Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2018

6000 Santri Darussalam Blokagung Ikuti Upacara Kirab Resolusi Jihad

Banyuwangi, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pelepasan peserta Resolusi Jihad NU 2016 dilaksanakan hari ini, Kamis (13/10). Upacara pelepasan berlangsung di Lapangan Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Banyuwangi.

Rizal Al Amin, salah seorang panitia lokal di Ponpes Blokagung mengatakan, upacara dilakukan mulai jam 9 pagi. Sebelum upacara pelepasan, akan lebih dulu dilakukan pawai santri yang melibatkan sedikitnya 6000 santri pondok pesantren Darussalam Blokagung.

6000 Santri Darussalam Blokagung Ikuti Upacara Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)
6000 Santri Darussalam Blokagung Ikuti Upacara Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)

6000 Santri Darussalam Blokagung Ikuti Upacara Kirab Resolusi Jihad

Iring-iringan pawai akan bergerak dari Pondok Pesantren Blokagung ke arah Genteng, Cagaan, Yosomulyo, Jajag, Benculu, Srono, Rogojampi, Banyuwangi, Wongsorejo. Lima MWCNU Banyuwangi akan dilibatkan dalam pawai ini.?

Keterlibatan lima MWCNU ini pada gerak estafet, sehingga jarak total yang ditempuh sepanjang 80 km. Sebelum upacara resmi, akan dilakukan penampilan pertunjukan grup hadrah, musikalisasi puisi dan seni lainnya.

Koordinator Kirab Resolusi Jihad, Isfhah Abidal Aziz mengatakan sejumlah tokoh dijadwalkan hadir pada upacara besok. Di antaranya ? Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Ketua DPRD Propinsi Jawa Timur Halim Iskandar, serta DPRD Kabupaten Banyuwangi. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nasional, Kajian, Makam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

IPNU dan IPPNU Jombang Pernah Miliki 3 Cabang

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Jombang dikenal memiliki tokoh NU yang mumpuni. Sejumlah nama besar lahir dari kota santri ini. Gejolak juga kerap mengiringi Jombang, termasuk dalam dinamika NU.

IPNU dan IPPNU Jombang Pernah Miliki 3 Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Jombang Pernah Miliki 3 Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU Jombang Pernah Miliki 3 Cabang

Cerita ini disampaikan Nyai Hj Mundjidah Wahab saat silaturahim dan halal bihalal PC IPNU dan IPPNU Jombang yang juga diikuti sejumlah alumni lintas generasi di Mojokrapak, Tembelang Jombang, Jumat (14/8).

"Dulu IPNU dan IPPNU Jombang pernah pecah menjadi tiga cabang," kata Nyai Hj Mundjidah. Saat Mundjidah Wahab muda menjadi Ketua PC IPPNU, ia "hanya" mendapatkan wilayah kota yang meliputi Denanyar dan Tambakberas. Karena untuk Jombang Timur berada di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan. "Sedangkan untuk Jombang Selatan berpusat di Seblak," kenangnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal ini sebagai imbas dari saling bersikukuhnya para fungsionaris PC IPNU kala itu. "Kepengurusan IPNU Selatan dipimpin oleh Hamid Baidlawi," kata Wakil Bupati Jombang ini. Upaya mediasi pernah dilakukan dengan mendatangkan sejumlah kiai, namun gagal. "Kalau gak geger, bukan Jombang namanya," seloroh Bu Mundjidah.

Namun "aneh"nya, meskipun terpecah menjadi tiga, setiap kepengurusan memiliki hak yang sama saat Kongres. "Masing-masing diakui dan mendapatkan kesempatan yang sama ketika Kongres IPNU dan IPPNU," kata Ketua PC Muslimat NU Jombang ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kendati demikian, Bu Mundjidah mengemukakan bahwa ketiga kepengurusan IPNU dan IPPNU tersebut sama-sama aktif. "Bahkan saat saya menjadi Ketua IPPNU Jombang ? tahun 1967-1968 telah memiliki grup drum band sendiri," bangganya. Dan grup drum band ini menjadi andalan NU saat ada kegiatan karnaval dan sejenisnya, lanjutnya.

Kepengurusan PC IPNU dan IPPNU Jombang akhirnya kembali menjadi satu setelah para aktifis di tiga kepengurusan tersebut pulang kampung. "Karena para penggeraknya saat itu masih mondok dan tidak dapat didamaikan, maka tetap terjadi tiga kepengurusan," ungkapnya. Namun saat mereka kembali ke tanah kelahiran masing-masing, perpecahan itu akhirnya reda dengan sendirinya.

Pertemuan alumni IPNU dan IPPNU ini rutin dilaksanakan setiap Jumat terakhir di bulan Syawal. Dan untuk tahun depan, kegiatan akan dilangsungkan di rumah dinas Wakil Bupati Jombang. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hadits, Nasional, Amalan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 29 Januari 2018

LP Ma’arif Sesalkan Carut-Marut UN

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (Ma’arif NU) HZ Arifin Junaidi menyesalkan carut-marutnya pelaksanaan ujian nasional (UN), sampai ada pengunduran jadwal UN di sebelas Provinsi.

LP Ma’arif Sesalkan Carut-Marut UN (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif Sesalkan Carut-Marut UN (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif Sesalkan Carut-Marut UN

“Peristiwa yang baru pertama kali terjadi sepanjang penyelenggaraan UN ini tak semestinya terjadi, dan tak boleh terulang lagi,” kata Arifin dalam rilisnya yang disampaikan kepada Duta Masyarakat, Senin (15/4).

Dikatakan Arifin, carut-marut UN ini jangan sampai mengorbankan para siswa peserta UN dengan isu-isu yang meresahkan. Ia juga berharap hal ini tidak kemudian dipolitisasi dan memperkeruh masalah. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Kami intruksikan kepada para pengurus Ma’arif, khususnya di seluruh cabang di sebelas Provinsi terkait, untuk ikut mengawasi dan menghindari politisasi kasus ini. Kami juga intruksikan kepada seluruh pengurus Ma’arif di Indonesia untuk ikut mengawasi berlangsungnya UN agar tak terjadi kebocoran atau kecurangan yang menodai pelaksanaan UN,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kepada para pengurus Ma’arif di sebelas Provinsi yang jadwal UN nya diundur, Arifin juga mengintruksikan agar bisa menenangkan suasana sehingga para siswa tak terganggu dalam mempersiapkan diri mengikuti UN. 

“Pengurus wilayah maupun cabang di sebelas Provinsi terkait diharapkan segera memberikan penjelasan kepada para siswanya, dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan di daerah masing-masing, juga lembaga terkait lainnya,” paparnya.

Arifin juga meminta para siswa di Sekolah Ma’arif seluruh Indonesia untuk tak tergoda oleh isu kebocoran UN, agar tetap fokus mengikuti UN. 

“Kami juga mendorong pihak yang terkait dengan masalah keterlambatan pencetakan soal UN sehingga menimbulkan pengunduran UN di sebelas Provinsi agar segera ditindak,” tandasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama, Nasional, Khutbah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Cak Lontong: Saya Suporter NU Terus, Masa Pindah ke MU?

Pelawak Cak Lontong menguraikan pengalamannya bersinggungsn dengan tradisi, tokoh, dan warga NU. Menurut dia, orang NU itu santai, tidak ribet, dan bisa mengurusi dirinya sendiri. Dan tentu saja sangat kental dengan nuansa budaya.

Hal itu dikemukakannya beberapa saat sebelum tampil di peringatan Hari Lahir NU ke-91 di halaman gedung PBNU, Jakarta, 31 Januari lalu, sembari memilih batik NU yang cocok untuk dikenakannya.

Cak Lontong: Saya Suporter NU Terus, Masa Pindah ke MU? (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Lontong: Saya Suporter NU Terus, Masa Pindah ke MU? (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Lontong: Saya Suporter NU Terus, Masa Pindah ke MU?

Berikut wawancara lengkap Cak Lontong dengan Abdullah Alawi dari Kedung Sukun Adiwerna Tegal:

Sejak kapan Anda mengenal NU?Saya dari dulu suporter NU memang, mulai zaman kuliah.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Maksudnya suporter itu bagaimana?

Oh iya, saya kan Gusdurian. Zaman Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid, Ketua Umum PBNU 1984-1999) lawan siapa dulu, Abu Hasan, zaman Orde Baru itu, zaman itu kan lagi rame-ramenya Gus Dur sama Orde Baru, penggemar Gus Dur, mulai itu. Tahun berapa itu?

Tahun 1994, Muktamar Cipasung

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Iya, betul, saya manut sampeyan. Sampeyan lebih tahu.?

Pada 1994 Anda berpihak ke Gus Dur, cara pandang Anda waktu itu bagaimana?

Sebenarnya kan tahun 1994 itu saya mahasiswa. Pada tahun 1994 itu tidak ada mahasiswa yang berpihak pada pemerintah. Kalau berpihak, berarti bukan mahasiswa, itu cari gelar. Kalau mahasiswa, tidak ada tahun segitu yang senang Orde Baru, tak ada. Nah, Abu Hasan kan produknya Orde Baru. Dulu kan melihatnya begitu.?

Yang menarik dari Gus Dur itu apa?

Secara kulturnya adalah orang Jawa, Jawa Timur, kulturnya tidak jauh-jauh. Terus humornya juga, selera humornya luar biasa. Gus Dur itu lawaknya universal sebenarnya.?

Sebelumnya 1994 sama sekali tidak mengenal NU?

Bukan sama sekali, saya kan kenal Gus Ipul (H Syaifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur), sudah lama, rektor saya Pak Nuh, orang NU, dulu kuliah.

Oh ya, tadi Anda bilang sebagai supporter NU. Akan sampai kapan menjadi supporter NU?

Ya terus dong. Masa mau pindah ke MU.

Supporter dalam bentuk apa?

Apa ya, kalau orang merasa cocok, karena saya juga, satu, saya kan orang Jawa.

Masa kecil tidak pernah dengar NU?

Udah. Dulu saya punya topi banyak tak bordir, topiku dulu tak bordir NU kalau zaman SMA, kuliah topiku masih bordiran NU. Kecil di kampung tahlilan ikut, dzikir wida. Tetangga saya dulu modin.

Kesan bersinggungan dengan orang-orang NU bagaimana?

Nyantai, nyantai tidak ribet. Terus budayanya itu kental. Misalnya acara gini kan harlah NU, ulang tahun, nyantai aja peringatannya, walaupun Nahdliyin pada datang rame, tidak perlu nyari gedung harus penuh. Enak, ya nyantai. Menurut saya, orang NU itu bisa mengurus dirinya sendiri, tidak ngerepoti. Kalau ada acara, yang datang tak mau ngerepoti tuan rumahnya.?

Ada kritik untuk NU?

Wah, kalau itu saya tidak perlu.





Ke anak-anak Cak Lontong pernah memperkenalkan NU?

Oh anak saya tahu NU. Anak saya yang SMA dan SMP tahu NU. NU tahu. Walaupun tak jadi pengurus, tapi follower, tahu.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pemurnian Aqidah, Pondok Pesantren, Nasional Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Perbedaan Bukan untuk Diperdebatkan, Tapi Dibagi

Yogyakarta,Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta Prof Nizar Ali mengatakan, perbedaan bukan untuk diperdebatkan, melainkan untuk dibagi. Dengan berbagi, masalah kemanusiaan dan permasalahan bangsa ini bisa diselesaikan secara bersama-sama.

“Aktor penting dalam membendung radikalisme adalah penyuluh agama. Karena penyuluh ini kan memiliki basis umat yang kuat,” katanya dalam membukan acara Outbond Kerukunan Umat Beragama (KUB) para Penyuluh Agama Honorer (PAH) di Komplek Kraton Ratu Boko, Minggu (23/8) kemarin lusa.

Perbedaan Bukan untuk Diperdebatkan, Tapi Dibagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Perbedaan Bukan untuk Diperdebatkan, Tapi Dibagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Perbedaan Bukan untuk Diperdebatkan, Tapi Dibagi

Outbond dinilai efektif dalam menjalin kerukunan karena sudah menyatu dalam kontek berbangsa dan bernegara. “Kegiatan serupa hatus dikembangkan dan terus digalakkan,” ajak pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Rektor II UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Guru Besar Bidang Hadtis ini menambahkan, PAH harus memberikan penyuluhan agama dengan ramah dengan bingkai keragaman. Perbedaan itu untuk dinikmati keindahannya. Jika ada orang yang melanggar koridor-koridor agama, maka orangnya yang bermasalah bukan agamanya. Oknum itulah yang bermasalah, karena agama tidak mengajarkan kerukunan dan perdamaian.

Dengan kegiatan outbond KUB ini diharapkan terjalin kerja sama dan keharmonisan antara penganut agama. Untuk membangun sebuah bangunan yang kokoh diperlukan kebersamaan, toleransi, tim work, persaudaraan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Outbond KUB PAH lintas agama ini diikuti sekitar 50 orang. Mereka ada yang dari Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghucu. Sebelumnya Kanwil Kemenag DIY mengadakan Outbond KUB dari mulai pelajar lintas agama, pemuka lintas agama, penyuluh lintas agama, dan selanjutnya guru lintas agama.(suhendra/abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sunnah, Nasional, Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

KH Hasyim Asy’ari Peletak Dasar-dasar Kemerdekaan Indonesia

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pencetus Fatwa Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, KH Muhammad Hasyim Asy’ari oleh Sayyid Muhammad As’ad Shihab disebut sebagai peletak dasar-dasar kemerdekaan Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam pidato apel akbar dan upacara Hari Santri di Monas Jakarta, Sabtu (22/10).

KH Hasyim Asy’ari Peletak Dasar-dasar Kemerdekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Asy’ari Peletak Dasar-dasar Kemerdekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Asy’ari Peletak Dasar-dasar Kemerdekaan Indonesia

“Atas peranannya yang begitu dahsyat, Sayyid Muhammad As’ad Shihab menyebutkan dalam salah satu karyanya bahwa KH Muhammad Hasyim Asy’ari adalah awwalu wadi’ labinati istiqlali Indonesia (? ? ? ? ?), Peletak dasar-dasar kemerdekaan Indonesia,” jelas Kiai Said di hadapan 50.000 santri yang mengikuti apel akbar itu.

Selang beberapa bulan setelah terjadi pertempuran dahsyat di Surabaya, lanjutnya, di mana sipil dan santri menjadi aktor utamanya, mata dunia perlahan mulai terbuka. Mereka mengakui fakta baru bahwa Indonesia adalah negara yang telah merdeka dan berdaulat.

Kiai asal Cirebn ini menegaskan, tanpa Resolusi Jihad NU tentu tidak pernah ada peristiwa 10 November. Tanpa Resolusi Jihad NU, kemerdekaan yang telah diproklamasikan oleh Bung Karno dan Bung Hatta tanggal 17 Agustus 1945, tentu akan tercabik-cabik kembali oleh upaya pengambilalihan kedaulatan yang dimotori tentara NICA.?

Menurutnya, nilah wujud ajaran dari Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari yang meletakkan kewajiban bela negara adalah sama pentingnya dengan kewajiban membela agama. "? ? ? ?" (cinta Tanah Air adalah bagian dari iman).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Marilah kita jadikan momentum Hari Santri 22 Oktober untuk meneguhkan kesetiaan mengawal dan mempertahankan Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ucap Pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul Ulama, Nasional, IMNU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

NU Jateng: Akan Tumbuh Gus Dur-Gus Dur Lain

Kota Tegal, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jateng, Dr H Moh. Adnan MA meminta kepada warga NU tidak perlu gelisah dengan kepergian KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Pasalnya akan tumbuh Gus Dur-Gus Dur lain yang tetap konsisten memperjuangkan Pluralisme.



NU Jateng: Akan Tumbuh Gus Dur-Gus Dur Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jateng: Akan Tumbuh Gus Dur-Gus Dur Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jateng: Akan Tumbuh Gus Dur-Gus Dur Lain

“NU memiliki stok yang kelak mempejuangkan pluralisme selain Gus Dur. Insya Allah akan tumbuh Gus Dur-Gus Dur lainnya,” ungkap Moh. Adnan saat melantik Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tegal masa bakti 2008-2013, di Pendopo Ki Gede Sebayu, Kota Tegal, Jawa Tengah Ahad (3/1.)

Menurutnya, selama ini banyak orang menilai Gus Dur sinis, karena statemennya yang seringkali menimbulkan kontroversi. Namun itulah kehebatan Gus Dur, seorang tokoh NU dan bapak pluralisme. “Kalau statemennya tidak ada menimbulkan kontroversi, tentunya orang tersebut bukan tokoh, di situlah hebatnya Gus Dur,” ungkap Adnan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ditambahkan, Gus Dur adalah pembela semua umat, ia tidak memandang agama maupun golongan. Dengan Islam ahli sunnah waljamaah, Gus Dur disebutkan sebagai ‘Bapak Pluralisme’. Bahkan DPR telah mengusulkan agar Gus Dur menjadi pahlawan nasional. “Sebagai warga NU tentunya kita bangga, mempunyai bapak seperti beliau,” ujarnya.

Adnan menegaskan, apa yang telah dirintis oleh Gus Dur, warga NU harus bisa menarik garis, bahwa yang benar harus ditegakan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Adnan juga berharap kepada Pengurus NU yang baru dilantik jangan seperti bulan purnama. Artinya, memberi penerangan hanya dalam satu bulan sekali. “Itupun kalau kebetulah suasananya kondusif. Tapi kalau lagi musim hujan, tentu tak kelihatan,” ujarnya berfilosofi yang disambut ger.

Pengasuh Wakil Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PBNU KH Mustofa Aqil Siradj menyampaikan tausiyah. Pengasuh Pondok Pesantren Majelis Tarbiyatul Mubtadi’in, Kempek, Cirebon, Jawa Barat itu memberikan gambaran tentang pentingnya pengabdian tidak setengah-setengah.

Sebagaimana dicontohkan para sahabat Nabi yang dengan ketabahan dan perjuangannya sepenuh hati menjaga Nabi SAW. “Kita pun perlu menjaga ulama dengan selalu dekat dan menjaganya dengan sepenuh hati,” ajaknya.

Ketua panitia, Drs Purwahyo ketika dikonfirmasi terkait keterlambatan pelantikan PCNU Kota Tegal yang sempat molor hingga dua tahun mengatakan, pihaknya tidak tahu karena itu wewenang PBNU yang menandatangani SK. “SK baru turun pada bulan Agustus 2009, Meski sekarang baru dilantik namun pengurus telah bekerja sesuai program-programnya,” terang Purwahyo.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Tegal, Dr H Basukiyatno keterlambatan pelantikan justru membuat matang para pengurus. “Ibarat buah yang masih ranum, agar matang maka disimpan dulu,” ujarnya.

Meski tahapan pemilihan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tegal sudah tersusun lebih kurang dua tahun lalu, tapi kepengurusannya baru dilantik. Barangkali, inilah salah satu keunikan organisasi Islam terbesar di Indonesia yang bernama NU. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nasional Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Hindari Pergaulan Negatif dengan Aktif di Masjid

Maros, Kedung Sukun Adiwerna Tegal 

Kepala Bidang Kepeloporan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) Sopti Popiyanti menjelaskan kepada peserta Pelatihan Pemuda Pelopor tentang pentingnya aktif di masjid. Zaman sekarang ini banyak pergaulan anak muda yang mudah terpengaruh lingkungan negatif seperti narkoba, begal, teroris atau hal negatif lainnya. Menurut dia, aktif melakukan berbagai kegiatan di masjid adalah salah satu upaya agar pemuda terhindar dari hal-hal negatif tersebut.

Demikian disampaikan Sopti Popiyanti saat membuka kegiatan Pelatihan Pemuda Pelopor di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros, Selasa (5 /12). 

Hindari Pergaulan Negatif dengan Aktif di Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Hindari Pergaulan Negatif dengan Aktif di Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Hindari Pergaulan Negatif dengan Aktif di Masjid

Pada kegiatan yang mengusung tema Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid Sebagai Benteng Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI ini, Poppy berharap, dengan diadakannya kegiatan pelatihan pemuda pelopor ini agar jiwa dan mental para pemuda tidak kosong dan mempunyai etika dalam menjalani kehidupan sehari-hari. 

Selain itu, dengan melibatkan diri di masjid, nantinya para pemuda mempunyai beban moral, sehingga jauh dari perilaku yang negatif. 

"Jadi ada beban," ucapnya. 

Ia mengaku yakin, dengan pemuda aktif dan melakukan berbagai aktivitas di masjid, maka mereka akan terhindar dari perilaku negatif. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pada kegiatan yang diikuti peserta sebanyak lima puluh orang ini, Poppy meminta kepada peserta untuk mengajak pemuda yang lain agar rajin ke masjid dan berbuat positif. 

"Itu tugas adik-adik sekalian terutama yang ikut pelatihan ini," katanya. 

Kegiatan yang diikuti oleh peserta dari berbagai organisasi kepemudaan seperti IPNU, IPPNU, PMII ini terselenggara atas kerja sama Lembaga Ta’mir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hadir pada pembukaan Pelatihan Pemuda Pelopor hari kedua ini Sekretaris PWNU Sulawesi Selatan Hasid Hasan Palogai, Ketua PCNU Kabupaten Maros H A Mannan Hasan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros H Syamsuddin, Sekretaris LTM PBNU H Ibnu Hazen, Wakil Sekretaris LTM PBNU Syarif Hidayat, Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) H Sarmidi Husna. (Husni Sahal/Muchlishon)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Aswaja, Nasional, Kajian Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Hewan Kurban Sapi Limosin untuk Warga Probolinggo

Probolinggo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Usai sholat Idul Adha 1438 Hijriyah, Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari menyerahkan satu ekor sapi jenis limosin kepada Ketua Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan KH Sa’dullah Asy’ari, Jum’at (1/9) pagi.

Hewan Kurban Sapi Limosin untuk Warga Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Hewan Kurban Sapi Limosin untuk Warga Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Hewan Kurban Sapi Limosin untuk Warga Probolinggo

Penyerahan hewan kurban ini disaksikan oleh Wakil Bupati Probolinggo H Ahmad Timbul Prihanjoko, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin, Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Ahmad Suja’i dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari menyampaikan bahwa sedekah hewan kurban merupakan salah satu sejarah Nabi Ibrahim saat diuji ketaatannya kepada Allah SWT dan keikhlasan Nabi Ismail atas perintah Allah SWT. “Dengan ketaatan dan keikhlasan inilah yang diharapkan bagi kita sebagai umat muslim selalu taat dan iklas kepada Allah SWT,” katanya.

Sementara Mustayar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin menyatakan bahwa selaku umat Islam yang telah bersedekah hewan kurban merupakan sarana untuk menuju surge.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Bahwasannya pahala bagi orang yang bersedekah hewan kurban ini mempunyai nilai pahala yang tinggi. Yakni 1 (satu) helai bulu hewan kurban sama dengan 10 kebaikan,” ungkapnya.

Pada hari raya Idul Adhan 1438 Hijriyah ini, Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan menerima kurban 5 (lima) ekor sapi. Selain dari Bupati Probolinggo, hewan kurban juga berasal dari Pimpinan DPRD Kabupaten Probolinggo, Dinas Pendidikan, Korpri dan PT. HM Sampoerna. Disamping juga 25 ekor kambing dari beberapa instansi di Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul, Pendidikan, Nasional Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 24 November 2017

Batu, Kota Berhawa Sejuk itu "Memanas"

Malang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Kota Batu, Jawa Timur yang berhawa sejuk itu tiba-tiba "memanas", setelah pada Rabu (9/11) petang, beberapa kali ledakan bom dan senjata menggema dari kawasan Perumahan Flamboyan Indah Blok A/1, di kota berpenduduk 166.882 jiwa tersebut.

Ledakan yang diperkirakan mencapai 11 kali itu berawal ketika aparat dari jajaran Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Terorisme Mabes Polri, berusaha menyergap lokasi yang ditengarai sebagai tempat persembunyian tokoh asal Malaysia yang paling dicari terkait dengan terorisme di Tanah Air, Dr Azahari dan Noordin M Top.

Menurut saksi mata, penyergapan yang diwarnai baku tembak serta dua kali ledakan keras yang terdengar hingga radius beberapa kilometer dan beberapa kali --sembilan-- di antaranya ledakan-ledakan kecil, dilaporkan menelan empat korban jiwa di pihak tersangka teroris dan seorang anggota polisi luka-luka.

Korban meninggal yang hingga kini belum diketahui identitasnya dan masih berada di TKP, belum dievakuasi itu, diduga merupakan penghuni Villa Nova Perumahan Flamboyan yang menjadi target penyergapan aparat, sedangkan satu korban luka-luka diketahui dari aparat kepolisian bernama Brigadir Khairuddin, anggota Tim Anti Teror Densus 88 Mabes Polri.

Penyergapan kawanan teroris tersebut, sempat menyita perhatian masyarakat setempat. Masyarakat tampak memadati sekitar lokasi penyergapan. Meskipun demikian, lokasi penyergapan kini dijaga ketat aparat keamanan dan telah dipasang garis pembatas polisi (police line).

Bahkan warga sekitar TKP, beberapa di antaranya harus mengungsi ke rumah tetangga atau kerabat terdekat, karena was-was. Sementara aliran listrik sekitar kejadian malam itu padam. Hanya rumah Darsa yang dimanfaatkan Kapolri dan Pangdam V Brawijaya serta Walikota Batu untuk menjadi tempat pertemuan --koordinasi-- dilengkapi generator listrik menyala.

Ratusan wartawan yang ingin meliput aksi penyergapan juga tertahan pada jarak sekitar 200 meter dari, sedangkan masyarakat yang terlihat menyemut, tampak menumpuk pada jarak sekitar 500 meter dari lokasi penyergapan.

Kapolda Jatim, Mayjen Pol Edy Sunarno, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Samsul Mappareppa dan Kapolri Jenderal Sutanto, segera meluncur ke lokasi penyergapan yang berjarak sekitar 102 kilometer selatan Surabaya, atau 18 kilometer barat daya Kota Malang.

"Hiruk-pikuknya" Kota Batu yang dikenal sebagai kawasan produsen apel itu, memang cukup mengagetkan masyarakat setempat. Sebab, "Kota Apel" Batu, selama ini dikenal sebagai kota tujuan wisata andalan di Jawa Timur yang tenang dan berhawa sejuk.

Penyergapan yang sempat "memanaskan" situasi Kota Batu itu, mendapatkan tanggapan beragam dari masyarakat luas. Tetapi, dari tanggapan tersebut tampaknya banyak yang memberikan penilaian positif atas kerja aparat dalam memburu para teroris.

Peristirahatan

Kota Batu yang memiliki luas 202.800 km persegi, di sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Dau dan Kecamatan Wagir, sebelah barat dengan Kecamatan Pujon, sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Karang Ploso dan Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, sedangkan sebelah utara dengan Kabupaten Mojokerto dan Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Wilayah kota Batu --Dati II termuda/bungsu ke-38 di Jatim--, terdiri dari tiga kecamatan dan 23 desa/kelurahan. Ketiga kecamatan itu adalah Kecamatan Batu, Kecamatan Bumiaji dan Kecamatan Junrejo.

Menurut sejarah, sejak abad ke sepuluh, wilayah Batu dan sekitarnya dikenal sebagai tempat peristirahatan keluarga kerajaan Singosari, karena wilayah tersebut merupakan daerah pegunungan berhawa sejuk, nyaman dan didukung panorama alam pegunungan menawan.

Pada masa pemerintahan Raja Mpu Sendok, seorang petinggi kerajaan bernama Mpu Supo, diperintah Raja Sendok untuk membangun tempat peristirahatan keluarga kerajaan di pegunungan yang di dekatnya terdapat mata air. Lokasi tersebut kini dikenal sebagai kawasan Wisata Songgoriti, yang letaknya berdekatan dengan kawasan Perumahan Flamboyan.

Kota Batu terletak di dataran tinggi di kaki Gunung Panderman dengan ketinggian berkisar 700 hingga 1.100 meter di atas permukaan laut. Sementara itu, nama Batu yang hingga kini belum diketahui kapan digunakan. Tetapi, berdasarkan penuturan pemuka masyarakat setempat, sebutan Batu berasal dari nama seorang ulama pengikut Pangeran Diponegoro yang bernama Abu Ghonaim atau disebut sebagai Kyai Gubug Angin yang selanjutnya masyarakat setempat akrab menyebutnya dengan panggilan Mbah Wastu.

Diduga karena kultur Jawa yang sering memperpendek dan mempersDari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nasional, Syariah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Batu, Kota Berhawa Sejuk itu Memanas (Sumber Gambar : Nu Online)
Batu, Kota Berhawa Sejuk itu Memanas (Sumber Gambar : Nu Online)

Batu, Kota Berhawa Sejuk itu "Memanas"

Senin, 20 November 2017

NU Jatim Pertegas Khittah 1926

Surabaya, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) mempertegas Khittah NU 1926 dalam tasyakuran Hari Lahir (Harlah) ke-84 NU di kantor PWNU Jatim, di Surabaya, Selasa (31/7).



NU Jatim Pertegas Khittah 1926 (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jatim Pertegas Khittah 1926 (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jatim Pertegas Khittah 1926

"Khittah NU 1926 bukan sekedar menjaga jarak dari partai politik, tapi menata hati dalam bermasyarakat dan bernegara," ujar Ketua PWNU Jatim KH Ali Maschan Moesa.

Ia mengemukakan hal itu dalam sambutannya pada tasyakuran Harlah ke-84 NU yang dihadiri belasan politisi dari berbagai kalangan, antara lain PKB pro-Anam/PKNU, PKB Jatim pro-Imam Nahrawi, PKB Jatim "caretaker", PPP, PKS, dan Partai Demokrat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Ali, Khittah NU 1926 berarti kembali kepada garis perjuangan Islam ala Walisongo yang bukan meng-Islam-kan negara, melainkan meng-Islam-kan masyarakat secara bertahap.

"Meng-Islam-kan masyarakat berarti NU mementingkan isi daripada wadah dalam bentuk negara atau politik, karena itu meng-Islam-kan masyarakat adalah menata hati masyarakat," ucapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menata hati, kata pengasuh Pesantren Luhur Al-Husna, Surabaya, itu, adalah memperbaiki moral masyarakat untuk dapat bersikap sabar, ikhlas, dan selalu berbuat dengan niat untuk agama.

"Jadi, kalau salat tapi suka mencaci maki orang, maka salat yang dilakukan tidak ada artinya, bahkan kalau bisa bersikap sabar saat dicaci maki orang, serta menganggapnya sebagai ujian," paparnya.

Tasyakuran Harlah ke-84 NU itu diawali dengan silaturrahim tokoh lama NU tahun 1970-an, silaturrahim pengurus ranting NU se-Jatim pada lima lokasi, khataman Al-Quran, dan tumpeng tasyakuran. (ant/sbh)Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nasional, Meme Islam, Daerah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Tiga Isu Krusial dalam Simposium Internasional Kehidupan Keagamaan

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pemerintah melalui Kementerian Agama berupaya keras mewujudkan harmoni kehidupan umat beragama di Indonesia. Sebab itu tema besar mengelola keragaman melalui pemeliharaan umat beragama diangkat dalam International Symposium on Religious Life, Rabu-Jumat (5-7/10) di Jakarta.?

Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Abdurrahman Mas’ud menjelaskan bahwa ada tiga persoalan krusial yang ingin dibahas dalam pertemuan 150 peneliti, akademisi, dan tokoh agama ini, yaitu definisi agama, kriteria agama, dan registrasi agama; penodaan agama dan otoritas yang memutuskan; serta majelis agama, ormas, aliran, denominasi.

Tiga Isu Krusial dalam Simposium Internasional Kehidupan Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Isu Krusial dalam Simposium Internasional Kehidupan Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Isu Krusial dalam Simposium Internasional Kehidupan Keagamaan

Dia menegaskan, rekomendasi-rekomendasi yang dihasilkan nantinya untuk memperkuat dan menyempurnakan RUU Perlindungan Umat Beragama (PUB). Melalui UU PUB, pemerintah bermaksud mengelola kehidupan umat beragama di Indonesia dalam rangka membangun harmoni.?

“Fakta bahwa selama ini banyak tindakan intoleransi atas nama agama, pelayanan negara yang seolah hanya berlaku untuk 6 agama saja, kasus penodaan agama, serta menyeruaknya berbagai aliran dan paham agama membuat pemerintah perlu mengelola itu semua secara regulatif,” papar Pak Dur, sapaan akrabnya.

Selama ini, imbuhnya, regulasi yang ada hanya sebatas Peraturan Bersama Menteri (PBM) tahun 2006 dan SKB 3 menteri. Adapun UU No 1/PNPS/1965 tentang Penodaan Agama masih banyak kekurangan dan tidak menyatakan secara jelas terkait terminologi agama yang diakui negara atau agama resmi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal





Simposium bertema Managing Diversity, Fostering Harmony ini? menghadirkan berbagai pakar seperti Robert W. Hefner (Boston University, USA), Gamal Farouq Jibril (Al-Azhar University Cairo, Mesir), Azyumardi Azra (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain itu juga digelar diskusi yang akan diisi oleh Ahmad Najib Burhani (LIPI), Syafiq Hasyim (ICIP-PBNU), R. Alpha Amirrachman (CDCC-PP Muhammadiyah), Ahmad Suaedy (Abdurrahman Wahid Center UI), Muhammad Adlin Sila (CDRL-MORA), dan Alimatul Qibtiyah (PSW UIN Yogyakarta).? (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nasional Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 06 November 2017

Hamil Muda, Calon Jamah Haji Gagal Berangkat

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Calon Jamaah Haji asal Kota santri Jombang, Jawa Timur, Eni Latifah (49) gagal menunaikan ibadah haji tahun 2015 ini. Perempuan asal Dukuh Klopo, Peterongan, Jombang ini harus menunda keberangakatannya ke Tanah Suci Makkah lantaran diketahui positif hamil 4 minggu saat pemeriksaan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

"Yang bersangkutan diketahui hamil saat pemeriksaan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Sehingga dia tidak jadi terbang dan harus kembali pulang ke Jombang," tutur Nur Habib, Kepala Seksi Haji Kantor Kemenag Jombang, Jumat (28/8) kemarin.

Hamil Muda, Calon Jamah Haji Gagal Berangkat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hamil Muda, Calon Jamah Haji Gagal Berangkat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hamil Muda, Calon Jamah Haji Gagal Berangkat

Tidak hanya Eny yang batal terbang ke tanah Suci Makkah, namun suaminya juga terpaksa membatalkan keberangkatannya untuk menjadi tamu Allah. Eny dan suaminya masuk dalam Kelompok Terbang (Kloter) 15 Jombang yang berangkat pada Kamis (27/8) dari Jombang menuju Asrama Haji Sukolilo dan rencananya terbang ke Tanah Suci, Jumat (28/8) malam hari.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nur Habib menjelaskan, sebelum berangkat CJH Eni saat di Jombang? sudah menjalani pemeriksaan dan hasilnya negatif. Namun dalam pemeriksaan sebelum berangkat, Eni dinyatakan positif hamil. Sehingga dia gagal berangkat ke tanah suci dan harus kembali pulang," bebernya.

Calon Jamaah haji asal Jombang tahun ini sebanyak 1.045 orang, mereka terbagi? menjadi tiga kloter, yakni 14, 15, dan 16. Dan berangkat dari pendapa Pemkab Jombang, Kamis (27/8). Dengan berkurangnya dua CJH, berarti sudah ada 5 CJH yang gagal berangkat. Karena sebelumnya juga ada tiga orang yang mundur karena sakit. "Awalnya jumlah total dari Jombang sebanyak 1.045 CJH. Namun karena ada 5 yang mundur, jumlah itu tinggal 1.040 CJH," pungkas Nurhabib.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu, dari pantauan Kedung Sukun Adiwerna Tegal, beberapa CJH Kloter 14 -15 yang berangkat? pukul 12.00 WIB dan pukul 14.00 WIB,? tampak beberapa calon jamaah haji yang sudah menggunakan kursi roda. Tidak kurang sebanyak 5 calon jamaah haji didorong di atas kursi roda. Meski harus didorong, raut wajah mereka yang rata rata sudah kakek dan nenek terlihat bergembira. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

?

Foto: Calon jamaah haji menggunakan kursi roda

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Bahtsul Masail, Nasional, Doa Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 31 Oktober 2017

Tebuireng Institute, Solusi Santri Raih Beasiswa di Kampus Ternama

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Banyak cara yang harus ditempuh untuk bisa bersaing di era global saat ini. Salah satunya membekali diri dengan penguasaan bahasa asing dan mencari kesempatan studi ke sejumlah kampus ternama, khususnya di luar negeri secara gratis. Tebuireng Institute (TI) memberikan kesempatan bagi santri yang ingin meraih kesempatan emas tersebut.

"Indonesia diprediksi akan menerima bonus demografi pada tahun 2020, yang akan berlangsung hingga tahun 2030. Bonus demografi ini merupakan keuntungan yang diterima suatu negara karena proporsi jumlah penduduk produktif yang lebih besar," kata Wakil Manajer TI Hafis Muaddab, Senin (29/2).

Tebuireng Institute, Solusi Santri Raih Beasiswa di Kampus Ternama (Sumber Gambar : Nu Online)
Tebuireng Institute, Solusi Santri Raih Beasiswa di Kampus Ternama (Sumber Gambar : Nu Online)

Tebuireng Institute, Solusi Santri Raih Beasiswa di Kampus Ternama

Alumnus Suandusit Rajabath University Thailand dan penggagas berdirinya TI ini menegaskan bahwa keuntungan ini bisa juga menjadi tantangan terbesar Indonesia. Kualitas sumber daya manusia perlu terus ditingkatkan. Salah satu upayanya melalui peningkatan kualitas pendidikan. "Jangan sampai bonus demografi menjadi bencana demografi, dan Tebuireng Institute dibentuk untuk mencegah bencana tersebut," ungkapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam pandangannya, tahun 2030 kelak Indonesia membutuhkan sebanyak 113 juta tenaga kerja terdidik. Sedangkan kini hanya memiliki sekitar 55 juta. Tenaga kerja terdidik tersebut akan mengelola peluang pasar yang berkembang di tanah air seperti bidang jasa, pertanian, industri, pertambangan, dan lainnya. "Jika dibandingkan dengan negara lain, jumlah penduduk Indonesia yang berpendidikan tinggi hingga jenjang S3 masih terbilang rendah," terangnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Tidak dipungkiri jika dalam beberapa program dan proyek, Indonesia masih mengandalkan tenaga kerja asing. Hal tersebut menjadi tantangan untuk mewujudkan percepatan pembangunan perekonomian di negeri ini. "Jika bonus demografi tidak dipersiapkan dengan baik sejak dini, perekonomian Indonesia tentu akan tertinggal," katanya.

Sejak berdiri pada 22 Oktober 2015, lembaga ini secara rutin memberikan bimbingan Test Of English as a Foreign Language (TOEFL) secara gratis bagi semua kalangan, terutama dari pesantren. TI merupakan lembaga yang digagas oleh Mohammad Asad, Hafis Muaddab, dan Khudrotun Nafisah.

Dengan visi "sharing knowledge for overseas study" TI ingin mendorong semua kalangan untuk membudayakan bahasa Inggris dan semangat melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Terlebih peluang dari lembaga pemberi beasiswa baik dari dalam negeri seperti LPDP, Djarum Foundation, dan bahkan yang berasal dari luar negeri sungguh terbuka lebar.

Beberapa waktu berselang, TI menggelar TOEFL Prediction Test Angkatan I untuk sekitar 40 peserta sekaligus menyosialisasikan informasi mengenai beasiswa.

Peran TI menfasilitasi persiapan TOEFL yang menjadi prasyarat meraih beasiswa tersebut. "Beasiswa persiapan TOEFL Tebuireng Institute sejauh ini masih terbatas bagi yang memiliki nilai TOEFL di atas 450 karena minimnya pendanaan," terangnya.

Namun ke depan, TI optimis banyak pihak yang akan memberikan perhatian baik pendanaan atau pengetahuan. "Sehingga Tebuireng Institute membuka diri kepada siapapun yang berkenan selaku donatur, relawan, penulis dan pengajar," katanya sembari menyebut laman yang dapat dikunjungi yakni www.tebuirenginstitute.org.

Dukungan dari banyak pihak pun mengalir atas berdirinya lembaga yang berlokasi di Desa Tebuireng Gg V Cukir Jombang ini. Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Sholahuddin Wahid yang juga Rektor Universitas Hasyim Asyari (Unhasy) mengatakan, keberadaan TI dapat berperan dalam peningkatan kualitas SDM manusia dari semua kalangan baik pesantren atau di luar pesantren.

Pada saat yang sama, banyak pihak belum menyadari pentingnya kemampuan bahasa asing, khususnya di kalangan pesantren. "Oleh karena itulah peran Tebuireng Institute menjadi penting adanya," kata mantan Direktur Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng atau LSPT M Asad.

Untuk mencapai tujuannya, TI sejauh ini telah menjalin beragam kerja sama dengan Konsulat Jenderal Amerika dalam rangka Eastern Network Discussion untuk meningkat kemampuan TI sebagai lembaga berbasis sosial entrepreneurship serta pihak lain.

"Sebab selain pembinaan TOEFL dan konsultasi pendidikan luar negeri, TI juga menjalankan program sekolah juara untuk MTs maupun MA dan sederajat dan kelas intensif bimbingan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dengan dilengkapi rumah baca dan layanan jasa internet dan printer," kata peraih beasiswa program doktor LPDP di Radboud University Belanda ini.

Semua fasilitas ini diharapkan akan mempermudah akses pelajar atau mahasiswa yang bergabung dengan TI. "Mengingat tujuan utama Tebuireng Institute adalah turut membantu pemerintah dalam melunasi janji kemerdekaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa," pungkas dosen Unhasy ini. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nasional, Ubudiyah, AlaNu Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 28 Oktober 2017

Apa itu Organisasi? Ternyata Banyak yang Tak Tahu

Banyuwangi, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. "Siapa yang tahu organisasi?" pertanyaan pembuka yang disampaikan oleh wakil ketua bidang Kaderisasi Alkaisu Dana Habibi dihadapan ratusan peserta sosialisasi IPNU-IPPNU. Ahad (27/3) malam di Ponpes Minhajut thulab, Krikilan, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi.

Apa itu Organisasi? Ternyata Banyak yang Tak Tahu (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa itu Organisasi? Ternyata Banyak yang Tak Tahu (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa itu Organisasi? Ternyata Banyak yang Tak Tahu

Beberapa menit peserta yang terdiri dari SMPN 3 Glenmore dan SMAN 1 Glenmore tak ada yang berani menjawab. Dana sapaan akrabnya menerangkan, organisasi adalah kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.

"Sehingga nantinya, apapun beban masalah yang sedang dan akan kita hadapi terasa ringan karena diputuskan jalan keluar dan diselesaikan bersama," terang Dana, sembari menjelaskan maqolah (ungkapan) suatu kemungkaran yang terorganisasi akan mampu menghancurkan kebaikan tanpa terorganisir.

Pasalnya banyak sekali macam organisasi yang mungkin kalian semua ikuti. Seperti: organisasi pelajar, keagamaan, dan kemasyarakatan dengan berbagai nama dan identitas.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Di sini saya menegaskan untuk kalian semua memilih organisasi yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama. Selain organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, di sini juga wadah ajaran agama yang penuh toleran, moderat, dan tidak radikal," terang Dana.

.

Disamping itu, para senior banyak yang yang telah membuktikan kenikmatan berorganisasi dan menjadi tokoh-tokoh yang sukses berkat perantara keterlibatan perjuangan di bawah naungan Nahdlatul Ulama.

"Seperti Bapak Zainut Tauhid, Ibu Khofifah Indar Parawansa, Bapak Abdullah Azwar Anas, dan tokoh-tokoh sukses lainnya," jelas Dana.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Wakil ketua bidang kaderisasi PC IPNU Banyuwangi ini, juga berharap semoga kelak seluruh ratusan pelajar putra-putri yang hadir menjadi regenerasi NU yang militan.

"Langkah konkrit sedekah banom termuda Nahdlatul Ulama adalah terus melanjutkan roda kaderisasi organisasi ini. Seperti yang saat ini sedang dan akan terus kita lakukan," tegas Dana.?

Gelaran sosialisasi ini juga dihadiri oleh pengurus harian PC IPNU IPPNU Banyuwangi beserta puluhan Majelis Almuni. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hadits, Cerita, Nasional Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 24 Oktober 2017

Ratusan Pemuda Gabung PKD dan DIKLAT GP Ansor Pringsewu

Pringsewu, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pringsewu menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor dan Pendidikan Latihan Dasar (Diklat) Banser Angkatan III 2016. Kegiatan ini diikuti ratusan peserta yang terdiri dari 70 Banser dan 53 Ansor. Selain itu ada 5 orang peserta dari unsur Fatayat Serbaguna (Fatser) yang merupakan sayap organisasi Fatayat NU dengan tugas dan kegiatan sama dengan Banser.

Ditemui di hari pertama kegiatan yang berlangsung di gedung MWCNU Kecamatan Ambarawa, Ketua GP Ansor Kabupaten Pringsewu Muhammad Sofyan mengatakan bahwa Kegiatan PKD dan Diklat Banser tersebut akana digelar selama 3 hari mulai 29-31 Juli 2016. "Pada tahun ini kita angkat tema Menjaga Keutuhan NKRI dengan semangat wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air," katanya, Jumat Malam (29/7).

Ratusan Pemuda Gabung PKD dan DIKLAT GP Ansor Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Pemuda Gabung PKD dan DIKLAT GP Ansor Pringsewu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Pemuda Gabung PKD dan DIKLAT GP Ansor Pringsewu

Ia berharap dengan kegiatan ini akan muncul kader-kader militan NU yang siap untuk berkhidmah mengawal Islam Ahlussunnah wal-Jamaah An-Nahdliyyah. Harapan lain juga diungkapkan Sofyan terkait program kegiatan tahunan Ansor ini. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi kawah candradimuka untuk mencetak generasi muda yang tangguh untuk masa depan bangsa.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sofyan menambahkan, para anggota baru mendapatkan berbagai macam materi yang meliputi ke-NU-an dan keaswaja an, keansoran, kebanseran, peraturan militer dasar ( Permildas ), bela diri Banser, wawasan kebangsaan dan kewirausahaan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pemateri pada kegiatan tersebut meliputi Kader dan para tokoh NU baik tingkat kabupaten maupun provinsi. Di antara pemateri adalah DR KH Khairuddin Tahmid yang merupakan sesepuh Ansor Provinsi Lampung yang saat ini menjabat sebagai Ketua MUI Provinsi Lampung. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nasional, Bahtsul Masail, Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 18 Oktober 2017

Jika Tak Memungkinkan, Sebaiknya Ibu Hamil Tidak Naik Pesawat

Sidoarjo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Perempuan hamil yang bepergian dengan pesawat untuk keluar kota dengan jarak tempuh yang cukup jauh, tentu lebih efektif dari segi waktu. Tetapi, transportasi pesawat menjadi alternatif dengan catatan kondisi kehamilannya dipastikan sehat tanpa komplikasi atau penyakit penyerta lainnya.

"Jika dipaksakan terbang dalam kondisi kehamilan yang tidak memungkinkan, bisa terjadi risiko gangguan ringan hingga berat. Seperti keguguran pada kehamilan awal, lahir sebelum waktunya, sumbatan pembuluh darah, sampai dehidrasi yang dapat berakibat fatal bagi kondisi ibu dan janin," kata dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU Sidoarjo, Umi, Jumat (12/2).

Jika Tak Memungkinkan, Sebaiknya Ibu Hamil Tidak Naik Pesawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Jika Tak Memungkinkan, Sebaiknya Ibu Hamil Tidak Naik Pesawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Jika Tak Memungkinkan, Sebaiknya Ibu Hamil Tidak Naik Pesawat

Umi menyarankan sebaiknya pada saat kehamilan berusia di atas 12 minggu di bawah 36 minggu, dan sampai 32 minggu untuk hamil kembar. Pada usia kehamilan di atas 12 minggu, ibu hamil sudah melewati masa-masa mual, kondisi kehamilan sudah lebih stabil serta kondisi fisik sang ibu sudah lebih kuat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebelum usia kandungan mencapai 12 minggu, sebaiknya ibu hamil tidak menggunakan transportasi pesawat. Dikhawatirkan, kondisi ibu hamil dapat menimbulkan risiko gangguan lainnya bahkan bisa terjadi keguguran. Karenanya sebelum bepergian sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu untuk memastikan sejauh mana kondisi kesehatan ibu dan kandungannya.

"Terutama jika sebelumnya pernah menderita beberapa hal, seperti pernah mengalami perdarahan selama kehamilan, kencing manis, rasa mual berlebihan di pagi hari, pernah keguguran, hipertensi, penyakit jantung hingga preeclampsia/eklampsia," terang dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU itu.

Risiko gangguan ringan bisa dialami seperti perut kembung, telinga berdenging, perut berkontraksi, hingga kram dan pembengkakan pada kaki atau mata kaki. Kondisi itu umumnya terjadi selama penerbangan di atas 3-5 jam. Sementara gangguan yang lebih serius berupa pembekuan darah (blood clots/thrombosis).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Gejala terjadinya pembengkakan, nyeri dan merah pada bagian belakang kaki terutama di bawah lutut. Penyebab kedua gangguan itu adalah kurang lancarnya peredaran darah," jelasnya.

Menurutnya, bagi ibu hamil yang hendak naik pesawat sebaiknya jauh hari sebelum berangkat harus periksa ke dokter kandungan terlebih dulu, mencari informasi seputar rumah sakit atau pertolongan medis di tempat tujuan pada hari keberangkatan dan saat penerbangan, tiba di bandara jauh lebih awal agar lebih santai ketika melalui proses check-in dan securiti.

Terburu-buru di Bandara, sambung Umi, dapat menimbulkan stres dan itu bukan awal yang baik untuk memulai penerbangan terutama bagi ibu hamil. Begitu sampai di pesawat, usahakan untuk ke toilet terlebih dahulu. Hal itu berguna jika ternyata penerbangan pesawat ditunda dan penumpang sudah tidak diperbolehkan ke toilet.

"Beritahu petugas di konter check in Bandara tentang keadaan Anda agar mereka dapat mempersiapkan kebutuhan Anda sebaik mungkin, kenakan pakaian yang longgar dan nyaman, sepatu yang nyaman dan compression stocking, kenakan sabuk pengaman tepat di bawah perut, minum air dan jus yang banyak untuk menghindari dehidrasi selama penerbangan," tegasnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal PonPes, Nasional, Sejarah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 10 Oktober 2017

Pesan Ketua PWNU Jatim untuk GP Ansor Kota Surabaya

Surabaya, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama KH Hasan Mutawakkil Alallah berpesan kepada pengurus baru Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Surabaya Masa Khidmat 2017-2021 untuk menjaga amanah pasca pelantikan.?

Pesan Ketua PWNU Jatim untuk GP Ansor Kota Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Ketua PWNU Jatim untuk GP Ansor Kota Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Ketua PWNU Jatim untuk GP Ansor Kota Surabaya

"Saya akan menyampaikan pesan dari hadis nabi Muhammad SAW.? Rasulullah bersabda Rasulullah SAW bersabda: Laa iimana liman laa amanata lahu, wa laa diina liman laa ahda lahu. Tidaklah sempurna iman seseorang apabila ia tidak mampu menjaga amanah, dan tidak sempurna agama seseorang bagi orang yang tidak konsisten dengan komitmennya," papar Kiai Mutawakkil, Ahad (5/10) di Hotel Tunjungan Surabaya.?

(Baca juga: Pesan Gus Yaqut Saat Lantik PC GP Ansor Kota Surabaya)

Oleh karenanya, lanjut Kiai Mutawakkil, jangan hanya puas dengan namanya tercantum di kepengurusan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Tapi ketahuilah, di pundak kalian semua sekarang ada amanah dari kalangan muda utamanya dari kalangan pemuda Ansor khususnya Kota Surabaya."

Kiai Mutawakkil berharap agar pengurus yang baru dilantik mampu menata niat.

"Bahwa kalian siap mengabdikan jiwa dan raga, dengan ikhtiar yang kalian miliki, demi berkhidmat, dalam melaksanakan dan membantu perjuangan ulama, menjadi benteng organisasi jamiyah Nahdlatul Ulama," ungkapnya lagi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jika benar-benar menjaga prinsip itu, janji Allah, akan memberikan pertolongan.

"Yaa Ayyuhalladzi na amanu intanshurullah yan shurkum wa yutsabbit aqdamakum. Hai Orang-orang yang beriman, jika kamu menolong Allah maka Allah akan menolong kamu dan meneguhkan pendirianmu," ungkap Kiai Mutawakkil mengutip Surat Muhammad ayat 7.

Semoga dengan adanya pelantikan yang digelar pada 5 November setelah peringatan Hari Santri 22 Oktober dan menjelang Hari Pahlawan 10 November ini, tambah Kiai Mutawakkil, kita bisa memetik spirit di hari bersejerah itu.

"Bahwa kaum santri mengasah nyali dan siap mati menjadi benteng dan perisai NKRI," pungkas Kiai Mutawakkil.?

PC GP Ansor Kota Surabaya sendiri untuk masa Khidmat 2017-2021 dipimpin oleh HM Faridz Afif dan Sekretaris Abd Holil.?

Dalam sambutannya, Gus Afif panggilan akrab Ketua GP Ansor Kota Surabaya, dirinya dan para pengurus lainnya siap lahir batin mengabdikan diri untuk GP Ansor dan Nahdlatul Ulama.

"Ini merupakan komitmen kami selamat empat tahun ke depan," katanya.?

Gus Afif melanjutkan, bahwa GP Ansor Kota Surabaya akan istiqomah menegakkan Islam ala ahalussunnah wal jamaah.

"Komitmen itu sebagai ruhul jihad kami dalam mengabdi kepada Nahdlatul Ulama."?

Selain itu, Gus Afif juga berjanji akan terus mengawal kebijakan pemerintah kota Surabaya.

"Kami akan bersikap kritis kepada pemerintah kota Surabaya jika ada kebijakan yang dzolim terhadap masyarakat Kota Surabaya. Kita akan berdiri di garda terdepan membela kebenaran," tambahnya.?

"Kami GP Ansor Surabaya secara tegas akan berada digarda melawan kedzaliman. Siapapun itu baik elit politik atau siapapun saja yang menghianati perjuangan ahlus sunnah wal jamaah akan kami lawan," tegasnya. (RZ/Kendi Setiawan)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nasional Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 27 September 2017

Pelajar NU Sidoarjo Gelar Maulid Diba’ wa Ta’lim

Sidoarjo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pelajar NU Sidoarjo kembali menggelar acara rutinan setiap bulan sekali yakni Maulid Diba wa Talim yang ke XI di Masjid Maslakhul Huda Desa Wonoayu pada Ahad, 15 November 2015. Acara ini dihadiri oleh PAC/PKPT IPNU-IPPNU se-kabupaten Sidoarjo.?

Pelajar NU Sidoarjo Gelar Maulid Diba’ wa Ta’lim (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Sidoarjo Gelar Maulid Diba’ wa Ta’lim (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Sidoarjo Gelar Maulid Diba’ wa Ta’lim

Gema sholawat berkumandang dengan merdunya sejak acara dimulai pada pukul 08.00-11.30.?

"Acara ini merupakan momentum untuk menjaga budaya shalawat tetap terjaga di kalangan pelajar Nahdliyin," tutur Mohammad Hendra selaku ketua PAC IPNU-IPPNU dalam sambutannya.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

KH Ahmad Imam Jazuly dalam mauidhoh hasanah mengajak hadirin untuk mempertahankan tradisi dan amaliyah yang baik agar mendapat manfaat yang baik (Zamroni/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pahlawan, Nasional, Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 30 Agustus 2017

Aklamasi, Faqih dan Halimah Pimpin IPNU-IPPNU Subang

Subang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Subang menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) VI di MTs Al-Maarif Binong, Subang, Jawa Barat, Kamis (15/12).

Aklamasi, Faqih dan Halimah Pimpin IPNU-IPPNU Subang (Sumber Gambar : Nu Online)
Aklamasi, Faqih dan Halimah Pimpin IPNU-IPPNU Subang (Sumber Gambar : Nu Online)

Aklamasi, Faqih dan Halimah Pimpin IPNU-IPPNU Subang

Dalam Konferensi tersebut terpilih secara aklamasi Agung Al Mutafaqih sebagai Ketua IPNU periode 2016-2018 menggantikan Ketua IPNU sebelumnya, Abdullah ZA dan Halimah Sadiyah sebagai Ketua IPPNU Subang periode 2016-2018 menggantikan Ketua IPPNU sebelumnya, Azizah.

"Berdasarkan hasil keputusan Konferensi, rekan Agung Al Mutafaqih sah terpilih sebagai Ketua IPNU Subang untuk masa khidmat 2016-2018," ujar pimpinan sidang dari unsur PW IPNU Jawa Barat, Ziyad Ahmad seraya mengutuk palu sidang.

Senada dengan Ziyad Ahmad, pimpinan sidang dari unsur PW IPPNU Jawa Barat, Nurul Fatonah memutuskan jika Halimah Sadiyah secara aturan main organisasi sah terpilih memimpin IPPNU Kabupaten Subang periode 2016-2018.

"Semua yang menyangkut hasil persidangan terkait Konfercab ini, maka diputuskan rekanita Halimah Sadiyah sah terpilih menjadi Ketua IPPNU Subang," jelas Nurul.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua IPNU Subang terpilih, Agung Al Mutafaqih menegaskan, akan terus memaksimalkan proses kaderisasi di tiap sekolah yang ada di Kabupaten Subang bersama dengan IPPNU, khususnya di Wilayah Subang Selatan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Karena saat ini kita masih fokus kaderisasi di wilayah pantai utara (Pantura) sehingga terbentuk PAC sekitar 15. Mudah-mudahan selama kami memimpin bisa 30 PAC yang ada di Kabupaten Subang bisa terbentuk," kata pria yang akrab disapa Faqih tersebut. (Ade Mahmudin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Sunnah, Nasional, AlaSantri Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock