Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Kiai Said Nyatakan Bersedia Buka Munas Keempat KMNU

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Jumat (29/12) lalu, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menerima audiensi dari Pengurus Pusat Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (PP KMNU) di Gedung PBNU Jl Kramat Raya No 164, Jakarta Pusat.

Rombongan KMNU datang diketuai Presidium Nasional (Presnas) I KMNU Hamzah Alfarisi beserta 12 anggota lainnya yang merupakan pengurus KMNU Nasional, Panitia Munas ke-4, dan perwakilan KMNU Perguruan Tinggi antara lain KMNU IPB,  KMNU STIS, dan Iman STAN.

Kiai Said Nyatakan Bersedia Buka Munas Keempat KMNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Nyatakan Bersedia Buka Munas Keempat KMNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Nyatakan Bersedia Buka Munas Keempat KMNU

Tujuan audiensi selain bersilaturahim, juga mengundang KH Said Aqil Siroj untuk membuka Musyawarah Nasional ke-4 KMNU yang akan diadakan di Bogor, akhir Januari 2018 mendatang.

Hamzah memaparkan bahwa kegiatan Munas ke-4 KMNU akan diikuti oleh 24 KMNU Perguruan Tinggi se-Indonesia dan Malaysia.

Kiai Said menyambut baik perkembangan yang dicapai KMNU saat ini. Ia menyampaikan bahwa tantangan kehidupan bernegara saat ini cukup berat.

“Untuk menjadi radikal sangatlah mudah, namun untuk tetap teguh bersikap moderat itulah yang susah. Dibutuhkan komitmen kuat untuk tidak condong kiri dan tidak pula condong kanan,” tutur Kiai Said.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia meneruskan amanah NU sangat banyak. Amanah itu harus dikerjakan bersama-sama.

"Walau banyak fitnah yang ditujukan ke kita, jangan pernah menyerah. Percayalah bahwa mengurusi NU insyaallah banyak berkahnya,” imbuh Kiai Said.

Hamzah mengungkapkan bahwa apa yang dikerjakan KMNU tidak ada niat untuk menjadi pesaing bagi pihak mana pun.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Sebagai santri, kami hanya ingin dapat berkontribusi, mengambil peran yang masih kosong dan pada akhirnya bisa saling melengkapi untuk mengerjakan tugas NU yang sangat besar tersebut.”

 

Pada akhir perbincangan, Kiai Said mengungkapkan kesediannya untuk menghadiri dan membuka Munas ke-4 KMNU. (Ahmad Nur Faid/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaSantri, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 23 Februari 2018

Haul Buyut Kang Said Digelar Akhir Mei

Cirebon, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pondok Pesantren Gedongan Cirebon mulai melakukan persiapan menghadapi pelaksanaan? Haul KH Muhammad Said (Mbah Said). Ia pendiri pesantren sekaligus buyut dari KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Diungkapkan Aghuts Muhaemin, Ketua Panitia, Haul Mbah Said untuk tahun ini akan digelar pada hari Sabtu tanggal 24 Mei 2014 mendatang. Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan oleh segenap panitia.

Haul Buyut Kang Said Digelar Akhir Mei (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Buyut Kang Said Digelar Akhir Mei (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Buyut Kang Said Digelar Akhir Mei

“Persiapan tersebut termasuk menghubungi calon pembicara pada malam puncak, antara lain Kiai Said, Kiai Musthofa Aqil dan Habib Umar Muthohar dari Semarang sebagai penceramahnya,” ungkap Aghuts, Jumat (2/5).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain persiapan malam puncak peringatan haul, panitia juga telah melakukan persiapan untuk beberapa mata acara yang akan digelar dalam rangka pra haul Pesantren Gedongan tersebut. Ditambahkan Aghuts, dalam peringatan haul kali ini, pesantren juga akan menggelar Santunan Anak Yatim, Pengobatan Gratis, Bahtsul Masail, Kontes Genjring, Donor Darah, Semaan Al-Quran dan Tahlil Akbar.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Karena tujuan dari peringatan haul adalah mempererat silaturrahmi antaralumni, masyarakat dan pesantren. Tentu, selain melakukan refleksi atas teladan yang telah diberikan para pendahulu, terlebih Mbah Said,” pungkas pria yang kerap disapa Kang Aghust tersebut.

KH Mohammad Said hidup di masa 1830-an Masehi, menurut catatan keluarga,? Mbah Said banyak berperan dalam melakukan perjuangan melawan penjajah Belanda,? serta menjadi cikal bakal berkembangnya beberapa pesantren di Jawa, khususnya di Cirebon. (Sobih Adnan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kiai, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 21 Februari 2018

Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo

Sidoarjo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo mengadakan acara jalan bertema Go Green, Ahad (12/2). Para peserta yang mengikuti jalan sehat ini mengenakan pakaian yang dibalut dengan berbagai hiasan barang bekas. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemanfaatan bekas sampah menjadi barang-barang yang berguna dan menjadi hiasan agar menarik dipandang.

Ketua panitia acara jalan sehat bertema Go Green dr Sari Prabandari mengatakan, para peserta yang mengikuti jalan sehat tersebut sekitar 1500 karyawan dan keluarga karyawan RSI Siti Hajar. Mereka harus memakai pakaian dari bahan daur ulang, tapi bukan dari sampah medis (botol infus, sarung tangan, spuit suntikan) karena itu tidak boleh dipakai.

Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo

Dokter umum di Rumah Sakit NU itu menjelaskan bahwa, ramah lingkungan harus dimulai dari diri sendiri. Dengan ramah lingkungan akan menjadi bersih.

Sementara jalan sehat tematik Go Green itu diharapkan memberikan perubahan di RSI Siti Hajar Sidoarjo untuk menjadi rumah sakit lebih ramah dengan memanfaatkan bekas kertas, bungkus, bahan-bahan rumah tangga yang bukan dari bahan medis.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Melalui kegiatan tersebut diharapkan bisa menyadarkan kita semua untuk lebih meminimalisasi sampah-sampah yang ternyata masih bermanfaat. Selain itu, kami juga ingin memberikan contoh ke masyarakat luas agar bisa memanfaatkan barang bekas," jelasnya.

Acara jalan sehat ini termasuk rangkaian acara Harlah Ke-54 RSI Siti Hajar Sidoarjo. Para peserta yang mengikutinya harus melalui rute yang telah dibuat oleh panitia yakni dari RSI Siti Hajar melewati Gajah Mada, Nasir busana Muslim kemudian melewati Masjid Jasem dan berakhir di RSI. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Jadwal Kajian, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU

Pekalongan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan Jumat (22/2) besok akan menggelar kegiatan halaqah dengan tema "Optimalisasi pengelolaan dana umat lewat LAZISNU" bertempat di Gedung Aswaja, Jalan Sriwijaya 2, Pekalongan.

PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kota Pekalongan Optimalkan Dana Umat dengan LAZISNU

Kegiatan halaqah sebagai pra acara Muskercab NU akan dihadiri oleh Ketua Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (PP LAZISNU) KH Masyhuri Malik dan Direktur Eksekutif Drs. H. Amir Maruf, MA bertindak sebagai nara sumber.

Sekretaris PCNU Kota Pekalongan, H. Muhtarom kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal mengatakan, untuk mensosialisasikan lembaga baru bentukan PCNU, halaqah diharapkan dapat membuka wawasan umat Islam khususnya di lingkungan NU. Pasalnya, meski sudah ada beberapa lembaga pengelola zakat di Kota Pekalongan, di lingkungan NU sendiri belum sepenuhnya diterima dengan baik.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dikatakan, jika saja pengelolaan zakat infaq dan shodaqoh dapat berjalan secara optimal, akan banyak dana yang bisa dikelola untuk pemberdayaan masyarakat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Saya sangat optimis, pengelolaan zakat infaq dan shodaqoh dapat berjalan dengan baik dan dananya dapat untuk pemberdayaan ummat baik untuk kepentingan pendidikan, ekonomi maupun sosial," ujarnya.

Kegiatan halaqah yang akan berlangsung pagi mulai jam 08.00 s/d 11.00  akan diikuti oleh 500 peserta dari jajaran pengurus cabang, MWC dan Ranting NU seKota Pekalongan, beberapa kiyai dan ulama serta para pengusaha di lingkungan NU.

Sementara itu, usai shalat Jumat Pengurus Cabang NU periode 2012 - 2017 akan dilantik oleh PWNU Jawa Tengah dilanjutkan dengan musyawarah kerja cabang (Muskercab) membahas pendalaman program untuk kegiatan tahun 2013 - 2014.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Sunnah, Sunnah, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Kenapa Islam Nusantara Inspirasi Peradaban Dunia?

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menyelenggarakan konferensi internasional bernama International Summit of The Moderat Islamic Leaders (ISOMIL), Senin-Rabu (9-11/5) di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta. Pertemuan para pemimpin negara dan organisasi Islam moderat dari seluruh dunia ini mengambil tema besar Islam Nusantara: Inspirasi Peradaban Dunia. 

Saat Kedung Sukun Adiwerna Tegal meminta keterangan tema besar tersebut kepada Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, ia menjelaskan bahwa Islam Nusantara telah terbukti memberikan citra Islam yang moderat, ramah, dan toloeran.

Kenapa Islam Nusantara Inspirasi Peradaban Dunia? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Islam Nusantara Inspirasi Peradaban Dunia? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Islam Nusantara Inspirasi Peradaban Dunia?

“Islam Nusantara tidak anti-budaya dan tradisi, ia juga mampu menyatukan antara pemahaman Islam dan nasionalisme. Hal ini dicetuskan oleh Mbah Hasyim Asy’ari, hubbul wathoni minal iman, ulama di dunia tidak ada yang mencetuskan hal tersebut,” tegas Guru Besar Ilmu Tasawuf ini, Sabtu (7/5) di Kantornya Gedung PBNU lantai 3 Jalan Kramat Raya, Jakarta.

Sebab itu, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Ats-Tsaqafah Ciganjur Jakarta Selatan ini, Islam Nusantara patut menjadi inspirasi peradaban dunia yang saat ini tengah dilanda konflik berkepanjangan berupa perang dan paham radikalisme yang tumbuh menjadi tindakan terorisme.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Yang namanya peradaban itu bagaimana menjadikan dunia ini maju dengan kondisi damai dan tenteram bagi semua di tengah perbedaan keyakinan. Itulah prinsip Islam Nusantara,” tutur Kiai asal Kempek Cirebon, Jawa Barat ini.

Jadi, tuturnya, kalau sudah tahu dan paham bahwa Islam itu hendaknya membawa perdamaian dan rahmat bagi seluruh alam tetapi masih saling membunuh, perang dengan mengorbankan rakyat sipil, dan berbuat anarkis, pemahaman agama seperti ini harus ditangkal.

“Di sinilah motivasi NU untuk menggelar kegiatan ISOMIL dengan menghadirkan tokoh-tokoh dunia Islam dengan harapan kita bekerja keras saling membantu untuk mewujudkan dunia yang damai bagi kita semua,” tandasnya. (Fathoni)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Memperkokoh Brand Awareness LAZISNU

Oleh Didin A Sholahudin

Akhir tahun senantiasa menjadi waktu bijak untuk instrospeksi, merenung, atau muhasabah diri terhadap apa pun yang telah kita lalui; baik target yang terlampaui atau mimpi yang tak kunjung jadi nyata. Suka dan duka yang berkelindan adalah jejak hidup yang sepantasnya kita syukuri. 

Kita boleh berdecak kagum dan ungkapkan syukur atas prestasi yang kita rengkuh. Tapi, tetaplah hati dan kaki membumi. Kita pun boleh berderai air mata atas lara yang tiada akhir. Tetapi yakinlah Allah senantiasa bersama untuk terus menuntun menapaki tangga kesuksesan, menjemput mimpi indah yang tertunda, dan merajut berkah abadi yang akan memekarkan senyum kita.

Memperkokoh Brand Awareness LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Memperkokoh Brand Awareness LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Memperkokoh Brand Awareness LAZISNU

Ingat—jujur harus kita akui—tahun 2017 telah menjadi etalase manis bagi Brand Awareness LAZISNU. Brand LAZISNU telah mampu melesak diantara brand Lembaga Amil Zakat (LAZ) lainnya; dan menyusup pekat di daya ingat masyarakat.

Rajutan antarlini yang dibangun di seluruh jejaring cabang Jawa Timur telah mengukuhkan LAZISNU mampu menapak dan bersaing dengan 15 LAZ Nasional lainnya, 8 LAZ tingkat provinsi, dan puluhan LAZ di kabupaten baik yang berizin maupun tidak.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari 38 kab/kota di Jawa Timur, kita dengan gigih membangun kekuatan dan sinergi yang berhasil mewujudkan 26 UPZIS di tingkat kabupaten/kota, puluhan di tingkat kecamatan dan tingkat desa; yang telah berkiprah dalam harakah ZIS jamiyah NU. Dan patut dicatat, donasi sebesar lebih dari Rp800 juta dari jejaring LAZISNU se-Jawa Timur bagi pemulihan bencana Pacitan, menunjukkan fakta bahwa kerja keras dan sinergi ini telah berbuah hasil yang manis.

Belum seluruhnya memang, tapi setidaknya ini adalah modal awal bagi NU untuk menggetarkan Jawa Timur di 2018, khususnya pada bidang filantropi. Per Januari 2018  kita harus mulai melangkah tuntaskan pembentukan UPZIS di 38 kab/kota, di 660 kecamatan dan di 8.471 desa se-Jawa Timur. Apa bisa? Bisa, dan yakin Pasti Bisa! 

Militansi jam’iyah dan jamaah NU telah menemukan momentumnya. Kebangkitan NU tinggal tunggu waktu. Ketika mujahid ZIS LAZISNU bergerak dengan jujur dan amanah, insyaallah jamaah NU akan menyambut dengan kepercayaan dan support tanpa batas.

Lantas mengapa gerakan membentuk UPZIS hingga tingkat kecamatan/MWCNU dan desa/PRNU harus kita dorong dan lakukan? Karena akar harakah jam’iyah NU adalah bagaimana memberi kemanfaatan dan menuntaskan problem hidup jamaah NU yang paling banyak hidup di pelosok desa dan dusun. Dan LAZISNU dituntut menjadi inisiator dan peran aktifnya. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Membentuk UPZIS sampai tingkat desa adalah upaya untuk memudahkan ikhtiar membantu dhuafa dan mustahik yang ada di desa tersebut, menuntaskan problem sosial ekonomi pendidikan mereka, dan sekaligus syiar NU dalam bidang filantropi.

Berikutnya, mari sejenak kita buka data. Dalam Outlook Zakat Indonesia 2017 terekam fakta bahwa data penghimpunan ZIS di Jawa Timur pada 2016 sebesar 29,84 miliar; naik dari tahun sebelumnya 2015 sebesar 19,95 miliar. Sementara penyaluran di 2016 hanya sebesar 15,06 miliar dan tahun 2015 sebesar 14,06 miliar. Angka ini teramat kecil dengan potensi zakat di Jawa Timur yang sesungguhnya mencapai 15 trilyunan. Mohon cermati pula, penyaluran ZIS di Jawa Timur ini hanya 50,48% atau masuk kategori Fairly Effective. 





Rendahnya nilai efektivitas penyerapan/ACR mengindikasikan adanya pengelolaan zakat yang belum efektif dilakukan oleh lembaga zakat. Ini persoalan serius yang harus segera diatasi oleh orang dan lembaga yang tepat, profesional dan amanah; serta cara yang tepat, profesional, dan amanah pula. Di sinilah ditunggu peran aktif LAZISNU.

Laporan angka 2 tahun di atas belum memasukkan LAZISNU Jatim dalam daftar penghitungan penghimpunan maupun penyaluran. Coba hitung jika LAZISNU Jatim turut dalam kontribusi penghitungan di tutup tahun 2017 ini. Sungguh perolehan dan peningkatan dahsyat akan kita saksikan, dan dominasi LAZISNU Jatim menjadi fakta yang tak mungkin dibantah dalam pemberian kemanfataan bagi masyarakat. (Laporan penghimpunan dan penyaluran ZIS disampaikan pada 20 Januari 2018).

Fakta di atas bisa jadi melegakan kita. Tapi, janganlah pongah dan mendongakkan kepala, karena banyak PR yang harus segera kita selesaikan seiring makin kompetitifnya persaingan LAZ dan dinamika internal LAZISNU yang sulit ditebak. 

Karenanya ada 4 hal yang harus segera kita kerjakan agar Brand Awareness LAZISNU semakin kokoh tertanam di hati masyarakat, yaitu ;

Pertama, penguatan lembaga LAZISNU. Ini adalah langkah standar dan paten yang wajib dilakukan. Lazim diketahui jika lemahnya manajemen dan kepemimpinanlah yang menjadi batu sandungan majunya lembaga. Pemilihan orang yang amanah, pemimpin yang terus terlibat dari awal sampai akhir dalam proses kelembagaan, dan manajemen yang profesional, adalah hal yang tak boleh diabaikan. Ini berlaku di semua tingkatan, baik di provinsi, kabupaten, kecamatan, dan desa.

Kunci keberhasilan LAZ adalah loyalitas muzakki/munfiq dan kebahagiaan mustahiq. Dirigen orkestrasinya tentu adalah Ketua LAZISNU. Jika Ketua tak terlibat aktif dalam seluruh proses kelembagaan, tentu akan berdampak moral bagi kinerja bawahan. Ingatlah posisi Ketua LAZISNU berbeda dengan ketua lembaga yang lain di struktur NU. LAZISNU mempunyai indikator jelas dan tegas dalam penilaian kesuksesan. Ada data angka fundraising dan pen-tasharuf-an yang bersifat kuantitatif; ada pula data kualitas program. Inilah mengapa, jika tak sanggup full time menjadi Ketua LAZISNU, lebih baik mundur.

Penguatan SDM juga menjadi PR serius. Manajemen dan pegawai LAZISNU harus terus di-upgrade skill dan karakternya. Pelatihan kader model PKPNU sebagai sarana penguatan nilai Aswaja pantas diberikan; di samping workshop peningkatan kemampuan fundraising dan tata kelola keuangan.

Kedua, konsolidasi kelembagaan. Peran ini harus mampu dimainkan oleh PW LAZISNU untuk menyinergikan kabupaten/kota; UPZISNU di kabupaten/kota untuk menyinergikan di tingkat MWC/Kecamatan; dan UPZISNU MWC untuk sinergi di tingkat desa/PRNU. 

Konsolidasi adalah harga mati yang tak boleh dibantah. Kuatnya NU karena adanya  jejaring hingga ke desa bahkan anak ranting di mushala dan masjid. Kekuatan ini harus kita pelihara dengan branding program yang sevisi, dan agar tak tumpang tindih dalam bergerak antarkekuatan di NU.

Ketiga, penguatan kreativitas fundraising. Di tahun 2016, khusus di Jawa Timur tercatat total muzakki berjumlah 16.217 orang dan mustahik 13.177 orang. Ini yang tercatat. Jumlah di luar itu pasti jutaan jika mengacu jumlah penduduk Jawa Timur yang mencapai 38,85 juta jiwa (BPS 2015).

Angka di atas sungguh potensi besar kasat mata yang harus dimanfaatkan. Ini Jawa Timur, dan NU adalah mayoritas. Jika kita bisa meraup potensi 25% saja, sungguh akan luar biasa kiprah gerakan LAZISNU ini.

Untuk itulah harus ada trik, strategi, dan model jitu dalam penguatan fundraising. Model Kaleng Kemandirian yang telah menjadi merk LAZISNU tentu terus dikampanyekan—karena hanya di NU yang bisa melakukannya hingga tingkat desa—sembari menguatkan strategi di ranah media daring. 

Sejumlah LAZ besar seperti DD Republika, Rumah Zakat Indonesia, Nurul Hayat, Daarut Tauhid, BMH bisa menjadi besar dan memperoleh fundraising jumbo karena media koran dan medsos. Bahkan Aksi Cepat Tanggap (ACT) bisa kuat brand-nya juga karena penetrasi digital champaign yang merajalela. Mereka berani membelanjakan dana banyak untuk menengguk dana fundraising miliaran.

Tidak bisa tidak, LAZISNU harus menatap masa depan era digital ini dengan bertarung pula di ranah media daring. Sudah saatnya kita tata secara profesional marketing medsos kita melalui fb, twitter, path, instagram, WAG, blog, website. Kita bangun brand image LAZISNU dengan team cyber yang profesional dan dinamis.

Keempat; penguatan kreativitas program. Ini adalah front office kita untuk menangguk dana fundraising. Program yang ditawarkan harus semenarik dan sedahsyat mungkin menghujam hati donatur. Pilihan kata, font tulisan, desain banner, promo via medsos harus dibuat eksotis dan eye catching.

Hal yang terpenting; pen-tasharuf-an program harus melibatkan dan bersinergi dengan lembaga/banom di NU. Karena sejatinya gerak langkah NU adalah gerak bersama seluruh kekuatan dan potensi di NU

Semoga ikhtiar kita bersama dalam membangun LAZISNU di Jawa Timur senantiasa dikuatkan, dibimbing, dan diridhai oleh Allah SWT.

*

Penulis adalah Direktur Executive NU Care- LAZISNU Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Warta, Doa, Syariah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Hasyim Muzadi: Moral Politik Indonesia Masih Jauh Panggang dari Api

Tulungagung, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) DR KH Hasyim Muzadi mengemukakan, moral politik bangsa Indonesia saat ini masih sebatas sebuah angan-angan yang belum diaktualisasikan secara riil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Political morality kita masih jauh panggang daripada api, masih sebatas angan-angan. Kita nggak tahu sampai kapan political morality kita bisa seperti yang ada di negara-negara lain," tegas Hasyim Muzadi saat meresmikan kantor PCNU Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (5/1).

KH Hasyim Muzadi mengemukakan penilaiannya itu setelah sebelumnya membandingkannya dengan moral politik yang dimiliki Bangsa Iran. Diakui Hasyim, dirinya sangat kagum ketika Ahmadinejad bisa terpilih menjadi presiden Iran. Padahal, rival dalam pemilihan presiden itu seorang mantan ketua parlemen yang juga kaya raya.

Hasyim Muzadi: Moral Politik Indonesia Masih Jauh Panggang dari Api (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Moral Politik Indonesia Masih Jauh Panggang dari Api (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Moral Politik Indonesia Masih Jauh Panggang dari Api

Suatu ketika, kekagumannya itu pernah ditanyakan kepada koleganya, seorang syeikh terkenal di Iran. "Saya tanyakan kepada syeikh itu, kenapa Ahmadinejad bisa terpilih menjadi presiden. Ternyata, jawabannya, Ahmadinejad terpilih menjadi presiden, karena dia miskin. Saya langsung kaget. Kok beda ya dengan yang terjadi di negara kita. Ini artinya, political morality kita masih jauh panggang daripada api," kata Hasyim Muzadi.

Di hadapan warga nahdliyin, KH Hasyim juga mengingatkan posisi NU yang sebenarnya nasabnya bagus, tapi nasibnya selalu jelek. "Kita memang kuat di bidang ubudiyah. Tapi, kita lemah di bidang nidzamiyah. NU itu selalu terlibat dalam setiap perjuangan, tapi selalu kocar-kacir di bidang kenegaraan. Maka, yang diperlukan NU sekarang, selain kekuatan rokhaniyah juga kekuatan nidzamiyah," ujar pengasuh Ponpes Al Hikam Malang ini.

Pada bagian lain, Hasyim Muzadi mengungkapkan keprihatinannya terhadap manajemen kepengurusan NU yang diibaratkan masih seperti mobil taksi. Akibatnya, langkah perjuangan NU menjadi sangat bergantung kepada siapa figur yang mengendalikan kepengurusan organisasi. Jika demikian, tambah dia, NU bisa kehilangan arah perjuangan sebagaimana digelorakan kiai-kiai yang menjadi pendirinya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kepengurusan NU, hari ini seperti taksi.  Jadinya, perjuangan NU tergantung pengurus yang sedang menjadi ‘sopir’ taksi yang bernama NU. Ini terjadi dimana-mana," ujar Hasyim Muzadi mengingatkan kader-kadernya.

Agar tidak seperti taksi, tambah Hasyim, PBNU akan mengadakan musyawarah nasional (Munas ) alim ulama, akhir Desember 2008 ini. "Sesuai amanat Rais Am, Munas alim ulama ini untuk merumuskan ‘rel’ yang bisa dijadikan  lintasan para pengurus NU. Dengan begitu, jika terjadi regenerasi kepengurusan, arah NU tidak ganti-ganti haluan seperti saat ini,"’ ungkap Hasyim.

Selaku Ketua Umum PBNU, Hasyim Muzadi juga mengajak warga nahdliyin di semua tingkatan untuk menghidupkan kembali keberadaan jamaah dan pengajian kitab di masjid-masjid. "Ini penting untuk brain storming. Jangan sampai kebiasaan NU seperti itu ditinggalkan. Tradisi NU itu bisa diambil orang lain kalau kita tidak menghidupkannya," terang Hasyim Muzadi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu, peresmian gedung PCNU yang berlokasi di Desa Gedangsewu, Kecamatan  Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, seperti dilaporkan kontributor Kedung Sukun Adiwerna Tegal Muhibuddin dari Tulunggagung, ditandai dengan pemukulan bedug yang dilakukan KH  Hasyim Muzadi.

Ikut menyaksikan pemukulan bedug, Ketua PCNU H. Chamim Badruzzaman, Bupati Ir Heru Tjahjono, MM, Ketua PWNU Jatim, DR Ali Maschan Moesa, anggota FKB DPR RI, Ali Masykur Moesa, Ketua Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa. Acara ini juga dihadiri pengurus cabang NU yang ada di sekitar kota Tulungagung.

Selain itu, dalam peresmian itu, Hasyim Muzadi juga menyerahkan bibit tanaman kepada warga nahdliyin sekaligus untuk mencanangkan gerakan penghijauan. Bibit tanaman penghijauan yang diserahkan, antara lain berupa 30.000 batang bibit tanaman durian dan bibit jati emas sejumlah 10.000 batang. (bin)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Amil Zakat di Masjid dan Mushalla Harus Dapat Legalitas Pemerintah

Pringsewu, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pringsewu KH Munawir mengingatkan masyarakat yang biasanya membentuk panitia zakat khususnya zakat fitrah di akhir Ramadhan agar melegalkan kepanitiaan yang dibentuk kepada Baznas atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang telah ditunjuk oleh Baznas.

Hal ini penting. Jika tidak dilegalkan oleh pemerintah dalam hal ini Baznas, kepanitiaan yang terbentuk dianggap ilegal dan belum bisa dikatakan sebagai amil. Secara otomatis kepanitiaan ini tidak berhak mengambil bagian sebagai mustahiq (penerima) zakat.

Amil Zakat di Masjid dan Mushalla Harus Dapat Legalitas Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Amil Zakat di Masjid dan Mushalla Harus Dapat Legalitas Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Amil Zakat di Masjid dan Mushalla Harus Dapat Legalitas Pemerintah

"Amil dalam perspektif fiqih adalah orang yang ditunjuk resmi oleh pemerintah untuk mengambil, mengelola, dan menyalurkan zakat yang dikumpulkan dari masyarakat. Jadi tidak bisa ketua takmir masjidnya yang melegalkan," katanya saat memberikan penjelasan seputar zakat di Masjid Jami Banyuwangi Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Sabtu (3/6).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Gus Nawir menambahkan, sebagai mitra Baznas, beberapa LAZ yang dibentuk oleh ormas keagamaan diharapkan mampu memaksimalkan peran amil zakat dalam memaksimalisasi potensi zakat yang ada di wilayah masing-masing.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Di NU ada NU-Care LAZISNU yang merupakan LAZ yang dibentuk oleh jamiyyah Nahdlatul Ulama untuk memberdayakan potensi zakat di masyarakat. Silakan takmir masjid yang membentuk panitia zakat meminta SK pembentukan amil ke LAZISNU," imbaunya pada kegiatan yang dibarengi dengan Safari Ramadhan PCNU Pringsewu.

Gus Nawir yang juga Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung ini juga berharap pengelolaan zakat dapat maksimal digarap oleh Baznas dan LAZ melalui koordinasi dan komunikasi dengan unit-unit yang langsung bersentuhan dengan para muzakki.

"Jangan sampai potensi zakat, infaq, sedekah dikelola ala kadarnya, apalagi oleh orang yang tidak tahu manajemen dan seluk beluk hukum zakat. Ini akan menjadikan zakat tidak maksimal hasilnya," tambahnya.

Oleh karenanya, ia mengimbau para muzakki untuk menyalurkan zakat, infaq atau sedekah kepada lembaga resmi yang menangani hal tersebut sebagai langkah partisipatif terhadap maksimalisasi manfaat zakat, infaq dan sedekah.

"NU Pringsewu sudah ada LAZISNU. Silakan warga NU Kabupaten Pringsewu salurkan ZIS-nya melalui LAZISNU atau unit pengelola zakat, infaq, sedekahnya," ajaknya.

Hal senada disampaikan oleh Bendahara LAZISNU Kabupaten Pringsewu Ahmad Fauzan yang juga hadir pada kesempatan ini. Ia mengatakan bahwa salah satu program LAZISNU Pringsewu adalah berkoordinasi dengan amil zakat di masjid dan mushalla dengan melegalkan kepanitiaannya menjadi amil.

"Dari koordinasi semacam ini nantinya akan ada laporan dari panitia tersebut tentang hasil zakat yang diperoleh sekaligus jelas pengelolaannya kepada mustahiq," katanya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Cerita Ansor Jombang Sempat Diajak Kerja Sosial Bareng Gafatar

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Zulfikar Damam Ikhwanto menyatakan bahwa keberadaan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di Jombang sudah cukup lama. Mereka juga pernah mengajak kerja sama dengan Ansor dalam kegiatan sosial.

Menurut pengakuannya, sekitar 7 bulan lalu, tiga anggota Gafatar bertamu ke rumahnya, salah satu dari mereka adalah Rudiono asal Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Jombang yang saat ini dikabarkan menghilang bersama istri dan anaknya. Mereka memperkenalkan diri dan menawarkan sejumlah program yang hendak dilakukan melalui kerja sama tersebut.

Cerita Ansor Jombang Sempat Diajak Kerja Sosial Bareng Gafatar (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Ansor Jombang Sempat Diajak Kerja Sosial Bareng Gafatar (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Ansor Jombang Sempat Diajak Kerja Sosial Bareng Gafatar

Pada saat itu dirinya tidak memutuskan untuk melakukan kerja sama, tawaran tersebut masih mau dikonsultasikan dengan anggota-anggotanya, juga terhadap para ulama lantaran di hatinya masih menimbulkan keganjalan. “Karena dihati saya waktu itu ada yang mengganjal, saya jawab akan konsultasi dengan anggota dan ulama,” katanya kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Ahad (17/1) lalu.

Tidak hanya kegiatan sosial, mereka juga mengajak bersama-sama menggelar tabligh akbar di kota santri ini. Ajakan tersebut menurut padangan Zulfikar sudah mencoba memasuki sebagian ajaran-ajarannya sedikit demi sedikt. “Mereka juga mau mengajak kerja sama Ansor untuk menggelar tabligh akbar di Jombang,” ujarnya.

Gus Antok, sapaan akrabnya menegaskan, hingga saat ini belum mengonsultasikan kepada pengurus Ansor dan para kiai sepuh di Jombang. Namun ia meyakini tanpa dirinya mendiskusikan dengan beberapa pihak, masyarakat luas sudah memahami tentang Gafatar dan ajaran-ajarannya. “Belum saya jawab hingga kebongkar Gafatar. Alhamdulillah selamat dan dilindungi Allah, saya tidak bisa membayangkan jika saat itu sudah jalan sama Ansor,” ulasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Seperti diketahui, sebelumnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) menfatwakan bahwa Gafatar merupakan gerakan sesat. Sebab, ajarannya telah melenceng dari ajaran Islam yang sebenarnya. Mereka tidak mewajibkan sholat lima waktu, puasa dan urusan ubudiyah yang lain. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Konferensi Rekonsiliasi Irak Hanya Diikuti 13 Ulama

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sikap Pemerintah Indonesia yang secara terbuka mendukung sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) terhadap Iran tampaknya berbuntut pada penyelenggaraan pertemuan ulama se-dunia dalam Konferensi Rekonsiliasi Irak yang digelar di Istana Bogor, Jawa Barat, pada 3 - 4 April besok. Setidaknya, hal itu terungkap dari jumlah peserta yang hadir, yakni hanya 13 ulama saja.

Direktur Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Umar Hadi, Senin (2/4) malam mengatakan, sedikitnya sudah ada 13 ulama yang menyatakan konfirmasi untuk datang ke Bogor. Mereka adalah Mohammad Mahdi Alfifie (Iran), Abdul Amier (Lebanon ), Datok Sri Tan Sri Sanusi (Malaysia), KH Hasyim Muzadi, Syafii Maarif, Jalaluddin Rakhmat, KH Said Agil Siroj,Yunahar Ilyas (Indonesia).

Adapun sejumlah ulama kunci Sunni dan Syiah yang membatalkan kehadirannya antara lain Sheikh Mohammed Rasheed Kabbani (Mufti Lebanon), Abdul Amir Qobbalan (Wakil Ketua Dewan Tinggi Islam Syiah di Lebanon), Ziyaduddin Al-Ayyubi (Menteri Wakaf Suriah), Sheikh Azhar Tantawi dari Mesir,Abdullah Al Turki (Sekjen Rabitah Alam al-Islami di Arab Saudi), Ayatullah Sayyed Mahmoud Hashemi Shahrudi (Ketua Mahkamah Agung Iran), dan Ayatullah Muhammad Ali Attaskiri (tokoh Syiah Iran).

Konferensi Rekonsiliasi Irak Hanya Diikuti 13 Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi Rekonsiliasi Irak Hanya Diikuti 13 Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi Rekonsiliasi Irak Hanya Diikuti 13 Ulama

Padahal, pertemuan ulama se-dunia perwakilan kelompok Sunni dan Syiah yang akan membahas rekonsiliasi Irak dan upaya perdamaian di Timur Tengah itu rencananya bakal diikuti 20 hingga 25 ulama. Mereka yang diundang adalah tokoh kunci pada masing-masing kelompok.

Dukungan Pemerintah Indonesia terhadap Resolusi DK PBB nomor 1747 yang menjatuhkan sanksi berat bagi Iran itu diduga menjadi sebab pembatalan sejumlah tokoh kunci ulama Sunni dan Syiah. Pemerintah Indonesia, lewat keputusan itu, dinilai telah berpihak atau tidak lagi bersikap netral.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr KH Hasyim Muzadi, penggagas pertemuan tersebut, mengungkapkan, semula para ulama Sunni dan Syiah menyambut baik pertemuan itu, namun syaratnya Indonesia harus benar-benar netral. Karena forum itu tidak semata kepentingan Syiah, dan tidak pula semata kepentingan Sunni, tetapi ukhuwah islamiah (persaudaraan umat Islam), serta tidak di bawah bayang-bayang Amerika Serikat atau Israel.

Meski demikian, Umar membantah anggapan bahwa pembatalan sejumlah ulama itu dikarenakan sikap politik luar negeri Indonesia yang mendukung resolusi DK PBB bagi Iran. Menurutnya, hal itu lebih disebabkan persoalan teknis semata, yakni karena pada 1–2 April lalu ada pertemuan yang sama yang digelar di Mesir.

”Di antara para ulama yang ikut pertemuan itu kecapaian, jadi nggak bisa ikut,” ungkapnya. Meski tidak dihadiri para ulama tersohor itu, Umar mengaku optimistis pertemuan yang digelar selama dua hari besok bisa memenuhi target pertemuan. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tokoh, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

GP Ansor Pringsewu Buka Balai Kursus dan Latihan Kerja

Pringsewu, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) adalah salah satu bentuk amal usaha yang dimiliki oleh GP Ansor Pringsewu di bidang pendidikan. Setelah sukses mendirikan LKP Bela Bangsa di kecamatan Sukoharjo yang bermitra dengan MA Maarif Keputran, kini di Kecamatan Ambarawa juga akan didirikan LKP yang serupa.

GP Ansor Pringsewu Buka Balai Kursus dan Latihan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pringsewu Buka Balai Kursus dan Latihan Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pringsewu Buka Balai Kursus dan Latihan Kerja

Ketua GP Ansor Pringsewu M Sofyan membenarkan rencana pendirian tersebut. "Betul, kami memang sedang mengembangkan amal usaha di bidang pendidikan berupa pendirian LKP yang rencananya hadir di setiap kecamatan yang ada di kabupaten Pringsewu. Untuk saat ini baru di kecamatan Sukoharjo yang sudah berjalan dan di kecamatan Ambarawa saat ini sedang dikerjakan," jelasnya.

Selain membekali mereka dengan kursus dan pelatihan, mereka yang belajar di LKP Bela Bangsa akan dibekali dengan pendidikan Ahlusssunah Wal Jamaah ala Nahdliyah sesuai dengan visi-misi GP Ansor sendiri.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal senada juga disampaikan oleh ketua Tim LKP di kecamatan Ambarawa M Dariyanto yang sekaligus Sekretaris GP Ansor Pringsewu. Ia menjelaskan bahwa program pendirian LKP ini memang sudah lama direncanakan dan baru kali ini bisa terealisasi. Saat ini kami sedang menyiapkan lokasi, sarana, dan manajemen LKP serta memulai promosi ke beberapa sekolah karena memang target utamanya adalah anak-anak sekolah.

Untuk lokasi, sementara berada di kelurahan Ambarawa Barat, tepatnya di kediaman sahabat Henudin dan untuk sarana sudah tersedia seperti beberapa perangkat komputer, ruang belajar, fasilitas kantin dan lain-lain.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Rencananya nama LKP di Kecamatan Ambarawa ini juga sama dengan LKP yang ada di Sukoharjo, yaitu LKP Bela Bangsa karena memang sama-sama milik GP Ansor Pringsewu. Sementara untuk program pelatihan yang diselenggarakan LKP Bela Bangsa cabang Ambarawa ada 5, yaitu kursus komputer, kursus bahasa inggris, kursus teknisi komputer & printer, Bimbel Semua Mata Pelajaran, serta Bimbingan Baca Al Quran (BBQ)," imbuh Dariyanto.

Sayangnya, saat ditanya soal biaya kursus bagi setiap peserta yang belajar di LKP ini, M. Dariyanto belum bisa memberitahu karena masih dalam tahap perhitungan. "Yang pasti lebih murah dari tempat kursus yang lain, karena kami tidak semata-mata mencari profit tetapi lebih kepada pengabdian terhadap masyarakat," tegasnya. (Henudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Warta, Pendidikan, Hadits Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Duta Besar Irak Abdullah Hasan mengatakan ada perkara yang sangat ditakutkan dalam beragama, yaitu ulama atau orang alim yang tidak melaksanakan ajaran agamanya. Kedua, orang yang menjadi sumber pengetahuan dan ajaran agama tapi tidak memiliki pemahaman agama yang baik.

Demikian disampaikan Hasan saat diminta memberikan sambutan oleh Ketua JATMAN DKI Jakarta KH Wahfiudin Sakam pada pelantikan dan pengukuhan pengurus JATMAN DKI Jakarta masa khidmat 2017-2022 di Hotel Balairung, Matraman, Ahad (19/3).

Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta

Sebelumnya Hasan mengungkapkan ada tiga hal yang sangat penting untuk selalu diingat dan dilakukan oleh umat Islam.

“Pertama, bagaimana umat Islam bisa menepati apa yang ada di dalam Al-Quran yang telah diturunkan Allah kepada Rasulullah Muhammad SAW. Kedua, harus mencontoh Rasulullah SAW dalam menjalankan Al-Quran melalui apa yang disebut sebagai sunah rasul,” urainya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal berikutnya adalah menghindari perpecahan. Dalam kehidupan di mana banyak terdapat kelompok, masing-masing-masing kelompok berbeda pemikiran, tetapi merasa paling benar sehingga dapat menjadi sumber perpecahan.

“Kita harus menjaga persatuan,” kata Hasan.

Menurut Hasan, tasawuf dan tarekat telah sejak lama berkembang di Irak. Itu terbukti dengan banyaknya para tokoh besar di bidang tasawuf, seperti Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Syekh Al-Baghdadi, dan Syekh Rifai.

“Para tokoh tersebut merupakan orang-orang besar dalam pelajaran dan pendidian tasawuf dengan pendekatan akidah dan sunah. Bagi mereka, sealim apapun dan sehebat apapun seseorang kalau tidak sesuai dengan Al-Quran, maka harus ditinggalkan,” terang Hasan.

Tampak hadir pada pelantikan ini Duta Besar Iran Valiollah Mohammadi dan Duta Besar Mesir Ahmed Mohammed Eid. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ahlussunnah, Quote, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

IPNU-IPPNU Wedarijaksa Resmikan Pusat Konseling Remaja

Pati, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Anak Cabang  Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kecamatan Wedarijaksa, Pati, menggelar acara peresmian Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) di TPQ Al-Muayyad, Desa Tluwuk.

Peresmian diselenggarakan Jum’at (17/3) kemarin bersamaan dengan beberapa acara seperti pelantikan PR (Pimpinan Ranting) IPPNU Desa Bangsalrejo, dan istighosah jelang Ujian Nasional (UN).

IPNU-IPPNU Wedarijaksa Resmikan Pusat Konseling Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Wedarijaksa Resmikan Pusat Konseling Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Wedarijaksa Resmikan Pusat Konseling Remaja

Dalam sambutanya, H Abdul Majid, selaku ketua UPT KB kecamatan Wedarijaksa mengaku bangga dengan kinerja PAC IPNU-IPPNU Wedarijaksa dalam menggandeng remaja-remaja untuk membentuk PIK-R.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Saya selaku ketua UPT KB kecamatan Wedarijaksa memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap pengurus PAC IPNU-IPPNU atas terbentuknya PIK-R di kecamatan Wedarijaksa ini,” katanya.

Dengan diadakannya PIK-R diharapkan remaja di lingkungan ini dapat dengan mudah mencari informasi yang cerah mengenai kesehatan reproduksi remaja. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

H Abdul Majid juga menganjurkan PIK-R Wedarijaksa bisa bekerja sama dengan BKKBN di Pati untuk mengajukan proposal kegiatan dalam rangka sosialisasi i Wedarijaksa ini.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pelantikan PR IPPNU Pati yang dipandu oleh ketua PAC IPPNU Wedarijaksa, Nur Zumroh serta pembaiatan (ikrar setia) PR IPPNU Bangsalrejo yang dipandu oleh diningtyas selaku perwakilan dari PAC IPPNU kab. Pati. Prosesi pelantikan pun diakhiri dengan ucapan selamat dari pengurus PAC IPPNU Wedarijaksa kepada kader-kader yang baru terbentuk.

Tepat pukul 15.45 WIB, di tempat yang sama, diselenggarakan acara istighosah dalam rangka doa bersama untuk kelas IX dan XII yang mendatangkan KH Ali Mahmudan, pengurus PAC NU Pati. Segenap rekan-rekanita begitu khusyu mengikuti acara istighosah tersebut. Petuah-petuah untuk kader-kader IPNI-IPPNU kec.Wedarijaksa  dari KH.Ali Mahmudan di sambut dengan baik dan antusias oleh rekan-rekanita.

"Sukses selalu untuk PAC IPNU-IPPNU Wedarijaksa, semoga selalu inovatif dalam menjalankan program-programnya dan semoga mendapatkan ridlo Allah SWT. Belajar, berjuang, dan bertaqwa," tutur Nur Faiz, ketua PAC IPNU Wedarijaksa.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : PAC IPNU-IPPNU Wedarijaksa

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Rumah Inaq Munah Hancur Diterjang Banjir Bandang

Mataram, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Rumah Inaq Munah di Dusun Panggungan, Desa Mandana Raya, Lombok Timur terbuat dari kayu lapis. Rumah sederhana itu pun dibangun dari hasil gotong royong warga satu dusun. 

Sehari-hari Inaq Munah yang usianya telah lebih dari 80 tahun, menjalani aktivitas di rumah kayunya itu. Meskipun sudah berusia lanjut, segala urusan hidupnya ia kerjakan sendiri. Hal itu lantaran Inaq Munah hidup sebatang kara, tanpa ada sanak keluarga. 

Rumah Inaq Munah Hancur Diterjang Banjir Bandang (Sumber Gambar : Nu Online)
Rumah Inaq Munah Hancur Diterjang Banjir Bandang (Sumber Gambar : Nu Online)

Rumah Inaq Munah Hancur Diterjang Banjir Bandang

Pertengahan November ini, setiap hari selama hampir satu minggu, hujan mengguyur Kabupaten Lombok Timur. Hujan berintensitas tinggi telah menyebabkan dua buah embung di bagian bawah dari Bendungan Pandandure meluap.

Akibatnya banjir bandang tak tercegah terjadi pada Sabtu (18/11). Buruknya drainase dan kerusakan ekosistem sungai juga memperparah banjir bandang hingga menerjang permukiman dan lahan di 15 desa di 4 kecamatan di Kabupaten Lombok Timur terkena dampaknya. Di antara desa yang paling parah adalah Desa Setungkeplingsar, Selebung Ketangge, Ketapang Raya, Ketangge Jeraeng, Batu Putik, Sepit, Senyiur, Mendana Raya, Batu Rampes, dan Bintang Oros.  

Rumah Inaq Munah tak ayal ikut terkena dampaknya. Rumah itu hancur berkeping-keping tergerus air banjir hingga rata dengan tanah. Beruntung ia masih bisa diselamatkan oleh warga.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hancurnya rumah itu, menyebabkan Inaq Munah tak punya keluarga, juga harus kehilangan tempa berteduh. Untuk sementara ia mengungsi di rumah tetangga desa yang masih bisa dihuni.

Menyadari hal tersebut NU Care-LAZISNU bekerjasama dengan PW LAZISNU NTB dan Panitia Munas Konbes NU 2017, berinisiatif melakukan penggalangan dana untuk membantu pembangunan kembali rumah bagi Inaq Munah.

Penggalangan dana dilakukan di arena Munas Konbes NU 2017. Bagi masyarakat dan peserta Munas NU yang berminat menyalurkan bantuan dapat menyerahkannya pada saat menjelang penutupan Munas Konbes, Sabtu (25/11).

Pada penutupan Munas Konbes juga diagendakan penyerahan secara simbolis bantuan pembuatan rumah untuk Inaq Munah. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Warta, PonPes Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Produktivitas Karya Tulis Pesantren Menurun

Bogor, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Prof Abdurrahman Mas’ud mengatakan, akhir-akhir ini dunia tulis-menulis di kalangan pesantren cenderung menurun. Para kiai di pesantren jarang menulis buku atau karya tulis lainnya. Ini jauh berbeda dengan kondisi para ulama pada sekitar abad ke-19.

“Ketika itu, karya-karya tulis para ulama banyak diterbitkan di Saudi dan Turki, selain di Indonesia sendiri. Karya ulama zaman dulu yang monumental antara lain Tafsir al-Munir li Ma’alim at-Tanzil atau Tafsir Marah Labid (Syekh Nawawi al-Bantani) dan Manhaj Zhawi an Nazhar (Syekh Mahfudz al-Tirmasi), sebuah tafsir atas Manzhumat ‘Ilm al Atsar karya Abdurrahman al-Suyuthi,” paparnya.

Produktivitas Karya Tulis Pesantren Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)
Produktivitas Karya Tulis Pesantren Menurun (Sumber Gambar : Nu Online)

Produktivitas Karya Tulis Pesantren Menurun

Mas’ud menyampaikan hal itu saat memberi pengarahan dalam seminar “Hasil Pengembangan Karya Tulis Ilmiah Santri” di Hotel M-One Jalan Raya Jakarta-Bogor Km 49,5 Cimandala Sukaraja Bogor, Kamis (20/11), yang digelar Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puspenda) Balitbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mas’ud menambahkan, sekarang ini belum ada lagi penulis produktif dari kalangan ulama setelah Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh. “Yang menarik, adalah kitab Thariqatul Hushul ala Ghayatil Wushul karya Kiai Sahal Mahfudh, sebuah penjelasan dari kitab Ghoyatul Wushul karya Syekh Abu Zakariya al-Anshori,” tegasnya.

Menurutnya, pemeliharaan tradisi keilmuan meliputi menulis dan membaca kitab kuning sebagai salah satu fungsi pesantren diwujudkan dalam bentuk aneka karya tulis. Sebagai penulis produktif, ulama zaman dahulu melahirkan karya besar. Sayangnya, masih banyak yang belum dibukukan sebagai warisan kepada generasi penerus. Bagi Mas’ud, kaderisasi penulisan yang dilakukan Puspenda sangat penting untuk melahirkan penulis baru yang handal.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mas’ud secara khusus memberikan selamat dan apresiasi kepada para santri yang terpilih dalam 10 besar. Ia berharap mereka makin berkembang kemampuan menulisnya. “Saya berharap adik-adik santri yang terpilih ini menjadi penulis handal di masa depan. Saya tahu, tidak mudah dalam proses penulisan tersebut. Yang jelas, all beginning is difficult. Banyak pemula yang sampai berdarah-darah saking sulitnya,” seloroh Mas’ud. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal News, Warta, Sejarah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pengurus IPNU-IPPNU Pecangaan Dilantik

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara melantik Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU kecamatan Pecangaan masa khidmah 2012-2014, Jum’at (06/4) bertempat di musholla MWC NU Pecangaan. 

Chusni Maulana, Ketua PC IPNU didampingi Mahrus Fadzali, sekretaris melantik Pengurus PAC IPNU Pecangaan sedangkan Chamidatur Rohmah, ketua PC IPPNU didampingi Hidayatul Mustafidah, Sekretaris melantik Pengurus PAC IPPNU Pecangaan. Adapun PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Pecangaan dipimpin oleh Abdul Jalil dan Siti Fitriyani. 

Pengurus IPNU-IPPNU Pecangaan Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus IPNU-IPPNU Pecangaan Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus IPNU-IPPNU Pecangaan Dilantik

Dalam sambutannya, Abdul Jalil Ketua IPNU kecamatan Pecangaan mengatakan beberapa tahun ini keberadaan PAC-nya tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya mengalami penurunan yang drastis. “Melalui pelantikan ini kami berharap seluruh jajaran pengurus yang sudah dilantik harus menerimanya dengan ikhlas,” katanya. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Disamping itu, tambahnya pengurus juga perlu menata hati agar semakin mantap untuk berkhidmah di IPNU-IPPNU. Sedangkan perwakilan dari IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara, Chusni Maulana menyatakan dalam mengurus IPNU-IPPNU harus bertahan, berkembang dan memperhatikan kaderisasi. 

Ia mengungkapkan karena IPNU-IPPNU adalah organisasi pemuda ia memohon pada orang tua agar diperhatikan. “Selain disembur, diberi petuah juga perlu diberi wuwur, mudah memperoleh pendanaan agar organisasi mampu bertahan,” imbuhnya. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua MWC NU Pecangaan, K Sukri Sukarli dalam petuahnya menyampaikan ucapan selamat kepada Pengurus PAC IPNU-IPPNU Pecangaan. Selepas pelantikan ia meminta kepada kader NU agar berkembang maju. 

“Kenapa tadi saya meminta rekan Ketua PC IPNU untuk berdiri ketika memberikan sambutan? Karena berdiri memiliki filosofi organisasi ini harus berdiri bangkit, bangkit dan bangkit,” jelasnya. 

Bangkit paparnya sudah sesuai dengan makna Nahdlatul Ulama, kebangkitan ulama. Jika dikaitkan dengan pemuda, kebangkitan pemuda. Hadir dalam kesempatan itu KH Fahrurrozi pengasuh Pesantren “Darul Qur’an” Pecangaan yang diminta memberikan taushiyah.

Dalam taushiyahnya ia berharap kepada pengurus agar senantiasa memberikan gagasan dan wawasan terbaru kepada anggota. 

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim 

    





Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Warta, Kajian, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Sempat Terhenti, Pesantren Kiai Sekar Al Amri Probolinggo Bangkit dengan Memadukan Metode Salafiyah-Modern

Probolingo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pesantren Kiai Sekar Al Amri di Desa Sumberkedawung Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo mengembangkan pendidikan yang berpadu antara salafiyah dan modern. Tidak hanya ingin menciptakan santri yang pandai berdakwah saja, namun pengasuh pesantren juga ingin sosok santri itu cerdas secara intelektual.

Hal itu terlihat dari lengkapnya pendidikan formal yang berada di kawasan pesantren. Mulai dari TK Islam Terpadu, SD Islam Terpadu, SMP Islam Terpadu dan SMA Islam Terpadu. Saat ini pesantren tersebut memiliki santri mencapai 600 orang, dan separuhnya merupakan santri bermukim.

Sempat Terhenti, Pesantren Kiai Sekar Al Amri Probolinggo Bangkit dengan Memadukan Metode Salafiyah-Modern (Sumber Gambar : Nu Online)
Sempat Terhenti, Pesantren Kiai Sekar Al Amri Probolinggo Bangkit dengan Memadukan Metode Salafiyah-Modern (Sumber Gambar : Nu Online)

Sempat Terhenti, Pesantren Kiai Sekar Al Amri Probolinggo Bangkit dengan Memadukan Metode Salafiyah-Modern

Pesantren Kiai Pesantren Kiai Sekar Al Amri memiliki sejarah yang panjang. Didirikan sejak tahun 1850 oleh Kiai Muhtadin atau lebih dikenal dengan Kiai Sekar. Sempat vakum karena tidak ada garis keturunan laki-laki, namun kembali aktif pada tahun 1965. Adalah Kiai Muhammad Suhud yang kembali mengaktifkan pesantren tersebut. Kiai Suhud merupakan ayah Kiai Abdullah Zamroni pengasuh sekaligus ketua yayasan pendidikan saat ini. ?

“Pesantren ini sempat vakum setelah generasi kedua, karena tidak ada garis keturunan laki-laki. Baru ketika ayah dewasa tahun 1965, diaktifkan kembali. Kemudian pada tahun 1998, pesantren ini berganti nama menjadi Pesantren Kyai Sekar Al Amri,” kata Kiai Zamroni, Selasa (14/6).

Zamroni sendiri sejak tahun 2010 menjadi ketua yayasan di pesantren ini. Sejak awal anak ketiga dari lima bersaudara ini fokus untuk bidang pendidikan. “Kalau dihitung dari segi usia, pesantren ini tergolong pesantren tua. Namun semakin lama kami juga mengikuti perkembangan zaman. Awalnya pesantren ini merupakan pesantren salaf,” jelasnya.

Kiai yang pernah mondok di Pondok Jauhari Kabupaten Jember ini mengaku ingin menyandingkan konsep pendidikan salaf dengan pendidikan modern. “Sejak pukul 07.00 sampai pukul 15.00 dilangsungkan kegiatan sekolah. Setelah itu, baru kegiatan pondok dilakukan seperti Tanfidz Qur’an,” tegasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pendidikan Al-Qur’an telah diajarkan sejak usia dini. Sejak TK diajarkan hafalan surat-surat pendek. Kemudian, masuk jenjang SD diajarkan hafalan juz Amma atau juz 30. Baru pada jenjang pendidikan SMP, santri diarahkan untuk menghafalkan Al-Qur’an.

Perkembangan zaman pun diikuti oleh pesantren ini. Pengasuh serta guru-guru tidak menafikkan pentingnya prestasi akademik bagi siswa. “Sosok santri Al Amri diharapkan menpunyai kepribadian Islam, intelektual serta mandiri. Namun yang paling penting tujuan pondok pesantren adalah mencetak pendakwah-pendakwah,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Warta, Makam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Belajar dari Cara Nabi Mengatasi Kesulitan

Khotbah II





? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ?:

Belajar dari Cara Nabi Mengatasi Kesulitan (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Cara Nabi Mengatasi Kesulitan (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Cara Nabi Mengatasi Kesulitan

? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kaum Muslimin sidang Jum’at rahimakumullah,

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Puji dan syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT atas segala rahmat-Nya yang dilimpahkan kepada kita semua, sehingga kita dapat beribadah mengabdi kepada-Nya setiap waktu demi menggapai ridla-Nya.

Dalam kesempatan yang mulia ini, marilah kita terus menerus berusaha meningkatkan kualitas ketakwaan kita kepada Allah SWT; takwa dalam arti yang sebenar-benarnya. Semoga Allah SWT menempatkan kita semua pada derajat yang Dia ridhai, di dunia dan di akhirat. Amin ya rabbal alamin.

Kaum Muslimin sidang Jum’at rahimakumullah,

Dalam hidup, kelahiran dan kematian adalah sunnatullah. Sebuah proses alam yang terjadi secara berulang-ulang. Karena sunnatullah, tidak lantas kita sebagai manusia tidak berhak untuk berbahagia dan bersedih. Lumrahnya manusia, menghadapi kelahiran akan merasa bahagia. Demikian pula dengan kematian, wajarnya manusia akan merasa kehilangan dan sedih.

Panutan kita, Baginda nabi Muhammad SAW adalah manusia, sebagaimana kita semua, mempunyai rasa takut, sedih, serta kehilangan.

Allah SWT sendiri telah menjelaskan dalam QS Al Kahfi ayat 110

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? : 110)

Artinya :

Katakanlah “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: ‘Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa’. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shalih dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya”.

Dan disebutkan pula dalam QS Fushshilat ayat 6:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (?: 6)

Artinya :

Katakanlah: “Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya.

Oleh sebab itu, dalam aqidah As’ariyah Maturidiyah dikenal sifat jaiz nabi dan rasul :

? ?

Nabi dan rasul memiliki sifat sebagaimana manusia sebagaimana umumnya.

Kaum Muslimin sidang Jum’at rahimakumullah,

Pada tahun 10 kenabian, Rasulullah Muhammad SAW mengalami sebuah keadaan yang sangat berat. Hal ini disebabkan oleh wafatnya dua orang yang sangat dicintai yaitu Abu Thalib (paman belaiu) dan Khadijah (istri beliau). Sehingga dalam sejarah dikenal dengan sebutan ‘amul huzni (tahun kesedihan).

Hadirin Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Penderitaan beliau tidak berhenti hanya di situ, setelah ditinggalkan dua orang tercinta, beliau hijrah ke Thaif. Yang salah satu tujuannya adalah menghilangkan kesedihan. Tapi malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Selama 10 hari di Thaif tak ada satu pun orang yang berkenan masuk Islam. Bahkan Nabi diusir dan dilempari batu oleh penduduk Thaif.

Hadirin Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Saat Nabi Muhammad berada dalam titik nadir semangat perjuangan menegakkan Islam. Allah membuka jalan, memberikan dorongan dan spirit nabi Muhammad. Allah mengutus malaikat Jibril, untuk mengajak Nabi Muhammad recharging (mengisi ulang) semangat dengan “jalan-jalan” menelusuri jejak perjuangan nabi terdahulu, menelusuri taman-taman surga, dan jurang-jurang neraka. Diperlihatkan kepada Nabi Muhammad akibat dari kemalasan, keserakahan, dan ketamakan manusia. Diperlihatkan kepada Nabi Muhammad buah dari berbagi, mawas diri, dan rendah hati. Peristiwa ini kemudian hari dikenang dan diperingati setiap tahunnya oleh umat Islam sebagai isra’ mi’raj.

Hadirin Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Bagaimana dengan kita? Sebagai manusia, mungkin kemarin, saat ini, atau bahkan besok mengalami kesedihan, yang menguras air mata, dan menghabiskan energi. Belajar dari Habibuna Muhammad, saat kita mengalami keadaan terpuruk, sedih, maka keluarlah, pergilah, dan lihatlah! Temuilah orang-orang shalih, saksikanlah keindahan dan keberhasilan orang lain melewati tahapan kehidupannya. Lihatlah kegagalan-kegagalan orang yang terpuruk, terjerumus dalam keputusasaan.

Hadirin Jamaah Jum’ah rahimakumullah,

Setelah semuanya kita lakukan, hal yang terakhir adalah shalat, menghadap sang khaliq (Allah SWT). Serahkan semuanya kembali kepada Allah SWT. Dan tak lupa berdoa sebagaimana doa nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Anas r.a:

? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ?, ? ?.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat? gelisah (pesimis), sedih, malas, kikir, pengecut, terlilit hutang, dan keganasan orang lain.

Akhirnya, semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita semua, dan semoga kita semua yang hadir di sini diberi kekuatan oleh Allah untuk melewati setiap tahapan kehidupan dengan selamat dan berhasil menjadi umat Muhammad SAW yang sukses dunia maupun akhirat.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ??

Khotbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?+? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Muh. Afifuddin, Pengurus LP Ma’arif Kabupate Sleman

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Warta, RMI NU, Kyai Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

SMK NU Gelar Pameran Produk dan Parade Barongan

Blora, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Untuk menyemarakkan hari lahirnya yang ke-10, keluarga besar SMK NU Kunduran, Blora, Jawa Tengah, menggelar aneka macam kegiatan. Seperti pameran produk, pasar murah, parade seni barongan dan festival drum band. Selain itu, juga diluncurkan center bisnis di sekolah itu.

SMK NU Gelar Pameran Produk dan Parade Barongan (Sumber Gambar : Nu Online)
SMK NU Gelar Pameran Produk dan Parade Barongan (Sumber Gambar : Nu Online)

SMK NU Gelar Pameran Produk dan Parade Barongan

“Kegiatan ini tidak hanya melibatkan keluarga besar SMK NU, tetapi sejumlah sekolah di Kabupaten Blora juga terlibat dalam kegiatan tersebut,” ujar Kepala SMK NU Kunduran, Drs Mohadi Said, saat ditemui Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Senin (1/7) kemarin.

Dikatakan, kegiatan festival drum band dan parade seni barongan dimaksudkan untuk mengapresiasi perkembangan seni tersebut. Apresiasi diberikan agar seni tersebut makin berkembang di tengah-tengah masyarakat.  Khususnya adalah seni barongan yang merupakan kesenian khas Blora.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Karena itu, bagi pemenang disediakan hadiah total mencapai Rp 5,5 juta. Mereka juga diberikan piagam penghargaan beserta tropi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Apresiasi juga berlaku untuk kegiatan pameran produk yang dihasilkan SMK NU Kunduran. Bahkan, untuk mengapresiasi aneka produk yang dihasilkan siswa SMK tersebut, kemarin juga diresmikan bisnis center. Diana salah satu fungsinya adalah untuk mengelola aneka macam kegiatan produksi yang ada sekolah itu.   

“Untuk membatu meringankan beban masyarakat, kami juga menggelar pasar untuk masyarakat sekitar,” tandasnya.

Dia menambahkan, sebagai salah satu lembaga kebanggaan warga NU di Kabupaten Blora, SMK NU Kunduran terus berbenah untuk menjadi sekolah modern dan berbasis industri.  Berbagai upaya terus dilakukan untuk melengkapi berbagai sarana yang dibutuhkan. Tak hanya itu, siswa juga digembleng aneka program pengembangan karakter dan penguasaan skill.

“Kami berobsesi, SMK NU Kunduran akan menjadi agent pengembangan dan agent perubahan masyarakat menuju ke arah yang lebih baik dan sejahtera,” ungkap Mohadi Said.

Menurutnya, SMK NU Kunduran yang terletak di perbatasan Kabupaten Blora dan Kabupaten Grobogan itu, kini makin mendapat tempat di hati masyarakat. Terbukti, jumlah siswa yang bersekolah di SMK tersebut jumlahnya terus meningkat. Saat ini, setidaknya ada sekitar 700-an siswa sedang menimba ilmu di sekolah itu.

“Mereka tidak hanya datang dari Kabupaten Blora, tetapi sebagian juga datang dari Kabupaten Grobogan,” tambah Mohadi yang juga alumnus pascasarjana Universitas NU Surakarta.

Lulusan SMK NU, lanjutnya, juga banyak yang mendapat kesempatan kerja di berbagai perusahaan nasional maupun multi nasional. Bahkan, untuk tahun ini sebagian siswa sudah mendapat panggilan kerja sebelum mengikuti ujian nasional. Ini berarti kepercayaan dari dunia industri terhadap lulusan SMK NU terus meningkat.

Redaktur      : A. Khoirul Anam

Kontributror : Sholihin Hasan

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pendidikan, Warta, Hadits Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

PBNU Jalin Kemitraan dengan BRI

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menandatangani nota kesepahaman dengan Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sofyan Basir di gedung PBNU, Rabu (19/3).

PBNU Jalin Kemitraan dengan BRI (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Jalin Kemitraan dengan BRI (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Jalin Kemitraan dengan BRI

Kerjasama ini akan memanfaatkan potensi masing-masing pihak. Dengan sinergi ini, kedua pihak berharap terjadi proses percepatan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

KH Said Aqil Siroj mengatakan, warga NU yang banyak tinggal di pedesaan memerlukan akses perbankan untuk permodalan. Dalam dialognya secara langsung dengan masyarakat, ia menemukan, kelompok yang paling miskin ternyata malah tidak tersentuh bantuan permodalan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal yang sama juga dialami oleh institusi pendidikan berbasis pesantren, memerlukan dukungan ekonomi untuk menguatkan kelembagaannya. Ia mencontohkan, institusi pesantren, dengan manajemen yang baik, terbukti mampu memiliki unit usaha yang sangat besar dengan aset triliunan seperti yang dimiliki oleh pesantren Sidogiri di Pasuruan Jawa Timur. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kang Said menjelaskan, Islam menghormati harta. Bahkan Nabi Muhammad, dilahirkan dari sebuah suku yang kuat secara finansial. “Islam diturunkan untuk membangun kesejahteraan,” katanya. 

Sofyan Basir menjelaskan, kerjasama ini merupakan upaya meningkatkan percepatan akses perbankan ke seluruh wilayah Indonesia, baik dalam penyimpanan dana atau pemberian kredit. 

“Dengan kerjasama ini, kredit yang disalurkan akan lebih mudah diakses,” katanya.

BRI kini, tambahnya, terus memperluas akses perbankan ke daerah terpencil dan pulau terluar. “Jika dulu bank mendatangi daerah yang sudah ada bisnisnya, kini dengan adanya bank, bisnis jadi tumbuh,” paparnya. 

BRI kini tumbuh dengan sangat cepat, terutama dalam penggunaan teknologi informasi. Jumlah unitnya sudah mencapai 9800 dengan pegawai 110 ribu dan sebanyak 18.600 ATM dan selama tujuh tahun, Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan sudah mencapai 91 trilyun rupiah yang menjangkau 936 juta nasabah. 800 ribu nasabah yang semula mengikuti program kredit ini, sudah bisa naik jenjang pada kredit komersial yang berarti terdapat peningkatan skala usaha. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock