Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Khataman Al-Quran Awali Haul Gus Dur di Ciganjur

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Khataman Al-Quran 30 juz mengawali rangkaian peringatan Haul ke-6 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang berpusat di rumah keluarga di Jalan Warung Sila 10 Ciganjur Jakarta Selatan sejak Sabtu (26/12) pagi. Khataman bil ghoib (hafalan) diadakan di lima titik.

Khataman Al-Quran Awali Haul Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Khataman Al-Quran Awali Haul Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Khataman Al-Quran Awali Haul Gus Dur di Ciganjur

Grup pertama mengkhatamkan Al-Quran di Masjid Al-Munawwarah depan rumah keluarga. Mereka adalah para hafidz dari Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta dan Jamiyyatul Qurra wal Huffadz (JQH) NU Depok dan santri Pesantren Ciganjur.

Dua grup penghafal putri dari Institul Ilmu Al-Quran (IIQ) Jakarta mengkhatamkan Al-Quran di rumah keluarga Gus Dur. Dua grup lainnya di gedung SDIT Abdul Wahid Hasyim dan asrama Pesantren Ciganjur.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Khataman Al-Quran berlangsung sampai Sabtu malam menjelang acara puncak peringatan Haul ke-6 Gus Dur.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Ketua Tamir Masjid Al-Munawarah H Syaifullah Amin, khataman A-Quran ini rutin diadakan sejak haul pertama Gus Dur.

"Setiap bulan atau tepatnya di malam Rabu Pahing atau hari kelahiran Gus Dur juga diselenggarakan khataman Al-Quran bil ghoib 30 juz," kata Amin.

Ditambahkan, tradisi khataman Al-Quran ini dirintis oleh murid Gus Dur sekaligus pemangku pertama Pesantren Ciganjur KH Muhammad Musthofa dan istrinya Lilik Ummi Kaltsum, dua-duanya penghafal Al-Quran, sejak Gus Dur masih ada dan berlanjut sampai sekarang.

Sementara itu puncak acara Haul ke-6 Gus Dur Sabtu malam akan dihadiri KH Maruf Amin, KH Hasyim Muzadi, KH Said Aqil Siroj, Habib Luthfi, serta sejumlah kiai dan habaib, pejabat pemerintahan dan tokoh lintas agama. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pondok Pesantren, Humor Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 24 Februari 2018

LBM PBNU Haramkan Membuat dan Menyebarkan Berita Hoax

Jakarta,Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyatakan haram perilaku membuat dan menyebarkan berita palsu, bohong, menipu atau dikenal dengan hoax. Pernyataan tersebut mengemuka pada forum bahtsul masail yang digelar di PBNU, Jakarta pada Kamis (1/12). ?

Menurut salah seorang pengurus LBM PBNU H. Sarmidi Husna hasil bahtsul masail tersebut dalam waktu dekat akan diserahkan kepada syuriyah PBNU untuk ditashih atau verifikasi. Kemudian PBNU akan membuat keputusan tentang hal itu berdasarkan fiqih. ?

LBM PBNU Haramkan Membuat dan Menyebarkan Berita Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
LBM PBNU Haramkan Membuat dan Menyebarkan Berita Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

LBM PBNU Haramkan Membuat dan Menyebarkan Berita Hoax

Ia menambahkan, LBM PBNU merespon situasi saat ini yang makin marak terkait perilaku membuat dan menyebarkan berita hoax. Hal semacam itu bisa menyebabkan tersebarnya kebencian dan permusuhan di kalangan masyarakat dan lebih jauhnya bisa menyebabkan disintegrasi nasional.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Seharusnya media sosial menjadi sarana sliaturahim dan perekat persatuan, bukan kebencian dan permusuhan,” ungkapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia mengimbau semakin canggihnya teknologi informasi seharusnya dibarengi dengan kemampuan menyeleksi dan berita.

Forum bahtsul masail tersebut dihadiri 30 anggota LBM PBNU. Sebelumnya peserta berdiskusi terlibih dahulu dengan tenaga Ahli Bidang Diseminasi Informasi Publik Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Ismail Cawidu. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam, Nahdlatul Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 22 Februari 2018

Bulan Ramadhan, Berbagi Berkah dengan Anak Yatim Piatu

Kudus, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Kegiatan santunan di bulan Ramadhan seperti ini, telah menjadi keberkahan dan kebahagiaan tersendiri bagi anak Yatim piatu. Dari catatan Kedung Sukun Adiwerna Tegal, setiap Ramadhan volume pemberian santunan meningkat tajam dibanding hari-hari biasanya.

Anak-anak yatim di panti asuhan juga kebanjiran undangan acara santunan dan buka bersama dari berbagai kelompok masyarakat, lembaga pemerintahan maupun perusahaan. Seperti yang dirasakan anak-anak yatim piatu panti asuhan Darul Hadlanah Muslimat NU Jalan Pramuka 24 Kudus.

Bulan Ramadhan, Berbagi Berkah dengan Anak Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Bulan Ramadhan, Berbagi Berkah dengan Anak Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Bulan Ramadhan, Berbagi Berkah dengan Anak Yatim Piatu

Menurut pengasuh panti asuhan Darul Hadlanah H Ahmad Syafii, anak-anak yatim asuhannya hampir tiap hari menerima santunan baik yang diberikan langsung di tempat panti maupun diundang pada sebuah acara formal. Sejak pekan pertama puasa, undangan menghadiri acara santunan dan buka bersama selalu berdatangan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Terkadang satu hari dapat undangan doble dari lembaga yang berbeda sehingga kami harus membagi anak yatim menjadi dua kelompok untuk menghadiri dua undangan secara terpisah," ujarnya kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Sabtu (25/6).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia menjelaskan, pihaknya anak-anak yatim piatu sangat merasakan kebahagiannya menerima banyaknya santunan yang berupa barang maupun tunai. Pihaknya juga mendorong kepada anak-anak uang hasil santunan supaya ditabungkan sebagai bekal pulang kampung di masa mendatang.

"Kalau uang yang diterima Rp 20.000, lebih, wajib disetorkan ke tabungan anak yang dikelola pengurus. Bila kurang, bisa buat jajan sehari-hari. Saat pulang uang tabungan anak ini buat modal pulang kampung," imbuh Syafii seraya berharap yatim piatu bisa menjadi anak mandiri yang bermanfaat bagi masyarakat di kemudian hari.

Salah seorang anak asuhan Darul? Hadlanah, Lailatu Jannah mengungkapkan rasa kebahagiannya. Uang tabungan yang ia simpan dari hasil santunan akan digunakan membeli sepeda untuk sekolah.

"Saya senang gembira, uangnya buat beli sepeda untuk sekolah," kata Lala yang masih berusia 11 tahun asal Demak dan bersekolah SMPNU Nawa Kartika Kudus.

Selain menghadiri undangan santunan, anak-anak juga mengikuti kegiatan selama bulan Ramadhan di panti asuhan Darul Hadlanah seperti tadarus dan latihan ketrampilan membuat jajanan. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 19 Februari 2018

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal 



Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ishfah Abidal Aziz mengatakan, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Rabu (6/9) di Istana Negara Jakarta merupakan hasil dari perjuangan para kiai dan warga NU. Hanya NU yang secara terbuka melakukan penolakan di mana-mana dalam waktu yang cukup panjang.

Tanpa mengurangi peran kiai dan pengurus NU yang lain, lebih khusus, Ishfah memuji Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj tak bosan-bosannya berjuang keras dalam menolak Permendikbud 23 yang kemudian dibatalkan Perpres itu. Kiai Said mengkampanyekan menolak kebijakan yang mengandung muatan full day school (FDS) itu di mana-mana dalam setiap kesempatan.  

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah

“Perpres yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo hari ini tak lepas atas usaha keras Kiai Said yang intens berjuang melalui komunikasi dan pertemuan intensif dengan Presiden,” katanya di gedung PBNU, Jakarta. 

Menurut Ishfah, Kiai Said bertemu presiden tidak kurang dari tiga kali dan sekali dengan Wapres untuk meminta Permendikbud dibatalkan. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Upaya Kiai Said itu, lanjutnya, karena kecintaanya terhadap madrasah diniyah dan pesantren demi kaum Nahdliyin. 

“Bukan karena menterinya dari Muhammdiyah lantas NU menolak Permendikbud itu. Sekalipun menterinya dari NU, Kiai Said akan menolak jika kebijakan itu ngotot dilakukan,” jelasnya.

Apresiasi atas usaha PBNU itu disampaikan Pengurus Cabang NU di daerah-daerah. Hinggga sore tadi, Kiai Said menerima telpon dari Cirebon, Majalengka, Bogor (Jawa Barat), Demak, Jepara (Jawa Tengah), Kota Surabaya dan PW Jawa Timur. Mereka mengucapkan terima kasih kepadanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Berikut perbedaan Permendikbud 23/2017 dan Perpres 87/2017 soal peraturan hari sekolah:

Permendikbud 23/2017





Pasal 2: 

(1) Hari Sekolah dilaksanakan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(2) Ketentuan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), termasuk waktu istirahat selama 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(3) Dalam hal diperlukan penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Sekolah dapat menambah waktu istirahat melebihi dari 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(4) Penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak termasuk dalam perhitungan jam sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 

Perpres 87/2017

Pasal 9: 

(1) Penyelenggaraan PPK pada jalur Pendidikan Formal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dilaksanakan selama 6 (enam) atau 5 (lima) hari sekolah dalam 1 (satu) Minggu.

(2) Ketentuan hari sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diserahkan pada masing-masing satuan pendidikan bersama-sama dengan Komite Sekolah/Madrasah dan dilaporkan kepada Pemerintah Daerah atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama setempat sesuai dengan kewenangan masing-masing.

(3) Dalam menetapkan 5 (lima) hari sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), satuan pendidikan dan Komite/Sekolah Madrasah mempertimbangkan: 

a. kecukupan pendidik dan tenaga kependidikan; 

b. ketersediaan sarana dan prasarana; 

c. kearifan lokal; dan 

d. pendapat tokoh masyarakat dan/atau tokoh agama di luar Komite Sekolah/Madrasah. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam, Ahlussunnah, Halaqoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 14 Februari 2018

Habib Luthfi: Indonesia Negara Maritim, Harus Ada Banser Bahari

Pekalongan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Rais Aam Jamiyyah Ahlith Thoriqoh al-Mutabaroh an-Nahdliyyah Habib Muhammad Luthfi Bin Hasyim bin Yahya mengatakan Indonesia adalah negara kepulauan, 2/3 wilayahnya adalah lautan. Oleh karena itu seharusnya dibentuk Banser Bahari.

Ia mengatakan hal itu saat memberikan pembekalan kepada puluhan kader Barisan Ansor Serbaguna Satkorwil Provinsi Jawa Tengah seusai dikukuhkan di Gedung Kazusholawat, Pekalongan, pada (11/12).

Habib Luthfi: Indonesia Negara Maritim, Harus Ada Banser Bahari (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Indonesia Negara Maritim, Harus Ada Banser Bahari (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Indonesia Negara Maritim, Harus Ada Banser Bahari

Menurut Habib Luthfi, sejauh ini aparat polisi dan TNI masih kurang dalam menangani persoalan bangsa di sektor kemaritiman. Sudah selayaknya Banser dan masyarakat yang berperan membantu menjaga kekayaan alam Indonesia.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal itu, sambung Habib Luthfi untuk meningkatkan jiwa nasionalisme, dan cinta terhadap tanah Air. (Ahmad Asmui/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 12 Februari 2018

MA An-Nawawi Terapkan Sistem Penilaian Berbasis TIK

Purworejo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Madrasah Aliyah (MA) Ann-Nawawi Berjan Purworejo terus mengembangkan metode pembelajaran dan pengajarannya. Madrasah yang dalam beberapa tahun terakhir persentase kelulusannya mencapai 100 persen ini mulai menerapkan perangkat pembelajaran dan sistem penilaian siswa berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

MA An-Nawawi Terapkan Sistem Penilaian Berbasis TIK (Sumber Gambar : Nu Online)
MA An-Nawawi Terapkan Sistem Penilaian Berbasis TIK (Sumber Gambar : Nu Online)

MA An-Nawawi Terapkan Sistem Penilaian Berbasis TIK

Untuk menunjang program tersebut, Ahad (13/1) kemarin dilakukan workshop bagi para guru. Workshop tersebut untuk memberikan pemahaman bagi para guru dalam memanfaatkan kemajuan TIK untuk menunjang metode pengajaran dan pendidikan.

“Kami dipercaya Kementerian Agama (Kemenag) untuk melaksanakan program kontrak prestasi,” kata Kepala MA An-Nawawi H. Muslikhin Madiani di sela acara tersebut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Muslikin, program  tersebut sekaligus menepis anggapan masyarakat bahwa sekolah di lingkungan pondok pesantren (PP) selalu terkesan kotor dan tidak tertata. “Namun untuk An-Nawawi program sekolah hijau sudah berjalan dengan memanfaatkan lingkungan sekolah dengan berbagai tanaman,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan Muslikin, dengan memanfaatkan TI nantinya penilaian akademik terhadap siswa akan didesain online. Para siswa bisa langsung mengakses nilainya setelah guru mengentri dari hasil ujian.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kami yakin pemanfaatan TI ini akan jauh lebih efektif dan efisien. Sekaligus akan meningkatkan SDM, baik guru maupun siswa karena kemajuan TI sekarang ini sudah sedemikian pesatnya," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Purworejo H. Bambang Aryawan menyambut baik serta memberikan apresiasi terhadap program yang dilaksanakan MA An-Nawawi tersebut.

Menurut Bambang, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menuntut penyelenggaraan berbagai kegiatan termasuk dalam dunia pendidikan berbasis elektronik.

“Dengan memanfaatkan teknologi informatika secara bertahap diharapkan bisa membangun sistem informasi pendidikan yang terintegrasi, yang akan menghasilkan output yang cepat, akurat, efisien dan transparan,” tandasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Irwan Sahidin

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pondok Pesantren, Humor Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Sebanyak 773 Calhaj Probolinggo Ikuti Bimbingan Manasik

Probolinggo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Sedikitnya 773 orang calon haji (calhaj) Kabupaten Probolinggo mengikuti bimbingan manasik haji yang digelar Pemkab Probolinggo bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Probolinggo, Kamis (28/7).

Kegiatan yang dipusatkan di obyek wisata religius Miniatur Ka’bah Desa Curahsawo Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo ini dibuka secara resmi oleh Kabag Kesra Pemkab Probolinggo H Moh Syarifuddin.

Sebanyak 773 Calhaj Probolinggo Ikuti Bimbingan Manasik (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebanyak 773 Calhaj Probolinggo Ikuti Bimbingan Manasik (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebanyak 773 Calhaj Probolinggo Ikuti Bimbingan Manasik

Hadir dalam kegiatan awal tersebut Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H Busthami, Rais PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin Al-Hariri, Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Ahmad Suja’i, dan Ketua IPHI Kabupaten Probolinggo KH Ahmad Masrur Nashor.

Moh Syarifuddin mengatakan bahwa calhaj Kabupaten Probolinggo akan berangkat ke tanah suci sekitar awal September 2016. Mereka akan tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 63 dan 64.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Bimbingan manasik haji bagi para calon jamaah haji ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan wawasan terkait dengan manasik haji. Sehingga nantinya para calon jamaah haji bisa melaksanakan rukun haji dengan lancar selama berada di tanah suci,” katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Syarifuddin, bimbingan manasik haji sangatlah penting untuk dipahami oleh para calhaj. Sebab banyak hal yang harus diketahui oleh para calhaj antara melaksanakan ibadah yang wajib dilakukan dan ibadah yang sunahnya.

“Calon tamu Allah ini harus senantiasa menjaga kesehatannya, karena ibadah haji merupakan ibadah fisik. Nantinya Pemkab Probolinggo juga akan mengirimkan tenaga dokter, perawat dan pendamping untuk melayani jama’ah haji selama berada di Mekkah dan Madinah,” tegasnya.

Sementara H Busthami berharap kepada ratusan calhaj Kabupaten Probolinggo yang akan berangkat ke tanah suci tahun ini untuk melaksanakan bimbingan dan praktik tentang manasik haji ini sebagai persiapan untuk kelancaran dalam melaksanakan ibadah haji agar menjadi haji yang mabrur. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Kurang Sehat, Kang Said Tetap Ngajar Al-Barzanji

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) tengah beristirahat di kediamannya. Ia dikabarkan sedang kurang sehat. Kendati demikian, Kang Said tetap menjalankan aktivitasnya mengasuh santrinya di Pesantren Ats-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan.

“Bapak kurang enak badan. Besok bapak menjalani general check up di rumah sakit,” kata Hj Nurhayati Said Aqil Siroj, istri Kang Said kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal via telepon, Selasa (9/2) malam.

Kurang Sehat, Kang Said Tetap Ngajar Al-Barzanji (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurang Sehat, Kang Said Tetap Ngajar Al-Barzanji (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurang Sehat, Kang Said Tetap Ngajar Al-Barzanji

Aktivis PP Muslimat NU ini mengharapkan doa agar suaminya cepat pulih dan dapat beraktivitas kembali di tengah warga NU.

“Bapak hanya kurang enak badan biasa. Sekarang bapak lagi nonton Aswaja TV. Saya mohon doanya agar bapak cepat pulih,” tandas Hj Nurhayati.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara salah seorang pengajar di Pesantren Ats-Tsaqafah Ulinnuha menerangkan bahwa Kang Said masih menjalani aktivitasnya membimbing para santri di Pesantren Ats-Tsaqafah.

“Kemarin bapak masih ngajar di pesantren. Bapak ngajar kitab Al-Barzanji. Ia menerangkan isi Al-Barzanji kepada para santri mulai dari kosakata hingga sejarahnya,” kata Ulinnuha. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam, Pondok Pesantren, Bahtsul Masail Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Wahid Foundation Inisiasi Pembentukan Kampung Damai di Klaten

Klaten, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Wahid Foundation menginiasi pembentukan kampung damai di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Hal ini terlaksana atas kerjasama Wahid Foundation dengan UN Women melalui program Women Participation for Inclusive Society (WISE). Selain di Klaten, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Malang, Jawa Timur dan Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan yang dihelat dalam format FGD di New Merapi Resto Klaten ini mengangkat tema Membangun Kapasitas Dan Kesepemahaman Tokoh-Tokoh Kunci Dalam Pembentukan Kampunga Damai Wahid Foundation.

Wahid Foundation Inisiasi Pembentukan Kampung Damai di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Wahid Foundation Inisiasi Pembentukan Kampung Damai di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Wahid Foundation Inisiasi Pembentukan Kampung Damai di Klaten

Inisiasi pembentukan kampung damai dimaksudkan untuk mendorong peran perempuan dalam kegiatan social ekonomi yang inklusif. 

Karenanya, kampung damai yang akan berdiri nantinya diharapkan menjadi tempat awal untuk persemaian toleransi, antikekerasan, dan kuat, bukan saja dari sisi ideology, tetapi juga dari sisi ekonomi. 

Pada sesi pertama ini, Wahid Foundation memberikan prioritas pada tiga desa, yakni Nglinggi, Jetis dan Gemblengan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lahirnya program ini dilatari oleh keprihatinan munculnya aksi dan kelompok intoleransi yang kerap kali berujung pada tindak kekerasan. Terlebih, belakangan ini ada banyak perempuan yang mulai terlibat dalam aksi-aksi kekerasan yang kerap diatasnamakan agama.

Inisiasi pembentukan kampong damai, karenanya, dimaksudkan untuk menjadi antithesis atas fenomena kekerasan di atas. Bangsa Indonesia besar bukan karena kekerasan, tetapi lantaran penghormatan dan perayaan atas keberagaman.

Bagi Wahid Foundation, perempuan memiliki peranan yang sangat penting dalam menyebarkan perdamaian dan mencegah pecahnya kekerasan, sebab perempuan sangat dekat dengan lingkungan, khususnya terhadap anak-anak. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Program yang ditujukan untuk 600-800 perempuan di Klaten dan Solo Raya (khusus provinsi Jawa Tengah) ini diharapkan mampu melahirkan agen-agen perdamaian yang kuat baik secara ideologi maupun ekonomi.

Untuk mewujudkan hal itu, Wahid Foundation akan melakukan berbagai pendampingan dan pelatihan penguatan ekonomi, termasuk mendirikan koperasi cinta damai.

Menurut koordinator wilayah program untuk Provinsi Jawa tengah, Nurul Muna, peran perempuan di bidang ekonomi juga masih mendapat tantangan.

"Salah satu persoalan yang dihadapi adalah masih rendahnya kesadaran perempuan untuk berwirausaha," terangnya, Kamis, (7/9).

Kegiatan yang baru pertama kali ini dilakukan mendapat sambutan yang sangat bagus, terutama karena Klaten telah dikenal sebagai kabupaten yang memiliki toleransi sangat baik. (Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Quote, Humor Islam, Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Jadi Mahasiswa, Mulailah Pikirkan Bangsa

Sidoarjo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Tidak kurang dari 30 kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA) Sidoarjo memadati panggung hiburan eskpo pada refleksi pergerakan pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru (PKK-MB) atau orientasi study pengenalan kampus (Ospek).

Refleksi pergerakan yang berlangsung pada selasa (30/08/16) di lapangan kampus tersebut dikemas dengan orasi perjuangan. Ketua PKK-MB (Ospek) Ikhwanul Choir mengajak mahasiswa untuk membaca Sumpah Mahasiswa. Sumpah tersebut diikuti ratusan penonton mulai dari kampus tetangga yang diundang hadir.

Jadi Mahasiswa, Mulailah Pikirkan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Mahasiswa, Mulailah Pikirkan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Mahasiswa, Mulailah Pikirkan Bangsa

Ikhwan yang juga kader PMII mengatakan, ketika menjadi mahasiswa seharusnya mulai memikirkan nasib bangsa Indonesia. Oleh karena itu, mahasiswa harus berada dan membela kaum tertindas agar mengetahui nasib sebenarya. Jika hal itu yang dilakukan, maka mahasiswa akan menjadi ujung tombak bangsa. Namun jangan lupa untuk terus belajar dan terus belajar.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hadir pada kesempatan tersebut mahasiswa undang dari kampus lain, seperti Unipa (Universitas PGRI Adibuana) Surabaya, Unesa (Universitas Negeri Surabaya), IKIP Bojonegoro,UNMER Surabaya, serta mahasiswa baru kampus tersebut. (Luckyekaadis/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Pernikahan Dini oleh Gadis Pengungsi Suriah Marak di Yordania

Mafraq, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Fenomena pernikahan dini yang dilakukan para pengungsi Suriah di Yordania marak terjadi. Para perempuan usia belasan tahun dinikahkan orang tua mereka karena alasan ketidakpastian ekonomi dan ‘kehormatan’ anak-anak mereka yang rentan.

Keputusan mereka bukan tak berdampak negatif kepada para pengantin remaja ini. Kasus menjadi janda karena perceraian di usia yang muda dan kemiskinan tetap menyelmuti karena ketidaksiapan kedua mempelai, khususnya secara ekonomi.

Pernikahan Dini oleh Gadis Pengungsi Suriah Marak di Yordania (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernikahan Dini oleh Gadis Pengungsi Suriah Marak di Yordania (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernikahan Dini oleh Gadis Pengungsi Suriah Marak di Yordania

Data sensus Yordania menunjukkan, kasus tersebut mengalami tren peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2015, perempuan yang menikah pada usia 13-17 tahun sebesar 44 persen dari total perempuan Suriah di Yordania. Jumlah ini naik dibanding tahun 2010 yang berkisar 33 persen.

PBB dan pemerintah Yordania menyebut perkembangan ini sebagai tren berbahaya, baik bagi pengungsi sendiri maupun negara yang ditempati.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pernikahan dini menyebabkan angka putus sekolah meningkat. Apalagi para gadis remaja itu umumnya menikahi pria yang hanya beberapa tahun lebih tua darinya dan tanpa pekerjaan tetap. Selain melanggengkan kemiskinan, pernikahan usia dini juga potensial meningkatkan populasi penduduk. Pernikahan dengan sesama anak muda cenderung produktif menghasilkan keturunan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Ini berarti kita akan memiliki lebih banyak? penduduk, lebih banyak daripada yang dimiliki pemerintah Yordania," kata Maysoon Al-Zoubi, sekretaris jenderal Dewan Penduduk Tinggi Yordania, seperti dilansir AP, Selasa.

Data sensus November 2015 yang dikompilasi dengan studi terbaru memperlihatkan bahwa ada 9,5 juta jiwa yang tinggal di Yordania, termasuk 2,9 juta orang non-Yordania. Orang Suriah yang tinggal di sana mencapai 1.265.000 jiwa, jumlahnya berlipat ganda sejak konflik Suriah pada tahun 2011. Termasuk dalam jumlah orang Suriah ini adalah para buruh migran yang datang sebelum perang dan tak tercatat sebagai pengungsi. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pondok Pesantren, Syariah, Humor Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Pengurus Jatman Provinsi Tinjau Lokasi Manaqib Kubro

Brebes, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Panitia tingkat provinsi Jawa Tengah dan pengurus Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyah (JATMAN) tingkat Jateng, meninjau lokasi penyelenggaraan Manaqib Kubro. Peninjauan dilakukan setelah rapat gabungan kedua pihak sehubungan perubahan lokasi.

Pengurus Jatman Provinsi Tinjau Lokasi Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Jatman Provinsi Tinjau Lokasi Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Jatman Provinsi Tinjau Lokasi Manaqib Kubro

“Untuk sinkronisasi, kami datang untuk melihat langsung kesiapan panitia termasuk mengecek lokasi yang akan ditempati,” kata Sekretaris JATMAN Provinsi Jawa Tengah H Muhtarom, usai memimpin rapat gabungan di ruang rapat Bupati Brebes Jateng, Rabu (13/2).

Selain Manaqib Kubro, pada pertemuan tersebut akan dilaksanakan Bahtsul Masa’il, istighosah, dan pengajian akbar JATMAN Idaroh Wusto Jawa Tengah. Kegiatan yang semula difokuskan di Kompleks Islamic Centre, MTs Negeri Brebes serta MAN Brebes kini dialihkan ke kompleks Pendopo Bupati, Masjid Agung Brebes, dan pesantren Assalafiyah II Brebes.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Peninjauan ini, tambah H Muhtarom, bertujuan agar penyelenggaraan Manaqib Kubro pada 24 Mei 2014 mendatang steril dari bendera politik. Pasalnya, saat itu berdekatan dengan pemilihan Presiden. “Yang boleh berkibar di area kegiatan hanyalah bendera NKRI dan bendera NU,” kata Muhtarom.

Muhtarom menjelaskan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sudah mengagendakan untuk membuka kegiatan tersebut. Meski demikian, banyak menteri yang bersedia untuk membuka. Hanya saja untuk menghindari sentuhan politik, panitia berusaha membersihkan acara dari kegiatan-kegiatan di luar Thoriqoh.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua Panitia H Emastoni Ezam menjelaskan, kegiatan ini diperkirakan akan dihadiri delegasi dari 35 kabupaten dan kota. Masing-masing kabupaten 20 orang sehingga total 700 orang. Jumlah itu belum termasuk para pengasuh, masyayikh pesantren, dan ulama setempat di Brebes dan sekitarnya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam, Kiai Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Multi Etnis di Indonesia, Anugerah Tiada Tara

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) bekerjasama dengan Forum Bagi Bangsa (FBB) mengadakan Seminar Kebangsaan bagi Siswa-siswi di SMAN 70, Bulungan, Jakarta Selatan, Rabu, (15/11).

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB), Abdul Ghopur yang juga intelektual muda Nahdlatul Ulama, mengatakan kenusantaraan atau keindonesiaan yang multi etnis, multi budaya dan multi bahasa serta beragam suku bangsa adalah anugerah luar biasa yang tiada tara. 

Multi Etnis di Indonesia, Anugerah Tiada Tara (Sumber Gambar : Nu Online)
Multi Etnis di Indonesia, Anugerah Tiada Tara (Sumber Gambar : Nu Online)

Multi Etnis di Indonesia, Anugerah Tiada Tara

“Tidak ada bangsa atau negeri sekaya ini dan seindah serta senyaman Indonesia. Belum lagi alamnya yang ramah, iklimnya yang sedang-sedang saja, tidak ada musim yang ekstrim, terlalu panas tidak, terlalu dingin pun tidak. Ditambah dengan keanekaragaman hayati dan hewani-flora dan fauna yang sangat kaya tak terbanding,” kata Ghopur melalui materi Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman.

Ghopur menyebutkan hal itu sebagaimana disebutkan dalam penggalan Al-Qur’an Surat An Naml ayat 40, "Haadza min fadli rabbi liyabluwani a-asykuru am akfur, artinya: ini anugerah dari Tuhan untuk menguji kita untuk disyukuri atau diingkari).” 

Ghopur prihatin atas situasi bangsa Indonesia sekarang, 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Ada sebagian kelompok masyarakat yang kurang mensyukuri karunia Tuhan ini dengan dalih atau atas nama kemurnian suatu paham agama tertentu dan atas nama kemodernan, sehingga, prinsip-prinsip kebangsaan, kenegaraan serta kewarganegaraan semakin hari semakin jauh. Bahkan jauh lebih menjauh setelah dikobarkannya reformasi Mei 98,” sesalnya.

Menurutnya ada banyak jawaban atas persoalan tersebut. Tetapi,yang terpenting adalah karena; Pertama, problem Indonesia sesungguhnya adalah keberlangsungan manajemen negara pasca kolonial yang tak mampu menegakkan kedaulatan hukum, memberikan keamanan dan keadilan bagi warganya.

Di dalam ketiadaan keadilan, keamanan dan perlindungan hukum bagi individu untuk mengembangkan dirinya, orang lebih nyaman berlindung di balik  warga-tribus (tribalisme, premanisme, koncoisme dan sektarianisme) ketimbang warga-negara. 

Persoalan ekonomi-politik yang bersumber dari manajemen negara yang korup menyisakan kelangkaan dan ketimpangan alokasi sumberdaya di rumahtangga kebangsaan. Jika aparatur negara hanya sibuk mengamankan kekuasaan dan dapurnya sendiri, maka individu akan segera berpaling ke sumber-sumber tribus sebagai upaya menemukan rasa aman. Di sini persoalan ekonomi-politik yang objektif disublimasikan ke dalam bentrokan identitias yang subjektif. 

“Kedua, kita belum siap menerima keragaman. Padahal, keragaman bangsa bisa menjadi kekayaan jika negara mampu menjalankan fungsinya sebagai, apa yang disebut Mohammad Hatta, (panitia kesejahteraan rakyat),” katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lebih lanjut, Ghopur menukil isi dari teks Piagam Deklarasi tentang Hubungan Pancasila dengan Islam sebagai hasil Munas NU, Situbondo, 21 Desember 1983, Meski Pancasila sebagai dasar dan falsafah Negara Kesatuan Republik Indonesia bukanlah agama, tidak dapat menggantikan agama dan tidak dipergunakan untuk menggantikan agama. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia menurut pasal 29 ayat (1) Udang-Undang Dasar 1945, yang menjiwai sila-sila yang lain, mencerminkan tauhid menurut pengertian keimanan dalam Islam.

“Islam adalah akidah dan syariah, meliputi aspek hubungan manusia dengan Allah (hablumminallah) dan hubungan antar manusia (hablumminannas),” tambahnya.

Penerimaan dan pengamalan Pancasila merupakan perwujudan (pengejawantahan) dari upaya umat Islam Indonesia untuk menjalankan syariat agamanya.

“Sebagai konsekuensi dari sikap ini, segenap anak bangsa yang masih mencintai dan menginginkan utuhnya negeri ini, berkewajiban mengamankan pengertian yang benar tentang Pancasila dan pengamalannya yang murni dan konsekuen oleh semua pihak,” imbuhnya lagi.   

“Intinya, No Ekstrim Kanan, No Ekstrim Kiri! Jadilah Ummat yang Tengah-tengah (ummatan wasahan) yang seimbang, bersatulah Orang Indonesia (Oi)” tandasnya. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam, Kiai Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

PWNU NTT Bangun SMK Nusa Unggul Ma’arif

Kupang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Dengan dukungan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) segera membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nusa Unggul Ma’arif Kupang. 

PWNU NTT Bangun SMK Nusa Unggul Ma’arif (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU NTT Bangun SMK Nusa Unggul Ma’arif (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU NTT Bangun SMK Nusa Unggul Ma’arif

PWNU NTT telah menerima rekomendasi Izin Operasional SMK Nusa Unggul Kupang dari Dinas PPO Kota Kupang.

Rencana ini disampaikan Ketua PWNU NTT Jamal Ahmad di Kantor PWNU di Jalan Ainiba No.74 Perumnas Kelurahan Nefonaik Kota Kupang Jumat (15/3/2013).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Jamal, tujuan bangun SMK Nusa Unggul Ma’arif di NTT guna meningkatkan sumberdaya manusia (SDM) bagi generasi muda kaum Nahdliyin. 

“Kita perlu kembangkan pendidikan berbasis pesantren, agar anak-anak kita  bisa terdidik dengan tradisi keislaman sesuai dengan konsep Islam ahlusunnah wal jamaah,” katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sekolah kejuruan ini berbasis pesantren dengan beberapa program unggulan yakni program budi daya air laut, budi daya air tawar dan budi daya air payau. Tiga program utama ini masih dalam uji coba dalam setahun. Sementara mata pelajaran lainnya yang akan diprioritaskan adalah pengelolaan budi daya agar-agar dari rumput laut. 

“Mata pelajaran umum juga akan diutamakan sesuai dengan sistem pendidikan berbasis SMK,” jelas Jamal.

Dijelaskan Jamal, rencana bangun SMK Nusa Unggul Ma’arif telah direncanakan pada tahun 2012 lalu tetapi terkendala dengan ijin dari pemerintah sehingga tahun lalu belum bisa terlaksana. Akhirnya tahun 2013 bulan ini baru keluar izin operasional. 

“Kami baru mengantongi izin pada tanggal 21 Januari lalu. Sementara panitia telah melaksanakan persiapan-persiapan akan dibuka pada tahun ajaran baru 2013-2014 ini,” katanya. 

SMK Ma’arif akan dibuka di pesentren Al-Hikmah Namosain Kupang.  

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Ajhar Jowe

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ubudiyah, Humor Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Porsema Berupaya Minimalisir Pelajar NU dari Kelompok Radikal

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal?

Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) merupakan kegiatan yang dilaksanakan LP Ma’arif NU untuk meminimalisir pelajar NU dari rongrongan kelompok radikal.?

Porsema Berupaya Minimalisir Pelajar NU dari Kelompok Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Porsema Berupaya Minimalisir Pelajar NU dari Kelompok Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Porsema Berupaya Minimalisir Pelajar NU dari Kelompok Radikal

Pernyataan itu diungkapkan Agus Sofwan Hadi, Ketua PW LP Maarif NU Jawa Tengah dalam Rapat Koordinasi Panitia Porsema X Jawa Tengah di Gedung NU Jepara, Jalan Pemuda No.51 Jepara, Selasa (14/3) kemarin.?

Menurut Agus, dengan melakukan banyak kegiatan ruang gerak mereka tertutup. Apalagi Porsema X tingkat Jawa Tengah yang rencananya akan dilaksanakan di Jepara 18-21 Mei mendatang sudah ditunggu-tunggu oleh madrasah dan sekolah di Jawa Tengah.?

Hingga warta ini disyiarkan sudah tercatat 20-an Cabang LP Maarif yang sudah mendaftarkan diri. “Jika dihitung sekitar 2881 peserta plus official. Itu belum semuanya. Jumlah total semuanya sekitar 4000an orang lebih,” jelasnya kepada panitia lokal Jepara yang hadir.?

Bersama rombongan pengurus LP Ma’arif Jawa Tengah, ia mengucapkan terima kasih kepada LP Maarif NU Jepara, utamanya PCNU Jepara yang sudah bersedia menjadi tuan rumah pelaksanakan Porsema Jateng.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ucapan terima kasih juga dia layangkan untuk KONI Jepara yang menurut info yang didengar adalah salah satu mitra kerjasama kegiatan Porsema tersebut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ke depan ia berharap Porsema menjadi even tingkat nasional. Hal itu berdasar usulan Cabang-cabang se-Jawa Tengah. Pihaknya sudah menyampaikan kepada PP LP Ma’arif NU. “Semoga tahun depan even ini sudah menjadi even nasional,” harapnya.?

Hadir dalam kesempatan itu KH Hayatun Abdullah Hadziq Ketua PCNU Jepara, Ketua LP Ma’arif NU Jepara, perwakilan KONI Jepara, pengurus LP Maarif NU Jawa Tengah dan panitia lokal. ?

Usai Rakor panitia lokal dan pengurus LP Ma’arif NU Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi terkait kesuksesan Porsema X Jawa Tengah. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Humor Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Jokowi Ikut Tahlilan Haul Gus Dur di Ciganjur

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal.

Presiden Joko Widodo menghadiri acara puncak Haul Ke-7 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jalan Warung Silah Nomor 10, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (23/12) malam ini.

Dengan pengawalan ketat aparat keamanan, Jokowi tiba di lokasi acara disambut Nyai Shinta Nuriyah Rahman Wahid dan keluarga. Bersama ribuan hadirin, Jokowi tampak khusyuk mengikuti sesi menyanyikan Indonesia Raya dan syair karya KH Wahab Chasbullah, Mars Syubbanul Wathan, serta pembacaan tahlil.

Tahlil dipimpin KH Azis Masyhuri, mantan ketua Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyah NU (RMINU). Hadir dalam acara yang mengusung tema "Ngaji Gus Dur: Menebar Damai, Menuai Rahmat" ini Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, mantan wakil presiden Boediono, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Kapolri Tito Karnavian, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Habib Umar Muthohar, Habib Jafar Alkaff, para kiai dan tokoh-tokoh lainnya.

Jokowi Ikut Tahlilan Haul Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi Ikut Tahlilan Haul Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi Ikut Tahlilan Haul Gus Dur di Ciganjur

Ribuan pengunjung memadati kompleks Yayasan KH Abdul Wahid Hasyim sejak sore. Mereka yang berasal dari Jabodetabek ini datang dengan bus rombongan, angkot, sepeda motor, mobil pribadi, hingga jalan kaki. Membludaknya peserta sempat membuat Jalan Warung Silah Ciganjur.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebelumnya telah digelar khataman Al-Quran oleh para hafidz dari Jamiyyatul Qurra wal Huffadh Nahdlatul Ulama (JQHNU) Depok sejak pagi hingga sore. Malam ini selain taushiyah dan testimoni? acara juga akan diisi dengan deklarasi damai dan pembacaan puisi oleh para seniman. (Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama, Internasional, Humor Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 27 Desember 2017

Berbagi Kegembiraan, LAZISNU Ajak Santri Tahfidz, Yatim dan Dhuafa ke Pusat Perbelanjaan

Bogor, Kedung Sukun Adiwerna Tegal?

Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) berbagi santunan kepada 150 santri tahfidz, yatim dan dhuafa An-Nur, Taman Sari di pusat perbelanjaan Matahari Bogor, Kamis (15/6).

Para penerima santunan diberi kebebasan untuk membeli baju yang diinginkan dengan nilai maksimal 300ribu/orang.

Berbagi Kegembiraan, LAZISNU Ajak Santri Tahfidz, Yatim dan Dhuafa ke Pusat Perbelanjaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Berbagi Kegembiraan, LAZISNU Ajak Santri Tahfidz, Yatim dan Dhuafa ke Pusat Perbelanjaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Berbagi Kegembiraan, LAZISNU Ajak Santri Tahfidz, Yatim dan Dhuafa ke Pusat Perbelanjaan

Ketua LAZISNU Syamsul Huda mengatakan, pada bulan yang baik ini pihaknya ingin berbagi kegembiraan dengan santri tahfidz, yatim dan dhuafa dengan membawa ke salah satu perusahaan ritel terkemuka di Indonesia ini.?

"Kami ingin memberikan kegembiraan dengan bentuk baju buat lebaran," kata Syamsul.?

Ia menuturkan bahwa LAZISNU dan perusahaan kosmetik Warda sengaja membawa para penerima santunan ke pusat perbelanjaan ini agar mereka merasa senang. Selain karena Lazisnu juga punya komitmen dengan dua perusahaan tersebut.?

"Artinya kawan-kawan ini kita senangkan. Memilih (baju) sendiri, ke kasir sendiri," ujarnya senang.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

? (Husni Sahal/Zunus)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam, IMNU, Doa Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Lomba Catur IPNU Momentum Silaturahim Pemuda Pelajar

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) akan mengadakan pertandingan catura ntaraorganisasi kepemudaan 28-29 November 2017 di lantai 8 Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta Pusat. 

Lomba Catur IPNU Momentum Silaturahim Pemuda Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Lomba Catur IPNU Momentum Silaturahim Pemuda Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Lomba Catur IPNU Momentum Silaturahim Pemuda Pelajar

Ketua Umum PP IPNU Asep Irfan menyampaikan kegiatan seperti ini sangat penting dilaksanakan sebagai wadah silaturrahim bagi pemuda untuk menjaga hubungan yang baik sesama anak bangsa.

"Dari kegiatan seperti ini kita akan banyak bertemu dan kemungkinan akan ada kegiatan yang lain dilaksanakan oleh organisasi kepemudaan yang lainnya, sehingga bisa saling mengunjungi, keakraban semakin erat,” katanya, Senin (27/11).

Asep menilai kegiatan-kegiatan positif sangat perlu mendapatkan dukungan dan dorongan pemerintah. IPNU sebagai organisasi tentunya membantu pemerintah dalam menjaga pemuda dan pelajar untuk tidak terlibat dan terjerumus dalam kegiatan negatif, misalnya narkoba dan radikalisme, tambahkan Asep. 

Ketua panitia kegiatan Lomba Catur Ikhsan Saruna mengatakan kegiatan akan memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara dikarenakan peserta lomba terdiri dari para pemuda dan pelajar.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Mereka akan mengasah dan menguji kempuan dalam bermain catur. Kami juga berharap akan lahir pemain-pemain catur yang akan mengharumkan bangsa Indonesia," jelasnya

Ditegaskan Ikhsan, misi yang diusung dalam kegiatan PP IPNU ini adalah menjaga hubungan yang baik sesama pemuda lintas organisasi kepemudaan, walaupun acara kecil namun akan berdampak besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. 

Ikhsan menambahkan antusiasme peserta mendaftar dalam acara ini sangat perlu diapresiasi. Banyak peserta yang mendaftar, namun di tolak dikarenakan banyaknya pendaftar.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Ini menandakan bahwa apa yang kitalakukan mendaptkan respon yang baik dan dibutuhkan oleh pemuda dan pelajar,” pungkasnya. (Muh Ramli/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

PBNU Minta Pagar Nusa jadi Organisasi Kader, bukan Organisasi Massa

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi meminta agar Ikatan Pencak Silat memposisikan diri sebagai organisasi kader dilingkungan NU, bukan organisasi massa.

“Kita memerlukan kader-kader yang sedikit tapi terpilih dan terorganisir di lingkungan Nahdlatul Ulama. Sekali tempo, sewaktu-waktu bisa digerakkan, tanpa menunggu jam, tetapi menit, mereka akan bergerak bersama-sama membela negera Republik Indonesia,” tuturnya dalam pembukaan Kongres I Pagar di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Kamis.

Dikatakannya bahwa Pagar Nusa bukan sekedar olahraga, tetapi juga mencakup gerakan keagamaan, gerakan keolahragaan dan gerakan keindonesiaan. Tiga hal ini merupakan Tritura dari Pagar Nusa, jangan sampai dipisahkan satu bagian dengan bagian yang lain.

PBNU Minta Pagar Nusa jadi Organisasi Kader, bukan Organisasi Massa (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Pagar Nusa jadi Organisasi Kader, bukan Organisasi Massa (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Pagar Nusa jadi Organisasi Kader, bukan Organisasi Massa

“Dasar keolahragaan pencaksilat Pagar Nusa harus berdasarkan keagamaan dan tauhid kepada Allah SWT. Selanjutnya, berdasarkan aturan-aturan yang diatur oleh syariat Nabi besar Muhammad SAW, ia tumbuh dari semangat keagamaan,” imbuhnya.

Dengan berkah ketauhitan dan kesyariaatan ini, para ulama melahirkan seni bela diri pencak silat yang menjadi ciri budaya Indonesia. Dijelaskannya olah raga harus disambungkan dengan keindonesiaan yang mempunyai akar budaya luar biasa.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Diperlukan cara jitu untuk mengembangkan agama didalam seluruh budaya dan mengangkat budaya yang ada selaras dengan ajarah rasulullah, bukan menghadapkan kemurnian syariat dengan budaya yang akhirnya membenturkan sesama ummat dan anak bangsa sendiri,” paparnya.

Dalam upaya pengembangannya, Kiai Hasyim meminta agar Pagar Nusa melakukan kontak-kontak dengan organisasi-organisasi atau gerakan olah raga lain yang ada di Indonesia ini sehingga terjadi perpaduan dalam suasana persaudaraan, saling mengenal dan saling bersatu.

“Saya minta juga, bukan olah raga ini disebarkan secara nasional, mengekspor metode Pagar Nusa ini dengan prestasi yang membanggakan, dan memang pantas untuk ditampilkan dalam skala internasional dan ini memerlukan kerja keras,” tandasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Terakhir, pengasuh Ponpes Mahasiswa Al Hikam Malang ini meminta agar para pendekar Pagar Nusa bersikap tawadhu meskipu mereka memiliki kekuatan dan ketrampilan dalam membela dirinya.

“Setiap orang yang tinggi ilmunya, biasanya ia semakin tawadhu dan biasanya ketawadhuuan merupakan bagian dari pendekar-pendekar Pagar Nusa. jangan sok seperti pendekar karena pendekar yang sesungguhnya adalah yang menyembunyikan kependekarannya,” imbuhnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul, Humor Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Ribuan Pelayat Antarkan Kiai Ali As’ad ke Peristirahatan Terakhir

Yogyakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sejak Kiai Ali As’ad dikabarkan wafat pada hari Rabu (03/02) sekitar pukul 14.30 WIB, kediamannya tidak pernah sepi dari para peziarah. Mereka berduyun-duyun datang memberikan penghormatan terakhir terhadap kiai yang dikenal sebagai santri kesayangannya Kiai Ali Maksum tersebut. Hingga hari pemakamannya, pada Kamis (04/02), para peziarah seolah tak ada habisnya, ribuan pelayat datang, mulai dari para kiai, santri, pejabat dan masyarakat berbaur menjadi satu di halaman Pesantren Nailul Ula yang ia dirikan.

Ribuan Pelayat Antarkan Kiai Ali As’ad ke Peristirahatan Terakhir (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Pelayat Antarkan Kiai Ali As’ad ke Peristirahatan Terakhir (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Pelayat Antarkan Kiai Ali As’ad ke Peristirahatan Terakhir

Hadir dalam acara pemakaman tersebut, Rais Syuriyah PWNU DIY KH Asy’ari Abta, Katib Syuriah PWNU DIY KH. Hasan Abdullah, Mustasyar PWNU DIY Prof. Asif Hadi Pranata, Rais Syuriah PCNU Sleman KH. Mas’ud Masduqi, Pengasuh Pesantren al-Munawwir Krapyak KH Najib Abdul Qadir, Pengasuh Pesantren Nurul Ummahat KH Abdul Muhaimin, Ketua MUI DIY KH Thoha Abdurrahman, Katib Aam PBNU Periode 2010-2015 KH Malik Madani, ? Bupati Sleman Sri Purnomo dan beberapa pengurus wilayah NU DIY lainnya.?

Sebagai wakil keluarga sekaligus teman seperjuangan ketika nyantri di Pesantren Krapyak, KH Abdul Muhaimin dalam sambutannya mengatakan bahwa Kiai Ali adalah kiai yang alim dan perjuangannya untuk umat tak diragukan lagi,

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Sejak nderek Kiai Ali Maksum hingga saat ini, perjuangan Kiai Ali As’ad tidak diragukan lagi. Beliau selalu menjadi rujukan umat,” ujar KH. Muhaimin di hadapan ribuan pelayat.?

Dalam kesempatan tersebut, KH Muhaimin juga menyampaikan wasiat KH Ali As’ad.

“Sebelum wafat, KH Ali As’ad berwasiat agar para putra-putri beliau melanjutkan perjuangannya, merawat Pondok Pesantren Nailul Ula dan meneruskan majelis-majelis taklim yang sudah berjalan,” tandasnya.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu, Rais Syuriyah PWNU DIY KH Asy’ari Abta ketika menyampaikan mauidhoh hasanahnya mengungkapkan bahwa meninggalnya KH Ali As’ad merupakan peristiwa besar.

“Meninggalnya orang satu kampung itu ringan dibandingkan dengan meninggalnya orang alim satu, seperti KH Ali As’ad ini,” tegasnya.?

KH Ali As’ad wafat dalam usia 64 tahun. Ia meninggalkan seorang istri (RR Nuroniah), empat orang putra (Chalwa Anjumi Tanawwar, Miqdam Raidal Haq, Rajif Dienal Maula, Amyaz bil Aufaq) dan 3 orang cucu. Semasa hidupnya ia banyak menerjemahkan beberapa kitab. Ia juga salah satu kiai yang merintis berdirinya Majalah Bangkit PWNU DIY dan menjadi pimpinan redaksi yang pertama kali di bawah bimbingan langsung KH Ali Maksum. (Nur Rokhim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam, Pemurnian Aqidah, AlaNu Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock