Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Februari 2018

Bagi Para Jurnalis, Ini 13 Poin Pedoman Peliputan Terorisme

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua Dewan Pers Yoseph Adi Prasetyo menegaskan bahwa pencegahan dan penanggulangan terorisme tidak hanya dilakukan oleh aparat TNI, Polri, dan masyarakat, tetapi juga media dan para jurnalis melalui tulisan dan peliputannya.

Bagi Para Jurnalis, Ini 13 Poin Pedoman Peliputan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagi Para Jurnalis, Ini 13 Poin Pedoman Peliputan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagi Para Jurnalis, Ini 13 Poin Pedoman Peliputan Terorisme

Demikian disampaikan oleh pria yang akrab disapa Stanley ini dalam kegiatan bertajuk Diseminasi Pedoman Peliputan dan Peningkatan Profesionalisme Media Masa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme yang diselenggarakan oleh Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) DKI Jakarta dan BNPT, Kamis (7/4) di Gedung Hall of Blessing ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat.

“Sebab itu, wartawan harus mengacu pada pedoman yang telah dikeluarkan oleh Dewan Pers dalam meliput kasus-kasus terorisme,” ujar Stanley kepada sekitar 180 wartawan dari media online, cetak, dan televisi yang hadir di acara tersebut.?

Berikut adalah pedoman peliputan terorisme yang diterbitkan oleh Dewan Pers melalui Peraturan Dewan Pers Nomor 01/Peraturan-DP/IV/2015 tentang Pedoman Peliputan Terorisme:

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

1. Wartawan selalu menempatkan keselamatan jiwa sebagai prioritas di atas kepentingan berita. Saat meliput sebuah peristiwa terkait aksi terorisme yang dapat mengancam jiwa dan raga, wartawan harus membekali diri dengan peralatan untuk melindungi jiwanya.

2. Wartawan selalu menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan jurnalistik. Wartawan yang mengetahui dan menduga sebuah rencana tindak terorisme wajib melaporkan kepada aparat dan tidak bolehmenyembunyikan informasi itu dengan alasan untuk mendapatkan liputan eksklusif. ? Wartawan bekerja untuk kepentingan publik sehingga keselamatan nyawa warga masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan berita.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

3. Wartawan harus menghindari pemberitaan yang berpotensi mempromosikan dan memberikan legitimasi maupun glorifikasi terhadap tindakan terorisme maupun pelaku terorisme. Terorisme adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime) terhadap kemanusiaan.

4. Wartawan dan media penyiaran dalam membuat siaran langsung (live) tidak melaporkan secara terinci/ detail peristiwa pengepungan dan upaya aparat dalam melumpuhkan para tersangka terorisme. Siaran secara langsung dapat memberikan informasi kepada para terduga teroris mengenai posisi dan lokasi aparat keamanan secara real time dan hal ini bisa membahayakan keselamatan anggota aparat yang sedang berupaya melumpuhkan para teroris.

5. Wartawan dalam menulis atau menyiarkan berita terorisme harus berhati-hati agar tidak memberikan atribusi, gambaran, atau stigma yang tidak relevan, misalnya dengan menyebut agama yang dianut atau kelompok etnis si pelaku. Kejahatan terorime adalah kejahatan individu atau kelompok yang tidak terkait dengan agama ataupun etnis.

6. Wartawan harus selalu menyebutkan kata ”terduga” terhadap orang yang ditangkap oleh aparat keamanan karena tidak semua orang yang ditangkap oleh aparat secara otomatis adalah pelaku tindak terorisme. Untuk menjunjung asas praduga tidak bersalah (presumption of innocense) dan menghindari pengadilan oleh pers (trial by the press) wartawan perlu mempertimbangkan penggunaan istilah “terperiksa” untuk mereka yang sedang diselidiki atau disidik oleh polisi, “terdakwa” untuk mereka yang sedang diadili, dan istilah “terpidana” untuk orang yang perkaranya telah diputus oleh pengadilan.

7. Wartawan wajib menghindari mengungkap rincian modus operandi tindak pidana terorisme seperti cara merakit bom, komposisi bahan bom, atau teknik memilih sasaran dan lokasi yang dapat memberi inspirasi dan memberi pengetahuan bagi para pelaku baru tindak terorisme.

8. Wartawan tidak menyiarkan foto atau adegan korban terorisme yang berpotensi menimbulkan kengerian dan pengalaman traumatik. Pemuatan foto atau adegan hanya diperbolehkan bila bertujuan untuk menyampaikan pesan kemanusiaan bahwa terorisme selalu menyasar sasaran umum dan menelan korban jiwa.

9. Wartawan wajib menghindari peliputan keluarga terduga teroris untuk mencegah diskriminasi dan pengucilan oleh masyarakat, kecuali dimaksudkan untuk menghentikan tindakan diskriminasi yang ada dan mendorong agar ada perhatian khusus misalnya terhadap penelantaran anak-anak terduga teroris yang bila dibiarkan akan berpotensi tumbuh menjadi teroris baru.

10. Terkait dengan kasus-kasus yang dapat menimbulkan rasa duka dan kejutan yang menimpa seseorang, pertanyaan dan pendekatan yang dilakukan untuk merekonstruksi kejadian dengan menemui korban keluarga korban maupun keluarga pelaku harus dilakukan secara simpatik dan bijak.

11. Wartawan dalam memilih pengamat sebagai narasumber wajib selalu memperhatikan kredibilitas, kapabilitas dan kompetensi terkait latar belakang, pengetahuan, dan pengalaman narasumber yang relevan dengan halhal yang akan memperjelas dan memberikan gambaran yang utuh terhadap fakta yang diberitakan.

12. Dalam hal wartawan menerima undangan meliput sebuah tindakan aksi terorisme, wartawan perlu memikirkan ulang untuk melakukannya. Kalau undangan terkait dengan rencana aksi pengeboman atau aksi bom bunuh diri sebaiknya wartawan tak perlu memenuhinya, karena hal itu dapat dipandang sebagai cara memperkuat pesan teroris dan mengindikasikan ada kerja sama dalam sebuah tindakan kejahatan. Wartawan menyampaikan rencana tindak/aksi terorisme kepada aparat hukum.

13. Wartawan wajib selalu melakukan check dan rechek terhadap semua berita tentang rencana maupun tindakan dan aksi terorisme ataupun penanganan aparat hukum terhadap jaringan terorisme untuk mengetahui apakah berita yang ada hanya sebuah isu atau hanya sebuah balon isu (hoax) yang sengaja dibuat untuk menciptakan kecemasan dan kepanikan. Penilaian akhir atas sengketa mengenai pelaksanaan Pedoman Peliputan terorisme ini diselesaikan oleh Dewan Pers.

Hadir juga sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, yaitu Direktur Deradikalisasi BNPT Brigjen Pol Hamidin, mantan panglima Jamaah Islamiyah (JI) Nasir Abbas, jurnalis Tempo Sunu, dan Fahruddin sebagai moderator. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Syariah, Meme Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Memperkokoh Brand Awareness LAZISNU

Oleh Didin A Sholahudin

Akhir tahun senantiasa menjadi waktu bijak untuk instrospeksi, merenung, atau muhasabah diri terhadap apa pun yang telah kita lalui; baik target yang terlampaui atau mimpi yang tak kunjung jadi nyata. Suka dan duka yang berkelindan adalah jejak hidup yang sepantasnya kita syukuri. 

Kita boleh berdecak kagum dan ungkapkan syukur atas prestasi yang kita rengkuh. Tapi, tetaplah hati dan kaki membumi. Kita pun boleh berderai air mata atas lara yang tiada akhir. Tetapi yakinlah Allah senantiasa bersama untuk terus menuntun menapaki tangga kesuksesan, menjemput mimpi indah yang tertunda, dan merajut berkah abadi yang akan memekarkan senyum kita.

Memperkokoh Brand Awareness LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Memperkokoh Brand Awareness LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Memperkokoh Brand Awareness LAZISNU

Ingat—jujur harus kita akui—tahun 2017 telah menjadi etalase manis bagi Brand Awareness LAZISNU. Brand LAZISNU telah mampu melesak diantara brand Lembaga Amil Zakat (LAZ) lainnya; dan menyusup pekat di daya ingat masyarakat.

Rajutan antarlini yang dibangun di seluruh jejaring cabang Jawa Timur telah mengukuhkan LAZISNU mampu menapak dan bersaing dengan 15 LAZ Nasional lainnya, 8 LAZ tingkat provinsi, dan puluhan LAZ di kabupaten baik yang berizin maupun tidak.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari 38 kab/kota di Jawa Timur, kita dengan gigih membangun kekuatan dan sinergi yang berhasil mewujudkan 26 UPZIS di tingkat kabupaten/kota, puluhan di tingkat kecamatan dan tingkat desa; yang telah berkiprah dalam harakah ZIS jamiyah NU. Dan patut dicatat, donasi sebesar lebih dari Rp800 juta dari jejaring LAZISNU se-Jawa Timur bagi pemulihan bencana Pacitan, menunjukkan fakta bahwa kerja keras dan sinergi ini telah berbuah hasil yang manis.

Belum seluruhnya memang, tapi setidaknya ini adalah modal awal bagi NU untuk menggetarkan Jawa Timur di 2018, khususnya pada bidang filantropi. Per Januari 2018  kita harus mulai melangkah tuntaskan pembentukan UPZIS di 38 kab/kota, di 660 kecamatan dan di 8.471 desa se-Jawa Timur. Apa bisa? Bisa, dan yakin Pasti Bisa! 

Militansi jam’iyah dan jamaah NU telah menemukan momentumnya. Kebangkitan NU tinggal tunggu waktu. Ketika mujahid ZIS LAZISNU bergerak dengan jujur dan amanah, insyaallah jamaah NU akan menyambut dengan kepercayaan dan support tanpa batas.

Lantas mengapa gerakan membentuk UPZIS hingga tingkat kecamatan/MWCNU dan desa/PRNU harus kita dorong dan lakukan? Karena akar harakah jam’iyah NU adalah bagaimana memberi kemanfaatan dan menuntaskan problem hidup jamaah NU yang paling banyak hidup di pelosok desa dan dusun. Dan LAZISNU dituntut menjadi inisiator dan peran aktifnya. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Membentuk UPZIS sampai tingkat desa adalah upaya untuk memudahkan ikhtiar membantu dhuafa dan mustahik yang ada di desa tersebut, menuntaskan problem sosial ekonomi pendidikan mereka, dan sekaligus syiar NU dalam bidang filantropi.

Berikutnya, mari sejenak kita buka data. Dalam Outlook Zakat Indonesia 2017 terekam fakta bahwa data penghimpunan ZIS di Jawa Timur pada 2016 sebesar 29,84 miliar; naik dari tahun sebelumnya 2015 sebesar 19,95 miliar. Sementara penyaluran di 2016 hanya sebesar 15,06 miliar dan tahun 2015 sebesar 14,06 miliar. Angka ini teramat kecil dengan potensi zakat di Jawa Timur yang sesungguhnya mencapai 15 trilyunan. Mohon cermati pula, penyaluran ZIS di Jawa Timur ini hanya 50,48% atau masuk kategori Fairly Effective. 





Rendahnya nilai efektivitas penyerapan/ACR mengindikasikan adanya pengelolaan zakat yang belum efektif dilakukan oleh lembaga zakat. Ini persoalan serius yang harus segera diatasi oleh orang dan lembaga yang tepat, profesional dan amanah; serta cara yang tepat, profesional, dan amanah pula. Di sinilah ditunggu peran aktif LAZISNU.

Laporan angka 2 tahun di atas belum memasukkan LAZISNU Jatim dalam daftar penghitungan penghimpunan maupun penyaluran. Coba hitung jika LAZISNU Jatim turut dalam kontribusi penghitungan di tutup tahun 2017 ini. Sungguh perolehan dan peningkatan dahsyat akan kita saksikan, dan dominasi LAZISNU Jatim menjadi fakta yang tak mungkin dibantah dalam pemberian kemanfataan bagi masyarakat. (Laporan penghimpunan dan penyaluran ZIS disampaikan pada 20 Januari 2018).

Fakta di atas bisa jadi melegakan kita. Tapi, janganlah pongah dan mendongakkan kepala, karena banyak PR yang harus segera kita selesaikan seiring makin kompetitifnya persaingan LAZ dan dinamika internal LAZISNU yang sulit ditebak. 

Karenanya ada 4 hal yang harus segera kita kerjakan agar Brand Awareness LAZISNU semakin kokoh tertanam di hati masyarakat, yaitu ;

Pertama, penguatan lembaga LAZISNU. Ini adalah langkah standar dan paten yang wajib dilakukan. Lazim diketahui jika lemahnya manajemen dan kepemimpinanlah yang menjadi batu sandungan majunya lembaga. Pemilihan orang yang amanah, pemimpin yang terus terlibat dari awal sampai akhir dalam proses kelembagaan, dan manajemen yang profesional, adalah hal yang tak boleh diabaikan. Ini berlaku di semua tingkatan, baik di provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa.

Kunci keberhasilan LAZ adalah loyalitas muzakki/munfiq dan kebahagiaan mustahiq. Dirigen orkestrasinya tentu adalah Ketua LAZISNU. Jika Ketua tak terlibat aktif dalam seluruh proses kelembagaan, tentu akan berdampak moral bagi kinerja bawahan. Ingatlah posisi Ketua LAZISNU berbeda dengan ketua lembaga yang lain di struktur NU. LAZISNU mempunyai indikator jelas dan tegas dalam penilaian kesuksesan. Ada data angka fundraising dan pen-tasharuf-an yang bersifat kuantitatif; ada pula data kualitas program. Inilah mengapa, jika tak sanggup full time menjadi Ketua LAZISNU, lebih baik mundur.

Penguatan SDM juga menjadi PR serius. Manajemen dan pegawai LAZISNU harus terus di-upgrade skill dan karakternya. Pelatihan kader model PKPNU sebagai sarana penguatan nilai Aswaja pantas diberikan; di samping workshop peningkatan kemampuan fundraising dan tata kelola keuangan.

Kedua, konsolidasi kelembagaan. Peran ini harus mampu dimainkan oleh PW LAZISNU untuk menyinergikan kabupaten/kota; UPZISNU di kabupaten/kota untuk menyinergikan di tingkat MWC/Kecamatan; dan UPZISNU MWC untuk sinergi di tingkat desa/PRNU. 

Konsolidasi adalah harga mati yang tak boleh dibantah. Kuatnya NU karena adanya  jejaring hingga ke desa bahkan anak ranting di mushala dan masjid. Kekuatan ini harus kita pelihara dengan branding program yang sevisi, dan agar tak tumpang tindih dalam bergerak antarkekuatan di NU.

Ketiga, penguatan kreativitas fundraising. Di tahun 2016, khusus di Jawa Timur tercatat total muzakki berjumlah 16.217 orang dan mustahik 13.177 orang. Ini yang tercatat. Jumlah di luar itu pasti jutaan jika mengacu jumlah penduduk Jawa Timur yang mencapai 38,85 juta jiwa (BPS 2015).

Angka di atas sungguh potensi besar kasat mata yang harus dimanfaatkan. Ini Jawa Timur, dan NU adalah mayoritas. Jika kita bisa meraup potensi 25% saja, sungguh akan luar biasa kiprah gerakan LAZISNU ini.

Untuk itulah harus ada trik, strategi, dan model jitu dalam penguatan fundraising. Model Kaleng Kemandirian yang telah menjadi merk LAZISNU tentu terus dikampanyekan—karena hanya di NU yang bisa melakukannya hingga tingkat desa—sembari menguatkan strategi di ranah media daring. 

Sejumlah LAZ besar seperti DD Republika, Rumah Zakat Indonesia, Nurul Hayat, Daarut Tauhid, BMH bisa menjadi besar dan memperoleh fundraising jumbo karena media koran dan medsos. Bahkan Aksi Cepat Tanggap (ACT) bisa kuat brand-nya juga karena penetrasi digital champaign yang merajalela. Mereka berani membelanjakan dana banyak untuk menengguk dana fundraising miliaran.

Tidak bisa tidak, LAZISNU harus menatap masa depan era digital ini dengan bertarung pula di ranah media daring. Sudah saatnya kita tata secara profesional marketing medsos kita melalui fb, twitter, path, instagram, WAG, blog, website. Kita bangun brand image LAZISNU dengan team cyber yang profesional dan dinamis.

Keempat; penguatan kreativitas program. Ini adalah front office kita untuk menangguk dana fundraising. Program yang ditawarkan harus semenarik dan sedahsyat mungkin menghujam hati donatur. Pilihan kata, font tulisan, desain banner, promo via medsos harus dibuat eksotis dan eye catching.

Hal yang terpenting; pen-tasharuf-an program harus melibatkan dan bersinergi dengan lembaga/banom di NU. Karena sejatinya gerak langkah NU adalah gerak bersama seluruh kekuatan dan potensi di NU

Semoga ikhtiar kita bersama dalam membangun LAZISNU di Jawa Timur senantiasa dikuatkan, dibimbing, dan diridhai oleh Allah SWT.

*

Penulis adalah Direktur Executive NU Care- LAZISNU Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Warta, Doa, Syariah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Badal Haji Dibutuhkan Calon Jemaah Uzur

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Saifuddin Amsir menyatakan haji diwajibkan bagi setiap muslim yang mampu mengadakan perjalanan ke tanah suci. Perintah itu ditemukan di dalam Al-Quran.

Perihal kemampuan menurut keterangan ulama, sambung KH Saifuddin Amsir, meliputi kemampuan keuangan dan keamanan. Meskipun kondisi fisik yang terbatas dan terkendala usia, mereka yang mampu tetap wajib melaksanakan haji.

Badal Haji Dibutuhkan Calon Jemaah Uzur (Sumber Gambar : Nu Online)
Badal Haji Dibutuhkan Calon Jemaah Uzur (Sumber Gambar : Nu Online)

Badal Haji Dibutuhkan Calon Jemaah Uzur

“Mereka yang uzur secara usia bisa menggunakan badal haji,” kata KH Saifuddin Amsir kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal di kediamannya di bilangan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, Jakarta Timur, Rabu (11/9) malam.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mereka yang memiliki kemampuan finansial tetapi telah memasuki usia senja dengan keterbatasan fisik, dapat menggunakan badal haji. Selain mereka, badal haji juga bisa digunakan oleh mereka yang memiliki uzur syar‘i seperti sakit, lumpuh, atau uzur lainnya, tambah KH Saifuddin Amsir.

Badal haji, lanjut KH Saifuddin, merujuk pada praktik pengupahan tenaga seseorang untuk melaksanakan rukun dan wajib haji seseorang yang mempunyai uzur.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk mereka yang uzur, agama memberikan keringanan melalui badal. Seandainya  memaksakan diri, mudharat yang tidak dikehendaki akan terjadi, tutup KH Saifuddin saat ditemui di rumahnya seusai pulang mengajar di salah satu majelis taklim.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Syariah, News, Pendidikan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Pernikahan Dini oleh Gadis Pengungsi Suriah Marak di Yordania

Mafraq, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Fenomena pernikahan dini yang dilakukan para pengungsi Suriah di Yordania marak terjadi. Para perempuan usia belasan tahun dinikahkan orang tua mereka karena alasan ketidakpastian ekonomi dan ‘kehormatan’ anak-anak mereka yang rentan.

Keputusan mereka bukan tak berdampak negatif kepada para pengantin remaja ini. Kasus menjadi janda karena perceraian di usia yang muda dan kemiskinan tetap menyelmuti karena ketidaksiapan kedua mempelai, khususnya secara ekonomi.

Pernikahan Dini oleh Gadis Pengungsi Suriah Marak di Yordania (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernikahan Dini oleh Gadis Pengungsi Suriah Marak di Yordania (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernikahan Dini oleh Gadis Pengungsi Suriah Marak di Yordania

Data sensus Yordania menunjukkan, kasus tersebut mengalami tren peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2015, perempuan yang menikah pada usia 13-17 tahun sebesar 44 persen dari total perempuan Suriah di Yordania. Jumlah ini naik dibanding tahun 2010 yang berkisar 33 persen.

PBB dan pemerintah Yordania menyebut perkembangan ini sebagai tren berbahaya, baik bagi pengungsi sendiri maupun negara yang ditempati.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pernikahan dini menyebabkan angka putus sekolah meningkat. Apalagi para gadis remaja itu umumnya menikahi pria yang hanya beberapa tahun lebih tua darinya dan tanpa pekerjaan tetap. Selain melanggengkan kemiskinan, pernikahan usia dini juga potensial meningkatkan populasi penduduk. Pernikahan dengan sesama anak muda cenderung produktif menghasilkan keturunan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Ini berarti kita akan memiliki lebih banyak? penduduk, lebih banyak daripada yang dimiliki pemerintah Yordania," kata Maysoon Al-Zoubi, sekretaris jenderal Dewan Penduduk Tinggi Yordania, seperti dilansir AP, Selasa.

Data sensus November 2015 yang dikompilasi dengan studi terbaru memperlihatkan bahwa ada 9,5 juta jiwa yang tinggal di Yordania, termasuk 2,9 juta orang non-Yordania. Orang Suriah yang tinggal di sana mencapai 1.265.000 jiwa, jumlahnya berlipat ganda sejak konflik Suriah pada tahun 2011. Termasuk dalam jumlah orang Suriah ini adalah para buruh migran yang datang sebelum perang dan tak tercatat sebagai pengungsi. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pondok Pesantren, Syariah, Humor Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

LFNU Jombang Cetak Kader Falakiyah di Setiap Kecamatan

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pengurus Cabang (PC) Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Jombang kembali gelar pelatihan kaderisasi hisab dan rukyat, Ahad (19/11) di Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang. Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan yang digelar sebelumnya pada periode I tahap I.

Ketua LFNU Jombang Mujazun mengatakan, ia dan segenap pengurus harian LFNU Jombang yang lain berkomitmen mencetak kader-kader falakiyah secara merata. Ini dapat dilihat dari delegasi peserta kegiatan yang berasal dari lintas pengurus NU, mulai dari tingkat IPNU-IPPNU, santri dan perwakilan dari MWCNU se-Jombang.

LFNU Jombang Cetak Kader Falakiyah di Setiap Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
LFNU Jombang Cetak Kader Falakiyah di Setiap Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

LFNU Jombang Cetak Kader Falakiyah di Setiap Kecamatan

"Dalam kegiatan kaderisasi hisab dan rukyat di Pesantren Mambaul Maarif Denanyar diikuti kurang lebih 80 peserta. Mereka terdiri atas IPNU-IPPNU, para santri dan perwakilan MWCNU se-Kabupaten Jombang," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam pelatihan yang bekerja sama dengan pihak Pesantren Mambaul Maarif ini, Mujazun mengatakan bahwa para peserta disuguhi beberapa materi, yaitu hisab awal waktu shalat, hisab awal bulan hijriyah dengan sistem ephemeris, praktik ngukur arah kiblat dan teknik rukyatul hilal.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Materi-materi tersebut akan mendorong mereka dalam mencetak kader falakiyah ke depan," kata Mujazun.

Tak hanya itu, setelah pelatihan selesai, acara dilanjutkan dengan rukyatul hilal tanggal 1 Rabiul Awwal 1439 di Markaz Rukyah Lantai III Masjid Jami Denanyar Jombang. Para peserta tampak semangat dalam kegiatan praktik ini.

"Semangat para peserta dalam mengikuti kegiatan ini sangat kami apresiasi meskipun mulai pagi hingga petang hari para peserta tetap semangat dalam mengikuti tahapan-tahapan kaderisasi priode I tahap dua ini," tuturnya.

Mujazun mengatakan, kegiatan serupa sebagai tindak lanjut dari pelatihan kaderisasi priode I tahap dua ini akan kembali digelar pada Desember 2017 mendatang. Rencananya LFNU akan bekerja sama dengan pengurus MWCNU Kecamatan Ploso, Jombang.

"Mohon dukungannya, semoga misi kita membentuk dan menyiapkan kader falakiyah, khususnya di tingkat MWCNU bisa berjalan dengan baik dan bisa istiqamah," ucapanya. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaNu, Lomba, Syariah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Bagaimana Adab Mengikuti Majelis Shalawat?

Solo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Dalam sebuah kesempatan pengajian di Gedung Bustanul Asyiqin Solo, bertepatan pada saat malam ke-15 bulan Ramadhan (12/7), Pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf menerangkan beberapa hal yang perlu diperhatikan para jamaah ketika mengikuti majelis pembacaan shalawat atau maulid Nabi Muhammad SAW.

Bagaimana Adab Mengikuti Majelis Shalawat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Adab Mengikuti Majelis Shalawat? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Adab Mengikuti Majelis Shalawat?

“Majelis shalawat di beberapa tempat, alhamdulillah sudah bagus, sudah tertib. Di dalamnya ada ilmu, ratib, silaturahim, semua ini luar biasa kalau dijalankan dengan bagus,” terang Habib Syech di depan para jamaah dari Ahbaabul Musthofa, Syekhermania, dan Bolo Rosho.

Namun, lanjut Habib Syech, hal tersebut mesti dibarengi dengan beberapa adab. “Tempat duduk lelaki dan perempuan mesti dipisah,” tuturnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Kalau ada yang bawa bendera, tidak usah yang besar-besar. Jadi saya minta kalau ada bendera besar dari relawan, dinasehati untuk tidak dibawa, tapi dengan cara yang bagus. Kemudian boleh gerak, tapi tidak seperti orang joget, ini bukan dangdutan,” imbuhnya.

Menurutnya, para jamaah yang hadir ikut bergembira dalam majelis shalawat, maka saat itulah Allah akan mengabulkan doa, sebab saat gembira itu termasuk mustajab. “Namun gembira juga perlu adab, kalau dalam keadaan bergembira orang akan berdoa lepas, sedang orang yang bersedih biasanya berdoa ada embel-embelnya,”

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Terakhir, Habib Syech berharap dengan sering membaca shalawat dapat menjadikan keselamatan untuk semua. “Shalawat itu bisa membuat maksiat minggat, berkat shalawat hidup menjadi nikmat, shalawat menjadikan Indonesia jadi selamat,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Syariah, PonPes Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Santriwati Pesantren Nahdlatul Muta’allimin Berlatih Jurnalitistik

Probolinggo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Puluhan santriwati Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’alimin di Desa Kropak Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) jurnalistik, Sabtu (25/3).

Kegiatan yang dilaksanakan di aula pesantren ini dihadiri pemateri Ustadz Andri dari Pondok Pesantren Darul Qur’an. Dalam pelatihan ini mereka dilatih cara menulis berita, membuat profil berita dan cara mengambil berita yang baik.

Pelatihan ini dihadiri oleh jajaran pengasuh pesantren putri serta para alumni santri putra dan putri. Mereka berkumpul untuk belajar dan memberikan ilmu kiat-kiat jurnalistik.

Santriwati Pesantren Nahdlatul Muta’allimin Berlatih Jurnalitistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Santriwati Pesantren Nahdlatul Muta’allimin Berlatih Jurnalitistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Santriwati Pesantren Nahdlatul Muta’allimin Berlatih Jurnalitistik

Salah satu alumni Indra Subiantoro yang juga pengurus Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Provinsi Jawa Timur mengungkapkan bahwa diklat jurnalistik ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada santri putri tentang ilmu jurnalistik.

“Dengan diklat jurnalistik ini santri bisa belajar menulis sebagai bagian dari dakwah. Setidaknya santri bisa menulis apa yang didapat selama berada di lingkungan pesantren dan menyebarkannya kepada santri lain melalui tulisan bernilai dakwah,” katanya.

Melalui diklat jurnalistik ini Indra mengharapkan supaya bakat-bakat terpendam dari para santri putri bisa terpenuhi. Nantinya karya-karya dan hasil tulisan santri bisa disebarkan melalui media majalah dinding (mading).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Semoga dengan pengetahuan jurnalistik ini para santri putri bisa bersama-sama menulis menyebarkan ilmu kebaikan melalui majalah dinding sehingga bisa dibaca oleh santri lain. Dengan demikian, santri yang belum tahu bisa belajar melalui tulisan di mading,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Syariah, Nahdlatul Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

LPBHNU-Kemenkumkam DKI Kerjasama Tangani Hukum Bagi Orang Miskin

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal



Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU), Royandi Haikal, SH, MH, menandatangani Perjanjian Pelaksanaan Hukum Bagi Orang Miskin dengan Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi DKI Jakarta, di kantor Kanwil Kemenkumham RI Provinsi DKI Jakarta, Selasa 29 Maret 2016. 

Penandatanganan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari telah diakuinya LPBHNU sebagai Organisasi Bantuan Hukum (OBH) yang telah lulus verifikasi dengan akreditasi C, sebagaimana Sertifikat Akreditasi berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor M.HH-01.HN.03.03 Tahun 2016, thl 7 Januari 2016. 

LPBHNU-Kemenkumkam DKI Kerjasama Tangani Hukum Bagi Orang Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBHNU-Kemenkumkam DKI Kerjasama Tangani Hukum Bagi Orang Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBHNU-Kemenkumkam DKI Kerjasama Tangani Hukum Bagi Orang Miskin

Royandi Haikal menjelaskan, penganugerahan Sertifikat Akreditasi OBH kepada LPBHNU merupakan pengakuan terhadap eksistensi LPBH NU sebagai OBH yang sejajar dengan OBH lain seperti YLBHI, Posbakum, dan lainnya. Sertifikat Akreditasi tersebut juga menjadi dasar bagi LPBHNU untuk berperan dalam layanan bantuan hukum secara resmi, profesional dan akuntabel, sekaligus diisi dengan dakwah sebagai salah satu misi NU. “Semoga hal ini menjadi langkah awal yang positif bagi LPBHNU untuk berperan dalam proses penegakan hukum dan dakwah,” katanya.

Ia menambahkan wujud kemitraan antara LPBHNU dengan Pemerintah dalam memberikan bantuan hukum baik litigasi maupun nonlitigasi kepada orang miskin atau kelompok orang miskin sesuai dengan amanah UU No 16 Tahun 2016 tentang bantuan hukum. Red: Mukafi Niam

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Jadwal Kajian, Quote, Syariah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Agama belum Serius Dilibatkan dalam Penanganan Lingkungan

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kerusakan lingkungan dan perubahan iklim menjadi persoalan dan keprihatinan bersama. Persoalan ini tidak bisa diatasi oleh pemerintah saja, tetapi harus melibatkan seluruh komponen.  

Sayangnya  agama belum dilibatkan secara serius dalam penanganan isu lingkungan secara internasional. Agama hanya dijadikan bagian kecil yang tidak penting dalam menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan, padahal terdapat nilai-nilai penting dalam agama yang memerintahkan penganutnya menjaga lingkungan.

Agama belum Serius Dilibatkan dalam Penanganan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)
Agama belum Serius Dilibatkan dalam Penanganan Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)

Agama belum Serius Dilibatkan dalam Penanganan Lingkungan

Hal ini disampaikan oleh ustadz Nasrullah Jasam dalam acara Semiloka Peran Komunitas Agama dalam Memelihara Lingkungan, di Jakarta, Rabu (19/12). 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Berbagai kesepakatan internasional terkait masalah lingkungan hanya berupa solusi materi, tidak pernah kesepakatan tersebut menyinggung pentingnya agama dalam menanamkan nilai-nilai akhlak dan memberikan peran aktif dalam penjagaan lingkungan,” katanya.

Islam dengan tegas memerintahkan umatnya untuk menjaga dan memelihara lingkungan, bahkan dalam situasi perang sekalipun seperti tidak boleh menebang pepohonan demi menjaga lingkungan, bukan untuk memberi peluang kepada musuh untuk memperkuat diri dengan pepohonan. Rasulullah juga melarang buang hajat besar ataupun kecil di tempat mengalirnya air dan tempat tumbuhnya pepohonan karena tempat tersebut sering digunakan untuk berteduh.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam konteks modern, juga terdapat kerusakan yang sebenarnya tidak tampak secara inderawi, tetapi dampaknya lebih dahsyat, seperti terjadinya radiasi dan polusi. 

Penganut agama, masih melihat ketaatan hanya sebatas ibadah mahdhoh atau ibadah yang ditujukan kepada Allah, sedangkan persoalan lain seperti kesadaran menjaga lingkungan, belum dianggap menjadi bagian penting dalam kehidupan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sultonul Huda dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU). Agama hanya menjadi bagian kecil dalam penanggulangan bencana seperti memberikan trauma healing kepada korban bencana agar hatinya lebih tenang. Agama hanya dianggap menyangkut aspek batiniah, padahal agama juga bermanfaat untuk memcahkan berbagai persoalan sosial, yang sebagian menjadi akar dari persoalan berbagai bencana tersebut.

Ketua LPBI NU Avianto Muhtadi menyatakan persoalan yang terjadi dalam pengelolaan lingkungan karena implementasi. Belum ada koordinasi yang bagus diantara lembaga-lembaga pemerintah. Untuk penanganan bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjadi leading sektornya, tetapi koordinasi dengan kementerian lain tidak bisa berjalan dengan baik.

LPBI NU sendiri menjalankan program mulai dari advokasi sebelum terjadinya bencana sampai dengan pengelolaan pasca bencana. 

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Syariah, Kajian Sunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Merasuk ke Kehidupan, Menkominfo Ingatkan Dampak Penggunaan Smartphone

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengingatkan kehadiran digital yang masuk ke semua lini kehidupan.

“Digital tidak pandang bulu. Agama apapun, agama Islam sekalipun,” katanya saat menghadiri Peluncuran Aplikasi NU Mobile, Televisi NU Channel, Data Center, Arab Pegon, dan Mobil Halal Investigasi di halaman Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (17/11) malam.

Merasuk ke Kehidupan, Menkominfo Ingatkan Dampak Penggunaan Smartphone (Sumber Gambar : Nu Online)
Merasuk ke Kehidupan, Menkominfo Ingatkan Dampak Penggunaan Smartphone (Sumber Gambar : Nu Online)

Merasuk ke Kehidupan, Menkominfo Ingatkan Dampak Penggunaan Smartphone

Menurutnya, kehadiran digital menimbulkan banyak perubahan pada kehidupan. Dulu, katanya, qari dalam membaca Al-Qur’an itu membaca Al-Qur’an cetak, tapi sekarang qari tidak membawa Al-Qur’an cetak melainkan membacanya melalui ponsel.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal itu, menurutnya, sesuai dengan data yang menunjukkan bahwa penggunaan smartphone tidak terjadi perubahan. Dengan kata lain, aktivitas penggunaannya tetap tinggi, dari bangun sampai mau tidur.

“Jadi ini betul-betul merasuk ke kehidupan kita,” ujar pria kelahiran Bogor, Jawa Barat ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Oleh karena penggunaan yang sudah tak terbendung itu, Rudi pun mengingatkan tentang dampak positif dan negatif dari penggunaan smartphone.

Hadir pada peluncuran aplikasi ini Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum PBNU H Mochammad Maksum Machfoedz, Staf Kepresidenan Teten Masduki, Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghani, Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud, Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faisal Zaini, Bendahara Umum PBNU H Ing Bina Suhendra, dan lain-lain. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Syariah, Halaqoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Mahasiswa IAI Al-Khoziny dan Pelajar Sidoarjo Tingkatkan Keterampilan Menulis

Sidoarjo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Ikatan Penulis Mahasiswa Al-Khoziny (IPMA) menggelar pelatihan jurnalistik tingkat dasar yang diadakan di kantor MWCNU Buduran, Sidoarjo, Sabtu (14/1). Pelatihan ini diikuti sekitar 32 peserta dari tingkat SMA hingga perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

Menurut Ketua IPMA IAI Al-Khoziny, Ardina Kholidatul, pelatihan jurnalistik ini bertujuan memberikan pemahaman kepada calon wartawan muda agar dalam menulis berita sesuai dengan kode etik jurnalistik. Pasalnya, saat ini marak pemberitaan yang telah keluar dari rel jurnalistik.

Mahasiswa IAI Al-Khoziny dan Pelajar Sidoarjo Tingkatkan Keterampilan Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa IAI Al-Khoziny dan Pelajar Sidoarjo Tingkatkan Keterampilan Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa IAI Al-Khoziny dan Pelajar Sidoarjo Tingkatkan Keterampilan Menulis

"Kami berharap, dengan adanya pelatihan jurnalistik ini, para peserta mampu menulis berita yang objektif, akurat dan berimbang. Ketika benar-benar menjadi wartawan, mereka akan menjadi wartawan yang professional," kata Dina.

Acara pelatihan jurnalistik ini akan berlangsung selama dua hari, Sabtu-Ahad (14-15/1). Selama pelatihan, peserta diberikan materi jurnalistik dasar, reportase, hingga pengambilan gambar.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu pendiri IPMA M Zainal Abidin menambahkan, pelatihan jurnalistik ini harus digalakkan di semua komponen bangsa khususnya mahasiswa sebagai generasi muda. Karena, generasi muda harus mendapatkan pembekalan keterampilan terkait dengan tulisan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Karena saat ini perang yang paling efektif adalah perang tulisan atau di media sosial. Adanya pelatihan jurnalistik ini akan memberikan pembekalan yang cukup sehingga mahasiswa mengetahui bagaimana menulis, membuat, dan menganalisis berita yang benar, sesuai koridor yang telah disepakati oleh para ulama," kata pria yang juga Wakil Ketua PCNU Sidoarjo itu. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal News, Syariah, Halaqoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Ziarah, Menag: KH Ahmad Syaikhu Tokoh Nasional

Depok, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Almaghfurlah KH Ahmad Syaikhu adalah tokoh besar, jasanya bagi bangsa ini luar biasa, tidak hanya bagi umat Islam tapi juga bagi nonmuslim. Kiai Syaikhu bukan sekadar tokoh NU pada zamannya. Mantan Ketua DPR-GR era Bung Karno ini juga merupakan tokoh nasional.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan hal tersebut kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal usai jamaah Maghrib yang disambung berziarah di makam KH Ahmad Syaikhu. Lukman diminta untuk berbicara pada kuliah umum "Pendidikan Islam dan Tantangan Pembentukan Karakter Bangsa di Era Globalisasi" di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hamidiyah Depok, Senin (15/9/14) petang.

Ziarah, Menag: KH Ahmad Syaikhu Tokoh Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Ziarah, Menag: KH Ahmad Syaikhu Tokoh Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Ziarah, Menag: KH Ahmad Syaikhu Tokoh Nasional

“Warisan beliau berupa lembaga pendidikan Pesantren Al-Hamidiyah ini sangat bermanfaat. Dan kita amat bersyukur karena ahli warisnya, para putra-putrinya, berhasil melanjutkan apa yang dulu diperjuangkan dan dicita-citakan Almaghfurlah. Tentunya, kita harus memberi support agar keberadaan pesantren tetap terjaga. Syukur-syukur bisa dikembangkan terus sesuai situasi dan kondisi,” ujarnya.

Menteri yang mengaku pernah menjadi anggota dewan pengarah di Pesantren Al-Hamidiyah pada 1990-an ini merasa bangga karena capaian pesantren kini luar biasa. “Jadi, kita lagi-lagi harus bersyukur. Cara mensyukurinya adalah dengan tetap mengembangkannya sebisa mungkin,” harapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ditanya tentang kedekatan antara keluarga besar KH Ahmad Syaikhu dengan keluarga besar KH Saifuddin Zuhri, Menag mengatakan keduanya memiliki kedekatan emosional lantaran mereka berbesanan. “Putri tertua Kiai Syaikhu dengan putra pertama Kiai Saifuddin Zuhri membina rumah tangga. Jadi, sangat dekat hubungannya,” tuturnya sembari tersenyum.

Pada wawancara singkat tersebut, menteri agama memberi semangat dan motivasi bagi para santri untuk tetap istiqamah di pesantren. Karena bagi alumnus Pesantren Gontor Ponorogo Jatim ini, hidup di pondok tidaklah gampang lantaran banyak cobaan dan tantangan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Para santri agar tetap kerasan di pondok. Karena hidup mondok itu tidak gampang. Banyak cobaan dan tantangannya. Mudah-mudahan tetap diberikan kekuatan dan kesabaran oleh Allah SWT. Terakhir, semoga ilmu yang didapat berkah dan manfaat dalam rangka menebar kemaslahatan bagi sesama,” harapnya yang langsung diaminkan para santri yang mengerubungi menteri agama ini. (Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Syariah, Lomba Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sarbumusi Ungkap Empat Pilar Ekonomi China

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kunjungan Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) bersama 15 federasi pekerja selama lima hari (26-30 Nopember) ke China dan Hongkong ternyata tidak pulang dengan tangan hampa. Setidaknya, ada banyak wawasan dan ilmu yang sangat berharga yang bisa dibawa pulang dari negeri Tiongkok tersebut.

Ketua Umum Sarbumusi H Junaidi Ali SH mengungkapkan, sedikitnya ada empat faktor yang menjadi pilar perekonomian di negara berhaluan komunis tersebut. Pertama, katanya, adalah sistem politik. Sistem politik tertutup, otoritarian dan totalitarian—sebagaimana menjadi ciri khas negara komunis/sosialis lainnya—sangat mendukung iklim investasi.

“Sistem politik di sana (China-Red) menganut sistem satu partai, Partai Komunis China. Begitu juga sistem perburuhannya, yakni cuma ada satu serikat buruh yang langsung berada di bawah partai komunis itu,“ terang Junaidi, begitu panggilan akrab pemimpin tertinggi organisasi buruh di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) itu kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegaldi Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Senin (4/12).

Sarbumusi Ungkap Empat Pilar Ekonomi China (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi Ungkap Empat Pilar Ekonomi China (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi Ungkap Empat Pilar Ekonomi China

Konsekuensi dari sistem politik tersebut, kata Junaidi, adalah negara yang begitu kuatnya dengan sangat leluasa bisa mengatur sistem ekonomi yang aman untuk investasi dan aktivitas ekonomi lainnya. “Gejolak politik yang bisa mengganggu iklim investasi di sana, bisa diatasi dan hampir tidak ada,“ tandasnya.

Hal itu, tambahnya, berbeda dengan di Indonesia. Salah satu faktor mengapa investor enggan, bahkan takut untuk menanamkan modalnya, karena kondisi politik di negeri ini tidak stabil. “Sedikit-sedikit demo. Sedikit-sedikit mogok, rusuh. Belum lagi korupsi yang merajalela,“ pungkasnya

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Faktor kedua, lanjut Junaidi, yang menunjang perekonomian negeri Tirai Bambu itu  adalah kemudahan dalam hal pajak. “Di sana, 0-2 tahun, sebuah perusahaan bebas pajak. 2-5 tahun dikenakan pajak 50 persen. Lebih dari 5 tahun ada peraturan tersendiri,“ jelasnya.

Ditambahkan Junaidi, faktor ketiga adalah penguasaan negara terhadap tanah. Sebagaimana juga di negara komunis/sosialis lainnya, menurutnya, tanah dimiliki dan dikuasai oleh negara. Tak ada seorang pun yang memiliki hak pribadi atas tanah di negeri pimpinan Presiden Hu Jintao itu.

Diceritakannya, lima kota (Beijing, Shanghai, Suzhou, Guangzhou dan Shenzen) di China plus Hongkong, umumnya terdapat perumahan yang khusus untuk para buruh pabrik. Letak perumahan tersebut tak terlalu jauh dengan kawasan pabrik, sehingga memudahkan buruh untuk menuju tempat kerjanya.

Faktor keempat, kata Junaidi, adalah prosedur. Di negeri yang terkenal dengan Tembok China-nya itu, terutama untuk mendirikan usaha sangat mudah prosedurnya. “Jadi, kalau mau mendirikan usaha, prosesnya cuma butuh 3 hari. Kalau di sini (Indonesia) kan bisa 3 bulan. Itu pun belum karuan (tentu-Red) selesai,“ ungkapnya.

Satu hal lagi, imbuh Junaidi, yang juga turut mendukung kemajuan ekonomi China, terutama di sektor industri adalah tidak adanya status buruh tetap, semuanya buruh kontrak. Status itulah, katanya, cukup efektif untuk meningkatkan produktifitas kerja buruh, apalagi dengan besarnya jumlah penduduk China yang mencapai 1,3 milyar.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Bagi seorang buruh di mana pun, yang penting kerja. Biar kontrak yang penting jelas bekerja. Dari pada status tetap seperti PNS (Pegawai Negeri Sipil seperti di Indonesia-Red) tapi gaji nggak jelas,” terang Junaidi. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pertandingan, Syariah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Ribuan Jamaah Banjiri ‘Jatim Bershalawat’ di Surabaya

Surabaya, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ribuan umat Islam di Jawa Timur mengikuti acara “Jawa Timur Bershalawat” yang diselenggarakan oleh Majlis Maulid Wattalim Riyadlul Jannah, Jawa Timur. Acara berlangsung di Lapangan Makodam V Brawijaya, Sabtu (17/7) tadi malam di Surabaya.

Ribuan Jamaah Banjiri ‘Jatim Bershalawat’ di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Jamaah Banjiri ‘Jatim Bershalawat’ di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Jamaah Banjiri ‘Jatim Bershalawat’ di Surabaya

Ketua PBNU KH Said Aqil, Gubernur Jatim Soekarwo, Wakil Gubernur Saifullah Yusuf, Pangdam Brawijaya Mayjen (TNI) I Made Sukadana dan Pangarmatim Kawasan Intim Laksamana Muda (TNI) Darwanto, juga hadir pada kesempatan tersebut.

Gus Rofiqul Hamid sebegai ketua pelaksana acara mengatakan, tujuan dari acara ini salah satunya adalah silaturahim dan halal bihalal dengan para kiai sepuh dan ulama se-Indonesia, termasuk Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Acara shalawat bersama ini sepenuhnya inisiatif jamaah sendiri. Mereka yang semua berbakaian warna putih berduyun-duyun datang dari seluruh wilayah Jatim dengan swadaya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mereka sudah berdatangan sejak siang,? langsung ke lapangan untuk duduk dengan tertib. Ada yang datang perorangan, bersama keluarga, ada pula yang datang berombongan menggunakan 40 unit bus dari luar kota.

Meskipun shalawat sudah dimulai sejak Maghrib, tapi acara puncak dimulai pukul 21.00 setelah Gubernur dan pejabat teras yang lain naik ke panggung. Rombongan disambut dengan Shalawat

Dalam sambutannya Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengucap syukur karena Provinsi Jatim menjadi aman dan nyaman, ekonomi bagus, tidak ada bencana. "Hal ini bisa terjadi karena semua jamaah majelis shalawat selalu berdoa untuk aman dan suksesnya wilayah ini, " kata pria yang akrab disapa Pak De Karwo ini.

Sementara Pangdam Brawijaya Mayjen I Made Sukadana percaya bahwa pertempuran di Surabaya tanggal 10 November 1945 yang berhasil mengusir tentara Inggris bisa berhasil selain karena rakyat melawan dengan senjata juga karena para kiai dan ulama mengiringi perlawanan rakyat dengan doa.

"Karena itu sebagai Pangdam saya berharap agar umat Islam di Jawa Timur akan tetap bersama-sama dengan pemerintah daerah dan aparat untuk menjaga keamanan," kata I Made Sukadana yang baru tanggal 12 Juli lalu dilantik jadi Pangdam Brawijaya

KH Said Aqil Siroj yang terakhir menyampailan sambutan mengatakan, umat Islam baru saja menyelesaikan Ramadan disusul merayakan Idul Fitri dan sekarang berkumpul untuk bershalawat dengan aman.

"Keamanan dan kenyamanan ini wajib kita syukuri. Lihat saja di Arab Saudi, di Irak tempat lahirnya para ulama besar, di Afgjanistan dan Yaman. Di negara-negara Islam itu tidak ada keamanan karena bom bisa meledak sewaktu-waktu. Karena itu kita wajib bersyukur kepada Allah dan berterima kasih kepada pemerintah dan aparat keamanan," kata Said Aqil Siroj.

Sebelumnya, Saifullah Yusuf selaku penanggung jawab Jawa Timur Bershalawat menyampaikan terima kasih kepada para kordinator Majelis Shalawat yang datang dari seluruh wilayah Jawa Timur. Gus Ipul juga menyampaikan terima kasih kepada Pangdam Brawijaya dan staf yang mendukung penuh kegiatan ini, termasuk meminjamkan Lapangan Makodam sekaligus juga keamannya.

"Saya tahu para jamaah ini datang dengan ongkos sendiri dan bawa makanan sendiri. Mengapa? Karena kita semua cinta kepada Rasulullah dan cinta NKRI. Mudah-mudahan kecintaan kita kepada Kanjeng Nabi dan cinta kita pada negara akan terus kita pelihara," kata Gus Ipul.

Gerimis sempat turun sejak pukul 22.00 saat Said Aqil Siroj menyampaikan sambutan. Tetapi gerimis yang turun dalam waktu sekitar 15 menit itu tidak membuat jamaah meninggalkan tempatnya. Mereka tetap duduk lesehan di lapangan, hingga acara berakhir pukul 22.30. (Imam Kusnin Ahmad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Hikmah, Habib, Syariah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Pagar Nusa Tandatangani MoU dengan LP Ma’arif dan PGRI

Semarang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif NU dan Pengurus Besar Persatuan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). MoU ini terkait pelatihan pencak silat Pagar Nusa sebagai bagian dari kegiatan ekstrakurikuler sekolah.

MoU ditandatangani ketua Umum PP Pagar Nusa Aizuddin Abdurrahman, Ketua PP LP Ma’arif Arifin Junaidi dan Ketua Umum PB PGRI Sulistyo yang disaksikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, di lokasi Rapimnas Pagar Nusa di Pesantren Az Zuhri Semarang, Jum’at (27/3).

Pagar Nusa Tandatangani MoU dengan LP Ma’arif dan PGRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Tandatangani MoU dengan LP Ma’arif dan PGRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Tandatangani MoU dengan LP Ma’arif dan PGRI

Ketua PP LP Ma’arif Arifin Junaidi mengatakan, MoU ini merupakan formalisasi dari apa yang ditelah dijalankan selama ini. Sebelumnya, sudah ada kegiatan ekstrakurikuler pencak silat Pagar Nusa di sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan LP Ma’arif.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Ada 13 ribu sekolah dan madrasah di bawah naungan LP Ma’arif. Berarti Pagar Nusa harus menyiapkan 13 ribu pelatih,” katanya yang disambut “siap...” oleh ratusan para pemimpin Pagar Nusa dan ratusan pendekar yang hadir.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Arifin, selain mengajarkan pencak silat, diharapkan Pagar Nusa dapat menanamkan jiwa kesatria, daya juang dan semangat yang positif.

Ketua PB PGRI Sulistyo mengatakan, pihaknya menyambut baik tawaran Pagar Nusa untuk mengadakan kegiatan pelatihan Pagar Nusa di sekolah-sekolah. “Semoga penandatanganan MoU ini tidak sekedar formalitas, dan bisa kita tindaklanjuti secara serius,” katanya.

Sebelumya Ketua Umum Pagar Nusa Aizuddin Abdurrahman berpesan kepada pimpinan Pagar Nusa untuk mensosialisasikan kerjasama dengan LP Ma’arai dan PGRI ke daerah-daerah.

“Hasil Rapimnas ini saya harapkan dilaksanakan sampai ke bawah. MoU ini kita sosialisasikan di tingkat wilayah, cabang, sampai ke tingkat ranting,” katanya.

Rapimnas Pencak Silat NU Pagar Nusa dilaksanakan di Pondok Pesantren Azzuhri Ketileng Semarang, sejak Kamis (26/3). Rapimnas akan ditutup dengan Apel Kesetiaan pada Pancasila dan NKRI di lapangan Simpang Lima Semarang, Ahad (29/3) pagi, yang akan diikuti sekitar lima ribu pendekar Pagar Nusa. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Cerita, Syariah, Pertandingan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

PP IPPNU Buka Sayembara Cipta Puisi dan Cerpen

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) membuka sayembara penulisan puisi dan cerpen secara online. Pendaftaran dilayani mulai 21 April 2012 hingga 30 Juli 2012. Kategori peserta adalah pelajar dengan batas usia maksimal 25 tahun. Mereka yang sudah duduk di perguruan tinggi, masuk dalam hitungan. Peserta wajib mengirimkan hasil scane atau foto kartu pelajar, kartu mahasiswa, atau KTP.

Untuk lomba cipta karya puisi, pihak panitia memberikan sejumlah ketentuan. Puisi berbahasa Indonesia dengan tema Perempuan atau Pendidikan. Dengan jarak 1 ½ spasi, puisi ditulis dengan Font Times New Roman. Karya yang ikut kontes, murni ciptaan peserta. Karenanya, peserta melampirkan surat pernyataan berisi keaslian karyanya. Tema puisi pun tidak menyinggung isu pornografi, SARA, atau pelanggaran perundang-undangan yang berlaku.

PP IPPNU Buka Sayembara Cipta Puisi dan Cerpen (Sumber Gambar : Nu Online)
PP IPPNU Buka Sayembara Cipta Puisi dan Cerpen (Sumber Gambar : Nu Online)

PP IPPNU Buka Sayembara Cipta Puisi dan Cerpen

Sementara untuk cerpen, panitia memberikan keluasan tema, Pesantren, Perempuan, dan Pendidikan. Kontestan yang menggarap cerpen dengan tema Pesantren, haruslah seorang santri. Karenanya, ia mesti melampirkan hasil scane atau foto kartu tanda santrinya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Karya belum pernah diikutkan dalam sebuah sayembara dan belum pernah dimuat di media massa manapun. Peserta diperkenankan mengirim lebih dari satu karya dengan catatan dikirim lewat email berbeda. Peserta wajib menyebarkan informasi sayembara yang tertera dalam facebook ‘Pimpinan Pusat Ippnu’ ke 10 teman facebook-nya. Peserta tidak sedang mengikutkan karya tersebut dalam satu sayembara.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk mendaftarkan karyanya, seorang peserta dikenakan biaya sebesar Rp.20.000 untuk 1 puisi dan Rp.30.000 untuk 1 cerpen yang dikirim ke rekening Bank BNI Cabang Kramat, Jakarta Pusat dengan nomor 0091006801 atas nama ‘Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama’.

Usai mentransfer, peserta mesti mengirimkan pesan ke nomor kontak panitia, 0853 3525 4365 dengan kalimat ‘Telah transfer sejumlah Rp.20.000 untuk pendaftaran Puisi (tulis judul puisi) atas nama (isi nama lengkap peserta)’ atau ‘Telah transfer sejumlah Rp.30.000 untuk pendaftaran Cerpen (tulis judul cerpen) atas nama (isi nama lengkap peserta)’.

Setelah lewati prosedur di atas, peserta bisa mengirimkan karyanya ke alamat email ‘pp.ippnu@yahoo.com’. Dalam email, peserta wajib mencantumkan nama lengkap, alamat, kode pos, nomor kontak, hasil scane atau foto slip setoran biaya pendaftaran, hasil scane atau foto kartu pelajar/kartu mahasiswa/KTP peserta, dan surat pernyataan keaslian karya. Karya dikirim dalam bentuk attachment. Untuk blanko Subject di email, peserta dapat mengisinya ‘Lomba Puisi-(Judul Puisi)-(Tema Puisi)-(Nama Pengarang)’ atau ‘Lomba Cerpen-(Judul Cerpen)-(Tema Cerpen)-(Nama Pengarang)’.

Panitia membukukan 40 puisi pilihan dari karya para kontestan. Cerpen pun demikian. Sejumlah 40 cerpen pilihan, akan dicetak dalam sebuah buku. Panitia menyediakan uang sebesar 2 juta bagi pemenang pertama cipta puisi, 1 ½ juta bagi pemenang kedua, dan 1 juta bagi pemenang ketiga.

Adapun lomba cipta cerpen, panitia menyediakan uang sebesar 3 juta bagi pemenang pertama, 2 juta bagi pemenang kedua, dan 1 juta bagi pemenang ketiga. Selain uang, panitia menyiapkan piagam penghargaan dan buku antologi karya pilihan bagi setiap pemenang.

Bagi yang berminat, pembaca dapat menggali keterangan lanjut dengan menghubungi Rien Zumaroh di nomor kontak 0853 3525 4365 atau PP IPPNU, (021) 3923268 Jl. Kramat Raya No. 164 Jakarta Pusat, 10430.

Pengumuman pemenang, akan diinformasikan di akun facebook ‘Pimpinan Pusat Ippnu’. Usai pengumuman, panitia selambatnya 2 minggu, akan mengirimkan hadiah ke rekening dan alamat pemenang. Sebelumnya panitia akan memastikan rekening dan alamat yang bersangkutan lewat email.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Syariah, Nahdlatul Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 29 November 2017

Mahad Aly Termas Gelar Wisuda Perdana

Pacitan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ma’had Aly atau Pesantren Tinggi Attarmasi Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan menggelar rapat senat terbuka dalam rangka wisuda Sarjana ‘Alimiyah (S.A) tahun akademik 1435 H/ 2014 M, Rabu (18/6) malam.

Sebanyak 33 Mahasantri dari angkatan pertama dan kedua diwisuda oleh Mudir Ma’had Aly Attarmasi KH. Luqman Harist Dimyathi. Mereka dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Sarjana ‘Alimiyah ( S.A) pada konsentrasi Ilmu Fiqh dan Usul Fiqh.

KH. Luqman Harist Dimyathi dalam sambutanya menyampaikan ungkapan syukur yang sangat besar atas terselenggaranya Wisuda Perdana Ma’had Aly ini. Ma’had Aly Attarmasi yang diresmikan oleh Menteri PDT RI Lukman Edy pada tahun 2006 lalu merupakan kebangkitan dari sebuah lembaga yang bernama Qismunnidhom yang pernah didirikan oleh Almagfurlah Kyai Hamid Dimyathi sekitar tahun 1934 silam.

Mahad Aly Termas Gelar Wisuda Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahad Aly Termas Gelar Wisuda Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahad Aly Termas Gelar Wisuda Perdana

“Berdirinya Ma’had Aly Attarmasi mendapat dukungan dan respon yang sangat positif dari para masyayikh, alm. KH. Sahal Mahfud Rais Aam PBNU Waktu itu dan KH. Said Aqil Siroj juga turut memberikan do’a restu,” Ungkapnya mengenang awal-awal didirikanya Ma’had Aly.

Ma’had Aly, kata Luqman Harits, merupakan sebuah lembaga pasca aliyah yang didirikan dalam rangka menyiapkan kader-kader ulama yang menguasai khazanah keilmuan kepesantrenan yang sangat dibutuhkan pasa masa kini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kiai muda yang tercatat sebagai wakil Ketua PWNU Jatim itu  berharap kepada para lulusan Ma’had aly agar jangan merasa puas dengan keilmuan yang telah dimilikinya, harus terus mengembangkan keilmuanya dengan tetap melanjutkan belajar kapanpun dan dimanapun berada.

Lebih lanjut, KH. Fuad Habib Dimyathi Pimpinan Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan juga berpesan tentang pentingnya mengamalkan ilmu yang telah di peroleh di Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan. lebih- lebih bagi yang telah bertambah ilmunya harus bertambah pula kemuliaan Akhlaqnya, bertambah rasa tawadhuknya, bertambah baik amalnya dan semakin bertambah dekat serta takut kepada Allah SWT.

Sementara itu, Sekjen Pengurus Pusat RMI (Robithoh Ma’ahid Islamiyah) KH. Miftah Faqih yang hadir dalam acara tersebut memberikan orasi ilmiyah tentang kepesanterenan kepada para wisudawan dan segenap keluarga besar Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan serta hadirin yang memenuhi Halaman masjid Pondok Tremas.

Ia menyampaikan  kebangganya dengan adanya Ma’had Aly di Indonesia khususnya di Pondok Tremas.  yang mana lulusan ma’had aly sangat dibutuhkan pada masa dewasa ini karena indonesia tengah mengalami krisis ulama’. Indonesia tidak dapat lepas dari peran pesantren karena pesantren adalah lembaga pendidikan asli nusantara yang telah berdiri jauh sebelum negeri ini merdeka.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Acara Wisuda Perdana Sarjana ‘Alimiyah Ma’had Aly Attarmasi merupakan salah satu rangkaian kegiatan Haflah Akhirudirosah dan Wisuda Purna Belajar santri kelas III aliyah Mu’adalah Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan. selain itu juga telah digelar beberapa kegiatan diantaraya penataran calon guru TPA/Madin, ikhtitamunnasyathot Osma-Orda dan konser musik gambus. (Zaenal Faizin/Anam)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Warta, Doa, Syariah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jamuri Solo Ambil Sikap Netral dalam Pilpres

Solo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Komunitas pecinta sholawat Jama’ah Muji Rasul Putri (Jamuri) di Soloraya, memiliki sikap politik yang sama dengan Jamuro terkait netralitasnya dalam Pilpres 9 Juli nanti. Pernyataan resmi in disampaikan Ketua Jamuri Nyai Sihah Wal’afiyah dalam kunjungan rutin di kediaman Ibu Purnomo, istri wakil wali kota Solo, Selasa (1/7) sore.

Jamuri Solo Ambil Sikap Netral dalam Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamuri Solo Ambil Sikap Netral dalam Pilpres (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamuri Solo Ambil Sikap Netral dalam Pilpres

“Dalam pilpres nanti Jamuri mengikuti jejak Jama’ah Muji Rosul pimpinan Kiai Abdul Karim Pengasuh pesantren Az-Zayyady, Laweyan, Solo yang tidak mengimbau jamaahnya mendukung salah satu capres. Namun begitu, pecinta sholawat hendaknya memilih pemimpin yang sekiranya juga cinta shalawat,” kata Nyai Sihah.

Jamaah Jamuri pun semakin banyak jumlahnya karena tak lepas dari peran pemimpin daerah dalam keikutsertaanya membumikan sholawat di kota Solo.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Ibu walikota Solo yang dulu itu tidak pernah absen ikut mengundang Jamuri untuk bersholawat di kediamannya setiap even safari 30 hari Jamuri di bulan Maulud. Demikian dengan ibu wakil walikota Solo sekarang,” imbuhnya. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara sesepuh Jamuri Nyai Aliyyuddin mengajak jama’ah untuk selalu berdo’a agar Indonesia memiliki pemimpin yang layak. “Semoga kita dipilihkan pemimpin terbaik dan terpilih yang bisa membawa negeri ini menuju negeri yang subur makmur, adil, dan aman,” harap Nyai Aliyyuddin. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Syariah, Daerah, Santri Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 24 November 2017

Batu, Kota Berhawa Sejuk itu "Memanas"

Malang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal
Kota Batu, Jawa Timur yang berhawa sejuk itu tiba-tiba "memanas", setelah pada Rabu (9/11) petang, beberapa kali ledakan bom dan senjata menggema dari kawasan Perumahan Flamboyan Indah Blok A/1, di kota berpenduduk 166.882 jiwa tersebut.

Ledakan yang diperkirakan mencapai 11 kali itu berawal ketika aparat dari jajaran Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Terorisme Mabes Polri, berusaha menyergap lokasi yang ditengarai sebagai tempat persembunyian tokoh asal Malaysia yang paling dicari terkait dengan terorisme di Tanah Air, Dr Azahari dan Noordin M Top.

Menurut saksi mata, penyergapan yang diwarnai baku tembak serta dua kali ledakan keras yang terdengar hingga radius beberapa kilometer dan beberapa kali --sembilan-- di antaranya ledakan-ledakan kecil, dilaporkan menelan empat korban jiwa di pihak tersangka teroris dan seorang anggota polisi luka-luka.

Korban meninggal yang hingga kini belum diketahui identitasnya dan masih berada di TKP, belum dievakuasi itu, diduga merupakan penghuni Villa Nova Perumahan Flamboyan yang menjadi target penyergapan aparat, sedangkan satu korban luka-luka diketahui dari aparat kepolisian bernama Brigadir Khairuddin, anggota Tim Anti Teror Densus 88 Mabes Polri.

Penyergapan kawanan teroris tersebut, sempat menyita perhatian masyarakat setempat. Masyarakat tampak memadati sekitar lokasi penyergapan. Meskipun demikian, lokasi penyergapan kini dijaga ketat aparat keamanan dan telah dipasang garis pembatas polisi (police line).

Bahkan warga sekitar TKP, beberapa di antaranya harus mengungsi ke rumah tetangga atau kerabat terdekat, karena was-was. Sementara aliran listrik sekitar kejadian malam itu padam. Hanya rumah Darsa yang dimanfaatkan Kapolri dan Pangdam V Brawijaya serta Walikota Batu untuk menjadi tempat pertemuan --koordinasi-- dilengkapi generator listrik menyala.

Ratusan wartawan yang ingin meliput aksi penyergapan juga tertahan pada jarak sekitar 200 meter dari, sedangkan masyarakat yang terlihat menyemut, tampak menumpuk pada jarak sekitar 500 meter dari lokasi penyergapan.

Kapolda Jatim, Mayjen Pol Edy Sunarno, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Samsul Mappareppa dan Kapolri Jenderal Sutanto, segera meluncur ke lokasi penyergapan yang berjarak sekitar 102 kilometer selatan Surabaya, atau 18 kilometer barat daya Kota Malang.

"Hiruk-pikuknya" Kota Batu yang dikenal sebagai kawasan produsen apel itu, memang cukup mengagetkan masyarakat setempat. Sebab, "Kota Apel" Batu, selama ini dikenal sebagai kota tujuan wisata andalan di Jawa Timur yang tenang dan berhawa sejuk.

Penyergapan yang sempat "memanaskan" situasi Kota Batu itu, mendapatkan tanggapan beragam dari masyarakat luas. Tetapi, dari tanggapan tersebut tampaknya banyak yang memberikan penilaian positif atas kerja aparat dalam memburu para teroris.

Peristirahatan

Kota Batu yang memiliki luas 202.800 km persegi, di sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Dau dan Kecamatan Wagir, sebelah barat dengan Kecamatan Pujon, sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Karang Ploso dan Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, sedangkan sebelah utara dengan Kabupaten Mojokerto dan Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Wilayah kota Batu --Dati II termuda/bungsu ke-38 di Jatim--, terdiri dari tiga kecamatan dan 23 desa/kelurahan. Ketiga kecamatan itu adalah Kecamatan Batu, Kecamatan Bumiaji dan Kecamatan Junrejo.

Menurut sejarah, sejak abad ke sepuluh, wilayah Batu dan sekitarnya dikenal sebagai tempat peristirahatan keluarga kerajaan Singosari, karena wilayah tersebut merupakan daerah pegunungan berhawa sejuk, nyaman dan didukung panorama alam pegunungan menawan.

Pada masa pemerintahan Raja Mpu Sendok, seorang petinggi kerajaan bernama Mpu Supo, diperintah Raja Sendok untuk membangun tempat peristirahatan keluarga kerajaan di pegunungan yang di dekatnya terdapat mata air. Lokasi tersebut kini dikenal sebagai kawasan Wisata Songgoriti, yang letaknya berdekatan dengan kawasan Perumahan Flamboyan.

Kota Batu terletak di dataran tinggi di kaki Gunung Panderman dengan ketinggian berkisar 700 hingga 1.100 meter di atas permukaan laut. Sementara itu, nama Batu yang hingga kini belum diketahui kapan digunakan. Tetapi, berdasarkan penuturan pemuka masyarakat setempat, sebutan Batu berasal dari nama seorang ulama pengikut Pangeran Diponegoro yang bernama Abu Ghonaim atau disebut sebagai Kyai Gubug Angin yang selanjutnya masyarakat setempat akrab menyebutnya dengan panggilan Mbah Wastu.

Diduga karena kultur Jawa yang sering memperpendek dan mempersDari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nasional, Syariah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Batu, Kota Berhawa Sejuk itu Memanas (Sumber Gambar : Nu Online)
Batu, Kota Berhawa Sejuk itu Memanas (Sumber Gambar : Nu Online)

Batu, Kota Berhawa Sejuk itu "Memanas"

Minggu, 19 November 2017

Grebek Agung Pajang Digelar

Sukoharjo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Paguyuban Patilasan Kasultanan Pajang dan Paguyuban Kawulo Keraton Surakarta Hadiningrat (Pakuso) menggelar Grebek Agung Pajang, Ahad (3/2).

Acara tersebut bertujuan untuk melestarikan budaya dan dalam rangka memperingati Maulid Nabi saw. “Grebek ini merupakan acara pertama kami dan kami berencana menjadikannya sebagai agenda tahunan yang dilaksanakan berdekatan dengan Maulid Nabi,” kata Ketua Paguyuban Patilasan Kasultanan Pajang, Suhadi Mulyono.

Grebek Agung Pajang Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)
Grebek Agung Pajang Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)

Grebek Agung Pajang Digelar

“Selain itu, kami juga ingin mengenalkan kembali Kasultanan Pajang sebagai cikal bakal Keraton Surakarta Hadiningrat,” lanjutnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut salah satu panitia penyelenggara acara tersebut, R Dimas Sukoco, dua gunungan dikirab dalam acara tersebut. “Satu gunungan berbentuk kerucut melambangkan laki-laki dan satu gunungan kerucut terbalik melambangkan perempuan. Keduanya terbuat dari ketela,” jelas Dimas.

Ketela Pajang yang akan dibuat gunungan diklaim pernah terkenal hingga mancanegara pada masa silam.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pada acara tersebut, dilakukan kirab dengan rute dari pasanggrahan induk patilasan Kasultanan Pajang menuju timur (Jalan Joko Tingkir) kemudian menuju ke utara (Jl Slamet Riyadi, Kartasura) dan berakhir di bekas Kasultanan Pajang.

Selain melakukan grebek, Suhadi mengungkapkan, juga dilakukan berbagai macam acara lain seperti wilujengan gantos langse agung pajang Kiai Beluk dan wayangan untuk memperingati kelahiran Joko Tingkir.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaNu, Syariah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock