Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Hakikat Sujud dan Hikmahnya

Sujud merupakan salah satu rukun dalam shalat yang tidak boleh ditinggalkan. Namun sujud juga tidak baik jika asal dikerjakan. Karena dalam sujud itu terdapat nilai-nilai kerohanian yang sangat dalam. Dengan meletakkan kepala di bawah dan menempelkan kening dan hidung di atas tanah, dua lutut, dan telapak tangan serta ujung-ujung jarinya. Sebagaimana yang diterangkan oleh Rasulullah saw:

 

 ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?

 

Hakikat Sujud dan Hikmahnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hakikat Sujud dan Hikmahnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hakikat Sujud dan Hikmahnya

Aku disuruh bersujud pada tujuh tulang pada kening seraya menunjuk dengan tangannya kepada hidungnya-, dua tangan, dua lutut dan ujung-ujung kaku.

 

Keterangan tentang posisi fisik di atas hendaknya tidak haya dilaksanakan tetapi juga diresapi. Karena sesungguhnya rambu-rambu itu mengandung hikmah yang bila dilaksanakan dapat membantu seorang lebih khusyu’ dan ihlash dalam shalat. Jika demikian, wajar kalau Rasulullah saw kana menemani sahabatnya yang banyak bersujud

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ?. ? : ? ? . ? : ? ? . ? ? ? . ? : ? ? ? ? ? ? ? ?

 

Dari Rabiah bin Ka’ab r.a, ia berkata: “Aku pernah bermalam bersama Rasulullah SAW kemudian aku membawa kepadanya air untuk beliau berwudhu dan buang hajat, lalu beliau bersabda: “Mintalah dariku”, aku berkata: “Aku meminta menjadi pendampingmu di syurga”, ia bersabda: “Mintalah selain itu”, aku berkata: “Aku hanya meminta menjadi pendampingmu di syurga”, Rasulullah SAW bersabda: “Mintalah selain itu”, aku berkata: “Itu permintaanku”, ia bersabda: “Bantulah aku mewujudkan permintaanmu dengan banyak engkau bersujud (shalat)”. HR. Muslim 1

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

 

Secara fisik kondisi sujud memang menunjukkan sebuah penghambaan total. Bagaimana posisi itu begitu sangat rendahnya. Namun dibalik kepasrahan dan kerendahan itu sesungguhnya Allah swt akan meninggikan derajatnya. Sebagaimana diterangkan

 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

 

Dari Tsauban r.a ia berkata: “Aku mendegar Rasulullah SAW bersabda: “Perbanyaklah bersujud sesungguhnya engkau tidak melakukan satu sujudpun karena Allah, melainkan Allah mengangkatkan engkau dengan sujud tersebut satu derajat dan Allah menghapuskan darimu satu kesalahan”. HR. Muslim

 

Dan yang paling hakiki dari sujud adalah merasakan kedekatan antara seorang hamba dan tuhannya. Pada saat sujud itu bisa dengan mudah seorang hamba menitikkan air mata, atau merasa intim dengan Allah swt. Begitu yang diajarkan Rasulullah saw dalam haditsnya.

 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?“? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?”

 

Hadits riwayat Abi Hurairah Radhiyallahu’anhu, Bahwasanya Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: “Paling dekatnya seorang hamba dengan tuhannya ialah ketika dia bersujud. Maka perbanyaklah berdo’a”

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sunnah, Santri, Lomba Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Lebih dari 2.600 Rumah di Kawasan Mayoritas Rohingya Dibakar

Coxs Bazar, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pemerintah Myanmar melaporkan, lebih dari 2.600 rumah dibakar oleh tentara di wilayah mayoritas Rohingya di barat laut Myanmar pada pekan lalu, kata Reuters, Sabtu (2/9).

Sementara itu, sekitar 58.600 penduduk Rohingya telah melarikan diri ke negara tetangga, Bangladesh, menurut badan pengungsi milik PBB, UNHCR. Para relawan UNHCR tengah mengerahkan bantuan bagi mereka.

Lebih dari 2.600 Rumah di Kawasan Mayoritas Rohingya Dibakar (Sumber Gambar : Nu Online)
Lebih dari 2.600 Rumah di Kawasan Mayoritas Rohingya Dibakar (Sumber Gambar : Nu Online)

Lebih dari 2.600 Rumah di Kawasan Mayoritas Rohingya Dibakar

Pejabat Myanmar menyalahkan Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) atas pembakaran rumah-rumah tersebut. Kelompok tersebut mengaku bertanggung jawab atas serangan terkoordinasi terhadap pos keamanan pekan lalu yang memicu bentrokan dan serangan balik militer secara besar-besaran.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Seperti diberitakan sejumlah media, serangan mematikan yang dilancarkan gerilyawan Rohingya pada pos-pos keamanan di perbatasan di Rakhine, Myanmar utara, pekan lalu telah memakan puluhan korban jiwa, termasuk aparat milter.

Namun warga Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh mengatakan, sebuah kampanye pembakaran dan pembunuhan sengaja dilakukan oleh tentara Myanmar untuk memaksa mereka keluar.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Tragedi kemanusiaan yang menimpa 1,1 juta etnis Rohingya menjadi tantangan terbesar bagi pemimpin tertinggi Myanmar, Aung San Suu Kyi. Para kritikus Barat mengecam peraih nobel perdamiana itu karena terkesan membiarkan penindasan terhadap etnis beragama mayoritas Muslim itu.

"Aung San Suu Kyi benar-benar dianggap sebagai salah satu tokoh paling menginspirasi di zaman ini, namun perlakuan terhadap Rohingya, sayangnya, mengotori reputasi Burma," kata Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson dalam sebuah pernyataan.

Bentrokan dan aksi militer telah menewaskan hampir 400 orang dan lebih dari 11.700 warga non-Muslim dievakuasi dari daerah tersebut. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Lomba, News Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

Baanar, Tameng Api Neraka dari Narkoba

Bondowoso,Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kepala Nasional Baanar (Baanar) Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Idy Muzayyad mendukung hukuman tegas untuk pengedar dan bandar narkoba. Bahkan, menurut dia, Baanar? setuju memberlakukan hukuman mati.

“Kami mendukung hukuman mati. Mereka tidak mau dihukum mati, tapi mereka menghukum membunuh rakyat kita 30 orang lebih setiap hari. Ini tidak adil, maka hukuman mati sebagai ketegasan,” katanya pada Deklarasi Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) dan Pemuda-Santri Bondowoso Anti Narkoba di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Desa Tansil Wetan Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso Sabtu (27/8) sore.

Baanar, Tameng Api Neraka dari Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Baanar, Tameng Api Neraka dari Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Baanar, Tameng Api Neraka dari Narkoba

Idy mengemukakan, menurut data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), setiap hari ada 30 hingga 40 orang meninggal gara-gara narkoba. Menurut sumber yang sama pengguna narkoba saat ini ada sekitar 5,9 juta.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Narkoba, tambahnya, sudah memasuki ke segala lini dengan mudahnya. Bahkan pesantren sekalipun menjadi tempat potensial untuk menjadi tempat peredaran barang berbahaya itu.

"Kalau pesantren saja potensial, apalagi lembaga yang lain. Karena itu tidak bisa pemerintah bekerja sendirian dan masyarakat juga tidak bisa sendiri. Harus ada sinergi dengan pihak lain. Kami sebagai pemuda mendukung ketegasan aparat keamanan dalam menghadapi peredaran narkoba ini," jelasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Baanar itu Badan Ansor Anti Narkoba. Logo berbentuk tameng, di dalamnya ada pemuda sehat tanpa narkoba yang warnanya putih, adalah hasil istikharah. "Artinya Baanar menjadi tameng khususnya kalangan muda dan umumnya warga NU dari bahaya narkoba," kata dia menjelaskan organisasi baru di tubuh Gerakan Pemuda Ansor? tersebut.

Baanar ini, tambah pria yang pernah Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, yaitu kependekan dari “waqina adzaa baanar”. Artinya jauhkan kami dari api neraka gara-gara narkoba.

Deklarasi tersebut dihadiri Wakil Bupati Bondowoso Salwa Arifin, para Muspika dan Muspida Bondowoso, Pengurus NU Bondowoso, banom-banom NU Bondowoso, santriwan-santriwati Mambaul Ulum, PKH se-Kabupaten Bondowoso dan wali santri PP Mambaul Ulum. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Lomba Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Madrasah Qudsiyyah Kudus Songsong Satu Abad

Kudus, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Semenjak lahir pada 1919 M yang didirikan oleh KH Raden Asnawi, Madrasah Qudsiyyah sudah meluluskan ribuan santrinya. Hingga menjelang satu abad berdirinya kini, banyak hal yang dipersiapkan oleh pihak Qudsiyyah, salah satunya adalah Ikatan Alumni Qudsiyyah (IKAQ).

Madrasah Qudsiyyah Kudus Songsong Satu Abad (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Qudsiyyah Kudus Songsong Satu Abad (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Qudsiyyah Kudus Songsong Satu Abad

Sebagaimana disampaikan Dr Ihsan, Ketua IKAQ, ia mengajak kepada alumni diberbagai daerah untuk berpartisipasi dalam mengadakan kegiatan dalam rangka satu abad Madrasah Qudsiyyah, membantu sesuai bidang masing-masing.

Pihaknya menjelaskan, banyak kegiatan yang akan disiapkan dalam rangka peringatan satu abad Madrasah yang didirikan oleh salah satu pendiri Nahdlatul Ulama itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Penulisan buku satu abad pengajian akbar, lomba, dakwah keliling, bazar, halaqoh, sepeda santai, dan lain sebagainya,” ungkapnya saat menyampaikan sambutan dalam Halalbihalal IKAQ di halaman MTs Qudsiyyah, Kamis (30/7) siang.

“Oleh karena itu, dalam rangka menyongsong satu abad ini, kami harap kepada semua alumni Qudsiyyah dimohon partisipasinya agar pelaksanaan peringatan satu abad Qudsiyyah bisa sukses sesuai dengan harapan para masyayikh (guru-guru sepuh),” tambah dosen STAIN Kudus yang juga Wakil PCNU Kudus itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah (YAPIQ) KH Nadjib Hassan dalam sambutannya menegaskan, bahwa Halalbihalal bukanlah puncak dari kegiatan alumni, tetapi peran besar dari alumni adalah bagaimana menjaga keutuhan terutama di dalam menjaga aqidah Aswaja NU.

“Jangan sampai setelah keluar dari Qudsiyyah mengikuti aliran-aliran yang bertentangan dengan Aswaja NU. Kita itu punya Guru Besar yang namanya Mbah Sya’roni Ahmadi (Mustasyar PBNU), kenapa mengikuti guru-guru aneh yang tidak jelas sanad keilmuannya,” jelasnya.

Peran yang tidak kalah penting, lanjut Kiai Nadjib, mengangkat perekonomian para alumni. “Untuk itu, dua pokok tugas yakni aqidah dan perekonomian yang sangat penting diperhatikan untuk saat ini,” ujar mantan Ketua Paguyuban Pemangku Makam Auliya (PPMA) se-Jawa itu. (M Zidni Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Lomba, Pemurnian Aqidah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Muslimat NU Sukabumi Deklarasikan Antinarkoba

Sukabumi, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi mengadakan apel akbar di lapangan Sekarwangi Kecamatan Cibadak Sabtu, (22/10). Dalam rangka memperingati Hari Santri tersebut, ribuan santri datang dari berbagai pelosok daerah Sukabumi.

Pada kesempatan tersebut, Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Sukabumi mendeklarasikan antinarkoba. Ketua Muslimat Nenah Herlina mengatakan, deklarasi ini adalah tindak lanjut dari hasil keputusan musyawarah Muslimat NU di Malang, Jawa Timur yang merekomendasikan memberantas narkoba di berbagai daerah.

Muslimat NU Sukabumi Deklarasikan Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Sukabumi Deklarasikan Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Sukabumi Deklarasikan Antinarkoba

Adapun tindak lanjut setelah dideklarasikan tersebut, Muslimat NU akan mensosialisasikannya secara masif kepada masyarakat melalui pengajian-pengajian di majelis talim dari mulai tingkat kecamatan hingga tingkat desa.

“Ini menjadi kewajiban dan tanggung jawab bersama melindungi terhadap generasi muda khususnya, umumnya semua warga yang ada di Sukabumi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hadir pada kesempatan itu, Rais Syuriah PCNU KH Mahmud Mudrikah Hanafi, Ketua PCNU KH R. Abdul Basith,? Bupati Sukabumi H. Marwan Hamami, Ketua Majlis Ulama Indonesia KH M. Oman Komarudin, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sukabumi H. Agus Mulyadi, Sekertaris Daerah H. Iyos Somantri. Mereka ikut membubuhkan tanda tangan di atas spanduk deklarasi antinarkoba tersebut. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Lomba Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Sebelum Wirausaha, Muslimat NU Karanganyar Berlatih Merajut

Karanganyar, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Sedikitnya 100 orang terdiri atas perwakilan Muslimat NU se-Kabupaten Karanganyar mendapatkan pelatihan kewirausahaan dan keterampilan merajut di kediaman Ketua Muslimat NU Perum Josroyo Indah Jaten Karanganyar, Senin (2/1). Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama dengan PT MAS Surakarta.

Dalam pelatihan ini para anggota Muslimat NU dibekali dengan keterampilan agar bisa berwirausaha sehingga mampu berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Selama pelatihan mereka diajari cara merangkai benang sehingga menjadi rajutan.

Sebelum Wirausaha, Muslimat NU Karanganyar Berlatih Merajut (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum Wirausaha, Muslimat NU Karanganyar Berlatih Merajut (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum Wirausaha, Muslimat NU Karanganyar Berlatih Merajut

Ketua Muslimat NU Karanganyar Hj Suliyastuti mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung kegiatan tersebut untuk melatih dan mengolah keterampilan dan menambah pendapatan pengurus Muslimat NU.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Jika ibu-ibu terampil dalam membangun ekonomi, maka akan tercapai keluarga yang sakinah dan pasti akan mengantarkan negara baldatun thoyyibatun wa robbun ghafur," kata Sulis.

Dengan dilatih merajut setidaknya para anggota Muslimat NU bisa berwirausaha dan menciptakan sebuah usaha produktif yang dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya, pungkas Sulis. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Internasional, Fragmen, Lomba Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

LFNU Jombang Cetak Kader Falakiyah di Setiap Kecamatan

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pengurus Cabang (PC) Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Jombang kembali gelar pelatihan kaderisasi hisab dan rukyat, Ahad (19/11) di Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang. Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan yang digelar sebelumnya pada periode I tahap I.

Ketua LFNU Jombang Mujazun mengatakan, ia dan segenap pengurus harian LFNU Jombang yang lain berkomitmen mencetak kader-kader falakiyah secara merata. Ini dapat dilihat dari delegasi peserta kegiatan yang berasal dari lintas pengurus NU, mulai dari tingkat IPNU-IPPNU, santri dan perwakilan dari MWCNU se-Jombang.

LFNU Jombang Cetak Kader Falakiyah di Setiap Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
LFNU Jombang Cetak Kader Falakiyah di Setiap Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

LFNU Jombang Cetak Kader Falakiyah di Setiap Kecamatan

"Dalam kegiatan kaderisasi hisab dan rukyat di Pesantren Mambaul Maarif Denanyar diikuti kurang lebih 80 peserta. Mereka terdiri atas IPNU-IPPNU, para santri dan perwakilan MWCNU se-Kabupaten Jombang," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam pelatihan yang bekerja sama dengan pihak Pesantren Mambaul Maarif ini, Mujazun mengatakan bahwa para peserta disuguhi beberapa materi, yaitu hisab awal waktu shalat, hisab awal bulan hijriyah dengan sistem ephemeris, praktik ngukur arah kiblat dan teknik rukyatul hilal.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Materi-materi tersebut akan mendorong mereka dalam mencetak kader falakiyah ke depan," kata Mujazun.

Tak hanya itu, setelah pelatihan selesai, acara dilanjutkan dengan rukyatul hilal tanggal 1 Rabiul Awwal 1439 di Markaz Rukyah Lantai III Masjid Jami Denanyar Jombang. Para peserta tampak semangat dalam kegiatan praktik ini.

"Semangat para peserta dalam mengikuti kegiatan ini sangat kami apresiasi meskipun mulai pagi hingga petang hari para peserta tetap semangat dalam mengikuti tahapan-tahapan kaderisasi priode I tahap dua ini," tuturnya.

Mujazun mengatakan, kegiatan serupa sebagai tindak lanjut dari pelatihan kaderisasi priode I tahap dua ini akan kembali digelar pada Desember 2017 mendatang. Rencananya LFNU akan bekerja sama dengan pengurus MWCNU Kecamatan Ploso, Jombang.

"Mohon dukungannya, semoga misi kita membentuk dan menyiapkan kader falakiyah, khususnya di tingkat MWCNU bisa berjalan dengan baik dan bisa istiqamah," ucapanya. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaNu, Lomba, Syariah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Turki Berkabung Nasional Atas Korban Gaza

Istanbul, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Turki pada Senin menyatakan tiga hari berkabung nasional bagi para warga Palestina yang menjadi korban operasi militer Israel di Jalur Gaza dan menyebut serangan Israel itu sebagai "pembunuhan massal".?

Turki Berkabung Nasional Atas Korban Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)
Turki Berkabung Nasional Atas Korban Gaza (Sumber Gambar : Nu Online)

Turki Berkabung Nasional Atas Korban Gaza

"Kami mengutuk pembunuhan massal yang dilancarkan Israel terhadap rakyat Palestina," kata Wakil Perdana Menteri Bulent Arinc kepada para wartawan di Ankara melalui televisi, lapor AFP.?

Pernyataan itu diberikan Arinc di saat jumlah warga Palestina yang tewas telah mencapai 500 orang.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Untuk menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina, kami menetapkan tiga hari berkabung nasional mulai besok (Selasa)."

Tambah Korban?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumlah korban tewas di Gaza pada Senin meningkat menjadi 558 orang, menyusul hari paling berdarah yang dialami kantong Palestina sejak 2009 saat Israel melancarkan operasi militer penghukuman.?

Seorang tentara Israel mengatakan tujuh tentara lainnya dari pihak Israel tewas dalam pertempuran di Gaza sehingga meningkatkan jumlah warga Israel yang kehilangan nyawa menjadi 27 orang, termasuk 25 tentara, lapor AFP.?

Pengumuman itu muncul satu hari setelah 13 tentara Israel terbunuh dalam satu hari, yang merupakan hari paling banyak memakan korban tewas di pihak mereka sejak perang Lebanon 2006.?

Juru bicara dinas penanganan darurat Gaza, Ashraf al-Qudra, mengatakan serangan-serangan udara serta tembakan-tembakan artileri telah menewaskan 41 orang di seluruh kantong Palestina pada Senin.?

Sebanyak 68 jenazah lainnya ditarik dari reruntuhan di wilayah-wilayah yang mengalami pertempuran sengit satu hari sebelumnya.?

Tentara juga mengatakan pasukannya telah membunuh "lebih dari 10 militan" yang menyusup ke Israel selatan melalui dua terowongan, meletupkan pertempuran yang dilaporkan melukai beberapa tentara.?

Para gerilyawan yang tewas di dalam Israel tidak termasuk dalam daftar orang tewas di Gaza yang dimiliki Qudra.?

Korban tewas terbaru tersebut termasuk enam orang yang terbunuh dalam dua serangan artileri, tiga di antaranya kehilangan nyawa di kota selatan Rafat dan tiga lainnya di Deir al-Balah di Gaza pusat.?

Qudra mengatakan, sepertiga dari 41 orang yang tewas pada Senin adalah anak-anak.?

Tujuh bocah berada di antara sembilan orang yang tewas dalam serangan udara dini hari terhadap sebuah rumah di Rafah, dan empat anak lainnya kehilangan nyawa dalam serangan lainnya ke sebuah rumah di Kota Gaza yang menewaskan sembilan orang.?

Sementara itu, tank-tank Israel menyerang sebuah rumah sakit di Deir al-Balah hingga menewaskan empat orang, termasuk dokter-dokter, kata Qudra, yang mengisyaratkan bahwa setidaknya 70 orang mengalami luka-luka.?

Sebanyak 30 orang lainnya tewas dalam rangkaian serangan udara dan serangan tank di sepanjang Jalur Gaza.?

Dari 68 jenazah yang ditemukan Senin, 13 di antaranya merupakan warga yang berasal dari Shejaiya sehingga meningkatkan jumlah korban tewas dalam serangan pada Minggu menjadi 74 orang.?

Qudra mengatakan sebagian besar korban tewas adalah perempuan, anak-anak dan orang tua.?

Dua puluh tiga jenazah lainnya ditarik dari sebuah rumah berlantai tiga milik keluarga Abu Jamaa di kota selatan Khan Yunis, yang terkena serangan pada Ahad hingga meningkatkan jumlah korban tewas dalam satu serangan saja menjadi 28 orang, kata Qudra.?

Sejauh ini, data-data dari pihak Palestina menunjukkan sudah 558 warga Gaza yang kehilangan nyawa dan lebih dari 3.350 luka-luka sejak Israel memulai operasi untuk menghalau tembakan roket antarperbatsan pada 8 Juli. (antara/mukafi niam)

Foto:globalhaber.tv

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pendidikan, Lomba Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Santri Al-Muayyad Windan Bedah Khazanah Aswaja

Sukoharjo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal -

Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan, mengadakan kegiatan kelas akhir tahun 2016 dengan membedah buku “Khazanah Aswaja” yang diterbitkan Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur.

Kegiatan bedah buku tersebut dilaksanakan, Sabtu-Ahad (24-25/12), di Aula Pesantren Al-Muayyad Windan, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah

Santri Al-Muayyad Windan Bedah Khazanah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Al-Muayyad Windan Bedah Khazanah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Al-Muayyad Windan Bedah Khazanah Aswaja

Selama dua hari itu para peserta yang terdiri dari santri dan masyarakat umum, mengaji buku yang menjelaskan secara lengkap ajaran Aswaja mulai dari mmafahim Aswaja, aqidah Aswaja, fikih Aswaja, tasawuf Aswaja, dan kelompok aliran dalam sejarah umat Islam ini, dengan dipandu berbagai narasumber.

Pengasuh Pesantren Windan, KH M Dian Nafi’, kegiatan mengkaji buku ini sangat penting untuk bekal para santri dan generasi muda Nahdliyin. “Santri perlu terus menambah pengetahuan dan wawasan tentang Nahdlatul Ulama,” terang Kiai ‘Dian, Jumat (23/12).?

Menurutnya, NU memiliki sanad ilmu yang jelas, yang sangat penting bagi para pencari ilmu. “Sehingga orang muda akan sangat beruntung jika belajar agama islam dengan mengikuti Nahdlatul Ulama,” terang Wakil Rais Syuriah PWNU Jateng itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kiai Dian menambahkan, kajian ini menjadi kegiatan rutin yang selalu digelar menjelang akhir tahun. “Setiap akhir tahun kita membahas satu buku atau pemikiran para tokoh ulama Islam,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal PonPes, Lomba, Internasional Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Ikuti, Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional ISNU Banyumas!

Banyumas, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Banyumas, Jawa Tengah, mengadakan lomba menulis karya tulis ilmiah (LKTI) tingkat nasional. Hal ini didorong oleh keinginan agar masyarakat turut menyumbang pemikiran terhadap berbagai problematika umat.

Ikuti, Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional ISNU Banyumas! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikuti, Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional ISNU Banyumas! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikuti, Lomba Karya Tulis Tingkat Nasional ISNU Banyumas!

Secara khusus, ISNU Banyumas menantang peserta lomba untuk menulis dari tema besar yaitu “Rekonstruksi Kinerja NU di Era Global” dengan panjang tulisan 15-20 halaman.

Tulisan dapat dikirim ke email rohman.boys@gmail.com atau dikirim langsung ke sekretariat panitia di Pesantren Mahasiswa An-Najah, Jalan Moh Besar Kutasari Purwokerto, paling lambat tanggal 7 September 2015 (cap pos). Tentang persyaratan peserta dan hadiah, informasinya dapat diakses di situs www.isnubanyumas.org.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua panitia, Suparjo, mengatakan ke depan kegiatan ini merekomendasikan konsep dan instrumen teknis penting dalam mendukung kemajuan kesejahteraan bangsa. Hasil lomba ini akan dibukukan dan diseminarkan.

"Jadi tidak sekadar lomba memenuhi syarat kepentingan formal semata, namun ada spirit untuk menata kehidupan berbangsa dan bernegara untuk lebih baik. Kami tunggu partisipasi masyarakat untuk ikut serta dalam lomba yang memang ditujukan umum untuk semua kalangan," imbuhnya, Rabu (8/7).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Humas panitia LKTI Nasional, Ulul Huda, berharap melalui kegiatan ini banyak sumbangan pemikiran kaum intelektual untuk kemajuan sumber daya manusia khususnya warga NU di Banyumas.

"Ini juga menjadi bagian dari pemberdayaan kaum intelektual untuk berkontribusi untuk memberikan edukasi dan pengawasan sosial di sekitarnya. Dengan pemikiran mereka, kami yakin dapat diperoleh berbagai alternatif pemecahan masalah," jelasnya. (Susanto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, Kajian Islam, Lomba Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Antisipasi Teror, Banser DKI Rapatkan Barisan

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Belakangan ini, teror kembali melanda Indonesia dengan adanya bom Bali II dan terakhir pemenggalan 3 orang siswa SMU di Poso. Untuk mengantisipasi teror yang selalu terjadi menjelang Lebaran, Natal dan tahun baru khususnya di Jakarta, Banser DKI Jakarta mulai merapatkan barisan.

Banser DKI Jakarta menyadari betul bahwa teror yang akan terjadi di Jakarta memiliki efek yang luar biasa karena posisinya sebagai ibu kota negara. Terganggunya keamanan dalam negeri akan meruntuhkan kepercayaan internasional akan Indonesia yang pada akhirnya akan berdampak pada berbagai sektor ekonomi, termasuk pariwisata.

Selain peningkatan komunikasi antara anggota, Banser DKI juga telah melakukan pertemuan dan dialog sekaligus buka bersama pada Senin, (31/10) di gedung PBNU. “Acara ini untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan pada masyarakat di DKI Jakarta khususnya di lingkungan nU dalam mengantisipasi teror,” tandas Satkorwil Banser DKI Avianto Muhtadi.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh dari PWNU DKI, Ansor DKI dan badan otonom NU yang mendiskusikan aspek-aspek terorisme untuk meningkatkan kesadaran anggota Banser pada masalah yang saat ini menghantui dunia ini.

Kesadaran tentang bahaya terorisme tak cukup bagi anggota Banser saja karena penanganan terorisme harus komprehensif dan melibatkan masyarakat. Untuk itu Banser DKI juga akan membagikan stiker dan memasang spanduk di berbagai tempat strategis.

“Masyarakat perlu diberi pengetahuan tentang segala aspek yang terkait dengan teror bom serta upaya pencegahannya karena para pelaku terror dalam banyak peristiwa melakukan perencanaan sampai persiapan pengeboman biasanya bertempat di suati lingkungan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu untuk meningkatkan kesiapsiagaan Banser DKI juga membantu posko pengamanan lebaran mulai dari (H-1)-(H+1) di 10 titik transportasi yang meliputi pelabuhan Tanjung Priok, Terminal bus Kalideres, Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Senen, Stasiun Gambir, terminal Lebak Bulus, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulo Gadung, dan Stasiun Jatinegara.

Secara keseluruhan, akan diturunkan 100 personel dengan masing-masing lokasi 7 orang dan 30 orang di pusat komando untuk kendali dan patroli. Mereka akan bekerjasama dengan Polda Metro Jaya, DLLAJR dan aparat terkait lainnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hadits, Lomba, Nusantara Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Antisipasi Teror, Banser DKI Rapatkan Barisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Antisipasi Teror, Banser DKI Rapatkan Barisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Antisipasi Teror, Banser DKI Rapatkan Barisan

Rabu, 20 Desember 2017

Kajian Fikih Perempuan, Penting tak Hanya bagi Wanita

Banyuwangi, Kedung Sukun Adiwerna Tegal



PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Banyuwangi menggelar diskusi kajian tentang fiqih perempuan bersama puluhan kader pelajar NU di Aula Kantor PCNU Banyuwangi, Selasa (30/05) malam.

Kajian Fikih Perempuan, Penting tak Hanya bagi Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)
Kajian Fikih Perempuan, Penting tak Hanya bagi Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)

Kajian Fikih Perempuan, Penting tak Hanya bagi Wanita

Gelaran diskusi kajian fiqih perempuan ini dihadiri langsung oleh wakil ketua 3 PAC IPNU Banyuwangi bidang Departemen Dakwah Ahmad Surur dan sekaligus pemantik diskusi kajian ini.

Diawal Surur mengatakan, mempelajari fiqih dan dalil-dalil hukum di dalam agama Islam merupakan perkara yang penting baik untuk kalangan Muslim laki-laki dan perempuan.

"Kita sebagai manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Untuk itu, kita membutuhkan fiqih dalam melaksanakan aktifitas ibadah. Misal, shalat, ? puasa, haji, membaca Al-Qur’an, dan ibadah lainnya," ungkap ? Surur.

Tak hanya itu lebih spesifik, Surur menilai pentingnya belajar fiqih masalah haid, nifas, wiladah, dan istihadlah mutlak diperlukan, baik di kalangan perempuan maupun laki-laki.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Karena posisi laki-laki suatu saat akan menjadi kepala keluarga dan secara otomatis memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi tentang darah wanita kepada istri dan keturunannya kelak," jelas Surur.

Selain itu, pasalnya kalangan wanita sendiri mengenai darah haidl dengan istihadlah ? masih bingung membedakannya. Mana itu darah haid atau sebaliknya, terang Surur.

"Terkadang seorang wanita telah mengeluarkan darah haidl lebih dari 15 hari masih dianggapnya haidl, padahal itu tidak. Kadang pula masih belum dapat membedakan antara kriteria darah qowi (kuat) dan tidak," tutur Surur.

Apa lagi, kebanyakan dari mereka ? wanita yang masih awam dan baru merasakan haid.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Makanya kita bidik para kader-kader NU khususnya kaum hawa untuk mengikuti kajian ini. Karena sadar, ini adalah syariat utama untuk menjalankan segala ibadah. Bukankah kebersihan sebagian dari iman," tutup Surur. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Daerah, Lomba, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Ziarah, Menag: KH Ahmad Syaikhu Tokoh Nasional

Depok, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Almaghfurlah KH Ahmad Syaikhu adalah tokoh besar, jasanya bagi bangsa ini luar biasa, tidak hanya bagi umat Islam tapi juga bagi nonmuslim. Kiai Syaikhu bukan sekadar tokoh NU pada zamannya. Mantan Ketua DPR-GR era Bung Karno ini juga merupakan tokoh nasional.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan hal tersebut kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal usai jamaah Maghrib yang disambung berziarah di makam KH Ahmad Syaikhu. Lukman diminta untuk berbicara pada kuliah umum "Pendidikan Islam dan Tantangan Pembentukan Karakter Bangsa di Era Globalisasi" di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hamidiyah Depok, Senin (15/9/14) petang.

Ziarah, Menag: KH Ahmad Syaikhu Tokoh Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Ziarah, Menag: KH Ahmad Syaikhu Tokoh Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Ziarah, Menag: KH Ahmad Syaikhu Tokoh Nasional

“Warisan beliau berupa lembaga pendidikan Pesantren Al-Hamidiyah ini sangat bermanfaat. Dan kita amat bersyukur karena ahli warisnya, para putra-putrinya, berhasil melanjutkan apa yang dulu diperjuangkan dan dicita-citakan Almaghfurlah. Tentunya, kita harus memberi support agar keberadaan pesantren tetap terjaga. Syukur-syukur bisa dikembangkan terus sesuai situasi dan kondisi,” ujarnya.

Menteri yang mengaku pernah menjadi anggota dewan pengarah di Pesantren Al-Hamidiyah pada 1990-an ini merasa bangga karena capaian pesantren kini luar biasa. “Jadi, kita lagi-lagi harus bersyukur. Cara mensyukurinya adalah dengan tetap mengembangkannya sebisa mungkin,” harapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ditanya tentang kedekatan antara keluarga besar KH Ahmad Syaikhu dengan keluarga besar KH Saifuddin Zuhri, Menag mengatakan keduanya memiliki kedekatan emosional lantaran mereka berbesanan. “Putri tertua Kiai Syaikhu dengan putra pertama Kiai Saifuddin Zuhri membina rumah tangga. Jadi, sangat dekat hubungannya,” tuturnya sembari tersenyum.

Pada wawancara singkat tersebut, menteri agama memberi semangat dan motivasi bagi para santri untuk tetap istiqamah di pesantren. Karena bagi alumnus Pesantren Gontor Ponorogo Jatim ini, hidup di pondok tidaklah gampang lantaran banyak cobaan dan tantangan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Para santri agar tetap kerasan di pondok. Karena hidup mondok itu tidak gampang. Banyak cobaan dan tantangannya. Mudah-mudahan tetap diberikan kekuatan dan kesabaran oleh Allah SWT. Terakhir, semoga ilmu yang didapat berkah dan manfaat dalam rangka menebar kemaslahatan bagi sesama,” harapnya yang langsung diaminkan para santri yang mengerubungi menteri agama ini. (Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Syariah, Lomba Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

Kualat karena Berbohong kepada Sang Ayah

Kisah nyata ini aku tulis dari pengalaman pribadiku sendiri. Dulu sebelum aku mendapat pelajaran berharga dari kejadian yang aku alami ini, aku sangat membenci ayahku. Yang paling menyedihkan adalah ayahku seorang yang kurang taat dalam beribadah. Super galak. Jahat kepada ibuku. Sering bertengkar dan main tangan mukul, terutama saat-saat kondisi terhimpit ekonomi.

Oleh karena itu hampir seluruh keluarga membenci ayah. Padahal kalau dipikir lebih dalam dialah yang dengan gaya galaknya dan gaya kerasnya telah menghidupi lima orang anak dan satu istri selama ini.

Kualat karena Berbohong kepada Sang Ayah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kualat karena Berbohong kepada Sang Ayah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kualat karena Berbohong kepada Sang Ayah

Hatiku mulai terbuka bahwa ayah juga wajib dihormati adalah ketika aku sudah bisa bekerja. Pada mulanya ayah tidak pernah aku kasih jatah uang. Semua uang gajianku aku serahkan pada ibu karena menurutku selama ini ibu adalah satu-satunya orang yang harus aku bahagiakan, sedangkan ayah tidak. Karena menurutku ayah terlalu jahat dan tidak wajib aku hormati.

Suatu hari di tanggal-tanggal tua, waktu uang tinggal tipis-tipisnya, tersisalah di dompetku 27 ribu rupiah. Seperti biasa, saat akan bekerja aku tidak pernah lupa mencium tangan ibu dan ayah. Walaupun aku benci ke ayah tetapi aku menyembunyikannya dengan tetap juga menyalami dan mencium tangannya—kendatipun kadar hormat dalam hati tak seperti saat aku mencium tangan ibuku.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selesai aku mncium tangannya, ayahku berbicara, “Nak, njaluk duwike gawe tuku rokok aku gak duwe rokok blas (Nak, minta uangnya buat beli rokok, aku tiak punya uang sama sekali).”

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam hati, aku berbicara kalu uang sisa Rp27.000 aku kasihkan ayah maka tujuh ribu kiranya pas buat beli rokok. Artinya, aku berangkat kerja hanya dengan membawa uang Rp20.000—menurutku uang segnini kurang untuk pegangan. Dan ahirnya aku jawab dengan berbohong, "Nggak ada Pak, uangku cuma sisa tujuh ribu” (sambil aku pura-pura bolak-balik dompetku yang padahal isinya ada Rp27.000.

Dan akhirnya ayah berkata lagi, "Oh ya sudah, wis buat kamu aja, Nak. Takut nanti di jalan ada apa-apa, ada ban bocor atau gimana. Nggak apa-apa wis Bapak nggak jadi minta, nanti gampang bapak nyari utangan aja buat beli rokok."

Lalu saya pun berangkat naik sepeda motor. Dah kualatnya, belum sampai 200 meter naik motor aku menabrak bebek tetangga hingga mati. Kebetulan orang yang punya bebek itu ada di situ dan langsung menghampiriku minta ganti rugi sebesar Rp20.000. Subkhanallah, uang Rp27.000 yang tadi aku akui ke ayahku cuma tujuh ribu selang 3 menit sudah benar-benar menjadi Rp7.000.

Perasaanku campur aduk selama perjalanan berangkat kerja. Dan tak terasa air mata tiba-tiba bercucuran sambil aku mengendarai motorku. Teringat wajah ayah yang baru saja aku bohongi, teringat jelas raut wajah-wajah kesedihannya, teringat jelas kata-katanya saat mencoba minta uang padaku. Dan tidak aku beri.

Sejak saat itu aku berjanji akan selalu berbakti kedua orang tuaku yakni ibu dan bapakku. Dan juga berjanji tidak akan pernah lagi membohongi ayahku.

Maafkan saya, Ayah.Selama ini aku keliru menilaimu. Aku kira hanya ibu satu-satunya orang tempat aku wajib berbakti.



Pengirim: Shohibul Imam.





======

Kedung Sukun Adiwerna Tegal mengajak kepada pembaca semua untuk berbagi kisah inspiratif penuh hikmah baik tentang diri sendiri atau orang lain. Silakan kirim ke email: redaksi@nu.or.idDari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Lomba, Tegal, Sejarah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 29 November 2017

Presiden, Rais ‘Aam, dan Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Grand Final LSN

Bandung, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo rencananya dijadwalkan akan menghadiri laga final Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 yang akan digelar di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), kota Bandung, pada Ahad malam (29/10). Di stadion tersebut Presiden akan memberikan sambutan sekaligus menutup secara resmi LSN 2017.

“Sampai hari ini memang tidak ada pembatalan. Kita anggap sampai hari ini Presiden Joko Widodo hadir. Beliau akan sambutan serta menutup Seri Nasional Liga Santri Nusantara dan rangkaian acara Hari Santri Nasional,” kata Direktur Eksekutif LSN Muhammad Alfu Niam.

Presiden, Rais ‘Aam, dan Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Grand Final LSN (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden, Rais ‘Aam, dan Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Grand Final LSN (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden, Rais ‘Aam, dan Ketum PBNU Dijadwalkan Hadiri Grand Final LSN

Niam menjelaskan, sesaat sebelum laga final dimulai, akan diadakan doa dan Shalat Maghrib berjamaah  di stadion GBLA. Sedangkan imam shalat akan dipimpin langsung oleh Rais Am PBNU KH Maruf Amin. "Beliau sudah berkenan, nanti salah satu jamaahnya adalah Pak Presiden,” jelas Niam kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal di Media Center LSN, di Jalan Supratman kota Bandung.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain Presiden dan Rais ‘Am PBNU, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj juga turut hadir untuk memberikan kata sambutan sebelum laga dimulai.

Lebih jauh, Niam mempersilakan masyarakat untuk hadir pada laga final tersebut. “Monggo silakan datang, karena kita kasih slot 15 ribu tempat duduk. Wali Kota Bandung juga ikut mengerahkan masyarakat Bandung, di mana setiap kelurahan akan mengirimkan 100 orang,” tambah Niam.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebagaimana informasi yang diperoleh dari panitia LSN, masyarakat dari kalangan manapun yang ingin menonton laga final Liga Santri Nusantara untuk datang langsung ke stadion tanpa dipungut biaya tiket masuk. (M. Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Cerita, Fragmen, Lomba Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Persoalan Dakwah di Hong Kong dan Macau

Oleh Saepullah?



Sebagian orang mungkin merasa tidak nyaman dengan tulisan ini karena saya ingin mengawalinya dengan pembahasan tentang kloset. Namun saya percaya hikmah bisa datang dari mana, saja termasuk dari kloset.

Bisa dibilang kota Hong Kong dan Macau merupakan kota yang sulit bila kita mencari kloset jongkok. Sebagai Muslim saya tentu kerap kesulitan untuk buang air besar karena tidak adanya kran air di sisi kloset. Terkadang mesti menyiapkan botol minuman sebelumnya.?

Persoalan Dakwah di Hong Kong dan Macau (Sumber Gambar : Nu Online)
Persoalan Dakwah di Hong Kong dan Macau (Sumber Gambar : Nu Online)

Persoalan Dakwah di Hong Kong dan Macau

Orang Hong Kong dan Macau terbiasa hanya menggunakan tisu untuk membersihkan istinja. Mereka juga dikenal jarang mandi. Hanya sekali dalam sehari mereka mandi, yaitu saat pulang kerja di malam hari. Salah satu yang menjadi alasan ialah untuk menghemat air. Mereka tak mengenal mandi walau sehabis berhubungan suami istri. Bagi mereka yang penting sikat gigi dan memakai minyak wangi.

Maka begitu landing di bandara Soetta pada Selasa, 27 Juni pukul 19.45 WIB, saya senang bertemu kloset jongkok. Betapa saya semakin bersyukur, dimana lahir dan besar sebagai orang Indonesia yang beragama Islam. Airnya melimpah deras, serta bisa bebas menjalankan ibadah. Semakin juga bertambah kesadaran saya bahwa Islam sebagai agama yang mengajarkan kebersihan dan kesucian dalam segala aspeknya. Yang mencakup aspek lahiriyah dan aspek batiniyah.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketika shalat misalnya tak cukup bersih dari najis, kita juga harus suci dari hadast kecil maupun besar. Demikian juga makanan, tak cukup hanya halal (secara zat dan cara memperolehnya), tapi juga ada thayyib (baik untuk kesehatan, tidak membahayakan secara jasmani dan rohani). Itu sebabnya selama di Macau ataupun Hong Kong perlu berhati-hati menyangkut makanan dan masakan. Betapapun, tuntunan dan ajaran Islam amat sesuai dengan fitrah manusia.?

*

Sebelumnya pada pukul 16.00 waktu Hong Kong kami berlima—saya, Ustad Taufik Munir, Ustad Saifullah, Ustad Saiful Mujab, Ustad M Qadar Syahidin—take off dari Hong Kong International Airport.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Berangkat bareng, pulang bareng," ungkap saya.?

Selama di Hong Kong dan Macau, aktivitas dakwah kami punya cerita masing masing. Kalau ditanya apa yang paling berkesan buat saya pribadi, sebetulnya akan banyak peristiwa ? yang berkesan.?

Namun, jika harus memilih diantara episode yang paling menark selama berdakwah di sana ialah adanya semangat beragama yang kuat di tengah masyarakat yang bergaya hidup bebas, seperti rutinnya shalat tarawih dan pengajian di tengah malam walau sudah lelah bekerja. Itu menjadi sebuah kesan tersendiri bagi saya.?

Bagi saya sendiri, selama di Hong Kong dan Macau, ada beberapa catatan. Pertama, tak seperti yang lain yang tetap berada di Hong Kong, justru saya ditugaskan ke Macau sejak tanggal 31 Mei sampai 24 Juni. Saya bisa melihat kehidupan secara langsung masyarakat setempat dan masyarakat Indonesia yang ada di sana. Bagaimana situasi dan kondisi di Macau—yang juga dikenal sebagai kota judi—juga menambah cara pandang saya.?

Kedua, saya meyakini bahwa Islam sebagai agama yang berlaku sepanjang zaman dan waktu, dan itu bisa diaplikasikan walau berada di lingkungan yang nonmuslim. Karakteristik ajarannya yang tidak ingin menyulitkan, membuat siapa pun yang beragama Islam, tak perlu berkecil hati apalagi psimis dalam menjalankan agama.?

Ketiga, berdakwah kepada masyarakat yang notabene belum mengenal Islam dilakukan dengan kasih sayang, cinta dan dakwah bil hal (akhlak yang mulia). Paling tidak ada kesan yang diterima baik tentang agama Islam melalui pemeluknya.?

"Kamu kalau carikan aku yang berjilbab ya," begitu cerita Bu Lastri saat dimintai majikannya yang non Muslim untuk mencarikan BMI. Ada pula yang senang dengan shalawat bahkan saling men-share untuk menemani tidur anak-anak Macau.

Keempat, setiap Muslim di manapun sebetulnya membawa citra Islam, BMI yang di Hong Kong maupun di Makau selalu saya ingatkan terkait hal ini. Bukan hanya itu mereka juga membawa citra Indonesia. Kesan masyarakat setempat terhadap Islam dan Indonesia ditentukan olehnya.?

Kelima, adanya budaya berkelompok dan berorganisasi (walau tidak secara mapan) di Macau ataupun Hong Kong sangat potensial untuk dimanfaatkan secara optimal. Hanya saja memang yang menjadi problem ialah perlunya bimbingan, kaderisasi, pelatihan dan manajemen yang baik serta dorongan moril ditengah pengaruh gaya hidup dan individualistis masyarakat setempat.?

Tak jarang juga banyak BMI justru bergaya hidup bebas ala Hong Kong ataupun Macau karena minimnya benteng masyarakat atau proteksi sosial. Keberadaan PCINU, LAZISNU maupun Muslimat NU yang kuat dan bersinergi adalah harapan-harapan bagi terlindung dan majunya masyarakat Nahdiyiin di luar negeri.

Saya menemukan masalah yang beragam, dari pengamalan agama di tengah minoritas. Belum lagi kondisi psikologis dan kesehatan mental, faktor ekonomi dan pengelolaan keuangan, bahkan faktor politik di Indonesia yang juga mewarnai iklim masyarakat di Macau ataupun Hong King sehingga saya perlu menanamkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Ada juga konflik dengan keluarga, jodoh, cinta sampai hubungan terlarang.?

Di sini seorang dai dituntut bukan hanya memberikan bimbingan keagamaan, tapi juga menjadi seorang motivator dan memberikan konseling bahkan siap bila hapenya berisi curhatan atau pertanyaan. Namun demikian, keikhlasan ialah hal priorotas utama dalam menjalankannya.

Pernah suatu ketika ada seseorang mendatangai saya. Ia ceritakan sudah menghabiskan uang hingga sekitar 40 jutaan untuk biaya konseling mengenai problemnya. Problemnya unik, bahwa ia suka dengan seseorang akhirnya dia berusaha menggunakan ajian pelet dari internet. Sejak kejadian itu ia merasa terganggu. Dan ini salah satu potongan curhatan yang saya terima.?

Semoga apa yang saya lakukan di Macau dan di Hong Kong walau masih terlalu jauh bila dikatakan berdakwah, bisa menjadi pelajaran hidup sekaligus pengalaman yang berharga sebagai modal untuk berdakwah di negeri berikutnya aamiin.?

Berdakwah jangan hanya dimaknai sempit. BMI yang menguasai bahasa setempat amat potensial untuk mengenalkan Islam di negeri Tiongkok secara lisan. Amat banyak lahan dakwah di Macau dan Hong Kong yang belum tergarap. Namun yang utama sebagaimana saya sebutkan di atas ialah dakwah dengan bahasa cinta dan kasih sayang serta keteladanan sebagaimana Baginda Nabi Muhammad SAW.

Penulis adalah anggota Tim Inti Dai Internasional dan Media (TIDIM) LDNU dengan penugasan ke Macau dan Hong Hong. Kegiatan ini bekerjasama dengan LAZISNU?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Lomba, Berita, Makam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 24 November 2017

World Islamic Economic Forum Digelar di London

London, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Lebih dari 2,600 politisi dan pebisnis Muslim menghadiri World Islamic Economic Forum (WIFE), yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di luar negara Muslim?

World Islamic Economic Forum Digelar di London (Sumber Gambar : Nu Online)
World Islamic Economic Forum Digelar di London (Sumber Gambar : Nu Online)

World Islamic Economic Forum Digelar di London

Acara ini dibuka oleh Perdana Menteri Malaysia Najib Razaq. Beberapa pemimpin Negara lainnya seperti Presiden Afganistan Hamid Karzai, PM Pakistan Nawaz Sharif, PM Tunisia Ali Laarayedh, dan anggota tripartis kepresidenan Bosnia Herzegovina Bakir Izetbegovic diharapkan menyampaikan pandangannya dalam forum bertajuk “Dunia Baru, Hubungan Baru”

Event yang berlangsung tiga hari ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Inggris untuk meluncurkan Sukuk, atau obligasi berbasis syariah senilai 200 juta poundsterling.?

PM Inggris David Cameron pada kesempatan peluncuran mengatakan Inggris berencana menjadi pusat keuangan Islam, di Barat, dan menambahkan bahwa Inggris berharap dapat menawarkan £200 juta sukuk pada 2014, dan sekaligus merupakan negara non Muslim yang pertama kali melakukannya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selanjutnya, Bursa Efek London juga akan meluncurkan indeks berbasis syariah dalam waktu dekat. Pengumuman ini merefleksikan keinginan pemerintah Inggris untuk terlibat dalam pertumbuhan investasi Islam yang cepat, yang tumbuh sampai 150 persen sejak 2006. Tahun depan, nilainya diharapkan mencapari £1.3 milyar.?

"London merupakan pusat keuangan Islam terbesar di luar Negara Muslim. Dan menjadi ambisi kita untuk bergerak lebih jauh,” kata Cameron, dia menambahkan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Karena saya tidak hanya ingin London menjadi ibukota keuangan Islam di dunia Barat, tetapi saya menginginkan London berdiri sejajar dengan Dubai sebagai satu pusat keuangan Islam di dunia." (iina/mukafi niam)

Foto: IINA

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama, Lomba, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 21 November 2017

RMI NU Buka Festival Pesantren Bersih dan Sehat

Semarang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pesantrenku Hebat aktif Bersih dan Sehat (PHaBS) merupakan program baru yang diselenggarakan pengurus pusat Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU) bekerjasama dengan PT. Kalbe Farma Tbk. Program ini bagian turunan Gerakan AyoMondok untuk meningkatkan kualitas kebersihan dan kesehatan pesantren dalam bentuk penganugerahan (awards) sebagai tahap awal Area Jawa-Madura (Tahun 2016).

H Abu Choir selaku yang ditunjuk menjadi person in charge (PIC) PHaBS menyatakan, semua pesantren yang ingin mengikuti program ini bisa mulai mendaftar hingga 17 Agustus 2016. Tak hanya penganugerahan saja, program ini juga akan mengadakan pelatihan dan pendampingan bagi 21 pesantren nominasi yang telah memenuhi syarat. Panitia membagi menjadi tiga zona yaitu, zona 1, Jakarta, Jawa Barat, dan Banten; zona 2: Jawa Tengah, daerah istimewa Yogyakarta; dan zona 3: Jawa Timur, Madura, Bali.

RMI NU Buka Festival Pesantren Bersih dan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI NU Buka Festival Pesantren Bersih dan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI NU Buka Festival Pesantren Bersih dan Sehat

Kurangnya lingkungan yang bersih dan sehat juga akan menimbulkan ketidaknyamanan belajar, bahkan menurunkan minat masyarakat mendidikan anak-anaknya di pesantren. Berdasarkan pengalaman Pengurus RMI NU Jawa Tengah melalui gerakan Pesantrenku Bersih Pesantrenku Keren, penyadaran warga pesantren secara partisipatif dalam kebersihan lingkungan dapat meningkatkan kualitas kebersihan dan kesehatan pesantren.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Nglakoni kebersihan di pesantren adalah bagian dari pendidikan itu sendiri sehingga melibatkan santri dalam aktivitas kebersihan akan menumbuhkan karakter hidup," kata? H Abu yang juga Pengasuh Pesantren Darur Ridhwan Al-Fadholi Pati ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Setidaknya terdapat tiga indikator penting dalam awards ini, aktif (20%), bersih (40%), dan sehat (40%). Adanya komunitas penggerak budaya aktif, bersih dan sehat, tempat sampah yang mudah diakses di setiap area dan pos kesehatan pesantren yang memenuhi standart menjadi beberapa butir penilaian yang dilakukan.

Pesantren yang ingin mengikuti award PHaBS bisa mengirimakan persyaratan berupa formulir pendaftaran, kesediaan menjadi peserta PHaBS dan bersedia dipublikasikan, ada tim PHaBS di tingkat pesantren sejumlah 35 santri, menyertakan foto riil/apa adanya kondisi kebersihan dan kesehatan pesantren dan memiliki aula atau tempat pertemuan yang mampu menampung 100 peserta. Kemudian dikirim ke sekretariat pusat PHaBS dengan alamat Perumahan BPI Blok H nomor 6 Ngaliyan Semarang Jawa Tengah 50181.

"Meningkatnya kesadaran perlunya menjadi pesantren bersih dan sehat bagi peningkatan layanan masyarakat menjadi tujuan akhir PHaBS nanti," kata Abu Choir yang juga pernah nyantri di PPDU Al-Fadholi Malang.

Karena berkumpulnya santri dari berbagai daerah yang berbeda-beda norma kebersihannya, seringkali membawa dampak bagi kebersihan lingkungan dan kesehatan pesantren. Padahal efek dari kurangnya menjaga kebersihan akan menyebabkan berbagai dampak penyakit, seperti penyakit kulit (scabies), infeksi saluran pernapasan (ISPA), dan demam berdarah dengue (DBD). Sudah saatnya berbagai macam maqalah tentang kebersihan dan kesehatan dibuktikan masing-masing pesantren. Persyaratan dan keterntuan lebih lanjut bisa dilihat di rmi-nu.or.id/PHaBS. (Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Lomba Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 16 November 2017

Kisah Kecintaan Pendiri IPNU terhadap Buku

Sleman, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kiai Tolchah Mansur, pendiri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), adalah orang yang cinta dengan buku. Menurutnya, dengan membaca buku, kita bisa jalan-jalan ke tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau oleh fisik kita. Dengan membaca buku, kita bisa menambah pengetahuan.

Kisah Kecintaan Pendiri IPNU terhadap Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Kecintaan Pendiri IPNU terhadap Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Kecintaan Pendiri IPNU terhadap Buku

Hal demikian disampaikan putra KH Tolchah Mansur, H Romahurmuziy, dalam acara Pidato Kebangsaan dengan tema “Meneguhkan Peran Pelajar dan Santri dalam Memperkokoh NKRI”, Selasa (14/3) malam di Sleman.

“Saking cintanya dengan buku, Kiai Tolchah itu pernah berkata, orang yang paling bodoh itu orang yang meminjamkan bukunya kepada orang lain. Tetapi ada orang yang lebih bodoh lagi yaitu orang yang meminjam buku dan mengembalikannya,” kelakarnya yang disambut gelak tawa peserta.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Secara syariah, lanjut pria yang akrab disapa Gus Romi itu, apa yang dikatakan ayahnya salah. Tapi hal itu sebagai bukti bahwa Kiai Tolchah mencintai buku.

Pada kesempatan tersebut, Gus Romi juga menceritakan bahwa Kiai Tolchah juga seorang kiai yang terbuka terhadap ilmu-ilmu umum.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Meski dari keluarga pesantren, Bapak melarang anak-anaknya sekolah di madrasah dan mondok. Bapak bilang, ‘biar saya saja yang langsung mengajari anak-anak saya ilmu agama,’” ujar Gus Romi menirukan ucapan Kiai Tolchah Mansur.

Selain berbicara tentang Kiai Tolchah, Gus Romi juga mengajak anak-anak IPNU agar peka terhadap permasalahan bangsa, termasuk propaganda kaum anti-Pancasila yang semakin menguat.

“Kalau mereka mengampayekan khilafah islamiyah berarti mereka anti-Pancasila. Ini berbahaya kalau kita tidak peka,” tandas Gus Romi.

Acara yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut merupakan rangkaian acara kegiatan ziarah pendiri IPNU di Yogyakarta yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat IPNU bekerja sama dengan Pondok Pesantren Sunni Darussalam Sleman, DI Yogyakarta. Esoknya, mereka berziarah dan membaca doa bersama untuk Pendiri IPNU, Kiai Tolchah Mansur di kompleks makam keluarga besar Kiai Munawwir. (Nur Rokhim/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, Lomba, Hadits Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 13 November 2017

Angkat Tarekat Syattariyah di Cirebon, Disertasi Mahrus Raih Summa Cumlaude

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Wakil Sekretaris PP LP Maarif NU Mahrus mengajukan disertasinya di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB)Program Studi Ilmu Susastra Universitas Indonesia (UI). Ia berhasil mempertahankan disertasinya di depan lima penguji ? dengan predikat summa cumlaude. Dalam karya tulis doktoralnya, Mahrus mengangkat karakteristik taerkat Syattariyah dan Muhammadiyah di Keraton Keprabonan Cirebon.

Mahrus meneliti enam naskah yang berkaitan dengan tarekat Syattariyah di Cirebon khususnya di lingkungan keraton. Menurutnya, silsilah tarekat Syattariyyahdi Cirebon memiliki jalur yang berbeda dari tarekat Syattariyah lainnya di Indonesia.

Angkat Tarekat Syattariyah di Cirebon, Disertasi Mahrus Raih Summa Cumlaude (Sumber Gambar : Nu Online)
Angkat Tarekat Syattariyah di Cirebon, Disertasi Mahrus Raih Summa Cumlaude (Sumber Gambar : Nu Online)

Angkat Tarekat Syattariyah di Cirebon, Disertasi Mahrus Raih Summa Cumlaude

Dari salah satu naskah yang diteliti, ia tidak menemukan nama Syekh Abdurrauf Singkel dan Abdul Muhyi Pamijahan. Tarekat Syattariyah di Cirebon tersambung melalui Abdullah bin Abdul Qahhar yang mengajarkan tarekat tersebut kepada H Muhammad bin Mu’tashim pada abad 18-19 M.

Syattariyah di Cirebon juga berjejaring dengan Syattariyah lainnya di Indonesia terutama melalui Syekh Abdullah bin Abdul Qahhar dan Ahmad Qusyasyi atau Syekh Alam Rabbani.

Berdasarkan naskah yang ditelitinya, Mahrus tidak hanya melihat silsilah Syattariyah, tetapi juga ilustrasi atau diagram iwak telu sirah sanunggal (tiga ikan satu kepala) yang dianggap sebagai suluk Syattariyah di Cirebon.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Suluk inilah yang barangkali bisa dikaitkan dengan tradisi walimahan yang selalu menyertakan ikan dalam ‘berkat’-nya”. begitu juga dengan ikan yang digunakan dalam bendera Kacirebonan dan di beberapa tempat lain seperti di pintu gerabng Kepatihan , dan beberapa tembok sekitar keratin,” kata Mahrus.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Namun, ilustrasi tiga ikan satu kepala ini tidak hanya hadir di Cirebon. Simbol tiga ikan satu kepala (trimina) ini juga ditemukan di dalam naskah milik KH M Bakrin di Desa Drajat, Paciran, Lamongan, sebuah naskah yang ditulis sekitar abad ke-17.

Mahrus juga menemukan aksara pegon yang digunakan dalam naskah-naskah yang ia teliti. Ia menyimpulkan tradisi pegon ini sebagai pengaruh dari tradisi pesantren khususnya dialek lokal Cirebon. Keberadaan bahasa Arab, aksara Arab, dan aksara pegon di keraton Cirebon tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan pondok pesantren yang ada sejak abad ke-18-19 terutama Pesantren Buntet, Babakan Ciwaringin, dan Balerante.

Mahrus mengajukan disertasinya di FIB UI dengan Program Studi Susatra pada Kamis (14/1) siang. Ia adalah pengajar tetap di Jurusan Filsafat Agama di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Ia pernah mondok di Pesantren As-Salafiyah Kauman, Pemalang, dan Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaSantri, Lomba, Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock