Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Maret 2018

Jelang Muktamar, Radio NU Siarkan Program Bintang NU

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Menjelang pagelaran Muktamar ke-33 NU di Jombang awal Agustus 2015 mendatang, Radio NU menyiarkan secara langsung (Live Streaming) program Bintang NU (Bincang-bincang Tentang NU).?

Jelang Muktamar, Radio NU Siarkan Program Bintang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Muktamar, Radio NU Siarkan Program Bintang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Muktamar, Radio NU Siarkan Program Bintang NU

“Program ini kami rencanakan setiap minggu sekali, tepatnya setiap hari kamis,” ujar Manajer Program Radio NU, Muhammad Yunus saat siaran perdana, Kamis (12/3).

Yunus menambahkan, program siaran langsung ini akan memberikan tema-tema berbeda setiap minggunya. “Pun demikian dengan narasumbernya, kami akan menghadirkan narasumber kompeten untuk setiap tema yang akan kita angkat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk siaran perdana ini, lanjut Yunus, kami mengangkat tema ‘Pengaruh Muktamar NU terhadap Kehidupan Sosial-Politik’ dengan menghadirkan H Khatibul Umam Wiranu, MHum, Ketua LTN PBNU yang juga anggota DPR RI dengan moderator H Ulil Abshar Hadhrawy.

Dalam perbincangannya, Mas Umam, sapaan akrabnya menerangkan, bahwa perhelatan Muktamar bukan sekadar pemilihan Ketua dan pengurus, tetapi lebih dari itu.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Saya kira Muktamar harus dijadikan sebuah gerakan ide dan gagasan, utamanya untuk keadilan, kesejahteraan atau kemaslahatan umat,” ujarnya.

Umam juga menjelaskan, saat ini, NU harus berupaya menyejahterakan umatnya melalui gerakan-gerakan ekonomi. Oleh karena itu, tambahnya, Muaktamar 2015 ini harus memfokuskan diri ke arah itu.

“Kapitalisme global sudah deras mengalir, saat ini warga NU yang sebagian besar adalah rakyat pedesaan kurang bisa menghadapi, sehingga selalu dirugikan oleh para pemilik modal besar,” ucapnya.

Secara organisasi, dia juga menekankan, bahwa NU perlu memperkuat lembaga syuriah. Menurutnya, syuriah harus menjadi pengambil keputusan atas kebijakan-kebijakan strategis, sedangkan tanfidziyah sebagai pelaksananya.

“Itu jika ingin NU tetap pada roh keulamaan,” tandasnya yang berbicara mengenai pengaruh muktamar secara sosial-politik selama tak kurang dari satu jam. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tokoh, Sunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Konferensi Rekonsiliasi Irak Hanya Diikuti 13 Ulama

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sikap Pemerintah Indonesia yang secara terbuka mendukung sanksi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) terhadap Iran tampaknya berbuntut pada penyelenggaraan pertemuan ulama se-dunia dalam Konferensi Rekonsiliasi Irak yang digelar di Istana Bogor, Jawa Barat, pada 3 - 4 April besok. Setidaknya, hal itu terungkap dari jumlah peserta yang hadir, yakni hanya 13 ulama saja.

Direktur Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Umar Hadi, Senin (2/4) malam mengatakan, sedikitnya sudah ada 13 ulama yang menyatakan konfirmasi untuk datang ke Bogor. Mereka adalah Mohammad Mahdi Alfifie (Iran), Abdul Amier (Lebanon ), Datok Sri Tan Sri Sanusi (Malaysia), KH Hasyim Muzadi, Syafii Maarif, Jalaluddin Rakhmat, KH Said Agil Siroj,Yunahar Ilyas (Indonesia).

Adapun sejumlah ulama kunci Sunni dan Syiah yang membatalkan kehadirannya antara lain Sheikh Mohammed Rasheed Kabbani (Mufti Lebanon), Abdul Amir Qobbalan (Wakil Ketua Dewan Tinggi Islam Syiah di Lebanon), Ziyaduddin Al-Ayyubi (Menteri Wakaf Suriah), Sheikh Azhar Tantawi dari Mesir,Abdullah Al Turki (Sekjen Rabitah Alam al-Islami di Arab Saudi), Ayatullah Sayyed Mahmoud Hashemi Shahrudi (Ketua Mahkamah Agung Iran), dan Ayatullah Muhammad Ali Attaskiri (tokoh Syiah Iran).

Konferensi Rekonsiliasi Irak Hanya Diikuti 13 Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi Rekonsiliasi Irak Hanya Diikuti 13 Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi Rekonsiliasi Irak Hanya Diikuti 13 Ulama

Padahal, pertemuan ulama se-dunia perwakilan kelompok Sunni dan Syiah yang akan membahas rekonsiliasi Irak dan upaya perdamaian di Timur Tengah itu rencananya bakal diikuti 20 hingga 25 ulama. Mereka yang diundang adalah tokoh kunci pada masing-masing kelompok.

Dukungan Pemerintah Indonesia terhadap Resolusi DK PBB nomor 1747 yang menjatuhkan sanksi berat bagi Iran itu diduga menjadi sebab pembatalan sejumlah tokoh kunci ulama Sunni dan Syiah. Pemerintah Indonesia, lewat keputusan itu, dinilai telah berpihak atau tidak lagi bersikap netral.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr KH Hasyim Muzadi, penggagas pertemuan tersebut, mengungkapkan, semula para ulama Sunni dan Syiah menyambut baik pertemuan itu, namun syaratnya Indonesia harus benar-benar netral. Karena forum itu tidak semata kepentingan Syiah, dan tidak pula semata kepentingan Sunni, tetapi ukhuwah islamiah (persaudaraan umat Islam), serta tidak di bawah bayang-bayang Amerika Serikat atau Israel.

Meski demikian, Umar membantah anggapan bahwa pembatalan sejumlah ulama itu dikarenakan sikap politik luar negeri Indonesia yang mendukung resolusi DK PBB bagi Iran. Menurutnya, hal itu lebih disebabkan persoalan teknis semata, yakni karena pada 1–2 April lalu ada pertemuan yang sama yang digelar di Mesir.

”Di antara para ulama yang ikut pertemuan itu kecapaian, jadi nggak bisa ikut,” ungkapnya. Meski tidak dihadiri para ulama tersohor itu, Umar mengaku optimistis pertemuan yang digelar selama dua hari besok bisa memenuhi target pertemuan. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tokoh, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Gus Sholah Minta Panitia Muktamar Bertindak Sesuai AD/ART

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) mengimbau kepada panitia muktamar untuk bertindak sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga NU.

Gus Sholah Minta Panitia Muktamar Bertindak Sesuai AD/ART (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah Minta Panitia Muktamar Bertindak Sesuai AD/ART (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah Minta Panitia Muktamar Bertindak Sesuai AD/ART

“Saya harap panitia bertindak sesuai AD/ART. Biarkan peserta masuk tanpa syarat menulis calon Ahwa,” ujar Gus Sholah usai penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di gedung KH M Yusuf Hasyim Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Jumat (31/7) sore.

Gus Sholah mengatakan, ada laporan bahwa calon peserta muktamar tidak diizinkan panitia masuk arena muktamar lantaran belum menulis sembilan nama calon formatur (Ahlul Halli Wal Aqdi/Ahwa).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Orang yang mau daftar untuk jadi peserta diharuskan menuliskan sembilan nama tersebut. Nah, orang-orang itu tidak mau menulis. Karena itu harus diputuskan di muktamar,” ungkapnya.

"Wong itu belum diputuskan di muktamar kok dipaksakan gitu lho. Lha kalau nggak mau menulis ya jangan dipaksa. Kalau nggak mau menulis lalu nggak bisa jadi peserta muktamar, dari mana itu. Itu nggak ada di AD/ART,” tegasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Gus Sholah, peserta yang tercantum namanya tetap berhak masuk ke arena muktamar. “Saya kira nggak perlu menulis nama itu. Ini kan memaksakan kehendak namanya,” tegasnya.

Adik kandung Gus Dur ini berharap peserta yang datang ke Jombang bisa masuk arena muktamar tanpa ada syarat. “Daftar tanpa ada syarat apapun dan harus diterima sebagai peserta,” harapnya.

Panitia diharap fair dan tidak memihak calon manapun. “Juga jangan ada politik uang. Itu pasti. Mata dunia dan mata akhirat melihat muktamar ini. Apabila muktamar masih mengulangi permainan politik uang seperti di Makassar, Mbah Hasyim akan menangis,” pungkasnya. (Musthofa Asrori/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Berita, Tokoh, News Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Kondisi Kesehatan Kiai Hasyim Sudah Terkendali

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kondisi kesehatan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi sudah terkendali dan semakin baik dibandingkan beberapa hari terakhir, kata Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Masduki Baidlowi.

Kondisi Kesehatan Kiai Hasyim Sudah Terkendali (Sumber Gambar : Nu Online)
Kondisi Kesehatan Kiai Hasyim Sudah Terkendali (Sumber Gambar : Nu Online)

Kondisi Kesehatan Kiai Hasyim Sudah Terkendali

"Terkendali, kondisi Pak Hasyim membaik," kata Baidlowi di Jakarta, Senin.

Masduki sendiri sudah membesuk Hasyim yang saat ini masih dirawat di RS Lavalette, Malang, Jawa Timur.

Dia mengatakan sejumlah pejabat juga sempat menjenguk anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Di antara para tokoh itu seperti Menteri Sosial Khofifiah Indar Parawansa, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo serta tokoh lainnya.

Masduki mengatakan Hasyim saat ini belum dapat berbicara seperti keadaan normal karena masih dipasangi alat bantu kesehatan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Tokoh senior NU tersebut, kata dia, hanya dapat berkomunikasi dengan bahasa isyarat dengan tangan. Tim medis rumah sakit menginstruksikan agar Hasyim tidak banyak berbicara demi proses penyembuhan.

"Tangan kanan menggunakan infus, mulut ditutup. Beberapa alat bantu dipakai untuk memberi pasokan udara ke dada. Maka, beliau tidak boleh banyak berbicara," kata dia.

Menurut Masduki, Hasyim awalnya enggan dirawat di rumah sakit. Namun seiring desakan keluarga dan kondisi kesehatan yang memburuk membuatnya harus rawat inap.

"Harapannya agar segera sehat kembali," kata dia. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama, Tokoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

LAZISNU: Lembaga Amil Zakat Mutlak Harus Terbuka

Semarang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sekretaris Pengurus Pusat LAZISNU Adna Khoirotul A’yun menekankan perlunya membangun sistem akuntansi yang bagus dengan prinsip keterbukaan. Dengan laporan keuangan yang transparan, kata dia, LAZISNU akan dipercaya masyarakat.

Ia menyampaikan hal itu saat memberi materi dalam Pendidikan dan Latihan (Diklat) Kaderisasi Amil Zakat yang digelar Pengurus Wilayah LAZISNU Jawa Tengah di kantor PWNU Jateng, Jalan Dr Cipto Mangunkusumo 180 Semarang, akhir pekan (14/2) kemarin.

LAZISNU: Lembaga Amil Zakat Mutlak Harus Terbuka (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU: Lembaga Amil Zakat Mutlak Harus Terbuka (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU: Lembaga Amil Zakat Mutlak Harus Terbuka

Terbuka yang dia maksud adalah terbuka selebar-lebarnya. Yaitu bisa dilihat siapapun, kapanpun, dan di manapun. Laporan keuangan tersaji di situs internet dan berjalan real time. Sehingga, siapapun yang berkepentingan bisa langsung membuka melalui jaringan internet untuk mengetahui kondisi keuangan LAZISNU.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Sebuah lembaga amil zakat mutlak harus menerapkan manajemen terbuka. Laporan keuangannya harus bisa diakses siapa saja, kapan saja, dari mana saja,” jelasnya dalam pelatihan bagi kader amil zakat profesional ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pengurus Pusat LAZISNU, kata dia, telah membentuk manajemen eksekutif yang diberi nama NU-Care. Dengan Surat Keputusan (SK) Ketua LAZISNU, NU-Care dipimpin oleh seorang direktur yang tugasnya menjalankan program-program LAZISNU.

Profesionalitas Amil

Narasumber lain dalam diklat kali ini adalah Slamat Surachmat, Manajer Operasional LAZIS Baiturrahman yang juga sekretaris jenderal Forum Zakat Jawa Tengah, dan Ketua LAZISNU Jateng sendiri H Muhammad Mahsun.

Slamet Surachmat menyatakan, perilaku atau perbuatan amil zakat itulah yang merupakan produk lembaga amil zakat (LAZ). Karena LAZ adalah “bisnis kepercayaan” maka hal pertama yang harus “dijual” ke masyarakat adalah akhlak amilnya. Yaitu orang yang amanah, yang di dalamnya mengandung pengertian orang militan, jujur, cerdas. ?

“Amil adalah mujahid. Maka satu-satunya cara menjadi amil yang baik adalah punya modal jiwa amanah, bisa dipercaya,” tuturnya.

Ia pun mengutip sebuah hadits Rasulullah dari Imam Ahmad, “Sebaik-baik profesi adalah amil, jika dia ikhlas”. Serta hadits dari Imam Thabrani, “Amil yang bekerja lalu dia mengambil dan memberi dengan benar adalah seperti mujahid di jalan Allah sampai ia pulang kepada keluarganya”.

Selain itu ia mengajarkan pembentukan kepribadian amil, dari aspek penampilan, perilaku profesional ketika menerima tamu, mendatangi muzakki (wajib zakat), serta bagaimana menyapa mustahiq.

“Performance seorang amil harus benar-benar dibina. Kita harus tampil bagus dengan style yang sesuai profesi kita. Termasuk harus menguasai public speaking,” tuturnya seraya mengajak peserta praktik langsung walau secara singkat.

Adapun Ketua LAZISNU Jateng H Muhammad Mahsun mengajak peserta untuk serius bergiat di LAZISNU sebagai jalan untuk mengbdikan diri kepada masyarakat. “Mari kita serius bekerja untuk umat melalui LAZISNU ini. Jadikan ini profesi pilihan dalam karir pengabdian Anda kepada Allah karena zakat itu rukun Islam perintahnya datang langsung dari Allah,” tuturnya.? (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tokoh, Jadwal Kajian, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Mapaba PMII Banda Aceh Diikuti Peserta dari 4 Kampus

Banda Aceh, Kedung Sukun Adiwerna Tegal?



Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Banda Aceh merekrut anggota baru melalui "Masa Penerimaan Anggota Baru" (Mapaba) Sabtu 8-9 Oktober di Aula Gedung Dispora Aceh.

Pada pembukaan, kegiatan tersebut dihadiri PWNU Aceh, PCNU Kota Banda Aceh, IPNU Aceh, PKC PMII Aceh dan juga beberapa perwakilan dari Pengurus Cabang PMII se-Aceh.

Mapaba PMII Banda Aceh Diikuti Peserta dari 4 Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Mapaba PMII Banda Aceh Diikuti Peserta dari 4 Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Mapaba PMII Banda Aceh Diikuti Peserta dari 4 Kampus

Mapaba bertema "Membangun Integritas, Mencetak Kader Pembela Bangsa Penegak Agama” ini diikuti 57 peserta dari mahasiswa dari UIN Ar-Raniry, UNSYIAH, USM dan UNMUHA.

Ketua PMII Kota Banda Aceh Akmaluddin mengatakan, pengkaderan akan terus dilakukan karena kewajiban organisasi. "Pengurus Cabang sudah membentuk Tim Kaderisasi untuk mengawal berjalannya agenda pengkaderan yang dipusatkan di beberapa kampus," jelasnya.

Akmal berharap Mapaba tahun ini berjalan sebagimana yang diharapkan bersama. "Dengan ini kami sangat berharap, semoga kader-kader yang ada mampu membawa PMII Kota Banda Aceh lebih baik lagi ke depan," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua Mabincab PMII Kota Banda Aceh, Tgk. Asnawi M. Amin berharap warga pergerakan menjadi garda terdepan menjaga nilai-nilai Aswaja yang sudah melekat dikalangan kader PMII.

Tak hanya itu, menurut dia, PMII hrus menggunakan rumus menerima nilai-nilai baru yang lebih baik sehingga menjadi kader militan berbasis intelektual yang siap memberikan kontribusi untuk Aceh khususnya dan Indonesia secara umum.

Setelah acara pembukaan selesai, para peserta disuguhkan dengan beberapa materi tentang Nilai Dasar Pegerakan (NDP), Mahasiswa dan Tanggung Jawab Sosial, dan materi-mater ke-PMII-an lainnya. (Fauzi Efend/Abdullah Alawi)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tokoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Tim Ekspedisi Islam Nusantara Minta Doa Nahdliyin

Banda Aceh, Kedung Sukun Adiwerna Tegal 

Sebelum keberangkatan untuk menjelajah Islam di Aceh, tim Ekspedisi Islam Nusantara melakukan doa bersama dipimpin Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Imam Pituduh di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Sabtu dini hari (30/4). 

Tim Ekspedisi Islam Nusantara Minta Doa Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Ekspedisi Islam Nusantara Minta Doa Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Ekspedisi Islam Nusantara Minta Doa Nahdliyin

Kemudian secara khusus, ia mewakili rombongan berjumlah 25 orang tersebut, meminta doa kepada warga NU agar ekspedisi ini lancar dan selamat di perjalanan. Serta membuahkan hasil yang bermanfaat tidak hanya untuk warga NU tapi untuk Islam Indonesia. 

Menurut dia, selama perjalanan di pulau Jawa, tim Ekspedisi Islam Nusantara selalu meminta doa kepada kiai, santri-santri, pengurus NU untuk kesuksesan ekspedisi ini karena doa merupakan senjata orang mukmin.

Saat ini Senin (2/5), Ekspedisi Islam Nusantara telah melakukan penjelajahan selama 32 hari. Dua hari di antaranya berada di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Tim ini dilepas dan didoakan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon Jawa Barat pada (31/3).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Ini baru separuh perjalanan,” kata Imam Pituduh, “sehingga penjelajahan ini masih sangat panjang. Jadi, mohon doanya kepada segenap nahdliyin akan kesuksesan ekspedisi ini,” tambahnya.

Ekspedisi Islam Nusantara setelah selesai di pulau Jawa, akan menjelajah 5 provinsi di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua. (Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pondok Pesantren, Kyai, Tokoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock