Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Ribuan Warga Semarakkan Pasar Rakyat Purbalingga

Purbalingga, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sekitar sepuluh ribu warga menyemarakkan Pasar Rakyat Indonesia yang diselenggarakan oleh PBNU bersama PCNU Purbalingga di lapangan Karangganyar, Sabtu (20/4) malam. Selain mengunjungi stand-stand pasar rakyat, ? warga juga menikmati panggung hiburan yang disediakan panitia.

“Acara hiburan kami hintikan sampai sekitar pukul sepuluh malam. Kalau tidak ya sampai larut malam,” kata Ketua PCNU Purbalingga Muhammad Khotib kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal.

Ribuan Warga Semarakkan Pasar Rakyat Purbalingga (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Semarakkan Pasar Rakyat Purbalingga (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Semarakkan Pasar Rakyat Purbalingga

Warga menikmati hiburan musik reggae dan dangdut. “Kami mendapatkan masukan dari kiai-kiai sepuh, mestinya hiburannya yang lebih Islami. Makanya untuk nanti malam (Ahad malam: red) lagu-lagu dangdutnya kami pilih, tidak bisa sembarangan,” tambahnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pembukaan pasar rakyat berlangsung Sabtu kemarin yang dihadiri oleh Ketua PBNU KH Abbas Mu’in. Kegiatan yang berlangsung hingga Ahad malam ini juga didukung oleh dinas UKM setempat. Berbagai produk lokal juga menghiasi stand-stand Pasar Rakyat.

“Kami juga didukung oleh Dinas Pariwisata. Ada berbagai permainan dan hiburan yang akan menambah semarak pasar rakyat. Kalau persiapan kita tidak mendadak pasar rakyat akan lebih ramai lagi,” kata Khotib.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rangkaian kegiatan pasar rakyat juga diisi dengan workshop kewirausahaan yang diikuti sekitar 190 peserta yang terdiri dari santri dan siswa, perwakilan lembaga dan badan otonom NU serta masyarakat setempat. “Insyaallah pelatihan ini banyak memberikan manfaat,” pungkasnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Masrufin

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal IMNU, Sejarah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

Pagar Nusa Kebumen Gelar Festival Sepakbola Durian

Kebumen, Kedung Sukun Adiwerna Tegal?

Pencak Silat NU Pagar Nusa Kabupaten Kebumen menggelar Festival Sepakbola Durian di Pesantren Al-Hasani pada Ahad (14/5). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan pendekar Pagar Nusa. Turut hadir pada festival itu Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa M. Nabil Haroen.?

Pagar Nusa Kebumen Gelar Festival Sepakbola Durian (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Kebumen Gelar Festival Sepakbola Durian (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Kebumen Gelar Festival Sepakbola Durian

M. Nabil Haroen mengatakan, Festival Sepakbola Durian menjadi agenda penting dalam rangka silaturahmi antarpendekar dan kader Pagar Nusa.

"Festival ini unik dan menarik. Selama ini, belum pernah ada Festival atau Turnamen Sepakbola Durian. Ini ajang silaturahmi antarpendekar Pagar Nusa, sekaligus meng-endorse khazanah kearifan budaya warga lokal," jelas pria yang biasa disapa Gus Nabil.?

Dalam pandangannya, ? Pagar Nusa ingin menjadi garda depan dalam kampanye budaya Nusantara, ? khususnya di bidang pencak silat.

"Pencak silat itu tradisi beladiri Nusantara yang diakui dunia internasional. Beberapa negara tertarik mengirimkan delegasi untuk mempelajari pencak silat. UNESCO juga telah mengakui. Kita perlu menjaga, ? merawat dan melestarikan khazanah seni beladiri ini, " terang Gus Nabil. ?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pada turnamen tersebut, para pendekar tidak menggunakan kaos atau celana seperti pada sepak bola biasa. Tapi mengenakan baju pencak silat warna merah dan hitam. Sebelum bermain, mereka ? mendapat pembekalan khusus dari guru-gurunya, sehingga mampu menendang buah durian. (Husni Sahal/Abdullah Alawi) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sejarah, Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Hukum dan Tata Cara Shalat Ketika Membawa Mushaf Al-Quran

Assalamualaikum. Pak kiai yang dirahmati Allah. Saya ingin bertanya bagaimana hukumnya shalat dengan membaca mushaf Al Qur’an, terimakasih. Wassalamualiakum wr.wb. ( Hasan – Jakarta)

---

Wa’alaikum salal wr. wb.

Hukum dan Tata Cara Shalat Ketika Membawa Mushaf Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum dan Tata Cara Shalat Ketika Membawa Mushaf Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum dan Tata Cara Shalat Ketika Membawa Mushaf Al-Quran

Saudara penanya yang dimuliakan Allah.

Salah satu ibadah sunat paling utama yang dilakukan oleh umat Nabi Muhammad saw adalah membaca ayat-ayat al-Qur’an terlebih apabila dilakukan dalam shalat. Bahkan hukum sunat ini dapat berubah menjadi wajib seperti  membaca surat Al-Fatihah dalam shalat  menurut madzhab Syafi’i.

Menanggapi permasalahan yang saudara kemukakan terkait dengan membaca mushaf al- Qur’an ketika shalat, dalam kitab al-Majmu’ Syarah al-Muhaddzzab karya Imam Nawawi  disebutkan sebuah redaksi: 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Apabila  orang yang sedang shalat membaca Al-Qur’an dari mushaf maka shalatnya tidak batal, baik dia hafal Al-Qur’an atau tidak. Bahkan dia wajib melakukan hal itu jika dia tidak hafal surat Al-Fatihah sebagamaina keterangan yang telah dijelaskan. Apabila ia sampai membolak balik lembaran mushaf maka salatnya  tetap tidak batal.”

Dari  rujukan diatas, kami memberikan beberapa gambaran sebagai  berikut:

Pertama, apabila mushaf tersebut terletak dan terpampang didepan mushalli (orang yang shalat), maka hukumnya tidak masalah  seperti  mushaf yang dipigura atau dilaminating lalu dipasang didepan pengimaman dan imam membacanya ketika shalat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedua, mushaf tersebut terletak disebelah atau disaku orang yang shalat. Apabila memang demikian kondisinya, maka yang perlu diperhatikan adalah cara pengambilan serta meletakkannya kembali berikut membukanya. Selama dalam proses pengambilan, meletakkan serta membuka tersebut tidak tergolong melakukan  banyak aktifitas, maka hukum membaca mushaf tersebut tetap dibenarkan. Sedangkan apabila dalam proses yang kami sebutkan dianggap melakukan banyak aktifitas, maka dalam pandangan madzhab Syafii  hal ini  dianggap dapat membatalkan shalat sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab-kitab fiqih mereka.

Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa membaca mushaf ketika sedang melaksanakan shalat hukumnya boleh selama tidak melakukan aktifitas-aktifitas yang dapat membatalkan shalat. Pendapat ini sekali lagi mengacu kepada pandangan madzhab Syafi’i. Berbeda dengan pendapat  sebagaian pengikut madzhab Hanafi yang menyatakan bahwa hal yang demikian (membaca mushaf ketika shalat) dianggap membatalkan shalat.

Saudara Hasan yang dimuliakan Allah.

Demi terhindar dari perbedaan pendapat antar madzhab sebagaimana disebutkan, alangkah lebih baik apabila diluar shalat kita memperbanyak bahkan sering membaca Al-Qur’an sehingga mampu menghafalnya, hingga dalam pelaksanaan shalat kita tidak perlu membaca atau membuka mushaf. Hal ini tentunya akan kian menambah fokus dan kekhusyu’an kita dalam beribadah.

Mudah-mudahan  jawaban ini bermanfaat dan semakin menggiatkan kita untuk lebih gemar membaca serta mencintai kalamullah. Amin.

Wallahu a’lam bi as-shawab. (Maftukhan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Aswaja, Halaqoh, Sejarah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Ansor Expo dan Seminar Wirausaha Meriahkan Pelantikan GP Ansor Pekalongan

Pekalongan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah masa khidmah 2016-2020 resmi dilantik oleh Pimpinan Pusat GP Ansor, Ahad (25/9) di Aula PCNU Pekalongan. Pelantikan ditandai dengan pengambilan sumpah janji pengurus oleh Gus Mujibur Rohman, Ketua PP GP Ansor sekaligus Korwil Jateng-DIY mewakili Ketua Umum. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan pengukuhan Satkorcab Banser, Rijalul Ansor dan Departemen-departemen oleh PW GP Ansor Jawa Tengah.

Hadir dalam pelantikan tersebut jajaran Pimpinan Pusat GP Ansor, PW GP Ansor Jawatengah, PC GP Ansor se-eks Karesidenan Pekalongan, PCNU Kab. Pekalongan beserta segenap pengurus Badan Otonomnya (Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU dan PMII). Hadir pula anggota DPR RI FPKB H. Bisri Romly, beberapa Organisasi Kepemudaan, Dinporapar, Kadin Kabupaten Pekalongan serta ratusan kader GP Ansor dari PAC se-Kabupaten Pekalongan.

Ansor Expo dan Seminar Wirausaha Meriahkan Pelantikan GP Ansor Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Expo dan Seminar Wirausaha Meriahkan Pelantikan GP Ansor Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Expo dan Seminar Wirausaha Meriahkan Pelantikan GP Ansor Pekalongan

Menurut Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, M. Azmi Fahmi, Kepengurusan periode ini mengusung visi "Pemberdayaan Potensi Ekonomi Menuju Kemandirian Kader dan Organisasi". Untuk itu sebagai langkah awal, pada momen pelantikan ini juga digelar Ansor Expo dan Seminar Kewirausahaan.?

“Hal ini sebagai wujud komitmen dan kesiapan PC GP Ansor Pekalongan menyambut Gerakan dan Program Kemandirian Kader dan Organisasi yang dicanangkan PP GP Ansor,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutan pengarahannya, Mujiburrohman dari PP GP Ansor mengatakan bahwa PC GP Ansor Pekalongan sebagai wilayah basis Ansor masuk kategori Cluster 1A yang merupakan daerah percontohan, karena itu tantangan yang dihadapi semakin berat dan pelik. Salah satunya adalah masalah kemiskinan dan ekonomi kader. Ia menambahkan bahwa dari 70 juta penduduk miskin mayoritas adalah orang pedesaan dimana sebagian besar kader Ansor berada.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Untuk itu pengurus Ansor bertanggung jawab bagaimana mengangkat taraf hidup kader sehingga bisa menghidupi organisasi secara mandiri,” jelasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sedangkan dari arena Ansor Expo yang berlangsung di halaman PCNU Kab. Pekalongan tampak meriah diikuti 19 stand PAC GP Ansor se-Kab. Pekalongan yang menampilkan berbagai potensi ekonomi kader GP Ansor se-Kab. Pekalongan antara lain, Koperasi, ? usaha konveksi, perbatikan, percetakan, aneka produk makanan dan minuman, berbagai produk kerajinan tangan, berbagai produk jasa serta beragam industri kreatif lainnya. Direncanakan kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan pelatihan pemasaran secara online bagi peserta serta menjadi cikal bakal dibentuknya pusat bisnis Ansor.

Selesai momen pelantikan panitia juga menggelar Seminar kewirausahaan dengan menghadirkan 2 orang pembicara yaitu, Sumantri Suwarno, Ketua Bidang Ekonomi PP GP Ansor dan Aminudin Aziz dari Kadin Kabupaten Pekalongan. Peserta seminar mendapatkan pencerahan dari diskusi dengan narasumber antara lain pentingnya mengenali potensi ekonomi dan bagaimana belajar bisnis dari orang yang sudah sukses. Hal lain yang penting untuk memulai usaha adalah jangan terlalu lama berfikir dan cenderung bertele-tele dalam berwacana tetapi segera mengeksekusi setiap gagasan/ ide bisnis dengan aksi nyata dengan prinsip learning by doing. (Alim Mustofa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tegal, Sejarah, Aswaja Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Produktivitas Karya Tulis Pesantren Menurun

Bogor, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Prof Abdurrahman Mas’ud mengatakan, akhir-akhir ini dunia tulis-menulis di kalangan pesantren cenderung menurun. Para kiai di pesantren jarang menulis buku atau karya tulis lainnya. Ini jauh berbeda dengan kondisi para ulama pada sekitar abad ke-19.

“Ketika itu, karya-karya tulis para ulama banyak diterbitkan di Saudi dan Turki, selain di Indonesia sendiri. Karya ulama zaman dulu yang monumental antara lain Tafsir al-Munir li Ma’alim at-Tanzil atau Tafsir Marah Labid (Syekh Nawawi al-Bantani) dan Manhaj Zhawi an Nazhar (Syekh Mahfudz al-Tirmasi), sebuah tafsir atas Manzhumat ‘Ilm al Atsar karya Abdurrahman al-Suyuthi,” paparnya.

Produktivitas Karya Tulis Pesantren Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)
Produktivitas Karya Tulis Pesantren Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)

Produktivitas Karya Tulis Pesantren Menurun

Mas’ud menyampaikan hal itu saat memberi pengarahan dalam seminar “Hasil Pengembangan Karya Tulis Ilmiah Santri” di Hotel M-One Jalan Raya Jakarta-Bogor Km 49,5 Cimandala Sukaraja Bogor, Kamis (20/11), yang digelar Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puspenda) Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mas’ud menambahkan, sekarang ini belum ada lagi penulis produktif dari kalangan ulama setelah Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh. “Yang menarik, adalah kitab Thariqatul Hushul ala Ghayatil Wushul karya Kiai Sahal Mahfudh, sebuah penjelasan dari kitab Ghoyatul Wushul karya Syekh Abu Zakariya al-Anshori,” tegasnya.

Menurutnya, pemeliharaan tradisi keilmuan meliputi menulis dan membaca kitab kuning sebagai salah satu fungsi pesantren diwujudkan dalam bentuk aneka karya tulis. Sebagai penulis produktif, ulama zaman dahulu melahirkan karya besar. Sayangnya, masih banyak yang belum dibukukan sebagai warisan kepada generasi penerus. Bagi Mas’ud, kaderisasi penulisan yang dilakukan Puspenda sangat penting untuk melahirkan penulis baru yang handal.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mas’ud secara khusus memberikan selamat dan apresiasi kepada para santri yang terpilih dalam 10 besar. Ia berharap mereka makin berkembang kemampuan menulisnya. “Saya berharap adik-adik santri yang terpilih ini menjadi penulis handal di masa depan. Saya tahu, tidak mudah dalam proses penulisan tersebut. Yang jelas, all beginning is difficult. Banyak pemula yang sampai berdarah-darah saking sulitnya,” seloroh Mas’ud. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal News, Warta, Sejarah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Quraish Shihab Isi Halaqah Nasional Islam Moderat di UIM

Makassar, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Universitas Islam Makassar (UIM) menggelar Halaqah Nasional Radikalisme dan Wasathiyah dengan tema Membentuk Generasi Muslim Moderat yang menghadirkan pembicara Prof HM. Quraish Shihab, Direktur Pusat Studi Al-Quran (PSQ), Rabu (13/9) lalu di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM Makassar.

Quraish Shihab Isi Halaqah Nasional Islam Moderat di UIM (Sumber Gambar : Nu Online)
Quraish Shihab Isi Halaqah Nasional Islam Moderat di UIM (Sumber Gambar : Nu Online)

Quraish Shihab Isi Halaqah Nasional Islam Moderat di UIM

Halaqah tersebut merupakan kerja sama UIM dengan Pengurus Wilayah NU Sulawesi Selatan, Kementerian Agama Kota Makassar, Ikatan Cendikiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulsel.

Rektor Universitas Islam Makassar Majdah Agus Arfin Numang dalam sambutannnya mengungkapkan rasa terima kasih kepada Prof Quraish yang telah menyempatkan diri hadir, semoga membawa keberkahan di kampus kami.?

"Mulai tahun ini UIM membuka Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir, kami mohon arahan dan binaan Prof Quraish yang juga pakar tafsir Al-Quran," ungkap Majdah.

? "Selain itu, UIM sebagai perguruan tinggi NU menjadi pusat kajian Aswaja di Sulawesi Selatan, sehingga diharapkan melahirkan generasi muslim yang moderat," tutup Majdah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anre Gurutta Sanusi Baco dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembinaan umat saat ini tidak bisa hanya bermodalkan semangat berapi-api, tetapi harus dibarengi dengan strategi, itulah yang disebut Wasathiyah atau moderat.?

Gurutta Sanusi juga bercerita tentang peran Prof Quraish dalam pembagunan UIM. "Prof Quraish banyak membantu pada masa awal berdirinya Kampus Al-Ghazali yang merupakan cikal bakal dari Universitas Islam Makassar, Gedung Rektorat UIM merupakan bantuan yang didatangkan melalui beliau," imbuh Gurutta.

Sementara itu, Prof Quraish mengungkapkan radikalisme adalah buah dari ekstrimisme. "Ekstrimisme dapat diartikan tingkat yang tertinggi, dapat pula diartikan memaksakan kehendak, maka dari itu ekstrimisme harus diobat atau dihilangkan," ungkap Prof Quraish.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Dalam ajaran Islam mengarah kepada hal Wasathiyah, yaitu dapat menerima siapapun, muslim ataupun nonmuslim. Selain itu, yang menyebabkan orang berpaham radikal atau menyimpang dari Wasathiyah adalah karena kurangnya pengetahuan orang tersebut, inilah yang terjadi saat ini," tambah Penulis Tafsir Al-Misbah ini.

Tak lupa Prof Quraish bercerita ketika bersama Gurutta Sanusi belajar di Mesir serta memuji perkembangan UIM yang dulunya bernama Al-Ghazali. "Perkembangan pesat UIM saat ini tidak lepas keikhlasan para pencetusnya, termasuk Gurutta Sanusi Baco,” tutur Quraish Shihab.

Hadir pada acara tersebut, Kepala Balitbangda Sulsel Iqbal Samad Suhaeb, Pimpinan dan pejabat struktural UIM, Pengurus dan anggota ICATT Sulsel, Pejabat Kementerian Agama Kota Makassar, serta ratusan dosen dan mahasiswa dari beberapa kampus di Makassar. (Muh. Nur/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Sejarah, Ahlussunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Jaga Masjid dari Kelompok Berseberangan dengan NKRI!

Tegal, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua PBNU KH Abdul Manan A Gani mengatakan, pasca reformasi keran demokrasi terbuka lebar dan berakibat munculnya ideologi-ideologi yang berseberangan dengan NU dan NKRI. Ideologi-ideologi tersebut kini masuk ke masjid-masjid sebagai basis gerakan, tak terkecuali masjid NU.

Ia menegaskan, masjid-masjid yang telah dibangun warga NU hendaknya dijaga dari pengaruh yang tidak sejalan dengan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Masjid, tambahnya, sejak dahulu telah banyak berkontribusi dalam meciptakan harmoni masyarakat.

Jaga Masjid dari Kelompok Berseberangan dengan NKRI! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaga Masjid dari Kelompok Berseberangan dengan NKRI! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaga Masjid dari Kelompok Berseberangan dengan NKRI!

"Masjid yang didirikan oleh orang-orang NU harus dilindungi, agar jangan direbut golongan lain," tegasnya dalam Pelatihan Muharrik Masjid Se-Kabupaten Tegal yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah Ahad (10/1).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

PBNU memberi arahan bahwa pengurus masjid harus mampu mengorganisasi masjidnya dengan baik dan benar, serta meramaikannya dengan berbagai kegiatan sosial keagamaan. Ketika masyarakat membutuhkan pemenuhan hajat hidup, masjid mampu menyediakannya sebagaimana tema pelatihan yang diusung, "Dari rumah-Nya kita makmurkan bumi-Nya".

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pelatihan penggerak masjid yang berlangsung di Masjid Almuttaqin Desa Kaliwadas Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal ini diikuti ratusan pengurus takmir masjid dari berbagai kecamatan. Pelatihan bertujuan untuk menguatkan kapasitas ketakmiran dan peran sosial masjid di tengah masyarakat. (M Zulfa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sejarah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Pelajar Jombang Jalan Kaki Ziarahi Pendiri NU

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ratusan kader Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Jombang berjalan kaki puluhan kilometer ke makam para muassis (pendiri) NU. Kegiatan yang berlangsung sejak Jumat hingga Sabtu (14-15/10) tersebut dalam rangakian memperingati Hari Santri dan tahun baru 1438 H.

Wakil Bupati Jombang Nyai Hj Mundjidah Wahab pada apel pemberangkatan di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan mengemukakan, agar semangat para santri tetap dijaga. "Semoga napak tilas yang dilakukan ini mampu memberikan inspirasi dan motivasi bagi para santri agar menjadi orang yang bermanfaat bagi negara dan agama, seperti para ulama terdahulu," kata putri pahlawan nasional, KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab) tersebut, Jumat (14/10) siang.

Pelajar Jombang Jalan Kaki Ziarahi Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Jombang Jalan Kaki Ziarahi Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Jombang Jalan Kaki Ziarahi Pendiri NU

"Saat napak tilas, di setiap makam kita melakukan refleksi bersama atas perjuangan para tokoh ulama dalam berkontribusi terhadap pembangunan bangsa," kata Muhammad Abdul Haris. Ketua PC IPNU Jombang ini mengemukakan bagaimanapun juga negara sudah mengakui bahwa santri ikut terlibat dalam pembangunan bangsa, lanjutnya.

Lebih detil, Abdul Haris menyampaikan berjalan kaki ini mulai dari makam KH Romli Tamim di Pesantren Darul Ulum Rejoso. Selanjutnya rombongan berangkat menuju makam KH Hasyim Asyari, KH Wahid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid di Pesantren Tebuireng. Dan sekitar pukul 21.00, mereka beristirahat untuk menginap di salah satu mushalla di Desa Seblak, Kecamatan Diwek.

Keesokan harinya, rombongan melanjutkan perjalanan ke makam KH Asyari, ayahanda dari KH Hasyim Asyari di Desa Keras, Kecamatan Diwek. Berikutnya mereka menuju makam KH Bisri Syansuri di Pesantren Mambaul Maarif Denanyar. Sedangkan tujuan terakhir di makam Mbah Wahab yakni Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ratusan pelajar ini akan menunggu kedatangan tim Kirab Resolusi Jihad NU yang telah melakukan perjalanan dari berbagai kota di Jawa Timur. "Rombongan PBNU akan tiba di Jombang Sabtu. Jadi, nanti kita akan bergabung bersama mereka," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sejarah, PonPes Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

Ingin Lacak Naskah Klasik Keagamaan, Inilah Lamannya

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Guna memfasilitasi masyarakat atau pihak-pihak lain yang menginginkan akses terhadap manuskrip klasik keagamaan, Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan (LKK) Kementerian Agama kini sudah mempublikasikan hasil naskah-naskah yang selama ini sudah dikumpulkan. Alamat laman untuk menyimpan naskah-naskah tersebut adalah http://lektur.kemenag.go.id/manuskrip/

Laman tersebut menyediakan data hasil penelitian sejak tahun 2013-2016 dengan jumlah sekitar 2500 naskah. Karya yang diunggah berasal dari berbagai tempat seperti Aceh, Banten, Jawa Barat, Sumatra Barat, dan lainnya. Pembaca dengan mudah bisa mengunduh dan menyimpan naskah klasik yang disimpan dalam bentuk JPEG sehingga bisa dibaca di semua komputer atau tablet.?

Ingin Lacak Naskah Klasik Keagamaan, Inilah Lamannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin Lacak Naskah Klasik Keagamaan, Inilah Lamannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin Lacak Naskah Klasik Keagamaan, Inilah Lamannya

Dilihat dari gambar yang ada, beberapa naskah kondisinya sudah tidak baik seperti adanya bekas air, sobek atau tinta yang sudah luntur. Digitalisasi ini berhasil menyelamatkan keberadaan naskah berharga itu.?

Kemenag, dalam setiap naskah yang diunggah memberikan watermark (penanda digital) bahwa naskah tersebut dipotret oleh pihaknya.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam setiap halaman juga dideskripsikan tentang sumber naskah, jenis kertas, bahasa dan huruf yang digunakan. Lalu isi naskah tersebut dibahas singkat, mulai dari siapa yang menuliskannya, pembahasan dan hal-hal lain terkait dengan pentingnya naskah tersebut. Hal ini akan memudahkan publik awam yang tidak bisa membaca huruf pegon karena naskah-naskah tersebut ditulis dalam huruf Arab Jawi sebagaimana tradisi klasik yang berlaku di Nusantara. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sejarah, Anti Hoax, Kiai Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kualat karena Berbohong kepada Sang Ayah

Kisah nyata ini aku tulis dari pengalaman pribadiku sendiri. Dulu sebelum aku mendapat pelajaran berharga dari kejadian yang aku alami ini, aku sangat membenci ayahku. Yang paling menyedihkan adalah ayahku seorang yang kurang taat dalam beribadah. Super galak. Jahat kepada ibuku. Sering bertengkar dan main tangan mukul, terutama saat-saat kondisi terhimpit ekonomi.

Oleh karena itu hampir seluruh keluarga membenci ayah. Padahal kalau dipikir lebih dalam dialah yang dengan gaya galaknya dan gaya kerasnya telah menghidupi lima orang anak dan satu istri selama ini.

Kualat karena Berbohong kepada Sang Ayah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kualat karena Berbohong kepada Sang Ayah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kualat karena Berbohong kepada Sang Ayah

Hatiku mulai terbuka bahwa ayah juga wajib dihormati adalah ketika aku sudah bisa bekerja. Pada mulanya ayah tidak pernah aku kasih jatah uang. Semua uang gajianku aku serahkan pada ibu karena menurutku selama ini ibu adalah satu-satunya orang yang harus aku bahagiakan, sedangkan ayah tidak. Karena menurutku ayah terlalu jahat dan tidak wajib aku hormati.

Suatu hari di tanggal-tanggal tua, waktu uang tinggal tipis-tipisnya, tersisalah di dompetku 27 ribu rupiah. Seperti biasa, saat akan bekerja aku tidak pernah lupa mencium tangan ibu dan ayah. Walaupun aku benci ke ayah tetapi aku menyembunyikannya dengan tetap juga menyalami dan mencium tangannya—kendatipun kadar hormat dalam hati tak seperti saat aku mencium tangan ibuku.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selesai aku mncium tangannya, ayahku berbicara, “Nak, njaluk duwike gawe tuku rokok aku gak duwe rokok blas (Nak, minta uangnya buat beli rokok, aku tiak punya uang sama sekali).”

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam hati, aku berbicara kalu uang sisa Rp27.000 aku kasihkan ayah maka tujuh ribu kiranya pas buat beli rokok. Artinya, aku berangkat kerja hanya dengan membawa uang Rp20.000—menurutku uang segnini kurang untuk pegangan. Dan ahirnya aku jawab dengan berbohong, "Nggak ada Pak, uangku cuma sisa tujuh ribu” (sambil aku pura-pura bolak-balik dompetku yang padahal isinya ada Rp27.000.

Dan akhirnya ayah berkata lagi, "Oh ya sudah, wis buat kamu aja, Nak. Takut nanti di jalan ada apa-apa, ada ban bocor atau gimana. Nggak apa-apa wis Bapak nggak jadi minta, nanti gampang bapak nyari utangan aja buat beli rokok."

Lalu saya pun berangkat naik sepeda motor. Dah kualatnya, belum sampai 200 meter naik motor aku menabrak bebek tetangga hingga mati. Kebetulan orang yang punya bebek itu ada di situ dan langsung menghampiriku minta ganti rugi sebesar Rp20.000. Subkhanallah, uang Rp27.000 yang tadi aku akui ke ayahku cuma tujuh ribu selang 3 menit sudah benar-benar menjadi Rp7.000.

Perasaanku campur aduk selama perjalanan berangkat kerja. Dan tak terasa air mata tiba-tiba bercucuran sambil aku mengendarai motorku. Teringat wajah ayah yang baru saja aku bohongi, teringat jelas raut wajah-wajah kesedihannya, teringat jelas kata-katanya saat mencoba minta uang padaku. Dan tidak aku beri.

Sejak saat itu aku berjanji akan selalu berbakti kedua orang tuaku yakni ibu dan bapakku. Dan juga berjanji tidak akan pernah lagi membohongi ayahku.

Maafkan saya, Ayah.Selama ini aku keliru menilaimu. Aku kira hanya ibu satu-satunya orang tempat aku wajib berbakti.



Pengirim: Shohibul Imam.





======

Kedung Sukun Adiwerna Tegal mengajak kepada pembaca semua untuk berbagi kisah inspiratif penuh hikmah baik tentang diri sendiri atau orang lain. Silakan kirim ke email: redaksi@nu.or.idDari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Lomba, Tegal, Sejarah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 30 November 2017

Ketika Imam Ahmad bin Hanbal Menolak Jawab Pertanyaan

Dalam kitab Shifat al-Shafwah, Imam Abu al-Farj Ibnu Jauzi (510-597 H) mengisahkan penolakan Imam Ahmad bin Hanbal rahimahu Allah untuk menjawab pertanyaan seputar wara’. Diceritakan:

Ketika Imam Ahmad bin Hanbal Menolak Jawab Pertanyaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Imam Ahmad bin Hanbal Menolak Jawab Pertanyaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Imam Ahmad bin Hanbal Menolak Jawab Pertanyaan

? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ?! ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, ? ? ? ? ?.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Diriwayatkan dari Ahmad bin Abdullah bin Khalid, dia berkata: “Imam Ahmad bin Hanbal ditanya tentang masalah wara’.”

Ia menjawab: “Aku memohon ampun kepada Allah. Tidak halal bagiku untuk berbicara tentang masalah wara’, karena aku memakan hasil bumi Baghdad. Tapi, jika kau hendak mengetahuinya, Bisyr bin Harits adalah orang yang pantas menjawab pertanyaanmu. Dia tidak memakan hasil bumi Baghdad dan tidak memakan makanan yang tidak jelas. Dia pantas untuk berbicara tentang masalah wara’.” (Jamaluddin Abu al-Farj bin Jauzi, Shifat al-Shafwah, Beirut: Darul Kutub al-‘Arabi, 2012,hlm 429).

****

Ulama-ulama kita di zaman dulu sangat berhati-hati dalam menjawab pertanyaan. Mereka tidak akan menjawab pertanyaan dengan sembarangan. Apalagi jika pertanyaannya seputar praktik ibadah seperti zuhud, wara, tawakkal dan lain sebagainya. Imam Ahman bin Hanbal, dalam kisah di atas, merasa tidak memiliki kualifikasi untuk menjawab pertanyaan tersebut. Dengan alasan, ia masih memakan hasil panen Baghdad, yang cara pengolahan, pendistribusian dan penjualannya tidak diketahui secara jelas:  apakah dalam salah satu prosesnya terdapat perbuatan yang dilarang atau tidak.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Satu-satunya orang yang ia yakini kewaraannya adalah Bisyri bin Harits al-Hafi (767-850 M). Disebut al-Hafi karena Imam Bisyri tidak pernah mengenakan sandal, selalu bertelanjang kaki kemana pun ia pergi.Imam Ahmad bin Hanbal tidak pernah melihat Imam Bisyri memakan makanan yang tidak jelas asal-usulnya. Hidupnya dipasrahkan semuanya kepada Allah dan melayani orang-orang di sekitarnya.Ia hanya makan untuk memenuhi hak tubuh atas dirinya. Sekali waktu Imam Bisyri pernah mengatakan:

? ? ? ? ? ? ?

“Sesungguhnya lapar itu dapat menjernihkan hati dan mendatangkan pengetahuan yang halus.” (Jamaluddin Abu al-Farj ibnu Jauzi, 2012, hlm 429).

(Baca juga: Bisyr al-Hafi, Waliyullah Berjiwa Sosial yang Mantan Berandal)

Untuk memahami perkataan Imam Bisyri di atas, kita harus menggunakan sudut pandang pengetahuan. Lapar akan dimaknai secara berbeda oleh orang yang berbeda. Tapi, yang paling berpengaruh dalam pemaknaannya adalah latar belakang pengetahuannya. Orang yang berilmu dapat menjadikan lapar sebagai motivasi untuk sukses. Orang yang tidak berilmukurang mampu mendapatkan manfaat dari kelaparannya, bahkan tidak sedikit yang memilih mencuri untuk mengatasi kelaparannya.

Lain lagi dengan orang berilmu yang terus-menerus melatih hatinya agar bersih dari cela, seperti Imam Bisyri al-Hafi. Setiap kali lapar, ia mendapatkan pengetahuan baru. Bagi Imam Bisyri, kelaparan adalah guru. Darinya, ia belajar bersabar, bertawakkal, bersyukur dan lain sebagainya. Gambarannya seperti ini,tanpa lapar, mampukah kita merasakan kenikmatan kenyang; tanpa lapar, akankah kesabaran kita terlatih secara alami, dan seterusnya. Orang yang mampu bertafakkur di saat lapar, dan mengambil hikmah darinya, tentulah bukan orang sembarangan.

Imam Ahmad bin Hanbal tahu betul akan kewaraan Imam Bisyri. Karena itu,Ia berpendapatorang yang pantas berbicara tentang wara’ adalah Bisyri al-Hafi, bukan dirinya. Hal ini yang telah hilang dalam kultur beragama kita. Sekarang ini, semua orang berusaha menjawab pertanyaan, tanpa memandang kelayakan diri. Akibatnya, banyak fatwa keagamaan yang tidak sesuai dengan hukum aslinya.Hal ini diperparah oleh penggunaan fatwa-fatwa itu untuk mengadili pendapat lainnya, yang bisa jadi pendapat lain itu lebih benar. Melihat fenomena ini, kita harus kembali pada jalan yang dilalui ulama-ulama kita di masa lalu, “falyaqul khairan aw li yasmut—ucapankanlah kebaikan, jika tidak lebih baik diam.”

Tindakan menarik juga pernah dilakukan Imam Hasan al-Bashri (642-728 M). Suatu ketika sekelompok budak di Kufah menghampirinya dan meminta Imam Hasan al-Bashri untuk memberi khutbah tentang keutamaan membebaskan budak.Imam Hasan al-Bashri mengiyakan dan berjanji akan menyampaikannya di depan jamaah. Di Jum’at pertama, para budak menunggu di masjid untuk mendengarkan khutbah Imam Hasan al-Bashri, tapi dia tidak mengucapkan sedikit pun tentang keutamaan membebaskan budak.

“Mungkin Imam Hasan lupa,” kata budak itu satu sama lainnya.

Di Jum’at kedua, Imam Hasan al-Bashri tetap tidak mengungkit tentang keutamaan membebaskan budak. Begitu seterusnya hingga Jum’at keempat. Para budak sangat kecewa dengan Hasan al-Bashri. Mereka memandang Imam Hasan sebagai pembohong dan orang yang tidak menepati janji. Di Jum’at kelima, Imam Hasan al-Bashri mengatakan bahwa salah satu misi Islam adalah membebaskan perbudakan, baik yang berasal dari tawanan perang maupun dari hasil jual beli. Orang-orang yang mendengar khutbahnya, ketika selesai shalat Jum’at, mereka berlomba-lomba membebaskan budaknya. Hari itu bisa dikatakan sebagai pembebasan budak masal di Kufah.

Para budak yang telah kecewa, terkejut dengan khutbah Imam Hasan al-Bashri. Mereka berduyun-duyun mendatangi Imam Hasan al-Bashri dan bertanya,“kenapa baru sekarang, tidak dari awal saja?” Imam Hasan al-Bashri menjawab:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Ketika kalian mengatakannya padaku (aku telah setuju), tapi aku tidak memiliki budak. Aku tidak ingin memerintahkan kebaikan pada masyarakatatas sesuatu yang belum aku lakukan. Karena aku miskin, aku harus mengumpulkan harta untuk membeli budak. Lalu kubiarkan dia melayaniku beberapa hari untuk merasakan sejauh mana kebutuhanku padanya (memiliki budak). Ketika aku yakin dalam hatiku betapa besar aku membutuhkannya, aku membebaskannya dan menyampaikan khutbah ini.” (Ahmad Muhammad ‘Athiyat, al-Iqna’, ‘Amman: Amwaj, 2012, hlm 22).

Fatwa atau nasihat agama tentu akan diterima dengan berbeda oleh pendengarnya jika yang memberi fatwa dan nasihat benar-benar telah melakukannya, seperti kasus Imam Hasan al-Bashri di atas. Setelah mendengar ceramahnya, orang-orang berlomba-lomba untuk membebaskan budak.Itulah cara ulama kita di masa lalu. Mereka sangat berhati-hati dalam mengeluarkan fatwa keagamaan, meskipun pengetahuan agama mereka sangat tinggi dan diakui oleh banyak ulama yang semasa atau setelahnya. 

Semoga kita bisa melestarikan tradisi mereka dan terlepas dari berbagai fitnah zaman. Allahumma sallimna min fitnah hadzihiz zaman. Amin.

Muhammad Afiq Zahara, pernah nyantri di Pondok Pesantren Darussa’adah, Bulus, Kritig, Petanahan, Kebumen.

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sejarah, Daerah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 18 November 2017

KH Ma’ruf Amin Akan Temui Ahok Terkait Penggusuran di Luar Batang

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal



Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin mengatakan akan menemui Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk membahas nasib daerah penggusuran Luar Batang dan lokasi sekitarnya Kampung Akuarium dan Pasar Ikan.

KH Ma’ruf Amin Akan Temui Ahok Terkait Penggusuran di Luar Batang (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ma’ruf Amin Akan Temui Ahok Terkait Penggusuran di Luar Batang (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ma’ruf Amin Akan Temui Ahok Terkait Penggusuran di Luar Batang

"Kami akan bertemu Pemda untuk mempertahankannya. Tidak digusur tapi diperbaiki," kata Kiai Ma’ruf saat mengunjungi lokasi penggusuran di sekitar Luar Batang, Jakarta, Selasa.

Kiai Ma’ruf yang juga rais aam NU ini mengatakan salah satu hal yang akan direkomendasikan terkait hak-hak warga itu adalah supaya Ahok dapat membangun kembali rumah yang telah digusur dengan yang lebih baik.

Kiai Ma’ruf mengatakan pihaknya sangat prihatin dengan kondisi warga Luar Batang pascapenggusuran oleh otoritas Pemda DKI. Terlebih setelah MUI meninjau langsung lokasi penggusuran itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kendati demikian, MUI akan melakukan investigasi lebih dalam terlebih dahulu mengenai rincian hak-hak warga yang dilanggar. Dengan begitu, rekomendasi-rekomendasi yang disampaikan saat bertemu Ahok akan menyeluruh.

Kiai Ma’ruf mengatakan Pemda DKI sudah seharusnya mempertahankan situs sejarah Luar Batang dan sekitarnya lantaran kawasan itu sudah ada sejak lama yaitu ketika kota Sunda Kelapa cikal bakal Jakarta dibangun.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kawasan Luar Batang, kata dia, memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi khususnya terkait dengan Islam.

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya melakukan relokasi warga Pasar Ikan dengan memberikan solusi kepada warga yang telah bermukim sejak lama dan memiliki rumah tinggal di lingkungan RT 001, 002, 011 dan 012 di RW 04 untuk mendapatkan hunian layak di rusun Marunda dan Rawa Bebek.

Saat dilakukan penggusuran pada Senin pagi (11/4), ratusan warga Pasar Ikan mencoba menolak dan bertahan. Bahkan petugas pengamanan gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polisi dan TNI sebanyak 4.218 personel membawa sejumlah warga dengan bus yang telah disediakan. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Aswaja, Meme Islam, Sejarah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 12 November 2017

Angkat Tema KH Ali Maksum, Majalah Bangkit Laku Keras

Yogyakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Mengenang haul ke-25 Rais Aam keempat PBNU KH Ali Maksum, Majalah Bangkit menerbitkan edisi khusus. Pada edisi majalah terbitan PWNU DI Yogyakarta ini para santri Kiai Ali memberikan testimoni mengenang jasa sang guru.

Para santri itu antara lain KH A. Mustofa Bisri (Pejabat Rais Aam PBNU), KH A Malik Madany (Katib Aam PBNU), KH Masdar F Masudi (PBNU), KH. Asyhari Abta (Rais Syuriah PWNU DIY), Dr. Phil. Sahiron Syamsudin (Dosen UIN Suka dan Wakil Rais Syuriah PWNU DIY), dan masih banyak lagi.

Angkat Tema KH Ali Maksum, Majalah Bangkit Laku Keras (Sumber Gambar : Nu Online)
Angkat Tema KH Ali Maksum, Majalah Bangkit Laku Keras (Sumber Gambar : Nu Online)

Angkat Tema KH Ali Maksum, Majalah Bangkit Laku Keras

"Ketika lapak majalah Bangkit sudah dipajang di dua tempat arena haul, santri dan masyarakat langsung berebut," demikian kesaksian Syaefudin, marketing Bangkit yang sibuk melayani pelanggan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Para alumni yang datang sangat senang hadirnya edisi KH Ali Maksum. Setidaknya, pulang ke rumah masing-masing membawa bingkisan majalah yang mengulas sang guru tercinta," ujar Mukhtar Salim, Sekretaris PWNU DIY yang juga alumni Pesantren Krapyak.

Sedangkan KH Asyhari Abta menyambut baik hadirnya edisi khusus ini. Ia mengharapkan majalah kebanggaan warga NU DIY ini mampu mengulas berbagai tokoh NU yang selama ini belum banyak dikupas. Dengan begitu, majalah Bangkit akan menemukan pembaca setia.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Ayo kita angkat tokoh-tokoh yang lain. Semoga Bangkit semakin maju dan lancar," ujar Kiai Asyhari yang hadir dalam acara haul bersama Prof Maksum, Ketua PBNU. (Muyas/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sejarah, RMI NU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 09 November 2017

Budayakan Semangat Berkompetisi

Pamekasan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sebagai kader Islam, semangat berkompetisi harus dibudayakan secara utuh. Utamanya dalam bidang keilmuan.

Budayakan Semangat Berkompetisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Budayakan Semangat Berkompetisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Budayakan Semangat Berkompetisi

Hal demikian ditegaskan oleh Ketua MWCNU Kadura, Pamekasan, KH Baidowi Absom, dalam pembukaan Olimpiade Mathematic And English Competition (MEC) yang digelar IPNU-IPPNU Kadur di Pondok Pesantren Sumber Gayam.

"Fastabiqul Khoirat, berlomba-lombalah kalian menuju kebaikan. Olimpiade ini adalah kebaikan. Sebab, kegiatan ini merupakan bentuk keilmuan. Dan ilmu, dalam ajaran Islam, wajib dicari dan dipelajari," tegas KH Baidowi Absom yang disimak khidmat oleh peserta.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut pengasuh Sumber Gayam ini, ilmu matematika dan bahasa Inggris, jika dipandang secara hukum, bisa fardhu kifayah dan bisa juga hukum sunnah.

"Dengan demikian, kegiatan ini mengandung hukum ibadah. Dengan catatan, para peserta bisa berniat ibadah. Demi ilmu. Tidak sekadar ikut-ikutan," terangnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pihaknya yakin dengan kegiatan ini, bila kita ikhlas, maka masuk pada kategori ibadah guna menghormati kelahiran nabi.

"Semoga yang hadir dan yang ikut terlibat dalam kegiatan ini, bisa mendapatkan syafaat dari Nabi SAW," ujarnya.

KH Baidowi berharap, perlombaan ini bisa berjalan tenang, damai, dan tidak saling merobohkan. Sebab, ini bukan pencak silat melainkan pertarungan keilmuan yang mesti dilandaskan sportivitas.?

Redaktur ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sejarah, Santri Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 04 November 2017

Warga NU Kota Demak Serta Para Santri Gelar Tahlil

Demak, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Demak Kota bekerja sama dengan Komunitas Santri Demak (KSD) mengirimkan doa dan tahlil untuk Rais KH MA Sahal Mahfudh di aula pesantren Nurul Hikmah Merbotan Bintoro Demak, Jum’at (7/3) malam. Peringatan ini digelar untuk meneladani Rais Aam PBNU itu.

Rais Syuriyah NU Demak KH Alawy Mas’udi menceritakan Mbah Sahal sebagai sosok yang arif dan bijaksana di mana Rais Aam PBNU bersifat sedikit bicara dan mudah mengerti. Saat pulang dari Mekkah, ia dititipkan kitab oleh Syeh Yasin Padang untuk Mbah Sahal,

Warga NU Kota Demak Serta Para Santri Gelar Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Kota Demak Serta Para Santri Gelar Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Kota Demak Serta Para Santri Gelar Tahlil

“Saat saya pulang dari Mekah dititipi Syeh Yasin persoalan bangsa Indonesia dan kitab untuk dikasihkan ke Mbah Sahal. Ia hanya bilang, ‘Ya terima kasih’ saat saya menyampaikan salam Syekh Yasin,” tutur Kiai Alawy.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Kiai Alawy, bicara seperlunya merupakan tanda orang alim. “Kiai seperti Mbah Sahal kalau mengeluarkan fatwa tidak semaunya sendiri tapi berdasarkan ilmu, bagaimana caranya masalah fiqih bisa diterima oleh masyarakat secara keseluruhan,” imbuhnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Tampak hadir dalam peringatan 40 hari tahlil Mbah Sahal, Ketua MUI KH Moh Asyik, pejabat pemda Demak, Ketua Alumni Maslakul Huda yang juga kepala pengadilan. Peringatan ini ditutup dengan sajian menu khas santri, pecel terong. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sejarah, Nahdlatul, Nahdlatul Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 31 Oktober 2017

PWNU DKI Jakarta Buka Liga Santri Nusantara Region Ibu Kota

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Sekretaris PWNU DKI Jakarta H Muallif ZA menyerahkan bola kepada Ketua Panitia Pelaksana Liga Santri Nusantara (LSN) zona Ibu Kota Sumarsono di GOR Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (13/8) pagi. Penyerahan simbolis ini menandai pembukaan babak awal LSN untuk region Ibu Kota DKI Jakarta.

H Muallif ZA dalam sambutannya menyatakan apresiasi kepada grup peserta LSN yang terdiri atas santri pesantren di seantero DKI Jakarta.

PWNU DKI Jakarta Buka Liga Santri Nusantara Region Ibu Kota (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU DKI Jakarta Buka Liga Santri Nusantara Region Ibu Kota (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU DKI Jakarta Buka Liga Santri Nusantara Region Ibu Kota

“Saya memberikan motivasi kepada peserta yang terpilih sebagai putra terbaik yang mewakili pesantren. Santri selama ini dianggap hanya belajar ibadah. Di sini kita tunjukkan bahwa santri juga bisa berprestasi dalam bidang olahraga,” kata Muallif ZA.

Tampak hadir Kepala Bidang Pengembangan Pemda DKI Jakarta? H Jazimi dan Ketua Rabithah Maahid Islamiyah NU DKI Jakarta H Bahauddin.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara Sumarsono menyambut baik pembukaan LSN region DKI Jakarta ini.

Alhamdulillah, kesempatan yang kita tunggu akhirnya tiba. Inilah pembukaan LSN region Jakarta,” kata Sumarsono.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurutnya, jumlah pesantren di DKI Jakarta yang terdata oleh RMI NU DKI Jakarta mencapai 88 pesantren. Hanya saja yang lolos seleksi berjumlah 33 grup sepak bola pesantren di Jakarta.

“DKI Jakarta pada LSN tahun kemarin masuk delapan besar. Tahun kemarin pesantren dari Jember mewakili Indonesia di luar negeri. Tahun ini kita rebut. Harus pesantren dari DKI Jakarta,” kata Sumarsono.

Pembukaan LSN region Jakarta ini disusul dengan pertandingan grup sepakbola Pesantren Al-Itishom melawan Pesantren Al-Falah. Sementara di lapangan lainnya grup sepakbola Pesantren As-Siddiqiyah melawan Pesantren Al-Misbah. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sejarah, Syariah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 18 Oktober 2017

Jika Tak Memungkinkan, Sebaiknya Ibu Hamil Tidak Naik Pesawat

Sidoarjo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Perempuan hamil yang bepergian dengan pesawat untuk keluar kota dengan jarak tempuh yang cukup jauh, tentu lebih efektif dari segi waktu. Tetapi, transportasi pesawat menjadi alternatif dengan catatan kondisi kehamilannya dipastikan sehat tanpa komplikasi atau penyakit penyerta lainnya.

"Jika dipaksakan terbang dalam kondisi kehamilan yang tidak memungkinkan, bisa terjadi risiko gangguan ringan hingga berat. Seperti keguguran pada kehamilan awal, lahir sebelum waktunya, sumbatan pembuluh darah, sampai dehidrasi yang dapat berakibat fatal bagi kondisi ibu dan janin," kata dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU Sidoarjo, Umi, Jumat (12/2).

Jika Tak Memungkinkan, Sebaiknya Ibu Hamil Tidak Naik Pesawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Jika Tak Memungkinkan, Sebaiknya Ibu Hamil Tidak Naik Pesawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Jika Tak Memungkinkan, Sebaiknya Ibu Hamil Tidak Naik Pesawat

Umi menyarankan sebaiknya pada saat kehamilan berusia di atas 12 minggu di bawah 36 minggu, dan sampai 32 minggu untuk hamil kembar. Pada usia kehamilan di atas 12 minggu, ibu hamil sudah melewati masa-masa mual, kondisi kehamilan sudah lebih stabil serta kondisi fisik sang ibu sudah lebih kuat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebelum usia kandungan mencapai 12 minggu, sebaiknya ibu hamil tidak menggunakan transportasi pesawat. Dikhawatirkan, kondisi ibu hamil dapat menimbulkan risiko gangguan lainnya bahkan bisa terjadi keguguran. Karenanya sebelum bepergian sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu untuk memastikan sejauh mana kondisi kesehatan ibu dan kandungannya.

"Terutama jika sebelumnya pernah menderita beberapa hal, seperti pernah mengalami perdarahan selama kehamilan, kencing manis, rasa mual berlebihan di pagi hari, pernah keguguran, hipertensi, penyakit jantung hingga preeclampsia/eklampsia," terang dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU itu.

Risiko gangguan ringan bisa dialami seperti perut kembung, telinga berdenging, perut berkontraksi, hingga kram dan pembengkakan pada kaki atau mata kaki. Kondisi itu umumnya terjadi selama penerbangan di atas 3-5 jam. Sementara gangguan yang lebih serius berupa pembekuan darah (blood clots/thrombosis).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Gejala terjadinya pembengkakan, nyeri dan merah pada bagian belakang kaki terutama di bawah lutut. Penyebab kedua gangguan itu adalah kurang lancarnya peredaran darah," jelasnya.

Menurutnya, bagi ibu hamil yang hendak naik pesawat sebaiknya jauh hari sebelum berangkat harus periksa ke dokter kandungan terlebih dulu, mencari informasi seputar rumah sakit atau pertolongan medis di tempat tujuan pada hari keberangkatan dan saat penerbangan, tiba di bandara jauh lebih awal agar lebih santai ketika melalui proses check-in dan securiti.

Terburu-buru di Bandara, sambung Umi, dapat menimbulkan stres dan itu bukan awal yang baik untuk memulai penerbangan terutama bagi ibu hamil. Begitu sampai di pesawat, usahakan untuk ke toilet terlebih dahulu. Hal itu berguna jika ternyata penerbangan pesawat ditunda dan penumpang sudah tidak diperbolehkan ke toilet.

"Beritahu petugas di konter check in Bandara tentang keadaan Anda agar mereka dapat mempersiapkan kebutuhan Anda sebaik mungkin, kenakan pakaian yang longgar dan nyaman, sepatu yang nyaman dan compression stocking, kenakan sabuk pengaman tepat di bawah perut, minum air dan jus yang banyak untuk menghindari dehidrasi selama penerbangan," tegasnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal PonPes, Nasional, Sejarah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 03 September 2017

JK Dijadwalkan Hadiri Peringatan Harlah NU Malam Ini

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Hari lahir (harlah) ke-89 NU yang jatuh hari ini, Sabtu (31/1), diperingati secara sederhana di halaman kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. Wakil Presiden RI H Muhammad Jusuf Kalla dijadwalkan datang pada acara tahunan ini.

JK Dijadwalkan Hadiri Peringatan Harlah NU Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
JK Dijadwalkan Hadiri Peringatan Harlah NU Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

JK Dijadwalkan Hadiri Peringatan Harlah NU Malam Ini

“Berdasarkan kunjungan kami ke Kantor Wakil Presiden, beliau (Jusuf Kalla) yakin akan hadir. Pak JK bilang ‘Insyaallah’. Sekitar pukul 19.30 WIB beliau tiba di lokasi acara,” terang Ketua Panitia Harlah ke-89 NU, H Abdul Manan A Ghani.

Perhelatan ini sekaligus menjadi ajang peluncuran perdana Muktamar ke-33 NU yang rencananya berlangsung pada 1-5 Agustus 2015 mendatang di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Prosesi peluncuran secara resmi dilakukan Wakil Presiden dengan ditandai pemukulan beduk.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain memberi kata sambutan, Mustasyar PBNU itu dijadwalkan akan menandatangani “Prasasti Universitas Nahdlatul Ulama” yang menjadi simbol bagi puluhan perguruan tinggi NU yang berdiri selama periode kepengurusan PBNU kali ini.

Sebelum acara puncak pada malam nanti, di tempat yang sama pihak panitia menggelar istighotsah dan khataman al-Qur’an dari pagi hingga siang nanti. Sejumlah persiapan telah rampung, baik dari segi keamanan maupun sarana prasarana.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Panitia telah menyebar sekitar 400 undangan, antara lain kepada para kiai NU, para pejabat tinggi negara, perwakilan ormas Islam, gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, dan utusan dari lintas agama.

Menteri yang akan hadir di antaranya Menteri Sosial, Menteri Agama; Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi; serta Dirut Perum Perhutani. PBNU akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan lembaga tinggi negara tersebut. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sejarah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 28 Juni 2017

Pelajar NU di Brebes Wajib Hafal Mars Syubhanul Wathan

Brebes, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pimpinan Ikatan Pelajar NU dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPNU-IPPNU) Kecamatan Ketanggungan Brebes, mewajibkan peserta Pendidikan dan Pelatihan Utama (Diklatama) CBP dan KPP menghafal Mars Syubanul Wathan. Lagu kebangsaan karangan KH Wahab Chasbullah ini diyakini mampu menginspirasi para pelajar NU untuk lebih mencintai tanah air.

“Saya yakin para pelajar NU akan termotivasi lebih mencintai tanah air ketika menyanyikan Mars Syubhanul Wathan,” ucap Ketua PAC IPNU Ketanggungan Abdul Aziz di sela-sela pendidikan dan latihan utama Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Lembaga Korps Pelajar Putri (KPP) Kecamatan Ketanggungan di SMK Islam Bustanul Ulum, Karangmalang, Ketanggungan, Brebes, Ahad (5/6).

Setiap peserta, lanjut Azis, untuk bisa lulus Diklatama wajib setor mars tersebut dihadapan para fasilitator dan instruktur. “Kalau belum bisa, maka akan diulang-ulang terus hingga hafal sehingga dinyatakan lulus diklatama,” tuturnya.

Pelajar NU di Brebes Wajib Hafal Mars Syubhanul Wathan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU di Brebes Wajib Hafal Mars Syubhanul Wathan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU di Brebes Wajib Hafal Mars Syubhanul Wathan

Diklatama diikuti 43 peserta yang nantinya akan kembali menjalani seleksi sebagai pengurus Dewan Kerja Anak Cabang (DKAC) CBP-KPP Ketanggungan sehingga menjadi kader yang tangguh dan militan.?

Diklatama digelar selama tiga hari dengan materi ideologisasi berupa paham Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja), Ke-NU-an, Ke-IPNU/IPPNU-an, ? Ke-CBP/KKP-an.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Materi Wajib meliputi peraturan baris–berbaris dan tata laksana upacara, latihan dasar bela diri, manajemen perjalanan, medical first responder basic, pengetahuan SAR, wawasan kebangsaan dan bela negara, pelestarian alam dan lingkungan hidup, komunikasi dan kerjasama Tim, serta sosiologi pedesaan.

Untuk materi teknis lapangan meliputi basic ropes (dasar tali temali), prusicking dan rappelling, navigasi darat I, dan survival.

Alfiyatun Hasanah dari Ranting Cikeusal Kidul terpilih menjadi peserta terbaik untuk KPP dan Abdul Rohman dari Ranting Kubangsari berhasil menjadi peserta terbaik CBP.

“Sebagai generasi muda wajib hukumnya meneruskan perjuangan para ulama NU dalam mempertahankan NKRI dan Pancasila dari rongrongan para pemberontak yang ingin meruntuhkan NKRI dan berusaha mengganti Pancasila dengan Khilafah,” kata salah satu peserta, Abdul Rohman. (Wasdiun/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hadits, Sejarah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 24 Juni 2017

Fatayat NU Kanor Gelar Khotmil Quran Sampai Lomba Tumpeng

Bojonegoro, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Ratusan anggota Fatayat NU Kanor menghadiri peringatan Harlah Ke-66 Fatayat NU di Desa Simorejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Ahad (24/4). Mereka secara bersama-sama mengkhatamkan Al-Quran sebanyak 24 kali. Usai itu antarranting Fatayat NU se-Kecamatan Kanor menyuguhkan terbaik hiasan tumpengnya.

Para kader Fatayat dari berbagai desa di Kanor berdatangan. Mereka rata-rata diwakili 15 hingga 20 orang. Panitia membatasi peserta yang hadir. Jika semua kader datang, bisa dipastikan lokasi acara tidak memadai.

Fatayat NU Kanor Gelar Khotmil Quran Sampai Lomba Tumpeng (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Kanor Gelar Khotmil Quran Sampai Lomba Tumpeng (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Kanor Gelar Khotmil Quran Sampai Lomba Tumpeng

"Kegiatan pagi sampai siang hari sangat padat dimulai dari seremonial. Setelah itu pembinaan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro dan ditutup lomba tumpeng," kata Sekretaris Fatayat NU Kanor Muslikah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Perempuan yang juga guru PAUD asal Desa Tejo ini menegaskan, setiap ranting akan bersama-sama mengkhatamkan Al-Quran sehingga total ada 24 khataman dari 26 desa di Kanor.

"Semangat kader di tingkatan ranting juga bagus. Kami sangat bangga, karena di tengah terik matahari mereka terus semangat," jelasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain itu pula, para pengurus Fatayat dari ranging juga mengikut lomba tumpeng. Dari penilaian juri, ranting Fatayat Desa Nglarangan keluar sebagai Juara 1 dan Desa Sarangan memperoleh Juara 2. Untuk Juara 3 dimenangkan ranting Desa Kedungarum, Harapan 1 Desa Bungur, Harapan 2 Desa Palembon dan Harapan 3 diraih ranting Desa Kedungprimpen.

Muslikah menambahkan, jika yang ikut lomba tumpeng hampir semua ranting se Kecamatan Kanor yang jumlahnya mencapai 24, dari 26 desa yang ada. Kriteria yang dinilai adalah jenis makanan sehat, desain dan kreatifitas, serta dana yang dikeluarkan untuk pembuatannya.

"Tim penilai langsung dari pengurus cabang Fatayat NU Bojonegoro. Jadi, kegiatan ini sangat profesional dan sajian peserta sangat bagus-bagus," sambungnya.

Ketua Fatayat NU Bojonegoro Hj Ifa Khoiria Ningrum menyatakan bangga atas kreativitas kader-kader Fatayat di Kanor terutama saat lomba tumpeng berlangsung. Sebab, Fatayat juga harus menjadi penopang keluarga yang berbudaya.

"Harus lebih ditingkatkan kembali kreativitasnya sehingga ke depan bertambah baik," harapnya.

Dosen IAI Sunan Giri Bojonegoro itu juga mengimbau seluruh kader untuk terus menjaga moral serta melestarikan budaya baik budaya lokal, regional hingga kelas nasional. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sejarah, Syariah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock