Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Ke Mesir dan Arab Saudi, Santri Nuris Perkuat Bahasa Amiyah

Jember, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Nuris Student Exchange Programme (NSEP) atau pertukaran pelajar Nuris dengan lembaga di luar negeri tahun ini terus berlanjut. Setelah memberangkatkan 19 santri ke Malaysia, Thailand, dan Singapura akhir bulan lalu, kini 5 santri Nuris bersiap-siap untuk belajar dan mengajar di negara-negara Timur Tengah, khususnya Arab Saudi dan Mesir.

Kelima orang tersebut berasal dari MA Unggulan Nuris. Mereka adalah Ahmad Fauzan, M. Kavin Robbani (kelas XI PK A)? Abdul Aziz (kelas XI PK B),? Ihza Wahyu F. (kelas XI IPA)? dan M. Hasan Ulil Absor (kelas X PK A). Mereka terpilih sebagai peserta NSEP melalui seleksi internal yang sangat ketat.? Selain cerdas dan cakap, mereka juga harus mengikuti seleksi khusus.

Ke Mesir dan Arab Saudi, Santri Nuris Perkuat Bahasa Amiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Mesir dan Arab Saudi, Santri Nuris Perkuat Bahasa Amiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Mesir dan Arab Saudi, Santri Nuris Perkuat Bahasa Amiyah

“Yang pasti, mereka harus fasih berbahasa Arab dan Inggris. Itu wajib. Bahkan calon peserta masih harus mengikuti pembinaan? bahasa Arab logat Mesir atau yang dikenal dengan istilah bahasa ‘amiyah,” ucap Kepala Humas Yayasan Nurul Islam (Nuris) Jember, Gus Abdurrahman Fathoni di Nuris kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Kamis (9/2).

Pembinaan bahasa Arab khas Mesir dilakukan 3 kali dalam seminggu di bawah bimbingan Kiai Ahmad Fauzan, seorang kiai yang cukup lama bermukim di Mesir. Menurut Gus Abdurrahman, sebelum berangkat ke Arab Saudi dan Mesir, kelima sanrri tersebut terus diberi pembekalan, khusunya di sisi logat bahasa dan adat? istiadat Meser.

Dikatakannya, cukup sulit belajar bahasa Arab ‘amiyah. Sebab, bahasa tersebut tak seperti bahasa Arab yang standar. Banyak huruf yang berubah seperti kata ‘tsalatsa’ dalam bahasa Arab standar menjadi ‘talata’ dalam bahasa Mesir. ”Akhirnya mereka didorong untuk terus mencari tahu dan mendengarkan logat bahasa Arab? khas Mesir,” lanjutnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Abdul Aziz, mengaku gembira terpilih sebagai peserta NSEP. Menurutnya, hal terebut sangat berguna tidak saja bagi peningkaran wawasan keilmuan yang langsung dari pusat peradaban Islam, tapi juga berguna untuk memahami tipologi politik rakyat kedua negara tersebut.

“Kalau Arab Saudi relatif aman. Tapi Mesir dan negara sekitarnya, sangat rawan terjadi konflik horisontal, itu kenapa? Padahal muslimnya mayoritas. Syukurlah Indonesia aman meskipun terdapat beragam agama, suku dan budaya,” ungkapnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen, Ulama, Khutbah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Masih Ada Jurang Antara Pengetahuan dan Praktek Pelaksanaan Ibadah Haji

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Isu tentang haji saat ini telah banyak bergeser ke persoalan-persoalan material, seperti fasilitas trasportasi, pemondokan atau hotel, katering, dan fasilitas kesehatan, karena sejumlah Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang telah dibayar jamaah.

Akibatnya persoalan esensi haji, yakni seputar pelayanan ibadah nyaris terabaikan karena tertutup oleh isu-isu material tersebut. Tidak satupun pihak yang pernah mempertanyakan, bagaimana kualitas ibadah haji para jamaah, atau siapa yang bisa menjamin sah atau tidaknya jamaah haji selama Armina?

Masih Ada Jurang Antara Pengetahuan dan Praktek Pelaksanaan Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Masih Ada Jurang Antara Pengetahuan dan Praktek Pelaksanaan Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Masih Ada Jurang Antara Pengetahuan dan Praktek Pelaksanaan Ibadah Haji

Balitbang dan Diklat Kementerian Agama dalam penelitiannya (2013) berusaha melihat Kinerja Kelompok Bimbingan Haji (KBH) dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai mitra pemerintah, fenomena komersialisasi KBH terhadap jemaah, dan tingkat kepatuhan pelayanan dan bimbingan ibadah yang dilakukan KBH dengan peraturan pelayanan dan bimbingan yang telah distandarkan pemerintah.

Termuan yang diperoleh adalah standardisasi KBH menuju manajeman yang lebih baik diperlukan, karena hubungan KBH dengan jamaah sebenarnya berada pada hubungan patron-klien. Ketika terjadi ketidakpuasan jamaah, maka hak-hak jamaah bisa terlindungi sebagai konsumen. Total Performance Management penting diterapkan untuk melakukan sertifikasi KBH untuk dapat menjamin pelayanan prima kepada jamaah. Ini disebabkan, realitas menunjukkan 14,24% KBH masih melanggar ketentuan biaya yang telah ditetapkan maksimal sebesar Rp2.500.000.

Eksplorasi fakta-fakta penelitian secara kuantitatif menghasilkan beberapa temuan yang sangat penting sebagai bahan kajian dalam membuat kebijakan seputar KBH. Berdasarkan pengujian statistik inferensial didapatkan hasil indeks kepatuhan KBH signifikan pada rerata 81% yang berarti sebagian besar KBH sudah patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang ada berkaitan dengan persyaratan pendirian maupun pengelolaan KBH. Akan tetapi masih terdapat 19% KBH lain yang tidak patuh, dimana sebagian besar melanggar ketentuan rasio perbandingan jemaah dengan pembimbing ibadah sebesar 56,96%, dan kepatuhan terhadap penggunaan buku manasik dari pemerintah sebesar 40,19%. Sedangkan kepatuhan terhadap besaran biaya bimbingan KBH mencapai rerata sebesar 83%, artinya masih terdapat 17% KBH yang signifikan secara nasional menarik biaya lebih dari Rp2.500.000,- dengan rerata biaya yang mencapai Rp4.006.100,-.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Penelitian tentang bimbingan ibadah di Arab Saudi menghasilkan antara lain, bahwa manasik yang dilakukan di Indonesia, baik oleh KBH dan KUA masih meninggalkan jurang pengetahuan antara bahan-bahan manasik di Indonesia dengan realitas kondisi yang ada di Arab Saudi. Konsep-konsep tentang tawaf, sai, atau tahalul dimengerti dengan baik, namun tidak selalu dapat dioperasionalkan dalam bentuk praktik ibadah dengan baik ketika di Arab Saudi. Ini artinya masih terjadi kesenjangan antara pengetahuan dengan praktik. Akan tetapi dalam konteks ini jamaah KBH lebih mampu teratasi karena umumnya rasio pembimbing dengan jamaah lebih kecil dibanding jamaah non-KBH. Bahkan pemaknaan serangkaian ibadah haji tidak dipahami benar, kecuali gerakan-gerakan fisik seperti dalam tawaf, sa’i, lempar jumrah, dan sebagainya.?

Dalam persoalan pelayanan bimbingan ibadah, secara kualitatif KBH memiliki keunggulan dibanding Tim Pemandu Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), karena selain rasio jamaah dengan pembimbing, umumnya jamaah haji KBH memiliki hubungan patronase dengan beberapa pembimbing KBH. Ini disebabkan hampir semua pembimbing KBH adalah tokoh agama yang telah memiliki ikatan emosional terlebih dahulu dengan calon jamaah haji.?

Meskipun demikian, TPIHI memiliki fungsi yang masih tetap harus diberdayakan, karena (TPIHI) selain merupakan ‘wakil’ pemerintah dalam kloter, juga berfungsi untuk melakukan pengawasan terhadap KBH dan melakukan pembimbingan bagi jamaah non-KBH. Komersialisasi KBH berada dalam beberapa aras, seperti pembayaran dam, badal haji, afdloliyah ibadah dan jasa pelayanan bus untuk ziarah. Ini disebabkan tidak adanya keterbukaan pengelolaan keuangan dan beberapa perbedaan antara KBH yang satu dengan lainnya, terutama soal biaya dam dan badal haji. (Mukafi Niam)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama, AlaNu, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

Pagar Nusa Kebumen Gelar Festival Sepakbola Durian

Kebumen, Kedung Sukun Adiwerna Tegal?

Pencak Silat NU Pagar Nusa Kabupaten Kebumen menggelar Festival Sepakbola Durian di Pesantren Al-Hasani pada Ahad (14/5). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan pendekar Pagar Nusa. Turut hadir pada festival itu Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa M. Nabil Haroen.?

Pagar Nusa Kebumen Gelar Festival Sepakbola Durian (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Kebumen Gelar Festival Sepakbola Durian (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Kebumen Gelar Festival Sepakbola Durian

M. Nabil Haroen mengatakan, Festival Sepakbola Durian menjadi agenda penting dalam rangka silaturahmi antarpendekar dan kader Pagar Nusa.

"Festival ini unik dan menarik. Selama ini, belum pernah ada Festival atau Turnamen Sepakbola Durian. Ini ajang silaturahmi antarpendekar Pagar Nusa, sekaligus meng-endorse khazanah kearifan budaya warga lokal," jelas pria yang biasa disapa Gus Nabil.?

Dalam pandangannya, ? Pagar Nusa ingin menjadi garda depan dalam kampanye budaya Nusantara, ? khususnya di bidang pencak silat.

"Pencak silat itu tradisi beladiri Nusantara yang diakui dunia internasional. Beberapa negara tertarik mengirimkan delegasi untuk mempelajari pencak silat. UNESCO juga telah mengakui. Kita perlu menjaga, ? merawat dan melestarikan khazanah seni beladiri ini, " terang Gus Nabil. ?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pada turnamen tersebut, para pendekar tidak menggunakan kaos atau celana seperti pada sepak bola biasa. Tapi mengenakan baju pencak silat warna merah dan hitam. Sebelum bermain, mereka ? mendapat pembekalan khusus dari guru-gurunya, sehingga mampu menendang buah durian. (Husni Sahal/Abdullah Alawi) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sejarah, Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Trump dan Masa Depan Dunia Islam

Dunia kini semakin banyak mengalami kejutan dan perubahan pola yang mungkin saja memiliki efek jangka panjang yang pengaruhnya juga belum semuanya bisa diperkirakan. Setelah kejutan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit), kini dunia dikejutkan dengan terpilihnya Donald Trump sebagai presiden ke-45 Amerika Serikat. Ia merupakan kuda hitam yang kini akan memimpin negara adidaya selama empat tahun ke depan.

Ucapan-ucapan Trump pada masa kampanyenya yang terkait dengan Islam menimbulkan kontroversi. Hal ini menyebabkan banyak orang bertanya-tanya, apa yang akan dilakukan oleh presiden yang juga miliarder ini? Ia pernah menyatakan akan menutup Amerika Serikat bagi Muslim, meskipun kemudian diubah lagi, tetapi nuansa islamophobia yang dikatakan olehnya masih tetap terlihat.

Sekalipun sebuah negara memiliki sistem pembagian kekuasaan yang sudah mapan dan jelas antara legislatif, yudikatif, dan eksekutif, tetapi kebijakan seorang presiden masih memiliki pengaruh yang sangat besar. Ia bukanlah raja yang berkuasa mutlak, tetapi di tangannya, ada kekuasaan yang memungkinkan banyak hal terjadi, apalagi pada sebuah negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia. Era Bush II menunjukkan akibat kebijakannya yang sampai sekarang masih menimbulkan akibat-akibat buruk yang belum terselesaikan, bahkan menimbulkan masalah-masalah baru yang tak terduga sebelumnya. Dan pemahaman Trump terhadap Muslim yang mungkin saja sangat awam, bisa saja menimbulkan efek yang tak terduga di masa mendatang.?

Trump dan Masa Depan Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Trump dan Masa Depan Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Trump dan Masa Depan Dunia Islam

Selama pemerintahan George W Bush pada 2001-2009 ia menyerang Irak dengan alasan adanya senjata kimia pemusnah massal yang ternyata tidak terbukti. Jumlah korban jiwa akibat perang ini mencapai 460 ribu jiwa lebih. Hingga kini luka-luka akibat perang belum sembuh. Keberadaan ISIS merupakan kelanjutan dari ketidakstabilan di Irak akibat perang yang dimulai 13 tahun lalu. Keamanan menjadi barang mahal di Irak. Afganistan juga menjadi sasaran dari Amerika Serikat selama era Bush. Semuanya dilakukan dengan alasan preemtive war atau penyerang terlebih dahulu untuk menghancurkan kekuatan potensial lawan sebelum pihak musuh menyerang.?

Jika Trump menggunakan pendekatan keras terhadap Muslim, yang kini jumlahnya 1.6 miliar, maka hal ini bisa saja mendorong kelompok ekstrimis untuk mengambil kesempatan untuk menunjukkan eksistensinya atas nama membela Islam yang sedang “dikuyo-kuyo” oleh Trump. Muslim mayoritas yang diam, akan menjadi kelompok yang paling menderita. Akan lebih banyak lagi korban yang tidak seharusnya menderita. ?

Kawasan Timur Tengah yang labil mungkin akan terkena dampak paling besar dari kebijakan AS. Hingga kini, masalah Palestina, Suriah, Irak, Iran dan negara-negara sekitaranya masih menunggu kebijakan presiden baru tersebut apakah tetap sebagaimana yang dilakukan oleh Obama atau ada solusi baru yang lebih baik. Yang tak boleh dilupakan, kemungkinan lebih buruk mungkin saja terjadi. Yang jelas, PM Israel Benjamen Netanyahu menyatakan kegembiraannya atas terpilihnya Trump. Sementara Iran, menekankan pentingnya menjaga perjanjian nuklir. Palestina, masih akan menjadi persoalan yang mengemuka.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Bagi kita, warga Indonesia dan dunia Muslim ada banyak hal yang perlu kita apresiasi dan ambil pelajaran dari pemiihan presiden Amerika Serikat ini. Pemilu bisa berlangsung dengan damai. Permasalahan seputar pemilu yang dialami di Indonesia seperti adanya politik uang juga tidak terdengar. Pihak yang kalah dengan segera mengakui kekalahannya, tidak perlu proses panjang untuk membawanya ke pengadilan sebelum akhirnya benar-benar mengaku kalah. Ini menunjukkan kematangan masyarakat Amerika Serikat dalam berdemokrasi. Pemilu di negara-negara Muslim, masih menyisakan berbagai persoalan ketika penyelenggaraan selesai.?

Di tengah globalisasi ini, semua kepala negara dipilih untuk mempertahankan kepentingan nasionalnya di hadapan berbagai kepentingan lainnya seperti kepentingan regional dan global. Apa yang terjadi di Inggris dan Amerika Serikat ini menunjukkan fenomena tersebut. Jika perlu menggunakan kekuatan bersenjata, hal tersebut akan tetap dilakukan demi kepentingan nasional, meskipun hal tersebut melanggar atau mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.

Seorang presiden, hanya bertanggung jawab kepada pemilih di negaranya masing-masing, tidak kepada komunitas internasional. Akhirnya, jika orientasinya hanya dalam skup negara, masyarakat internasional bisa dirugikan. Negara-negara besar seperti Amerika Serikat, memiliki kekuatan untuk menggerakkan dunia menjadi lebih baik. Pemimpin yang di tangannya ada kekuatan besar, tetapi jika ditujukan hanya untuk kepentingan pribadi, kelompok, atau negaranya saja sementara di sisi lain mengabaikan kepentingan kemanusiaan secara luas, bisa menjadi ancaman dunia.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Seorang tokoh dunia adalah mereka yang mampu menembus sekat-sekat kepentingan dan lintas batas geografis, merekalah para pengabdi kemanusiaan. Inilah yang dilakukan para nabi dan rasul, yang membawa manusia kepada pencerahan dan dunia yang lebih beradab. Sayangnya, dalam dunia yang lebih canggih dan semakin banyak orang pintar, semakin susah mencari figur seperti itu. Dunia, semakin dipenuhi oleh sifat-sfiat keserakahan dan kepentingan yang semakin sempit. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Wasekjen PBNU Ingatkan Penguatan Tiga Aspek Bagi Jamiyah NU

Pringsewu, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Muhammad Aqil Irham mengajak seluruh pengurus dan warga NU untuk lebih melebarkan sayap dan mengfokuskan sektor pendidikan, ekonomi dan kesehatan untuk memperkuat jamiyah Nahdlatul Ulama. Hal ini disampaikannya di depan sejumlah Pengurus Cabang NU di Provinsi Lampung pada Group Discussion di Aula Gedung NU Pringsewu, Sabtu (16/9).

Aqil yang merupakan pengurus NU asal Provinsi Lampung ini mengingatkan bagaimana sejarah berdirinya jamiyyah NU dititik fokuskan pada penguatan kebangsaan dan perekonomian.

Wasekjen PBNU Ingatkan Penguatan Tiga Aspek Bagi Jamiyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Wasekjen PBNU Ingatkan Penguatan Tiga Aspek Bagi Jamiyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Wasekjen PBNU Ingatkan Penguatan Tiga Aspek Bagi Jamiyah NU

"Jamiyah NU lahir di komunitas perkotaan di Surabaya diawali dengan Nahdlatul Wathon, Nahdlatut Tujjar dan Nahdlatul Ulama. Jadi kita harus memahami bahwa bidang ekonomi menjadi salah satu sektor yang sangat perlu digarap," katanya pada acara yang juga dihadiri Ketua PWNU Lampung KH Sholeh Baijuri ini.

Menurut mantan Ketua GP Ansor Lampung ini, trend perubahan diberbagai sektor perlu juga dicermati agar tidak tertinggal jauh dalam melakukan akselerasi penguatan dan percepatan sektor ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Ia memberikan contoh bagaimana saat ini orang yang tidak memiliki kendaraan namun bisa melihat peluang bisnis melalui jasa penyewaan transportasi berbasis android atau online dengan menggunakan kendaraan orang lain yang saat ini sudah menjadi trend.

Penguatan pendidikan, lanjutnya, dapat diperkuat dengan pengkaderan generasi muda yang dilakukan secara intensif sejak pendidikan menengah. Ia mengajak semua elemen di NU untuk merangkul para pelajar dengan berbagai kegiatan dan program yang nantinya akan didistribusikan ke semua lini sehingga penguatan SDM melalui pendidikan akan dapat terealisasi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk mewujudkan hal tersebut perlu penguatan lembaga seperti sekolah, klinik dan koperasi atau lembaga keuangan di Provinsi Lampung melalui dukungan segenap warga NU.

Pertemuan yang dikemas dalam kelompok diskusi tersebut merupakan upaya terciptanya gerakan bersama dengan kesamaan visi antar pengurus PCNU di Provinsi Lampung dalam memperkuat tiga sektor tersebut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hadir dalam pertemuan tersebut pengurus PCNU tuan rumah Pringsewu, Tanggamus, Pesawaran, Lampung Selatan, Bandarlampung dan Lampung Tengah. (Muhammad Faizin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pemurnian Aqidah, Ulama, Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Memfasilitasi Buku untuk Anak-anak Nahdliyin

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal 



Saya kurang suka mengajukan berkas proposal kepada pihak mana pun. Sebaliknya, tak layak juga diserahi proposal dalam bentuk apa pun, resmi maupun sembarang. Kecuali proposal untuk ngopi bareng. Tak masalah itu. Sukanya bukan main, bahkan oleh pihak sembarang sekalipun. 

Memfasilitasi Buku untuk Anak-anak Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Memfasilitasi Buku untuk Anak-anak Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Memfasilitasi Buku untuk Anak-anak Nahdliyin

Kantor redaksi Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Sabtu siang, (9/12), didatangi sekelompok anak muda. Mereka santri-santri yang terhubung melalui medsos. Apa pun latar belakang mereka, ketika mengajukan proposal, saya jadi malas menemui. Namun, tak ada lagi jalan menghindar, kecuali menghadapinya. Paling tidak sekadar mempersilakan ngopi yang selalu tersedia di kantor redaksi sepanjang tahun.  

Saya pun membaca proposal itu. Tidak selesai memang. Mana ada yang selesai membaca sebuah proposal, bukan? Dari judul proposal itu, saya kaget bukan main. Ternyata mereka mengajukan permintaan buku untuk perpustakaan di daerah-daerah.  

Buku! 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Saya lalu mengubah mimik muka, lebih bersahabat dari sebelumnya. Orang yang berkaitan dengan buku harus disahabati dalam segala musim dan tempat. Kecuali yang berbakat mencoleng buku.  

Saya tak menerruskan membaca proposal. Lebih baik ngobrol saja, apa dan bagaimana. Dari A sampai Z saya kuliti perihal maksudnya itu.   

Rupanya mereka hendak memfasilitasi anak-anak di kampung untuk membaca. Tak hanya di satu tempat, tapi mulai Banyuwangi, Gresik, Semarang, Brebes, hingga Tulang Bawang (Lampung), dan Cileungsi. Permintaan dari tempat-tempat itu setelah mendapat kabar tentang perpustakaan Pojok Baca Nahdliyin melalui halaman Facebook. Di situ   

Saat ini di Brebes saja telah ada empat tempat. Biasanya perpustakaan itu  di rumah atau di mushala. Bahkan di Brebes, salah seorang Rais Syuriyah tingkat Ranting akan membangunkan saung untuk perpustakaan. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Ini adalah upaya supaya warga NU membaca,” kata Arif Budiman Mahdi, inisiator perpustakaan itu. 

Pria kelahiran Banyuwangi yang tinggal di Jembrana (Bali) ini berharap, jika anak-anak NU membaca, terutama amaliyah yang selama ini dilakukan warga NU, mereka akan mampu menjawab kaum yang membid’ahsesatkan.      

Tiba-tiba saya ingat KH Ali Yafie, anregurutta sepuh kita yang alim. Dikenal faqih dalam bidang agama. Tahun ini tiba di usia 90 tahun dia. Lipat tiga dari usia saya. 

Tidak penting sebetulnya soal usia berapa pun jumlahnya. Namun, menjadi penting ketika dikaitkan dengan membaca buku. Ya, kiai asal Sulawesi Selatan itu tiap hari masih membaca selama satu jam dua. Dia selalu mendapat bacaan baru dari anak-anaknya yang gemar membaca juga.  

Mengingat dia pernah Ketua Umum MUI Pusat dan Rais ‘Aam PBNU, apakah bacaannya hanya kitab kuning dan Al-Qur’an? Itu jelas masih dibaca rutin. 

Tidak, kawan. Dia membaca buku apa saja. Termasuk novel dan cerita silat Kho Ping Hoo. (Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama, News Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

NTB, Salah Satu Poros Pengembangan Aswaja di Indonesia Timur

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah banyak melahirkan ulama-ulama besar dalam sejarah peradaban Islam di Nusantara. Bahkan, ulama-ulama NTB juga memiliki peran yang besar dalam berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Salah satunya adalah Tuan Guru Zainuddin Sumbawi. Beliau menjadi simpul utama ulama di Nusantara bagian timur, meneruskan gurunya, Syekh Abdul Ghani Bima yang juga menjadi gurunya para kiai dari Jawa,” kata Cak Imin saat memberikan pidato kunci dalam acara seminar nasional Mahaguru Ulama Nusantara : Zona Nusa Tenggara Barat Jejaring Ulama Syekh Abdul Ghani Bima, Syekh Muhammad Zainuddin Sumbawa, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid Pancor Lombok di Masjid Istiqlal Jakarta, Rabu, (22/11).

Beberapa ulama Jawa yang pernah belajar kepada Tuan Guru Zainuddin Sumbawi adalah Syekh Mukhtar bin Atarid Bogor, Syekh Kholil Bangkalan, Syekh Abdul Hamid Kudus, dan Syekh Mahfudz Tremas.

NTB, Salah Satu Poros Pengembangan Aswaja di Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
NTB, Salah Satu Poros Pengembangan Aswaja di Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

NTB, Salah Satu Poros Pengembangan Aswaja di Indonesia Timur

Cak Imin menegaskan, NTB juga menjadi salah satu poros pengembangan Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia Timur.? ?

Sementara, Din Syamsuddin mengatakan, dulu ulama Nusantara menjadi mahaguru Islam dunia. Banyak ulama dari luar yang belajar kepada ulama Nusantara, termasuk ke Sumbawa.?

“Sekarang harus kita tarik kembali,” ucapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dulu Kesultanan Bima dan Sumbawa mengirim ulama-ulamanya untuk belajar ke Mekah secara sistematis dan strategis untuk pengembangan keilmuan.?

“Ini kebijakan luar biasa dari Kesultanan, Ini poin pentingnya," ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia berharap, para peneliti bisa mengkaji dan meneliti warisan ulama Nusantara masa lalu yang belum belum dikenal publik namun memiliki peran yang besar di dalam masyarakatnya. Termasuk ulama-ulama yang berasal dari Sumbawa.?

"Untuk teman-teman Islam Nusantara Center tolong diangkat digali lebih dalam," tandasnya.

Menurut Direktur Islam Nusantara Center (INC) A Ginanjar Syaban? seminar nasional ini adalah salah satu program rutin daripada INC yang akan diselenggarakan juga di daerah-daerah lain. Hal itu dimaksudkan untuk menggali dan mengangkat warisan ulama Nusantara di daerah bersangkutan.

Hadir juga dalam acara itu Abdul Ghani Abdullah, Wildan, Sultan Muhammad Kaharuddin IV, Zainul Milal Bizawie (Sejarawan dan penulis buku Masterpiece Islam Nusantara), dan A Ginanjar Sya’ban (Filolog dan Direktur Islam INC).

Seminar ini diselenggarakan INC dalam rangka menyambut Msyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU 2017 di NTB tanggal 23-25 November. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen, Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Perlindungan Pekerja di Era Digitalisasi Ekonomi Perlu Kepastian

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Kepastian perlindungan bagi pekerja di era digitalisasi ekonomi perlu dipikirkan serius. Demikian penegasan Irham Ali Saifuddin, dari Departemen Pendidikan dan Ketenagakerjaan PP GP Ansor, di Jakarta, Sabtu (30/7).

Menurut Irham, digitalisasi ekonomi meliputi semua lini, mulai transportasi, media, hiburan dan seterusnya merupakan potret dari masa depan dunia kita atau future of work. Dimana selain akan memudahkan manusia melalui efesiensi, ketepatan, kecepatan dan tingginya produktivitas, teknologi juga akan memakan korban tenaga kerja konvensional.

Perlindungan Pekerja di Era Digitalisasi Ekonomi Perlu Kepastian (Sumber Gambar : Nu Online)
Perlindungan Pekerja di Era Digitalisasi Ekonomi Perlu Kepastian (Sumber Gambar : Nu Online)

Perlindungan Pekerja di Era Digitalisasi Ekonomi Perlu Kepastian

"Masa depan dunia kita tidak lagi dibatasi pada hubungan industrial. Makin ada migrasi besar-besaran dari pola formal menjadi ekonomi informal dalam dunia industri. Rantai pasok global akan diwarnai dengan sistem kerja dengan pola hubungan industrial yang absurd," paparnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Contoh konkrit dari beragam jasa transportasi online. "Kita dihibur dengan istilah kemitraan, padahal mas-mas dan mbak-mbak driver itu jelas-jelas pekerja. Celakanya, faktor produksi seperti sepeda motor, mobil hingga bbm yang seharusnya menjadi bagian dari employer (pengusaha) malah dibebankan kepada pekerja. Ini celaka 13 milyar. Itu tantangan kita ke depan," kata Irham lagi.

Fakta lain, imbuhnya, kerja di jasa transportasi online atau industri IT seperti web developer sudah tidak kenal dengan namanya jam kerja. "Bahkan orang harus memiliki lebih dari satu pekerjaan untuk mencukupi kebutuhannya. Artinya, selain memiliki lebih dari satu hubungan kerja, ia juga dipaksa dengan jam-jam kerja yang lebih panjang," kata dia lagi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia menambahkan, produktivitas yang tinggi berkat bantuan digitalisasi, akan langsung memukul daya bargain manusia sebagai pekerja untuk mendapatkan upah yang lebih layak. Digitalisasi akan membuat upah menjadi sangat kompetitif atau semakin murah.

"Pada tahun 2030 dimana kita akan mengalami ledakan jumlah penduduk muda yang tentu saja merupakan angkatan kerja muda kita. Jika tidak disikapi dengan bijak dari sekarang, demographic deviden atau bonus demografi yang semestinya bisa menjadi berkah bagi perekonomian Indonesia, bisa berbalik arah menjadi musibah," demikian Irham Ali Saifuddin. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Ulama, Anti Hoax Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Bank Jatim Sebabkan Kemacetan Kota, Ini Komentar PCNU Pamekasan

Pamekasan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Pamekasan KH Abd Ghoffar sangat menyayangkan atas kelalaian pimpinan Bank Jatim yang membiarkan sebagian jalan raya di depan kantor bank tersebut dijadikan parkir kendaraan roda empat oleh nasabahnya.

Ulah bank tersebut disinyalir menjadi penyebab utama macetnya kendaraan di pusat kota. "Kita bisa cermati sendiri betapa seringnya kemacetan di pusat kota, di daerah monument Arek Lancor. Sebagian jalan raya yang dijadikan tempat parkir nasabah Bank Jatim menjadi pemicunya. Kami sangat mengapresiasi tindakan Komisi I DRPD Pamekasan untuk memanggil pimpinan bank tersebut. Karena ini menyangkut kemaslahatan umum," tegas pengasuh Pesantren Riyadush Sholihin Pamekasan tersebut, Rabu (10/2).

Bank Jatim Sebabkan Kemacetan Kota, Ini Komentar PCNU Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bank Jatim Sebabkan Kemacetan Kota, Ini Komentar PCNU Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bank Jatim Sebabkan Kemacetan Kota, Ini Komentar PCNU Pamekasan

Karena itu, kata dia, PCNU Kabupaten Pamekasan menyetujui Komisi I DPRD Pamekasan yang memanggil pimpinan Bank Jatim di daerah itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Komisi I DPRD Pamekasan melayangkan surat resmi kepada Bank Jatim Cabang Pamekasan. Bank yang menjadi penyimpan dana Pemkab Pamekasan itu, dipersoalkan lantaran tidak mengindahkan desakan publik agar segera membangun lahan parkir di area gedungnya. Pasalnya, separuh badan jalan di depan kantor tersebut, dihabiskan untuk parkir kendaraan nasabahnya.

Lokasi Bank Jatim berada di Jalan Panglima Sudirman yang merupakan jalan bundaran area monumen Arek Lancor yang dikenal padat. Akibatnya, sering mengakibatkan kepadatan lalu lintas. Bahkan, kemacetan. Desakan agar menyediakan lahan parkir sendiri itu sudah berulangkali, namun tidak juga dipenuhi oleh Bank Jatim.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail mengatakan, dalam waktu dekat ini akan memanggil pengelola Bank jatim Cabang Pamekasan. Tujuannya, meminta Bank Jatim untuk datang ke kantor DPRD Pamekasan membahas masalah tidak adanya lahan parkir di bank milik pemerintah tersebut.

Sementara itu, Kepala Cabang Bank Jatim Pamekasan Arief Firdausi mengatakan, pihaknya sudah punya rencana membangun lahan parkir. Rencananya akan dimulai pada pertengahan tahun 2016 mendatang. Lantaran lahannya yang sempit, pihaknya akan membongkar sebagian gedung untuk lahan parkir.

"Kami akan menyiapkan lahan parkir di sebelah bangunan yang ada sekarang. Ada layoutnya, akan ditata kembali supaya roda 4 dan roda 2 bisa masuk," tukasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kiai, Ulama, IMNU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 29 Januari 2018

LP Ma’arif Sesalkan Carut-Marut UN

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (Ma’arif NU) HZ Arifin Junaidi menyesalkan carut-marutnya pelaksanaan ujian nasional (UN), sampai ada pengunduran jadwal UN di sebelas Provinsi.

LP Ma’arif Sesalkan Carut-Marut UN (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif Sesalkan Carut-Marut UN (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif Sesalkan Carut-Marut UN

“Peristiwa yang baru pertama kali terjadi sepanjang penyelenggaraan UN ini tak semestinya terjadi, dan tak boleh terulang lagi,” kata Arifin dalam rilisnya yang disampaikan kepada Duta Masyarakat, Senin (15/4).

Dikatakan Arifin, carut-marut UN ini jangan sampai mengorbankan para siswa peserta UN dengan isu-isu yang meresahkan. Ia juga berharap hal ini tidak kemudian dipolitisasi dan memperkeruh masalah. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Kami intruksikan kepada para pengurus Ma’arif, khususnya di seluruh cabang di sebelas Provinsi terkait, untuk ikut mengawasi dan menghindari politisasi kasus ini. Kami juga intruksikan kepada seluruh pengurus Ma’arif di Indonesia untuk ikut mengawasi berlangsungnya UN agar tak terjadi kebocoran atau kecurangan yang menodai pelaksanaan UN,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kepada para pengurus Ma’arif di sebelas Provinsi yang jadwal UN nya diundur, Arifin juga mengintruksikan agar bisa menenangkan suasana sehingga para siswa tak terganggu dalam mempersiapkan diri mengikuti UN. 

“Pengurus wilayah maupun cabang di sebelas Provinsi terkait diharapkan segera memberikan penjelasan kepada para siswanya, dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan di daerah masing-masing, juga lembaga terkait lainnya,” paparnya.

Arifin juga meminta para siswa di Sekolah Ma’arif seluruh Indonesia untuk tak tergoda oleh isu kebocoran UN, agar tetap fokus mengikuti UN. 

“Kami juga mendorong pihak yang terkait dengan masalah keterlambatan pencetakan soal UN sehingga menimbulkan pengunduran UN di sebelas Provinsi agar segera ditindak,” tandasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama, Nasional, Khutbah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Wahid Foundation Inisiasi Pembentukan Kampung Damai di Klaten

Klaten, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Wahid Foundation menginiasi pembentukan kampung damai di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Hal ini terlaksana atas kerjasama Wahid Foundation dengan UN Women melalui program Women Participation for Inclusive Society (WISE). Selain di Klaten, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Malang, Jawa Timur dan Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan yang dihelat dalam format FGD di New Merapi Resto Klaten ini mengangkat tema Membangun Kapasitas Dan Kesepemahaman Tokoh-Tokoh Kunci Dalam Pembentukan Kampunga Damai Wahid Foundation.

Wahid Foundation Inisiasi Pembentukan Kampung Damai di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Wahid Foundation Inisiasi Pembentukan Kampung Damai di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Wahid Foundation Inisiasi Pembentukan Kampung Damai di Klaten

Inisiasi pembentukan kampung damai dimaksudkan untuk mendorong peran perempuan dalam kegiatan social ekonomi yang inklusif. 

Karenanya, kampung damai yang akan berdiri nantinya diharapkan menjadi tempat awal untuk persemaian toleransi, antikekerasan, dan kuat, bukan saja dari sisi ideology, tetapi juga dari sisi ekonomi. 

Pada sesi pertama ini, Wahid Foundation memberikan prioritas pada tiga desa, yakni Nglinggi, Jetis dan Gemblengan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lahirnya program ini dilatari oleh keprihatinan munculnya aksi dan kelompok intoleransi yang kerap kali berujung pada tindak kekerasan. Terlebih, belakangan ini ada banyak perempuan yang mulai terlibat dalam aksi-aksi kekerasan yang kerap diatasnamakan agama.

Inisiasi pembentukan kampong damai, karenanya, dimaksudkan untuk menjadi antithesis atas fenomena kekerasan di atas. Bangsa Indonesia besar bukan karena kekerasan, tetapi lantaran penghormatan dan perayaan atas keberagaman.

Bagi Wahid Foundation, perempuan memiliki peranan yang sangat penting dalam menyebarkan perdamaian dan mencegah pecahnya kekerasan, sebab perempuan sangat dekat dengan lingkungan, khususnya terhadap anak-anak. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Program yang ditujukan untuk 600-800 perempuan di Klaten dan Solo Raya (khusus provinsi Jawa Tengah) ini diharapkan mampu melahirkan agen-agen perdamaian yang kuat baik secara ideologi maupun ekonomi.

Untuk mewujudkan hal itu, Wahid Foundation akan melakukan berbagai pendampingan dan pelatihan penguatan ekonomi, termasuk mendirikan koperasi cinta damai.

Menurut koordinator wilayah program untuk Provinsi Jawa tengah, Nurul Muna, peran perempuan di bidang ekonomi juga masih mendapat tantangan.

"Salah satu persoalan yang dihadapi adalah masih rendahnya kesadaran perempuan untuk berwirausaha," terangnya, Kamis, (7/9).

Kegiatan yang baru pertama kali ini dilakukan mendapat sambutan yang sangat bagus, terutama karena Klaten telah dikenal sebagai kabupaten yang memiliki toleransi sangat baik. (Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Quote, Humor Islam, Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Kondisi Kesehatan Kiai Hasyim Sudah Terkendali

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kondisi kesehatan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi sudah terkendali dan semakin baik dibandingkan beberapa hari terakhir, kata Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Masduki Baidlowi.

Kondisi Kesehatan Kiai Hasyim Sudah Terkendali (Sumber Gambar : Nu Online)
Kondisi Kesehatan Kiai Hasyim Sudah Terkendali (Sumber Gambar : Nu Online)

Kondisi Kesehatan Kiai Hasyim Sudah Terkendali

"Terkendali, kondisi Pak Hasyim membaik," kata Baidlowi di Jakarta, Senin.

Masduki sendiri sudah membesuk Hasyim yang saat ini masih dirawat di RS Lavalette, Malang, Jawa Timur.

Dia mengatakan sejumlah pejabat juga sempat menjenguk anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Di antara para tokoh itu seperti Menteri Sosial Khofifiah Indar Parawansa, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo serta tokoh lainnya.

Masduki mengatakan Hasyim saat ini belum dapat berbicara seperti keadaan normal karena masih dipasangi alat bantu kesehatan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Tokoh senior NU tersebut, kata dia, hanya dapat berkomunikasi dengan bahasa isyarat dengan tangan. Tim medis rumah sakit menginstruksikan agar Hasyim tidak banyak berbicara demi proses penyembuhan.

"Tangan kanan menggunakan infus, mulut ditutup. Beberapa alat bantu dipakai untuk memberi pasokan udara ke dada. Maka, beliau tidak boleh banyak berbicara," kata dia.

Menurut Masduki, Hasyim awalnya enggan dirawat di rumah sakit. Namun seiring desakan keluarga dan kondisi kesehatan yang memburuk membuatnya harus rawat inap.

"Harapannya agar segera sehat kembali," kata dia. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama, Tokoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Jambore Lintas Iman Bakal Meriahkan Haul Gus Dur di Klaten

Klaten, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Peringatan haul ke-8 (sewindu) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Kabupaten Klaten bakal dimeriahkan dengan berbagai kegiatan antara lain Jambore Kebersamaan Lintas Iman. Acara tersebut akan dipusatkan di Kampung Gemblegan, Jumat-Sabtu (15-16/12).

Salah satu pihak yang ikut memprakarsai kegiatan ini adalah KH Jazuli Kasmani. Ia menjelaskan, selain kegiatan Jambore Kebersamaan Lintas Iman, juga ada deklarasi dan peresmian Kampung Damai, Pameran Alat Liturgi Lintas Iman (PALLI) dan pameran UKM Wahid Foundation.

Jambore Lintas Iman Bakal Meriahkan Haul Gus Dur di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Jambore Lintas Iman Bakal Meriahkan Haul Gus Dur di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Jambore Lintas Iman Bakal Meriahkan Haul Gus Dur di Klaten

“Penyelenggarannya Komunitas Kebersamaan Muda Lintas Iman/Budaya (KKMLIB), acara insya Allah akan dimulai pada Jumat (15/12) mendatang, dengan kegiatan pendirian tenda dan persiapan pameran, di Lokasi Camp Hutan Jati RPTRA dan Lapangan Gemblegan,” terang pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Muttaqin Pancasila Sakti itu.

Ditambahkan Gus Jazuli, acara ini akan menghadirkan sejumlah tokoh seperti Yenny Wahid (Direktur Wahid Foundation), Hj Sri Mulyani (Bupati Klaten), dan lain sebagainya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pada hari kedua, lanjut dia, juga akan ada peresmian Kampung Damai Wisata Damai Terpadu Gemblegan dan penebaran benih ikan di Sendang Kamulyan dan di Kolam Pemancingan Umbul China Gemblegan.

Pihaknya berharap melalui kegiatan ini, para peserta dapat mewarisi semangat dan ajaran kebersamaan dari Gus Dur, serta memupuk persaudaraan antar anak bangsa. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Islam, Pertandingan, Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Sayyidina Umar soal Hakikat Manusia yang Merdeka

? ? ? ? ? ? ? ?

“Sejak kapan kalian memperbudak manusia, sedangkan ibu-ibu mereka melahirkan mereka sebagai orang-orang merdeka.”

Sayyidina Umar soal Hakikat Manusia yang Merdeka (Sumber Gambar : Nu Online)
Sayyidina Umar soal Hakikat Manusia yang Merdeka (Sumber Gambar : Nu Online)

Sayyidina Umar soal Hakikat Manusia yang Merdeka

[Umar ibn Khatthab]

Dari kitab al-Wilâyah ‘alal Buldân fî ‘Ashril Khulafâ’ ar-Râsyidîn

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pertandingan, RMI NU, Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

PBNU Imbau Lembaga-lembaga Kerja Optimal

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal? . Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengimbau kepada pengurus lembaga-lembaga untuk bekerja optimal. Pasalnya apa yang dilakukan pengurus akan disaksikan Allah, warga nahdliyin, dan akan dicatat sejarah.?

Menurut dia, baik buruknya kinerja lembaga-lembaga NU, akan dibaca generasi akan datang. “Sungguh berat!” katanya pada pelantikan lembaga-lembaga di PBNU Jakarta, Rabu (16/9).

PBNU Imbau Lembaga-lembaga Kerja Optimal (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Imbau Lembaga-lembaga Kerja Optimal (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Imbau Lembaga-lembaga Kerja Optimal

Ia kemudian mengutip fAl-Quran yang intinya Allah menawarkan amanat kepada bumi, langit, dan gunung. Tapi mereka tidak menerima, sementara manusia menerima.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Amanat itu kata dia, adalah berani mengucapkan “iya” pada kebenaran. Dan mengatakan “tidak” pada kezaliman. Kata “ya” dan “tidak” sangat gampang diucapkan, tapi susah dilaksanakan.”Mudah-mudahan pengurus lembaga diberi taufik lahir batin dari allah,” harapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, pengurus harian di lembaga-lembaga PBNU mengalami pergantian. Hal itu, sebagaimana pengarahan Rais Aam, sebagai langkah regenerasi, penyegaran.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Pergantian beberapa lembaga karena ingin langkah dan kerja makin semangat dan mantap,” ungkapnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Olahraga, Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Jokowi Ikut Tahlilan Haul Gus Dur di Ciganjur

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal.

Presiden Joko Widodo menghadiri acara puncak Haul Ke-7 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jalan Warung Silah Nomor 10, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (23/12) malam ini.

Dengan pengawalan ketat aparat keamanan, Jokowi tiba di lokasi acara disambut Nyai Shinta Nuriyah Rahman Wahid dan keluarga. Bersama ribuan hadirin, Jokowi tampak khusyuk mengikuti sesi menyanyikan Indonesia Raya dan syair karya KH Wahab Chasbullah, Mars Syubbanul Wathan, serta pembacaan tahlil.

Tahlil dipimpin KH Azis Masyhuri, mantan ketua Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyah NU (RMINU). Hadir dalam acara yang mengusung tema "Ngaji Gus Dur: Menebar Damai, Menuai Rahmat" ini Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, mantan wakil presiden Boediono, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Kapolri Tito Karnavian, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Habib Umar Muthohar, Habib Jafar Alkaff, para kiai dan tokoh-tokoh lainnya.

Jokowi Ikut Tahlilan Haul Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi Ikut Tahlilan Haul Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi Ikut Tahlilan Haul Gus Dur di Ciganjur

Ribuan pengunjung memadati kompleks Yayasan KH Abdul Wahid Hasyim sejak sore. Mereka yang berasal dari Jabodetabek ini datang dengan bus rombongan, angkot, sepeda motor, mobil pribadi, hingga jalan kaki. Membludaknya peserta sempat membuat Jalan Warung Silah Ciganjur.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebelumnya telah digelar khataman Al-Quran oleh para hafidz dari Jamiyyatul Qurra wal Huffadh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Depok sejak pagi hingga sore. Malam ini selain taushiyah dan testimoni? acara juga akan diisi dengan deklarasi damai dan pembacaan puisi oleh para seniman. (Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama, Internasional, Humor Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Tiga Syarat Utama Supaya Pesantren Bertahan

Boyolali, Kedung Sukun Adiwerna Tegal ?



Tidak mudah mendirikan pondok pesantren. Lebih tidak mudah lagi untuk menjaga dan meneruskannya agar terus berjalan sebagai tempat pendidikan ilmu-ilmu agama. Menurut pengasuh Pondok Pesantren Al-Huda Boyolali KH Habib Ihsanuddin untuk mempertahankan pesantren, seorang kiai harus harus ikhlas.?

Tiga Syarat Utama Supaya Pesantren Bertahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Syarat Utama Supaya Pesantren Bertahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Syarat Utama Supaya Pesantren Bertahan

Menurut dia, ikhlas itu adalah paling pokok dan tertinggi. Ketika seorang kiai ? mendirikan pondok pesantren, ia harus betul-betul bersumber dari niat lubuk hatiagar umat Islam bisa paham terhadap agama.?

“Pertama kiai itu harus ikhlas,” katanya ketika ditemui di kediamannya di kompleks Pesantren Al-Huda, (1/7) lalu. ? ?

Kedua, menurut dia, kiai itu harus istiqomah di dalam mengajar. Soal istiqomah, Kiai Habib mencontohkan seperti ayam mengerami telur-telurnya agar menetas.?

“Kalau ayam itu dikerami, tidak istiqomah, sering ditinggal pergi, ya tidak akan jadi, tidak akan menghasilkan kutuk yang sangat baik, bahasa Jawanya kemelekeren atau gagal. Pondok juga sama,” jelasnya. ?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia menambahkan, kiai juga harus memperlakukan pondok pesantren pada posisi nomor satu.?

“Kalau dinomorduakan banyak sekali, seorang kiai punya pondok pesantren merangkap menjadi anggota DPR, ini akhirnya pondoknya yang akan kalah, jika dinomorduakan,” katanya. ?

Ia mengaku telah 53 tahun membina anak-anak dari nol. Ia mempelajari apa-apa yang terjadi di pesantrennya. Ketika ia tinggal pergi untuk beberapa waktu, anak-anak dan santri sudah bimbang tidak karu-karuan.?

“Jadi harus ikhlas, istiqomah, tabah, tiga itulah yang menjadi sayarat untuk mempertahankan pesantren,” katanya. (Abdullah Alawi)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 25 Desember 2017

15 Anak Cabang Semarakkan Harlah Ke-65 Fatayat NU di Jepara

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal . Sebanyak 15 Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU se-Kabupaten Jepara turut menyemarakkan hari lahir (Harlah) ke-65 Fatayat NU yang dilaksanakan di gedung NU, Jalan Pemuda 51 Jepara, Jawa Tengah, Ahad (26/4/15).

15 Anak Cabang Semarakkan Harlah Ke-65 Fatayat NU di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
15 Anak Cabang Semarakkan Harlah Ke-65 Fatayat NU di Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

15 Anak Cabang Semarakkan Harlah Ke-65 Fatayat NU di Jepara

Kegiatan dimeriahkan dengan Lomba Mars Fatayat dan Mars Jepara, Rebana Klasik, dan Lomba Cerdas Cermat serta Bazar Kuliner. Sebelumnya PC Fatayat NU juga mengadakan kegiatan doa bersama di tempat yang sama, Senin (20/5/15).

“Lewat kegiatan ini kami berharap Fatayat semakin kokoh ke-NU-annya dan tidak mudah terpengaruh dengan aliran-aliran lain,” terang Ketua Fatayat NU Jepara Imronah Hanani.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Disamping itu kegiatan ini juga bertujuan untuk melestarikan budaya. Rebana, tambahnya, merupakan budaya Islami yang harus dilestarikan. “Kalo bukan kita yang melestarikan lalu siapa lagi?” imbuhnya saat ditemui disela-sela kegiatan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Imronah melanjutkan, Jepara juga mempunyai Mars yang harus disosialisasikan. “Syair Mars Jepara bagi kami sangat memberikan semangat. Untuk itu lewat lomba Mars Jepara merupakan upaya untuk mensosialisasikannya kepada Fatayat dan khalayak umum,” paparnya.

Ia juga berharap Fatayat mandiri dalam hal perekonomian. Mampu berbuat untuk dirinya sendiri, keluarga dan masyarakatnya dalam mencukupi kebutuhan hidupnya. “Itu semua dilakukan tidak lain untuk mengambil semangat Kartini,” harapnya.

Pekan Madaris

Di tempat lain LP Maarif NU Jepara menggelar Pekan Madaris Madrasah Awwaliyah dan Wustho yang dipusatkan di Madrasah Salafiyah Kelurahan Ujung Batu, Kecamatan Kota, Kabupaten Jepara.

Dalam kegiatan yang diikuti oleh 328 peserta itu melombakan beberapa cabang Cerita Islami, CC Aswaja, MTQ, Imla’, Baca Kitab, Puitisasi Al Quran, Kaligrafi, Fustal, MTQ dan Baca Kitab.  

Ketua PCNU Jepara, KH Asyhari Syamsuri dalam sambutannya berharap kegiatan melahirkan kompetisi yang jujur dan berkualitas. Sedangkan Mariyoto, ketua panitia menambahkan, kegiatan merupakan wahana silaturrahim antarmadrasah se–Jepara.

“Harapannya kegiatan ini memunculkan bibit-bibit madrasah yang mumpuni dan berkualitas dalam hal agama, seni dan budaya,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama, Kajian Sunnah, Pendidikan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Muslim Bantu Bangun Gereja di Philipina

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sebuah komunitas Muslim di Philipina mengejutkan tetangga Kristen mereka dengan membangun kembali gereja Katolik yang hancur akibat pertempuran antara pemerintah dengan pemberontak akhir September lalu.

Muslim Bantu Bangun Gereja di Philipina (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim Bantu Bangun Gereja di Philipina (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim Bantu Bangun Gereja di Philipina

“Kami berpikir mereka hanya membangun kembali masjid yang rusak,” kata Jimmy Villaflores, kepala desa Santa Catalina kepada Inquirer Mindanao.“Kami tidak pernah mendengar Muslim membantu membangun kapel sebelumnya.”

Kapel yang asalnya dibangun pada awal 1980-an hampir sepenuhnya runtuh di tanah selama pertikaian tersebut, tetapi sekarang, setelah proses pengerjaan selama sebulan, hampir sepenuhnya terbangun kembali.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Michael Ufana dari paroki Saint Joseph mengapresiasi langkah kelompok “Esperanza” (harapan), yang dibentuk oleh pensiunan polisi Sukarno Ikbala dan sekelompok profesional Muslim yang melakukan pekerjaan tersebut dan membantu memperkuat ikatan komunitas.

Ikbala mengatakan, “Saya tidak ingin komunitas Kristen melihat kami sebagai orang yang buruk karena kita semuanya adalah korban,” tambahnya. “Kami berharap bahwa upaya kecil tersebut akan menghasilkan sesuatu yang indah.” (worldbulletin/mukafi niam)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Perundingan Penjajakan MILF diadakan di Malaysia

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Front Pembebasan Islam Moro (MILF) dan pemerintah Filipina akan mengadakan perundingan penjajakan pada hari Jumat besok (9/5) bertempat di Malaysia. Perundingan ini merupakan perundingan kedua yang diadakan di sana pada tahun 2001. Diharapkan perundingan ini dapat menumbuhkan kepercayaan antar kedua belah pihak.

"Pada akhirnya, satu perjanjian menyeluruh dapat ditandatangani antara kedua pihak," kata kata Menteri Pertahahan Malaysia Najib Tun Abdul Razak, Minggu.
kepada wartawan di Kota Kinibalu sehingga dapat diciptakan perdamaian yang abadi antar kedua belah pihak.

Namun demikian, ditengah upaya perundingan ini, pasukan Filipina melakukan serbuan ke markas gerilyawan setelah kelompok ini melakukan serangan yang mengakibatkan 25 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.

MILF yang berkekuatan 12.500 orang merupakan kelompok gerilyawan Muslim terbesar yang berjuang di Filipina Selatan. Mereka melancarkan serangan ke Siocon, Minggu, menyandera sejumlah anggota militer dan 15 warga sipil sebagai "Tameng hidup", termasuk istri dan putra walikota Siacon.

Pihak gerilyawan  akhirnya membebaskan sandera setelah mereka melarikan diri. Juru bicara MILF, Eid Kabalu, Senin, mengatakan bahwa serangan itu dirancang untuk melumpuhkan markas besar militer di wilayah itu dan tidak untuk melukai warga sipil.

"Terdapat korban warga sipil karena pertempuran meluas ke wilayah lainnya di kota itu," katanya melalui telapon kepada AFP dari kediamannya di Filipina selatan.

Serangan pada hari Minggu itu juga merupakan aksi balas dendam atas suatu serangan militer pada Februari lalu yang menyebabkan hancurnya suatu kamp penting MILF di komplek Buliok di Filipina(kcm/rep/md/mkf).


 

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama, PonPes, AlaNu Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Perundingan Penjajakan MILF diadakan di Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)
Perundingan Penjajakan MILF diadakan di Malaysia (Sumber Gambar : Nu Online)

Perundingan Penjajakan MILF diadakan di Malaysia

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock