Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Dari Pesantren untuk Bangsa

KH. Abdul Wahid Hasyim adalah putra kelima dari pasangan KH. Hasyim Asy’ari dengan Nyai Nafiqah binti Kyai Ilyas. Anak lelaki pertama dari 10 bersaudara ini lahir pada hari Jumat legi, Rabiul Awwal 1333 H, bertepatan dengan 1 Juni 1914 M, ketika di rumahnya sedang ramai dengan pengajian.

Wahid Hasyim adalah salah seorang dari sepuluh keturunan langsung KH. Hasyim Asy’ari. Silsilah dari jalur ayah ini bersambung hingga Joko Tingkir, tokoh yang kemudian lebih dikenal dengan Sultan Sutawijaya yang berasal dari kerajaan Demak. Sedangkan dari pihak ibu, silsilah itu betemu pada satu titik, yaitu Sultan Brawijaya V, yang menjadi salah satu raja Kerajaan MAtaram. Sultan Brawijaya V ini juga dikenal dengan sebutan Lembu Peteng.

Kamis, 01 Februari 2018

Radio Suara Aswaja Jadi Sarana Publikasi NU

Pringsewu, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Radio Suara Aswaja yang digagas oleh Lajnah Talif wan Nasyr Kabupaten Pringsewu, Lampung, dapat menjadi sarana transformasi informasi warga Pringsewu khususnya warga nahdliyyin.

Mantan Ketua PWNU Lampung KH DR Khairuddin Tahmid mengatakan, kegiatan yang dilakukan NU sebenarnya sangatlah banyak dan besar namun dikarenakan kurangnya publikasi maka masyarakat umum tidak mengetahuinya. 

Radio Suara Aswaja Jadi Sarana Publikasi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Radio Suara Aswaja Jadi Sarana Publikasi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Radio Suara Aswaja Jadi Sarana Publikasi NU

"Sementara yang lain kegiatan kecil dan cuma beberapa orang karena diekspos di media secara terus-menerus maka terlihat besar dan terkenal," katanya dalam diskusi ke-NU-an yang digelar di Kantor LTN NU Pringsewu, Senin (4/3).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

KH Khaeruddin Tahmid yang juga dosen di IAIN raden Intan Lampung mengharapkan Radio Suara Aswaja nantinya dapat mengemas acara acara yang informatif dan edukatif. 

Ditambahkan, kemasan program siar Radio Suara Aswaja haruslah memberi penyejukan dan pencerahan kepada masyarakat dan bukan untuk mengkounter ajaran lain apalagi menyalahkan dan memojokkan pemahaman lain seperti yang sudah mulai muncul akhir-akhir ini. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Redaktur     : A. Koirul Anam 

Kontributor : Fara Fatiha

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaNu, Pendidikan, Daerah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Jelang Pilpres, Tokoh NU Diminta Hati-hati Keluarkan Statemen Politik

Kudus, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Menjelang pelaksanaan pemilihan presiden, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) diminta berhati-hati mengeluarkan pernyataan politik. Hal ini untuk menjaga kondusivitas dan menghindari perpecahan di kalangan warga.

Jelang Pilpres, Tokoh NU Diminta Hati-hati Keluarkan Statemen Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pilpres, Tokoh NU Diminta Hati-hati Keluarkan Statemen Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pilpres, Tokoh NU Diminta Hati-hati Keluarkan Statemen Politik

Pernyataan ini disampaikan Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidillah Shodaqoh saat dihubungi Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Rabu (14/5). Dikatakan, tokoh NU harus selalu menekankan seruan moral tanpa dilatarbelakangi kepentingan partai politik maupun calon presiden tertentu.

"Jangan terlalu berlebihan larut dalam persoalan politik. Kembalilah pada isu kesejahteraan dan moral umat," tegas kiai yang sering disapa Gus Ubaid ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia mengingatkan terjadinya perpecahan (firqah) dalam agama berbarengan dengan peristiwa politik. "Makanya kiai-kiai NU harus hati-hati. Termasuk santri juga jangan mengompori dan memanipulasi pernyataan dan sikap kiai," tandasnya.

Kepada pendukung capres, Gus Ubaid mengharapkan supaya menarik simpati sesuai etika politik tanpa menjelek-jelekkan lawannya. Begitu pula, para wartawan harus berimbang dalam menyampaikan informasi. "Tidaklah elok bila harus menjelek-jelekkan lawan politik," tegasnya lagi singkat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ditanya tentang sikap politik PWNU Jateng, Gus Ubaid menyatakan secara lembaga tetap bersikap netral dan tidak memberi dukungan kepada salah satu kandidat capres. "Meskipun begitu, NU tetap membimbing," ujarnya tanpa merinci penjelasannya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pendidikan, Pesantren, Amalan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Badal Haji Dibutuhkan Calon Jemaah Uzur

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Saifuddin Amsir menyatakan haji diwajibkan bagi setiap muslim yang mampu mengadakan perjalanan ke tanah suci. Perintah itu ditemukan di dalam Al-Quran.

Perihal kemampuan menurut keterangan ulama, sambung KH Saifuddin Amsir, meliputi kemampuan keuangan dan keamanan. Meskipun kondisi fisik yang terbatas dan terkendala usia, mereka yang mampu tetap wajib melaksanakan haji.

Badal Haji Dibutuhkan Calon Jemaah Uzur (Sumber Gambar : Nu Online)
Badal Haji Dibutuhkan Calon Jemaah Uzur (Sumber Gambar : Nu Online)

Badal Haji Dibutuhkan Calon Jemaah Uzur

“Mereka yang uzur secara usia bisa menggunakan badal haji,” kata KH Saifuddin Amsir kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal di kediamannya di bilangan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Rabu (11/9) malam.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mereka yang memiliki kemampuan finansial tetapi telah memasuki usia senja dengan keterbatasan fisik, dapat menggunakan badal haji. Selain mereka, badal haji juga bisa digunakan oleh mereka yang memiliki uzur syar‘i seperti sakit, lumpuh, atau uzur lainnya, tambah KH Saifuddin Amsir.

Badal haji, lanjut KH Saifuddin, merujuk pada praktik pengupahan tenaga seseorang untuk melaksanakan rukun dan wajib haji seseorang yang mempunyai uzur.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk mereka yang uzur, agama memberikan keringanan melalui badal. Seandainya  memaksakan diri, mudharat yang tidak dikehendaki akan terjadi, tutup KH Saifuddin saat ditemui di rumahnya seusai pulang mengajar di salah satu majelis taklim.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Syariah, News, Pendidikan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Ada Banser, Kapolres Rembang Mengaku Sangat Terbantu

Rembang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Selama perayaan Natal 2017 dan persiapan tahun baru 2018, Satkorcab Banser Rembang menerjunkan sedikitnya 30 anggota yang diminta secara resmi oleh pihak kepolisian dan pemerintah setempat untuk ikut menciptakan iklim yang dondusif di wilayah Kabupaten Rembang menjelang pergantian tahun.

Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Zaenal Arifin mengatakan, partisipasi yang dilakukan oleh pihak Banser muncul karena ada permintaan secara resmi untuk membantu aparat kepolisian dan pemerintah.

Ada Banser, Kapolres Rembang Mengaku Sangat Terbantu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Banser, Kapolres Rembang Mengaku Sangat Terbantu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Banser, Kapolres Rembang Mengaku Sangat Terbantu

"Kami berpartisipasi diundang secara resmi. Spirit Banser memenuhi permintaan membantu polisi dalam mengamankan Natal adalah ingin mengamankan sesama anak bangsa saat beribadah," kata Satkorcab Banser Rembang kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso menyatakan, aparat yang bertugas dalam mengamankan Natal dan tahun baru sangat terbantu dengan kehadiran para kader GP Ansor.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kami bersama aparat terkait lainnya saat menjaga perayaan Natal dan persiapan tahun baru 2018 sangat terbantu dengan kehadiran Banser Satkorcab Rembang," kata Pungky.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Saat apel gelar pasukan operasi lilin candi 2017 di Mapolres Rembang pada 22 Desember 2017, Banser diundang secara resmi untuk mengikuti apel bersama aparat TNI-Polri, dan pihak terkait di Kabupaten Rembang.

Banser Rembang berlangsung sejak tanggal 23 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018, dengan mengedepankan kegiatan preventif, dan intelijen sebagai bagian penegakan hukum. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pendidikan, Sunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Mendiknas Kunjungi Pesantren Balekambang

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Menteri Pendidikan Nasional H Mohammad Nuh, mengunjungi pesantren Balekambang desa Gemiring Lor kecamatan Nalumsari, Ahad siang (3/2). Kunjungan M Nuh beserta rombongan dilaksanakan usai menyampaikan Sosialisasi Kurikulum 2013 di Yaptinu Jepara, Jawa Tengah.

Rombongan yang dikawal dari Yaptinu disambut ribuan santri yang berjajar memadati area pondok. Saat di pondok rombongan di terima lurah pondok KH Mustamir Wildan beserta keluarga besar Balekambang. 

Mendiknas Kunjungi Pesantren Balekambang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendiknas Kunjungi Pesantren Balekambang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendiknas Kunjungi Pesantren Balekambang

Oleh shohibul ma’had rombongan diajak menuju gedung SMK yang meliputi gedung baru, Lab Tata Busana dan Lab Otomotif. Disamping itu ia menyapa santri yang berasal dari Jawa dan Luar Jawa. Nuh bertanya kepada santri tentang biaya mondok perbulan. Saat mengetahui per bulan santri membayar Rp.300.000, ia pun kaget karena uang itu dalam sehari santri makan tiga kali. 

Kepada santri ia mengajak untuk tetap semangat. “Tetap semangat ya. Semangat ngajinya. Semangat belajarnya,” kata Nuh kepada sejumlah santri.

KH Mustamir Wildan mengungkapkan Mendiknas memberi kabar bahwa rombongan akan menyambangi Balekambang 2 hari sebelum kedatangannya ke Jepara. “Kebetulan simbah KH Makmun Abdullah sedang menunaikan ibadah umrah bersama keluarga. Namun hal itu tidak membuat kekecewaan Pak Nuh beserta rombongan,” terangnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Meski rombongan disambut dengan sederhana, lanjut kiai Mustamir kunjungan Mendiknas berjalan khidmad. Siang itu merupakan kunjungan M Nuh kedua kalinya ke pesantren Balekambang. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Syaiful Mustaqim

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pendidikan, Sholawat, Nusantara Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mentradisikan Teknologi

Judul Buku: Teknologi Sebagai Tradisi; Refleksi Pengalaman 4 Tahun Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pengantar: KH Hasyim Muzadi

Penulis: Abdul Mun’im DZ

Penerbit: Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Jakarta

Mentradisikan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mentradisikan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mentradisikan Teknologi

Cetakan: I, Agustus 2007

Tebal: 56 Halaman

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Peresensi: Ach Syaiful A’la*


Nahdlatul Ulama—biasa disingkat NU—artinya adalah ”Kebangkitan Ulama”. Sebuah organisasi keagamaan kemasyarakatan (jamiyah diniyah ijtimaiyah) yang didirikan para ulama, 31 Januari 1926 M/16 Rajab H di Surabaya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Latar belakang berdirinya, berkaitan erat dengan perkembangan pemikiran kaum modernitas Islam atas situasi politik dunia Islam. Berawal dari pemikiran Syeikh Muhammad Abduh di Mesir, dan gerakan Wahabi yang dipelopori Abdul Wahab di Arab Saudi, dengan tujuan untuk memurnikan ajaran Islam.

Gerakan ini ingin memacu perkembangan Islam menghadapi perubahan zaman, dengan tetap berdasarkan Al-Quran dan Hadits (konservatif) yang tidak menghendaki ajaran bermazhab. Sementara, kalangan pesantren dan ulama salaf Indonesia, yang tetap berpegang pada ajaran bermadzhab dalam menjalankan syariat Islam, membentuk sebuah komite yang dipimpin KH Wahab Chasbullah atas restu KH Hasyim Asyari.

Komite kemudian mengalih perhatian ke kongres Islam yang diprakarsai Ibnu Suud, penguasa Hijaz baru di Arab. Gagasan Ibnu Suud akan menghapus tradisi keagamaan dan ajaran bermadzhab, tawasul, ziarah kubur, Maulid Nabi, dibicarakan dalam dua kongres umat Islam berturut-turut. Di Yogyakarta tahun 1925 dan di Bandung tahun 1926. Walaupun kongres Bandung sebenarnya hanya mengesahkan kesepakatan sebelumnya, karena nama, KH Abdul Wahab Chasbullah (delegasi pesantren) dicoret di konferensi khilafah umat Islam se-dunia, dengan alasan bukan organisasi. Peristiwa itu menyadarkan ulama pengasuh pesantren, betapa pentingnya sebuah organisasi. Akhirnya, para ulama pesantren sangat tidak bisa menerima kebijakan Ibnu Suud. Bahkan santer terdengar berita, rencana akan menggusur makam Nabi Muhammad Saw. Maka melalui proses panjang lahirlah “NU”.

Perkembangan NU ternyata semakin pesat. Mungkin di luar dugaan para pendirinya. Kebesaran ini tak lepas dari adanya kreatifitas para aktor sebagai pengendali dan uswah bagi umatnya. Dan sistem manajemen kepengurusan NU secara struktural sangat jelas, mulai tugas, fungsi, wewenang, kebijakan dari tingkat pusat hingga ranting.

NU, sebagai jamiyah diniyah ijtimaiyah, sangat menghargai nilai-nilai tradisi dan budaya. Karena kehidupan tidak bisa dipisahkan dengan tradisi dan budaya. Salah satu karakter budaya adalah berubahan yang terus menerus, hal ini diciptakan oleh manusia. Maka, budaya bersifat beragam sebagaimana keberagaman manusia. Menghadapi hal semacam itu, NU mengacu pada salah satu kaidah fiqh “al-muhafazhah ala al-qadim al-shalih wa al-akhdzu bi al-jadidil al-ashlah” (mempertahankan kebaikan warisan masa lalu dan mengkreasi hal baru yang lebih baik).

Di tengah arus informasi dan komunikasi yang tak lagi terbendung, ternyata internet menjadi sebuah sarana alternatif yang harus digalakkkan. Maka apresiasi terhadap teknologi terasa perlu dilakukan karena pengetahuan warga “Nahdliyin” masih terbatas tentang teknologi. Dengan harapkan akan memunculkan masyarakat terpelajar dan melek informasi. Masyarakat tidak hanya tahu informasi keagamaan dari para mubalig, tetapi juga bisa banyak mengakses informasi mengenai perkembangan politik, ekonomi, sosial serta gerak lajunya kebudayaan.

Membuka mata dengan informasi nantinya akan menjadi manusia yang kritis dan mandiri. Orang yang kritis dan mandiri bisa mengambil keputusan atau sikap atas dasar keyakinan dan pertimbangan menurut rasionalnya sendiri. Juga menambah wawasan para kiai, pengasuh pesantren, dan santri agar pemikiran mereka relevan bagi perkembangan zaman, shalih fi kulli zaman wa makan. Oleh karena itu, dirasa perlu “Kedung Sukun Adiwerna Tegal” lahir untuk masyarakat NU.

Kenapa harus ada “Kedung Sukun Adiwerna Tegal”? Padahal sudah banyak media NU lainnya yang menfokuskan berbagai kajian tentang NU dan Ahlussunnah Wal Jamaah, Aswaja. Di antaranya: Bintang Sembilan (Sumatera Barat), Aula dan Duta Masyarakat (Jawa Timur), Khittah (Sulawisi Selatan), Forum Warga (Jawa Tengah) dan beberapa media lainnya tingkat cabang.

Setelah membuka website “Kedung Sukun Adiwerna Tegal” pembaca akan menemukan jawabannya. Melalui proses panjang, yang pada tanggal 11 Juli 2003 secara resmi “Kedung Sukun Adiwerna Tegal” diluncurkan di hall Hotel Borobudur, Jakarta. Bahkan tahun 2004-2005 website “Kedung Sukun Adiwerna Tegal” mendapat penghargaan situs terbaik kategori “Sosial & Kemasyarakatan”. Ini menandakan bahwa NU tidak hanya berjuang dalam bentuk tindakan nyata di masyarakat. Tapi juga NU memberikan pencerahan-pencerahan dalam dunia maya.

Terlepas adanya beberapa kelemahan website itu, adalah hal yang tetap patut disyukuri. Karena dengan adanya media seperti ini, berarti NU telah memperkenalkan ajarannya, yaitu, Islam Indonesia yang moderat, rahmatan lil alamin. Karena kini, NU telah go international dikenal kurang lebih 21 negara belahan dunia.

Buku ini, tidak bermaksud dijadikan sebagai rujukan (reference) bacaan yang mempunyai dasar pemikiran, rumusan masalah, metode, dan lain-lain. Tapi hanya sebatas memperkenalkan kepada warga “Nahdliyin” khususnya, pembaca pada umumnya tentang adanya website “Kedung Sukun Adiwerna Tegal”.

Website ini menyediakan berbagai “menu”? all about NU: sejarah berdirinya, tokoh, forum diskusi, beberapa istilah organisasi, dan lain-lain. Menariknya lagi, di website “Kedung Sukun Adiwerna Tegal” tersedia dalam tiga bahasa. Pembaca bisa ber-cas-cis-cus dengan bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan bahasa Inggris sesuai dengan selera. Selanjutnya, selamat berkunjung di website: http://www.nu.or.id.



*Kader muda Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur. Aktif di Lesehan Komunitas Baca Surabaya (Kombas).
Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pendidikan, Santri Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

GP Ansor Pringsewu Buka Balai Kursus dan Latihan Kerja

Pringsewu, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) adalah salah satu bentuk amal usaha yang dimiliki oleh GP Ansor Pringsewu di bidang pendidikan. Setelah sukses mendirikan LKP Bela Bangsa di kecamatan Sukoharjo yang bermitra dengan MA Maarif Keputran, kini di Kecamatan Ambarawa juga akan didirikan LKP yang serupa.

GP Ansor Pringsewu Buka Balai Kursus dan Latihan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pringsewu Buka Balai Kursus dan Latihan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pringsewu Buka Balai Kursus dan Latihan Kerja

Ketua GP Ansor Pringsewu M Sofyan membenarkan rencana pendirian tersebut. "Betul, kami memang sedang mengembangkan amal usaha di bidang pendidikan berupa pendirian LKP yang rencananya hadir di setiap kecamatan yang ada di kabupaten Pringsewu. Untuk saat ini baru di kecamatan Sukoharjo yang sudah berjalan dan di kecamatan Ambarawa saat ini sedang dikerjakan," jelasnya.

Selain membekali mereka dengan kursus dan pelatihan, mereka yang belajar di LKP Bela Bangsa akan dibekali dengan pendidikan Ahlusssunah Wal Jamaah ala Nahdliyah sesuai dengan visi-misi GP Ansor sendiri.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal senada juga disampaikan oleh ketua Tim LKP di kecamatan Ambarawa M Dariyanto yang sekaligus Sekretaris GP Ansor Pringsewu. Ia menjelaskan bahwa program pendirian LKP ini memang sudah lama direncanakan dan baru kali ini bisa terealisasi. Saat ini kami sedang menyiapkan lokasi, sarana, dan manajemen LKP serta memulai promosi ke beberapa sekolah karena memang target utamanya adalah anak-anak sekolah.

Untuk lokasi, sementara berada di kelurahan Ambarawa Barat, tepatnya di kediaman sahabat Henudin dan untuk sarana sudah tersedia seperti beberapa perangkat komputer, ruang belajar, fasilitas kantin dan lain-lain.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Rencananya nama LKP di Kecamatan Ambarawa ini juga sama dengan LKP yang ada di Sukoharjo, yaitu LKP Bela Bangsa karena memang sama-sama milik GP Ansor Pringsewu. Sementara untuk program pelatihan yang diselenggarakan LKP Bela Bangsa cabang Ambarawa ada 5, yaitu kursus komputer, kursus bahasa inggris, kursus teknisi komputer & printer, Bimbel Semua Mata Pelajaran, serta Bimbingan Baca Al Quran (BBQ)," imbuh Dariyanto.

Sayangnya, saat ditanya soal biaya kursus bagi setiap peserta yang belajar di LKP ini, M. Dariyanto belum bisa memberitahu karena masih dalam tahap perhitungan. "Yang pasti lebih murah dari tempat kursus yang lain, karena kami tidak semata-mata mencari profit tetapi lebih kepada pengabdian terhadap masyarakat," tegasnya. (Henudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Warta, Pendidikan, Hadits Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Turki Berkabung Nasional Atas Korban Gaza

Istanbul, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Turki pada Senin menyatakan tiga hari berkabung nasional bagi para warga Palestina yang menjadi korban operasi militer Israel di Jalur Gaza dan menyebut serangan Israel itu sebagai "pembunuhan massal".?

Turki Berkabung Nasional Atas Korban Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)
Turki Berkabung Nasional Atas Korban Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)

Turki Berkabung Nasional Atas Korban Gaza

"Kami mengutuk pembunuhan massal yang dilancarkan Israel terhadap rakyat Palestina," kata Wakil Perdana Menteri Bulent Arinc kepada para wartawan di Ankara melalui televisi, lapor AFP.?

Pernyataan itu diberikan Arinc di saat jumlah warga Palestina yang tewas telah mencapai 500 orang.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Untuk menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina, kami menetapkan tiga hari berkabung nasional mulai besok (Selasa)."

Tambah Korban?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumlah korban tewas di Gaza pada Senin meningkat menjadi 558 orang, menyusul hari paling berdarah yang dialami kantong Palestina sejak 2009 saat Israel melancarkan operasi militer penghukuman.?

Seorang tentara Israel mengatakan tujuh tentara lainnya dari pihak Israel tewas dalam pertempuran di Gaza sehingga meningkatkan jumlah warga Israel yang kehilangan nyawa menjadi 27 orang, termasuk 25 tentara, lapor AFP.?

Pengumuman itu muncul satu hari setelah 13 tentara Israel terbunuh dalam satu hari, yang merupakan hari paling banyak memakan korban tewas di pihak mereka sejak perang Lebanon 2006.?

Juru bicara dinas penanganan darurat Gaza, Ashraf al-Qudra, mengatakan serangan-serangan udara serta tembakan-tembakan artileri telah menewaskan 41 orang di seluruh kantong Palestina pada Senin.?

Sebanyak 68 jenazah lainnya ditarik dari reruntuhan di wilayah-wilayah yang mengalami pertempuran sengit satu hari sebelumnya.?

Tentara juga mengatakan pasukannya telah membunuh "lebih dari 10 militan" yang menyusup ke Israel selatan melalui dua terowongan, meletupkan pertempuran yang dilaporkan melukai beberapa tentara.?

Para gerilyawan yang tewas di dalam Israel tidak termasuk dalam daftar orang tewas di Gaza yang dimiliki Qudra.?

Korban tewas terbaru tersebut termasuk enam orang yang terbunuh dalam dua serangan artileri, tiga di antaranya kehilangan nyawa di kota selatan Rafat dan tiga lainnya di Deir al-Balah di Gaza pusat.?

Qudra mengatakan, sepertiga dari 41 orang yang tewas pada Senin adalah anak-anak.?

Tujuh bocah berada di antara sembilan orang yang tewas dalam serangan udara dini hari terhadap sebuah rumah di Rafah, dan empat anak lainnya kehilangan nyawa dalam serangan lainnya ke sebuah rumah di Kota Gaza yang menewaskan sembilan orang.?

Sementara itu, tank-tank Israel menyerang sebuah rumah sakit di Deir al-Balah hingga menewaskan empat orang, termasuk dokter-dokter, kata Qudra, yang mengisyaratkan bahwa setidaknya 70 orang mengalami luka-luka.?

Sebanyak 30 orang lainnya tewas dalam rangkaian serangan udara dan serangan tank di sepanjang Jalur Gaza.?

Dari 68 jenazah yang ditemukan Senin, 13 di antaranya merupakan warga yang berasal dari Shejaiya sehingga meningkatkan jumlah korban tewas dalam serangan pada Minggu menjadi 74 orang.?

Qudra mengatakan sebagian besar korban tewas adalah perempuan, anak-anak dan orang tua.?

Dua puluh tiga jenazah lainnya ditarik dari sebuah rumah berlantai tiga milik keluarga Abu Jamaa di kota selatan Khan Yunis, yang terkena serangan pada Ahad hingga meningkatkan jumlah korban tewas dalam satu serangan saja menjadi 28 orang, kata Qudra.?

Sejauh ini, data-data dari pihak Palestina menunjukkan sudah 558 warga Gaza yang kehilangan nyawa dan lebih dari 3.350 luka-luka sejak Israel memulai operasi untuk menghalau tembakan roket antarperbatsan pada 8 Juli. (antara/mukafi niam)

Foto:globalhaber.tv

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pendidikan, Lomba Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Terjemah Al-Qur’an ke Bahasa Daerah Bukti Negara Layani Warga

Makassar, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, H Abdurrahman Mas’ud mengatakan, tujuan penerjemahan Al-Qur’an ke sejumlah bahasa daerah sejatinya untuk memberikan pelayanan kepada umat. Ini juga bisa menjadi bukti bahwa negara benar-benar hadir melayani warga.

Demikian dikatakannya ketika membuka secara resmi lokakarya (workshop) Pembahasan Draft Final Terjemah Al-Qur’an ke Bahasa Bugis, Rabu (29/11). 

Terjemah Al-Qur’an ke Bahasa Daerah Bukti Negara Layani Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Terjemah Al-Qur’an ke Bahasa Daerah Bukti Negara Layani Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Terjemah Al-Qur’an ke Bahasa Daerah Bukti Negara Layani Warga

Kaban Rahman menyampaikan sambutannya melalui video yang direkam di kantor Kemenag Jl MH Thamrin No 6 Jakarta. Lokakarya ini dihelat di Hotel Aryaduta Jl Somba Opu No 297 Losari, Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan hasil kerja sama dengan UIN Alauddin Makassar ini berlangsung selama tiga hari, Rabu-Jumat, 29 November-1 Desember 2017.

“Dalam rangka menyapa dan sekaligus menyampaikan kegembiraan kami. Alhamdulillah sejak 2016 sudah ada 12 terjemah Al-Qur’an dalam bahasa daerah atau lebih tepatnya bahasa ibu. Dan tahun ini ditambah lagi bahasa ibu yang lain yakni Aceh, Bugis, dan Madura,” ujarnya.

Mas’ud menggarisbawahi, bahwa penerjemahan Al-Qur’an ini merupakan kegiatan unggulan Balitbang Diklat Kemenag melalui Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Managemen Organisasi (LKKMO).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Insyaallah ini akan terus dikembangkan baik sekarang maupun di depan,” tandasnya.  

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut pria kelahiran Kudus ini, hal tak kalah pentingnya adalah upaya membantu pelestarian, konservasi, atau pemeliharaan budaya lokal. Khususnya dalam hal ini bahasa daerah sebagai unsur terpenting dalam budaya.

“Jadi, jika kita bicara soal local wisdom atau kearifan lokal, maka kita sesungguhnya telah berperan besar. Karena ini bagian dari penerjemahan, kami juga tidak bekerja sembarangan, tapi profesional. Alhamdulillah selama ini sudah bekerja sama dengan para ulama Al-Qur’an, akademisi, dan pakar bahasa,” ungkapnya.

Doktor jebolan UCLA Amerika ini menambahkan, para pakar tersebut memiliki kualifikasi penguasaan Bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an, penguasaan dasar Ulumul Qur’an dan Tafsir, serta menguasai bahasa dan budaya daerah yang menjadi sasaran terjemahan.

“Kami juga ingin mengingatkan bahwa LIPI beberapa tahun lalu menyatakan terjadinya kepunahan bahasa ibu. Oleh karena itu, sekali lagi ini peran ulama dan ahli bahasa. Bukan sekedar dakwah, bukan hanya tugas agama dan negara. Tapi jadi tugas bersama dalam rangka mempertahankan kearifan lokal yang menjadi pilar penting untuk budaya dan NKRI kita,” tegasnya.

Masih melalui video tersebut, ia berharap kegiatan bisa menghasilkan terjemahan yang bermanfaat bagi umat. 

"Juga jadi ladang amal jariyah bagi tim. Dengan demikian, acara temu ulama ini saya buka secara resmi,” tutup Mas’ud. (Musthofa Asrori/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pendidikan, Kajian Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Terpuji dalam Laku, Terdepan dalam Ilmu

Oleh Alhilyatuz Zakiyah Fillaily

Manusia, lagi-lagi manusia itu membuat kekacauan. Kekacauan yang bagaimana? Kekacauan yang meresahkan esetoris kehidupan mereka, bahkan menjamah kepada ruang-ruang alam hayati yang seharusnya terpelihara. Atas dasar kerapuhan konstruksi dalam diri manusia seakan-akan ialah Tuhan. Lalu berhak berbuat segalanya, yang kadang melupakan bahwa keterbatasan-keterbatasan itu diterpa begitu saja. Karena manusia adalah makhluk sempurna dibanding makhluk hidup lainnya, kesempurnaan itu selalu diusahakan.

Terpuji dalam Laku, Terdepan dalam Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Terpuji dalam Laku, Terdepan dalam Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Terpuji dalam Laku, Terdepan dalam Ilmu

Indonesia memiliki keunikan-keunikan yang beragam. Mulai yang berasal dari Yang Maha Pencipta (tanaman, hewan, lautan, hutan, dan sebagainya), sampai yang berasal dari manusia (budaya, kesenian, kesusastraan, teknologi, adat kebiasaan, keberagaman keberagamaan, dan lain sebagainya).

Keunikan tersebut terawat dan tercipta atas dasar kesadaran rohani yang mendorong dan menuntun untuk selalu menenangkan hayati. Di sinilah keaktifan manusia merupakan upaya memelihara Indonesia, bukan sebaliknya menyuguhkan aroma kebisingan yang kacau pada negeri.?

Proses pertaubatan pertama dan utama yang harus dilakukan adalah dari manusia itu sendiri. Sebagai makhluk sempurna, manusia seharusnya memiliki kesempurnaan tarian dalam berkolaborasi dengan siapa saja. Kekacauan terjadi jika manusia tidak lagi sempurna. Ketidaksempurnaan terjadi akibat ketidakseimbangan proses percumbuan dengan Tuhan, dan proses pergandengan tangan dengan manusia lainnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dikenal proses horizontal (hablumminallah), dan secara vertikal (hablumminannas). Jika baik silaturrahim keduanya, baik pula tempat tinggalnya yang terucap sebagai negara. Hingga bersenandunglah laku yang terpuji, ilmu yang terdepan, dan kesyahduan perkencanan dengan Tuhan.

Terpuji dalam laku

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Laku adalah perbuatan manusia. Perbuatan manusia adalah ciri yang membedakan dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Laku terpuji tak akan luruh jika disenandungkan selalu. Adakalanya kondisi kekosongan itu menyelubungi manusia ditengah-tengah profannya dunia. Salah seorang manusia yang mampu mengolah keadaan dengan baik pernah bernada;?

Anglaras ilining banyu angeli, ananging ora keli

Uninga sucining gandaning nabi

Sabda Sunan Kalijaga tersebut kurang lebih bermakna bahwa manusia harus memiliki kemampuan menyesuaian diri dengan berkembangnya zaman seperti air yang senantiasa mengalir. Tetapi jangan sampai terhanyut dalam arus. Manusia harus berpegang pada tongkat yang dimiliki. Sebagai makhluk yang beragama, kedua tongkat harus dimanfaatkan sebagai pegangan dalam hidup. Tongkat yang bersenandung hukum alam dan hukum Tuhan.?

Dalam mengikuti arus kehidupan dengan perkembangan zaman yang modern, manusia harus selalu mengingat uninga sucining gandaning nabi, ingat akan aroma keharuman Baginda Nabi Muhammad SAW. Aroma itu berupa keluhuran budi Kanjeng Nabi yang menghargai udara-udara kenikmatan Allah SWT. Memiliki pegangan dalam hidup, serta memiliki figur suri tauladan menuntun terciptanya laku yang baik. Hingga manusia dihiasi dengan laku yang terpuji.

Terdepan dalam ilmu

Laku harus diperbaiki terlebih dahulu, sebelum mengisinya dengan ilmu. Ketika laku terpuji menghiasi manusia, manusia akan mudah menerima ilmu yang luhur. Ilmu yang merasuki manusia kemudian masuk dalam diri bersamaan cahaya dari sang Maha Pengasih. Ilmu ini akan menjadi ilmu saja ketika manusia melahap an sich.?

Tanpa adanya laku yang menghiasinya. Keberhasilan keilmuan nampak pada keberlangsungan hidup yang sejahtera, kerukunan yang damai, tanpa kekacauan yang saling menjatuhkan. Jika ini tercapai maka alam pun akan bersorak ria menyaksikan dirinya yang diilmuni. Bukti dari diilmuninya yaitu keselarasan hayati.?

Sebenarnya konsep “Terpuji dalam Laku, Terdepan dalam Ilmu” saya peroleh dari tempat saya mengais ilmu akibat kelaparan yang saya alami di Yayasan Tarbiyatul Banin yang tegak berdiri di atas pertanahan Bumi Mina Tani (Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Pati) yang selalu saya rindukan. Tempa pendidikan tersebut memiliki visi yang indah “Terdepan dalam Ilmu, Terpuji dalam Laku", terbalik dengan apa yang saya pikirkan. Namun itu tak masalah. Saya harus bersyukur dilahirkan dari lingkungan yang baik.

Hubungan vertikal yang baik, menyuguhkan kondisi yang segar di hadapan Tuhan. Manusia dengan rasa kasih sayang mampu merawat keharmonisan alam hayati dengan segala unsur di dalamnya. Laku baik dan ilmu mumpuni akan membuat hubungan horizontal semakin indah pula. Manusia akan semakin mengilmuni apapun yang dihadapannya, segala sesuatu yang diilmuni melahirkan menanamkan rasa cinta.?

Cinta akan memberikan jalan untuk berkencan dengan Tuhan. Kasih sayang melekat dalam diri manusia menjauhi kekacauan. Alangkah indahnya Indonesia jika terdidik oleh manusia-manusia yang mempu mengolah dirinya sehingga berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. Berkencan dengan Tuhan melalui jalan cinta segera diwujudkan.

Jalan Cinta

Cinta, aku memanggilmu cinta sebagai yang patut dicinta

Jalan, aku menyebut kau jalan sebagai tujuan

Cinta, aku mencintai engkau sebagai ungkapan kasih sayang

Jalan, aku membutuhkan jalan sebagai penenang

Cinta, aku memuji engkau sebagai sang Maha Segala

Jalan, aku membuka tabir sebagai pertaubatan

Cinta, aku merindukanmu sebagai keabadian kita

Jalan, aku mencarimu selalu sebagai kenikmatan?

Semarang, Januari 2017

Penulis adalah mahasiswi Jurusan Hukum Pidana dan Politik Islam, UIN Walisongo Semarang. Pegiat Sastra LIKSA (Lingkar Kajian Sastra) LPM Justisia. ? ?





Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Daerah, Pendidikan, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Tatacara Qunut Shubuh

Qunut termasuk amalan yang disunahkan dalam shalat. Qunut yang disunahkan ada tiga macam: qunut shubuh, qunut witir pada separuh akhir Ramadhan, dan qunut nazilah. Terkait qunut shubuh, Imam Al-Nawawi dalam Al-Adzkar mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Tatacara Qunut Shubuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Tatacara Qunut Shubuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Tatacara Qunut Shubuh

Artinya, “Qunut shalat shubuh disunahkan berdasarkan hadits shahih dari Anas bahwa Rasulullah SAW selalu qunut sampai beliau meninggal. Hadits riwayat Hakim Abu Abdullah dalam kitab Arba’in. Ia mengatakan, itu hadits shahih,” (Lihat Muhyiddin Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkar, Beirut, Darul Fikri, 1994, halaman 59).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Imam An-Nawawi, qunut shubuh sunah muakkadah, meninggalkannya tidak membatalkan shalat, tetapi dianjurkan sujud sahwi, baik ditinggalkan sengaja atau tidak. Doa qunut shubuh adalah sebagai berikut:

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allahummahdini fî man hadait, wa ‘âfini fî man ‘âfait, wa tawallanî fî man tawallait, wa bâriklî fî mâ a‘thait, wa qinî syarra mâ qadhait, fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik, wa innahû lâ yazillu man wâlait, wa lâ ya‘izzu man ‘âdait, tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait, fa lakal hamdu a’lâ mâ qadhait, wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam

Doa qunut yang disebutkan di atas dibaca pada saat shalat sendiri. Kalau shalat berjamaah, imam dianjurkan mengubah lafal “ihdinî (berilah aku petunjuk)” menjadi “ihdinâ (berilah kami petunjuk)”. Karena dalam pandangan Syekh Zainuddin Al-Malibari dalam Fathul Mu’in dimakruhkan berdoa untuk diri sendiri pada saat doa bersama. Ia menegaskan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ?

Artinya, “Dimakruhkan bagi imam berdoa khusus untuk dirinya sendiri pada saat doa qunut karena ada larangan tentang hal itu. Karenanya, hendaklah imam membaca ‘ihdina,’” (Lihat Zainuddin Al-Malibari, Fathul Muin, Jakarta, Darul Kutub Al-Islamiyyah, 2009 M, halaman 44).

Pada saat membaca doa qunut, imam dianjurkan mengeraskan suaranya dan makmum mengamininya. Dianjurkan pula mengangkat kedua tangan sebagaimana doa pada umumnya. Lebih utama lagi, pada saat doa yang mengandung harapan dan permintaan, telapak tangan menghadap ke atas, sementara saat doa yang mengandung tolak bala atau dijauhkan dari musibah yang sedang terjadi, punggung telapak tangan menghadap ke atas. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pendidikan, PonPes, Doa Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

Ketika Rasulullah Dikhianati Sekelompok Mualaf

Anas bin Malik pernah bercerita kepada Abu Qilabah bahwa suatu hari ada beberapa orang dari Urainah menghadap Rasulullah untuk mengutarakan niat sucinya masuk Islam. Mereka ingin belajar lebih banyak tentang Islam kepada Nabi Muhammad dan para sahabatnya. Nabi pun dengan sukarela menerimanya, bahkan memberi mereka fasilitas ketika tinggal di Madinah.

Sebagai seorang rasul, kasih sayangnya kepada orang-orang yang baru beriman (mualaf) adalah sebuah keniscayaan. Hal itu menjadi bagian dari dakwah nabi yang santun dan ramah.

Ketika Rasulullah Dikhianati Sekelompok Mualaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Rasulullah Dikhianati Sekelompok Mualaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Rasulullah Dikhianati Sekelompok Mualaf

Suatu ketika beberapa orang dari Urainah ini tidak mampu beradaptasi dengan suhu dan udara yang ada di Madinah. Ternyata kondisi kampung halaman mereka dengan Madinah sangat berbeda jauh. Kesehatan mereka pun terganggu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketidakmampuan mereka untuk beradaptasi dengan suhu di Madinah menjadikan mereka terkena penyakit cacar. Rasulullah yang iba melihat kondisi mereka memerintahkan kepada penggembala untanya untuk membawa mereka keluar kota Madinah.

Nabi pun tidak serta merta membiarkan mereka keluar kota Madinah dengan tangan kosong. Nabi memberikan bekal yang lebih dari cukup bagi mereka. Nabi membawakan mereka unta yang banyak perahan susunya. Nabi berharap agar unta itu bermanfaat. Mereka bisa meminum susunya dan memakan daginya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ternyata benar, ketika mereka keluar dari Madinah, seketika penyakit mereka sembuh. Merasa nyaman dengan keadaan mereka di luar kota Madinah, mereka enggan untuk kembali ke Madinah.

Hal yang tak terduga terjadi. Mereka malah membunuh penggembala unta yang diberi amanah oleh Nabi untuk menjaga mereka. Tak hanya itu, mereka membawa kabur unta-unta Nabi yang telah berjasa besar menyelamatkan mereka.

Kabar tidak enak tentang kejahatan mereka pun sampai ke telinga Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam. Beliau marah besar setelah mendengar kejahatan mereka. Rasulullah kemudian mengutus seorang sahabat untuk menangkap mereka yang ternyata masih belum jauh dari tempat terbunuhnya sang penggembala unta.

Mereka dijatuhi hukuman yang setimpal oleh Nabi atas kejahatan berlapis: membunuh, mengambil sesuatu yang bukan hak milik mereka, bahkan mereka telah murtad. Namun hukuman itu dirasa sangat kejam bagi mereka, karena pada waktu itu ayat-ayat hudud (hukuman) belum turun kepada Nabi. Setidaknya, hal itu adalah hukuman untuk orang-orang yang menghianati Rasulullah setelah ditolong dan diselamatkan nyawanya namun malah mengkhianati.

Kisah tersebut setidaknya mengungkapkan dua pesan. Pertama belas kasih dan kepedulian Rasulullah kepada umatnya begitu besar. Hingga hal-hal teknis yang menyangkut kemudahan bagi para mualaf itu pun sangat beliau perhatikan.

Kedua, pengkhianatan bisa menimpa siapa saja, bahkan seorang rasul dengan perangai tanpa cacat sekalipun. Kenyamanan dan fasilitas kadang tak membuat seseorang kian baik, bisa malah sebaliknya ketika hatinya dikuasai keserakahan dan ketidakjujuran. Wallahu a’lam. (M. Alvin Nur Choironi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pendidikan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

LP Ma’arif Pusat Targetkan Seribu Peserta Ikuati Madrasah Ramadhan

Jakarta, NU online?



Penurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU menggelar Madrasah Ramadhan di Masjid KH Hasyim Asy’ari, Jakarta (9-13/6). Kegiatan bertajuk “Indahnya Ramadhan, Doa untuk Bangsa” itu menargetkan1000 peserta dari anak yatim piatu, kaum duafa, dan anak jalanan.?

Pada Madrasah Ramadhan hari pertama, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU H. Arifin Junaidi mengatakan, program Madrasah Ramadhan akan di lakukan setiap tahun sebagai wujud pemguatan komitmen kemanusian dan kebangsaan LP Maarif NU. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

LP Ma’arif Pusat Targetkan Seribu Peserta Ikuati Madrasah Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif Pusat Targetkan Seribu Peserta Ikuati Madrasah Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif Pusat Targetkan Seribu Peserta Ikuati Madrasah Ramadhan

“Dan ramadhan menjadi bulan berbagi terhadap saudara-saudara kita yang kurang beruntung,” katanya, sembari mengatakan bahwa kegiatan tersebut akan diadakan santunan untuk peserta. ? ?

Sekretaris LP Ma’arif NU Harianto Oghie mengatakan, dengan Madrasah Ramadhan ia berharap bulan ini menjadi semangat bulan-bulan lain untuk menjauhi kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Menyadarkan semua kalangan bahwa anak adalah generasi penerus yang harus diselamatkan dari berbagai macam bahaya yang dapat merusak masa depannya serta Membangun anak Indonesia yang tangguh dan berwawasan ke-Islam-an yang Berhaluan Aswaja An-nahdliyah yang pluralis dan bermartabat,” jelasnya. ?

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan tersebut juga ingin menunjukan bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil alamin).?

Madrasah Ramadhan menghadirkan pemateri dari LP Ma’arif, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Kementerian Agama, dan Kementerian Sosial.?

Kegiatan yang berlangsung selepas ashar dan kemudian dilanjutkan pada malam hari itu rencananyakan ditutup Menteri Sosial RI Hj. Khofifah Indar Parawansa. (Abdullah Alawi)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pendidikan, Kiai, RMI NU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 25 Desember 2017

15 Anak Cabang Semarakkan Harlah Ke-65 Fatayat NU di Jepara

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal . Sebanyak 15 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se-Kabupaten Jepara turut menyemarakkan hari lahir (Harlah) ke-65 Fatayat NU yang dilaksanakan di gedung NU, Jalan Pemuda 51 Jepara, Jawa Tengah, Ahad (26/4/15).

15 Anak Cabang Semarakkan Harlah Ke-65 Fatayat NU di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
15 Anak Cabang Semarakkan Harlah Ke-65 Fatayat NU di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

15 Anak Cabang Semarakkan Harlah Ke-65 Fatayat NU di Jepara

Kegiatan dimeriahkan dengan Lomba Mars Fatayat dan Mars Jepara, Rebana Klasik, dan Lomba Cerdas Cermat serta Bazar Kuliner. Sebelumnya PC Fatayat NU juga mengadakan kegiatan doa bersama di tempat yang sama, Senin (20/5/15).

“Lewat kegiatan ini kami berharap Fatayat semakin kokoh ke-NU-annya dan tidak mudah terpengaruh dengan aliran-aliran lain,” terang Ketua Fatayat NU Jepara Imronah Hanani.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Disamping itu kegiatan ini juga bertujuan untuk melestarikan budaya. Rebana, tambahnya, merupakan budaya Islami yang harus dilestarikan. “Kalo bukan kita yang melestarikan lalu siapa lagi?” imbuhnya saat ditemui disela-sela kegiatan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Imronah melanjutkan, Jepara juga mempunyai Mars yang harus disosialisasikan. “Syair Mars Jepara bagi kami sangat memberikan semangat. Untuk itu lewat lomba Mars Jepara merupakan upaya untuk mensosialisasikannya kepada Fatayat dan khalayak umum,” paparnya.

Ia juga berharap Fatayat mandiri dalam hal perekonomian. Mampu berbuat untuk dirinya sendiri, keluarga dan masyarakatnya dalam mencukupi kebutuhan hidupnya. “Itu semua dilakukan tidak lain untuk mengambil semangat Kartini,” harapnya.

Pekan Madaris

Di tempat lain LP Maarif NU Jepara menggelar Pekan Madaris Madrasah Awwaliyah dan Wustho yang dipusatkan di Madrasah Salafiyah Kelurahan Ujung Batu, Kecamatan Kota, Kabupaten Jepara.

Dalam kegiatan yang diikuti oleh 328 peserta itu melombakan beberapa cabang Cerita Islami, CC Aswaja, MTQ, Imla’, Baca Kitab, Puitisasi Al Quran, Kaligrafi, Fustal, MTQ dan Baca Kitab.  

Ketua PCNU Jepara, KH Asyhari Syamsuri dalam sambutannya berharap kegiatan melahirkan kompetisi yang jujur dan berkualitas. Sedangkan Mariyoto, ketua panitia menambahkan, kegiatan merupakan wahana silaturrahim antarmadrasah se–Jepara.

“Harapannya kegiatan ini memunculkan bibit-bibit madrasah yang mumpuni dan berkualitas dalam hal agama, seni dan budaya,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama, Kajian Sunnah, Pendidikan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Bagana Berhasil Evakuasi 5 Korban

Wonosobo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal 

Lima korban akibat tenggelamnya kapal di Waduk Wadaslintang berhasil di Evakuasi tim SAR Kolodete Kabupaten Wonosobo dalam Banser Tanggap Bencana, akhir pekan lalu.Korban berhasil diselamatkan setelah Tim SAR kolodete mengerahkan sebanyak dua regu penyelamatan. 

Bagana Berhasil Evakuasi 5 Korban (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagana Berhasil Evakuasi 5 Korban (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagana Berhasil Evakuasi 5 Korban

“Dalam simulasi Banser Tanggap Bencana (Bagana) ini sebanyak lima korban sudah kita selamatkan dengan mengerahkan dua regu yang dipandu oleh Intruktur Romadhon dan Intruktur Pepi,” Ungkap Muadzin Komandan SAR Kolodete ketika memandu simulasi Gabungan Banser Wadaslintang, Kaliwiro dan Garung di Waduk Wadaslintang.

Disebutkan, dalam simulasi  kelima korban itu bernama Husain, Hasan, Syukur, Junaid serta Rudi. Kelima korban menderita patah tulang, bagian kepala memar, perut tertusuk kayu serta tangan patah. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Semua korban mengalami luka yang berbeda karena kita agendakan agar dalam menangani korban  ketika terjadinya bencana  Banser bisa dengan tanggap dan cepat,” terangnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam simulasi yang diperagakan sekitar dua jam itu, Muazin menceritakan bahwa kronologi terjadinya kecelakaaan tenggelamnya kapal itu bermula pada saat lima wisatawan sedang menyaksikan pemandangan di Waduk Wadaslintang dengan menggunakan kapal pemandu wisata. Tiba-tiba di tengah-tengah waduk Wadaslintang kapal mengalami kebocoran. Karena kapasitas air yang masuk kedalam kapal semakin banyak maka mengakibatkan kapal tenggelam dan penumpang terjebak ditengah-tengah Waduk Wadaslintang. 

“Nah ketika wisatawan terjebak itulah SAR Kolodete yang anggotanya adalah BAnser maka langsung secara cepat mencoba menyelelamatkan korban yang sedang terjebak. Dengan kecepatan dan kesigapan SAR Kolodete maka korban bisa diselamatkan meskipun terjadi luka-luka dibagian tubuhnya,” terangnya.

Dalam penyelelamatan korban, Kata Muazin juga sudah disipakan tim medis Banser yang langsung mengobati korban ketika sudah sampai didarat. Tim medis itu dibentuk dengan maksud untuk mengobati dan menangani korban kecelakaan  tenggelammnya kapal. 

“Tim medis yang beranggotakan 6 banser sudah kita siapkan lengkap dengan obat serta alat-alat yang dibutuhkan,” terangnya.

Sementara itu, Kasatkorcab Banser Wonosobo Kurniyanto mengatakan, tujuan diselengarakannya simulasi banser tanggap bencana adalah sebagai wujud melatih para anggota banser agar mempunyai keahlian didalam menangani berbagai bencana yang melanda masyarakat. 

“Simulasi ini kita maksudkan agar Banser itu terlatih dalam menangani berbagai musibah. Karena Banser itu sebagai penolong masyarakat yang selalu siap kapanpun dibutuhkan,” terangnya.

Dengan simulasi ini, Anto berharap kedepan pembekalan Banser dalam menangani berbagai bencana agar selalu dilakukan dengan maksud agar terlatih dan tidak gagap dalam menangani segala bencana baik di Darat maupun laut. 

“Semoga setelah simulasi ini para peserta bisa mempraktekkan langsung ketika sedang menangani bencana, sehingga ruh banser sebagai pejuang itu bisa bermanfaat,” jelasnya.

Kontributor: Fathul Jamil

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pendidikan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

SMK NU Gelar Pameran Produk dan Parade Barongan

Blora, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Untuk menyemarakkan hari lahirnya yang ke-10, keluarga besar SMK NU Kunduran, Blora, Jawa Tengah, menggelar aneka macam kegiatan. Seperti pameran produk, pasar murah, parade seni barongan dan festival drum band. Selain itu, juga diluncurkan center bisnis di sekolah itu.

SMK NU Gelar Pameran Produk dan Parade Barongan (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK NU Gelar Pameran Produk dan Parade Barongan (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK NU Gelar Pameran Produk dan Parade Barongan

“Kegiatan ini tidak hanya melibatkan keluarga besar SMK NU, tetapi sejumlah sekolah di Kabupaten Blora juga terlibat dalam kegiatan tersebut,” ujar Kepala SMK NU Kunduran, Drs Mohadi Said, saat ditemui Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Senin (1/7) kemarin.

Dikatakan, kegiatan festival drum band dan parade seni barongan dimaksudkan untuk mengapresiasi perkembangan seni tersebut. Apresiasi diberikan agar seni tersebut makin berkembang di tengah-tengah masyarakat.  Khususnya adalah seni barongan yang merupakan kesenian khas Blora.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Karena itu, bagi pemenang disediakan hadiah total mencapai Rp 5,5 juta. Mereka juga diberikan piagam penghargaan beserta tropi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Apresiasi juga berlaku untuk kegiatan pameran produk yang dihasilkan SMK NU Kunduran. Bahkan, untuk mengapresiasi aneka produk yang dihasilkan siswa SMK tersebut, kemarin juga diresmikan bisnis center. Diana salah satu fungsinya adalah untuk mengelola aneka macam kegiatan produksi yang ada sekolah itu.   

“Untuk membatu meringankan beban masyarakat, kami juga menggelar pasar untuk masyarakat sekitar,” tandasnya.

Dia menambahkan, sebagai salah satu lembaga kebanggaan warga NU di Kabupaten Blora, SMK NU Kunduran terus berbenah untuk menjadi sekolah modern dan berbasis industri.  Berbagai upaya terus dilakukan untuk melengkapi berbagai sarana yang dibutuhkan. Tak hanya itu, siswa juga digembleng aneka program pengembangan karakter dan penguasaan skill.

“Kami berobsesi, SMK NU Kunduran akan menjadi agent pengembangan dan agent perubahan masyarakat menuju ke arah yang lebih baik dan sejahtera,” ungkap Mohadi Said.

Menurutnya, SMK NU Kunduran yang terletak di perbatasan Kabupaten Blora dan Kabupaten Grobogan itu, kini makin mendapat tempat di hati masyarakat. Terbukti, jumlah siswa yang bersekolah di SMK tersebut jumlahnya terus meningkat. Saat ini, setidaknya ada sekitar 700-an siswa sedang menimba ilmu di sekolah itu.

“Mereka tidak hanya datang dari Kabupaten Blora, tetapi sebagian juga datang dari Kabupaten Grobogan,” tambah Mohadi yang juga alumnus pascasarjana Universitas NU Surakarta.

Lulusan SMK NU, lanjutnya, juga banyak yang mendapat kesempatan kerja di berbagai perusahaan nasional maupun multi nasional. Bahkan, untuk tahun ini sebagian siswa sudah mendapat panggilan kerja sebelum mengikuti ujian nasional. Ini berarti kepercayaan dari dunia industri terhadap lulusan SMK NU terus meningkat.

Redaktur      : A. Khoirul Anam

Kontributror : Sholihin Hasan

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pendidikan, Warta, Hadits Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Impian Damai di Hari Amal Bakti Ke-71 Kemenag

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-71 Kementerian Agama RI Tahun 2017 menyisakan sejumlah impian bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah satunya ASN bernama Ahmad Damai, pegawai yang mengabdi di Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Sekretariat Jenderal Kemenag.

Damai berharap mampu melahirkan atlet bulutangkis yang akan mengharumkan nama bangsa dan negara, khususnya keluarga besar Kemenag. Putri sulungnya, Aida Damayanti, kini tercatat sebagai siswi kelas XI SMA Plus Pembangunan Jaya Bintaro, Tangerang Selatan. Sebuah sekolah yang khusus mencetak atlet berbagai cabang olahraga.

Impian Damai di Hari Amal Bakti Ke-71 Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)
Impian Damai di Hari Amal Bakti Ke-71 Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)

Impian Damai di Hari Amal Bakti Ke-71 Kemenag

“Kepada Aida, saya selalu memberi semangat untuk terus berlatih. Hormat kepada pelatih/guru dan orang yang lebih tua. Jangan putus asa, jangan tinggalkan shalat. Saya tekankan juga untuk selalu berdoa semoga apa yang dicita-citakan dikabul Allah SWT,” ujar Damai usai mengikuti upacara HAB ke-71 Kemenag di lapangan banteng, Selasa (3/1).

Setiap malam, lanjut Damai, selain sholat malam ia juga menambah amalan membaca yasin, tahlil dan ratib al-Haddad. “Ini semua demi keberhasilan anak saya yang ingin menjadi atlet internasional,” tandasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dukungan yang diberikan Damai kepada anaknya telah ia lakukan sejak Aida masih belia. Suatu ketika, ia pernah menyuruh anaknya berlari mulai dari GOR Ragunan hingga rumahnya di bilangan Kalibata.?

“Hampir sepuluh kilometer anak saya lari. Agar fisiknya tetap sehat,” ungkap Wakil Ketua LKKNU DKI Jakarta ini.

Sebagai aktivis Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama di Ibukota, Damai ingin memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. “Sebab saya juga suka olahraga. Khususnya bulutangkis,” ujarnya bangga.

Dikonfirmasi terpisah, Aida Damayanti mengatakan motivasinya masuk sekolah bulutangkis hendak membanggakan kedua orang tua dan menggapai impiannya sejak kecil, yakni menjadi juara dunia di cabang bulutangkis.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sejumlah kejuaraan di berbagai kota baik di Jawa maupun luar Jawa telah ia ikuti. Mulai Sirkuit Nasional (Sirnas) Jakarta, Semarang, Magelang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, hingga Bali, Manado, Makassar dan Palembang.

Gadis kelahiran Jakarta 29 Januari 2001 yang memiliki hobi mendengarkan musik, berenang, dan baca novel ini pada April 2016 silam, menyabet juara 2 di ajang Walikota Cup 2016 yang digelar di GOR Bima, Kota Cirebon. Saat itu, Aida turun di nomor ganda putri dengan pasangannya Dinda Dwi Nurcahya sukses masuki babak final.

Saat ditanya bagaimana perasaannya menghabiskan masa remaja di gelanggang olah raga, sementara anak-anak seusianya bisa leluasa bermain usai sekolah, Aida mengaku tidak masalah.?

“Soal kehilangan masa remaja sudah pasti yaa. Karena menghabiskan waktu untuk terus berlatih. Tapi buat saya, nggak masalah demi kebaikan dan untuk menggapai cita-cita saya ke depan,” pungkas Aida. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pendidikan, Khutbah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

PBNU Imbau Warga Shalat Ghaib untuk KH Idris Marzuki

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Katib Aam PBNU KH Malik Madani menyatakan ungkapan belasungkawa atas wafatnya pengasuh pesantren Lirboyo Kediri KH Idris Marzuki yang lazim disapa Mbah Idris pada hari ini, Senin (9/6). Kiai Malik meminta segenap warga NU untuk melangsungkan sembahyang ghoib dan mengirimkan surah Al-Fatihah untuk Mbah Idris.

“Mbah Idris ialah salah seorang Mustasyar PBNU. Kemarin kita kehilangan KH Chotib Umar, Jember. Beliau juga Mustasyar. Kita warga NU kehilangan besar atas wafatnya dua kiai ini,” kata Kiai Malik kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal per telepon, Senin (9/6) siang.

PBNU Imbau Warga Shalat Ghaib untuk KH Idris Marzuki (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Imbau Warga Shalat Ghaib untuk KH Idris Marzuki (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Imbau Warga Shalat Ghaib untuk KH Idris Marzuki

Warga NU di masing-masing tempat selayaknya melakukan sembahyang ghoib, membaca surah Al-Fatihah, dan permohonan magfiroh untuk Kiai Chotib, Mbah Idris, dan Ibu Hj Asmah Sjachruni, imbau Kiai Malik yang pamit menuju tempat duka, Kediri.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Warga NU harus mengambil pelajaran dari kehilangan ini. “Karenanya, regenerasi dan kaderisasi menjadi niscaya. Mari kita bacakan surah Al-Fatihah,” pungkas Kiai Malik. (Alhafiz K)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ubudiyah, Pendidikan, Pertandingan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Hewan Kurban Sapi Limosin untuk Warga Probolinggo

Probolinggo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Usai sholat Idul Adha 1438 Hijriyah, Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari menyerahkan satu ekor sapi jenis limosin kepada Ketua Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan KH Sa’dullah Asy’ari, Jum’at (1/9) pagi.

Hewan Kurban Sapi Limosin untuk Warga Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Hewan Kurban Sapi Limosin untuk Warga Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Hewan Kurban Sapi Limosin untuk Warga Probolinggo

Penyerahan hewan kurban ini disaksikan oleh Wakil Bupati Probolinggo H Ahmad Timbul Prihanjoko, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin, Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Ahmad Suja’i dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari menyampaikan bahwa sedekah hewan kurban merupakan salah satu sejarah Nabi Ibrahim saat diuji ketaatannya kepada Allah SWT dan keikhlasan Nabi Ismail atas perintah Allah SWT. “Dengan ketaatan dan keikhlasan inilah yang diharapkan bagi kita sebagai umat muslim selalu taat dan iklas kepada Allah SWT,” katanya.

Sementara Mustayar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin menyatakan bahwa selaku umat Islam yang telah bersedekah hewan kurban merupakan sarana untuk menuju surge.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Bahwasannya pahala bagi orang yang bersedekah hewan kurban ini mempunyai nilai pahala yang tinggi. Yakni 1 (satu) helai bulu hewan kurban sama dengan 10 kebaikan,” ungkapnya.

Pada hari raya Idul Adhan 1438 Hijriyah ini, Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan menerima kurban 5 (lima) ekor sapi. Selain dari Bupati Probolinggo, hewan kurban juga berasal dari Pimpinan DPRD Kabupaten Probolinggo, Dinas Pendidikan, Korpri dan PT. HM Sampoerna. Disamping juga 25 ekor kambing dari beberapa instansi di Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul, Pendidikan, Nasional Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock