Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

PCNU Subang Rekatkan Persatuan Kebangsaan

Subang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Subang menggelar pertemuan Halal Bihalal di pesantren At-Tawazun, Kalijati, Subang, Rabu (13/8). Pertemuan yang dihadiri ratusan warga ini, melibatkan sejumlah komponen warga mulai dari jajaran perangkat kabupaten, Kemenag Jabar, jajaran Muspida, dan elemen pemuda di kabupaten Subang.

PCNU Subang Rekatkan Persatuan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Subang Rekatkan Persatuan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Subang Rekatkan Persatuan Kebangsaan

Tampak hadir dalam pertemuan ini Bupati Subang Ojang Sohandi, Wakil Bupati Imas Aryumningsih, Kepala Kankemenag Jabar Ahmad Bukhori.

Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah mengatakan, Halal Bihalal cukup mengakar bagi masyarakat Indonesia, terlebih lagi Nahdliyin. Halal Bihalal menjadi sebuah mmomentum penting untuk meneguhkan simpul-simpul masyarakat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Kendati hari ini ada isu-isu yang bertentangan dengan kaidah agama dan ideologi kebangsaan, NU tetap konsisten mengawal cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia. Bagi kami, siapapun yang merongrong keutuhan NKRI, secara otomatis layak dijadikan musuh bersama,” kata Kiai Musyfiq.

Sementara Ojang menyatakan apresiasinya atas pertemuan kebangsaan yang digagas PCNU Subang. Menurut dia, solidaritas dan persaudaraan kebangsaan yang dimiliki NU merupakan bagian dari implementasi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Karenanya, semua elemen masyarakat dari kalangan ulama, umaro, orang kaya, dan orang miskin, merupakan satu kesatuan di tengah-tengah kehidupan bangsa Indonesia yang majemuk ini,” kata Ojang.

Tampil sebagai penyampai taushiyah dalam pertemuan ini ialah Ketua Asosiasi Bina Haji dan Umroh Nahdlatul Ulama KH Manarul Hidayat. (Ade Mahmudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hikmah, Tegal Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 24 Februari 2018

PBNU Minta Masyarakat Dilibatkan dalam Perencanaan Pembangunan

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj meminta agar pemerintah melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan. Selama ini, masyarakat tidak tahu apa yang akan dilakukan pemerintah terhadap mereka.

Akibatnya, banyak program pemerintah yang gagal di masyarakat. Ia mencontohkan program penataran P4, yang tak berbekas di masyarakat karena mereka hanya ikut dengan alasan untuk mendapatkan sertifikat saja.

PBNU Minta Masyarakat Dilibatkan dalam Perencanaan Pembangunan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Masyarakat Dilibatkan dalam Perencanaan Pembangunan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Masyarakat Dilibatkan dalam Perencanaan Pembangunan

Demikian pula, NU saat ini sama sekali tidak ikut dan diajak bicara oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) soal mau diapakan Indonesia ini ke depan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Jika masyarakat tidak memahami, pasti akan ada akibatnya,” katanya dalam peluncuran buku “Jalan Terbaik Masyarakat dalam Menghadapi Perubahan Iklim” yang merupakan kerjasama antara WWF-Indonesia dengan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklin (LPBI-NU).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pada kesempatan tersebut, Kang Said juga menjelaskan tentang salah kaprah istilah ulama. Al Qur’an menyebut kata ulama selama dua kali, pertama yaitu orang yang faham tentang alam semesta, atau bisa dikatakan sebagai teknokrat. Selanjutnya Qur’an menyebut kata ulama terkait dengan ilmuwannya bani Israel.

“Termasuk ahli lingkungan bisa dikatakan sebagai ulama,” paparnya.

Kerusakan yang terjadi di dunia, juga telah disebutkan dalam Al Qur’an karena terjadinya keserakahan manusia sehingga bumi rusak dan hancur. “Pengelolaan terhadap alam membutuhkan keseimbangan, seperti disimbolkan oleh angka 11,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) Rachmat Witoelar menegaskan, situasi perubahan iklim saat ini ada pada point of no return atau tak bisa kembali ke titik sebelumnya.

Untuk mengatasi ini, dibutuhkan kerjasama seluruh umat manusia untuk merubah gaya hidupnya agar ramah lingkungan, apalagi jumlah penduduk di muka bumi sudah mencapai 7-8 milyar manusia.

“Perlu melibatkan organisasi-organisasi yang peduli terhadap lingkungan untuk menumbuhkan kesadaran untuk berlaku ramah pada lingkungan,” paparnya.

Direktur Eksekutif WWF-Indonesia Efransjah menyatakan kerjasama dengan NU dilakukan mengingat NU memiliki jejaring sosial yang luas. “Akan ada kerja nyata di pesantren,” tandasnya.

Penandatanganan Kesepakatan bersama antara WWF-Indonesia dengan PBNU terkait dengan penanganan isu lingkungan hidup dengan menumbuhkan kesadaran dalam perspektif religius. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, Nahdlatul Ulama, Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Expo Potensi Desa Dorong BUMN dan Swasta Ikut Membangun Desa

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertingal, dan Transmigrasi menggelar Expo Potensi Desa di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta, 13-15 Oktober 2016.

Expo Potensi Desa Dorong BUMN dan Swasta Ikut Membangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Expo Potensi Desa Dorong BUMN dan Swasta Ikut Membangun Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Expo Potensi Desa Dorong BUMN dan Swasta Ikut Membangun Desa

Beragam kekayaan dan potensi unggulan desa ditampilkan dalam Expo ke-2 tahun ini setelah di Sumatera Barat pada 23-25 September 2016. Expo Potensi Desa merupakan agenda tahunan Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi. Tahun lalu kegiatan sejenis dihelat di enam lokasi, yakni Cianjur, Bondowoso, Demak, Banyuasin, Maros, dan Banjarmasin.

Expo Potensi Desa ke-2 tahun 2016 di JCC sendiri dibuka langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo. Dijelaskan bahwa Expo Potensi Desa merupakan peluang bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan pihak swasta untuk masuk dan terlibat langsung dalam pembangunan desa.

"Melalui Expo Potensi Desa ini, kami berharap mitra-mitra kerja dari BUMN maupun swasta dapat terdorong untuk turut berpartisipasi dalam membangun desa," ujar Mendesa Eko saat membuka Expo Potensi Desa 2016 di JCC, Jakarta, Kamis (13/10).

Dalam Expo Potensi Desa ini, sejumlah mitra usaha yang ikut berpartisipasi. Diantaranya BNI, Bulog, BRI, BTN, Pegadaian dan beberapa mitra lainnya. Keterlibatan mitra strategis ini dapat memacu proses pembangunan desa yang menjadi komitmen pemerintahan Jokowi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mendes Eko menjelaskan, peserta Expo Potensi Desa tentunya menampilkan keunikan yang khas serta memiliki daya tarik tersendiri. Hal ini menjadi momentum penting bagi semua kalangan, termasuk pemerintah dalam memetakan potensi desa. Juga momentum bagi setiap daerah memamerkan, memasarkan, dan memajukan produk unggulannya.

"Kami berharap kegiatan ini akan menjadi wadah interaksi dan saling bertukar informasi untuk kemajuan daerah, bagi para peserta expo, dan juga masyarakat serta dunia usaha. Mari kita saling menginspirasi. Mari kita bergerak bersama memajukan produk unggulan daerah mewujudkan Gerakan Nasional Satu Desa Satu Produk," tegas Mendes Eko.

Mendes Eko menjelaskan, Expo Potensi Desa merupakan sarana bagi desa-desa untuk menunjukkan kepada publik berbagai potensi yang layak dikembangkan ke level yang lebih tinggi. Expo ini juga menjadi sarana sosialisasi capaian kinerja Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi, baik dalam hal regulasi maupun program unggulan Kementerian.

Pembukaan Pameran Expo Potensi Desa 2016 di JCC berlangsung meriah. Apalagi acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi serta Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir. Dengan demikian, kolaborasi pemerintah dalam mempercepat program Desa Membangun akan semakin lekas tercapai. Red: Mukafi Niam

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Januari, Bangladesh Target Pulangkan 100.000 Rohingya ke Myanmar

Coxs Bazar, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pemerintah Bangladesh berencana memulangkan 100.000 pengungsi Muslim Rohingya ke negara asalnya, Myanmar, dalam rombongan pertama repatriasi etnis yang menjadi korban kekerasan militer ini.

Januari, Bangladesh Target Pulangkan 100.000 Rohingya ke Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)
Januari, Bangladesh Target Pulangkan 100.000 Rohingya ke Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)

Januari, Bangladesh Target Pulangkan 100.000 Rohingya ke Myanmar

Menteri senior Obaidul Quader, Jumat (29/12) sebagaimana dilansir AFP, mengatakan, daftar 100.000 nama telah dikirim ke pemerintah Myanmar pada Jumat sehingga repatriasi dapat dimulai pada akhir Januari di bawah kesepakatan antara Bangladesh dan Myanmar.

Lebih dari 655.000 Muslim Rohingya dari negara bagian Rakhine, Myanmar, mencari perlindungan di Bangladesh sejak eskalasi kekerasan oleh militer setempat pada akhir Agustus. Orang Rohingya terpaksa lari dari tempat asal, menerobos hutan, laut, dan sungai dalam kondisi memprihatinkan. PBB menyebut tragedi ini sebagai upaya pembersihan etnis.

Jumlah ini menambah daftar sebelumnya yang mencapai lebih dari 300.000 orang yang sudah tinggal cukup lama di tenda-tenda pengungsian setelah mendapat kekerasan di negara mayoritas penganut Buddha tersebut.

Pemerintah Bangladesh dan Myanmar telah menandatangani sebuah kesepakatan pada November lalu yang memungkinkan pemulangan dari 23 Januari mendatang. Banyak kelompok bantuan dan diplomat meragukan bahwa Rohingya yang ketakutan akan setuju pulang ke daerah asalnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Quader mengatakan bahwa pemulangan akan dimulai segera setelah sekelompok pejabat dari kedua negara menyelesaikan daftar nama.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Abul Kalam Azad, komisaris bantuan pemerintah untuk pengungsi Rohingya, mengatakan repatriasi akan dimulai setelah Myanmar memverifikasi daftar tersebut dan pihak berwenang di Bangladesh mendapat persetujuan dari para pengungsi yang bersedia.

Sebagian besar pengungsi Rohingya yang didatangi AFP di kamp-kamp tersebut bersikeras tidak mau pulang karena menilai Rakhine masih tidak cukup aman. Para diplomat mengaku ragu Myanmar akan mengizinkan pulangnya Rohingya dalam jumlah sebanyak itu.

(Baca juga: Nelangsanya Nasib Anak-anak Rohingya di Bangladesh)Menurut Azad, hampir 1 juta Rohingya tinggal di Bangladesh, banyak di antaranya telah berada di sana selama beberapa dekade. Myanmar telah sepakat untuk menarik kembali para pengungsi yang tiba sejak Oktober 2016, diyakini berjumlah sekitar 700.000 orang. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Sako Pramuka Maarif NU Telah Terbentuk di 12 Provinsi

Semarang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Pusat Lembaga Pendidikan Maarif NU mengadakan rapat kerja Nasional Satuan Komunitas (Sako) Pramuka di Pondok Pesantren Al Ittihad Poncol Kecamatan Beringin Kabupaten Semarang, Sabtu-Ahad (31/10-1/11). Kegiatan yang dibuka ketua PBNU H Hanief Saha Ghofur ini membahas agenda program kerja Sako Pramuka lima tahun kedepan.

Menurut ketua ? PP LP Maarif H Arifin Junaidi, Sako Pramuka Maarif Nasional terbentuk tahun 2013 sesuai amanat pasal 32 ayat (1) UU nomor 12/2010 tentang gerakan pramuka. Hingga kini, 12 pengurus wilayah/provinsi LP Maarif juga sudah membentuk Sako Pramuka Maarif ? Kwartir Daerah yakni, Lampung, Jawa Barat, Jatim, Jateng, Yogyakarta, Kalsel, Kalbar, Maluku Utara, Banten, NTB, Kaltim, dan Ternate.

Sako Pramuka Maarif NU Telah Terbentuk di 12 Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sako Pramuka Maarif NU Telah Terbentuk di 12 Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sako Pramuka Maarif NU Telah Terbentuk di 12 Provinsi

"Untuk membentuk kwartir provinsi syaratnya berdiri minimal 5 kwartir daerah/kabupaten, sementara kwartir kabupaten harus sudah ada 5 gudep. Jadi kalo dihitung rata-rata satu gudep 5 ribu anggota secara kesuluruhan anggota gudep 300 ribu," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia mengatakan, keberadaan Sako Pramuka bertujuan meningkatkan pengembangan sikap bagi anak didik terutama anggota pramuka di lingkungan Maarif sehingga membantu di dalam proses pendidikan dan kegiatan belajar mengajar.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kegiatan belajar mengajar bukan hanya mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan saja, melainkan juga mampu mengembangkan karakter siswa melalui Pramuka ini," kata Arifin.

Ketua Panitia Rakernas ? H Muchsin Ibnu Djuhan mengatakan, Rakernas ? ini dimaksudkan untuk memperkuat eksistensi Pramuka-pramuka di lingkungan madrasah-sekolah NU. Targetnya untuk merumuskan petunjuk tata laksana administrasi organisasi dan program kerja sako, adat sako, pola, dan mekanisme pembinaan anggota. "Rakernas ini yang pertama kali sejak dikukuhkan kepengurusan Sako Nasional tahun 2015 ini," jelasnya.

Dikatakannya, Pramuka merupakan salah satu diantara pembelajaran yang sifatnya ekstrakurikuler yang berhasil meningkatkan karkater anak didik. ? Pramuka mampu meningkatkan karakter siswa menjadi anak yang disiplin, cerdas, dinamis, dan kreatif.

"Makanya Kita bangkitkan kembali gugus depan (gudep) pramuka di lingkungan madrasah-sekolah Maarif karena banyak makna-makna penting dalam membangun karakter anak," tandasnya.

Di pondok pesantren Al Ittihad ini, PP LP Maarif juga menggelar Raker pengurus pusat dengan agenda merumuskan program kerja. ? Diantara program pokok PP LP Maarif periode 2015-2020 adalah penguatan aqidah ke-aswaja-an kader NU, penguatan kelembagaan, dan satuan pendidikan, peningkatan mutu pendidik, dan tenaga kependidikan. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

160 SMK Pesantren Aktif Program Agrobisnis Ivet Semarang

Semarang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebanyak 160 pesantren yang memiliki sekolah menengah kejuruan (SMK) dilibatkan dalam program penanaman padi dengan metode modern berpola agrobisnis yang dicanangkan Institut Keguruan Ilmu Pendidikan? (IKIP) Veteran atau biasa disingkat Ivet Semarang.

Menurut Rektor Ivet Semarang Dr Bambang Triono, program penanaman padi yang dikerjakan bersama para santri tersebut merupakan perwujudan identitas Ivet Semarang sebagai Teacerpreneur Campus.

160 SMK Pesantren Aktif Program Agrobisnis Ivet Semarang (Sumber Gambar : Nu Online)
160 SMK Pesantren Aktif Program Agrobisnis Ivet Semarang (Sumber Gambar : Nu Online)

160 SMK Pesantren Aktif Program Agrobisnis Ivet Semarang

"Pesantren itu pasti membekali santrinya dengan jiwa wirausaha. Ini kami jodohkan dengan tagline kami sebagai Teacerpreneur Campus. Maka kami gandeng SMK berbasis pesantren dalam program agrobisnis ini," terangnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Bambang mengungkapkan hal itu dalam acara Seminar Entrepreneur dan Soft? Launching Dies Natalis Ivet Semarang di auditorium? kampus setempat di Jalan Pawiyatan Luhur Semarang, Jawa Tengah, Selasa (23/2/2016).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Presiden Direktur Lembaga Pendidikan Entrepreneur College Jakarta Drs A Khairussalim lkhs selaku pemimpin program agrobisnis tersebut melanjutkan, saat ini telah dilakukan penanaman padi metode modern agrobisnis di lahan seluas 7 hektare. Semua tanah itu dipinjam atau disewa dari pesantren atau pengasuhnya.

Ia menyebutkan, bagus sekali respon para kiai maupun lembaga pondok pesantren atas programnya tersebut. Kesamaan tekad membangun kemandirian dan mendidik mental wirausaha, membuat pihaknya banyak ditawari lahan pertanian untuk diikutkan dalam program penanaman modern tersebut.

"Program agrobisnis kami ini, menanam dengan pola modern, nantinya hasil panennya bisa lima kali lipat daripada model lama, dan kami ingin menguasai bisnis beras organik setidaknya di Jawa Tengah. Prospeknya sangat bagus," bebernya. (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaNu, Tegal, Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban

Kita sekarang berada di bulan Sya’ban dan sebentar lagi Ramadhan datang menghampiri kita. Bulan Sya’ban merupakan waktu yang tepat untuk berpuasa guna melatih diri untuk terbiasa puasa satu bulan penuh selama Ramadhan. Bahkan orang yang puasa Sya’ban termasuk orang yang menghormati bulan Ramadhan. Nabi Muhammad SAW mengatakan, “Puasa? Sya’ban itu untuk menganggungkan Ramadhan,” (HR At-Tirmidzi).

Puasa Sya’ban sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Menurut pengakuan ‘Aisyah RA, “Hanya di bulan Ramadhan Nabi Muhammad berpuasa satu bulan penuh dan saya tidak melihat Beliau sering puasa kecuali di bulan Sya’ban,” (HR Al-Bukhari). Dalam riwayat Ahmad disebutkan, “Puasa yang disukai Nabi Muhammad SAW ialah puasa di bulan Sya’ban.”

Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Amalan Rasulullah SAW di Bulan Sya’ban

Syeikh Nawawi Banten di dalam Nihayatuz Zain menjelaskan sebagai berikut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Macam puasa sunah yang kedua belas adalah puasa Sya’ban. Sebab Nabi Muhammad SAW sangat suka berpuasa pada bulan tersebut. Siapa saja yang berpuasa di bulan Sya’ban, ia akan memperoleh sya’faat di hari kelak.”

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebagai umatnya, puasa sunah yang dilakukan Nabi SAW ini penting untuk kita amalkan. Meskipun tidak mampu meniru sepenuhnya apa yang diamalkan Nabi Muhammad SAW, paling tidak kita coba berpuasa semampunya selama bulan Sya’ban. Selain mendapatkan ganjaran, puasa Sya’ban dapat melatih diri sendiri agar siap melakukan puasa wajib Ramadhan.

Biasanya, orang yang tidak terbiasa berpuasa tentu akan merasa berat melakukan puasa sebulan penuh pada Ramadhan. Untuk itu, biasakan puasa sebanyak-banyaknya di bulan Sya’ban agar nanti di bulan Ramadhan organ lambung tidak terkejut bila tidak beraktivitas selama siang hari.

Demikian pula bagi perempuan yang belum mengqadha puasa Ramadhan tahun lalu, Sya’ban adalah momen terbaik untuk mengqadha puasa. Jangan sampai ketika memasuki bulan Ramadhan nanti, utang puasa belum dibayar tuntas. Semoga kita mampu mengamalkan sunah Nabi Muhammad SAW. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hikmah, Fragmen, Pahlawan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Awasi APBD, Ansor Mojokerto Dorong Kader Melek Anggaran

Mojokerto, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mengadakan berupaya meningkatkan kapasitas para pengurus dan kadernya di bidang telaah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto Purwanto mengatakan, pihaknya telah mengelar pelatihan analisis anggaran sebagai bekal bagi kader Ansor untuk ikut berjuang mengawal transparansi anggaran dan belanja pemerintah Kabupaten Mojokerto. "Bagaimana mewujudkan APBD benar-benar untuk rakyat, tidak hanya jargon saja," kata Purwanto, sebagaimana siaran pers yang diterima Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Selasa (1/3).

Awasi APBD, Ansor Mojokerto Dorong Kader Melek Anggaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Awasi APBD, Ansor Mojokerto Dorong Kader Melek Anggaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Awasi APBD, Ansor Mojokerto Dorong Kader Melek Anggaran

Bertempat di kantor MWCNU Kecamatan Pacet, sebanyak 20 orang pengurus Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LKPPM), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor, serta pengurus harian GP Ansor Kabupaten Mojokerto digembleng selama tiga hari sejak tanggal 26 hingga 28 Februari kemarin.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam hal ini, GP Ansor Kabupaten Mojokerto menggandeng Fitra (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran), sebuah LSM yang selama ini fokus di bidang pengawalan anggaran, untuk memberikan bekal kepada para pengurus GP Ansor.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dengan pelatihan analisis anggaran ini, Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto H Syihabul Irfan Arif berharap Ansor lebih menguatkan peran-peran eksternalnya dalam mengawal kebijakan publik, terutama dalam hal penganggaran APBD Kabupaten Mojokerto. Karena berawal dari penganggaran yang transparan dan akuntabel, APBD bisa benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

"Dengan belajar hal ini, Ansor harus bisa memberikan pembelajaran yang lebih luas kepada masyarakat, agar bisa memiliki akses yang sama dalam merumuskan kebijakan anggaran bagi kemaslahatan umat," katanya.

Selain diisi oleh pemateri dari Fitra, acara penelitian analisis anggaran ini juga dihadiri oleh koordinator kaderisasi PW GP Ansor Jatim. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Perbedaan Bukan untuk Diperdebatkan, Tapi Dibagi

Yogyakarta,Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta Prof Nizar Ali mengatakan, perbedaan bukan untuk diperdebatkan, melainkan untuk dibagi. Dengan berbagi, masalah kemanusiaan dan permasalahan bangsa ini bisa diselesaikan secara bersama-sama.

“Aktor penting dalam membendung radikalisme adalah penyuluh agama. Karena penyuluh ini kan memiliki basis umat yang kuat,” katanya dalam membukan acara Outbond Kerukunan Umat Beragama (KUB) para Penyuluh Agama Honorer (PAH) di Komplek Kraton Ratu Boko, Minggu (23/8) kemarin lusa.

Perbedaan Bukan untuk Diperdebatkan, Tapi Dibagi (Sumber Gambar : Nu Online)
Perbedaan Bukan untuk Diperdebatkan, Tapi Dibagi (Sumber Gambar : Nu Online)

Perbedaan Bukan untuk Diperdebatkan, Tapi Dibagi

Outbond dinilai efektif dalam menjalin kerukunan karena sudah menyatu dalam kontek berbangsa dan bernegara. “Kegiatan serupa hatus dikembangkan dan terus digalakkan,” ajak pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Rektor II UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Guru Besar Bidang Hadtis ini menambahkan, PAH harus memberikan penyuluhan agama dengan ramah dengan bingkai keragaman. Perbedaan itu untuk dinikmati keindahannya. Jika ada orang yang melanggar koridor-koridor agama, maka orangnya yang bermasalah bukan agamanya. Oknum itulah yang bermasalah, karena agama tidak mengajarkan kerukunan dan perdamaian.

Dengan kegiatan outbond KUB ini diharapkan terjalin kerja sama dan keharmonisan antara penganut agama. Untuk membangun sebuah bangunan yang kokoh diperlukan kebersamaan, toleransi, tim work, persaudaraan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Outbond KUB PAH lintas agama ini diikuti sekitar 50 orang. Mereka ada yang dari Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu, dan Konghucu. Sebelumnya Kanwil Kemenag DIY mengadakan Outbond KUB dari mulai pelajar lintas agama, pemuka lintas agama, penyuluh lintas agama, dan selanjutnya guru lintas agama.(suhendra/abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sunnah, Nasional, Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Ketua Baru IPPNU Wonoasih Tertantang Genapkan Komisariat di 11 Sekolah

Probolinggo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Setelah terpilih sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo masa bakti 2017-2019, Evi Kumalasari bertekad akan memaksimalkan peran pimpinan komisariat (PK) di semua lembaga MTs dan MA di Kota Probolinggo.

“Hal ini merupakan salah satu program yang ingin saya jalankan dengan tujuan ingin membuat PAC IPPNU Wonoasih semakin baik ke depannya, khususnya dalam kaderisasi di organisasi,” kata Ketua IPPNU Wonoasih Evi Kumalasari, Senin (23/1).

Ketua Baru IPPNU Wonoasih Tertantang Genapkan Komisariat di 11 Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Baru IPPNU Wonoasih Tertantang Genapkan Komisariat di 11 Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Baru IPPNU Wonoasih Tertantang Genapkan Komisariat di 11 Sekolah

Menurutnya, saat ini di Kecamatan Wonoasih terdapat sebelas lembaga MTs (Madrasah Tsanawiyah) dan MA (Madrasah Aliyah). “Alhamdulillah, sudah terbentuk PK IPPNU di delapan lembaga MTs dan MA. Ke depan kami berupaya agar semua lembaga ada PK IPPNU-nya,” jelasnya.

Setelah semua sekolah di bawah naungan LP Ma’arif terbentuk PK IPPNU, jelas Evi. Ia akan mencoba membentuk komisariat di sekolah negeri dan menjalin kemitraan dengan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Sehingga dalam setiap kegiatan sekolah, OSIS dan IPPNU bisa saling bersinergi dengan baik.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Tugas ini memang sangatlah berat, tetapi tidak ada yang tidak mungkin jika kita masih belum mencoba dan belum berusaha. Tapi untuk sementara kita fokus dulu kepada sekolah di bawah naungan LP Ma’arif,” tegasnya.

Perempuan yang tinggal di Kelurahan Wonoasih Kecamatan Wonoasih ini mengaku demi mewujudkan program itu dirinya telah menjalin komunikasi yang intens dengan beberapa sekolah.

“Saat ini masih proses ke arah sana. Target kami setidaknya tahun ini minimal ada dua lembaga sekolah MTs dan MA. Syukur-syukur kalau bisa tiga sehingga lengkap sebelas lembaga MTs dan MA ada PK IPPNU-nya,” tambahnya.

Ia menambahkan, keberadaan PK IPPNU di lembaga sekolah ini sangat bermanfaat dalam upaya melakukan kaderisasi organisasi. Karena selama ini pihaknya mengaku kesulitan mendapatkan kader tatkala kader yang ada ditarik ke cabang.

“Mudah-mudahan keberadaan komisariat IPPNU ini bisa membantu keberlangsungan organisasi di masa yang akan datang,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Santri, Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Arogansi Mayoritas Pengaruhi Minoritas Islam di Indonesia

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Radikalisme agama yang arogan di wilayah mayoritas berdampak buruk bagi sejumlah daerah yang memiliki umat Islam minoritas seperti di Papua. Hal itu dikatakan Ketua PC GP Ansor Jayawijaya, Papua, H Abu Hanifah Assho, di Jakarta, Selasa (17/1).

Arogansi Mayoritas Pengaruhi Minoritas Islam di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Arogansi Mayoritas Pengaruhi Minoritas Islam di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Arogansi Mayoritas Pengaruhi Minoritas Islam di Indonesia

“Apa yang terjadi di pusat mempengaruhi hubungan kami dengan lintas iman. Muslim di Papua minoritas, berbeda dengan di Jawa atau Jakarta,” kata Hanifah.

Karena itu, kata dia menambahkan, bagaimana negara ini didirikan harus diingatkan kembali kepada publik.

“Pertama, kami berharap keragaman di Indonesia tidak tercabik. Bagaimana negara ini berdiri juga sudah jelas,” kata dia lagi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Harapan selanjutnya, ujar dia melanjutkan, ulama dan kiai Nahdlatul Ulama (NU) turun ke tengah-tengah lingkaran yang belakangan ini dikacaukan oleh segelintir golongan yang ingin memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ulama dan kiai NU harus menenangkan publik yang sengaja dibuat gaduh sebab itu ancaman bagi minoritas dan keberagaman di Indonesia. Kami muslim yang minoritas di Papua, sungguh merasakan dampak tersebut sehingga perlu kiranya ulama NU terus bergerak, bersuara membuat kondisi masyarakat bisa tenang,” harapnya.

Sejumlah aksi radikal, pemberitaan hingga meme negatif didesain segelintir golongan belakangan ini muncul telah membuat prihatin sejumlah pihak termasuk pemerintah.? (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

KMNU di UII Yogyakarta Siap Syiarkan Amaliyah NU di Kampus

Yogyakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama Universitas Islam Indonesia (KMNU UII) masa khidmat 2015/2016 resmi dilantik di aula pesantren Ki Ageng Giring, Ngaglik, Sleman, Ahad (31/5). Diawali dengan khotmil quran, tahlil, dan doa, pengurus baru mengikrarkan janji setia KMNU untuk mensyiarkan amaliyah NU di kampus.

Pelantikan ini dipimpin perwakilan presidium nasional (presnas) 4 KMNU Syamsuddin. Tampak hadir Ketua BPH Regional 2 KMNU M Dliyaudin, perwakilan KMNU UNY, perwakilan KMNU UGM, dan perwakilan dari civitas UII.

KMNU di UII Yogyakarta Siap Syiarkan Amaliyah NU di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU di UII Yogyakarta Siap Syiarkan Amaliyah NU di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU di UII Yogyakarta Siap Syiarkan Amaliyah NU di Kampus

Ketua KMNU UII Mazdan mengatakan, pelantikan pengurus KMNU UII ini meningkatkan semangat masing-masing pengurus untuk berdakwah ala Aswaja NU di kampus UII.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Karena adanya KMNU UII ini diharapkan dapat memfasilitasi mahasiswa asal pesantren atau masih mambu santri untuk bisa meneruskan kebiasaan santri seperti kajian dan amaliyah lainnya.”

Syamsuddin mengapresiasi KMNU UII yang awal berdirinya hanya dirintis oleh tiga orang. “Alhamdulillah sekarang tiga orang ini dapat menjaring teman-teman lainnya untuk memantapkan diri menjadi bagian KMNU dan mengabdi kepada NU.”

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Syam, di usia muda KMNU UII pengurusnya tidak perlu bernafsu untuk menjadi besar. Untuk menjadi besar itu perlu proses yang tidak mudah dan panjang. Syam mengimbau pengurus baru ini untuk memperkuat internal terlebih dahulu sebagai proses awal menuju lebih baik. (Ulinnuha/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Potensi Radikalisme di Tangerang Dinilai Tinggi

Kota Tangerang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Potensi radikalisme di Kota Tangerang cukup tinggi. Survei yang dilakukan dosen Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Tangerang, Banten, menyebutkan, 50 persen pelajar di Kota Tangerang setuju dengan negara Islam.

Potensi Radikalisme di Tangerang Dinilai Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Potensi Radikalisme di Tangerang Dinilai Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Potensi Radikalisme di Tangerang Dinilai Tinggi

Demikian disampaikan Muhammad Sarbini dalam Seminar Kebangsaan bertema “Nilai-nilai Kebangsaan dalam Menangkal Ideologi Radikalisme” di Aula STISNU Tangerang, Kamis (16/6) sore.

“Kami juga menemukan hasil yang mencengangkan. Tujuh puluh empat persen dari hasil survei pelajar di Kota Tangerang berpotensi pada radikalisme,” paparnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Di samping itu Kombes Pol Ir H Hamli mengatakan, tindakan radikal dan terorisme sebanyak 45 persen itu dimotori ideologi agama.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Sebagai warga NU harus berperan aktif dalam penyelamatan negara. Nilai-nilai kebangsaan sudah ada dalam beberap prinsip NU,” jelas Alumni PMII ITS.

Acara ini disertai dengan deklarasi angkatan muda Nahdlatul Ulama pengawal Pancasila dan NKRI. Wakil Ketua Bidang Akademik Muhammad Qustulani menjelaskan, STISNU berkomitmen untuk mengimplementasikan nilai-nilai Aswaja dan Islam Nusantara dalam mendidik kader-kadernya.

“Kami berkomitmen untuk menyiapkan kader NU yang siap mengawal NKRI. Kami juga memberikan beasiswa kepada kader-kader NU yang kuliah di sini,” tegas alumni UIN Syarif Hidayatullah tersebut. (Suhendra/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hikmah, IMNU, Pondok Pesantren Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Menag: Keragaman Adalah Jati Diri Bangsa

Bogor, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Keragaman, termasuk dalam keragaman beragama, adalah jati diri bangsa. Demikian disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang hadir sebagai pembicara utama dalam Temu Kebangsaan Orang Muda, Sabtu, (9/4) di Cico Resort, Bogor.?

Sejak dulu, papar Menag, Indonesia sudah kaya akan ? ritual keagamaan, terbukti ada selamatan kelahiran warga di masyarakat Indonesia. Dan jauh setelah meninggal dunia pun, seseorang masih dikirimi doa-doa. Dan itu dilakukan oleh banyak agama.

Menag: Keragaman Adalah Jati Diri Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Keragaman Adalah Jati Diri Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Keragaman Adalah Jati Diri Bangsa

Menag mengatakan bangsa Indonesia telah mengalami proses yang panjang. Sejarah menunjukkan, bahwa bangsa Indonesia sangat beragam.?

“Kalau ditarik dari perspektif agama, Tuhan memang menciptakan kita dalam wujud keberagaman. Keragaman adalah sunnatullah, atau dengan bahasa lain memang begitulah kehendak Tuhan Yang Maha Esa,” terang Menag di hadapan sekitar seratus hadirin yang mememuhi ruangan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selanjutnya Menag menyebut dalam perumusan UUD 1945, terjadi perdebatan, tetapi nilai-nilai agama yang dipegang oleh para pendahulu bangsa dijadikan sesuatu yang mampu menyatukan Indonesia. Dengan demikian religiusitas menjunjung tinggi nilai agama. Dan nilai-nilai keagamaan lah yang sesungguhnya menyatukan bangsa Indonesia.

Melengkapi paparannya, Menag membuat gambar sebuah bangun persegi panjang berukuran besar. Lalu Menag membuat garis-garis vertikal dan horisontal sehingga di dalam persegi panjang itu, terbentuk persegi panjang-persegi panjang lainnya.

“Menurut Anda berapa jumlah persegi panjang yang ada sekarang?” tanya Menag kepada peserta. Langsung saja para peserta menebak jumlah segi panjang yang ada.

Menag lalu menjelaskan satu gambar bisa melahirkan banyak persepsi atau pemahaman. Dari analogi itu terungkap bahwa dalam beragama Tuhan adalah satu. Kitab suci yang dipegang oleh penganut masing-masing agama juga satu. Orang suci yang diutus Tuhan juga ada satu. Tetapi, pemahaman keagaamaan itulah yang beragam.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Islam misalnya banyak ahli tafsir yang menerjamahkan Al-Quran, memiliki pemahaman-pemahaman tergantung ? cara pandang, paradigma, dan seterusnya. Demikian juga Alkitab, saya pikir tidak tunggal. Terbukti ada sekte-sekte,” kata Menag.

Menag melanjutkan, keragaman ini muncul sesungguhnya karena keterbatasan manusia. Manusia melihat sesuatu berdasarkan perspektif atau sudut pandang yang tak sama, karena memang manusia memiliki keterbatasan. Tuhan menciptakan keragaman agar manusia yang terbatas bisa saling melengkapi, sehingga bisa saling memperkaya dalam memahami kebenaran yang mutlak.?

Keberagaman agama tampak dalam sisi luar atau ritual. Tetapi bermuara pada pada satu hal sama. Agama apa pun pasti menjunjung misalnya hak asasi manusia, keadilan, dan upaya menyejahterakan manusia.

Oleh karena itu, Menag mengimbau agar kita tidak terjebak pada persoalan konflik, karena melihat sisi luar kebaragaman yang memang berbeda dan tak mungkin disatukan.?

“Tetapi kita dijalin oleh nilai-nilai agama, atau sisi dalam dari agama, sehingga tidak perlu terlalu fanatik yang berlebihan. Sisi dalam itulah yang menjadi esensi beragama,” ungkap Menang. (Kendi Setiawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Cerita, Kiai, Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Senam Islam Nusantara Ramaikan Pembukaan Porsema Sumedang

Sumedang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pembukaan kegiatan Pekan Olahraga dan Seni Maarif (Porsema) tingkat Kabupaten Sumedang secara resmi dibuka pada Kamis (15/12) di GOR Tajimalela, Sumedang, Jawa Barat.

Kegiatan yang digagas pengurus Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang itu diramaikan dengan penampilan marching band dan senam Islam Nusantara.

Senam Islam Nusantara Ramaikan Pembukaan Porsema Sumedang (Sumber Gambar : Nu Online)
Senam Islam Nusantara Ramaikan Pembukaan Porsema Sumedang (Sumber Gambar : Nu Online)

Senam Islam Nusantara Ramaikan Pembukaan Porsema Sumedang

Ketua LP Maarif NU Kabupaten Sumedang? Cucu Suhayat mengatakan bahwa penampilan marching band dan senam Islam Nusantara ini sengaja ditampilkan sebagai promosi kepada masyarakat supaya memasukan anak-anaknya ke sekolah yang berada di bawah LP Maarif NU.

Siswa dari MTs Maarif Cikareo dengan bangganya menampilkan marching band di hadapkan ratusan yang hadir dalam pembukaan Porsema. Setelah penampilan marching band selesai dilanjutkan dengan penampilan senam yang diwakili oleh ratusan siswa SMK Maarif 2 Sumedang.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Cucu mengatakan bahwa senam Islam Nusantara yang banyak meniru gerakan shalat dan wudhu ini diciptakan oleh kader-kader Nahdlatul Ulama. Porsema diselenggarakan selama tiga hari, 15-17 Desember 2016. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)



Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Daerah, Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Sekjen PBNU dan Cak Nun Bertemu, Ini yang Dibicarakan

Yogyakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini bersilaturahim dengan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) di Yogyakarta, Selasa (31/10). Dalam silaturrahim tersebut, sejumlah persoalan kebangsaan dan keagamaan dibicarakan secara serius.

Sekjen PBNU dan Cak Nun Bertemu, Ini yang Dibicarakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen PBNU dan Cak Nun Bertemu, Ini yang Dibicarakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen PBNU dan Cak Nun Bertemu, Ini yang Dibicarakan

"Kami terus ingin membangun peradaban masyarakat yang di satu sisi majemuk namun di sisi lain sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan, kesadaran akan perbedaan, dan keterbukaan," jelas Helmy.

Nilai-nilai tersebut, utamanya kesadaran akan realitas yang majemuk dan berbeda disadari masih menjadi PR (pekerjaan rumah) bersama bagi semua pihak. Maka untuk mengatasinya semua pihak harus bersinergi.

Sementara itu, Cak Nun berpesan agar NU bisa menjadi Jam’iyah yang mengayomi yang keputusan-keputusannya berlandaskan tujuan untuk menegakkan keadilan dan kebijakaanaan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Gerakan NU harus sudut pandangnya adalah kebijaksanaan dan mengayomi. Itu yang paling penting," ungkap Cak Nun. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Habib, Doa, Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Ribuan Jamaah Banjiri ‘Jatim Bershalawat’ di Surabaya

Surabaya, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ribuan umat Islam di Jawa Timur mengikuti acara “Jawa Timur Bershalawat” yang diselenggarakan oleh Majlis Maulid Wattalim Riyadlul Jannah, Jawa Timur. Acara berlangsung di Lapangan Makodam V Brawijaya, Sabtu (17/7) tadi malam di Surabaya.

Ribuan Jamaah Banjiri ‘Jatim Bershalawat’ di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Banjiri ‘Jatim Bershalawat’ di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Banjiri ‘Jatim Bershalawat’ di Surabaya

Ketua PBNU KH Said Aqil, Gubernur Jatim Soekarwo, Wakil Gubernur Saifullah Yusuf, Pangdam Brawijaya Mayjen (TNI) I Made Sukadana dan Pangarmatim Kawasan Intim Laksamana Muda (TNI) Darwanto, juga hadir pada kesempatan tersebut.

Gus Rofiqul Hamid sebegai ketua pelaksana acara mengatakan, tujuan dari acara ini salah satunya adalah silaturahim dan halal bihalal dengan para kiai sepuh dan ulama se-Indonesia, termasuk Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Acara shalawat bersama ini sepenuhnya inisiatif jamaah sendiri. Mereka yang semua berbakaian warna putih berduyun-duyun datang dari seluruh wilayah Jatim dengan swadaya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mereka sudah berdatangan sejak siang,? langsung ke lapangan untuk duduk dengan tertib. Ada yang datang perorangan, bersama keluarga, ada pula yang datang berombongan menggunakan 40 unit bus dari luar kota.

Meskipun shalawat sudah dimulai sejak Maghrib, tapi acara puncak dimulai pukul 21.00 setelah Gubernur dan pejabat teras yang lain naik ke panggung. Rombongan disambut dengan Shalawat

Dalam sambutannya Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengucap syukur karena Provinsi Jatim menjadi aman dan nyaman, ekonomi bagus, tidak ada bencana. "Hal ini bisa terjadi karena semua jamaah majelis shalawat selalu berdoa untuk aman dan suksesnya wilayah ini, " kata pria yang akrab disapa Pak De Karwo ini.

Sementara Pangdam Brawijaya Mayjen I Made Sukadana percaya bahwa pertempuran di Surabaya tanggal 10 November 1945 yang berhasil mengusir tentara Inggris bisa berhasil selain karena rakyat melawan dengan senjata juga karena para kiai dan ulama mengiringi perlawanan rakyat dengan doa.

"Karena itu sebagai Pangdam saya berharap agar umat Islam di Jawa Timur akan tetap bersama-sama dengan pemerintah daerah dan aparat untuk menjaga keamanan," kata I Made Sukadana yang baru tanggal 12 Juli lalu dilantik jadi Pangdam Brawijaya

KH Said Aqil Siroj yang terakhir menyampailan sambutan mengatakan, umat Islam baru saja menyelesaikan Ramadan disusul merayakan Idul Fitri dan sekarang berkumpul untuk bershalawat dengan aman.

"Keamanan dan kenyamanan ini wajib kita syukuri. Lihat saja di Arab Saudi, di Irak tempat lahirnya para ulama besar, di Afgjanistan dan Yaman. Di negara-negara Islam itu tidak ada keamanan karena bom bisa meledak sewaktu-waktu. Karena itu kita wajib bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada pemerintah dan aparat keamanan," kata Said Aqil Siroj.

Sebelumnya, Saifullah Yusuf selaku penanggung jawab Jawa Timur Bershalawat menyampaikan terima kasih kepada para kordinator Majelis Shalawat yang datang dari seluruh wilayah Jawa Timur. Gus Ipul juga menyampaikan terima kasih kepada Pangdam Brawijaya dan staf yang mendukung penuh kegiatan ini, termasuk meminjamkan Lapangan Makodam sekaligus juga keamannya.

"Saya tahu para jamaah ini datang dengan ongkos sendiri dan bawa makanan sendiri. Mengapa? Karena kita semua cinta kepada Rasulullah dan cinta NKRI. Mudah-mudahan kecintaan kita kepada Kanjeng Nabi dan cinta kita pada negara akan terus kita pelihara," kata Gus Ipul.

Gerimis sempat turun sejak pukul 22.00 saat Said Aqil Siroj menyampaikan sambutan. Tetapi gerimis yang turun dalam waktu sekitar 15 menit itu tidak membuat jamaah meninggalkan tempatnya. Mereka tetap duduk lesehan di lapangan, hingga acara berakhir pukul 22.30. (Imam Kusnin Ahmad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hikmah, Habib, Syariah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 29 November 2017

Alex Komang: NU harus Jadi Pelaku Film

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Lesbumi lahir tanggal 28 Maret tahun 1962, saat pergumulan ideologi bersaing keras antara sosialime realis dan humanisme universal. Di sisi lain, budaya-budaya asing yang disebarkan film Amerika melalui AMPAI (semacam Twenty One sekarang) juga dipasarkan secara bebas. 

Menurut Wakil Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Alex Komang, keadaan demikian persis dengan sekarang, “Persoalan yang dihadapi sekarang, mirip ketika Lesbumi lahir,” ujarnya. 

Alex Komang: NU harus Jadi Pelaku Film (Sumber Gambar : Nu Online)
Alex Komang: NU harus Jadi Pelaku Film (Sumber Gambar : Nu Online)

Alex Komang: NU harus Jadi Pelaku Film

Hal itu diungkapkan Alex saat menyampaikan sambutan pada Musyawarah Film Nasional yang diselenggerakan Lesbumi, Kamis (12/4) di gedung PBNU, Jakarta, dengan tema Posisi Indonesia dalam Film Nasional. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Film-film bagus buatan dalam negeri malah tidak mendapatkan tempat di masyarakat. “Film Sang Penari itu bagus. Tapi penontonnya tidak sampai seratus ribu orang. Balik modal saja sudah untung. Ketika diurut-urut, ternyata masalahnya kita tidak punya outlet. Film bagus tidak sampai kepada penontonnya,” paparnya. 

“Kita tidak mau melepaskan sajak dari fungsi sosial dan komunikatifnya,” tegas Alex yang juga artis kondang ini, mengutip perkataan Asrul Sani dalam Surat-Surat Kepercayaan Asrul Sani.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Alex, hal tersebut karena bioskop-bioskop yang ada, hanya sekira 500 layar di seluruh Indonesia. Dan terkonsentrasi di beberapa kota besar. Tentu saja tidak cukup untuk penduduk 230 juta jiwa. Selain itu, karena bioskop itu milik perusahaan-perusahaan asing, mereka memilki kewanangan untuk memutar film sesuai kepentingan mereka. 

Lebih lanjut, menurut Alex, NU harus menjadi pelaku perfilaman Indonesia, karena selama ini hanya jadi obyek pasarnya. Padahal film merupakan media yang paling efektif untuk membangun karakter bangsa, sehingga masyarakat bisa menentukan apa yang baik mereka tonton. 

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pahlawan, Hikmah, Aswaja Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 24 November 2017

Kemendes Ubah Paradigma Pembangunan Perbatasan Menjadi Investasi

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menjalankan berbagai program untuk merubah paradigma pembangunan perbatasan negara, dari semula lebih pada pendekatan keamanan menjadi pusat pertumbuhan dan investasi.

Kemendes Ubah Paradigma Pembangunan Perbatasan Menjadi Investasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendes Ubah Paradigma Pembangunan Perbatasan Menjadi Investasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendes Ubah Paradigma Pembangunan Perbatasan Menjadi Investasi

"Isu paling dominan di perbatasan saat ini adalah investasi, kita susun buku potensi investasi perbatasan. Perbatasan selama ini diabaikan dalam konteks koridor ekonomi. Inilah target kami, bagaimana merubah paradigma ini menjadi investasi," ujar Dirjen Pengembangan Daerah Tertentu (PDTu) Kemendes PDTT, Suprayoga Hadi di Jakarta, Senin (30/5).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Suprayoga mengakui, untuk merubah paradigma menjadi investasi membutuhkan waktu dan ketekunan. Dalam hal ini, Kemendes PDTT akan mencoba model KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), dan memberikan kemudahan bagi investor untuk masuk ke kawasan tersebut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Meyakinkan investor itu perlu waktu. Sebelum MEA, kita buka Kalimantan untuk dibuka perkebunan kelapa sawit, itu sudah antre investor," ujarnya.

Menurut Suprayoga, daerah perbatasan selama ini tidak pernah dipandang sebagai growth areas (area pertumbuhan). Inilah yang menyebabkan wilayah perbatasan sulit terentas dari ketertinggalan.

"Inilah kekurangan kita. Maka, pengembangan perbatasan juga harus dilakukan melalui pendekatan investasi. Tanpa investasi daerah akan sulit untuk maju, mereka hanya akan menjadi saksi," ujarnya.

Suprayoga melanjutkan, daerah perbatasan menjadi semakin seksi ketika dihadapkan dengan era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Di mana pada era tersebut, daerah perbatasan akan menjadi sentra pertemuan antara Indonesia dengan negara-negara lainnya.

"Dalam MEA, yang paling terpapar adalah perbatasan. Dan investasi di wilayah perbatasan yang diawali oleh pemerintah itu iya. Investasi tersebut berupa investasi dasar seperti listrik, air bersih, telekomunikasi, dan sebagainya. Setelah investasi dasar terpenuhi baru investor biasanya mau masuk, jika dari awalnya biasanya tidak mau," ujarnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Daerah, Ubudiyah, Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 23 November 2017

NU Maroko Bincang Dakwah Moderat Islam Indonesia

Rabat, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko menggelar kajian seputar  “Moderasi Islam di Indonesia” di café Chellah, Rabat Ville. Acara yang dikemas dalam bincang santai Kopi Darat, Ahad (19/10), ini menghadirkan Ketua Yayasan Muta’allimat Lombok, NTB, Tuan Guru H Hazmi Hamzar dan dosen Studi Islam di UNJ, Andy Hardiyanto.

Menurut Hazmi, konsep Al-Qur’an terhadap manusia sudah jelas, yakni membentuk generasi khaira ummah (umat terbaik). Ajaran Al-Qur’an yang dibawa Rasulullah adalah ajaran yang bersifat universal, yaitu kompatibel dengan berbagai kondisi geografis, sosiologis dan kultur di mana masyarakat tinggal. Nabi Muhammad, sebagai pembawa wahyu adalah tolok ukur seorang pendakwah dalam mengenalkan ajaran-ajaran Islam ke semua sendi-sendi kehidupan masyarakat.

NU Maroko Bincang Dakwah Moderat Islam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Maroko Bincang Dakwah Moderat Islam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Maroko Bincang Dakwah Moderat Islam Indonesia

Melihat keislaman di Indonesia, katanya, yang coraknya beragam, konsep moderatisme menjadi sangat urgen dalam rangka menjadi peredam terlebih di antara konflik berkepanjangan kaum fundamentalis dan kaum liberalis yang seringkali membingungkan masyarakat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara Andy mengklasisfikasikan, dalam menyikapi problematika tentang moderasi ini, ia menawarkan solusi di antaranya pendekatan dialogis secara dini dalam pengajaran pendidikan Islam, terlebih di pesantren yaitu dengan mengajarkan berbagai perspektif ajaran Islam yang kaya warna sejak kecil hingga perguruan tinggi agar tidak terjadi pemahaman satu arah dalam berislam.

Pria yang pernah mengajar bahasa Indonesia kepada para mahasiswa Maroko ini mengatakan, agar teks benar-benar mampu fleksibel terhadap dinamika problematika kontemporer, perlu ditawarkan metode hermeneutika dengan formulasi segitiga dengan memosisikan teks sebagai puncak segitiga itu, kemudian Nabi dan umat pada sisi-sisinya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Hermeneutika ini dimaksudkan agar interpretasi teks dalam menawarkan solusi problematika umat tetap relevan dengan kondisi sosial masyarakat tanpa meninggalkan teks itu sendiri juga Nabi sebagai pembawa wahyu,” ujarnya.

Melihat permasalahan itu, menurut analisa H Nasrulloh Afandi, kandidat Doktor Maqasid Syariah di Universitas Al-Qurawiyin, Maroko, kedatangan Wali Songo di Indonesia sebenarnya membawa prinsip-prinsip maqashid syariah. Di antaranya untuk liriayati masholihul ibad (menjaga kemasalahatan umat). Dalam dakwahnya Wali Songo tidak memberangus kebudaya lokal. Ia menaungi semua suku, adat, ras, budaya dan tradisi.

Kemudian, lanjut Nasrul, pada perkembangannya prinsip itu dijalankan oleh Gus Dur. Presiden ke-4 RI ini menerapkan prinsip-prinsip itu di tengah masyarakat yang majemuk. Di era moderat ini kita harus bisa menerapkan prinsip-prinsip itu. Selanjutnya, dalam berdakwah juga harus betul-betul memperhatikan situasi, kondisi dan corak  masyarakat setempat, sehingga apa yang disampaikan bisa diterima seperti halnya Wali Songo.

Turut hadir pula, dosen pengajar bahasa Indonesia di Universutas Mohammed V Rabat, Dr. Sri Marmuah, Ketua Tanfidziyah PCINU Maroko Kusandi El Ghezwa, Wakil Rais Syuriah PCINU Ali Syahbana, serta Wakil Ketua PPI Maroko, H. Abdul Hamid. (Fairuz Ainun Naim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sholawat, Hikmah, RMI NU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock