Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Ke Mesir dan Arab Saudi, Santri Nuris Perkuat Bahasa Amiyah

Jember, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Nuris Student Exchange Programme (NSEP) atau pertukaran pelajar Nuris dengan lembaga di luar negeri tahun ini terus berlanjut. Setelah memberangkatkan 19 santri ke Malaysia, Thailand, dan Singapura akhir bulan lalu, kini 5 santri Nuris bersiap-siap untuk belajar dan mengajar di negara-negara Timur Tengah, khususnya Arab Saudi dan Mesir.

Kelima orang tersebut berasal dari MA Unggulan Nuris. Mereka adalah Ahmad Fauzan, M. Kavin Robbani (kelas XI PK A)? Abdul Aziz (kelas XI PK B),? Ihza Wahyu F. (kelas XI IPA)? dan M. Hasan Ulil Absor (kelas X PK A). Mereka terpilih sebagai peserta NSEP melalui seleksi internal yang sangat ketat.? Selain cerdas dan cakap, mereka juga harus mengikuti seleksi khusus.

Ke Mesir dan Arab Saudi, Santri Nuris Perkuat Bahasa Amiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Mesir dan Arab Saudi, Santri Nuris Perkuat Bahasa Amiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Mesir dan Arab Saudi, Santri Nuris Perkuat Bahasa Amiyah

“Yang pasti, mereka harus fasih berbahasa Arab dan Inggris. Itu wajib. Bahkan calon peserta masih harus mengikuti pembinaan? bahasa Arab logat Mesir atau yang dikenal dengan istilah bahasa ‘amiyah,” ucap Kepala Humas Yayasan Nurul Islam (Nuris) Jember, Gus Abdurrahman Fathoni di Nuris kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Kamis (9/2).

Pembinaan bahasa Arab khas Mesir dilakukan 3 kali dalam seminggu di bawah bimbingan Kiai Ahmad Fauzan, seorang kiai yang cukup lama bermukim di Mesir. Menurut Gus Abdurrahman, sebelum berangkat ke Arab Saudi dan Mesir, kelima sanrri tersebut terus diberi pembekalan, khusunya di sisi logat bahasa dan adat? istiadat Meser.

Dikatakannya, cukup sulit belajar bahasa Arab ‘amiyah. Sebab, bahasa tersebut tak seperti bahasa Arab yang standar. Banyak huruf yang berubah seperti kata ‘tsalatsa’ dalam bahasa Arab standar menjadi ‘talata’ dalam bahasa Mesir. ”Akhirnya mereka didorong untuk terus mencari tahu dan mendengarkan logat bahasa Arab? khas Mesir,” lanjutnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Abdul Aziz, mengaku gembira terpilih sebagai peserta NSEP. Menurutnya, hal terebut sangat berguna tidak saja bagi peningkaran wawasan keilmuan yang langsung dari pusat peradaban Islam, tapi juga berguna untuk memahami tipologi politik rakyat kedua negara tersebut.

“Kalau Arab Saudi relatif aman. Tapi Mesir dan negara sekitarnya, sangat rawan terjadi konflik horisontal, itu kenapa? Padahal muslimnya mayoritas. Syukurlah Indonesia aman meskipun terdapat beragam agama, suku dan budaya,” ungkapnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen, Ulama, Khutbah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Masih Ada Jurang Antara Pengetahuan dan Praktek Pelaksanaan Ibadah Haji

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Isu tentang haji saat ini telah banyak bergeser ke persoalan-persoalan material, seperti fasilitas trasportasi, pemondokan atau hotel, katering, dan fasilitas kesehatan, karena sejumlah Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang telah dibayar jamaah.

Akibatnya persoalan esensi haji, yakni seputar pelayanan ibadah nyaris terabaikan karena tertutup oleh isu-isu material tersebut. Tidak satupun pihak yang pernah mempertanyakan, bagaimana kualitas ibadah haji para jamaah, atau siapa yang bisa menjamin sah atau tidaknya jamaah haji selama Armina?

Masih Ada Jurang Antara Pengetahuan dan Praktek Pelaksanaan Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Masih Ada Jurang Antara Pengetahuan dan Praktek Pelaksanaan Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Masih Ada Jurang Antara Pengetahuan dan Praktek Pelaksanaan Ibadah Haji

Balitbang dan Diklat Kementerian Agama dalam penelitiannya (2013) berusaha melihat Kinerja Kelompok Bimbingan Haji (KBH) dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai mitra pemerintah, fenomena komersialisasi KBH terhadap jemaah, dan tingkat kepatuhan pelayanan dan bimbingan ibadah yang dilakukan KBH dengan peraturan pelayanan dan bimbingan yang telah distandarkan pemerintah.

Termuan yang diperoleh adalah standardisasi KBH menuju manajeman yang lebih baik diperlukan, karena hubungan KBH dengan jamaah sebenarnya berada pada hubungan patron-klien. Ketika terjadi ketidakpuasan jamaah, maka hak-hak jamaah bisa terlindungi sebagai konsumen. Total Performance Management penting diterapkan untuk melakukan sertifikasi KBH untuk dapat menjamin pelayanan prima kepada jamaah. Ini disebabkan, realitas menunjukkan 14,24% KBH masih melanggar ketentuan biaya yang telah ditetapkan maksimal sebesar Rp2.500.000.

Eksplorasi fakta-fakta penelitian secara kuantitatif menghasilkan beberapa temuan yang sangat penting sebagai bahan kajian dalam membuat kebijakan seputar KBH. Berdasarkan pengujian statistik inferensial didapatkan hasil indeks kepatuhan KBH signifikan pada rerata 81% yang berarti sebagian besar KBH sudah patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang ada berkaitan dengan persyaratan pendirian maupun pengelolaan KBH. Akan tetapi masih terdapat 19% KBH lain yang tidak patuh, dimana sebagian besar melanggar ketentuan rasio perbandingan jemaah dengan pembimbing ibadah sebesar 56,96%, dan kepatuhan terhadap penggunaan buku manasik dari pemerintah sebesar 40,19%. Sedangkan kepatuhan terhadap besaran biaya bimbingan KBH mencapai rerata sebesar 83%, artinya masih terdapat 17% KBH yang signifikan secara nasional menarik biaya lebih dari Rp2.500.000,- dengan rerata biaya yang mencapai Rp4.006.100,-.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Penelitian tentang bimbingan ibadah di Arab Saudi menghasilkan antara lain, bahwa manasik yang dilakukan di Indonesia, baik oleh KBH dan KUA masih meninggalkan jurang pengetahuan antara bahan-bahan manasik di Indonesia dengan realitas kondisi yang ada di Arab Saudi. Konsep-konsep tentang tawaf, sai, atau tahalul dimengerti dengan baik, namun tidak selalu dapat dioperasionalkan dalam bentuk praktik ibadah dengan baik ketika di Arab Saudi. Ini artinya masih terjadi kesenjangan antara pengetahuan dengan praktik. Akan tetapi dalam konteks ini jamaah KBH lebih mampu teratasi karena umumnya rasio pembimbing dengan jamaah lebih kecil dibanding jamaah non-KBH. Bahkan pemaknaan serangkaian ibadah haji tidak dipahami benar, kecuali gerakan-gerakan fisik seperti dalam tawaf, sa’i, lempar jumrah, dan sebagainya.?

Dalam persoalan pelayanan bimbingan ibadah, secara kualitatif KBH memiliki keunggulan dibanding Tim Pemandu Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), karena selain rasio jamaah dengan pembimbing, umumnya jamaah haji KBH memiliki hubungan patronase dengan beberapa pembimbing KBH. Ini disebabkan hampir semua pembimbing KBH adalah tokoh agama yang telah memiliki ikatan emosional terlebih dahulu dengan calon jamaah haji.?

Meskipun demikian, TPIHI memiliki fungsi yang masih tetap harus diberdayakan, karena (TPIHI) selain merupakan ‘wakil’ pemerintah dalam kloter, juga berfungsi untuk melakukan pengawasan terhadap KBH dan melakukan pembimbingan bagi jamaah non-KBH. Komersialisasi KBH berada dalam beberapa aras, seperti pembayaran dam, badal haji, afdloliyah ibadah dan jasa pelayanan bus untuk ziarah. Ini disebabkan tidak adanya keterbukaan pengelolaan keuangan dan beberapa perbedaan antara KBH yang satu dengan lainnya, terutama soal biaya dam dan badal haji. (Mukafi Niam)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama, AlaNu, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 16 Februari 2018

Pagar Nusa Kebumen Gelar Festival Sepakbola Durian

Kebumen, Kedung Sukun Adiwerna Tegal?

Pencak Silat NU Pagar Nusa Kabupaten Kebumen menggelar Festival Sepakbola Durian di Pesantren Al-Hasani pada Ahad (14/5). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan pendekar Pagar Nusa. Turut hadir pada festival itu Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa M. Nabil Haroen.?

Pagar Nusa Kebumen Gelar Festival Sepakbola Durian (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Kebumen Gelar Festival Sepakbola Durian (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Kebumen Gelar Festival Sepakbola Durian

M. Nabil Haroen mengatakan, Festival Sepakbola Durian menjadi agenda penting dalam rangka silaturahmi antarpendekar dan kader Pagar Nusa.

"Festival ini unik dan menarik. Selama ini, belum pernah ada Festival atau Turnamen Sepakbola Durian. Ini ajang silaturahmi antarpendekar Pagar Nusa, sekaligus meng-endorse khazanah kearifan budaya warga lokal," jelas pria yang biasa disapa Gus Nabil.?

Dalam pandangannya, ? Pagar Nusa ingin menjadi garda depan dalam kampanye budaya Nusantara, ? khususnya di bidang pencak silat.

"Pencak silat itu tradisi beladiri Nusantara yang diakui dunia internasional. Beberapa negara tertarik mengirimkan delegasi untuk mempelajari pencak silat. UNESCO juga telah mengakui. Kita perlu menjaga, ? merawat dan melestarikan khazanah seni beladiri ini, " terang Gus Nabil. ?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pada turnamen tersebut, para pendekar tidak menggunakan kaos atau celana seperti pada sepak bola biasa. Tapi mengenakan baju pencak silat warna merah dan hitam. Sebelum bermain, mereka ? mendapat pembekalan khusus dari guru-gurunya, sehingga mampu menendang buah durian. (Husni Sahal/Abdullah Alawi) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sejarah, Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Trump dan Masa Depan Dunia Islam

Dunia kini semakin banyak mengalami kejutan dan perubahan pola yang mungkin saja memiliki efek jangka panjang yang pengaruhnya juga belum semuanya bisa diperkirakan. Setelah kejutan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit), kini dunia dikejutkan dengan terpilihnya Donald Trump sebagai presiden ke-45 Amerika Serikat. Ia merupakan kuda hitam yang kini akan memimpin negara adidaya selama empat tahun ke depan.

Ucapan-ucapan Trump pada masa kampanyenya yang terkait dengan Islam menimbulkan kontroversi. Hal ini menyebabkan banyak orang bertanya-tanya, apa yang akan dilakukan oleh presiden yang juga miliarder ini? Ia pernah menyatakan akan menutup Amerika Serikat bagi Muslim, meskipun kemudian diubah lagi, tetapi nuansa islamophobia yang dikatakan olehnya masih tetap terlihat.

Sekalipun sebuah negara memiliki sistem pembagian kekuasaan yang sudah mapan dan jelas antara legislatif, yudikatif, dan eksekutif, tetapi kebijakan seorang presiden masih memiliki pengaruh yang sangat besar. Ia bukanlah raja yang berkuasa mutlak, tetapi di tangannya, ada kekuasaan yang memungkinkan banyak hal terjadi, apalagi pada sebuah negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia. Era Bush II menunjukkan akibat kebijakannya yang sampai sekarang masih menimbulkan akibat-akibat buruk yang belum terselesaikan, bahkan menimbulkan masalah-masalah baru yang tak terduga sebelumnya. Dan pemahaman Trump terhadap Muslim yang mungkin saja sangat awam, bisa saja menimbulkan efek yang tak terduga di masa mendatang.?

Trump dan Masa Depan Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Trump dan Masa Depan Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Trump dan Masa Depan Dunia Islam

Selama pemerintahan George W Bush pada 2001-2009 ia menyerang Irak dengan alasan adanya senjata kimia pemusnah massal yang ternyata tidak terbukti. Jumlah korban jiwa akibat perang ini mencapai 460 ribu jiwa lebih. Hingga kini luka-luka akibat perang belum sembuh. Keberadaan ISIS merupakan kelanjutan dari ketidakstabilan di Irak akibat perang yang dimulai 13 tahun lalu. Keamanan menjadi barang mahal di Irak. Afganistan juga menjadi sasaran dari Amerika Serikat selama era Bush. Semuanya dilakukan dengan alasan preemtive war atau penyerang terlebih dahulu untuk menghancurkan kekuatan potensial lawan sebelum pihak musuh menyerang.?

Jika Trump menggunakan pendekatan keras terhadap Muslim, yang kini jumlahnya 1.6 miliar, maka hal ini bisa saja mendorong kelompok ekstrimis untuk mengambil kesempatan untuk menunjukkan eksistensinya atas nama membela Islam yang sedang “dikuyo-kuyo” oleh Trump. Muslim mayoritas yang diam, akan menjadi kelompok yang paling menderita. Akan lebih banyak lagi korban yang tidak seharusnya menderita. ?

Kawasan Timur Tengah yang labil mungkin akan terkena dampak paling besar dari kebijakan AS. Hingga kini, masalah Palestina, Suriah, Irak, Iran dan negara-negara sekitaranya masih menunggu kebijakan presiden baru tersebut apakah tetap sebagaimana yang dilakukan oleh Obama atau ada solusi baru yang lebih baik. Yang tak boleh dilupakan, kemungkinan lebih buruk mungkin saja terjadi. Yang jelas, PM Israel Benjamen Netanyahu menyatakan kegembiraannya atas terpilihnya Trump. Sementara Iran, menekankan pentingnya menjaga perjanjian nuklir. Palestina, masih akan menjadi persoalan yang mengemuka.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Bagi kita, warga Indonesia dan dunia Muslim ada banyak hal yang perlu kita apresiasi dan ambil pelajaran dari pemiihan presiden Amerika Serikat ini. Pemilu bisa berlangsung dengan damai. Permasalahan seputar pemilu yang dialami di Indonesia seperti adanya politik uang juga tidak terdengar. Pihak yang kalah dengan segera mengakui kekalahannya, tidak perlu proses panjang untuk membawanya ke pengadilan sebelum akhirnya benar-benar mengaku kalah. Ini menunjukkan kematangan masyarakat Amerika Serikat dalam berdemokrasi. Pemilu di negara-negara Muslim, masih menyisakan berbagai persoalan ketika penyelenggaraan selesai.?

Di tengah globalisasi ini, semua kepala negara dipilih untuk mempertahankan kepentingan nasionalnya di hadapan berbagai kepentingan lainnya seperti kepentingan regional dan global. Apa yang terjadi di Inggris dan Amerika Serikat ini menunjukkan fenomena tersebut. Jika perlu menggunakan kekuatan bersenjata, hal tersebut akan tetap dilakukan demi kepentingan nasional, meskipun hal tersebut melanggar atau mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.

Seorang presiden, hanya bertanggung jawab kepada pemilih di negaranya masing-masing, tidak kepada komunitas internasional. Akhirnya, jika orientasinya hanya dalam skup negara, masyarakat internasional bisa dirugikan. Negara-negara besar seperti Amerika Serikat, memiliki kekuatan untuk menggerakkan dunia menjadi lebih baik. Pemimpin yang di tangannya ada kekuatan besar, tetapi jika ditujukan hanya untuk kepentingan pribadi, kelompok, atau negaranya saja sementara di sisi lain mengabaikan kepentingan kemanusiaan secara luas, bisa menjadi ancaman dunia.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Seorang tokoh dunia adalah mereka yang mampu menembus sekat-sekat kepentingan dan lintas batas geografis, merekalah para pengabdi kemanusiaan. Inilah yang dilakukan para nabi dan rasul, yang membawa manusia kepada pencerahan dan dunia yang lebih beradab. Sayangnya, dalam dunia yang lebih canggih dan semakin banyak orang pintar, semakin susah mencari figur seperti itu. Dunia, semakin dipenuhi oleh sifat-sfiat keserakahan dan kepentingan yang semakin sempit. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Wasekjen PBNU Ingatkan Penguatan Tiga Aspek Bagi Jamiyah NU

Pringsewu, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Muhammad Aqil Irham mengajak seluruh pengurus dan warga NU untuk lebih melebarkan sayap dan mengfokuskan sektor pendidikan, ekonomi dan kesehatan untuk memperkuat jamiyah Nahdlatul Ulama. Hal ini disampaikannya di depan sejumlah Pengurus Cabang NU di Provinsi Lampung pada Group Discussion di Aula Gedung NU Pringsewu, Sabtu (16/9).

Aqil yang merupakan pengurus NU asal Provinsi Lampung ini mengingatkan bagaimana sejarah berdirinya jamiyyah NU dititik fokuskan pada penguatan kebangsaan dan perekonomian.

Wasekjen PBNU Ingatkan Penguatan Tiga Aspek Bagi Jamiyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Wasekjen PBNU Ingatkan Penguatan Tiga Aspek Bagi Jamiyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Wasekjen PBNU Ingatkan Penguatan Tiga Aspek Bagi Jamiyah NU

"Jamiyah NU lahir di komunitas perkotaan di Surabaya diawali dengan Nahdlatul Wathon, Nahdlatut Tujjar dan Nahdlatul Ulama. Jadi kita harus memahami bahwa bidang ekonomi menjadi salah satu sektor yang sangat perlu digarap," katanya pada acara yang juga dihadiri Ketua PWNU Lampung KH Sholeh Baijuri ini.

Menurut mantan Ketua GP Ansor Lampung ini, trend perubahan diberbagai sektor perlu juga dicermati agar tidak tertinggal jauh dalam melakukan akselerasi penguatan dan percepatan sektor ekonomi, pendidikan dan kesehatan. Ia memberikan contoh bagaimana saat ini orang yang tidak memiliki kendaraan namun bisa melihat peluang bisnis melalui jasa penyewaan transportasi berbasis android atau online dengan menggunakan kendaraan orang lain yang saat ini sudah menjadi trend.

Penguatan pendidikan, lanjutnya, dapat diperkuat dengan pengkaderan generasi muda yang dilakukan secara intensif sejak pendidikan menengah. Ia mengajak semua elemen di NU untuk merangkul para pelajar dengan berbagai kegiatan dan program yang nantinya akan didistribusikan ke semua lini sehingga penguatan SDM melalui pendidikan akan dapat terealisasi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk mewujudkan hal tersebut perlu penguatan lembaga seperti sekolah, klinik dan koperasi atau lembaga keuangan di Provinsi Lampung melalui dukungan segenap warga NU.

Pertemuan yang dikemas dalam kelompok diskusi tersebut merupakan upaya terciptanya gerakan bersama dengan kesamaan visi antar pengurus PCNU di Provinsi Lampung dalam memperkuat tiga sektor tersebut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hadir dalam pertemuan tersebut pengurus PCNU tuan rumah Pringsewu, Tanggamus, Pesawaran, Lampung Selatan, Bandarlampung dan Lampung Tengah. (Muhammad Faizin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pemurnian Aqidah, Ulama, Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Memfasilitasi Buku untuk Anak-anak Nahdliyin

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal 



Saya kurang suka mengajukan berkas proposal kepada pihak mana pun. Sebaliknya, tak layak juga diserahi proposal dalam bentuk apa pun, resmi maupun sembarang. Kecuali proposal untuk ngopi bareng. Tak masalah itu. Sukanya bukan main, bahkan oleh pihak sembarang sekalipun. 

Memfasilitasi Buku untuk Anak-anak Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Memfasilitasi Buku untuk Anak-anak Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Memfasilitasi Buku untuk Anak-anak Nahdliyin

Kantor redaksi Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Sabtu siang, (9/12), didatangi sekelompok anak muda. Mereka santri-santri yang terhubung melalui medsos. Apa pun latar belakang mereka, ketika mengajukan proposal, saya jadi malas menemui. Namun, tak ada lagi jalan menghindar, kecuali menghadapinya. Paling tidak sekadar mempersilakan ngopi yang selalu tersedia di kantor redaksi sepanjang tahun.  

Saya pun membaca proposal itu. Tidak selesai memang. Mana ada yang selesai membaca sebuah proposal, bukan? Dari judul proposal itu, saya kaget bukan main. Ternyata mereka mengajukan permintaan buku untuk perpustakaan di daerah-daerah.  

Buku! 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Saya lalu mengubah mimik muka, lebih bersahabat dari sebelumnya. Orang yang berkaitan dengan buku harus disahabati dalam segala musim dan tempat. Kecuali yang berbakat mencoleng buku.  

Saya tak menerruskan membaca proposal. Lebih baik ngobrol saja, apa dan bagaimana. Dari A sampai Z saya kuliti perihal maksudnya itu.   

Rupanya mereka hendak memfasilitasi anak-anak di kampung untuk membaca. Tak hanya di satu tempat, tapi mulai Banyuwangi, Gresik, Semarang, Brebes, hingga Tulang Bawang (Lampung), dan Cileungsi. Permintaan dari tempat-tempat itu setelah mendapat kabar tentang perpustakaan Pojok Baca Nahdliyin melalui halaman Facebook. Di situ   

Saat ini di Brebes saja telah ada empat tempat. Biasanya perpustakaan itu  di rumah atau di mushala. Bahkan di Brebes, salah seorang Rais Syuriyah tingkat Ranting akan membangunkan saung untuk perpustakaan. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Ini adalah upaya supaya warga NU membaca,” kata Arif Budiman Mahdi, inisiator perpustakaan itu. 

Pria kelahiran Banyuwangi yang tinggal di Jembrana (Bali) ini berharap, jika anak-anak NU membaca, terutama amaliyah yang selama ini dilakukan warga NU, mereka akan mampu menjawab kaum yang membid’ahsesatkan.      

Tiba-tiba saya ingat KH Ali Yafie, anregurutta sepuh kita yang alim. Dikenal faqih dalam bidang agama. Tahun ini tiba di usia 90 tahun dia. Lipat tiga dari usia saya. 

Tidak penting sebetulnya soal usia berapa pun jumlahnya. Namun, menjadi penting ketika dikaitkan dengan membaca buku. Ya, kiai asal Sulawesi Selatan itu tiap hari masih membaca selama satu jam dua. Dia selalu mendapat bacaan baru dari anak-anaknya yang gemar membaca juga.  

Mengingat dia pernah Ketua Umum MUI Pusat dan Rais ‘Aam PBNU, apakah bacaannya hanya kitab kuning dan Al-Qur’an? Itu jelas masih dibaca rutin. 

Tidak, kawan. Dia membaca buku apa saja. Termasuk novel dan cerita silat Kho Ping Hoo. (Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama, News Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

NTB, Salah Satu Poros Pengembangan Aswaja di Indonesia Timur

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah banyak melahirkan ulama-ulama besar dalam sejarah peradaban Islam di Nusantara. Bahkan, ulama-ulama NTB juga memiliki peran yang besar dalam berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Salah satunya adalah Tuan Guru Zainuddin Sumbawi. Beliau menjadi simpul utama ulama di Nusantara bagian timur, meneruskan gurunya, Syekh Abdul Ghani Bima yang juga menjadi gurunya para kiai dari Jawa,” kata Cak Imin saat memberikan pidato kunci dalam acara seminar nasional Mahaguru Ulama Nusantara : Zona Nusa Tenggara Barat Jejaring Ulama Syekh Abdul Ghani Bima, Syekh Muhammad Zainuddin Sumbawa, TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Majid Pancor Lombok di Masjid Istiqlal Jakarta, Rabu, (22/11).

Beberapa ulama Jawa yang pernah belajar kepada Tuan Guru Zainuddin Sumbawi adalah Syekh Mukhtar bin Atarid Bogor, Syekh Kholil Bangkalan, Syekh Abdul Hamid Kudus, dan Syekh Mahfudz Tremas.

NTB, Salah Satu Poros Pengembangan Aswaja di Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
NTB, Salah Satu Poros Pengembangan Aswaja di Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

NTB, Salah Satu Poros Pengembangan Aswaja di Indonesia Timur

Cak Imin menegaskan, NTB juga menjadi salah satu poros pengembangan Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia Timur.? ?

Sementara, Din Syamsuddin mengatakan, dulu ulama Nusantara menjadi mahaguru Islam dunia. Banyak ulama dari luar yang belajar kepada ulama Nusantara, termasuk ke Sumbawa.?

“Sekarang harus kita tarik kembali,” ucapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dulu Kesultanan Bima dan Sumbawa mengirim ulama-ulamanya untuk belajar ke Mekah secara sistematis dan strategis untuk pengembangan keilmuan.?

“Ini kebijakan luar biasa dari Kesultanan, Ini poin pentingnya," ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia berharap, para peneliti bisa mengkaji dan meneliti warisan ulama Nusantara masa lalu yang belum belum dikenal publik namun memiliki peran yang besar di dalam masyarakatnya. Termasuk ulama-ulama yang berasal dari Sumbawa.?

"Untuk teman-teman Islam Nusantara Center tolong diangkat digali lebih dalam," tandasnya.

Menurut Direktur Islam Nusantara Center (INC) A Ginanjar Syaban? seminar nasional ini adalah salah satu program rutin daripada INC yang akan diselenggarakan juga di daerah-daerah lain. Hal itu dimaksudkan untuk menggali dan mengangkat warisan ulama Nusantara di daerah bersangkutan.

Hadir juga dalam acara itu Abdul Ghani Abdullah, Wildan, Sultan Muhammad Kaharuddin IV, Zainul Milal Bizawie (Sejarawan dan penulis buku Masterpiece Islam Nusantara), dan A Ginanjar Sya’ban (Filolog dan Direktur Islam INC).

Seminar ini diselenggarakan INC dalam rangka menyambut Msyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU 2017 di NTB tanggal 23-25 November. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen, Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock