Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Bu Sinta dan Alissa Wahid Bersilaturahim dengan Muslimat dan PCINU Jepang

Tokyo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pada pekan lalu, Sinta Nuriyah Wahid dan putrinya, Alissa Qotrunada berkunjung ke Jepang. Selain mengisi kuliah umum di Soka Gakkai Tokyo, keduanya menyempatkan diri bersilaturahim dengan Muslimat NU dan PCINU Jepang di Hotel New Otani Chiyoda-ku Tokyo, Kamis 26 Oktober lalu. 

Bu Sinta dan Alissa Wahid Bersilaturahim dengan Muslimat dan PCINU Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Bu Sinta dan Alissa Wahid Bersilaturahim dengan Muslimat dan PCINU Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Bu Sinta dan Alissa Wahid Bersilaturahim dengan Muslimat dan PCINU Jepang

Pada kesempatan tersebut hadir pengurus Muslimat NU Jepang yaitu Anggita Aninditya (Ketua I) dan Erika Herliana (Sekretaris). Turut hadir juga Rais Syuriah PCINU Jepang Ali Amin dan Ketua Tanfidziah PCINU Jepang Miftakhul Huda.

Alissa menyampaikan kepada yang hadir bahwa NU adalah organisasi kemasyarakatan yang bersifat nonpolitik dan tidak boleh terlibat dalam politik praktis. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Alissa, posisi PCINU Jepang sebaiknya difokuskan untuk melawan dan mengikis radikalisme yang kian marak berkembang akhir-akhir ini dengan menggalakkan konsep keluarga dalam NU yaitu Keluarga maslahah sebagai kunci ketahanan keluarga.

“Ciri dalam keluarga maslahah adalah bapak dan ibu yang saleh, anak-anak yang abror (baik), rezeki yang cukup, dan pergaulan yang baik di mana para anggotanya memiliki akhlak NU yaitu mabadi khaira ummah," jelasnya melalui siaran pers Muslimat NU Jepang yang diterima Senin (30/10). 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Alissa, mabadi khaira ummah adalah sebuah prinsip moral yang bertumpu pada lima pilar yaitu ash-shidq (kejujuran), al amarar wal wafa bilahdi (menunaikan semua kewajiban yang sudah dijanjikan), aladalah (obyektif, proporsional, dan taat asas), at-taawun (tolong menolong), dan istiqomah (berpendirian teguh),” 

Dengan begitu, lanjut Alissa, dapat menjelma menjadi sikap kemasyarakatan NU yaitu tawasuth (di tengah), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), i’tidal (lurus), ukhuwah (islamiyah, watoniyah, basariyah), dan amar ma’ruf nahi munkar. 

“Para aktivis NU di mana pun berada harus mampu menampilkan diri dengan bertumpu pada nilai-nilai tersebut,” pungkasnya. (Red: Abdullah Alawi)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Jadwal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 21 Februari 2018

GP Ansor Pusakajaya Gelar Turnamen Bulu Tangkis

Subang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, Jawa Barat, menggelar turnamen bulu tangkis tingkat kecamatan.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Pusakajaya, Nanang Kosim mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan selama tiga hari dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-70.

GP Ansor Pusakajaya Gelar Turnamen Bulu Tangkis (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pusakajaya Gelar Turnamen Bulu Tangkis (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pusakajaya Gelar Turnamen Bulu Tangkis

"Alahmadulillah, masyarakat di sini cukup antusias dalam mengikuti turnamen bulu tangkis ini. Apalagi anak-anak muda di Pusakajaya sangat menggemari permainan bulu tangkis ini," ujar Nanang, Selasa (18/8).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dikatakan, kegiatan turnamen bulu tangkis ini dibuka untuk umum dan semua kalangan. "Peserta yang mengikuti kegiatan turnamen ini ada 24 orang. Mereka semua berasal dari Kecamatan Pusakajaya," kata Nanang.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari 24 peserta yang mengikuti turnamen itu, kata Nanang, tampil sebagai juara umum dari Desa Kebondas, Kecamatan Pusakajaya.

"Juara pertama masing-masing mendapatkan satu buah raket. Juara dua masing-masing mendapatkan dua buah raket nyamuk dan juara tiga masing-masing mendapatkan kaos. Jadi total hadiahnya sekitar 700 ribuan," jelasnya.

Dia menegaskan, selain bertujuan memperingati hari kemerdekaan RI, kegiatan tersebut juga dilakukan untuk mencari bibit-bibit atlet baru di bidang olahraga, khususnya bulu tangkis.

"Jadi, kegiatan yang dilakukan sahabat-sahabat Ansor ini untuk meningkatkan kualitas para pemuda di bidang olahraga, sehingga kedepan Subang memiliki atlet yang potensial," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Halaqoh, Jadwal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo

Sidoarjo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo mengadakan acara jalan bertema Go Green, Ahad (12/2). Para peserta yang mengikuti jalan sehat ini mengenakan pakaian yang dibalut dengan berbagai hiasan barang bekas. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemanfaatan bekas sampah menjadi barang-barang yang berguna dan menjadi hiasan agar menarik dipandang.

Ketua panitia acara jalan sehat bertema Go Green dr Sari Prabandari mengatakan, para peserta yang mengikuti jalan sehat tersebut sekitar 1500 karyawan dan keluarga karyawan RSI Siti Hajar. Mereka harus memakai pakaian dari bahan daur ulang, tapi bukan dari sampah medis (botol infus, sarung tangan, spuit suntikan) karena itu tidak boleh dipakai.

Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo

Dokter umum di Rumah Sakit NU itu menjelaskan bahwa, ramah lingkungan harus dimulai dari diri sendiri. Dengan ramah lingkungan akan menjadi bersih.

Sementara jalan sehat tematik Go Green itu diharapkan memberikan perubahan di RSI Siti Hajar Sidoarjo untuk menjadi rumah sakit lebih ramah dengan memanfaatkan bekas kertas, bungkus, bahan-bahan rumah tangga yang bukan dari bahan medis.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Melalui kegiatan tersebut diharapkan bisa menyadarkan kita semua untuk lebih meminimalisasi sampah-sampah yang ternyata masih bermanfaat. Selain itu, kami juga ingin memberikan contoh ke masyarakat luas agar bisa memanfaatkan barang bekas," jelasnya.

Acara jalan sehat ini termasuk rangkaian acara Harlah Ke-54 RSI Siti Hajar Sidoarjo. Para peserta yang mengikutinya harus melalui rute yang telah dibuat oleh panitia yakni dari RSI Siti Hajar melewati Gajah Mada, Nasir busana Muslim kemudian melewati Masjid Jasem dan berakhir di RSI. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Jadwal Kajian, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Santri Qothrotul Falah Luncurkan Buku Perdananya

Lebak, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur, Lebak, Banten yang tergabung dalam Halqah Santri Triple Ing Community (Triping.Com) meluncurkan buku perdananya, Selasa (13/5), di Masjid Agung al-A’raf Rangkasbitung, Lebak.

Santri Qothrotul Falah Luncurkan Buku Perdananya (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Qothrotul Falah Luncurkan Buku Perdananya (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Qothrotul Falah Luncurkan Buku Perdananya

Hadir sebagai peserta, antara lain, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah, KH. Achmad Syatibi Hambali, unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Lebak, unsur kepala SMP/MTs/SMA/MA Kab. Lebak, OKP, perwakilan pesantren, para santri, pelajar dan sebagainya.

Buku bunga rampai yang diberi judul Renungan Santri: Esai-esai Seputar Problematika Remaja ini ditulis oleh 14 santri Kelas XI dan XII SMA Qothrotul Falah. Buku yang diterbitkan pada April 2014 ini menjadi produk kedua Pustaka Qi Falah, setelah sebelumnya pada 2013 diterbitkan buku Konsultasi Maya: 40 Tanya Jawab Agama karya Pimpinan Pondok Pesantren Qothrotul Falah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam sambutannya, pihak penerbit Pustaka Qi Falah menyatakan, pada masa kini pesantren melebarkan sayap dakwahnya. “Jika selama ini pesantren hanya berdakwah melalui mimbar, kini harus mulai melebarkan sayap dengan berdakwah melalui lembar dan layar. Lembar maksudnya dengan membuat karya buku dan layar melalui film,” jelas Pemimpin Pustaka Qi Falah, Nurul H. Maarif.

Hal sama disampaikan Pimpinan Pesantren Qothrotul Falah, KH. Achmad Syatibi Hambali. Menurutnya, santri-santri harus memiliki kemampuan yang baik dalam bidang tulis-menulis. “Saya memang nggak bisa menulis. Tapi anak-anak saya, para santri, tentu saja tidak boleh seperti saya. Mereka harus pandai menulis, sehingga ilmunya bisa tersebar lebih luas lagi,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Di dalam buku ini, para santri belia ini mencoba memotret realitas sosial yang terjadi di kalangan mereka sendiri. “Persoalan utama yang menjadi sorotan adalah perilaku negatif di kalangan remaja,” ujar M. Eman Sulaeman, santri yang menulis artikel Hantu Narkoba.

Misalnya, mereka mencoba menyoroti perilaku berpacaran secara bebas, berbusana yang tidak sesuai kaidah agama, perilaku konsumtif narkoba, penurunan relijiusitas, kekerasan atau tawuran, merokok, dan sebagainya. “Ini fakta yang ada. Insya Allah kami tidak hanya mengritisi persoalan itu, namun mencoba mencari solusinya,” ujar Hayatun Nufus, santri yang menulis artikel Penurunan Relijiusitas Remaja.

Kehadiran buku ini diharapkan akan menjadi pemicu bagi kreatifitas santri khususnya dan remaja umumnya untuk lebih giat lagi dalam belajar dan menulis. Masa remaja adalah masa yang terlalu sayang untuk disia-siakan begitu saja. “Saya rela kesempatan hura-hura di masa muda saya hilang untuk tujuan meraih masa depan yang terbaik,” ujar Cahyati, santri yang menulis artikel Mendekati Ilahi Melalui Seni.

Inilah sedikit sumbangsih aktivis Tripleng Ing Community (Triping.Com) untuk rekan-rekan remajanya. Triple Ing itu sendiri kependekan dari reading, writing dan speaking. “Ini forum kecil yang anggotanya diwajibkan untuk membaca, menulis dan berbicara. Tentu saja dengan keuletan ilmiah dan referensi yang memadai,” jelas Pembina Triple Ing Communitu, Nurul H. Maarif.

“Melalui forum ini, kami ingin membibit santri yang intelek dalam arti sesungguhnya,” sambungnya. (Nurul Huda/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Jadwal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 05 Februari 2018

MUI Pinta Polisi Usut Kasus Panci Bertuliskan Alhamdu Allah

Jember, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jember, Jawa Timur, Halim Subahar, meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus panci yang bertuliskan Arab "Alhamdu Allah" karena hal tersebut dinilai melecehkan agama Islam.

MUI Pinta Polisi Usut Kasus Panci Bertuliskan Alhamdu Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Pinta Polisi Usut Kasus Panci Bertuliskan Alhamdu Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Pinta Polisi Usut Kasus Panci Bertuliskan Alhamdu Allah

"Aparat penegak hukum harus tegas terhadap persoalan pelecehan agama karena selama ini tidak ada proses hukum yang tuntas terhadap hal-hal itu, sehingga potensinya terulang kembali," kata Halim di Jember, Selasa.

Ribuan panci bertuliskan Arab "Alhamdu Allah" ditemukan di Kabupaten Jember pada Senin (25/1), bahkan sebagian peralatan dapur rumah tangga tersebut sudah di tangan konsumen dan beredar di masyarakat.

"Sejauh ini kasus seperti sandal berlafalkan Allah dan terompet menggunakan kertas Al-Qur’an tidak diusut secara tuntas oleh aparat penegak hukum, sehingga tidak ada efek jera bagi para pelaku untuk menistakan agama," tuturnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk itu, lanjut dia, aparat kepolisian perlu melakukan klarifikasi terhadap pembuat peralatan dapur yang menempelkan stiker bertuliskan Arab "Alhamdu Allah" dan mencari aktor intelektual yang sengaja membuat hal tersebut dengan jumlah ribuan yang ditemukan di Jember.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Motivasinya apa produsen membuat tulisan itu dan pihak penegak hukum harus tuntas mengusut kasus itu karena jika tidak, maka pelecehan terhadap umat Muslim akan terus terjadi," paparnya.

Ia menjelaskan pelecehan agama Islam yang tidak ditindaklanjuti dengan serius oleh aparat penegak hukum akan memancing keresahan di tengah masyarakat karena beberapa kali terjadi kasus penistaan agama yang tidak diproses hukum hingga selesai.

"Kami berharap pihak Polres Jember serius menangani kasus ini dan mengusut tuntas hingga aktor intelektualnya, agar tidak ada lagi pelecehan agama dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab," tegasnya.

Sementara Kepala Kementerian Agama Jember, Rosadi Badar mengatakan masih akan melakukan koordinasi dengan MUI dan aparat kepolisian terkait persoalan itu.

"Dari tulisannya memang salah, seharusnya tertulis Alhamdulillah, namun tulisan itu bertuliskan Alhamdu Allah yang menyebabkan artinya juga beda," katanya.

Ia mengatakan penulisan bahasa Arab yang salah dan berada di tempat-tempat yang tidak seharusnya seperti peralatan dapur akan menyebabkan keresahan umat Islam karena hal tersebut sangat sensitif mengarah ke isu SARA.

"Kami imbau semua pihak tidak main hakim sendiri karena hal tersebut sudah ditangani oleh aparat kepolisian dan pihak Kemenag siap memberikan pembinaan," ujarnya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian, Jadwal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Muslimat NU Sumut Gelar Diklat Perkoperasian

Medan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Untuk dapat berkembang dan sukses, koperasi harus keluar dari ruang gelap. Kesan selama ini bahwa koperasi dikelola di ruang gelap nan sempit, dengan peralatan perkantoran yang sudah kumal, dan hanya mengandalkan taplak meja, harus dihilangkan.

Muslimat NU Sumut Gelar Diklat Perkoperasian (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Sumut Gelar Diklat Perkoperasian (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Sumut Gelar Diklat Perkoperasian

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Sumut diwakili Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pelatihan Koperasi, H Hermansyur SE, MSi, dalam sambutannya pada pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Perkoperasian di Kalangan Kelompok Strategis di Sumut, yang digelar Pengurus Wilayah (PW) Muslimat NU bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM RI, di Asean International Hotel Medan, Rabu (18/4).

Hadir dalam acara itu, Deputi Menteri Koperasi dan UKM Bidang Pengembangan SDM Dra Indriani, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU diwakili Hj Darwani Pasaribu, Ketua PW Muslimat NU Sumut Hj Alina Hanum Nasution SH, SpN, Ketua Puskop Annisa Azzahra PW Muslimat NU Sumut Hj Leni, dan Sekretaris Nani Sumarni.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hermansyur menyatakan, pengelola koperasi dituntut memiliki semangat, keberanian dan kepintaran agar bisa keluar dari ruang gelap itu. Kantor koperasi, katanya, harus ditata dengan baik. "Jangan lagi mengandalkan kantor di kamar berukuran 2 X 3 dengan lampu penerangan 5 watt."

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dia berharap, PW Muslimat NU Sumut akan menjadi pelopor kebangkitan perkoprasian di Sumut. "Sebagai organisasi kemasyarakatan terbesar yang bernaung di bawah NU, Muslimat NU Sumut akan bisa menjalin bebagai kerjasama untuk membangkitkan koperasi di Sumut," kata Hermansyur.

Sedangkan Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa diwakili Hj Darwani Pasaribu mengatakan, PP Muslimat NU telah menjalin 17 kerjasama (MoU) dengan Kementerian Koperasi dan UKM dalam bidang peningkatan ekonomi dan kesejahteraan umat.

"Pelatihan perkoperasian yang digelar di Sumut ini adalah salah satu wujud MoU dengan Kemenkop dan UKM itu," ujar Ketua PP Muslimat NU yang juga Ketua Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan)Â PP Muslimat NU.

Darwani berharap, Dinas Koperasi dan UKM di Sumut mendukung dan membantu pengembangan koperasi yang tengah dibangkitkan oleh Muslimat NU Sumut dan kabupaten/kota se-Sumut.

Sebelumnya, Ketua PW Muslimat NU Sumut Hj Alina Hanum Nasution dalam sambutannya mengatakan, pelatihan perkoperasian ini sangat bermanfaat bagi peningkatan perekonomian umat. Karenanya, dia berharap kerjasama dengan Kemenkop dan UKM dengan Muslimat NU tetap berlanjut.

Alina juga berharap, Dinas Koperasi dan UKM Sumut mendukung dan membantu pengembangan Koperasi An-Nisa Azzahra yang dimiliki PW Muslimat NU Sumut.

"Kami berharap, Dinas Koperasi dan UKM Sumut mempermudah pengeluaran izin koperasi, dan dapat memfasilitasi pengucuran dana pengembangan koperasi. Begitu juga Muslimat NU kabupaten/kota se-Sumut hendaknya dapat bersinergi dengan dinas keperasi setempat," harapnya.

Ketua Panitia Pelatihan, Tarsim Purba melaporkan, pelatihan digelar selama 3 hari (18-20 April) diikuti 60 peserta yang terdiri dari 30 utusan Muslimat NU kabupaten/kota, dan 30 orang lainnya dari kelompok strategis di luar Muslimat NU.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Hamdani Nasution

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Jadwal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Sepuluh Santri Terpilih dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Kemenag

Bogor, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Siapa bilang santri tidak bisa menulis karya ilmiah? Kesepuluh santri dari berbagai pesantren terpilih dalam lomba karya tulis ilmiah yang diinisiasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puspenda) Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Kamis (20/11), di Bogor, Jawa Barat.

Dalam laporannya, Pjs Kepala Puspenda Dr Rudi Subiantoro mengatakan, seminar ini sebenarnya kegiatan yang seharusnya dilakukan tiap tahun. “Sejak awal ada 50 peserta, lalu tersisa 10 santri. Sejak penyaringan sehingga diperoleh 10 besar pemenang melalui beberapa tahap yang ketat. Tidak ada kolusi apalagi nepotisme,” tegasnya.

Sepuluh Santri Terpilih dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepuluh Santri Terpilih dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepuluh Santri Terpilih dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Kemenag

Tujuan kegiatan ini, lanjut Rudi, adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis santri agar menghasilkan karya ilmiah. Nantinya, karya ilmiah yang dihasilkan akan dibukukan atau menjadi kumpulan tulisan yang menarik.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Husen Hasan Basri, salah satu peneliti yang menginisiasi acara tersebut, kegiatan ini bukan merupakan lomba, tetapi lebih pada pendampingan bagi para santri untuk melahirkan karya tulis ilmiah. “Jadi, para santri selain dilatih menulis ilmiah juga didorong untuk menjadi peneliti,” ujar Husein.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senada dengan Husein, Ta’rif, peneliti lainnya juga mengatakan bahwa para santri tersebut dipersiapkan menjadi peneliti di masa depan. “Masing-masing mendapat? uang pembinaan sebesar Rp 10 juta untuk bekal penelitian,” ujar Ta’rif.

Kesepuluh santri tersebut adalah: 1) Idris Ahmad Rifai (PP LSQ Ar-Rahman Yogyakarta), 2) Rinaldiyanti Rukman, dkk (PP Tebuireng Jombang), 3) Wildan Imaduddin Muhammad (PP LSQ Ar Rahma Yogyakarta), 4) Nur Imam Saifulloh (PP Al-Hidayah Karangsuci Purwokerto), 5) Sulfa Fariana (PP Krapyak Ali Maksum Yogyakarta).

Kemudian, 6) M Taufiq Maulana (Ma’had Aly PP Salafiyah Syafi”iyah Situbondo), 7) Syamsuar Hamka (PP Ar Rohman, Bogor), 8) Afifur Rohman, dkk (PP LSQ Ar-Rahman Yogyakarta), 9) Siti Afifah (PP Ibnul Qoyyim Putri Yogyakarta), 10) Miftahul Alimin (Ma’had Aly PP Salafiyah Syafiiyah Situbondo).

Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Prof Abdurrahman Mas’ud dalam pengarahannya mendorong kepedulian dan meningkatnya wawasan para santri terhadap dunia tulis-menulis. Menurutnya, perlu diupayakan sebuah kegiatan pengembangan karya ilmiah bagi para santri.

“Kegiatan tersebut bertujuan untuk menghidupkan kembali tradisi menulis di pesantren, membangun motivasi kaum santri untuk leluasa berkreasi, berprestasi, dan berimajinasi melalui tulisan-tulisannya,” ujar Mas’ud.

Para santri, lanjut Mas’ud, harus meneladani para ulama masa lalu. Ketika itu, karya-karya tulis para ulama banyak diterbitkan di Saudi dan Turki, selain di Indonesia sendiri. Karya yang monumental tersebut antara lain Tafsir al-Munir li Ma’alim at-Tanzil atau Tafsir Marah Labid (Syekh Nawawi al-Bantani) dan Manhaj Zhawi an Nazhar (Syekh Mahfudz al-Tirmasi), sebuah tafsir atas Manzhumat ‘Ilm al Atsar karya Abdurrahman al-Suyuthi.

Mas’ud menambahkan, sekarang ini belum ada lagi penulis produktif dari kalangan ulama setelah Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh. “Yang menarik, adalah kitab Thariqatul Hushul ala Ghayatil Wushul karya Kiai Sahal Mahfudh, sebuah penjelasan dari kitab Ghoyatul Wushul karya Syekh Abu Zakariya al-Anshori,” tegasnya. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ubudiyah, Amalan, Jadwal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

LAZISNU: Lembaga Amil Zakat Mutlak Harus Terbuka

Semarang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sekretaris Pengurus Pusat LAZISNU Adna Khoirotul A’yun menekankan perlunya membangun sistem akuntansi yang bagus dengan prinsip keterbukaan. Dengan laporan keuangan yang transparan, kata dia, LAZISNU akan dipercaya masyarakat.

Ia menyampaikan hal itu saat memberi materi dalam Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kaderisasi Amil Zakat yang digelar Pengurus Wilayah LAZISNU Jawa Tengah di kantor PWNU Jateng, Jalan Dr Cipto Mangunkusumo 180 Semarang, akhir pekan (14/2) kemarin.

LAZISNU: Lembaga Amil Zakat Mutlak Harus Terbuka (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU: Lembaga Amil Zakat Mutlak Harus Terbuka (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU: Lembaga Amil Zakat Mutlak Harus Terbuka

Terbuka yang dia maksud adalah terbuka selebar-lebarnya. Yaitu bisa dilihat siapapun, kapanpun, dan di manapun. Laporan keuangan tersaji di situs internet dan berjalan real time. Sehingga, siapapun yang berkepentingan bisa langsung membuka melalui jaringan internet untuk mengetahui kondisi keuangan LAZISNU.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Sebuah lembaga amil zakat mutlak harus menerapkan manajemen terbuka. Laporan keuangannya harus bisa diakses siapa saja, kapan saja, dari mana saja,” jelasnya dalam pelatihan bagi kader amil zakat profesional ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pengurus Pusat LAZISNU, kata dia, telah membentuk manajemen eksekutif yang diberi nama NU-Care. Dengan Surat Keputusan (SK) Ketua LAZISNU, NU-Care dipimpin oleh seorang direktur yang tugasnya menjalankan program-program LAZISNU.

Profesionalitas Amil

Narasumber lain dalam diklat kali ini adalah Slamat Surachmat, Manajer Operasional LAZIS Baiturrahman yang juga sekretaris jenderal Forum Zakat Jawa Tengah, dan Ketua LAZISNU Jateng sendiri H Muhammad Mahsun.

Slamet Surachmat menyatakan, perilaku atau perbuatan amil zakat itulah yang merupakan produk lembaga amil zakat (LAZ). Karena LAZ adalah “bisnis kepercayaan” maka hal pertama yang harus “dijual” ke masyarakat adalah akhlak amilnya. Yaitu orang yang amanah, yang di dalamnya mengandung pengertian orang militan, jujur, cerdas. ?

“Amil adalah mujahid. Maka satu-satunya cara menjadi amil yang baik adalah punya modal jiwa amanah, bisa dipercaya,” tuturnya.

Ia pun mengutip sebuah hadits Rasulullah dari Imam Ahmad, “Sebaik-baik profesi adalah amil, jika dia ikhlas”. Serta hadits dari Imam Thabrani, “Amil yang bekerja lalu dia mengambil dan memberi dengan benar adalah seperti mujahid di jalan Allah sampai ia pulang kepada keluarganya”.

Selain itu ia mengajarkan pembentukan kepribadian amil, dari aspek penampilan, perilaku profesional ketika menerima tamu, mendatangi muzakki (wajib zakat), serta bagaimana menyapa mustahiq.

“Performance seorang amil harus benar-benar dibina. Kita harus tampil bagus dengan style yang sesuai profesi kita. Termasuk harus menguasai public speaking,” tuturnya seraya mengajak peserta praktik langsung walau secara singkat.

Adapun Ketua LAZISNU Jateng H Muhammad Mahsun mengajak peserta untuk serius bergiat di LAZISNU sebagai jalan untuk mengbdikan diri kepada masyarakat. “Mari kita serius bekerja untuk umat melalui LAZISNU ini. Jadikan ini profesi pilihan dalam karir pengabdian Anda kepada Allah karena zakat itu rukun Islam perintahnya datang langsung dari Allah,” tuturnya.? (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tokoh, Jadwal Kajian, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 15 Januari 2018

LTMNU Kraksaan Beri Penilaian terhadap Masjid NU

Probolinggo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Dalam rangka menilai keberadaan masjid NU dan takmirnya, Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo menggelar lomba masjid NU, Sabtu (2/4). Penilaian terhadap lomba masjid NU ini digelar di 14 masjid NU di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-PCNU Kota Kraksaan.

Penilaian lomba masjid NU ini dilaksanakan di Masjid Besar Raudotut Thohirin Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo. Penilaian ini dihadiri oleh Ketua MWCNU Paiton Moh Barzan, Forkopimka Paiton, Kepala KUA Paiton, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

LTMNU Kraksaan Beri Penilaian terhadap Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Kraksaan Beri Penilaian terhadap Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Kraksaan Beri Penilaian terhadap Masjid NU

Ketua LTMNU Kota Kraksaan H Didik Abdul Rohim mengatakan, lomba masjid NU ini bertujuan untuk menjaga, mempertahankan, dan menguatkan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Selain itu sebagai motivasi dalam ketakmiran serta meningkatkan keimanan dalam menjadikan masjid penuh dengan keamanan dan kenyamanan. Di samping sebagai tempat ibadah, masjid juga merupakan sarana interaksi sosial masyarakat,” katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Didik, lomba masjid NU ini diambil masjid terbaik di masing-masing MWCNU. “Penilaian difokuskan dalam implementasi di bidang idaroh (manajemen), imaroh (kemakmuran) dan ri’ayah (perawatan) oleh beberapa dewan juri,” jelasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Melalui penilaian ini Didik mengharapkan nanti masjid NU ini bisa menjadi masjid yang berfaham Ahlussunnah wal Jamah (Aswaja) An-nahdliyah tetap lestari di bumi Republik Indonesia.

“Di samping itu meningkatkan kinerja para takmir yang profesional dan? porposional dalam bidang idaroh, imaroh dan ri’ayah, semua masjid bersyi’ar dengan kemakmurannya (aktivis kegiatannya) serta menyempurnakan para jamaah dalam beribadah baik dari segi keamanan maupun kenyamanan,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Jadwal Kajian, Kyai, Quote Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Cara Petinju Muhammad Ali Hormati Nabi Muhammad

Di Hollywood, Los Angeles, California, Amerika Serikat terdapat sebuah tempat bernama "The Hollywood Walk of Fame", yakni trotoar sepanjang 15 blok di Hollywood Boulevard dan 3 blok di Vine Street. Di trotoar ini tertulis nama-nama orang terkenal di bidang seni dan hiburan, seperti Jackie Chan, Celine Dion dan Walt Disney. Muhammad Ali pada awalnya menolak namanya tertulis di sini demi menghormati Nabi Muhammad SAW.

The Hollywood Walk of Fame menampilkan lebih dari 2.600 ubin keramik bergambar bintang dan bertuliskan nama-nama artis dan karakter fiksi sebagai bentuk penghargaan dari Kamar Dagang Hollywood atas sumbangsih mereka bagi industri hiburan. 

Cara Petinju Muhammad Ali Hormati Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Petinju Muhammad Ali Hormati Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Petinju Muhammad Ali Hormati Nabi Muhammad

Petinju Muhammad Ali baru menyetujui namanya tertulis di sana setelah terjadi pembicaraan alot mengenai di mana namanya akan dituliskan. Masalahnya, ia menolak jika namanya ditulis di atas lantai atau trotoar sebagaimana yang berlaku pada artis-artis lain karena nama Muhammad adalah nama Nabi Besar Muhammad SAW. 

Ia mengatakan, “I bear the name of our honorable Prophet Muhammad Peace be upon him, and it is impossible that I allow people to trample on his name (Saya mengemban nama Baginda Nabi Muhammad SAW, dan tidaklah mungkin saya membolehklan orang-orang menginjak-injak nama beliau).”

Muhammad Ali baru menyetujui namanya ditulis di situ setelah ada titik temu bahwa namanya akan ditulis di dinding dan bukan di lantai atau trotoar. Gagasan tersebut juga disetujui oleh Kamar Dagang Hollywood, dan pada tanggal 11 Januari 2002 nama Muhammad Ali secara resmi tertulis di The Hollywood Walk of Fame . 

Dengan tertulisnya nama Muhammad Ali di tempat itu, maka hingga tahun 2017 petinju Muhammad Ali merupakan satu-satunya dari 2.600 orang terkernal di dunia seni dan hiburan yang namanya terukir di dinding dan bukan di lantai atau trotoar Hollywood. Hal ini memunculkan celetukan bahwa nama Muhammad Ali tidak tercantum di The Hollywood Walk of Fame (walk = tempat berjalan) tetapi di The Hollywood Wall of Fame (wall = dinding). Tempat yang disebut terakhir ini tidak dikenal. . 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Begitulah cara Muhammad Ali menghormati Nabi Muhammad SAW. Di Amerika Serikat sebetulnya sudah biasa nama-nama orang berjasa diabadikan di trotoar jalan, dan di sana bukan merupakan penghinaan ketika nama-nama itu diinjak orang-orang yang berjalan di atasnya. Tetapi adalah hak Muhammad Ali sebagai seorang Muslim ketika ia berpikir lain menyangkut Nabi Muhammad SAW. Bagaimamapun ini harus diapresiasi sebagai keberhasilan dakwahnya di Amerika tanpa kekerasan. Ia wafat dalam usia 74 tahun pada tanggal 3 Juni 2016. 

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Jadwal Kajian, Habib Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

LPBHNU-Kemenkumkam DKI Kerjasama Tangani Hukum Bagi Orang Miskin

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal



Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU), Royandi Haikal, SH, MH, menandatangani Perjanjian Pelaksanaan Hukum Bagi Orang Miskin dengan Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi DKI Jakarta, di kantor Kanwil Kemenkumham RI Provinsi DKI Jakarta, Selasa 29 Maret 2016. 

Penandatanganan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari telah diakuinya LPBHNU sebagai Organisasi Bantuan Hukum (OBH) yang telah lulus verifikasi dengan akreditasi C, sebagaimana Sertifikat Akreditasi berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor M.HH-01.HN.03.03 Tahun 2016, thl 7 Januari 2016. 

LPBHNU-Kemenkumkam DKI Kerjasama Tangani Hukum Bagi Orang Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBHNU-Kemenkumkam DKI Kerjasama Tangani Hukum Bagi Orang Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBHNU-Kemenkumkam DKI Kerjasama Tangani Hukum Bagi Orang Miskin

Royandi Haikal menjelaskan, penganugerahan Sertifikat Akreditasi OBH kepada LPBHNU merupakan pengakuan terhadap eksistensi LPBH NU sebagai OBH yang sejajar dengan OBH lain seperti YLBHI, Posbakum, dan lainnya. Sertifikat Akreditasi tersebut juga menjadi dasar bagi LPBHNU untuk berperan dalam layanan bantuan hukum secara resmi, profesional dan akuntabel, sekaligus diisi dengan dakwah sebagai salah satu misi NU. “Semoga hal ini menjadi langkah awal yang positif bagi LPBHNU untuk berperan dalam proses penegakan hukum dan dakwah,” katanya.

Ia menambahkan wujud kemitraan antara LPBHNU dengan Pemerintah dalam memberikan bantuan hukum baik litigasi maupun nonlitigasi kepada orang miskin atau kelompok orang miskin sesuai dengan amanah UU No 16 Tahun 2016 tentang bantuan hukum. Red: Mukafi Niam

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Jadwal Kajian, Quote, Syariah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 28 Desember 2017

AGH Sanusi Baco Senang GP Ansor Terus Topang NU

Makassar, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Anre Gurutta Haji (AGH) Sanusi Baco mengaku senang mendengar massifnya kaderisasi Gerakan Pemuda Ansor. Menurut dia, hal itu pertanda cerah bagi masa depan Nahdlatul Ulama (NU).

"Alhamdulillah. Itu pertanda masa depan NU cerah," ujarnya saat menerima pengasuh Pesantren Al Anwar III Sarang, Rembang KH Abdul Ghofur Maimoen, Kasatkornas Banser H Alfa Isnaeni didampingi jajaran Satkornas, Kasat Provost H Imam Kusnin, Asinfokom Gatot Arifianto dan Ikhwan Nasai di kedimannya di Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (26/3).

AGH Sanusi Baco Senang GP Ansor Terus Topang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
AGH Sanusi Baco Senang GP Ansor Terus Topang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

AGH Sanusi Baco Senang GP Ansor Terus Topang NU

Dalam silaturahim itu, Kasatkornas Banser menyampaikan, dalam seminggu sekali Pemuda Ansor berikut Banser menggelar kaderisasi. Per bulan, jumlahnya terus bertambah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kaderisasi kita di beberapa kabupaten, kota dan provinsi di Indonesia selalu berjalan setiap bulan. Jadi kader kita selalu bertambah, jumlahnya sekitar itu," ujar H Alfa Isnaeni.

Adapun di Makassar, dilakukan Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) IV, di aula Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI), mulai 23 hingga 29 Maret 2017.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Upaya tersebut untuk mencetak calon-calon pemimpin Banser di tingkat kabupaten hingga provinsi. Paradigma Banser hari juga sudah berubah. Alhamdulillah, sahabat-sahabat Banser tingkat pendidikannya sudah ada yang S1, S2 hingga S3," papar Kasatkornas.

Mendengar penyampaian itu, AGH Sanusi mengapresiasi positif upaya kaderisasi Gerakan Pemuda Ansor yang selalu berkomitmen menjaga NKRI dan keberagaman. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Jadwal Kajian, Budaya Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

PBNU Puji Pemerintah Tolak Kutukan DK PBB pada Iran

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memuji langkah pemerintah Indonesia yang berani menolak memberikan dukungan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) yang berniat mengutuk keras pernyataan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad soal "kehancuran Israel".

“Kami menyambut baik sikap pemerintah itu, meski terlambat. Mestinya keberanian pemerintah itu ditunjukkan pada saat resolusi DK PBB 1747 terkait program nuklir Iran mau ditandatangni. Dulu itu, kalau mau abstain saja sudah bagus. Tapi itu bagi kami sudah sebuah kemajuan,” ungkap ungkap Ketua PBNU Said Aqil Siradj, di Jakarta, Ahad (10/6) kemarin.

PBNU Puji Pemerintah Tolak Kutukan DK PBB pada Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Puji Pemerintah Tolak Kutukan DK PBB pada Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Puji Pemerintah Tolak Kutukan DK PBB pada Iran

DK PBB dalam sidang di Markas Besar PBB, New York, Jumat (8/6), gagal mengesahkan pernyataan pers yang berniat mengutuk keras pernyataan Mahmoud Ahmadinejad soal "kehancuran Israel”.

Ahmadinejad mengatakan, "Dengan pertolongan Tuhan, tombol detik-detik kehancuran rezim Zionis sudah mulai ditekan oleh tangan-tangan anak-anak Lebanon dan Palestina".

Hal itulah yang membuat Prancis, Amerika Serikat (AS), Inggris, Rusia, dan Cina mendukung pernyataan pers yang mengecam Ahmadinejad. Namun, Indonesia yang menjadi salah satu dari 15 anggota, menolak dengan tegas, sehingga niat PBB itu batal.

“Kami melihat ada perkembangan yang baik. Selain Indonesia yang menolak, Qatar juga sudah berani tidak bersikap. Memang, bangsa Arab seharusnya mau melindungi bangsa sesama Arab,” tutur Kang Said, demikian sapaan akrab Said Aqil Siradj.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut pengamatan Kang Said, PBB sendiri kerap tidak adil dalam menyikapi berbagai kasus kejahatan kemanusian di dunia. Sebagai pengayom bangsa-bangsa di dunia, dalam kebijakannya PBB kerap lebih condong membela Israel atau AS.

Karena itu, agar tidak dinilai berpihak, PBNU mendesak PBB melakukan pembelaan terhadap bangsa Palestina yang hingga kini masih ditintas oleh Israel. ”Jangan ketika ada satu orang Israel yang terbunuh, kemudian PBB mengecam keras, tapi kalau satu bangsa ditindas oleh Isreal, PBB diam saja. Kalau mau adil, PBB juga harus melindungi Palestina,” jelas alumnus Universitas Umul Quro Mekkah, Saudi Arabia, itu. (rif)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Jadwal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Hubungan antara Agama dan Negara harus Segera Dirumuskan

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masdar F. Masudi mengatakan konsep hubungan antara agama dan negara di Indonesia saat ini masih belum jelas dan perlu segera dirumuskan.

"Indonesia dengan Pancasila-nya mencoba merumuskan hubungan ini lain daripada yang lain tetapi belum pernah dirumuskan dengan positif. Bukan negara sekuler atau teokratis, lalu apa?" katanya, di Jakarta, Rabu, saat memberikan pemaparannya dalam seminar yang diselenggarakan Gerakan Jalan Lurus dengan tema "Meluruskan Arah Reformasi Indonesia".

Masdar mengatakan perumusan konsep hubungan antara agama dan negara juga sangat menentukan arah reformasi di Indonesia, tidak hanya kebijakan ekonomi dan hukum saja.

Hubungan antara Agama dan Negara harus Segera Dirumuskan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hubungan antara Agama dan Negara harus Segera Dirumuskan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hubungan antara Agama dan Negara harus Segera Dirumuskan

Hubungan antara negara dan agama telah menjadi isu penting di Indonesia. Hubungan yang baik antara keduanya dapat melahirkan kemajuan besar dalam suatu negara tetapi juga dapat menimbulkan malapetaka bila tidak ada konsep yang jelas.

"Reformasi akan tambah runyam ketika aspirasi keagamaan mulai menyeruak di ruang-ruang publik tetapi belum ada rumusan yang jelas," katanya.

Pada pemerintahan orde baru, hubungan antara agama dan negara tidak baik. Agama dianggap sebagai salah satu bagian dari masalah negara dan bukan sebagai solusi maupun potensi. "Hubungan antara agama dan negara seperti perang dingin, dan ada kesenjangan satu sama lain," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Padahal, melalui nilai-nilai luhur keagamaan akan tercipta sebuah pemerintahan yang baik dengan batasan jelas kewenangan negara terhadap kehidupan beragama.

Untuk ajaran agama yang bersifat pribadi seperti keyakinan akan Tuhan, negara tidak memiliki kekuasaan untuk ikut campur atau mangatur masalah tersebut. Demikian pula untuk ajaran komunal keumatan, negara juga tidak memiliki hak untuk mengaturnya.

Menurut dia, idealnya Indonesia tetap menjadi lembaga yang sekuler namun tidak disalah artikan tidak ada hubungan sama sekali antara agama dan negara. Negara akan diatur oleh manusia-manusia yang diinspirasi oleh nilai luhur yang dianut agamanya. "Tuhan tidak mengatur negara secara langsung melainkan melalui kesadaran religius umatnya," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nilai-nilai luhur kegamaan ini, kata Masdar yang dapat hadir dalam ruang publik dan bukan ajaran agama yang bersifat pribadi atau ajaran yang bersifat komunal.

Dalam kesempatan itu, Masdar meminta kepada Gerakan Jalan Lurus untuk merumuskan konsep hubungan keduanya dan dapat dijadikan masukan bagi pemerintah. (ant/mad)

  



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Olahraga, Kajian Sunnah, Jadwal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Gaya KH Anwar Zahid Kocok Perut Jamaah Pengajian

Kudus, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Mendengar nama KH Anwar Zahid, masyarakat tentu  tidak asing lagi. Dari rekaman ceramahnya yang beredar, kiai asal Bojonegoro Jawa Timur ini sudah dikenal dengan gaya kocaknya saat menyampaikan taushiyah.

Gaya KH Anwar Zahid Kocok Perut Jamaah Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)
Gaya KH Anwar Zahid Kocok Perut Jamaah Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)

Gaya KH Anwar Zahid Kocok Perut Jamaah Pengajian

Tidak mengherankan, setiap pengajian yang menghadirkan kiai ini selalu dipenuhi para jamaah. Seperti halnya dalam acara pengajian halal bi halal dan HUT kemerdekaan ke 69 RI di halaman Masjid Al Muttaqin dukuh Lahar desa Puyoh Dawe Kudus Jawa Tengah, Sabtu siang (16/8) lalu.

Di depan ratusan warga puyoh dan sekitarnya itu, pengasuh pesantren Attarbiyah Islamiyyah Asysyafi”iyah Jawa Timur ini mampu menyedot perhatian jamaah yang hadir. Dari penampilannya di atas panggung sangat kalem, komunikatif dan bahasanya sangat lugas nan kocak namun mampu memberikan pemahaman atas intisari yang disampaikan.

 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

KH Anwar tidak banyakmenggunakan dalil-dalil Al-Qur’an atau Hadits. Ia hanya mengutarakan makna dari dalil yang dijadikan dasar tema pengajian. Kiai yang terkenal dengan tagline Qulhu ae lek ini mengakui jarang mengutip dalil berbahasa Arab di setiap ceramahnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

 

“Alasannya, kalau saya banyak dalil nanti malah kamu-kamu ndak paham. Mending bahasa Jawa toh yang saya sampaikan juga arti dari dalil tersebut. Selain itu,  aku juga gak begitu hafal dalil,”ucapnya penuh canda yang disambut tawa jamaah.

Pada kesempatan itu, KH Anwar banyak mengutarakan beberapa tema ceramah dari makna halal bi halal hingga HUT kemerdekaan. Ia mengajak warga untuk meningkatkan amal kebajikan usai melaksanakan puasa ramadhan.

“Karena bulan syawal adalah bulan peningkatan. Bila kita meningkat ibadah kita, berarti puasa ramadlan lulus ataupun berhasil. Begitu pula sebaliknya,” terangnya.

KH Anwar memang telah menjadi kerinduan warga untuk melihat secara langsung sosok kiai gaul ini. Saking kocaknya, ceramah satu setengah jam seakan masih kurang sehingga banyak jamaah yang ingin kiai Anwar tidak buru-buru mengakhiri ceramah.

Tetapi karena waktu tidak memungkinkan, Kiai Anwar menutup dengan doa bersama. Usai acara, warga pun berebut naik ke atas panggung untuk bersalaman.

“Betul betul kiai gaul mas, ceramahnya berisi juga membuat saya tertawa lepas. Tadi sempat terpingkal saya mendengar gaya bahasa kiai Anwar,” tutur Irfan salah seorang warga memberi kesan kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal.

Di Kudus, Kamis malam (21/8) ini KH Anwar Zahid kembali dijadwalkan hadir pada pengajian dalam rangka HUT Perusahaan rokok Sukun di Desa Gondosari Gebog Kudus. (Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sholawat, Jadwal Kajian, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 27 November 2017

Bentengi Wahabi, Santri Astanajapura Bangkitkan Forum Al-Musyawirin

Cirebon, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Fenomena merebaknya paham Wahabi di tengah masyarakat Indonesia mendorong puluhan alumni pesantren se kecamatan Astanajapura kabupaten Cirebon berkumpul dan memunculkan inisiatif untuk kembali menghidupkan forum Al-Musyawirin yang pernah ramai pada tahun 90-an.

Bentengi Wahabi, Santri Astanajapura Bangkitkan Forum Al-Musyawirin (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentengi Wahabi, Santri Astanajapura Bangkitkan Forum Al-Musyawirin (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentengi Wahabi, Santri Astanajapura Bangkitkan Forum Al-Musyawirin

Usaha tersebut diawali dengan digelarnya sebuah halaqah keaswajaan dan halal bi halal di Musala Nuruzzaman Desa Japura Kidul kecamatan Astanajapura kabupaten Cirebon, Senin (12/8).

Adi Rosyadi, dalam sambutannya sebagai ketua panitia mengungkapkan bahwa menghidupkan kembali forum keaswajaan seperti ini menjadi semakin penting, hal tersebut dilandaskan pada beberapa tujuan, antara lain memperkuat tali silaturrahmi antara alumni pesantren dan masyarakat, menjaga dan membentengi masyarakat dari pengaruh paham yang dapat mengancam persatuan bangsa, serta mempertegas peran santri dalam syiar agama Islam.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Meskipun di wilayah kecamatan Astanajapura ini tidak begitu marak pengaruh mereka (Wahabi, red), namun forum semacam ini tetap penting untuk dihadirkan kembali guna menjaga masyarakat dari pengaruh-pengaruh paham yang dapat mengancam kesatuan bangsa,” ungkap Rosyadi. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal senada juga diungkapkan oleh Ahmad Zuhri, alumni pesantren Lirboyo Jawa Timur yang pernah aktif di Forum Al-Musyawirin ini menuturkan bahwa penguatan Aswaja di tengah masyarakat bukan sekedar kewajiban sebagai generasi muda NU, namun juga harus dijadikan sebagai sebuah kebutuhan bagi para alumni pesantren.

“Jika bukan alumni pesantren maka siapa lagi yang akan peduli dengan masyarakat dari ancaman Wahabi. Kita bisa melakukan pengarus-utamaan aswaja ini melalui berbagai kegiatan seperti bahtsul masa’il ataupun halaqah yang dapat menjawab beberapa kebutuhan masyarakat baik di bidang agama maupun kebangsaan,” tutur Zuhri.

Selebihnya Ahmad Zuhri menceritakan bahwa forum yang diberi nama Ikatan Santri (Insan) Al-Musyawirin ini dibentuk tahun 1996, pada masanya forum ini menjadi tempat strategis untuk menghangatkan hubungan alumni pesantren dengan masyarakat.

Halaqah dengan tajuk mempertegas peran santri dalam mengawal Aswaja di tengah meluasnya paham Wahabi ini menghadirkan pembicara KH Tubagus Rifqi Khowas dari Pesantren Buntet Cirebon. Dalam paparannya, dia mengungkapkan akan selalu mendukung santri yang menjaga paham Aswaja di tengah masyarakat, karena menurutnya, ancaman paham Wahabi yang penuh dengan tradisi pengkafiran tersebut merupakan ancaman kebangsaan, sebuah ideologi yang dapat memecah belah kesatuan.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Daerah, Internasional, Jadwal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 17 November 2017

Lantik PCNU Sumenep, PBNU Resmikan Sekolah dan Balai Kesehatan

Sumenep,? Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ribuan nahdliyin memadati Aula Syarqawi Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur, Jumat (6/5). Mereka hadir untuk mengikuti langsung prosesi pelantikan pengurus PCNU Kabupaten Sumenep yang resmi dilantik Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Pelantikan tersebut disaksikan oleh masyaikh Annuqayah, kiai se-Madura, Bupati Sumenep KH A Busyro Karim, Ketua PC GP Ansor Sumenep M Muhri Zaen, dan seluruh banom di bawah naungan PCNU Sumenep. Ketua PCNU Sumenep KH A Panji Taufiq beserta pengurus teras lainnya dibaiat langsung oleh Wakil Rais Aam PBNU KH. Miftahul Akhyar.

Lantik PCNU Sumenep, PBNU Resmikan Sekolah dan Balai Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lantik PCNU Sumenep, PBNU Resmikan Sekolah dan Balai Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lantik PCNU Sumenep, PBNU Resmikan Sekolah dan Balai Kesehatan

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menandatanganani prasasti peresmian gedung SMP NU dan Balai Kesehatan MWCNU Pragaan. Ketua MWCNU Pragaan KH Ahmad Junaidi Muarif menyatakan sangat bersyukur dan berterima kasih atas apresiasi PBNU.

"Balai Kesehatan MWCNU Pragaan ini dihadirkan guna memfasilitasi warga nahdliyin supaya maksimal mendapat pelayanan kesehatan," tegas Kiai Muarif.

Kiai Said juga tampil sebagai pembicara dalam Orasi Kebangsaan. Dalam orasinya, Kiai Said mengungkapkan bahwa ketika Rasulullah hidup, shahibul hidayah al-haq adalah Rasulullah sendiri dan pasti benar.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Hal itu disebut sunnah. Sunnah ada qauliyah, filiyyah, dan taqririyah," tukasnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pesantren, Jadwal Kajian, AlaSantri Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 07 November 2017

Mensos Dorong Kearifan Lokal Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan peran  kearifan lokal agar mampu menjadi peredam kemungkinan disharmoni sosial, ekonomi, politik dan budaya. 

"Tahun depan akan dilaksanakan pilkada di 171 titik baik kabupaten, kota maupun propinsi. Potensi disharmoni bahkan potensi konflik yang mungkin mengganggu kohesifitas sosial bisa terjadi. Maka tokoh lintas agama, lintas budaya dan lintas profesi diharapkan terus memupuk persaudaraan meskipun beda afiliasi politik, beda strata sosial ekonomi dan beda kulturnya," kata Mensos usai menutup Konferensi Nasional Kearifan Lokal Tahun 2017 di Jakarta, Rabu (29/11).

Mensos Dorong Kearifan Lokal Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Dorong Kearifan Lokal Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Dorong Kearifan Lokal Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional

Kegiatan ini dihadiri perwakilan tokoh agama, pendidikan, budaya, adat dan lintas profesi. Tema kegiatan ini adalah Memperkuat Kearifan Lokal dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan  Menuju Indonesia  Damai dan Sejahtera. 

"Berbagai isu kebangsaan saat ini antara lain radikalisme, konflik sosial, ekslusifitas, intoleransi dan terorisme dapat diminimalisir melalui penguatan peran tokoh agama dan budaya dalam mengusung kearifan lokal," katanya.  

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dikatakan Khofifah, kearifan lokal yang dimaksud adalah ciri khas yang tumbuh, hidup dan adaptif, berskala lokal, punya kekuatan mengikat,  sebagai tuntunan perilaku bagi warganya dalam berelasi dengan lainnya berdasarkan kesetaraan, kesederajatan, dan non diskriminatif. 

"Kepemimpinan lokal dan pemimpin informal ,  mekanisme lokal, sumber daya lokal,  dan inisiatif lokal merupakan komponen-komponen utama dan  merupakan inti dari kearifan lokal yang hingga kini bertahan di tengah pengaruh globalisasi," katanya. 

Khofifah lantas menyontohkan nilai-nilai kearifan lokal seperti Musyawarah Mufakat. Di Lampung hal ini disebut "Rembug Pekon", sementara di Bangka Belitung disebut "Sepintu Sedulang" atau Rakat Mupakat di Kaltim, dan Rembugan di Jawa Tengah. 

Kemudian Gotong Royong, di beberapa daerah dikenal dengan istilah "Pokadulu" (Sulawesi Tenggara), sementara di masyarakat bugis dikenal dengan ungkapan "mali si parappe, malilu dipakainge, rabha si patokkong" yang berarti hanyut dibawa ke pinggir/saling menolong, hilap di nasehati, jatuh dibangkitkan). (Red: Fathoni)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Jadwal Kajian, AlaSantri Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 12 Oktober 2017

Menag Sebut Toleransi adalah Sikap Proaktif Hormati Perbedaan

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, toleransi merupakan sikap proaktif dari setiap manusia untuk mampu menghormati perbedaan yang ada pada orang lain.?

“Jangan dibalik, selama ini kita sering bicara toleransi, tapi banyak menuntut. Saya ingin semua dari kita proaktif untuk menghargai orang lain yang berbeda,” demikian dikatakan Menag saat pengambilan gambar untuk program salah satu stasiun televisi swasta di Kantor Kemenag Jalan M.H. Thamrin No. 6 Jakarta Pusat, Selasa (21/6).

Menag Sebut Toleransi adalah Sikap Proaktif Hormati Perbedaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Sebut Toleransi adalah Sikap Proaktif Hormati Perbedaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Sebut Toleransi adalah Sikap Proaktif Hormati Perbedaan

Dikatakan Menag, agama senantiasa mengajarkan dan memberikan pemahaman keragaman dalam suatu bangsa adalah anugerah. Untuk itu, ujar Menag, setiap warga bangsa kiranya dapat membangun kesadaran untuk menyikapi keragaman sebagai sesuatu yang positif.?

? “Agama bisa memahami keragaman sebagai suatu anugerah, dan melalui pendidikan, menjadi pintu strategsi dalam memberikan pemahaman,” ucap Menag seperti dilansir kemenag.go.id.?

Lalu regulasi, menurutnya, harus ada kepastian (hukum ) untuk meminimalisasi pelanggaran hukum yang ada, agar hukum tetap tegak, demi terciptanya kerukunan agar tetap terjaga.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain itu, tandas Menag, dalam konteks Indonesia, relasi agama dan negara tidak dapat dipisahkan. Indonesia bukan negara agama, bukan juga negara sekuler. Kita sesungguhnya negara agamis, yang meletakkan posisi agama pada posisi yang terhormat.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Agama dengan Negara mempunyai hubungan simbiosis mutualisme. Dalam relasi ini, Negara dan agama saling membutuhkan. Negara membutuhkan agama, demikian juga Agama membutuhkan negara”, kata Menag. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Jadwal Kajian, Lomba Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 02 Agustus 2017

Tiga Titik di Jombang Jadi Sarang Kelompok Gafatar

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Hasil deteksi kepolisian di Kabupaten Jombang mengungkap setidaknya ada tiga titik yang menjadi lokasi sarang Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Tiga lokasi tersebut adalah di Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto; kawasan Jombang Kota, dan utara Sungai Brantas.

Seperti yang dinyatakan Ketua MUI Jombang KH Kholil Dahlan, bahwa di tiga titik tersebut Gafatar sudah eksis cukup lama. ”Di Jombang berdasarkan informasi yang kami terima, memang sudah ada indikasi gerakan Gafatar di sejumlah titik. Mereka telah lama tinggal dan menjadi warga setempat di Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kecamatan Jombang Kota, dan wilayah utara sungai,” katanya, Rabu (13/1).

Tiga Titik di Jombang Jadi Sarang Kelompok Gafatar (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Titik di Jombang Jadi Sarang Kelompok Gafatar (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Titik di Jombang Jadi Sarang Kelompok Gafatar

MUI memfatwakan sesat terhadap penyebaran ajaran yang dibawa Gafatar. Kelompok tersebut mempercayai nabi lain setelah Nabi Muhammad SAW. Gafatar juga tidak mewajibkan tiga rukun Islam seperti salat lima waktu, puasa dan haji. Mereka hanya mengutamakan berdzikir sebagai ganti berbagai macam urusan ubudiyah yang lain.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Bahkan MUI menjelaskan bahwa Gafatar bukan saja berbeda secara aqidah dan syariat, namun juga pada konteks berbangsa dan bernegara mereka mengancam NKRI. ”Ternyata mereka punya misi mendirikan negara Islam di Indonesia. Ini juga bertentangan dengan ideologi negara,” jelasnya.

Salah satu anggota Gafatar yang teridentifikasi adalah Rudiono asal warga Dusun Ngumpul Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto. Pria yang sehari-harinya berjualan tahu goreng hingga ke luar kota itu diduga sebagai salah satu anggota Gafatar. Ada indikasi Rudiono telah meninggalkan Jogoroto.

Ketua RT 03 RW 05 desa setempat, Sunari menegaskan bahwa Rudiono sudah lama pindah tanpa meminta surat pengantar pindah rumah, juga tidak pamit kepada keluarganya. ”Terakhir setelah menjual rumahnya sekitar empat bulan yang lalu, Rudiono mendadak pergi bersama istri dan dua orang anaknya,” terangnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Jadwal Kajian, Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock