Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Koin NU Sragen Tahun Ini Ditargetkan 5 Miliar

Sragen, Kedung Sukun Adiwerna Tegal



Program “Gerakan Koin NU Nusantara Menuju Mandiri” kini telah mencapai angka Rp 2 miliar. Meski telah mendapatkan dana cukup besar, Pengurus NU Sragen akan terus meningkatkan perolehannya dengan target mencapai Rp 5 miliar.

“Tahun ini, target dapat menembus angka Rp 5 milyar,” kata Ketua LAZISNU Sragen, Suranto, saat dihubungi Kedung Sukun Adiwerna Tegal, Senin (17/4).

Koin NU Sragen Tahun Ini Ditargetkan 5 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)
Koin NU Sragen Tahun Ini Ditargetkan 5 Miliar (Sumber Gambar : Nu Online)

Koin NU Sragen Tahun Ini Ditargetkan 5 Miliar

Menurutnya, angka tersebut diharapkan dapat tercapai, mengingat potensi warga NU yang tersebar di 20 kecamatan wilayah Kabupaten Sragen.

Dipaparkan Suranto, program ini telah berjalan hampir satu tahun. “Berjalan bertahap dari 20 kecamatan. Paling awal MWCNU Karang Malang, yakni setahun lalu. Kemudian yang terbaru MWCNU Kalijambe baru mengawali,” ungkap dia.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk saat ini, lanjut Ranto, pemanfaatan dana baru digunakan untuk menambah jumlah kotak koin, yang kemudian akan dibagikan ke jamaah secara cuma-cuma. “Ada 38.591 kotak koin yang sudah kita bagikan ke warga dan akan terus bertambah,” terangnya.

Sebelumnya program “Gerakan Nasional Koin NU” di wilayah NU Sragen juga telah mendapatkan apresiasi langsung dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj.

Apresiasi Kiai Said disampaikan langsung saat membuka peresmian“Gerakan Nasional Koin NU” di Sragen, belum lama ini (14/4). (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawii)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Bahtsul Masail, Cerita Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 20 Februari 2018

SMA Pesantren Darul Ulum Gelar Olimpiade Sains dan Sosial Nasional

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Puluhan pelajar tingkat SMP dan sederajat dari berbagai daerah di Indonesia mengadu kepintaran untuk merebut tropi dari Menteri Pendidikan dan Gubernur Jawa Timur. Para pelajar kelas 9 ini selama 4 hari mengikuti Olimpiade Sains dan Sosial (SSO) yang digelar SMA Darul Ulum 2 BPPT, Pesantren Rejoso Peterongan Kabupaten Jombang Jawa Timur.

SMA Pesantren Darul Ulum Gelar Olimpiade Sains dan Sosial Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
SMA Pesantren Darul Ulum Gelar Olimpiade Sains dan Sosial Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

SMA Pesantren Darul Ulum Gelar Olimpiade Sains dan Sosial Nasional

Djihan Islahiyah dan dua rekannya peserta asal SMP Islam Al Azhar, Pontianak? misalnya mengaku sudah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba tingkat Nasional ini. Sebagai wakil dari luar Jawa, Djihan sangat berharap bisa memenangi olimpiade Sains dan Sosial. "Kita dating bertiga, dan sekolah kita memang jauh hari telah mempersiapkan muridnya untuk mengikuti lomba ini," katanya ditemui usai mengikuti lomba.

Dengan menggunakan seragam, khas pelajar berjilbab ini mengatakan bahwa sekolah yang diwakilinya pernah mendapatkan medali perak dari lomba sains tingkat provinsi. "Dengan materi yang dilombakan, kita optimis bisa menjadi Juara," tambahnya seraya mengatakan dirinya sudah berulang kali mengikuti ajang lomba serupa di daerah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Berbeda dengan peserta asal Pontianak,? Padil pelajar SMP Negeri Palu Sulawesi Selatan, meski bisa menjawab soal-soal yang dilombakan, namun pihaknya mengaku pesimis. Pasalnya dirinya hanya datang bersama dua rekannya. "Kita datang cuman dua orang, karena yang satu sakit saat akan berangkat ke sini, jadi ada satu materi yang kurang kayaknya," ungkapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Untuk menghadi olimpiade ini, Saifullah Kamil menceritakan,? sekolah memberikan materi tambahan khusus bagi pelajar yang ditunjuk untuk mengikuti lomba. "Latihan latihan itu diwajibkan 2 kali setiap minggu. Dan ini adalah lomba yang pertama kita ikuti," ungkapnya dengan logat khas Palu.

Ahmad Kaseri Kepala SMA Darul Ulum 2 Unggulan BPPT mengatakan, olimpiade Sains dan Sosial kali ini diikuti sebanyak 1. 629 peserta. Terdiri dari 68 Tim peserta Sains dan 51 Tim peserta Sosial yang datang dari berbagai daerah dan provinsi.

"Antusias peserta cukp tinggi, disamping hadiah uang pembinaan, mereka yang juara berhak mendapatkan tropi bergilir dari Menteri Pendidikan dan Tropy dari Gubernur Jatim," jelasnya seraya mengatakan untuk pemenang olimpiade, Kusairi menyebutkan, jika masuk SMA DU 2 ini, akan mendapatkan tambahan biasiswa selama 1 tahun. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Kiai, Pertandingan, Bahtsul Masail Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Sambut Idul Adha, LDNU Kembali Kirimkan Dai ke Hong Kong

Jakarta,Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Tim Inti Dai Internasional dan Media (TIDIM) Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) kembali memberangkatkan ustadz ke Hong Kong. Program ini menyusul suksesnya Dai Ramadhan TIDIM LDNU bekerja sama dengan NU Care LAZISNU yang digelar selama Ramadhan lalu, di mana lima orang ditugaskan berdakwah di Hong Kong dan Macau.

Sambut Idul Adha, LDNU Kembali Kirimkan Dai ke Hong Kong (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Idul Adha, LDNU Kembali Kirimkan Dai ke Hong Kong (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Idul Adha, LDNU Kembali Kirimkan Dai ke Hong Kong

Demikian disampaikan Budy Budiman, anggota TIDIM LDNU, Ahad (6/8). “Selama satu bulan ke depan Dai TIDIM LDNU akan kembali bersafari dakwah ke berbagai kota di Hong Kong,” urai Budy yang sekaligus ditugaskan ke Hong Kong tersebut.

Pengiriman Dai TIDIM LDNU kali ini dilakukan pada Kamis (3/8) lalu dan merupakan agenda dalam rangkaian menyambut Idul Adha 1438 Hijriah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Budy menjelaskan selain dirinya juga akan dikirimkan dua dai tambahan? yang keberangkatannya diagendakan pada akhir Agustus ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Tugas dakwah di Hong Kong akan dilaksanakan terutama pada hari libur seperti hari Ahad di mana jadwal berdakwah diperkirakan akan sangat padat. Selama di Hong Kong, para dai akan mendidik dan membina warga Indonesia terutama yang bekerja sebagai Buruh Migrant.

Pembina TIDIM LDNU KH Wafiduin Sakam memaparkan pengiriman Dai TIDIM LDNU dilakukan secara berkala agar menjadi penyeimbang penyegaran ruhaniah warga Indonenesia di sela-sela kesibukan mereka bekerja.

Sementara Ketua PCINU Hong Kong KH Abdul Razak mengungkapkan rasa syukurnya karena LDNU bersedia mengirimkan kader-kader dai ke Hong Kong.

“Itu (pengiriman dai ke Hong Kong) akan sangat membantu kinerja kami di sini yang selalu kekurangan para mubaligh dalam menyampaikan risalah agama Islam yang rahmatan lil ‘alamin," ungkap Kiai Razak di Kantor Sekretariat PCINU Hong Kong di Causeway Bay. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Bahtsul Masail Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Kurang Sehat, Kang Said Tetap Ngajar Al-Barzanji

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) tengah beristirahat di kediamannya. Ia dikabarkan sedang kurang sehat. Kendati demikian, Kang Said tetap menjalankan aktivitasnya mengasuh santrinya di Pesantren Ats-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan.

“Bapak kurang enak badan. Besok bapak menjalani general check up di rumah sakit,” kata Hj Nurhayati Said Aqil Siroj, istri Kang Said kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal via telepon, Selasa (9/2) malam.

Kurang Sehat, Kang Said Tetap Ngajar Al-Barzanji (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurang Sehat, Kang Said Tetap Ngajar Al-Barzanji (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurang Sehat, Kang Said Tetap Ngajar Al-Barzanji

Aktivis PP Muslimat NU ini mengharapkan doa agar suaminya cepat pulih dan dapat beraktivitas kembali di tengah warga NU.

“Bapak hanya kurang enak badan biasa. Sekarang bapak lagi nonton Aswaja TV. Saya mohon doanya agar bapak cepat pulih,” tandas Hj Nurhayati.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sementara salah seorang pengajar di Pesantren Ats-Tsaqafah Ulinnuha menerangkan bahwa Kang Said masih menjalani aktivitasnya membimbing para santri di Pesantren Ats-Tsaqafah.

“Kemarin bapak masih ngajar di pesantren. Bapak ngajar kitab Al-Barzanji. Ia menerangkan isi Al-Barzanji kepada para santri mulai dari kosakata hingga sejarahnya,” kata Ulinnuha. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam, Pondok Pesantren, Bahtsul Masail Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Rutin, Pengajian Gus Mus Disiarkan Langsung Online

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Seperti Ramadhan sebelumnya, Radio Kedung Sukun Adiwerna Tegal kembali menyiarkan secara langsung pengajian kitab bersama para kiai NU. Rabu (10/7) malam ini, siaran dimulai dengan pengajian Bidayatul Hidayah bersama Wakil Rais Aam PBNU KH Mustofa Bisri (Gus Mus).

Rutin, Pengajian Gus Mus Disiarkan Langsung Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Rutin, Pengajian Gus Mus Disiarkan Langsung Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Rutin, Pengajian Gus Mus Disiarkan Langsung Online

Gus Mus mengaji kitab karangan Imam al-Ghazali ini setiap habis sembahyang tarawih atau sekitar pukul 20.00 WIB bersama para santrinya di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang, Jawa Tengah. Bidayatul Hidayah merupakan salah satu kitab bergenre tasawuf yang umum dikaji di kalangan pesantren.

Di awal pengajiannya, Gus Mus menjelaskan secara singkat profil sang pengarang kitab yang bernama lengkap Muhammad bin Muhammad bin Muhammad al-Ghazali ath-Thusi. Menurut dia, ulama filsuf ini tergolong istimewa karena dalam usianya yang pendek mampu membuahkan tak kurang dari 200 karya tulis.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Dengan masterpiece-nya Ihya’ Ulumiddin, termasuk Bidayatul Hidayah-nya ini,” sambungnya. Gus Mus mengatakan, sebelum mencapai puncak petunjuk (nihayatul hidayah), seseorang mesti melewati permulaannya (bidayatul hidayah) terlebih dahulu.

Radio Kedung Sukun Adiwerna Tegal yang beralamat di radio.nu.or.id rencananya juga akan rutin menyiarkan secara langsung pengajian Rais Aam PBNU KH A Sahal Mahfudh  dengan kitab Syarah Hikam karya Imam asy-Syarqawi, pukul 08.00; Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (Misykatul Anwar), pukul 05.00; Katib Syuriyah PBNU Musthofa Aqil (Tafsir Jalalain), pukul 13.00.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Semua pengajian Ramadhan ini dilaksanakan setiap hari. Insya Allah,” kata manajer program Radio Online Muhammad Yunus yang beberapa waktu lalu sowan ke kediaman Gus Mus di Rembang.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Bahtsul Masail, PonPes, Pemurnian Aqidah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Mengabdi Masyarakat, Mahasiswa STAINU Jakarta Dirikan PAUD/TK

Bogor, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta mendirikan PAUD/TK NU Al-Asy’ari 01 untuk masyarakat di Desa Cimande, Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Peluncuran lembaga pendidikan tersebut berlangsung, Ahad (21/8), di desa setempat. Pendirian PAUD/TK NU ini diprakarsai oleh mahasiswa STAINU Jakarta yang menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cimande.

Mengabdi Masyarakat, Mahasiswa STAINU Jakarta Dirikan PAUD/TK (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengabdi Masyarakat, Mahasiswa STAINU Jakarta Dirikan PAUD/TK (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengabdi Masyarakat, Mahasiswa STAINU Jakarta Dirikan PAUD/TK

Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam STAINU Jakarta Dede Setiawan menekankan, mahasiswa peserta KKN harus mampu melahirkan karya nyata di tengah-tengah masyarakat yang menjadi mitra KKN. “Saya apresiasi lahirnya lembaga pendidikan ini,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sekretaris PCNU Kabupaten Bogor Kiai Abbas Ma’ruf juga menyampaikan, kehadiran mahasiswa KKN di Desa Cimande sangat penting artinya dalam memperkuat peran Nahdlatul Ulama bagi masyarakat Desa Cimande. “Bahkan saya berharap, melalui pendirian PAUD/TKNU ini, bisa kita jadikan pintu masuk untuk mendirikan lembaga pendidikan formal tingkat dasar dan menengah atas nama NU di Desa Cimande ke depannya,” pesan Kiai Abbas.

Bayangkan saja, lanjut Kiai Abbas, seluruh masyarakat Cimande ini amaliahnya Nahdlatul Ulama. Tapi sampai sejauh ini belum ada MI/SD, MTs/SMP, atau SMA/MA/SMK bernama Nahdlatul Ulama. “Sekali lagi, atas peran adik-adik mahasiswa, kami menjadi sadar bahwa pendirian pendidikan formal tingkat dasar dan menengah di Cimande sangat mungkin diwujudkan,” pungkas Kiai Abbas.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua Muslimat Kabupaten Bogor yang bertanggung jawab dalam pembinaan lembaga PAUD/TK Nahdlatul Ulama di wilayah Kabupaten Bogor juga memuji karya mahasiswa KKN ini sebagai wujud konkret kepedulian mereka terhadap pendidikan anak sejak dini.

“Saya berharap, pendirian lembaga PAUD/TKNU Al-Asy’ari 01 ini akan menjadi amal jariyah dan wasilah bagi mahasiswa dan masyarakat Cimande nanti di akhirat,” harapnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian kepada Masyarakat STAINU Jakarta Fatkhu Yasik menilai, pendirian lembaga pendidikan tingkat PAUD/TK merupakan langkah strategis dan cerdas dari mahasiswa peserta KKN. “Mahasiswa melihat lembaga PAUD/TK memiliki peran fundamental dalam pembangunan karakter generasi bangsa yang akan datang,” ujarnya.

Prosesi peluncuran PAUD/TK NU ini dihadiri oleh beberapa komponen Nahdlatul Ulama di Kabupaten Bogor, di antaranya pengurus Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU), pengurus Lembaga Amil Zakat Nahdlatul Ulama (LAZISNU), dan Muslimat NU. Di samping juga aparat desa dan tokoh masyarakat Cimande. Ketua MUI Caringin KH Abdul Latif beserta jajarannya juga turut serta menyaksikan lembaga pendidikan yang didirikan oleh mahasiswa STAINU Jakarta tersebut. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Fragmen, Meme Islam, Bahtsul Masail Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Pendekar Pagar Nusa Teladani Heroisme "Sang Kiai"

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pemutaran perdana film Sang Kiai pada 30 Mei 2013, hari ini, disambut antusias kalangan Nahdliyin, termasuk di antaranya para pendekar Ikatan Pencak Silat (IPS NU) Pagar Nusa, salah satu Badan Otonom di bawah naungan NU. Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan KH Hasyim Asyari dalam perjuangan melawan penjajah yang digambarkan di film tersebut, dinilai sebagai sisi positif yang harus diteladani.

Pendekar Pagar Nusa Teladani Heroisme Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendekar Pagar Nusa Teladani Heroisme Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendekar Pagar Nusa Teladani Heroisme "Sang Kiai"

"Nonton bareng film Sang Kiai kami gelar serentak hari ini," kata Sekretaris Umum IPS NU Pagar Nusa Muchammad Nabil Haroen di Jakarta, Kamis (30/5). 

Nabil menambahkan, tidak hanya di Jakarta acara nonton bareng Sang Kiai juga akan digelar di beberapa daerah yang di sana terdapat theatre XXI. "Di Jakarta di antaranya kami adakan di Plasa Senayan, Planet Hollywood, Casablanca, dan Atrium. Sementara di daerah ada di Semarang dan Surabaya, serta di beberapa di mana di sana ada bioskop XXI," terangnya.  

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari acara nonton bareng tersebut, Nabil juga mengatakan, diharapkan tidak sekedar gemerlap di pelaksanaan, melainkan masyarakat, khususnya Nahdliyin bisa mengambil hikmah dari cerita yang disajikan. 

"Khusus kami dari kalangan pendekar Pagar Nusa, tentu bagaimana Mbah Hasyim (KH Hasyim Asyari) memiliki semangat yang sangat heroik melawan penjajah, harus bisa diteladani. Semangatnya juga dalam mengajarkan Islam yang moderat harus bisa ditiru untuk diamalkan di kehidupan sekarang," urai Nabil.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lebih lanjut Nabil juga mengatakan, heroisme Mbah Hasyim yang diwujudkan dalam fatwa Resolusi Jihad, disebutnya menjadi bukti peran nyata NU dalam mempelopori nasionalisme. 

"Ini warisan dari NU untuk bangsa Indonesia. Di era sekarang, dalam kondisi negara saat ini, nasionalisme warga masyarakat memang sangat dibutuhkan, dan warisan dari NU itu harus terus digelorakan," tegas Nabil.  

Film Sang Kiai adalah hasil karya sutradara Rako Prijanto yang pengerjaannya dilakukan oleh rumah produksi Rapi Film. Film yang di antaranya diperankan oleh Ikranagara, Christine Hakim, Agus Kuncoro, dan Adipati Dolken tersebut, mengisahkan sosok KH Hasyim Asyari sebagai pendiri Nahdlatul Ulama dalam mengobarkan semangat perjuangan melawan penjajah Jepang dan Belanda. Tidak sebatas itu, Islam moderat yang menjadi ciri khas NU juga digambarkan dengan sangat baik.

Penulis: Samsul Hadi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Makam, Habib, Bahtsul Masail Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

IPNU Adakan Cerdas Cermat Empat Pilar

Bondowoso, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Upaya menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap pilar bangsa harus dikenalkan kepada generasi muda. Karena merekalah yang kelak akan meneruskan estafet perjuangan bangsa.

Semangat inilah yang kini tengah ditumbuh kembangkan oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Bondowoso. Mereka secara maraton menyelenggarakan cerdas cermat empat pilar kebangsaan yang diselenggarakan hari ini di ruangan Sababina Pemkab Bondowoso. Kegiatan diikuti 61 kelompok dari seluruh SMA dan MA.

IPNU Adakan Cerdas Cermat Empat Pilar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Adakan Cerdas Cermat Empat Pilar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Adakan Cerdas Cermat Empat Pilar

Salah seorang panitia, Abdul Wasik menandaskan bahwa kegiatan ini dalam upaya memperkenalkan serta menanamkan eksistensi Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Kita ingin empat pilar kebangsaan itu dipahami dengan baik dan benar,” katanya kepada Kedung Sukun Adiwerna Tegal (4/3).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Keberadaan bangsa Indonesia dengan berbagai kekhasan yang dimiliki hendaknya dapat dipahami oleh seluruh komponen di dalamnya. “Keanekaragaman budaya, bahasa, adat istiadat mestinya dapat dijadikan media untuk memperkaya bangsa ini,” tandasnya. 

IPNU merasa prihatin dengan banyaknya kasus kekerasan atas nama agama, demikian juga kegagalan para penegak hukum dalam menjaga NKRI. “Yang juga tidak kalah mengkhawatirkan adalah disharmoni antara umat beragama,” ungkapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Generasi muda diharapkan dapat memiliki pemahaman yang komprehensif seputar empat pilar kebangsaan ini,” katanya. Karena tanpa itu, keanekaragaman yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia bukan menjadi media pemersatu. “Yang terjadi malah bisa sebagai alat disintegrasi bangsa,” lanjutnya.

Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama antara PC IPNU Bondowoso dengan DPR RI.

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : Saifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Bahtsul Masail, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Juara I OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU Banyumas

Banyumas, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Setelah melalui proses penilaian Administrasi, Keuangan, Faktual Lapangan, dan Program Kerja Unggulan, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Banyumas akhirnya meraih juara I Lomba Organisasi Kepemudaan (OKP) Berprestasi tingkat Kabupaten Banyumas.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas Muntorichin mengatakan, salah satu persyaratan utama dalam mengikuti kegiatan Lomba Organisasi Kepemudaan Berprestasi ini adalah memiliki program atau kegiatan unggulan yang kreatif, inovatif, serta dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Juara I OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU Banyumas (Sumber Gambar : Nu Online)
Juara I OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU Banyumas (Sumber Gambar : Nu Online)

Juara I OKP Berprestasi, Ini Program Unggulan IPPNU Banyumas

Khusnul Khotimah Ketua IPPNU Banyumas berhasil memaparkan dan meyakinkan dewan juri dengan program unggulan Rumah Baca Kartini, yang kegiatanya meliputi TPQ, Calistug, Bimbel, Pelatihan Hadrah, dan Kelas Menulis pada presentasi yang dilakukan di Aula Bappedalitbang Banyumas, Rabu (12/4).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Adapun dewan juri lomba oleh Dinporabudpar Banyumas ini antara lain Akhmad Risqul karim, Dosen LPPM Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto yang menilai Program Kegiatan Unggulan dan Presentasi; Taufik Budhi Pramono, Dosen LPPM Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto (faktual lapangan dan presentasi); dan Mohammad Syabani W, pengajar SMA Islam Andalusia Kebasen (Administrasi, Keuangan dan Presentasi).

Setelah semua peserta mempresantasikan program unggulanya, IPPNU dinyatakan sebagai juara pertama tahun ini dengan? perolehan nilai 3.074, sedang juara kedua diraih ST3 Telkom Purwokerto dengan perolehan nilai 2.977, disusul Banyumas Muda Kecamatan Banyumas dengan nilai 2.881 sebagi juara ketiga.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dengan hasil yang diperoleh tersebut? IPPNU Banyumas dipastikan akan maju mewakili Kabupaten Banyumas pada Lomba Organisasi? Kepemudaan Berperstasi? tingkat Provinsi Jawa Tengah serta mendapatkan piala dan uang pembinaan.

Ketika ditanya persiapanya maju ke tingkat Provinsi, Khusnul menjawab akan berusaha lebih baik lagi. “Belum berpikir sejauh itu, yang jelas akan kami maksimalkan,” ucapnya. (Kifayatul Akhyar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Bahtsul Masail Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli

Jeddah, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Apa kira-kira oleh-oleh dari Mekkah yang paling dicari? Ada dua, air zam-zam dan kurma. Karena itulah Elmazroi, perusahaan pengemasan air zam-zam untuk jamaah haji saat kepulangan, menjamin kualitas dan orisinalitas air yang ditemukan Nabi Ismail itu tidak berubah hingga sampai di Tanah Air.

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli (Sumber Gambar : Nu Online)
Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli (Sumber Gambar : Nu Online)

Zam-zam untuk Jamaaah Haji Dijamin Asli

Artinya, zam-zam mereka asli.

"Kami jamin kualitas zam-zam ini karena diterima dari sumbernya yang dikelola kerajaan. Dikemas secara higenis dan aman hingga sampai ke Tanah Air," kata Ali Saieed Elmazroi, di Jeddah, Sabtu. Nama keluarganya dijadikan merek dagang zam-zam itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ali yang didampingi Manajer Marketing Elmazroi, Ujang Abdullah, menjelaskan, kualitas zam-zam itu dijamin Kerajaan Arab Saudi karena yang mengelola air zam-zam adalah pemerintah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Kami hanya membayar kontainer air, sedangkan isinya gratis untuk jamaah haji," kata Ali Elmazroi.

Untuk tahun ini, Kerajaan Arab Saudi mengganti kemasan yang semulanya berbentuk jerigen kotak, maka tahun ini berbentuk galon berisi lima liter. Galon dinilai lebih kuat dan tidak tumpah.

Perusahaan itu sudah bekerja sama dengan Garuda sejak 11 tahun lalu. "Kami mampu mempersiapkan air zam-zam hingga 140.000 galon perbulan sesuai dengan kebutuhan jamaah haji Indonesia," kata pengusaha yang juga memasok air zam-zam untuk kebutuhan di tanah air.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber  : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Bahtsul Masail, Cerita, Kajian Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Kesan Para Peserta Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kelas Pemikiran Gus Dur (KPG) angkatan kedua yang diselenggarakan Jaringan Gusdurian Jakarta pada 1-2 April 2017 lalu, berjalan lancar dan terbilang sukses. Para peserta mengikuti keseluruhan kegiatan dengan antusias. 

Leona Wirawan, gadis Bali mahasiswi di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera mengungkapkan rasa senangnya dapat mengikuti KPG 2.

Kesan Para Peserta Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesan Para Peserta Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesan Para Peserta Kelas Pemikiran Gus Dur di Ciganjur

“Ini pertama kali aku mengikuti Kelas Pemikiran Gus Dur. Jadi lebih memahami pemikiran Gus Dur tentang pluralisme, ke-Islam-an, dan lainnya. Apalagi  ke-Islam-an Gus Dur terkait dengan mata kuliah Hukum Islam di kampus,” tutur Leona. 

Gadis penganut agama Hindu itu pun menilai pemikiran Gus Dur tentang Islam, sangat relevan dengan ajaran agama yang diyakininya, karena pemikiran ke-Islam-an Gus Dur bukan mengutamakan salah satu agama tertentu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Gus Dur melihat esensi semua agama, jadinya ada nilai-nila yang dikedepankan yang itu semua juga dianut bersama dalam ajaran semua agama,” tambahnya.

Leona pun merencanakan akan lebih banyak membaca buku-buku tentang Gus Dur. “Memperdalam melalui literasi, supaya lebih memahami lewat buku dalam kehidupan sehari-hari bisa lebih toleran dengan teman-teman dari suku atau agama yang berbeda,” harapnya.

Senada, Teo Cosner Tambunan, pemuda Medan yang kini bekerja di sebuah kantor hukum mengungkapkan dirinya sangat mengagumi sosok Gus Dur.

“Beliau (Gus Dur) mempunyai nila-nilai utama yang sudah dikristalkan (Sembilan Nilai Utama Gus Dur), dan itu ada di semua ajaran agama. Saya sangat mengagumi beliau, melihat pola pikir beliau, tentang kebangsaan ke-Indoensia-an. Itu saya rasa levelnya lebih tinggi dibandingkan orang atau tokoh lainnya,” kata Teo.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia pun menilai nilai ke-Islam-an Gus Dur sangat relevan bagi semua agama.

“Islamnya Gus Dur menghargai kemanusiaan. Ini harus ditularkan kepada semua agama. Gus Dur juga mengajarkan nila-nilai ke-Indonesia-an yang mencintai budaya. Bahwa walaupun beragama jangan meniru kebudayaan bangsa lain, karena kebudayaan Indonesia sudah sangat kaya, jadilah Indoensia sejati,” papar Teo.

Teo yang menganut keyakinan Kristen Protestan, berencana akan menularkan hasil dari KPG 2 kepada teman-temannya melalui dialog. Ia pun berharap KPG bisa diadakan di Bandung, tempat tinggalnya saat ini.

Cahyu, gadis Depok alumni Universitas Gunadarma menilai KPG sangat baik. Ia berharap ada lebih banyak forum seperti KPG.

“Kalau anak-anak muda mengikuti kajian seperti di KPG ini mereka akan punya bekal tidak saja senjata, tetapi juga peluru. Misalnya ketika kita menghadapi orang-orang yang punya kecenderungan intoleransi atau punya pemikiran keras, kita bisa berdialog dengan mereka. Kita tegaskan bahwa yang harus kita lakukan adalah untuk Indonesia, dan bahwa Islam sangat menganjurkan rahmatan lil alamin,” urai Cahyu.

Cahyu mengatakan hasil dari KPG akan didiskusikan dengan teman-temannya. “Diskusi dengan orang per orang, agar minimal mereka tidak resisten terhadap keyakinan orang lain. Supaya mereka lebih toleran dan meningkatkan solidaritas kepada sesama,” kata Cahyu. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pondok Pesantren, Kajian, Bahtsul Masail Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

GP Ansor: Perbanyak Istighfar Demi Keutuhan NKRI

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal -?

Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas, di Jakarta, Rabu (30/11) menginstruksikan seluruh kader pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia untuk memperbanyak membaca istighfar demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Langkah tersebut, ujar pria karib dipanggil Gus Yaqut itu, diambil karena ada permintaan khusus para kiai setelah mencermati kehidupan berbangsa dan bernegara dewasa ini.

GP Ansor: Perbanyak Istighfar Demi Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor: Perbanyak Istighfar Demi Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor: Perbanyak Istighfar Demi Keutuhan NKRI

"Seluruh kader dari pusat hingga ranting harus meningkatkan siaturahim dengan para ulama dan kader serta memperbanyak bacaan istigfar minimal seratus kali sehari dengan niat memohon kepada Allah SWT agar NKRI tetap utuh dan selamat," tegasnya.?

Terpisah, Kepala Satuan Koordinasi Nasional Barisan Ansor Serbaguna (Kasatkornas Banser) H Alfa Isnaeni menginstruksikan seluruh jajaran Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) hingga Satuan Koordinasi Kelompok (Satkorkel) untuk tetap satu komando di bawah Kasatkornas selaku penanggungjawab operasional dan Ketua Umum PP GP Ansor sebagai pemegang komando tertinggi Banser.

Kasatkornas Banser itu juga meminta seluruh kader inti Pemuda Ansor untuk tidak terlibat dalam atau memobilisasi aksi massa yang diselenggarakan oleh pihak atau kelompok manapun.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Seluruh anggota Banser memperbanyak wirid dan memohon ampun kepada Allah SWT demi utuhnya NKRI dan tegaknya Pancasila," kata dia. (Gatot Arifianto/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Bahtsul Masail, Santri, Pertandingan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Mbah Sahal Penjaga NU dari Politik Praktis

Jombang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. KH Salahuddin Wahid yang lazim disapa Gus Solah mengatakan KH MA Sahal Mahfudh atau Mbah Sahal merupakan sosok yang menjaga NU dari infiltrasi politik. Sikapnya yang demikian sejalur dengan posisinya sebagai Rais Aam PBNU.

“Kiai Sahal merupakan ulama besar yang dimiliki NU. Kondisi itu semakin klop dengan posisinya sebagai Rais Aam PBNU,” terang Gus Solah yang kini mengasuh pesantren Tebuireng Jombang, Jumat (24/1).

Mbah Sahal Penjaga NU dari Politik Praktis (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Sahal Penjaga NU dari Politik Praktis (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Sahal Penjaga NU dari Politik Praktis

Karenanya, fikih sosial dan petuah kiai asal Jawa Tengah ini selalu ditunggu umat. Yang lebih mengesankan lagi, menurut Gus Solah, selama ini Mbah Sahal merupakan ulama yang sangat kukuh menjaga NU dalam trek Khittah NU 1926.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mbah Sahal tidak ingin NU terseret ke wilayah politik praktis. Hal itu pula yang terus dijaga Kiai Sahal hingga akhir hayat, kata Gus Solah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kendati demikian, Mbah Sahal pernah kecolongan di tahun-tahun silam saat ia memegang amanah sebagai Rais Aam PBNU. Pada tahun itu NU secara tidak langsung terseret ke wilayah politik praktis. Bahkan Kiai Hasyim Mudzadi sebagai Ketua Umum PBNU maju sebagai cawapres mendampingi Megawati Soekarno Putri.

Meskipun tidak berkenan, Mbah Sahal waktu itu kurang bisa mencegah langkah Pak Hasyim. “Makanya ke depan hal-hal seperti itu tidak boleh terjadi lagi," kenang Gus Solah. ? (Saiful/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Daerah, Bahtsul Masail, Nahdlatul Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Dilantik, PMII Pariaman Arahkan Kader Jadi Pengusaha

Padang Pariaman, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman, Sumatera Barat, masa khidmat 2013-2014 berjalan sukses di Aula BLK Kabupaten Padang Pariaman, Ahad (23/1).

Dilantik, PMII Pariaman Arahkan Kader Jadi Pengusaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, PMII Pariaman Arahkan Kader Jadi Pengusaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, PMII Pariaman Arahkan Kader Jadi Pengusaha

Dalam acara yang dirangkai dengan Seminar Kewirausahaan “Interprenership sebagai Solusi Perekonomian Bangsa di Piaman Laweh” ini, ketua baru PC PMII Pariaman, Satria Efendi, menyatakan bahwa sebagai organisasi kemahasiswaan, PMII harus sanggup hidup mandiri secara ekonomi dalam merealisasikan berbagai programnya.

Menurut dia, PMII yang lahir sejak tahun 1960 seharusnya mempunyai kematangan dalam berbagai hal, termasuk dalam menghadapi tantangan di tengah-tengah masyarakat. Modal yang kuat, katanya, sangat dibutuhkan terutama bagi para kader PMII yang memilih jalur politik di masa mendatang.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua Badan Urusan Rumah Tangga PB PMII Ulil Amri menginstruksikan agar pengurus PMII di berbagai level harus selalu memperkuat organisasi dan kaderisasi agar kader-kader PMII mampu menghadapi tantangan global. Dalam hal kewirausahaan PB PMII sangat mendukung agar kader-kader PMII secara finansial kuat dan mampu menjadi pengusaha dan politisi ke depannya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dukungan juga datang dari Wakil Walikota Pariaman Dr. Genius Umar. Dalam sambutannya, Genius mengatakan, pemerintah kota akan bekerja sama dengan PMII dalam mewujudkan pengusaha muda di Pariaman. 

Pemkot punya program pemberdayaan dan latihak kerja di Disnaker, sementara untuk penguatan modal dapat disalurkan melalui Kopperindag Kota Pariaman. 

Hadir sebagai narasumber dalam seminar kewirausahaan pengusaha muda asal Pariaman Zulkardi, Kepala Dinas Koperasi Pariaman Gusniyetti Zaunit, tokoh masyarakat Pariaman, H. Martiyas Mahyudin. 

Peserta terdiri dari para kader PMII, organisasi siswa intra sekolah (OSIS), organisasi kepemudaan (OKP), dan utusan badan eksekutif mahasiswa (BEM) perguruan tinggi di Kota Pariaman. (Red: Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Bahtsul Masail Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Gubernur Aher Buka Konferwil PWNU Jabar

Garut, Kedung Sukun Adiwerna Tegal



Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan membuka Konferensi Wilayah ke-17 PWNU Jawa Barat di Pondok Pesantren Fauzan Sukaresmi, Kabupaten Garut pada Selasa (11/10). Pembukaan Konferwil ditandai dengan pemukulan bedug oleh gubernur tersebut.?

Gubernur yang akrab dipanggil Aher ini menyatakan bahwa sejak kecil sudah dididik oleh orang tuanya untuk mengamalkan ajaran-ajaran Ahlussunaah wal-Jama’ah, salah satu buktinya adalah ketika membaca shalawat selalu menyertakan lafal sayyidina mengiringi Muhammad.

Gubernur Aher Buka Konferwil PWNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Aher Buka Konferwil PWNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Aher Buka Konferwil PWNU Jabar

Ia mengungapkan apresiasinya kepada jam`iyah Nahdlatul Ulama yang selalu istiqomah mengawal dan menjaga paham Ahlussunah wal-Jamaah di Indonesia. Sebagai bukti kebanggaannya, Pemerintah Propinsi Jawa Barat menggulirkan program pembangunan kobong (asrama pesantren).

Sekjen PBNU H.Ahmad Faisal Zaini mengharapkan kepada Gubernur Aher tidak hanya memukul bedug di acara Konferwil NU saja, melainkan memukul di masjid dan mushola yang ada di kampung-kampung di Jawa Barat.

Kemudian, kepada Pengurus Wilayah NU Jawa Barat yang terpilih, Mantan Menteri PDT ini juga mengimbau agar bisa mewujudkan cita-cita para pendiri Nahdlatul Ulama, yaitu mensejahterakan masyarakat melalui program-program yang bisa dikerjasamakan dengan Pemerintah Propinsi Jawa Barat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Umum PBNU, Bupati dan Wakil Bupati Garut, peserta Konferwil dan ribuan warga NU. (Aiz Luthfi-Ayi Abdul Qohar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Bahtsul Masail Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 28 November 2017

Lima Ibadah yang Harus Diburu-buru

Segala pekerjaan yang dilakukan dengan terburu-buru akan mengakibatkan ketidaksempurnaan. Bahkan dianggap sebagai kelakuan syaitan. Hal ini memang benar. Pepatah lama saja mengantisipasi hal ini dengan istilah tak akan lari gunung dikejar. Kalimat ini menyadarkan bahwa dalam berkegiatan tidaklah perlu tergesa-gesa karena sesuatu tujuan itu akan tercapai bila kita melangkah sesuai rencana.

Namun demikian kaidah ini memiliki pengecualian. Tidak semua yang dilakukan dengan segera menimbulkan efek buruk. Bahkan hal itu disunahkan sebagaimana keterangan hadits yang diriwayatkan oleh Hatim al-Asham yang dikutip dalam Hilyatul Auliya

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Tergesa-gesa bagian dari kelakuan syaitan kecuali dalam lima hal, pertama memberi makan tamu, kedua mengubur jenazah, ketiga menikahkan anak perawan keempat membayar hutang dan kelima bertaubat dari segala dosa.”

Lima Ibadah yang Harus Diburu-buru (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Ibadah yang Harus Diburu-buru (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Ibadah yang Harus Diburu-buru

Berhubungan dengan memberi makan tamu, sesungguhnya hal itu termasuk sunah rasul. Sebagaimana anjurannya memuliakan tamu. Hal ini diperkuat dengan hadits

? ? ? ? ?.

“Sesungguhnya orang terbaik diantara kalian adalah orang yang memberi makan”

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Logikanya apabila menghormati tamu adalah anjuran Rasulullah, apalagi menghormati dengan memberi makan.

Demikian pula dengan menyegerakan urusan jenazah, sesungguhnya hal itu merupakan sunah Rasulullah saw sebagaimana keterangan hadits Sahih?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Abu Hurairah RA dari Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Bersegeralah di dalam (mengurus) jenazah. Jika ia orang shalih maka kebaikanlah yang kalian persembahkan kepadanya, tetapi jika ia tidak seperti itu maka keburukanlah yang kalian letakkan dari atas pundak-pundak kalian”.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Adapun urusan perawan, maka tidak ada hal yang lebih baik kecuali mengawinkannya dengan segera. Apalagi dengan melihat kondisi sekarang ini. Rasulullah sendiri pernah bersabda?

? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Barangsiapa yang menikahkan anak perempuannya maka, pada hari kiamat akan menghadap kepada Allah dengan (memakai) mahkota”

Adapun urusan piutang dengan tegas Rasulullah saw pernah bersabda sebagaimana diriwayatkan Dari Abu Hurairah,

? ? ? ?

“Sesungguhnya yang paling di antara kalian adalah yang paling baik dalam membayar hutang.”

Dan yang terakhir, sesungguhnya orang yang berdosa hendaklah segera memohon ampun kepada Allah swt. Sebagaimana doa Rasulullah saw yang diajarkan kepada umatnya

? ? ? ? ? ? ? ?

Tuhan, Ampunilah aku dan terimalah taubatku sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Pengampun

Jika Rasulullah saw yang sudah jelas dijamin sebagai manusia mashum tanpa dosa masih mementingkan taubat apalagi selaku umatnya yang berbelepotan dosa.

Inilah lima hal yang jika disegerakan dijamin tidak akan menimbulkan hal negatif. (Ulil A. Hadrawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Daerah, Pahlawan, Bahtsul Masail Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mahasiswa dan Santri di Pati Ramai-ramai Donorkan Darah

Pati, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ratusan mahasiswa Institut Pesantren Mathali’ul Falah (Ipmafa) dan santri dari berbagai pondok pesantren di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati berduyun-duyun mendonorkan darah di kampus setempat.

Aksi tersebut, baru kali pertama dan tidak biasa dilakukan dalam rangkaian peringatan Haul Syekh Ahmad Mutamakkin. Haul yang digelar setiap 10 Muharram itu, mengundang partisipasi banyak kalangan, terutama kalangan santri dan pelajar.

Mahasiswa dan Santri di Pati Ramai-ramai Donorkan Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa dan Santri di Pati Ramai-ramai Donorkan Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa dan Santri di Pati Ramai-ramai Donorkan Darah

Para peziarah dan pedagang dari berbagai daerah juga turut meramaikan haul tersebut. Bagi warga masyarakat, santri pondok pesantren dan lembaga pendidikan di Kajen, Haul Syekh Ahmad Mutamakkin menjadi momentum untuk bertemu dalam kegiatan positif. Sekaligus mengawali tahun dengan aktivitas yang bernilai dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Aksi donor darah berlangsung Rabu (21/10). “Donor darah ini misalnya menjadi contoh kecil kegiatan positif di awal tahun hijriyah, sekaligus wujud solidaritas sesama insan melalui darah,” ujar Zaki Fuad panitia pelaksana donor darah di Fakultas Dakwah Progam Studi Pengembangan Masyarakat Islam.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Melalui PMI

Dalam kesempatan itu, sedikitnya 170 Mahasiswa dan santri merelakan sebagian darahnya untuk disumbangkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI).

Jumlah penyumbang darah tersebut, di luar dugaan lantaran melebihi target yang ditetapkan, yakni 100 penyumbang darah.

“Mahasiswa dan santri sangat antusias sehingga jumlah penyumbang darah membeludak. Jumlah tersebut, sebenarnya bisa lebih banyak namun karena santri terkendala transportasi sehingga hanya 170 orang,” jelas Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Dakwah itu.

Lebih lanjut dia menjelaskan, animo penyumbang darah yang besar menunjukkan, bahwa kepekaan sosial mahasiswa dan santri di Kajen dan sekitarnya cukup tinggi. Itu tidak terlepas dari pola pendidikan yang selama ini diterapkan, yakni memberi manfaat bagi masyarakat.

“Kedepan kegiatan seperti ini akan kami persiapkan lebih matang lagi, sehingga akan mengundang lebih banyak peserta yang terlibat tidak hanya dari kajen saja,” tandasnya.? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Bahtsul Masail, Halaqoh, Habib Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 16 November 2017

Lagi, LPBI NU Buka Dua Cabang Baru Bank Sampah Nusantara

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) melalui Bank Sampah Nusantara (BSN) memulai upaya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan berbasis komunitas dan pesantren. Pengurus LPBI NU membuka BSN Cabang Desa Kertabesuki Kecamatan Wanasari dan BSN Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba Kabupaten Brebes, Ahad (12/2).

Tim BSN LPBI NU berharap dua cabang ini menjadi embrio BSN lain untuk selalu menyuarakan pelestarian lingkungan di Kabupaten Brebes.

Lagi, LPBI NU Buka Dua Cabang Baru Bank Sampah Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, LPBI NU Buka Dua Cabang Baru Bank Sampah Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, LPBI NU Buka Dua Cabang Baru Bank Sampah Nusantara

BSN sudah mempunyai 15 cabang di seluruh di Indonesia dalam kurun waktu sepuluh bulan. Bulan lalu BSN membuka cabang di Bogor. Sebelum mendirikan cabang baru, Tim BSN melakukan kajian tentang potensi perhitungan sampah per orang, potensi bisnis yang dihasilkan dari pengelolaan sampah dan potensi sumberdaya manusia yang ada di sebuah wilayah.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebelum pembukaan dua cabang baru di Brebes Tim BSN LPBI NU melakukan sosialisasi materi penyelamatan dan pelestarian lingkungan untuk masa depan. Mereka juga menjelaskan manajemen BSN mulai dari manajemen operasional, manajemen produksi, dan manajemen pemasaran.

Sosialisasi pertama diadakan di Desa Kertabesuki Kecamatan Wanasari yang dihadiri 30 orang warga yang mayoritas pengurus ranting Muslimat NU. Pendirian BSN ini ditandai dengan dokumentasi hasil karya kerajinan tangan dari koran bekas dan terpilihnya Rodhia sebagai Kepala BSN Cabang Desa Kertabesuki.

"Acara ini merupakan rangkaian roadshow dalam rangka merayakan Hari Peduli Sampah Nasional 2017. Setelah ini, pembentukan BSN akan terus dilakukan, karena di tahun 2017 ini? kita mempunyai target pembentukan 40 cabang BSN di seluruh Indonesia", kata Direktur Bank Sampah Nusantara LPBI NU Fitria Ariyani.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sosialisasi BSN dilanjutkan ke Desa Bulusari Kecamatan Bulakamba. Kegiatan yang dihadiri dihadiri 90 orang ibu-ibu PKK bertempat di balai desa. Sambutan dukungan diberikan oleh kepala desa, Saifuddin Trirosanto yang akan menganggarkan dana untuk kegiatan BSN di Desa Bulusari.

"Bank Sampah Nusantara kita ini baru berjalan, kami sangat butuh bantuan untuk ke depannya supaya BSN di desa kita ini berjalan terus tanpa hambatan," kata Kepala BSN Cabang Desa Bulusari Endang Supri Lestari. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal RMI NU, Bahtsul Masail Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 15 November 2017

Lima Fakta Menarik Tentang Populasi Muslim di Eropa

Muslim adalah minoritas di benua Eropa. Populasinya hanya sekitar 4,9 persen dari jumlah penduduk Eropa. Namun di beberapa negara seperti Perancis dan Swedia, persebaran populasi Muslim cukup tinggi. Bahkan jumlah Muslim di negara-negara Eropa diperkirakan akan meningkat dua kali lipat -bahkan lebih- selama beberapa dekade ke depan.

Pergeseran demografi ini telah menyebabkan pergolakan politik dan sosial di negara-negara Eropa, terutama setelah kedatangan jutaan pencari suaka baru yang notabenenya kebanyakan adalah Muslim. Pada pemilihan umum di Perancis dan Jerman, imigran Muslim menjadi isu utama.  

Berdasarkan hasil survei lembaga internasional, Pew Research Center, berikut adalah lima fakta menarik tentang populasi Muslim di Benua Biru.

Pertama, Perancis dan Jerman adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di Eropa. Sampai dengan pertengahan tahun 2016, ada 5,7 juta Muslim di Perancis atau 8,8 persen dari populasi dan 5 juta Muslim di Jerman atau 6,1 persen dari jumlah populasi. Sementara Siprus adalah negara Eropa dimana persebaran Muslim begitu besar, jumlahnya 300 ribu atau 25,4 persen dari total populasi.  

Lima Fakta Menarik Tentang Populasi Muslim di Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Fakta Menarik Tentang Populasi Muslim di Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Fakta Menarik Tentang Populasi Muslim di Eropa

Kedua, populasi Muslim di Eropa terus meningkat. Dari pertengahan 2010 sampai pertengahan 2016, jumlah Muslim di Eropa meningkat satu persen yakni dari 3,8 persen menjadi 4,9 persen atau 19,5 juta jiwa menjadi 25,8 juta. Bahkan, pada tahun 2050 populasi Muslim diperkirakan akan meningkat dua kali lipat menjadi 11,2 persen atau lebih tergantung pada seberapa banyak migrasi yang diizinkan masuk ke Eropa. Kalau seandainya arus migrasi Muslim ke Eropa terhenti, populasi Muslim di Eropa tetap akan meningkat menjadi 7,4 persen mengingat jumlah pemuda dan tingkat kesuburan yang tinggi dari Muslim Eropa saat ini.

Ketiga, usia warga Muslim di Eropa jauh lebih muda dan memiliki lebih banyak anak daripada orang Eropa lainnya. Usia rata-rata Muslim di seluruh negara Eropa adalah 30,4, sementara orang Eropa lainnya adalah 43,8. Artinya, usia warga Muslim lebih muda tiga belas tahun daripada rata-rata usia warga Eropa. Lima puluh persen dari total populasi Muslim Eropa adalah berusia di bawah tiga puluh tahun. Sementara penduduk Eropa lainnya yang berusia di bawah tiga puluh tahun hanya tiga puluh dua persen saja. Selain itu, umat Islam perempuan di Eropa rata-rata memiliki 2,6 anak. Satu persen lebih tinggi daripada perempuan Eropa lainnya yang hanya 1,6 persen. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Keempat, migrasi merupakan faktor terbesar yang mendorong pertumbuhan populasi Muslim di Eropa, terutama antara pertengahan 2010 sampai pertengahan 2016. Diperkirakan 2,5 juta Muslim datang ke Eropa untuk bekerja, studi, dan lainnya –selain untuk mencari suaka. Sekitar 1,3 juta menerima atau diharapkan menerima status pengungsi dan membiarkan mereka tinggal di Eropa. Kelahiran adalah faktor sekunder daripada pertumbuhan Muslim di Eropa. Ada 2,9 juta lebih kelahiran daripada kematian pada periode ini. 

Terakhir, pandangan terhadap Muslim sangat bervariasi di seluruh negara-negara Eropa. Pandangan yang dimaksud di sini adalah pandangan tentang umat Islam terkait dengan ideologi. Pandangan negatif terhadap Muslim berlaku di Eropa Timur dan Selatan. Namun, mayoritas responden di Inggris, Perancis, Jerman, Swedia, dan Belanda memiliki persepsi yang baik terhadap Muslim. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Bahtsul Masail Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 13 November 2017

Ansor-Banser Cilongok Kawal Kaderisasi Pelajar NU

Banyumas,Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas bersama Satkoryon Banser mengawal sepenuhnya program Diklatama I DKAC CBP KPP PAC IPNU IPPNU Cilongok yang dilaksanakan di Desa Karang Tengah Sabtu sampai Senin, (15-17/10).

Ketua PAC GP Ansor Cilongok Mustangin Diklatama CBP KPP ini sangat positif untuk kaderisasi IPNU IPPNU dan Ansor ke depan. GP Ansor dan Banser punya kepentingan dengan kaderisasi ini sebab IPNU IPPNU merupakan gerbang awal menuju GP Ansor dan Banser.

Ansor-Banser Cilongok Kawal Kaderisasi Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor-Banser Cilongok Kawal Kaderisasi Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor-Banser Cilongok Kawal Kaderisasi Pelajar NU

“Kalau kaderisasi sudah dilakukan sejak dini maka itu menjadi modal besar untuk kami di kepengurusan,” katanya melalui siaran pers Selasa (18/10).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pengawalan GP Ansor, tak sebatas pada pengamanan, tapi juga pada pemberian berbagai materi. “Keterlibatan kami juga sebagai bentuk sinergi antarbadan otonom NU karena secara historis, bisa diibaratkan IPNU-IPPNU adalah adik-adik kami dan kelak merekalah yang akan meneruskan perjuangan kami di Ansor-Banser. Jadi sudah sepantasnya kami ikut mensukseskan kegiatan ini,” ujar Mustangin.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Komandan Rayon Banser Cilongok Ischakul Chasan mengatakan, Banser terlibat dari awal pembukaan sampai penutupan Diklatama tersebut.

Menurut dia, Banser perlu mengawal kegiatan tersebut terutama pada sesi di lapangan yaitu menyusuri hutan perbukitan Curug Cipendok. “Setidaknya dengan keahlian anggota kami bisa mengantisipsi dan beraksi cepat atas hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Ia berharap keikutsertaan Banser pada kegiatan ini bisa menjadi daya tarik peserta agar kelak dewasa bisa melanjutkan jenjang pengkaderannya di GP Ansor dan Banser.

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Bahtsul Masail, Kajian, Makam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock