Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Koin NU Sragen Tahun Ini Ditargetkan 5 Miliar

Sragen, Kedung Sukun Adiwerna Tegal



Program “Gerakan Koin NU Nusantara Menuju Mandiri” kini telah mencapai angka Rp 2 miliar. Meski telah mendapatkan dana cukup besar, Pengurus NU Sragen akan terus meningkatkan perolehannya dengan target mencapai Rp 5 miliar.

“Tahun ini, target dapat menembus angka Rp 5 milyar,” kata Ketua LAZISNU Sragen, Suranto, saat dihubungi Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Senin (17/4).

Koin NU Sragen Tahun Ini Ditargetkan 5 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)
Koin NU Sragen Tahun Ini Ditargetkan 5 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)

Koin NU Sragen Tahun Ini Ditargetkan 5 Miliar

Menurutnya, angka tersebut diharapkan dapat tercapai, mengingat potensi warga NU yang tersebar di 20 kecamatan wilayah Kabupaten Sragen.

Dipaparkan Suranto, program ini telah berjalan hampir satu tahun. “Berjalan bertahap dari 20 kecamatan. Paling awal MWCNU Karang Malang, yakni setahun lalu. Kemudian yang terbaru MWCNU Kalijambe baru mengawali,” ungkap dia.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk saat ini, lanjut Ranto, pemanfaatan dana baru digunakan untuk menambah jumlah kotak koin, yang kemudian akan dibagikan ke jamaah secara cuma-cuma. “Ada 38.591 kotak koin yang sudah kita bagikan ke warga dan akan terus bertambah,” terangnya.

Sebelumnya program “Gerakan Nasional Koin NU” di wilayah NU Sragen juga telah mendapatkan apresiasi langsung dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj.

Apresiasi Kiai Said disampaikan langsung saat membuka peresmian“Gerakan Nasional Koin NU” di Sragen, belum lama ini (14/4). (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawii)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Bahtsul Masail, Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Datangi Bareskrim, Ahok Klarifikasi Al-Maidah 51

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal



Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendatangi Kantor Bareskrim Polri, di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat untuk berkoordinasi dengan penyidik terkait kasus dugaan penistaan agama tertentu yang melibatkannya.

"Saya pikir saya datang supaya bisa memberikan klarifikasi kepada polisi atas kasus di Pulau Seribu. Yang soal surat Al Maidah," kata Gubernur Ahok, di Jakarta Pusat, Senin.

Datangi Bareskrim, Ahok Klarifikasi Al-Maidah 51 (Sumber Gambar : Nu Online)
Datangi Bareskrim, Ahok Klarifikasi Al-Maidah 51 (Sumber Gambar : Nu Online)

Datangi Bareskrim, Ahok Klarifikasi Al-Maidah 51

Ahok pun langsung bergegas masuk ke dalam kantor Bareskrim. "Nanti ya, nanti ya," katanya pada awak media.

Sementara Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Agus Andrianto mengatakan Bareskrim belum menjadwalkan pemeriksaan Ahok dalam kasus ini. "Dia (Ahok) datang atas inisiatif sendiri. Dia minta waktu untuk diperiksa," kata Brigjen Agus saat dikonfirmasi.

Sejauh ini polisi sudah meminta keterangan sembilan orang saksi termasuk penyebar video ke media sosial dan staf gubernur. Polisi juga telah menyambangi Kepulauan Seribu untuk meminta keterangan warga setempat soal video pidato Ahok.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebelumnya, potongan video Ahok berbicara di hadapan warga Kepulauan Seribu beredar viral di media sosial karena dirinya menyebutkan adanya pihak-pihak yang melarang untuk memilih pemimpin non-muslim dengan dasar isi dari surat Al Maidah ayat 51, sehingga pernyataannya tersebut mengundang kontroversi publik.?

Ahok sudah menyampaikan klarifikasi melalui akun Instagram miliknya, @basukibtp dan menganjurkan masyarakat melihat langsung video versi utuh agar dapat menerima pernyataannya secara lengkap tanpa dipotong, terutama pada menit 23.40 hingga 25.35. (Antara/Mukafi Niam)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota

Sumenep, Kedung Sukun Adiwerna Tegal 

Baitul Mal wat Tamwil Nuansa Umat (BMT NU) Gapura menggelar rapat tahunan dengan melibatkan perwakilan 150 anggota dari jumlah anggota 2.500 arang, Rabu (2/1) di Aula MWC NU Gapura. 

BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota

Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua PCNU Sumenep H A. Pandji Taufiq dan Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi dan SDM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumenep, Akhmad Zaini.

Rapat Anggota Perencanaan (RAP) Tahun Buku 2013 tersebut membahas enam hal, yaitu pembahasan perubahan standar operasional manajemen ( SOM) dan standar operasional prosedur (SOP), pembahasan program jangka pendek dan jangka panjang tahun 2013-2015, pembahasan program prioritas tahun 2013, pembahasan program kerja tahun 2013, pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) tahun 2013, dan pengesahan hasil RAP.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi dan SDM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumenep, Akhmad Zaini, mengapresiasi keberadaan BMT NU Gapura. 

“Pengurus dan pengelola dari tahun 2004 sampai 2012 sudah menampakkan kinerja yang baik. Hal ini dapat dilihat dari prestasi yang telah diraih,” katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selama ini, penghargaan yang sudah diraih adalah Juara 1 Tingkat Jawa Timur kategori Koperasi Jasa Keuangan Syariah, Juara 1 Expo Ekonomi Syariah, Juara 2 Tingkat Jawa Timur Koperasi Simpan Pinjam Konvensional-Syariah dan masuk Nominasi Liputan 6 SCTV Award.

“Tahun 2012 Bupati Sumenep menerima penghargaan Paramdhana Utama Nugraha Koperasi berkat sumbangan kinerja dari KJKS BMT NU Gapura,” terangnya.

Ia mengingatkan, pengelola BMT NU sekalipun sudah berhasil mendirikan beberapa cabang koperasi tidak puas sampai disitu. “Namun jangan sampai merasa puas dengan hal itu. Maka, kinerjanya perlu terus ditingkatkan,” pesannya.

Sementara Ketua PCNU Sumenep H A Pandji Taufiq daam sambutannya mengajak hadirin agar menjalin kerjasama do’a, dukungan, dan aksi nyata untuk mengembangkan BMT NU kedepan.

“Ini dalam rangka share kenikmatan Allah antar Nahdliyyin biar bisa memperkuat  NU,” katanya.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: M Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ubudiyah, Nusantara, Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Ini Adab Menyembelih Hewan Qurban menurut Rais Syuriyah PBNU

Pringsewu, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin, MAg menyikapi praktik di masyarakat dalam menyembelih hewan hewan qurban. Menurut Gus Ishom, panggilan akrabnya, di masyarakat sering dipraktikkan tata cara menyembelih hewan qurban yang tidak menggunakan adab atau tata penyembelihan yang baik.

Ini Adab Menyembelih Hewan Qurban menurut Rais Syuriyah PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Adab Menyembelih Hewan Qurban menurut Rais Syuriyah PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Adab Menyembelih Hewan Qurban menurut Rais Syuriyah PBNU

Hal ini disampaikan Gus Ishom di depan Jamaah Ngaji Ahad (Jihad) Pagi, Ahad (20/9) yang rutin dilaksanakan di Gedung NU Pringsewu. Jihad Pagi ini dimoderatori oleh H Sujadi yang merupakan Mustasyar PCNU Pringsewu.?

Gus Ishom menyebutkan hal-hal yang seharusnya tidak dilakukan petugas penyembelih adalah dengan menyembelih hewan qurban di depan hewan qurban lain. "Jangan lakukan tindakan yang seakan meneror kepada hewan-hewan qurban lain. Makanya kadang ada ditemukan hewan yang mengamuk sebelum disembelih karena diteror seperti itu," ungkapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Tindakan teror lain yang tidak sesuai dengan adab menyembelih adalah menghunus alat menyembelih di depan hewan qurban. "Kadang malah ada penjagal yang mengasah pisaunya di depan kepala hewan yang akan di sembelih. Hal ini tidak baik dilakukan karena para sahabat nabi pernah mengingatkan akan hal-hal tersebut," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain hal itu, Gus Ishom juga menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berqurban ditinjau dari Ilmu Fiqh. Hal tersebut di antaranya mengenai diperbolehkannya melakukan qurban yang diniatkan untuk orang lain atau orang yang sudah meninggal dunia. Hal ini dijabarkan Gus Ishom dengan merujuk kepada Kitab Fiqh Bajuri Juz 2 halaman 378.

Dalam kitab tersebut juga dijelaskan bahwa qurban ada yang hukumnya sunnah dan ada yang wajib. "Sunnah jika memiliki niatan mendekatkan diri kepada Allah dan wajib jika yang akan berqurban memiliki nadzar atas qurbannya," terangnya. "Dan yang wajib ini, yang berqurban tidak diperbolehkan memakan daging qurbannya," tambahnya.

Berkaitan dengan hal ini, H Sujadi berharap materi yang telah disampaikan dapat menambah pemahaman agar dapat berkurban sesuai dengan tuntunan. "Mudah mudahan seluruh qurban dan pengorbanan yang dilakukan di Hari Raya Idul Adha kali ini di terima oleh Allah SWT," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Ubudiyah, Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Tentara Myanmar Buka Penyelidikan Internal Kekejaman atas Rohingya

Yangon, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Militer Myanmar mengaku mulai mengadakan penyelidikan internal atas perilaku tentaranya atas tudingan adanya praktik pembunuhan terhadap Muslim Rohingya.

Tentara Myanmar Buka Penyelidikan Internal Kekejaman atas Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Tentara Myanmar Buka Penyelidikan Internal Kekejaman atas Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Tentara Myanmar Buka Penyelidikan Internal Kekejaman atas Rohingya

Sebuah komite untuk menangani masalah ini telah dibentuk dan dipimpin Letnan Jenderal Aye Win. Meskipun, militer Myanmar tetap bersikeras bahwa operasi bersenjata yang mereka lakukan dibenarkan konstitusi, seperti dilaporkan Reuters.

Sebuah pernyataan yang dimuat di halaman Facebook Komandan Militer Jendral Senior Min Aung Hlaing mengungkapan bahwa panel akan bertanya kepada personel, "Apakah mereka mengikuti kode etik militer? Apakah mereka benar-benar mengikuti perintah selama operasi? Setelah itu (komite) akan merilis informasi secara lengkap."

Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai ada "pembersihan etnis" oleh tentara Myanmar. Tindakan tersebut dilakukan dengan sengaja dan sistematis yang melibatkan operasi bersenjata. Bahkan, upaya pengusiran permanen dengan mencegah Rohingya kembali pulang pun dilancarkan.

Myanmar menampik tudingan adanya praktik pemusnahan etnis. Militer setempat juga menunjukkan empati yang kurang terhadap Rohingya. Sebelumnya, Jendral Min Aung Hlaing menyatakan bahwa Muslim Rohingya bukan bagian dari penduduk asli negaranya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia juga tampak enggan menanggapi tuduhan pelanggaran yang dilakukan oleh tentara di bawah kendalinya dengan menuduh balik bahwa media telah melebih-lebihkan jumlah pengungsi yang melarikan diri dari Myanmar.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Saat ini lebih dari setengah juta orang Rohingya memadati kamp pengungsian di Bangladesh. Jumlah pengungsi terus bertambah meskipun Myanmar mengklaim operasi militer berhenti pada 5 September. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pesantren, Cerita, Berita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

PMII: Kembalikan Kedaulatan di Tangan Rakyat!

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Tema besar Harlah ke-52 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) adalah Kembalikan Kedaulatan di Tangan Rakyat.?

Hal itu ditegaskan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Addin Jauharudin selepas acara bertajuk ? Pengajian Maulid Nabi SAW dan Tasyakuran Harlah PMII ke 52 di Graha Mahbub Djunaidi, Jakarta, Senin, (16/4).?

PMII: Kembalikan Kedaulatan di Tangan Rakyat! (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII: Kembalikan Kedaulatan di Tangan Rakyat! (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII: Kembalikan Kedaulatan di Tangan Rakyat!

“Tujuan menggunakan tema itu, selain posisinya di kampus, PMII harus terjun langsung ke masyarakat. Terlibat langsung dalam melakukan pengorganisiran. Jika di suatu daerah ada konflik agama, pertanahan, pertambangan, PMII harus jadi garda terdepan dalam membela mereka dengan mengadvokasi di daerah itu,” tegas Addin. ?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Addin mencontohkan masyarakat yang bermasalah dengan tambang misalnya, kader PMII mengadvokasi pajak progresif pertambangan, advokasi perusakan lingkungan, ketidakadilan ekonomi, juga memberikan pendidikan masyarakat soal tambang.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Sehingga betul-betul masyarakat tidak dijadikan alat legitimasi perusahaan-perusahaan setempat,” terangnya.?

Hal senada diungkapkan Ketua Panitia Harlah ke-52 tahun PMII Zaini Mustakim. Menurutnya, fakta dari peristiwa-peristiwa yang muncul, kedulatan di tangan rakyat itu hanya gembor-gembor saja.?

“Tata kelola petambangan di Indonesia, di Bima misalnya, belum berpihak kepada rakyat. Padahal bumi, air, dan yang terkandung di dalamnya, dikuasia negara dan digunakan sebesarnya untuk rakyat. Nah, seharusnya ada keterlibatan rakyat di situ,” ujarnya.?

“Dengan demikian hari ini, kedaulatan harus dikembalikan ke tangan rakyat,” tegasnya.?

Redaktur : Syaifullah Amin

Penulis ? ? : ? Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Cerita, Makam, Tegal Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Presiden Sambut Grand Syekh Al-Azhar di Istana Negara

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima kedatangan Grand Syekh Al-Azhar  Prof Dr Syekh Ahmad Muhammad Ahmad Ath-Thayyeb beserta Majelis Hukama di Istana Negara, Senin (22/01) sebagaimana dikutip dari laman kemenag.go.id.

Selain Presiden Jokowi, kedatangan Grand Syekh Al-Azhar ini juga disambut oleh para menteri Kabinet Kerja, antara lain Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Pertemuan Presiden Jokowi dengan Grand Syekh Al Azhar dan para menteri berlangsung tertutup.

Presiden Sambut Grand Syekh Al-Azhar di Istana Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Sambut Grand Syekh Al-Azhar di Istana Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Sambut Grand Syekh Al-Azhar di Istana Negara

Usai pertemuan, Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir memberikan keterangan bahwa kedatangan Grand Syaikh Al-Azhar di Indonesia mempunyai beberapa agenda, seperti berkunjung ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Malang, dan Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. 

Disampaikan Fachir, Al-Azhar merupakan Perguruan Tinggi Islam yang sangat terkenal di Indonesia. Al-Azhar tidak sedikit menarik mahasiswa Indonesia. Saat ini saja tercatat lebih dari 3500 mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di Al-Azhar.  

“Al-Ahar banyak melahirkan tokoh-tokoh luar biasa di Indonesia hingga sekarang ini. Selamat datang dan terima kasih atas kesediaannya datang ke Indonesia,” kata Fachir.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mewakili Presiden Jokowi, Fachir mengucapkan terima kasihnya kepada Grand Syekh Al-Azhar yang telah memberikan pengetahuan kepada mahasiswa Indonesia. Al-Azhar adalah perguruan tinggi yang sangat moderat, sama seperti perguruan tinggi di Indonesia yang memiliki toleransi dan moderasi yang cukup baik. Bahkan, Presiden memberikan apresiasinya, telah membangun dan sudah meresmikan empat gedung asrama Mahasiswa di Mesir yang dapat juga diperuntukkan bagi mahasiswa asing lainnya.

Mantan Menlu Alwi Shihab yang juga hadir dalam pertemuan itu menyampaikan harapannya kepada Grand Syekh Al-Azhar, agar dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat Muslim Indonesia, dan membimbing mahasiswa Indonesia di Mesir untuk menyebarkan kembali Islam yang jauh dari ekstrimisme dan jauh dari kekerasan. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Terima kasih kepada Syekh Al-Azhar telah mengunjungi Indonesia dan Presiden akan berkunjungan ke Mesir dalam waktu dekat,” terangnya.

Ditambahkan Alwi, Presiden juga mengucapkan terima kasih kepad Al-Azhar karena selain memberikan beasiswa kepada mahasiswa Indonesia, juga telah mengutus ulama setiap tahunnya. 

“Tahun ini saja, ada 30 dai dari Al-Azhar datang ke Indonesia untuk memberikan pendidikan di Indonesia. Pertemuan ini cukup baik dan bermanfaat,” kata Alwi Shihab. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Tips Paling Jitu Bisa Menulis adalah Menulis

Surabaya, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk dapat menulis dengan baik dan lancar, tips paling jitu adalah menulis itu sendiri. Hal ini dikatakan oleh Sururi Arumbani, Ahad (20/3). Wakil Ketua PW Lembaga Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Jawa Timur ini menyampaikan pesan tersebut pada acara Madrasah Jurnalistik yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Sunan Kali Jogo Simo Kalangan Surabaya.

Tips Paling Jitu Bisa Menulis adalah Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Tips Paling Jitu Bisa Menulis adalah Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Tips Paling Jitu Bisa Menulis adalah Menulis

Dalam pandangan Pemimpin Redaksi TV9 ini, betapa para sahabat dan ulama salafus shalih telah memberikan pelajaran berarti bagi terjaganya al-Quran, Hadits hingga kitab kuning yang hingga kini dapat dibaca dan dipelajari. "Bagaimana kalau saat masa sahabat tidak ada penulis?" tanya dia kepada peserta yang hadir.

Karena dalam catatan sejarah, telah banyak para syuhada yang wafat akibat perang di awal perkembangan Islam. "Demikian pula kita harus berterima kasih karena setelah masa sahabat juga banyak penulis kitab produktif yang hingga kini karyanya dapat kita pelajari," kata Kang Sururi.

Dia berharap para peserta Madrasah Jurnalistik untuk terus melatih kemampuan menulis. "Setiap kali ada ide segera tulis itu di buku, jangan sampai hilang," pesannya. Dan agar bisa menulis dengan baik, maka resep yang paling jitu adalah terus menulis, lanjutnya.

Kegiatan Madrasah Jurnalistik ini hasil kerjasama pesantren setempat dengan PW LTNNU Jatim. Selama mengikuti kegiatan, puluhan peserta santri putra dan putri mendapatkan materi berupa penulisan berita, artikel, wawancara serta menejemen redaksional.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

KH Mukhsin Nurhadi selaku pendiri dan pengasuh pesantren sangat berharap kegiatan tersebut bisa melahirkan santri penulis yang juga mampu mengelola majalah pesantren. "Kami sudah memiliki majalah yang rutin terbit dua bulan sekali," katanya. Namun karena keterbatasan pengelola, sudah enam bulan majalah tersebut tidak terbit.

Salah seorang pengasuh, Gus H Nafi Mubarok juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai sarana untuk menambah keterampilan santri dalam tulis menulis. "Umat Islam memiliki kelemahan dalam hal tulis menulis," kata Gus Nafi sapaan akrabnya. Padahal jariyah yang tidak akan putus antara lain adalah dengan menulis, lanjutnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebagai ilustrasi, para sahabat tidak banyak berkomentar terkait perilaku dan apa yang disabdakan Nabi Muhammad SAW. "Yang dilakukan mereka adalah menulis," katanya. Karena itu meski terpisah dalam rentang waktu yang demikian panjang, keberadaan al-Quran, hadits dan kitab kuning masih terjaga dengan baik.

Para peserta mendapatkan materi dan didampingi oleh A Afif Amrullah selaku sekretaris Madrasah Jurnalistik yang juga Redaktur Pelaksana Majalah AULA PWNU Jatim. Juga ada Moch Rofii Boenawi dari Kedung Sukun Adiwerna Tegal, serta Sururi Arumbani.

Usai mendapatkan materi, peserta melakukan diskusi kecil sebagai tindak lanjut dari materi yang telah diterima. Sejumlah masalah dalam hal pengelolaan media dan apa saja isi dari majalah yang akan diterbitkan pesantren ini dibahas secara intensif. Diharapkan bulan depan Majalah Sunan Kali Jogo bisa terbit dan menyapa pembaca secara rutin. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

500 Fatayat Larangan Ikuti Penyuluhan Kesehatan Ibu Hamil

Brebes,Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes mengadakan Penyuluhan Kesehatan ibu hamil. Kegiatan dengan narasumber dokter spesialis kandungan dan kebidanan dr Sigit Laksmana MSi MEd SpOG diikuti tak kurang 500 peserta.

Ketua PAC Fatayat Khurmah menuturkan, biasanya jika menghadirkan mubaligh kehadiran peserta sekitar 70%, namun saat menghadirkan dokter spesialis kandungan dan kebidanan malah animo anggota yang hadir lebih dari 100%.

500 Fatayat Larangan Ikuti Penyuluhan Kesehatan Ibu Hamil (Sumber Gambar : Nu Online)
500 Fatayat Larangan Ikuti Penyuluhan Kesehatan Ibu Hamil (Sumber Gambar : Nu Online)

500 Fatayat Larangan Ikuti Penyuluhan Kesehatan Ibu Hamil

Ia menyebutkan, pada kegiatan yang berlangsung di Aula KPN Kecamatan Larangan, Sabtu (9/5) tersebut, panitia mengirim 400 undangan. Ternyata yang hadir lebih target. Ini artinya anggota Fatayat yang ingin dapat pengetahuan tentang kesehatan berharap penuh.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sigit dalam penyuluhannya, menekankan pentingnya gizi ibu hamil saat seorang ibu sedang mengandung selama 9 bulan, jika ingin bayinya sehat, maka suami juga berperan penting untuk memperhatikan gizi ibunya dan juga bayinya.

"Ibunya harus periksa rutin di Posyandu atau di layanan kesehatan. Bawalah buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) saat memeriksakan kandungannya,” katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia menyarankan ibu hamil untuk memeriksa lewat USG (ultrasonography) selama 4 kali. Jika ingin gratis 3 kali, bisa ke RSUD Brebes atau Bumiayu, tapi syaratnya ikut jadi peserta BPJS. Jika tidak punya, maka harus bayar.

Salah satu peserta, Suci Indah Ati merasa senang acara seperti ini, karena bisa bertanya langsung ke ahlinya. Pengalamannya saat hamil anak pertama, bisa langsung terjawab. Walau baru sekali mendengarkan, tapi ia merasa mendapat banyak pengetahuan tentang kandungan dan persalinan.

Salah satu Tim Relawan Penyuluh Kesehatan Kabupaten Brebes dari komunitas Facebook Celoteh Brebes Membangun (CBM) Rumono Aswad menanggapi kegiatan itu dengan apresiatif. "Ini awal yang baik untuk mendongkrak IPM bidang kesehatan di Kecamatan Larangan. Mudah-mudahan diikuti kecamatan yang lain." (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal PonPes, Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Hukum Pentas di Panggung Stand Up Comedy

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Pengasuh rubrik Bahtsul Masail Kedung Sukun Adiwerna Tegal yang baik, saya ingin menanyakan perihal pelawak khususnya yang mengarang cerita semisal Stand Up Comedy yang mengarang cerita bohong agar penonton tertawa. Saya pernah mendengar seorang ustadz mengatakan tentang hadits Rasulullah mengenai celakanya seseorang yang berdusta dalam bercanda.

Hukum Pentas di Panggung Stand Up Comedy (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Pentas di Panggung Stand Up Comedy (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Pentas di Panggung Stand Up Comedy

Saya seorang yang suka sesekali menonton lawak dan stand up comedy untuk sedikit melupakan kepenatan, dan biasanya saya mengerti bagian mana yang dilebih-lebihkan, mana yang jujur, dan mana yang bohong. Apakah hukumnya mutlak haram dalam Islam? Apa hukum menonton acara lawak yang ceritanya cenderung dikarang-karang agar penonton tertawa? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Assalamu ‘alaikum. wr. wb. (Riski Agustin Kuswanto/Sidoarjo)

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya kepada kita semua. Islam tidak meminta manusia untuk memasang wajah serius seumur hidup. Pada sisi lain Islam juga menyadari bahwa manusia sesekali perlu tersenyum, bahkan tertawa. Dari sini kita dapat memahami bahwa segala sesuatu itu perlu wajar-wajar saja, tidak berlebihan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Tetapi dalam kondisi apapun Islam menghendaki kejelasan antara kejujuran dan kebohongan. Jangan sampai masyarakat kehilangan pegangan karena kekaburan pembatas antara keduanya. Oleh karena itu Rasulullah SAW melarang seseorang yang membuat orang lain tertawa dengan suatu kebohongan.

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ?". ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?."

Artinya, “Kalau ada yang bertanya, ‘Bacaan Akhbarul Hamqa wal Mughaffalin [Hikayat Orang-orang Dungu dan Lalai-penerjemah] bikin tertawa. Bukankah ada hadits nabi yang berbunyi, ‘Sungguh, seseorang yang mengeluarkan satu kata sekalipun yang dapat membuat orang di sekitarnya tertawa akan jatuh karenanya [ke jurang neraka] melebihi jarak bumi dan bintang Tsurayya?’’ Jawabnya, ‘Hadits ini bisa dipahami karena unsur dusta di dalam cerita humornya. Hal ini diperjelas oleh hadits, ‘Celakalah seseorang yang berbicara kepada orang lain, lalu berdusta sehingga orang lain tertawa.’’ Hanya saja terkadang seseorang boleh berbicara atau mendongeng dengan maksud membuat orang lain tertawa. Di dalam Shahih Muslim, Sayyidina Umar bin Khattab mengatakan, ‘Aku akan bicara kepada Rasulullah SAW dengan kalimat yang dapat membuatnya tertawa.’ Kukatakan kepadanya, ‘Ya Rasulullah, kalau kaulihat anak perempuan Zaid–istri Umar–meminta nafkah kepadaku, akan kupukul lehernya.’ Rasulullah SAW tertawa mendengarnya,” (Lihat Abdurrahman Ibnul Jauzi Al-Baghdadi, Akhbarul Hamqa wal Mughaffalin, Beirut, Darul Fikr, cetakan pertama, 1990 M/1410 H,? halaman 19).

Larangan Rasulullah SAW dalam hadits di atas dapat dipahami karena kejujuran dan kebohongan sulit dibedakan sehingga tidak ada batasan antara keduanya yang dapat menjadi pegangan masyarakat. Sementara di masa kini batasan antara keduanya tampak jelas karena sekarang ini komedi-komedi semacam itu dibuat dalam forum dan waktu khusus sehingga masyarakat tidak perlu menganggap serius cerita rekaan dan sandiwara ringan komedian di panggung.

Kebohongan kadang diperlukan atau semacam siasat untuk menghindari ketersinggungan pihak tertentu. Kebohongan dalam forum komedi ini jelas bukan untuk dipercaya sebagai sebuah kebenaran. Semua cerita rekaan yang disampaikan di forum ini justru dipahami sebagai hiburan, pelepas penat dan jenuh. Bahkan kalau memungkinkan, kita mengambil pelajaran darinya, bukan dipahami secara harfiah.

Adapun perihal hukum, Islam tidak mengharamkan seseorang melawak atau membuat orang lain tertawa. Hanya saja kalau intensitasnya berlebihan menjadi makruh.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ?"? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Membuat orang lain tertawa terus-menerus adalah sesuatu yang dimakruh. Sedangkan tertawa sesekali bukan sesuatu aib tercela. Rasulullah SAW terkadang tertawa hingga tampak gigi gerahamnya. Tetapi tertawa keseringan juga dimakruh karena sabda Rasulullah SAW yang berbunyi, ‘Banyak tertawa membuat hati mati.’ Sementara lepas penat (hibur diri) dengan semua (komedi dan humor-penerjemah) itu di waktu-waktu tertentu sama penting dengan garam secukupnya di sebuah panci masakan,” (Lihat Abdurrahman Ibnul Jauzi Al-Baghdadi, Akhbarul Hamqa wal Mughaffalin, Beirut, Darul Fikr, cetakan pertama, 1990 M/1410 H,? halaman 19).

Demikian yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal IMNU, Cerita, Pahlawan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Ribuan Warga Antusias Ikuti Pengajian Tastafi

Pidie-Aceh, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ribuan warga Kabupaten Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam, khususnya kecamatan Mutiara tumpah ruah mengikuti pengajian Tasawuf, Tauhid dan Fikih (Tastafi) Kamis (28/8) tadi malam yang diasuh oleh Syekh Hasanoel Basri HG atau yang akrab disapa Abu MUDI.

Ribuan Warga Antusias Ikuti Pengajian Tastafi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Antusias Ikuti Pengajian Tastafi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Antusias Ikuti Pengajian Tastafi

Pengajian ini dipusatkan di Mesjid Baitul A’la Lil Mujahidin (Mesjid Abu Beureueh). Tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti pengajian ini membuat Jamaah membludak hingga di luar mesjid, meskipun dalam Mesjid sendiri jamaah sudah duduk berdesakan.

Tgk. Muhammad Iqbal Jalil menyampaikan, panitia telah berusaha semaksimal mungkin untuk mensosialisasikan kegiatan ini. Bahkan untuk ke depan, sosialisasi pengajian ini juga akan menggunakan aplikasi sms gateway dan sms massal agar akses informasi mengenai jadwal kegiatan pengajian dan zikir akbar semakin meluas. Pihak panitia juga telah berkoordinasi dengan geusyik untuk memberikan himbauan kepada masyarakat

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebelumnya, pengajian Tastafi telah pernah beberapa kali diadakan di Mesjid Abu Beureueh ini, namun jadwalnya belum ditetapkan secara reguler. Rencananya, ke depan Abu MUDI dijadwalkan akan mengisi pengajian Tastafi pada malam jumat terakhir di setiap bulannya, sedangkan pada malam jumat yamh lain diadakan zikir secara rutin yang dipimpin oleh Waled Abubakar, salah seorang munaffis Thariqat Naqsyabandiyyah.

Warga Mutiara juga sangat mengapresiasi kinerja pengurus Mesjid, di mana saat ini suasana Mesjid yang bernilai sejarah ini semakin hidup dengan kegiatan-kegiatan zikir dan dakwah. Kegiatan itu sendiri semakin memotivasi masyarakat untuk memakmurkan Mesjid. Selain pengajian bulanan dan mingguan, di Mesjid Baitul A’la Lil Mujahidin ini juga diadakan pengajian harian setelah subuh. Kegiatan ini semuanya adalah salah satu upaya untuk mendukung pelaksanaan syariat Islam secara kaffah di bumi Serambi Mekah. (Muhammad Iqbal Jalil/Anam)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Cerita, Budaya Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Menag: Keragaman Adalah Jati Diri Bangsa

Bogor, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Keragaman, termasuk dalam keragaman beragama, adalah jati diri bangsa. Demikian disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang hadir sebagai pembicara utama dalam Temu Kebangsaan Orang Muda, Sabtu, (9/4) di Cico Resort, Bogor.?

Sejak dulu, papar Menag, Indonesia sudah kaya akan ? ritual keagamaan, terbukti ada selamatan kelahiran warga di masyarakat Indonesia. Dan jauh setelah meninggal dunia pun, seseorang masih dikirimi doa-doa. Dan itu dilakukan oleh banyak agama.

Menag: Keragaman Adalah Jati Diri Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Keragaman Adalah Jati Diri Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Keragaman Adalah Jati Diri Bangsa

Menag mengatakan bangsa Indonesia telah mengalami proses yang panjang. Sejarah menunjukkan, bahwa bangsa Indonesia sangat beragam.?

“Kalau ditarik dari perspektif agama, Tuhan memang menciptakan kita dalam wujud keberagaman. Keragaman adalah sunnatullah, atau dengan bahasa lain memang begitulah kehendak Tuhan Yang Maha Esa,” terang Menag di hadapan sekitar seratus hadirin yang mememuhi ruangan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selanjutnya Menag menyebut dalam perumusan UUD 1945, terjadi perdebatan, tetapi nilai-nilai agama yang dipegang oleh para pendahulu bangsa dijadikan sesuatu yang mampu menyatukan Indonesia. Dengan demikian religiusitas menjunjung tinggi nilai agama. Dan nilai-nilai keagamaan lah yang sesungguhnya menyatukan bangsa Indonesia.

Melengkapi paparannya, Menag membuat gambar sebuah bangun persegi panjang berukuran besar. Lalu Menag membuat garis-garis vertikal dan horisontal sehingga di dalam persegi panjang itu, terbentuk persegi panjang-persegi panjang lainnya.

“Menurut Anda berapa jumlah persegi panjang yang ada sekarang?” tanya Menag kepada peserta. Langsung saja para peserta menebak jumlah segi panjang yang ada.

Menag lalu menjelaskan satu gambar bisa melahirkan banyak persepsi atau pemahaman. Dari analogi itu terungkap bahwa dalam beragama Tuhan adalah satu. Kitab suci yang dipegang oleh penganut masing-masing agama juga satu. Orang suci yang diutus Tuhan juga ada satu. Tetapi, pemahaman keagaamaan itulah yang beragam.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Islam misalnya banyak ahli tafsir yang menerjamahkan Al-Quran, memiliki pemahaman-pemahaman tergantung ? cara pandang, paradigma, dan seterusnya. Demikian juga Alkitab, saya pikir tidak tunggal. Terbukti ada sekte-sekte,” kata Menag.

Menag melanjutkan, keragaman ini muncul sesungguhnya karena keterbatasan manusia. Manusia melihat sesuatu berdasarkan perspektif atau sudut pandang yang tak sama, karena memang manusia memiliki keterbatasan. Tuhan menciptakan keragaman agar manusia yang terbatas bisa saling melengkapi, sehingga bisa saling memperkaya dalam memahami kebenaran yang mutlak.?

Keberagaman agama tampak dalam sisi luar atau ritual. Tetapi bermuara pada pada satu hal sama. Agama apa pun pasti menjunjung misalnya hak asasi manusia, keadilan, dan upaya menyejahterakan manusia.

Oleh karena itu, Menag mengimbau agar kita tidak terjebak pada persoalan konflik, karena melihat sisi luar kebaragaman yang memang berbeda dan tak mungkin disatukan.?

“Tetapi kita dijalin oleh nilai-nilai agama, atau sisi dalam dari agama, sehingga tidak perlu terlalu fanatik yang berlebihan. Sisi dalam itulah yang menjadi esensi beragama,” ungkap Menang. (Kendi Setiawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Cerita, Kiai, Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli

Jeddah, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Apa kira-kira oleh-oleh dari Mekkah yang paling dicari? Ada dua, air zam-zam dan kurma. Karena itulah Elmazroi, perusahaan pengemasan air zam-zam untuk jamaah haji saat kepulangan, menjamin kualitas dan orisinalitas air yang ditemukan Nabi Ismail itu tidak berubah hingga sampai di Tanah Air.

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli (Sumber Gambar : Nu Online)
Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli (Sumber Gambar : Nu Online)

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli

Artinya, zam-zam mereka asli.

"Kami jamin kualitas zam-zam ini karena diterima dari sumbernya yang dikelola kerajaan. Dikemas secara higenis dan aman hingga sampai ke Tanah Air," kata Ali Saieed Elmazroi, di Jeddah, Sabtu. Nama keluarganya dijadikan merek dagang zam-zam itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ali yang didampingi Manajer Marketing Elmazroi, Ujang Abdullah, menjelaskan, kualitas zam-zam itu dijamin Kerajaan Arab Saudi karena yang mengelola air zam-zam adalah pemerintah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kami hanya membayar kontainer air, sedangkan isinya gratis untuk jamaah haji," kata Ali Elmazroi.

Untuk tahun ini, Kerajaan Arab Saudi mengganti kemasan yang semulanya berbentuk jerigen kotak, maka tahun ini berbentuk galon berisi lima liter. Galon dinilai lebih kuat dan tidak tumpah.

Perusahaan itu sudah bekerja sama dengan Garuda sejak 11 tahun lalu. "Kami mampu mempersiapkan air zam-zam hingga 140.000 galon perbulan sesuai dengan kebutuhan jamaah haji Indonesia," kata pengusaha yang juga memasok air zam-zam untuk kebutuhan di tanah air.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Bahtsul Masail, Cerita, Kajian Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Fasilitasi Bakat Pelajar, PP IPPNU Gelar Pelatihan Media Kreatif dan Sehat

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) melalui departemen komunikasi dan informasi menggelar pelatihan yang bertajuk Creative Media Youth School yang berlangsung sejak Kamis (5/10) di Gedung Kantor Pusat Tik Nasional, Ciputat, Tangsel. Acara ini digelar selama tiga hari ini.

Pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Balitbang SDM) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Basuki Yusuf Iskandar.

Fasilitasi Bakat Pelajar, PP IPPNU Gelar Pelatihan Media Kreatif dan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Fasilitasi Bakat Pelajar, PP IPPNU Gelar Pelatihan Media Kreatif dan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Fasilitasi Bakat Pelajar, PP IPPNU Gelar Pelatihan Media Kreatif dan Sehat

Ia dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertumbuhan atau dinamika teknologi begitu kencang oleh karena itu sudah selayaknya para pelajar-pelajar dapat menggunakan media dengan produktif dan bermanfaat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia berharap, para peserta dapat memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya untuk menggali ilmu pengetahuan yang lebih dalam perkembangan media, teknologi dan dapat melihat perspektif global.

“Nantinya, ilmu yang sudah diperoleh dari pelatihan ini, dapat diimplementasikan di daerah masing-masing dan dapat menggunakan media dengan cerdas, sehingga para peserta ini dapat memberikan kontribusinya sebagai generasi yang cerdas dalam besosial media,” jelasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Seketaris Umum IPPNU Zaimah Imamatul Baroroh menyatakan bahwa di Indonesia saat ini banyak pelajar-pelajar kreatif dan cerdas. “Jika difasilitasi, diberikan training-training, maka akan sangat bermanfaat untuk menjadi instruktur sebaya di bidang media dan menjadi pelopor pengguna media sosial yang cerdas dan bijak,” katanya.

“Saya menyampaikan salam dari Ketua Umum IPPNU Puti Hasni yang saat ini sedang berada di Jepang untuk mengikuti Program Jenesys 2017, ia menyampaikan selamat dan sukses untuk teman-teman yang telah mengikuti acara pelatihan ini,” katanya.

Menurut Zaimah, IPPNU berperan aktif untuk menjembatani para rekanita di dalam memperkaya pengetahuan mengenai media. Kita dari pimpinan pusat berinisiatif dengan membuat pelatihan Creative Media Youth School. Hal ini diharapkan menjadi wadah bagi generasi millenial agar semakin melek media dan haus akan pengetahuan sehingga dapat meningkatkan sensitivitas terhadap keberagaman di media.

Pengetahuan dan pemahaman mengenai ilmu-ilmu di dalam menguasai media menjadi urgensi bagi diri kita sebagai filter dalam menghadapi modernisasi millenial.

“Atas nama Panitia saya sangat berterima kasih atas kesempatan yang baik yang diberikan kepada kami. Ini adalah awal yang baik yang bisa terus dilakukan secara bertahap sehingga ke depannya kami bersama teman-teman di seluruh Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,” imbunya.

Peserta yang berjumlah 100 orang ini adalah perwakilan dari daerah zona Jawa dan Sumatera. Peserta sebelumnya telah melewati seleksi ketat. (Anty Husnawati/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Kajian Islam, Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Kelompok Abu Sayyaf Bebaskan Dua Wartawan

Manila, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kelompok gerilyawan Abu Sayyaf membebaskan dua awak televisi Filipina, yang ditahan bersama seorang wartawan Jordania hampir delapan bulan lalu di Filipina selatan, kata polisi.

Sandera Buboy Letriro dan Ramil Vela dibebaskan pada Sabtu petang di pulau Jolo, Filipina selatan, tempat gerilyawan Abu Sayyaf menahan mereka sejak Juni tahun lalu, kata kepala kepolisian daerah Noel Delos Reyes kepada AFP.

Kelompok Abu Sayyaf Bebaskan Dua Wartawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelompok Abu Sayyaf Bebaskan Dua Wartawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelompok Abu Sayyaf Bebaskan Dua Wartawan

Delos Reyes mengatakan tidak mengetahui nasib atau keberadaan wartawan Jordania dari jaringan televisi Al Arabiya yang bermarkas di Dubai, Bakr Atyani.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Segera setelah mereka dibebaskan mereka menelepon keluarga-keluarga mereka dari satu kamar hotel di Jolo," kata Delos Reyes.?

"Mereka kemudian dibawa pihak berwenang ke ibu kota provinsi itu untuk diperiksa kesehatan," ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Delos Reyes mengatakan situasi tentagn bagaimana kedua orang itu dibebaskan tetap tidak jelas. Namun ia membantah bahwa uang tebusan telah dibayarkan kepada Abu Sayyaf.

Kedua awak televisi itu pergi bersama Atyani ke Pulau Jolo Juni tahun lalu , tetapi hilang sehari setelah mreka tiba.

Polisi di Jolo mengatakan tiga orang ditahan Abu Sayyaf, satu kelompok gerilyawan yang dituduh terlibat dalam serangan paling buruk di negara itu serta penculikan terhadap para warga asing.

Pasukan khusus Amerika Serikat secara bergiliran berada di Filipina selatan selama lebih dari 10 tahun untuk melatih pasukan lokal dalam menumpas kelompok pro-AlQaida yang berada dalam daftar Washington sebagai organisasi-organisasi teroris asing.

?

Redaktur: Hamzah Sahal

Sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sholawat, Khutbah, Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Perketat UU Miras, Turki Tak Ingin Generasi Pemabuk

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Baru-baru ini, pemerintahan Turki melalui parlemen (DPR)-nya mengeluarkan undang-undang baru yang memperketat regulasi perdagangan minuman keras (miras) di negara itu. Demikian sebagaimana dilansir kantor berita Turki Cihan (24/5).

Undang-undang tersebut melarang dijualnya miras di malam hari, di tempat sembarangan yang terbuka, menanyangkan iklan dan adegan-adegan meminum miras pada jam-jam di mana anak-anak melihat televisi, juga melarang penjualan miras di dekat masjid, tempat ibadah dan institusi pendidikan.

Perketat UU Miras, Turki Tak Ingin Generasi Pemabuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Perketat UU Miras, Turki Tak Ingin Generasi Pemabuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Perketat UU Miras, Turki Tak Ingin Generasi Pemabuk

Terkait undang-undang tersebut, Perdana Menteri (PM) Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, UU tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah Turki yang lebih tinggi terhadap masa depan dan generasi muda yang lebih baik di negara pewaris kekhalifahan Ottoman itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kami menginginkan generasi masa depan yang terpelajar dan sadar, bukan generasi pemabuk dan lalai di siang dan malam," tegas Erdogan.

Wacana UU yang memperketat peraturan miras tersebut sempat menuai kontroversi di Turki. Beberapa anggota parlemen dari CHP, partai berhaluan ultra-sekuler, menyatakan menolak disahkannya UU tersebut dengan alasan pembatasan kebebasan dan HAM.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Erdogan balik mengkritik sikap CHP tersebut. Dikatakan Erdogan, bahwa sebenarnya pihaknya tidak hendak melarang jenis minuman tertentu di negaranya. Namun, terkait miras ini, pemerintahan Turki lebih kepada meninjau ulang regulasi minuman tersebut, volume miras yang beredar dan menempatkannya sesuai dengan tempatnya.

"Saya heran, kenapa CHP justru mempertahankan tradisi buruk di kalangan anak muda. Tidakkah mereka juga berpikir untuk menciptakan generasi masa depan Turki yang lebih terdidik dan beretika, generasi masa depan yang tidak lalai dan linglung akibat kebanyakan mabuk siang malam?" tegas Erdogan.

Siapa saja yang melanggar UU baru ini, maka ia akan dikenakan sanksi berupa denda sebesar 5000 TL sampai 200 ribu TL, atau setara dengan 2700 USD-108,2 ribu USD.

Penulis: Ahmad Syifa

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sunnah, Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Peringati Hari Jadi Brebes, Fatayat NU Wanasari Gelar Festival Qasidah

Brebes, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Sebanyak 22 grup rebana menunjukkan kebolehannya dalam festival qasidah yang diadakan Fatayat NU Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, Senin (18/1). Mereka tampak bergairah pada festival yang diadakan dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-338 Kabupaten Brebes.

“Kami tidak ingin kesenian qasidah dan rebana tergilas oleh musik modern ala kebarat-baratan,” tutur Ketua Fatayat NU Wanasari Hj Sofwati di sela perlombaan.

Peringati Hari Jadi Brebes, Fatayat NU Wanasari Gelar Festival Qasidah (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Jadi Brebes, Fatayat NU Wanasari Gelar Festival Qasidah (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Jadi Brebes, Fatayat NU Wanasari Gelar Festival Qasidah

Qasidah dan rebana, kata Sofwati, merupakan kesenian tradisional Islam yang mengandung unsur pendidikan dan nasihat-nasihat keagamaan. Sangat disayangkan bila kesenian ini punah. “Kesenian ini harus kita lestarikan dan kita kembangkan terutama untuk generasi muda,” katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lomba yang digelar di area majelis taklim An-Nahdliyah Desa Keboledan, Wanasari, Brebes itu diikuti 22 grup dari 20 desa se-Kecamatan Wanasari. Mereka membawakan lagu wajib Magadir dan lagu pilihan bebas dalam durasi maksimal 15 menit.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kegiatan berlangsung meriah karena masing-masing grup membawa pendukung yang sangat banyak. Dewan juri yang terdiri atas Khoerurojikin, Multajam, dan Anisah menilai peserta pada kemahiran vokal, irama, kekompakan, dan penampilan.

Setelah melalui penjurian yang cukup ketat, peserta dari grup qasidah ranting Fatayat NU Keboledan meraih juara 1 dengan skor 333. Juara 2 diraih grup ranting Dukuhwringin dengan skor 321. Sementara juara 3 direbut ranting Tegalgandu dengan angka 306.

Para pemenang mendapatkan piala dan sejumlah uang pembinaan.

Ia menambahkan, beberapa waktu lalu juga telah digelar berbagai lomba antara lain lomba tata administrasi dan organisasi Fatayat NU, lomba merias wajah, merangkai bunga dan membuat menu makanan sehat. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pahlawan, Cerita, Habib Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Memulai Kembali Ishari sebagai Banom NU

Surabaya, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Wilayah Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari) Jawa Timur mengadakan rapat koordinasi (Rakor) perdana pada Ahad (22/11) di Pondok Pesantren Fatchul Ulum Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, pasca keputusan Muktamar Ke-33 NU di Jombang tentang kembalinya Ishari menjadi badan otonom NU.

Ketua PW Ishari Jatim Yusuf Arif mengatakan, rapat ini baru pertama kalinya diselenggarakan dan dihadiri oleh semua Pengurus Cabang Ishari se Jatim. "Menjadi Banom, bagi Ishari adalah sebuah cita-cita yang sangat tinggi, bahkan sudah mentok," lanjutnya.

Memulai Kembali Ishari sebagai Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Memulai Kembali Ishari sebagai Banom NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Memulai Kembali Ishari sebagai Banom NU

PW Ishari Jatim termasuk pendorong utama kembalinya Ishari sebagai banom NU. Hal itu dilakukan sejak sebelum Muktamar ke-33 NU digelar, mulai dari konsolidasi? hingga melobi para Pengurus Cabang NU se-Jatim, dan puncaknya adalah tampilnya Ishari di perhelatan akbar di muktamar NU di Jombang. Saat itu Ishari menampilakan dengan 1926 orang bershalawat di area Muktamar.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Alhamdulillah, pembahasan Ishari di komisi organisasi dan pleno komisi lolos secara aklamasi tanpa ada sanggahan dari PCNU se Indonesia," tegasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lantas apa yang akan dilakukan oleh PW Ishari Jatim. Arif mengaku beberapa minggu yang lalu, dirinya bersama Sekertaris dan Rais Majelis Hadi Ishari Jatim menemui Pengurus Besar NU di Jakarta dan ditemui oleh H Imam Aziz Ketua PBNU. "Imam Aziz mengatakan akan membahas ulang dengan para kiai dan kita disuruh menunggu hingga rapat pleno PBNU, nanti akan dikabari," terangnya menirukan instruksi dari PBNU.

Pada intinya, PBNU mengiginkan Ishari juga menaungi beberapa seni hadrah Al-Banjari, mulai dari Al-Habsy, Ahbabul Mustafa, dan sebagainya. "Semua yang berhubungan dengan seni diminta Ishari menaunginya," lanjutnya.

Rapat kordinasi ini memiliki agenda tunggal yaitu persiapan Munas Ishari. "Kita nanti akan membentuk tim untuk mempersiapkan munas itu, mulai dari administrasi, syarat-syarat menjadi banom, rancangan PD/PRT, dan lain sebagainya," pungkas Arif saat ditemui Kedung Sukun Adiwerna Tegal setelah acara pembukaan.

Ishari pernah diresmikan menjadi salah satu lembaga binaan Syuriah di PBNU pada Muktamar ke-23 NU di Solo, lalu disepakati sebagai salah satu badan otonom NU Muktamar ke-29 NU tahun 1994 di Cipasung, Jawa Barat.

Dalam perjalanannya, kedudukan Ishari di tubuh NU cukup dinamis. Belum purna masa khidmah kepengurusan pertama sebagai badan otonom NU, organisasi yang menyelenggarakan Munas I di Pondok Pesantren Sunan Drajat tahun 1995 ini berubah sebagai lembaga binaan Lesbumi NU (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia NU).

Pada Muktamar Ke-32 NU di Makassar, Ishari dialihkan sebagai organisasi binaan lembaga tarekat di NU, hingga kian kaburnya posisi Ishari ketika lembaga tarekat itu berubah menjadi badan otonom NU, Jamiyyah Thariqah Mutabarah an-Nahdliyah (Jatman).

Berdasaran hasil keputusan Muktamar Ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur, Ikatan Seni Hadrah Indonesia Nahdaltul Ulama yang disingkat Ishari resmi menjadi badan otonom baru yang mewadahi anggota NU yang bergerak dalam pengembangan seni hadrah dan shalawat. (Rof Maulana/Mahbib)

Foto: Kiai Mahmud (Rais Majelis Hadi) didampingi oleh Ketua PW Ishari NU Jatim Yusuf Arif saat membuka acara Rakor

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Cerita, Halaqoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Khofifah Ajak Muslimat NU Jaga Masjid dari Kelompok Anti-Pancasila

Khofifah Ajak Muslimat NU Jaga Masjid dari Kelompok Anti-Pancasila

Sidoarjo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama, Hj Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kelompok radikal perongrong NKRI selama ini memulai gerakannya melalui forum-forum kajian keagamaan di masjid.

Karena itu, Khofifah mengajak para ibu Muslimat untuk memakmurkan masjid dan mushalla dengan berbagai kegiatan, baik keagamaan maupun sosial kemasyarakatan. Sehingga, dua rumah ibadah umat Islam itu tidak dikuasai oleh kelompok radikal tersebut.

Khofifah Ajak Muslimat NU Jaga Masjid dari Kelompok Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Ajak Muslimat NU Jaga Masjid dari Kelompok Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Ajak Muslimat NU Jaga Masjid dari Kelompok Anti-Pancasila

"Mereka bergerak atau memulai gerakannya melalui masjid-masjid. Mari kita jaga masjid dan musalla. Harus terus-menerus melakukan aktivitas dari masjid ke masjid," ujarnya saat menghadiri peringatan Harlah Muslimat NU ke 71 dan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang diadakan PC Muslimat NU Sidoarjo, di GOR Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (23/4/2017).

Diakui Khofifah, saat ini banyak kegiatan yang mengajak antitahlil, manaqib, dan amaliyah NU lainnya serta kegiatan yang mengancam keutuhan NKRI. "Ibu-ibu Muslimat NU harus selalu istikamah menjalankan amaliyah yang diajarkan oleh para kiai NU," tegasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Khofifah juga mengingatkan bahwa sebentar lagi umat Islam akan memasuki bulan Ramadhan. Ia pun mewanti-wanti agar kader NU menyiapkan para penceramah saat Tarawih dan setelah shalat Subuh, yang pesannya membawa keteduhan yang bisa membangun ukhuwah islamiyah berseiring dengan ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah insaniyah.

"Dari masjid ke masjid kita tunjukkan cinta damai, kita tunjukkan ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniyah demi keutuhan NKRI. Inilah yang menjadi basis nilai persaudaraan yang diajarkan Nahdlatul Ulama," tegasnya. (Abdul Hady JM/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Pemenang Olimpiade Nahwu-Shorof Se-Jawa-Bali Diumumkan

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Olimpiade Nahwu-Shorof dan Baca Kitab se-Jawa dan Bali yang diadakan Madrasah Muallimin Mu’allimat Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat, (20-21/11). Di akhir perlombaan, panitia pelaksana menetapkan nama-nama santri sebagai pemenang.

Untuk Olimpiade Nahwu-Shorof, juara pertama diraih Muhammad Nizar utusan MTs Darul Lughah wad Dakwah Bangil Pasuruan dengan nilai 172,5. Juara kedua, Ali Muchtar Fauzi, dari pesantren Tamrinatul Wildan Banyuwangi dengan nilai 122,5. Sedangkan juara ketiga disabet Syubanul Arif delegasi Idad Muallimin Irsyad Semarang dengan perolehan nilai 62,5.

Pemenang Olimpiade Nahwu-Shorof Se-Jawa-Bali Diumumkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemenang Olimpiade Nahwu-Shorof Se-Jawa-Bali Diumumkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemenang Olimpiade Nahwu-Shorof Se-Jawa-Bali Diumumkan

Sementara juara pertama lomba Baca Kitab adalah Habibi Husein Al-Haddad utusan MA Darul Lughah wad Dakwah Bangil Pasuruan dengan perolehan nilai 472. Juara kedua, Ali Ahmad Al-Biqi delegasi Al-Maktubah Manba’ul Ulum dengan perolehan nilai 466. Juara ketiga, M Shofwan Yakin dari pesantren Manba’us Sholihin Gresik dengan perolehan nilai 446.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Sempat ada persaingan ketat antar peserta dalam lomba baca kitab. Perolehan nilainya sama, tapi dewan juri melihat lebih objektif dari penggunaan nahwu-shorof,” kata Musyaffa setelah mengumumkan para pemenang lomba.

Kepala MMM Bahrul Ulum H Abdur Rohim berharap acara serupa bisa diadakan pondok-pondok yang lain di Indonesia.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Ternyata kami melihat masih banyak para calon-calon kiai, ilmuan, dan akademisi di negeri ini yang akan melanjutkan generasi sebelumnya, tinggal pengembangan dan pemberdayaannya,” ungkap Rohim. (Romza/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Olahraga, Cerita, Amalan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock