Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Buka Bersama, PMII Dan Pemuda Gereja Isi Dialog Kepemudaan

?

Bojonegoro, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro bersama Pemuda Gereja BAMAG Bojonegoro mengadakan buka bersama, Selasa (20/6). Kegiatan yang diadakan di Gereja Katolik Indonesia (GKI) Bojonegoro itu juga diisi dengan dialog kepemudaan.

Buka Bersama, PMII Dan Pemuda Gereja Isi Dialog Kepemudaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Bersama, PMII Dan Pemuda Gereja Isi Dialog Kepemudaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Bersama, PMII Dan Pemuda Gereja Isi Dialog Kepemudaan

?

Ratusan pemuda dari GMNI, HMI, Gusdurian, IPNU, Karang Taruna, Pemuda-pemudi Gereja dan KNPI Bojonegoro. ikut dan antusias untuk mengikuti dialog yang diprakasai oleh PMII dan Pemuda Gereja Bojonegoro, dengan tema Merajut Kebhinekaan Lintas Organ dan Iman untuk NKRI

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

?

Hadir dalam dialog kepemudaan sebagai narasumber, Ketua KNPI Bojonegoro Anam Warsito, Ketua Karang Taruna Bojonegoro, Dony Bayu Setiawan dan Pembina Pemuda Gereja BAMAG Pendeta Iwan Sukmana.

?

Ketua Umum PC PMII Bojonegoro Ahmad Syahid menyampaikan, agenda dialog kepemudaan lintas organ dan iman ini dilaksanakan, agar kita bersatu padu dalam bingkai Nasionalisme tanpa melihat agama, suku, budaya dan ras.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

?

Diakatakannya, kita minum dari air Indonesia, kita makan dari pangan Indonesia, darah yang mengalirpun darah nenek moyang Indonesia. Bahkan kita matipun akan disemayamkan di tanah Indonesia.

?

"Sehingga kita memiliki satu kesamaan untuk NKRI ini. Oleh karenanya harus kita jaga toleransi, persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia," terangnya.

?

Sementara itu Ketua Pemuda Gereja, Lanang mengatakan, pemuda memiliki peranan yang penting untuk menjaga keragaman.

?

"Pemuda harus proaktif menyuarakan Nasionalisme dan persatuan sesama bangsa Indonesia, dan ini wujud kecil bingkai pemersatu diantara kita," jelasnya.

?

Sedangkan pendeta Iwan Sukmana berharap, komponen pemuda yang hari ini berkumpul menjalin silaturahim dan menjaga persatuan untuk berkontribusi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

?

"Perbedaan adalah karunia Tuhan sepanjang masa, yang dilarang Tuhan bukan perbedaan melainkan perpecahan," pungkasnya dalam dialog kepemudaan yang diprakasai oleh PMII dan Pemuda Gereja Bojonegoro.(M. Yazid / Muslim Abdurrahman)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Wasekjen PBNU Ingatkan Penguatan Tiga Aspek Bagi Jamiyah NU

Pringsewu, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Muhammad Aqil Irham mengajak seluruh pengurus dan warga NU untuk lebih melebarkan sayap dan mengfokuskan sektor pendidikan, ekonomi dan kesehatan untuk memperkuat jamiyah Nahdlatul Ulama. Hal ini disampaikannya di depan sejumlah Pengurus Cabang NU di Provinsi Lampung pada Group Discussion di Aula Gedung NU Pringsewu, Sabtu (16/9).

Aqil yang merupakan pengurus NU asal Provinsi Lampung ini mengingatkan bagaimana sejarah berdirinya jamiyyah NU dititik fokuskan pada penguatan kebangsaan dan perekonomian.

Wasekjen PBNU Ingatkan Penguatan Tiga Aspek Bagi Jamiyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Wasekjen PBNU Ingatkan Penguatan Tiga Aspek Bagi Jamiyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Wasekjen PBNU Ingatkan Penguatan Tiga Aspek Bagi Jamiyah NU

"Jamiyah NU lahir di komunitas perkotaan di Surabaya diawali dengan Nahdlatul Wathon, Nahdlatut Tujjar dan Nahdlatul Ulama. Jadi kita harus memahami bahwa bidang ekonomi menjadi salah satu sektor yang sangat perlu digarap," katanya pada acara yang juga dihadiri Ketua PWNU Lampung KH Sholeh Baijuri ini.

Menurut mantan Ketua GP Ansor Lampung ini, trend perubahan diberbagai sektor perlu juga dicermati agar tidak tertinggal jauh dalam melakukan akselerasi penguatan dan percepatan sektor ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Ia memberikan contoh bagaimana saat ini orang yang tidak memiliki kendaraan namun bisa melihat peluang bisnis melalui jasa penyewaan transportasi berbasis android atau online dengan menggunakan kendaraan orang lain yang saat ini sudah menjadi trend.

Penguatan pendidikan, lanjutnya, dapat diperkuat dengan pengkaderan generasi muda yang dilakukan secara intensif sejak pendidikan menengah. Ia mengajak semua elemen di NU untuk merangkul para pelajar dengan berbagai kegiatan dan program yang nantinya akan didistribusikan ke semua lini sehingga penguatan SDM melalui pendidikan akan dapat terealisasi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk mewujudkan hal tersebut perlu penguatan lembaga seperti sekolah, klinik dan koperasi atau lembaga keuangan di Provinsi Lampung melalui dukungan segenap warga NU.

Pertemuan yang dikemas dalam kelompok diskusi tersebut merupakan upaya terciptanya gerakan bersama dengan kesamaan visi antar pengurus PCNU di Provinsi Lampung dalam memperkuat tiga sektor tersebut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hadir dalam pertemuan tersebut pengurus PCNU tuan rumah Pringsewu, Tanggamus, Pesawaran, Lampung Selatan, Bandarlampung dan Lampung Tengah. (Muhammad Faizin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pemurnian Aqidah, Ulama, Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

6000 Santri Darussalam Blokagung Ikuti Upacara Kirab Resolusi Jihad

Banyuwangi, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pelepasan peserta Resolusi Jihad NU 2016 dilaksanakan hari ini, Kamis (13/10). Upacara pelepasan berlangsung di Lapangan Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Banyuwangi.

Rizal Al Amin, salah seorang panitia lokal di Ponpes Blokagung mengatakan, upacara dilakukan mulai jam 9 pagi. Sebelum upacara pelepasan, akan lebih dulu dilakukan pawai santri yang melibatkan sedikitnya 6000 santri pondok pesantren Darussalam Blokagung.

6000 Santri Darussalam Blokagung Ikuti Upacara Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)
6000 Santri Darussalam Blokagung Ikuti Upacara Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)

6000 Santri Darussalam Blokagung Ikuti Upacara Kirab Resolusi Jihad

Iring-iringan pawai akan bergerak dari Pondok Pesantren Blokagung ke arah Genteng, Cagaan, Yosomulyo, Jajag, Benculu, Srono, Rogojampi, Banyuwangi, Wongsorejo. Lima MWCNU Banyuwangi akan dilibatkan dalam pawai ini.?

Keterlibatan lima MWCNU ini pada gerak estafet, sehingga jarak total yang ditempuh sepanjang 80 km. Sebelum upacara resmi, akan dilakukan penampilan pertunjukan grup hadrah, musikalisasi puisi dan seni lainnya.

Koordinator Kirab Resolusi Jihad, Isfhah Abidal Aziz mengatakan sejumlah tokoh dijadwalkan hadir pada upacara besok. Di antaranya ? Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Ketua DPRD Propinsi Jawa Timur Halim Iskandar, serta DPRD Kabupaten Banyuwangi. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nasional, Kajian, Makam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Jombang, Jawa Timur bersama Ikatan Remaja Muslim (Ikram) berkomitmen untuk menguatkan Islam yang menebar kasih sayang kepada semua (rahmatan lil ‘alamin).

Hal itu tercermin dari penyelenggaraan acara Muhasabah Tahun Baru 1438 H dengan tema “Mewujudkan Karakter Remaja Muslim dengan Spirit Islam rahmatan lil Alamin” di Islamic Center Masjid Agung Baitul Mukminin Jombang, Ahad pagi (30/10). Kegiatan diiringi dengan iringan shalawat al-Banjari.

Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Seperti Mitsaq Madinah, NKRI Perjanjian Masyarakat Majemuk

?

"Acara ini dimaksudkan agar para siswa didampingi pemahaman Islam yang mainstream, yaitu Islam yang ramah dan moderat dan terlindungi dari sementara kalangan Muslim yang ekstrem," ujar Ketua MGMP PAI Jombang, Shalahuddin.

Direktur Aswaja NU Center Jombang Yusuf Suharto mengatakan bahwa muhasabah atau introspeksi diri adalah sebuah keniscayaan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kita muhasabah dalam banyak kesempatan antara lain, di Ramadhan, di Syawal, dan di bulan Muharram. Muharram adalah bulan pertama dalam hitungan tahun hijriah. Momentum Muharram sebagai bulan introspeksi adalah tepat karena bulan ini adalah awal bulan tahun hijriah, dan bulan yang setelah bulan haji di mana banyak berkumpul kaum muslimin dari seluruh dunia untuk ibadah haji," ujarnya di hadapan para siswa, dan guru MGMP PAI se-Jombang.

?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurutnya, tahun baru Islam ini disebut dengan hijriah karena ditandai dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad ke Madinah. Hijrah ini adalah gerakan nyata yang perlu dicatat sejarah. Hijrah Nabi disepakati sebagai penanda penting kalender Islam pada masa kepemimpinan Umar bin Khatab.

"Di antara yang dilakukan Rasulullah adalah beliau membuat Mitsaq Madinah atau Piagam Madinah, dan itu mengikat tidak hanya kepada masyarakat Madinah yang muslim, tapi juga nonmuslim. Inilah penghargaan kemajemukan yang dicontohkan Rasulullah," kata pengurus Dewan Pendidikan Jombang ini.

Yusuf juga mengatakan, NKRI adalah bentuk perjanjian bersama antarmasyarakat Indonesia yang majemuk. “Islam rahmatan lil alamin dalam konteks berbangsa dengan demikian adalah Islam yang merahmati tidak hanya kepada sesama muslim, tetapi bahkan kepada seluruh masyarakat Indonesia," imbuhnya.

Ia mengingatkan bahwa semangat cinta tanah air sudah diajarkan oleh para ulama Nusantara, antara lain oleh KH Abdul Wahab Chasbullah dengan Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada tahun 1916, dan gubahan lagu Ahlal Wathan pada 1934.

“Karakter Islam Nusantara adalah karakter Islam yang moderat. Mari kita menjadi bagian dari Muslim negeri ini, dengan prinsip Islam yang rahmat, Islam yang lembut pada tempatnya dan tegas pada tempatnya," pungkas dosen Aswaja Institut Pesantren KH. Abdul Chalim (IKHAC) Pacet Mojokerto Jatim ini. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Daerah, Kajian, Kyai Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 05 Februari 2018

MUI Pinta Polisi Usut Kasus Panci Bertuliskan Alhamdu Allah

Jember, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jember, Jawa Timur, Halim Subahar, meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus panci yang bertuliskan Arab "Alhamdu Allah" karena hal tersebut dinilai melecehkan agama Islam.

MUI Pinta Polisi Usut Kasus Panci Bertuliskan Alhamdu Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Pinta Polisi Usut Kasus Panci Bertuliskan Alhamdu Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Pinta Polisi Usut Kasus Panci Bertuliskan Alhamdu Allah

"Aparat penegak hukum harus tegas terhadap persoalan pelecehan agama karena selama ini tidak ada proses hukum yang tuntas terhadap hal-hal itu, sehingga potensinya terulang kembali," kata Halim di Jember, Selasa.

Ribuan panci bertuliskan Arab "Alhamdu Allah" ditemukan di Kabupaten Jember pada Senin (25/1), bahkan sebagian peralatan dapur rumah tangga tersebut sudah di tangan konsumen dan beredar di masyarakat.

"Sejauh ini kasus seperti sandal berlafalkan Allah dan terompet menggunakan kertas Al-Qur’an tidak diusut secara tuntas oleh aparat penegak hukum, sehingga tidak ada efek jera bagi para pelaku untuk menistakan agama," tuturnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk itu, lanjut dia, aparat kepolisian perlu melakukan klarifikasi terhadap pembuat peralatan dapur yang menempelkan stiker bertuliskan Arab "Alhamdu Allah" dan mencari aktor intelektual yang sengaja membuat hal tersebut dengan jumlah ribuan yang ditemukan di Jember.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Motivasinya apa produsen membuat tulisan itu dan pihak penegak hukum harus tuntas mengusut kasus itu karena jika tidak, maka pelecehan terhadap umat Muslim akan terus terjadi," paparnya.

Ia menjelaskan pelecehan agama Islam yang tidak ditindaklanjuti dengan serius oleh aparat penegak hukum akan memancing keresahan di tengah masyarakat karena beberapa kali terjadi kasus penistaan agama yang tidak diproses hukum hingga selesai.

"Kami berharap pihak Polres Jember serius menangani kasus ini dan mengusut tuntas hingga aktor intelektualnya, agar tidak ada lagi pelecehan agama dilakukan oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab," tegasnya.

Sementara Kepala Kementerian Agama Jember, Rosadi Badar mengatakan masih akan melakukan koordinasi dengan MUI dan aparat kepolisian terkait persoalan itu.

"Dari tulisannya memang salah, seharusnya tertulis Alhamdulillah, namun tulisan itu bertuliskan Alhamdu Allah yang menyebabkan artinya juga beda," katanya.

Ia mengatakan penulisan bahasa Arab yang salah dan berada di tempat-tempat yang tidak seharusnya seperti peralatan dapur akan menyebabkan keresahan umat Islam karena hal tersebut sangat sensitif mengarah ke isu SARA.

"Kami imbau semua pihak tidak main hakim sendiri karena hal tersebut sudah ditangani oleh aparat kepolisian dan pihak Kemenag siap memberikan pembinaan," ujarnya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian, Jadwal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Empat Perlakuan kepada Orang yang Baru Saja Meninggal

Anda mungkin pernah atau bahkan sering mendengar berita atau melihat sendiri tentang kematian seseorang yang begitu tiba-tiba sehingga membuat Anda tidak percaya. Pada saat itu Anda dengan keterkejutannya akan mengatakan, “Yang bener?! Sejam yang lalu barusan telpon saya, kok?”

Demikianlah, kematian memang bagian dari rahasia Allah yang datang secara tiba-tiba dan tanpa disangka-sangka. Ia bisa saja menjumpai mereka yang tua dan yang muda, yang sehat dan yang sakit. Tidak jarang seorang pasien yang divonis dokter umurnya tak akan panjang pada kenyataannya ia masih bisa hidup dengan sehat hingga berpuluh tahun lamanya. Sebaliknya tidak sedikit orang yang benar-benar sehat tanpa penyakit seringan apapun tiba-tiba dikabarkan meningal dunia dengan sebab yang sepele, tak disangka-sangka.

Saat kita bersama orang lain kita tidak pernah tahu siapa yang akan lebih dulu menemui ajalnya. Yang sakit mesti menyiapkan diri, yang sehat tak bisa berbangga hati. Yang tua telah mendekati masa, yang muda tak mesti panjang umurnya.

Empat Perlakuan kepada Orang yang Baru Saja Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Perlakuan kepada Orang yang Baru Saja Meninggal (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Perlakuan kepada Orang yang Baru Saja Meninggal

Lalu bagaimana bila secara kebetulan ketika ada orang yang meninggal dunia kita sedang ada di sisinya. Apa yang mesti dilakukan terhadap orang yang baru saja mengembuskan nafas terakhirnya?

Para ulama di dalam berbagai kitab karangannya banyak menuturkan hal ini. Dalam kitab al-Fiqhul Manhaji Dr. Musthafa Al-Khin menyimpulkan ada 4 (empat) hal yang mesti dilakukan ketika mendapati seseorang baru saja meninggal dunia. Keempat hal itu adalah:

Pertama, memejamkan kedua matanya dan mengikat dagunya dengan serban atau sejenisnya agar mulutnya tidak membuka terus. Mata orang yang meninggal kadang terbuka karena ketika ruh dicabut dan keluar dari jasad pandangannya tertuju pada keluarnya ruh tersebut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim:

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Rasulullah masuk menemui Abu Salamah (yang baru meninggal, pen.) dalam keadaan matanya terbelalak, maka beliau memejamkannya, kemudian beliau bersabda, “Sesungguhnya ruh itu bila dicabut maka pandangan mata akan mengikutinya.”

Kedua, melemaskan persendian-persendiannya dan mengembalikannya ke tempat masing-masing. Melemaskan lengan bawah dengan menekuk dan menjulurkannya ke lengan atas. Demikian pula dengan kedua kakinya.

Ketiga, meletakkan sesuatu yang berat di atas perutnya agar tidak mengembung sehingga tidak enak dipandang, sebagaimana disunahkan menutup semua badan dengan menggunakan kain yang tipis.

Keempat, disunahkan melepas semua pakaian yang dikenakan dan meletakkan si mayit di atas ranjang atau tempat lainnya yang lebih tinggi dari tanah. Juga disunahkan menghadapkannya ke arah kiblat seperti pada waktu sekarat. Akan lebih baik bila yang melakukan hal itu adalah orang yang paling mengasihinya dari keluarga yang bermahram dengannya. (Yazid Muttaqin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Merdeka di Era Digital

Oleh Muhammad Sulton Fatoni

Era digital saat ini telah menggiring masyarakat mempunyai kesadaran informasi dan kegiatan sosial yang tidak pernah ada pada masyarakat tradisional sebelumnya. Sisi positif era digital di Indonesia adalah telah memaksakan bergulirnya proses demokratisasi dan kesetaraan informasi di tengah dominasi politik. Berarti telah terjadi perkembangan partisipasi rakyat di semua sektor kehidupan, termasuk ekonomi dan politik dan berkurangnya praktik-praktik otoriter dan hal ini berpotensi mendorong kemakmuran masyarakat secara cepat (Adam Przeworski:1993).

Merdeka di Era Digital (Sumber Gambar : Nu Online)
Merdeka di Era Digital (Sumber Gambar : Nu Online)

Merdeka di Era Digital

Era digital bisa dimaksimalkan di tengah relasi demokratisasi dan perubahan ekonomi yang dapat dilihat dari studi transformasi rezim yang berorientasi makro. Memang saling terkait antara era digital dan demokrasi yang secara tipikal merupakan konsekuensi dari pembangunan ekonomi, transformasi struktur kelas, peningkatan pendidikan dan semacamnya. Negeri ini pernah terpuruk pada paruh kedua 1997 yang telah menggoyahkan ekonomi (Anne Booth: 2001).

Harga-harga melonjak tinggi, kurs rupiah merambat naik, hutang luar negeri naik berlipat-lipat, dunia perbankan bank-bank berada terpuruk, dan indikasi-indikasi kebangkrutan ekonomi lainnya. Bersamaan dengan itu Indonesia mulai menemukan titik terang demokratisasi sejak tumbangnya Presiden Soeharto dari tampuk kekuasaannya pada 1998. Demokrasi tidak sebatas suatu sistem yang telah mencapai perimbangan kekuasaan yang pelik antara lembaga-lembaga politik dan kekuatan-kekuatan sosial yang dinamis. Lebih dari itu, ia adalah acuan gagasan bagi orang-seorang dalam semua dimensi kegiatannya.8 Tentu dalam proses tersebut terdapat kontribusi teknologi informasi dan dunia digital.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Era digital saat ini terlanjur diposisikan sebagai pintu masuk bagi perubahan ekonomi menuju ke arah yang lebih baik, terutama bagi masyarakat kecil. Tentu ini terobosan di tengah ekonomi di Indonesia yang pada kenyataannya masih dikuasai oleh segelintir orang dan status quo. Beberapa alasan yang mendorong hal ini terjadi. Pertama, era digital terlanjur perkasa di hadapan siapa saja kecuali di tangan anak-anak muda yang kreatif yang kemudian tumbuh menjadi kekuatan baru yang sukses. Di sisi lain negara belum mampu menjaga keseimbangan antara pembangunan institusi politik dan pesatnya perkembangan institusi-institusi ekonomi digital. Percepatan dunia digital tidak secara otomatis berimplikasi positif kepada perilaku politik yang mendukung perubahan ekonomi menjadi lebih baik. Tradisi yang sebenarnya sudah lama terjadi, Dulu di era Orde Baru juga terjadi kelambanan di bidang politik dengan alasan memprioritaskan perbaikan ekonomi sebagai alasan langkah balik dari Orde Lama yang terlalu mengabaikan bidang ekonomi tapi juga mencampurinya (Sigmund Neumann: 1980).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedua, era digital telah memberikan perlakuan yang sama berbanding terbalik dengan proses demokratisasi di Indonesia yang masih tidak bisa melepaskan diri dari pola patron-klien yang bersifat tertutup dan berkelompok terbatas (Richard Borsuk: 2001). Akibatnya, peluang usaha, fasilitas dan manfaat regulasi ekonomi yang semula tidak bergulir pada lapisan massa yang besar jumlahnya saat ini menjadi lepas bebas. Dulu segelintir penguasa aset produktif merasa aman di dalam sistem tertutup namun sekarang mereka harus survive di tengah gempuran anak muda yang akrab dengan era digital. Zaman sudah berubah di mana tak ampuh lagi jaringan ekonomi-politik yang tertutup bercirikan korporatisme di mana Pemerintah memainkan peran sebagai sumber regulasi, lisensi, dan fasilitas, dimainkan secara tertutup untuk kalangan terbatas.

Ketiga, era digital telah menyadarkan masyarakat untuk mencari celah mengimbangi kekuatan politik yang dikendalikan segelintir elite. Akhirnya ketergantungan masyarakat terhadap elite politik di era digital berkurang drastis. Kekuatan politik dan konglomerasi yang terpusat tidak lagi menjadi faktor paling menentukan dalam perubahan sistem dan struktur sosial ekonomi.

Maka akan lebih mendidik mengakui bahwa era digital saat ini telah memberi arti kepada perubahan sosial budaya. Proses demokrasi  saat ini  sedikit demi sedikit mampu menggeser "status quo” ekonomi. Watak perekonomian Indonesia yang dulu beraroma “imperialisme” sudah bergerak pupus. Sebenarnya kedigjayaan era digital ini bukan cuma fenomena di Indonesia saja tetapi seluruh negara-negara berkembang sehingga implikasinya terhadap perubahan sosial budaya secerah yang terjadi di negara-negara maju.

Era digital telah mengurai kerumitan masyarakat Indonesia sehingga mulai berdaya untuk tidak lagi terjabak dalam proses-proses perubahan yang hanya berfungsi ritual. Karena itu kenyataan ini pun menyeret Pemerintah untuk tidak lagi menjalankan fungsi secara minimal agar tidak kehilangan fungsi substansialnya. Era Pemerintah prosedural telah usang. Tuntutan politik substansial menjadi pilihan satu-satunya untuk memecahkan berbagai persoalan sosial ekonomi. Kesenjangan, permusatan aset produktif, kemiskinan dan pengangguran yang meluas tidak saja memerlukan relaksasi pengembangan mekanisme pasar, tetapi juga keputusan-keputusan politik yang tepat yang hanya bisa ditempuh dengan menjunjung tinggi substansi demokrasi. Jika di era digital ini masih nekat mengambil keputusan ekonomi politik yang “anti digital” pasti akan menggiring sistem ini tergelincir lebih dalam lagi dibanding yang pernah dirasakan di era-era sebelumnya.

Era digital itu dibangun dengan biaya yang sangat besar. Karena itu tidak berlebihan jika kado terbesar kemerdekaan Indonesia tahun ini adalah era digital.  Maka akan tidak proporsional jika merayakan kemerdekaan masih sebatas ritual dan prosedural. Kelompok besar masyarakat mulai ke tengah maka itulah kemerdekaan. Telah lahir kesadaran bahwa status quo ekonomi   adalah ganjalan yang memicu kesenjangan dan kepincangan penguasaan aset produktif.

Di hari kemerdekaan ini Indonesia perlu merumuskan visi digitalnya. Salah satu yang dapat dijadikan stategi dalam membangun visi digital adalah—meminjam istilah Anthony Giddens—dengan menempuh “jalan ketiga”. Pola pikir Anthony Giddens tentang  “jalan ketiga” merupakan alternatif untuk menutupi kelemahan demokrasi yang berkembang saat ini yang telah melahirkan kelompok kecil yang menguasai aktivitas perekonomian dunia dari hulu sampai ilir serta di sisi lain ketidakmampuannya mengangkat kelompok besar untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi.

“Jalan ketiga” menginspirasi pelaku ekonomi dari kalangan UKM (Usaha Kecil dan Menengah) untuk merangsek ke tengah aktivitas pasar belum mengandung prinsip keadilan serta jauh dari  sempurna. “Jalan ketiga” dapat dijadikan pisau analisa untuk mendelegitimasi struktur pasar yang telah bersifat monopoly powers sebagai implikasi dari liberalisasi ekonomi.

Penguasaan teknologi informasi sebagai prasyarat memasuki era digital itu penting untuk ikut andil dalam proses delegitimasi struktur pasar yang bersifat monopoly powers mengingat komitmennya terhadap UKM sangat rendah. Monopoly powers kental dengan inefesiensi ekonomi berhadapan dengan ekonomi digital yang sangat efisien.  Jika dulu terjadi peningkatan dislokasi sosial di kota-kota besar yang menjadi tempat utama pelaku ekonomi kuat memburu keuntungan, kini ekonomi digital yang digerakkan masyarakat kecil pun mampu berkembang pesat di kota-kota besar. Dalam konteks ini, visi digital teori “Jalan Ketiga” adalah kemitraan antara negara dan masyarakat untuk membangkitkan perekonomian masyarakat secara luas. Giddens menegaskan (2000), “Third way politics has very wide purchase, since parties or goverments all over the world have to respond to the fact that the other two ways are no longer applicable.”

Maka visi era digital saat ini bukan berarti apriori terhadap kekuatan lama atau status quo, tapi lebih pada penciptaan peluang yang sama bagi seluruh masyarakat, pembukaan dan perluasan akses perekonomian dan politik bagi  masyarakat luas serta komitmen Pemerintah atau negara atas sikapnya yang menempatkan masyarakat sebagai mitra. Lantas dalam tataran aplikatif, model perekonomian seperti apa yang dapat dijalankan? Selanjutnya silakan didiskusikan. Merdeka!

*) Ketua PBNU; Dosen Sosiologi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock