Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Tutup Kongres, JK Bangga dengan Kiprah Muslimat NU

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla (JK) resmi menutup perhelatan Kongres Ke-17 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Sabtu (26/11) di Asrama haji Pondok Gede Jakarta. Memberikan sambutan setelah Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, JK memberikan ucapan selamat kepada Khofifah sekaligus bangga dengan kiprah Muslimat NU selama.

Tutup Kongres, JK Bangga dengan Kiprah Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tutup Kongres, JK Bangga dengan Kiprah Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tutup Kongres, JK Bangga dengan Kiprah Muslimat NU

JK menilai, problem bangsa ini bukan hanya dalam hal kesejahteraan, tetapi juga keadilan sosial. Upaya ini menurutnya telah dilakukan oleh Muslimat NU sehingga peran organisasi perempuan terbesar di Indonesia ini mempunyai peran strategis.

“Sesuai dengan semangat Islam Nusantara, kesejahteraan dan keadilan sosial harus dibangun seiring sehingga mewujudkan kedamaian,” ujar JK kepada sekitar 2200 kader Muslimat NU yang mengikuti sesi penutupan.

Pria asal Makassar ini menjabarkan, kedamaian hidup berbangsa dan bernegara akan damai jika kesejahteraan dan keadilan sosial terwujud. Menurutnya, Muslimat NU telah melakukan segala upaya untuk mewujudkan tujuan itu melalui berbagai bidang yang telah didirikan dan bekerja nyata.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

JK juga memberikan harapan menjelang seabad Muslimat NU. Dia menginginkan kepada Muslimat agar mewujudkan berbagai capaian dan hasil untuk terus mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial umat.

“Selamat kepada Ibu Khofifah Indar Parawansa. Dipilih secara aklamasi, berarti dia dicintai anggota dan kadernya,” tutur JK sebelum menutup sambutannya.

JK bersama KH Ma’ruf Amin, dan Khofifah resmi menutup kegiatan Kongres yang berlangsung sejak 23 November 2016 itu dengan menabuh rebana diiringi shalawat Nabi.

Dalam Kongres Ke-17 Muslimat NU ini, Khofifah dipilih secara aklamasi oleh 34 pengurus wilayah, 525 pengurus cabang, dan 4 pengurus cabang istimewa (Hongkong, Arab Saudi, Malaysia, dan Sudan) yang memiliki hak suara dalam kongres.?

Dengan demikian, perempuan kelahiran Surabaya 51 tahun lalu ini memegang pucuk pimpinan Muslimat NU selama 4 periode (2000-2021).?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hadir dalam penutupan Kongres Muslimat NU ini Wantimpres KH Hasyim Muzadi, Founder Mustika Ratu Moeryati Soodibyo, KH Ahmad Bagja, dan para pejabat eselon 1 kementerian. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal News, Anti Hoax Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Diklatama, Pelajar NU Probolinggo Tanamkan Rasa Kepedulian

Probolinggo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo terus berupaya untuk mengenalkan IPNU-IPPNU kepada segenap pelajar NU di Kabupaten Probolinggo. 

Diklatama, Pelajar NU Probolinggo Tanamkan Rasa Kepedulian (Sumber Gambar : Nu Online)
Diklatama, Pelajar NU Probolinggo Tanamkan Rasa Kepedulian (Sumber Gambar : Nu Online)

Diklatama, Pelajar NU Probolinggo Tanamkan Rasa Kepedulian

Salah satunya melalui kegiatan Pendidikan dan Latihan Pertama (Diklatama) Corps Brigade Pembangunan (CBP) dan Korps Pelajar Putri (KPP) di SMK NU Bantaran, Jum’at hingga Ahad (8-10/9) sore.

Selain mengenalkan IPNU-IPPNU kepada pelajar NU, dalam kegiatan Diklatama ini IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo juga memberikan pembinaan sebagai upaya untuk membentuk watak dan rasa kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan dan masyarakat.

Diklatama CBP dan KPP ini diikuti oleh 60 orang pelajar NU dari unsur Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU dan lembaga pendidikan se-Kabupaten Probolinggo. Selama 3 (tiga) hari, para pelajar NU ini mendapatkan beberapa materi meliputi Aswaja ke-NU-an, ke-IPNU-an dan ke-IPPNU-an, ke-CBP-an dan ke-KPP-an, PBB (Pelatihan Baris Berbaris), SAR, Leadership, PPGD, komunikasi dan team work dan mitigasi bencana. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Materi tersebut disampaikan oleh narasumber yang berasal dari unsur DKW CBP-KPP Provinsi Jawa Timur, PCNU Kabupaten Probolinggo, PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo, Satkorcab Banser Kabupaten Probolinggo, PC IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo dan alumni.

Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Nur Hakimah Ismawati mengungkapkan kegiatan ini memiliki sasaran untuk memperkenalkan IPNU-IPPNU secara umum dan CBP-KPP pada khususnya kepada para anggota baru CBP-KPP. Sekaligus membangun komitmen dan watak kader dalam kebersamaan membangun bangsa.

“Dimana tujuannya adalah membangun watak dengan mengembangkan nilai-nilai pengabdian pada kegiatan sosial kemanusiaan, menambah wacana tentang wawasan kebangsaan, memahami ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, memahami eksisitensi IPNU-IPPNU serta memiliki rasa kepedulian dan kepekaan sosial yang tinggi,” katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Isma, CBP dan KPP sendiri merupakan lembaga semi otonom IPNU dan IPPNU yang bergerak dalam pengkaderan, kepanduan, kedisiplinan serta penguatan wawasan kebangsaan dalam membela negara.

“Melalui kegiatan ini harapannya nanti mampu membentuk kader-kader IPNU-IPPNU yang mampu ikhlas membesarkan organisasi. Serta memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama, terutama yang sedang membutuhkan,” tegasnya.

Sementara Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo Babus Salam menyampaikan Diklatama ini merupakan bagian paling penting dalam pembangunan karakter pelajar NU agar mengenal lebih jauh organisasi IPNU-IPPNU itu sendiri. Pasalnya kegiatan ini merupakan salah satu pintu pengkaderan IPNU-IPPNU.

“Mudah-mudahan kegiatan ini mampu mencetak kader-kader yang punya kredibilitas dan loyalitas tinggi terhadap organisasi. Serta menjadi pelopor pembangunan kepemudaan yang peduli terhadap lingkungannya,” katanya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Anti Hoax, Fragmen Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Kisah Tabayun Rasulullah kepada Yahudi

Tabayun artinya meminta penjelasan atau mengklarifikasi sebuah informasi sebelum bertindak terhadap informasi yang diterima. QS al-Hujurat ayat 6 meminta kita melakukan tabayun jika seorang fasiq membawa berita: "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu."

Tapi bagaimana kalau kejadiannya menimpa orang non-Muslim? Apakah kita harus tabayun juga? Mari simak kisah di bawah ini, yang saya ringkaskan dari riwayat yang tercantum dalam Kitab Sahih Bukhari, Sahih Muslim, dan lainnya.

Dalam masa perdamaian antara Nabi Muhammad dengan kaum Yahudi, Abdullah bin Sahl dan Muhayyishah pergi ke perkampungan Khaybar. Keduanya berpisah sesuai keperluan masing-masing, dan kemudian Muhayyishah menemukan Abdullah bin Sahl bersimbah darah, sudah meninggal dunia di sumur. Muhayyishah menuduh kaum Yahudi yang membunuh Abdullah bin Sahl karena mereka berada di perkampungan Yahudi. Kaum Yahudi membantahnya.

Kisah Tabayun Rasulullah kepada Yahudi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Tabayun Rasulullah kepada Yahudi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Tabayun Rasulullah kepada Yahudi

Singkat cerita Muhayyishah pulang dan menemui saudaranya Huwayshah yang lebih tua dan Abdurrahman bin Sahl (saudara almarhum). Mereka menemui Nabi Muhammad. Muhayyishah hendak bebricara, namun Nabi meminta yang lebih tua yang lebih dahulu berbicara. Huwayshah memulai pembicaraan disambung dengan Muhayyishah. Intinya mereka menuntut keadilan.

Mendengar kisah ini, apakah Nabi langsung menggerakkan pasukan ke perkampungan Yahudi? Tidak. Nabi melakukan proses tabayun atas tuduhan serius ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nabi mengirim surat. Kaum Yahudi menjawab dengan mengatakan bahwa mereka tidak membunuh Abdullah bin Sahl. Atas bantahan itu, Nabi meminta Muhayyishah bersumpah. Namun Muhayyishah menolak karena memang dia tidak melihat dengan mata kepala sendiri bahwa Abdullah bin Sahl dibunuh Yahudi. Bisa saja kan, dia terjatuh dari untanya saat mau meminum dari sumur. Masalah menjadi pelik karena kabar hanya dari satu orang yaitu Muhayyishah, yang bukan saja hanya berjumlah satu orang (tidak mencukupi syarat dua saksi) dan juga tidak mengetahui persis kejadiannya. Satu-satunya indikasi untuk menuduh Yahudi adalah peristiwanya terjadi di perkampungan Yahudi. Namun ini tidak cukup kuat, apalagi sudah dbantah oleh kaum Yahudi.

Opsinya adalah mengambil diyat (denda atas pembunuhan) atau memerangi Yahudi untuk menuntut balas. Yang mana yang Rasul akan ambil? Kalau diyat, tentu yang membunuh yang harus membayar. Tapi siapa pembunuhnya? Kalau Yahudi yang membunuh dan mereka menolak membayar diyat, maka bisa diperangi, tapi benarkah Yahudi yang membunuh Abdullah bin Sahl?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nabi kemudian bertanya, "Jikalau 50 orang Yahudi bersumpah tidak membunuh, apakah kalian akan menerimanya?" Muhayyishah mengatakan, "Bagaimana kami bisa menerima sumpah dari non-Muslim? Kalau mereka berbohong bagaimana?"

Deadlock. Jalan buntu.

Pihak Muhayyishah menuntut keadilan. Yahudi membantah. Bayang-bayang peperangan di depan mata. Rasulullah mengambil keputusan yang luar biasa: beliau SAW memutuskan, beliau sendiri yang membayar diyat (denda) 100 ekor unta kepada keluarga Abdullah bin Sahl. Nabi rugi karena membayar dengan untanya sendiri. Tapi peperangan bisa dihindarkan. Begitulah sosok Nabi agung yang rela berkorban demi perdamaian.

Pelajaran penting dari kisah di atas:

1. Zaman dahulu proses pembuktian itu sederhana: lewat saksi dan sumpah. Tidak seperti sekarang yang bisa diinvestigasi oleh polisi, tes DNA, dan menyimak rekaman CCTV. Pada masa Rasul modalnya adalah kepercayaan yang dibuktikan lewat sumpah dan kesaksian. Namun kalau proses pembuktian ini gagal, bagaimana? Nabi menyerahkannya kepada Allah.

2. Nabi mengajarkan etika untuk mendahulukan yang lebih tua untuk berbicara. Meskipun Muhayyishah yang lebih tahu, tapi biarkan yang lebih tua bicara dahulu. Ini adab kesantunan. Setelah itu baru Muhayyishah yang lebih paham kejadiannya yang berbicara.

3. Nabi menjalankan proses tabayun kepada pihak Yahudi. Tidak gegabah mengambil keputusan berdasarkan emosi atau kebencian. Nabi yang agung ini berhati-hati mengambil keputusan sebelum mendengar dari semua pihak yang terlibat.

4. Ketika semua jalan telah buntu (saksi, sumpah, tabayun), Nabi memilih mengalah dengan tekor alias rugi membayar 100 unta sebagai diyat. Padahal jelas Nabi bukan pelaku tindak pidana. Nabi hanya hendak menjaga perdamaian dan menghormati perjanjian keamanan dengan pihak Yahudi saat itu. Biarlah pemimpin tekor, rugi, dan mengalah, demi perdamaian.

Demikianlah kisah sederhana yang terjadi di masa Rasulullah SAW, sebagaimana tercantum dalam Sahih Bukhari, Hadis nomor 2503, 2937, 3823, 5677 dan 6655; Sahih Muslim, Hadis nomor 2285, 3157, 3158, 3159; Sunan Abi Dawud, Hadis nomor 3917, 3918; Sunan Ibn majah, Hadis nomor 2667, 2668; Sunan al-Nasai, Hadis nomor 4631, 4632, 4633, 4634, 4635, 4637, 4638, 4639; al-Muwatha Imam Malik, Hadis nomor 1372, 1373; Sunan al-Darimi, Hadis nomor 2247; dan Musnad Ahmad, Hadis nomor 16639.

Nadirsyah Hosen, Rais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama dan Dosen Senior Monash Law School

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal News, Anti Hoax Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Perlindungan Pekerja di Era Digitalisasi Ekonomi Perlu Kepastian

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Kepastian perlindungan bagi pekerja di era digitalisasi ekonomi perlu dipikirkan serius. Demikian penegasan Irham Ali Saifuddin, dari Departemen Pendidikan dan Ketenagakerjaan PP GP Ansor, di Jakarta, Sabtu (30/7).

Menurut Irham, digitalisasi ekonomi meliputi semua lini, mulai transportasi, media, hiburan dan seterusnya merupakan potret dari masa depan dunia kita atau future of work. Dimana selain akan memudahkan manusia melalui efesiensi, ketepatan, kecepatan dan tingginya produktivitas, teknologi juga akan memakan korban tenaga kerja konvensional.

Perlindungan Pekerja di Era Digitalisasi Ekonomi Perlu Kepastian (Sumber Gambar : Nu Online)
Perlindungan Pekerja di Era Digitalisasi Ekonomi Perlu Kepastian (Sumber Gambar : Nu Online)

Perlindungan Pekerja di Era Digitalisasi Ekonomi Perlu Kepastian

"Masa depan dunia kita tidak lagi dibatasi pada hubungan industrial. Makin ada migrasi besar-besaran dari pola formal menjadi ekonomi informal dalam dunia industri. Rantai pasok global akan diwarnai dengan sistem kerja dengan pola hubungan industrial yang absurd," paparnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Contoh konkrit dari beragam jasa transportasi online. "Kita dihibur dengan istilah kemitraan, padahal mas-mas dan mbak-mbak driver itu jelas-jelas pekerja. Celakanya, faktor produksi seperti sepeda motor, mobil hingga bbm yang seharusnya menjadi bagian dari employer (pengusaha) malah dibebankan kepada pekerja. Ini celaka 13 milyar. Itu tantangan kita ke depan," kata Irham lagi.

Fakta lain, imbuhnya, kerja di jasa transportasi online atau industri IT seperti web developer sudah tidak kenal dengan namanya jam kerja. "Bahkan orang harus memiliki lebih dari satu pekerjaan untuk mencukupi kebutuhannya. Artinya, selain memiliki lebih dari satu hubungan kerja, ia juga dipaksa dengan jam-jam kerja yang lebih panjang," kata dia lagi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia menambahkan, produktivitas yang tinggi berkat bantuan digitalisasi, akan langsung memukul daya bargain manusia sebagai pekerja untuk mendapatkan upah yang lebih layak. Digitalisasi akan membuat upah menjadi sangat kompetitif atau semakin murah.

"Pada tahun 2030 dimana kita akan mengalami ledakan jumlah penduduk muda yang tentu saja merupakan angkatan kerja muda kita. Jika tidak disikapi dengan bijak dari sekarang, demographic deviden atau bonus demografi yang semestinya bisa menjadi berkah bagi perekonomian Indonesia, bisa berbalik arah menjadi musibah," demikian Irham Ali Saifuddin. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Ulama, Anti Hoax Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Menaker Bacakan Puisi Karya Soekarno

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri unjuk kebolehan membaca puisi saat menghadiri agenda Hari Puisi Indonesia Tahun 2017 di Graha Bhakti Kebudayaan Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (3/10) malam.

Bagi Menteri Hanif, puisi merupakan sebuah bagian yang tidak terpisahkan dari realita kehidupan manusia. Oleh karena iu, Hanif mendukung agar proses berpuisi terus dikembangkan dan dilestarikan. 

"Karena disana mengalir realita yang metaforik. Kemudian metafora yang realistik. Kemudian di sana ada etika dan juga estetika," kata Menaker.

Menaker Bacakan Puisi Karya Soekarno (Sumber Gambar : Nu Online)
Menaker Bacakan Puisi Karya Soekarno (Sumber Gambar : Nu Online)

Menaker Bacakan Puisi Karya Soekarno

Pada kesempatan tersebut, Menaker pun turut membacakan puisi "Berpedomanlah Pada Cita-cita" karya Ir. Soekarno.

Melalui puisi karya Soekarno ini, Menaker mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk optimis menghadapi tantangan-tantangan masa depan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Saatnya kita sebagai bangsa melihat ke depan, penuh optimisme, bekerja keras," ujarnya.

Berikut adalah sepenggal puisi karya presiden pertama Indonesia tersebut:

 

Berpedomanlah Pada Cita-cita

Ir. Soekarno

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ya, kita hidup dalam dunia yang penuh ketakutan

kehidupan manusia sekarang digerogoti

dan dijadikan pahit-getir oleh rasa ketakutan

Ketakutan akan hari depan

ketakutan akan bom hidrogen

ketakutan akan ideologi-ideologi

Mungkin rasa takut itu

pada hakekatnya merupakan bahaya yang

lebih besar daripada bahaya itu sendiri

Sebab rasa takutlah yang

mendorong orang berbuat tolol

berbuat tanpa berpikir

berbuat hal yang membahayakan

Dalam permusyawaratan Tuan-tuan

saya minta, jangan kiranya Tuan-tuan

terpengaruh oleh ketakutan itu

Sebab ketakutan adalah zat asam

yang mencapkan perbuatan manusia

menjadi pola yang aneh-aneh

Berpedomanlah pada harapan

dan ketetapan hati

berpedomanlah pada cita-cita

berpedomanlah pada impian dan angan-angan

(Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul Ulama, Anti Hoax, Internasional Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Asad Said Ali Raih Bintang Emas Award 2014

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Asad Said Ali menerima penghargaan "Bintang Emas Award 2014" yang berlangsung di Jakarta. Tokoh lainnya yang menerima penghargaan adalah Jenderal TNI Moeldoko, Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu, Jenderal Pol Sutarman, Mayjen TNI Purn TB Hasanudin.

 

Asad Said Ali Raih Bintang Emas Award 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Said Ali Raih Bintang Emas Award 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Said Ali Raih Bintang Emas Award 2014

Penganugerahan Bintang Emas diberikan kepada mantan Wakil Ketua Badan Intelijen Negara ini didasarkan loyalitas, profesionalisme dan integritas sebagai anak bangsa dalam perjalanan mengabdi kepada ibu pertiwi. Sebagai salah satu tokoh, Asad dinilai telah menunjukkan peran besar turut membangun ideologi Pancasila dan menciptakan kerukunan antar umat beragama.

Penghargaan tersebut diserahkan Pemimpin Redaksi Matranews.com Budi Rahardjo, Senin malam lalu. Acara malam anugerah Bintang Emas Award ini sekaligus menandai launching situs berita terbaru Matranews.com. Situs yang diawaki gabungan tim dari RMOL dan Majalah Eksekutif ini akan banyak menyajikan informasi seputar taktik dan strategi pertahanan dan keamanan negara.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sejumlah tokoh juga menerima penghargaan Bintang Emas Award adalah figure yang selama ini banyak mendedikasikan perannya dalam turut menjaga ibu pertiwi. Diantaranya, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Menteri Pertahanan Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu, Kapolri Jenderal Pol Sutarman, mantan Wakil Kepala BIN Asad Said Ali, mantan menteri pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Polisi Anang Iskandar, bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari, Anggota DPR dari FPDIP Mayjen TNI Pur T.B Hasanudin.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam pidato singkatnya usai menerima penghargaan Asad mengatakan, komitmen dan kontribusi bela negara tidak hanya menjadi domain TNI. Namun dibutuhkan peran serta masyarakat. Dengan menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang harus dipertahankan dari segala bentuk gangguan dan rongrongan.

"Untuk menjaganya, tak hanya menjadi tanggungjawab Tentara Nasional Indonesia saja, tapi juga menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat termasuk Ormas Nahdlatul Ulama (NU)," ujar Asad saat menerima piala penghargaan Bintang Emas 2014, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Senin malam (22/12).

"Saya tegaskan bahwa tanggung jawab menjaga ideologi negara itu bukan cuma milik TNI, tapi juga Nahdlatul Ulama dan itu sudah terbukti selama negara ini berdiri," ujar Asad yang selama ini banyak aktif blusukan ke sejumlah pesantren.

 

Dia mengatakan, pesantren-pesantren NU selalu mengajarkan bahwa mencintai dan menjaga negara juga merupakan bagian daripada iman. Hal ini dapat dijumpai dalam keseharian para santri NU dan para kiai.

 

Asad mendapat penghargaan Bintang Emas karena telah mengabdikan dirinya kepada badan intelijen selama tiga dekade pada berbagai pemerintahan. Ia dipercaya menjadi pimpinan Badan Intelijen Negara pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid dan menjabat sampai masa pemerintahan kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Peraih doktor kehormatan dari Universitas Diponegoro ini juga disebut "Kiai Intelektual" karena rajin menulis buku tentang Pancasila dan pluralisme juga soal gerakan radikal atau terorisme di Timur Tengah.  Asad juga dikenal sangat dekat dengan almarhum Presiden Abdurahman Wahid. (red: mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaSantri, Hadits, Anti Hoax Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Cerita Tiga Santri Perempuan Menempuh Studi di Eropa

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Tiga perempuan santri bercerita tentang studinya di Eropa langsung dari Student Housing, Amsterdam, Belanda, Ahad (3/9) pagi waktu Belanda, sore waktu Indonesia. Para alumni perguruan tinggi Islam negeri itu berkisah tentang kegagalannya sampai bagaimana menjalani studi di jurusan pilihannya masing-masing.

Cerita Tiga Santri Perempuan Menempuh Studi di Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Tiga Santri Perempuan Menempuh Studi di Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Tiga Santri Perempuan Menempuh Studi di Eropa

Wakil Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) Eva Nur Latifah semangatnya untuk studi ke luar negeri pernah turun karena gagal lulus dari program beasiswa LPDP. Tetapi perempuan yang kini sedang menempuh studi strata duanya di bidang Information Technology University of Twente itu tak patah arang.

?

Diterima sebagai penerima beasiswa kursus bahasa asing dari Kementerian Agama pada tahun 2015 lalu, ia kemudian bertemu rekan-rekan di sampingnya sehingga bangkit kembali gairahnya untuk melanjutkan studi ke luar negeri.

“Berpikir positif itu sih yang penting,” kata lulusan UIN Sunan Gunung Jati Bandung itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu, Wakil Sekretaris PCINU Belanda Nur Inda Jazilah harus mengubur mimpi awalnya untuk studi ke Inggris guna mendalami Forensik Linguistik.?

Vrije University Amsterdam dipilih dari lima kampus di dunia yang menawarkan jurusan yang sama mengingat keholistikannya karena studinya menempuh waktu dua tahun.

“Dia lebih holistik mempelajari forensik linguistiknya karena dua tahun,” ujar alumni UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Berbeda dengan keduanya yang studi di Belanda, Ianatul Avifah baru saja submit tesisnya di bidang TESOL di University of Manchester. 180 SKS dalam waktu satu tahun cukup menguras waktu dan pikirannya. Meski begitu, ia mengingatkan tiga hal penting dalam menempuh studinya, “Manajemen waktu dan presistens dan balance juga sih.”

At least kayak nonton YouTube sebentar,” lanjut alumni UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Motivasi dan inspirasi

Berada di lingkungan positif yang saling mendukung menjadi hal terpenting dalam membangun motivasi untuk terus memupuk semangat studi Jazil, panggilan akrab Nur Inda Jazilah. “Yang penting berada di lingkungan semua orang-orang positif,” kata mahasiswa yang baru tiba di Belanda dua minggu lalu itu.

Lain halnya dengan Avifah. Ia selalu daftar setiap kali ada kesempatan short course ataupun student exchange ke berbagai negara. Tapi setiap kali ia daftar, setiap itu juga ia gagal. Lantas ia bertekad, untuk studi S2, ia tidak boleh gagal. “Besok kalau beasiswa S2 harus diterima,” kata perempuan yang pernah gagal mendapat beasiswa di Amerika Serikat itu.

Selain itu, motivasi terbesar baginya dalam menempuh studi di luar negeri adalah orang tuanya. “Orang tua itu yang benar-benar bikin motivasi terbesar,” lanjutnya.

Senada dengan Avifah, Eva juga mengungkapkan hal yang sama, yakni membuat orang tua bahagia. “Membahagiakan orang tua,” jawab Eva saat ia menerima giliran pertanyaan tentang motivasi dan inspirasi studi beasiswa ke luar negeri.

Sejak SMA sampai kuliah merasa sering merepotkan orang tua membuatnya termotivasi untuk bagaimana membuat orang tuanya bahagia. Studi S2 di luar negeri dengan beasiswa dirasa menjadi satu hal yang membuat kedua orang tuanya bangga.

Tantangan terbesar Muslimah studi di Eropa

Mengenai shalat, pelajar muslim tak perlu khawatir. Jazil mengatakan, “Di kampus ada mushallanya.” Selain itu, diskriminasi terhadap Muslim juga tidak ia temukan. “Sejauh ini tidak menemukan ada diskriminasi,” kata pemilik akun Instagram @jazilaaah. Hal terpenting baginya bagaimana menjaga perilaku saja. Mereka pun akan bersikap sama seperti apa yang kita lakukan.

Bahasa menjadi salah satu tantangan tersendiri. Belanda yang tidak menggunakan bahasa Inggris dalam keseharian tidak menjadi masalah dalam studi. “Language barrier gak begitu berarti,” katanya. Dapat menyampaikan ide dengan baik itu hal terpenting menurut santri Pondok Pesantren Sirotul Fuqoha, Malang, tersebut.

Seperti di Amsterdam, University of Manchester juga menyediakan tempat ibadah bagi muslim. “Alhamdulillah lumayan banyak warga muslim di Manchester. Kampus pun menyediakan masjid meskipun sedikit jauh,” kata Afifah.

Masyarakat Inggris juga sangat terbuka dengan keberadaan muslimah. Hal tersebut dibuktikan dengan senyuman orang-orang sana meskipun mereka tidak saling mengenal. “Orang Britishnya welcome, mereka senyum meskipun gak kenal,” lanjut pemilik akun Instagram @ianatulavifah itu.

Pengetahuan tentang budaya negara tempat studi menjadi satu keharusan. “Setidaknya tahu 20-30 % culture negara yang kita kunjungi untuk membantu komunikasi,” kata santri Pondok Pesantren Annuriyah Surabaya itu. Hal itu menurutnya dapat diatasi dengan menonton film.

Eva menambahkan, bahwa pengetahuan budaya itu bisa juga didapat dengan mengikuti kelas akulturasi yang disediakan kampus. “Mungkin bisa masuk kelas akulturasi,” katanya.

Santri Pondok Pesantren Arrisalah Ciamis itu juga mengungkapkan, bahwa kampusnya sangat menerima keberadaan pelajar muslim. “Kampusku sangat welcome sama muslim,” ujarnya.

Selain terdapat masjid, di kampus tempatnya belajar juga terdapat organisasi muslim. Bahkan pemilik akun Instagram @eva_gram itu mengatakan “Kita dapat founding juga.” Di kampusnya tersebut, Eva dan rekanannya pernah mengadakan hijab workshop. Hal tersebut menjadi salah satu media dakwah baginya untuk mengenalkan Islam.

Sebelum mereka menjawab pertanyaan tentang tantangan studi di Eropa, tiga santri yang mendapat beasiswa Kementerian Agama itu masing-masing memberikan pernyataan tentang kebanggaannya menjadi santri, alumni UIN, dan deklarasi kembali ke Indonesia guna mengabdikan diri.

Obrolan para santri perempuan yang sedang studi di Eropa ini dipandu oleh Dito Alif Kurniawan. Pria alumni UIN Walisongo Semarang itu baru saja menyelesaikan studi magisternya di Vrije Universteit, Amsterdam, Belanda.

Diskusi ini disiarkan langsung melalui Instagram @Galerisantri dan @Kajiannusantara atas kerja sama Arus Informasi Santri (AIS) Nusantara. Kegiatan ini diinisiasi oleh Penasihat AIS Nusantara, Romzi Ahmad. (Syakir NF/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Anti Hoax Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Banser Jembrana Bali Dirikan 10 Posko Mudik

Jembrana, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Jembrana, Bali, mendirikan 10 Posko Mudik yang tersebar di sepanjang jalur utama Denpasar-Gilimanuk. Posko yang didirikan secara mandiri ini sudah melalui proses koordinasi dengan pihak Polres Jembrana guna membantu kelancaran dan keamanan para pemudik yang akan menyeberang ke Pulau Jawa.

Posko utama berada di Kelurahan Gilimanuk, sebagai pintu keluar dan menjadi pusat bertumpuknya kendaraan. Sementara titik posko yang lainnya berada di Desa Pekutatan, Pulukan, Medewi, Yeh Sumbul, Poh Santen, Baluk, Kaliakah, Candikusuma dan Melaya.

Banser Jembrana Bali Dirikan 10 Posko Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Jembrana Bali Dirikan 10 Posko Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Jembrana Bali Dirikan 10 Posko Mudik

Wakil Komandan Satkorcab Banser Jembrana, Ipan menjelaskan penjagaan di masing masing posko ini dilakukan secara bergantian dan secara sukarela. Hal ini dilakukan semata mata untuk memudahkan para pemudik manakala terjadi gangguan dalam perjalanan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Biasa dalam perjalanan banyak kemungkinan yang terjadi, sehingga kami siaga 24 jam siap membantu para pemudik apabila ada masalah dalam perjalanannya," ungkapnya, Rabu (21/6).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ipan menambahkan, Posko Banser juga dapat digunakan para pemudik sebagai tempat istirahat. "Jadi kalau ngantuk atau kelelahan, posko kami bisa dijadikan tempat istirahat," jelasnya.

Ia juga mengingatkan para pemudik untuk berhati hati dalam berkendara. Karena jalur Denpasar-Gilimanuk ini akan semakin padat menjelang hari H lebaran.

"Mohon patuhi rambu lalu lintas, karena dalam seminggu terakhir di jalur ini sudah dua kali terjadi kecelakaan maut, jadi mohon berhati hati," tegasnya. (Abraham Iboy/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Aswaja, Santri, Anti Hoax Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Nabi Muhammad Dipuji Allah karena Akhlaknya

Purwakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Akhlak menjadi hal paling pokok dalam kehidupan manusia. Ia menjadi parameter bagi keunggulan kualitas kepribadiannya. Atas dasar ini pula Allah memosisikan Rasulullah SAW pada derajat paling tinggi.

”Allah memuji Nabi Muhammad karena akhlaknya, bukan karena ilmunya,” Katib Syuriyah PBNU KH Musthofa Aqil Siroj dalam ceramah peringatan Isra’ dan Mi’raj di Purwakarta, Jawa Barat, akhir pekan lalu.

Nabi Muhammad Dipuji Allah karena Akhlaknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Nabi Muhammad Dipuji Allah karena Akhlaknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Nabi Muhammad Dipuji Allah karena Akhlaknya

Menurut Kiai Musthofa, berbekal kemuliaan moral, Rasulullah sukses menyebarkan kebenaran Islam dalam waktu kurang dari 23 tahun. Rasulullah merupakan rujukan ajaran dan pusat teladan bagi setiap makhluk di semesta alam ini.

Nahdlatul Ulama, lanjutnya, berusaha mengikuti jejak ini dengan terus mengedepankan akhlak dalam sikap dakwah dan perjuangannya. Ormasi Islam terbesar ini juga tak ingin gegabah menghujat atau memvonis sesat kelompok lain.

Peringatan Isra’ dan Mi’raj digelar bersamaan dengan acara pembukaan Konferenci Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Purwakarta. Perayaan rutin bulan Rajab ini antara lain diisi tahlil, hadlarah, dan tausiyah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pertandingan, Anti Hoax Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

Ingin Lacak Naskah Klasik Keagamaan, Inilah Lamannya

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Guna memfasilitasi masyarakat atau pihak-pihak lain yang menginginkan akses terhadap manuskrip klasik keagamaan, Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan (LKK) Kementerian Agama kini sudah mempublikasikan hasil naskah-naskah yang selama ini sudah dikumpulkan. Alamat laman untuk menyimpan naskah-naskah tersebut adalah http://lektur.kemenag.go.id/manuskrip/

Laman tersebut menyediakan data hasil penelitian sejak tahun 2013-2016 dengan jumlah sekitar 2500 naskah. Karya yang diunggah berasal dari berbagai tempat seperti Aceh, Banten, Jawa Barat, Sumatra Barat, dan lainnya. Pembaca dengan mudah bisa mengunduh dan menyimpan naskah klasik yang disimpan dalam bentuk JPEG sehingga bisa dibaca di semua komputer atau tablet.?

Ingin Lacak Naskah Klasik Keagamaan, Inilah Lamannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin Lacak Naskah Klasik Keagamaan, Inilah Lamannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin Lacak Naskah Klasik Keagamaan, Inilah Lamannya

Dilihat dari gambar yang ada, beberapa naskah kondisinya sudah tidak baik seperti adanya bekas air, sobek atau tinta yang sudah luntur. Digitalisasi ini berhasil menyelamatkan keberadaan naskah berharga itu.?

Kemenag, dalam setiap naskah yang diunggah memberikan watermark (penanda digital) bahwa naskah tersebut dipotret oleh pihaknya.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam setiap halaman juga dideskripsikan tentang sumber naskah, jenis kertas, bahasa dan huruf yang digunakan. Lalu isi naskah tersebut dibahas singkat, mulai dari siapa yang menuliskannya, pembahasan dan hal-hal lain terkait dengan pentingnya naskah tersebut. Hal ini akan memudahkan publik awam yang tidak bisa membaca huruf pegon karena naskah-naskah tersebut ditulis dalam huruf Arab Jawi sebagaimana tradisi klasik yang berlaku di Nusantara. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sejarah, Anti Hoax, Kiai Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 24 November 2017

NU Care Tangsel Bahas Filantropi Akhir Pekan Ini

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - NU Care-LAZISNU Tangerang Selatan akan menyelenggarakan Ngopi atau Ngobrol Filantropi, pada Ahad 26 Februari 2017. Acara di Saung Cendol Huis Jalan Masjid Arriyadh No 27, Ciputat, Tangerang Selatan ini diharapkan dapat menyemerakkan semangat filantropi warga dan pengurus NU di Tangsel.

Direktur NU Care Tangerang Selatan Risky Subagia mengatakan, “Goal dari kegiatan NGOPI ini adalah adanya semangat dari semua elemen lembaga dan banom untuk menggelorakan spirit filantropi khususnya di Tangsel.”

NU Care Tangsel Bahas Filantropi Akhir Pekan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Care Tangsel Bahas Filantropi Akhir Pekan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Care Tangsel Bahas Filantropi Akhir Pekan Ini

Ia menyebutkan, Ngobrol Filantropi NU Care Tangsel akan diikuti seluruh perwakilan banom dan lembaga di PCNU Kota Tangerang. Selain itu anggota PCNU Tangsel meliputi Rais Syuriah, Ketua Tanfidziyah beserta jajarannya juga turut hadir.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara pembicara yang mengisi sesi paparan dan diskusi adalah Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum NU (LPBHNU) Tangsel yang juga dosen UIN Syarif Hidayatullah Mustolih Siradj dan Direktur Fundraising NU Care Nur Rohman.

Menurut Risky, pengembangan semangat filantropi NU di Tangerang Selatan menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya masih sedikitnya SDM dan kurangnya komunikasi aktif dan efektif antarlembaga dan banom di PCNU Tangsel.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Oleh karena itu kegiatan ini juga sebagai ajang siaturahim pengurus banom dan lembaga di PCNU Tangsel,” tambah Risky melalui pesan tertulis kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Kamis (23/2).

Seperti diberitakan sebelumnya, semangat filantropi atau kedermawanan telah dicontohkan oleh para pendiri NU, misalnya pada tahun 1918 oleh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbullah, KH Bisri Syansuri,dan KH Masykur? menggalang 40 pengusaha hingga terbentuk organisasi Nahdlatut Tujjar.

Dalam Risalah Ahlussunnah Waljamah tahun 1928, KH Hasyim Asyari menegaskan bahwa NU adalah organasiasi yang bermisi memberikan keadilan, memberikan perlindungan, meningkatkan kualitas hidup, dan mendorong agar masyarakat makmur. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Warta, IMNU, Anti Hoax Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 22 November 2017

Ansor Jateng Apresiasi Anak Cabang Kaliori untuk 3 Prestasi

Rembang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah memberikan penghargaan kepada Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Kaliori, Rembang, Jateng.

Penghargaan tersebut diterima atas dasar tiga prestasi, yakni PAC GP Ansor paling aktif di cabang Rembang, PAC yang mampu mengaktifkan 23 Ranting dari total jumlah Desa yang ada sebagaimana terlihat pada kepengurusan periode 2011-2015, dan merupakan satu-satunya PAC yang menggelar upacara bendera tiap 17 Agustus dan konsisten dari tahun 2011 hingga saat ini.

Ansor Jateng Apresiasi Anak Cabang Kaliori untuk 3 Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Jateng Apresiasi Anak Cabang Kaliori untuk 3 Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Jateng Apresiasi Anak Cabang Kaliori untuk 3 Prestasi

"Tentu dengan ini saya harus mengatakan bangga dengan Abdul Rosyid (Ketua PAC GP Ansor Kaliori) dan kawan-kawan yang sudah memperjuangkan Ansor. Tentu hal ini tidak mudah bagi sahabat semua dalam mengibarkan bendera Ansor di Kaliori,” kata Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Jawa Tengah H Sumarsono Sugeng pada Konferensi Anak Cabang GP Ansor Kaliori, Ahad (23/8).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sumarsono berharap hal itu masih bisa terjadi pada periode kepengurusan periode 2015-2018.Jika tidak mampu berbuat lebih, katanya, kepengurusan mendatang setidaknya sanggup menjaga konsistensi prestasi kepengurusan sebelumnya.

"Saya sangat berharap pengurus yang akan datang melebihi kepengurusan yang kemarin. Karena PAC Kaliori sangat solid dan bersama dengan Banser di setiap event Ansor, dan giat dalam mengadakan proses pengkaderan mulai dari PKD hingga PKL,” tuturnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam kesempatan itu, Sumarsono juga didaulat untuk membuka Konferancab ke-18 GP Ansor Kaliori. Ia berpesan, agar GP Ansor Kaliori mempersipakan kader terbaiknya untuk memimpin lima tahun ke depan. Jika gagal maka tidak ada toleransi untuk melakukan perbaikan. Sumarsono juga menyinggung, Ansor Kaliori merupakan PAC yang mempunyai tim sepak bola yang solid. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal RMI NU, Anti Hoax, Pertandingan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 19 November 2017

Peringati Hari Jadi, Muslimat NU Grobogan Khatamkan Al-Quran

Grobogan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Bertepatan dengan Hari Jadi ke-288 Kabupaten Grobogan dan Harlah ke-68 Muslimat NU, Pimpinan Cabang Muslimat NU Grobogan mengadakan takhtimul qur’an bil ghaib (hafalan). Acara ini diikuti kader Muslimat penghafal Al-Qur’an se-Grobogan.

Peringati Hari Jadi, Muslimat NU Grobogan Khatamkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Jadi, Muslimat NU Grobogan Khatamkan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Jadi, Muslimat NU Grobogan Khatamkan Al-Quran

Acara yang bertajuk “Grobogan Bertakhimul Qur’an” ini, berlangsung di Gedung Ikatan Haji Muslimat (IHM) Kuripan, Grobogan, Senin (3/3) pagi.

Sebanyak 19 khataman dirampungkan oleh para hafidzah per 19 Anak Cabang. Sebanyak 6 hafizhah yang mewakili masing-masing anak cabang ini melantunkan ayat demi ayat di hadapan para mustami’in.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pada kesempatan itu, PC Muslimat NU Grobogan membentuk dan mengesahkan pengurus hafizhah di masing-masing anak cabang. Pembentukan unit ini bertujuan untuk mengembangkan potensi cinta Al-Qur’an di masing-masing kecamatan, bahkan di desa yang belum terjamah Al-Qur’an.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Seorang hafizhah perwakilan anak cabang Tawangharjo Eka Novianti menyatakan rasa senangnya terhadap acara khataman ini.

“Acara seperti ini ke depan bisa istiqomah tiap tahun sehingga Grobogan bisa menjadi kabupaten yang Qur’ani,” harap Eka usai acara. (Asnawi Lathif/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Olahraga, Anti Hoax Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 17 November 2017

Keluarga Mohon Dibuka Pintu Maaf untuk KH Hasyim Muzadi

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal?



Ketua Umum PBNU periode 1999-2010 KH Hasyim Muzadi selama hidupnya bersinggungan dengan beragam kalangan, mulai dari rakyat biasa, tokoh nasional, hingga dunia.?

Menantu pertama Kiai Hasyim, Arif Zamhari, atas nama keluarga, memohon kepada siapa pun untuk membukakan pintu maaf atas kekhilafan almarhum yang wafat pagi tadi, Kamis (16/3) di Malang, Jawa Timur.?

Keluarga Mohon Dibuka Pintu Maaf untuk KH Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Keluarga Mohon Dibuka Pintu Maaf untuk KH Hasyim Muzadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Keluarga Mohon Dibuka Pintu Maaf untuk KH Hasyim Muzadi

Ia menambahkan, pihak keluarga akan menyelenggarakan tahlilan selama tujuh hari berturut-turut di kediaman Kiai Hasyim, kompleks Pondok Pesantren Al-Hikam, Depok, Jawa Barat.?

Bagi warga NU dan masyarakat pada umumnya, yang akan mengikuti tahlilan, kata dia, dipersilakan datang ke kompleks pesantren.?

Saat ini, prosesi pemakaman secara militer atas jenazah Kiai Hasyim sudah usai. Para tokoh nasional dan masyarakat umum mulai berpamitan pulang. Sebagian masyarakat ada yang masih bertahan membaca Al-Qur’an da tahlilan. (Abdullah Alawi)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Meme Islam, Anti Hoax, Amalan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 14 November 2017

Ini Doa Hamba Allah yang Menembus Langit Menurut Ibnu Athaillah

Tidak sedikit dari kita kerap berburuk sangka kepada Allah. Kita sering mengira bahwa Allah mengabaikan hamba-Nya hanya karena bencana dan derita yang kita alami. Padahal ujian dan cobaan yang kemudian “memaksa” kita untuk bermunajat kepada-Nya adalah cara Allah memilih hamba-Nya. Hal ini disinggung dengan jelas oleh Syekh Ibnu Athaillah dalam hikmah berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ini Doa Hamba Allah yang Menembus Langit Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Doa Hamba Allah yang Menembus Langit Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Doa Hamba Allah yang Menembus Langit Menurut Ibnu Athaillah

Artinya, “Ketika Allah SWT menggerakkan lidahmu melalui sebuah doa, ketahuilah bahwa Dia ingin memberikan karunia-Nya kepadamu.”

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari sini kita dapat memahami bahwa orang-orang yang berdoa dan bermunajat merupakan hamba-hamba pilihan Allah. Ketika Allah menjatuhkan pilihan-Nya kepada kita atas sebuah cobaan, pada hakikatnya Dia mengasihi kita yang kemudian memperkenankan kita untuk bermunajat kepada-Nya. Demikian uraian Syekh Ibnu Abbad atas hikmah ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Anas bin Malik RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Bila Allah jatuh cinta kepada salah seorang hamba-Nya, maka Allah mengucurkan dan mengalirkan ujian kepadanya. Kalau ia lantas bermunajat, malaikat bergumam, ‘suara orang ini tak asing.’ Lalu Jibril memberanikan diri, ‘Ya Allah, itu suara si fulan, hamba-Mu. Penuhilah permintaannya.’ Allah menjawab, ‘Para malaikat, biarkanlah ia. Aku senang mendengar suara munajatnya.’ Kalau ia menyeru, ‘Tuhanku.’ Allah menjawab, ‘Labbaik wa sa‘daik (aku sambut panggilanmu) wahai kekasih-Ku. Tiada satupun yang kau doakan, melainkan pasti Kukabulkan. Tiada satupun permintaanmu, melainkan pasti Kuberikan. Bisa jadi Kukabulkan segera doamu. Bisa jadi Kutangguhkan permintaanmu dan Kuganti dengan yang lebih baik. Bisa jadi juga Kuhindarkan dirimu dari bala yang lebih berat ketimbang bencana itu,’’” (Lihat Ibnu Abbad, Syarhul Hikam, Semarang, Maktabah Al-Munawwir, juz I, halaman 76).

Syekh Ibnu Abbad mengutip hadits Rasulullah SAW bahwa mereka yang dikasihi dan dicintai Allah adalah hamba-hamba-Nya yang diperkenankan untuk bermunajat kepada-Nya berlama-lama melalui pintu ujian dan cobaan. Allah menginginkan mereka yang menerima cobaan untuk sering-sering menghadap-Nya.

Lalu bagaimana dengan pengabulan doa dan permohonan dalam munajat kita? Lagi-lagi, kita tidak perlu khawatir. Allah takkan mengingkari dan menelantarkan hamba-Nya sebagai disinggung Syekh Syarqawi berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa saja yang dikaruniakan ibadah doa, maka ia takkan luput dari ijabah,’ baik ijabah atas hajat yang disebutkannya di dalam doa maupun ijabah atas hajat yang tidak disebutkan (substitusi) entah dalam waktu seketika atau ditangguhkan. Sebagian ulama memahami bahwa itu berlaku pada doa yang didasarkan pada saat orang memiliki pilihan dan disengaja. Untuk doa yang terlompat begitu saja dari mulut tanpa sengaja dan terencana, ijabah atas hajat yang terucap hampir-hampir tidak meleset dan tidak tertunda,” (Lihat Syekh Syarqawi, Syarhul Hikam, Indonesia, Daru Ihyail Kutub Al-Arabiyah, juz I, halaman 75).

Penjelasan Syekh Syarqawi ini jelas bahwa doa pasti dikabulkan tetapi dalam tempo yang tidak bisa ditentukan dan dalam bentuk yang tidak bisa kita pastikan. Bisa jadi kita menunggu-tunggu pengabulan doa dan hajat kita, padahal Allah sudah kabulkan dalam bentuk yang lain. Ini juga yang kerap membuat kita berburuk sangka kepada Allah.

Di samping itu, orang yang berdoa terbagi atas dua kondisi. Ada mereka yang sedang dalam kondisi lapang sehingga mereka berdoa dengan terencana. Tetapi ada orang yang bermunajat kepada Allah dalam kondisi darurat, terjepit, kepepet, sehingga mereka tidak lagi berdoa secara terencana. Mereka yang kepepet dan dalam kondisi darurat kerap diijabah Allah sesuai bentuk hajat yang mereka perlukan, yaitu mereka yang kelaparan, yang mebutuhkan jaminan perlindungan dan keamanan, mereka yang membutuhkan hak hidup, mereka yang dalam kondisi sulit dan sempit lainnya.

Doa atau munajat di sini bisa dalam bentuk ubudiyah (semata penghambaan kepada Allah dan menganggap bahwa doa memang bagian dari ibadah). Tetapi ada juga mereka yang berdoa dan bermunajat kepada Allah karena spontanitas semata-mata lantaran kepepet dan tidak menemukan jalan lain (yang memang tidak menganggap doa sebagai salah satu bentuk ibadah) sebagaimana disinggung Syekh Zarruq (Lihat Syekh Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyyah, 2010 M/1431 H, halaman 99). Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Anti Hoax, Sholawat, Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menko Kesra Resmikan Kawasan Makam Presiden Gus Dur

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono meresmikan kawasan Makam Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid. Pembangunan kawasan makam Gus Dur ini yang menelan biaya sekitar Rp 180 miliar ditargetkan selesai tahun 2013 mendatang.

Agung mengatakan, peresmian fasilitas kawasan makam Gus Dur baru tahap awal, karena beberapa pembangunan seperti museum, tempat parkir belum selesai. “Ini peresmian awal, beberapa pengembangan fasilitas di lingkungan makam yang berada dikomplek PP Tebuireng Jombang yang sudah selesai,” ujarnya, Ahad (10/6).

Menko Kesra Resmikan Kawasan Makam Presiden Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Menko Kesra Resmikan Kawasan Makam Presiden Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Menko Kesra Resmikan Kawasan Makam Presiden Gus Dur

Beberapa fasilitas yang telah selesai pembangunannya diantaranya, tempat dzikir peziarah, ruang makan, peginapan, sanitasi serta akses jalan. “Utamanya adalah untuk kepentingan peziarah agar tidak mengganggu aktifitas santri dalam proses belajar dan mengaji,” imbuhnya yang diamini pengasuh PP Tebuireng KH Shalahudin Wahid yag juga adik Gus Dur.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menkokesra menambahkan, pembangunan kawasan makam ini dibiayai secara bersama sama antara pemerintah daerah kabupaten Jombang, propinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat juga bantuan dari masyarakat. Anggaran yang direncanakan adalah Rp 180 miliar.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

”Diantaranya untuk pembangunan museum, tempat parkir, sanitasi dan untuk pembebasan lahan. Sedangkan untuk makam Gus Dur sendiri permintaan keluarga tidak boleh dirubah,” tandas Menteri asal Partai Golkar ini.

Sementara itu, dari pantauan di lokasi, bangunan anyar yang telah berdiri adalah bangunan memanjang bertingkat berada disebelah timur areal makam, bangunan untuk dzikir ini diperkirakan panjangnya 50 meter, disamping tempat yang telah ada sebelumnya. Disebelah utara makam kini berdiri bangunan bertingkat megah yang rencananya untuk penginapan dan ruang makam peziarah serta sanitasi.?

“Ini yang sudah diselesaikan, tempat ini semuanya untuk peziarah,” tandas Gus Sholah.?

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hikmah, Anti Hoax Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 08 November 2017

Habib Luthfi Dijadwalkan Hadiri Peringatan Haul di Rembang

Rembang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal? ? ?

Pondok Pesantren At-Taslim yang bertempat di Desa Soditan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, akan menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi dan puncak acara Haul Ke-3 KH Dimyathi Ihsan pada Senin, 4 April 2016.

Ahad (3/4) malam ini,? khatmil qur’an bin nadhar digelar di Musholla Pondok Pesantren At-Taslim, lalu berlanjut khatmil qur’an bil ghaib pada Senin pagi. Senin, pukul 15.00, kegiatan ziarah, tahlil, dan pengajian akan berlangsung di Maqbaroh Mahbang, Karangturi, Lasem.

Habib Luthfi Dijadwalkan Hadiri Peringatan Haul di Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Dijadwalkan Hadiri Peringatan Haul di Rembang (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi Dijadwalkan Hadiri Peringatan Haul di Rembang

Panitia telah mengundang KH Ahfashy Faishol Hamid Baidowi dari Pondok Al-Wahdah Sumber Girang, Lasem, sebagai penceramah dalam puncak acara yang bakal dikemas dalam “Gema Shalawat dan Pengajian Umum” di halaman Pesantren At-Taslim, Senin malam.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Panitia haul akan menghadirkan ulama yang akan memberi taushiyah. Mereka adalah Habib Luthfi dari Pekalongan, Habib Umar dari semarang, Habib Musthofa, dan Habib Zaenal Abidin vokalis Al-Musidin Pekalongan.

Kiai Dimyathi Ihsan wafat pada tahun 2013 atau 1434 H. Ia merupakan pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren At-Taslim. Semasa hidupnya mantan ketua MWCNU Kecamatan Lasem ini sibuk mengabdikan dirinya untuk mengasuh santri-santri di pesantrennya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mustain, salah seorang panitia mengharapkan kedatangan dan partisipasi masyarakat Lasem khususnya dan seluruh kaum muslimin serta alumnus-alumnus Pesantren At-Taslim yang sudah tersebar di berbagai daerah di Indonesia. “Karena itu dapat mengingatkan kita pada kematian dan nasihat-nasihat beliau ketika masih hidup,” ujarnya. (Ahmad Solkan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Habib, Anti Hoax, Halaqoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 07 Oktober 2017

Mafia Berkeley dan krisis Ekonomi Indonesia

Penulis : R. Lukman Fauroni

Peresensi : Ahmad Hasan Musairi*)

Salah satu masalah besar yang sedang dialami bangsa Indonesia adalah krisis ekonomi. Sampai saat ini krisis ekonomi masih menjadi fenomena akut yang belum ditemukan obat penyembuhannya. Berbagai kebijakan telah diterapkan oleh pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini, namun ternyata kebijakan tersebut masih jauh dari tuntutan masyarakat. Bahkan krisis ekonomi yang menimpa bangsa Indonesia sejak 1997 malah semakin menimbulkan persoalan yang rumit dan kompleks yakni mengarah pada krisis multidimensi.

Persoalannya sekarang adalah apa akar masalahnya dibalik krisis ekonomi yang menimpa bangsa tercinta ini.

Mafia Berkeley dan krisis Ekonomi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Mafia Berkeley dan krisis Ekonomi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Mafia Berkeley dan krisis Ekonomi Indonesia

Buku yang berjudul "Mafia Berkeley dan Krisis Ekonomi Indonesia" yang ditulis oleh Revrisond Baswir sebagai Kepala Pusat Studi Ekonomi Pancasila{Pustep}Universitas Gajah Mada ini, berusaha mengungkap lebih jauh mengenai krisis ekonomi yang menimpa bangsa Indonesia. Bagi beliau penyebab krisis ekonomi Indonesia adalah Mafia Berkeley {Mafia Ekonomi Orde baru}, yaitu sekelompok ekonom Indonesia yang "dibina"oleh pemerintah Amerika untuk membelokkan arah perekonomian Indonesia ke jalan ekonomi pasar neoliberal. Sebutan Mafia Berkeley pada dasarnya adalah sebutan untuk para ekonom lulusan Universitas Kalifornia di Berkeley Amerika Serikat.

 Pada zaman Orde Baru tampuk ekonomi Indonesia dipegang oleh ekonom lulusan universitas ini. Dan pada umumnya kebijakan yang diambil oleh ekonom ini adalah menganut asas neoliberalisme. Diantara ciri-ciri neoliberalisme adalah pengembangan individu untuk bersaing secara bebas-sempurna di pasar, pembentukan harga pasar tidak bersifat alami, akan tetapi diatur dengan undang-undang.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kebijakan neoliberalisme orde baru zaman Soeharto ini memang ampuh mampu menggerakkan perekonomian pada saat itu. Terbukti lewat pinjaman IMF pada tahun 1969 perekonomian Indonesia naik significan rata-rata 6 persen per tahun dan pembangunan mengalami keamajuan pesat.

Prestasi ini ditunjang karena beberapa faktor.

Pertama, adanya model pemerintahan tangan besi yang telah memberangus segala tindakan yang menghambat pembangunan.

 Kedua, dukungan besar-besaran kapitalisme internasional untuk membiayai proses pemulihan ekonomi Indonesia.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketiga, dukungan rakyat yang begitu kuat terhadap kebijakan pemerintah pada waktu itu. Dengan demikian kesimpulannya adalah keberhasilan pemerintahan Orde baru karena didorong situasi dan kondisi yang memungkinkan. Namun agaknya hal itu, berbeda dengan zaman sekarang, model tangan besi sudah tidak zamannya lagi, begitu juga dukungan rakyat semakin lemah karena ketidakpercayaan terhadap birokrasi dan kinerja pemerintah, sementara dukungan kapitalisme{IMF} sudah tidak dapat diandalkan lagi. Bahkan IMF yang diharapkan dapat membantu memulihkan peekonomian Indonesia justru yang terjadi malah sebaliknya, yaitu bagai "bom waktu" yang berkepala dua.

IMF yang di-setting oleh Amerika dan para konco-nya yang menganut sistem kapitalisme sembari memberi bantuan kepada Indonesia namun juga memaksa Indonesia bertekuk lutut terhadap aturan-aturan yang hanya merugikan indonesia. Ironisnya lagi, bantuan IMF yang seharusnya digunakan pemerintah untuk menyejahterakan rakyat namun banyak dikorupsi. hal inilah sebagian faktor yang melatarbelakangi terjadinya krisis ekonomi sejak 1997 hingga sekarang, perekonomian Indonesia semakin tak menentu dan terpuruk pada kondisi yang memprihatinkan.

Oleh karena itu, untuk memulihkan perekonomian ini, tidak ada jalan lain kecuali dengan semangat kemandirian dan kerja keras seluruh bangsa Indonesia.

Menurut penulis masa depan perekonomian Indonesia sama sekali tidak tergantung pada kehadiran atau kepergian IMF melainkan pada kemampuan negeri ini dalam mengembangkan strategi alternatif yang setidak-tidaknya memiliki empat ciri yaitu, pertama, harus sesuai dengan amanat konstitusi yakni dibangun berdasarkan prinsip demokrasi ekonomi..Segala kebijakan pemerintah harus difokuskan terhadap kesejahteraan rakyat, jangan sekali-kali uang rakyat diselewengkan. Kedua,lebih bertumpu pada pemanfaatan sumberdaya sendiri dan pengembangan potensi pasar dalam negeri. Ketiga, memberi prioritas setinggi-tingginya pada penciptaan lapangan kerjaadan penanggulangan kemiskinan. Keempat, secara sadar diarahkan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

* Peresensi adalah Pemerhati Sosial, alumnus PP. Raudalatul Ulum Pati.

Email [hasan_musairDari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Anti Hoax, Doa Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 30 September 2017

Kisah Ketulusan Si Miskin Bersedekah ke Orang Kaya

Saudagar kaya yang lagi sakit itu menangis tersedu-sedu sesaat setelah tetangganya yang miskin menengoknya di rumah sakit dan memberinya amplop. Amplop kecil itu berisi uang Rp 20.000. H. Mahmud, demikian ia biasa dipanggil, membuka amplop itu dengan penuh rasa haru.

“Bagaimana bisa orang semiskin Pak Manto itu menyumbang aku. Aku tahu Rp 20.000 adalah sebesar penghasilannya per hari,” kata H. Mahmud pada dirinya sendiri. “Dia memang orang baik dan selalu tulus dalam kebaikannya kepada siapa pun. Aku bahkan tahu seandainya uang itu aku tolak, pasti Pak Manto tidak tersinggung.”

Kisah Ketulusan Si Miskin Bersedekah ke Orang Kaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Ketulusan Si Miskin Bersedekah ke Orang Kaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Ketulusan Si Miskin Bersedekah ke Orang Kaya

Kebaikan dan ketulusan hati Pak Manto membuat H. Mahmud tidak keberatan menerima sumbangannya. Ia tidak merasa tersinggung dengan sumbangan sekecil itu.

“Uang ini akan aku simpan baik-baik. Pasti di dalamnya banyak barokah karena Pak Manto mendapatkan uang ini tentu dengan cucuran keringat dan susah payah. Akan aku gunakan pada saat yang tepat.”

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Tiga hari kemudian, H. Mahmud diperbolehkan pulang. Hal pertama yang dia rencanakan setelah kondisinya pulih adalah mengunjungi Pak Manto di rumahnya yang sederhana.

“Assalamu’alaikum!” Demikian H. Mahmud beruluk salam ketika memasuki rumah Pak Manto. Pak Manto terkaget karena tak pernah membayangkan akan dikunjungi H. Mahmud.

“Pak Manto, saya sangat berterima kasih atas kunjungan Pak Manto kepada saya di rumah sakit seminggu yang lalu. Alhamdulillah berkat doa Pak Manto, saya bisa segera sembuh. Saya bersilaturrahim ke sini juga dalam rangka mensyukuri kesehatan saya yang sudah pulih kembali. Tapi maaf saya tak bisa lama-lama di sini.”

H. Mahmud segera berpamitan pada Pak Manto sambil memberikan amplop berisi Rp 2.000.000. Bagi H. Mahmud, uang sejumlah itu sebanding nilainya dengan Rp 20.000 dari Pak manto karena sama-sama sebesar penghasilan per hari mereka masing-masing. Beberapa saat kemudian, dibukanya amplop itu oleh Pak Manto dan meledaklah tangisnya.

“Tuhan, mengapa secepat dan sebesar ini Engkau membalas sedekahku. Bagaimana aku merasa bangga sedang aku lebih mengharapkan balasan di akhirat, yakni berjumpa dengan-Mu. Tuhan, aku tak pernah berniat bisnis dengan-Mu dalam setiap sedekahku. Berhentilah membalas sedekahku di dunia ini. Ataukah, Engkau memang tidak mencintaiku?!” Pak Manto menangis tersedu-sedu. Air matanya bercucuran. Hatinya pilu.

Siang itu, Pak Manto bergegas menuju rumah sakit yang tak jauh dari rumahnya. Ia tahu pasti banyak pasien miskin yang tak bisa segera tinggalkan rumah sakit karena belum bisa menyelesaikan tagihannya. Diberikanlah uang dari H. Mahmud itu kepada seorang laki-laki muda yang tampak murung dan bingung karena uangnya belum cukup untuk menebus biaya istrinya yang melahirkan dengan operasi caesar.

"Terimalah uang ini. Ini sedekah dari seorang saudagar kaya di kota ini. Mas tidak usah bertanya siapa nama saudagar itu karena beliau belum tentu senang diketahui identitasnya," kata Pak Manto lirih.

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam, Univeritas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta



=====

Kedung Sukun Adiwerna Tegal mengajak kepada pembaca semua untuk berbagi kisah inspiratif penuh hikmah baik tentang cerita nyata diri sendiri atau pengalaman orang lain. Silakan kirim ke email: redaksi@nu.or.id

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Anti Hoax Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 13 Agustus 2017

Fatayat NU DIY Gelar Lokakarya Pemudi Antariman

Yogyakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Wilayah Fatayat NU DI Yogyakarta bekerja sama dengan King Abdullah bin Abdulaziz International Centre for Interreligious and Intercultural Dialogue (KAICIID) mengadakan acara Lokakarya Pemudi Antariman dengan tema "Mengelola Keberagaman Agama bagi Pemudi Antariman Di Yogyakarta, Indonesia" pada 28-29 Agustus 2015 di Villa Mawar Asri, Kaliurang Barat, Kaliurang, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta,.

Yogyakarta merupakan miniatur Indonesia, yang hampir semua etnis dan agama dengan segala denominasinya, hidup dan berkembang. Yogyakarta dikenal sebagai kota pendidikan dan kota pariwisata, separuhnya hampir dihuni oleh anak muda yang datang dari berbagai penjuru Nusantara untuk belajar dan mengembangkan diri. Hal tersebut menyebabkan dinamika kehiduapan sosial, budaya dan agama sangat tinggi, dan pada gilirannya meningkatkan potensi konflik, bahkan bisa jadi merambat menjadi kekerasan di DIY. Hal itu sudah terbukti dalam empat tahun terakhir ini, kekerasan atas nama etnis dan agama semakin meningkat di Yogyakarta.

Fatayat NU DIY Gelar Lokakarya Pemudi Antariman (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU DIY Gelar Lokakarya Pemudi Antariman (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU DIY Gelar Lokakarya Pemudi Antariman

Dalam rangka itulah, diperlukan intervensi untuk mengantisipasi dan memastikan kekerasan atas nama agama tidak terulang lagi, khususnya intervensi bagi para perempuan muda lintasagama. "Usia muda merupakan masa sangat produktif, para perempuan muda akan bereproduksi, merawat dan mendidik anak-anak dan juga berkarier dan mengembangkan diri di lingkungan dan tempat kerja mereka. Inilah alasan diadakannya acara loka karya." Kata Wiwin Siti Aminah, Ketua panitia sekaligus fasilitator dalam acara tersebut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Acara ini pun bertujuan memberikan kesempatan kepada para pemudi lintas iman untuk bertemu, mengenal satu sama lain dan berbagi pengetahuan serta pengalaman.? Menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran mengenai realitas dinamika kemajemukan masyarakat dan pentingnya mengelola keberagaman agama dengan dialog sebagai sebuah kekuatan bersama dalam menciptakan perdamaian. Seperti penjelasan ketua Fatayat NU DIY, Mustaghfiroh Rahayu "selain itu, acara ini untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya peran perempuan dalam proses dialog antariman di Yogyakarta."

Acara ini tidak berhenti hanya pada lokakarya saja, namun ada tindak lanjut selama empat kali pertemuan serta mengadakan kunjungan di lima tempat yakni Pesantren, Vihara, Hare Krishna, Katolik Seminari, dan Gereja Kristen Jawa. PW Fatayat NU DIY berharap dengan kegiatan ini senafas dengan gerakan Islam Nusantara yang sedang menjadi pembahasan di kancah nasional maupun internasional. (Muyassaroh/Mahbib)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kiai, Anti Hoax Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock