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Anas Tahir cukup beralasan. Sebab, pihaknya menilai Indonesia belum siap dengan keberadaan PLTN, utamanya dalam hal sumber daya manusia (SDM).

Pemerintah seharusnya menghentikan rencana itu, karena masyarakat melakukan penolakan. “Kalau pun ingin memaksakan membangun PLTN harus mencari lokasi sejauh mungkin dari pemukiman dan benar-benar terisolir,” jelas Anas kepada wartawan usai membuka Gelar Budaya Rakyat yang diselenggarakan Lembaga Seniman dan Budaya Indonesia (Lesbumi) NU di pelataran Stadion Joyokusumo, Pati, Jawa Tengah, Jumat (13/7) kemarin.

NU Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembangunan PLTN Muria (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembangunan PLTN Muria (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembangunan PLTN Muria

Ia mengatakan, pemerintah harus rasional dalam mempersiapkan tenaga profesional dalam pembangunan PLTN. Karena dia menilai, masyarakat sampai saat ini masih belum bisa menerima dan belum siap atas keberadaan itu.

“Sebaiknya pemerintah tidak terburu-buru membangunnya. Lebih baik dilakukan kajian yang lebih mendalam dan harus jujur pada masyarakat tentang keunggulan dan kekurangan PLTN,” harapnya.

Sejauh ini, informasi yang diterima pihaknya, kajian PLTN Muria masih dalam proses dan belum selesai. Sehingga, aksi penolakan dari masyarakat, baginya, adalah sikap yang semestinya sebelum terlanjur dibangun.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu, berkaitan dengan gencarnya aksi penolakan yang dilakukan masyarakat di semenanjung Muria, pihaknya bakal mengikuti. “Kalau keinginan sebagian besar masyarakat menolak, ya kami juga akan menyatakan sikap menolak. Toh, sebagian besar masyarakat tersebut warga nahdliyin (sebutan untuk warga NU),” tandasnya. (man/gpa)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Islam, Hadits, Amalan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Melalui Festival, JQH NU Sidoarjo Jaring Santri Berprestasi

Sidoarjo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Cabang Jamiyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (PC JQH NU) Sidoarjo akan mengadakan Festival Santri Berprestasi (Fantasi) pada Februari mendatang. Festival itu rencananya diselenggarakan di masjid Agung Sidoarjo.

Melalui Festival, JQH NU Sidoarjo Jaring Santri Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Melalui Festival, JQH NU Sidoarjo Jaring Santri Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Melalui Festival, JQH NU Sidoarjo Jaring Santri Berprestasi

"Pada hasil rapat koordinasi pengurus JQH NU Sidoarjo yang diadakan di rumah salah satu anggota JQH NU di Desa Lajuk Porong Sidoarjo, Rabu 6 Januari 2016 (malam), kami berencana akan mengadakan acara Fantasi," ujar Ketua JQH NU Sidoarjo H Imam Mukozali, Kamis (7/1).

Menurutnya, festival itu bertujuan untuk menggali potensi dari anak-anak atau santri mulai dari TPQ, Madin, SD/MI se-Kabupaten Sidoarjo yang berprestasi dan selama ini tidak tercover pada MTQ. Festival itu sendiri boleh diikuti oleh siswa atau santri yang berusia maksimal 12 tahun.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Ini khusus untuk anak-anak yang berprestasi dalam bidang tahfidz, tilawah, pildacil dan Al-Banjari. Dengan kegiatan itu, saya berharap akan muncul santri-santri berprestasi," kata H Imam penuh dengan harap.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada para pengurus JQH NU Sidoarjo karena telah menyelenggarakan acara rapat kerja (raker) JQH NU ke-II dengan sukses.

Rapat koordinasi ini dihadiri beberapa unsur di antaranya unsur majelis ilmi, unsur pimpinan cabang, PAC dan komisariat.

Di tempat terpisah, Ketua JQH NU Jawa Timur H Zainul Arifin mengapresiasi atas terselenggaranya program yang telah dijalankan oleh JQH NU Sidoarjo. "Selamat dan sukses JQH NU Sidoarjo. Semoga program-programnya diberi kemudahan dan keberhasilan," ucap H Zainul. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Islam, News, Pertandingan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Jambore Lintas Iman Bakal Meriahkan Haul Gus Dur di Klaten

Klaten, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Peringatan haul ke-8 (sewindu) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kabupaten Klaten bakal dimeriahkan dengan berbagai kegiatan antara lain Jambore Kebersamaan Lintas Iman. Acara tersebut akan dipusatkan di Kampung Gemblegan, Jumat-Sabtu (15-16/12).

Salah satu pihak yang ikut memprakarsai kegiatan ini adalah KH Jazuli Kasmani. Ia menjelaskan, selain kegiatan Jambore Kebersamaan Lintas Iman, juga ada deklarasi dan peresmian Kampung Damai, Pameran Alat Liturgi Lintas Iman (PALLI) dan pameran UKM Wahid Foundation.

Jambore Lintas Iman Bakal Meriahkan Haul Gus Dur di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Jambore Lintas Iman Bakal Meriahkan Haul Gus Dur di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Jambore Lintas Iman Bakal Meriahkan Haul Gus Dur di Klaten

“Penyelenggarannya Komunitas Kebersamaan Muda Lintas Iman/Budaya (KKMLIB), acara insya Allah akan dimulai pada Jumat (15/12) mendatang, dengan kegiatan pendirian tenda dan persiapan pameran, di Lokasi Camp Hutan Jati RPTRA dan Lapangan Gemblegan,” terang pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Muttaqin Pancasila Sakti itu.

Ditambahkan Gus Jazuli, acara ini akan menghadirkan sejumlah tokoh seperti Yenny Wahid (Direktur Wahid Foundation), Hj Sri Mulyani (Bupati Klaten), dan lain sebagainya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pada hari kedua, lanjut dia, juga akan ada peresmian Kampung Damai Wisata Damai Terpadu Gemblegan dan penebaran benih ikan di Sendang Kamulyan dan di Kolam Pemancingan Umbul China Gemblegan.

Pihaknya berharap melalui kegiatan ini, para peserta dapat mewarisi semangat dan ajaran kebersamaan dari Gus Dur, serta memupuk persaudaraan antar anak bangsa. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Islam, Pertandingan, Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Terjemah Al-Qur’an ke Bahasa Daerah Bukti Negara Layani Warga

Makassar, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, H Abdurrahman Mas’ud mengatakan, tujuan penerjemahan Al-Qur’an ke sejumlah bahasa daerah sejatinya untuk memberikan pelayanan kepada umat. Ini juga bisa menjadi bukti bahwa negara benar-benar hadir melayani warga.

Demikian dikatakannya ketika membuka secara resmi lokakarya (workshop) Pembahasan Draft Final Terjemah Al-Qur’an ke Bahasa Bugis, Rabu (29/11). 

Terjemah Al-Qur’an ke Bahasa Daerah Bukti Negara Layani Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Terjemah Al-Qur’an ke Bahasa Daerah Bukti Negara Layani Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Terjemah Al-Qur’an ke Bahasa Daerah Bukti Negara Layani Warga

Kaban Rahman menyampaikan sambutannya melalui video yang direkam di kantor Kemenag Jl MH Thamrin No 6 Jakarta. Lokakarya ini dihelat di Hotel Aryaduta Jl Somba Opu No 297 Losari, Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan hasil kerja sama dengan UIN Alauddin Makassar ini berlangsung selama tiga hari, Rabu-Jumat, 29 November-1 Desember 2017.

“Dalam rangka menyapa dan sekaligus menyampaikan kegembiraan kami. Alhamdulillah sejak 2016 sudah ada 12 terjemah Al-Qur’an dalam bahasa daerah atau lebih tepatnya bahasa ibu. Dan tahun ini ditambah lagi bahasa ibu yang lain yakni Aceh, Bugis, dan Madura,” ujarnya.

Mas’ud menggarisbawahi, bahwa penerjemahan Al-Qur’an ini merupakan kegiatan unggulan Balitbang Diklat Kemenag melalui Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Managemen Organisasi (LKKMO).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Insyaallah ini akan terus dikembangkan baik sekarang maupun di depan,” tandasnya.  

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut pria kelahiran Kudus ini, hal tak kalah pentingnya adalah upaya membantu pelestarian, konservasi, atau pemeliharaan budaya lokal. Khususnya dalam hal ini bahasa daerah sebagai unsur terpenting dalam budaya.

“Jadi, jika kita bicara soal local wisdom atau kearifan lokal, maka kita sesungguhnya telah berperan besar. Karena ini bagian dari penerjemahan, kami juga tidak bekerja sembarangan, tapi profesional. Alhamdulillah selama ini sudah bekerja sama dengan para ulama Al-Qur’an, akademisi, dan pakar bahasa,” ungkapnya.

Doktor jebolan UCLA Amerika ini menambahkan, para pakar tersebut memiliki kualifikasi penguasaan Bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an, penguasaan dasar Ulumul Qur’an dan Tafsir, serta menguasai bahasa dan budaya daerah yang menjadi sasaran terjemahan.

“Kami juga ingin mengingatkan bahwa LIPI beberapa tahun lalu menyatakan terjadinya kepunahan bahasa ibu. Oleh karena itu, sekali lagi ini peran ulama dan ahli bahasa. Bukan sekedar dakwah, bukan hanya tugas agama dan negara. Tapi jadi tugas bersama dalam rangka mempertahankan kearifan lokal yang menjadi pilar penting untuk budaya dan NKRI kita,” tegasnya.

Masih melalui video tersebut, ia berharap kegiatan bisa menghasilkan terjemahan yang bermanfaat bagi umat. 

"Juga jadi ladang amal jariyah bagi tim. Dengan demikian, acara temu ulama ini saya buka secara resmi,” tutup Mas’ud. (Musthofa Asrori/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pendidikan, Kajian Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

NU Tamanan Peringati Harlah Ke-4 Jams Bond

Bondowoso, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur bersama Jamiyah Sholawat Bondowoso (Jams Bond) menyelenggarakan mejelis shalawat bertema “Lembur dalam Cinta al-Musthafa SAW”.

NU Tamanan Peringati Harlah Ke-4 Jams Bond (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tamanan Peringati Harlah Ke-4 Jams Bond (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tamanan Peringati Harlah Ke-4 Jams Bond

Acara yang diikuti masyarakat secara umum ini digelar dalam rangka memperingati hari lahir Jams Bond. Majelis shalawat berlangsung di alun-alun Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Rabu (12/10).

Ketua MWCNU Kecamatan Tamanan KH Masrur Husnan mengatakan, perhelatan tersebut sesungguhnya merupakan bagian dari agenda rutin. Hanya saja, kali ini bertepatan dengan hari jadi ke-4? Jams Bond.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Alhamdulillah jam’iyah ini anggotanya sudah di luar dari Tamanan, juga ada dari Kecamatan Tlogosari, Maesan, dan Jambesari, yang aslinya jam’iyah shalawat Tamanan menjadi jamiyah sholawat Bondowoso," katanya di lokasi.

Ia juga menyampaikan rentetan acara yang meliputi khataman Al-Qur’an, paragliding (para layang), atau paramotor sekaligus menyebarkan brosur dan haul akbar. "Ini adalah wujud kecintaan kita terhadap shalawat," ungkapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Acara tabligh akbar tersebut akan dihadiri oleh Habib Hasyim bin Abdullah Assegef dari Banyuwangi dan KH Sholeh Ahmad, dai shalawat dari Sumber Wringin. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Islam, AlaSantri, Internasional Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Ikuti, Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional ISNU Banyumas!

Banyumas, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Banyumas, Jawa Tengah, mengadakan lomba menulis karya tulis ilmiah (LKTI) tingkat nasional. Hal ini didorong oleh keinginan agar masyarakat turut menyumbang pemikiran terhadap berbagai problematika umat.

Ikuti, Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional ISNU Banyumas! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikuti, Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional ISNU Banyumas! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikuti, Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional ISNU Banyumas!

Secara khusus, ISNU Banyumas menantang peserta lomba untuk menulis dari tema besar yaitu “Rekonstruksi Kinerja NU di Era Global” dengan panjang tulisan 15-20 halaman.

Tulisan dapat dikirim ke email rohman.boys@gmail.com atau dikirim langsung ke sekretariat panitia di Pesantren Mahasiswa An-Najah, Jalan Moh Besar Kutasari Purwokerto, paling lambat tanggal 7 September 2015 (cap pos). Tentang persyaratan peserta dan hadiah, informasinya dapat diakses di situs www.isnubanyumas.org.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua panitia, Suparjo, mengatakan ke depan kegiatan ini merekomendasikan konsep dan instrumen teknis penting dalam mendukung kemajuan kesejahteraan bangsa. Hasil lomba ini akan dibukukan dan diseminarkan.

"Jadi tidak sekadar lomba memenuhi syarat kepentingan formal semata, namun ada spirit untuk menata kehidupan berbangsa dan bernegara untuk lebih baik. Kami tunggu partisipasi masyarakat untuk ikut serta dalam lomba yang memang ditujukan umum untuk semua kalangan," imbuhnya, Rabu (8/7).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Humas panitia LKTI Nasional, Ulul Huda, berharap melalui kegiatan ini banyak sumbangan pemikiran kaum intelektual untuk kemajuan sumber daya manusia khususnya warga NU di Banyumas.

"Ini juga menjadi bagian dari pemberdayaan kaum intelektual untuk berkontribusi untuk memberikan edukasi dan pengawasan sosial di sekitarnya. Dengan pemikiran mereka, kami yakin dapat diperoleh berbagai alternatif pemecahan masalah," jelasnya. (Susanto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, Kajian Islam, Lomba Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock