Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Masih Ada Jurang Antara Pengetahuan dan Praktek Pelaksanaan Ibadah Haji

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Isu tentang haji saat ini telah banyak bergeser ke persoalan-persoalan material, seperti fasilitas trasportasi, pemondokan atau hotel, katering, dan fasilitas kesehatan, karena sejumlah Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) yang telah dibayar jamaah.

Akibatnya persoalan esensi haji, yakni seputar pelayanan ibadah nyaris terabaikan karena tertutup oleh isu-isu material tersebut. Tidak satupun pihak yang pernah mempertanyakan, bagaimana kualitas ibadah haji para jamaah, atau siapa yang bisa menjamin sah atau tidaknya jamaah haji selama Armina?

Masih Ada Jurang Antara Pengetahuan dan Praktek Pelaksanaan Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Masih Ada Jurang Antara Pengetahuan dan Praktek Pelaksanaan Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Masih Ada Jurang Antara Pengetahuan dan Praktek Pelaksanaan Ibadah Haji

Balitbang dan Diklat Kementerian Agama dalam penelitiannya (2013) berusaha melihat Kinerja Kelompok Bimbingan Haji (KBH) dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai mitra pemerintah, fenomena komersialisasi KBH terhadap jemaah, dan tingkat kepatuhan pelayanan dan bimbingan ibadah yang dilakukan KBH dengan peraturan pelayanan dan bimbingan yang telah distandarkan pemerintah.

Termuan yang diperoleh adalah standardisasi KBH menuju manajeman yang lebih baik diperlukan, karena hubungan KBH dengan jamaah sebenarnya berada pada hubungan patron-klien. Ketika terjadi ketidakpuasan jamaah, maka hak-hak jamaah bisa terlindungi sebagai konsumen. Total Performance Management penting diterapkan untuk melakukan sertifikasi KBH untuk dapat menjamin pelayanan prima kepada jamaah. Ini disebabkan, realitas menunjukkan 14,24% KBH masih melanggar ketentuan biaya yang telah ditetapkan maksimal sebesar Rp2.500.000.

Eksplorasi fakta-fakta penelitian secara kuantitatif menghasilkan beberapa temuan yang sangat penting sebagai bahan kajian dalam membuat kebijakan seputar KBH. Berdasarkan pengujian statistik inferensial didapatkan hasil indeks kepatuhan KBH signifikan pada rerata 81% yang berarti sebagian besar KBH sudah patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang ada berkaitan dengan persyaratan pendirian maupun pengelolaan KBH. Akan tetapi masih terdapat 19% KBH lain yang tidak patuh, dimana sebagian besar melanggar ketentuan rasio perbandingan jemaah dengan pembimbing ibadah sebesar 56,96%, dan kepatuhan terhadap penggunaan buku manasik dari pemerintah sebesar 40,19%. Sedangkan kepatuhan terhadap besaran biaya bimbingan KBH mencapai rerata sebesar 83%, artinya masih terdapat 17% KBH yang signifikan secara nasional menarik biaya lebih dari Rp2.500.000,- dengan rerata biaya yang mencapai Rp4.006.100,-.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Penelitian tentang bimbingan ibadah di Arab Saudi menghasilkan antara lain, bahwa manasik yang dilakukan di Indonesia, baik oleh KBH dan KUA masih meninggalkan jurang pengetahuan antara bahan-bahan manasik di Indonesia dengan realitas kondisi yang ada di Arab Saudi. Konsep-konsep tentang tawaf, sai, atau tahalul dimengerti dengan baik, namun tidak selalu dapat dioperasionalkan dalam bentuk praktik ibadah dengan baik ketika di Arab Saudi. Ini artinya masih terjadi kesenjangan antara pengetahuan dengan praktik. Akan tetapi dalam konteks ini jamaah KBH lebih mampu teratasi karena umumnya rasio pembimbing dengan jamaah lebih kecil dibanding jamaah non-KBH. Bahkan pemaknaan serangkaian ibadah haji tidak dipahami benar, kecuali gerakan-gerakan fisik seperti dalam tawaf, sa’i, lempar jumrah, dan sebagainya.?

Dalam persoalan pelayanan bimbingan ibadah, secara kualitatif KBH memiliki keunggulan dibanding Tim Pemandu Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), karena selain rasio jamaah dengan pembimbing, umumnya jamaah haji KBH memiliki hubungan patronase dengan beberapa pembimbing KBH. Ini disebabkan hampir semua pembimbing KBH adalah tokoh agama yang telah memiliki ikatan emosional terlebih dahulu dengan calon jamaah haji.?

Meskipun demikian, TPIHI memiliki fungsi yang masih tetap harus diberdayakan, karena (TPIHI) selain merupakan ‘wakil’ pemerintah dalam kloter, juga berfungsi untuk melakukan pengawasan terhadap KBH dan melakukan pembimbingan bagi jamaah non-KBH. Komersialisasi KBH berada dalam beberapa aras, seperti pembayaran dam, badal haji, afdloliyah ibadah dan jasa pelayanan bus untuk ziarah. Ini disebabkan tidak adanya keterbukaan pengelolaan keuangan dan beberapa perbedaan antara KBH yang satu dengan lainnya, terutama soal biaya dam dan badal haji. (Mukafi Niam)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama, AlaNu, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Para Kiai itu Baca Puisi

Yogyakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Para kiai membaca puisi pada “bedah buku dan pentas seni dan budaya” PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta di aula PWNU Jl. MT Haryono, Selasa malam (14/05). Para kiai itu adalah Mustasyar PWNU KH Munawwir AF dan Wakil Sekretaris PWNU DIY H. Masyhuri.

Para Kiai itu Baca Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Kiai itu Baca Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Kiai itu Baca Puisi

KH Munawwir AF membacakan puisi berjudul Laporanku kepada Mbah Hasyim. Puisi tersebut menceritakan? amanah yang diemban sebagai penerus perjuangan Hadrotuys Syekh KH Hasyim Asyari, pendiri NU; juga kepada ajaran Ahlussunah wal-Jamaah (Aswaja). H. Masyhuri membacakan puisi berjudul Kita adalah Satu.

Aula PWNU riuh rendah dengan pembacaan puisi-puisi. Para peserta antusias mendengarkannya, lantaran puisi tersebut bukanlah sembarang puisi, karena didedikasikan kepada sang maha guru, KH Hasyim Asy’ari. Seorang ulama pendiri NU, sekaligus pahlawan kemerdekaan Negara Indonesia.

?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kemudian puisi berjudul Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana dibacakan Taufiqurrahman, salah satu perawakilan dari PCNU DIY:

“Ku pergi tahlil kau bilang amalan jahil

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Aku baca shalawat burdah kau bilang itu bid’ah

Lalu aku harus bagaimana?......

Aku bertawasul dengan baik kau bilang aku musyrik

Aku ikut majlis dzikir kau bilang aku kafir

Lalu aku harus bagaimana?....

Aku shalat pakai niat kau bilang aku sesat

Aku mengadakan maulid kau bilang gak ada dalil yang valid

Lalu aku harus bagaimana?....”

Selain Taufiqurrahman, para anak muda NU juga tak mau kalah. Mereka ikut membaca puisi, yakni Sundari, aktivis Mata Pena. Juga Ahmad Muhlis Amrin, sastrawan muda NU berbakat.

Redaktur ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor: Dwi Khoirotun Nisa’

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal AlaNu, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2

Semarang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pendukung Al-Hikmah FC menggemakan Asmaul Husna di lapangan Yon Arhanudse 15 kota Semarang, Jawa Tengah. Semangat dukungan dari santri ini tak putus memberikan semangat kepada tim kesayangan mereka dari Ngadipurwo Blora tersebut, Ahad (4/9).

Lawan dari Al-Hikmah FC dari pesantren Kauman Rembang atau "Mbah Sambu FC”.? ? Pemenang dari pertandingan ini akan melawan Binsa FC (Pesantren Bina Insani Kabupaten Semarang) di partai final yang digelar sore ini sekitar 15.30.

Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2 (Sumber Gambar : Nu Online)
Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2 (Sumber Gambar : Nu Online)

Asmaul Husna Warnai Semifinal LSN Jateng 2

"Hafalan Asmaul Husna ini menjadi pembuka tiap kali memulai belajar di pesantren," papar Gus Habib (pengasuh Al-Hikmah).

Selain Asmaul Husna, mereka meneriakkan lagu Ya Ahlal Wathan dan lagu khas NU lain sambil mengibarkan bendera NU.? Tak lupa mereka lalaran kitab Amtsilah al-Tashtifiyyah dengan membawa kitab langsung. (Zulfa/Abdullah Alawi)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Berita, Khutbah, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator

Kudus, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) bersama Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Kudus mengadakan selamatan dengan pembacaan manaqib menjelang Pelatihan Fasilitator (Latfas), Kamis (7/5) di Gedung MWCNU Mejobo Kudus, Jawa Tengah.

PC IPNU-IPPNU Kudus telah menyelesaikan beberapa program kerjanya.  Maka selain sebagai doa selamatan, manaqib ini juga sebagai agenda tasyakuran atas kesuksesan berbagai agenda yang telah terlaksana.

IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kudus Gelar Manaqiban Jelang Pelatihan Fasilitator

“Sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah atas suksesnya seluruh agenda sedari kita pelantikan tanggal 9 November 2014 hingga hari ini,” ujar Joni Prabowo, Ketua Umum PC IPNU Kudus.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Usai pelantikan, IPNU-IPPNU Kudus lekas berkegiatan antara lain, pelatihan kepemimpinan bagi anggota Forum Komunikasi Antar Pimpinan Komisariat (Forkapik), Diklatama DKC CBP dan KPP, Lakmud dan Makesta pada tahun 2014 lalu.

Juga suksesi atas serangkaian kegiatan penyambutan hari lahir IPNU dan IPPNU, tim apresiasi seni 54, tim redaksi majalah Pilar 2015, tim Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) kerjasama Yayasan Mata Air, manajemen pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA), dan usaha akomodasi atribut IPNU-IPPNU oleh tim perekonomian.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Sementara besok pun kita sudah akan mulai agenda terdekat kita, yakni pagi jam delapan ada pembukaan Latfas di tempat ini juga, serta siangnya pembukaan BPUN di ponpes Zainal Husain. Ini acara kita bersama dan butuh dukungan dan bantuan,” papar Joni saat sambutan manaqib.

Pembacaan manaqib sore itu dipimpin oleh Dwi Saifullah, mantan Ketua IPNU Kudus periode sebelumnya. Acara diikuti oleh para pengurus harian, departemen, tim redaksi majalah Pilar, Forkapik, serta para tamu undangan. (Istahiyyah/Fathoni) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul, PonPes Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

IPNU Adakan Cerdas Cermat Empat Pilar

Bondowoso, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Upaya menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap pilar bangsa harus dikenalkan kepada generasi muda. Karena merekalah yang kelak akan meneruskan estafet perjuangan bangsa.

Semangat inilah yang kini tengah ditumbuh kembangkan oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Bondowoso. Mereka secara maraton menyelenggarakan cerdas cermat empat pilar kebangsaan yang diselenggarakan hari ini di ruangan Sababina Pemkab Bondowoso. Kegiatan diikuti 61 kelompok dari seluruh SMA dan MA.

IPNU Adakan Cerdas Cermat Empat Pilar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Adakan Cerdas Cermat Empat Pilar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Adakan Cerdas Cermat Empat Pilar

Salah seorang panitia, Abdul Wasik menandaskan bahwa kegiatan ini dalam upaya memperkenalkan serta menanamkan eksistensi Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Kita ingin empat pilar kebangsaan itu dipahami dengan baik dan benar,” katanya kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal (4/3).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Keberadaan bangsa Indonesia dengan berbagai kekhasan yang dimiliki hendaknya dapat dipahami oleh seluruh komponen di dalamnya. “Keanekaragaman budaya, bahasa, adat istiadat mestinya dapat dijadikan media untuk memperkaya bangsa ini,” tandasnya. 

IPNU merasa prihatin dengan banyaknya kasus kekerasan atas nama agama, demikian juga kegagalan para penegak hukum dalam menjaga NKRI. “Yang juga tidak kalah mengkhawatirkan adalah disharmoni antara umat beragama,” ungkapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Generasi muda diharapkan dapat memiliki pemahaman yang komprehensif seputar empat pilar kebangsaan ini,” katanya. Karena tanpa itu, keanekaragaman yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia bukan menjadi media pemersatu. “Yang terjadi malah bisa sebagai alat disintegrasi bangsa,” lanjutnya.

Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama antara PC IPNU Bondowoso dengan DPR RI.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Saifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Bahtsul Masail, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Santri Al-Hikmah Brebes Peringati Kesaktian Pancasila dan Tahun Baru Hijriyah

Brebes, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ribuan Santri Al Hikmah 2 Benda Sirampog Kabupaten Brebes, Jawa Tengah memperingati hari Kesaktian Pancasila dan Tahun Baru Hijriyah dalam bentuk doa bersama. Doa dipimpin Habib Muhammad bin Agil bin Athos dalam suasana yang sejuk dan hening.

Pengasuh Pesantren Al Hikmah 2 Benda KH Sholahuddin Masruri menjelaskan, doa bersama sebagai bentuk peneguhan menjadikan Pancasila sebagai dasar negara yang kokoh meski kerap mendapatkan rongrongan yang tidak ringan.

Santri Al-Hikmah Brebes Peringati Kesaktian Pancasila dan Tahun Baru Hijriyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Al-Hikmah Brebes Peringati Kesaktian Pancasila dan Tahun Baru Hijriyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Al-Hikmah Brebes Peringati Kesaktian Pancasila dan Tahun Baru Hijriyah

Gus Sholah, demikian panggilan akrabnya, menyayangkan tindakan kelompok tertentu yang mengatasnamakan agama, namun sesungguhnya menggerogoti Pancasila, memecah-belah NKRI. "Mereka mengibar-kibarkan bendera agama, namun sesungguhnya melukai Pancasila, memecah belah umat," tandasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dia mengajak para santri untuk menegakkan Pancasila yang telah dilahirkan para ulama dan santri terdahulu. "Indonesia ke depan ada di tangan santri, mari kita sinergikan santri dan TNI untuk tegakan NKRI sebagai harga mati," kata Gus Sholah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Doa bersama diprakarsai Dandim 0713/Brebes Efdal Nazra. Dia mengajak para santri untuk menjadi generasi yang Pancasilais. Menurutnya, mengamalkan Pancasila, sama halnya berkontribusi kepada bangsa dan negara sebagai bentuk jihad fisabilillah.

Efdal menyemangati para santri untuk terus berjuang di alam kemerdekaan. Jihad dengan melestarikan menjaga Pancasila.

Sementara Bupati Brebes Hj Idza Priyanti mengaku bangga dengan semangat juang para santri dalam menuntut ilmu. Teruslah berjuang sebagaimana KH Masruri menyampaikan ilmu kepada para santri.

Idza juga meminta para santri? untuk mendoakan kabupaten Brebes, mendoakan Indonesia agar tenteram, damai, kondusif, maju dan sejahtera. Apalagi, sebentar lagi Kabupaten Brebes akan menghadapi Pilkada serentak.

Dalam kesempatan tersebut, para santri juga menyanyikan lagu Indonesia Raya, membaca teks Pancasila dan menyanyikan? lagu? Bagimu Negeri. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nusantara, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Kajian Fikih Perempuan, Penting tak Hanya bagi Wanita

Banyuwangi, Kedung Sukun Adiwerna Tegal



PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Banyuwangi menggelar diskusi kajian tentang fiqih perempuan bersama puluhan kader pelajar NU di Aula Kantor PCNU Banyuwangi, Selasa (30/05) malam.

Kajian Fikih Perempuan, Penting tak Hanya bagi Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)
Kajian Fikih Perempuan, Penting tak Hanya bagi Wanita (Sumber Gambar : Nu Online)

Kajian Fikih Perempuan, Penting tak Hanya bagi Wanita

Gelaran diskusi kajian fiqih perempuan ini dihadiri langsung oleh wakil ketua 3 PAC IPNU Banyuwangi bidang Departemen Dakwah Ahmad Surur dan sekaligus pemantik diskusi kajian ini.

Diawal Surur mengatakan, mempelajari fiqih dan dalil-dalil hukum di dalam agama Islam merupakan perkara yang penting baik untuk kalangan Muslim laki-laki dan perempuan.

"Kita sebagai manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT. Untuk itu, kita membutuhkan fiqih dalam melaksanakan aktifitas ibadah. Misal, shalat, ? puasa, haji, membaca Al-Qur’an, dan ibadah lainnya," ungkap ? Surur.

Tak hanya itu lebih spesifik, Surur menilai pentingnya belajar fiqih masalah haid, nifas, wiladah, dan istihadlah mutlak diperlukan, baik di kalangan perempuan maupun laki-laki.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Karena posisi laki-laki suatu saat akan menjadi kepala keluarga dan secara otomatis memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi tentang darah wanita kepada istri dan keturunannya kelak," jelas Surur.

Selain itu, pasalnya kalangan wanita sendiri mengenai darah haidl dengan istihadlah ? masih bingung membedakannya. Mana itu darah haid atau sebaliknya, terang Surur.

"Terkadang seorang wanita telah mengeluarkan darah haidl lebih dari 15 hari masih dianggapnya haidl, padahal itu tidak. Kadang pula masih belum dapat membedakan antara kriteria darah qowi (kuat) dan tidak," tutur Surur.

Apa lagi, kebanyakan dari mereka ? wanita yang masih awam dan baru merasakan haid.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Makanya kita bidik para kader-kader NU khususnya kaum hawa untuk mengikuti kajian ini. Karena sadar, ini adalah syariat utama untuk menjalankan segala ibadah. Bukankah kebersihan sebagian dari iman," tutup Surur. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Daerah, Lomba, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 18 Desember 2017

IPNU-IPPNU Tasikmalaya Kerahkan Anggota Sambut Kirab Resolusi Jihad

Tasikmalaya, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU)Kota Tasikmalaya, mengerahkan seluruh kader dan anggotanya untuk menyambut para peserta Kirab Resolusi Jihad Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rabu (19/10).

IPNU-IPPNU Tasikmalaya Kerahkan Anggota Sambut Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Tasikmalaya Kerahkan Anggota Sambut Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Tasikmalaya Kerahkan Anggota Sambut Kirab Resolusi Jihad

Acara penyambutan ini bertempat didepan Kantor PC NU Kota Tasikmalaya di jalan Dr. Soekardjo Nomor 47. Selaian para anggota dan kader IPNU IPPNU se-Kota Tasikmalaya, para pengurus pun diwajibkan hadir pada acara tersebut. Mulai dari Pengurus Cabang, Anak Cabang, Ranting dan Komisariat se-Kota Tasikmalaya.

Dengan mengerahkan semua anggota, kader dan pengurusnya untuk menyambut peserta kirab, IPNU IPPNU harus menjadi lapisan terdepan untuk semua kegiatan-kegiatan yang berbaur NU.

Menurut ? Ketua PC IPNU Kota Tasikmalaya, Saepul Malik, ia sangat bangga dan senang menyambut peserta Kirab Resolusi Jihad Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), disisi lain sebagai Anak dari NU, IPNU juga harus menjadi garda terdepan ketika ada acara-acara NU, karena biarkan IPNU yang terjun ke lapangan dengan basah-basahan demi keberlangsungan dan kebesaran NU.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“NU merupakan orang tua kita yang harus kita takdzimi dan kita hormati, biarkan IPNU cape terjun ke lapangan sehingga kecapean tersebut menjadikan spirit kita untuk tetap istiqomah mengabdi di organisasi tercinta ini yaitu NU,” tambah Saepul.

Ia juga mengingatkan semua anggota, kader dan pengurus IPNU baik di PAC, PR dan PK, harus kompak dalam mengawal dan menyukseskan serta ikut terjun dan berpasrtisipasi dalam semua acara-acara NU demi kemaslahatan dan kebesaran NU. (Agum Gumilar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Meme Islam, Nahdlatul, Olahraga Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

PBNU Minta Pagar Nusa jadi Organisasi Kader, bukan Organisasi Massa

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi meminta agar Ikatan Pencak Silat memposisikan diri sebagai organisasi kader dilingkungan NU, bukan organisasi massa.

“Kita memerlukan kader-kader yang sedikit tapi terpilih dan terorganisir di lingkungan Nahdlatul Ulama. Sekali tempo, sewaktu-waktu bisa digerakkan, tanpa menunggu jam, tetapi menit, mereka akan bergerak bersama-sama membela negera Republik Indonesia,” tuturnya dalam pembukaan Kongres I Pagar di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Kamis.

Dikatakannya bahwa Pagar Nusa bukan sekedar olahraga, tetapi juga mencakup gerakan keagamaan, gerakan keolahragaan dan gerakan keindonesiaan. Tiga hal ini merupakan Tritura dari Pagar Nusa, jangan sampai dipisahkan satu bagian dengan bagian yang lain.

PBNU Minta Pagar Nusa jadi Organisasi Kader, bukan Organisasi Massa (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Pagar Nusa jadi Organisasi Kader, bukan Organisasi Massa (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Pagar Nusa jadi Organisasi Kader, bukan Organisasi Massa

“Dasar keolahragaan pencaksilat Pagar Nusa harus berdasarkan keagamaan dan tauhid kepada Allah SWT. Selanjutnya, berdasarkan aturan-aturan yang diatur oleh syariat Nabi besar Muhammad SAW, ia tumbuh dari semangat keagamaan,” imbuhnya.

Dengan berkah ketauhitan dan kesyariaatan ini, para ulama melahirkan seni bela diri pencak silat yang menjadi ciri budaya Indonesia. Dijelaskannya olah raga harus disambungkan dengan keindonesiaan yang mempunyai akar budaya luar biasa.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Diperlukan cara jitu untuk mengembangkan agama didalam seluruh budaya dan mengangkat budaya yang ada selaras dengan ajarah rasulullah, bukan menghadapkan kemurnian syariat dengan budaya yang akhirnya membenturkan sesama ummat dan anak bangsa sendiri,” paparnya.

Dalam upaya pengembangannya, Kiai Hasyim meminta agar Pagar Nusa melakukan kontak-kontak dengan organisasi-organisasi atau gerakan olah raga lain yang ada di Indonesia ini sehingga terjadi perpaduan dalam suasana persaudaraan, saling mengenal dan saling bersatu.

“Saya minta juga, bukan olah raga ini disebarkan secara nasional, mengekspor metode Pagar Nusa ini dengan prestasi yang membanggakan, dan memang pantas untuk ditampilkan dalam skala internasional dan ini memerlukan kerja keras,” tandasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Terakhir, pengasuh Ponpes Mahasiswa Al Hikam Malang ini meminta agar para pendekar Pagar Nusa bersikap tawadhu meskipu mereka memiliki kekuatan dan ketrampilan dalam membela dirinya.

“Setiap orang yang tinggi ilmunya, biasanya ia semakin tawadhu dan biasanya ketawadhuuan merupakan bagian dari pendekar-pendekar Pagar Nusa. jangan sok seperti pendekar karena pendekar yang sesungguhnya adalah yang menyembunyikan kependekarannya,” imbuhnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul, Humor Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Peringatan Harlah di Jepara Berlangsung Sederhana

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Suasana kesederhanaan. Itulah yang tampak dalam peringatan hari lahir (Harlah) ke-90 NU di Pendopo Kabupaten Jepara, Ahad (26/5). 

Kegiatan yang dihadiri ratusan orang itu terdiri dari pengurus, Banom, Lajnah, MWC dan penerbang telon dari kecamatan Bangsri. Kegiatan malam itu diisi dengan istighotsah, shalawatan dan tausiyah dari KH Kamil Ahmad. 

Peringatan Harlah di Jepara Berlangsung Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringatan Harlah di Jepara Berlangsung Sederhana (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringatan Harlah di Jepara Berlangsung Sederhana

Bupati Jepara H Ahmad Marzuqi selaku penggagas mengatakan kegiatan terinspirasi dari rutinitas yang dilaksanakan Perguruan Islam Mathaliul Falah Pati. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Setiap 16 Rajab di Kajen para santri memperingati Harlah NU. Inspirasi itu kemudian saya sampaikan kepada pak Asyhari dan Alhamdulillah kegiatan bisa terlaksana,” katanya. 

Sementara itu, Ketua PCNU Jepara, KH Asyhari Syamsuri dalam sambutannya mengungkapkan usia NU kini semakin tua. Karena itu NU harus bisa menyesuaikan dengan jamaah maupun jamiyyah. Disamping itu kiai Asyhari menghimbau agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dengan menjaga kekompakan, kepala SMKN 3 Jepara itu menyebut gerakan Islam radikal yang akan mendangkalkan eksistensi NU Semisal yang mengatakan membaca shalawat tidak ada gunanya sambungnya merasa kewalahan. Karena itu warga NU lanjutnya harus merapatkan barisan agar upaya busuk mereka tidak terwujud. 

Dengan cara itu, masih menurutnya NU bukan hanya organisasi yang bisa dihitung namun juga diperhitungkan. 

 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Budaya, Internasional, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Hewan Kurban Sapi Limosin untuk Warga Probolinggo

Probolinggo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Usai sholat Idul Adha 1438 Hijriyah, Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari menyerahkan satu ekor sapi jenis limosin kepada Ketua Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan KH Sa’dullah Asy’ari, Jum’at (1/9) pagi.

Hewan Kurban Sapi Limosin untuk Warga Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Hewan Kurban Sapi Limosin untuk Warga Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Hewan Kurban Sapi Limosin untuk Warga Probolinggo

Penyerahan hewan kurban ini disaksikan oleh Wakil Bupati Probolinggo H Ahmad Timbul Prihanjoko, Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin, Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Ahmad Suja’i dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Probolinggo.

Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari menyampaikan bahwa sedekah hewan kurban merupakan salah satu sejarah Nabi Ibrahim saat diuji ketaatannya kepada Allah SWT dan keikhlasan Nabi Ismail atas perintah Allah SWT. “Dengan ketaatan dan keikhlasan inilah yang diharapkan bagi kita sebagai umat muslim selalu taat dan iklas kepada Allah SWT,” katanya.

Sementara Mustayar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin menyatakan bahwa selaku umat Islam yang telah bersedekah hewan kurban merupakan sarana untuk menuju surge.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Bahwasannya pahala bagi orang yang bersedekah hewan kurban ini mempunyai nilai pahala yang tinggi. Yakni 1 (satu) helai bulu hewan kurban sama dengan 10 kebaikan,” ungkapnya.

Pada hari raya Idul Adhan 1438 Hijriyah ini, Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan menerima kurban 5 (lima) ekor sapi. Selain dari Bupati Probolinggo, hewan kurban juga berasal dari Pimpinan DPRD Kabupaten Probolinggo, Dinas Pendidikan, Korpri dan PT. HM Sampoerna. Disamping juga 25 ekor kambing dari beberapa instansi di Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul, Pendidikan, Nasional Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mbah Sahal Penjaga NU dari Politik Praktis

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. KH Salahuddin Wahid yang lazim disapa Gus Solah mengatakan KH MA Sahal Mahfudh atau Mbah Sahal merupakan sosok yang menjaga NU dari infiltrasi politik. Sikapnya yang demikian sejalur dengan posisinya sebagai Rais Aam PBNU.

“Kiai Sahal merupakan ulama besar yang dimiliki NU. Kondisi itu semakin klop dengan posisinya sebagai Rais Aam PBNU,” terang Gus Solah yang kini mengasuh pesantren Tebuireng Jombang, Jumat (24/1).

Mbah Sahal Penjaga NU dari Politik Praktis (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Sahal Penjaga NU dari Politik Praktis (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Sahal Penjaga NU dari Politik Praktis

Karenanya, fikih sosial dan petuah kiai asal Jawa Tengah ini selalu ditunggu umat. Yang lebih mengesankan lagi, menurut Gus Solah, selama ini Mbah Sahal merupakan ulama yang sangat kukuh menjaga NU dalam trek Khittah NU 1926.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mbah Sahal tidak ingin NU terseret ke wilayah politik praktis. Hal itu pula yang terus dijaga Kiai Sahal hingga akhir hayat, kata Gus Solah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kendati demikian, Mbah Sahal pernah kecolongan di tahun-tahun silam saat ia memegang amanah sebagai Rais Aam PBNU. Pada tahun itu NU secara tidak langsung terseret ke wilayah politik praktis. Bahkan Kiai Hasyim Mudzadi sebagai Ketua Umum PBNU maju sebagai cawapres mendampingi Megawati Soekarno Putri.

Meskipun tidak berkenan, Mbah Sahal waktu itu kurang bisa mencegah langkah Pak Hasyim. “Makanya ke depan hal-hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi," kenang Gus Solah. ? (Saiful/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Daerah, Bahtsul Masail, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Rais Syuriyah PBNU: Negara Aman, Iman Jadi Kuat

Pacitan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Rais Syuriah PBNU KH Mustofa Aqil Siroj mengatakan keamanan suatu negara dapat menguatkan rasa keimanan seseorang. Sebab, kata Pengasuh Pesantren Kempek Cirebon ini, bila negara aman dan damai maka dalam beribadah pun seseorang akan menjadi lebih tenang.

"Al-Aman qoblal iman, Aman dulu baru iman," katanya saat memberikan ceramah di hadapan ribuan nahdliyin dalam acara Pengajian peringatan HUT kemerdekaan RI Ke-70 yang diadakan oleh PAC GP Ansor NU Ngadirojo Pacitan, Ahad (30/8) malam.

Rais Syuriyah PBNU: Negara Aman, Iman Jadi Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah PBNU: Negara Aman, Iman Jadi Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah PBNU: Negara Aman, Iman Jadi Kuat

Kiai Mustofa menjelaskan, negara-negara di jazirah arab yang identik disebut dengan negara Islam memiliki ulama yang hebat-hebat tapi negaranya terus dilanda konflik dan peperangan. Para ulama di sana tidak mampu meredam konflik yang berkepanjangan. Sementara di Indonesia yang memiliki bermacam-macam agama dan suku dapat hidup dengan aman dan damai.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kenapa aman? Karena di Indonesia lebih mementingkan semangat kebangsaan dan rasa mecintai tanah air," jelasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dia juga menerangkan, bahwa datangnya Islam di nusantara yang dibawa oleh para Walisongo tidak pernah mengubah atau meminggirkan budaya asli nusantara sehingga Islam dapat diterima dengan mudah tanpa adanya konflik dan pertumpahan darah.

"Islam Nusantara itu bukan madzhab, bukan aliran. Islam Nusantara adalah ciri kenusantaraan. Islam yang mementingkan negara dan tidak bertentangan dengan syariah," tandas adik kandung Ketum PBNU itu.

Pengajian peringatan HUT Kemerdekaan RI dihadiri beberapa kiai seperti Mustasyar PCNU Pacitan, KH Umar Tumbu, Katib Syuriah PBNU, KH Luqman Harits, KH Imam Faqih dan dimeriahkan dengan penampilan seribu rebana dari para santri se-Pacitan. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam, Daerah, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Kontribusi Penuh Pemprov Aceh untuk Pendidikan Islam dalam Pentas PAI

Banda Aceh, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) VIII yang diselenggarakan di Banda Aceh pada 9-14 Oktober 2017 didukung penuh oleh Pemerintah Provinsi Aceh.

Kontribusi Penuh Pemprov Aceh untuk Pendidikan Islam dalam Pentas PAI (Sumber Gambar : Nu Online)
Kontribusi Penuh Pemprov Aceh untuk Pendidikan Islam dalam Pentas PAI (Sumber Gambar : Nu Online)

Kontribusi Penuh Pemprov Aceh untuk Pendidikan Islam dalam Pentas PAI

Dukungan penuh tersebut sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi terhadap kegiatan yang mempertandingkan 22 cabang lomba PAI tersebut sebagai wujud memperkuat karakter keagamaan kepada peserta didik.

Sektretaris Daerah (Sekda) Provinsi Aceh Dermawan menjelaskan, Pemrpov menyediakan sejumlah fasilitas yang diperuntukkan bagi seluruh kontingen, pendamping, juri, dan panitera.

“Pemprov membantu dalam membiayai akomodasi, konsumsi, dan transportasi lokal,” ujar Dermawan, Ahad (8/10) di sela-sela persiapan pembukaan acara yang akan digelar Senin (10/10) di Taman Sulthanah Shafiatuddin Banda Aceh.

Dalam kegiatan bertajuk Merawat Keberagaman, Memantapkan Keberagamaan ini, Pemprov Aceh menyediakan akomodoasi berupa penginapan sebanyak 18 penginapan atau hotel.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk transportasi lokal, Pemprov menyediakan bus mini sebagai alat mobilitas peserta dan pendamping dalam menjalani lomba.

Terkait dengan kontribusi Pemprov Aceh ini, Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama, Imam Safei menyambut baik dan bersyukur Pemprov mempunyai perhatian terhadap pengembangan pendidikan Islam di sekolah.

“Karena kegiatan Pentas PAI ini tidak hanya semata kompetisi dan lomba, tetapi juga dalam rangka memperkuat karakter keagamaan siswa sehingga ikut memperkuat kecintaan pada tanah air yang majemuk ini,” tutur Imam Safei dalam kesempatan terpisah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kegiatan yang melibatkan 907 peserta dari unsur SD, SMP, SMA, dan SMK ini juga akan menyajikan sejumlah penampilan budaya-budaya lokal seperti tari saman, tari Pameulia Jamee, dan Rapai Aceh (sejenis rebana) yang akan dibawakan langsung oleh para siswa dan siswi dari Aceh.

Di antara bidang yang dilombakan yaitu, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Cerdas Cermat PAI, Kaligrafi Islam, Seni Nasyid, Debat PAI, dan Kreasi Busana Muslim.

Selain dihadiri oleh Kepala Kanwil se-Indonesia, kegiatan yang pertama kali digelar di luar Pulau Jawa ini akan dibuka langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Gubernur Provinsi Aceh Irwandi Yusuf. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 26 November 2017

Pimpin IPNU Blimbingsari, Ainurrofiq Janji Fokus Kaderisasi

Banyuwangi, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kecamatan Blimbingsari Banyuwangi menggelar Konferensi Anak Cabang (Konferancab) di kediaman Dani Ainurrofiq, Patoman, Blimbingsari, Banyuwangi. Minggu (11/6) malam.

Terpilih sebagai Ketua PAC IPNU Blimbingsari, rekan Dani Ainurrofiq setelah mendapatkan sebanyak 16 suara mengngguli rivalnya, Cholid Mawardi yang hanya mampu mengumpulkan 13 suara ranting.?

Pimpin IPNU Blimbingsari, Ainurrofiq Janji Fokus Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpin IPNU Blimbingsari, Ainurrofiq Janji Fokus Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpin IPNU Blimbingsari, Ainurrofiq Janji Fokus Kaderisasi

Disamping dihariri seluruh pimpinan ranting, Konferancab Banom NU termuda ini, dihadiri puluhan kader-kader NU Blimbingsari. Nampak hadir pula Direktur Badan Student Crisis Center (SCC) Ibnu Tsani Rosyada dan Direktur Lembaga Pers M. Sholeh Kurniawan sebagai ketua dan skretaris presidium sidang kali ini.

Dalam proses pemilihan, dua nama mencuat sebagai kandidat bakal calon. Kandidat pertama Cholid Mawardi sebagai putra loyal asli Patoman. Demikian pula kandidat kedua Dani Ainurrofiq kader patoman yang baru menyelesaikan studinya di Institut Agama Islam Negeri Jember.

“Saya sampaikan terimakasih atas amanah yang diberikan rekan-rekan semua. Semoga dalam memimpin IPNU kedepan ? dengan dukungan semuanya PAC IPNU Blimbingsari bisa menjadi ujung tombak kaderisasi di NU,”ujarnya.

Sebagai ketua terpilih, Dani bertekat masa kepimpinannnya, akan fokus pada pindidikan dan kaderisasi, sehinga organisasi di masing-masing ranting desa yang ada di Kecamatan Blimbingsari bisa bergerak kembali.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Kaderisasi adalah ujung tombak organisasi. Jelas hal ini dibutuhkan, karena Pimpinan Anak Cabang Blimbingsari ini telah lama vakum tanpa adanya kepengurusan IPNU IPPNU," jelas Dani yang diamini oleh puluhan peserta Konferensi Anak Cabang (Konferancab).

Disamping kaderisasi, sebagai mandataris konferancab, lanjut Dani nantinya IPNU akan mengadakan berbagai event kegiatan yang bisa memenuhi kebutuhan anggota.?

"Saya selaku ketua terpilih tidak akan mengekang kader-kader saya. Kepemimpinan saya sangat mengutamakan nilai-nilai demokrasi. Artinya seluruh kader berhak mengajukan kegiatan apa nantinya yang akan diminati. Entah itu, olahraga, seni budaya, jurnalistik, dan bidang keilmuan lainnya. Pasti nantinya akan saya tindak lanjuti," terang Dani.

Usai pelaksanaan konferensi mereka semua yang hadir bersama ketua teepilih membahas tentang persiapan Buka bersama yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini. (M. Sholeh Kurniawan/ Muslim Abdurahman)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pendidikan, News, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 24 November 2017

Pensiun dari BAIS, Pria Ini Berkhidmah di Banser

Batam, Kedung Sukun Adiwerna Tegal -?

Purna tugas dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) Tentara Nasional Indonesia (TNI), Dhani Subagyo, memilih berkhidmah di Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Alasan sederhana dikemukakan Dhani terhadap keyakinannya bergabung dengan kader inti Gerakan Pemuda Ansor di Kota Batam, Kepulauan Riau.

"Dari Banser, saya bisa belajar ilmu ikhlas," kata pria kelahiran Magelang, Jawa Tengah, 1953 itu, di Batam, Rabu (30/11).

Pensiun dari BAIS, Pria Ini Berkhidmah di Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Pensiun dari BAIS, Pria Ini Berkhidmah di Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Pensiun dari BAIS, Pria Ini Berkhidmah di Banser

Sebelum bertugas di BAIS, Dhani merupakan prajurit Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) yang kini dikenal sebagai Komando Pasukan Khusus yang lebih terkenal dengan nama Kopassus.

"Sebagai seorang prajurit, apapun ceritanya, menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia ialah keharusan tak boleh selesai. Maka setelah pensiun 2005, saya bergabung dengan Banser," paparnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dhani bertugas di Batam sejak 2002, purna tugas sebagai perwira. "Di Banser ini saya ambil barokahnya saja. Karena Banser gajinya tidak jelas alias tidak ada, tapi perintah dari pimpinan jelas dan harus dilaksanakan. Maka saya katakan tadi, di Banser belajar ilmu ikhlas. Samina wa athona, kami dengar kami taat," ujar dia lagi.

Saat PP GP Ansor 22 hingga 28 November 2016 menggelar Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) III, di Asrama Haji Batam Centre, Engku Putri, Kota Batam, Kepulauan Riau, Dhani yang pensiunan perwira itu tak segan mentraktir atau mengambilkan kopi bagi Banser-Banser muda. Namun demikian, jika ada Banser tak berpakaian rapi atau mengenakan baret tak sesuai, ia tak segan menegur dan membenahi kesalahan tersebut.

"Saya senang saja di Banser, dan yang jelas, Suparti, istri saya akhirnya mualaf," pungkasnya. (Gatot Arifianto/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul, Fragmen, Kajian Kedung Sukun Adiwerna Tegal

World Islamic Economic Forum Digelar di London

London, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Lebih dari 2,600 politisi dan pebisnis Muslim menghadiri World Islamic Economic Forum (WIFE), yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di luar negara Muslim?

World Islamic Economic Forum Digelar di London (Sumber Gambar : Nu Online)
World Islamic Economic Forum Digelar di London (Sumber Gambar : Nu Online)

World Islamic Economic Forum Digelar di London

Acara ini dibuka oleh Perdana Menteri Malaysia Najib Razaq. Beberapa pemimpin Negara lainnya seperti Presiden Afganistan Hamid Karzai, PM Pakistan Nawaz Sharif, PM Tunisia Ali Laarayedh, dan anggota tripartis kepresidenan Bosnia Herzegovina Bakir Izetbegovic diharapkan menyampaikan pandangannya dalam forum bertajuk “Dunia Baru, Hubungan Baru”

Event yang berlangsung tiga hari ini sekaligus menjadi kesempatan bagi Inggris untuk meluncurkan Sukuk, atau obligasi berbasis syariah senilai 200 juta poundsterling.?

PM Inggris David Cameron pada kesempatan peluncuran mengatakan Inggris berencana menjadi pusat keuangan Islam, di Barat, dan menambahkan bahwa Inggris berharap dapat menawarkan £200 juta sukuk pada 2014, dan sekaligus merupakan negara non Muslim yang pertama kali melakukannya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selanjutnya, Bursa Efek London juga akan meluncurkan indeks berbasis syariah dalam waktu dekat. Pengumuman ini merefleksikan keinginan pemerintah Inggris untuk terlibat dalam pertumbuhan investasi Islam yang cepat, yang tumbuh sampai 150 persen sejak 2006. Tahun depan, nilainya diharapkan mencapari £1.3 milyar.?

"London merupakan pusat keuangan Islam terbesar di luar Negara Muslim. Dan menjadi ambisi kita untuk bergerak lebih jauh,” kata Cameron, dia menambahkan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Karena saya tidak hanya ingin London menjadi ibukota keuangan Islam di dunia Barat, tetapi saya menginginkan London berdiri sejajar dengan Dubai sebagai satu pusat keuangan Islam di dunia." (iina/mukafi niam)

Foto: IINA

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ulama, Lomba, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Merevolusi Cara Pandang Beribadah

"Bagaimana cara kita menghadirkan Allah dalam tiap ibadah kita sehingga kita semakin dekat dengan-Nya?" Demikian pertanyaan salah seorang peserta pengajian kitab Al-Hikam yang digelar Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) di Masjid An-Nahdlah, Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (13/1).

"Kita perlu merevolusi cara pandang kita dalam beribadah," jawab sang pengasuh, KH Luqman Hakim. "Kita seringkali kebolak-balik dalam memandang sesuatu."

Merevolusi Cara Pandang Beribadah (Sumber Gambar : Nu Online)
Merevolusi Cara Pandang Beribadah (Sumber Gambar : Nu Online)

Merevolusi Cara Pandang Beribadah

Menurut Kiai Luqman, Allah sesungguhnya sudah lebih dulu hadir sejak kita terbesit untuk beribadah kepada-Nya. Allah menggandeng hamba-Nya untuk berbuat baik, sehingga tergeraklah ia berbuat demikian. Tanpa kuasa-Nya manusia tak sanggup melakukan apa-apa, bahkan untuk sekadar berniat sekalipun. Orang-orang yang tergerak beribadah atau berbuat baik adalah orang-orang terpilih, yang menerima panggilan suci dari Sang Mabûd, Allah subhânahu wataala.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Logika bahwa manusia beribadah atau berbuat baik untuk tujuan mendekatkan diri (taqarrub) adalah pandangan yang membalik kenyataan tersebut. Anggapan itu menampilkan seolah hamba berjalan sendiri dan akan menuju Tuhannya. Padahal, titik berangkat justru dari Allah (mina-Llâh), dan seyogianya berbuat dengan kesadaran bahwa ia selalu bersama Allah (bi-Llâh), dan seluruh aktivitas hanya untuk satu tujuan, yakni Allah (li-Llâh).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kiai Luqman menyampaikan hal itu pada sesi tanya-jawab dalam pengajian perdana yang membahas aforisme Al-Hikam pertama tentang ketergantungan hamba terhadap amal kebaikan (al-itimâd alal amal).

Lantas mengapa seseorang beribadah tapi sering tidak menemukan kekhusukan?

"Kita pernah kan pulang kerja malam-malam, belum shalat isya, lalu rasanya berat sekali mau menunaikan sembahyang? Begitu kita sudah shalat, beres, rasanya plong banget," ujanrnya.

Bagi Kiai Luqman, rasa "plong" itu justru mengindikasikan ada problem dalam ibadah kita. Karena kelegaan itu jelas berangkat dari menganggap shalat sebagai sebuah beban. Ketika beban terselelesaikan maka ringanlah sudah urusan. Ini bagian dari kinerja nafsu. Karena seyogianya ketenangan terjadi bukan setelah seseorang rampung shalat tapi saat berada dalam shalat. Lagi pula ketenangan sebetulnya bukan tujuan itu sendiri, karena tujuan yang sejati adalah Allah (li-Llâh).

Hal ini juga kerap terjadi pada dzikir dan ibadah-ibadah lainnya. "Ketika kita berdzikir lalu kemudian merasakan nikmat sekali, segera sadarkan diri kita bahwa kenikmatan itu hanyalah hikmah (efek samping, red), bukan tujuan," lanjutnya.

Begitulah, rangkaian kesadaran mina-Llâh, bi-Llâh, dan li-Lâh mesti berjalin seiring untuk menepis seorang hamba terjerat dalam sikap mengandalkan amal kebaikannya (al-itimâd alal amal). Kata Kiai Luqman, makluk pertama yang terjangkit penyakit al-itimâd alal amal adalah iblis. Karena telah beribadah dan tak pernah maksiat kepada Allah selama 80 ribu tahun, ia merasa perlu menolak perintah Allah untuk sujud hormat kepada Nabi Adam alaihis salam.

Pengajian kitab Al-Hikam karya Syekh Ibnu Athaillah ini bersifat terbuka untuk umum. LDNU selaku penyelenggara menjadwalkan ngaji tasawuf ini tiap Rabu kedua saban bulan, tepat usai sembahyang Dhuhur secara berjamaah di masjid setempat. Pengaian Al-Hikam ini menjadi bagian dari pengajian mingguan tiap Rabu, yang digelar dengan materi dan narasumber yang beragam. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal IMNU, Nahdlatul, Amalan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 07 November 2017

LSPT Sediakan Layanan Kesehatan Gratis Peziarah Makam Gus Dur

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pesantren Tebuireng menyediakan layanan kesehatan gratis bagi para peziarah wisata religi makam Gus Dur. Layanan kesehatan itu disediakan Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) bagi mereka yang mengalami gangguan kesehatan saat berkunjung.

LSPT Sediakan Layanan Kesehatan Gratis Peziarah Makam Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
LSPT Sediakan Layanan Kesehatan Gratis Peziarah Makam Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

LSPT Sediakan Layanan Kesehatan Gratis Peziarah Makam Gus Dur

Pusat layanan kesehatan gratis bagi peziarah ini berada tidak jauh dari areal makam Gus Dur, berjarak sekitar 50 meter, yakni berada di lorong pintu masuk menuju makam.? Dilengkapi dua petugas medis kamar berukuran 2,5 meter x 4 meter itu juga dilengkapi tabung oksigen dan tempat tidur. "Dua petugas berjaga sejak pukul 08.00 hingga pukul 15. 00 WIB. Layanan ini paling tidak bisa membantu mereka yang kelelahan saat perjalan," ujar Ani Iswandari, salah satu petugas medis, ditemui usai memeriksa pasien, Kamis (25/12) siang.

Dikatakannya, dalam sehari tidak kurang 30 hingga 40 peziarah yang memanfaatkan layanan kesehatan gratis tersebut. Bahkan dalam tiga hari terakhir layanan kesehatan menerima pasien peziarah hingga 60 orang. "Ada yang sempat pingsan dan ada juga yang hanya cek up karena lemas disebabkan makanan yang dikonsumsi saat perjalanan," bebernya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Disamping melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan peziarah, LSPT juga memberikan obat gratis dan juga air mineral untuk mengembalikan stamina. "Jika kondisinya cukup parah, kita juga menyiapkan ambulan untuk mengantarkan peziarah dirujuk ke rumah sakit terdekat," imbuh perempuan berjilbab ini.

Sekadar diketahui, saat liburan sekolah makam mantan Ketua PBNU, Gus Dur semakin dipadati peziarah. Mereka datang dari berbagai daerah di Pulau Jawa bahkan juga Lombok NTB. "Ada yang rombongan 10 bus, ada yang 5 dan juga ada yang hanya sekeluarga," terang Hasan salah satu penjaga kawasan makam Gus Dur mengungkapkan. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 04 November 2017

Warga NU Kota Demak Serta Para Santri Gelar Tahlil

Demak, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Demak Kota bekerja sama dengan Komunitas Santri Demak (KSD) mengirimkan doa dan tahlil untuk Rais KH MA Sahal Mahfudh di aula pesantren Nurul Hikmah Merbotan Bintoro Demak, Jum’at (7/3) malam. Peringatan ini digelar untuk meneladani Rais Aam PBNU itu.

Rais Syuriyah NU Demak KH Alawy Mas’udi menceritakan Mbah Sahal sebagai sosok yang arif dan bijaksana di mana Rais Aam PBNU bersifat sedikit bicara dan mudah mengerti. Saat pulang dari Mekkah, ia dititipkan kitab oleh Syeh Yasin Padang untuk Mbah Sahal,

Warga NU Kota Demak Serta Para Santri Gelar Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Kota Demak Serta Para Santri Gelar Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Kota Demak Serta Para Santri Gelar Tahlil

“Saat saya pulang dari Mekah dititipi Syeh Yasin persoalan bangsa Indonesia dan kitab untuk dikasihkan ke Mbah Sahal. Ia hanya bilang, ‘Ya terima kasih’ saat saya menyampaikan salam Syekh Yasin,” tutur Kiai Alawy.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Kiai Alawy, bicara seperlunya merupakan tanda orang alim. “Kiai seperti Mbah Sahal kalau mengeluarkan fatwa tidak semaunya sendiri tapi berdasarkan ilmu, bagaimana caranya masalah fiqih bisa diterima oleh masyarakat secara keseluruhan,” imbuhnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Tampak hadir dalam peringatan 40 hari tahlil Mbah Sahal, Ketua MUI KH Moh Asyik, pejabat pemda Demak, Ketua Alumni Maslakul Huda yang juga kepala pengadilan. Peringatan ini ditutup dengan sajian menu khas santri, pecel terong. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Sejarah, Nahdlatul, Nahdlatul Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock