Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2018

Perpustakaan Mini Kini Jadi Trend di Dunia

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sesuai sebutannya, perpustakaan ini hanya menyediakan beberapa buku, biasanya hanya dalam hitungan puluhan, di tempatkan di kotak kecil dengan aneka bentuk di depan rumah-rumah warga.

Perpustakaan Mini Kini Jadi Trend di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Perpustakaan Mini Kini Jadi Trend di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Perpustakaan Mini Kini Jadi Trend di Dunia

Orang bisa membaca, meminjam, atau menyumbangkan buku.

"Pekan lalu, kami mendapatkan 11 buku baru," kata Kevin Sullivan, salah seorang pengelola perpustakaan mini di Bethesda, di pinggiran Washington DC, kepada kantor berita AFP dan dilansir oleh BBC Indonesia.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Perpustakaan ini sebagai hadiah untuk istri saya. Ia kutu buku," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sullivan punya koleksi 30 buku di kotak yang ia tempatkan di depan garasi rumahnya, sebagian adalah buku-buku anak.

Mendunia

Ia dan istrinya tinggal tidak jauh dari sekolah dan mereka berharap orang tua dan murid menyempatkan waktu membaca buku-buku tersebut.

Konsep perpustakaan mini diperkirakan lahir di satu kota kecil di negara bagian Wisconsin pada 2009 ketika Todd Bol membangun rumah buku untuk menghormati ibunya yang baru saja meninggal.

Di rumah buku itu ia tempatkan koleksi buku-buku milik orang tuanya dan di atasnya ditulis papan pengumuman berbunyi "buku-buku gartis".

Tak lama kemudian tetangga-tetangga Bol mengikuti jejaknya dengan membuat kotak dengan aneka ukuran dan bentuk dan mengisinya dengan buku.

Kotak buku ini biasanya ditaruh di depan garasi atau di pagar rumah.

Kini perpustakaan mini menyebar hingga Ukraina dan Pakistan.

Pada Oktober lalu Bol mengirim tak kurang dari 20 perpustakaan mini ke Ghana.

"Sekarang ada 15.000 perpustakaan mini di 55 negara, di 50 negara bagian. Rata-rata ada 700-1.000 perpustakaan mini muncul setiap bulannya," kata Bol. (mukafi niam)

Foto: BBC

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, Ahlussunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 19 Februari 2018

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal 



Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ishfah Abidal Aziz mengatakan, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Rabu (6/9) di Istana Negara Jakarta merupakan hasil dari perjuangan para kiai dan warga NU. Hanya NU yang secara terbuka melakukan penolakan di mana-mana dalam waktu yang cukup panjang.

Tanpa mengurangi peran kiai dan pengurus NU yang lain, lebih khusus, Ishfah memuji Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj tak bosan-bosannya berjuang keras dalam menolak Permendikbud 23 yang kemudian dibatalkan Perpres itu. Kiai Said mengkampanyekan menolak kebijakan yang mengandung muatan full day school (FDS) itu di mana-mana dalam setiap kesempatan.  

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Terbitnya Perpres 87/2017, Usaha Keras Ketum PBNU Demi Madrasah

“Perpres yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo hari ini tak lepas atas usaha keras Kiai Said yang intens berjuang melalui komunikasi dan pertemuan intensif dengan Presiden,” katanya di gedung PBNU, Jakarta. 

Menurut Ishfah, Kiai Said bertemu presiden tidak kurang dari tiga kali dan sekali dengan Wapres untuk meminta Permendikbud dibatalkan. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Upaya Kiai Said itu, lanjutnya, karena kecintaanya terhadap madrasah diniyah dan pesantren demi kaum Nahdliyin. 

“Bukan karena menterinya dari Muhammdiyah lantas NU menolak Permendikbud itu. Sekalipun menterinya dari NU, Kiai Said akan menolak jika kebijakan itu ngotot dilakukan,” jelasnya.

Apresiasi atas usaha PBNU itu disampaikan Pengurus Cabang NU di daerah-daerah. Hinggga sore tadi, Kiai Said menerima telpon dari Cirebon, Majalengka, Bogor (Jawa Barat), Demak, Jepara (Jawa Tengah), Kota Surabaya dan PW Jawa Timur. Mereka mengucapkan terima kasih kepadanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Berikut perbedaan Permendikbud 23/2017 dan Perpres 87/2017 soal peraturan hari sekolah:

Permendikbud 23/2017





Pasal 2: 

(1) Hari Sekolah dilaksanakan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(2) Ketentuan 8 (delapan) jam dalam 1 (satu) hari atau 40 (empat puluh) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), termasuk waktu istirahat selama 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(3) Dalam hal diperlukan penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (2), Sekolah dapat menambah waktu istirahat melebihi dari 0,5 (nol koma lima) jam dalam 1 (satu) hari atau 2,5 (dua koma lima) jam selama 5 (lima) hari dalam 1 (satu) minggu.

(4) Penambahan waktu istirahat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak termasuk dalam perhitungan jam sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 

Perpres 87/2017

Pasal 9: 

(1) Penyelenggaraan PPK pada jalur Pendidikan Formal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dilaksanakan selama 6 (enam) atau 5 (lima) hari sekolah dalam 1 (satu) Minggu.

(2) Ketentuan hari sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diserahkan pada masing-masing satuan pendidikan bersama-sama dengan Komite Sekolah/Madrasah dan dilaporkan kepada Pemerintah Daerah atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama setempat sesuai dengan kewenangan masing-masing.

(3) Dalam menetapkan 5 (lima) hari sekolah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), satuan pendidikan dan Komite/Sekolah Madrasah mempertimbangkan: 

a. kecukupan pendidik dan tenaga kependidikan; 

b. ketersediaan sarana dan prasarana; 

c. kearifan lokal; dan 

d. pendapat tokoh masyarakat dan/atau tokoh agama di luar Komite Sekolah/Madrasah. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam, Ahlussunnah, Halaqoh Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 13 Februari 2018

Sejarah Tahlil

Judul Buku : Sejarah Tahlil

Penulis : KH Muhammad Danial Royyan

Tebal : viii, 72

Penerbit : LTN NU Kendal bekerjasama dengan Pustaka Amanah Kendal

Sejarah Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejarah Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejarah Tahlil

Cetakan : pertama, 17 Februari 2013

Peresensi : Fahroji

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Munculnya kembali ideologi dan faham Salafi Wahabi dengan berbagai bentuk organisasinya yang telah menyebar ke tengah masyarakat lintas bangsa dan negara (ideologi transnasional) sekarang ini yang cenderung memusyrikkan dan membid’ahkan amaliah yang sudah ada, maka, mau tidak mau semua hal yang berkaitan dengan amaliah agama harus diketahui lengkap dengan dalil-dalilnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kondisi tersebut telah menimbul keprihatinan di kalangan ulama dan pengurus NU di berbagai wilayah dan cabang, salah satunya PCNU Kendal. KH Muhammad Danial Royyan penulis buku ini yang juga ketua tanfidziyah PCNU Kendal periode 2012-2017 menuangkan kegelisahannya dengan menulis buku Sejarah Tahlil. Tradisi Tahlilan yang merupakan salah satu sasaran tembak bagi kaum salafi wahabi perlu mendapatkan pembelaan agar kaum Nahdliyyin tidak menjadi ragu atas amaliah yang dilakukan secara turun-temurun dan masih berkembang di masyarakat hingga saat ini.

Buku Sejarah Tahlil yang dicetak dalam ukuran saku tersebut memaparkan bagaimana tradisi bacaan Tahlil sebagaimana yang dilakukan kaum muslimin sekarang ini tidak terdapat secara khusus pada zaman nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Tetapi tradisi itu mulai ada sejak zaman ulama muta’akhirin sekitar abad sebelas hijriyah yang mereka lakukan berdasarkan istimbath dari Al Qur’an dan Hadits Nabi SAW, lalu mereka menyusun rangkaian bacaan tahlil, mengamalkannya secara rutin dan mengajarkannya kepada kaum muslimin.

Dalam buku tersebut juga diulas siapa sebenarnya yang pertama kali menyusun rangkaian bacaan tahlil dan mentradisikannya. Menurut penulis buku ini, hal tersebut pernah dibahas dalam forum Bahtsul Masail oleh para kyai Ahli Thariqah. Sebagian mereka berpendapat bahwa yang pertama menyusun tahlil adalah Sayyid Ja’far Al- Barzanji. Sedangkan pendapat yang lain mengatakan bahwa yang menyusun tahlil pertama kali adalah Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad.

Dari dua pendapat tersebut, pendapat yang paling kuat tentang siapa penyusun pertama tahlil adalah Imam Sayyid Abdullah bin Alwi Al Haddad. Hal itu didasarkan pada argumentasi bahwa Imam Al- Haddad yang wafat pada tahun 1132 H lebih dahulu daripada Sayyid Ja’far Al – Barzanji yang wafat pada tahun 1177 H.

Pendapat tersebut diperkuat oleh tulisan Sayyid Alwi bin Ahmad bin Hasan bin Abdullah bin Alwi Al-Haddad dalam syarah Ratib Al Haddad, bahwa kebiasaan imam Abdullah Al Haddad sesudah membaca Ratib adalah bacaan tahlil. Para hadirin yang hadir dalam majlis Imam Al Haddad ikut membaca tahlil secara bersama-sama tidak ada yang saling mendahului sampai dengan 500 kali.

Disamping mengulas sejarah tahlil, buku setebal 72 hal itu juga membahas argumentasi tahlil dan pahala bacaanya yang diyakini bisa sampai kepada mayyit. Pada bab-bab berikutnya penulis juga mengupas tentang talqin dan ziarah kubur lengkap dengan pengertian, tatacara dan argumentasi pelaksanaannya. Buku ini wajib dibaca oleh warga Nahdliyyin di Kendal karena memang diterbitkan dalam rangka penggalian dana NU Kendal dan menggantikan model penggalian dana dengan lewat stiker. Sungguhpun demikian buku ini juga perlu dibaca oleh warga NU dimana saja berada.

Peresensi adalah kontributor Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kendal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Halaqoh, Pemurnian Aqidah, Ahlussunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Ciptakan Inkubator Pintar, Tim M-Sains Robotika SMA Nuris Sabet Juara

Jember, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Dalam lomba Inovasi Teknologi Tingkat Nasional di Institut Teknologi Bandung (ITB) belum lama ini, tim SMA Nuris berhasil menyabet runner up. Dalam lomba tersebut, tim SMK Nuris menyuguhkan temuan terbarunya, yakni berupa inkubator telur yang ramah lingkungan berbasis sistem kontrol otomatis.

Temuan tersebut diberi nama D’TRONIC GATOR. Inkubator ini, tergolong pintar. Sebab, ia dapat merekayasa jenis kelamin anak ayam sesuai yang diinginkan manusia. Menurut salah seorang yang terlibat dalam proses pembuatan alat tersebut, Abdul Wahab, D’TRONIC GATOR berfungsi untuk meningkatkan presentase penetasan telur sekaligus mempercepat proses penetasannya.

“Cita-cita besar kami adalah dengan alat ini kelak Indonesia bisa swasembada daging serta meningkatkan ekspor daging ayam ke berbagai negara,” ujar siswa kelas XII (IPA) SMA Nuris tersebut kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal di Jember, Ahad (25/9).

Ciptakan Inkubator Pintar, Tim M-Sains Robotika SMA Nuris Sabet Juara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ciptakan Inkubator Pintar, Tim M-Sains Robotika SMA Nuris Sabet Juara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ciptakan Inkubator Pintar, Tim M-Sains Robotika SMA Nuris Sabet Juara

Wahab lalu menjelaskan cara kerja alat tersebut. Langkah pertama, masukkan telur ke dalam inkubator D’TRONIC GATOR. Kemudian tekan reset pada tombol Ardiuno Uno. Jika telur tersebut ingin tertetas dengan jenis kelamin jantan, maka cukup tekan tombol ON pada papan jantan. Jika yang diinginkan adalah jenis kelamin betina, maka tekan tombol betina.

“Tombol tersebut untuk mengatur suhu yang berpengaruh pada rekayasa genetika anak ayam,” tukas anggota M-Sains Robotika SMA Nuris tersebut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Wahab tidak sendiri. Ia bersama rekannya, Reza Baihaqi dan Rohul Ikhsan bahu-membahu menciptakan D’TRONIC GATOR di bawah arahan Yudistira selaku tentor M-SAINS Robotika SMA Nuris.

Pengasuh Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember, Gus Robith Qashidi mengaku bangga dengan prestasi anak didiknya tersebut. “Ini bukti bawah santri juga bisa,” ucapnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)



Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ahlussunnah, Ubudiyah, Olahraga Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Ishari NU Jepara Siap Gelar Parade Rebana dan Lailatul Hadrah

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pimpinan Cabang Ikatan Seni Hadrah Indonesia Nahdlatul Ulama (Ishari NU) Kabupaten Jepara tengah menyiapkan gelaran parade rebana dan lailatul hadrah dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) NU ke-93 di gedung NU Jepara, Jawa Tengah, pada Senin 28 Maret 2016.

Ishari NU Jepara Siap Gelar Parade Rebana dan Lailatul Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ishari NU Jepara Siap Gelar Parade Rebana dan Lailatul Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ishari NU Jepara Siap Gelar Parade Rebana dan Lailatul Hadrah

Koordinator parade rebana dan lailatul hadrah, Ulil Albab mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dalam rangka harlah NU ke 93 yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Jepara tahun 2016.

"Parade rebana yaitu grup atau jam’iyyah rebana perwakilan dari MWC, Ranting, madrasah akan menampilkan karya seni rebana klasik dan melantunkan lagu Shalawat juga syair-syair religi secara bergantian. Adapun lailatul hadrah yaitu malam maulidur rosul dengan diiringi grup atau jam’iyyah rebana dari perwakilan MWCNU atau Ranting NU se-Kabupaten Jepara," jelas Ulil Ahad (6/3).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Panitia Harlah NU ke 93 masih membuka pendaftaran bagi Jamiyyah/grup rebana yang berkeinginan untuk mengikuti parade rebana dan lailatul hadrah. "Silakan bagi yang mau daftar untuk segera mendaftarkan diri ke sekretariat harlah NU ke 93 di Gedung NU Jepara jalan pemuda nomer 51 Jepara, katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Panitia lain, Ahris, menjelaskan secara detail syarat ketentuanya, antara lain peserta parade menampilkan karya seni rebana klasik (hadrah). Setiap grup dengan 10 personel datang sebelum acara dimula. Waktu penampilan 15 menit. Serta membawa alat sendiri. “Untuk lailatul hadrah peserta memakai pakaian putih dan sarung hitam dan membawa alat sendiri yaitu 4 hadrah (terbang)," kata Ahris. (Miqdad Syaroni/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ahlussunnah, Quote, Makam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Kader Ansor Soloraya Ikuti Pelatihan Analisa Konflik Sosial

Solo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Perwakilan kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Solo bersama sejumlah elemen kepemudaan lainnya, mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas masyarakat dalam penyelesaian konflik sosial yang diadakan Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Provinsi Jawa Tengah, Rabu-Kamis (16-17/3), di Hotel Sahid Solo, Jawa Tengah.

Kegiatan yang mengambil tema “Melalui Koordinasi dan Konsultasi Kita Tingkatkan Peran Serta Masyarakat dalam Penanganan Konflik di Daerah” tersebut menghadirkan beberapa pembicara, di antaranya adalah Wakil Rais Syuriyah PWNU Jateng, KH. M. Dian Nafi dan Dosen FISIP Universitas Wahid Hasyim Semarang, Joko J. Prihatmoko.

Kader Ansor Soloraya Ikuti Pelatihan Analisa Konflik Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor Soloraya Ikuti Pelatihan Analisa Konflik Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor Soloraya Ikuti Pelatihan Analisa Konflik Sosial

Salah satu peserta dari Ansor, Choirudin Ahmad, menuturkan pelatihan ini penting bagi kader, kaitannya dalam mengelola manajemen konflik organisasi dan masyarakat.

“Bagaimana pun di sebuah organisasi, termasuk Ansor pasti terdapat konflik baik antar kader maupun dengan masyarakat, tinggal bagaimana kita mengelola konflik tersebut agar bernilai positif bagi semua,” terang Choirudin, yang juga Ketua PC GP Ansor Boyolali itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu, panitia pelaksana kegiatan pelatihan, Budiyanto menjelaskan pihaknya menyelenggarakan kegiatan ini sebanyak dua kali. “Angkatan pertama dilaksanakan sekarang, kemudian angkatan berikutnya rencana akan kembali diselenggarakan di Solo, 30-31 Maret mendatang,” paparnya.

Pihaknya berharap melalui penyelenggaraan pelatihan ini, dapat menberikan bekal kepada masyarakat dalam penyelesaian konflik sosial. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pondok Pesantren, Ahlussunnah, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Hukum Minum oleh Khatib atau Jamaah Saat Khutbah Berlangsung

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Kedung Sukun Adiwerna Tegal yang kami hormati. Semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Dalam kesempatan ini kami akan menanyakan tentang hukum meminum pada saat khutbah sedang berlangsung. Saya pernah melihat teman saya yang mengikuti shalat Jumat, karena kehausan pada saat khutbah berlangsung ia meminum air karena kehausan.

Hukum Minum oleh Khatib atau Jamaah Saat Khutbah Berlangsung (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Minum oleh Khatib atau Jamaah Saat Khutbah Berlangsung (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Minum oleh Khatib atau Jamaah Saat Khutbah Berlangsung

Yang ingin kami tanyakan, bagaimana hukum meminum pada saat khutbah, baik itu dilakukan oleh jamaah maupun khatib. Apakah minum itu membatalkan Jumatnya? Mohon jawabannya. Atas jawabannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ’alaikum wr. wb. (Ali/Karawang)

Jawaban

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Jamaah shalat sudah seharusnya bersikap khusyuk menyimak isi khutbah Jumat ketika khutbah berlangsung, dan tidak menyibukkan diri dengan hal-hal lain. Inilah etika yang semestinya diperhatikan oleh jamaah shalat Jumat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sampai pada titik ini tidak ada persoalan yang berarti. Tetapi kemudian muncul persoalan bagaimana jika pada saat khutbah berlangsung kemudian kita merasa haus atau ingin minum untuk menghilangkan dahaga. Selanjutnya bagaimana jika khathib di tengah khuthbahnya kehausan kemudian minum? Apakah berpengaruh pada keabsahan jumat atau tidak?

Dalam konteks ini ada baiknya kita menelisik keterangan atau penjelasan para ulama dalam soal minum pada saat khutbah berlangsung. Salah satu di antara mereka adalah Abul Husain Yahya bin Abil Khair Al-‘Umrani atau yang lebih dikenal dengan nama ‘Umrani, salah satu ulama dari kalangan Madzhab Syafi‘i, dalam kitab Al-Bayan-nya yang merupakan syarah atas kitab Al-Muhadzdzab karya Abu Ishaq As-Syirazi.

Dalam kitab ini Al-‘Umrani menyuguhkan perbedaan pandangan para fuqaha dalam menyikapi soal minum saat khuthbah sedang? berlangsung. Menurutnya, boleh minum pada saat khutbah berlangsung baik karena kehausan (al-‘athsy) maupun karena untuk menyegarkan badan (at-tabarrud). Tetapi menurut keterangan Al-‘Umrani ada pandangan lain yang tidak memperbolehkan, yaitu pandangan yang dianut oleh Imam Malik, Imam Ahmad, dan Al-Auza‘i.

Al-Auza‘i dengan tegas menyatakan bahwa minum pada saat khutbah berlangsung membatalkan jumatan. Argumentasi yang diajukan oleh Al-‘Umrani dalam menolak pandangan yang menyatakan bahwa meminum pada saat khutbah berlangsung dapat membatalkan jumatan adalah qiyas aulawi, yaitu apabila berbicara pada saat khutbah berlangsung tidak dianggap dapat membatalkan jumatan, maka minum tentu lebih tidak membatalkannya.

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Boleh minum pada saat khuthbah sedang berlangsung karena haus atau untuk menyegarkan badan. Sedang menurut Imam Malik, Imam Ahmad, dan Al-Auza‘i tidak boleh. Bahkan Al-Auzai menyatakan, jika hal tersebut (minum pada saat khutbah sedang berlangsung) terjadi, maka batal jumataannya. Dalil atau alasan kami adalah bahwa sesungguhnya berbicara ketika tidak dianggap membatalkan jumatan, maka meminum itu lebih utama (tidak membatalkannya),” (Lihat Al-‘Umrani, Al-Bayan fi Syarhil Muhadzdzab, cet ke-1, 1429-1430 H/2009 M, Beirut, Darul Fikr, juz I, halaman 480).

Senada dengan Al-‘Umrani adalah Muhyiddin Syarf An-Nawawi ulama yang lahir setelahnya dan menjadi rujukan penting dalam Madzhab Syafi‘i, serta sama-sama memberikan catatan atas kitab Al-Muhadzdzab karya Abu Ishaq As-Syirazi.

Tetapi dalam soal kebolehan meminum pada saat khutbah berlangsung redaksi yang digunakan Muhyiddin Syarf An-Nawawi–menurut hemat kami–lebih gamblang karena secara eksplisit menyebut baik bagi jamaah shalat Jumat (qaum) maupun khathibnya.

Menurut An-Nawawi, dalam pandangan Madzhab Syafi‘i apabila meminumnya karena haus, maka tidak ada masalah. Berbeda jika meminumnya bukan karena untuk menghilangkan rasa haus, tetapi karena taladzdzudz (bersenang-senang), maka hukumnya adalah makruh. Kedua hal ini berlaku baik bagi jamaah shalat Jumat maupun khathibnya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sunah bagi jamaah shalat Jumat untuk menghadap khatib seraya menyimak baik-baik isi khutbahnya dan tidak boleh menyibukkan dengan selainnya sehingga para ulama madzhab kami (Madzhab Syafi‘i) berpendapat bahwa makruh bagi mereka minum untuk taladzdzud (bersenang-senang), dan tidak menjadi masalah jika meminum karena haus baik bagi jamaah maupun khatibnya. Ini adalah pandangan madzhab kami,” (Lihat Muhyiddin Syarf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Jeddah, Maktabah Al-Irsyad, juz IV, halaman 401).

An-Nawawi juga menyuguhkan pandangan Ibnul Mundzir yang menyatakan, “Saya tidak tahu hujjah ulama yang melarang minum saat khutbah sedang berlangsung.”

Bahkan tidak hanya sampai di sini, ia mengemukakan pernyataan Al-‘Abdari yang menyatakan bahwa pandangan Al-Auza‘i yang menganggap minum pada saat khutbah berlangsung dapat membatalkan jumatan bagi pelakunya adalah pandangan yang berlawanan dengan ijma’ ulama.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Ibnul Mundzir mengatakan bahwa Thawus, Mujahid, dan Imam Syafii memberikan rukhsah. Sedangkan Imam Malik, Al-Auza‘i, dan Imam Ahmad melarang minum saat khutbah sedang berlangsung. Al-Auza‘i berpendapat kebatalan jumatan ketika minum saat imam atau khathib sedang berkhutbah. Sedangkan Ibnul Mundzir memilih pendapat untuk membolehkannya. Ia berkata, ‘Saya tidak tahu hujjah ulama yang melarang minum saat khutbah sedang berlangsung.’ Sedang Al-‘Abdari menyatakan, ‘Pendapat Al-Auza‘i menyalahi ijma’ ulama,’” (Lihat An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, juz, IV, h. 401)

Mengacu pada penjelasan di atas, kita dapat memahami bahwa minum pada saat khutbah sedang berlangsung karena haus adalah diperbolehkan, baik bagi jamaah maupun bagi khathib. Tetapi akan menjadi makruh apabila minum dilakukan karena hanya ingin bersenang-senang saja atau sekadar ingin minum padahal tidak haus.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamiuth thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.



(Mahbub Ma’afi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Doa, Ahlussunnah, Habib Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

PBNU Gelar Tahlilan untuk Kiai-Santri Korban G30S PKI

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar kegiatan tahlilan untuk para kiai dan santri yang menjadi korban serangkaian pemberontakan yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) beberapa tahun silam.

Kegiatan akan diselenggarakan di aula lantai 8 kantor PBNU, jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat, Senin (1/10) pukul 18.30 WIB dan akan dipimpin oleh sejumlah kiai.

PBNU Gelar Tahlilan untuk Kiai-Santri Korban G30S PKI (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gelar Tahlilan untuk Kiai-Santri Korban G30S PKI (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gelar Tahlilan untuk Kiai-Santri Korban G30S PKI

Selain tahlilan, PBNU juga akan mengeluarkan pernyataan sikap terkait peristiwa G30S PKI dan beberapa pemberontakan yang dilakukan PKI sebelumnya. Sejumlah peneliti dan pelaku sejarah juga akan memberikan testimoni mereka dalam forum ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara itu ? diwartakan, Ahad 30 Septermber 2012 tadi malam, ribuan orang menghadiri kegiatan tahlil akbar untuk arwah korban keganasan OKI di Monumen Bendo Magetan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Di situ pada 1948, sebanyak 108 tokoh dibunuh secara kejam oleh PKI dan dimasukkan ke dalam satu sumur,” kata Wakil Sekjen PBNU H Abdul Mun’im DZ.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Santri, Ahlussunnah, Sholawat Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

STAIN Pamekasan Kembangkan Teknologi Informasi Berbasis Online

Pamekasan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Terus melakukan gebrakan! Itulah yang dilakukan pimpinan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan. Kini, kampus berplat merah ini merambah pada pengembangan teknologi informasi berbasis online. Yaitu, melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak Telkomsel, Sabtu (26/10).

STAIN Pamekasan Kembangkan Teknologi Informasi Berbasis Online (Sumber Gambar : Nu Online)
STAIN Pamekasan Kembangkan Teknologi Informasi Berbasis Online (Sumber Gambar : Nu Online)

STAIN Pamekasan Kembangkan Teknologi Informasi Berbasis Online

Penandatanganan MoU dilakukan di lantai II Gedung Multi Center STAIN Pamekasan. Sekkab Alwi Beiq tampak menyaksikan penandatangan yang dilakukan oleh Ketua STAIN Taufiqurrahman dengan Wakil Presiden Telkomsel area Jawa-Bali Agus Mulyadi. Selain itu, tampak pula Wakil Ketua I Achmad Mulyadi, Wakil Ketua II Achmad Muhlis, dan Wakil Ketua III Atiqullah serta civitas akademika lainnya.

Dalam sambutannya, Taufiqurrahman menyatakan berbahagia dan merasa mendapat penghargaan besar, karena Telkomsel berkenan menjalin kerjasama. Pihaknya berharap, kerja sama tersebut bisa bermanfaat bagi civitas akademika dan masyarakat secara keseluruhan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Kami berharap, penandatanganan MoU ini bisa berkelanjutan. Ditambah deseminasi ilmu pengetahuan dalam bentuk kuliah tamu, kami sangat berterima kasih bila pihak Telkomsel berkenan. Apalagi, mahasiswa kami tak sedikit yang punya usaha melalui online seperti produk jilbab, batik, dan sejenisnya, tentu itu makin terbantukan dengan akses wifi yang dilengkapi dengan fasilitas secara baik,” terang Taufiqurrahman.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mengapa STAIN Pamekasan merajut kerja sama dengan salah satu provider Telkomsel? Pertanyaan ini dijawab secara tegas oleh Achmad Muhlis. Yang pertama, terangnya, karena informasi yang selama ini sampai kepada mahasiswa dilakukan dengan berbagai cara manual. Seperti ditempel di papan-papan pengumuman, masuk ke website, lewat facebook, dan seterusnya. Hal itu diakui masih ada kelemahan-kelemahan.

“Kami pun berpikir, salah satu langkah yang efektif ialah bekerja sama dengan salah satu provider. Dan provider yang pertama kali masuk ke saya dan penawarannya menarik adalah Telkomsel. Telkomsel ini yang bisa memberikan sender di handphone masing-masing mahasiswa dan civitas akademika ketika ada informasi. Sehingga, di manapun mahasiswa berada, selama signal Telkomsel itu ada, informasi yang disending kampus pasti masuk,” tegasnya.

Kemudian yang kedua, kerja sama itu didapatkan ketika pihaknya membeli kartu Telkomsel. Selesai beli kartu Telkomsel yang selanjutnya diberikan kepada sedikitnya 4.000 mahasiswa secara gratis, wifi di seluruh Kampus STAIN menjadi aktif. Saat ini, di beberapa titik di area STAIN sudah mulai aktif. Ada tujuh wifi yang dipasang oleh Telkomsel.

“Semua mahasiswa, digratiskan untuk memanfaatkan itu. Kemudian hal-hal yang lain ialah tentu kerja sama ini tidak hanya berakhir dalam kerangka itu. Dalam pengembangan kampus ini kan akademik sudah online. Artinya, mahasiswa sudah bisa mengakses di mana pun mereka berada,” kata Muhlis.

Dengan adanya kerja sama dengan Telkomsel ini, tekannya, mahasiswa akan leluasa mengakses informasi akademik online itu melalui handphone masing-masing. Selain itu, Muhlis juga sudah komunikasi dengan pihak Bank BRI dalam kerangka keuangan online. Jadi, Terlkomsel juga membantu pihak kampus untuk memproses keuangan yang online.

“Salah satu contohnya ialah kalau selama ini kawan-kawan civitas akademika mulai dari dosen, mahasiswa, dan karyawan, jika mau menyetor tunai keuangan kampus ialah ke Kantor Bank BRI. Kalau sekarang, insya Allah dalam waktu dekat ini menyetornya bisa langsung melalui bendahara kampus atas jasa online. Ketika berbicara online, maka yang dibutuhkan adalah signal,” ujar pria berkopiah hitam ini.

Yang terakhir, ujar Muhlis, ialah pembelajaran. Pada tahun 2014, tekannya, pembelajaran di Kampus STAIN Pamekasan akan diarahkan untuk online. Salah satunya dengan cara apa?

“Selain hari ini kita kerja sama dengan Telkomsel, hari ini pula kita sudah kerja sama dengan Google App. Yaitu akses internet secara gratis berupa fasilitas pendidikan. Dalam kerangka apa? Tentu guna mempermudah pembelajaran secara online, antara mahasiswa dengan dosen dan atau sebaliknya. Termasuk memudahkan karyawan. Sebab, semua mahasiswa memiliki akun email yang menggunakan akunnya sendiri. Kemudian, semua dosen akan dibuatkan blog di Google App itu. Sehingga, pembelajaran secara online itu insya Allah akan terlaksana pada 2014,” tukasnya.

Kepala Pusat Informasi dan Publikasi STAIN Pamekasan M Ali Al Humaidy menambahkan, kerja sama STAIN Pamekasan dan Telkomsel merupakan pertama kali di Madura.

“Selain Telkomsel kerja sama di bidang telekomunikasi, Telkomsel juga siap untuk support kegiatan yang lain di STAIN Pamekasan. Seperti bisnis online, kemudian pengenalan terhadap teknologi. Dalam jangka panjang berikutnya, Telkomsel insya Allah akan mensupport beasiswa. Nah, setelah launching ini, Telkomsel menyediakan wifi untuk di kalangan kampus yang sepenuhnya difasilitasi oleh Telkomsel,” ujarnya.

Ditambahkan Malhum—panggilan akrab M Ali Al Humaidy, Telkomsel juga memfasilitasi broadcase, ketika ada pengumuman bisa dikirim via SMS terhadap kartu yang telah dimiliki oleh mahassiswa. Semua civitas akademika STAIN Pamekasan mendapatkan nomor AS Madura Perdana.

“Dan Terlkomsel juga akan mengadakan semacam tenda nyantai untuk ngopi, ngenet, ngobrol, dan sebagainya. Kerja sama ini bersifat simbiosis-mutualisme. Ngenet cukup bayar seribu rupiah, untuk kemudian gratis,” terang Malhum.

Sementara itu, Wakil Presiden Telkomsel area Jawa-Bali Agus Mulyadi menyatakan, Telkomsel itu memiliki dua fungsi: membangun bisnis dan membangun bangsa.

Dikatakan, kerja sama dengan STAIN Pamekasan merupakan salah satu kegiatan yang masuk ke dalam fungsi itu. Telkomsel masuk ke kampus dengan memberikan produk yang murah sekaligus memberikan alat komunikasi yang memadai untuk adik-adik mahasiswa.

“Selain itu, kami juga siap memberikan penambahan-penambahan ilmu. Katakanlah kami diundang dalam kuliah tamu, atau berbentuk pelatihan-pelatihan. Entah itu pelatihan teknologi atau informasi dan sebagainya. Tak hanya itu, manakala ada mahasiswa yang hendak magang, pihak Telkomsel sangat menerima dengan tangan terbuka,” tandasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ahlussunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 22 Januari 2018

Wabup Probolinggo: Santri Harus Kuasai Ilmu Agama dan Teknologi

Probolinggo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Semangat santri masa kini harus mampu menguasai ilmu agama dan teklonogi. Hal ini penting dilakukan agar santri tidak mudah dibodohi dan mampu memiliki bekal ketrampilan.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo H Ahmad Timbul Prihanjoko dalam kegiatan dzikir dan sholawat yang digelar oleh Pemkab Probolinggo bekerja sama dengan Pengurus Cabang LDNU Kota Kraksaan di Lapangan Kecamatan Pajarakan, Sabtu (22/10) malam.

Wabup Probolinggo: Santri Harus Kuasai Ilmu Agama dan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabup Probolinggo: Santri Harus Kuasai Ilmu Agama dan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Wabup Probolinggo: Santri Harus Kuasai Ilmu Agama dan Teknologi

"Marilah para santri yang ada di Kabupaten Probolinggo bersama-sama memberikan kontribusi yang positif demi mendukung program pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Probolinggo," katanya.

Menurut Timbul, seorang santri harus selalu mengedepankan akhlak dan kejujuran dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Sebab santri itu adalah bagian dari harapan masa depan bangsa Indonesia.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Sebagai seorang santri, marilah dalam setiap gerak langkah kaki kita, khususnya dalam kehidupan sehari-hari senantiasa bercermin kepada Hadratus Syaikh KH Hasyim Ashari. Sebab beliaulah yang telah mencetuskan Resolusi Jihad demi perjuangan santri," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam kesempatan tersebut juga ditampilkan teatrikal perjuangan santri dalam merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Dimana para santri dengan gigihnya berjuang melawan penjajah lewat Resolusi Jihad.

Kegiatan yang digelar untuk memperingati Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2016 ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus PCNU Kota Kraksaan hingga tingkat Ranting, baik lembaga maupun badan otonom. Dzikir dan sholawat ini diikuti oleh ribuan santri dari berbagai daerah di Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Fathoni)Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Khutbah, Ahlussunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Duta Besar Irak Abdullah Hasan mengatakan ada perkara yang sangat ditakutkan dalam beragama, yaitu ulama atau orang alim yang tidak melaksanakan ajaran agamanya. Kedua, orang yang menjadi sumber pengetahuan dan ajaran agama tapi tidak memiliki pemahaman agama yang baik.

Demikian disampaikan Hasan saat diminta memberikan sambutan oleh Ketua JATMAN DKI Jakarta KH Wahfiudin Sakam pada pelantikan dan pengukuhan pengurus JATMAN DKI Jakarta masa khidmat 2017-2022 di Hotel Balairung, Matraman, Ahad (19/3).

Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta

Sebelumnya Hasan mengungkapkan ada tiga hal yang sangat penting untuk selalu diingat dan dilakukan oleh umat Islam.

“Pertama, bagaimana umat Islam bisa menepati apa yang ada di dalam Al-Quran yang telah diturunkan Allah kepada Rasulullah Muhammad SAW. Kedua, harus mencontoh Rasulullah SAW dalam menjalankan Al-Quran melalui apa yang disebut sebagai sunah rasul,” urainya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal berikutnya adalah menghindari perpecahan. Dalam kehidupan di mana banyak terdapat kelompok, masing-masing-masing kelompok berbeda pemikiran, tetapi merasa paling benar sehingga dapat menjadi sumber perpecahan.

“Kita harus menjaga persatuan,” kata Hasan.

Menurut Hasan, tasawuf dan tarekat telah sejak lama berkembang di Irak. Itu terbukti dengan banyaknya para tokoh besar di bidang tasawuf, seperti Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Syekh Al-Baghdadi, dan Syekh Rifai.

“Para tokoh tersebut merupakan orang-orang besar dalam pelajaran dan pendidian tasawuf dengan pendekatan akidah dan sunah. Bagi mereka, sealim apapun dan sehebat apapun seseorang kalau tidak sesuai dengan Al-Quran, maka harus ditinggalkan,” terang Hasan.

Tampak hadir pada pelantikan ini Duta Besar Iran Valiollah Mohammadi dan Duta Besar Mesir Ahmed Mohammed Eid. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ahlussunnah, Quote, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rais Aam dan Ketum PBNU di 7 Hari Wafatnya Sang Guru Kader

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar penghormatan di hari ke tujuh meninggalnya Wakil Ketua Umum PBNU, KH Slamet Effendy Yusuf. Yasin dan tahlil akan dibacakan untuk almarhum, Rabu malam (9/12) di Masjid An-Nahdlah PBNU Jakarta.

Wakil Sekretaris PBNU, Ishfah Abidal Aziz mengatakan, bahwa sebelum dibacakan Yasin dan tahlil, juga akan dibacakan Tahtimul Quran Bil Ghoib oleh Pengurus Pusat Jamiyatul Qurra Wal Huffazh (JQH NU).

Rais Aam dan Ketum PBNU di 7 Hari Wafatnya Sang Guru Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam dan Ketum PBNU di 7 Hari Wafatnya Sang Guru Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam dan Ketum PBNU di 7 Hari Wafatnya Sang Guru Kader

“Dari jam 7 pagi tadi, sampai sore nanti, para huffazh atau penghafal Al-Qur’an ini akan membacakan 30 juz di masjid PBNU,” katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lebih lanjut, Ishfah menerangkan, dipuncak kegiatan (Yasin dan tahlil) akan dihadiri oleh Rais Aam PBNU, KH Ma’ruf Amin, Katib Aam PBNU, KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan juga para pengurus lain.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Akan ada sambutan dari pengurus dan juga ada pembacaan testimoni untuk sang guru kader, KH Slamet Effendy Yusuf,” imbuhnya.

Ia menambahkan, selain dari jajaran pengurus Nahdlatul Ulama, juga akan ada dari perwakilan keluarga almarhum. “Kami sudah undang pihak keluarga, Insyaallah akan hadir,” ungkap Ishfah saat diwawancarai.

Sampai berita ini diturunkan, di Masjid An-Nahdlah PBNU, pembacaan Tahtimul Quran Bil Ghoib oleh tim JQH NU sedang berlangsung. (Faridur Rohman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kajian Sunnah, Khutbah, Ahlussunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Lulus Suryani Raih Prestasi Lomba Baca Puisi

Majalengka, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sekolah Menengah Atas Islam Al-Mizan Jatiwangi meraih prestasi di perlombaan baca puisi. Siswa kelas XII SMA Al-Mizan Lulus Suryani berhasil merebut juara harapan 3 dalam acara bulan bahasa yang diselenggarakan oleh Komunitas Sastra Majalengka (KSM) dengan tema Paseban Sastra di Sanggar Panggehar, Majalengka, pada Sabtu, (31/10).?

Lulus Suryani mengatakan dirinya tidak pernah menyangka akan meraih prestasi baca puisi karena dirinya hanya mempersiapkan sebaik mungkin.

Lulus Suryani Raih Prestasi Lomba Baca Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Lulus Suryani Raih Prestasi Lomba Baca Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Lulus Suryani Raih Prestasi Lomba Baca Puisi

“Saya tidak menyangka bakalan juara karena pesaingnya cukup bagus. Walaupun mempersiapkan sebaik mungkin dengan meraih hanya juara harapan 3, saya harus tetap bersyukur,” jelas siswa bercita-cita menjadi seorang tentara.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMA Al-Mizan Enur Nuraeni Rimayah mengatakan, kami merasa bangga akan juara siswa kami. Dengan sedikit persiapan yang kami lakukan akhirnya kami bisa meraih prestasi yang di bidang baca puisi.

“Kami hanya mempersiapkan sebaik mungkin walaupun lulus sudah sering mengikuti perlombaan baca puisi akan tetapi dalam lomba kali ini peserta baik dari SMK, SMA maupun MA baik negeri juga swasta yang daftar mewakili sekolah mereka lumayan bagus-bagus,” jelas guru bahasa Indonesia. (Tata Irawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Daerah, Ahlussunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Akun Abu Janda NU Tak Ada Kaitannya dengan Ansor dan Banser

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal?

Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser H Alfa Isnaeni, di Jakarta, Ahad (8/1) mengatakan, akun Facebook “Abu Janda NU” sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Sebab Ansor dan Banser tidak berwatak demikian.?

Akun Abu Janda NU Tak Ada Kaitannya dengan Ansor dan Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Akun Abu Janda NU Tak Ada Kaitannya dengan Ansor dan Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Akun Abu Janda NU Tak Ada Kaitannya dengan Ansor dan Banser

Alumni STAI Diponegoro Tulung Agung, Jawa Timur itu melanjutkan, pihaknya sudah menugaskan kader untuk melacak siapa sebenarnya yang membuat akun tersebut.

Namun demikian, ia mengimbau kepada seluruh jajaran Banser dan Ansor tidak mudah menerima informasi dan terpancing provokasi tidak jelas sumbernya. “Baik itu yang cenderung liberal, bahkan kepada yang radikal atau yang lebih sering ngamuk-ngamuk dengan kata-kata khasnya, yaitu kafir, syiah, memecah belah umat Islam dan sebagainya,” kata dia pula.

Untuk diketahui, belakangan ini publik ramai membincang akun Abu Janda NU, halaman Ustad Abu Janda Al-Boliwudi. Tulisan-tulisan Abu Janda NU diikuti banyak orang. Namun, banyak pula akun-akun menentang bahkan memusuhinya sehingga terjadi perdebatan di kolom-kolom komentar.?

“Dengan nama akun yang tidak jelas, kita mesti berhati-hati dengan akun model Abu Janda ini. Selain tidak jelas profilnya, kita masih meraba motif dan kepentingannya apa,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Intinya, lanjut dia, perlu selektif dan tidak gampang ngeshare dari orang-orang model begini, yang mungkin belakangan sudah banyak jumlahnya di media sosial.

“Sesuatu yang baik itu jelas sumber dan motifnya. Banser tidak akan membiarkan siapapun yang akan memecah belah NKRI dengan beragam cara. Di dunia nyata dan dunia maya (internet), Banser selalu ada untuk menjaga NKRI,” pungkasnya. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ahlussunnah, News Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Quraish Shihab Isi Halaqah Nasional Islam Moderat di UIM

Makassar, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Universitas Islam Makassar (UIM) menggelar Halaqah Nasional Radikalisme dan Wasathiyah dengan tema Membentuk Generasi Muslim Moderat yang menghadirkan pembicara Prof HM. Quraish Shihab, Direktur Pusat Studi Al-Quran (PSQ), Rabu (13/9) lalu di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM Makassar.

Quraish Shihab Isi Halaqah Nasional Islam Moderat di UIM (Sumber Gambar : Nu Online)
Quraish Shihab Isi Halaqah Nasional Islam Moderat di UIM (Sumber Gambar : Nu Online)

Quraish Shihab Isi Halaqah Nasional Islam Moderat di UIM

Halaqah tersebut merupakan kerja sama UIM dengan Pengurus Wilayah NU Sulawesi Selatan, Kementerian Agama Kota Makassar, Ikatan Cendikiawan Alumni Timur Tengah (ICATT) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulsel.

Rektor Universitas Islam Makassar Majdah Agus Arfin Numang dalam sambutannnya mengungkapkan rasa terima kasih kepada Prof Quraish yang telah menyempatkan diri hadir, semoga membawa keberkahan di kampus kami.?

"Mulai tahun ini UIM membuka Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir, kami mohon arahan dan binaan Prof Quraish yang juga pakar tafsir Al-Quran," ungkap Majdah.

? "Selain itu, UIM sebagai perguruan tinggi NU menjadi pusat kajian Aswaja di Sulawesi Selatan, sehingga diharapkan melahirkan generasi muslim yang moderat," tutup Majdah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rais Syuriyah PWNU Sulsel Anre Gurutta Sanusi Baco dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembinaan umat saat ini tidak bisa hanya bermodalkan semangat berapi-api, tetapi harus dibarengi dengan strategi, itulah yang disebut Wasathiyah atau moderat.?

Gurutta Sanusi juga bercerita tentang peran Prof Quraish dalam pembagunan UIM. "Prof Quraish banyak membantu pada masa awal berdirinya Kampus Al-Ghazali yang merupakan cikal bakal dari Universitas Islam Makassar, Gedung Rektorat UIM merupakan bantuan yang didatangkan melalui beliau," imbuh Gurutta.

Sementara itu, Prof Quraish mengungkapkan radikalisme adalah buah dari ekstrimisme. "Ekstrimisme dapat diartikan tingkat yang tertinggi, dapat pula diartikan memaksakan kehendak, maka dari itu ekstrimisme harus diobat atau dihilangkan," ungkap Prof Quraish.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Dalam ajaran Islam mengarah kepada hal Wasathiyah, yaitu dapat menerima siapapun, muslim ataupun nonmuslim. Selain itu, yang menyebabkan orang berpaham radikal atau menyimpang dari Wasathiyah adalah karena kurangnya pengetahuan orang tersebut, inilah yang terjadi saat ini," tambah Penulis Tafsir Al-Misbah ini.

Tak lupa Prof Quraish bercerita ketika bersama Gurutta Sanusi belajar di Mesir serta memuji perkembangan UIM yang dulunya bernama Al-Ghazali. "Perkembangan pesat UIM saat ini tidak lepas keikhlasan para pencetusnya, termasuk Gurutta Sanusi Baco,” tutur Quraish Shihab.

Hadir pada acara tersebut, Kepala Balitbangda Sulsel Iqbal Samad Suhaeb, Pimpinan dan pejabat struktural UIM, Pengurus dan anggota ICATT Sulsel, Pejabat Kementerian Agama Kota Makassar, serta ratusan dosen dan mahasiswa dari beberapa kampus di Makassar. (Muh. Nur/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kyai, Sejarah, Ahlussunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

PCNU yang Maju, Punya LP Maarif yang Maju

Kebumen, NUOnline. Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abu Hafsin mengatakan, wajah NU salah satunya bisa dilihat dari Lembaga Pendidikan (LP) Maarif-nya. Artinya, jika LP Maarif-nya bagus, maka NU nya akan kelihatan bagus. Sebaliknya, jika LP Maarif-nya kurang bagus, maka wajah NU juga kelihatan kurang bagus.

PCNU yang Maju, Punya LP Maarif  yang Maju (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU yang Maju, Punya LP Maarif yang Maju (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU yang Maju, Punya LP Maarif yang Maju

"Kenyataan bahwa NU maju, LP Maarif -nya maju, adalah sesuatu yang aksiomatik," ungkap Abu Hafsin saat membuka acara rapat koordinasi wilayah (Rakorwil) dan peluncuran Porsema IX dan Olimpiade Sains Nahdhatul Ulama (OSNU) tingkat Jawa Tengah di Candisari Hotel Jawa Tengah, Sabtu (25/4) sore.

Dikatakan, kalau NU dilihat dari pendidikan pesantrennya, semua orang sudah paham. Pesantren NU amat dikenal dengan kedalaman ilmu agamanya dan pembangun moral masyarakat. Tetapi, jika NU dilihat dari lembaga pendidikan formalnya, masih ada sebagian masyarakat yang kurang paham.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Karena itu, lanjutnya, NU maju atau tidak tergantung LP Maarif-nya bergerak atau tidak. PCNU yang tidak maju, hampir pasti tidak punya LP Maarif yang maju. Sebaliknya, PCNU yang maju hampir pasti punya LP Maarif yang maju. Ini, sesuatu yang aksiomatik. Karena, kenyataan yang tidak mungkin dibuktikan kesalahannya.

Abu Hafsin yang juga dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang itu mengaku berbangga, karena saat ini banyak kemajuan di LP Maarif. Semangat untuk lebih mencintai Maarif, dan semangat untuk menanamkan nilai aswaja makin dalam dan tertata rapi.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Saat ini, lanjutnya, LP Maarif di berbagai tingkatan terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Di beberapa daerah banyak bermunculan sekolah dan madrasah NU. Bahkan, banyak sekolah yang dikelola LP Maarif meraih sertifikasi ISO. Karena itu, selaku ketua PWNU, dirinya sangat mendukung berbagai upaya yang dilakukan LP maarif untuk memajukan pendidikan di daerah ini. "Keunggulan kuantitas harus dibarengi keunggulan kualitas," tegasnya.

Rakorwil yang dibuka Abu Hafsin tersebut berlangsung selama dua hari. Acara yang dihadiri pengurus Maarif cabang se-Jawa Tengah itu membahasa berbagai program kerja. Di antaranya Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) dan OSNU, legalisasi lembaga pendidikan NU, kurikulum, batik sekolah, dan buku ajar. (Sholihin Hasan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen, Ahlussunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Banser Harus Militan dan Ideologis

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor kecamatan Batealit Jepara selama tiga hari Jum’at-Ahad, (16-18/10) sukses menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Diklatsar yang digelar di Dukuh Setro, Desa Batealit, kecamatan Batealit kabupaten Jepara itu diikuti 45 peserta yang kini telah dibaiat menjadi angota Banser baru.

Diklatsar itu merupakan kali pertama digelar PAC GP Ansor Batealit. Sementara di Jepara, merupakan Dikltasar angkatan kelima.

Banser Harus Militan dan Ideologis (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Harus Militan dan Ideologis (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Harus Militan dan Ideologis

Peserta yang mengikuti Diklastar itu sebagian besar dari wilayah Kemacatan Batealit dan beberapa ada delegasi dari PAC Tahunan, Keling dan Donorojo.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua PAC GP Ansor Batealit, Nur Alimin mengatakan Diklatsar banser diadakan dalam rangka menyiapkan barisan kader muda NU yang tanggap akan problem keumatan dan kebangsaan demi mengawal tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Banser menjadi garda terdepan Ansor maupun NU yang harus memiliki kemampuan untuk menyelesaikan berbagai problem. Khususnya masalah-masalah keumatan dan kebangsaan,” tambahnya sebagaimana rilis yang diterima Kedung Sukun Adiwerna Tegal.

Subchan Zuhri, Wakil Ketua PAC Ansor Batealit menambahkan dalam rangka membentuk kader Banser yang tangguh peserta Diklastar diberi materi yang lengkap. Mulai dari materi Ke-NU-an, Aswaja, Keansoran, Kebanseran, analisis SWOT, leadership, wawasan kebangsaan, PBB, kelalulintasan, SAR, Bagana, dan materi-materi pendukung lainnya.

Pada malam terakhir kemarin, panitia juga menghadirkan KH Subakir dari Kudus untuk memberikan materi penguatan mental spriritual kader banser,” imbuhnya.

Diklatsar Banser di Batealit Jepara itu juga dihadiri Sekretaris Pengurus Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, Sholahuddin Ali. Mantan Ketua Umum PKC PMII Jawa Tengah itu menyampaikan materi Keansoran di hari pertama.

Sholahuddin menegaskan, bahwa Banser sebagai kekuatan utama Ansor harus memiliki militansi dan ideologi Islam Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) yang kuat. Tantangan Banser dan Ansor pada saat ini semakin kompleks dan harus dihadapi dengan kemampuan-kemampuan khusus.

“Sikap Banser adalah merepresentasikan Ansor dan NU yang harus menampakkan Islam Ahlussunah Waljamaah. Islam yang ramah, bukan Islam yang marah-marah,” tandasnya. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ahlussunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kasatkorwil Jatim: Banser Harus Tetap Berlatih

Pasuruan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Kepala Satuan Koordinasi Wilayah ( Kasatkorwil) Banser Jawa Timur dr H Umar Usman menegaskan bahwa Banser bersama kekuatan bangsa yang lain untuk tetap menjaga dan menjamin keutuhan bangsa dari segela ancaman, hambatan, gangguan, dan tantangan. Untuk itu Banser perlu membekali dengan pelbagai keterampilan dan giat berlatih.

“Artinya Apa? Banser bersama dengan komponen yang untuk tetap siaga menjaga keutuhan NKRI dari semua ancaman baik dari dalam maupun dari luar negeri. Ini memang tanggung jawab Banser,” tegas dr H Umar Usman ketika memberikan materi ke-Banseran dalam Kusrsus Banser Lanjutan (Susbalan) di Pasuruan, Sabtu (30/7) siang.

Kasatkorwil Jatim: Banser Harus Tetap Berlatih (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasatkorwil Jatim: Banser Harus Tetap Berlatih (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasatkorwil Jatim: Banser Harus Tetap Berlatih

Tanggung jawab yang lain apa? Yakni menjaga, memilihara, dan menjamin kelangsungan hidup dan kejayaan GP Ansor dan NU. Kalau ada pihak-pihak yang ingin menghancurkan atau menghalangi, Banser harus berani mengatasinya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

”Untuk itu Banser harus latihan dan latihan di semua bidang. Tujuannya agar mampu melaksanakan tanggung jawab itu,” katanya.

Sebagaimana diketahui Satkorwil BanserJawa Timur menggelar pelatihan Susbalan yang diikuti oleh 131 peserta di Pasuruan. Peserta adalah satkorcab-satkorcab se-Jatim. Acara berlangsung mulai 29 Juli hingga 1 Agustus.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lebih lanjut dr Umar mengimbau Banser untuk banyak beramal saleh, selalu terlibat aktif dalam kegiatan sosial seperti bakti sosial di daerah yang terkena bencana. Terkait ini Banser sudah memiliki satuan khusus yang bernama Bagana (Banser Tanggap Bencana) yang baru saja diakui sebagai sahabat Tagana (Taruna Tanggap Bencana) oleh Menteri Sosial Hj Khofifah Indar Parawansa.

“Dalam kaitan ini kita di lapangan bisa berkoordinasi dengan elemen lain seperti LPBI NU, BPBD dan Basarnas. Karena memang ini salah satu dari kegiatan yang harus dilaksanakan oleh Banser,” terangnya. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ahlussunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Harlah Ke-63, Ini Permintaan Ketum PBNU kepada Pelajar NU

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal?

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta kader-kader Ikatan Pelajar Nahdlatul ULama (IPNU) untuk melengkapi dirinya dengan segala skill untuk internal dan eksternal.?

Harlah Ke-63, Ini Permintaan Ketum PBNU kepada Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-63, Ini Permintaan Ketum PBNU kepada Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-63, Ini Permintaan Ketum PBNU kepada Pelajar NU

“Artinya kader NU membangun dirinya dan membangun kontribusi untuk bangsa ini,” pesannya di gedung PBNU, Jakarta, Rabu (22/2) kepada organisasi pelajar NU yang kini Jumat (24/2) berusia 63 tahun.

Ia menambahkan, IPNU harus melengkapi dengan kemampuan di bidang teknologi informasi dan dunia literasi seperti jurnalistik, dan harus mampu mengikuti arus putaran zaman yang cepat.?

“Mudah-mudahan IPNU menjadi kader NU masa depan yang bisa kita harapkan,” ungkap pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah, Ciganjur, Jakarta tersebut.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia juga berpsan agar kader IPNU, dalam menjalankan organisasi untuk menghindari konflik internal, karena itu sangat merugikan.?

Daripada konflik, lanjutnya, lebih baik IPNU fokus untuk hal-hal yang positif demi menjaga kekuatan Islam Ahlussunah wal-Jamaah, Islam Nusantara, sekaligus juga memperkuat peran dan posisi ulama, kiai-kiai NU.

“Akhir-akhir ini ada upaya kiai NU digeser dalam kepemimpinan agama,” pungkas kiai yang pernah nyantri di Kempek, Lirboyo, dan Krapyak tersebut. ?

KH Said Aqil Siroj pernah aktif Pimpinan Anak Cabang IPNU Palimanan Kabupaten Cirebon sebagai sekretaris pada tahun 1965. (Abdullah Alawi)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Santri, Kiai, Ahlussunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Pemerintah Wajib Patuhi MK Alokasikan 20 Persen Anggaran Pendidikan

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Idy Muzayyad mendesak pemerintah segera memenuhi alokasi pendidikan minimal sebesar 20 persen dari APBN (Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara). Anggaran tersebut diprioritaskan untuk peningkatan sarana belajar-mengajar, pemerataan pendidikan untuk semua secara gratis, paling tidak usia wajib belajar 9 tahun.

“Peringatan Hari Pendidikan nasional tahun ini harus menjadi momentum bagi kebangkitan pendidikan Indonesia dengan pemenuhan anggaran pendidikan sebesar minimal 20 persen dari APBN secara cepat,” ungkap Idy kepada wartawan di Jakarta, Rabu (2/5).

Ia menambahkan, pemerintah seharusnya segera merespon Keputusann Mahkamah Konstitusi (MK) nomer 026/PUU-IV/2006 yang mengabulkan uji materiil atas Undang-undang Republik Indonesia Nomer 18  Tahun 2006 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2007 terhadap Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945, yang mewajibkan pemenuhan anggaran pendidikan minimal 20  persen dari APBN.

Pemerintah Wajib Patuhi MK Alokasikan 20 Persen Anggaran Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Wajib Patuhi MK Alokasikan 20 Persen Anggaran Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Wajib Patuhi MK Alokasikan 20 Persen Anggaran Pendidikan

“Berdasarkan keputusan MK itu, pemerintah harus segera memenuhi anggaran minimal 20 persen dari APBN. Karena sesungguhnya keputusan itu sudah ada kekuatan hukumnya. Anggaran untuk pendidikan yang seharusnya 20 persen adalah merupakan amanat konstitusi,“ tegasnya.

Selain itu, IPNU juga mendesak pemerintah agar bekerja keras untuk memenuhi kekurangan anggaran pendidikan yang saat ini baru mencapai 11,8 persen (Rp 54 trilyun) dari APBN, artinya kurang 8,2 persen atau kurang lebih Rp 35 trilyunan. Caranya, pemenuhan anggaran sampai 20 persen itu bisa dilakukan melalui mekanisme APBNP.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Mengenai sumbernya saat ini ada sekitar dana Rp 600 trilyun dari kasus BLBI yang dikemplang oleh konglomerat hitam. Dibandingkan dengan dana yang dikemplang sebesar Rp 600 trilyun, kekurangan angka itu sangatlah kecil. Tinggal bagaimana sekarang pemerintah melalui aparat penegak hukumnya segera bergerak cepat. Kalau mau, pasti ada cara untuk melakukan itu,” jelas Idy.

IPNU yakin keputusan MK tersebut akan merubah wajah buram pendidikan Indonesia secara lebih berarti ke arah yang lebih baik. Kenaikan anggaran pendidikan, lanjutnya, akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pendidikan. ”Kami yakin dengan itu, pendidikan kita akan maju,” katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Namun, IPNU berharap jika anggaran pendidikan minimal 20 persen itu benar-benar terpenuhi, jangan sampai tidak memenuhi sasaran. Karena itu, harus ada kontrol yang maksimal sehingga tidak ada anggaran pendidikan yang diselewengkan.

”Harus ada kontrol ketat dari publik. Jangan sampai dana yang besar itu dialokasikan untuk pos-pos yang tidak proporsional. Selain itu, kontrol publik terhadap penggunaan dana itu juga harus ketat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Hery Haryanto Azumi mengatakan, pendidikan Indonesia telah terjebak ke sistem yang salah dan tanpa strategi yang jelas. Akibatnya, produk-produk pendidikan Indonesia hingga saat ini tidak mampu bersaing dengan hasil pendidikan negara-negara lain. ”Kita inginnya instan saja. Pendidikan kita tidak menerapkan sistem yang benar,” ungkapnya.

PMII juga menyoroti pendidikan Indonesia yang hanya bisa dinikmati oleh masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas saja. Padahal, sesuai dengan UU Sisdiknas, pendidikan harus bisa dinikmati semua lapisan masyarakat. “Pendidikan hanya dinikmati oleh orang kaya saja. Orang-orang miskin hanya mendapat pendidikan yang sangat rendah  kualitasnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hery menyatakan, pendidikan seharusnya bersifat desentralistik dengan mensinergikan antara peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sumber daya alam. ”Kecenderung memusatkan kampus-kampus terbaik di Jawa juga harus digeser. Ini untuk mempercepat peningkatan kualitas SDM di daerah-daerah dan memperkuat ikatan kebangsaan,” katanya. (rif/amh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ahlussunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock