Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Dari Pesantren untuk Bangsa

KH. Abdul Wahid Hasyim adalah putra kelima dari pasangan KH. Hasyim Asy’ari dengan Nyai Nafiqah binti Kyai Ilyas. Anak lelaki pertama dari 10 bersaudara ini lahir pada hari Jumat legi, Rabiul Awwal 1333 H, bertepatan dengan 1 Juni 1914 M, ketika di rumahnya sedang ramai dengan pengajian.

Wahid Hasyim adalah salah seorang dari sepuluh keturunan langsung KH. Hasyim Asy’ari. Silsilah dari jalur ayah ini bersambung hingga Joko Tingkir, tokoh yang kemudian lebih dikenal dengan Sultan Sutawijaya yang berasal dari kerajaan Demak. Sedangkan dari pihak ibu, silsilah itu betemu pada satu titik, yaitu Sultan Brawijaya V, yang menjadi salah satu raja Kerajaan MAtaram. Sultan Brawijaya V ini juga dikenal dengan sebutan Lembu Peteng.

Kamis, 22 Februari 2018

Menag: IAIN Tak Perlu Ubah Status

Padang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) tidak perlu berubah status menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) karena dikhawatirkan dapat menghilangkan eksistensi ilmu keislaman yang telah dikembangkan selama ini.

"Peningkatan kualitas dan pembenahan manajemen menjadi tuntutan, agar selalu maju dan berkembang dengan baik,"  kata Menteri Agama M Maftuh Basyuni menyatakan usai melantikan Rektor IAIN Imam Bonjol (IB) Padang, Prof Dr Sirajuddin Zar MA di Kampus Lubuk Lintah Padang, Kamis (14/6).

Menag menyebutkan, hingga kini hanya tinggal delapan IAIN yang belum beralih status menjadi UIN. Ke depanya diharapkan tetap tidak mengalami perubahan.

Menag: IAIN Tak Perlu Ubah Status (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: IAIN Tak Perlu Ubah Status (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: IAIN Tak Perlu Ubah Status

Dikatakan, masyarakat membutuhkan keberadaan perguruan tinggi Islam. IAIN diharap tidak bercita-cita mengubah status namun memperkuat eksistensi dan meningkatkan kualitas dosen serta memperbaiki manajemen kampus.

Acara pelantikan Rektor baru IAIN IB Padang itu, juga dihadiri Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi dan anggota DPD RI asal pemilihan Provinsi Jambi, Nusran Jawaher.

Menurut Menag, IAIN IB Padang sudah tepat sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI), tidak perlu menyaingi perguruan tinggi negeri yang ada saat ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

IAIN IB Padang, diharapkan ke depan tetap sebagai PTAI, sehingga mampu melahirkan para ulama dan "Imam Bonjol" baru di Sumbar.

Sementara itu, Rektor IAIN IB Padang Sirajuddin Zar menyatakan, keinginan untuk merubah status IAIN IB menjadi UIN sebenarnya sudah disiapkan sejak tiga tahun lalu.

Namun dari penegasan Menag itu, kata Sirajuddin, ke depan atau setidaknya selama masa jabatannya, ia akan lebih konsentrasi pada pembenahan manajemen dan memperkuatan eksistensi IAIN IB Padang.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kita tidak akan berpikir dan mempersiapan IAIN IB menjadi UIN, namun lebih kepada pemantapan basis ilmu ke Islaman di perguruan tinggi ini," katanya.

Ia mengkhawatirkan, jika IAIN IB berubah status ke UIN bisa saja bidang ilmu ke islaman selama ini dikembangan akan terbagi-bagi dengan ilmu umum.(dpg/han)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Daerah, PonPes Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

2 Faktor Menonjol Penyebab Berkembangnya Radikalisme menurut As’ad Said Ali

Bandung, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Di era sekarang, radikalisme muncul di sejumlah negara Islam termasuk di Indonesia. Penyebabnya tidak jauh berbeda yakni masalah politik baik internal maupun eksternal. Perbedaannya terletak pada ruang lingkupnya yang sejak akhir abad XX menjadi konflik yang berskala global dengan dibarengi aksi kekerasan dan terorisme.

2 Faktor Menonjol Penyebab Berkembangnya Radikalisme menurut As’ad Said Ali (Sumber Gambar : Nu Online)
2 Faktor Menonjol Penyebab Berkembangnya Radikalisme menurut As’ad Said Ali (Sumber Gambar : Nu Online)

2 Faktor Menonjol Penyebab Berkembangnya Radikalisme menurut As’ad Said Ali

Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) UPI Bandung KH As’ad Said Ali pada Seminar Nasional Pendidikan Perdamaian dan Upaya Pencegahan Radikalisme Agama yang diselenggarakan atas kerja sama Pergunu Jawa Barat dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, (16/5).

Menurut Mustasyar PBNU ini, berkembangnya radikalisme ini disebabkan oleh sejumlah faktor. Di antara berbagai faktor penyebab, ada dua faktor yang sangat menonjol. Pertama, banyak negara muslim yang belum berhasil merumuskan sistem politik dan pemerintahan di era modern.?

Lebih lanjut, Kiai As’ad mengatakan bahwa Al-Quran dan Hadits sendiri tidak secara eksplisit menentukan model sistem kenegaraan tertentu. Oleh karena itu, Para ulama menjadikan pengorganisasian masyarakat muslim Madinah sebagai contoh yang menjadi inspirasi pada sistem politik dan pemerintahan.?

Kaum radikalis, lanjutnya, menghendaki suatu negara teokratis dengan khilafah sebagai pemimpin tertinggi. Sebaliknya kaum moderat merumuskan sistem politik dengan pertimbangan realitas kekinian yang disesuaikan dengan syariat Islam serta perkembangan budaya setempat.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Perbedaan konsep kenegaraan inilah yang menjadi sumber konflik yang berujung pada kekerasan dan terorisme,” ujar mantan Wakil Kepala BIN ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedua, tambahnya, pasca perang dingin ada kecurigaan bahwa pihak Barat berusaha secara sistematik memaksakan sistem liberal/sekuler setelah merasa menang terhadap komunisme. Sistem liberal atau neo-liberalisme mereka anggap sebagai satu-satunya sistem yang mampu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan.?

Kaum neo-liberalisme ini, imbuhnya, menjadikan isu globalisasi sebagai pintu masuk penyebaran paham baik melalui campur tangan dalam penyusunan undang-undang negara muslim maupun penyebaran sekulerisme melalui media cetak, elektronik dan dunia maya untuk merubah kebudayaan kaum muslimin.?

Kaum muslim moderat tentu saja tidak menolak proses tersebut yang memang tidak bisa dihindari, tetapi dengan catatan adanya dialog yang sejajar atas dasar kepentingan bersama. Sebaliknya, kaum radikalis menolak dan melawan melalui kekerasan yang bersifat global, yakni terorisme. “Bahkan kaum radikal menjadikan kaum muslimin yang tidak sependapat dengan mereka sebagai target kekerasan,” ungkap As’ad. (Awis Saepuloh/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, Pemurnian Aqidah, PonPes Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Rutin, Pengajian Gus Mus Disiarkan Langsung Online

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Seperti Ramadhan sebelumnya, Radio Kedung Sukun Adiwerna Tegal kembali menyiarkan secara langsung pengajian kitab bersama para kiai NU. Rabu (10/7) malam ini, siaran dimulai dengan pengajian Bidayatul Hidayah bersama Wakil Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri (Gus Mus).

Rutin, Pengajian Gus Mus Disiarkan Langsung Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Rutin, Pengajian Gus Mus Disiarkan Langsung Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Rutin, Pengajian Gus Mus Disiarkan Langsung Online

Gus Mus mengaji kitab karangan Imam al-Ghazali ini setiap habis sembahyang tarawih atau sekitar pukul 20.00 WIB bersama para santrinya di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang, Jawa Tengah. Bidayatul Hidayah merupakan salah satu kitab bergenre tasawuf yang umum dikaji di kalangan pesantren.

Di awal pengajiannya, Gus Mus menjelaskan secara singkat profil sang pengarang kitab yang bernama lengkap Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Ghazali ath-Thusi. Menurut dia, ulama filsuf ini tergolong istimewa karena dalam usianya yang pendek mampu membuahkan tak kurang dari 200 karya tulis.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Dengan masterpiece-nya Ihya’ Ulumiddin, termasuk Bidayatul Hidayah-nya ini,” sambungnya. Gus Mus mengatakan, sebelum mencapai puncak petunjuk (nihayatul hidayah), seseorang mesti melewati permulaannya (bidayatul hidayah) terlebih dahulu.

Radio Kedung Sukun Adiwerna Tegal yang beralamat di radio.nu.or.id rencananya juga akan rutin menyiarkan secara langsung pengajian Rais Aam PBNU KH A Sahal Mahfudh  dengan kitab Syarah Hikam karya Imam asy-Syarqawi, pukul 08.00; Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Misykatul Anwar), pukul 05.00; Katib Syuriyah PBNU Musthofa Aqil (Tafsir Jalalain), pukul 13.00.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Semua pengajian Ramadhan ini dilaksanakan setiap hari. Insya Allah,” kata manajer program Radio Online Muhammad Yunus yang beberapa waktu lalu sowan ke kediaman Gus Mus di Rembang.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Bahtsul Masail, PonPes, Pemurnian Aqidah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Pagar Nusa Akan Tindak Tegas Kekerasan Atas Nama Agama

Tasikmalaya, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pelantikan Pimpinan Cabang Pencak Silat NU Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (29/6) kemarin diisi dengan Deklarasi Kebangsaan. Pagar Nusa akan menindak tegas segala bentuk rongrongan dan kekerasan atas nama agama.

“Jika kita menemukan kekerasan atas nama agama di Kabupaten Tasikmalaya seperti beberapa hari yang lalu, kita langsung akan bertindak tanpa melakukan koordinasi dulu dengan aparat,” kata Ajengan Mimih Haeruman, yang berkesempatan memimpin deklarasi yang diikuti oleh Banom-banom NU, OKP-OKP dan partai politik se Kabupaten Tasikmalaya ini. 

Pagar Nusa Akan Tindak Tegas Kekerasan Atas Nama Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Akan Tindak Tegas Kekerasan Atas Nama Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Akan Tindak Tegas Kekerasan Atas Nama Agama

Hal ini dilakukan, sambung pimpinan Padepokan Santri Manuk Heulang ini, karena dia menilai selama ini aparat dan pemerintahan di Kabupaten Tasikmalaya selalu kurang responsif terhadap aksi-aksi mereka yang selalu mengatasnamakan agama.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Naskah Deklarasi Kebangsaa ini berbunyi: Kami Anak Bangsa Indonesia Menyatakan: 1. Mengajak seluruh komponen bangsa untuk memperkuat persatuan dan kesatuan demi kokohnya NKRI dalam bingkai Kebhineka Tunggal Ika-an. 2. Menolak dan melawan segala bentuk radikalisme yang mengatasnamakan suku bangsa, agama dan golongan. 

Deklarasi ini ditandatangani , Ketua PC PS NU Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya, Ketua PC NU Kabupaten Tasikmalaya, Asda II Kabupaten Tasikmalaya mewakili Bupati yang berhalangan hadir, Kapolres Tasikmalaya, perwakilan Dandin 0612 Tasikmalaya, Kemenag Kabupaten Tasikmalaya, seluruh Banom NU Kabupaten Tasikmalaya, DPD JAI Kabupaten Tasikmalaya serta PD IJABI Tasikmalaya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari partai politik perwakilan dari DPC Partai Kebangkitan Bangsa, DPD Partai Gerindra dan DPD Partai Demokrat. Sementara dari unsur OKP, turut membubuhkan tandangannya antara lain, Banser, Gibas, KMRT, Pemuda JAI dan lain-lain. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Asep Sufian Sya’roni

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal PonPes, Meme Islam, Tegal Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Raker, JQH Probolinggo Fokus Bina Bibit Pencinta Al-Qur’an

Probolinggo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pengurus Cabang Jam’iyatul Qurra wal Huffadz (JQH) Kabupaten Probolinggo bertekad akan fokus untuk menelurkan sekaligus melahirkan bibit-bibit muda yang cinta sekaligus gemar membaca Al-Qur’an.

Hal ini tercetus dalam rapat kerja cabang (Rakercab) JQH Kabupaten Probolinggo yang digelar di kantornya di Kecamatan Dringu, Ahad (5/2) sore. Selain dihadiri oleh segenap jajaran JQH Kabupaten Probolinggo, rakercab ini dihadiri oleh Ketua PCNU Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah dan perwakilan dari JQH Kota Kraksaan.

Raker, JQH Probolinggo Fokus Bina Bibit Pencinta Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Raker, JQH Probolinggo Fokus Bina Bibit Pencinta Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Raker, JQH Probolinggo Fokus Bina Bibit Pencinta Al-Qur’an

Ketua JQH Probolinggo H Masduqi Syamsudin mengatakan, rakercab ini dimaksudkan untuk menyusun program kerja JQH ke depan yang lebih baik. Tentunya agar semua program dapat terlaksana untuk kemajuan NU ke depan. “Harapannya tentunya JQH ke depan bisa semakin maju,” katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurutnya, rakercab sendiri menghasilkan beberapa program yang brilian. Selain bertekad mencetak bibit-bibit muda Al-Qur’an, rakercab juga mengamanatkan bagaimana pengurus sanggup membawa JQH ke depan lebih baik lagi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Semoga ke depan kami mampu memasyarakatkan Al-Qur’an di tengah-tengah masyarakat seiring dengan perkembangan zaman. Hanya saja semua itu harus mendapatkan dukungan dari semua pengurus dan Nahdliyin,” jelasnya.

Masduqi menerangkan, dalam rakercab itu JQH melahirkan beberapa program fantastis. Di antaranya melakukan akreditasi lembaga. untuk perbaikan administrasi. Di samping juga pembinaan untuk bibit-bibit Al-Qur’an ke depan.

“Mudah-mudahan semua program yang dirumuskan dan diputuskan melalui Rakcercab ini bisa membawa JQH ke depan lebih baik lagi. Karena bagaimanapun, pembinaan terhadap bibit pencinta Al-Qur’an menjadi tugas kita bersama. Semua harus bersatu supaya apa yang kita harapankan bisa tercapai,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal PonPes Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pemerintah perlu melakukan pendekatan kepada pimpinan pondok pesantren (ponpes) dan majelis taklim yang memiliki multimedia sehingga bisa bersinergi untuk menyebarkan narasi moderat. Ini merupakan salah satu rekomendasi workshop tentang Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme di Dunia Maya di Hotel Milennium, Jakarta, Kamis (24/3) malam.

Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat dan menyebarkan narasi moderat sekaligus menangkal isu-isu hoax dan isu radikalisme. Selain itu, pemerintah didorong untuk memfasilitasi masyarakat guna membuat website, domain, hosting dan desain grafis sebagai medium untuk penyebaran kontra narasi paham radikal terorisme.

Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax

Pertemuan di Hotel Millenium ini juga merekomendasikan agar NU menjadi komando dari komunitas media moderat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"WhatsApp grup sebagai wadah sharing content antara BNPT dan media moderat. BNPT sebagai content provider bagi media sosial," ujar Abdul Wahab, saat membacakan rekomendasi kelompok 1 sebelum penutupan acara.

Acara yang dihadiri oleh 200 peserta ini diisi dengan penyampaian materi dan digelar diskusi kelompok untuk melahirkan rekomendasi terkait pencegahan berita hoax radikalisme. Yang menarik, tidak hanya materi dan diskusi yang memperbincangkan soal pemberantasan hoax, doa penutupun juga diselilingi dengan kalimat puitis antihoax. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal PonPes, Aswaja, Kajian Sunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock