Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia

Depok, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sejak pagi, ribuan warga Nahdliyin Kota Depok tampak gembira. Dengan berseragam batik hijau, anggota Fatayat-Muslimat memenuhi aula Masjid Dian Al-Mahri Jl Meruyung Raya Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (15/5).

NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Pilih Negara Kebangsaan, Tapi Berakhlak Mulia

Mereka bersiap sejak kemarin untuk menyambut kedatangan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang dijadwalkan melantik Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Depok periode 2013-2018.

Dalam pantauan Kedung Sukun Adiwerna Tegal, di sepanjang jalan menuju masjid yang kerap disebut Masjid Kubah Mas ini tampak bendera NU yang melambai-lambai dari pepohonan rindang. Beberapa jamaah Nahdliyat tampak berjalan santai menuju aula masjid tempat pelantikan digelar. Bus-bus dan kendaraan pribadi berdatangan sejak pagi hingga menjelang siang. Aparat keamanan baik negeri (Polisi) maupun swasta (Banser) tampak berjaga-jaga di beberapa titik.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam pidato pengarahannya selaku Ketum PBNU, Kiai Said menyatakan pentingnya Nahdliyin Depok memahami garis perjuangan NU. Selain mengamalkan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), NU Depok juga harus mendakwahkannya. Hal ini dilakukan agar bangsa ini tidak pecah, tidak tercabik-cabik, dan tererai-berai. Agama Islam harus dipahami dan dikaji, bukan dilembagakan.

“NU tidak butuh negara Islam. Sayang kalau namanya sudah kadung jadi negara Islam tetapi pejabatnya banyak yang korupsi, banyak yang dipanggil KPK. Malu nggak Islam? Makanya, NU lebih memilih negara kebangsaan, negara nasionalis, tetapi berakhlak mulia,” kata Kang Said.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal ini, lanjutnya, seperti Nabi Muhammad SAW ketika dari kota Mekah ke kota Yatsrib. Pada waktu itu, Rasulullah mendapati masyarakat yang plural. Ada orang orang Islam: Auz dan Khazraj, ada pula non muslim, Yahudi: Bani Quraidhah, Bani Qainuqa’, Bani Nadlir. Makanya di Quran banyak ayat yang mengajak bicara orang Yahudi. Artinya penduduk Yatsrib itu multikultural.

“Lalu, Rasulullah membuat perjanjian yang disepakati bersama antara kaum muslimin dan non muslim. Perjanjian tersebut terkenal dengan sebutan Mitsaq al-Madinah. Rasulullah menegaskan, Ini ketetapan Muhammad untuk semua warga, asal satu cita-cita, satu visi-misi, satu garis perjuangannya sesungguhnya mereka itu umat yang satu,” papar Kiai Said.

Doktor jebolan Universitas Ummul Quro Mekah Saudi Arabia ini menambahkan, Nabi Muhammad berhasil membangun sebuah negara yang diikat dengan satu cita-cita dan visi-misi. Tidak diikat dengan dasar agama atau kesukuan. Nabi tidak mendeklarasikan negara berbasis agama dan suku karena di dalamnya ada Muslim dan non-Muslim, ada Arab dan non-Arab.

“Anehnya, dalam perjanjian Madinah itu sebagaimana tertulis dalam Sirah Nabawiyah juz II halaman 61, 2 setengah halaman tidak ditemukan kata-kata Islam sama sekali. Artinya Nabi membangun masyarakat berbasis budaya dan peradaban,” tegas Kiai Said.

Oleh karena itu, lanjut Kiai Said, yang asalnya bernama Yatsrib berubah nama menjadi Madinah yang berarti peradaban (berasal dari kata tamaddun, madaniyyah, masyarakatnya disebut mutamaddin). Warganya yang benar dilindungi, yang salah dihukum. Negara seperti ini disebut Negara Madinah.

“Contohnya, ada sahabat membunuh orang Yahudi. Nabi marah besar. Barangsiapa membunuh nonmuslim berhadapan dengan saya, saya advokatnya nanti. Dan barangsiapa yang berhadapan dengan saya, maka tidak akan masuk surga,” ujar Kiai Said. (Ali Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota

Sumenep, Kedung Sukun Adiwerna Tegal 

Baitul Mal wat Tamwil Nuansa Umat (BMT NU) Gapura menggelar rapat tahunan dengan melibatkan perwakilan 150 anggota dari jumlah anggota 2.500 arang, Rabu (2/1) di Aula MWC NU Gapura. 

BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

BMT NU Gapura Gelar Rapat Anggota

Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua PCNU Sumenep H A. Pandji Taufiq dan Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi dan SDM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumenep, Akhmad Zaini.

Rapat Anggota Perencanaan (RAP) Tahun Buku 2013 tersebut membahas enam hal, yaitu pembahasan perubahan standar operasional manajemen ( SOM) dan standar operasional prosedur (SOP), pembahasan program jangka pendek dan jangka panjang tahun 2013-2015, pembahasan program prioritas tahun 2013, pembahasan program kerja tahun 2013, pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) tahun 2013, dan pengesahan hasil RAP.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kepala Bidang Kelembagaan Koperasi dan SDM Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sumenep, Akhmad Zaini, mengapresiasi keberadaan BMT NU Gapura. 

“Pengurus dan pengelola dari tahun 2004 sampai 2012 sudah menampakkan kinerja yang baik. Hal ini dapat dilihat dari prestasi yang telah diraih,” katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selama ini, penghargaan yang sudah diraih adalah Juara 1 Tingkat Jawa Timur kategori Koperasi Jasa Keuangan Syariah, Juara 1 Expo Ekonomi Syariah, Juara 2 Tingkat Jawa Timur Koperasi Simpan Pinjam Konvensional-Syariah dan masuk Nominasi Liputan 6 SCTV Award.

“Tahun 2012 Bupati Sumenep menerima penghargaan Paramdhana Utama Nugraha Koperasi berkat sumbangan kinerja dari KJKS BMT NU Gapura,” terangnya.

Ia mengingatkan, pengelola BMT NU sekalipun sudah berhasil mendirikan beberapa cabang koperasi tidak puas sampai disitu. “Namun jangan sampai merasa puas dengan hal itu. Maka, kinerjanya perlu terus ditingkatkan,” pesannya.

Sementara Ketua PCNU Sumenep H A Pandji Taufiq daam sambutannya mengajak hadirin agar menjalin kerjasama do’a, dukungan, dan aksi nyata untuk mengembangkan BMT NU kedepan.

“Ini dalam rangka share kenikmatan Allah antar Nahdliyyin biar bisa memperkuat  NU,” katanya.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: M Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ubudiyah, Nusantara, Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Jelang Konfercab, Pendidikan Kader Penggerak Ditargetkan Rampung

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) merupakan ujung tombak eksistensi jamiyyah Nahdlatul Ulama. Atas dasar itu Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jepara dalam rangka menyongsong Konferensi Cabang (Konfercab) pada medio 2015 mendatang menargetkan akan merampungkan pendidikan kader penggerak ranting.

Jelang Konfercab, Pendidikan Kader Penggerak Ditargetkan Rampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Konfercab, Pendidikan Kader Penggerak Ditargetkan Rampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Konfercab, Pendidikan Kader Penggerak Ditargetkan Rampung

Hal ini sebagaimana disampaikan Lukman Hakim, ketua panitia pelatihan kader penggerak ranting PCNU Jepara. Menurutnya, kegiatan pengkaderan ini dilakukan lantaran perlunya kesiapan menyongsong kepengurusan baru PCNU.

Melalui kegiatan ini kaderisasi di tingkatan ranting berjalan dengan baik. “Juga dalam rangka ‘menyehatkan’ ranting. Ranting-ranting yang vakum segera eksis kembali,” katanya saat ditemui di Pesantren Jabal Nur Desa Bandengan, Kecamatan Jepara, Jawa Tengah, Ahad (2/11) siang.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Disebutkan, Lukman Ranting di Kabupaten Jepara sejumlah 190an. Menjelang dilaksanakannya Konfercab ia berharap Ranting secara jamaah dan jam’iyyah berjalan dengan baik.

“Dengan kegiatan ini harapan kami meminimalisir ‘suhu panas’ menjelang konfercab,” imbuhnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pihaknya, sudah menjadwalkan pendidikan kader dalam lima zona. Zona 1 meliputi kecamatan Kota, Tahunan, Kedung, Karimunjawa. Zona 2 mencakup Kecamatan Mlonggo, Pakis Aji dan Bangsri. Zona 3 Kecamatan Kembang, Keling dan Donorojo.

Zona 4 ada Kecamatan Mayong, Nalumsari dan Welahan serta zona kelima meliputi Kecamatan Batealit, Pecangaan dan Kalinyamatan. Dari kelima zona ini saat ini sudah berjalan pendidikan kader putaran pertama. Yakni yang dilaksanakan MWCNU Kecamatan Kota berlangsung di Pesantren Jabal Nur di bawah asuhan KH Uzair Jum’at-Ahad (31/10-2/11).

Bulan November dan Desember yang sudah menyatakan kesediaannya MWCNU Batealit dan Tahunan. “Harapan kami kegiatan ini sesuai dengan target,” harapnya.

Jika MWCNU mampu melaksanakan sendiri dipersilakan. Jika keberatan kegiatan bisa dilaksanakan sesuai zona yang dijadwalkan panitia. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara, Kyai, Fragmen Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Keberadaan LAZISNU Penting untuk Memaksimalkan Zakat

Pringsewu, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Saat melakukan kunjungan Safari Ramadhan di Masjid Raudlatul Athfal Kecamatan Gadingrejo, Senin (20/6) Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufiqurrohim mengatakan bahwa keberadaan LAZISNU di Kabupaten sangat penting bagi maksimalisasi Amil, Zakat, Infaq dan Shadaqah.

"Eksistensi Lazisnu merupakan wujud kepedulian NU dalam meningkatkan kesejahteraan para dhuafa khususnya dibidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan. LAZISNU, Dari Warga NU, Oleh Warga NU dan Untuk Warga NU," katanya pada Kegiatan yang didalamnya dilakukan sosialisasi Program Kerja LAZISNU Kabupaten Pringsewu.

Keberadaan LAZISNU Penting untuk Memaksimalkan Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Keberadaan LAZISNU Penting untuk Memaksimalkan Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Keberadaan LAZISNU Penting untuk Memaksimalkan Zakat

Taufiq menjelaskan bahwa keberadaan NU sebagai Jamiyyah Islamiyyah tidak diragukan lagi dalam kemampuan dakwah dan keagamaan. Namun disektor lain NU perlu terus mengembangkan potensi warganya seperti dibidang pendidikan, ekonomi dan kesehatan.?

"Salah satu bentuk pemberdayaan poyensi warga NU adalah melalui Lembaga Lazisnu ini," katanya.

Sementara itu dalam sosialisasi programnya, Ketua LAZISNU Kabupaten Pringsewu Khairudin menegaskan bahwa Lembaga yang dipimpinnya terus berupaya dan berkomitmen untuk memaksimalkan perannya untuk pengembangan potensi Zakat Infaq dan Shadaqah (ZIS) khususnya di Kabupaten Pringsewu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Salah satunya adalah dengan merintis Program yang diberinama Kotak Pondasi Akhirat. Program ini menurutnya merupakan Program yang ditujukan untuk memaksimalisasi kebiasaan bershadaqah bagi warga NU dengan cara menyisihkan uang harian seikhlasnya.

"Kita mulai dari yang kecil tapi istiqomah. Uang Kembalian belanja bisa dimasukkan setiap harinya dan nanti pada akhir bulan Tim relawan akan mendata jumlah uang yang terkumpul untuk disatukan dengan kotak lainnya," jelasnya pada sosialisasi yang dihadiri oleh seluruh Pengurus MWC dan Perwakilan Ranting NU se-Kecamatan Gadingrejo.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan secata simbolis 50 Kotak Pondasi Akhirat dari LAZISNU Kabupaten Pringsewu kepada LAZISNU Kecamatan Gadingrejo. Ia berharap setiap bulannya akan ada penambahan jumlah kotak dikecamatan Gadingrejo yang diprakarsai oleh LAZISNU setempat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kita sudah sebar Kotak ini keseluruh LAZISNU Kecamatan yang ada di Kabupaten Pringsewu mengiringi Kegiatan Safari Ramadhan PCNU Pringsewu," imbuhnya.

Khairuddin menambahkan juga bahwa pada Kegiatan diseluruh Kecamatan tersebut juga dilakukan penyaluran bantuan dari para donatur melalui LAZISNU Pringsewu ? Santunan bagi Anak Yatim Piatu. "Semoga dapat membantu Anak Yatim Piatu dan semoga berkah bagi semua," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Amil Zakat di Masjid dan Mushalla Harus Dapat Legalitas Pemerintah

Pringsewu, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pringsewu KH Munawir mengingatkan masyarakat yang biasanya membentuk panitia zakat khususnya zakat fitrah di akhir Ramadhan agar melegalkan kepanitiaan yang dibentuk kepada Baznas atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang telah ditunjuk oleh Baznas.

Hal ini penting. Jika tidak dilegalkan oleh pemerintah dalam hal ini Baznas, kepanitiaan yang terbentuk dianggap ilegal dan belum bisa dikatakan sebagai amil. Secara otomatis kepanitiaan ini tidak berhak mengambil bagian sebagai mustahiq (penerima) zakat.

Amil Zakat di Masjid dan Mushalla Harus Dapat Legalitas Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Amil Zakat di Masjid dan Mushalla Harus Dapat Legalitas Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Amil Zakat di Masjid dan Mushalla Harus Dapat Legalitas Pemerintah

"Amil dalam perspektif fiqih adalah orang yang ditunjuk resmi oleh pemerintah untuk mengambil, mengelola, dan menyalurkan zakat yang dikumpulkan dari masyarakat. Jadi tidak bisa ketua takmir masjidnya yang melegalkan," katanya saat memberikan penjelasan seputar zakat di Masjid Jami Banyuwangi Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu, Sabtu (3/6).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Gus Nawir menambahkan, sebagai mitra Baznas, beberapa LAZ yang dibentuk oleh ormas keagamaan diharapkan mampu memaksimalkan peran amil zakat dalam memaksimalisasi potensi zakat yang ada di wilayah masing-masing.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Di NU ada NU-Care LAZISNU yang merupakan LAZ yang dibentuk oleh jamiyyah Nahdlatul Ulama untuk memberdayakan potensi zakat di masyarakat. Silakan takmir masjid yang membentuk panitia zakat meminta SK pembentukan amil ke LAZISNU," imbaunya pada kegiatan yang dibarengi dengan Safari Ramadhan PCNU Pringsewu.

Gus Nawir yang juga Ketua Komisi Fatwa MUI Provinsi Lampung ini juga berharap pengelolaan zakat dapat maksimal digarap oleh Baznas dan LAZ melalui koordinasi dan komunikasi dengan unit-unit yang langsung bersentuhan dengan para muzakki.

"Jangan sampai potensi zakat, infaq, sedekah dikelola ala kadarnya, apalagi oleh orang yang tidak tahu manajemen dan seluk beluk hukum zakat. Ini akan menjadikan zakat tidak maksimal hasilnya," tambahnya.

Oleh karenanya, ia mengimbau para muzakki untuk menyalurkan zakat, infaq atau sedekah kepada lembaga resmi yang menangani hal tersebut sebagai langkah partisipatif terhadap maksimalisasi manfaat zakat, infaq dan sedekah.

"NU Pringsewu sudah ada LAZISNU. Silakan warga NU Kabupaten Pringsewu salurkan ZIS-nya melalui LAZISNU atau unit pengelola zakat, infaq, sedekahnya," ajaknya.

Hal senada disampaikan oleh Bendahara LAZISNU Kabupaten Pringsewu Ahmad Fauzan yang juga hadir pada kesempatan ini. Ia mengatakan bahwa salah satu program LAZISNU Pringsewu adalah berkoordinasi dengan amil zakat di masjid dan mushalla dengan melegalkan kepanitiaannya menjadi amil.

"Dari koordinasi semacam ini nantinya akan ada laporan dari panitia tersebut tentang hasil zakat yang diperoleh sekaligus jelas pengelolaannya kepada mustahiq," katanya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Ansor Diharap Sentuh Persoalan Kekinian

Brebes, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Keberadaan Gerakan Pemuda Ansor diharapkan dapat membawa maslahat bagi lingkungan sekitarnya. Setiap kader GP Ansor harus mampu menyentuh persoalan lokalitas yang berkembang sekarang.

Ansor Diharap Sentuh Persoalan Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Diharap Sentuh Persoalan Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Diharap Sentuh Persoalan Kekinian

Harapan itu disampaikan Wasekjen Pimpinan Pusat GP Ansor Rizqon Halal Syah saat menghadiri Rakercab Pengurus Cabang (PC) Ansor Kabupaten Brebes di Pondok Pesantren Al-Falah Jatirokeh, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat (11/9).

"Ansor saat ini perlu penguatan kader sebagai bekal untuk menjawab persoalan kekinian dan kedisinian. Ansor harus menyentuh persoalan yang ada," kata Rizqon Syah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rizqon juga berharap program kerja yang dirumuskan pada Rakercab tersebut bisa menjadi wadah yang berguna dalam mencetak kader andal di masa mendatang.? Sebab, masa depan NU dan bangsa juga tidak lepas dari proses kaderisasi saat ini. Sehingga identitas kultural Jamiah Nahdlatul Ulama harus diperkokoh untuk memperkuat ukhuwah islamiyah dan ukhuwah Nahdliyah.

Ketua PC Ansor Brebes, Ahmad Munsip menjelaskan, sejumlah program yang telah dirancang berbagai bidang kerja yang meliputi arah maslahat untuk internal seperti penguatan kelembagaan maupun kemandirian. Di samping itu juga program yang bersifat eksternal baik yang bersinggungan dengan peran serta dalam pembangunan daerah, penyiapan SDM serta aksi sosial kemasyarakatan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Pihaknya mengaku akan fokus lebih dulu pada penataan kelambagaan, pemberdayaan kader dan penguatan identitas kultural Aswaja.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Program kerja ke depan arahnya revitalisasi gerakan menuju optimalisasi kader dan kemandirian organisasi secara internal. Insya Allah periode kali ini akan dibentuk LPK (lembaga pendidikan dan keterampilan) sebagai wadah pembinaan di bidang keterampilan anggota “ terang Munsip

? ? ? ?

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) Ansor Jawa Tengah, Solahudin, pengurus lembaga pendidikan dan kederisasi, keanggotaan dan organisasi, IPTEK Pers dan Kajian Strategis, dakwah dan pengembangan pesantren, lingkungan hidup dan perdagangan, advokasi dan perlindungan HAM, seni budaya dan lahraga serta lembaga perekonomian dan? ketenagakerjaan.

Rakercab juga akan diisi dengan Ansor Bershalawat di lapangan Jatirokeh yang akan diisi dengan majelis dzikir dan sholawat rijalul ansor bersama sejumlah ulama. Di antaranya, Habib Umar Muthohar dari Semarang dan Habib Masoleh Bin Yahya dari Cirebon. Kegiatan Ansor Bersholawat juga akan dipandu oleh group Qosidah Akhbabul Mustofa asuhan Habib Lutfi Bin Yahya dari Kota Pekalongan. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Internasional, Nusantara, Pesantren Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Mendiknas Kunjungi Pesantren Balekambang

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Menteri Pendidikan Nasional H Mohammad Nuh, mengunjungi pesantren Balekambang desa Gemiring Lor kecamatan Nalumsari, Ahad siang (3/2). Kunjungan M Nuh beserta rombongan dilaksanakan usai menyampaikan Sosialisasi Kurikulum 2013 di Yaptinu Jepara, Jawa Tengah.

Rombongan yang dikawal dari Yaptinu disambut ribuan santri yang berjajar memadati area pondok. Saat di pondok rombongan di terima lurah pondok KH Mustamir Wildan beserta keluarga besar Balekambang. 

Mendiknas Kunjungi Pesantren Balekambang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendiknas Kunjungi Pesantren Balekambang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendiknas Kunjungi Pesantren Balekambang

Oleh shohibul ma’had rombongan diajak menuju gedung SMK yang meliputi gedung baru, Lab Tata Busana dan Lab Otomotif. Disamping itu ia menyapa santri yang berasal dari Jawa dan Luar Jawa. Nuh bertanya kepada santri tentang biaya mondok perbulan. Saat mengetahui per bulan santri membayar Rp.300.000, ia pun kaget karena uang itu dalam sehari santri makan tiga kali. 

Kepada santri ia mengajak untuk tetap semangat. “Tetap semangat ya. Semangat ngajinya. Semangat belajarnya,” kata Nuh kepada sejumlah santri.

KH Mustamir Wildan mengungkapkan Mendiknas memberi kabar bahwa rombongan akan menyambangi Balekambang 2 hari sebelum kedatangannya ke Jepara. “Kebetulan simbah KH Makmun Abdullah sedang menunaikan ibadah umrah bersama keluarga. Namun hal itu tidak membuat kekecewaan Pak Nuh beserta rombongan,” terangnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Meski rombongan disambut dengan sederhana, lanjut kiai Mustamir kunjungan Mendiknas berjalan khidmad. Siang itu merupakan kunjungan M Nuh kedua kalinya ke pesantren Balekambang. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Syaiful Mustaqim

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pendidikan, Sholawat, Nusantara Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock