Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Santri Qothrotul Falah Luncurkan Buku Perdananya

Lebak, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur, Lebak, Banten yang tergabung dalam Halqah Santri Triple Ing Community (Triping.Com) meluncurkan buku perdananya, Selasa (13/5), di Masjid Agung al-A’raf Rangkasbitung, Lebak.

Santri Qothrotul Falah Luncurkan Buku Perdananya (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Qothrotul Falah Luncurkan Buku Perdananya (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Qothrotul Falah Luncurkan Buku Perdananya

Hadir sebagai peserta, antara lain, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah, KH. Achmad Syatibi Hambali, unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Lebak, unsur kepala SMP/MTs/SMA/MA Kab. Lebak, OKP, perwakilan pesantren, para santri, pelajar dan sebagainya.

Buku bunga rampai yang diberi judul Renungan Santri: Esai-esai Seputar Problematika Remaja ini ditulis oleh 14 santri Kelas XI dan XII SMA Qothrotul Falah. Buku yang diterbitkan pada April 2014 ini menjadi produk kedua Pustaka Qi Falah, setelah sebelumnya pada 2013 diterbitkan buku Konsultasi Maya: 40 Tanya Jawab Agama karya Pimpinan Pondok Pesantren Qothrotul Falah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam sambutannya, pihak penerbit Pustaka Qi Falah menyatakan, pada masa kini pesantren melebarkan sayap dakwahnya. “Jika selama ini pesantren hanya berdakwah melalui mimbar, kini harus mulai melebarkan sayap dengan berdakwah melalui lembar dan layar. Lembar maksudnya dengan membuat karya buku dan layar melalui film,” jelas Pemimpin Pustaka Qi Falah, Nurul H. Maarif.

Hal sama disampaikan Pimpinan Pesantren Qothrotul Falah, KH. Achmad Syatibi Hambali. Menurutnya, santri-santri harus memiliki kemampuan yang baik dalam bidang tulis-menulis. “Saya memang nggak bisa menulis. Tapi anak-anak saya, para santri, tentu saja tidak boleh seperti saya. Mereka harus pandai menulis, sehingga ilmunya bisa tersebar lebih luas lagi,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Di dalam buku ini, para santri belia ini mencoba memotret realitas sosial yang terjadi di kalangan mereka sendiri. “Persoalan utama yang menjadi sorotan adalah perilaku negatif di kalangan remaja,” ujar M. Eman Sulaeman, santri yang menulis artikel Hantu Narkoba.

Misalnya, mereka mencoba menyoroti perilaku berpacaran secara bebas, berbusana yang tidak sesuai kaidah agama, perilaku konsumtif narkoba, penurunan relijiusitas, kekerasan atau tawuran, merokok, dan sebagainya. “Ini fakta yang ada. Insya Allah kami tidak hanya mengritisi persoalan itu, namun mencoba mencari solusinya,” ujar Hayatun Nufus, santri yang menulis artikel Penurunan Relijiusitas Remaja.

Kehadiran buku ini diharapkan akan menjadi pemicu bagi kreatifitas santri khususnya dan remaja umumnya untuk lebih giat lagi dalam belajar dan menulis. Masa remaja adalah masa yang terlalu sayang untuk disia-siakan begitu saja. “Saya rela kesempatan hura-hura di masa muda saya hilang untuk tujuan meraih masa depan yang terbaik,” ujar Cahyati, santri yang menulis artikel Mendekati Ilahi Melalui Seni.

Inilah sedikit sumbangsih aktivis Tripleng Ing Community (Triping.Com) untuk rekan-rekan remajanya. Triple Ing itu sendiri kependekan dari reading, writing dan speaking. “Ini forum kecil yang anggotanya diwajibkan untuk membaca, menulis dan berbicara. Tentu saja dengan keuletan ilmiah dan referensi yang memadai,” jelas Pembina Triple Ing Communitu, Nurul H. Maarif.

“Melalui forum ini, kami ingin membibit santri yang intelek dalam arti sesungguhnya,” sambungnya. (Nurul Huda/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Jadwal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

RMINU Ciptakan Pusat Grosir di Pesantren-pesantren

Semarang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) melalui Bidang Kemandirian Pondok Pesantren dan Masyarakat mempertemukan para perwakilan dari 35 pondok pesantren se-Jawa Tengah dalam lokakarya kewirausahaan di Pondok Pesantren al-Itqon, Semarang, Jateng, Ahad (25/10).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan RMINU dalam menciptakan Pusat Grosir Pesantren (PGP) Nusantara, sebuah program yang memfasilitasi pesantren untuk mendapatkan barang dengan harga langsung dari produsen. Dengan memperpendek rantai distribusi barang, pesantren diharapkan menjadi pemain pasar, setidaknya sebagai distributor.

RMINU Ciptakan Pusat Grosir di Pesantren-pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU Ciptakan Pusat Grosir di Pesantren-pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU Ciptakan Pusat Grosir di Pesantren-pesantren

Sekretaris Pengurus Pusat RMINU Miftah Faqih mengatakan, sejak 2011 pihaknya sudah menggulirkan pelatihan kewirausahaan. Hal ini terkait dengan pentingnya pesantren kuat dan mandiri secara ekonomi. “Ini kita ketemu dalam rangka untuk menyubjekkan diri, mem-fa‘il-kan diri. Sadar kalau lahir merdeka maka hidup harus merdeka,” tuturnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal sedana disampaikan Abdul Jalil, Koordinator Bidang Kemandirian Pondok Pesantren dan Masyarakat PP RMINU. Menurutnya, di setiap bisnis, pesantren sering hanya menjadi objek, mulai dari penanaman modal, produksi, hingga distribusi barang.

“Pendek kata, karena kita objek dan kesalahannya kita tidak mau menjadi subjek. Jalan satu-satunya yang bisa kita tempuh, kita harus menjadi subjek. Pesantren tidak boleh dimainkan pihak lain dalam bidang apapun,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Peserta dalam forum ini adalah para pemangku kebijakan pondok pesantren. Hari ini mereka diminta menyerahkan nama-nama calon pengelola distribusi barang. Pengelola distribusi terdiri dari manajer, kepala gudang, dan admin atau kepala toko. Selanjutnya RMINU akan mengadakan pelatihan manajemen untuk mereka agar siap dengan program tersebut.

PGP Nusantara menggunakan sistem berbasis online yang teritegrasi. PGP di bawah RMINU akan memiliki dua kartu keanggotaan, kartu sebagai agen (memperoleh harga distributor untuk keperluan dijual kembali) dan kartu keanggotaan umum (harga retail). (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pondok Pesantren, Kyai, RMI NU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Bagi Para Jurnalis, Ini 13 Poin Pedoman Peliputan Terorisme

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo menegaskan bahwa pencegahan dan penanggulangan terorisme tidak hanya dilakukan oleh aparat TNI, Polri, dan masyarakat, tetapi juga media dan para jurnalis melalui tulisan dan peliputannya.

Bagi Para Jurnalis, Ini 13 Poin Pedoman Peliputan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagi Para Jurnalis, Ini 13 Poin Pedoman Peliputan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagi Para Jurnalis, Ini 13 Poin Pedoman Peliputan Terorisme

Demikian disampaikan oleh pria yang akrab disapa Stanley ini dalam kegiatan bertajuk Diseminasi Pedoman Peliputan dan Peningkatan Profesionalisme Media Masa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme yang diselenggarakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta dan BNPT, Kamis (7/4) di Gedung Hall of Blessing ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat.

“Sebab itu, wartawan harus mengacu pada pedoman yang telah dikeluarkan oleh Dewan Pers dalam meliput kasus-kasus terorisme,” ujar Stanley kepada sekitar 180 wartawan dari media online, cetak, dan televisi yang hadir di acara tersebut.?

Berikut adalah pedoman peliputan terorisme yang diterbitkan oleh Dewan Pers melalui Peraturan Dewan Pers Nomor 01/Peraturan-DP/IV/2015 tentang Pedoman Peliputan Terorisme:

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

1. Wartawan selalu menempatkan keselamatan jiwa sebagai prioritas di atas kepentingan berita. Saat meliput sebuah peristiwa terkait aksi terorisme yang dapat mengancam jiwa dan raga, wartawan harus membekali diri dengan peralatan untuk melindungi jiwanya.

2. Wartawan selalu menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan jurnalistik. Wartawan yang mengetahui dan menduga sebuah rencana tindak terorisme wajib melaporkan kepada aparat dan tidak bolehmenyembunyikan informasi itu dengan alasan untuk mendapatkan liputan eksklusif. ? Wartawan bekerja untuk kepentingan publik sehingga keselamatan nyawa warga masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan berita.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

3. Wartawan harus menghindari pemberitaan yang berpotensi mempromosikan dan memberikan legitimasi maupun glorifikasi terhadap tindakan terorisme maupun pelaku terorisme. Terorisme adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime) terhadap kemanusiaan.

4. Wartawan dan media penyiaran dalam membuat siaran langsung (live) tidak melaporkan secara terinci/ detail peristiwa pengepungan dan upaya aparat dalam melumpuhkan para tersangka terorisme. Siaran secara langsung dapat memberikan informasi kepada para terduga teroris mengenai posisi dan lokasi aparat keamanan secara real time dan hal ini bisa membahayakan keselamatan anggota aparat yang sedang berupaya melumpuhkan para teroris.

5. Wartawan dalam menulis atau menyiarkan berita terorisme harus berhati-hati agar tidak memberikan atribusi, gambaran, atau stigma yang tidak relevan, misalnya dengan menyebut agama yang dianut atau kelompok etnis si pelaku. Kejahatan terorime adalah kejahatan individu atau kelompok yang tidak terkait dengan agama ataupun etnis.

6. Wartawan harus selalu menyebutkan kata ”terduga” terhadap orang yang ditangkap oleh aparat keamanan karena tidak semua orang yang ditangkap oleh aparat secara otomatis adalah pelaku tindak terorisme. Untuk menjunjung asas praduga tidak bersalah (presumption of innocense) dan menghindari pengadilan oleh pers (trial by the press) wartawan perlu mempertimbangkan penggunaan istilah “terperiksa” untuk mereka yang sedang diselidiki atau disidik oleh polisi, “terdakwa” untuk mereka yang sedang diadili, dan istilah “terpidana” untuk orang yang perkaranya telah diputus oleh pengadilan.

7. Wartawan wajib menghindari mengungkap rincian modus operandi tindak pidana terorisme seperti cara merakit bom, komposisi bahan bom, atau teknik memilih sasaran dan lokasi yang dapat memberi inspirasi dan memberi pengetahuan bagi para pelaku baru tindak terorisme.

8. Wartawan tidak menyiarkan foto atau adegan korban terorisme yang berpotensi menimbulkan kengerian dan pengalaman traumatik. Pemuatan foto atau adegan hanya diperbolehkan bila bertujuan untuk menyampaikan pesan kemanusiaan bahwa terorisme selalu menyasar sasaran umum dan menelan korban jiwa.

9. Wartawan wajib menghindari peliputan keluarga terduga teroris untuk mencegah diskriminasi dan pengucilan oleh masyarakat, kecuali dimaksudkan untuk menghentikan tindakan diskriminasi yang ada dan mendorong agar ada perhatian khusus misalnya terhadap penelantaran anak-anak terduga teroris yang bila dibiarkan akan berpotensi tumbuh menjadi teroris baru.

10. Terkait dengan kasus-kasus yang dapat menimbulkan rasa duka dan kejutan yang menimpa seseorang, pertanyaan dan pendekatan yang dilakukan untuk merekonstruksi kejadian dengan menemui korban keluarga korban maupun keluarga pelaku harus dilakukan secara simpatik dan bijak.

11. Wartawan dalam memilih pengamat sebagai narasumber wajib selalu memperhatikan kredibilitas, kapabilitas dan kompetensi terkait latar belakang, pengetahuan, dan pengalaman narasumber yang relevan dengan halhal yang akan memperjelas dan memberikan gambaran yang utuh terhadap fakta yang diberitakan.

12. Dalam hal wartawan menerima undangan meliput sebuah tindakan aksi terorisme, wartawan perlu memikirkan ulang untuk melakukannya. Kalau undangan terkait dengan rencana aksi pengeboman atau aksi bom bunuh diri sebaiknya wartawan tak perlu memenuhinya, karena hal itu dapat dipandang sebagai cara memperkuat pesan teroris dan mengindikasikan ada kerja sama dalam sebuah tindakan kejahatan. Wartawan menyampaikan rencana tindak/aksi terorisme kepada aparat hukum.

13. Wartawan wajib selalu melakukan check dan rechek terhadap semua berita tentang rencana maupun tindakan dan aksi terorisme ataupun penanganan aparat hukum terhadap jaringan terorisme untuk mengetahui apakah berita yang ada hanya sebuah isu atau hanya sebuah balon isu (hoax) yang sengaja dibuat untuk menciptakan kecemasan dan kepanikan. Penilaian akhir atas sengketa mengenai pelaksanaan Pedoman Peliputan terorisme ini diselesaikan oleh Dewan Pers.

Hadir juga sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, yaitu Direktur Deradikalisasi BNPT Brigjen Pol Hamidin, mantan panglima Jamaah Islamiyah (JI) Nasir Abbas, jurnalis Tempo Sunu, dan Fahruddin sebagai moderator. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Syariah, Meme Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Jombang, Jawa Timur bersama Ikatan Remaja Muslim (Ikram) berkomitmen untuk menguatkan Islam yang menebar kasih sayang kepada semua (rahmatan lil ‘alamin).

Hal itu tercermin dari penyelenggaraan acara Muhasabah Tahun Baru 1438 H dengan tema “Mewujudkan Karakter Remaja Muslim dengan Spirit Islam rahmatan lil Alamin” di Islamic Center Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, Ahad pagi (30/10). Kegiatan diiringi dengan iringan shalawat al-Banjari.

Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk

?

"Acara ini dimaksudkan agar para siswa didampingi pemahaman Islam yang mainstream, yaitu Islam yang ramah dan moderat dan terlindungi dari sementara kalangan Muslim yang ekstrem," ujar Ketua MGMP PAI Jombang, Shalahuddin.

Direktur Aswaja NU Center Jombang Yusuf Suharto mengatakan bahwa muhasabah atau introspeksi diri adalah sebuah keniscayaan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kita muhasabah dalam banyak kesempatan antara lain, di Ramadhan, di Syawal, dan di bulan Muharram. Muharram adalah bulan pertama dalam hitungan tahun hijriah. Momentum Muharram sebagai bulan introspeksi adalah tepat karena bulan ini adalah awal bulan tahun hijriah, dan bulan yang setelah bulan haji di mana banyak berkumpul kaum muslimin dari seluruh dunia untuk ibadah haji," ujarnya di hadapan para siswa, dan guru MGMP PAI se-Jombang.

?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurutnya, tahun baru Islam ini disebut dengan hijriah karena ditandai dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad ke Madinah. Hijrah ini adalah gerakan nyata yang perlu dicatat sejarah. Hijrah Nabi disepakati sebagai penanda penting kalender Islam pada masa kepemimpinan Umar bin Khatab.

"Di antara yang dilakukan Rasulullah adalah beliau membuat Mitsaq Madinah atau Piagam Madinah, dan itu mengikat tidak hanya kepada masyarakat Madinah yang muslim, tapi juga nonmuslim. Inilah penghargaan kemajemukan yang dicontohkan Rasulullah," kata pengurus Dewan Pendidikan Jombang ini.

Yusuf juga mengatakan, NKRI adalah bentuk perjanjian bersama antarmasyarakat Indonesia yang majemuk. “Islam rahmatan lil alamin dalam konteks berbangsa dengan demikian adalah Islam yang merahmati tidak hanya kepada sesama muslim, tetapi bahkan kepada seluruh masyarakat Indonesia," imbuhnya.

Ia mengingatkan bahwa semangat cinta tanah air sudah diajarkan oleh para ulama Nusantara, antara lain oleh KH Abdul Wahab Chasbullah dengan Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada tahun 1916, dan gubahan lagu Ahlal Wathan pada 1934.

“Karakter Islam Nusantara adalah karakter Islam yang moderat. Mari kita menjadi bagian dari Muslim negeri ini, dengan prinsip Islam yang rahmat, Islam yang lembut pada tempatnya dan tegas pada tempatnya," pungkas dosen Aswaja Institut Pesantren KH. Abdul Chalim (IKHAC) Pacet Mojokerto Jatim ini. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Daerah, Kajian, Kyai Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Ini Adab Menyembelih Hewan Qurban menurut Rais Syuriyah PBNU

Pringsewu, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, MAg menyikapi praktik di masyarakat dalam menyembelih hewan hewan qurban. Menurut Gus Ishom, panggilan akrabnya, di masyarakat sering dipraktikkan tata cara menyembelih hewan qurban yang tidak menggunakan adab atau tata penyembelihan yang baik.

Ini Adab Menyembelih Hewan Qurban menurut Rais Syuriyah PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Adab Menyembelih Hewan Qurban menurut Rais Syuriyah PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Adab Menyembelih Hewan Qurban menurut Rais Syuriyah PBNU

Hal ini disampaikan Gus Ishom di depan Jamaah Ngaji Ahad (Jihad) Pagi, Ahad (20/9) yang rutin dilaksanakan di Gedung NU Pringsewu. Jihad Pagi ini dimoderatori oleh H Sujadi yang merupakan Mustasyar PCNU Pringsewu.?

Gus Ishom menyebutkan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan petugas penyembelih adalah dengan menyembelih hewan qurban di depan hewan qurban lain. "Jangan lakukan tindakan yang seakan meneror kepada hewan-hewan qurban lain. Makanya kadang ada ditemukan hewan yang mengamuk sebelum disembelih karena diteror seperti itu," ungkapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Tindakan teror lain yang tidak sesuai dengan adab menyembelih adalah menghunus alat menyembelih di depan hewan qurban. "Kadang malah ada penjagal yang mengasah pisaunya di depan kepala hewan yang akan di sembelih. Hal ini tidak baik dilakukan karena para sahabat nabi pernah mengingatkan akan hal-hal tersebut," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain hal itu, Gus Ishom juga menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berqurban ditinjau dari Ilmu Fiqh. Hal tersebut di antaranya mengenai diperbolehkannya melakukan qurban yang diniatkan untuk orang lain atau orang yang sudah meninggal dunia. Hal ini dijabarkan Gus Ishom dengan merujuk kepada Kitab Fiqh Bajuri Juz 2 halaman 378.

Dalam kitab tersebut juga dijelaskan bahwa qurban ada yang hukumnya sunnah dan ada yang wajib. "Sunnah jika memiliki niatan mendekatkan diri kepada Allah dan wajib jika yang akan berqurban memiliki nadzar atas qurbannya," terangnya. "Dan yang wajib ini, yang berqurban tidak diperbolehkan memakan daging qurbannya," tambahnya.

Berkaitan dengan hal ini, H Sujadi berharap materi yang telah disampaikan dapat menambah pemahaman agar dapat berkurban sesuai dengan tuntunan. "Mudah mudahan seluruh qurban dan pengorbanan yang dilakukan di Hari Raya Idul Adha kali ini di terima oleh Allah SWT," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Ubudiyah, Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Perlindungan Pekerja di Era Digitalisasi Ekonomi Perlu Kepastian

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Kepastian perlindungan bagi pekerja di era digitalisasi ekonomi perlu dipikirkan serius. Demikian penegasan Irham Ali Saifuddin, dari Departemen Pendidikan dan Ketenagakerjaan PP GP Ansor, di Jakarta, Sabtu (30/7).

Menurut Irham, digitalisasi ekonomi meliputi semua lini, mulai transportasi, media, hiburan dan seterusnya merupakan potret dari masa depan dunia kita atau future of work. Dimana selain akan memudahkan manusia melalui efesiensi, ketepatan, kecepatan dan tingginya produktivitas, teknologi juga akan memakan korban tenaga kerja konvensional.

Perlindungan Pekerja di Era Digitalisasi Ekonomi Perlu Kepastian (Sumber Gambar : Nu Online)
Perlindungan Pekerja di Era Digitalisasi Ekonomi Perlu Kepastian (Sumber Gambar : Nu Online)

Perlindungan Pekerja di Era Digitalisasi Ekonomi Perlu Kepastian

"Masa depan dunia kita tidak lagi dibatasi pada hubungan industrial. Makin ada migrasi besar-besaran dari pola formal menjadi ekonomi informal dalam dunia industri. Rantai pasok global akan diwarnai dengan sistem kerja dengan pola hubungan industrial yang absurd," paparnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Contoh konkrit dari beragam jasa transportasi online. "Kita dihibur dengan istilah kemitraan, padahal mas-mas dan mbak-mbak driver itu jelas-jelas pekerja. Celakanya, faktor produksi seperti sepeda motor, mobil hingga bbm yang seharusnya menjadi bagian dari employer (pengusaha) malah dibebankan kepada pekerja. Ini celaka 13 milyar. Itu tantangan kita ke depan," kata Irham lagi.

Fakta lain, imbuhnya, kerja di jasa transportasi online atau industri IT seperti web developer sudah tidak kenal dengan namanya jam kerja. "Bahkan orang harus memiliki lebih dari satu pekerjaan untuk mencukupi kebutuhannya. Artinya, selain memiliki lebih dari satu hubungan kerja, ia juga dipaksa dengan jam-jam kerja yang lebih panjang," kata dia lagi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia menambahkan, produktivitas yang tinggi berkat bantuan digitalisasi, akan langsung memukul daya bargain manusia sebagai pekerja untuk mendapatkan upah yang lebih layak. Digitalisasi akan membuat upah menjadi sangat kompetitif atau semakin murah.

"Pada tahun 2030 dimana kita akan mengalami ledakan jumlah penduduk muda yang tentu saja merupakan angkatan kerja muda kita. Jika tidak disikapi dengan bijak dari sekarang, demographic deviden atau bonus demografi yang semestinya bisa menjadi berkah bagi perekonomian Indonesia, bisa berbalik arah menjadi musibah," demikian Irham Ali Saifuddin. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Ulama, Anti Hoax Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Jelang Konfercab, Pendidikan Kader Penggerak Ditargetkan Rampung

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) merupakan ujung tombak eksistensi jamiyyah Nahdlatul Ulama. Atas dasar itu Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara dalam rangka menyongsong Konferensi Cabang (Konfercab) pada medio 2015 mendatang menargetkan akan merampungkan pendidikan kader penggerak ranting.

Jelang Konfercab, Pendidikan Kader Penggerak Ditargetkan Rampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Konfercab, Pendidikan Kader Penggerak Ditargetkan Rampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Konfercab, Pendidikan Kader Penggerak Ditargetkan Rampung

Hal ini sebagaimana disampaikan Lukman Hakim, ketua panitia pelatihan kader penggerak ranting PCNU Jepara. Menurutnya, kegiatan pengkaderan ini dilakukan lantaran perlunya kesiapan menyongsong kepengurusan baru PCNU.

Melalui kegiatan ini kaderisasi di tingkatan ranting berjalan dengan baik. “Juga dalam rangka ‘menyehatkan’ ranting. Ranting-ranting yang vakum segera eksis kembali,” katanya saat ditemui di Pesantren Jabal Nur Desa Bandengan, Kecamatan Jepara, Jawa Tengah, Ahad (2/11) siang.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Disebutkan, Lukman Ranting di Kabupaten Jepara sejumlah 190an. Menjelang dilaksanakannya Konfercab ia berharap Ranting secara jamaah dan jam’iyyah berjalan dengan baik.

“Dengan kegiatan ini harapan kami meminimalisir ‘suhu panas’ menjelang konfercab,” imbuhnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pihaknya, sudah menjadwalkan pendidikan kader dalam lima zona. Zona 1 meliputi kecamatan Kota, Tahunan, Kedung, Karimunjawa. Zona 2 mencakup Kecamatan Mlonggo, Pakis Aji dan Bangsri. Zona 3 Kecamatan Kembang, Keling dan Donorojo.

Zona 4 ada Kecamatan Mayong, Nalumsari dan Welahan serta zona kelima meliputi Kecamatan Batealit, Pecangaan dan Kalinyamatan. Dari kelima zona ini saat ini sudah berjalan pendidikan kader putaran pertama. Yakni yang dilaksanakan MWCNU Kecamatan Kota berlangsung di Pesantren Jabal Nur di bawah asuhan KH Uzair Jum’at-Ahad (31/10-2/11).

Bulan November dan Desember yang sudah menyatakan kesediaannya MWCNU Batealit dan Tahunan. “Harapan kami kegiatan ini sesuai dengan target,” harapnya.

Jika MWCNU mampu melaksanakan sendiri dipersilakan. Jika keberatan kegiatan bisa dilaksanakan sesuai zona yang dijadwalkan panitia. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara, Kyai, Fragmen Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock