Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Kiai Said Nyatakan Bersedia Buka Munas Keempat KMNU

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Jumat (29/12) lalu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menerima audiensi dari Pengurus Pusat Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (PP KMNU) di Gedung PBNU Jl Kramat Raya No 164, Jakarta Pusat.

Rombongan KMNU datang diketuai Presidium Nasional (Presnas) I KMNU Hamzah Alfarisi beserta 12 anggota lainnya yang merupakan pengurus KMNU Nasional, Panitia Munas ke-4, dan perwakilan KMNU Perguruan Tinggi antara lain KMNU IPB,  KMNU STIS, dan Iman STAN.

Kiai Said Nyatakan Bersedia Buka Munas Keempat KMNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Nyatakan Bersedia Buka Munas Keempat KMNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Nyatakan Bersedia Buka Munas Keempat KMNU

Tujuan audiensi selain bersilaturahim, juga mengundang KH Said Aqil Siroj untuk membuka Musyawarah Nasional ke-4 KMNU yang akan diadakan di Bogor, akhir Januari 2018 mendatang.

Hamzah memaparkan bahwa kegiatan Munas ke-4 KMNU akan diikuti oleh 24 KMNU Perguruan Tinggi se-Indonesia dan Malaysia.

Kiai Said menyambut baik perkembangan yang dicapai KMNU saat ini. Ia menyampaikan bahwa tantangan kehidupan bernegara saat ini cukup berat.

“Untuk menjadi radikal sangatlah mudah, namun untuk tetap teguh bersikap moderat itulah yang susah. Dibutuhkan komitmen kuat untuk tidak condong kiri dan tidak pula condong kanan,” tutur Kiai Said.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia meneruskan amanah NU sangat banyak. Amanah itu harus dikerjakan bersama-sama.

"Walau banyak fitnah yang ditujukan ke kita, jangan pernah menyerah. Percayalah bahwa mengurusi NU insyaallah banyak berkahnya,” imbuh Kiai Said.

Hamzah mengungkapkan bahwa apa yang dikerjakan KMNU tidak ada niat untuk menjadi pesaing bagi pihak mana pun.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Sebagai santri, kami hanya ingin dapat berkontribusi, mengambil peran yang masih kosong dan pada akhirnya bisa saling melengkapi untuk mengerjakan tugas NU yang sangat besar tersebut.”

 

Pada akhir perbincangan, Kiai Said mengungkapkan kesediannya untuk menghadiri dan membuka Munas ke-4 KMNU. (Ahmad Nur Faid/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaSantri, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

PWNU Bali Siapkan Pendirian Perguruan Tinggi NU

Bali, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Bali telah membentuk tim khusus untuk mempersiapkan pendirian perguruan tinggi Nahdlatul Ulama di Bali.

Ketua PWNU Bali H Abdul Aziz ditemui di sela-sela Munas-Konbes NU 2017 di Lombok mengatakan, bahwa tim yang sudah bekerja delapan bulan ini, sedangkan terus menyusun persyaratan adminstrasi yang dibutuhkan Kementrian Dikti.

PWNU Bali Siapkan Pendirian Perguruan Tinggi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Bali Siapkan Pendirian Perguruan Tinggi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Bali Siapkan Pendirian Perguruan Tinggi NU

"Setidaknya sudah kami penuhi delapan persen persyaratan administrasi. Kami sangat intens berkomunikasi dengan PBNU," jelasnya.

H Aziz sangat optimis bahwa nantinya jika perguruan tinggi NU yang menurut rencana didirikan di Denpasar ini akan menjadi pilihan utama bagi lulusan sekolah-sekolah menengah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Tentunya ini menjadi peluang bagi kami, bahwa ini bisa berjalan dengan baik jika dikelola dengan profesional," tegasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

H Aziz mengakui, kendala utamanya adalah menyiapkan SDM pengajarnya karena persyaratan untuk menjalankan perguruan tinggi sekarang ini cukup ketat. Salah satunya harus ada enam dosen tetap yang linier di setiap prodi.

"Ini yang akan kita carikan solusi karena memang selama ini masalah SDM adalah masalah utama," terangnya. (Abraham Iboy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaSantri, Ubudiyah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Kiai NU Sudah Saatnya Dakwah di Dunia Maya

Purwakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Di era digital seperti sekarang, kiai NU semestinya tidak hanya berdakwah di dunia nyata tapi harus mulai berdakwah di dunia maya. Karena daya jangkau yang lebih luas, praktis dan privasi yang kuat membuat dakwah di dunia maya ini menjadi sangat penting.

Demikian salah satu poin yang disampaikan oleh KH Maman Imanulhaq saat mengisi materi dalam kegiatan Pendidikan Kader NU di Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta, Ahad (28/2).

Kiai NU Sudah Saatnya Dakwah di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai NU Sudah Saatnya Dakwah di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai NU Sudah Saatnya Dakwah di Dunia Maya

"Memperkuat? dakwah di hadapan jamaah majelis taklim, pesantren, dan publik secara langsung harus tetap dijalankan," kata Kang Maman yang saat ini dipercaya sebagai Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Keadaan zaman ini juga mengharapkan para kiai untuk menyapa dan menyentuh pengguna media sosial yang didominasi oleh anak-anak muda, kaum kosmopolitan, dan kelompok sekuler yang haus akan nilai spiritualitas yang rasional, toleran, dan damai.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kita harus mengakui bahwa kiai-kiai NU masih belum banyak mengisi ruang dakwah cyber," tambahnya.

Untuk itu, kita mengharapkan para kiai untuk memanfaatkan jaringan internet, terutama media sosial agar ajaran-ajaran Islam yang moderat, toleran, damai dan rahmatan lil alamin dapat menyentuh jamaah yang ada di dunia maya.

"Adanya propaganda intoleransi, radikalisasi, terorisme, pornografi dan amoral di dunia maya itu karena kurang berperannya kelompok moderat di sana," kata Pengasuh Pesantren Al-Mizan ini.

Menurut Kang Maman, sebuah postingan di media sosial dapat memberikan pengaruh terhadap sebuah kebijakan publik atau bisa juga dijadikan sebagai rujukan media massa.

"Saya pernah ngetwit kemudian banyak yang baca karena followers saya banyak, kemudian twit tersebut dijadikan sebagai rujukan kebijakan," tambahnya.

Para kiai juga diharapkan menggandeng anak muda untuk mendokumentasikan pengajian kitab kuning di pesantren, ceramah di majelis dan tablig akbar para kiai NU yang berisi ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah, prinsip? ke-NU-an, dan nilai kebangsaan.

Tiga hal yang menjadi ciri khas kiai NU ini kemudian diunggah di medsos dan Youtube agar bisa diakses publik yang lebih luas di seluruh dunia. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, AlaSantri, Habib Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Ulama Tasawuf Asia Tenggara Berkumpul di Gorontalo

Gorontalo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sebanyak 300 ulama tasawuf se-Asia Tenggara berkumpul di Kota Gorontalo 14-16 November 2017. Berkumpulkan para ulama tauhid tasawuf se-Asia Tenggara di Kota Gorontalo, mendapat sambutan positif dari masyarakat termasuk Pemerintah Kota Gorontalo dan Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Para ulama tersebut datang ke Gorontalo untuk menghadiri Muzakarah Pengkaderan Tauhid Tasawuf Asia Tenggara I. Pembukaan Muzakarah berlangsung di Masjid Baiturrahim, Gorontalo, Selasa (14/11), oleh Wagub Gorontalo Idris Rahim. 

Ulama Tasawuf Asia Tenggara Berkumpul di Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Tasawuf Asia Tenggara Berkumpul di Gorontalo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Tasawuf Asia Tenggara Berkumpul di Gorontalo

Hadir dalam pembukaan ini antara lain Pimpinan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf AsiaTenggara Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi; Wakil Gubernur Provinsi Gorontalo Idris Rahim; Walikota Gorontalo Marten Taha; para ulama, pimpinan pondok pesantren, tokoh masyarakat, pejabat Pemprov Gorontalo serta Pemkot Gorontalo.

 

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim menyatakan, tauhid tasawuf merupakan ilmu warisan Rasulullah yang sangat diperlukan oleh masyarakat.

“Tauhid tasawuf merupakan ilmu yang sangat penting dalam membina akhlak, karena itu saya harap bisa membangun akhlak masyarakat yang mulia,” tegasnya. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lebih lanjut, penyelanggaran Muzakarah Pengkaderan Tauhid Tasawuf sejalan dengan dengan 8 program unggulan Pemerintah Provinsi Gorontalo, yang salah satunya fokus pada kegiatan keagamaan dan budaya yang lebih semarak.

"Gorontalo itu dikenal dengan daerah Serambi Madinah, yang memiliki filosofi adat bersendikan sara dan sara bersendikan kitabullah," imbuh Wagub.

Wagub sangat mendukung setiap kegiatan keagamaan yang tujuannya untuk meningkatkan keimanan dan membangun silaturrahim antara sesama umat demi kemaslahatan daerah, bangsa dan negara.

Sementara itu, Walikota Gorontalo menyatakan sangat senang dengan kedatangan para ulama tasawuf dari berbagai negara, terutama ulama kharismatik asal Aceh Abuya Syekh Amran Waly Al-Khalidi yang menjadi pimpinan MPTT.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Gorontalo dan Aceh merupakan dua kota istimewa, Aceh memiliki julukan Kota Serambi Mekah, dan Gorontalo memiliki julukan Kota Serambi Madinah,” ujarnya. 

Dalam tausiyahnya Abuya Syekh H Amran Waly Al-Khalidi menyatakan, tujuan belajar tasawuf agar kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, senantiasa merasakan kehadiran Allah di manapun kita berada.

Abuya berharap kepada para pakar tauhid tasawuf sebagai ulama pewaris para nabi, agar kehadirannya membawa rahmat untuk sekalian alam. 

Muzakarah Pengkaderan Tauhid Tasawuf dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Huda, Gorontalo.  Dalam Muzakarah ini hadir para ulama tasawuf antara lain Muhammad Dhiauddin Kuswandi (Pimpinan Keluarga Besar Wali Songo), Syekh Rohimuddin Al-Bantany (Pimpinan Kerukunan Ulama Nusantara), KH Zein Djarnuzi (Pimpinan Pondok Pesantren Raudhoh Al-Hikam, Indonesia, Syekh Thoriqoh Qodiriyah Wanaqsabandiyah/TQN), KH Ahmad (Cirebon), Abi Razali (Malaysia) dan sejumlah ulama dari Thailand dan Filipina. (Firmansyah Rohim/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pertandingan, Berita, AlaSantri Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

NU Tamanan Peringati Harlah Ke-4 Jams Bond

Bondowoso, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur bersama Jamiyah Sholawat Bondowoso (Jams Bond) menyelenggarakan mejelis shalawat bertema “Lembur dalam Cinta al-Musthafa SAW”.

NU Tamanan Peringati Harlah Ke-4 Jams Bond (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tamanan Peringati Harlah Ke-4 Jams Bond (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tamanan Peringati Harlah Ke-4 Jams Bond

Acara yang diikuti masyarakat secara umum ini digelar dalam rangka memperingati hari lahir Jams Bond. Majelis shalawat berlangsung di alun-alun Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Rabu (12/10).

Ketua MWCNU Kecamatan Tamanan KH Masrur Husnan mengatakan, perhelatan tersebut sesungguhnya merupakan bagian dari agenda rutin. Hanya saja, kali ini bertepatan dengan hari jadi ke-4? Jams Bond.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Alhamdulillah jam’iyah ini anggotanya sudah di luar dari Tamanan, juga ada dari Kecamatan Tlogosari, Maesan, dan Jambesari, yang aslinya jam’iyah shalawat Tamanan menjadi jamiyah sholawat Bondowoso," katanya di lokasi.

Ia juga menyampaikan rentetan acara yang meliputi khataman Al-Qur’an, paragliding (para layang), atau paramotor sekaligus menyebarkan brosur dan haul akbar. "Ini adalah wujud kecintaan kita terhadap shalawat," ungkapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Acara tabligh akbar tersebut akan dihadiri oleh Habib Hasyim bin Abdullah Assegef dari Banyuwangi dan KH Sholeh Ahmad, dai shalawat dari Sumber Wringin. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Islam, AlaSantri, Internasional Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Asad Said Ali Raih Bintang Emas Award 2014

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H Asad Said Ali menerima penghargaan "Bintang Emas Award 2014" yang berlangsung di Jakarta. Tokoh lainnya yang menerima penghargaan adalah Jenderal TNI Moeldoko, Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu, Jenderal Pol Sutarman, Mayjen TNI Purn TB Hasanudin.

 

Asad Said Ali Raih Bintang Emas Award 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Said Ali Raih Bintang Emas Award 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Said Ali Raih Bintang Emas Award 2014

Penganugerahan Bintang Emas diberikan kepada mantan Wakil Ketua Badan Intelijen Negara ini didasarkan loyalitas, profesionalisme dan integritas sebagai anak bangsa dalam perjalanan mengabdi kepada ibu pertiwi. Sebagai salah satu tokoh, Asad dinilai telah menunjukkan peran besar turut membangun ideologi Pancasila dan menciptakan kerukunan antar umat beragama.

Penghargaan tersebut diserahkan Pemimpin Redaksi Matranews.com Budi Rahardjo, Senin malam lalu. Acara malam anugerah Bintang Emas Award ini sekaligus menandai launching situs berita terbaru Matranews.com. Situs yang diawaki gabungan tim dari RMOL dan Majalah Eksekutif ini akan banyak menyajikan informasi seputar taktik dan strategi pertahanan dan keamanan negara.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sejumlah tokoh juga menerima penghargaan Bintang Emas Award adalah figure yang selama ini banyak mendedikasikan perannya dalam turut menjaga ibu pertiwi. Diantaranya, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Menteri Pertahanan Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu, Kapolri Jenderal Pol Sutarman, mantan Wakil Kepala BIN Asad Said Ali, mantan menteri pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Polisi Anang Iskandar, bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari, Anggota DPR dari FPDIP Mayjen TNI Pur T.B Hasanudin.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam pidato singkatnya usai menerima penghargaan Asad mengatakan, komitmen dan kontribusi bela negara tidak hanya menjadi domain TNI. Namun dibutuhkan peran serta masyarakat. Dengan menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang harus dipertahankan dari segala bentuk gangguan dan rongrongan.

"Untuk menjaganya, tak hanya menjadi tanggungjawab Tentara Nasional Indonesia saja, tapi juga menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat termasuk Ormas Nahdlatul Ulama (NU)," ujar Asad saat menerima piala penghargaan Bintang Emas 2014, di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Senin malam (22/12).

"Saya tegaskan bahwa tanggung jawab menjaga ideologi negara itu bukan cuma milik TNI, tapi juga Nahdlatul Ulama dan itu sudah terbukti selama negara ini berdiri," ujar Asad yang selama ini banyak aktif blusukan ke sejumlah pesantren.

 

Dia mengatakan, pesantren-pesantren NU selalu mengajarkan bahwa mencintai dan menjaga negara juga merupakan bagian daripada iman. Hal ini dapat dijumpai dalam keseharian para santri NU dan para kiai.

 

Asad mendapat penghargaan Bintang Emas karena telah mengabdikan dirinya kepada badan intelijen selama tiga dekade pada berbagai pemerintahan. Ia dipercaya menjadi pimpinan Badan Intelijen Negara pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid dan menjabat sampai masa pemerintahan kedua Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Peraih doktor kehormatan dari Universitas Diponegoro ini juga disebut "Kiai Intelektual" karena rajin menulis buku tentang Pancasila dan pluralisme juga soal gerakan radikal atau terorisme di Timur Tengah.  Asad juga dikenal sangat dekat dengan almarhum Presiden Abdurahman Wahid. (red: mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaSantri, Hadits, Anti Hoax Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pergunu Jombang Kutuk Keras Guru SD yang Perkosa Siswinya

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jombang mengutuk keras oknum guru SD di Jombang, Jawa Timur, yang melakukan penyekapan dan pemerkosaan kepada murid perempuannya belum lama ini. Pergunu Jombang turut prihatin dan bersimpati kepada korban.

Pergunu Jombang Kutuk Keras Guru SD yang Perkosa Siswinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jombang Kutuk Keras Guru SD yang Perkosa Siswinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jombang Kutuk Keras Guru SD yang Perkosa Siswinya

Hal tersebut diungkapkan Ketua PC Pergunu Jombang, Ahmad Faqih melalui rilis yang diterima Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Rabu (16/11) siang. “Sosok guru yang notabene pendidik, seharusnya menjadi pengayom, penuntun ke jalan ilmu dan ahlak mulia bagi murid-muridnya justru merusak dan merenggut masa depan generasi bangsa,” kata Faqih.

Lebih lanjut, Faqih mengungkapkan guru yang berperilaku layaknya predator seperti itu harus dihukum seberat-beratnya agar peristiwa yang sama tidak terulang di masa depan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Pelaku harus diberi hukuman baik secara kedinasan maupun pidana,” tambah Faqih.

Pemerintah Kabupaten Jombang harus segera mengambil langkah-langkah untuk membantu pemulihan fisik dan psikis korban, serta menjamin keberlanjutan pendidikan dan masa depannya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Dinas Pendidikan Jombang harus memperkuat langkah pembinaan dan pengawasan Guru dan Tenaka Kependidikan (GTK), serta melakukan langkah konkret untuk perbaikan mental GTK di Kab Jombang, khususnya pada aspek peningkatan imam dan taqwa serta moral mereka,” tegas Faqih.

Selain itu Faqih mendorong masyarakat di lingkungan korban juga harus turut serta berperan dalam pemulihan kondisi psikis korban. Serta meningkatkan kewaspadaan agar hal sama tak terulang.

Seperti diberitakan sejumlah media, seorang guru SD berstatus Pegawai Negeri Sipil berinisial Syn, tersangka tindakan kekerasan terhadap siswinya sendiri diamankan Polres Jombang, Kamis (10/11) lalu. Warga Desa Ngoro tersebut ditangkap setelah pihak keluarga korban melaporkan ke Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Jombang pada (31/10). (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Habib, AlaSantri, Ubudiyah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Kang Said: Bangsa Besar Mau Pertahankan Bahasanya

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menjelaskan, salah seorang Wali Songo, yaitu Sunan Bonang, berhasil mensinkronkan antara bahasa Arab dalam kitab kuning dengan bahasa ibu santri, misalnya bahasa Jawa.

Kiai yang akrab disapa Kang Said itu mencontohkan, dalam memaknai kitab kuning, santri memiliki rumus khusus dalam bahasa Jawa. Jika kedudukan kalimat itu mutada, maka akan ditandai utawi, khobar itu iku, fail atau naibul fail itu sopo atau opo, maf’ul bih itu ing, dhorof itu ingdalem, tamyiz apane, hal itu hale.

Kang Said: Bangsa Besar Mau Pertahankan Bahasanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Bangsa Besar Mau Pertahankan Bahasanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Bangsa Besar Mau Pertahankan Bahasanya

Pada praktiknya, misalnya dalam kalimat alhamdu utawi sedoyo puji. Utawi di situ supaya tahu santri bahwa itu mubtada. Iku lillahi, kagungan allah. Iku di situ supaya tahu bahwa itu khobar.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Karena bahasa itu menunjukkan bangsa, pesantren adalah cagar budaya, benteng budaya dan sumber budaya,” tegasnya ketika diwawancarai di ruangannya, gedung PBNU, Jakarta, Senin (17/2).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia kemudian mengimbau, supaya bangsa Indonesia mempertahankan bahasa ibu masing-masing karena bahasa Indonesia tidak selengkap bahasa ibu. “Bangsa besar adalah bangsa yang bisa mempertahankan jatidirinya, bahasanya, kepribadiannya, wisdomnya, tidak tergilas era apapun, termasuk era globalisasi.”

Hari Bahasa Ibu berasal dari pengakuan internasional terhadap Hari Gerakan Bahasa yang dirayakan di Bangladesh. Tanggal 21 Februari dinyatakan sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional oleh UNESCO pada tanggal 17 November 1999. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaSantri, Makam, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

PWNU NTB Tunggu Langkah Konkret BPN NTB

Mataram, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat menyambut baik seminar LPBHNU NTB yang dihadiri Kepala BPN NTB, Kepolisian, dan pengadilan tinggi agama NTB ini. Pihak PWNU NTB berharap instansi terkait seperti BPN NTB dan pihak aparat untuk melakukan aksi nyata dalam menyelesaikan masalah pertanahan di Lombok dan sekitarnya.

Ketua PWNU NTB TGH Achmad Taqiuddin Mansur menyatakan terima kasih kepada para hadirin atas perhatiannya pada isu pertanahan di kawasan NTB. Taqiuddin Mansur menilai isu pertanahan merupakan persoalan masyarakat yang sangat krusial dan agak rumit.

PWNU NTB Tunggu Langkah Konkret BPN NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU NTB Tunggu Langkah Konkret BPN NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU NTB Tunggu Langkah Konkret BPN NTB

“Kami berharap khususnya narasumber dan instansi terkait tidak berhenti sampai pada seminar, tetapi perlu ada tindak lanjutnya,” kata Taqiuddin Mansur di akhir seminar di aula kantor PWNU NTB jalan Pendidikan nomor 6 Mataram, Senin (16/3).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia juga mendukung inisiatif awal dari Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) NTB untuk mengangkat wacana pertanahan di NTB. Langkah konkret ke depan, kata Mansur, LPBHNU NTB perlu melakukan pendampingan di masyarakat soal pertanahan.

Sementara Ketua BPN NTB Budi Suryanto menyatakan siap menjalankan tugas sesuai undang-undang. Saat ini, menurutnya, ia baru menjajaki masalah pertanahan di NTB. “Saya baru 5 bulan tugas di sini.”

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia berjanji akan segera menyelesaikan persolan tanah dan melakukan pendekatan berbasis spiritual, secara kekeluargaan, dan sejenisnya. Kalau dengan cara ini juga buntu, penyelesaian secara hukum merupakan jalan terakhir.

“Karena BPN tidak berwewnang untuk memutuskan perkara hukum melainkan menerbitkan sertifikat jika sudah memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Saya menekankan kepada jajarannya untuk manata ketertiban administrasi agar tidak ada sertifikat ganda,” tandas Budi. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pondok Pesantren, Santri, AlaSantri Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 18 Desember 2017

RMI Jateng Gerakkan Pesantren Aktif Menulis di Dunia Maya

Semarang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Departemen Media dan Informasi Pengurus Wilayah Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah mengadakan Pelatihan Jurnalisme Pesantren dan Upgrading Website-Networking, Jumat-Ahad (21/9). Hadir sebagai peserta dua orang perwakilan dari masing-masing karesidenan se-Jawa Tengah.

RMI Jateng Gerakkan Pesantren Aktif Menulis di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI Jateng Gerakkan Pesantren Aktif Menulis di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI Jateng Gerakkan Pesantren Aktif Menulis di Dunia Maya

Pelatihan yang digelar di kantor RMI NU Jateng sebagai bagian dan upaya untuk memperkuat budaya tulis-menulis yang ada di kalangan pesantren. Mohammad Farid Fad selaku sekretaris RMI NU Jateng menyatakan, budaya tulis menulis merupakan tradisi yang diwariskan Nabi, sahabat, hingga ulama dengan bukti penulisan Al-Qur’an dan Hadits hingga karangan kitab-kitab. "Komunitas pesantren bagaimanapun juga harus tahu dan melek terhadap dunia jurnalistik," tambah Farid.

Pesantren dinilai masih minim sumbangsih dalam persaingan di dunia maya. "Nah, positioning santri berada dimana? Apakah hanya diam saja, adh’aful iman (selemah-lemahanya iman), apakah hal inilah yang dikatakan rasulullah?" tutur Farid.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Salah satu pemateri, Munawir Aziz, pada forum itu menjelaskan tentang topik jurnalisme pesantren. "Intinya adalah jurnalisme yang menggunakan perspektif ala santri. Apa isu pesantren yang bisa kita angkat. Dalam bahasa publik tentunya," ungkap Munawir. Menurtnya, selama ini santri belum banyak mengisi ruang kosong di dunia maya dalam menyampaikan gagasan-gagasan yang diusung oleh pesantren.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebagai tindak lanjut, RMI menyediakan website www.rmi-jateng.org yang bisa digunakan untuk mengimplementasikan hasil pelatihan tersebut. Peserta dapat menjadi kontributor dari masing-masing karesidenan.

Pelatihan ini juga menghadirkan Bayu Widyasanyata dari Ametis Institut Jakarta sebagai pemateri. Peserta diperkenalkan dengan materi wordpress dan pengelolaan website www.rmi-jateng.org. Harapannya, peserta bisa menguasai dengan baik media management. Bekal inilah yang dimiliki oleh peserta ke depan untuk menyuarakan jurnalisme pesantren dimulai dengan dunia maya. (M Zulfa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal RMI NU, AlaSantri Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Anggota MPR RI Rapat Dengar Pendapat dengan Pesantren Az Zahra

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Rapat Dengar Pendapat (RDP) MPR RI berlangsung di Pesantren Az Zahra Sekuro Mlonggo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. RDP MPR RI dihadiri ratusan dewan asatid, guru SMP–SMK, santri, serta anggota dewan.

Ketua panitia, Hasan Khaeroni mengatakan kegiatan pada Ahad (14/12) siang tersebut adalah silaturahmi dalam rangka menyampaikan aspirasi kepada anggota parlemen.

Anggota MPR RI Rapat Dengar Pendapat dengan Pesantren Az Zahra (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota MPR RI Rapat Dengar Pendapat dengan Pesantren Az Zahra (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota MPR RI Rapat Dengar Pendapat dengan Pesantren Az Zahra

“Selain sebagai wahana silaturrahim kegiatan juga momen untuk menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat. Semoga aspirasi bisa didipenuhi,” harap kepala SMK Az Zahra.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

H Mukhlisin, anggota Komisi 6 DPR RI mengungkapkan pihaknya siap menampung aspirasi masyarakat. Utamanya aspirasi yang berkenaan dengan komisinya bidang koperasi.

“InsyaAllah aspirasi panjenengan akan kami tindak lanjuti, utamanya yang berkaitan dengan urusan ekonomi,” terang Mukhlisin.(Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaSantri, News, Amalan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

PBNU Berharap Rakyat Mesir Tekankan Dialog

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap agar berbagai kelompok masyarakat di Mesir yang sedang bersengketa melakukan dialog dalam penyelesaian masalah, tidak dengan menggunakan cara-cara kekerasan dan pemaksaan kehendak.

“Untuk menghindari kehancuran Mesir, semua pihak harus mau berdialog. Kami berharap lembaga-lembaga internasional seperti OKI, PBB, termasuk pemerintah Indonesia dapat memfasilitasi dialog ini,” katanya, di gedung PBNU, Senin (19/8).

PBNU Berharap Rakyat Mesir Tekankan Dialog (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Berharap Rakyat Mesir Tekankan Dialog (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Berharap Rakyat Mesir Tekankan Dialog

Ia sangat menyesalkan penggunaan kekerasan oleh pihak militer Mesir dalam konflik politik tersebut. “Dalam perang pun, ada aturannya bagaimana berhadapan dengan musuh. Ini rakyat sendiri dan sama-sama Muslim kok saling bunuh-bunuhan,” tandasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kejadian tersebut menurutnya sangat memalukan. “Wajah Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi peradaban tercoreng dengan kejadian seperti itu,” imbuhnya. 

Apalagi, mengingat Mesir merupakan pusat kebudayaan Islam yang paling maju diantara negara-negara Muslim lainnya. Di situ terdapat Al Azhar yang selama beberapa abad telah mendidik dan melahirkan para ulama di seluruh dunia. Namun, faktanya, mereka sendiri tidak dapat menyelesaikan persoalan internal.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Di sisi lain, ia juga tidak setuju dengan cara-cara Ikhwanul Muslimin ketika memerintah yang ingin menguasai seluruh sektor kehidupan masyarakat. Dalam hidup berbangsa dan bernegara, harus mempertimbangkan aspirasi semua pihak. Hal ini menjadi bagian dari timbulnya konflik besar ini. 

Ia juga menegaskan, dirinya tidak mendukung Mursi, sebagaimana dipelintir oleh sebuah website para pendukung salah satu kelompok yang bertikai di Mesir yang ada di Indonesia. 

“Saya tidak mendukung salah satu kekuatan politik, tetapi lebih pada mendorong bagaimana penyelesaian masalah secara beradab, tidak dengan menonjolkan kekerasan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” tegasnya. 

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Sunnah, Pondok Pesantren, AlaSantri Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Pandangan Sejumlah Ulama Perihal Status Najis Babi

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Pada rubrik Bahtsul Masail sebelumnya saya telah membaca mengenai keharaman babi. Saya baru tahu ternyata ada pandangan yang setidaknya berbeda dengan pandangan yang selama ini saya ketahui, yaitu pandangan Daud Azh-Zhahiri dianggap menyimpang dari pandangan mayoritas ulama.

Saya berkeinginan menanyakan masih terkait dengan babi, jika sebelumnya mengenai keharamannya, sekarang saya mau menanyakan status najisnya. Bagaimana pandangan para ulama mengenai kenajisan babi itu sendiri? Atas penjelasannya saya ucapkan terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Fathlul Ilmi)

Pandangan Sejumlah Ulama Perihal Status Najis Babi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pandangan Sejumlah Ulama Perihal Status Najis Babi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pandangan Sejumlah Ulama Perihal Status Najis Babi

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Pada tulisan yang lalu kami telah memberikan penjelasan mengenai keharaman babi. Dalam kesempatan ini kami akan mencoba menjelaskan mengenai kenajisan babi.

Literatur fikih Madzhab Syafi’i yang kami ketahui mengatakan bahwa babi adalah binatang yang najis. Pertanyaannya, apa dalil yang mengarah atau menujukkan kepada kenajisan babi? Dalilnya adalah qiyas atau analogi. Kenajisan babi diqiyaskan pada kenajisan anjing.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ?

Artinya, “Disunahkan menumpahkan air liur anjing dengan segera, artinya menumpahkan sisa sesuatu yang dijilati anjing karena berdasarkan hadits riwayat Muslim yang menyatakan: ‘Apabila anjing menjilati wadah atau bejana salah satu di antara kalian maka tumpahkanlan dan cucilah tujuh kali, salah satunya dengan debu.’ Status (kenajisan, pent) babi diqiyaskan dengan status kenajisan anjing,” (Lihat Zakariya Al-Anshari, Asnal Mathalib Syarhu Raudlatith Thalib, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah, cet ke-1, 1422 H/2000 M, juz I, halaman 22).

Hadits riwayat Muslim yang dikemukakan Zakariya Al-Anshari di atas dipahami oleh para ulama Madzhab Syafi’i sebagai dalil yang menunjukkan atas kenajisan anjing. Dalam pandangan madzhab ini anjing saja najis apalagi babi yang notabene kondisinya lebih buruk dibanding anjing.

Kerena itu kemudian dikatakan bahwa babi adalah binatang yang najis karena kondisinya lebih buruk dari anjing. Alasan lain untuk mendukung hal ini adalah dianjurkannya untuk membunuh babi meskipun tidak membahayakan. Di samping itu keharaman babi sudah manshush.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Adapun babi adalah binatang najis karena kondisinya lebih buruk dari anjing, di samping itu dianjurkan untuk dibunuh bukan karena ia membahayakan, dan telah disebutkan oleh nash keharamannya. Jika anjing saja najis maka babi lebih najis. Sedangkan sesuatu yang lahir dari babi dan anjing atau salah satu dari keduanya adalah najis karena merupakan makhluk yang berasal dari yang najis, karenannya status hukumnya adalah sama,” (Lihat Abu Ishaq Asy-Syirazi, Al-Muhadzdzab fi Fiqhil Imam Asy-Syafi’i, Beirut, Darul Fikr, juz I, halaman 47).

Muhyiddin Syarf An-Nawawi ketika memberikan catatan atas pernyataan Abu Ishaq Asy-Syirazi di atas menyatakan bahwa Ibnul Mundzir dalam kitab al-Ijma’ menukil kesepakatakan (ijma’) para ulama mengenai kenajisan babi. Dan ijma` sudah barang tentu bisa dijadikan hujjah yang kokoh.

Namun, ijma’ yang dikemukakan Ibnul Mundzir patut ditinjau ulang. Sebab, ternyata Madzhab Maliki memiliki pandangan yang menyatakan kesucian babi ketika dalam kondisi hidup. Bahkan lebih lanjut, Muhyiddin An-Nawawi menyatakan: “Kami (dari kalangan Madzhab Syafi’i) tidak memilik dalil jelas yang menunjukkan kenajisan babi ketika dalam kondisi hidup.”

? ] ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Anotasi: Ibnul Mundzir dalam kitab-nya Al-Ijma’ menukil kesepakatabn (ijma’) para ulama atas kenajisan babi. Konteks ini ijma` jelas merupakan hal utama untuk dijadikan hujjah seandainya ijma’ telah tetap. Namun Madzhab Maliki (memiliki pandangan lain, pent) yang menyatakan kesucian babi selagi masih hidup. Adapun yang dijadikan hujjah oleh pengarang (Abu Ishaq Asy-Syirazi) adalah hujjah yang juga dipakai ulama lain, dan tidak ada dalalah (petunjuk yang mengarah pada apa yang dimaksudkan, pent) yang jelas dalam kasus ini. Kami tidak memiliki dalil yang jelas yang menunjukan kenajisan babi ketika masih hidup,” (Lihat Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Jeddah, Maktabah Al-Irsyad, juz II, halaman 587).

Pandangan Madzhab Maliki yang menyatakan kesucian babi ketika dalam kondisi hidup dapat kita rujuk pada salah satu kitab rujukan Madzhab Maliki, yaitu kitab Asy-Syarhul Kabir yang ditulis Ad-Dardiri. Di situ tampak jelas dikatakan termasuk yang suci adalah semua binatang yang hidup, baik bintang darat maupun laut, anjing maupun babi. Karena hukum asalnya semua yang hidup adalah suci. Sedang kenajisan adalah sesuatu yang tidak melekat pada sesuatu yang hidup (‘aridlah).

( ? ) ? ( ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Yang suci adalah al-hayyu (yang hidup)—tambahan ‘al’ dalam dalam kata tersebut itu menunjukkan istighraq (mencakup keseluruhan) sehingga pengertiannya adalah semua yang hidup baik di darat maupun di laut walaupun keluar dari kotoran, anjing maupun babi,” (Lihat Ad-Dardiri, Asy-Syarhul Kabir, dalam Hasyiyah Ad-Dasuqi ‘ala Syarhil Kabir, Mesir, Isa Al-Babi Al-Halabi, juz I, halaman 50).

Berangkat dari apa yang kemukakan, maka soal kenajisan babi ketika dalam keadaan mati sudah disepakati para ulama. Sedangkan yang diperselisihkan adalah ketika babi dalam kondisi hidup. Mayoritas ulama menyatakan najis karena diqiyaskan dengan anjing. Sedang menurut Madzhab Maliki babi tidak najis ketika dalam kondisi hidup karena pada dasarnya sesuatu yang hidup adalah suci.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga dapat dipahami dengan baik. Sikapi semua perbedaan dengan bijak. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaSantri, Ubudiyah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

KH Masdar: Muktamar di Luar Jawa, Strategis, Penting dan Bermakna

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Rais syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi sangat mendukung jika muktamar ke-33 NU ke depan diselenggarakan di luar Jawa sebagai bagian dari menyapa basis NU yang selama ini lebih dikenal di Jawa.

“Saya kira ini strategis, penting dan bermakna. Apalagi kalau kita hitung, baru empat kali dari 32 kali penyelenggaraan muktamar NU di luar Jawa. Ini saya kira masih njomplang sekali,” tandasnya kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal baru-baru ini.?

KH Masdar: Muktamar di Luar Jawa, Strategis, Penting dan Bermakna (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Masdar: Muktamar di Luar Jawa, Strategis, Penting dan Bermakna (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Masdar: Muktamar di Luar Jawa, Strategis, Penting dan Bermakna

Sebagai gambaran, dari 32 kali muktamar, pulau Jawa masih sangat mendominasi, bahkan di Jawa Timur sudah diselenggarakan 11 kali muktamar. Terakhir, muktamar NU di gelar di Jawa Timur pada 1999 di pesantren Lirboyo Kediri.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mengenai kesiapan daerah di luar Jawa untuk menyelenggarakan perhelatan akbar ini, Kiai Masdar menegaskan bahwa mereka harus didukung dan dibantu karena acara ini merupakan agenda PBNU.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Pasti mereka akan berkontribusi sesuai dengan kemampuannya. Pada dasarnya PBNU itu yang terpenting adalah menentukan keputusan politik penyelenggaraan muktamar di luar Jawa.” (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara, AlaSantri Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Memberdayakan Ekonomi Umat Melalui E-Kartanu

Medan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) di Medan, Sumatera Utara, Jumat-Sabtu (1-2/4) diantaranya membahas tentang E-Kartanu. Kartu elektronik keanggoataan warga NU ini yang terintegrasi dengan fasilitas Bank Mandiri ke depan akan dikembangkan untuk memberdayakan ekonomi warga NU.

Memberdayakan Ekonomi Umat Melalui E-Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Memberdayakan Ekonomi Umat Melalui E-Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Memberdayakan Ekonomi Umat Melalui E-Kartanu

Dalam sesi diskusi bersama para pengurus wilayah LPNU, Ketua PBNU KH Hasyim Wahab dalam arahannya mengatakan, perekonomian warga NU yang dirintis jauh sebelum Indonesia merdeka melalui perkumpulan Nahdlatut Tujjar harus terus dikokohkan dan dikembangkan.

“Program bagus PBNU dengan menggagas pembuatan E-Kartanu yang terhubung dengan sistem Bank bisa dimanfaatkan betul oleh warga NU. Kartu ini dapat digunakan untuk mengembangkan dan memberdayakan perekonomian warga NU,” ujar Kiai Hasyim Wahab, Jumat (1/4) malam didampingi Ketua LPNU Harvick Husnul Qolbi yang sebelumnya juga memberikan arahan kepada para peserta Rakernas di Hotel Grand Serela Medan.

Dalam kesempatan tersebut, Putra KH Wahab Chasbullah ini juga berharap bahwa kegiatan Rakernas LPNU ini dapat merumuskan dan mewujudkan program-program perekonomian sesuai dengan kebutuhan warga NU.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBNU HA Helmy Faishal Zaini yang juga memberikan arahan dalam sesi ini menjelaskan, selama ini jumlah warga NU yang mencapai lebih dari 90 ribu jiwa belum terverifikasi dengan baik oleh para pengurus NU.

Menurutnya, di sinilah pentingnya kartu identitas ke-NU-an bagi seluruh Nahdliyin. Selama ini sebagian pengurus wilayah memang sudah aktif memverifikasi jumlah warga NU melalui pembuatan Kartanu. Namun demikian, Helmy menginginkan Kartanu bisa digunakan lebih dari sekadar identitas NU.

“Maka PBNU menggagas pembuatan E-Kartanu bekerja sama dengan Bank Mandiri. Kartu ini mempunyai fungsi dan kelebihan secara dinamis untuk membayar tagihan apapun,” jelas Helmy.

Berangkat dari E-Kartanu ini, lanjut Helmy, ke depan akan dikembangkan dalam bentuk sistem aplikasi E-Kartanu. Dalam aplikasi ini akan memuat berbagai kebutuhan warga NU, baik sebagai tabungan masa depan maupun sebagai alat pembayaran secara elektronik.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Dari jumlah warga NU yang mencapai 91,2 juta jiwa dengan berbagai potensi ekonominya, E-Kartanu bisa dikembangkan untuk mewujudkan kesejahteraan warga NU,” terang Helmy.

Secara resmi, pembukaan Rakernas LPNU bertajuk ‘Dengan Semangat Islam Nusantara, Kita Menyongsong 100 Tahun NU dan Kebangkitan Perekonomian Indonesia ini akan dilaksanakan Sabtu (2/4) di Medan International Convention Center (MICC). (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaSantri, Kiai Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 17 November 2017

Lantik PCNU Sumenep, PBNU Resmikan Sekolah dan Balai Kesehatan

Sumenep,? Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ribuan nahdliyin memadati Aula Syarqawi Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur, Jumat (6/5). Mereka hadir untuk mengikuti langsung prosesi pelantikan pengurus PCNU Kabupaten Sumenep yang resmi dilantik Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Pelantikan tersebut disaksikan oleh masyaikh Annuqayah, kiai se-Madura, Bupati Sumenep KH A Busyro Karim, Ketua PC GP Ansor Sumenep M Muhri Zaen, dan seluruh banom di bawah naungan PCNU Sumenep. Ketua PCNU Sumenep KH A Panji Taufiq beserta pengurus teras lainnya dibaiat langsung oleh Wakil Rais Aam PBNU KH. Miftahul Akhyar.

Lantik PCNU Sumenep, PBNU Resmikan Sekolah dan Balai Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lantik PCNU Sumenep, PBNU Resmikan Sekolah dan Balai Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lantik PCNU Sumenep, PBNU Resmikan Sekolah dan Balai Kesehatan

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menandatanganani prasasti peresmian gedung SMP NU dan Balai Kesehatan MWCNU Pragaan. Ketua MWCNU Pragaan KH Ahmad Junaidi Muarif menyatakan sangat bersyukur dan berterima kasih atas apresiasi PBNU.

"Balai Kesehatan MWCNU Pragaan ini dihadirkan guna memfasilitasi warga nahdliyin supaya maksimal mendapat pelayanan kesehatan," tegas Kiai Muarif.

Kiai Said juga tampil sebagai pembicara dalam Orasi Kebangsaan. Dalam orasinya, Kiai Said mengungkapkan bahwa ketika Rasulullah hidup, shahibul hidayah al-haq adalah Rasulullah sendiri dan pasti benar.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Hal itu disebut sunnah. Sunnah ada qauliyah, filiyyah, dan taqririyah," tukasnya. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pesantren, Jadwal Kajian, AlaSantri Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 13 November 2017

Angkat Tarekat Syattariyah di Cirebon, Disertasi Mahrus Raih Summa Cumlaude

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Wakil Sekretaris PP LP Maarif NU Mahrus mengajukan disertasinya di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB)Program Studi Ilmu Susastra Universitas Indonesia (UI). Ia berhasil mempertahankan disertasinya di depan lima penguji ? dengan predikat summa cumlaude. Dalam karya tulis doktoralnya, Mahrus mengangkat karakteristik taerkat Syattariyah dan Muhammadiyah di Keraton Keprabonan Cirebon.

Mahrus meneliti enam naskah yang berkaitan dengan tarekat Syattariyah di Cirebon khususnya di lingkungan keraton. Menurutnya, silsilah tarekat Syattariyyahdi Cirebon memiliki jalur yang berbeda dari tarekat Syattariyah lainnya di Indonesia.

Angkat Tarekat Syattariyah di Cirebon, Disertasi Mahrus Raih Summa Cumlaude (Sumber Gambar : Nu Online)
Angkat Tarekat Syattariyah di Cirebon, Disertasi Mahrus Raih Summa Cumlaude (Sumber Gambar : Nu Online)

Angkat Tarekat Syattariyah di Cirebon, Disertasi Mahrus Raih Summa Cumlaude

Dari salah satu naskah yang diteliti, ia tidak menemukan nama Syekh Abdurrauf Singkel dan Abdul Muhyi Pamijahan. Tarekat Syattariyah di Cirebon tersambung melalui Abdullah bin Abdul Qahhar yang mengajarkan tarekat tersebut kepada H Muhammad bin Mu’tashim pada abad 18-19 M.

Syattariyah di Cirebon juga berjejaring dengan Syattariyah lainnya di Indonesia terutama melalui Syekh Abdullah bin Abdul Qahhar dan Ahmad Qusyasyi atau Syekh Alam Rabbani.

Berdasarkan naskah yang ditelitinya, Mahrus tidak hanya melihat silsilah Syattariyah, tetapi juga ilustrasi atau diagram iwak telu sirah sanunggal (tiga ikan satu kepala) yang dianggap sebagai suluk Syattariyah di Cirebon.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Suluk inilah yang barangkali bisa dikaitkan dengan tradisi walimahan yang selalu menyertakan ikan dalam ‘berkat’-nya”. begitu juga dengan ikan yang digunakan dalam bendera Kacirebonan dan di beberapa tempat lain seperti di pintu gerabng Kepatihan , dan beberapa tembok sekitar keratin,” kata Mahrus.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Namun, ilustrasi tiga ikan satu kepala ini tidak hanya hadir di Cirebon. Simbol tiga ikan satu kepala (trimina) ini juga ditemukan di dalam naskah milik KH M Bakrin di Desa Drajat, Paciran, Lamongan, sebuah naskah yang ditulis sekitar abad ke-17.

Mahrus juga menemukan aksara pegon yang digunakan dalam naskah-naskah yang ia teliti. Ia menyimpulkan tradisi pegon ini sebagai pengaruh dari tradisi pesantren khususnya dialek lokal Cirebon. Keberadaan bahasa Arab, aksara Arab, dan aksara pegon di keraton Cirebon tidak dapat dipisahkan dengan keberadaan pondok pesantren yang ada sejak abad ke-18-19 terutama Pesantren Buntet, Babakan Ciwaringin, dan Balerante.

Mahrus mengajukan disertasinya di FIB UI dengan Program Studi Susatra pada Kamis (14/1) siang. Ia adalah pengajar tetap di Jurusan Filsafat Agama di IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Ia pernah mondok di Pesantren As-Salafiyah Kauman, Pemalang, dan Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaSantri, Lomba, Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 07 November 2017

Mensos Dorong Kearifan Lokal Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan peran  kearifan lokal agar mampu menjadi peredam kemungkinan disharmoni sosial, ekonomi, politik dan budaya. 

"Tahun depan akan dilaksanakan pilkada di 171 titik baik kabupaten, kota maupun propinsi. Potensi disharmoni bahkan potensi konflik yang mungkin mengganggu kohesifitas sosial bisa terjadi. Maka tokoh lintas agama, lintas budaya dan lintas profesi diharapkan terus memupuk persaudaraan meskipun beda afiliasi politik, beda strata sosial ekonomi dan beda kulturnya," kata Mensos usai menutup Konferensi Nasional Kearifan Lokal Tahun 2017 di Jakarta, Rabu (29/11).

Mensos Dorong Kearifan Lokal Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Dorong Kearifan Lokal Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Dorong Kearifan Lokal Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional

Kegiatan ini dihadiri perwakilan tokoh agama, pendidikan, budaya, adat dan lintas profesi. Tema kegiatan ini adalah Memperkuat Kearifan Lokal dalam Menjaga Persatuan dan Kesatuan  Menuju Indonesia  Damai dan Sejahtera. 

"Berbagai isu kebangsaan saat ini antara lain radikalisme, konflik sosial, ekslusifitas, intoleransi dan terorisme dapat diminimalisir melalui penguatan peran tokoh agama dan budaya dalam mengusung kearifan lokal," katanya.  

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dikatakan Khofifah, kearifan lokal yang dimaksud adalah ciri khas yang tumbuh, hidup dan adaptif, berskala lokal, punya kekuatan mengikat,  sebagai tuntunan perilaku bagi warganya dalam berelasi dengan lainnya berdasarkan kesetaraan, kesederajatan, dan non diskriminatif. 

"Kepemimpinan lokal dan pemimpin informal ,  mekanisme lokal, sumber daya lokal,  dan inisiatif lokal merupakan komponen-komponen utama dan  merupakan inti dari kearifan lokal yang hingga kini bertahan di tengah pengaruh globalisasi," katanya. 

Khofifah lantas menyontohkan nilai-nilai kearifan lokal seperti Musyawarah Mufakat. Di Lampung hal ini disebut "Rembug Pekon", sementara di Bangka Belitung disebut "Sepintu Sedulang" atau Rakat Mupakat di Kaltim, dan Rembugan di Jawa Tengah. 

Kemudian Gotong Royong, di beberapa daerah dikenal dengan istilah "Pokadulu" (Sulawesi Tenggara), sementara di masyarakat bugis dikenal dengan ungkapan "mali si parappe, malilu dipakainge, rabha si patokkong" yang berarti hanyut dibawa ke pinggir/saling menolong, hilap di nasehati, jatuh dibangkitkan). (Red: Fathoni)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Jadwal Kajian, AlaSantri Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 25 Oktober 2017

Jabatan Ketua Umum Ansor Harus Dilepas

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Keputusan Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf untuk bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menuai tanggapan di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

Rais Syuriah PBNU KH Ma’ruf Amin, misalnya, kemarin meminta kesadaran Saiful--sapaan akrab Saifullah Yusuf--untuk melepaskan jabatannya sebagai Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor jika kelak duduk di pengurus harian DPP PPP.

Jabatan Ketua Umum Ansor Harus Dilepas (Sumber Gambar : Nu Online)
Jabatan Ketua Umum Ansor Harus Dilepas (Sumber Gambar : Nu Online)

Jabatan Ketua Umum Ansor Harus Dilepas

Menurut Ma’ruf, ketentuan internal GP Ansor melarang pengurusnya menjabat pengurus harian sebuah partai politik. “Memang, aturannya begitu. Kalau menjabat pengurus harian partai, yang bersangkutan harus melepaskan jabatannya sebagai ketua umum Ansor,” katanya.

Meski demikian, lanjut dia, PBNU tidak bisa serta merta mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan atau tidak. Sebab, GP Ansor merupakan badan otonom di bawah kepengurusan NU. Karena itu, akan ditempuh mekanisme musyawarah bersama antara pimpinan GP Ansor dan pengurus PBNU.

Kapan rapat PB NU membicarakan tentang Saiful? ” Secepatnya, setelah ada kejelasan tentang posisi Saiful,” katanya. Meski demikian, ketua Dewan Fatwa MUI itu mengatakan bahwa pihaknya masih menungu keterangan Saiful mengenai posisi serta sikap politiknya sekarang.

Di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum ada satu pun pengurus DPP yang bersedia berkomentar tentang hijrahnya Saiful ke PPP. Tetapi, Wakil Ketua DPW PPP Jawa Barat Amin Suparmin berpendapat agar Saiful tegas tentang statusnya di PKB.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Suparmin, selama ini publik mempersepsikan Saiful masih sebagai representasi PKB. “Paling tidak Saiful harus membuat pernyataan bahwa dirinya keluar dari PKB agar nanti di PPP tidak ada orang yang berstandar ganda,” tuturnya. (gpa)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaSantri Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 30 September 2017

KH Makruf Amin: Hari Santri untuk Pengakuan Peran Santri

Bogor, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Makruf Amin menegaskan bahwa penetapan hari santri penting karena merupakan salah satu bentuk pengakuan terhadap peran ulama dan santri.

“Penetapan hari santri itu berarti ada pengakuan terhadap peran santri, tentu saja peran ulama, di dalam kehidupan berbangs adan bernegara, baik sebelum kemerdekaan maupun sesudah kemerdekaan. Itu yang penting,” demikian penegasan KH. Makruf Amin saat menjadi pembicara pada Focus Group Discussion (FGD) Pendidik dan Kependidikan Keagamaan dengan tema “Hari Santri dalam Perspektif Lembaga Keagamaan”, Bogor, Kamis (23/04) seperti dilansir oleh situs kemenag.go.id.

KH Makruf Amin: Hari Santri untuk Pengakuan Peran Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Makruf Amin: Hari Santri untuk Pengakuan Peran Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Makruf Amin: Hari Santri untuk Pengakuan Peran Santri

Menurut Kiai Makruf, penanaman rasa cinta tanah air sudah ditanamkan sejak dulu kepada para santri di lingkungan pesantren. Bahkan, lanjut Kiai Makruf, di pesantren dikenal ungkapan hubbul wathan minal Iman. “Intinya cinta Tanah Air itu termasuk dari pada iman. Itu penanaman yang hidup di dalam pesantren,” jelas Kiai Makruf.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Oleh karena itu, para ulama mengajarkan kita untuk mencintai Tanah Air dan merasa memiliki. Kalau orang jawa istilahnya handarbeni negara,” tambahnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kiai Makruf menggarisbawahi bahwa semangat membela tanah air yang diyakini para ulama dan santri bahkan terus dipegang erat ketika Indonesia merdeka. Ini ditunjukan ketika proses pembahasan dasar negara, demi kemaslahatan yang lebih luas, para ulama dan santri mau berkompromi untuk tidak menjadikan negaranya sebagai negara Islam. “Jika ulama ingin negara ini negara Islam, tentu tidak akan terbentuk NKRI,” tegasnya.?

Momentum

Disinggung mengenai waktu yang akan ditetapkan sebagai hari santri, Kiai Makruf mengaku tidak mempunyai pilihan tertentu. “Bagi saya tanggal tidak penting, yang penting ada hari santri, perlu ada ittifak,” tegasnya.

Namun demikian, Kiai Makruf mengingatkan para peserta FGD dengan dua momentum besar dalam sejarah perjuangan bangsa. Momentum yang pertama adalah tahapan perjuangan yang oleh Sartono Kartodirjo disebut sebagai kebangkitan agama (religious revival).

Menurutnya, perjuangan ulama dan santri di Indonesia ? dalam membebaskan negara dari kolonialisme sudah dilakukan jauh sebelum lahirnya ? Kebangkitan Nasional. ? “Sebelum itu (Kebangkitan Nasional), sudah ada perlawanan-perlawanan terhadap Belanda yang oleh Sartono Kartodirjo disebut sebagai religious revival atau kebangkitan agama, mulai dari Diponegoro, Imam Bonjol, dan lainnya,” jelasnya.?

“Pemberontakan yang terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat, seperti Geger Cilegon itu adalah pemberontakan kaum ulama,” tambahnya.?

Momentum kedua adalah Resolusi Jihad. Menurut Kiai Makruf, Kebangkitan Nasional tidak serta merta muncul, tapi ada prolognya berupa proses kebangkitan ulama. Dari proses itu, lahirlah apa yang kita sebut dengan fatwa jihad yang kemudian menjadi Resolusi Jihad yang memberikan dorongan kepada para santri dan ulama berjuang melawan penjajahan.

“Karena itu saya sependapat perlu ada penetapan hari santri karena adanya gerakan para ulama sampai munculnya kebangkitan nasional dan gerakan mempertahankan pemerintahan,” tegasnya.?

Kiai Makruf menambahkan bahwa semangat para ulama untuk bela Tanah Air dan mengusir penjajah ini terus terpelihara sampai era setelahnya, yaitu revolusi kemerdekaan dan pesantren tetap menjadi basis perlawanan kolonialisme. Menurutnya, santri dan ulama menjadi faktor penting perlawanan penjajahan, baik Belanda maupun Jepang. Mereka mempunyai pengaruh kuat untuk menggerakakan perlawanan.?

“Fatwa ulama menjadi faktor penting tumbuhnya jiwa pantang menyerah para laskar. Dalam kontek inilah fatwa jihad Syekh Hasyim yang kemudian menjadi Resolusi Jihad menjadi faktor penting dalam setiap perlawanan,” tuturnya.

Kiai Makruf membuka ruang pertimbangan untuk penetapan ? hari santri, apakah akan mengambil momentum Resolusi Jihad, atau ditarik ke belakang ketika terjadi kebangkitan awal. “Tentang hari itu tinggal dipilih saja. Ada beberapa momentum: Resolusi Jihad, momentum ketika terjadi gerakan yang oleh Sartono disebut sebagai kebangkitan agama. Semua menggambarkan bahwa itu perjuangan dan pergerakan para ulama dan santri di Indonesia,” tutupnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Daerah, AlaSantri Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock