Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

Bu Sinta dan Alissa Wahid Bersilaturahim dengan Muslimat dan PCINU Jepang

Tokyo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pada pekan lalu, Sinta Nuriyah Wahid dan putrinya, Alissa Qotrunada berkunjung ke Jepang. Selain mengisi kuliah umum di Soka Gakkai Tokyo, keduanya menyempatkan diri bersilaturahim dengan Muslimat NU dan PCINU Jepang di Hotel New Otani Chiyoda-ku Tokyo, Kamis 26 Oktober lalu. 

Bu Sinta dan Alissa Wahid Bersilaturahim dengan Muslimat dan PCINU Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Bu Sinta dan Alissa Wahid Bersilaturahim dengan Muslimat dan PCINU Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Bu Sinta dan Alissa Wahid Bersilaturahim dengan Muslimat dan PCINU Jepang

Pada kesempatan tersebut hadir pengurus Muslimat NU Jepang yaitu Anggita Aninditya (Ketua I) dan Erika Herliana (Sekretaris). Turut hadir juga Rais Syuriah PCINU Jepang Ali Amin dan Ketua Tanfidziah PCINU Jepang Miftakhul Huda.

Alissa menyampaikan kepada yang hadir bahwa NU adalah organisasi kemasyarakatan yang bersifat nonpolitik dan tidak boleh terlibat dalam politik praktis. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Alissa, posisi PCINU Jepang sebaiknya difokuskan untuk melawan dan mengikis radikalisme yang kian marak berkembang akhir-akhir ini dengan menggalakkan konsep keluarga dalam NU yaitu Keluarga maslahah sebagai kunci ketahanan keluarga.

“Ciri dalam keluarga maslahah adalah bapak dan ibu yang saleh, anak-anak yang abror (baik), rezeki yang cukup, dan pergaulan yang baik di mana para anggotanya memiliki akhlak NU yaitu mabadi khaira ummah," jelasnya melalui siaran pers Muslimat NU Jepang yang diterima Senin (30/10). 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Alissa, mabadi khaira ummah adalah sebuah prinsip moral yang bertumpu pada lima pilar yaitu ash-shidq (kejujuran), al amarar wal wafa bilahdi (menunaikan semua kewajiban yang sudah dijanjikan), aladalah (obyektif, proporsional, dan taat asas), at-taawun (tolong menolong), dan istiqomah (berpendirian teguh),” 

Dengan begitu, lanjut Alissa, dapat menjelma menjadi sikap kemasyarakatan NU yaitu tawasuth (di tengah), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), i’tidal (lurus), ukhuwah (islamiyah, watoniyah, basariyah), dan amar ma’ruf nahi munkar. 

“Para aktivis NU di mana pun berada harus mampu menampilkan diri dengan bertumpu pada nilai-nilai tersebut,” pungkasnya. (Red: Abdullah Alawi)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Jadwal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 21 Februari 2018

GP Ansor Pusakajaya Gelar Turnamen Bulu Tangkis

Subang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, Jawa Barat, menggelar turnamen bulu tangkis tingkat kecamatan.

Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Pusakajaya, Nanang Kosim mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan selama tiga hari dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-70.

GP Ansor Pusakajaya Gelar Turnamen Bulu Tangkis (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pusakajaya Gelar Turnamen Bulu Tangkis (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pusakajaya Gelar Turnamen Bulu Tangkis

"Alahmadulillah, masyarakat di sini cukup antusias dalam mengikuti turnamen bulu tangkis ini. Apalagi anak-anak muda di Pusakajaya sangat menggemari permainan bulu tangkis ini," ujar Nanang, Selasa (18/8).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dikatakan, kegiatan turnamen bulu tangkis ini dibuka untuk umum dan semua kalangan. "Peserta yang mengikuti kegiatan turnamen ini ada 24 orang. Mereka semua berasal dari Kecamatan Pusakajaya," kata Nanang.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari 24 peserta yang mengikuti turnamen itu, kata Nanang, tampil sebagai juara umum dari Desa Kebondas, Kecamatan Pusakajaya.

"Juara pertama masing-masing mendapatkan satu buah raket. Juara dua masing-masing mendapatkan dua buah raket nyamuk dan juara tiga masing-masing mendapatkan kaos. Jadi total hadiahnya sekitar 700 ribuan," jelasnya.

Dia menegaskan, selain bertujuan memperingati hari kemerdekaan RI, kegiatan tersebut juga dilakukan untuk mencari bibit-bibit atlet baru di bidang olahraga, khususnya bulu tangkis.

"Jadi, kegiatan yang dilakukan sahabat-sahabat Ansor ini untuk meningkatkan kualitas para pemuda di bidang olahraga, sehingga kedepan Subang memiliki atlet yang potensial," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Halaqoh, Jadwal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo

Sidoarjo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo mengadakan acara jalan bertema Go Green, Ahad (12/2). Para peserta yang mengikuti jalan sehat ini mengenakan pakaian yang dibalut dengan berbagai hiasan barang bekas. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemanfaatan bekas sampah menjadi barang-barang yang berguna dan menjadi hiasan agar menarik dipandang.

Ketua panitia acara jalan sehat bertema Go Green dr Sari Prabandari mengatakan, para peserta yang mengikuti jalan sehat tersebut sekitar 1500 karyawan dan keluarga karyawan RSI Siti Hajar. Mereka harus memakai pakaian dari bahan daur ulang, tapi bukan dari sampah medis (botol infus, sarung tangan, spuit suntikan) karena itu tidak boleh dipakai.

Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo

Dokter umum di Rumah Sakit NU itu menjelaskan bahwa, ramah lingkungan harus dimulai dari diri sendiri. Dengan ramah lingkungan akan menjadi bersih.

Sementara jalan sehat tematik Go Green itu diharapkan memberikan perubahan di RSI Siti Hajar Sidoarjo untuk menjadi rumah sakit lebih ramah dengan memanfaatkan bekas kertas, bungkus, bahan-bahan rumah tangga yang bukan dari bahan medis.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Melalui kegiatan tersebut diharapkan bisa menyadarkan kita semua untuk lebih meminimalisasi sampah-sampah yang ternyata masih bermanfaat. Selain itu, kami juga ingin memberikan contoh ke masyarakat luas agar bisa memanfaatkan barang bekas," jelasnya.

Acara jalan sehat ini termasuk rangkaian acara Harlah Ke-54 RSI Siti Hajar Sidoarjo. Para peserta yang mengikutinya harus melalui rute yang telah dibuat oleh panitia yakni dari RSI Siti Hajar melewati Gajah Mada, Nasir busana Muslim kemudian melewati Masjid Jasem dan berakhir di RSI. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Jadwal Kajian, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Santri Qothrotul Falah Luncurkan Buku Perdananya

Lebak, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Santri Pondok Pesantren Qothrotul Falah Cikulur, Lebak, Banten yang tergabung dalam Halqah Santri Triple Ing Community (Triping.Com) meluncurkan buku perdananya, Selasa (13/5), di Masjid Agung al-A’raf Rangkasbitung, Lebak.

Santri Qothrotul Falah Luncurkan Buku Perdananya (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Qothrotul Falah Luncurkan Buku Perdananya (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Qothrotul Falah Luncurkan Buku Perdananya

Hadir sebagai peserta, antara lain, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Qothrotul Falah, KH. Achmad Syatibi Hambali, unsur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Lebak, unsur kepala SMP/MTs/SMA/MA Kab. Lebak, OKP, perwakilan pesantren, para santri, pelajar dan sebagainya.

Buku bunga rampai yang diberi judul Renungan Santri: Esai-esai Seputar Problematika Remaja ini ditulis oleh 14 santri Kelas XI dan XII SMA Qothrotul Falah. Buku yang diterbitkan pada April 2014 ini menjadi produk kedua Pustaka Qi Falah, setelah sebelumnya pada 2013 diterbitkan buku Konsultasi Maya: 40 Tanya Jawab Agama karya Pimpinan Pondok Pesantren Qothrotul Falah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam sambutannya, pihak penerbit Pustaka Qi Falah menyatakan, pada masa kini pesantren melebarkan sayap dakwahnya. “Jika selama ini pesantren hanya berdakwah melalui mimbar, kini harus mulai melebarkan sayap dengan berdakwah melalui lembar dan layar. Lembar maksudnya dengan membuat karya buku dan layar melalui film,” jelas Pemimpin Pustaka Qi Falah, Nurul H. Maarif.

Hal sama disampaikan Pimpinan Pesantren Qothrotul Falah, KH. Achmad Syatibi Hambali. Menurutnya, santri-santri harus memiliki kemampuan yang baik dalam bidang tulis-menulis. “Saya memang nggak bisa menulis. Tapi anak-anak saya, para santri, tentu saja tidak boleh seperti saya. Mereka harus pandai menulis, sehingga ilmunya bisa tersebar lebih luas lagi,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Di dalam buku ini, para santri belia ini mencoba memotret realitas sosial yang terjadi di kalangan mereka sendiri. “Persoalan utama yang menjadi sorotan adalah perilaku negatif di kalangan remaja,” ujar M. Eman Sulaeman, santri yang menulis artikel Hantu Narkoba.

Misalnya, mereka mencoba menyoroti perilaku berpacaran secara bebas, berbusana yang tidak sesuai kaidah agama, perilaku konsumtif narkoba, penurunan relijiusitas, kekerasan atau tawuran, merokok, dan sebagainya. “Ini fakta yang ada. Insya Allah kami tidak hanya mengritisi persoalan itu, namun mencoba mencari solusinya,” ujar Hayatun Nufus, santri yang menulis artikel Penurunan Relijiusitas Remaja.

Kehadiran buku ini diharapkan akan menjadi pemicu bagi kreatifitas santri khususnya dan remaja umumnya untuk lebih giat lagi dalam belajar dan menulis. Masa remaja adalah masa yang terlalu sayang untuk disia-siakan begitu saja. “Saya rela kesempatan hura-hura di masa muda saya hilang untuk tujuan meraih masa depan yang terbaik,” ujar Cahyati, santri yang menulis artikel Mendekati Ilahi Melalui Seni.

Inilah sedikit sumbangsih aktivis Tripleng Ing Community (Triping.Com) untuk rekan-rekan remajanya. Triple Ing itu sendiri kependekan dari reading, writing dan speaking. “Ini forum kecil yang anggotanya diwajibkan untuk membaca, menulis dan berbicara. Tentu saja dengan keuletan ilmiah dan referensi yang memadai,” jelas Pembina Triple Ing Communitu, Nurul H. Maarif.

“Melalui forum ini, kami ingin membibit santri yang intelek dalam arti sesungguhnya,” sambungnya. (Nurul Huda/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Jadwal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 05 Februari 2018

MUI Pinta Polisi Usut Kasus Panci Bertuliskan Alhamdu Allah

Jember, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jember, Jawa Timur, Halim Subahar, meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus panci yang bertuliskan Arab "Alhamdu Allah" karena hal tersebut dinilai melecehkan agama Islam.

MUI Pinta Polisi Usut Kasus Panci Bertuliskan Alhamdu Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Pinta Polisi Usut Kasus Panci Bertuliskan Alhamdu Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Pinta Polisi Usut Kasus Panci Bertuliskan Alhamdu Allah

"Aparat penegak hukum harus tegas terhadap persoalan pelecehan agama karena selama ini tidak ada proses hukum yang tuntas terhadap hal-hal itu, sehingga potensinya terulang kembali," kata Halim di Jember, Selasa.

Ribuan panci bertuliskan Arab "Alhamdu Allah" ditemukan di Kabupaten Jember pada Senin (25/1), bahkan sebagian peralatan dapur rumah tangga tersebut sudah di tangan konsumen dan beredar di masyarakat.

"Sejauh ini kasus seperti sandal berlafalkan Allah dan terompet menggunakan kertas Al-Qur’an tidak diusut secara tuntas oleh aparat penegak hukum, sehingga tidak ada efek jera bagi para pelaku untuk menistakan agama," tuturnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk itu, lanjut dia, aparat kepolisian perlu melakukan klarifikasi terhadap pembuat peralatan dapur yang menempelkan stiker bertuliskan Arab "Alhamdu Allah" dan mencari aktor intelektual yang sengaja membuat hal tersebut dengan jumlah ribuan yang ditemukan di Jember.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Motivasinya apa produsen membuat tulisan itu dan pihak penegak hukum harus tuntas mengusut kasus itu karena jika tidak, maka pelecehan terhadap umat Muslim akan terus terjadi," paparnya.

Ia menjelaskan pelecehan agama Islam yang tidak ditindaklanjuti dengan serius oleh aparat penegak hukum akan memancing keresahan di tengah masyarakat karena beberapa kali terjadi kasus penistaan agama yang tidak diproses hukum hingga selesai.

"Kami berharap pihak Polres Jember serius menangani kasus ini dan mengusut tuntas hingga aktor intelektualnya, agar tidak ada lagi pelecehan agama dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab," tegasnya.

Sementara Kepala Kementerian Agama Jember, Rosadi Badar mengatakan masih akan melakukan koordinasi dengan MUI dan aparat kepolisian terkait persoalan itu.

"Dari tulisannya memang salah, seharusnya tertulis Alhamdulillah, namun tulisan itu bertuliskan Alhamdu Allah yang menyebabkan artinya juga beda," katanya.

Ia mengatakan penulisan bahasa Arab yang salah dan berada di tempat-tempat yang tidak seharusnya seperti peralatan dapur akan menyebabkan keresahan umat Islam karena hal tersebut sangat sensitif mengarah ke isu SARA.

"Kami imbau semua pihak tidak main hakim sendiri karena hal tersebut sudah ditangani oleh aparat kepolisian dan pihak Kemenag siap memberikan pembinaan," ujarnya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian, Jadwal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Muslimat NU Sumut Gelar Diklat Perkoperasian

Medan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Untuk dapat berkembang dan sukses, koperasi harus keluar dari ruang gelap. Kesan selama ini bahwa koperasi dikelola di ruang gelap nan sempit, dengan peralatan perkantoran yang sudah kumal, dan hanya mengandalkan taplak meja, harus dihilangkan.

Muslimat NU Sumut Gelar Diklat Perkoperasian (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Sumut Gelar Diklat Perkoperasian (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Sumut Gelar Diklat Perkoperasian

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Sumut diwakili Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pelatihan Koperasi, H Hermansyur SE, MSi, dalam sambutannya pada pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Perkoperasian di Kalangan Kelompok Strategis di Sumut, yang digelar Pengurus Wilayah (PW) Muslimat NU bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM RI, di Asean International Hotel Medan, Rabu (18/4).

Hadir dalam acara itu, Deputi Menteri Koperasi dan UKM Bidang Pengembangan SDM Dra Indriani, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muslimat NU diwakili Hj Darwani Pasaribu, Ketua PW Muslimat NU Sumut Hj Alina Hanum Nasution SH, SpN, Ketua Puskop Annisa Azzahra PW Muslimat NU Sumut Hj Leni, dan Sekretaris Nani Sumarni.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hermansyur menyatakan, pengelola koperasi dituntut memiliki semangat, keberanian dan kepintaran agar bisa keluar dari ruang gelap itu. Kantor koperasi, katanya, harus ditata dengan baik. "Jangan lagi mengandalkan kantor di kamar berukuran 2 X 3 dengan lampu penerangan 5 watt."

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dia berharap, PW Muslimat NU Sumut akan menjadi pelopor kebangkitan perkoprasian di Sumut. "Sebagai organisasi kemasyarakatan terbesar yang bernaung di bawah NU, Muslimat NU Sumut akan bisa menjalin bebagai kerjasama untuk membangkitkan koperasi di Sumut," kata Hermansyur.

Sedangkan Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa diwakili Hj Darwani Pasaribu mengatakan, PP Muslimat NU telah menjalin 17 kerjasama (MoU) dengan Kementerian Koperasi dan UKM dalam bidang peningkatan ekonomi dan kesejahteraan umat.

"Pelatihan perkoperasian yang digelar di Sumut ini adalah salah satu wujud MoU dengan Kemenkop dan UKM itu," ujar Ketua PP Muslimat NU yang juga Ketua Induk Koperasi An-Nisa (Inkopan)Â PP Muslimat NU.

Darwani berharap, Dinas Koperasi dan UKM di Sumut mendukung dan membantu pengembangan koperasi yang tengah dibangkitkan oleh Muslimat NU Sumut dan kabupaten/kota se-Sumut.

Sebelumnya, Ketua PW Muslimat NU Sumut Hj Alina Hanum Nasution dalam sambutannya mengatakan, pelatihan perkoperasian ini sangat bermanfaat bagi peningkatan perekonomian umat. Karenanya, dia berharap kerjasama dengan Kemenkop dan UKM dengan Muslimat NU tetap berlanjut.

Alina juga berharap, Dinas Koperasi dan UKM Sumut mendukung dan membantu pengembangan Koperasi An-Nisa Azzahra yang dimiliki PW Muslimat NU Sumut.

"Kami berharap, Dinas Koperasi dan UKM Sumut mempermudah pengeluaran izin koperasi, dan dapat memfasilitasi pengucuran dana pengembangan koperasi. Begitu juga Muslimat NU kabupaten/kota se-Sumut hendaknya dapat bersinergi dengan dinas keperasi setempat," harapnya.

Ketua Panitia Pelatihan, Tarsim Purba melaporkan, pelatihan digelar selama 3 hari (18-20 April) diikuti 60 peserta yang terdiri dari 30 utusan Muslimat NU kabupaten/kota, dan 30 orang lainnya dari kelompok strategis di luar Muslimat NU.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Hamdani Nasution

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Jadwal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Sepuluh Santri Terpilih dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Kemenag

Bogor, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Siapa bilang santri tidak bisa menulis karya ilmiah? Kesepuluh santri dari berbagai pesantren terpilih dalam lomba karya tulis ilmiah yang diinisiasi Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puspenda) Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Kamis (20/11), di Bogor, Jawa Barat.

Dalam laporannya, Pjs Kepala Puspenda Dr Rudi Subiantoro mengatakan, seminar ini sebenarnya kegiatan yang seharusnya dilakukan tiap tahun. “Sejak awal ada 50 peserta, lalu tersisa 10 santri. Sejak penyaringan sehingga diperoleh 10 besar pemenang melalui beberapa tahap yang ketat. Tidak ada kolusi apalagi nepotisme,” tegasnya.

Sepuluh Santri Terpilih dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepuluh Santri Terpilih dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepuluh Santri Terpilih dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Kemenag

Tujuan kegiatan ini, lanjut Rudi, adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis santri agar menghasilkan karya ilmiah. Nantinya, karya ilmiah yang dihasilkan akan dibukukan atau menjadi kumpulan tulisan yang menarik.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Husen Hasan Basri, salah satu peneliti yang menginisiasi acara tersebut, kegiatan ini bukan merupakan lomba, tetapi lebih pada pendampingan bagi para santri untuk melahirkan karya tulis ilmiah. “Jadi, para santri selain dilatih menulis ilmiah juga didorong untuk menjadi peneliti,” ujar Husein.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senada dengan Husein, Ta’rif, peneliti lainnya juga mengatakan bahwa para santri tersebut dipersiapkan menjadi peneliti di masa depan. “Masing-masing mendapat? uang pembinaan sebesar Rp 10 juta untuk bekal penelitian,” ujar Ta’rif.

Kesepuluh santri tersebut adalah: 1) Idris Ahmad Rifai (PP LSQ Ar-Rahman Yogyakarta), 2) Rinaldiyanti Rukman, dkk (PP Tebuireng Jombang), 3) Wildan Imaduddin Muhammad (PP LSQ Ar Rahma Yogyakarta), 4) Nur Imam Saifulloh (PP Al-Hidayah Karangsuci Purwokerto), 5) Sulfa Fariana (PP Krapyak Ali Maksum Yogyakarta).

Kemudian, 6) M Taufiq Maulana (Ma’had Aly PP Salafiyah Syafi”iyah Situbondo), 7) Syamsuar Hamka (PP Ar Rohman, Bogor), 8) Afifur Rohman, dkk (PP LSQ Ar-Rahman Yogyakarta), 9) Siti Afifah (PP Ibnul Qoyyim Putri Yogyakarta), 10) Miftahul Alimin (Ma’had Aly PP Salafiyah Syafiiyah Situbondo).

Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Prof Abdurrahman Mas’ud dalam pengarahannya mendorong kepedulian dan meningkatnya wawasan para santri terhadap dunia tulis-menulis. Menurutnya, perlu diupayakan sebuah kegiatan pengembangan karya ilmiah bagi para santri.

“Kegiatan tersebut bertujuan untuk menghidupkan kembali tradisi menulis di pesantren, membangun motivasi kaum santri untuk leluasa berkreasi, berprestasi, dan berimajinasi melalui tulisan-tulisannya,” ujar Mas’ud.

Para santri, lanjut Mas’ud, harus meneladani para ulama masa lalu. Ketika itu, karya-karya tulis para ulama banyak diterbitkan di Saudi dan Turki, selain di Indonesia sendiri. Karya yang monumental tersebut antara lain Tafsir al-Munir li Ma’alim at-Tanzil atau Tafsir Marah Labid (Syekh Nawawi al-Bantani) dan Manhaj Zhawi an Nazhar (Syekh Mahfudz al-Tirmasi), sebuah tafsir atas Manzhumat ‘Ilm al Atsar karya Abdurrahman al-Suyuthi.

Mas’ud menambahkan, sekarang ini belum ada lagi penulis produktif dari kalangan ulama setelah Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh. “Yang menarik, adalah kitab Thariqatul Hushul ala Ghayatil Wushul karya Kiai Sahal Mahfudh, sebuah penjelasan dari kitab Ghoyatul Wushul karya Syekh Abu Zakariya al-Anshori,” tegasnya. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ubudiyah, Amalan, Jadwal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock