Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia

Depok, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sejak pagi, ribuan warga Nahdliyin Kota Depok tampak gembira. Dengan berseragam batik hijau, anggota Fatayat-Muslimat memenuhi aula Masjid Dian Al-Mahri Jl Meruyung Raya Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (15/5).

NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia

Mereka bersiap sejak kemarin untuk menyambut kedatangan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang dijadwalkan melantik Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Depok periode 2013-2018.

Dalam pantauan Kedung Sukun Adiwerna Tegal, di sepanjang jalan menuju masjid yang kerap disebut Masjid Kubah Mas ini tampak bendera NU yang melambai-lambai dari pepohonan rindang. Beberapa jamaah Nahdliyat tampak berjalan santai menuju aula masjid tempat pelantikan digelar. Bus-bus dan kendaraan pribadi berdatangan sejak pagi hingga menjelang siang. Aparat keamanan baik negeri (Polisi) maupun swasta (Banser) tampak berjaga-jaga di beberapa titik.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam pidato pengarahannya selaku Ketum PBNU, Kiai Said menyatakan pentingnya Nahdliyin Depok memahami garis perjuangan NU. Selain mengamalkan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), NU Depok juga harus mendakwahkannya. Hal ini dilakukan agar bangsa ini tidak pecah, tidak tercabik-cabik, dan tererai-berai. Agama Islam harus dipahami dan dikaji, bukan dilembagakan.

“NU tidak butuh negara Islam. Sayang kalau namanya sudah kadung jadi negara Islam tetapi pejabatnya banyak yang korupsi, banyak yang dipanggil KPK. Malu nggak Islam? Makanya, NU lebih memilih negara kebangsaan, negara nasionalis, tetapi berakhlak mulia,” kata Kang Said.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal ini, lanjutnya, seperti Nabi Muhammad SAW ketika dari kota Mekah ke kota Yatsrib. Pada waktu itu, Rasulullah mendapati masyarakat yang plural. Ada orang orang Islam: Auz dan Khazraj, ada pula non muslim, Yahudi: Bani Quraidhah, Bani Qainuqa’, Bani Nadlir. Makanya di Quran banyak ayat yang mengajak bicara orang Yahudi. Artinya penduduk Yatsrib itu multikultural.

“Lalu, Rasulullah membuat perjanjian yang disepakati bersama antara kaum muslimin dan non muslim. Perjanjian tersebut terkenal dengan sebutan Mitsaq al-Madinah. Rasulullah menegaskan, Ini ketetapan Muhammad untuk semua warga, asal satu cita-cita, satu visi-misi, satu garis perjuangannya sesungguhnya mereka itu umat yang satu,” papar Kiai Said.

Doktor jebolan Universitas Ummul Quro Mekah Saudi Arabia ini menambahkan, Nabi Muhammad berhasil membangun sebuah negara yang diikat dengan satu cita-cita dan visi-misi. Tidak diikat dengan dasar agama atau kesukuan. Nabi tidak mendeklarasikan negara berbasis agama dan suku karena di dalamnya ada Muslim dan non-Muslim, ada Arab dan non-Arab.

“Anehnya, dalam perjanjian Madinah itu sebagaimana tertulis dalam Sirah Nabawiyah juz II halaman 61, 2 setengah halaman tidak ditemukan kata-kata Islam sama sekali. Artinya Nabi membangun masyarakat berbasis budaya dan peradaban,” tegas Kiai Said.

Oleh karena itu, lanjut Kiai Said, yang asalnya bernama Yatsrib berubah nama menjadi Madinah yang berarti peradaban (berasal dari kata tamaddun, madaniyyah, masyarakatnya disebut mutamaddin). Warganya yang benar dilindungi, yang salah dihukum. Negara seperti ini disebut Negara Madinah.

“Contohnya, ada sahabat membunuh orang Yahudi. Nabi marah besar. Barangsiapa membunuh nonmuslim berhadapan dengan saya, saya advokatnya nanti. Dan barangsiapa yang berhadapan dengan saya, maka tidak akan masuk surga,” ujar Kiai Said. (Ali Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota

Sumenep, Kedung Sukun Adiwerna Tegal 

Baitul Mal wat Tamwil Nuansa Umat (BMT NU) Gapura menggelar rapat tahunan dengan melibatkan perwakilan 150 anggota dari jumlah anggota 2.500 arang, Rabu (2/1) di Aula MWC NU Gapura. 

BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota

Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua PCNU Sumenep H A. Pandji Taufiq dan Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi dan SDM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumenep, Akhmad Zaini.

Rapat Anggota Perencanaan (RAP) Tahun Buku 2013 tersebut membahas enam hal, yaitu pembahasan perubahan standar operasional manajemen ( SOM) dan standar operasional prosedur (SOP), pembahasan program jangka pendek dan jangka panjang tahun 2013-2015, pembahasan program prioritas tahun 2013, pembahasan program kerja tahun 2013, pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) tahun 2013, dan pengesahan hasil RAP.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi dan SDM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumenep, Akhmad Zaini, mengapresiasi keberadaan BMT NU Gapura. 

“Pengurus dan pengelola dari tahun 2004 sampai 2012 sudah menampakkan kinerja yang baik. Hal ini dapat dilihat dari prestasi yang telah diraih,” katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selama ini, penghargaan yang sudah diraih adalah Juara 1 Tingkat Jawa Timur kategori Koperasi Jasa Keuangan Syariah, Juara 1 Expo Ekonomi Syariah, Juara 2 Tingkat Jawa Timur Koperasi Simpan Pinjam Konvensional-Syariah dan masuk Nominasi Liputan 6 SCTV Award.

“Tahun 2012 Bupati Sumenep menerima penghargaan Paramdhana Utama Nugraha Koperasi berkat sumbangan kinerja dari KJKS BMT NU Gapura,” terangnya.

Ia mengingatkan, pengelola BMT NU sekalipun sudah berhasil mendirikan beberapa cabang koperasi tidak puas sampai disitu. “Namun jangan sampai merasa puas dengan hal itu. Maka, kinerjanya perlu terus ditingkatkan,” pesannya.

Sementara Ketua PCNU Sumenep H A Pandji Taufiq daam sambutannya mengajak hadirin agar menjalin kerjasama do’a, dukungan, dan aksi nyata untuk mengembangkan BMT NU kedepan.

“Ini dalam rangka share kenikmatan Allah antar Nahdliyyin biar bisa memperkuat  NU,” katanya.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: M Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ubudiyah, Nusantara, Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Jelang Konfercab, Pendidikan Kader Penggerak Ditargetkan Rampung

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) merupakan ujung tombak eksistensi jamiyyah Nahdlatul Ulama. Atas dasar itu Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara dalam rangka menyongsong Konferensi Cabang (Konfercab) pada medio 2015 mendatang menargetkan akan merampungkan pendidikan kader penggerak ranting.

Jelang Konfercab, Pendidikan Kader Penggerak Ditargetkan Rampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Konfercab, Pendidikan Kader Penggerak Ditargetkan Rampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Konfercab, Pendidikan Kader Penggerak Ditargetkan Rampung

Hal ini sebagaimana disampaikan Lukman Hakim, ketua panitia pelatihan kader penggerak ranting PCNU Jepara. Menurutnya, kegiatan pengkaderan ini dilakukan lantaran perlunya kesiapan menyongsong kepengurusan baru PCNU.

Melalui kegiatan ini kaderisasi di tingkatan ranting berjalan dengan baik. “Juga dalam rangka ‘menyehatkan’ ranting. Ranting-ranting yang vakum segera eksis kembali,” katanya saat ditemui di Pesantren Jabal Nur Desa Bandengan, Kecamatan Jepara, Jawa Tengah, Ahad (2/11) siang.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Disebutkan, Lukman Ranting di Kabupaten Jepara sejumlah 190an. Menjelang dilaksanakannya Konfercab ia berharap Ranting secara jamaah dan jam’iyyah berjalan dengan baik.

“Dengan kegiatan ini harapan kami meminimalisir ‘suhu panas’ menjelang konfercab,” imbuhnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pihaknya, sudah menjadwalkan pendidikan kader dalam lima zona. Zona 1 meliputi kecamatan Kota, Tahunan, Kedung, Karimunjawa. Zona 2 mencakup Kecamatan Mlonggo, Pakis Aji dan Bangsri. Zona 3 Kecamatan Kembang, Keling dan Donorojo.

Zona 4 ada Kecamatan Mayong, Nalumsari dan Welahan serta zona kelima meliputi Kecamatan Batealit, Pecangaan dan Kalinyamatan. Dari kelima zona ini saat ini sudah berjalan pendidikan kader putaran pertama. Yakni yang dilaksanakan MWCNU Kecamatan Kota berlangsung di Pesantren Jabal Nur di bawah asuhan KH Uzair Jum’at-Ahad (31/10-2/11).

Bulan November dan Desember yang sudah menyatakan kesediaannya MWCNU Batealit dan Tahunan. “Harapan kami kegiatan ini sesuai dengan target,” harapnya.

Jika MWCNU mampu melaksanakan sendiri dipersilakan. Jika keberatan kegiatan bisa dilaksanakan sesuai zona yang dijadwalkan panitia. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara, Kyai, Fragmen Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Keberadaan LAZISNU Penting untuk Memaksimalkan Zakat

Pringsewu, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Saat melakukan kunjungan Safari Ramadhan di Masjid Raudlatul Athfal Kecamatan Gadingrejo, Senin (20/6) Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufiqurrohim mengatakan bahwa keberadaan LAZISNU di Kabupaten sangat penting bagi maksimalisasi Amil, Zakat, Infaq dan Shadaqah.

"Eksistensi Lazisnu merupakan wujud kepedulian NU dalam meningkatkan kesejahteraan para dhuafa khususnya dibidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan. LAZISNU, Dari Warga NU, Oleh Warga NU dan Untuk Warga NU," katanya pada Kegiatan yang didalamnya dilakukan sosialisasi Program Kerja LAZISNU Kabupaten Pringsewu.

Keberadaan LAZISNU Penting untuk Memaksimalkan Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Keberadaan LAZISNU Penting untuk Memaksimalkan Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Keberadaan LAZISNU Penting untuk Memaksimalkan Zakat

Taufiq menjelaskan bahwa keberadaan NU sebagai Jamiyyah Islamiyyah tidak diragukan lagi dalam kemampuan dakwah dan keagamaan. Namun disektor lain NU perlu terus mengembangkan potensi warganya seperti dibidang pendidikan, ekonomi dan kesehatan.?

"Salah satu bentuk pemberdayaan poyensi warga NU adalah melalui Lembaga Lazisnu ini," katanya.

Sementara itu dalam sosialisasi programnya, Ketua LAZISNU Kabupaten Pringsewu Khairudin menegaskan bahwa Lembaga yang dipimpinnya terus berupaya dan berkomitmen untuk memaksimalkan perannya untuk pengembangan potensi Zakat Infaq dan Shadaqah (ZIS) khususnya di Kabupaten Pringsewu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Salah satunya adalah dengan merintis Program yang diberinama Kotak Pondasi Akhirat. Program ini menurutnya merupakan Program yang ditujukan untuk memaksimalisasi kebiasaan bershadaqah bagi warga NU dengan cara menyisihkan uang harian seikhlasnya.

"Kita mulai dari yang kecil tapi istiqomah. Uang Kembalian belanja bisa dimasukkan setiap harinya dan nanti pada akhir bulan Tim relawan akan mendata jumlah uang yang terkumpul untuk disatukan dengan kotak lainnya," jelasnya pada sosialisasi yang dihadiri oleh seluruh Pengurus MWC dan Perwakilan Ranting NU se-Kecamatan Gadingrejo.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan secata simbolis 50 Kotak Pondasi Akhirat dari LAZISNU Kabupaten Pringsewu kepada LAZISNU Kecamatan Gadingrejo. Ia berharap setiap bulannya akan ada penambahan jumlah kotak dikecamatan Gadingrejo yang diprakarsai oleh LAZISNU setempat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kita sudah sebar Kotak ini keseluruh LAZISNU Kecamatan yang ada di Kabupaten Pringsewu mengiringi Kegiatan Safari Ramadhan PCNU Pringsewu," imbuhnya.

Khairuddin menambahkan juga bahwa pada Kegiatan diseluruh Kecamatan tersebut juga dilakukan penyaluran bantuan dari para donatur melalui LAZISNU Pringsewu ? Santunan bagi Anak Yatim Piatu. "Semoga dapat membantu Anak Yatim Piatu dan semoga berkah bagi semua," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Amil Zakat di Masjid dan Mushalla Harus Dapat Legalitas Pemerintah

Pringsewu, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pringsewu KH Munawir mengingatkan masyarakat yang biasanya membentuk panitia zakat khususnya zakat fitrah di akhir Ramadhan agar melegalkan kepanitiaan yang dibentuk kepada Baznas atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang telah ditunjuk oleh Baznas.

Hal ini penting. Jika tidak dilegalkan oleh pemerintah dalam hal ini Baznas, kepanitiaan yang terbentuk dianggap ilegal dan belum bisa dikatakan sebagai amil. Secara otomatis kepanitiaan ini tidak berhak mengambil bagian sebagai mustahiq (penerima) zakat.

Amil Zakat di Masjid dan Mushalla Harus Dapat Legalitas Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Amil Zakat di Masjid dan Mushalla Harus Dapat Legalitas Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Amil Zakat di Masjid dan Mushalla Harus Dapat Legalitas Pemerintah

"Amil dalam perspektif fiqih adalah orang yang ditunjuk resmi oleh pemerintah untuk mengambil, mengelola, dan menyalurkan zakat yang dikumpulkan dari masyarakat. Jadi tidak bisa ketua takmir masjidnya yang melegalkan," katanya saat memberikan penjelasan seputar zakat di Masjid Jami Banyuwangi Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Sabtu (3/6).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Gus Nawir menambahkan, sebagai mitra Baznas, beberapa LAZ yang dibentuk oleh ormas keagamaan diharapkan mampu memaksimalkan peran amil zakat dalam memaksimalisasi potensi zakat yang ada di wilayah masing-masing.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Di NU ada NU-Care LAZISNU yang merupakan LAZ yang dibentuk oleh jamiyyah Nahdlatul Ulama untuk memberdayakan potensi zakat di masyarakat. Silakan takmir masjid yang membentuk panitia zakat meminta SK pembentukan amil ke LAZISNU," imbaunya pada kegiatan yang dibarengi dengan Safari Ramadhan PCNU Pringsewu.

Gus Nawir yang juga Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung ini juga berharap pengelolaan zakat dapat maksimal digarap oleh Baznas dan LAZ melalui koordinasi dan komunikasi dengan unit-unit yang langsung bersentuhan dengan para muzakki.

"Jangan sampai potensi zakat, infaq, sedekah dikelola ala kadarnya, apalagi oleh orang yang tidak tahu manajemen dan seluk beluk hukum zakat. Ini akan menjadikan zakat tidak maksimal hasilnya," tambahnya.

Oleh karenanya, ia mengimbau para muzakki untuk menyalurkan zakat, infaq atau sedekah kepada lembaga resmi yang menangani hal tersebut sebagai langkah partisipatif terhadap maksimalisasi manfaat zakat, infaq dan sedekah.

"NU Pringsewu sudah ada LAZISNU. Silakan warga NU Kabupaten Pringsewu salurkan ZIS-nya melalui LAZISNU atau unit pengelola zakat, infaq, sedekahnya," ajaknya.

Hal senada disampaikan oleh Bendahara LAZISNU Kabupaten Pringsewu Ahmad Fauzan yang juga hadir pada kesempatan ini. Ia mengatakan bahwa salah satu program LAZISNU Pringsewu adalah berkoordinasi dengan amil zakat di masjid dan mushalla dengan melegalkan kepanitiaannya menjadi amil.

"Dari koordinasi semacam ini nantinya akan ada laporan dari panitia tersebut tentang hasil zakat yang diperoleh sekaligus jelas pengelolaannya kepada mustahiq," katanya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Ansor Diharap Sentuh Persoalan Kekinian

Brebes, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Keberadaan Gerakan Pemuda Ansor diharapkan dapat membawa maslahat bagi lingkungan sekitarnya. Setiap kader GP Ansor harus mampu menyentuh persoalan lokalitas yang berkembang sekarang.

Ansor Diharap Sentuh Persoalan Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Diharap Sentuh Persoalan Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Diharap Sentuh Persoalan Kekinian

Harapan itu disampaikan Wasekjen Pimpinan Pusat GP Ansor Rizqon Halal Syah saat menghadiri Rakercab Pengurus Cabang (PC) Ansor Kabupaten Brebes di Pondok Pesantren Al-Falah Jatirokeh, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat (11/9).

"Ansor saat ini perlu penguatan kader sebagai bekal untuk menjawab persoalan kekinian dan kedisinian. Ansor harus menyentuh persoalan yang ada," kata Rizqon Syah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rizqon juga berharap program kerja yang dirumuskan pada Rakercab tersebut bisa menjadi wadah yang berguna dalam mencetak kader andal di masa mendatang.? Sebab, masa depan NU dan bangsa juga tidak lepas dari proses kaderisasi saat ini. Sehingga identitas kultural Jamiah Nahdlatul Ulama harus diperkokoh untuk memperkuat ukhuwah islamiyah dan ukhuwah Nahdliyah.

Ketua PC Ansor Brebes, Ahmad Munsip menjelaskan, sejumlah program yang telah dirancang berbagai bidang kerja yang meliputi arah maslahat untuk internal seperti penguatan kelembagaan maupun kemandirian. Di samping itu juga program yang bersifat eksternal baik yang bersinggungan dengan peran serta dalam pembangunan daerah, penyiapan SDM serta aksi sosial kemasyarakatan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Pihaknya mengaku akan fokus lebih dulu pada penataan kelambagaan, pemberdayaan kader dan penguatan identitas kultural Aswaja.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Program kerja ke depan arahnya revitalisasi gerakan menuju optimalisasi kader dan kemandirian organisasi secara internal. Insya Allah periode kali ini akan dibentuk LPK (lembaga pendidikan dan keterampilan) sebagai wadah pembinaan di bidang keterampilan anggota “ terang Munsip

? ? ? ?

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) Ansor Jawa Tengah, Solahudin, pengurus lembaga pendidikan dan kederisasi, keanggotaan dan organisasi, IPTEK Pers dan Kajian Strategis, dakwah dan pengembangan pesantren, lingkungan hidup dan perdagangan, advokasi dan perlindungan HAM, seni budaya dan lahraga serta lembaga perekonomian dan? ketenagakerjaan.

Rakercab juga akan diisi dengan Ansor Bershalawat di lapangan Jatirokeh yang akan diisi dengan majelis dzikir dan sholawat rijalul ansor bersama sejumlah ulama. Di antaranya, Habib Umar Muthohar dari Semarang dan Habib Masoleh Bin Yahya dari Cirebon. Kegiatan Ansor Bersholawat juga akan dipandu oleh group Qosidah Akhbabul Mustofa asuhan Habib Lutfi Bin Yahya dari Kota Pekalongan. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Internasional, Nusantara, Pesantren Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Mendiknas Kunjungi Pesantren Balekambang

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Menteri Pendidikan Nasional H Mohammad Nuh, mengunjungi pesantren Balekambang desa Gemiring Lor kecamatan Nalumsari, Ahad siang (3/2). Kunjungan M Nuh beserta rombongan dilaksanakan usai menyampaikan Sosialisasi Kurikulum 2013 di Yaptinu Jepara, Jawa Tengah.

Rombongan yang dikawal dari Yaptinu disambut ribuan santri yang berjajar memadati area pondok. Saat di pondok rombongan di terima lurah pondok KH Mustamir Wildan beserta keluarga besar Balekambang. 

Mendiknas Kunjungi Pesantren Balekambang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendiknas Kunjungi Pesantren Balekambang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendiknas Kunjungi Pesantren Balekambang

Oleh shohibul ma’had rombongan diajak menuju gedung SMK yang meliputi gedung baru, Lab Tata Busana dan Lab Otomotif. Disamping itu ia menyapa santri yang berasal dari Jawa dan Luar Jawa. Nuh bertanya kepada santri tentang biaya mondok perbulan. Saat mengetahui per bulan santri membayar Rp.300.000, ia pun kaget karena uang itu dalam sehari santri makan tiga kali. 

Kepada santri ia mengajak untuk tetap semangat. “Tetap semangat ya. Semangat ngajinya. Semangat belajarnya,” kata Nuh kepada sejumlah santri.

KH Mustamir Wildan mengungkapkan Mendiknas memberi kabar bahwa rombongan akan menyambangi Balekambang 2 hari sebelum kedatangannya ke Jepara. “Kebetulan simbah KH Makmun Abdullah sedang menunaikan ibadah umrah bersama keluarga. Namun hal itu tidak membuat kekecewaan Pak Nuh beserta rombongan,” terangnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Meski rombongan disambut dengan sederhana, lanjut kiai Mustamir kunjungan Mendiknas berjalan khidmad. Siang itu merupakan kunjungan M Nuh kedua kalinya ke pesantren Balekambang. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Syaiful Mustaqim

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pendidikan, Sholawat, Nusantara Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Fokus Menjadi Pesantren Tahfidz Al-Qur’an

Berbicara soal ulama tahfidz Qur’an, salah satu yang menjadi rujukan adalah KH Arwani Amin Said oleh lebih dikenal dengan panggilan Mbah Arwani. Para santri yang ingin menghafal Qur’an memiliki cita-cita untuk bisa belajar di pesantren Yanbu’ul Qur’an. Banyak pula yang sudah hafal tetap ingin ngalap berkah dan nyantri di pesantren ini.?

Cikal bakal pesantren dimulai pada 1942 setelah Mbah Arwani boyong dari Pesantren Krapyak Yogyakarta tempat ia belajar di bawah asuhan KH Munawir. Ketika pulang ke Kudus, ia mengajar di masjid Menara Kudus tetapi belum memiliki pesantren sendiri. Para santrinya masih bermukim di rumah warga. Baru pada 1970 berdirilah Pesantren Yanbu’ul Qur’an di dukuh Kelurahan desa Kajeksan Kudus dengan 45 santri lalu diikuti dengan pembangunan pesantren putri pada 1973 dengan jumlah santri 33 orang.

Fokus Menjadi Pesantren Tahfidz Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Fokus Menjadi Pesantren Tahfidz Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Fokus Menjadi Pesantren Tahfidz Al-Qur’an

Dengan pijakan kuat dan pengelolaan yang baik, meskipun KH Arwani telah meninggal, para penerusnya, yaitu tiga serangkai yang terdiri dari dua orang putranya KH Ulinnuha dan KH Ulil Albab dan didampingi seorang putra angkat, yakni KH Manshur MA mampu mempertahankan dan mengembangkan pesantren yang dirintisnya. Meskipun tetap fokus sebagai pesantren tahfidz Qur’an, tetapi kini ada 11 lembaga pendidikan dibawah yayasan Arwaniyah yang membekali para santri bukan hanya ilmu Qur’an, tetapi juga ilmu-ilmu lainnya yang sangat dibutuhkan saat bermasyarakat.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Gus Naim panggilan akrab dari Ahmad Ainun Naim, salah satu anggota keluarga Arwaniyah menjelaskan, perkembangan sejumlah lembaga pendidikan tersebut merupakan respon pesantren terhadap permintaan masyarakat, termasuk diantaranya pesantren tahfidz untuk anak-anak setingkat SD.?

Untuk bisa menghafal Qur’an lebih dari 6000 ayat bukanlah hal yang mudah. Karena itu, perlu sejumlah metode khusus untuk memudahkan hafalan. Di pesantren ini, metode yang diterapkan diantaranya adalah pertama musyafabah, yaitu ? metode tatap muka. Santri atau guru membaca yang kemudian disimak. Kedua adalah metode resitasi, yaitu guru menugaskan santri untuk menghafalkan ayat tertentu kemudian setelah hafal, dibacakan dihadapan guru. Ketiga, metode takrir, yaitu mengulang-ulang, kemudian membacakannya dihadapan guru. Selanjutnya ada metode mudarasah, yaitu para santri menghafal secara bergantian dan berurutan. Masing-masing membaca tugas hafalannya yang kemudian didengarkan oleh santri yang lain. Mudarasah bisa dilakukan per ayat, per halaman (mushaf yang digunakan adalah ‘mushaf pojok’, setiap pojok halaman adalah akhir ayat) dan (per seperempatan juz).

Metode-metode itu terbukti efektif untuk menghafal Qur’an. Gus Naim menerangkan, tahun lalu ada siswa kelas 2 SD yang sudah diwisuda karena sudah hafal 30 juz.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Gus Ainun Naim menambahkan pengelolaan pesantren tahfidz anak merupakan hal paling sulit dibandingkan dengan pesantren dewasa. Dunia anak merupakan dunia bermain dan mereka belum bisa berpikir secara matang sehingga perlu pendampingan yang penuh. Dalam hal ini, pesantren memberikan waktu bermain yang cukup buat anak-anak. Dalam waktu tertentu mereka juga diajak rekreasi ke luar. Pada kelas empat atau lima SD, sudah banyak santri yang mampu menghafal 30 juz secara baik. ?

“Ada target tertentu tetapi kita tidak memaksakan mereka, takut melukai emosinya,” paparnya.?

Pendirian pesantren tahfidz anak ini dilakukan pada tahun 1986 untuk memenuhi permintaan para wali santri yang sebelumnya mengirimkan anaknya di sebuah pesantren al-Qur’an untuk anak di Sedayu Gresik. Selain mengaji Qur’an, mereka juga bersekolah mengikuti kurikulum Kementerian Agama.

Tak mudah untuk bisa masuk karena tingginya jumlah peminat bisa sampai tiga kali lipat dibandingkan dengan kapasitas yang tersedia. Untuk itu pesantren melakukan test terlebih dulu, diantaranya calon santri sudah bisa baca Qur’an atau belum serta tingkat kecepatannya dalam menghafal. Dalam hal ini calon santri ditunjukkan surat tertentu kemudian diminta mengulang-ulang berapa lama ia mampu menghafal surat tersebut.?

Setelah pengembangan pesantren tahfidz anak, yayasan Arwaniyah juga mengembangkan Pesantren Tahfidz Remaja Yanbu’ul Qur’an (PTRYQ) pada 1997 yang diperuntukkan bagi anak-anak yang ingin melanjutkan belajar Qur’annya. Para wali santri menginginkan pesantren remaja agar hafalan Qur’an putra-putrinya tetap terpelihara.

Untuk pesantren dewasa yang pertama kali didirikan oleh Kiai Arwani, fokus kegiatan adalah hafalan Qur’an. Ada kajian kitab kuning, tetapi sifatnya hanya tambahan. Di pesantren dewasa juga dikaji Qira’ah Sab’ah (bacaan Al-Qur’an menurut 7 imam). Salah satu rujukannya adalah kitab Faidl al-Barakat fi Sabil al-Qira’at, karangan kiai Arwani sendiri.?

Gus Zaim menjelaskan, santri di Arwaniyah umumnya sudah memiliki ikatan emosional. Banyak orang tua yang mengirimkan anaknya karena sebelumnya merupakan alumni pesantren ini.?

Para alumni Arwaniyah kini sudah berkembang dan menyebar dimana-mana. Kalau dulu, mereka biasanya menjadi kiai, tetapi kini dengan berkembangnya zaman. Beragam profesi ditekuni sesuai dengan minat dan kesempatan yang ada. Para alumni juga menjadi ujung tombak penyebaran metode pembelajaran Qur’an Yambu’a.?

Para alumni juga masih aktif menjalin komunikasi dan silaturrahmi dengan pesantren melalui Mudarasah Selapanan (36 hari sekali). Untuk mudrasah selapanan tiap Jum’at pon digilir per kecamatan di Kudus bekerjasama dengan PCNU Kudus. Pertemuan rutin tahunan digelar tiap tanggal 24-25 Rabiul Akhir sekaligus memperingati haul KH M Arwani Amin. (Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara, RMI NU, Pondok Pesantren Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Santri Al-Hikmah Brebes Peringati Kesaktian Pancasila dan Tahun Baru Hijriyah

Brebes, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ribuan Santri Al Hikmah 2 Benda Sirampog Kabupaten Brebes, Jawa Tengah memperingati hari Kesaktian Pancasila dan Tahun Baru Hijriyah dalam bentuk doa bersama. Doa dipimpin Habib Muhammad bin Agil bin Athos dalam suasana yang sejuk dan hening.

Pengasuh Pesantren Al Hikmah 2 Benda KH Sholahuddin Masruri menjelaskan, doa bersama sebagai bentuk peneguhan menjadikan Pancasila sebagai dasar negara yang kokoh meski kerap mendapatkan rongrongan yang tidak ringan.

Santri Al-Hikmah Brebes Peringati Kesaktian Pancasila dan Tahun Baru Hijriyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Al-Hikmah Brebes Peringati Kesaktian Pancasila dan Tahun Baru Hijriyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Al-Hikmah Brebes Peringati Kesaktian Pancasila dan Tahun Baru Hijriyah

Gus Sholah, demikian panggilan akrabnya, menyayangkan tindakan kelompok tertentu yang mengatasnamakan agama, namun sesungguhnya menggerogoti Pancasila, memecah-belah NKRI. "Mereka mengibar-kibarkan bendera agama, namun sesungguhnya melukai Pancasila, memecah belah umat," tandasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dia mengajak para santri untuk menegakkan Pancasila yang telah dilahirkan para ulama dan santri terdahulu. "Indonesia ke depan ada di tangan santri, mari kita sinergikan santri dan TNI untuk tegakan NKRI sebagai harga mati," kata Gus Sholah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Doa bersama diprakarsai Dandim 0713/Brebes Efdal Nazra. Dia mengajak para santri untuk menjadi generasi yang Pancasilais. Menurutnya, mengamalkan Pancasila, sama halnya berkontribusi kepada bangsa dan negara sebagai bentuk jihad fisabilillah.

Efdal menyemangati para santri untuk terus berjuang di alam kemerdekaan. Jihad dengan melestarikan menjaga Pancasila.

Sementara Bupati Brebes Hj Idza Priyanti mengaku bangga dengan semangat juang para santri dalam menuntut ilmu. Teruslah berjuang sebagaimana KH Masruri menyampaikan ilmu kepada para santri.

Idza juga meminta para santri? untuk mendoakan kabupaten Brebes, mendoakan Indonesia agar tenteram, damai, kondusif, maju dan sejahtera. Apalagi, sebentar lagi Kabupaten Brebes akan menghadapi Pilkada serentak.

Dalam kesempatan tersebut, para santri juga menyanyikan lagu Indonesia Raya, membaca teks Pancasila dan menyanyikan? lagu? Bagimu Negeri. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

PBNU Serahkan Bantuan untuk Dua Rumah Sakit NU

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyerahkan bantuan alat-alat kesehatan kepada dua rumah sakit yang berdiri di bawah naungan NU. Bantuan alat kesehatan itu bernilai total Rp. 10 miliar. Penyerahan bantuan secara simbolis telah dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada Rumah Sakit Islam (RSI) Pati yang dikelola oleh PC Muslimat NU Kabupaten Pati dan Rumah Sakit NU Demak, Selasa (24/7), di Pati, Jawa Tengah.

PBNU Serahkan Bantuan untuk Dua Rumah Sakit NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Serahkan Bantuan untuk Dua Rumah Sakit NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Serahkan Bantuan untuk Dua Rumah Sakit NU

Bantuan untuk RSI Pati diterima oleh Nyai Hj. Nafisah Sahal Mahfudh, sementara untuk RS NU Demak diterima oleh perwakilan PCNU Kabupaten Demak. RSI Pati mendapatkan bantuan perlengkapan pengelolaan limbah medis, kamera rontgen, dan kursi roda. Sementara RS NU Demak memperoleh peralatan pendukung laboratorium kesehatan dan seperangkat Ultrasonografi (USG).

"Total semuanya nanti senilai sepuluh miliar, diberikan bertahap. Ini tahap pertama  dan Insya Allah akan segera menyusul bantuan selanjutnya," ungkap Kiai Said.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kiai Said menambahkan, pemberian bantuan alat kesehatan oleh Kristen Mormon disebutnya sebagai perwujudan nyata sebuah toleransi antar umat beragama. Toleransi yang sama diakuinya sudah terjalin sejak zaman khalifah penerus perjuangan Nabi Muhammad SAW.

"Dokternya Muawiyah itu namanya Tarjius, orang Kristen. Dokternya Abu Jafar al Mansur, pendiri Abbasiyyah bernama Jirjis, orang Kristen juga. Di bidang kesehatan Islam dan Kristen sudah lama bekerjasama, meski sebenarnya tidak sedikit ulama Islam yang menguasai ilmu kesehatan," tegas Kiai Said.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Bendahara Umum PBNU H. Bina Suhendra yang ikut hadir dalam seranh terima bantuan mengatakan, PBNU saat ini tengah mempelajari kemungkinan bantuan yang sama disalurkan ke rumah sakit lain. "Salah satunya yang sedang disurvey untuk dibantu RS NU Rembang. Bertahap, jika memang ada kerjasama dengan pihak luar lain akan disalurkan secara merata," ujarnya.

Melalui bantuan tersebut, operasional sejumlah rumah sakit yang dikelola di bawah naungan NU diharapkan bisa semakin meningkat. Sejalan dengan hal tersebut, layanan kesehatan ke masyarakat, khususnya Nahdliyin juga ditekankan harus bisa ditingkatkan.

"Yang bagus dari Kristen Mormon ketika membantu juga menyertainya dengan pelatihan penggunaan peralatan yang diberikan. Mereka juga mensurvey sendiri alat apa yang dibutuhkan, jadi apa yang diberikan diharapkan bisa dimanfaatkan sengan maksimal," tuntas Bina.

Penulis: Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sunnah, Budaya, Nusantara Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Antisipasi Teror, Banser DKI Rapatkan Barisan

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Belakangan ini, teror kembali melanda Indonesia dengan adanya bom Bali II dan terakhir pemenggalan 3 orang siswa SMU di Poso. Untuk mengantisipasi teror yang selalu terjadi menjelang Lebaran, Natal dan tahun baru khususnya di Jakarta, Banser DKI Jakarta mulai merapatkan barisan.

Banser DKI Jakarta menyadari betul bahwa teror yang akan terjadi di Jakarta memiliki efek yang luar biasa karena posisinya sebagai ibu kota negara. Terganggunya keamanan dalam negeri akan meruntuhkan kepercayaan internasional akan Indonesia yang pada akhirnya akan berdampak pada berbagai sektor ekonomi, termasuk pariwisata.

Selain peningkatan komunikasi antara anggota, Banser DKI juga telah melakukan pertemuan dan dialog sekaligus buka bersama pada Senin, (31/10) di gedung PBNU. “Acara ini untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan pada masyarakat di DKI Jakarta khususnya di lingkungan nU dalam mengantisipasi teror,” tandas Satkorwil Banser DKI Avianto Muhtadi.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh dari PWNU DKI, Ansor DKI dan badan otonom NU yang mendiskusikan aspek-aspek terorisme untuk meningkatkan kesadaran anggota Banser pada masalah yang saat ini menghantui dunia ini.

Kesadaran tentang bahaya terorisme tak cukup bagi anggota Banser saja karena penanganan terorisme harus komprehensif dan melibatkan masyarakat. Untuk itu Banser DKI juga akan membagikan stiker dan memasang spanduk di berbagai tempat strategis.

“Masyarakat perlu diberi pengetahuan tentang segala aspek yang terkait dengan teror bom serta upaya pencegahannya karena para pelaku terror dalam banyak peristiwa melakukan perencanaan sampai persiapan pengeboman biasanya bertempat di suati lingkungan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu untuk meningkatkan kesiapsiagaan Banser DKI juga membantu posko pengamanan lebaran mulai dari (H-1)-(H+1) di 10 titik transportasi yang meliputi pelabuhan Tanjung Priok, Terminal bus Kalideres, Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Senen, Stasiun Gambir, terminal Lebak Bulus, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulo Gadung, dan Stasiun Jatinegara.

Secara keseluruhan, akan diturunkan 100 personel dengan masing-masing lokasi 7 orang dan 30 orang di pusat komando untuk kendali dan patroli. Mereka akan bekerjasama dengan Polda Metro Jaya, DLLAJR dan aparat terkait lainnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hadits, Lomba, Nusantara Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Antisipasi Teror, Banser DKI Rapatkan Barisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Antisipasi Teror, Banser DKI Rapatkan Barisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Antisipasi Teror, Banser DKI Rapatkan Barisan

Senin, 18 Desember 2017

Wapres RI Buka Silaturahmi Akbar dan Kongres GP Ansor

Sleman, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Wakil Presiden Republik Indonesia HM Jusuf Kalla memukul gong besar di panggung utama Kongres XV GP Ansor di pesantren Sunan Pandanaran jalan Kaliurang kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta,Kamis (26/11) pagi. Jussuf Kalla mengajak peserta kongres dan tamu undangan membaca bismillah sebagai tanda pembukaan Kongres XV GP Ansor.

Alhamdulillah GP Ansor telah menjaga khittah agama Islam dengan paham kebangsaan dan bela negara sehingga membawa manfaat bagi umat dan Indonesia,” kata HM Jusuf Kalla yang sebelumnya mengucapkan sambutan pembukaan di hadapan sedikitnya 6000 hadirin.

Wapres RI Buka Silaturahmi Akbar dan Kongres GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres RI Buka Silaturahmi Akbar dan Kongres GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres RI Buka Silaturahmi Akbar dan Kongres GP Ansor

Sebelumnya Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X mengapresiasi gerakan GP Ansor selama ini. Menurutnya, tema Kongres XV GP Ansor ini memiliki relevansi yang kuat dalam konteks peluang dan tantangan kekinian.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Tema yang diambil sangat sesuai. Pasalnya, globalisasi ini mengubah banyak hal termasuk cara pandang berbangsa dan bernegara,” kata Sri Sultan merujuk tema Kongres XV GP Ansor “Menjaga Keutuhan Bangsa, Memperuat Kedaulatan Negara, Meluhurkan Nilai Kemanusiaan”.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pembukaan kongres tampak semarak oleh iringan rebana santri pesantren setempat. Para hadirin menyanyikan Mars Ansor, Mars Banser, Mars NU, dan lagu Hubbul Wathon yang diiringi grup orkestra mahasiswa Atmajaya dan UII. Pembukaan kongres ini diselingi dengan penandatanganan kerja sama GP Ansor, OJK, dan sejumlah asosiasi asuransi di Indonesia.

Pada pembukaan ini, para hadirin juga menyaksikan cuplikan film Rahmat Islam Nusantara yang digarap KH A Musthofa Bisri dan sejumlah budayawan NU. Tampak hadir pengasuh pesantren Pandanaran KH Mutashim Billah Mufid, sesepuh GP Ansor KH Cholid Mawardi, Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU H Helmi Faisal Zaini, Sekretaris PP LKKNU Hj Alissa Wahid, Ketum PKB H A Muhaimin Iskandar. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara, RMI NU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 11 Desember 2017

KH Masdar: Muktamar di Luar Jawa, Strategis, Penting dan Bermakna

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Rais syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi sangat mendukung jika muktamar ke-33 NU ke depan diselenggarakan di luar Jawa sebagai bagian dari menyapa basis NU yang selama ini lebih dikenal di Jawa.

“Saya kira ini strategis, penting dan bermakna. Apalagi kalau kita hitung, baru empat kali dari 32 kali penyelenggaraan muktamar NU di luar Jawa. Ini saya kira masih njomplang sekali,” tandasnya kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal baru-baru ini.?

KH Masdar: Muktamar di Luar Jawa, Strategis, Penting dan Bermakna (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Masdar: Muktamar di Luar Jawa, Strategis, Penting dan Bermakna (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Masdar: Muktamar di Luar Jawa, Strategis, Penting dan Bermakna

Sebagai gambaran, dari 32 kali muktamar, pulau Jawa masih sangat mendominasi, bahkan di Jawa Timur sudah diselenggarakan 11 kali muktamar. Terakhir, muktamar NU di gelar di Jawa Timur pada 1999 di pesantren Lirboyo Kediri.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mengenai kesiapan daerah di luar Jawa untuk menyelenggarakan perhelatan akbar ini, Kiai Masdar menegaskan bahwa mereka harus didukung dan dibantu karena acara ini merupakan agenda PBNU.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Pasti mereka akan berkontribusi sesuai dengan kemampuannya. Pada dasarnya PBNU itu yang terpenting adalah menentukan keputusan politik penyelenggaraan muktamar di luar Jawa.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara, AlaSantri Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Apakah Uang Pendaftaran Haji Terkena Wajib Zakat?

---

Assalamualaikum. Kepada Yth Pengasuh Bahtsul Masail. Saya ingin bertanya, saya telah mendaftar haji dengan menyetor dana BPIH sebanyak 25 juta untuk mendapatkan nomor porsi, dan insyaAllah porsi saya tahun 2028 nanti. Yang ingin saya tanyakan apakah uang pendaftaran sebanyak 25 juta tersebut harus diikutkan dalam penghitungan zakat mal setiap tahunnya ? Mengingat keberangkatan hajinya masih 14 tahun lagi. Mohon jawabannya.

Wassalamualaikum.(Sriutami, Punduh kidul-Sidoagung Tempuran-Magelang)

---

Apakah Uang Pendaftaran Haji Terkena Wajib Zakat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apakah Uang Pendaftaran Haji Terkena Wajib Zakat? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apakah Uang Pendaftaran Haji Terkena Wajib Zakat?

?

Assalamu’alaikum wr. wb

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang kelima yang diwajibkan bagi orang yang sudah mampu. Namun pada saat seorang muslim yang dirasa sudah memenuhi persyaratannya ternyata terkendala oleh antrean yang begitu panjang untuk bisa berangkat haji. Bahkan antrean itu bisa sampai berpuluh-puluh tahun lamanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk mendapatkan nomer antrean atau porsi maka seseorang yang berniat melaksanakan ibadah haji harus menyetor dulu sebesar dua puluh lima juta rupiah. Dan ketika akan berangkat haji maka tinggal menambah kekurangannya. Setoran tersebut tidak bisa diambil sewaktu-waktu atau ditarik kembali kecuali yang bersangkutan meninggal dunia atau tidak bisa berangkat karena alasan kesehatan atau alasan lainnya yang sah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Penjelasan di atas mengandaikan bahwa dana setoran haji menjadi tidak dimiliki oleh pemiliknya dengan kepemilikan yang sempurna. Sebab, dana tersebut tidak bisa ditarik atau diambil sewaktu-waktu kecuali meninggalkan dunia atau orang yang bersangkutan tidak jadi menunaikan ibadah haji karena alasan kesehatan. Padahal salah satu persyaratan harta yang wajib dizakati adalah harta yang dimiliki dengan kepemilikan yang sempurna.

Disamping itu adalah yang terkait soal nishabnya. Nishab uang disamanakan dengan nishabnya emas yaitu delapan puluh lima gram. Dengan kata lain, jika harga emas sekarang harganya 550.000 rupiah pergram, maka nishab uang itu sekitar 46.750.000 rupiah. Jumlah nishab ini dihitung dari 550.000 X 85 hasilnya adalah 46.750.000.? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Zakat adalah wajib atas orang merdeka yang muslim, baligh dan berakal ketika ia memiliki harta dengan kepemilikan yang sempurna yang sudah sampai nishabnya dan telah mencapai haul” (Abdul Ghani al-Ghunaimi ad-Dimasqi, al-Lubab fi Syarh al-Kitab, Bairut-Dar al-Kitab al-‘Arabi, tt, juz, 1, h. 98).

Berangkat dari penjelasan ini maka jawaban atas pertanyaan di atas adalah bahwa dana setoran awal BPIH sejumlah dua puluh lima juta tidak wajib dizakati karena ternyata dana tersebut begitu disetorkan tidak bisa lagi dimiliki secara sempurna.Sehingga dana sebesar dua puluh lima juta tersebut tidak bisa diikutkan dalam perhitungan zakat mal setiap tahun.

Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Bagi orang-orang yang berniat menjalankan ibadah haji dan sudah menyetor dua puluh lima juta hendaknya memperbanyak sedekah agar bisa dimudahkan dalam segala urusannya, dan jangan lupa membayar kewajiban zakat mal yang lain jika memang telah terpenuhi semua ketentuannya. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

?

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb

Mahbub Ma’afi Ramdlan

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara, Berita, RMI NU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 22 Oktober 2017

Prof Maksum: Lahan Pasir pun Ada Manfaatnya

Yogyakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Dalam dunia pertanian, tidak ada tanah yang paling termarjinalkan selain lahan pasir. Tetapi hari ini, lahan pasir bisa memberikan manfaat seperti lahan-lahan yang lain.

Prof Maksum: Lahan Pasir pun Ada Manfaatnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Maksum: Lahan Pasir pun Ada Manfaatnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Maksum: Lahan Pasir pun Ada Manfaatnya

Demikian disampaikan oleh Prof Dr KH Maksum Mahfudz, Ketua PBNU, dalam Acara Panen Raya Cabai Merah di lahan pasir yang bertempat di Bugel, Panjatan, Kulon progo Selasa (25/6).?

Mengutip Surat Ali Imron Ayat 191, ia juga mengungkapkan bahwa semua makhluk yang diciptakan Tuhan itu tidak pernah sia-sia.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Ma kholaqta hada bathila, tidak ada penciptaan Tuhan yang sia-sia. Semua pasti ada manfaatnya. Meski dipandang sebagai tanah yang paling buruk dalam dunia pertanian, tetapi nyatanya lahan pasir pun ada manfaatnya. Dengan pendampingan terus menerus, akhirnya lahan pasir bisa menemukan berkahnya rahmat Allah yang paling hebat,” ujar Prof Maksum.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain berbicara tentang lahan pasir yang bisa menjadi lahan produktif bagi pertanian, ia juga berbicara tentang konsep Islam Rahmatal lil alamin, kaitannya dengan pengembangan pertanian.?

“Konsep rahmatal lil alamin ? itu ada tiga. Pertama, Habluminallah, hubungan dengan Allah. Kedua, hablu minan nas, hubungan dengan manusia. Dan ketiga, hubungan dengan alam,” ungkap Prof. Dr. Maksum dengan menggebu-nggebu terkait dengan pengelolaan lahan pertanian.

Terakhir, atas keberhasilan Petani Bugel dalam mengembangkan lahan pasir untuk pertanian, mewakili PBNU, Prof Maksum, mengucapkan selamat kepada para petani.

“PBNU menyambut gembira atas keberhasilan ini dan mengucapkan selamat kepada para petani. Hidup petani!” pekik Prof Maksum mengakhiri sambutannya.

Acara Panen Raya Cabai Merah yang dimulai pukul 10.00 tersebut, dihadiri oleh perwakilan dari PBNU, Syuriyah PWNU DIY, Lembaga Pengembangan Pertanian PWNU DIY, Bupati Kulon progo, Dosen-dosen fakultas pertanian UGM, Dinas pertanian kulon progo, Bank Indonesia dan para warga Bugel.?

Redaktur ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rokhim

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pondok Pesantren, Nusantara, Kajian Sunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 30 Juni 2017

Madrasah NU Awali Pelajaran dengan Tadarus Al-Qur’an

Kudus, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Bersamaan bulan Ramadhan ini, madrasah dan sekolah NU sudah mengawali tahun pelajaran baru pada Ahad (14/7) kemarin. Disamping aktifitas belajar mengajar, Madrasah Ibtidaiyah NU (MINU) di Kudus memulai jam pelajaran dengan kegiatan Tadarus Al-Qur’an.

Madrasah NU Awali Pelajaran dengan Tadarus Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah NU Awali Pelajaran dengan Tadarus Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah NU Awali Pelajaran dengan Tadarus Al-Qur’an

Informasi yang diperoleh Kedung Sukun Adiwerna Tegal, kegiatan Tadarus Al-Qur’an di berbagai MINU ini diadakan sebelum jam pelajaran tepatnya pukul 07.00-08.00. Sebagian besar, tadarus diwajibkan bagi siswa-siswi  kelas 4,5 dan 6. Selain itu, Madrasah juga mengadakan sholat Dhuha dan ngaji kitab selama Ramadhan.

Seperti halnya yang diadakan MINU Banat Kudus. Setiap pukul 6-7 dilaksanakan pengajian kitab yang dilanjutkan dengan tadarus Alqur’an. Pada jam istirahat, MINU yang semuanya anak putri ini mengagendakan sholat dhuha bersama-sama.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Untuk tadarus Alqur’an disini ditarget tiga kali khatam,” ujar Guru MINU Banat Kudus Nila Tijanil Jannah.

Sementara pelaksanaan tadarusan di MINU al Azhariyah desa Jurang Gebog Kudus diadakan pukul 07.00-08.00 dan sholat dhuha jam 09.45-10,00 Wib. Salah seorang guru Ali Maghfuri, menuturkan Tadarus Al-Qur’an di MI Alazhariyah dibaca siswa-siswi per kelas dengan bimbingan seorang guru. Mulai kelas 4-5 membaca satu juz-an,sedangkan kelas 1-3 membaca juz’azma.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Untuk MI di sini tidak ditarget khatamnya,kita pentingkan pada bacaanya, fashohah dan tajwid-nya,” katanya kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal.

Dalam kegiatan ini, menurut Ali, dimaksudkan anak didik supaya terbiasa semaan dan membaca Alqur’an dengan baik  dan benar. “Begitu pula untuk menggapai pahala karena pada bulan Ramadhan ini dilipatgandakan oleh Allah,” ujarnya

Sedangkan ibadah sholat Dhuha, kata Ali, tertanam nilai-nilai untuk memperkenal kepada anak ibadah sholat sunnah sekaligus mampu mempraktekkannya. “Dengan demikian, anak-anak akan terbiasa dan menjadikan sholat dhuha sebagai amalan sunnah mereka setiap hari,” imbuhnya.

Secara umum, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di madrasah pada bulan puasa ini diperpendek waktu jam pelajarannya. Rata-rata per jam 20 menit setiap hari, sisanya untuk kegiatan ekstra keagamaan. 

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Nusantara, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 14 Februari 2016

Dakwah yang Mendamaikan Sangat Dibutuhkan

Banyuwangi, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rais Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Banyuwangi KH Ahmad Shiddiq mengatakan, keberadaan Nahdlatul Ulama tidak dapat dipisahkan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), juga tidak bisa dipisahkan dengan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Dakwah yang Mendamaikan Sangat Dibutuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah yang Mendamaikan Sangat Dibutuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah yang Mendamaikan Sangat Dibutuhkan

Baginya, NU berkontribusi banyak dalam membangun fundamen negeri ini. "Karena NU mampu menancapkan nilai-nilai toleransi di tengah-tengah perbedaan untuk membangun fondasi negara, yaitu Undang-undang, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI," jelas kiai yang akrab disapa Gus Shiddiq ini di hadapan ratusan Nahdliyin saat tugas sambutan safari Ramadhan di Masjid Al-Fatah, Mojosari, Banyuwangi.

Menurutnya, metode dakwah yang menyebarkan nilai-nilai kedamaian untuk konteks saat ini sangat dibutuhkan. “Sesuai dengan ciri khas agama Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Bukan Islam yang mengajarkan radikalisme dan? terorisme yang nyaris mencerai beraikan ukhwah islamiyah dan basyariah dalam konteks berbangsa dan bernegara saat ini," tutur pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwari ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Gus Shiddiq kemudian mengambil contoh kasus ketika proses awal berdirinya NU dengan tekanan terbesar ketika terjadi perubahan di timur tengah, yakni saat Abdul Aziz bin Abdul Rahman atau dikenal dengan sebutan Ibnu Saud menguasai Makkah-Madinah.

"Ibnu Saud ini (yang) berpandangan Wahabi hendak menerapkan asas tunggal Wahabi dan memberangus madzhab-madzhab lain di dua tempat suci orang Islam dan ingin menghancurkan situs-situs peninggalan Nabi yang dianggap dapat menyeret di lembah kemusyrikan," terang Gus Shiddiq.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pada akhirnya, NU mengirimkan delegasi guna menyampaikan keberatan kepada Raja Abdul Aziz di bawah payung organisasi yang diberi nama Nahdlatul Ulama.

"Contoh di atas adalah model dakwah yang santun, damai, dan terukur? sebagaimana telah dicontohkan oleh ulama-ulama dalam penyelesaian konflik. Dan itu sukses. Sehingga kita dan anak cucu kita masih dapat menikmati situs-situs peninggalan Nabi," jelas Gus Shiddiq.

"Beda itu biasa, akan tetapi ketika perbedaan itu disikapi dengan adanya pendekatan keilmuan, secara otomatis akan timbul kebijaksanaan setiap ranah perbedaan," tegas Gus Shiddiq. (M. Sholeh Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nasional, Kiai, Nusantara Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 12 Agustus 2015

Pendiri NU dan Muhammadiyah Berguru ke Tremas

Kalangan pesantren pasti mengenal Pondok Pesantren Tremas. Paling tidak, ingat kepada sosok ulama Nusantara kaliber internasional yang bermukim dan wafat di Makkah, Syekh Mahfuzh Tremas. Namun, mungkin hanya sebagian orang yang mengetahui seluk-beluk, kisah-kisah, dan sepak terjang para kiainya yang lain. 

Kisah-kisah itu, itu kini didokumentasikan dalam Bunga Rampai dari Tremas; Dari Catatan Sejarah, Kisah Penuh Hikmah hingga Anekdot dan Cerita Khas yang Tak Terlupakan, buah karya Ahmad Muhammad. 

Pendiri NU dan Muhammadiyah Berguru ke Tremas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendiri NU dan Muhammadiyah Berguru ke Tremas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendiri NU dan Muhammadiyah Berguru ke Tremas

Buku itu ditulis dengan cuplikan-cuplikan dimulai dari riwayat singkat mencari ilmu hingga pendirian pesantren oleh Bagus Darso atau kemudian dikenal KH Abdul Manan hingga riwayat-riwayat para santri pesantren terkini, misalnya kesurupan jin. 

Kiai Abdul Manan merupakan generasi awal orang Nusantara yang menuntut ilmu di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Salah seorang gurunya pada waktu itu adalah Syekh Ibrahim Al-Bajuri. Sebelumnya, ketika di Nusantara, ia pernah nyantri di Pondok Pesantren Tegalsari, Ponorogo, semasa dengan Ronggo Warsito III. 

Kemudian setelah berguru ke berbagai tempat, Kiai Abdul Manan mendirikan pondok pesantren di Tremas. Di situlah ia mulai mengkader putra-putranya menjadi pemuka agama pilihan serta menggembleng para santri yang berdatangan. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Buah dari kaderisasi itu, di kemudian hari, salah seorang cucu KH Abdul Manan, yaitu KH Mahfuzh Tremas, menjadi salah seorang ulama terkemuka di Makkah, menjadi guru pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Cucunya yang lain, KH Ahmad Dahlan menjadi guru pendiri Muhammadiyah yang memiliki nama kecil Muhammad Darwis, yang kemudian mengubah namanya menjadi KH Ahmad Dahlan.

KH Ahmad Dahlan memiliki murid KH Ahmad Dahlan ketika ia menjadi menantu KH Saleh Darat. Di pesantren itu pula KH Hasyim Asy’ari pernah menjadi santri.      

Tremas sebagai pusat 

Kiai Abdul Manan memiliki putra yaitu KH Abdullah yang menimba ilmu di Makkah. Kiai Abdullah memiliki putra empat yakni Syekh Mahfuzh Tremas, KH Ahmad Dahlan, KH Dimyathi, dan KH Abdurrazaq. Syekh Mahfuhz Tremas memiliki keturunan yang mendirikan pesantren Busytanu Usyaqil Qur’an di Betengan, Demak, Jawa Tengah. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara KH Ahmad Dahlan memilliki putra KH Ahmad Al-Hadi yang mendirikan Pondok Pesantren di Loloan, Jembrana, Bali, sekitar tahun 1930. Pesantren itu kemudian menjadi pelopor NU Bali sejak tahun 1934 (hal 17). 

Masa keemasan pondok Pesantren Tremas terjadi pada masa KH Dimyathi Abdullah 1894-1934. Dalam catatan KH Wahid Hasyim yang ditulis Abubakar Aceh pada buku Sejarah Hidup K.H.A.Wahid Hasyim dan Karangan Tersiar, KH Dimyathi hadir pada Muktamar NU kelima di Pekalongan pada 1930. 

Pada masa KH Dimyathi, santri Pondok Pesantren Tremas pernah mencapai 2000 orang lebih. Mereka berasal dari penjuru Nusantara, termasuk Malaysia dan Singapura (hal 27). 

Menurut buku itu, ada dua faktor yang menyebabkan Tremas pada masa KH Dimyathi disebut sebagai masa keemasan, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor yang pertama adalah keberhasilan kaderisasi dari dalam pesantren itu sendiri. Empat putra Kiai Abdullah saat itu menjadi ulama jempolan sehingga Tremas menjadi pusat tujuan para pecinta ilmu.  

Kedua, lahirnya Politik Etis penjajah Belanda. Saat itu, Belanda membuka sekolah-sekolah yang menerima murid dari pribumi. Namun, sekolah itu hanya menerima murid dari kalangan bangsawan. Sehingga anak-anak rakyat biasa menyalurkan pendidikan di pondok pesantren (hal 24-25). 

Karya Tulis

Karya tulis yang dilahirkan kiai-kiai Tremas menunjukkan penguasaan ilmu mereka yang luas dan mendalam. Contohnya Syekh Mahfuzh Tremas. Karyanya yang terdokumentasi ada sekitar 20 kitab. Kitab-kitab itu menjadi rujukan di Timur Tengah dan Afrika Utara. 

Kiai lain yang memiliki karya tulis adalah adiknya Syekh Mahafudz Tremas, KH Ahmad Dahlan. Ia dikenal ahli falak sehingga hal itu melekat menjadi nama belakangnya. 

Dan tentu saja ada karya-karya lain, termasuk buku ini yang merupakan cucu dari KH Abddurozaq, serta kisah yang layak dibaca oleh kalangan pesantren untuk berkaca dengan kisahnya sendiri di pesantren masing-masing. Selamat membaca

Judul : Bunga Rampai dari Tremas; Dari Catatan Sejarah, Kisah Penuh Hikmah                              hingga Anekdot dan Cerita Khas yang Tak Terlupakan 

Penulis : Ahmad Muhammad

Penerbit         : Phoenix Publisher

Cetakan : Pertama, 2017

ISBN : 978-602-5416-12-5

Peresensi : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 28 Mei 2014

Kapolres Jombang Pimpin Apel Resolusi Jihad 500 Personel Banser

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kapolres Jombang AKBP Sujarwoko SH.Sik memimpin sendiri apel 500 personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan GP Ansor setempat di lapangan Jogoroto, Jombang, Jumat (16/10). Apel ini sekaligus menandai peringatan Resolusi Jihad serta pembukaan Diklatsar (Pendidikan dan Pelatihan Dasar) yang berlangsung mulai Jumat hingga Ahad (16-18/10).

Kapolres Jombang Pimpin Apel Resolusi Jihad 500 Personel Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolres Jombang Pimpin Apel Resolusi Jihad 500 Personel Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolres Jombang Pimpin Apel Resolusi Jihad 500 Personel Banser

Tampak dalam apel menyambut Rosulisi Jihad Ketua PCNU KH Isrofil Amar, Bupati Jombang Nyono Suharli Wijandoko, Wakil Bupati Hj Mundjidah Wahab.

Sujarwoko mendukung upaya Banser dalam menciptakan generasi muda yang tangguh melalui diklat tersebut. Kapolres Jombang ini juga meminta Banser dapat membantu tugas kepolisian dalam menciptakan rasa aman di masyarakat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Tugas menjaga dan menciptakan rasa aman di masyarakat bukan hanya tugas kepolisian, tetapi juga menjadi tugas dan tanggung jawab seluruh masyarakat. Karenanya saya minta anggota Banser dapat membantu dalam hal menciptakan keamanan di masyarakat," ujar Kapolres saat menjadi intruktur upacara.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pihaknya, kata Sujarwoko, siap membantu Banser Ansor dalam melatih pasukannya dalam hal kedisiplinan. Karena dalam menjalankan setiap tugas disiplin adalah modal utama. "Kepolisan siap bekerja sama dan membantu Ansor untuk melatih kedisiplinan pasukan Banser," tandas Sujarwoko yang langsung mendapatkan tepuk tangan pasukan Banser.

Di hadapan tidak kurang dari 500 anggota Banser yang hadir, Bupati Nyono Suharli  meminta agar anggota Banser dapat membantu pemerintah daerah dalam menyukseskan program serta visi misi. "Mari bersama-sama dengan pemerintah, kita sukseskan program pemerintah pusat maupun pemerintah daerah," pinta Nyono.

Ketua GP Ansor Jombang Zulfikar D Ikhwanto mengatakan, apel Banser diadakan dalam rangka memperingati Resolusi Jihad yang juga bersamaan dengan Diklatsar anggota anyar. "Ini untuk mengingat kembali perjuangan ulama dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mewujudkan NKRI," ujar Zulfikar.

Diklatsar Banser, Zulfikar menambahkan, dikuti sekitar 200 anggota baru. Peserta juga menerima materi bela negara yang dipandu pemateri dari Kodim 0814/Jombang. (Muslim Abdurrahman/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara, Humor Islam, Anti Hoax Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 27 September 2013

Maarif NU Jatim Berhasil Selamatkan Aset

Surabaya, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Melalui perjuangan yang tidak kenal lelah, aset organisasi yang semula bermasalah akhirnya dapat dikuasai secara aman. Ini adalah pelajaran berharga agar berhati-hati dalam melakukan pengelolaan aset supaya tidak berpindah kepemilikan.

Pengalaman itu diceritakan Ketua Pengurus Wilayah Lembaga Pendidikan Maarif NU Jawa Timur, DR Akhmad Muzakki, Selasa (11/6) terkait penyelamatan salah satu aset di wilayah Sidoarjo. Bangunan yang setiap harinya digunakan untuk proses mencetak sejumlah kebutuhan LP Maarif NU Jatim ini ternyata menyisakan kisah yang demikian panjang dan berliku.

Maarif NU Jatim Berhasil Selamatkan Aset (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif NU Jatim Berhasil Selamatkan Aset (Sumber Gambar : Nu Online)

Maarif NU Jatim Berhasil Selamatkan Aset

Dosen pasca sarjana IAIN Sunan Ampel ini menceritakan, awalnya pembelian bangunan tersebut dilakukan dengan saling percaya. "Transaksinya terjadi pada tahun 1991 yang lalu," kenangnya. Namun dalam perjalanannya, ternyata sertifikat bangunan tersebut diagunkan ke salah satu bank.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Celakanya, pihak pemilik sama sekali tidak membayar cicilan yang harusnya menjadi tangungjawabnya," terangnya. Dengan demikian, bunga dari cicilan pinjaman tersebut menumpuk. "Jumlahnya sampai ratusan juta rupiah," sergahnya.

Namun dengan pendekatan hukum dan kekeluargaan akhirnya proses penyelamatan itu berjalan sukses. "Perjalanannya sangat berliku dan menguras energi dan tenaga," kata komisioner Dewan Pendidikan Propinsi Jawa Timur ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Tidak tehitung berapa jumlah uang yang kami keluarkan untuk proses ini," katanya. "Itu tentu saja belum termasuk usaha negosiasi kepada sejumlah orang dan instansi yang tidak pernah lelah kita lakukan," lanjutnya.

Kini, bangunan yang berada di arah pintu keluar terminal Bungurasih itu telah sah menjadi miliki organisasi. "Bila dirupiahkan, harganya bisa sampai dua milyar," katanya sembari tersenyum.?

Karena itu, Muzakki berharap agar keinginan dalam menjaga dan mengamankan aset di lingkungan NU dapat menjadi kesadaran bersama.?

Ia memperkirakan bahwa di banyak tempat, kejadian serupa akan terjadi. "Karena itu untuk penataan aset adalah kebutuhan sangat mendesak," terangnya.

"Kalau hal itu sudah menjadi kesadaran bersama, dapat dipastikan bahwa NU adalah organisasi yang kaya dalam jumlah anggota serta aset yang dimiliki," pungkasnya.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor; Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara, Bahtsul Masail, Pondok Pesantren Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock