Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Jelang Muktamar, Radio NU Siarkan Program Bintang NU

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Menjelang pagelaran Muktamar ke-33 NU di Jombang awal Agustus 2015 mendatang, Radio NU menyiarkan secara langsung (Live Streaming) program Bintang NU (Bincang-bincang Tentang NU).?

Jelang Muktamar, Radio NU Siarkan Program Bintang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Muktamar, Radio NU Siarkan Program Bintang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Muktamar, Radio NU Siarkan Program Bintang NU

“Program ini kami rencanakan setiap minggu sekali, tepatnya setiap hari kamis,” ujar Manajer Program Radio NU, Muhammad Yunus saat siaran perdana, Kamis (12/3).

Yunus menambahkan, program siaran langsung ini akan memberikan tema-tema berbeda setiap minggunya. “Pun demikian dengan narasumbernya, kami akan menghadirkan narasumber kompeten untuk setiap tema yang akan kita angkat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk siaran perdana ini, lanjut Yunus, kami mengangkat tema ‘Pengaruh Muktamar NU terhadap Kehidupan Sosial-Politik’ dengan menghadirkan H Khatibul Umam Wiranu, MHum, Ketua LTN PBNU yang juga anggota DPR RI dengan moderator H Ulil Abshar Hadhrawy.

Dalam perbincangannya, Mas Umam, sapaan akrabnya menerangkan, bahwa perhelatan Muktamar bukan sekadar pemilihan Ketua dan pengurus, tetapi lebih dari itu.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Saya kira Muktamar harus dijadikan sebuah gerakan ide dan gagasan, utamanya untuk keadilan, kesejahteraan atau kemaslahatan umat,” ujarnya.

Umam juga menjelaskan, saat ini, NU harus berupaya menyejahterakan umatnya melalui gerakan-gerakan ekonomi. Oleh karena itu, tambahnya, Muaktamar 2015 ini harus memfokuskan diri ke arah itu.

“Kapitalisme global sudah deras mengalir, saat ini warga NU yang sebagian besar adalah rakyat pedesaan kurang bisa menghadapi, sehingga selalu dirugikan oleh para pemilik modal besar,” ucapnya.

Secara organisasi, dia juga menekankan, bahwa NU perlu memperkuat lembaga syuriah. Menurutnya, syuriah harus menjadi pengambil keputusan atas kebijakan-kebijakan strategis, sedangkan tanfidziyah sebagai pelaksananya.

“Itu jika ingin NU tetap pada roh keulamaan,” tandasnya yang berbicara mengenai pengaruh muktamar secara sosial-politik selama tak kurang dari satu jam. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tokoh, Sunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Konferensi Rekonsiliasi Irak Hanya Diikuti 13 Ulama

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sikap Pemerintah Indonesia yang secara terbuka mendukung sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) terhadap Iran tampaknya berbuntut pada penyelenggaraan pertemuan ulama se-dunia dalam Konferensi Rekonsiliasi Irak yang digelar di Istana Bogor, Jawa Barat, pada 3 - 4 April besok. Setidaknya, hal itu terungkap dari jumlah peserta yang hadir, yakni hanya 13 ulama saja.

Direktur Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Umar Hadi, Senin (2/4) malam mengatakan, sedikitnya sudah ada 13 ulama yang menyatakan konfirmasi untuk datang ke Bogor. Mereka adalah Mohammad Mahdi Alfifie (Iran), Abdul Amier (Lebanon ), Datok Sri Tan Sri Sanusi (Malaysia), KH Hasyim Muzadi, Syafii Maarif, Jalaluddin Rakhmat, KH Said Agil Siroj,Yunahar Ilyas (Indonesia).

Adapun sejumlah ulama kunci Sunni dan Syiah yang membatalkan kehadirannya antara lain Sheikh Mohammed Rasheed Kabbani (Mufti Lebanon), Abdul Amir Qobbalan (Wakil Ketua Dewan Tinggi Islam Syiah di Lebanon), Ziyaduddin Al-Ayyubi (Menteri Wakaf Suriah), Sheikh Azhar Tantawi dari Mesir,Abdullah Al Turki (Sekjen Rabitah Alam al-Islami di Arab Saudi), Ayatullah Sayyed Mahmoud Hashemi Shahrudi (Ketua Mahkamah Agung Iran), dan Ayatullah Muhammad Ali Attaskiri (tokoh Syiah Iran).

Konferensi Rekonsiliasi Irak Hanya Diikuti 13 Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi Rekonsiliasi Irak Hanya Diikuti 13 Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi Rekonsiliasi Irak Hanya Diikuti 13 Ulama

Padahal, pertemuan ulama se-dunia perwakilan kelompok Sunni dan Syiah yang akan membahas rekonsiliasi Irak dan upaya perdamaian di Timur Tengah itu rencananya bakal diikuti 20 hingga 25 ulama. Mereka yang diundang adalah tokoh kunci pada masing-masing kelompok.

Dukungan Pemerintah Indonesia terhadap Resolusi DK PBB nomor 1747 yang menjatuhkan sanksi berat bagi Iran itu diduga menjadi sebab pembatalan sejumlah tokoh kunci ulama Sunni dan Syiah. Pemerintah Indonesia, lewat keputusan itu, dinilai telah berpihak atau tidak lagi bersikap netral.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr KH Hasyim Muzadi, penggagas pertemuan tersebut, mengungkapkan, semula para ulama Sunni dan Syiah menyambut baik pertemuan itu, namun syaratnya Indonesia harus benar-benar netral. Karena forum itu tidak semata kepentingan Syiah, dan tidak pula semata kepentingan Sunni, tetapi ukhuwah islamiah (persaudaraan umat Islam), serta tidak di bawah bayang-bayang Amerika Serikat atau Israel.

Meski demikian, Umar membantah anggapan bahwa pembatalan sejumlah ulama itu dikarenakan sikap politik luar negeri Indonesia yang mendukung resolusi DK PBB bagi Iran. Menurutnya, hal itu lebih disebabkan persoalan teknis semata, yakni karena pada 1–2 April lalu ada pertemuan yang sama yang digelar di Mesir.

”Di antara para ulama yang ikut pertemuan itu kecapaian, jadi nggak bisa ikut,” ungkapnya. Meski tidak dihadiri para ulama tersohor itu, Umar mengaku optimistis pertemuan yang digelar selama dua hari besok bisa memenuhi target pertemuan. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tokoh, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Gus Sholah Minta Panitia Muktamar Bertindak Sesuai AD/ART

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) mengimbau kepada panitia muktamar untuk bertindak sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU.

Gus Sholah Minta Panitia Muktamar Bertindak Sesuai AD/ART (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah Minta Panitia Muktamar Bertindak Sesuai AD/ART (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah Minta Panitia Muktamar Bertindak Sesuai AD/ART

“Saya harap panitia bertindak sesuai AD/ART. Biarkan peserta masuk tanpa syarat menulis calon Ahwa,” ujar Gus Sholah usai penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di gedung KH M Yusuf Hasyim Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Jumat (31/7) sore.

Gus Sholah mengatakan, ada laporan bahwa calon peserta muktamar tidak diizinkan panitia masuk arena muktamar lantaran belum menulis sembilan nama calon formatur (Ahlul Halli Wal Aqdi/Ahwa).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Orang yang mau daftar untuk jadi peserta diharuskan menuliskan sembilan nama tersebut. Nah, orang-orang itu tidak mau menulis. Karena itu harus diputuskan di muktamar,” ungkapnya.

"Wong itu belum diputuskan di muktamar kok dipaksakan gitu lho. Lha kalau nggak mau menulis ya jangan dipaksa. Kalau nggak mau menulis lalu nggak bisa jadi peserta muktamar, dari mana itu. Itu nggak ada di AD/ART,” tegasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Gus Sholah, peserta yang tercantum namanya tetap berhak masuk ke arena muktamar. “Saya kira nggak perlu menulis nama itu. Ini kan memaksakan kehendak namanya,” tegasnya.

Adik kandung Gus Dur ini berharap peserta yang datang ke Jombang bisa masuk arena muktamar tanpa ada syarat. “Daftar tanpa ada syarat apapun dan harus diterima sebagai peserta,” harapnya.

Panitia diharap fair dan tidak memihak calon manapun. “Juga jangan ada politik uang. Itu pasti. Mata dunia dan mata akhirat melihat muktamar ini. Apabila muktamar masih mengulangi permainan politik uang seperti di Makassar, Mbah Hasyim akan menangis,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Berita, Tokoh, News Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Kondisi Kesehatan Kiai Hasyim Sudah Terkendali

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kondisi kesehatan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi sudah terkendali dan semakin baik dibandingkan beberapa hari terakhir, kata Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Masduki Baidlowi.

Kondisi Kesehatan Kiai Hasyim Sudah Terkendali (Sumber Gambar : Nu Online)
Kondisi Kesehatan Kiai Hasyim Sudah Terkendali (Sumber Gambar : Nu Online)

Kondisi Kesehatan Kiai Hasyim Sudah Terkendali

"Terkendali, kondisi Pak Hasyim membaik," kata Baidlowi di Jakarta, Senin.

Masduki sendiri sudah membesuk Hasyim yang saat ini masih dirawat di RS Lavalette, Malang, Jawa Timur.

Dia mengatakan sejumlah pejabat juga sempat menjenguk anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Di antara para tokoh itu seperti Menteri Sosial Khofifiah Indar Parawansa, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo serta tokoh lainnya.

Masduki mengatakan Hasyim saat ini belum dapat berbicara seperti keadaan normal karena masih dipasangi alat bantu kesehatan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Tokoh senior NU tersebut, kata dia, hanya dapat berkomunikasi dengan bahasa isyarat dengan tangan. Tim medis rumah sakit menginstruksikan agar Hasyim tidak banyak berbicara demi proses penyembuhan.

"Tangan kanan menggunakan infus, mulut ditutup. Beberapa alat bantu dipakai untuk memberi pasokan udara ke dada. Maka, beliau tidak boleh banyak berbicara," kata dia.

Menurut Masduki, Hasyim awalnya enggan dirawat di rumah sakit. Namun seiring desakan keluarga dan kondisi kesehatan yang memburuk membuatnya harus rawat inap.

"Harapannya agar segera sehat kembali," kata dia. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama, Tokoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

LAZISNU: Lembaga Amil Zakat Mutlak Harus Terbuka

Semarang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sekretaris Pengurus Pusat LAZISNU Adna Khoirotul A’yun menekankan perlunya membangun sistem akuntansi yang bagus dengan prinsip keterbukaan. Dengan laporan keuangan yang transparan, kata dia, LAZISNU akan dipercaya masyarakat.

Ia menyampaikan hal itu saat memberi materi dalam Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kaderisasi Amil Zakat yang digelar Pengurus Wilayah LAZISNU Jawa Tengah di kantor PWNU Jateng, Jalan Dr Cipto Mangunkusumo 180 Semarang, akhir pekan (14/2) kemarin.

LAZISNU: Lembaga Amil Zakat Mutlak Harus Terbuka (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU: Lembaga Amil Zakat Mutlak Harus Terbuka (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU: Lembaga Amil Zakat Mutlak Harus Terbuka

Terbuka yang dia maksud adalah terbuka selebar-lebarnya. Yaitu bisa dilihat siapapun, kapanpun, dan di manapun. Laporan keuangan tersaji di situs internet dan berjalan real time. Sehingga, siapapun yang berkepentingan bisa langsung membuka melalui jaringan internet untuk mengetahui kondisi keuangan LAZISNU.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Sebuah lembaga amil zakat mutlak harus menerapkan manajemen terbuka. Laporan keuangannya harus bisa diakses siapa saja, kapan saja, dari mana saja,” jelasnya dalam pelatihan bagi kader amil zakat profesional ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pengurus Pusat LAZISNU, kata dia, telah membentuk manajemen eksekutif yang diberi nama NU-Care. Dengan Surat Keputusan (SK) Ketua LAZISNU, NU-Care dipimpin oleh seorang direktur yang tugasnya menjalankan program-program LAZISNU.

Profesionalitas Amil

Narasumber lain dalam diklat kali ini adalah Slamat Surachmat, Manajer Operasional LAZIS Baiturrahman yang juga sekretaris jenderal Forum Zakat Jawa Tengah, dan Ketua LAZISNU Jateng sendiri H Muhammad Mahsun.

Slamet Surachmat menyatakan, perilaku atau perbuatan amil zakat itulah yang merupakan produk lembaga amil zakat (LAZ). Karena LAZ adalah “bisnis kepercayaan” maka hal pertama yang harus “dijual” ke masyarakat adalah akhlak amilnya. Yaitu orang yang amanah, yang di dalamnya mengandung pengertian orang militan, jujur, cerdas. ?

“Amil adalah mujahid. Maka satu-satunya cara menjadi amil yang baik adalah punya modal jiwa amanah, bisa dipercaya,” tuturnya.

Ia pun mengutip sebuah hadits Rasulullah dari Imam Ahmad, “Sebaik-baik profesi adalah amil, jika dia ikhlas”. Serta hadits dari Imam Thabrani, “Amil yang bekerja lalu dia mengambil dan memberi dengan benar adalah seperti mujahid di jalan Allah sampai ia pulang kepada keluarganya”.

Selain itu ia mengajarkan pembentukan kepribadian amil, dari aspek penampilan, perilaku profesional ketika menerima tamu, mendatangi muzakki (wajib zakat), serta bagaimana menyapa mustahiq.

“Performance seorang amil harus benar-benar dibina. Kita harus tampil bagus dengan style yang sesuai profesi kita. Termasuk harus menguasai public speaking,” tuturnya seraya mengajak peserta praktik langsung walau secara singkat.

Adapun Ketua LAZISNU Jateng H Muhammad Mahsun mengajak peserta untuk serius bergiat di LAZISNU sebagai jalan untuk mengbdikan diri kepada masyarakat. “Mari kita serius bekerja untuk umat melalui LAZISNU ini. Jadikan ini profesi pilihan dalam karir pengabdian Anda kepada Allah karena zakat itu rukun Islam perintahnya datang langsung dari Allah,” tuturnya.? (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tokoh, Jadwal Kajian, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Mapaba PMII Banda Aceh Diikuti Peserta dari 4 Kampus

Banda Aceh, Kedung Sukun Adiwerna Tegal?



Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banda Aceh merekrut anggota baru melalui "Masa Penerimaan Anggota Baru" (Mapaba) Sabtu 8-9 Oktober di Aula Gedung Dispora Aceh.

Pada pembukaan, kegiatan tersebut dihadiri PWNU Aceh, PCNU Kota Banda Aceh, IPNU Aceh, PKC PMII Aceh dan juga beberapa perwakilan dari Pengurus Cabang PMII se-Aceh.

Mapaba PMII Banda Aceh Diikuti Peserta dari 4 Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Mapaba PMII Banda Aceh Diikuti Peserta dari 4 Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Mapaba PMII Banda Aceh Diikuti Peserta dari 4 Kampus

Mapaba bertema "Membangun Integritas, Mencetak Kader Pembela Bangsa Penegak Agama” ini diikuti 57 peserta dari mahasiswa dari UIN Ar-Raniry, UNSYIAH, USM dan UNMUHA.

Ketua PMII Kota Banda Aceh Akmaluddin mengatakan, pengkaderan akan terus dilakukan karena kewajiban organisasi. "Pengurus Cabang sudah membentuk Tim Kaderisasi untuk mengawal berjalannya agenda pengkaderan yang dipusatkan di beberapa kampus," jelasnya.

Akmal berharap Mapaba tahun ini berjalan sebagimana yang diharapkan bersama. "Dengan ini kami sangat berharap, semoga kader-kader yang ada mampu membawa PMII Kota Banda Aceh lebih baik lagi ke depan," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua Mabincab PMII Kota Banda Aceh, Tgk. Asnawi M. Amin berharap warga pergerakan menjadi garda terdepan menjaga nilai-nilai Aswaja yang sudah melekat dikalangan kader PMII.

Tak hanya itu, menurut dia, PMII hrus menggunakan rumus menerima nilai-nilai baru yang lebih baik sehingga menjadi kader militan berbasis intelektual yang siap memberikan kontribusi untuk Aceh khususnya dan Indonesia secara umum.

Setelah acara pembukaan selesai, para peserta disuguhkan dengan beberapa materi tentang Nilai Dasar Pegerakan (NDP), Mahasiswa dan Tanggung Jawab Sosial, dan materi-mater ke-PMII-an lainnya. (Fauzi Efend/Abdullah Alawi)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tokoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Tim Ekspedisi Islam Nusantara Minta Doa Nahdliyin

Banda Aceh, Kedung Sukun Adiwerna Tegal 

Sebelum keberangkatan untuk menjelajah Islam di Aceh, tim Ekspedisi Islam Nusantara melakukan doa bersama dipimpin Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Imam Pituduh di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Sabtu dini hari (30/4). 

Tim Ekspedisi Islam Nusantara Minta Doa Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Ekspedisi Islam Nusantara Minta Doa Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Ekspedisi Islam Nusantara Minta Doa Nahdliyin

Kemudian secara khusus, ia mewakili rombongan berjumlah 25 orang tersebut, meminta doa kepada warga NU agar ekspedisi ini lancar dan selamat di perjalanan. Serta membuahkan hasil yang bermanfaat tidak hanya untuk warga NU tapi untuk Islam Indonesia. 

Menurut dia, selama perjalanan di pulau Jawa, tim Ekspedisi Islam Nusantara selalu meminta doa kepada kiai, santri-santri, pengurus NU untuk kesuksesan ekspedisi ini karena doa merupakan senjata orang mukmin.

Saat ini Senin (2/5), Ekspedisi Islam Nusantara telah melakukan penjelajahan selama 32 hari. Dua hari di antaranya berada di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Tim ini dilepas dan didoakan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon Jawa Barat pada (31/3).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Ini baru separuh perjalanan,” kata Imam Pituduh, “sehingga penjelajahan ini masih sangat panjang. Jadi, mohon doanya kepada segenap nahdliyin akan kesuksesan ekspedisi ini,” tambahnya.

Ekspedisi Islam Nusantara setelah selesai di pulau Jawa, akan menjelajah 5 provinsi di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua. (Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pondok Pesantren, Kyai, Tokoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

PBNU Serukan Bangsa Indonesia Tobat Nasional

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyerukan kepada seluruh bangsa Indonesia agar melakukan tobat nasional. Karena bencana alam dan bencana sosial yang datang bertubi-tubi menimpa negeri ini sudah di luar kemampuan manusia lagi untuk menghentikannya.

“Menjauhi perbuatan yang langsung atau tidak langsung menyebabkan murka Allah, seperti melakukan kezaliman, kepalsuan atau kepura-puraan, kebohongan, pengrusakan kehormatan dan martabat sesama, pengrusakan keseimbangan alam, korupsi/keserakahan, pengkhianatan hukum, pengkhianatan terhadap amanat, menelantarkan penderitaan rakyat kecil dan sebagainya,” demikian salah satu butir seruan yang dibacakan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi di hadapan wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (16/1)

Hasyim meminta seruan tersebut dapat disiarkan seluas-luasnya kepada seluruh rakyat Indonesia. Pasalnya, hal tersebut bukan hanya untuk kepentingan NU semata, melainkan untuk kepentingan dan keselamatan seluruh bangsa. “Ini tidak hanya untuk NU, tapi untuk bangsa Indonesia,” katanya.

PBNU Serukan Bangsa Indonesia Tobat Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Serukan Bangsa Indonesia Tobat Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Serukan Bangsa Indonesia Tobat Nasional

Sebelumnya, PBNU menyerukan hal yang sama kepada warga nahdliyin (sebutan untuk warga NU). Pimpinan tertinggi organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Tanah Air itu meminta kepada seluruh nahdliyin untuk melakukan puasa sunnah tasu’a dan asyura yang dimulai dengan puasa sunnah mutlaqah sejak tanggal 1-10 Muharram 1428 H/20-30 Januari 2007. PBNU juga mengimbau sebanyak mungkin ber-istighfar dan membaca hauqolah (mohon kekuatan kepada Allah).

Hasyim menegaskan, segala persoalan yang menimpa bangsa Indonesia saat ini adalah akibat dari perbuatan dan kesalahan yang dilakukan bersama-sama. Oleh karenanya, untuk mengakhiri hal itu semua dan permohonan ampun terhadap Tuhan harus dilakukan secara bersama-sama pula.

“Koruptor kecil dikejar-kejar, sementara koruptor besar digelarkan karpet merah (tanda penghormatan), illegal logging, kelaparan jamaah haji, hilangnya pesawat Adam Air, kasus lumpur Lapindo yang sampai saat ini belum selesai, dan lain sebagainya, semuanya adalah kesalahan kolektif kita sebagai bangsa,” terang Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur itu. (rif)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tokoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 29 November 2017

Jalani Latihan Militer, Banser Pamekasan Siap Bentengi NKRI

Pamekasan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Diklatsar-IX Banser yang digelar Pimpinan Cabang GP Ansor Pamekasan memasuki hari ketiga, Sabtu (24/12). Ratusan Banser tersebut berlatih keras di bebukitan dan sungai di daerah Pesantren Sekar Anyar, Desa Rombuh, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan.

Jalani Latihan Militer, Banser Pamekasan Siap Bentengi NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalani Latihan Militer, Banser Pamekasan Siap Bentengi NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalani Latihan Militer, Banser Pamekasan Siap Bentengi NKRI

Mereka digembleng langsung oleh Satkorwil Banser Jawa Timur, Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan, dan para tentara di lingkungan Makodim Pamekasan. Mereka menjalani frusik, flying fox dan merayap di atas tambang.

"Kami sangat bangga atas semangat mereka. Mereka adalah calon-calon Banser yang siap membentengi kedaulatan NKRI," tegas Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Pamekasan Fathorrahman.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dosen Universitas Madura tersebut menambahkan, latihan berat tampak diikuti dengan baik oleh peserta. Meskipun menjalani agenda latihan yang cukup padat sejak Kamis (22/12) siang, peserta Diklatsar Banser tak satu pun yang mengeluh.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Meski terlihat lelah, alhamdulillah semua peserta tidak kendor semangatnya. Mereka menjalani materi dan pelatihan yang cukup menguras tenaga dengan penuh kegembiraan dan keikhlasan," ungkap Fathorrahman.

Selain dibekali keterampilan militer, peserta Diklatsar Banser juga digembleng dengan materi berlalu lintas, baris berbaris, pencak silat, dan materi keagamaan berupa keAnsoran, ke-Nu-an, dan kebangsaan. Mereka juga diisi tenaga dalam oleh KH Mudastsir. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Budaya, Tokoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 24 November 2017

Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah

Cilongok, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. MWC Ma’arif NU Kecamatan Cilongok Banyumas menggelar refleksi tahun baru Islam dengan Pertabah (Perkemahan Tahun Baru Hijriah) 1438 H di Sokawera 30 September – 2 Oktober 2016. Kegiatan ini mengambil tema Galang ? Satu Hati, Satu Janji, Berprestasi untuk Satu Bumi Pertiwi.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif NU se-Kecamatan Cilongok yang berjumlah 15 Pangkalan, 30 regu dan masing-masing regu 10 siswa putra/putri.

Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah

Pembukaan Pertabah juga dihadiri Muspinkec (musyawarh pimpinan kecamatan), MWCNU Cilongok, MWC Ma’arif NU Cilongok, PAC Muslimat NU, PAC GP Ansor NU, PAC Fatayat NU, PAC IPNU, PAC IPPNU, dan Banser Satkoryon Cilongok.

Ketua panitia Pertabah, Ahmad Thobroni mengemukakan kegiatan ini kembali dilaksanakan setelah vakum beberapa tahun. Ia juga menegaskan akan melaksanakan kegiatan Pertabah ini secara rutin setiap tahun baru Hijriyah. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada MWC NU, MWC Ma’arif, Panitia dan para donator serta sponsor yang telah mendukung acara ini. Tentunya tanpa dukungan moril dan materil kegiatan ini tidak akan sukses seperti ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Materi dan lomba kegiatan Pertabah meliputi bidang ketangkasan, mental spiritual, keterampilan, pengetahuan, seni budaya, lingkungan hidup dan bakti sosial, administrasi dan olahraga serta kesehatan. Selain itu panitia juga menyelenggarakan refleksi ke-Ma’arif-an pada malam menjelang penutupan. Isu yang diangkat pada refleksi berkaitan dengan pentingnya manajemen kepemimpinan dalam sekolah/madrasah Ma’arif NU. Pengurus dan kepala sekolah/madrasah Ma’arif se-Kecamatan Cilongok hadir dalam acara ini.

Sementara itu, Ketua MWC Ma’arif NU Cilongok H Jawahirul Bukhori mengatakan Pertabah adalah kegiatan kompetisi dan rekreasi edukatif di alam terbuka dalam bentuk perkemahan besar Pramuka Penggalang.?

“Perkemahan ini merupakan sarana pembinaan Pramuka Penggalang yang menitikberatkan pada pengembangan diri peserta yang terdiri atas bidang mental, fisik, intelektual, spiritual dan social baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Ia juga mengucapkan selamat dan sukses untuk para pemenang lomba, ”Semoga dapat menjadi motivasi untuk para penggalang yang ada di Madrasah di bawah naungan Ma’arif NU,” katanya. Red Mukafi Niam

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tegal, Tokoh, Pendidikan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 22 November 2017

PMII Cianjur Tegaskan Makna Seorang Kader

Cianjur, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Cianjur lahirkan kader mujahid seusai menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang dilaksanakan selama 4 hari di gedung SMK Tunas Harapan Bangsa, Warung Kondang, Cianjur, Jawa Barat, Kamis-Ahad (1-4/12).

Ketua PC PMII Cianjur Tedy Sopyan menjelaskan, momentum PKD ini harus dijadikan ajang perubahan bagi seluruh peserta. Sebab kini peserta PKD telah mengalami perubahan makna dari anggota menjadi kader. Tentunya antara kader dan anggota mempunya segmentasi yang berbeda dan tugas serta fungsi yang berbeda pula.

PMII Cianjur Tegaskan Makna Seorang Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Cianjur Tegaskan Makna Seorang Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Cianjur Tegaskan Makna Seorang Kader

"Pasca mengikuti kegiatan, para alumni PKD tidak hanya meyakini bahwa organisasi PMII adalah wadah yang benar untuk berproses, namun seorang kader juga harus benar-benar siap memperjuangkan cita-cita, menjaga marwah dan mengharumkan nama baik PMII," ungkap Tedi dalam sambutannya saat penutupan Pelatihan Kader Dasar, Ahad (4/12).

Tedi menambahkan, setelah mengikuti kegiatan, diharapkan para alumni PKD mampu mewarnai dan menjalankan kaderisasi di masing-masing kampus serta menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan organisasi, agama, bangsa dan negara.

"Kami berharap alumni PKD bisa memberikan warna dan menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan cita-cita organisasi, agama dan negara," harapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu, salah seorang peserta PKD Wida asal Komisariat STISNU Cianjur berjanji akan lebih serius mengikuti setiap jenjang kaderisasi yang dilaksanakan oleh PMII di setiap levelnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Setelah mengikuti PKD ini saya tersadarkan bahwa selama ini belum maksimal, kedepannya saya berjanji akan memaksimalkan berproses di PMII," pungkasnya. (Muhammad Sopwan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tokoh, Pertandingan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 17 November 2017

Mahasiswa Islam Nusantara STAINU Jakarta Soal Qiro’at Langgam Jawa

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pembacaan al-Qur’an dengan Langgam Jawa yang dilantunkan oleh Muhammad Yasser Arafat di Istana Negara pada peringatan Isra Mi’raj, Jum’at (15/5) lalu menuai beragam pro dan kontra di tengah masyarakat. Kontroversi ini juga ditanggapi oleh para mahasiswa Pascasarjana Kajian Islam Nusantara STAINU Jakarta sebagai khazanah keislaman di Indonesia.

Mahasiswa Islam Nusantara STAINU Jakarta Soal Qiro’at Langgam Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Islam Nusantara STAINU Jakarta Soal Qiro’at Langgam Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Islam Nusantara STAINU Jakarta Soal Qiro’at Langgam Jawa

“Kita harus memposisikan terlebih dulu, bahwa membaca al-Qur’an dengan Langgam Jawa itu termasuk dalam kategori mana. Apakah itu termasuk Qiro’at (sab’ah/asyrah), Tarannum (bayati, hijaz, dan lain-lain) atau Maqamat (jawab, jawabul-jawab, dan lain-lain,” jelas mahasiswa bernama Abdurrof, Selasa (19/5) di Jakarta.

Mahasiswa asal Cirebon ini menambahkan, bahwa dalam dunia ‘persilatan’ Qiro’at, langgam itu masuk dalam kategori Tarannum, yakni irama lagu. Wilayah ini, menurutnya, adalah wilayah bebas inovasi dengan menjaga standar Qiro’at.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Bahkan secara Maqamat, lanjutnya, Indonesia lebih kaya dari Tarannmu Isyriq (Timur Tengah). Untuk Tarannum Jawa saja, tambahnya, Indonesia mempunyai Maqamat Dhandhanggula, Kinanthi, Asmarandhana, dan lain-lain.

“Kemarin yang di Istana Negara itu, Maqamat atau Larasnya Pelog,” terang Aktivis di Pusat Studi dan Pengembangan Pesantren (PSPP) ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mahasiswa lain bernama Abdul Kadir menjelaskan, bahwa pembacaan al-Qur’an dengan Langgam Jawa adalah sebuah inovasi yang bagus, karena tidak terpaku dengan lagu-lagu Arab seperti pada umumnya. “Langgam itu secara leksikal atau arti kamus sama dengan cara atau model kan? Atau juga sama dengan bentuk irama lagu. Itulah langgam dalam kamus Bahasa Indonesia,” ucap mahasiswa asal Pontianak, Kalimantan Barat ini.

Sementara itu, mahasiswa bernama Zaenal Muttaqin menuturkan, pembacaan al-Qur’an dengan Langgam Jawa itu baik dan bagus-bagus saja. “Yang penting tajwid benar dan tartil bacanya. Qiro’at Sab’ah merupakan monopoli Arab itu,” tukas aktivis salah satu LSM di Jakarta ini.

Senada dengan pendapat yang lain, mahasiswa asal Indramayu, Jawa Barat Alamul Huda menegaskan, jika pembacaan al-Qur’an dengan menggunakan Langgam Jawa adalah bukan hal baru di Indonesia, khususnya di Jawa. “Biasa aja. Dulu masa kecilku di Tajug (mushalla), Simbah-simbah mengajinya ya seperti itu. Tapi ya tidak menimbulkan kontroversi seperti di Istana,” papar Pegiat Kajian Islam Pesisiran ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tokoh, Pahlawan, Quote Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 15 November 2017

LAZISNU Salurkan 10.000 Paket Daging Kurban Hari Ini

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Dalam peringatan Idul Adha 1436 H tahun ini, Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) bekerjasama dengan produk minuman berenergi, Extra Joss menyalurkan 10.000 paket daging kurban kepada masyarakat hari ini.

LAZISNU Salurkan 10.000 Paket Daging Kurban Hari Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Salurkan 10.000 Paket Daging Kurban Hari Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Salurkan 10.000 Paket Daging Kurban Hari Ini

“Jumlah 10.000 tersebut terdiri dari 8 ekor sapi yang dipotong di PBNU Jakarta dan 9 kota besar lainnya di seluruh Indonesia,” ujar Ketua Panitia pemotongan hewan kurban LAZISNU-Extra Joss, Nur Rohman, Kamis (24/9).

Pria yang juga Pjs Direktur LAZISNU ini mengungkapkan, jumlah tersebut belum termasuk 20 sapi yang diserahkan pemotongan dan pendistribusiannya di Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan asuhan KH Said Aqil Siroj.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu, Sekretaris LAZISNU, Adna Khoiratul A’yun menerangkan tentang pendistribusian paket-paket daging kurban. Perempuan asal Tremas, Pacitan, Jawa Timur ini mengatakan, pendistribusian paket daging seperti yang sudah dilakukan tahun-tahun sebelumnya, yaitu dengan menyerahkan kupon yang telah dibagikan ke warga.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Pembagian akan dilakukan hari ini, kira-kira setelah waktu dzuhur. Kami dari PP LAZISNU menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh panitia dan relawan yang sudah membantu, mulai dari pemotongan hingga pendistribusian,” ujar Adna.

Secara khusus, Ketua PP LAZISNU, H Syamsul Huda menyampaikan, bahwa LAZISNU terus berupaya mengaktualisasikan misi dakwah NU berupa program-program nyata di tengah masyarakat.

“Program kerjasama dengan Extra Joss dalam penyaluran hewan kurban ini merupakan langkah awal yang akan disusul dengan program-program nyata lainnya,” ujar Syamsul Huda. Menurutnya, kerjasama ini perlu ditingkatkan lagi untuk kuantitas hewan kurban sekaligus wilayah penyalurannya sehingga membawa maslahat dan kebaikan yang lebih luas lagi di masyarakat.

Hingga berita ini ditulis, pemotongan hewan kurban dan pembungkusan daging kurban masih berlangsung di lantai Basement Gedung PBNU Jl Kramat Raya Jakarta. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tokoh, Pendidikan, Doa Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 13 November 2017

Ratusan Pelajar NU Bantul Hadiri Perayaan Puncak Harlah IPNU

Bantul, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ratusan pelajar NU Bantul menghadiri perayaan puncak hari lahir (harlah) ke-63 IPNU dan ke-62 IPPNU yang digelar oleh PC IPNU Bantul di kompleks perkantoran Dinas Kabupaten Bantul Ahad malam (27/2).?

Hadir dalam acara tersebut, jajaran pengurus cabang NU Bantul, Wakil Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih, Kasat Binmas Polres Bantul AKP Handiko Widiyanto, SH, MH, Habib Musthofa Sayyidi Baraqbah dan beberapa undangan lainnya. Hadir juga hadir juga Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Bantul, Muslimat dan Fatayat NU Bantul.?

Ratusan Pelajar NU Bantul Hadiri Perayaan Puncak Harlah IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Pelajar NU Bantul Hadiri Perayaan Puncak Harlah IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Pelajar NU Bantul Hadiri Perayaan Puncak Harlah IPNU

Dalam sambutannya, Ketua PC IPNU Bantul Ahmad Sidik mengajak para pelajar NU Bantul untuk tidak berlaku klitih.?

“Di internet, kalau kita mencari info tentang pelajar Bantul, banyak yang negatif. Mari kita jaga nama baik Pelajar NU Bantul,” tegas Sidik.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sidik juga menegaskan di hadapan Kasat Binmas Polres Bantul bahwa pelajar NU Bantul tidak ada yang berbuat klitik. Jika ada pelajar Bantul bertindak seperti itu, jelas itu bukan pelajar NU.?

Sementara itu, mewakili Ketua PCNU Bantul yang tidak bisa hadir dalam kesempatan tersebut, H Aidi Johansyah ikut senang dengan semangat IPNU-IPPNU dalam berorganisasi.?

Insyallah dari IPNU dan IPPNU di masa akan datang lahir generasi emas yang menjadi pemimpin di berbagai lini,” tegas H. Aidi Johansyah di hadapan para pelajar NU Bantul.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Para pelajar IPNU dan IPPNU, lanjut Aidi haruslah memiliki akhlak yang mulia karena generasi yang berakhlak mulia yang akan menjadikan jayanya IPNU di masa yang akan datang.?

“Kami PCNU Bantul mengucapkan selamat harlah IPNU dan IPPNU semoga Allah memudahkan kalian berjuang dalam organisasi ini,” tutup Aidi.?

Habib Musthofa Sayyidi Baraqbah yang memberikan taushiyah pada acara tersebut melarang para pelajar NU Bantul untuk menjauhi dua hal.?

“Dua yang menghancurkan pemuda, yaitu narkoba dan cinta. Kalian jangan sampai salah langkah,” pesan Habib Musthofa Sayyidi Baraqbah. (Nur Rokhim/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tokoh, Lomba Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 31 Oktober 2017

Lintas Agama di Jombang Bahas Krisis Rohingya, Tokoh Budha: Tak Sesuai Ajaran Budha

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal 

Beberapa perwakilan tokoh dari lintas agama di Jombang, Jawa Timur berkumpul guna membahas konflik kekerasan kemanusiaan etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar, Senin (11/9) di kediaman Zahrul Azhar Hans, salah satu Pengasuh PPDU, Rejoso, Jombang, Jawa Timur.

Kekerasan yang dilakukan dari kalangan biksu terhadap umat muslim di Myanmar pada konflik tersebut dinilai tidak sesuai dengan ajaran Budha itu sendiri. Hal ini yang menjadi salah satu poin penting dalam forum pertemuan itu.

Lintas Agama di Jombang Bahas Krisis Rohingya, Tokoh Budha: Tak Sesuai Ajaran Budha (Sumber Gambar : Nu Online)
Lintas Agama di Jombang Bahas Krisis Rohingya, Tokoh Budha: Tak Sesuai Ajaran Budha (Sumber Gambar : Nu Online)

Lintas Agama di Jombang Bahas Krisis Rohingya, Tokoh Budha: Tak Sesuai Ajaran Budha

"Inti dari ajaran Budha sendiri tidak pernah mengajarkan kebencian dan kekejaman, intinya semua pada cinta kasih dan belas kasih," kata Subiyanto, Pelayan Umat Budha (Pandita).

Ia merasa prihatin dengan adabya konflik tersebut hingga harus memakan banyak korban nyawa. Ia berharap konflik tersebut bisa segera ada jalan keluar.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kami cukup prihatin karena ini maslah kemanusiaan, semoga masalah ini bisa cepat terselesaikan, Hal-hal yang berupa saran, masukan akan kami sampaikan ke umat Budha terutama," ujarnya.

Ia menjelaskan, Agama Budha juga mengakui serta menerima terhadap sebuah perbedaan paham atau ideologi pada setiap agama. Perbedaan itu juga menurut ajaran Budha ini tidak untuk menyulut pertikaian dan kebencian antar sesama.

"Tidak ada perbedaan yang menyulut pertikaian dan perpecahan, karena di ajaran Budha sendiri tidak mengajarkan demikian, contohnya jangan berbuat jahat," jelas dia.

Karenanya, ia menghimbau agar umat Budha tidak terprovokasi terhadap pihak-pihak tertentu yang mencoba membesarkan konflik tersebut, terlebih ada dorongan embel-embel agama. "Kita mengimbau mereka juga untuk tidak terproviokasi karena ini bukan konflik agama," ungkap dia.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu secara terpisah, Zahrul Azhar Hans (Gus Hans) mengungkapkan, pertemuan tokoh lintas agama ini sebagai upaya melokalisir permasalahan dari konflik kemanusiaan Rohingya.

Dari ungkapan masing-masing tokoh lintas agama sesuai ajarannya, papar Gus Hans bisa ditarik kesimpulan bahwa konflik tersebut bukan konflik agama. Namun ada upaya dari pihak lain yang mencoba menggiring pada konflik agama.

"Pertemuan ini untuk melokalisir permasalahan kemanusiaan, bukan permasalahan agama dan kita meminta langsung kepada umat Budha terkait ajaran yang diterapkan di Budha," jelasnya.

Pada pertemuan itu juga disepakati, akan diadakan penggalangan bantuan oleh sejumlah tokoh lintas agama yang hadir. "Kami juga bersepakat untuk melakukan pengumpulan bantuan," tuturnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tokoh, Olahraga, Khutbah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 26 Oktober 2017

Ahmadinejad Tak Akan Hentikan Pengayaan Uranium

Tehran, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad , Minggu (11/2) mengungkapkan, Iran tidak akan menghentikan program pengayaan uraniumnya.



Ahmadinejad Tak Akan Hentikan Pengayaan Uranium (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmadinejad Tak Akan Hentikan Pengayaan Uranium (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmadinejad Tak Akan Hentikan Pengayaan Uranium

Di sela-sela peringatan ulang tahun Revolusi Islam Iran ke-28, Ahmadinejad telah siap melakukan perundingan dengan masyarakat internasional terkait dengan program nuklirnya untuk misi sipil yaitu sebagai pembangkit tenaga listrik.

Ahmadinejad yang selama ini dibuat kesal oleh tuntutan Dewan Keamanan PBB agar segera menghentikan aktivitas nuklirnya mengungkapkan bahwa negaranya telah berhasil membangung 3000 mesin pemusing di Natanz.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ahmadinejad menegaskan bahwa negaranya telah melewati "saat-saat yang sulit dan memenuhi hak (nuklir) nya."

Mantan Walikota Tehran tersebut juga menambahkan bahwa program nuklirnya sesuai dengan aturan-aturan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir yang melarang negara manapun untuk memproduksi senjata nuklir.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kami siap melakukan dialog namun tidak akan menghentikan aktivitas (nuklir) kami...Pemerintah akan mempertahankan hak-hak bangsa Iran dalam kerangka hukum," terang Ahmadinejad.

Seperti diberitakan sumber Associated Press, Ababila Iran sampai batas akhir bulan ini belum juga menghentikan aktivitas uraniumnya, maka Dewan Keamanan PBB telah menyiapkan sanksi kepada Iran.

Sejumlah kalangan moderat mengingatkan Presiden Ahmadinejad untuk tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan provokatif yang dinilainya berpotensi menyulut ketegangan antara Iran dan Barat.

Sehari sebelumnya, negosiator olong Iran, Ali Larijani mengatakan, Iran tidak menebarkan ancaman kepada Israel dan menambahkan bahwa negaranya sedang mencoba membangun citra yang lebih baik.

"Bahwa Iran akan mengancam Israel itu salah," kata Larijani saat menghadiri konferensi keamanan di Jerman, Minggu (11/2) dan menambahkan bahwa "riset dan pengembangan nuklir" tidak akan memberikan ancaman kepada negara manapun juga termasuk Israel. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tokoh, Internasional Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 15 September 2017

Bersinergi dengan KPPPA, Fatayat NU Launching Program Gelatik

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pengurus Pusat (PP) Fatayat Nahdhatul Ulama (NU) melaunching program Gerakan Perlindungan Anak dari Tindak Kekerasan yang disingkat Gelatik. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Sari Pan Pasific, Senin (19/9) ini dihadiri pihak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) serta perwakilan organisasi dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Dalam sambutannya, Ketua PP Fatayat NU, Anggia Ermarini menjelaskan, program Gelatik dilatarbelakangi maraknya tindak kekerasan yang menimpa anak akhir-akhir ini. Apalagi, sebagai organisasi Fatayat NU juga fokus terhadap kasus-kasus sosial kemasyarakatan salah satunya terkait tindak kekerasan.

Bersinergi dengan KPPPA, Fatayat NU Launching Program Gelatik (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersinergi dengan KPPPA, Fatayat NU Launching Program Gelatik (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersinergi dengan KPPPA, Fatayat NU Launching Program Gelatik

"Sejak terbentuk memang Fatayat jelas fokus terhadap masalah sosial yang ada. Kali ini, kami khusus memprogramkan Gelatik agar anggota-anggota Fatayat hingga tingkat Pengurus Anak Ranting turut serta melindungi anak-anak dari kekerasan," ujarnya.

Ditambahkan, sementara ini sebagai langkah awal akan program Gelatik akan dilakukan di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Lampung Timur sebagai pelopor awal. "Rencana ke depan semoga bisa menyeluruh ke semua tingkatan pengurus Fatayat NU," imbuhnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain launching program, juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan KPPPA sebagai tindaklanjut program dalam jangka panjang serta turut serta mengantisipasi masalah kekerasan di Indonesia.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu, Deputi Perlindungan Anak KPPPA, Pribudiarta Nur Sitepu mengapresiasi kegiatan yang diprogramkan pihak PP Fatayat NU. Selain itu, pihaknya juga mengharapkan partisipasi semua elemen untuk menanggulangi masalah kekerasan ini.

"Selama ini, pihak KPPPA sudah mencanangkan berbagai program mulai Kota Layak Anak (KLA) hingga Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) yang melibatkan langsung masyarakat dari semua tingkatan," ujarnya.

Dia yakin, kesadaran untuk menjaga anak sebenarnya menjadi tanggung jawab bersama sehingga harus bersinergi. "Selama ini, masalah-masalah anak terjadi karena orang tua kurang peduli, anak yang tak mampu memahami situasi hingga kurangnya komunikasi antar keluarga," jelasnya. (Mahbib Khoiron)Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tokoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 14 September 2017

Gus Mus: Kita Harus Sadar sebagai Orang Indonesia

Cirebon, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kampanye “Kembali ke Khittah Indonesia 1945” pada Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU diterjemahkan sebagai tindakan kongkret oleh kiai-kiai pesantren. 



Gus Mus: Kita Harus Sadar sebagai Orang Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Kita Harus Sadar sebagai Orang Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Kita Harus Sadar sebagai Orang Indonesia

Menanggapi gagasan ini, di sela-sela pembukaan Munas di GOR Pesantren Kempek, Sabtu (15/9), Wakil Rais Aam PBNU KH. Musthofa Bisri atau Gus Mus menyerukan agar warga negeri ini kembali sadar sebagai orang Indonesia. 

“Penyadaran itu kan tidak hanya melalui perkataan, tapi juga bisa lewat tindakan,” tutur Gus Mus. 

Kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Gus Mus menegaskan bahwa penyadaran sebagai orang Indonesia ini sangat penting di tengah ketidaksadaran orang-orang akan identitas bangsanya. 

“Kita ini ingin mendorong agar warga negeri ini sadar kembali sebagai orang Indonesia. Kalau merasa sebagai orang Indonesia, maka akan merawat dan memberi kontribusi. Kalau tidak merasa sebagai orang Indonesia, maka akan dibiarkan saja masalah-masalah bangsa ini,” jelas Gus Mus yang juga dikenal sebagai budayawan. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dengan demikian, menurut Gus Mus, permasalahan-permasalah bangsa semisal korupsi, penggelapan pajak dan isu energi akan menjadi perhatian utama. 

Kampanye penyadaran ini, dalam pandangan Gus Mus, sebagai awal solusi terhadap permasalah bangsa Indonesia yang kian rumit. Kesadaran sebagai orang Indonesia, dapat dimulai dengan hidup sederhana.  

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Dengan mencontohkan tindakan hidup sederhana, kita berarti ikut memikirkan Indonesia,” pungkasnya.

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor  : Munawir Aziz 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam, Tokoh, Daerah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 07 September 2017

MWCNU Sedayu Layani Pemudik 24 Jam

Bantul, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Majelis Wakil Cabang NU Sedayu kabepaten Bantul membuka posko mudik di sekitar jalan Wates Km 12.5. Mereka bersedia selama 24 jam melayani para pemudik yang melintasi jalur selatan.

MWCNU Sedayu Layani Pemudik 24 Jam (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Sedayu Layani Pemudik 24 Jam (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Sedayu Layani Pemudik 24 Jam

Saat Kedung Sukun Adiwerna Tegal menghampiri posko ini, Jumat (25/7), tampak beberapa petugas dari gabungan MWCNU Sedayu dan banomnya, telah siap untuk melayani para pemudik yang hendak mampir.

“Kami membuka posko ini 24 jam,” kata Agus, petugas yang melayani kami saat itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lebih lanjut, Agus yang merupakan anggota Satkoryon Banser Sedayu menerangkan, posko yang terletak di depan persis kantor MWCNU Sedayu ini dibuka sejak H-7 lalu. “Kita sudah mulai buka sejak H-7, dan nanti berakhir sampai H+7,” papar dia.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Bantuk pelayanan yang terdapat dalam posko ini meliputi tempat peristirahatan, makan, minum, kamar mandi, hingga jasa pijat. Beberapa hari lalu, Agus dan kawan-kawannya, pernah pula menerima seorang pemudik yang tersasar. “Tujuannya hendak ke Magelang, tapi malah nyasar ke sini. Kemudian kami beri pengarahan jalur yang terdekat,” tutur Agus.

Dalam bekerja, para petugas posko MWCNU Sedayu juga sering berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat. “Seringkali bila ada arus kemacetan, kami juga turut membantu,” ujarnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tokoh, Pertandingan, Ubudiyah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 22 Juli 2017

Ketika Nabi Muhammad SAW Patah Hati

Sebelum diangkat menjadi Rasul, Nabi Muhammad SAW pernah jatuh cinta pada putri Abu Thalib. Paman Rasul itu memiliki beberapa orang putri. Di antara mereka sudah ada yang telah mencapai usia nikah. Namanya adalah Fakhitah, populer dengan nama Umm Hani’.

Dikarenakan rasa cinta sudah tumbuh di antara keduanya, Nabi Muhammad SAW berencana untuk menikahinya. Nabi Muhammad SAW meminta izin kepada pamannya Abu Thalib untuk menikahi putrinya. Tetapi sayangnya, Abu Thalib mempunyai rencana lain. Dia akan menikahkan anaknya dengan Hubayrah, putra saudara ibu Abu Thalib yang berasal dari Bani Makhzum.

Ketika Nabi Muhammad SAW Patah Hati (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Nabi Muhammad SAW Patah Hati (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Nabi Muhammad SAW Patah Hati

Hubayrah adalah pria kaya dan sekaligus penyair berbakat seperti Abu Thalib. Selain kaya raya, kabilah Bani Makhzum memang pada waktu itu kekuatannya semakin meningkat seiring dengan merosotnya kekuasaan Bani Hasyim. Hubayrah akhirnya melamar putri Abu Thalib tersebut dan lamarannya diterima.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lamaran itu diterima karena menurut Abu Thalib, “Mereka telah menyerahkan putri mereka untuk kita kawini dan seorang pria yang baik haruslah membalas kebaikan mereka.” Pernikahan putrinya itu sebagai balas budi atas kebaikan Bani Makhzum.

Jawaban Abu Thalib ini tentu tidak memuaskan hati Nabi Muhammad SAW. Tetapi Nabi Muhammad SAW berusaha lapang dada menerima penjelasan pamannya, tanpa membantah sedikitpun. Malahan Muhammad secara jujur, sopan, dan lapang dada mengakui bahwa dirinya memang belum siap untuk menikah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Tidak lama kemudian, Nufaysah, paman Khadijah datang menemui Nabi Muhammad SAW dan menanyakan alasan mengapa dia belum menikah. Nabi Muhammad SAW menjawab, “Aku tidak memiliki apa-apa untuk dapat berubah tangga”.

Nufaysah menceritakan kepada Muhammad ada wanita cantik, terhormat, dan kaya yang menyukainya. Nama pengusaha kaya tersebut adalah Khadijah. Mendengar penjelasan itu, Nabi Muhammad SAW menjelaskan kepada Nufaysah bahwa dia tidak memiliki harta dan tidak mungkin menikahi Khadijah.

“Masalah itu serahkan kepadaku,” jawab Nufaysah. Yang terpenting bagi Nufaysah, Nabi Muhammad SAW bersedia dulu. Masalah biaya pernikahan bisa diatur belakangan.

Khadijah meminta Nufaysah memanggil Nabi Muhammad SAW agar datang kepadanya. Setelah ia datang, Khadijah berkata, “Putra pamanku, aku mencintaimu karena kebaikanmu padaku, juga karena engkau selalu terlibat dalam segala urusan di masyarakat, tanpa menjadi partisipan. Aku menyukaimu karena engkau dapat diandalkan, juga karena keluruhan budi dan kejujuran perkatanmu.” Tidak lama setalah itu, Khadijah menawarkan dirinya untuk dinikahi.

***



Kisah ini disarikan dari buku Biografi Muhammad yang ditulis oleh Martin Lings . Wallahu a‘lam. (Hengky Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tokoh, Cerita, Doa Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock