Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kiai. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Haul Buyut Kang Said Digelar Akhir Mei

Cirebon, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pondok Pesantren Gedongan Cirebon mulai melakukan persiapan menghadapi pelaksanaan? Haul KH Muhammad Said (Mbah Said). Ia pendiri pesantren sekaligus buyut dari KH Said Aqil Siroj, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Diungkapkan Aghuts Muhaemin, Ketua Panitia, Haul Mbah Said untuk tahun ini akan digelar pada hari Sabtu tanggal 24 Mei 2014 mendatang. Menurutnya, berbagai persiapan telah dilakukan oleh segenap panitia.

Haul Buyut Kang Said Digelar Akhir Mei (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Buyut Kang Said Digelar Akhir Mei (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Buyut Kang Said Digelar Akhir Mei

“Persiapan tersebut termasuk menghubungi calon pembicara pada malam puncak, antara lain Kiai Said, Kiai Musthofa Aqil dan Habib Umar Muthohar dari Semarang sebagai penceramahnya,” ungkap Aghuts, Jumat (2/5).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain persiapan malam puncak peringatan haul, panitia juga telah melakukan persiapan untuk beberapa mata acara yang akan digelar dalam rangka pra haul Pesantren Gedongan tersebut. Ditambahkan Aghuts, dalam peringatan haul kali ini, pesantren juga akan menggelar Santunan Anak Yatim, Pengobatan Gratis, Bahtsul Masail, Kontes Genjring, Donor Darah, Semaan Al-Quran dan Tahlil Akbar.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Karena tujuan dari peringatan haul adalah mempererat silaturrahmi antaralumni, masyarakat dan pesantren. Tentu, selain melakukan refleksi atas teladan yang telah diberikan para pendahulu, terlebih Mbah Said,” pungkas pria yang kerap disapa Kang Aghust tersebut.

KH Mohammad Said hidup di masa 1830-an Masehi, menurut catatan keluarga,? Mbah Said banyak berperan dalam melakukan perjuangan melawan penjajah Belanda,? serta menjadi cikal bakal berkembangnya beberapa pesantren di Jawa, khususnya di Cirebon. (Sobih Adnan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kiai, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 20 Februari 2018

SMA Pesantren Darul Ulum Gelar Olimpiade Sains dan Sosial Nasional

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Puluhan pelajar tingkat SMP dan sederajat dari berbagai daerah di Indonesia mengadu kepintaran untuk merebut tropi dari Menteri Pendidikan dan Gubernur Jawa Timur. Para pelajar kelas 9 ini selama 4 hari mengikuti Olimpiade Sains dan Sosial (SSO) yang digelar SMA Darul Ulum 2 BPPT, Pesantren Rejoso Peterongan Kabupaten Jombang Jawa Timur.

SMA Pesantren Darul Ulum Gelar Olimpiade Sains dan Sosial Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
SMA Pesantren Darul Ulum Gelar Olimpiade Sains dan Sosial Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

SMA Pesantren Darul Ulum Gelar Olimpiade Sains dan Sosial Nasional

Djihan Islahiyah dan dua rekannya peserta asal SMP Islam Al Azhar, Pontianak? misalnya mengaku sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba tingkat Nasional ini. Sebagai wakil dari luar Jawa, Djihan sangat berharap bisa memenangi olimpiade Sains dan Sosial. "Kita dating bertiga, dan sekolah kita memang jauh hari telah mempersiapkan muridnya untuk mengikuti lomba ini," katanya ditemui usai mengikuti lomba.

Dengan menggunakan seragam, khas pelajar berjilbab ini mengatakan bahwa sekolah yang diwakilinya pernah mendapatkan medali perak dari lomba sains tingkat provinsi. "Dengan materi yang dilombakan, kita optimis bisa menjadi Juara," tambahnya seraya mengatakan dirinya sudah berulang kali mengikuti ajang lomba serupa di daerah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Berbeda dengan peserta asal Pontianak,? Padil pelajar SMP Negeri Palu Sulawesi Selatan, meski bisa menjawab soal-soal yang dilombakan, namun pihaknya mengaku pesimis. Pasalnya dirinya hanya datang bersama dua rekannya. "Kita datang cuman dua orang, karena yang satu sakit saat akan berangkat ke sini, jadi ada satu materi yang kurang kayaknya," ungkapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk menghadi olimpiade ini, Saifullah Kamil menceritakan,? sekolah memberikan materi tambahan khusus bagi pelajar yang ditunjuk untuk mengikuti lomba. "Latihan latihan itu diwajibkan 2 kali setiap minggu. Dan ini adalah lomba yang pertama kita ikuti," ungkapnya dengan logat khas Palu.

Ahmad Kaseri Kepala SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT mengatakan, olimpiade Sains dan Sosial kali ini diikuti sebanyak 1. 629 peserta. Terdiri dari 68 Tim peserta Sains dan 51 Tim peserta Sosial yang datang dari berbagai daerah dan provinsi.

"Antusias peserta cukp tinggi, disamping hadiah uang pembinaan, mereka yang juara berhak mendapatkan tropi bergilir dari Menteri Pendidikan dan Tropy dari Gubernur Jatim," jelasnya seraya mengatakan untuk pemenang olimpiade, Kusairi menyebutkan, jika masuk SMA DU 2 ini, akan mendapatkan tambahan biasiswa selama 1 tahun. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kiai, Pertandingan, Bahtsul Masail Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Bank Jatim Sebabkan Kemacetan Kota, Ini Komentar PCNU Pamekasan

Pamekasan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Pamekasan KH Abd Ghoffar sangat menyayangkan atas kelalaian pimpinan Bank Jatim yang membiarkan sebagian jalan raya di depan kantor bank tersebut dijadikan parkir kendaraan roda empat oleh nasabahnya.

Ulah bank tersebut disinyalir menjadi penyebab utama macetnya kendaraan di pusat kota. "Kita bisa cermati sendiri betapa seringnya kemacetan di pusat kota, di daerah monument Arek Lancor. Sebagian jalan raya yang dijadikan tempat parkir nasabah Bank Jatim menjadi pemicunya. Kami sangat mengapresiasi tindakan Komisi I DRPD Pamekasan untuk memanggil pimpinan bank tersebut. Karena ini menyangkut kemaslahatan umum," tegas pengasuh Pesantren Riyadush Sholihin Pamekasan tersebut, Rabu (10/2).

Bank Jatim Sebabkan Kemacetan Kota, Ini Komentar PCNU Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bank Jatim Sebabkan Kemacetan Kota, Ini Komentar PCNU Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bank Jatim Sebabkan Kemacetan Kota, Ini Komentar PCNU Pamekasan

Karena itu, kata dia, PCNU Kabupaten Pamekasan menyetujui Komisi I DPRD Pamekasan yang memanggil pimpinan Bank Jatim di daerah itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Komisi I DPRD Pamekasan melayangkan surat resmi kepada Bank Jatim Cabang Pamekasan. Bank yang menjadi penyimpan dana Pemkab Pamekasan itu, dipersoalkan lantaran tidak mengindahkan desakan publik agar segera membangun lahan parkir di area gedungnya. Pasalnya, separuh badan jalan di depan kantor tersebut, dihabiskan untuk parkir kendaraan nasabahnya.

Lokasi Bank Jatim berada di Jalan Panglima Sudirman yang merupakan jalan bundaran area monumen Arek Lancor yang dikenal padat. Akibatnya, sering mengakibatkan kepadatan lalu lintas. Bahkan, kemacetan. Desakan agar menyediakan lahan parkir sendiri itu sudah berulangkali, namun tidak juga dipenuhi oleh Bank Jatim.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail mengatakan, dalam waktu dekat ini akan memanggil pengelola Bank jatim Cabang Pamekasan. Tujuannya, meminta Bank Jatim untuk datang ke kantor DPRD Pamekasan membahas masalah tidak adanya lahan parkir di bank milik pemerintah tersebut.

Sementara itu, Kepala Cabang Bank Jatim Pamekasan Arief Firdausi mengatakan, pihaknya sudah punya rencana membangun lahan parkir. Rencananya akan dimulai pada pertengahan tahun 2016 mendatang. Lantaran lahannya yang sempit, pihaknya akan membongkar sebagian gedung untuk lahan parkir.

"Kami akan menyiapkan lahan parkir di sebelah bangunan yang ada sekarang. Ada layoutnya, akan ditata kembali supaya roda 4 dan roda 2 bisa masuk," tukasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kiai, Ulama, IMNU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Dua Kesebelasan dari Kebumen Bakal Bertemu di Laga Final LSN Regional Jateng III

Tegal, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Partai final ajang kompetisi Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 Regional Jateng III bakal mempertemukan dua tim kesebelasan pesantren asal Kebumen. Mereka adalah kesebelasan Hisba FC, PP Al-Barokah, Kebumen dengan tim kesebelasan Al-Kahfi FC, PP Al-Kahfi, Kebumen.

Kedua tim dijadwalkan beradu terbaik di Lapangan GOR Trisanja Slawi Kabupaten Tegal, Selasa (19/9).

Dua Kesebelasan dari Kebumen Bakal Bertemu di Laga Final LSN Regional Jateng III (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Kesebelasan dari Kebumen Bakal Bertemu di Laga Final LSN Regional Jateng III (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Kesebelasan dari Kebumen Bakal Bertemu di Laga Final LSN Regional Jateng III

Panitia Pelaksana LSN 2017 Regional Jateng III Mustholah melalui Sekretarisnya Mubin menuturkan, pada laga semifinal tim Al-Kahfi FC Kebumen berhasil menumbangkan tim Walindo Berbaur FC, Pekalongan dengan skor 2-0.

"Sedangkan tim Pesantren Hisba FC, Kebumen berhasil unggul atas tim Mangku Aji FC Pekalongan lewat drama adu pinalti dengan skor akhir 4-2," tuturnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mubin menyebutkan, Jawara LSN 2017 Regional Jateng III nantinya bakal mewakili zona tersebut ke ajang LSN tingkat nasional.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Insya Allah digelar 22 Oktober 2017 mendatang di Bandung bersamaan dengan peringatan Hari Santri tingkat nasional," ujarnya. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kiai Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Pergunu Berupaya Hasilkan SDM Bersaing dan Berdaya Guna

Bandung, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pelantikan Pimpinan Anak Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung, Jawa Barat diisi dengan pelatihan Kurikulum 2013 di MTs Miftahul Hidayah Desa Cibeet, Ibun, Bandung, Kamis (10/11).?

Pergunu Berupaya Hasilkan SDM Bersaing dan Berdaya Guna (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Berupaya Hasilkan SDM Bersaing dan Berdaya Guna (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Berupaya Hasilkan SDM Bersaing dan Berdaya Guna

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris PW Pergunu Jawa Barat H. Saepuloh, Ketua PCNU Kabupaten Bandung KH Asep Jamaluddin, Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bandung H Tarya, Ketua PC Pergunu Kabupaten Bandung Akbar Hadiansyah beserta jajaran Pengurus Cabang Pergunu Kabupaten Bandung.

Saepuloh berharap agar pengurus Pergunu Kecamatan Ibun bisa bersinergi dengan instansi terkait dalam melaksanakan program kegiatan dalam upaya peningkatan kompetensi dan kualitas guru-guru NU yang diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang bisa bersaing dan berdayaguna di masa yang akan datang.

“Buatlah program kerja untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas guru-guru NU, serta jangan lupa tanamkan nilai-nilai Aswaja An-Nahdliyah kepada peserta didik dalam setiap proses pembelajaran,” tutur Saepuloh.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu, Ketua PCNU Kab. Bandung KH Asep Jamaluddin berharap Pergunu bisa tampil untuk memperbaiki kualitas pendidikan NU, khussusnya lembaga pendidikan dibawah naungan NU.?

“Kami berharap Pergunu bisa tampil untuk meningkatkan kualitas pendidikan NU sehingga bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lainnya,” tutur Kiai Asep. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kiai, Amalan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Pengurus Jatman Provinsi Tinjau Lokasi Manaqib Kubro

Brebes, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Panitia tingkat provinsi Jawa Tengah dan pengurus Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyah (JATMAN) tingkat Jateng, meninjau lokasi penyelenggaraan Manaqib Kubro. Peninjauan dilakukan setelah rapat gabungan kedua pihak sehubungan perubahan lokasi.

Pengurus Jatman Provinsi Tinjau Lokasi Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Jatman Provinsi Tinjau Lokasi Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Jatman Provinsi Tinjau Lokasi Manaqib Kubro

“Untuk sinkronisasi, kami datang untuk melihat langsung kesiapan panitia termasuk mengecek lokasi yang akan ditempati,” kata Sekretaris JATMAN Provinsi Jawa Tengah H Muhtarom, usai memimpin rapat gabungan di ruang rapat Bupati Brebes Jateng, Rabu (13/2).

Selain Manaqib Kubro, pada pertemuan tersebut akan dilaksanakan Bahtsul Masa’il, istighosah, dan pengajian akbar JATMAN Idaroh Wusto Jawa Tengah. Kegiatan yang semula difokuskan di Kompleks Islamic Centre, MTs Negeri Brebes serta MAN Brebes kini dialihkan ke kompleks Pendopo Bupati, Masjid Agung Brebes, dan pesantren Assalafiyah II Brebes.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Peninjauan ini, tambah H Muhtarom, bertujuan agar penyelenggaraan Manaqib Kubro pada 24 Mei 2014 mendatang steril dari bendera politik. Pasalnya, saat itu berdekatan dengan pemilihan Presiden. “Yang boleh berkibar di area kegiatan hanyalah bendera NKRI dan bendera NU,” kata Muhtarom.

Muhtarom menjelaskan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sudah mengagendakan untuk membuka kegiatan tersebut. Meski demikian, banyak menteri yang bersedia untuk membuka. Hanya saja untuk menghindari sentuhan politik, panitia berusaha membersihkan acara dari kegiatan-kegiatan di luar Thoriqoh.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua Panitia H Emastoni Ezam menjelaskan, kegiatan ini diperkirakan akan dihadiri delegasi dari 35 kabupaten dan kota. Masing-masing kabupaten 20 orang sehingga total 700 orang. Jumlah itu belum termasuk para pengasuh, masyayikh pesantren, dan ulama setempat di Brebes dan sekitarnya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam, Kiai Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Multi Etnis di Indonesia, Anugerah Tiada Tara

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) bekerjasama dengan Forum Bagi Bangsa (FBB) mengadakan Seminar Kebangsaan bagi Siswa-siswi di SMAN 70, Bulungan, Jakarta Selatan, Rabu, (15/11).

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB), Abdul Ghopur yang juga intelektual muda Nahdlatul Ulama, mengatakan kenusantaraan atau keindonesiaan yang multi etnis, multi budaya dan multi bahasa serta beragam suku bangsa adalah anugerah luar biasa yang tiada tara. 

Multi Etnis di Indonesia, Anugerah Tiada Tara (Sumber Gambar : Nu Online)
Multi Etnis di Indonesia, Anugerah Tiada Tara (Sumber Gambar : Nu Online)

Multi Etnis di Indonesia, Anugerah Tiada Tara

“Tidak ada bangsa atau negeri sekaya ini dan seindah serta senyaman Indonesia. Belum lagi alamnya yang ramah, iklimnya yang sedang-sedang saja, tidak ada musim yang ekstrim, terlalu panas tidak, terlalu dingin pun tidak. Ditambah dengan keanekaragaman hayati dan hewani-flora dan fauna yang sangat kaya tak terbanding,” kata Ghopur melalui materi Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman.

Ghopur menyebutkan hal itu sebagaimana disebutkan dalam penggalan Al-Qur’an Surat An Naml ayat 40, "Haadza min fadli rabbi liyabluwani a-asykuru am akfur, artinya: ini anugerah dari Tuhan untuk menguji kita untuk disyukuri atau diingkari).” 

Ghopur prihatin atas situasi bangsa Indonesia sekarang, 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Ada sebagian kelompok masyarakat yang kurang mensyukuri karunia Tuhan ini dengan dalih atau atas nama kemurnian suatu paham agama tertentu dan atas nama kemodernan, sehingga, prinsip-prinsip kebangsaan, kenegaraan serta kewarganegaraan semakin hari semakin jauh. Bahkan jauh lebih menjauh setelah dikobarkannya reformasi Mei 98,” sesalnya.

Menurutnya ada banyak jawaban atas persoalan tersebut. Tetapi,yang terpenting adalah karena; Pertama, problem Indonesia sesungguhnya adalah keberlangsungan manajemen negara pasca kolonial yang tak mampu menegakkan kedaulatan hukum, memberikan keamanan dan keadilan bagi warganya.

Di dalam ketiadaan keadilan, keamanan dan perlindungan hukum bagi individu untuk mengembangkan dirinya, orang lebih nyaman berlindung di balik  warga-tribus (tribalisme, premanisme, koncoisme dan sektarianisme) ketimbang warga-negara. 

Persoalan ekonomi-politik yang bersumber dari manajemen negara yang korup menyisakan kelangkaan dan ketimpangan alokasi sumberdaya di rumahtangga kebangsaan. Jika aparatur negara hanya sibuk mengamankan kekuasaan dan dapurnya sendiri, maka individu akan segera berpaling ke sumber-sumber tribus sebagai upaya menemukan rasa aman. Di sini persoalan ekonomi-politik yang objektif disublimasikan ke dalam bentrokan identitias yang subjektif. 

“Kedua, kita belum siap menerima keragaman. Padahal, keragaman bangsa bisa menjadi kekayaan jika negara mampu menjalankan fungsinya sebagai, apa yang disebut Mohammad Hatta, (panitia kesejahteraan rakyat),” katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lebih lanjut, Ghopur menukil isi dari teks Piagam Deklarasi tentang Hubungan Pancasila dengan Islam sebagai hasil Munas NU, Situbondo, 21 Desember 1983, Meski Pancasila sebagai dasar dan falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia bukanlah agama, tidak dapat menggantikan agama dan tidak dipergunakan untuk menggantikan agama. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia menurut pasal 29 ayat (1) Udang-Undang Dasar 1945, yang menjiwai sila-sila yang lain, mencerminkan tauhid menurut pengertian keimanan dalam Islam.

“Islam adalah akidah dan syariah, meliputi aspek hubungan manusia dengan Allah (hablumminallah) dan hubungan antar manusia (hablumminannas),” tambahnya.

Penerimaan dan pengamalan Pancasila merupakan perwujudan (pengejawantahan) dari upaya umat Islam Indonesia untuk menjalankan syariat agamanya.

“Sebagai konsekuensi dari sikap ini, segenap anak bangsa yang masih mencintai dan menginginkan utuhnya negeri ini, berkewajiban mengamankan pengertian yang benar tentang Pancasila dan pengamalannya yang murni dan konsekuen oleh semua pihak,” imbuhnya lagi.   

“Intinya, No Ekstrim Kanan, No Ekstrim Kiri! Jadilah Ummat yang Tengah-tengah (ummatan wasahan) yang seimbang, bersatulah Orang Indonesia (Oi)” tandasnya. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam, Kiai Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock