Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Khataman Al-Quran Awali Haul Gus Dur di Ciganjur

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Khataman Al-Quran 30 juz mengawali rangkaian peringatan Haul ke-6 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang berpusat di rumah keluarga di Jalan Warung Sila 10 Ciganjur Jakarta Selatan sejak Sabtu (26/12) pagi. Khataman bil ghoib (hafalan) diadakan di lima titik.

Khataman Al-Quran Awali Haul Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Khataman Al-Quran Awali Haul Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Khataman Al-Quran Awali Haul Gus Dur di Ciganjur

Grup pertama mengkhatamkan Al-Quran di Masjid Al-Munawwarah depan rumah keluarga. Mereka adalah para hafidz dari Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta dan Jamiyyatul Qurra wal Huffadz (JQH) NU Depok dan santri Pesantren Ciganjur.

Dua grup penghafal putri dari Institul Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta mengkhatamkan Al-Quran di rumah keluarga Gus Dur. Dua grup lainnya di gedung SDIT Abdul Wahid Hasyim dan asrama Pesantren Ciganjur.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Khataman Al-Quran berlangsung sampai Sabtu malam menjelang acara puncak peringatan Haul ke-6 Gus Dur.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Ketua Tamir Masjid Al-Munawarah H Syaifullah Amin, khataman A-Quran ini rutin diadakan sejak haul pertama Gus Dur.

"Setiap bulan atau tepatnya di malam Rabu Pahing atau hari kelahiran Gus Dur juga diselenggarakan khataman Al-Quran bil ghoib 30 juz," kata Amin.

Ditambahkan, tradisi khataman Al-Quran ini dirintis oleh murid Gus Dur sekaligus pemangku pertama Pesantren Ciganjur KH Muhammad Musthofa dan istrinya Lilik Ummi Kaltsum, dua-duanya penghafal Al-Quran, sejak Gus Dur masih ada dan berlanjut sampai sekarang.

Sementara itu puncak acara Haul ke-6 Gus Dur Sabtu malam akan dihadiri KH Maruf Amin, KH Hasyim Muzadi, KH Said Aqil Siroj, Habib Luthfi, serta sejumlah kiai dan habaib, pejabat pemerintahan dan tokoh lintas agama. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pondok Pesantren, Humor Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 24 Februari 2018

LBM PBNU Haramkan Membuat dan Menyebarkan Berita Hoax

Jakarta,Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyatakan haram perilaku membuat dan menyebarkan berita palsu, bohong, menipu atau dikenal dengan hoax. Pernyataan tersebut mengemuka pada forum bahtsul masail yang digelar di PBNU, Jakarta pada Kamis (1/12). ?

Menurut salah seorang pengurus LBM PBNU H. Sarmidi Husna hasil bahtsul masail tersebut dalam waktu dekat akan diserahkan kepada syuriyah PBNU untuk ditashih atau verifikasi. Kemudian PBNU akan membuat keputusan tentang hal itu berdasarkan fiqih. ?

LBM PBNU Haramkan Membuat dan Menyebarkan Berita Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
LBM PBNU Haramkan Membuat dan Menyebarkan Berita Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

LBM PBNU Haramkan Membuat dan Menyebarkan Berita Hoax

Ia menambahkan, LBM PBNU merespon situasi saat ini yang makin marak terkait perilaku membuat dan menyebarkan berita hoax. Hal semacam itu bisa menyebabkan tersebarnya kebencian dan permusuhan di kalangan masyarakat dan lebih jauhnya bisa menyebabkan disintegrasi nasional.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Seharusnya media sosial menjadi sarana sliaturahim dan perekat persatuan, bukan kebencian dan permusuhan,” ungkapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia mengimbau semakin canggihnya teknologi informasi seharusnya dibarengi dengan kemampuan menyeleksi dan berita.

Forum bahtsul masail tersebut dihadiri 30 anggota LBM PBNU. Sebelumnya peserta berdiskusi terlibih dahulu dengan tenaga Ahli Bidang Diseminasi Informasi Publik Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Ismail Cawidu. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam, Nahdlatul Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 22 Februari 2018

Bulan Ramadhan, Berbagi Berkah dengan Anak Yatim Piatu

Kudus, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Kegiatan santunan di bulan Ramadhan seperti ini, telah menjadi keberkahan dan kebahagiaan tersendiri bagi anak Yatim piatu. Dari catatan Kedung Sukun Adiwerna Tegal, setiap Ramadhan volume pemberian santunan meningkat tajam dibanding hari-hari biasanya.

Anak-anak yatim di panti asuhan juga kebanjiran undangan acara santunan dan buka bersama dari berbagai kelompok masyarakat, lembaga pemerintahan maupun perusahaan. Seperti yang dirasakan anak-anak yatim piatu panti asuhan Darul Hadlanah Muslimat NU Jalan Pramuka 24 Kudus.

Bulan Ramadhan, Berbagi Berkah dengan Anak Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Bulan Ramadhan, Berbagi Berkah dengan Anak Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Bulan Ramadhan, Berbagi Berkah dengan Anak Yatim Piatu

Menurut pengasuh panti asuhan Darul Hadlanah H Ahmad Syafii, anak-anak yatim asuhannya hampir tiap hari menerima santunan baik yang diberikan langsung di tempat panti maupun diundang pada sebuah acara formal. Sejak pekan pertama puasa, undangan menghadiri acara santunan dan buka bersama selalu berdatangan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Terkadang satu hari dapat undangan doble dari lembaga yang berbeda sehingga kami harus membagi anak yatim menjadi dua kelompok untuk menghadiri dua undangan secara terpisah," ujarnya kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Sabtu (25/6).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia menjelaskan, pihaknya anak-anak yatim piatu sangat merasakan kebahagiannya menerima banyaknya santunan yang berupa barang maupun tunai. Pihaknya juga mendorong kepada anak-anak uang hasil santunan supaya ditabungkan sebagai bekal pulang kampung di masa mendatang.

"Kalau uang yang diterima Rp 20.000, lebih, wajib disetorkan ke tabungan anak yang dikelola pengurus. Bila kurang, bisa buat jajan sehari-hari. Saat pulang uang tabungan anak ini buat modal pulang kampung," imbuh Syafii seraya berharap yatim piatu bisa menjadi anak mandiri yang bermanfaat bagi masyarakat di kemudian hari.

Salah seorang anak asuhan Darul? Hadlanah, Lailatu Jannah mengungkapkan rasa kebahagiannya. Uang tabungan yang ia simpan dari hasil santunan akan digunakan membeli sepeda untuk sekolah.

"Saya senang gembira, uangnya buat beli sepeda untuk sekolah," kata Lala yang masih berusia 11 tahun asal Demak dan bersekolah SMPNU Nawa Kartika Kudus.

Selain menghadiri undangan santunan, anak-anak juga mengikuti kegiatan selama bulan Ramadhan di panti asuhan Darul Hadlanah seperti tadarus dan latihan ketrampilan membuat jajanan. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 19 Februari 2018

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal 



Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ishfah Abidal Aziz mengatakan, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Rabu (6/9) di Istana Negara Jakarta merupakan hasil dari perjuangan para kiai dan warga NU. Hanya NU yang secara terbuka melakukan penolakan di mana-mana dalam waktu yang cukup panjang.

Tanpa mengurangi peran kiai dan pengurus NU yang lain, lebih khusus, Ishfah memuji Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj tak bosan-bosannya berjuang keras dalam menolak Permendikbud 23 yang kemudian dibatalkan Perpres itu. Kiai Said mengkampanyekan menolak kebijakan yang mengandung muatan full day school (FDS) itu di mana-mana dalam setiap kesempatan.  

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah

“Perpres yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo hari ini tak lepas atas usaha keras Kiai Said yang intens berjuang melalui komunikasi dan pertemuan intensif dengan Presiden,” katanya di gedung PBNU, Jakarta. 

Menurut Ishfah, Kiai Said bertemu presiden tidak kurang dari tiga kali dan sekali dengan Wapres untuk meminta Permendikbud dibatalkan. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Upaya Kiai Said itu, lanjutnya, karena kecintaanya terhadap madrasah diniyah dan pesantren demi kaum Nahdliyin. 

“Bukan karena menterinya dari Muhammdiyah lantas NU menolak Permendikbud itu. Sekalipun menterinya dari NU, Kiai Said akan menolak jika kebijakan itu ngotot dilakukan,” jelasnya.

Apresiasi atas usaha PBNU itu disampaikan Pengurus Cabang NU di daerah-daerah. Hinggga sore tadi, Kiai Said menerima telpon dari Cirebon, Majalengka, Bogor (Jawa Barat), Demak, Jepara (Jawa Tengah), Kota Surabaya dan PW Jawa Timur. Mereka mengucapkan terima kasih kepadanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Berikut perbedaan Permendikbud 23/2017 dan Perpres 87/2017 soal peraturan hari sekolah:

Permendikbud 23/2017





Pasal 2: 

(1) Hari Sekolah dilaksanakan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(2) Ketentuan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), termasuk waktu istirahat selama 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(3) Dalam hal diperlukan penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Sekolah dapat menambah waktu istirahat melebihi dari 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(4) Penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak termasuk dalam perhitungan jam sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 

Perpres 87/2017

Pasal 9: 

(1) Penyelenggaraan PPK pada jalur Pendidikan Formal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dilaksanakan selama 6 (enam) atau 5 (lima) hari sekolah dalam 1 (satu) Minggu.

(2) Ketentuan hari sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diserahkan pada masing-masing satuan pendidikan bersama-sama dengan Komite Sekolah/Madrasah dan dilaporkan kepada Pemerintah Daerah atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama setempat sesuai dengan kewenangan masing-masing.

(3) Dalam menetapkan 5 (lima) hari sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), satuan pendidikan dan Komite/Sekolah Madrasah mempertimbangkan: 

a. kecukupan pendidik dan tenaga kependidikan; 

b. ketersediaan sarana dan prasarana; 

c. kearifan lokal; dan 

d. pendapat tokoh masyarakat dan/atau tokoh agama di luar Komite Sekolah/Madrasah. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam, Ahlussunnah, Halaqoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Habib Luthfi: Indonesia Negara Maritim, Harus Ada Banser Bahari

Pekalongan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Rais Aam Jamiyyah Ahlith Thoriqoh al-Mutabaroh an-Nahdliyyah Habib Muhammad Luthfi Bin Hasyim bin Yahya mengatakan Indonesia adalah negara kepulauan, 2/3 wilayahnya adalah lautan. Oleh karena itu seharusnya dibentuk Banser Bahari.

Ia mengatakan hal itu saat memberikan pembekalan kepada puluhan kader Barisan Ansor Serbaguna Satkorwil Provinsi Jawa Tengah seusai dikukuhkan di Gedung Kazusholawat, Pekalongan, pada (11/12).

Habib Luthfi: Indonesia Negara Maritim, Harus Ada Banser Bahari (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Indonesia Negara Maritim, Harus Ada Banser Bahari (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Indonesia Negara Maritim, Harus Ada Banser Bahari

Menurut Habib Luthfi, sejauh ini aparat polisi dan TNI masih kurang dalam menangani persoalan bangsa di sektor kemaritiman. Sudah selayaknya Banser dan masyarakat yang berperan membantu menjaga kekayaan alam Indonesia.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal itu, sambung Habib Luthfi untuk meningkatkan jiwa nasionalisme, dan cinta terhadap tanah Air. (Ahmad Asmui/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 12 Februari 2018

MA An-Nawawi Terapkan Sistem Penilaian Berbasis TIK

Purworejo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Madrasah Aliyah (MA) Ann-Nawawi Berjan Purworejo terus mengembangkan metode pembelajaran dan pengajarannya. Madrasah yang dalam beberapa tahun terakhir persentase kelulusannya mencapai 100 persen ini mulai menerapkan perangkat pembelajaran dan sistem penilaian siswa berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

MA An-Nawawi Terapkan Sistem Penilaian Berbasis TIK (Sumber Gambar : Nu Online)
MA An-Nawawi Terapkan Sistem Penilaian Berbasis TIK (Sumber Gambar : Nu Online)

MA An-Nawawi Terapkan Sistem Penilaian Berbasis TIK

Untuk menunjang program tersebut, Ahad (13/1) kemarin dilakukan workshop bagi para guru. Workshop tersebut untuk memberikan pemahaman bagi para guru dalam memanfaatkan kemajuan TIK untuk menunjang metode pengajaran dan pendidikan.

“Kami dipercaya Kementerian Agama (Kemenag) untuk melaksanakan program kontrak prestasi,” kata Kepala MA An-Nawawi H. Muslikhin Madiani di sela acara tersebut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Muslikin, program  tersebut sekaligus menepis anggapan masyarakat bahwa sekolah di lingkungan pondok pesantren (PP) selalu terkesan kotor dan tidak tertata. “Namun untuk An-Nawawi program sekolah hijau sudah berjalan dengan memanfaatkan lingkungan sekolah dengan berbagai tanaman,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan Muslikin, dengan memanfaatkan TI nantinya penilaian akademik terhadap siswa akan didesain online. Para siswa bisa langsung mengakses nilainya setelah guru mengentri dari hasil ujian.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kami yakin pemanfaatan TI ini akan jauh lebih efektif dan efisien. Sekaligus akan meningkatkan SDM, baik guru maupun siswa karena kemajuan TI sekarang ini sudah sedemikian pesatnya," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Purworejo H. Bambang Aryawan menyambut baik serta memberikan apresiasi terhadap program yang dilaksanakan MA An-Nawawi tersebut.

Menurut Bambang, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menuntut penyelenggaraan berbagai kegiatan termasuk dalam dunia pendidikan berbasis elektronik.

“Dengan memanfaatkan teknologi informatika secara bertahap diharapkan bisa membangun sistem informasi pendidikan yang terintegrasi, yang akan menghasilkan output yang cepat, akurat, efisien dan transparan,” tandasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Irwan Sahidin

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pondok Pesantren, Humor Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Sebanyak 773 Calhaj Probolinggo Ikuti Bimbingan Manasik

Probolinggo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Sedikitnya 773 orang calon haji (calhaj) Kabupaten Probolinggo mengikuti bimbingan manasik haji yang digelar Pemkab Probolinggo bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, Kamis (28/7).

Kegiatan yang dipusatkan di obyek wisata religius Miniatur Ka’bah Desa Curahsawo Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo ini dibuka secara resmi oleh Kabag Kesra Pemkab Probolinggo H Moh Syarifuddin.

Sebanyak 773 Calhaj Probolinggo Ikuti Bimbingan Manasik (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebanyak 773 Calhaj Probolinggo Ikuti Bimbingan Manasik (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebanyak 773 Calhaj Probolinggo Ikuti Bimbingan Manasik

Hadir dalam kegiatan awal tersebut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H Busthami, Rais PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin Al-Hariri, Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Ahmad Suja’i, dan Ketua IPHI Kabupaten Probolinggo KH Ahmad Masrur Nashor.

Moh Syarifuddin mengatakan bahwa calhaj Kabupaten Probolinggo akan berangkat ke tanah suci sekitar awal September 2016. Mereka akan tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 63 dan 64.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Bimbingan manasik haji bagi para calon jamaah haji ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan wawasan terkait dengan manasik haji. Sehingga nantinya para calon jamaah haji bisa melaksanakan rukun haji dengan lancar selama berada di tanah suci,” katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Syarifuddin, bimbingan manasik haji sangatlah penting untuk dipahami oleh para calhaj. Sebab banyak hal yang harus diketahui oleh para calhaj antara melaksanakan ibadah yang wajib dilakukan dan ibadah yang sunahnya.

“Calon tamu Allah ini harus senantiasa menjaga kesehatannya, karena ibadah haji merupakan ibadah fisik. Nantinya Pemkab Probolinggo juga akan mengirimkan tenaga dokter, perawat dan pendamping untuk melayani jama’ah haji selama berada di Mekkah dan Madinah,” tegasnya.

Sementara H Busthami berharap kepada ratusan calhaj Kabupaten Probolinggo yang akan berangkat ke tanah suci tahun ini untuk melaksanakan bimbingan dan praktik tentang manasik haji ini sebagai persiapan untuk kelancaran dalam melaksanakan ibadah haji agar menjadi haji yang mabrur. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock