Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

Pihak Berwenang Tak Tegas Tindak Kelompok Anti-Pancasila

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Belakangan ini tak sedikit paham atau gerakan anti pancasila sebagai ideologi berbangsa dan bernegara. Mereka justru mempunyai misi untuk mendirikan Negara Islam atau sistem khilafah di bumi Indonesia ini, baik secara sembunyi-sembunyi atau dilakukan dengan terang-terangan.

Pihak Berwenang Tak Tegas Tindak Kelompok Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Pihak Berwenang Tak Tegas Tindak Kelompok Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Pihak Berwenang Tak Tegas Tindak Kelompok Anti-Pancasila

Gerakan-gerakan tersebut terkadang diremehkan oleh banyak kalangan tatkala mereka tidak muncul ke permukaan yang sebenarnya tetap menjadi ancaman, khususunya bagi warga nahdliyin. Pada saat kondisi demikian, pihak berwenang juga tidak bertindak tegas terhadap gerakan tersebut.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Anor Jombang, H Zulfikar Damam Ikhwanto mengimbau agar warga nahdliyin berkomitmen bahwa Pancasila dan Negara Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati dan harus diimplementasikan oleh bangsa Indonesia.

“Langsung buat komitmen bersama soal Pancasila dan NKRI harga mati itu dan benar-benar diimplementasikan, soalnya banyak gerakan yg mulai berani anti pancasila tapi tidak ada tindakan dari pihak berwenang,” tegasnya, Ahad (28/2) lalu di Jombang.

Ia mengaku tak jarang pengikut gerakan tersebut mengelak tatkala ditegur dan diingatkan, mereka beralasan tidak ada aturan atau larangan memperluas misi dan gerakan mereka. “ketika diingatkan jawabnya gak ada aturan. Nah, komitmen tadi bisa buat referensi untuk membuat dan mempertegas aturan itu, yg lantas dibutuhkan untuk mengambil tindakan,” imbuhnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara sosialisasi pemerintah tentang Pancasila dan empat pilar republik Indonesia sebagai salah satu solusi dinilai tidak begitu berpengaruh tanpa adanya tindakan tegas untuk menghadang gerakan mereka yang sudah menjamur. “Jangan hanya kampanye bolak balik soal pancasila atau empat pilar tapi tidak ndang (cepat) ditindak siapa yang sudah mulai berani melawan 4 pilar itu,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lebih lanjut Wakil Sekretaris PCNU Jombang, Ahamad Samsul Rijal mengatakan bahwa warga nahdliyin memiliki tugas penting untuk menindak lanjuti maraknya gerakan tersebut, saat ini mereka sudah melakukan berbagai cara untuk mempengaruhi masyarakat kecil khususnya.

“Sebuah penyadaran sekaligus gerakan dengan semangat nahdliyyah agar seluruh tatanan bangsa dikembalikan, disemangati dan berpedoman kepada Pancasila sebagai azas tunggal dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara. No khilafah, No Negara Islam, No sosialis dan No liberal,” ucapnya.

Saat ini, lanjut Rijal sapaan akrabnya Pancasila tidak seperti yang kita kenal selama bersekolah. lima sila dalam Pancasila yang kita kenal telah berubah yaitu kemanusiaan yang maha esa (humanisme yang liberal), ketuhanan yang adil dan beradab (ideologi agama yang liberal), pluralisme universal (kesatuan sebagai pasar besar yang bebas), demokrasi langsung, bebas dan terbuka (liberalisme dalam politik) dan keadilan untuk semua bangsa (liberalisme dalam berbangsa-bernegara).

Ia menambahkan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur juga akan membahas terkait gerakan anti pancasila pada tanggal 1 Maret 2016 di Hotel Mirama Surabaya dengan bentuk seminar.?

“Alhamdulillah, kemarin di PWNU Jawa Timur bertemu dengan ketua PWNU, beliau matur untuk disampaikan kepada PCNU Jombang bahwa pada tanggal 1 Maret 2016 PWNU mengundang PCNU empat orang dan Pesantren dua orang dalam Seminar Nasional "kembali ke pancasila" di Hotel Mirama Surabaya. Ada empat narasumber yang akan menyampaikan,” katanya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal RMI NU, Hadits Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

RMINU Ciptakan Pusat Grosir di Pesantren-pesantren

Semarang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) melalui Bidang Kemandirian Pondok Pesantren dan Masyarakat mempertemukan para perwakilan dari 35 pondok pesantren se-Jawa Tengah dalam lokakarya kewirausahaan di Pondok Pesantren al-Itqon, Semarang, Jateng, Ahad (25/10).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan RMINU dalam menciptakan Pusat Grosir Pesantren (PGP) Nusantara, sebuah program yang memfasilitasi pesantren untuk mendapatkan barang dengan harga langsung dari produsen. Dengan memperpendek rantai distribusi barang, pesantren diharapkan menjadi pemain pasar, setidaknya sebagai distributor.

RMINU Ciptakan Pusat Grosir di Pesantren-pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU Ciptakan Pusat Grosir di Pesantren-pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU Ciptakan Pusat Grosir di Pesantren-pesantren

Sekretaris Pengurus Pusat RMINU Miftah Faqih mengatakan, sejak 2011 pihaknya sudah menggulirkan pelatihan kewirausahaan. Hal ini terkait dengan pentingnya pesantren kuat dan mandiri secara ekonomi. “Ini kita ketemu dalam rangka untuk menyubjekkan diri, mem-fa‘il-kan diri. Sadar kalau lahir merdeka maka hidup harus merdeka,” tuturnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal sedana disampaikan Abdul Jalil, Koordinator Bidang Kemandirian Pondok Pesantren dan Masyarakat PP RMINU. Menurutnya, di setiap bisnis, pesantren sering hanya menjadi objek, mulai dari penanaman modal, produksi, hingga distribusi barang.

“Pendek kata, karena kita objek dan kesalahannya kita tidak mau menjadi subjek. Jalan satu-satunya yang bisa kita tempuh, kita harus menjadi subjek. Pesantren tidak boleh dimainkan pihak lain dalam bidang apapun,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Peserta dalam forum ini adalah para pemangku kebijakan pondok pesantren. Hari ini mereka diminta menyerahkan nama-nama calon pengelola distribusi barang. Pengelola distribusi terdiri dari manajer, kepala gudang, dan admin atau kepala toko. Selanjutnya RMINU akan mengadakan pelatihan manajemen untuk mereka agar siap dengan program tersebut.

PGP Nusantara menggunakan sistem berbasis online yang teritegrasi. PGP di bawah RMINU akan memiliki dua kartu keanggotaan, kartu sebagai agen (memperoleh harga distributor untuk keperluan dijual kembali) dan kartu keanggotaan umum (harga retail). (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pondok Pesantren, Kyai, RMI NU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Sumpah Pemuda Momen Menjaga dan Merawat Keindonesiaan

Bandar Lampung, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Mustasyar PWNU yang juga Rektor UIN Raden Intan Lampung Prof Mukri menilai Peringatan Sumpah pemuda merupakan momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk mengingatkan kembali pentingnya kedamaian dan kesejukan yang sudah dirasakan selama ini ditengah keragaman yang ada.

"Sumpah pemuda diperingati setiap tahun setidaknya untuk mengingatkan kembali warga bangsa agar bisa menjaga dan merawat arti penting keindonesiaan kita. Kita bertanah air, berbangsa dan berbahasa satu yaitu bangsa Indonesia yang beragam dan plural sejak awal kejadiannya," ujarnya, Sabtu (28/10).

Sumpah Pemuda Momen Menjaga dan Merawat Keindonesiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sumpah Pemuda Momen Menjaga dan Merawat Keindonesiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sumpah Pemuda Momen Menjaga dan Merawat Keindonesiaan

Selanjutnya ia mengajak para pemuda generasi penerus bangsa untuk senantiasa mengingat dan menghidupi semangat yang terkandung di dalam Sumpah Pemuda  untuk membangun bangsa Indonesia kearah yang lebih baik.

"Mari bergandengan tangan membangun Indonesia, menjaga berdiri tegaknya NKRI dengan keberagaman yang merupakan kekayaan Bangsa kita. Kita harus menyadari bahwa kebinekaan adalah sunatullah bagi kita semua," lanjutnya.

Dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda Ia juga mengingatkan seluruh bangsa Indonesia khususnya para pemuda agar tidak hanya sebatas seremonial tanpa ada penjiwaan nilai-nilai kesemangatan yang diwariskan dari momen bersejarah ini.

Ia mengibaratkan nilai kesemangatan Sumpah Pemuda seperti bara api yang bergelora memancarkan sinar terang bagi sekitarnya. "Tangkap apinya jangan hanya diwarisi abu sumpah pemuda," tegasnya melalui pesan singkatnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara Sekretaris Umum MUI Provinsi Lampung KH. Basyaruddin Maisir mengingatkan kepada para pemuda generasi bangsa untuk semakin mencintai tanah air Indonesia sebagaimana tertuang dalam ikrar sumpah pemuda yang diperingati pada tanggal 28 Oktober setiap tahunnya.

Bentuk kecintaan terhadap tanah air ini menurutnya dapat dilakukan dengan tekun menuntut ilmu serta memanfaatkan dan merawat sumber kekayaan alam  untuk kesejahteraan bangsa Indonesia.

Selain itu Ketua Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Lampung ini mengingatkan kepada para pemuda untuk tetap berpegang teguh pada Agama dan tidak melupakan kultur budaya luhur yang diwariskan para leluhur bangsa Indonesia.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Ditengah derasnya arus globalisasi ini pemuda jangan melupakan kultur budaya dan agamanya," tegasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal RMI NU, Habib Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Sayyidina Umar soal Hakikat Manusia yang Merdeka

? ? ? ? ? ? ? ?

“Sejak kapan kalian memperbudak manusia, sedangkan ibu-ibu mereka melahirkan mereka sebagai orang-orang merdeka.”

Sayyidina Umar soal Hakikat Manusia yang Merdeka (Sumber Gambar : Nu Online)
Sayyidina Umar soal Hakikat Manusia yang Merdeka (Sumber Gambar : Nu Online)

Sayyidina Umar soal Hakikat Manusia yang Merdeka

[Umar ibn Khatthab]

Dari kitab al-Wilâyah ‘alal Buldân fî ‘Ashril Khulafâ’ ar-Râsyidîn

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pertandingan, RMI NU, Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Fokus Menjadi Pesantren Tahfidz Al-Qur’an

Berbicara soal ulama tahfidz Qur’an, salah satu yang menjadi rujukan adalah KH Arwani Amin Said oleh lebih dikenal dengan panggilan Mbah Arwani. Para santri yang ingin menghafal Qur’an memiliki cita-cita untuk bisa belajar di pesantren Yanbu’ul Qur’an. Banyak pula yang sudah hafal tetap ingin ngalap berkah dan nyantri di pesantren ini.?

Cikal bakal pesantren dimulai pada 1942 setelah Mbah Arwani boyong dari Pesantren Krapyak Yogyakarta tempat ia belajar di bawah asuhan KH Munawir. Ketika pulang ke Kudus, ia mengajar di masjid Menara Kudus tetapi belum memiliki pesantren sendiri. Para santrinya masih bermukim di rumah warga. Baru pada 1970 berdirilah Pesantren Yanbu’ul Qur’an di dukuh Kelurahan desa Kajeksan Kudus dengan 45 santri lalu diikuti dengan pembangunan pesantren putri pada 1973 dengan jumlah santri 33 orang.

Fokus Menjadi Pesantren Tahfidz Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Fokus Menjadi Pesantren Tahfidz Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Fokus Menjadi Pesantren Tahfidz Al-Qur’an

Dengan pijakan kuat dan pengelolaan yang baik, meskipun KH Arwani telah meninggal, para penerusnya, yaitu tiga serangkai yang terdiri dari dua orang putranya KH Ulinnuha dan KH Ulil Albab dan didampingi seorang putra angkat, yakni KH Manshur MA mampu mempertahankan dan mengembangkan pesantren yang dirintisnya. Meskipun tetap fokus sebagai pesantren tahfidz Qur’an, tetapi kini ada 11 lembaga pendidikan dibawah yayasan Arwaniyah yang membekali para santri bukan hanya ilmu Qur’an, tetapi juga ilmu-ilmu lainnya yang sangat dibutuhkan saat bermasyarakat.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Gus Naim panggilan akrab dari Ahmad Ainun Naim, salah satu anggota keluarga Arwaniyah menjelaskan, perkembangan sejumlah lembaga pendidikan tersebut merupakan respon pesantren terhadap permintaan masyarakat, termasuk diantaranya pesantren tahfidz untuk anak-anak setingkat SD.?

Untuk bisa menghafal Qur’an lebih dari 6000 ayat bukanlah hal yang mudah. Karena itu, perlu sejumlah metode khusus untuk memudahkan hafalan. Di pesantren ini, metode yang diterapkan diantaranya adalah pertama musyafabah, yaitu ? metode tatap muka. Santri atau guru membaca yang kemudian disimak. Kedua adalah metode resitasi, yaitu guru menugaskan santri untuk menghafalkan ayat tertentu kemudian setelah hafal, dibacakan dihadapan guru. Ketiga, metode takrir, yaitu mengulang-ulang, kemudian membacakannya dihadapan guru. Selanjutnya ada metode mudarasah, yaitu para santri menghafal secara bergantian dan berurutan. Masing-masing membaca tugas hafalannya yang kemudian didengarkan oleh santri yang lain. Mudarasah bisa dilakukan per ayat, per halaman (mushaf yang digunakan adalah ‘mushaf pojok’, setiap pojok halaman adalah akhir ayat) dan (per seperempatan juz).

Metode-metode itu terbukti efektif untuk menghafal Qur’an. Gus Naim menerangkan, tahun lalu ada siswa kelas 2 SD yang sudah diwisuda karena sudah hafal 30 juz.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Gus Ainun Naim menambahkan pengelolaan pesantren tahfidz anak merupakan hal paling sulit dibandingkan dengan pesantren dewasa. Dunia anak merupakan dunia bermain dan mereka belum bisa berpikir secara matang sehingga perlu pendampingan yang penuh. Dalam hal ini, pesantren memberikan waktu bermain yang cukup buat anak-anak. Dalam waktu tertentu mereka juga diajak rekreasi ke luar. Pada kelas empat atau lima SD, sudah banyak santri yang mampu menghafal 30 juz secara baik. ?

“Ada target tertentu tetapi kita tidak memaksakan mereka, takut melukai emosinya,” paparnya.?

Pendirian pesantren tahfidz anak ini dilakukan pada tahun 1986 untuk memenuhi permintaan para wali santri yang sebelumnya mengirimkan anaknya di sebuah pesantren al-Qur’an untuk anak di Sedayu Gresik. Selain mengaji Qur’an, mereka juga bersekolah mengikuti kurikulum Kementerian Agama.

Tak mudah untuk bisa masuk karena tingginya jumlah peminat bisa sampai tiga kali lipat dibandingkan dengan kapasitas yang tersedia. Untuk itu pesantren melakukan test terlebih dulu, diantaranya calon santri sudah bisa baca Qur’an atau belum serta tingkat kecepatannya dalam menghafal. Dalam hal ini calon santri ditunjukkan surat tertentu kemudian diminta mengulang-ulang berapa lama ia mampu menghafal surat tersebut.?

Setelah pengembangan pesantren tahfidz anak, yayasan Arwaniyah juga mengembangkan Pesantren Tahfidz Remaja Yanbu’ul Qur’an (PTRYQ) pada 1997 yang diperuntukkan bagi anak-anak yang ingin melanjutkan belajar Qur’annya. Para wali santri menginginkan pesantren remaja agar hafalan Qur’an putra-putrinya tetap terpelihara.

Untuk pesantren dewasa yang pertama kali didirikan oleh Kiai Arwani, fokus kegiatan adalah hafalan Qur’an. Ada kajian kitab kuning, tetapi sifatnya hanya tambahan. Di pesantren dewasa juga dikaji Qira’ah Sab’ah (bacaan Al-Qur’an menurut 7 imam). Salah satu rujukannya adalah kitab Faidl al-Barakat fi Sabil al-Qira’at, karangan kiai Arwani sendiri.?

Gus Zaim menjelaskan, santri di Arwaniyah umumnya sudah memiliki ikatan emosional. Banyak orang tua yang mengirimkan anaknya karena sebelumnya merupakan alumni pesantren ini.?

Para alumni Arwaniyah kini sudah berkembang dan menyebar dimana-mana. Kalau dulu, mereka biasanya menjadi kiai, tetapi kini dengan berkembangnya zaman. Beragam profesi ditekuni sesuai dengan minat dan kesempatan yang ada. Para alumni juga menjadi ujung tombak penyebaran metode pembelajaran Qur’an Yambu’a.?

Para alumni juga masih aktif menjalin komunikasi dan silaturrahmi dengan pesantren melalui Mudarasah Selapanan (36 hari sekali). Untuk mudrasah selapanan tiap Jum’at pon digilir per kecamatan di Kudus bekerjasama dengan PCNU Kudus. Pertemuan rutin tahunan digelar tiap tanggal 24-25 Rabiul Akhir sekaligus memperingati haul KH M Arwani Amin. (Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara, RMI NU, Pondok Pesantren Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Tatiek Maliyati Berkiprah di Film Sepanjang Hayat

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Perempuan berusia 79 tahun turun dari sedan hitam bernomor polisi B 610 TA di halaman kampus Institut Kesenian Jakarta, IKJ, Jumat akhir pekan lalu. Perempuan itu kemudian dikerubuti anak-anak muda berambut gondrong, berkaos oblong. Mereka mencium tangannya, sebagaimana santri kepada kiai di pesantren.

Perempuan bernama Tatiek maliyati itu lahir di Surabaya, 10 November 1934. Di usia senjanya, meski ia harus bertongkat, masih tetap mengajar seni peran dan penulisan naskah drama di Institut Kesenian Jakarta sejak tahun 1970 sampai dengan sekarang. “Saya dosen paling tua di sini,” katanya.

Tatiek Maliyati Berkiprah di Film Sepanjang Hayat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tatiek Maliyati Berkiprah di Film Sepanjang Hayat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tatiek Maliyati Berkiprah di Film Sepanjang Hayat

Selain mengajar ia memberikan kursus-kursus seni peran, antara lain di Yayasan Artis Film Indonesia sejak tahun 1970-1980. Ia mengisi acara Bina Drama di TVRI tahun 1979 sampai dengan tahun 1990. Tahun 1995 sampai dengan 1999 ia menjadi anggota Lembaga Sensor Film (LSF). Kemudian tahun 1999-2002 ia menjadi ketua merangkap anggota lembaga tersebut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Aktif di dunia perfilam ia tekuni hampir di sepanjang usianya. Tak heran, ia memperolah banyak penghargaan di bidang itu. Beberapa penghargaan telah diterimanya, yaitu Festival Film Indonesia, 1982 sebagai unggulan Penulis Skenario Terbaik dalam film Jangan Ambil Nyawaku. Piagam Penghagaan Direktorat Televisi, 19990 sebagai Penulis Skenario atas karya serial Dokter Sartika yang ditayangkan TVRI siaran tahun 1989-1990.

“Karena NU mempunya niat baik, maka saya berniat baik pula untuk menerimanya,” katanya ketika dia diberi tahu mendapat anugerah Hadiah Asrul Sani 2014 pada kategori Sineas Berbakti.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lagi pula, kata dia, selain Asrul Sani itu orang NU (pernah menjadi salah seorang Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia, anggota DPR dari Partai NU) juga sebagai gurunya dalam dunia perfilman. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal News, Hadits, RMI NU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

LP Ma’arif Pusat Targetkan Seribu Peserta Ikuati Madrasah Ramadhan

Jakarta, NU online?



Penurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU menggelar Madrasah Ramadhan di Masjid KH Hasyim Asy’ari, Jakarta (9-13/6). Kegiatan bertajuk “Indahnya Ramadhan, Doa untuk Bangsa” itu menargetkan1000 peserta dari anak yatim piatu, kaum duafa, dan anak jalanan.?

Pada Madrasah Ramadhan hari pertama, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU H. Arifin Junaidi mengatakan, program Madrasah Ramadhan akan di lakukan setiap tahun sebagai wujud pemguatan komitmen kemanusian dan kebangsaan LP Maarif NU. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

LP Ma’arif Pusat Targetkan Seribu Peserta Ikuati Madrasah Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif Pusat Targetkan Seribu Peserta Ikuati Madrasah Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif Pusat Targetkan Seribu Peserta Ikuati Madrasah Ramadhan

“Dan ramadhan menjadi bulan berbagi terhadap saudara-saudara kita yang kurang beruntung,” katanya, sembari mengatakan bahwa kegiatan tersebut akan diadakan santunan untuk peserta. ? ?

Sekretaris LP Ma’arif NU Harianto Oghie mengatakan, dengan Madrasah Ramadhan ia berharap bulan ini menjadi semangat bulan-bulan lain untuk menjauhi kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Menyadarkan semua kalangan bahwa anak adalah generasi penerus yang harus diselamatkan dari berbagai macam bahaya yang dapat merusak masa depannya serta Membangun anak Indonesia yang tangguh dan berwawasan ke-Islam-an yang Berhaluan Aswaja An-nahdliyah yang pluralis dan bermartabat,” jelasnya. ?

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan tersebut juga ingin menunjukan bahwa Islam adalah rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil alamin).?

Madrasah Ramadhan menghadirkan pemateri dari LP Ma’arif, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Kementerian Agama, dan Kementerian Sosial.?

Kegiatan yang berlangsung selepas ashar dan kemudian dilanjutkan pada malam hari itu rencananyakan ditutup Menteri Sosial RI Hj. Khofifah Indar Parawansa. (Abdullah Alawi)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pendidikan, Kiai, RMI NU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock