Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Kekompakan Kerja Tim Mahasiswa Dakwah Unisnu Jepara Tuai Apresiasi

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara telah selesai melakukan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Rais Printing pada Rabu (2/9). Sebelumnya, mereka melakukan PPL di Suara Merdeka dan Jawa Pos Radar Kudus (18-25/8) untuk belajar proses peliputan berita yang hasilnya kemudian dicetak dan layout di Rais Printing.

Kekompakan Kerja Tim Mahasiswa Dakwah Unisnu Jepara Tuai Apresiasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kekompakan Kerja Tim Mahasiswa Dakwah Unisnu Jepara Tuai Apresiasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kekompakan Kerja Tim Mahasiswa Dakwah Unisnu Jepara Tuai Apresiasi

"Jumlah peserta PPL tahun ini terbanyak dan paling berhasil di antara PPL tahun sebelumnya, karena semua tugas yang dibebankan kepada peserta sesuai dengan target jadwal yang telah ditentukan," ujar pemilik Rais Printing Raisaul Falah yang juga membimbing mahasiswa FDK dalam proses percetakan.

Rais menjelaskan bahwa setelah membimbing mahasiswa selama sekian tahun, baru kali ini ia mendapati kelompok PPL yang begitu solid, berkomitmen dan bisa diandalkan. Tidak cukup sampai di situ, pengusaha yang bergelut di dunia percetakan ini juga berpesan agar tim yang sudah terbentuk dengan baik bisa menjadi acuan bagi para mahasiswa FDK di tahun mendatang.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebelumya, para mahasiwa FDK angkatan 2012 ini juga telah mendapat apresiasi positif dari Kepala Biro Suara Merdeka Muhammadun Sanomae dan Kepala Biro Jepara Jawa Pos Zainal Abidin, setelah melakukan PPL di dua lembaga tersebut.

Setidaknya ada sekitar 30 berita yang telah ditulis peserta PPL di masing-masing lembaga dalam jangka waktu kurang dari sepekan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rencananya, setelah di lembaga cetak mahasiswa FDK akan melanjutkan PPL pada empat lembaga radio yang ada di Jepara seperti: R-Lisa Jepara, Pop FM Jepara, Suara Jepara dan Kartini pada (3-12/9).

Tidak hanya di media cetak dan radio, tiga perwakilan dari mahasiswa FDK antara lain Eko Beni Pratama, Ahmad Robit Himami, dan Muhammad Minanurrohman juga dikirim mengikuti PPL di Aswaja TV Jakarta (2/9). Mereka dijadwalkan selama satu bulan di Aswaja TV yang memiliki studio di kantor PBNU untuk belajar dan mengembangkan perfilman dan dunia pertelevisian.

"Ini adalah sejarah baru dan pertama kalinya mahasiswa PPL di luar kota dan bekerja sama dengan Aswaja TV, semoga para mahasiswa dapat mengikuti acara PPL ini dengan baik sampai proses pembuatan laporan nanti," kata Ketua Prodi FDK Abdul Wahab Saleem. (Saidah /Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Berita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Tentara Myanmar Buka Penyelidikan Internal Kekejaman atas Rohingya

Yangon, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Militer Myanmar mengaku mulai mengadakan penyelidikan internal atas perilaku tentaranya atas tudingan adanya praktik pembunuhan terhadap Muslim Rohingya.

Tentara Myanmar Buka Penyelidikan Internal Kekejaman atas Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Tentara Myanmar Buka Penyelidikan Internal Kekejaman atas Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Tentara Myanmar Buka Penyelidikan Internal Kekejaman atas Rohingya

Sebuah komite untuk menangani masalah ini telah dibentuk dan dipimpin Letnan Jenderal Aye Win. Meskipun, militer Myanmar tetap bersikeras bahwa operasi bersenjata yang mereka lakukan dibenarkan konstitusi, seperti dilaporkan Reuters.

Sebuah pernyataan yang dimuat di halaman Facebook Komandan Militer Jendral Senior Min Aung Hlaing mengungkapan bahwa panel akan bertanya kepada personel, "Apakah mereka mengikuti kode etik militer? Apakah mereka benar-benar mengikuti perintah selama operasi? Setelah itu (komite) akan merilis informasi secara lengkap."

Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menilai ada "pembersihan etnis" oleh tentara Myanmar. Tindakan tersebut dilakukan dengan sengaja dan sistematis yang melibatkan operasi bersenjata. Bahkan, upaya pengusiran permanen dengan mencegah Rohingya kembali pulang pun dilancarkan.

Myanmar menampik tudingan adanya praktik pemusnahan etnis. Militer setempat juga menunjukkan empati yang kurang terhadap Rohingya. Sebelumnya, Jendral Min Aung Hlaing menyatakan bahwa Muslim Rohingya bukan bagian dari penduduk asli negaranya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia juga tampak enggan menanggapi tuduhan pelanggaran yang dilakukan oleh tentara di bawah kendalinya dengan menuduh balik bahwa media telah melebih-lebihkan jumlah pengungsi yang melarikan diri dari Myanmar.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Saat ini lebih dari setengah juta orang Rohingya memadati kamp pengungsian di Bangladesh. Jumlah pengungsi terus bertambah meskipun Myanmar mengklaim operasi militer berhenti pada 5 September. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pesantren, Cerita, Berita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Lakpesdam PWNU Aceh Bangun Gampong Inklusi

Banda Aceh, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Dalam rangka membangun Gampong Inklusi Gampong bermartabat sebagai perwujudan Kota madani di Banda Aceh, Lakpesdam PWNU Aceh terus melakukan kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak salah satunya dengan Kecamatan Kuta Alam dan para Keuchik di empat gampong (kampung) yang termasuk dalam Program Peduli Lakpesdam PWNU Aceh yaitu Gampong Mulia, Laksana, Kuta Baro dan Peunayong dikecamatan Kuta Alam Banda Aceh.

Lakpesdam PWNU Aceh Bangun Gampong Inklusi (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam PWNU Aceh Bangun Gampong Inklusi (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam PWNU Aceh Bangun Gampong Inklusi

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Camat Kuta Alam, Senin, (5/9) tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan antara lain semua Keuchik sepakat untuk sama-sama meningkatkan koordinasi antar gampong dan saling mendukung satu sama lain dalam pemberdayaan masyarakat dan aparatur gampong.

Menurut Camat Kuta Alam Ria Jelmanita, program peduli Lakpesdam PWNU Aceh ini sangat membantu proses pembangunan sumber daya manusia di gampong-gampong program, apalagi dengan melibatkat kaum minoritas dan perempuan.

Ria juga menambahkan bahwa program ini harus menjadi pilot project pembangunan gampong inklusi di Banda Aceh. "Saya sarankan Lakpesdam PWNU Aceh terus intents bekoordinasi dengan pemerintah Kota terutama Walikota, DPRK dan Bapedda serta dinas terkait lainnya,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Marini, Ketua Lakpesdam PWNU Aceh mengatakan bahwa program peduli ini adalah lannjutan dari program PNPM Peduli dan sudah berjalan sejak tahun 2010 di beberapa wilayah nusantara, sementara untuk aceh kita baru jalan sejak awal tahun 2015.

"Adapun kegiatan Lakpesdam PWNU Aceh ke depan lebih fokus pada peningkatan kapasitas aparatur gampong tentang tugas dan fungsi Keuchik, Tuha Peut, dan Kepala Dusun serta membantu merumuskan reusam gampong yang inklusif serta meningkatkan tata kelola Badan usaha Milik Gampong (BUMG),” tutup Marini. (Ismi Amran/Fathoni)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Halaqoh, Berita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Gus Sholah Minta Panitia Muktamar Bertindak Sesuai AD/ART

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) mengimbau kepada panitia muktamar untuk bertindak sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU.

Gus Sholah Minta Panitia Muktamar Bertindak Sesuai AD/ART (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah Minta Panitia Muktamar Bertindak Sesuai AD/ART (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah Minta Panitia Muktamar Bertindak Sesuai AD/ART

“Saya harap panitia bertindak sesuai AD/ART. Biarkan peserta masuk tanpa syarat menulis calon Ahwa,” ujar Gus Sholah usai penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di gedung KH M Yusuf Hasyim Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Jumat (31/7) sore.

Gus Sholah mengatakan, ada laporan bahwa calon peserta muktamar tidak diizinkan panitia masuk arena muktamar lantaran belum menulis sembilan nama calon formatur (Ahlul Halli Wal Aqdi/Ahwa).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Orang yang mau daftar untuk jadi peserta diharuskan menuliskan sembilan nama tersebut. Nah, orang-orang itu tidak mau menulis. Karena itu harus diputuskan di muktamar,” ungkapnya.

"Wong itu belum diputuskan di muktamar kok dipaksakan gitu lho. Lha kalau nggak mau menulis ya jangan dipaksa. Kalau nggak mau menulis lalu nggak bisa jadi peserta muktamar, dari mana itu. Itu nggak ada di AD/ART,” tegasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Gus Sholah, peserta yang tercantum namanya tetap berhak masuk ke arena muktamar. “Saya kira nggak perlu menulis nama itu. Ini kan memaksakan kehendak namanya,” tegasnya.

Adik kandung Gus Dur ini berharap peserta yang datang ke Jombang bisa masuk arena muktamar tanpa ada syarat. “Daftar tanpa ada syarat apapun dan harus diterima sebagai peserta,” harapnya.

Panitia diharap fair dan tidak memihak calon manapun. “Juga jangan ada politik uang. Itu pasti. Mata dunia dan mata akhirat melihat muktamar ini. Apabila muktamar masih mengulangi permainan politik uang seperti di Makassar, Mbah Hasyim akan menangis,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Berita, Tokoh, News Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Panglima TNI Dijadwalkan Hadiri Penutupan Muskerwil JATMAN Jabar di Cirebon

Cirebon, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dijadwal hadir di acara penutupan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN) Idaroh Wustho Jawa Barat di Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon, Ahad (10/12) mendatang.

Panglima TNI Dijadwalkan Hadiri Penutupan Muskerwil JATMAN Jabar di Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)
Panglima TNI Dijadwalkan Hadiri Penutupan Muskerwil JATMAN Jabar di Cirebon (Sumber Gambar : Nu Online)

Panglima TNI Dijadwalkan Hadiri Penutupan Muskerwil JATMAN Jabar di Cirebon

Kepastian kehadiran Panglima TNI disampaikan Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Veri Sudijanto Sudin pada saat melakukan peninjauan lokasi kegiatan muskerwil di Komplek Ponpes Babakan Ciwaringin Cirebon beberapa waktu yang lalu.

Selain Panglima TNI, juga dijadwalkan hadir Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto dan Rais Am Idaroh Aliyah JATMAN Habib Luthfi bin Yahya.

Penanggung jawab kegiatan Muskerwil Jatman KH Zamzami Amin kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal mengatakan, kehadiran ketiga tokoh penting ini dalam rangka memberikan arahan kepada peserta muskerwil yang akan menghadiri Muktamar XII Jatman yang berlangsung di Pekalongan akhir Desember mendatang.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dikatakan, Panglima TNI akan memberikan ceramah tentang Cinta Tanah Air, bela negara dan teritorial NKRI, sedangkan Kapolda akan ceramah tentang menanggulangi aliran radikalisme dan terorisme, membantu generasi muda/santri dari aliran yang ingin mengganti idelogi Pancasila dengan khilafah. Kemudian Habib Luthfi akan memberikan pembekalan kepada seluruh pengunjung yang hadir.

"Ada sekitar 20 ribu tamu dari seluruh delegasi se Jawa Barat yang akan menghadiri acara penutupan yang dikemas bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi SAW", tutur Kiai Zamzami.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dikatakan Kiai Zamzami, kegiatan muskerwil dan peringatan maulid adalah murni kegiatan organisasi dan keagamaan dan tidak ada sangkut pautnya dengan kegiatan politik tahun 2018 mendatang baik yang berkaitan dengan pemilihan bupati (Pilbub) atau pemilihan gubernur (Pilgub).

Kiai Zamzami mengajak kepada seluruh komponen masyarakat, khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama di Cirebon dan sekitarnya untuk hadir pada penutupan muskerwil yang dihadiri Panglima TNI, Kaploda Jabar dan Habib Luthfi bin Yahya.

Koordinator kegiatan Muskerwil dan peringatan maulid Nabi SAW Ahmad Rifqi Mirza mengatakan, hingga saat ini seluruh persiapan muskerwil dan peringatan maulid telah berjalan 90 persen, tinggal beberapa pos kegiatan yang perlu difinalkan termasuk masalah koordinasi dengan berbagai pihak terkait kehadiran Panglima TNI dan Kapolda Jawa Barat.

Pemilihan lokasi Muskerwil di Babakan Ciwaringin Cirebon menurut Kiai Zamzami, atas arahan dari Habib Luthfi melihat kesejarahan pesantren yang ada di Babakan Ciwaringin. 

Sebagaimana diketahui, Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon  awalnya hanya satu yakni Pondok Gede Raudlatut Tholibin terletak di Desa Babakan Ciwaringin Kabupaten Cirebon. Pondok ini merupakan pondok pesantren tertua dan kini telah berkembang menjadi 43 pesantren.

 

Ponpes Babakan Ciwaringin didirikan sekitar tahun 1127 H/ 1715 M jauh sebelum Bangsa Indonesia ini merdeka. Selain sang pendiri Kiai Jatira gelar dari KH Hasanuddin putra KH Abdul Latief yang merupakan bagian dari Keraton Cirebon, terdapat Kyai yang penting keberadaannya pada masa-masa dimana Indonesia sedang diancam penjajah setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia. 

Dialah KH Amien Sepuh bin KH Arsyad yang berkiprah memimpin pesantren mulai tahun 1916 M. Kiai Amin Sepuh yang tercatat merupakan ahlul bait, dari garis keturunan Sunan Gunung Djati sukses menjadi pengasuh hingga mencapai masa keemasan. 

Betapa tidak, Kiai Amin banyak andil dalam mencetak tokoh-tokoh agama yang handal, dimana hampir semua Kiyai sepuh di wil 3 Cirebon bahkan menyebar ke pelosok Indonesia adalah muridnya, sebut saja Kang Ayip Muh (Kota Cirebon), KH Syakur Yassin, KH Abdullah Abbas (Buntet), KH Syukron Makmun, KH Hannan, KH Sanusi, KH Machsuni (Kwitang) dan tokoh lainnya.

Tidak berhenti disitu, kiprahnya yang sangat penting dan dicatat dalam beberapa buku sejarah bangsa Indonesia, adalah saat pria yang pernah mondok langsung dengan KH Cholil Bangkalan tahun 1893 bersama KH Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama dan kakek mantan Presiden RI Gus Dur itu, ikut berjuang dalam perang 10 November Surabaya.

Bahkan, para kiyai khos termasuk KH Hasyim Asy’ari menunggu kabar dari KH Amin sepuh sebelum mengeluarkan Fatwa Resolusi Jihad tanggal 22 Oktober 1945.

Pengasuh di salah satu Ponpes di Babakan Ciwaringin KH Zamzami Amin membenarkan bahwa Ponpes Babakan adalah yang tertua di Indonesia, bahkan ia abadikan sejarahnya dalam buku hasil karyanya Baban Kana. Buku yang memotret secara historis Ponpes tersebut mengungkapkan lintasan Ponpes Babakan Ciwaringin yang selama ini belum banyak diketahui oleh masyarakat umum. 

Direncanakan hadir, selain tamu undangan khusus para mursyid thariqah Jatman se Jawa Barat, acara penutupan bakal dihadiri para habaib se wilayah Cirebon, pengasuh pondok pesantren se Jawa Barat, juga santri dan alumni santri. (Abdul Muiz/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pemurnian Aqidah, Berita, Ubudiyah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Ulama Tasawuf Asia Tenggara Berkumpul di Gorontalo

Gorontalo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sebanyak 300 ulama tasawuf se-Asia Tenggara berkumpul di Kota Gorontalo 14-16 November 2017. Berkumpulkan para ulama tauhid tasawuf se-Asia Tenggara di Kota Gorontalo, mendapat sambutan positif dari masyarakat termasuk Pemerintah Kota Gorontalo dan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Para ulama tersebut datang ke Gorontalo untuk menghadiri Muzakarah Pengkaderan Tauhid Tasawuf Asia Tenggara I. Pembukaan Muzakarah berlangsung di Masjid Baiturrahim, Gorontalo, Selasa (14/11), oleh Wagub Gorontalo Idris Rahim. 

Ulama Tasawuf Asia Tenggara Berkumpul di Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Tasawuf Asia Tenggara Berkumpul di Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Tasawuf Asia Tenggara Berkumpul di Gorontalo

Hadir dalam pembukaan ini antara lain Pimpinan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf AsiaTenggara Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi; Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo Idris Rahim; Walikota Gorontalo Marten Taha; para ulama, pimpinan pondok pesantren, tokoh masyarakat, pejabat Pemprov Gorontalo serta Pemkot Gorontalo.

 

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim menyatakan, tauhid tasawuf merupakan ilmu warisan Rasulullah yang sangat diperlukan oleh masyarakat.

“Tauhid tasawuf merupakan ilmu yang sangat penting dalam membina akhlak, karena itu saya harap bisa membangun akhlak masyarakat yang mulia,” tegasnya. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lebih lanjut, penyelanggaran Muzakarah Pengkaderan Tauhid Tasawuf sejalan dengan dengan 8 program unggulan Pemerintah Provinsi Gorontalo, yang salah satunya fokus pada kegiatan keagamaan dan budaya yang lebih semarak.

"Gorontalo itu dikenal dengan daerah Serambi Madinah, yang memiliki filosofi adat bersendikan sara dan sara bersendikan kitabullah," imbuh Wagub.

Wagub sangat mendukung setiap kegiatan keagamaan yang tujuannya untuk meningkatkan keimanan dan membangun silaturrahim antara sesama umat demi kemaslahatan daerah, bangsa dan negara.

Sementara itu, Walikota Gorontalo menyatakan sangat senang dengan kedatangan para ulama tasawuf dari berbagai negara, terutama ulama kharismatik asal Aceh Abuya Syekh Amran Waly Al-Khalidi yang menjadi pimpinan MPTT.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Gorontalo dan Aceh merupakan dua kota istimewa, Aceh memiliki julukan Kota Serambi Mekah, dan Gorontalo memiliki julukan Kota Serambi Madinah,” ujarnya. 

Dalam tausiyahnya Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi menyatakan, tujuan belajar tasawuf agar kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, senantiasa merasakan kehadiran Allah di manapun kita berada.

Abuya berharap kepada para pakar tauhid tasawuf sebagai ulama pewaris para nabi, agar kehadirannya membawa rahmat untuk sekalian alam. 

Muzakarah Pengkaderan Tauhid Tasawuf dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Huda, Gorontalo.  Dalam Muzakarah ini hadir para ulama tasawuf antara lain Muhammad Dhiauddin Kuswandi (Pimpinan Keluarga Besar Wali Songo), Syekh Rohimuddin Al-Bantany (Pimpinan Kerukunan Ulama Nusantara), KH Zein Djarnuzi (Pimpinan Pondok Pesantren Raudhoh Al-Hikam, Indonesia, Syekh Thoriqoh Qodiriyah Wanaqsabandiyah/TQN), KH Ahmad (Cirebon), Abi Razali (Malaysia) dan sejumlah ulama dari Thailand dan Filipina. (Firmansyah Rohim/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pertandingan, Berita, AlaSantri Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2

Semarang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pendukung Al-Hikmah FC menggemakan Asmaul Husna di lapangan Yon Arhanudse 15 kota Semarang, Jawa Tengah. Semangat dukungan dari santri ini tak putus memberikan semangat kepada tim kesayangan mereka dari Ngadipurwo Blora tersebut, Ahad (4/9).

Lawan dari Al-Hikmah FC dari pesantren Kauman Rembang atau "Mbah Sambu FC”.? ? Pemenang dari pertandingan ini akan melawan Binsa FC (Pesantren Bina Insani Kabupaten Semarang) di partai final yang digelar sore ini sekitar 15.30.

Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2 (Sumber Gambar : Nu Online)
Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2 (Sumber Gambar : Nu Online)

Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2

"Hafalan Asmaul Husna ini menjadi pembuka tiap kali memulai belajar di pesantren," papar Gus Habib (pengasuh Al-Hikmah).

Selain Asmaul Husna, mereka meneriakkan lagu Ya Ahlal Wathan dan lagu khas NU lain sambil mengibarkan bendera NU.? Tak lupa mereka lalaran kitab Amtsilah al-Tashtifiyyah dengan membawa kitab langsung. (Zulfa/Abdullah Alawi)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Berita, Khutbah, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 30 Desember 2017

Diduga HTI via Foto Viral, Ibu Ini Minta Rehabilitasi Nama

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Ibu Sumarni asal Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang tak menduga fotonya akan viral dan menjadi pembicaraan orang banyak. Ia berfoto dengan dua Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jombang sembari megang bendera HTI. Akibatnya, sebagian publik? menganggap Ibu Sumarni telah masuk di lingkungan mereka.

Mendengar namanya tercermar, ibu yang sebetulnya aktif di forum-forum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) setempat ini akhirnya meminta kepada Ketua MWCNU dan Ketua Muslimat NU Mojowarrno untuk merehabilitasi namanya.

Diduga HTI via Foto Viral, Ibu Ini Minta Rehabilitasi Nama (Sumber Gambar : Nu Online)
Diduga HTI via Foto Viral, Ibu Ini Minta Rehabilitasi Nama (Sumber Gambar : Nu Online)

Diduga HTI via Foto Viral, Ibu Ini Minta Rehabilitasi Nama

"Saya mohon kepada Ketua MWCNU Mojowarno dan Ketua Muslimat NU Mojowarrno, agar nama saya direhabilitasi. Saya bukanlah pengikut HTI dan sampai mati saya akan tetap berkiprah dan berjuang di Nahdlatul Ulama di bawah panji Muslimat NU," ujarnya, Sabtu (27/5).

Ia kemudian bercerita terkait awal mula fotonya mulai viral tepatnya di facebook (fb) dengan nama akun Muslimah Jombang Bersyariah yang diposting pada 21 April 2017 lalu pada pukul 22:00. Akun fb itu juga terdapat 12 like, dua komentar dan 6 kali dibagikan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia mengungkapkan foto itu bermula dari kedatangan dua orang perempuan yang tidak ia kenal di rumahnya. Sebagai tuan rumah dia tidak segan-segan untuk mempersilakan keduanya masuk.

"Setelah dialog singkat seputar kegiatan sehari-hari, lalu salah satu di antaranya mengambil gambar dengan terlebih meminta aktivis Muslimah HTI ini memegang bendera HTI. Hasil foto tersebut? lalu diupload di media sosial, dan diklaim oleh kedua perempuan tersebut bahwa saya ini adalah pengikut HTI,” ujar dia.

Padahal, lanjutnya, sejak kecil dirinya merasa telah dibesarkan di lingkungan NU Mojowarno dan selalu aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan MWCNU dan Muslimat NU setempat.

"Saya ingin sampaikan sekali lagi, bahwa saya bukan pengikut HTI. Sejak kecil saya dididik dan diasuh dalam keluarga NU, dan selalu aktif dalam kegiatan-kegiatan NU terutama di Muslimat NU," tutur Ibu Sumarni. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Budaya, Olahraga, Berita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

“Risalah” Edisi Terbaru Bahas Peran NU Tangkal Radikalisme

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Majalah Risalah NU terbaru Edisi 58 tahun 2016 membahas peran NU selama ini dalam menangkal dan memerangi radikalisme dan terorisme. Selain kasus teror nasional, majalah dibawah naungan LTN PBNU ini juga mengupas berbagai aksi terorisme internasional.

“Risalah” Edisi Terbaru Bahas Peran NU Tangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
“Risalah” Edisi Terbaru Bahas Peran NU Tangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

“Risalah” Edisi Terbaru Bahas Peran NU Tangkal Radikalisme

Pemimpin Redaksi Majalah Risalah NU, Musthafa Helmy dalam pengantar redaksinya mengatakan, pergeseran masyarakat Indonesia berubah tajam dalam menyikapi aksi teror dewasa ini.

Dia menjelaskan, kasus teror di Paris membuat semua warga Prancis dan Eropa pada umumnya ketakutan. Mereka berlari, menutup toko, dan lain-lain. Sedangkan untuk kasus teror bom di Jl Thamrin Jakarta Pusat, masyarakat justru mendekat ketika terjadi dentuman bom dan baku tembak.

“Kejadian ini seperti semacam syuting sinteron aja. Polisi langsung olah TKP. Besoknya, aktivitas kembali normal seperti biasa. Bahkan masyarakat Indonesia membuat gerakan tidak takut pada teroris. Kondisi ini tidak disadari para teroris yang menginginkan Jakarta kelabu,” tulis Helmy.

Selain topik utama tentang gerakan radikal dan terorisme, majalah ini juga seperti biasa menyuguhkan tulisan dan informasi yang layak dibaca oleh publik. Seperti tulisan Gus Dur tentang terorisme dna ulasan tentang perilaku jahat (teror) dalam perspektif Psikologi Islam yang rutin diasuh oleh Guru Besar Psikologi Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Mubarok.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain itu, pengajian Kiai Said, Ketum PBNU juga siap menambah wawasan pembaca dengan membahas persoalan maulid secara mendalam. Dalam rubrik Fikrah, tulisan Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Masudi juga layak disimak dengan mengulas seputar ibadah haji dengan berbagai problematikanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain tulisan-tulisan di atas, Kajian Tafsir yang diasuh oleh Mudir Madrasatul Qur’an Pesantren Tebuireng Jombang KH Mustain Syafi’i juga perlu disimak mengenai kisah Ashabul Kahfi yang terkurung di dalam gua selama 309 tahun. Kemudian, resensi tentang buku ‘Sejarah Islam Nusantara’ karya Michael Laffan yang ditulis Munawir Aziz juga penting untuk dibaca karena menyoroti peran Snouck Hurgronje dalam lipatan Islam Nusantara.

Di bagian akhir, ulasan tentang profil Ketua LTN PBNU, H Juri Ardiantoro akan menemani pembaca untuk memahami peran media di era digital seperti sekarang. Di dalam ulasan tersebut, Juri pria kelahiran Brebes, 6 April 1973 itu mendorong media untuk bahu-membahu menangkal gerakan radikalisme di dunia maya. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Aswaja, Berita, Pertandingan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Gus Sholah: Tanpa Kiai dan Pesantren, Indonesia Hancur Berantakan

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid menilai, sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia, pesantren belum mendapatkan perhatian yang cukup dari pemerintah dan masyarakat luas. Hal itu diungkapkan Gus Sholah saat meresmikan berdirinya Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I), di Tebuireng, Sabtu (18/3).

Gus Sholah: Tanpa Kiai dan Pesantren, Indonesia Hancur Berantakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: Tanpa Kiai dan Pesantren, Indonesia Hancur Berantakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: Tanpa Kiai dan Pesantren, Indonesia Hancur Berantakan

Yayasan yang didirikan oleh belasan tokoh pesantren lintas ormas, cendekiawan lintas kampus, dan beberapa pengusaha muslim tersebut dimaksudkan untuk menguatkan peran pesantren dalam tiga ranah. Yaitu, pesantren sebagai benteng pembangunan karakter, pembangunan ekonomi umat, dan salah satu pilar kekuatan kepemimpinan bangsa.

Dalam sambutannya, Gus Sholah yang ditunjuk menjadi Ketua Dewan Pembina YP3I mengulas peran pesantren dan ulama dalam sejarah perjalanan bangsa. "Kalau tidak ada kiai dan pesantren, maka patriotisme warga Nusantara --yang kemudian menjadi bangsa Indonesia-- akan hancur berantakan," ungkap Gus Sholah mengutip catatan Douwes Dekker.

Menurut Gus Sholah, harus diakui bahwa kalangan di luar pesantren adalah kelompok yang mulai menumbuhkan rasa kebangsaan dalam Kongres Pemuda II pada 1928. "(Tapi) nasionalisme yang mereka usung adalah nasionalisme yang tidak memberi tempat memadai bagi sesuatu yang berbau keislaman," ujarnya di hadapan ratusan kiai yang memenuhi Aula H. Bachir Pesantren Tebuireng.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini kemudian mengulas upaya-upaya peminggiran Islam dalam catatan sejarah. "Dalam buku berjudul The Idea of Indonesia, A History karya RE Elson, tidak ada tempat bagi Islam. Nama KH Hasyim Asyari, KH Ahmad Dahlan dan H Agus Salim tidak tertulis dalam buku itu. Buku karya Ricklefs juga bernada sama. Yang tertulis hanya nama HOS Tjokroaminoto," tandasnya

Pada saat itu, imbuh Gus Sholah, pandangan kalangan luar terhadap pesantren dapat disimpulkan dari pidato Bung Karno saat mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari IAIN Ciputat pada 1964. Dalam pidato tanpa teks, Bung Karno mengkritik pesantren dengan menyebutnya sebagai gudang besar yang tidak punya pintu dan jendela, sehingga terasa pengap dan apek.

Terhadap penilaian tersebut, Gus Sholah lalu mengutip pendapat Menteri Agama saat itu. "Menurut KH Saifuddin Zuhri (Menag saat itu), yang menganggap bahwa pesantren tidak punya jendela dan pintu adalah mereka yang tidak tahu di mana letak pintu dan jendela (pesantren) itu," tegasnya, disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Terkait tantangan ke depan, Gus Sholah melihat bahwa potensi pesantren dalam pendidikan amat besar, tetapi belum termanfaatkan dengan baik. "Ada potensi lain yang bisa dimanfaatkan tapi hampir belum tersentuh, yaitu dalam aspek ekonomi. Inilah salah satu potensi yang akan menjadi bidang garapan dari YP3I dan pihak lain," tandas lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.

Potensi lain yang dimiliki pesantren adalah ajaran wasatiyah (moderatisme) yang diajarkan sejak awal penyebaran Islam di wilayah nusantara. "Islam rahmatan lil alamin yang membuat Islam dan paham kebangsaan (Indonesia) bisa terpadu dan tidak memicu konflik, seperti di banyak negara Timur Tengah," tandasnya.

Di akhir pidatonya, Gus Sholah menyoroti hubungan Islam dan negara yang mulai terganggu sejak 2016. Baik karena kasus Al-Maidah maupun adanya anggapan bahwa pemerintah memberi angin kepada keluarga PKI dan yang dianggap. "Muncul anggapan, kalau tidak memilih kepala daerah (dan mungkin kepala negara) nonmuslim, maka keindonesiaan, kebinekaan dan kepancasilaan kita diragukan," pungkasnya.

Selain diisi orasi Gus Sholah, deklarasi YP3I juga dimeriahkan dengan seminar yang dihadiri oleh Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Haddad dan Sekjen Kementerian Agama Nur Syam. Juga pameran produk unggulan dari berbagai pesantren di Indonesia.

Beberapa kiai dan cendekiawan terkemuka yang tampak hadir antara lain Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Sholeh Qosim, Imam Besar Masjid Al-Akbar KH Ahmad Zahro, pengurus Masjid Istiqlal KH Muzammil Basuni, Pengasuh Pesantren Darunnajah Jakarta Shofwan Manaf dan Rektor Universitas Darussalam Gontor KH Fathullah Amal Zarkasyi. Juga, Ketua Umum YP3I Marzuki Alie dan Presiden Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) Heppy Trenggono. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Berita, Kiai, Pertandingan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Pelajar NU Yogyakarta Berdoa Untuk Indonesia di Puncak Dieng

Yogyakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sebanyak 35 kader IPNU-IPPNU Yogyakarta yang tergabung dalam Korp Tapak Lintang Songo mendaki gunung Dieng, Wonosobo, Sabtu-Ahad (1-2/11). Tiba di puncak Si Kunir Dieng, mereka mengadakan diskusi keaswajaan dan berdoa untuk kemaslahatan Indonesia mendatang.

Pelajar NU Yogyakarta Berdoa Untuk Indonesia di Puncak Dieng (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Yogyakarta Berdoa Untuk Indonesia di Puncak Dieng (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Yogyakarta Berdoa Untuk Indonesia di Puncak Dieng

Memulai agenda jalan santai pendakian ini, mereka bertolak dari Multipurpose UIN Sunan Kalijaga. Tiba di Dieng, mereka disambut IPNU desa setempat.

Menurut salah satu anggota rombongan Nawawi, diskusi ini menjadi hangat. Suasana puncak gunung dan alam yang hijau menambah kesegaran pikiran mereka dalam berpendapat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Biasanya di puncak gunung itu banyak berfoto dengan alam tapi kita beda dari mereka,” ujar Nawawi.

Doa untuk Indonesia mengakhiri diskusi mereka. Mereka berharap, Indonesia terlepas dari mara bahaya. Mereka juga mengharapkan pemimpin yang jujur dan mengutamakan kepentingan rakyat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Turun dari puncak gunung, mereka memunguti sampah untuk dibawa ke bawah.

Ketua panitia Rifa’i berharap semoga kegiatan ini menjadi awal kebangkitan Korp Tapak Lintang Songo. “Semoga IPNU-IPPNU benar-benar menjadi wadah pencetak generasi bangsa yang nantinya menjadi pemimpin ke depan.” (Nailul Falah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal RMI NU, Berita, Aswaja Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 29 November 2017

NU Sumbar Bahas Nikah Mutah

Padang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pelaksanaan nikah mut’ah pada prinsipnya sudah diharamkan oleh empat mazhab yang diakui oleh warga Nahdliyin. Namun di beberapa tempat masih ditemukan praktek nikah mut’ah tersebut dan bahkan menjadi modus prostitusi baru. Bagaimanakah NU menyikapi hal ini?

Demikian dalam forum Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU), Jumat (25/1) di aula PWNU Sumbar Jalan Ciliwung No. 10 Padang. Hadir Rais Syuriyah PWNU Sumbar Prof Dr Asassriwarni, Ketua Tanfizdiyah PWNU Sumbar Ir Khusnun Aziz, MM, Ketua LBMNU Prof Dr Makmur Syarif, MH, sejumlah pengurus NU Sumbar, lembaga, lajnah dan banom di lingkungan NU Sumbar.

NU Sumbar Bahas Nikah Mutah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sumbar Bahas Nikah Mutah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sumbar Bahas Nikah Mutah

Wakil Ketua PWNU Sumbar Ahmad Wira Datuak Diko, PhD yang menyampaikan tema nikah mut’ah menyebutkan, tema ini semakin penting dibicarakan karena semakin maraknya prostitusi, perselingkuhan, dipersulitnya poligami dan kemampuan ekonomi yang semakin meningkat dan memicu meningkatnya hubungan seksual di luar nikah.

“Banyak orang dengan dalih tersebut mencoba membenarkan pelaksanaan nikah mut’ah. Padahal para ulama sepakat bahwa nikah mut’ah tidak sah tanpa ada perselisihan pendapat antara mereka. Bentuknya adalah seseorang mengawini perempuan untuk masa tertentu dengan berkata: “aku mengkawini kamu untuk masa 1 bulan, satu tahun dan semisalnya. Perkawinan ini tidak sah dan telah dihapus oleh ijma’ para ulama masa lalu dan sekarang,” kata Ahmad Wira.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dikatakan Ahmad Wira, kecuali perkawinan yang mensyaratkan sesuatu. Misalnya dalam berhubungan suami-isteri menggunakan kontrasepsi, tidak memiliki anak, sejauh memenuhi syarat dan rukun nikah dibolehkan. ?

Nikah mut’ah merupakan akad perkawinan yang dilangsung dengan saksi, mahar, tapi dengan jangka waktu tertentu. Bagi kelompok Syi’ah, nikah mut’ah adalah sah, tambah Dr Syafruddin PR I IAIN Imam Bonjol Padang.

“Dalil haram nikah mut’ah yang didasarkan sejumlah hadis semula dibolehkan. Namun kemudian diharamkan hingga kini. Keharaman nikah mut’ah tersebut dimaksudkan untuk melindungi hak-hak perempuan, anak-anak dan kepastian hukum. NU dan sunni tetap memandang haram nikah mut’ah,” kata Sekretaris LBMNU Dr Firdaus yang sekaligus moderator.

?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Bagindo Armaidi Tanjung?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Warta, Kajian, Berita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Persoalan Dakwah di Hong Kong dan Macau

Oleh Saepullah?



Sebagian orang mungkin merasa tidak nyaman dengan tulisan ini karena saya ingin mengawalinya dengan pembahasan tentang kloset. Namun saya percaya hikmah bisa datang dari mana, saja termasuk dari kloset.

Bisa dibilang kota Hong Kong dan Macau merupakan kota yang sulit bila kita mencari kloset jongkok. Sebagai Muslim saya tentu kerap kesulitan untuk buang air besar karena tidak adanya kran air di sisi kloset. Terkadang mesti menyiapkan botol minuman sebelumnya.?

Persoalan Dakwah di Hong Kong dan Macau (Sumber Gambar : Nu Online)
Persoalan Dakwah di Hong Kong dan Macau (Sumber Gambar : Nu Online)

Persoalan Dakwah di Hong Kong dan Macau

Orang Hong Kong dan Macau terbiasa hanya menggunakan tisu untuk membersihkan istinja. Mereka juga dikenal jarang mandi. Hanya sekali dalam sehari mereka mandi, yaitu saat pulang kerja di malam hari. Salah satu yang menjadi alasan ialah untuk menghemat air. Mereka tak mengenal mandi walau sehabis berhubungan suami istri. Bagi mereka yang penting sikat gigi dan memakai minyak wangi.

Maka begitu landing di bandara Soetta pada Selasa, 27 Juni pukul 19.45 WIB, saya senang bertemu kloset jongkok. Betapa saya semakin bersyukur, dimana lahir dan besar sebagai orang Indonesia yang beragama Islam. Airnya melimpah deras, serta bisa bebas menjalankan ibadah. Semakin juga bertambah kesadaran saya bahwa Islam sebagai agama yang mengajarkan kebersihan dan kesucian dalam segala aspeknya. Yang mencakup aspek lahiriyah dan aspek batiniyah.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketika shalat misalnya tak cukup bersih dari najis, kita juga harus suci dari hadast kecil maupun besar. Demikian juga makanan, tak cukup hanya halal (secara zat dan cara memperolehnya), tapi juga ada thayyib (baik untuk kesehatan, tidak membahayakan secara jasmani dan rohani). Itu sebabnya selama di Macau ataupun Hong Kong perlu berhati-hati menyangkut makanan dan masakan. Betapapun, tuntunan dan ajaran Islam amat sesuai dengan fitrah manusia.?

*

Sebelumnya pada pukul 16.00 waktu Hong Kong kami berlima—saya, Ustad Taufik Munir, Ustad Saifullah, Ustad Saiful Mujab, Ustad M Qadar Syahidin—take off dari Hong Kong International Airport.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Berangkat bareng, pulang bareng," ungkap saya.?

Selama di Hong Kong dan Macau, aktivitas dakwah kami punya cerita masing masing. Kalau ditanya apa yang paling berkesan buat saya pribadi, sebetulnya akan banyak peristiwa ? yang berkesan.?

Namun, jika harus memilih diantara episode yang paling menark selama berdakwah di sana ialah adanya semangat beragama yang kuat di tengah masyarakat yang bergaya hidup bebas, seperti rutinnya shalat tarawih dan pengajian di tengah malam walau sudah lelah bekerja. Itu menjadi sebuah kesan tersendiri bagi saya.?

Bagi saya sendiri, selama di Hong Kong dan Macau, ada beberapa catatan. Pertama, tak seperti yang lain yang tetap berada di Hong Kong, justru saya ditugaskan ke Macau sejak tanggal 31 Mei sampai 24 Juni. Saya bisa melihat kehidupan secara langsung masyarakat setempat dan masyarakat Indonesia yang ada di sana. Bagaimana situasi dan kondisi di Macau—yang juga dikenal sebagai kota judi—juga menambah cara pandang saya.?

Kedua, saya meyakini bahwa Islam sebagai agama yang berlaku sepanjang zaman dan waktu, dan itu bisa diaplikasikan walau berada di lingkungan yang nonmuslim. Karakteristik ajarannya yang tidak ingin menyulitkan, membuat siapa pun yang beragama Islam, tak perlu berkecil hati apalagi psimis dalam menjalankan agama.?

Ketiga, berdakwah kepada masyarakat yang notabene belum mengenal Islam dilakukan dengan kasih sayang, cinta dan dakwah bil hal (akhlak yang mulia). Paling tidak ada kesan yang diterima baik tentang agama Islam melalui pemeluknya.?

"Kamu kalau carikan aku yang berjilbab ya," begitu cerita Bu Lastri saat dimintai majikannya yang non Muslim untuk mencarikan BMI. Ada pula yang senang dengan shalawat bahkan saling men-share untuk menemani tidur anak-anak Macau.

Keempat, setiap Muslim di manapun sebetulnya membawa citra Islam, BMI yang di Hong Kong maupun di Makau selalu saya ingatkan terkait hal ini. Bukan hanya itu mereka juga membawa citra Indonesia. Kesan masyarakat setempat terhadap Islam dan Indonesia ditentukan olehnya.?

Kelima, adanya budaya berkelompok dan berorganisasi (walau tidak secara mapan) di Macau ataupun Hong Kong sangat potensial untuk dimanfaatkan secara optimal. Hanya saja memang yang menjadi problem ialah perlunya bimbingan, kaderisasi, pelatihan dan manajemen yang baik serta dorongan moril ditengah pengaruh gaya hidup dan individualistis masyarakat setempat.?

Tak jarang juga banyak BMI justru bergaya hidup bebas ala Hong Kong ataupun Macau karena minimnya benteng masyarakat atau proteksi sosial. Keberadaan PCINU, LAZISNU maupun Muslimat NU yang kuat dan bersinergi adalah harapan-harapan bagi terlindung dan majunya masyarakat Nahdiyiin di luar negeri.

Saya menemukan masalah yang beragam, dari pengamalan agama di tengah minoritas. Belum lagi kondisi psikologis dan kesehatan mental, faktor ekonomi dan pengelolaan keuangan, bahkan faktor politik di Indonesia yang juga mewarnai iklim masyarakat di Macau ataupun Hong King sehingga saya perlu menanamkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Ada juga konflik dengan keluarga, jodoh, cinta sampai hubungan terlarang.?

Di sini seorang dai dituntut bukan hanya memberikan bimbingan keagamaan, tapi juga menjadi seorang motivator dan memberikan konseling bahkan siap bila hapenya berisi curhatan atau pertanyaan. Namun demikian, keikhlasan ialah hal priorotas utama dalam menjalankannya.

Pernah suatu ketika ada seseorang mendatangai saya. Ia ceritakan sudah menghabiskan uang hingga sekitar 40 jutaan untuk biaya konseling mengenai problemnya. Problemnya unik, bahwa ia suka dengan seseorang akhirnya dia berusaha menggunakan ajian pelet dari internet. Sejak kejadian itu ia merasa terganggu. Dan ini salah satu potongan curhatan yang saya terima.?

Semoga apa yang saya lakukan di Macau dan di Hong Kong walau masih terlalu jauh bila dikatakan berdakwah, bisa menjadi pelajaran hidup sekaligus pengalaman yang berharga sebagai modal untuk berdakwah di negeri berikutnya aamiin.?

Berdakwah jangan hanya dimaknai sempit. BMI yang menguasai bahasa setempat amat potensial untuk mengenalkan Islam di negeri Tiongkok secara lisan. Amat banyak lahan dakwah di Macau dan Hong Kong yang belum tergarap. Namun yang utama sebagaimana saya sebutkan di atas ialah dakwah dengan bahasa cinta dan kasih sayang serta keteladanan sebagaimana Baginda Nabi Muhammad SAW.

Penulis adalah anggota Tim Inti Dai Internasional dan Media (TIDIM) LDNU dengan penugasan ke Macau dan Hong Hong. Kegiatan ini bekerjasama dengan LAZISNU?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Lomba, Berita, Makam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Apakah Uang Pendaftaran Haji Terkena Wajib Zakat?

---

Assalamualaikum. Kepada Yth Pengasuh Bahtsul Masail. Saya ingin bertanya, saya telah mendaftar haji dengan menyetor dana BPIH sebanyak 25 juta untuk mendapatkan nomor porsi, dan insyaAllah porsi saya tahun 2028 nanti. Yang ingin saya tanyakan apakah uang pendaftaran sebanyak 25 juta tersebut harus diikutkan dalam penghitungan zakat mal setiap tahunnya ? Mengingat keberangkatan hajinya masih 14 tahun lagi. Mohon jawabannya.

Wassalamualaikum.(Sriutami, Punduh kidul-Sidoagung Tempuran-Magelang)

---

Apakah Uang Pendaftaran Haji Terkena Wajib Zakat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apakah Uang Pendaftaran Haji Terkena Wajib Zakat? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apakah Uang Pendaftaran Haji Terkena Wajib Zakat?

?

Assalamu’alaikum wr. wb

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang kelima yang diwajibkan bagi orang yang sudah mampu. Namun pada saat seorang muslim yang dirasa sudah memenuhi persyaratannya ternyata terkendala oleh antrean yang begitu panjang untuk bisa berangkat haji. Bahkan antrean itu bisa sampai berpuluh-puluh tahun lamanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk mendapatkan nomer antrean atau porsi maka seseorang yang berniat melaksanakan ibadah haji harus menyetor dulu sebesar dua puluh lima juta rupiah. Dan ketika akan berangkat haji maka tinggal menambah kekurangannya. Setoran tersebut tidak bisa diambil sewaktu-waktu atau ditarik kembali kecuali yang bersangkutan meninggal dunia atau tidak bisa berangkat karena alasan kesehatan atau alasan lainnya yang sah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Penjelasan di atas mengandaikan bahwa dana setoran haji menjadi tidak dimiliki oleh pemiliknya dengan kepemilikan yang sempurna. Sebab, dana tersebut tidak bisa ditarik atau diambil sewaktu-waktu kecuali meninggalkan dunia atau orang yang bersangkutan tidak jadi menunaikan ibadah haji karena alasan kesehatan. Padahal salah satu persyaratan harta yang wajib dizakati adalah harta yang dimiliki dengan kepemilikan yang sempurna.

Disamping itu adalah yang terkait soal nishabnya. Nishab uang disamanakan dengan nishabnya emas yaitu delapan puluh lima gram. Dengan kata lain, jika harga emas sekarang harganya 550.000 rupiah pergram, maka nishab uang itu sekitar 46.750.000 rupiah. Jumlah nishab ini dihitung dari 550.000 X 85 hasilnya adalah 46.750.000.? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Zakat adalah wajib atas orang merdeka yang muslim, baligh dan berakal ketika ia memiliki harta dengan kepemilikan yang sempurna yang sudah sampai nishabnya dan telah mencapai haul” (Abdul Ghani al-Ghunaimi ad-Dimasqi, al-Lubab fi Syarh al-Kitab, Bairut-Dar al-Kitab al-‘Arabi, tt, juz, 1, h. 98).

Berangkat dari penjelasan ini maka jawaban atas pertanyaan di atas adalah bahwa dana setoran awal BPIH sejumlah dua puluh lima juta tidak wajib dizakati karena ternyata dana tersebut begitu disetorkan tidak bisa lagi dimiliki secara sempurna.Sehingga dana sebesar dua puluh lima juta tersebut tidak bisa diikutkan dalam perhitungan zakat mal setiap tahun.

Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Bagi orang-orang yang berniat menjalankan ibadah haji dan sudah menyetor dua puluh lima juta hendaknya memperbanyak sedekah agar bisa dimudahkan dalam segala urusannya, dan jangan lupa membayar kewajiban zakat mal yang lain jika memang telah terpenuhi semua ketentuannya. Dan kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

?

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb

Mahbub Ma’afi Ramdlan

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara, Berita, RMI NU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 15 November 2017

Puluhan Ribu Jamaah Hadiri Haul Mbah Manshur

Klaten, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Puluhan ribu orang memadati kompleks Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan Tegalgondo Wonosari Klaten, Jawa Tengah, Kamis (2/1). Keramaian sebetulnya sudah tampak sejak sehari sebelumnya. Para pengunjung yang hadir dari berbagai daerah tersebut berbondong-bondong datang ke Popongan untuk menghadiri peringatan haul pendiri pondok, KH Muhammad Manshur yang ke-59.

Salah satunya adalah Mulyono, pemuda asal Godong Grobogan ini datang bersama rombongan lainnya sebanyak dua bus. “Saya hampir setiap tahun hadir ke sini, bersama jamaah thariqah Naqsabandiyah Khalidiyah,” ungkapnya saat ditemui di lokasi haul.

Puluhan Ribu Jamaah Hadiri Haul Mbah Manshur (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Ribu Jamaah Hadiri Haul Mbah Manshur (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Ribu Jamaah Hadiri Haul Mbah Manshur

Mulyono dan peziarah yang lain, kebanyakan masih berhubungan dengan Pesantren Popongan yang memiliki sanad kuat baik di dalam ilmu Al-Qur’an maupun thariqah. Sedangkan pengunjung lainnya, merupakan para pencari berkah yang juga berharap keberkahan dengan mendatangi acara ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Darmadji, sekretaris panitia acara, menjelaskan para peziarah yang di antaranya merupakan alumni popongan telah mengikuti acara sejak hari Rabu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Kemarin (Rabu), diadakan kegiatan semaan Al-Qur’an sebanyak tiga kali, yakni santri putra, putri dan alumni,” terang Darmadji.

Sedangkan pada Kamis (2/1) diselenggarakan kegiatan khataman al-Qur’an, ziarah dan puncaknya pada malam harinya pengajian umum dan sholawat bersama Jamuro Surakarta. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hadits, Berita, Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Perubahan Harus Dirajut Bersama

Pamekasan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Hidup adalah perubahan. Perubahan mesti dibangun dengan pergerakan. Dan pergerakan, harus ditopang dengan spirit perjuangan. Berjuang dengan tangan terkepal dan semangat dalam kebersamaan.

Perubahan Harus Dirajut Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Perubahan Harus Dirajut Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Perubahan Harus Dirajut Bersama

Demikian diteguhkan oleh Ketua Pengurus Cabang PMII Pamekasan, Ahmad Sidik saat memberikan orasi pergerakan dalam rangka refleksi hari lahir (Harlah) PMII yang ke-53. Harlah yang ditempatkan di area monumen Arek Lancor tersebut, dihadiri oleh raturan kader di penjuru Kabupaten Pamekasan. Yaitu, berasal dari 5 komisariat dan 12 rayon.

Menurut Didik, panggilan Ahmad Sidik, refleksi tersebut memang dipersiapkan secara dadakan. Sebab, pihaknya masih akan melangsungkan kegiatan yang formal dalam rangka memperingati Harlah PMII yang rencananya dilaksanakan pada 27 April mendatang.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pantauan Kedung Sukun Adiwerna Tegal, para kader pergerakan meneguhkan Orasi Sahabat Nasional sekaligus doa bersama untuk para pendiri PMII.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Secara khusus, kami ingin mempertegas bahwa PMII akan selalu eksis dalam rangka mengawal segala bentuk kebijakan. Dan kami akan kritis terhadap kebijakan yang tidak pro-rakyat. Untuk masyarakat secara umum, kita mengajak untuk senantiasa bersama-sama merajut kebersamaan demi Indonesia seutuhnya,” tegas Didik.

Moh Elman, pentolan PMII Pamekasan juga hadir. “Dengan harlah ini diharapkan mengingatkan kembali tali silaturrahmi, dan mengingat sejarah perjuangan PMII serta merenungi diri lagi di masa menjadi kader. Di mana, kita sering ikut proses pengkaderan yang sering parkir di trotoar. Selama ini, sudah banyak alumni PMII kayaknya tidak merasa kalau dia dibesarkan dari PMII, bagaikan kacang lupa pada kulitnya. Maka kami tempatkan di trotoar dan lesehan di area Arek Lancor, sembari mengenang para syuhada Pamekasan,” tekan anggota PPK Proppo ini.?

Ditambahkan pentolan PMII lainnya, Ali Wahdi, sudah ? 53 tahun PMII telah memagari keutuhan NKRI. Dan di usia PMII yang sudah menua ini, selanya, kader PMII tidak boleh lengah, jangan sampai beruforia dengan kesuksesan para pendiri PMII.?

“Harapan saya, kader harus tetap berproses dan menggali nilai-nilai keilmuan dan pergerakan yang ada di PMII. PMII merupakan organisasi kemahasiswaan terbesar sampai saat ini. Jadi, di usia PMII yang ke 53 tahun ini, kader PMII harus benar-benar mampu membuktikan nilai-nilai perjuangan untuk terus menghempaskan ketertindasan yang menimpa kaum mustathafien,” tukas mahasiswa magister (S2) Jurusan PPKN di Universitas Kanjuruhan Malang ini.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Berita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 27 Oktober 2017

Apa yang Membuat Seseorang Disebut Kiai?

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Guru besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Asep Usman Ismail berpendapat, kitab kuning dan kiai adalah dua hal yang bersifat integral. Penguasaan terhadap kitab kuning membuat seseorang sah disebut kiai meski ia tak mendirikan lembaga pesantren.

Apa yang Membuat Seseorang Disebut Kiai? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa yang Membuat Seseorang Disebut Kiai? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa yang Membuat Seseorang Disebut Kiai?

Pandangan ini ia lontarkan saat menjadi narasumber bedah buku “Kiai Tanpa Pesantren” karya Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Pendidikan Agama dan Keagamaan Kementerian Agama Prof Abdurrahman Mas’ud di Jakarta, Selasa (19/11).

Buku tersebut mengulas biografi 10 kiai kharismatik di Kudus, Jawa Tengah, yang secara kelembagaan tidak mendirikan pesantren, seperti KH R Asnawi (salah satu pendiri NU), KH Turaichan Adjhuri as-Syarofi (ahli Ilmu Falak), dan KH Sya’roni Ahmadi al-hafidz (pakar Qiraat Sab’ah).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Asep, kitab kuning merupakan khazanah keilmuan yang memiiki ketersambungan silsilah kepada ulama-ulama terdahulu. “Kenapa saya bisa merasakan suasana pesantren di Kudus padahal saya orang Sukabumi? Karena kita kitab kuning. Jadi kitab kuning itu bukan tradisi kecil, tapi tradisi besar yang ‘menyamakan’ kiai di daerah satu dengan daerah lainnya,” ujarrya.

Faktor identifikasi kiai dengan pesantren, kata Asep, antara lain karena mengacu salah satu fungsi kiai yang ingin mengader murid-muridnya untuk menjadi para ahli agama di masa mendatang; dan tempat kaderisasi tersebut tak lain adalah pesantren.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dia menambahkan, kiai terkadang merasa cukup mengajar dan berjuang untuk masyarakat secara luas tanpa mengharuskan dirinya mendirikan pesantren. Pilihan ini, katanya, adalah bagian dari kearifan masing-masing kiai.

Kasubdit Pesantren Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Imam Syafi’i, pada kesempatan yang sama, mengatakan, meskipun tak memiliki lembaga pesantren, hampir semua kiai memiliki hubungan yang dekat dengan pesantren.

“Minimal gurunya adalah orang pesantren atau ia pernah belajar di pesantren,” katanya.

Imam menilai, kriteria penyematan gelar “kiai” yang berkembang di masyarakat belakangan ini kian longgar. Keunggulan ilmu dan kematangan rohani seringkali tak menjadi ukuran.

"Ada kiai rekomendasi/pengakuan masyarakat, seperti Kiai Maemoen Zubair; ada kiai rekomendasi pemerintah, yakni MUI; ada kiai rekomendasi media massa; ada kiai dukungan dunia maya; ada kiai artis," ujarnya mengutip pernyataan KH A Mustofa Bisri. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Berita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 21 Oktober 2017

Inovasi Baru, PCNU Bojonegoro Layani Haji dan Umroh

Bojonegoro, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Demi melayani warga NU dan masyarakat umum di Kabupaten Bojonegoro yang ingin berangkat haji dan umroh, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Bojonegoro membuat inovasi baru. Mereka membuka layanan mudah bagi mereka yang berminat mengurus haji dan umroh.

Inovasi Baru, PCNU Bojonegoro Layani Haji dan Umroh (Sumber Gambar : Nu Online)
Inovasi Baru, PCNU Bojonegoro Layani Haji dan Umroh (Sumber Gambar : Nu Online)

Inovasi Baru, PCNU Bojonegoro Layani Haji dan Umroh

Dengan menggandeng Lintas Darfiq Surabaya, PCNU Bojonegoro mengadakan acara peluncuran produk tersebut di aula kantor PCNU setempat jalan A Yani, Bojonegoro, Jumat (11/12). Acara ini dihadiri pengurus PCNU, pengurus banom, lembaga dan pengurus MWCNU di Kota Ledre.

Ketua PCNU Bojonegoro Kholid Ubed mengatakan, peluncuran Biro Umroh dan Haji Plus ini diharapkan dapat menghimpun dan mengakomodasi jamaah dari kalangan Nahdliyyin. Embrio dari biro ini muncul dari keresahan warga NU yang ingin melaksanakan ibadah umroh karena minimnya informasi dan pelayanan bagi nahdliyin.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Di sisi lain karena menjamurnya biro pelayanan umroh PCNU Bojonegoro tidak berniat menjadi pesaing, tetapi mengajak bersama-sama untuk melayani warga," terangnya.

Sementara itu Direktur Lintas Darfiq Surabaya KH Abdul Mujib yang tampak hadir menuturkan, banyak orang NU yang pulang setelah menjalankan ibadah umroh berpindah ke pemahaman lain, tentang amaliah khususnya ibadah sehari-hari. Apalagi menyimpang dari haluan Ahlussunnah wal Jamaah. Ini tentunya tidak diharapkan oleh pengurus PCNU Bojonegoro.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Maka mari kita perjuangkan ideologi Aswaja melalui pelayanan ibadah umroh dan haji plus," ajaknya.

Sedangkan Ketua biro Umroh dan Haji Plus PCNU Bojonegoro Agus Sholahudin mengungkapkan, warga NU perlu waspada dengan cara mewadahi dan memfasilitasi warga NU untuk bisa beribadah sesuai ajaran dan ideologi yang diyakininya.

"Diharapkan Biro Umroh dan Haji Plus ini bisa menjadi awal yang baik untuk bisa melayani masyarakat Bojonegoro," ungkapnya pria yang akrab Gus Sholah itu.

Pemberangkatan pertama diadakan pada 2 Januari 2016 nanti dengan 20 jamaah. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Berita, Pendidikan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 06 Oktober 2017

Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Sufi Internasional

Pekalongan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Indonesia mendapat kehormatan sebagai tuan rumah pertemuan ulama sufi se dunia (Multaqo sufi al-alami) yang direncanakan akan berlangsung 15 - 20 Desember mendatang.

Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Sufi Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Sufi Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Tuan Rumah Pertemuan Sufi Internasional

Acara pertemuan ulama thoriqoh akan diikuti oleh delegasi 70 negara di Jakarta dan Kota Pekalongan. Berbagai hal yang dibahas termasuk pembentukan organisasi ulama tingkat dunia dan persoalan lain yang krusial termasuk pergolakan negara negara Islam yang terjadi di Timur Tengah.

Sebelum acara ini digelar, telah diadakan pra multaqo sufi sebanyak dua kali yakni bulan Juli 2011 di Jakarta bersamaan dengan Peringatan Harlah NU dan Januari 2012 di Malang Jawa Timur bersamaan dengan Muktamar Jamiyyah Ahlit Thoriqoh Al Mutabarah An Nahdliyyah (Jatman).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Pertemuan ulama sufi tingkat dunia merupakan rekomendasi dari pra multaqo sufi di Malang awal 2012 kemarin," ujar Rais Am Idaroh Aliyah Jatman Habib Luthfi bin Yahya usai rapat pleno persiapan panitia di Kanzus Sholawat Kota Pekalongan Kamis (15/11).

Dikatakan, kegiatan multaqo sufi al-alam akan digelar di dua tempat, yakni untuk pembukaan dan sidang sidang organisasi akan berlangsung di Hotel Borobudur tanggal 15 - 18 Desember 2012, sedangkan penyampaian hasil hasil musyawarah akan dilaksanakan di Kota Pekalongan bersamaan dengan pertemuan para pegurus thoriqoh dan para mursyid yang diikuti tidak kurang dari 2500 undangan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk merealisasikan gagasan pembentukan rabithah para sufi, pada acara pra multaqo yang berlangsung di Malang Jawa Timur awal Januari 2012 kemarin telah sepakat membentuk Majelis at-Tasis li-Rijali Tasawwuf dil-alam yaitu tim yang akan merumuskan pembentukan organisasi persatuan sufi se dunia. 

Menurut Habib Luthfy yang ditunjuk sebagai Ketua Umum Majelis at-Tasis bertugas untuk menyatukan ummat Islam khususnya para ahlit thariqah dan menjadi jembatan antara ulamadan umara dalam menciptakan suasana yang kondusif dan harmonis.

Dalam arahannya dihadapan ratusan panitia, Habib Luthfy berpesan agar panitia bersungguh sungguh dan penuh keikhlasan dalam memberikan pelayanan para ulama sufi yang akan dihadiri delegasi 70 negara dengan peserta tidak kurang dari 500 orang. Sedangkan acara di Pekalongan dihadiri sekitar 2.500 undangan yang nantinya di samping para tamu akan diinapkan di Hotel juga rumah rumah penduduk telah disiapkan untuk penginapan para ulama.

Ketua Panitia Lokal KH Mirza Hasbullah mengatakan, Kota Pekalongan menyatakan telah siap menyambut kedatangan ribuan tamu tamu Habib Luthfy sebagaimana yang pernah dilakukan pada Muktamar Thariqah tahun 2005 dimana seluruh peserta diinapkan di rumah rumah penduduk selama acara berlangsung. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Muiz PKL

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Berita, Pendidikan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 20 Agustus 2017

NU CARE Kampanyekan Program Ayo Bangun 1000 Pesantren Kobong

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama) menggelar orasi di area Car Free Day di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Ahad (5/6) pagi.

Kegiatan ini dilakukan untuk mengenalkan salah satu program NU Care-LAZISNU,? yakni “Ayo Bangun 1000 Pesantren Kobong untuk Indonesia Hebat”.

NU CARE Kampanyekan Program Ayo Bangun 1000 Pesantren Kobong (Sumber Gambar : Nu Online)
NU CARE Kampanyekan Program Ayo Bangun 1000 Pesantren Kobong (Sumber Gambar : Nu Online)

NU CARE Kampanyekan Program Ayo Bangun 1000 Pesantren Kobong

Dalam orasinya, tim NU Care-LAZISNU menyampaikan bahwa pesantren kobong adalah pesantren klasik atau salaf yang bangunan fisiknya menggunakan bahan dari bambu dan berbentuk panggung.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pesantren yang berafiliasi dengan NU ada lebih dari 26 ribu lembaga yang terdiri dari pesantren salaf dan modern. Pesantren salaf merupakan pesantren yang sangat dominan berada di wilayah Banten, yang memang kental dengan pesantren kobong.

Saat ini kebudayaan dan tradisi pesantren kobong dianggap tidak modern dan tidak memenuhi standar mutu. Padahal, lebih dari 1000 pesantren kobong di Banten masih eksis dan justru itu merupakan budaya yang pantas menjadi kebangaan kita di zaman modern ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Disampaikan pula bahwa program ini bertujuan untuk mendukung terselenggaranya pendidikan bermartabat di pesantren-pesantren di Indonesia; meningkatkan daya saing dan karakter unggul pesantren klasik tetapi maju dalam melangkah melalui penguatan yang terintegrasi; menciptakan masyarakat pendidikan yang penuh percaya diri dan siap berkontribusi dan bermartabat bagi kemajuan bangsa dan negara.

Program “Ayo Bangun 1000 Pesantren Kobong untuk Indonesia Hebat” terdiri dari tiga kegiatan utama yaitu pembangunan pesantren kobong dan sanitas (mandi, cuci, kakus/MCK), pemberdayaan ekonomi pesantren kobong, dan beasiswa santri.

Selain berorasi tim NU Care-LAZISNU juga melakukan pawai dengan rute Bundaran HI-Monas, dan kembali ke Bundaran HI.

Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Ketua LAZISNU Syamsul Huda dan Ketua PBNU M Sulton Fatoni. Di sela-sela kegiatan, tim NU Care-LAZISNU kedatangan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazam Malik yang menyampaikan dukungannya terhadap program pembangunan pesantren seperti yang digalakkan NU Care-LAZISNU. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Meme Islam, Berita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock