Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Pihak Berwenang Tak Tegas Tindak Kelompok Anti-Pancasila

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Belakangan ini tak sedikit paham atau gerakan anti pancasila sebagai ideologi berbangsa dan bernegara. Mereka justru mempunyai misi untuk mendirikan Negara Islam atau sistem khilafah di bumi Indonesia ini, baik secara sembunyi-sembunyi atau dilakukan dengan terang-terangan.

Pihak Berwenang Tak Tegas Tindak Kelompok Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Pihak Berwenang Tak Tegas Tindak Kelompok Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Pihak Berwenang Tak Tegas Tindak Kelompok Anti-Pancasila

Gerakan-gerakan tersebut terkadang diremehkan oleh banyak kalangan tatkala mereka tidak muncul ke permukaan yang sebenarnya tetap menjadi ancaman, khususunya bagi warga nahdliyin. Pada saat kondisi demikian, pihak berwenang juga tidak bertindak tegas terhadap gerakan tersebut.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Anor Jombang, H Zulfikar Damam Ikhwanto mengimbau agar warga nahdliyin berkomitmen bahwa Pancasila dan Negara Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati dan harus diimplementasikan oleh bangsa Indonesia.

“Langsung buat komitmen bersama soal Pancasila dan NKRI harga mati itu dan benar-benar diimplementasikan, soalnya banyak gerakan yg mulai berani anti pancasila tapi tidak ada tindakan dari pihak berwenang,” tegasnya, Ahad (28/2) lalu di Jombang.

Ia mengaku tak jarang pengikut gerakan tersebut mengelak tatkala ditegur dan diingatkan, mereka beralasan tidak ada aturan atau larangan memperluas misi dan gerakan mereka. “ketika diingatkan jawabnya gak ada aturan. Nah, komitmen tadi bisa buat referensi untuk membuat dan mempertegas aturan itu, yg lantas dibutuhkan untuk mengambil tindakan,” imbuhnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara sosialisasi pemerintah tentang Pancasila dan empat pilar republik Indonesia sebagai salah satu solusi dinilai tidak begitu berpengaruh tanpa adanya tindakan tegas untuk menghadang gerakan mereka yang sudah menjamur. “Jangan hanya kampanye bolak balik soal pancasila atau empat pilar tapi tidak ndang (cepat) ditindak siapa yang sudah mulai berani melawan 4 pilar itu,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lebih lanjut Wakil Sekretaris PCNU Jombang, Ahamad Samsul Rijal mengatakan bahwa warga nahdliyin memiliki tugas penting untuk menindak lanjuti maraknya gerakan tersebut, saat ini mereka sudah melakukan berbagai cara untuk mempengaruhi masyarakat kecil khususnya.

“Sebuah penyadaran sekaligus gerakan dengan semangat nahdliyyah agar seluruh tatanan bangsa dikembalikan, disemangati dan berpedoman kepada Pancasila sebagai azas tunggal dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. No khilafah, No Negara Islam, No sosialis dan No liberal,” ucapnya.

Saat ini, lanjut Rijal sapaan akrabnya Pancasila tidak seperti yang kita kenal selama bersekolah. lima sila dalam Pancasila yang kita kenal telah berubah yaitu kemanusiaan yang maha esa (humanisme yang liberal), ketuhanan yang adil dan beradab (ideologi agama yang liberal), pluralisme universal (kesatuan sebagai pasar besar yang bebas), demokrasi langsung, bebas dan terbuka (liberalisme dalam politik) dan keadilan untuk semua bangsa (liberalisme dalam berbangsa-bernegara).

Ia menambahkan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur juga akan membahas terkait gerakan anti pancasila pada tanggal 1 Maret 2016 di Hotel Mirama Surabaya dengan bentuk seminar.?

“Alhamdulillah, kemarin di PWNU Jawa Timur bertemu dengan ketua PWNU, beliau matur untuk disampaikan kepada PCNU Jombang bahwa pada tanggal 1 Maret 2016 PWNU mengundang PCNU empat orang dan Pesantren dua orang dalam Seminar Nasional "kembali ke pancasila" di Hotel Mirama Surabaya. Ada empat narasumber yang akan menyampaikan,” katanya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal RMI NU, Hadits Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

NU Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembangunan PLTN Muria

Pati, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta pemerintah mengkaji ulang rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Muria di Ujung Lemah Abang Desa Balong, Kecamatan Kembang, Jepara, Jawa Tengah. Pasalnya, lokasi tersebut jaraknya masih berdekatan dengan pemukiman warga di sejumlah kota sekitar.

Kekhawatiran tersebut, kata Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Anas Tahir cukup beralasan. Sebab, pihaknya menilai Indonesia belum siap dengan keberadaan PLTN, utamanya dalam hal sumber daya manusia (SDM).

Pemerintah seharusnya menghentikan rencana itu, karena masyarakat melakukan penolakan. “Kalau pun ingin memaksakan membangun PLTN harus mencari lokasi sejauh mungkin dari pemukiman dan benar-benar terisolir,” jelas Anas kepada wartawan usai membuka Gelar Budaya Rakyat yang diselenggarakan Lembaga Seniman dan Budaya Indonesia (Lesbumi) NU di pelataran Stadion Joyokusumo, Pati, Jawa Tengah, Jumat (13/7) kemarin.

NU Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembangunan PLTN Muria (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembangunan PLTN Muria (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembangunan PLTN Muria

Ia mengatakan, pemerintah harus rasional dalam mempersiapkan tenaga profesional dalam pembangunan PLTN. Karena dia menilai, masyarakat sampai saat ini masih belum bisa menerima dan belum siap atas keberadaan itu.

“Sebaiknya pemerintah tidak terburu-buru membangunnya. Lebih baik dilakukan kajian yang lebih mendalam dan harus jujur pada masyarakat tentang keunggulan dan kekurangan PLTN,” harapnya.

Sejauh ini, informasi yang diterima pihaknya, kajian PLTN Muria masih dalam proses dan belum selesai. Sehingga, aksi penolakan dari masyarakat, baginya, adalah sikap yang semestinya sebelum terlanjur dibangun.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu, berkaitan dengan gencarnya aksi penolakan yang dilakukan masyarakat di semenanjung Muria, pihaknya bakal mengikuti. “Kalau keinginan sebagian besar masyarakat menolak, ya kami juga akan menyatakan sikap menolak. Toh, sebagian besar masyarakat tersebut warga nahdliyin (sebutan untuk warga NU),” tandasnya. (man/gpa)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Islam, Hadits, Amalan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Taubat Tidak Harus Menunggu Dosa

Kata taubat sudah menjadi bahasa keseharian dalam kehidupan kita. Taubat selalu diidentikkan dengan para pendosa. Taubat sering disandarkan kepada mereka yang hidup dalam dunia ‘gelap’ penuh dengan kemaksiatan. Demikianlah sehingga para pelaku dosa itu harus kembali hidup di jalan yang lurus dengan menghindarkan diri dari kesesatan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ?. ? ? ? ? ? ?..? ?

?

Taubat Tidak Harus Menunggu Dosa (Sumber Gambar : Nu Online)
Taubat Tidak Harus Menunggu Dosa (Sumber Gambar : Nu Online)

Taubat Tidak Harus Menunggu Dosa

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kita. Sesungguhnya hanya taqwalah yang dapat menylematkan kita dalam kehidupan di dunia ini dan akhirat nanti. Diatara jalan yang akan menuntun kita meraih ketaqwaan adalah jalan taubat. Barang siapa bertaubat dari segalam macam tindak keburukan pastilah dia akan meraih ketaqwaan. Karena ketaqwaan itu? menuntut diri menghindar dari kemaksiatan.

Kata taubat sudah menjadi bahasa keseharian dalam kehidupan kita. Taubat selalu diidentikkan dengan para pendosa. Taubat sering disandarkan kepada mereka yang bergelimang dalam dunia ‘gelap’ penuh dengan kemaksiatan. Demikianlah sehingga para pelaku dosa itu harus kembali hidup di jalan yang lurus dengan menghindarkan diri dari kesesatan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Memang demikianlah makna taubat secara bahasa yaitu kembali. Artinya, kembali meinggalkan perkara yang tercela dalam pandangan agama. Perkara yang tercela sangat banyak ragam dan tingkatannya. Bagi mereka yang berkecimpung dalam kehidupan yang sarat akan kemaksiatan maka taubat itu harus dilakukan untuk menghindarkan diri dari kemaksiatan tersebut. Bagi mereka yang keseharainnya selalu mengerjakan dosa-dosa kecil, maka taubatnya adalah menghindar dari dosa-dosa kecil tersebut. Karena jika ditumpuk, maka yang kecil akan menjadi besar juga. Demikian juga bagi mereka yang hiruk-pikuknya dalam kubangan kemakruhan (perkara yang dibenci agama) maka pertaubatannya dengan menghindar dari kemakruhan. Setiap pribadi harus selalu bertaubat menurut kapasitas masing-masing.

Abdul Wahhab As-Sya’roni menjabarkan berbagai tingkatan taubat. Taubat paling dasar adalah taubat yang harus dilakukan untuk kembali dari dosa-dosa besar, dosa-dosa kecil, kemakruhan dan dari perkara yang tidak diutamakan.

Tingkatan kedua adalah bertaubat dari merasa diri sebagai orang baik, merasa dirinya telah dikasihi Allah dan bertobat dari merasa dirinya telah mampu bertaubat kepada Allah swt. Sesungguhnya berbagai macam perasaan ini aalah sebuah kesalahan yang lahir dari penyakit hati manusia yang sangat halus.

Dan puncak taubat adalah kembali mengingat Allah swt dari kelalaian mengingatnya waluapun sekejap saja. Karena melupakan-Nya adalah sebuah dosa.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ma’asyiral Muslimin Rahimkumullah

Demikianlah tiga tingkatan taubat yang dijabarkan oleh As-Sya’roni. Selanjutnya tinggal kita meraba diri masing-masing dimanakan posisi kita berada dalam tiga tingkatan taubat tersebut. Andaikata kita masih berada dalam tingkat dasar, hendaklah kita pertahankan taubat kita sambil berusaha belajar menginjak taubat tingkat kedua. Dan apabila kita telah berada di tingkat kedua, maka berhati-hatilah sesungguhnya syaitan selalu mengintai kelengahan agar kita kembali terjerembab dalam kubangan dosa.

Oleh karena itu, Allah swt berfirman dalam surat Hud ayat 112

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Bertaubat tidaklah harus menunggu perbuatan dosa terlebih dahulu, tetapi setiap dosa harus segera ditaubati. Karena pada dasarnya manusia yang hidup di dunia ini berada dalam kubangan kesalahan. Baik kesalahan dhahir yang kasat mata maupun kesalahan bathin yang dilakukan hati. Sebagaimana Rasulullah saw pernah menerangkan hal ini kepada Abdillah bin Mas’ud “Barang siapa bertaubat tetapi tidak meninggalkan kesombongan dan kecongkakannya, berarti dia belum bertaubat”

Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Taubat merupakan kesempatan yang disediakan oleh Allah swt kepada hambanya yang telah melakukan kesalahan. Taubat adalah peluang emas bagi manusia untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhannya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Oleh karena itulah jika kita ingin disayang olehnya segeralah bertaubat.

? ? ? ? ? ?

Allah swt sungguh mengistimewakan para pertaubat, apalagi jika mereka adalah orang-orang muda. Sungguh Allah swt. akan mengganti segala keburukannya menjadi kebaikan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. ?

Jama’ah Jum’ah yang Dimuliakan Allah

Demikianlah Allah swt benar-benar mengistimewakan mereka yang bertaubat sebagaimana kisah seorang pemabuk ketika berjumpa degan Umar bin Khattab, sedangkan dia sedang membawa botol berisi menuman keras. Diceritakan pada sebuah lorong kota Madinah, Umar bin Khattab tak sengaja berjumpa dengan seorang pemuda yang sedang berjalan dengan menenteng minuman keras. Begitu pemuda itu sadar sosok yang berpapasan dengannya adalah Umar, seketika itu pula secara reflek ia sembunyikan minuman keras dibalik jubahnya.

Lalu Umar bertanya tentang botol apakah gerangan yang berada dibalik jubahnya tersebut. Begitu malunya pemuda itu akan tingkah lakunya sehingga ia berdo’a dalam hati “Ya Allah janganlah Engkau membuka rahasia –keburukan-ku. Dan janganlah Engkau permalukan diriku di hadapan Umar bin Khattab, tutuplah semua itu dan aku berjanji tidak akan minum-minuman keras lagi selamanya”.

Kemudian pemuda itupun berbohong dan menjawab bahwa yang ada di balik jubahnya adalah cukak “Ya Amiral Mukminin yang aku bawa ini adalah cukak”. Umarpun menuntut lebih jauh “bukalah sehingga aku mengetahui apa yang sebenarnya kau sembunyikan dibalik jubahmu itu”.

Maka pemuda itupun mengeluarkan botol yang berada di balik jubahnya dan masyaallah minuman keras itu telah berubah menjadi cukak yang nikmat dan segar.

Inilah bukti betapa Allah swt memang mengistimewakan para pertaubat. Mereka yang telah bertekad bulat meninggalkan keburukan pasti Allah swt ganti dengan kebaikan ‘yubaddilullahu sayyiatihim hasanatin’

Jama’ah Jumah yang Berbahagia

Kisah di atas menjadi petunjuk bagi kita semua bahwa modal bertaubat bukanlah baju koko, peci ataupun sorban dan sajadah, tetapi dengan tekad bulat dan niat yang mantab dalam hati untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, serta kesadaran bahwa hanya Allahlah yang memberi petunjuk sekaligus Sang Maha Penerima Taubat.

Bukankah pengakuan akan kesalahan dan kebulatan tekad dari Nabi Adam as. sehingga Allah swt menerima pertaubatannya setelah Nabi Adam as. terbujuk syaitan memakan buah khuldi di surga.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

Jama’ah Jum’ah yang Mulia

Demikianlah khutbah jum’ah kali ini semoga kita semua tergolong orang yang bertaubat. Sesungguhnya mereka yang bertaubat akan diselamatkan Allah swt dari perbuatan-perbuatan yang buruk.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Barang siapa memperkuat taubatnya, pasti dijaga Allah dari segala hal yang merusak keikhlasan dalam beramal.

? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khotbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

?

(Pen/Red Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaNu, Pondok Pesantren, Hadits Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

IPNU dan IPPNU Jombang Pernah Miliki 3 Cabang

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Jombang dikenal memiliki tokoh NU yang mumpuni. Sejumlah nama besar lahir dari kota santri ini. Gejolak juga kerap mengiringi Jombang, termasuk dalam dinamika NU.

IPNU dan IPPNU Jombang Pernah Miliki 3 Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Jombang Pernah Miliki 3 Cabang (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU Jombang Pernah Miliki 3 Cabang

Cerita ini disampaikan Nyai Hj Mundjidah Wahab saat silaturahim dan halal bihalal PC IPNU dan IPPNU Jombang yang juga diikuti sejumlah alumni lintas generasi di Mojokrapak, Tembelang Jombang, Jumat (14/8).

"Dulu IPNU dan IPPNU Jombang pernah pecah menjadi tiga cabang," kata Nyai Hj Mundjidah. Saat Mundjidah Wahab muda menjadi Ketua PC IPPNU, ia "hanya" mendapatkan wilayah kota yang meliputi Denanyar dan Tambakberas. Karena untuk Jombang Timur berada di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan. "Sedangkan untuk Jombang Selatan berpusat di Seblak," kenangnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal ini sebagai imbas dari saling bersikukuhnya para fungsionaris PC IPNU kala itu. "Kepengurusan IPNU Selatan dipimpin oleh Hamid Baidlawi," kata Wakil Bupati Jombang ini. Upaya mediasi pernah dilakukan dengan mendatangkan sejumlah kiai, namun gagal. "Kalau gak geger, bukan Jombang namanya," seloroh Bu Mundjidah.

Namun "aneh"nya, meskipun terpecah menjadi tiga, setiap kepengurusan memiliki hak yang sama saat Kongres. "Masing-masing diakui dan mendapatkan kesempatan yang sama ketika Kongres IPNU dan IPPNU," kata Ketua PC Muslimat NU Jombang ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kendati demikian, Bu Mundjidah mengemukakan bahwa ketiga kepengurusan IPNU dan IPPNU tersebut sama-sama aktif. "Bahkan saat saya menjadi Ketua IPPNU Jombang ? tahun 1967-1968 telah memiliki grup drum band sendiri," bangganya. Dan grup drum band ini menjadi andalan NU saat ada kegiatan karnaval dan sejenisnya, lanjutnya.

Kepengurusan PC IPNU dan IPPNU Jombang akhirnya kembali menjadi satu setelah para aktifis di tiga kepengurusan tersebut pulang kampung. "Karena para penggeraknya saat itu masih mondok dan tidak dapat didamaikan, maka tetap terjadi tiga kepengurusan," ungkapnya. Namun saat mereka kembali ke tanah kelahiran masing-masing, perpecahan itu akhirnya reda dengan sendirinya.

Pertemuan alumni IPNU dan IPPNU ini rutin dilaksanakan setiap Jumat terakhir di bulan Syawal. Dan untuk tahun depan, kegiatan akan dilangsungkan di rumah dinas Wakil Bupati Jombang. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hadits, Nasional, Amalan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Santuni Anak Yatim Agenda Tahunan Madrasah Ini

Brebes,Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Memperingati tahun baru 1438 Hijriyah, MTs Negeri Model Brebes akan memberikan santuan kepada 99 anak yatim. Santunan diberikan sebagai wujud kepedulian kepada anak-anak yang nasibnya kurang beruntung.Demikian disampaikan Kepala MTs N Model Brebes Drs H Moh Muntoyo, di ruang kerjanya, Sabtu (1/10).

Muntoyo menjelaskan, kegiatan santunan sudah menjadi agenda tahunan di sekolahnya. Harapannya, para siswa dan keluarga sekolah bisa memiliki sifat dan sikap kepedulian terhadap sesama. Apalagi, di bulan Muharram ini, menurutnya, adalah bulannya anak yatim. Jadi tidak keliru, kalau keluarga besar MTs N Brebes turut menggembirakan hati mereka. “Kita harus menggembirakan hati mereka dihari raya anak yatim ini,” kata Muntoyo.

Tiap anak, kata Muntoyo, mendapatkan Rp 150 ribu dan bingkisan. Meskipun nilai rupiahnya tidak seberapa, tetapi nilai kepedulian dan kasih sayangnya jauh lebih tinggi. “Santunan, akan kami berikan pada Senin (3/10) lusa,” kata Muntoyo yang juga Bendahara PCNU Kabupaten Tegal itu.

Santuni Anak Yatim Agenda Tahunan Madrasah Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Santuni Anak Yatim Agenda Tahunan Madrasah Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Santuni Anak Yatim Agenda Tahunan Madrasah Ini

Selain santunan anak yatim, juga diadakan donor darah bagi guru dan Karyawan madrasah. Donor darah terselenggara atas kerjasama dengan PMI Kabupaten Brebes dan sudah dilakukan pengambilan darahnya pada Kamis (29/9) lalu, namun hanya mendapatkan 15 kantong dari 35 guru dan karyawan yang mendaftar.

Berbagai perlombaan pun digelar untuk memeriahkan Muharraman diantaranya Lomba Adzan, MTQ, Khitobah, Kaligrafi ? dan lain-lain. “Kami ingin mengubah image, kalau tahun baru Islam itu sepi. Tapi harus meriah, namun pada jalur tatanan syariat Islam dan membawa manfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat,” paparnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

MTs Negeri Model Brebes juga turut aktif pada Pawai Taaruf Muharraman yang digelar Pemerintah Kabupaten Brebes dan Yayasan Islamic Center pada Sabtu (1/10) malam. “Kami mengerahkan seluruh siswa dengan berbagai atraksi yang akan diusungnya, seperti kelompok pawai obor, drumband, kosidah, rebana, dan berbagai replica islamiyah lainnya,” pungkasnya. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hadits Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

GP Ansor Pringsewu Buka Balai Kursus dan Latihan Kerja

Pringsewu, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) adalah salah satu bentuk amal usaha yang dimiliki oleh GP Ansor Pringsewu di bidang pendidikan. Setelah sukses mendirikan LKP Bela Bangsa di kecamatan Sukoharjo yang bermitra dengan MA Maarif Keputran, kini di Kecamatan Ambarawa juga akan didirikan LKP yang serupa.

GP Ansor Pringsewu Buka Balai Kursus dan Latihan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pringsewu Buka Balai Kursus dan Latihan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pringsewu Buka Balai Kursus dan Latihan Kerja

Ketua GP Ansor Pringsewu M Sofyan membenarkan rencana pendirian tersebut. "Betul, kami memang sedang mengembangkan amal usaha di bidang pendidikan berupa pendirian LKP yang rencananya hadir di setiap kecamatan yang ada di kabupaten Pringsewu. Untuk saat ini baru di kecamatan Sukoharjo yang sudah berjalan dan di kecamatan Ambarawa saat ini sedang dikerjakan," jelasnya.

Selain membekali mereka dengan kursus dan pelatihan, mereka yang belajar di LKP Bela Bangsa akan dibekali dengan pendidikan Ahlusssunah Wal Jamaah ala Nahdliyah sesuai dengan visi-misi GP Ansor sendiri.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal senada juga disampaikan oleh ketua Tim LKP di kecamatan Ambarawa M Dariyanto yang sekaligus Sekretaris GP Ansor Pringsewu. Ia menjelaskan bahwa program pendirian LKP ini memang sudah lama direncanakan dan baru kali ini bisa terealisasi. Saat ini kami sedang menyiapkan lokasi, sarana, dan manajemen LKP serta memulai promosi ke beberapa sekolah karena memang target utamanya adalah anak-anak sekolah.

Untuk lokasi, sementara berada di kelurahan Ambarawa Barat, tepatnya di kediaman sahabat Henudin dan untuk sarana sudah tersedia seperti beberapa perangkat komputer, ruang belajar, fasilitas kantin dan lain-lain.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Rencananya nama LKP di Kecamatan Ambarawa ini juga sama dengan LKP yang ada di Sukoharjo, yaitu LKP Bela Bangsa karena memang sama-sama milik GP Ansor Pringsewu. Sementara untuk program pelatihan yang diselenggarakan LKP Bela Bangsa cabang Ambarawa ada 5, yaitu kursus komputer, kursus bahasa inggris, kursus teknisi komputer & printer, Bimbel Semua Mata Pelajaran, serta Bimbingan Baca Al Quran (BBQ)," imbuh Dariyanto.

Sayangnya, saat ditanya soal biaya kursus bagi setiap peserta yang belajar di LKP ini, M. Dariyanto belum bisa memberitahu karena masih dalam tahap perhitungan. "Yang pasti lebih murah dari tempat kursus yang lain, karena kami tidak semata-mata mencari profit tetapi lebih kepada pengabdian terhadap masyarakat," tegasnya. (Henudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Warta, Pendidikan, Hadits Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Asad Said Ali Raih Bintang Emas Award 2014

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Asad Said Ali menerima penghargaan "Bintang Emas Award 2014" yang berlangsung di Jakarta. Tokoh lainnya yang menerima penghargaan adalah Jenderal TNI Moeldoko, Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu, Jenderal Pol Sutarman, Mayjen TNI Purn TB Hasanudin.

 

Asad Said Ali Raih Bintang Emas Award 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Said Ali Raih Bintang Emas Award 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Said Ali Raih Bintang Emas Award 2014

Penganugerahan Bintang Emas diberikan kepada mantan Wakil Ketua Badan Intelijen Negara ini didasarkan loyalitas, profesionalisme dan integritas sebagai anak bangsa dalam perjalanan mengabdi kepada ibu pertiwi. Sebagai salah satu tokoh, Asad dinilai telah menunjukkan peran besar turut membangun ideologi Pancasila dan menciptakan kerukunan antar umat beragama.

Penghargaan tersebut diserahkan Pemimpin Redaksi Matranews.com Budi Rahardjo, Senin malam lalu. Acara malam anugerah Bintang Emas Award ini sekaligus menandai launching situs berita terbaru Matranews.com. Situs yang diawaki gabungan tim dari RMOL dan Majalah Eksekutif ini akan banyak menyajikan informasi seputar taktik dan strategi pertahanan dan keamanan negara.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sejumlah tokoh juga menerima penghargaan Bintang Emas Award adalah figure yang selama ini banyak mendedikasikan perannya dalam turut menjaga ibu pertiwi. Diantaranya, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Menteri Pertahanan Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu, Kapolri Jenderal Pol Sutarman, mantan Wakil Kepala BIN Asad Said Ali, mantan menteri pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Polisi Anang Iskandar, bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari, Anggota DPR dari FPDIP Mayjen TNI Pur T.B Hasanudin.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam pidato singkatnya usai menerima penghargaan Asad mengatakan, komitmen dan kontribusi bela negara tidak hanya menjadi domain TNI. Namun dibutuhkan peran serta masyarakat. Dengan menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang harus dipertahankan dari segala bentuk gangguan dan rongrongan.

"Untuk menjaganya, tak hanya menjadi tanggungjawab Tentara Nasional Indonesia saja, tapi juga menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat termasuk Ormas Nahdlatul Ulama (NU)," ujar Asad saat menerima piala penghargaan Bintang Emas 2014, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Senin malam (22/12).

"Saya tegaskan bahwa tanggung jawab menjaga ideologi negara itu bukan cuma milik TNI, tapi juga Nahdlatul Ulama dan itu sudah terbukti selama negara ini berdiri," ujar Asad yang selama ini banyak aktif blusukan ke sejumlah pesantren.

 

Dia mengatakan, pesantren-pesantren NU selalu mengajarkan bahwa mencintai dan menjaga negara juga merupakan bagian daripada iman. Hal ini dapat dijumpai dalam keseharian para santri NU dan para kiai.

 

Asad mendapat penghargaan Bintang Emas karena telah mengabdikan dirinya kepada badan intelijen selama tiga dekade pada berbagai pemerintahan. Ia dipercaya menjadi pimpinan Badan Intelijen Negara pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid dan menjabat sampai masa pemerintahan kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Peraih doktor kehormatan dari Universitas Diponegoro ini juga disebut "Kiai Intelektual" karena rajin menulis buku tentang Pancasila dan pluralisme juga soal gerakan radikal atau terorisme di Timur Tengah.  Asad juga dikenal sangat dekat dengan almarhum Presiden Abdurahman Wahid. (red: mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaSantri, Hadits, Anti Hoax Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Tatiek Maliyati Berkiprah di Film Sepanjang Hayat

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Perempuan berusia 79 tahun turun dari sedan hitam bernomor polisi B 610 TA di halaman kampus Institut Kesenian Jakarta, IKJ, Jumat akhir pekan lalu. Perempuan itu kemudian dikerubuti anak-anak muda berambut gondrong, berkaos oblong. Mereka mencium tangannya, sebagaimana santri kepada kiai di pesantren.

Perempuan bernama Tatiek maliyati itu lahir di Surabaya, 10 November 1934. Di usia senjanya, meski ia harus bertongkat, masih tetap mengajar seni peran dan penulisan naskah drama di Institut Kesenian Jakarta sejak tahun 1970 sampai dengan sekarang. “Saya dosen paling tua di sini,” katanya.

Tatiek Maliyati Berkiprah di Film Sepanjang Hayat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tatiek Maliyati Berkiprah di Film Sepanjang Hayat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tatiek Maliyati Berkiprah di Film Sepanjang Hayat

Selain mengajar ia memberikan kursus-kursus seni peran, antara lain di Yayasan Artis Film Indonesia sejak tahun 1970-1980. Ia mengisi acara Bina Drama di TVRI tahun 1979 sampai dengan tahun 1990. Tahun 1995 sampai dengan 1999 ia menjadi anggota Lembaga Sensor Film (LSF). Kemudian tahun 1999-2002 ia menjadi ketua merangkap anggota lembaga tersebut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Aktif di dunia perfilam ia tekuni hampir di sepanjang usianya. Tak heran, ia memperolah banyak penghargaan di bidang itu. Beberapa penghargaan telah diterimanya, yaitu Festival Film Indonesia, 1982 sebagai unggulan Penulis Skenario Terbaik dalam film Jangan Ambil Nyawaku. Piagam Penghagaan Direktorat Televisi, 19990 sebagai Penulis Skenario atas karya serial Dokter Sartika yang ditayangkan TVRI siaran tahun 1989-1990.

“Karena NU mempunya niat baik, maka saya berniat baik pula untuk menerimanya,” katanya ketika dia diberi tahu mendapat anugerah Hadiah Asrul Sani 2014 pada kategori Sineas Berbakti.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lagi pula, kata dia, selain Asrul Sani itu orang NU (pernah menjadi salah seorang Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia, anggota DPR dari Partai NU) juga sebagai gurunya dalam dunia perfilman. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal News, Hadits, RMI NU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Blusukan Istighosah, Sapa Nahdliyin Mimika

Mimika, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kabupaten Mimika Provinsi Papua merupakan daerah yang sangat heterogen. Hampir seluruh suku yang ada di Indonesia ini berdatangan ke Mimika dengan daya tarik magnetnya bernama PT Freeport Indonesia.

Blusukan Istighosah, Sapa Nahdliyin Mimika (Sumber Gambar : Nu Online)
Blusukan Istighosah, Sapa Nahdliyin Mimika (Sumber Gambar : Nu Online)

Blusukan Istighosah, Sapa Nahdliyin Mimika

Mayoritas pendatang dari Jawa adalah orang NU dari berbagai daerah di Jawa yang kemudian membentuk paguyuban-paguyuban. Potensi yang berserakan ini belum tergarap dengan baik.

Istighosah An-Nahdliyyah merupakan sarana yang sedang digalakkan sebagai wadah warga NU untuk menyampaikan hajat dan problem hidupnya. Selain itu, dengan blusukan dari kampung ke kampung juga untuk menyapa dan membangun potensi warga NU yang berserakan. 

"Ini wadah silaturahim serta penguatan keaswajaan, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial budaya. Jika kita sudah kuat ikatannya amaliahnya maka banyak yang bisa dilakukan sejak masalah ekonomi hingga lainnya," terang Wakil Ketua PCNU Mimika Sugiarso, Senin (27/11).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Salah satu istighosah yang digelar adalah pada Sabtu (25/11) malam di Masjid Al Ikhlas SP2. Istighosah oleh PCNU Mimika dilaksanakan rutinan yang pada malam itu memasuki putaran ketiga. Pada kesempatan tersebut, sangat hadirin kembali diingatkan pentingnya berdoa.

"Mari kita mohon kabulnya hajat dan solusi kepada Allah SWT dengan doa," kata Ust Hasyim Asyari.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Acara ini disambung dengan pemberian bantuan buku buku untuk masjid dan TPQ yang diterima oleh Ust Fadlan.

Pada pagi harinya, Ahad (26/11) bakda subuh acara Istighosah An-Nahdliyyah dilanjutkan di masjid Al Fattah Kampung Karang Senang untuk putaran yang kedua. Acaranya dirangkai juga dengan pemberian bantuan buku-buku untuk masjid Al Fattah dan Mushala Al Ikhlas yang diterima H Ali Makruf dan H Abdullah Hamid.

"Jarak kampung yang jauh, 20 hingga lebih dari 60 perjalanan motor adalah tantangan yang nyata, apalagi ditambah cuaca yang tak menentu dan keamanan yang lebih terasa memperkuat tantangan ini," pungkas Sugiarso. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hadits Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Antisipasi Teror, Banser DKI Rapatkan Barisan

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Belakangan ini, teror kembali melanda Indonesia dengan adanya bom Bali II dan terakhir pemenggalan 3 orang siswa SMU di Poso. Untuk mengantisipasi teror yang selalu terjadi menjelang Lebaran, Natal dan tahun baru khususnya di Jakarta, Banser DKI Jakarta mulai merapatkan barisan.

Banser DKI Jakarta menyadari betul bahwa teror yang akan terjadi di Jakarta memiliki efek yang luar biasa karena posisinya sebagai ibu kota negara. Terganggunya keamanan dalam negeri akan meruntuhkan kepercayaan internasional akan Indonesia yang pada akhirnya akan berdampak pada berbagai sektor ekonomi, termasuk pariwisata.

Selain peningkatan komunikasi antara anggota, Banser DKI juga telah melakukan pertemuan dan dialog sekaligus buka bersama pada Senin, (31/10) di gedung PBNU. “Acara ini untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan pada masyarakat di DKI Jakarta khususnya di lingkungan nU dalam mengantisipasi teror,” tandas Satkorwil Banser DKI Avianto Muhtadi.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh dari PWNU DKI, Ansor DKI dan badan otonom NU yang mendiskusikan aspek-aspek terorisme untuk meningkatkan kesadaran anggota Banser pada masalah yang saat ini menghantui dunia ini.

Kesadaran tentang bahaya terorisme tak cukup bagi anggota Banser saja karena penanganan terorisme harus komprehensif dan melibatkan masyarakat. Untuk itu Banser DKI juga akan membagikan stiker dan memasang spanduk di berbagai tempat strategis.

“Masyarakat perlu diberi pengetahuan tentang segala aspek yang terkait dengan teror bom serta upaya pencegahannya karena para pelaku terror dalam banyak peristiwa melakukan perencanaan sampai persiapan pengeboman biasanya bertempat di suati lingkungan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu untuk meningkatkan kesiapsiagaan Banser DKI juga membantu posko pengamanan lebaran mulai dari (H-1)-(H+1) di 10 titik transportasi yang meliputi pelabuhan Tanjung Priok, Terminal bus Kalideres, Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Senen, Stasiun Gambir, terminal Lebak Bulus, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulo Gadung, dan Stasiun Jatinegara.

Secara keseluruhan, akan diturunkan 100 personel dengan masing-masing lokasi 7 orang dan 30 orang di pusat komando untuk kendali dan patroli. Mereka akan bekerjasama dengan Polda Metro Jaya, DLLAJR dan aparat terkait lainnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hadits, Lomba, Nusantara Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Antisipasi Teror, Banser DKI Rapatkan Barisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Antisipasi Teror, Banser DKI Rapatkan Barisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Antisipasi Teror, Banser DKI Rapatkan Barisan

Sabtu, 16 Desember 2017

SMK NU Gelar Pameran Produk dan Parade Barongan

Blora, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Untuk menyemarakkan hari lahirnya yang ke-10, keluarga besar SMK NU Kunduran, Blora, Jawa Tengah, menggelar aneka macam kegiatan. Seperti pameran produk, pasar murah, parade seni barongan dan festival drum band. Selain itu, juga diluncurkan center bisnis di sekolah itu.

SMK NU Gelar Pameran Produk dan Parade Barongan (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK NU Gelar Pameran Produk dan Parade Barongan (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK NU Gelar Pameran Produk dan Parade Barongan

“Kegiatan ini tidak hanya melibatkan keluarga besar SMK NU, tetapi sejumlah sekolah di Kabupaten Blora juga terlibat dalam kegiatan tersebut,” ujar Kepala SMK NU Kunduran, Drs Mohadi Said, saat ditemui Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Senin (1/7) kemarin.

Dikatakan, kegiatan festival drum band dan parade seni barongan dimaksudkan untuk mengapresiasi perkembangan seni tersebut. Apresiasi diberikan agar seni tersebut makin berkembang di tengah-tengah masyarakat.  Khususnya adalah seni barongan yang merupakan kesenian khas Blora.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Karena itu, bagi pemenang disediakan hadiah total mencapai Rp 5,5 juta. Mereka juga diberikan piagam penghargaan beserta tropi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Apresiasi juga berlaku untuk kegiatan pameran produk yang dihasilkan SMK NU Kunduran. Bahkan, untuk mengapresiasi aneka produk yang dihasilkan siswa SMK tersebut, kemarin juga diresmikan bisnis center. Diana salah satu fungsinya adalah untuk mengelola aneka macam kegiatan produksi yang ada sekolah itu.   

“Untuk membatu meringankan beban masyarakat, kami juga menggelar pasar untuk masyarakat sekitar,” tandasnya.

Dia menambahkan, sebagai salah satu lembaga kebanggaan warga NU di Kabupaten Blora, SMK NU Kunduran terus berbenah untuk menjadi sekolah modern dan berbasis industri.  Berbagai upaya terus dilakukan untuk melengkapi berbagai sarana yang dibutuhkan. Tak hanya itu, siswa juga digembleng aneka program pengembangan karakter dan penguasaan skill.

“Kami berobsesi, SMK NU Kunduran akan menjadi agent pengembangan dan agent perubahan masyarakat menuju ke arah yang lebih baik dan sejahtera,” ungkap Mohadi Said.

Menurutnya, SMK NU Kunduran yang terletak di perbatasan Kabupaten Blora dan Kabupaten Grobogan itu, kini makin mendapat tempat di hati masyarakat. Terbukti, jumlah siswa yang bersekolah di SMK tersebut jumlahnya terus meningkat. Saat ini, setidaknya ada sekitar 700-an siswa sedang menimba ilmu di sekolah itu.

“Mereka tidak hanya datang dari Kabupaten Blora, tetapi sebagian juga datang dari Kabupaten Grobogan,” tambah Mohadi yang juga alumnus pascasarjana Universitas NU Surakarta.

Lulusan SMK NU, lanjutnya, juga banyak yang mendapat kesempatan kerja di berbagai perusahaan nasional maupun multi nasional. Bahkan, untuk tahun ini sebagian siswa sudah mendapat panggilan kerja sebelum mengikuti ujian nasional. Ini berarti kepercayaan dari dunia industri terhadap lulusan SMK NU terus meningkat.

Redaktur      : A. Khoirul Anam

Kontributror : Sholihin Hasan

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pendidikan, Warta, Hadits Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Nyanyian Anak Yatim Harukan Warga NU Way Kanan

Way Kanan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ratusan warga Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Way Kanan di Lampung menangis haru mendengar Puja Adelia (5) Binti Juharmin (almarhum) dari Kampung Jukubatu Kecamatan Banjit menyanyikan lagu kerinduan seorang anak kepada bapaknya pada kegiatan santunan anak yatim piatu.

"Ayo bersama alim ulama. Salah satu perilaku alim ulama ialah menyantuni anak yatim seperti genduk (anak perempuan kecil) yang tadi menyanyi dan membuat nangis mbrebes mili (menangis tersedu), itu pahalanya besar," ujar Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Lampung KH Soleh Bajuri di Banjit, Way Kanan yang berada sekitar 220 km sebelaha Kota Bandarlampung, Selasa (4/11).

Nyanyian Anak Yatim Harukan Warga NU Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Nyanyian Anak Yatim Harukan Warga NU Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Nyanyian Anak Yatim Harukan Warga NU Way Kanan

Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan Lampung, menyantuni 74 anak yatim piatu di daerah tersebut. Dana dari donatur yang dibagikan oleh Paimo, Ketua MWC NU Banjit Rp7 juta lebih.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Setelah penyerahan santunan itu, Puja dipersilakan pembawa acara naik ke panggung untuk menyanyi di hadapan sekitar 2.000 hadirin. Ratusan jamaah, kaum ibu dan laki-laki terpantau menyeka air mata dengan sapu tangan dan tisu mendengar syair-syair kerinduan anak kecil terhadap bapaknya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Tak seberapa lama, puluhan ibu-ibu berbondong-bondong menuju panggung, menyantuni Puja dan menciumi pipi gadis kecil yang meneteskan air mata itu.

Selain Paimo, Asmazi Ketua Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Kecamatan Kasui juga terpantau meneteskan air mata.

"Saya terharu mendengar anak kecil yang kehilangan ayahnya menyanyi. Saya kira kita tadi bersama-sama belajar mengenai takdir yang harus diterima saat mendengar lagu tadi," ujar Asmazi.

Pada kegiatan memperingati Tahun Baru Islam 1436 Hijriah bertema "Kita Susun Hati Yang Sama Lewat Cahaya Alim Ulama, Santuni Yatim Hindari Dusta Agama" itu, terkumpul infak Rp4 juta lebih.

Hadir pada kegiatan itu Ketua PCNU Way Kanan KH Nur Huda, Direktur Program Ansor Digdaya (mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat) Heri Amanudin dan sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser). (Gatot Arifianto/Mahbib)

Foto: Puja Adelia menyanyikan lagu kerinduan anak yang kehilangan ayah

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hadits Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 04 Desember 2017

IPNU-IPPNU Rawalo Gelar Makesta Kubro

Banyumas, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sebanyak 250 pelajar mengikuti makesta yang diselenggarakan IPNU-IPPNU Rawalo kabupaten Banyumas, Sabtu (21/6) malam. Di kantor MWCNU Rawalo, mereka yang datang dari sembilan kelurahan ini menerima sejumlah materi ke-Aswajaan dan kebangsaan.

Makesta Kubro bertema “Menciptakan Kader NU Berkualitas serta Loyal terhadap NU dan NKRI” ini masuk dalam rangkaian peringatan Gebyar Harlah ke-91 NU dan Harlah ke-81 GP Ansor yang diselenggarakan MWCNU Rawalo.

IPNU-IPPNU Rawalo Gelar Makesta Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Rawalo Gelar Makesta Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Rawalo Gelar Makesta Kubro

Ketua IPNU Rawalo M Shonhaji dalam sambutannya mengimbau peserta kaderisasi untuk serius mengikuti makesta kubro. “Kader IPNU-IPPNU harus menjadi kader berkualitas serta loyal terhadap NU. Jangan hanya sekadar ikut-ikutan.”

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Shonhaji mengingatkan peserta makesta untuk menanamkan kesadaran dalam diri sebagai penerus perjuangan NU ke depan. “Terlebih lagi tantangan NU ke depan lebih kompleks.”

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Shonhaji mengatakan makesta kubro terbilang menarik. Berkat silaturahmi dengan para orang tua dan sosialisasi rutin tiap ranting, kami mendapat mandat untuk melaksanakan makesta kubra perdana di Rawalo dengan jumlah peserta cukup besar, ujar Shonhaji. (Azka Miftahuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pahlawan, Hadits, Fragmen Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Guru Madin dan SMK Pesantren Tingkatkan Kapasitas

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Difasilitasi Universitas Negeri Semarang (Unnes), ratusan guru madrasah diniyah (madin) dan pengelola SMK Pesantren di Jepara dan Demak mengikuti Pelatihan Pendidikan Inovatif di pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang desa Gemiring Lor kecamatan Nalumsari, Jepara, Selasa (25/3).

Guru Madin dan SMK Pesantren Tingkatkan Kapasitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Madin dan SMK Pesantren Tingkatkan Kapasitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Madin dan SMK Pesantren Tingkatkan Kapasitas

Setelah pelatihan, kata ketua panitia H Miftahuddin, peserta diharapkan menjadi supervisor untuk lembaga masing-masing. Menurutnya, pendidikan formal diwakili SMK Pesantren dan nonformal seperti madrasah diniyah sangat potensial untuk berinovasi dan memajukan pendidikan.

Sementara itu, KH Mustamir Wildan menyatakan selama ini SMK Pesantren kesulitan mencari tenaga guru produktif semisal bidang otomotif dan elektro. Padahal, terang ketua pengurus pesantren Balekambang Kiai Mustamir, Unnes setiap tahun menerima sekitar 7.500 mahasiswa.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Di luar itu, muncul usulan dari sebuah pertemuan SMK Pesantren agar komunitas berbasis pesantren se-Indonesia dijatah 1.000 mahasiswa. “Kalau ini disepakati Rektor Unnes pak Fathur, nanti jadi problem. Solusinya insya Allah akan kami sowankan kepada Menteri Pendidikan,” jelasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal itu menjadi perhatian komunitas SMK Pesantren. Kiai Mustamir menilai lulusannya mempunyai bekal agama yang cukup. “Jika 1.000 atau 500 mahasiswa asal SMK Pesantren bisa masuk ke semua fakultas, mereka setelah lulus akan mengabdi di pesantren maupun berkhidmah di Unnes,” imbuhnya.

Hadir dalam kesempatan itu Instruktur Nasional Kurikulum 2013 H Achmad Slamet. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hadits, Budaya Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Sahnya Menikahi Perempuan Agama Lain

Dalam Al-Qur’an telah dijelaskan bahwa seorang muslim diperbolehkan menikahi perempuan merdeka dari kalangan ahli kitab. Pernikahan itu dianggap sah secara syariat.  Sebagaimana termaktub dalam surat al-Maidah ayat 5:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (Dan dihalalkan mangasyahwini) wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan diantara orang-orang yang diberi al-Kitab sebelum kamu.“ 

Akan tetapi di zaman yang sudah mengglobal ini batasan antara ahlil kitab dan yang bukan ahlil perlu ditegaskan kembali. Karena kecenderungan bertasahul atau menggampangkan segala urusan di zaman globalisasi ini dianggap sebagai kewajaran. Hal ini cukup menghawatirkan apalagi jika berhubungan dengan masalah pernikahan. Karena panjangnya konsekwensi dari sebuah pernikahan mulai dari status pernikahan, status anak dan hak waris.

Sahnya Menikahi Perempuan Agama Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Sahnya Menikahi Perempuan Agama Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Sahnya Menikahi Perempuan Agama Lain

Dalam konteks ini maka hal yang perlu ditegaskan adalah siapakah perempuan merdeka ahlul kitab yang boleh dinikah oleh seorang muslim? tentang hal ini Imam Syafii dalam Al-Umm juz V menjelaskan:

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Abdul Majid dari Juraid menerangkan kepada kami bahwa Atha’ pernah berkata bahwa orang-orang Nasrani dari orang Arab bukanlah tergolong ahlil kitab. Karena yang termasuk ahlil kitab adalah Bani Israi dan mereka yang kedatangan Taurat dan Injil, adapun mereka yang baru masuk ke agama tersebut, tidak dapat digolongkan sebagai Ahlil kitab.

Dengan demikian, orang-orang Indonesia yang beragama lain sepert Kristen, Hindu, Budha, Kepercayaan, dan lain sebagainya tidak bisa digolongkan ke dalam ahlul kitab sebagaimana dimaksudkan dengan al-Qur’an. Apalagi jika ada perubahan dalam kitab-kitab mereka seperti yang diturunkan kepada Musa as dan Isa as.

Hal ini berbeda dengan kasus para sahabat yang tercatat sejarah menikahi perempuan ahlul kitab, seperti Sayyidina Hudzaifah pernah menikahi perempuan Yahudi ahlil madain, dan Sayyidina Utsmanpun pernah menikah dengan Nailah bintul Farafisha, perempuan asal Nazaret di Palestina. Karena perempuan-perempuan tersebut memang benar-benar ahlil kitab yang dimaksudkan di al-Qur’an.

Untuk itulah perlu ditekankan di sini pendapat ulama yang menyatakan tidak orisinalnya kitab injil dan taurat yang ada di zaman sekarang yang sekaligus menggugurkan perempuan-perempuannya sebagai ahlil kitab. Sebagaimana keterangan dalam Al-Jawahirul Kalamiyyah fi Idhahil Aqidatil Islamiyyah: 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Para ulama terkemuka meyakini sesungguhnya Kitab Taurat yang ada sekarang telah terjadi perubahan-perubahan. Diantara perubahan itu adalah tidak adanya keterangan tentang surga, neraka, kebangkitan dari kubur, pengumpulan manusia dan pembalasan. Padahal masalah tersebut merupakan hal penting dalam kitab-kitab ketuhanan. Disamping itu perubahan dalam taurat juga terlihat dengan adanya kabar tentang wafatnya Nabi Musa as pada akhir bab. Padahal taurat sendiri diturunkan untuk Nabi Musa as.

Demikianlah hujjah para ulama mengenai ketidak otentikan Taurat. Sebagaimana akan diterangkan pula tentang ketidak otentikan injil yang ada sekarang. Sehingga mereka yang memegang kedua kitab ini tidak dapat lagi digolongkan sebagai ahlul kitab. Sebagaimana kelanjutan keterangan di atas dalam Al-Jawahirul Kalamiyyah fi Idhahil Aqidatil Islamiyyah:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Para ulama terkemuka meyakini bahwa Injil yang ada sekarang terdiri dari empat naskah hasil karangan empat orang yang sebagian mereka belum pernah melihat Nabi Isa sama sekali. Keempat orang tersebut adalah Matta, Markus, Lukas dan Johanus. (anehnya) Isi keempat naskah ini bertentangan antara satu dan lainnya. Sesungguhnya orang Nasrani memiliki banyak naskah Injil selain keempat ini, tetapi setelah hampir lebih dua ratus tahun diangkatnya Nabi Isa as. ke langit mereka memutuskan untuk menghapus semua naskah kitab yang ada kecuali empat tersebut. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan dari perbedaan da perselisihan yang timbul dari perbedaan isi itu.

Dari beberapa keterangan yang ada maka seorang muslim tidak bisa menikahi perempuan agama lain di negeri ini (kristen, katolik, hindu, budha, dll) karena mereka bukan tergolong perempuan ahlil kitab. Kecuali apabila perempuan itu terlebih dahulu menyatakan diri masuk ke dalam agama Islam dengan membaca dua syahadat. (ulil H)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hadits Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 29 November 2017

Pelajar NU Jombang Fokus Pengaderan Pelajar ke Desa-desa

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang dikukuhkan di aula kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), Ahad (7/2/2016) pagi. Pelantikan berlangsung meriah didukung dengan sejumlah kegiatan seremonial yang sudah disiapkan panitia penyelenggara.

Setelah resmi dilantik, para pengurus PAC IPNU-IPPNU Ngoro diimbau memprioritaskan dalam pembentukan beberapa anak ranting IPNU-IPPNU di berbagai desa setempat yang masih belum tersentuh oleh pengurus PAC IPNU-IPPNU Ngoro sebelumnya.?

Pelajar NU Jombang Fokus Pengaderan Pelajar ke Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Jombang Fokus Pengaderan Pelajar ke Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Jombang Fokus Pengaderan Pelajar ke Desa-desa

Demikian itu disampaikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPPNU Jombang, Qurrotul Aini saat memberikan sambutan-sambutannya. Ia mengungkapkan bahwa pemerataan pembentukan IPNU-IPPNU dimulai dari anak ranting hingga PAC merupakan salah satu visi dan misi kepengurusannya.?

“Mari saling bahu membahu antar pengurus IPNU-IPPNU untuk melebarkan ke sejumlah daerah di Jombang, hal ini merupakan pekerjaan rumah kita ke depan,” ujarnya, Ahad (7/2).

Selain itu, Aini sapaan akrabnya mengaku bahwa kepengurusan IPNU-IPPNU Jombang di atas tampuk kepemimpinannya memang mendapat mandat sekaligus perintah dari beberapa kiai sesepuh Jombang untuk membentuk anak ranting di setiap ranting. “Kepengurusan tahun ini dapat amanah untuk membentuk tiap ranting ada anak rantingnya,” tuturnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara Ketua PAC IPNU Ngoro, Ahmad Khoiruddin berharap kepada segenap pengurus PAC yang baru dilantik itu untuk membangun kerja sama yang baik dan sinergitas antarpengurus untuk melaksanakan program-program yang akan dirumuskan bersama. “Saya sangat berharap kerjasama dari semua pengurus ini untuk menjalankan mandat organisasi ini,” harapnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hadits Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 27 November 2017

Jangan Bawa NU ke Ranah Politik Praktis

Yogyakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Katib Aam PBNU KH Malik Madani mengimbau semua jajaran pengurus NU di tingkat manapun untuk mengambil posisi kepengurusan secara jelas. Jangan sampai, ia berpesan, pengurus NU melibatkan organisasi untuk calon atau partai tertentu.

"NU harus kembali ke jati dirinya, sebuah jami’yah sosial keagamaan, bukan partai politik. NU tidak bermain dalam tataran politik praktis, maka tidak boleh dukung-mendukung atas nama NU. Baik itu terhadap partai politik maupun terhadap calon-calon legislatif,” terang Kiai Malik usai sambutan di acara tabligh akbar dan pengajian Al-Quran dalam rangka maulid Nabi Muhammad Saw dan doa untuk bangsa, di masjid UIN Sunan Kalijaga, Jumat malam (21/2).

Jangan Bawa NU ke Ranah Politik Praktis (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Bawa NU ke Ranah Politik Praktis (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Bawa NU ke Ranah Politik Praktis

Tidak boleh atas nama NU. Kalau atas nama pribadi, silahkan, tegasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pada pemilu 2014, Kiai Malik meminta warga NU untuk memanfaatkan hak politik mereka sebagai warga negara Indonesia. Tetapi dengan catatan, mereka tidak membawa nama NU ke ranah politik praktis.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Masyarakat dipersilahkan memanfaatkan hak politik. Pilihlah partai politik dan calon legislatif yang sesuai dengan pilihan hati nurani masing-masing. Tapi jangan menyeret-seret NU ke situ," imbuh Kiai Malik.

Disinggung tentang harapan NU sepeninggal Kiai Sahal yang konsisten menjaga Khittah NU, ia berharap Rais Aam PBNU yang baru melanjutkan perjuangan Kiai Sahal. "Harapan kami, warisan Mbah Sahal berupa kemandirian NU dari politik praktis setidaknya bisa dilanjutkan," tandas Kiai Malik. (Nur Rokhim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hadits Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 16 November 2017

Kisah Kecintaan Pendiri IPNU terhadap Buku

Sleman, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kiai Tolchah Mansur, pendiri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), adalah orang yang cinta dengan buku. Menurutnya, dengan membaca buku, kita bisa jalan-jalan ke tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau oleh fisik kita. Dengan membaca buku, kita bisa menambah pengetahuan.

Kisah Kecintaan Pendiri IPNU terhadap Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Kecintaan Pendiri IPNU terhadap Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Kecintaan Pendiri IPNU terhadap Buku

Hal demikian disampaikan putra KH Tolchah Mansur, H Romahurmuziy, dalam acara Pidato Kebangsaan dengan tema “Meneguhkan Peran Pelajar dan Santri dalam Memperkokoh NKRI”, Selasa (14/3) malam di Sleman.

“Saking cintanya dengan buku, Kiai Tolchah itu pernah berkata, orang yang paling bodoh itu orang yang meminjamkan bukunya kepada orang lain. Tetapi ada orang yang lebih bodoh lagi yaitu orang yang meminjam buku dan mengembalikannya,” kelakarnya yang disambut gelak tawa peserta.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Secara syariah, lanjut pria yang akrab disapa Gus Romi itu, apa yang dikatakan ayahnya salah. Tapi hal itu sebagai bukti bahwa Kiai Tolchah mencintai buku.

Pada kesempatan tersebut, Gus Romi juga menceritakan bahwa Kiai Tolchah juga seorang kiai yang terbuka terhadap ilmu-ilmu umum.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Meski dari keluarga pesantren, Bapak melarang anak-anaknya sekolah di madrasah dan mondok. Bapak bilang, ‘biar saya saja yang langsung mengajari anak-anak saya ilmu agama,’” ujar Gus Romi menirukan ucapan Kiai Tolchah Mansur.

Selain berbicara tentang Kiai Tolchah, Gus Romi juga mengajak anak-anak IPNU agar peka terhadap permasalahan bangsa, termasuk propaganda kaum anti-Pancasila yang semakin menguat.

“Kalau mereka mengampayekan khilafah islamiyah berarti mereka anti-Pancasila. Ini berbahaya kalau kita tidak peka,” tandas Gus Romi.

Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut merupakan rangkaian acara kegiatan ziarah pendiri IPNU di Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat IPNU bekerja sama dengan Pondok Pesantren Sunni Darussalam Sleman, DI Yogyakarta. Esoknya, mereka berziarah dan membaca doa bersama untuk Pendiri IPNU, Kiai Tolchah Mansur di kompleks makam keluarga besar Kiai Munawwir. (Nur Rokhim/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, Lomba, Hadits Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 15 November 2017

Puluhan Ribu Jamaah Hadiri Haul Mbah Manshur

Klaten, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Puluhan ribu orang memadati kompleks Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan Tegalgondo Wonosari Klaten, Jawa Tengah, Kamis (2/1). Keramaian sebetulnya sudah tampak sejak sehari sebelumnya. Para pengunjung yang hadir dari berbagai daerah tersebut berbondong-bondong datang ke Popongan untuk menghadiri peringatan haul pendiri pondok, KH Muhammad Manshur yang ke-59.

Salah satunya adalah Mulyono, pemuda asal Godong Grobogan ini datang bersama rombongan lainnya sebanyak dua bus. “Saya hampir setiap tahun hadir ke sini, bersama jamaah thariqah Naqsabandiyah Khalidiyah,” ungkapnya saat ditemui di lokasi haul.

Puluhan Ribu Jamaah Hadiri Haul Mbah Manshur (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Ribu Jamaah Hadiri Haul Mbah Manshur (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Ribu Jamaah Hadiri Haul Mbah Manshur

Mulyono dan peziarah yang lain, kebanyakan masih berhubungan dengan Pesantren Popongan yang memiliki sanad kuat baik di dalam ilmu Al-Qur’an maupun thariqah. Sedangkan pengunjung lainnya, merupakan para pencari berkah yang juga berharap keberkahan dengan mendatangi acara ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Darmadji, sekretaris panitia acara, menjelaskan para peziarah yang di antaranya merupakan alumni popongan telah mengikuti acara sejak hari Rabu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Kemarin (Rabu), diadakan kegiatan semaan Al-Qur’an sebanyak tiga kali, yakni santri putra, putri dan alumni,” terang Darmadji.

Sedangkan pada Kamis (2/1) diselenggarakan kegiatan khataman al-Qur’an, ziarah dan puncaknya pada malam harinya pengajian umum dan sholawat bersama Jamuro Surakarta. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hadits, Berita, Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 14 November 2017

Soal Rumah Makan Selama Ramadhan, Menteri Agama Imbau Semua Pihak Saling Menghargai

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Menteri Agama RI H Lukman Hakim Saifuddin meminta masyarakat untuk saling memahami agar suasana kondusif tetap terjaga. Ia menyoroti masalah warung makan yang selalu menjadi persoalan hangat dibicarakan saat Ramadhan.

"Terkait warung makan, kita harus saling menghormati bahwa ada juga umat Islam yang tidak berpuasa, seperti musafir, wanita hamil, perempuan menyusui maupun yang sedang haid. Mereka juga butuh warung makan," kata H Lukman Hakim Saifuddin usai menyerahkan SK penetapan izin pendidikan Mahad Aly di Pesantren Tebuireng Jombang, Senin (30/5) petang.

Soal Rumah Makan Selama Ramadhan, Menteri Agama Imbau Semua Pihak Saling Menghargai (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Rumah Makan Selama Ramadhan, Menteri Agama Imbau Semua Pihak Saling Menghargai (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Rumah Makan Selama Ramadhan, Menteri Agama Imbau Semua Pihak Saling Menghargai

Di hadapan sejumlah insan media, Menag menyatakan tidak ada larangan kepada pemilik warung makan membuka usahanya saat siang hari di bulan Ramadhan. Yang terpenting baik yang berpuasa maupun tidak tetap saling menghormati dan menghargai.

Meski demikian, ia juga meminta masyarakat yang tidak berpuasa tetap menghormati dan menghargai yang sedang menjalankan ibadah puasa. "Sebaliknya, di Indonesia itu tidak semuanya Muslim. Untuk yang non-Muslim, harus juga menghormati dan menghargai kita," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sedangkan masalah penetapan awal Ramadhan, Kementerian Agama akan tetap menentukan lewat sidang itsbat. Sidang tersebut akan digelar 29 Syaban 1437 H atau Ahad, 5 Juni 2016.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sidang itsbat ini menghadirkan seluruh ormas Islam, ahli falak, akademisi serta tokoh agama. Jika pada sidang tersebut ada yang melihat hilal, maka awal Ramadan 1437 H akan jatuh pada Senin (6/6). Namun jika dalam sidang itsbat tidak ada yang melihat hilal, maka pihaknya akan melakukan istikmal atau penyempurnaan bilangan bulan.

"Kalau diputuskan istikmal, berarti awal Ramadhan akan jatuh lusanya, atau pada Selasa (7/6). Kami upayakan pelaksanaan awal Ramadhan tahun ini serentak. Jika memang ada yang tidak bersamaan, maka harus saling menghormati," tandas Lukman. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, Hadits Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock