Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sholawat. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia

Depok, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sejak pagi, ribuan warga Nahdliyin Kota Depok tampak gembira. Dengan berseragam batik hijau, anggota Fatayat-Muslimat memenuhi aula Masjid Dian Al-Mahri Jl Meruyung Raya Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (15/5).

NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia

Mereka bersiap sejak kemarin untuk menyambut kedatangan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang dijadwalkan melantik Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Depok periode 2013-2018.

Dalam pantauan Kedung Sukun Adiwerna Tegal, di sepanjang jalan menuju masjid yang kerap disebut Masjid Kubah Mas ini tampak bendera NU yang melambai-lambai dari pepohonan rindang. Beberapa jamaah Nahdliyat tampak berjalan santai menuju aula masjid tempat pelantikan digelar. Bus-bus dan kendaraan pribadi berdatangan sejak pagi hingga menjelang siang. Aparat keamanan baik negeri (Polisi) maupun swasta (Banser) tampak berjaga-jaga di beberapa titik.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam pidato pengarahannya selaku Ketum PBNU, Kiai Said menyatakan pentingnya Nahdliyin Depok memahami garis perjuangan NU. Selain mengamalkan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), NU Depok juga harus mendakwahkannya. Hal ini dilakukan agar bangsa ini tidak pecah, tidak tercabik-cabik, dan tererai-berai. Agama Islam harus dipahami dan dikaji, bukan dilembagakan.

“NU tidak butuh negara Islam. Sayang kalau namanya sudah kadung jadi negara Islam tetapi pejabatnya banyak yang korupsi, banyak yang dipanggil KPK. Malu nggak Islam? Makanya, NU lebih memilih negara kebangsaan, negara nasionalis, tetapi berakhlak mulia,” kata Kang Said.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal ini, lanjutnya, seperti Nabi Muhammad SAW ketika dari kota Mekah ke kota Yatsrib. Pada waktu itu, Rasulullah mendapati masyarakat yang plural. Ada orang orang Islam: Auz dan Khazraj, ada pula non muslim, Yahudi: Bani Quraidhah, Bani Qainuqa’, Bani Nadlir. Makanya di Quran banyak ayat yang mengajak bicara orang Yahudi. Artinya penduduk Yatsrib itu multikultural.

“Lalu, Rasulullah membuat perjanjian yang disepakati bersama antara kaum muslimin dan non muslim. Perjanjian tersebut terkenal dengan sebutan Mitsaq al-Madinah. Rasulullah menegaskan, Ini ketetapan Muhammad untuk semua warga, asal satu cita-cita, satu visi-misi, satu garis perjuangannya sesungguhnya mereka itu umat yang satu,” papar Kiai Said.

Doktor jebolan Universitas Ummul Quro Mekah Saudi Arabia ini menambahkan, Nabi Muhammad berhasil membangun sebuah negara yang diikat dengan satu cita-cita dan visi-misi. Tidak diikat dengan dasar agama atau kesukuan. Nabi tidak mendeklarasikan negara berbasis agama dan suku karena di dalamnya ada Muslim dan non-Muslim, ada Arab dan non-Arab.

“Anehnya, dalam perjanjian Madinah itu sebagaimana tertulis dalam Sirah Nabawiyah juz II halaman 61, 2 setengah halaman tidak ditemukan kata-kata Islam sama sekali. Artinya Nabi membangun masyarakat berbasis budaya dan peradaban,” tegas Kiai Said.

Oleh karena itu, lanjut Kiai Said, yang asalnya bernama Yatsrib berubah nama menjadi Madinah yang berarti peradaban (berasal dari kata tamaddun, madaniyyah, masyarakatnya disebut mutamaddin). Warganya yang benar dilindungi, yang salah dihukum. Negara seperti ini disebut Negara Madinah.

“Contohnya, ada sahabat membunuh orang Yahudi. Nabi marah besar. Barangsiapa membunuh nonmuslim berhadapan dengan saya, saya advokatnya nanti. Dan barangsiapa yang berhadapan dengan saya, maka tidak akan masuk surga,” ujar Kiai Said. (Ali Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 21 Februari 2018

Kang Said: Tuhan Tidak "Galak"

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Merosotnya akhlak atau etika masyarakat akhir-akhir ini yang berujung pada intoleransi perlu disikapi oleh para dai. “Kita jangan hanya berbicara akidah saja, tapi juga harus menyampaikan bagaimana akhlak atau etika dalam Islam,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam akun twitternya @saidaqil, 23 Januari 2011.

Kang Said menyatakan bahwa pengajaran tentang akhlak juga tidak kalah penting, yaitu menempatkan manusia sebagai makhluk yang terhormat. “Jangan hanya bicara surga-neraka saja. Kalau hanya bicara itu orang akan takut. Kita harus bicara bagaimana memanusiakan manusia. Kita angkat terlebih dahulu manusia sebagai makhluk yang terhormat, baru bicara yang lain,” lanjut Kang Said.

Kang Said: Tuhan Tidak Galak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Tuhan Tidak Galak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Tuhan Tidak "Galak"

“Setelah itu barulah kita sampaikan, bahwa manusia itu harus begini, tidak boleh begitu, dan lain sebagainya,” tambahnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pria kelahiran Cirebon ini mengingatkan agar para khatib/ dai lebih damai dalam menyampaikan ajaran Islam kepada masyarakat. “Dalam berdakwah jangan hanya mengancam orang dengan neraka. Sampaikan dakwah dengan damai. Tuhan itu tidak "galak", yang "galak" itu khatibnya. Tuhan itu maha pemaaf,” tegas Kang Said.

Ia juga mengajak masyarakat agar tidak hitam-putih dalam memahami Islam. Pandangan Islam yang sempit juga lah yang menyebabkan munculnya intoleransi akhir-akhir ini. Islam tidak bisa dipahami dalam waktu singkat atau instan. “Tidak bisa memahami Islam secara instant, butuh waktu yang tidak sebentar,” tambahnya. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Amalan, AlaNu, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Jangan Dilemahkan, Keberadaan KPK Fardlu ‘Ain bagi Indonesia

Probolinggo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Bagi Indonesia keberadaan lembaga antirasuah seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah fardlu ain, wajib keberadaanya demi terciptanya tujuan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Karena korupsi telah menjadi penghalang bagi terwujudnya kesejahteraan suatu bangsa, wajib bagi kita untuk menghilangkan penghalang kemaslahatan itu dengan melakukan pemberantasan korupsi yang oleh konstitusi utamanya dimandatkan kepada KPK.

Jangan Dilemahkan, Keberadaan KPK Fardlu ‘Ain bagi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Dilemahkan, Keberadaan KPK Fardlu ‘Ain bagi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Dilemahkan, Keberadaan KPK Fardlu ‘Ain bagi Indonesia

Hal tersebut disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Hasan Mutawakkil Alallah saat menerima kunjungan Ketua KPK RI Agus Rahardjo di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genghong, Probolinggo.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kiai Mutawakkil bahkan meminta para santri dan warga NU untuk terus mendukung dan mendoakan KPK agar tetap istiqamah memberantas korupsi. "Tidak boleh ada yang melemahkan KPK, karena keberadaannya konstitusional dan harus kita kawal bersama," katanya.

Sementara itu, Agus Rahardjo saat menyampaikan arahan di hadapan para mahasiswa baru Sekolah Tinggi ilmu Hukum Zainul Hasan di sela-sela kunjungan, menyatakan optimis pemberantasan korupsi di Indonesia kian membaik dengan optimalnya peran KPK.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Peringkat pemberantasan korupsi dalam 10 tahun terakhir, terus meningkat dari angka 17 menjadi 36 di tahun ini. Sebuah peningkatan yang harus terus dipacu, dan salah satunya dengan keterlibatan masyarakat termasuk kalangan santri dan pondok pesantren.

Lebih lanjut, Agus Rahardjo mengajak para santri dan masyarakat luas untuk melaporkan kepada KPK apabila menemukan praktik korupsi di daerah masing-masing.

"Selain penindakan, KPK memiliki mandat pencegahan korupsi yang ini harus bekerja sama dengan semua pihak, termasuk dengan pesantren dan Nahdlatul Ulama," lanjutnya.

Selain ke Pesantren Genggong, Ketua KPK juga slayurahim ke PP Nurul Jadid Paiton Probolinggo, PP Sidogiri Pasuruan, setelah sebelumnya juga sowan pesantren Tebuireng dan Lirboyo. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Kader Ansor Soloraya Ikuti Pelatihan Analisa Konflik Sosial

Solo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Perwakilan kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Solo bersama sejumlah elemen kepemudaan lainnya, mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat dalam penyelesaian konflik sosial yang diadakan Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Provinsi Jawa Tengah, Rabu-Kamis (16-17/3), di Hotel Sahid Solo, Jawa Tengah.

Kegiatan yang mengambil tema “Melalui Koordinasi dan Konsultasi Kita Tingkatkan Peran Serta Masyarakat dalam Penanganan Konflik di Daerah” tersebut menghadirkan beberapa pembicara, di antaranya adalah Wakil Rais Syuriyah PWNU Jateng, KH. M. Dian Nafi dan Dosen FISIP Universitas Wahid Hasyim Semarang, Joko J. Prihatmoko.

Kader Ansor Soloraya Ikuti Pelatihan Analisa Konflik Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor Soloraya Ikuti Pelatihan Analisa Konflik Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor Soloraya Ikuti Pelatihan Analisa Konflik Sosial

Salah satu peserta dari Ansor, Choirudin Ahmad, menuturkan pelatihan ini penting bagi kader, kaitannya dalam mengelola manajemen konflik organisasi dan masyarakat.

“Bagaimana pun di sebuah organisasi, termasuk Ansor pasti terdapat konflik baik antar kader maupun dengan masyarakat, tinggal bagaimana kita mengelola konflik tersebut agar bernilai positif bagi semua,” terang Choirudin, yang juga Ketua PC GP Ansor Boyolali itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu, panitia pelaksana kegiatan pelatihan, Budiyanto menjelaskan pihaknya menyelenggarakan kegiatan ini sebanyak dua kali. “Angkatan pertama dilaksanakan sekarang, kemudian angkatan berikutnya rencana akan kembali diselenggarakan di Solo, 30-31 Maret mendatang,” paparnya.

Pihaknya berharap melalui penyelenggaraan pelatihan ini, dapat menberikan bekal kepada masyarakat dalam penyelesaian konflik sosial. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pondok Pesantren, Ahlussunnah, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Komunitas Pramuka Maarif NU Surabaya Dikukuhkan

Surabaya,Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Wakil Walikota Surabaya mengukuhkan Majelis Pembimbing dan Kepengurusan Satuan Komunitas Pramuka Maarif (Sakoma) Nahdlatul Ulama di gedung Museum NU Jalan Gayungsari Timur No 35 Surabaya, Sabtu (10/9). Kepengurusan Sakoma Surabaya masa khidmah 2016-2021 tersebut diketuai M Masad.

Komunitas Pramuka Maarif NU Surabaya Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Komunitas Pramuka Maarif NU Surabaya Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Komunitas Pramuka Maarif NU Surabaya Dikukuhkan

Tampak hadir dalam pengukuhan kepengurusan Sakoma yakni Ketua PCNU Surabaya Muhibin Zuhri. Selain itu pengukuhan kepengurusan Sakoma itu juga dihadiri ratusan anggota yang tergabung dalam Pramuka Sakoma seluruh Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut Ketua PCNU Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri juga berharap Ssakoma menjadi kekuatan penopang utama misi penanaman karakter relegius dan nilai-nilai kebangsaan pada calon pemimpin bangsa di masa mendatang.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Generasi Aswaja menebar kemanfaatan, toleran dan merahmati seperti harumnya bunga mawar, tetapi juga tegas dan siap dalam mengahadapi semua ancaman yang merongrong ideologi dan kedaulatan bangsa," tegasnya.

Majelis Pembimbing Sakoma,? HM Jalaluddin mengatakan, dibentuknya Sakoma ini tujuannya adalah pembinaan generasi muda di lingkungan pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama. Lebih jauh adalah pembinaan generasi muda terutama di Surabaya agar perilakunya tidak meinyimpang dari sendi agama, nasionalis dan kebangsaan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Selain membangkitkan Pramuka kembali terhadap para pelajar, kami juga akan membentengi dengan patron Aswaja. Selain itu juga para Pramuka akan kami gerakkan dan bekali dengan menolak paham radikalisme yang saat ini sudah masuk ke sekolah dan kampus," ujar Jalaluddin.

Saat ini ada sekitar 250 sekolah dibawah Yayasan Maarif di Surabaya. Pembentukan Sakoma di Surabaya menurut Jalaluddin adalah ketiga setelah di Kabupaten Ponorogo dan Ngawi. Rencananya Sakoma akan terus dikembangkan di lingkungan sekolah-sekolah dibawah Yayasan Maarif Nahdlatul Ulama ini.

Sementara itu, Wakil Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana menyambut baik adanya Sakoma, menurutnya, dengan Sakoma ini para generasi muda mendapat pendidikan di luar pendidikan formal yang positif. "Semoga dengan adanya Sakoma menambah nilai positif untuk para pelajar dan generasi muda di Surabaya," ujarnya. (Win/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

PBNU Gelar Tahlilan untuk Kiai-Santri Korban G30S PKI

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar kegiatan tahlilan untuk para kiai dan santri yang menjadi korban serangkaian pemberontakan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) beberapa tahun silam.

Kegiatan akan diselenggarakan di aula lantai 8 kantor PBNU, jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Senin (1/10) pukul 18.30 WIB dan akan dipimpin oleh sejumlah kiai.

PBNU Gelar Tahlilan untuk Kiai-Santri Korban G30S PKI (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gelar Tahlilan untuk Kiai-Santri Korban G30S PKI (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gelar Tahlilan untuk Kiai-Santri Korban G30S PKI

Selain tahlilan, PBNU juga akan mengeluarkan pernyataan sikap terkait peristiwa G30S PKI dan beberapa pemberontakan yang dilakukan PKI sebelumnya. Sejumlah peneliti dan pelaku sejarah juga akan memberikan testimoni mereka dalam forum ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu ? diwartakan, Ahad 30 Septermber 2012 tadi malam, ribuan orang menghadiri kegiatan tahlil akbar untuk arwah korban keganasan OKI di Monumen Bendo Magetan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Di situ pada 1948, sebanyak 108 tokoh dibunuh secara kejam oleh PKI dan dimasukkan ke dalam satu sumur,” kata Wakil Sekjen PBNU H Abdul Mun’im DZ.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Santri, Ahlussunnah, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Mendiknas Kunjungi Pesantren Balekambang

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Menteri Pendidikan Nasional H Mohammad Nuh, mengunjungi pesantren Balekambang desa Gemiring Lor kecamatan Nalumsari, Ahad siang (3/2). Kunjungan M Nuh beserta rombongan dilaksanakan usai menyampaikan Sosialisasi Kurikulum 2013 di Yaptinu Jepara, Jawa Tengah.

Rombongan yang dikawal dari Yaptinu disambut ribuan santri yang berjajar memadati area pondok. Saat di pondok rombongan di terima lurah pondok KH Mustamir Wildan beserta keluarga besar Balekambang. 

Mendiknas Kunjungi Pesantren Balekambang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendiknas Kunjungi Pesantren Balekambang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendiknas Kunjungi Pesantren Balekambang

Oleh shohibul ma’had rombongan diajak menuju gedung SMK yang meliputi gedung baru, Lab Tata Busana dan Lab Otomotif. Disamping itu ia menyapa santri yang berasal dari Jawa dan Luar Jawa. Nuh bertanya kepada santri tentang biaya mondok perbulan. Saat mengetahui per bulan santri membayar Rp.300.000, ia pun kaget karena uang itu dalam sehari santri makan tiga kali. 

Kepada santri ia mengajak untuk tetap semangat. “Tetap semangat ya. Semangat ngajinya. Semangat belajarnya,” kata Nuh kepada sejumlah santri.

KH Mustamir Wildan mengungkapkan Mendiknas memberi kabar bahwa rombongan akan menyambangi Balekambang 2 hari sebelum kedatangannya ke Jepara. “Kebetulan simbah KH Makmun Abdullah sedang menunaikan ibadah umrah bersama keluarga. Namun hal itu tidak membuat kekecewaan Pak Nuh beserta rombongan,” terangnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Meski rombongan disambut dengan sederhana, lanjut kiai Mustamir kunjungan Mendiknas berjalan khidmad. Siang itu merupakan kunjungan M Nuh kedua kalinya ke pesantren Balekambang. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Syaiful Mustaqim

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pendidikan, Sholawat, Nusantara Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

LAZISNU: Lembaga Amil Zakat Mutlak Harus Terbuka

Semarang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sekretaris Pengurus Pusat LAZISNU Adna Khoirotul A’yun menekankan perlunya membangun sistem akuntansi yang bagus dengan prinsip keterbukaan. Dengan laporan keuangan yang transparan, kata dia, LAZISNU akan dipercaya masyarakat.

Ia menyampaikan hal itu saat memberi materi dalam Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kaderisasi Amil Zakat yang digelar Pengurus Wilayah LAZISNU Jawa Tengah di kantor PWNU Jateng, Jalan Dr Cipto Mangunkusumo 180 Semarang, akhir pekan (14/2) kemarin.

LAZISNU: Lembaga Amil Zakat Mutlak Harus Terbuka (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU: Lembaga Amil Zakat Mutlak Harus Terbuka (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU: Lembaga Amil Zakat Mutlak Harus Terbuka

Terbuka yang dia maksud adalah terbuka selebar-lebarnya. Yaitu bisa dilihat siapapun, kapanpun, dan di manapun. Laporan keuangan tersaji di situs internet dan berjalan real time. Sehingga, siapapun yang berkepentingan bisa langsung membuka melalui jaringan internet untuk mengetahui kondisi keuangan LAZISNU.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Sebuah lembaga amil zakat mutlak harus menerapkan manajemen terbuka. Laporan keuangannya harus bisa diakses siapa saja, kapan saja, dari mana saja,” jelasnya dalam pelatihan bagi kader amil zakat profesional ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pengurus Pusat LAZISNU, kata dia, telah membentuk manajemen eksekutif yang diberi nama NU-Care. Dengan Surat Keputusan (SK) Ketua LAZISNU, NU-Care dipimpin oleh seorang direktur yang tugasnya menjalankan program-program LAZISNU.

Profesionalitas Amil

Narasumber lain dalam diklat kali ini adalah Slamat Surachmat, Manajer Operasional LAZIS Baiturrahman yang juga sekretaris jenderal Forum Zakat Jawa Tengah, dan Ketua LAZISNU Jateng sendiri H Muhammad Mahsun.

Slamet Surachmat menyatakan, perilaku atau perbuatan amil zakat itulah yang merupakan produk lembaga amil zakat (LAZ). Karena LAZ adalah “bisnis kepercayaan” maka hal pertama yang harus “dijual” ke masyarakat adalah akhlak amilnya. Yaitu orang yang amanah, yang di dalamnya mengandung pengertian orang militan, jujur, cerdas. ?

“Amil adalah mujahid. Maka satu-satunya cara menjadi amil yang baik adalah punya modal jiwa amanah, bisa dipercaya,” tuturnya.

Ia pun mengutip sebuah hadits Rasulullah dari Imam Ahmad, “Sebaik-baik profesi adalah amil, jika dia ikhlas”. Serta hadits dari Imam Thabrani, “Amil yang bekerja lalu dia mengambil dan memberi dengan benar adalah seperti mujahid di jalan Allah sampai ia pulang kepada keluarganya”.

Selain itu ia mengajarkan pembentukan kepribadian amil, dari aspek penampilan, perilaku profesional ketika menerima tamu, mendatangi muzakki (wajib zakat), serta bagaimana menyapa mustahiq.

“Performance seorang amil harus benar-benar dibina. Kita harus tampil bagus dengan style yang sesuai profesi kita. Termasuk harus menguasai public speaking,” tuturnya seraya mengajak peserta praktik langsung walau secara singkat.

Adapun Ketua LAZISNU Jateng H Muhammad Mahsun mengajak peserta untuk serius bergiat di LAZISNU sebagai jalan untuk mengbdikan diri kepada masyarakat. “Mari kita serius bekerja untuk umat melalui LAZISNU ini. Jadikan ini profesi pilihan dalam karir pengabdian Anda kepada Allah karena zakat itu rukun Islam perintahnya datang langsung dari Allah,” tuturnya.? (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tokoh, Jadwal Kajian, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Rais ‘Aam Ingatkan Seluruh Pengurus tentang Garis NU

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal



Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin mengingatkan kepada para pengurus di lingkungan Nahdlatul Ulama tentang dua aspek organisasi, yakni pemikiran (fikrah nahdliyah) dan gerakan (harakah nahdliyah). Menurutnya, keduanya menjadi garis atau pegangan yang harus dipedomani warga NU.

Pada aspek pemikiran, menurut Kiai Ma’ruf, NU memegang apa yang ia sebut dengan tawassuthiyah (moderasi), tathawwuriyah (dinamisasi), dan manhajiyah (metodologi). “Moderat artinya tidak terlalu tekstual, juga tidak terlalu liberal,” katanya saat membuka Rapat Kerja Nasional II yang diikuti seluruh pengurus harian lembaga dan badan otonom NU di auditorium gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (19/11).

Rais ‘Aam Ingatkan Seluruh Pengurus tentang Garis NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais ‘Aam Ingatkan Seluruh Pengurus tentang Garis NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais ‘Aam Ingatkan Seluruh Pengurus tentang Garis NU

Ia mencontohkan pemikiran para pengusung khilafah sebagai cara pandang tekstual yang menganggap seolah tak ada perubahan dalam sejarah kehidupan ini. Sebaliknya, orang-orang liberal menganggap semua berubah sehingga terkesan menggampangkan agama. “NU tak sepakat dengan pandangan ini. NU meyakini ada yang tsabitat (tetap), ada juga yang mutaghayyirat (berubah),”jelasnya.

Karena itu, NU adalah organisasi yang berpikir dinamis sebagaimana jargon al-muhafadhah ‘alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah (melestarikan tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik). Dalam proses dinamisasi tersebut, menurut Kiai Ma’ruf, NU harus berpedoman dengan metodologi atau manhaj.

Gerakan NU

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari sisi gerakan, jelas Kiai Ma’ruf yang juga ketua MUI pusat ini, NU mengedepankan himayah (perlindungan) dan ishlahiyyah (perbaikan). NU harus menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah yang mengedepankan sikap-sikap toleran, moderat, dan adil.

Ia juga mendorong NU untuk melakukan perbaikan-perbaikan. “Al-muhafadhah ‘alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah. Menurut saya ini kurang inovatif, hanya menjaga dan mengambil,” katanya. Moto ini baginya mesti ditambah dengan al-ishlah ila ma ghairil ashlah (memperbaiki apa yang belum menjadi lebih baik).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Tapi yang lebih baik juga enggak seterusnya baik. Baik hari ini belum tentu baik nanti. Jadi harus ditambahi lagi ‘tsummal ashlah fal ashlah (perbaikan terus menerus),” katanya yang juga mengutip Imam Izzuddin Abdus Salam yang mengatakan bahwa orang yang mengabaikan inovasi berarti tak paham soal keutamaan perbaikan.

Kiai Ma’ruf menyebut garis-garis tersebut dengan sebutan mabadi nadhliyat (dasar-dasar ke-NU-an). Secara teknis dasar-dasar itu juga bisa dilakukan dengan merujuk Qanun Asasi, Khiththah Nahdliyah, dan produk-produk kesepakatan yang dihasilkan forum resmi NU seperti Muktamar dan Munas atau Konbes.?

La yunkaru fi mujma’ ‘alaih, tidak ada pengingkaran pada hal-hal yang sudah disepakati,” tegasnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sholawat, Sunnah, Pondok Pesantren Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pengurus IPNU-IPPNU Pecangaan Dilantik

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara melantik Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU kecamatan Pecangaan masa khidmah 2012-2014, Jum’at (06/4) bertempat di musholla MWC NU Pecangaan. 

Chusni Maulana, Ketua PC IPNU didampingi Mahrus Fadzali, sekretaris melantik Pengurus PAC IPNU Pecangaan sedangkan Chamidatur Rohmah, ketua PC IPPNU didampingi Hidayatul Mustafidah, Sekretaris melantik Pengurus PAC IPPNU Pecangaan. Adapun PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Pecangaan dipimpin oleh Abdul Jalil dan Siti Fitriyani. 

Pengurus IPNU-IPPNU Pecangaan Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus IPNU-IPPNU Pecangaan Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus IPNU-IPPNU Pecangaan Dilantik

Dalam sambutannya, Abdul Jalil Ketua IPNU kecamatan Pecangaan mengatakan beberapa tahun ini keberadaan PAC-nya tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya mengalami penurunan yang drastis. “Melalui pelantikan ini kami berharap seluruh jajaran pengurus yang sudah dilantik harus menerimanya dengan ikhlas,” katanya. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Disamping itu, tambahnya pengurus juga perlu menata hati agar semakin mantap untuk berkhidmah di IPNU-IPPNU. Sedangkan perwakilan dari IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara, Chusni Maulana menyatakan dalam mengurus IPNU-IPPNU harus bertahan, berkembang dan memperhatikan kaderisasi. 

Ia mengungkapkan karena IPNU-IPPNU adalah organisasi pemuda ia memohon pada orang tua agar diperhatikan. “Selain disembur, diberi petuah juga perlu diberi wuwur, mudah memperoleh pendanaan agar organisasi mampu bertahan,” imbuhnya. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua MWC NU Pecangaan, K Sukri Sukarli dalam petuahnya menyampaikan ucapan selamat kepada Pengurus PAC IPNU-IPPNU Pecangaan. Selepas pelantikan ia meminta kepada kader NU agar berkembang maju. 

“Kenapa tadi saya meminta rekan Ketua PC IPNU untuk berdiri ketika memberikan sambutan? Karena berdiri memiliki filosofi organisasi ini harus berdiri bangkit, bangkit dan bangkit,” jelasnya. 

Bangkit paparnya sudah sesuai dengan makna Nahdlatul Ulama, kebangkitan ulama. Jika dikaitkan dengan pemuda, kebangkitan pemuda. Hadir dalam kesempatan itu KH Fahrurrozi pengasuh Pesantren “Darul Qur’an” Pecangaan yang diminta memberikan taushiyah.

Dalam taushiyahnya ia berharap kepada pengurus agar senantiasa memberikan gagasan dan wawasan terbaru kepada anggota. 

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim 

    





Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Warta, Kajian, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Terpuji dalam Laku, Terdepan dalam Ilmu

Oleh Alhilyatuz Zakiyah Fillaily

Manusia, lagi-lagi manusia itu membuat kekacauan. Kekacauan yang bagaimana? Kekacauan yang meresahkan esetoris kehidupan mereka, bahkan menjamah kepada ruang-ruang alam hayati yang seharusnya terpelihara. Atas dasar kerapuhan konstruksi dalam diri manusia seakan-akan ialah Tuhan. Lalu berhak berbuat segalanya, yang kadang melupakan bahwa keterbatasan-keterbatasan itu diterpa begitu saja. Karena manusia adalah makhluk sempurna dibanding makhluk hidup lainnya, kesempurnaan itu selalu diusahakan.

Terpuji dalam Laku, Terdepan dalam Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Terpuji dalam Laku, Terdepan dalam Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Terpuji dalam Laku, Terdepan dalam Ilmu

Indonesia memiliki keunikan-keunikan yang beragam. Mulai yang berasal dari Yang Maha Pencipta (tanaman, hewan, lautan, hutan, dan sebagainya), sampai yang berasal dari manusia (budaya, kesenian, kesusastraan, teknologi, adat kebiasaan, keberagaman keberagamaan, dan lain sebagainya).

Keunikan tersebut terawat dan tercipta atas dasar kesadaran rohani yang mendorong dan menuntun untuk selalu menenangkan hayati. Di sinilah keaktifan manusia merupakan upaya memelihara Indonesia, bukan sebaliknya menyuguhkan aroma kebisingan yang kacau pada negeri.?

Proses pertaubatan pertama dan utama yang harus dilakukan adalah dari manusia itu sendiri. Sebagai makhluk sempurna, manusia seharusnya memiliki kesempurnaan tarian dalam berkolaborasi dengan siapa saja. Kekacauan terjadi jika manusia tidak lagi sempurna. Ketidaksempurnaan terjadi akibat ketidakseimbangan proses percumbuan dengan Tuhan, dan proses pergandengan tangan dengan manusia lainnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dikenal proses horizontal (hablumminallah), dan secara vertikal (hablumminannas). Jika baik silaturrahim keduanya, baik pula tempat tinggalnya yang terucap sebagai negara. Hingga bersenandunglah laku yang terpuji, ilmu yang terdepan, dan kesyahduan perkencanan dengan Tuhan.

Terpuji dalam laku

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Laku adalah perbuatan manusia. Perbuatan manusia adalah ciri yang membedakan dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Laku terpuji tak akan luruh jika disenandungkan selalu. Adakalanya kondisi kekosongan itu menyelubungi manusia ditengah-tengah profannya dunia. Salah seorang manusia yang mampu mengolah keadaan dengan baik pernah bernada;?

Anglaras ilining banyu angeli, ananging ora keli

Uninga sucining gandaning nabi

Sabda Sunan Kalijaga tersebut kurang lebih bermakna bahwa manusia harus memiliki kemampuan menyesuaian diri dengan berkembangnya zaman seperti air yang senantiasa mengalir. Tetapi jangan sampai terhanyut dalam arus. Manusia harus berpegang pada tongkat yang dimiliki. Sebagai makhluk yang beragama, kedua tongkat harus dimanfaatkan sebagai pegangan dalam hidup. Tongkat yang bersenandung hukum alam dan hukum Tuhan.?

Dalam mengikuti arus kehidupan dengan perkembangan zaman yang modern, manusia harus selalu mengingat uninga sucining gandaning nabi, ingat akan aroma keharuman Baginda Nabi Muhammad SAW. Aroma itu berupa keluhuran budi Kanjeng Nabi yang menghargai udara-udara kenikmatan Allah SWT. Memiliki pegangan dalam hidup, serta memiliki figur suri tauladan menuntun terciptanya laku yang baik. Hingga manusia dihiasi dengan laku yang terpuji.

Terdepan dalam ilmu

Laku harus diperbaiki terlebih dahulu, sebelum mengisinya dengan ilmu. Ketika laku terpuji menghiasi manusia, manusia akan mudah menerima ilmu yang luhur. Ilmu yang merasuki manusia kemudian masuk dalam diri bersamaan cahaya dari sang Maha Pengasih. Ilmu ini akan menjadi ilmu saja ketika manusia melahap an sich.?

Tanpa adanya laku yang menghiasinya. Keberhasilan keilmuan nampak pada keberlangsungan hidup yang sejahtera, kerukunan yang damai, tanpa kekacauan yang saling menjatuhkan. Jika ini tercapai maka alam pun akan bersorak ria menyaksikan dirinya yang diilmuni. Bukti dari diilmuninya yaitu keselarasan hayati.?

Sebenarnya konsep “Terpuji dalam Laku, Terdepan dalam Ilmu” saya peroleh dari tempat saya mengais ilmu akibat kelaparan yang saya alami di Yayasan Tarbiyatul Banin yang tegak berdiri di atas pertanahan Bumi Mina Tani (Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Pati) yang selalu saya rindukan. Tempa pendidikan tersebut memiliki visi yang indah “Terdepan dalam Ilmu, Terpuji dalam Laku", terbalik dengan apa yang saya pikirkan. Namun itu tak masalah. Saya harus bersyukur dilahirkan dari lingkungan yang baik.

Hubungan vertikal yang baik, menyuguhkan kondisi yang segar di hadapan Tuhan. Manusia dengan rasa kasih sayang mampu merawat keharmonisan alam hayati dengan segala unsur di dalamnya. Laku baik dan ilmu mumpuni akan membuat hubungan horizontal semakin indah pula. Manusia akan semakin mengilmuni apapun yang dihadapannya, segala sesuatu yang diilmuni melahirkan menanamkan rasa cinta.?

Cinta akan memberikan jalan untuk berkencan dengan Tuhan. Kasih sayang melekat dalam diri manusia menjauhi kekacauan. Alangkah indahnya Indonesia jika terdidik oleh manusia-manusia yang mempu mengolah dirinya sehingga berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. Berkencan dengan Tuhan melalui jalan cinta segera diwujudkan.

Jalan Cinta

Cinta, aku memanggilmu cinta sebagai yang patut dicinta

Jalan, aku menyebut kau jalan sebagai tujuan

Cinta, aku mencintai engkau sebagai ungkapan kasih sayang

Jalan, aku membutuhkan jalan sebagai penenang

Cinta, aku memuji engkau sebagai sang Maha Segala

Jalan, aku membuka tabir sebagai pertaubatan

Cinta, aku merindukanmu sebagai keabadian kita

Jalan, aku mencarimu selalu sebagai kenikmatan?

Semarang, Januari 2017

Penulis adalah mahasiswi Jurusan Hukum Pidana dan Politik Islam, UIN Walisongo Semarang. Pegiat Sastra LIKSA (Lingkar Kajian Sastra) LPM Justisia. ? ?





Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Daerah, Pendidikan, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Kang Said: Bangsa Besar Mau Pertahankan Bahasanya

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menjelaskan, salah seorang Wali Songo, yaitu Sunan Bonang, berhasil mensinkronkan antara bahasa Arab dalam kitab kuning dengan bahasa ibu santri, misalnya bahasa Jawa.

Kiai yang akrab disapa Kang Said itu mencontohkan, dalam memaknai kitab kuning, santri memiliki rumus khusus dalam bahasa Jawa. Jika kedudukan kalimat itu mutada, maka akan ditandai utawi, khobar itu iku, fail atau naibul fail itu sopo atau opo, maf’ul bih itu ing, dhorof itu ingdalem, tamyiz apane, hal itu hale.

Kang Said: Bangsa Besar Mau Pertahankan Bahasanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Bangsa Besar Mau Pertahankan Bahasanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Bangsa Besar Mau Pertahankan Bahasanya

Pada praktiknya, misalnya dalam kalimat alhamdu utawi sedoyo puji. Utawi di situ supaya tahu santri bahwa itu mubtada. Iku lillahi, kagungan allah. Iku di situ supaya tahu bahwa itu khobar.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Karena bahasa itu menunjukkan bangsa, pesantren adalah cagar budaya, benteng budaya dan sumber budaya,” tegasnya ketika diwawancarai di ruangannya, gedung PBNU, Jakarta, Senin (17/2).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia kemudian mengimbau, supaya bangsa Indonesia mempertahankan bahasa ibu masing-masing karena bahasa Indonesia tidak selengkap bahasa ibu. “Bangsa besar adalah bangsa yang bisa mempertahankan jatidirinya, bahasanya, kepribadiannya, wisdomnya, tidak tergilas era apapun, termasuk era globalisasi.”

Hari Bahasa Ibu berasal dari pengakuan internasional terhadap Hari Gerakan Bahasa yang dirayakan di Bangladesh. Tanggal 21 Februari dinyatakan sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional oleh UNESCO pada tanggal 17 November 1999. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaSantri, Makam, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Kelompok Abu Sayyaf Bebaskan Dua Wartawan

Manila, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kelompok gerilyawan Abu Sayyaf membebaskan dua awak televisi Filipina, yang ditahan bersama seorang wartawan Jordania hampir delapan bulan lalu di Filipina selatan, kata polisi.

Sandera Buboy Letriro dan Ramil Vela dibebaskan pada Sabtu petang di pulau Jolo, Filipina selatan, tempat gerilyawan Abu Sayyaf menahan mereka sejak Juni tahun lalu, kata kepala kepolisian daerah Noel Delos Reyes kepada AFP.

Kelompok Abu Sayyaf Bebaskan Dua Wartawan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelompok Abu Sayyaf Bebaskan Dua Wartawan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelompok Abu Sayyaf Bebaskan Dua Wartawan

Delos Reyes mengatakan tidak mengetahui nasib atau keberadaan wartawan Jordania dari jaringan televisi Al Arabiya yang bermarkas di Dubai, Bakr Atyani.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Segera setelah mereka dibebaskan mereka menelepon keluarga-keluarga mereka dari satu kamar hotel di Jolo," kata Delos Reyes.?

"Mereka kemudian dibawa pihak berwenang ke ibu kota provinsi itu untuk diperiksa kesehatan," ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Delos Reyes mengatakan situasi tentagn bagaimana kedua orang itu dibebaskan tetap tidak jelas. Namun ia membantah bahwa uang tebusan telah dibayarkan kepada Abu Sayyaf.

Kedua awak televisi itu pergi bersama Atyani ke Pulau Jolo Juni tahun lalu , tetapi hilang sehari setelah mreka tiba.

Polisi di Jolo mengatakan tiga orang ditahan Abu Sayyaf, satu kelompok gerilyawan yang dituduh terlibat dalam serangan paling buruk di negara itu serta penculikan terhadap para warga asing.

Pasukan khusus Amerika Serikat secara bergiliran berada di Filipina selatan selama lebih dari 10 tahun untuk melatih pasukan lokal dalam menumpas kelompok pro-AlQaida yang berada dalam daftar Washington sebagai organisasi-organisasi teroris asing.

?

Redaktur: Hamzah Sahal

Sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sholawat, Khutbah, Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Ketua Lesbumi PC NU Kota Tegal Luncurkan Antologi Puisi Kelapa Ijo

Brebes, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kota Tegal Drs Atmo Tan Sidik kembali meluncurkan antologi puisi bertajuk "Kelapa Ijo". Kumpulan puisi dalam rangka mensosialisasikan bahaya penyalahgunaan Narkoba itu diluncurkan di Pendopo Bupati Brebes, Sabtu (17/12) lalu.

"Pencegahan penyalahgunaan obat-obat terlarang jenis Narkoba tidak harus dengan pendekatan represif tapi akan lebih efektif dengan pendekatan estetika kesenian sehingga akan lebih menyentuh," ujar Atmo yang juga Kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Brebes, Jawa Tengah.

Ketua Lesbumi PC NU Kota Tegal Luncurkan Antologi Puisi Kelapa Ijo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Lesbumi PC NU Kota Tegal Luncurkan Antologi Puisi Kelapa Ijo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Lesbumi PC NU Kota Tegal Luncurkan Antologi Puisi Kelapa Ijo

Saat peluncuran, juga digelar lomba baca puisi Anti Narkoba yang dihadiri warga dari sejumlah kalangan, dari mulai birokrat, pelajar, seniman dan tokoh masyarakat. Lomba puisi diikuti belasan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes.

Akan halnya peluncuran antologi puisi "Kelapa ijo", dalam antologi tersebut merangkum karya seniman dari sejumlah daerah, berisi tentang bahaya anti-narkoba. Pengantar buku antologi puisi Kelapa Ijo tersebut ditulis langsung oleh Kepala Badan Narkoba Nasional (BNN) Pusat, Budi Waseso.

Menurut Atmo, orang dahulu banyak yang memberi obat dengan meminum kelapa hijau jika keracunan. "Air kelapa hijau juga bisa untuk memberi pertolongan pertama bagi pencandu Narkoba," ucap Atmo.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Atmo memaparkan, air kelapa hijau di dalamnya mengandung 4,7 persen padatan, 2,6 persen gula, 0,55 persen proten, 0,74 persen lemak, serta 0,46 persen mineral. "Air kelapa hijau juga sangat bermanfaat diminum siapa saja karena bisa mencegah banyak penyakit," tuturnya.

Seorang tokoh Brebes yang hadir dalam acara itu, H Soewardi Wirjaatmadja, menceritakan tentang filosofi kelapa yang mengandung banyak makna. Dari akar hingga daun semuanya bermanfaat bagi manusia," ungkap Mbah Wardi, panggilan akrabnya.

Seorang guru besar dari IPB, Bambang Purwantara, memuji Atmo yang disebutnya Kepala BNK yang eksentrik. "Itulah kalau Kepala BNK-nya seorang budayawan, sosialaisasi anti-narkoba dikemas dengan kesenian," puji Bambang.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Acara sosialisasi tersebut bertambah gayeng keika sejumlah tokoh yang hadir ramai-ramai meminum kelapa hijau yang memang disediakan dalam acara tersebut. Tak hanya itu, tak sedikit pula yang hadir pulangnya membawa kelapa hijau.

"Untuk diminum di rumah nanti," ujar Anggota DPRD Jawa Tengah, Wahyudin Nooraly.

Buku tersebut, juga telah dikirim kepada Kepala BNN Budi Waseso, Presiden Jokowi, dan tokoh masyarakat Prabowo Subiyanto. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Doa, Pesantren, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Gaya KH Anwar Zahid Kocok Perut Jamaah Pengajian

Kudus, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Mendengar nama KH Anwar Zahid, masyarakat tentu  tidak asing lagi. Dari rekaman ceramahnya yang beredar, kiai asal Bojonegoro Jawa Timur ini sudah dikenal dengan gaya kocaknya saat menyampaikan taushiyah.

Gaya KH Anwar Zahid Kocok Perut Jamaah Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)
Gaya KH Anwar Zahid Kocok Perut Jamaah Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)

Gaya KH Anwar Zahid Kocok Perut Jamaah Pengajian

Tidak mengherankan, setiap pengajian yang menghadirkan kiai ini selalu dipenuhi para jamaah. Seperti halnya dalam acara pengajian halal bi halal dan HUT kemerdekaan ke 69 RI di halaman Masjid Al Muttaqin dukuh Lahar desa Puyoh Dawe Kudus Jawa Tengah, Sabtu siang (16/8) lalu.

Di depan ratusan warga puyoh dan sekitarnya itu, pengasuh pesantren Attarbiyah Islamiyyah Asysyafi”iyah Jawa Timur ini mampu menyedot perhatian jamaah yang hadir. Dari penampilannya di atas panggung sangat kalem, komunikatif dan bahasanya sangat lugas nan kocak namun mampu memberikan pemahaman atas intisari yang disampaikan.

 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

KH Anwar tidak banyakmenggunakan dalil-dalil Al-Qur’an atau Hadits. Ia hanya mengutarakan makna dari dalil yang dijadikan dasar tema pengajian. Kiai yang terkenal dengan tagline Qulhu ae lek ini mengakui jarang mengutip dalil berbahasa Arab di setiap ceramahnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

 

“Alasannya, kalau saya banyak dalil nanti malah kamu-kamu ndak paham. Mending bahasa Jawa toh yang saya sampaikan juga arti dari dalil tersebut. Selain itu,  aku juga gak begitu hafal dalil,”ucapnya penuh canda yang disambut tawa jamaah.

Pada kesempatan itu, KH Anwar banyak mengutarakan beberapa tema ceramah dari makna halal bi halal hingga HUT kemerdekaan. Ia mengajak warga untuk meningkatkan amal kebajikan usai melaksanakan puasa ramadhan.

“Karena bulan syawal adalah bulan peningkatan. Bila kita meningkat ibadah kita, berarti puasa ramadlan lulus ataupun berhasil. Begitu pula sebaliknya,” terangnya.

KH Anwar memang telah menjadi kerinduan warga untuk melihat secara langsung sosok kiai gaul ini. Saking kocaknya, ceramah satu setengah jam seakan masih kurang sehingga banyak jamaah yang ingin kiai Anwar tidak buru-buru mengakhiri ceramah.

Tetapi karena waktu tidak memungkinkan, Kiai Anwar menutup dengan doa bersama. Usai acara, warga pun berebut naik ke atas panggung untuk bersalaman.

“Betul betul kiai gaul mas, ceramahnya berisi juga membuat saya tertawa lepas. Tadi sempat terpingkal saya mendengar gaya bahasa kiai Anwar,” tutur Irfan salah seorang warga memberi kesan kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal.

Di Kudus, Kamis malam (21/8) ini KH Anwar Zahid kembali dijadwalkan hadir pada pengajian dalam rangka HUT Perusahaan rokok Sukun di Desa Gondosari Gebog Kudus. (Qomarul Adib/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sholawat, Jadwal Kajian, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Kisah Mengharukan Dibalik Pernikahan Yenny

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Yenny Zannuba Arifah Chafsoh Rahman alias Yenny Wahid merupakan putri Gus Dur yang muncul dipublik. Ia yang paling banyak mendampingi ayahnya semasa menjabat sebagai presiden sehingga ia paling dikenal oleh masyarakat diantara saudara-saudaranya.

Pernikahannya dengan Dhohir Farisi pada 13 Oktober 2009 disambut gembira tak hanya oleh keluarga, tetapi juga oleh Warga NU. Ribuan orang, dari rakyat jelata sampai dengan tokoh-tokoh nasional memberi selamat dalam resepsinya. Presiden SBY dan Jusuf Kalla menjadi saksi dalam pernikahan tersebut.

Kisah Mengharukan Dibalik Pernikahan Yenny (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Mengharukan Dibalik Pernikahan Yenny (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Mengharukan Dibalik Pernikahan Yenny

Terdapat kisah mengharukan dibalik kemeriahan dan kebahagiaan pernikahan tersebut. Yenny, di sebuah acara TV nasional mengungkapkan, ketika berdua sudah merasa cocok dan mantap menikah, Dhohir menghadap Gus Dur untuk melamar Yenny.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebagai orang tua, Gus Dur sangat gembira putri kesayangannya akan menikah. Yang belum ketemu adalah kesepakatan tanggal pernikahan. Menikah membutuhkan persiapan matang, apalagi dengan keluarga Gus Dur, karena itu Dhohir mengusulkan setahun ke depan atau pada 2010.

Gus Dur, disisi lain, menginginkan pernikahan segera dilakukan. Ia bahkan meminta, pokoknya pernikahan sudah dilangsungkan sebelum 2010. Akhirnya, disepakati pada Oktober 2009.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Permintaan Gus Dur untuk menikahkan sebelum 2010 tersebut ternyata ada hikmahnya yang sangat besar. Ia masih bisa mengantar putrinya ke jenjang pernikahan, karena Gus Dur meninggal pada 30 Desember 2009, satu hari sebelum perubahan tahun.

Yenny, merasa sangat beruntung karena menikah masih bisa disaksikan oleh kedua orang tua. 

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Habib, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 23 November 2017

NU Maroko Bincang Dakwah Moderat Islam Indonesia

Rabat, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko menggelar kajian seputar  “Moderasi Islam di Indonesia” di café Chellah, Rabat Ville. Acara yang dikemas dalam bincang santai Kopi Darat, Ahad (19/10), ini menghadirkan Ketua Yayasan Muta’allimat Lombok, NTB, Tuan Guru H Hazmi Hamzar dan dosen Studi Islam di UNJ, Andy Hardiyanto.

Menurut Hazmi, konsep Al-Qur’an terhadap manusia sudah jelas, yakni membentuk generasi khaira ummah (umat terbaik). Ajaran Al-Qur’an yang dibawa Rasulullah adalah ajaran yang bersifat universal, yaitu kompatibel dengan berbagai kondisi geografis, sosiologis dan kultur di mana masyarakat tinggal. Nabi Muhammad, sebagai pembawa wahyu adalah tolok ukur seorang pendakwah dalam mengenalkan ajaran-ajaran Islam ke semua sendi-sendi kehidupan masyarakat.

NU Maroko Bincang Dakwah Moderat Islam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Maroko Bincang Dakwah Moderat Islam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Maroko Bincang Dakwah Moderat Islam Indonesia

Melihat keislaman di Indonesia, katanya, yang coraknya beragam, konsep moderatisme menjadi sangat urgen dalam rangka menjadi peredam terlebih di antara konflik berkepanjangan kaum fundamentalis dan kaum liberalis yang seringkali membingungkan masyarakat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara Andy mengklasisfikasikan, dalam menyikapi problematika tentang moderasi ini, ia menawarkan solusi di antaranya pendekatan dialogis secara dini dalam pengajaran pendidikan Islam, terlebih di pesantren yaitu dengan mengajarkan berbagai perspektif ajaran Islam yang kaya warna sejak kecil hingga perguruan tinggi agar tidak terjadi pemahaman satu arah dalam berislam.

Pria yang pernah mengajar bahasa Indonesia kepada para mahasiswa Maroko ini mengatakan, agar teks benar-benar mampu fleksibel terhadap dinamika problematika kontemporer, perlu ditawarkan metode hermeneutika dengan formulasi segitiga dengan memosisikan teks sebagai puncak segitiga itu, kemudian Nabi dan umat pada sisi-sisinya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Hermeneutika ini dimaksudkan agar interpretasi teks dalam menawarkan solusi problematika umat tetap relevan dengan kondisi sosial masyarakat tanpa meninggalkan teks itu sendiri juga Nabi sebagai pembawa wahyu,” ujarnya.

Melihat permasalahan itu, menurut analisa H Nasrulloh Afandi, kandidat Doktor Maqasid Syariah di Universitas Al-Qurawiyin, Maroko, kedatangan Wali Songo di Indonesia sebenarnya membawa prinsip-prinsip maqashid syariah. Di antaranya untuk liriayati masholihul ibad (menjaga kemasalahatan umat). Dalam dakwahnya Wali Songo tidak memberangus kebudaya lokal. Ia menaungi semua suku, adat, ras, budaya dan tradisi.

Kemudian, lanjut Nasrul, pada perkembangannya prinsip itu dijalankan oleh Gus Dur. Presiden ke-4 RI ini menerapkan prinsip-prinsip itu di tengah masyarakat yang majemuk. Di era moderat ini kita harus bisa menerapkan prinsip-prinsip itu. Selanjutnya, dalam berdakwah juga harus betul-betul memperhatikan situasi, kondisi dan corak  masyarakat setempat, sehingga apa yang disampaikan bisa diterima seperti halnya Wali Songo.

Turut hadir pula, dosen pengajar bahasa Indonesia di Universutas Mohammed V Rabat, Dr. Sri Marmuah, Ketua Tanfidziyah PCINU Maroko Kusandi El Ghezwa, Wakil Rais Syuriah PCINU Ali Syahbana, serta Wakil Ketua PPI Maroko, H. Abdul Hamid. (Fairuz Ainun Naim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sholawat, Hikmah, RMI NU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 14 November 2017

Ini Doa Hamba Allah yang Menembus Langit Menurut Ibnu Athaillah

Tidak sedikit dari kita kerap berburuk sangka kepada Allah. Kita sering mengira bahwa Allah mengabaikan hamba-Nya hanya karena bencana dan derita yang kita alami. Padahal ujian dan cobaan yang kemudian “memaksa” kita untuk bermunajat kepada-Nya adalah cara Allah memilih hamba-Nya. Hal ini disinggung dengan jelas oleh Syekh Ibnu Athaillah dalam hikmah berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ini Doa Hamba Allah yang Menembus Langit Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Doa Hamba Allah yang Menembus Langit Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Doa Hamba Allah yang Menembus Langit Menurut Ibnu Athaillah

Artinya, “Ketika Allah SWT menggerakkan lidahmu melalui sebuah doa, ketahuilah bahwa Dia ingin memberikan karunia-Nya kepadamu.”

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari sini kita dapat memahami bahwa orang-orang yang berdoa dan bermunajat merupakan hamba-hamba pilihan Allah. Ketika Allah menjatuhkan pilihan-Nya kepada kita atas sebuah cobaan, pada hakikatnya Dia mengasihi kita yang kemudian memperkenankan kita untuk bermunajat kepada-Nya. Demikian uraian Syekh Ibnu Abbad atas hikmah ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Anas bin Malik RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Bila Allah jatuh cinta kepada salah seorang hamba-Nya, maka Allah mengucurkan dan mengalirkan ujian kepadanya. Kalau ia lantas bermunajat, malaikat bergumam, ‘suara orang ini tak asing.’ Lalu Jibril memberanikan diri, ‘Ya Allah, itu suara si fulan, hamba-Mu. Penuhilah permintaannya.’ Allah menjawab, ‘Para malaikat, biarkanlah ia. Aku senang mendengar suara munajatnya.’ Kalau ia menyeru, ‘Tuhanku.’ Allah menjawab, ‘Labbaik wa sa‘daik (aku sambut panggilanmu) wahai kekasih-Ku. Tiada satupun yang kau doakan, melainkan pasti Kukabulkan. Tiada satupun permintaanmu, melainkan pasti Kuberikan. Bisa jadi Kukabulkan segera doamu. Bisa jadi Kutangguhkan permintaanmu dan Kuganti dengan yang lebih baik. Bisa jadi juga Kuhindarkan dirimu dari bala yang lebih berat ketimbang bencana itu,’’” (Lihat Ibnu Abbad, Syarhul Hikam, Semarang, Maktabah Al-Munawwir, juz I, halaman 76).

Syekh Ibnu Abbad mengutip hadits Rasulullah SAW bahwa mereka yang dikasihi dan dicintai Allah adalah hamba-hamba-Nya yang diperkenankan untuk bermunajat kepada-Nya berlama-lama melalui pintu ujian dan cobaan. Allah menginginkan mereka yang menerima cobaan untuk sering-sering menghadap-Nya.

Lalu bagaimana dengan pengabulan doa dan permohonan dalam munajat kita? Lagi-lagi, kita tidak perlu khawatir. Allah takkan mengingkari dan menelantarkan hamba-Nya sebagai disinggung Syekh Syarqawi berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa saja yang dikaruniakan ibadah doa, maka ia takkan luput dari ijabah,’ baik ijabah atas hajat yang disebutkannya di dalam doa maupun ijabah atas hajat yang tidak disebutkan (substitusi) entah dalam waktu seketika atau ditangguhkan. Sebagian ulama memahami bahwa itu berlaku pada doa yang didasarkan pada saat orang memiliki pilihan dan disengaja. Untuk doa yang terlompat begitu saja dari mulut tanpa sengaja dan terencana, ijabah atas hajat yang terucap hampir-hampir tidak meleset dan tidak tertunda,” (Lihat Syekh Syarqawi, Syarhul Hikam, Indonesia, Daru Ihyail Kutub Al-Arabiyah, juz I, halaman 75).

Penjelasan Syekh Syarqawi ini jelas bahwa doa pasti dikabulkan tetapi dalam tempo yang tidak bisa ditentukan dan dalam bentuk yang tidak bisa kita pastikan. Bisa jadi kita menunggu-tunggu pengabulan doa dan hajat kita, padahal Allah sudah kabulkan dalam bentuk yang lain. Ini juga yang kerap membuat kita berburuk sangka kepada Allah.

Di samping itu, orang yang berdoa terbagi atas dua kondisi. Ada mereka yang sedang dalam kondisi lapang sehingga mereka berdoa dengan terencana. Tetapi ada orang yang bermunajat kepada Allah dalam kondisi darurat, terjepit, kepepet, sehingga mereka tidak lagi berdoa secara terencana. Mereka yang kepepet dan dalam kondisi darurat kerap diijabah Allah sesuai bentuk hajat yang mereka perlukan, yaitu mereka yang kelaparan, yang mebutuhkan jaminan perlindungan dan keamanan, mereka yang membutuhkan hak hidup, mereka yang dalam kondisi sulit dan sempit lainnya.

Doa atau munajat di sini bisa dalam bentuk ubudiyah (semata penghambaan kepada Allah dan menganggap bahwa doa memang bagian dari ibadah). Tetapi ada juga mereka yang berdoa dan bermunajat kepada Allah karena spontanitas semata-mata lantaran kepepet dan tidak menemukan jalan lain (yang memang tidak menganggap doa sebagai salah satu bentuk ibadah) sebagaimana disinggung Syekh Zarruq (Lihat Syekh Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyyah, 2010 M/1431 H, halaman 99). Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Anti Hoax, Sholawat, Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 07 November 2017

Hampir Setengah Juta Warga Suriah Mudik ke Tanah Airnya

Jenewa, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Hampir setengah juta warga Suriah kembali ke rumah mereka sepanjang tahun 2017 ini, termasuk 440.000 pengungsi dalam negeri dan lebih dari 31.000 orang kembali dari negara tetangga. Hal ini dinyatakan oleh Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR), Jumat (30/6).

Hampir Setengah Juta Warga Suriah Mudik ke Tanah Airnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Hampir Setengah Juta Warga Suriah Mudik ke Tanah Airnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Hampir Setengah Juta Warga Suriah Mudik ke Tanah Airnya

UNHCR menerangkan, sebagian besar dari mereka kembali ke Aleppo, Hama, Homs dan Damaskus dengan pertimbangan bahwa keamanan meningkat di beberapa bagian negara ini.

"Ini adalah tren yang signifikan dan sejumlah besar," kata Juru bicara UNHCR Andrej Mahecic pada sebuah konferensi pers di Jenewa.

"Sebagian besar orang ini kembali untuk memeriksa properti, untuk mencari tahu tentang anggota keluarga ... Mereka punya persepsi sendiri tentang situasi keamanan, nyata atau perbaikan di daerah tempat mereka kembali. "

Sementara itu, pekan ini Amerika Serikat meminta Damaskus membatalkan rencana serangan kimia, tudingan didasarkan atas informasi intelijen terkait persiapan di lapangan terbang Suriah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rusia, pendukung utama pemerintahan Presiden Suriah Bashar al Assad, langsung menanggapi dengan mengecam tudingan itu.

Juru bicara Pentagon, Kapten Jeff Davis, mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi tentang kegiatan di lapangan terbang Shayrat, yang menjadi sasaran serangan peluru kendali Amerika Serikat pada 6 April.

"Persiapan itu melibatkan pesawat di hanggar khusus, yang kami tahu sering digunakan untuk persenjataan kimia," kata Davis.

Davis mengatakan aktivitas itu terjadi sejak "satu atau dua hari lalu". Dia tidak menjelaskan bagaimana Amerika Serikat mendapatkan informasi intelijennya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebelumnya, Gedung Putih mengatakan bahwa pemerintah Suriah menyiapkan serangan kimia dan mengancam Bashar akan "membayar harga mahal" jika mewujudkan rencana itu.

Pada April, Amerika Serikat menyerang lapangan udara Shayrat dua hari setelah 87 orang tewas akibat sebuah serangan gas beracun di wilayah gerilyawan. Suriah membantah telah melakukan serangan itu.

Rusia membantah informasi intelejen Amerika Serikat. "Saya tidak mengetahui adanya informasi mengenai ancaman serangan senjata kimia," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada sejumlah wartawan.

"Tentu saja, kami menilai tudingan itu adalah ancaman yang tidak bisa diterima bagi kepemimpinan sah Republik Arab Suriah," kata dia.

Sejumlah pejabat Rusia sendiri menyebut perang di Suriah sebagai sumber ketegangan utama antara Moskow dengan Washington. Serangan rudal pada April, yang diperintahkan secara langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump, telah menaikkan resiko konfrontasi dua negara.

Sementara itu, Bashar dilaporkan mengunjungi pangkalan udara Rusia di Hmeymin, kawasan barat Suriah. Ini adalah kunjungan pertamanya di tempat yang digunakan Moskow untuk menggelar operasi militer udara di Suriah.

Baik militer maupun Kementerian Luar Negeri Suriah hingga kini tidak menanggapi tudingan Gedung Putih itu. Senator Amerika Serikat Bob Corker, yang merupakan kepala Komite Urusan Luar Negeri, menyatakan kekhawatiran adanya persiapan serangan senjata kimia memang benar, demikian Reuters melaporkan. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Habib, Khutbah, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Habib Novel Ajak Jamaah Mengenal Sejarah NU

Solo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengasuh Majelis Ta’lim Ar-Raudah Solo, Habib Novel Alaydrus mengajak untuk lebih mengenal Nahdlatul Ulama (NU) kepada ribuan jamaah yang hadir dalam acara Rijalul Ansor GP Ansor Solo yang digelar Selasa malam (21/5) lalu, di halaman Kantor PCNU Kota Surakarta.

“Sebagai orang NU mesti mengetahui sejarah berdirinya NU, apa lambangnya NU,” ungkapnya.

Habib Novel Ajak Jamaah Mengenal Sejarah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Novel Ajak Jamaah Mengenal Sejarah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Novel Ajak Jamaah Mengenal Sejarah NU

Memang selama ini menurutnya banyak dari warga NU sendiri yang belum mengetahui sejarah dan seluk-beluk tentang ke-NU-an. Ia berharap agar warga NU kemudian lebih mengenal organisasi yang didirikan oleh para ulama 90 tahun silam.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Habib Novel juga mengajak para jamaah untuk segera melakukan pendataan sebagai ? anggota NU, “pendaftaran bisa langsung di Markas Majelis Ar-Raudah, setiap Jumat Malam,” imbuhnya.

Pada akhir acara diadakan pembagian santunan kepada anak Yatim. Acara Rijalul Ansor yang diselenggarakan Pengurus Cabang GP Ansor Solo ini rutin diadakan sebulan sekali setiap minggu ketiga. Acara ini, menurut Ketua Ansor Solo, M Anwar, bertujuan untuk membentuk dan mengembangkan generasi muda indonesia sebagai kader tangguh, imtaq, kepribadian luhur, berakhlaq mulia, patriotik, dan beramal soleh.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock