Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Januari 2018

Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pemerintah perlu melakukan pendekatan kepada pimpinan pondok pesantren (ponpes) dan majelis taklim yang memiliki multimedia sehingga bisa bersinergi untuk menyebarkan narasi moderat. Ini merupakan salah satu rekomendasi workshop tentang Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme di Dunia Maya di Hotel Milennium, Jakarta, Kamis (24/3) malam.

Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat dan menyebarkan narasi moderat sekaligus menangkal isu-isu hoax dan isu radikalisme. Selain itu, pemerintah didorong untuk memfasilitasi masyarakat guna membuat website, domain, hosting dan desain grafis sebagai medium untuk penyebaran kontra narasi paham radikal terorisme.

Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax

Pertemuan di Hotel Millenium ini juga merekomendasikan agar NU menjadi komando dari komunitas media moderat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"WhatsApp grup sebagai wadah sharing content antara BNPT dan media moderat. BNPT sebagai content provider bagi media sosial," ujar Abdul Wahab, saat membacakan rekomendasi kelompok 1 sebelum penutupan acara.

Acara yang dihadiri oleh 200 peserta ini diisi dengan penyampaian materi dan digelar diskusi kelompok untuk melahirkan rekomendasi terkait pencegahan berita hoax radikalisme. Yang menarik, tidak hanya materi dan diskusi yang memperbincangkan soal pemberantasan hoax, doa penutupun juga diselilingi dengan kalimat puitis antihoax. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal PonPes, Aswaja, Kajian Sunnah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 13 Januari 2018

Hukum dan Tata Cara Shalat Ketika Membawa Mushaf Al-Quran

Assalamualaikum. Pak kiai yang dirahmati Allah. Saya ingin bertanya bagaimana hukumnya shalat dengan membaca mushaf Al Qur’an, terimakasih. Wassalamualiakum wr.wb. ( Hasan – Jakarta)

---

Wa’alaikum salal wr. wb.

Hukum dan Tata Cara Shalat Ketika Membawa Mushaf Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum dan Tata Cara Shalat Ketika Membawa Mushaf Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum dan Tata Cara Shalat Ketika Membawa Mushaf Al-Quran

Saudara penanya yang dimuliakan Allah.

Salah satu ibadah sunat paling utama yang dilakukan oleh umat Nabi Muhammad saw adalah membaca ayat-ayat al-Qur’an terlebih apabila dilakukan dalam shalat. Bahkan hukum sunat ini dapat berubah menjadi wajib seperti  membaca surat Al-Fatihah dalam shalat  menurut madzhab Syafi’i.

Menanggapi permasalahan yang saudara kemukakan terkait dengan membaca mushaf al- Qur’an ketika shalat, dalam kitab al-Majmu’ Syarah al-Muhaddzzab karya Imam Nawawi  disebutkan sebuah redaksi: 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Apabila  orang yang sedang shalat membaca Al-Qur’an dari mushaf maka shalatnya tidak batal, baik dia hafal Al-Qur’an atau tidak. Bahkan dia wajib melakukan hal itu jika dia tidak hafal surat Al-Fatihah sebagamaina keterangan yang telah dijelaskan. Apabila ia sampai membolak balik lembaran mushaf maka salatnya  tetap tidak batal.”

Dari  rujukan diatas, kami memberikan beberapa gambaran sebagai  berikut:

Pertama, apabila mushaf tersebut terletak dan terpampang didepan mushalli (orang yang shalat), maka hukumnya tidak masalah  seperti  mushaf yang dipigura atau dilaminating lalu dipasang didepan pengimaman dan imam membacanya ketika shalat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedua, mushaf tersebut terletak disebelah atau disaku orang yang shalat. Apabila memang demikian kondisinya, maka yang perlu diperhatikan adalah cara pengambilan serta meletakkannya kembali berikut membukanya. Selama dalam proses pengambilan, meletakkan serta membuka tersebut tidak tergolong melakukan  banyak aktifitas, maka hukum membaca mushaf tersebut tetap dibenarkan. Sedangkan apabila dalam proses yang kami sebutkan dianggap melakukan banyak aktifitas, maka dalam pandangan madzhab Syafii  hal ini  dianggap dapat membatalkan shalat sebagaimana yang dijelaskan dalam kitab-kitab fiqih mereka.

Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa membaca mushaf ketika sedang melaksanakan shalat hukumnya boleh selama tidak melakukan aktifitas-aktifitas yang dapat membatalkan shalat. Pendapat ini sekali lagi mengacu kepada pandangan madzhab Syafi’i. Berbeda dengan pendapat  sebagaian pengikut madzhab Hanafi yang menyatakan bahwa hal yang demikian (membaca mushaf ketika shalat) dianggap membatalkan shalat.

Saudara Hasan yang dimuliakan Allah.

Demi terhindar dari perbedaan pendapat antar madzhab sebagaimana disebutkan, alangkah lebih baik apabila diluar shalat kita memperbanyak bahkan sering membaca Al-Qur’an sehingga mampu menghafalnya, hingga dalam pelaksanaan shalat kita tidak perlu membaca atau membuka mushaf. Hal ini tentunya akan kian menambah fokus dan kekhusyu’an kita dalam beribadah.

Mudah-mudahan  jawaban ini bermanfaat dan semakin menggiatkan kita untuk lebih gemar membaca serta mencintai kalamullah. Amin.

Wallahu a’lam bi as-shawab. (Maftukhan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Aswaja, Halaqoh, Sejarah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Ansor Expo dan Seminar Wirausaha Meriahkan Pelantikan GP Ansor Pekalongan

Pekalongan, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah masa khidmah 2016-2020 resmi dilantik oleh Pimpinan Pusat GP Ansor, Ahad (25/9) di Aula PCNU Pekalongan. Pelantikan ditandai dengan pengambilan sumpah janji pengurus oleh Gus Mujibur Rohman, Ketua PP GP Ansor sekaligus Korwil Jateng-DIY mewakili Ketua Umum. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan pengukuhan Satkorcab Banser, Rijalul Ansor dan Departemen-departemen oleh PW GP Ansor Jawa Tengah.

Hadir dalam pelantikan tersebut jajaran Pimpinan Pusat GP Ansor, PW GP Ansor Jawatengah, PC GP Ansor se-eks Karesidenan Pekalongan, PCNU Kab. Pekalongan beserta segenap pengurus Badan Otonomnya (Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU dan PMII). Hadir pula anggota DPR RI FPKB H. Bisri Romly, beberapa Organisasi Kepemudaan, Dinporapar, Kadin Kabupaten Pekalongan serta ratusan kader GP Ansor dari PAC se-Kabupaten Pekalongan.

Ansor Expo dan Seminar Wirausaha Meriahkan Pelantikan GP Ansor Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Expo dan Seminar Wirausaha Meriahkan Pelantikan GP Ansor Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Expo dan Seminar Wirausaha Meriahkan Pelantikan GP Ansor Pekalongan

Menurut Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, M. Azmi Fahmi, Kepengurusan periode ini mengusung visi "Pemberdayaan Potensi Ekonomi Menuju Kemandirian Kader dan Organisasi". Untuk itu sebagai langkah awal, pada momen pelantikan ini juga digelar Ansor Expo dan Seminar Kewirausahaan.?

“Hal ini sebagai wujud komitmen dan kesiapan PC GP Ansor Pekalongan menyambut Gerakan dan Program Kemandirian Kader dan Organisasi yang dicanangkan PP GP Ansor,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutan pengarahannya, Mujiburrohman dari PP GP Ansor mengatakan bahwa PC GP Ansor Pekalongan sebagai wilayah basis Ansor masuk kategori Cluster 1A yang merupakan daerah percontohan, karena itu tantangan yang dihadapi semakin berat dan pelik. Salah satunya adalah masalah kemiskinan dan ekonomi kader. Ia menambahkan bahwa dari 70 juta penduduk miskin mayoritas adalah orang pedesaan dimana sebagian besar kader Ansor berada.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Untuk itu pengurus Ansor bertanggung jawab bagaimana mengangkat taraf hidup kader sehingga bisa menghidupi organisasi secara mandiri,” jelasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sedangkan dari arena Ansor Expo yang berlangsung di halaman PCNU Kab. Pekalongan tampak meriah diikuti 19 stand PAC GP Ansor se-Kab. Pekalongan yang menampilkan berbagai potensi ekonomi kader GP Ansor se-Kab. Pekalongan antara lain, Koperasi, ? usaha konveksi, perbatikan, percetakan, aneka produk makanan dan minuman, berbagai produk kerajinan tangan, berbagai produk jasa serta beragam industri kreatif lainnya. Direncanakan kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan pelatihan pemasaran secara online bagi peserta serta menjadi cikal bakal dibentuknya pusat bisnis Ansor.

Selesai momen pelantikan panitia juga menggelar Seminar kewirausahaan dengan menghadirkan 2 orang pembicara yaitu, Sumantri Suwarno, Ketua Bidang Ekonomi PP GP Ansor dan Aminudin Aziz dari Kadin Kabupaten Pekalongan. Peserta seminar mendapatkan pencerahan dari diskusi dengan narasumber antara lain pentingnya mengenali potensi ekonomi dan bagaimana belajar bisnis dari orang yang sudah sukses. Hal lain yang penting untuk memulai usaha adalah jangan terlalu lama berfikir dan cenderung bertele-tele dalam berwacana tetapi segera mengeksekusi setiap gagasan/ ide bisnis dengan aksi nyata dengan prinsip learning by doing. (Alim Mustofa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tegal, Sejarah, Aswaja Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Hindari Pergaulan Negatif dengan Aktif di Masjid

Maros, Kedung Sukun Adiwerna Tegal 

Kepala Bidang Kepeloporan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) Sopti Popiyanti menjelaskan kepada peserta Pelatihan Pemuda Pelopor tentang pentingnya aktif di masjid. Zaman sekarang ini banyak pergaulan anak muda yang mudah terpengaruh lingkungan negatif seperti narkoba, begal, teroris atau hal negatif lainnya. Menurut dia, aktif melakukan berbagai kegiatan di masjid adalah salah satu upaya agar pemuda terhindar dari hal-hal negatif tersebut.

Demikian disampaikan Sopti Popiyanti saat membuka kegiatan Pelatihan Pemuda Pelopor di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros, Selasa (5 /12). 

Hindari Pergaulan Negatif dengan Aktif di Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Hindari Pergaulan Negatif dengan Aktif di Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Hindari Pergaulan Negatif dengan Aktif di Masjid

Pada kegiatan yang mengusung tema Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid Sebagai Benteng Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI ini, Poppy berharap, dengan diadakannya kegiatan pelatihan pemuda pelopor ini agar jiwa dan mental para pemuda tidak kosong dan mempunyai etika dalam menjalani kehidupan sehari-hari. 

Selain itu, dengan melibatkan diri di masjid, nantinya para pemuda mempunyai beban moral, sehingga jauh dari perilaku yang negatif. 

"Jadi ada beban," ucapnya. 

Ia mengaku yakin, dengan pemuda aktif dan melakukan berbagai aktivitas di masjid, maka mereka akan terhindar dari perilaku negatif. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pada kegiatan yang diikuti peserta sebanyak lima puluh orang ini, Poppy meminta kepada peserta untuk mengajak pemuda yang lain agar rajin ke masjid dan berbuat positif. 

"Itu tugas adik-adik sekalian terutama yang ikut pelatihan ini," katanya. 

Kegiatan yang diikuti oleh peserta dari berbagai organisasi kepemudaan seperti IPNU, IPPNU, PMII ini terselenggara atas kerja sama Lembaga Ta’mir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LTM PBNU) dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI). 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hadir pada pembukaan Pelatihan Pemuda Pelopor hari kedua ini Sekretaris PWNU Sulawesi Selatan Hasid Hasan Palogai, Ketua PCNU Kabupaten Maros H A Mannan Hasan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maros H Syamsuddin, Sekretaris LTM PBNU H Ibnu Hazen, Wakil Sekretaris LTM PBNU Syarif Hidayat, Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) H Sarmidi Husna. (Husni Sahal/Muchlishon)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Aswaja, Nasional, Kajian Islam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

“Risalah” Edisi Terbaru Bahas Peran NU Tangkal Radikalisme

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Majalah Risalah NU terbaru Edisi 58 tahun 2016 membahas peran NU selama ini dalam menangkal dan memerangi radikalisme dan terorisme. Selain kasus teror nasional, majalah dibawah naungan LTN PBNU ini juga mengupas berbagai aksi terorisme internasional.

“Risalah” Edisi Terbaru Bahas Peran NU Tangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
“Risalah” Edisi Terbaru Bahas Peran NU Tangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

“Risalah” Edisi Terbaru Bahas Peran NU Tangkal Radikalisme

Pemimpin Redaksi Majalah Risalah NU, Musthafa Helmy dalam pengantar redaksinya mengatakan, pergeseran masyarakat Indonesia berubah tajam dalam menyikapi aksi teror dewasa ini.

Dia menjelaskan, kasus teror di Paris membuat semua warga Prancis dan Eropa pada umumnya ketakutan. Mereka berlari, menutup toko, dan lain-lain. Sedangkan untuk kasus teror bom di Jl Thamrin Jakarta Pusat, masyarakat justru mendekat ketika terjadi dentuman bom dan baku tembak.

“Kejadian ini seperti semacam syuting sinteron aja. Polisi langsung olah TKP. Besoknya, aktivitas kembali normal seperti biasa. Bahkan masyarakat Indonesia membuat gerakan tidak takut pada teroris. Kondisi ini tidak disadari para teroris yang menginginkan Jakarta kelabu,” tulis Helmy.

Selain topik utama tentang gerakan radikal dan terorisme, majalah ini juga seperti biasa menyuguhkan tulisan dan informasi yang layak dibaca oleh publik. Seperti tulisan Gus Dur tentang terorisme dna ulasan tentang perilaku jahat (teror) dalam perspektif Psikologi Islam yang rutin diasuh oleh Guru Besar Psikologi Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Mubarok.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain itu, pengajian Kiai Said, Ketum PBNU juga siap menambah wawasan pembaca dengan membahas persoalan maulid secara mendalam. Dalam rubrik Fikrah, tulisan Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Masudi juga layak disimak dengan mengulas seputar ibadah haji dengan berbagai problematikanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain tulisan-tulisan di atas, Kajian Tafsir yang diasuh oleh Mudir Madrasatul Qur’an Pesantren Tebuireng Jombang KH Mustain Syafi’i juga perlu disimak mengenai kisah Ashabul Kahfi yang terkurung di dalam gua selama 309 tahun. Kemudian, resensi tentang buku ‘Sejarah Islam Nusantara’ karya Michael Laffan yang ditulis Munawir Aziz juga penting untuk dibaca karena menyoroti peran Snouck Hurgronje dalam lipatan Islam Nusantara.

Di bagian akhir, ulasan tentang profil Ketua LTN PBNU, H Juri Ardiantoro akan menemani pembaca untuk memahami peran media di era digital seperti sekarang. Di dalam ulasan tersebut, Juri pria kelahiran Brebes, 6 April 1973 itu mendorong media untuk bahu-membahu menangkal gerakan radikalisme di dunia maya. (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Aswaja, Berita, Pertandingan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Pengembangan Sastra Pesantren Butuh Figur Sentral

Surabaya, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Seorang aktivis sastra pesantren asal Sumenep, Madura, Jatim mengemukakan bahwa pengembangan sastra di komunitas santri akan maksimal jika ada figur sentral yang memberikan teladan dalam dunia kepenulisan.

"Pengalaman saya selama bertahun-tahun membina santri menunjukkan seperti itu. Figur sentral itu yang bisa menggerakkan dan memotivasi santri untuk terus menulis," kata penggerak sastra dari Pesantren An Nuqoyah, Guluk-guluk, Sumenep, M Faizi Kaelan dalam temu sanggar sastra se Jatim di Surabaya, Senin.

Pengembangan Sastra Pesantren Butuh Figur Sentral (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengembangan Sastra Pesantren Butuh Figur Sentral (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengembangan Sastra Pesantren Butuh Figur Sentral

Pada diskusi dan peluncuran buku antologi puisi penyair muda Jatim yang diselenggarakan oleh Komite Sastra Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) itu juga menghadirkan pembicara, dosen Unair Dr Putera Maunaba, Helmy Prasetya dari Bangkalan dan Alang Khoirudin dari Lamongan.

Menurut Faizi, pola pengembangan sastra di pesantren dengan mengedepankan figur sentral itu tergolong khas karena kemungkinan di komunitas lain tidak terjadi hal seperti itu. Figur sentral bisa befungsi sebagai pemancing ide yang bisa dikembangkan oleh santri asuhannya.

"Misalnya suatu ketika saya memberikan tantangan kepada siswa MTs atau setingkat SMP untuk menulis buku. Mereka tidak ada yang berani. Setelah saya sodorkan kerangkanya baru mereka mau tapi dikerjakan dua orang. Maka jadilah sebuah buku," kata pengajar bahasa di pesantren tersebut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia bercerita, suatu ketika, dirinya juga memberikan tantangan kepada siswa MA atau setingkat SMA untuk menulis novel dan ternyata tantangan itu dijawab oleh siswa dengan menghasilkan dua novel.

"Konsekuensinya, figur sentral itu harus juga menulis sehingga kata-katanya ditiru oleh santri. Kalau figur sentral itu menyuruh santri menulis, tapi dia sendiri tidak pernah menulis, maka tidak akan diikuti," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut dia, kegiatan sastra di Pesantren An Nuqoyah temasuk semarak bahkan di lingkungan pendidikan tradisional dengan jumlah santri hingga 6.000 orang itu sudah memiliki banyak sanggar yang satu dengan lainnya saling berkompetisi secara positif.

"Antara sanggar satu dengan lainnya juga berlomba menerbitkan antologi sastra yang kemudian dibahas atau ada semacam pengadilan sastra setiap minggunya. Pengadilan sastra itu juga memacu para santri untuk terus menulis," katanya.

Dikatakannya, saat ini di pesantren itu juga sering menerbitkan karya-karya sastra yang kadang diketik secara manual kemudian diberi sampul yang disablon dengan biaya sendiri. Karena saat ini sudah ada komputer, maka proses pencetakannya sudah lebih baik dari sebelumnya.

"Untuk merangsang santri lain berkarya, kami sekarang menerbtkan indeks yang berisi profil para santri senior dan alumni yang menjadi penulis sastra. Dengan membaca indeks ini diharapkan santri-santri muda juga terpancing untuk berkarya," ujarnya.

Namun demikian, bukan berarti, perkembangan sastra di An Nuqoyah tidak mengalami hambatan. Libur panjang selama satu bulan lebih saat bulan Ramadlan menjadi kendala tersendiri, karena biasanya kekosongan selama libur itu juga ikut memacetkan karya mereka. "Setelah masuk kembali ke pesantren, kami harus memacu mereka kembali," katanya.

Sementara Putera Manuaba mengaku terkejut dengan potensi sastra di lingkungan pesantren maupun sanggar-sangar sastra di Jatim. Menurutnya, kekayaan sanggar itu adalah potensi yang membuat Jatim tidak akan kalah dengan daerah lainnya. (ant/san)



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pondok Pesantren, Aswaja Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Liga Santri Nusantara Harus Bawa Nilai-Nilai Rahmatan lil ‘Alamin

Bandar Lampung, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Rektor Universitas Islam Negeri Raden Intan Bandar Lampung H Moh Mukri menyatakan dukungannya dengan akan digelarnya Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung di Kabupaten Lampung Timur.

Insya Allah pada Kick Off nanti saya akan hadir dalam pembukaan Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung di Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur pada 26 Agustus 2017 mendatang,” kata H Moh Mukri di sela-sela menerima kunjungan rombongan Panitia Pelaksana Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung di kediamannya, Kota Bandar Lampung, Senin (31/7).

Liga Santri Nusantara Harus Bawa Nilai-Nilai Rahmatan lil ‘Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Nusantara Harus Bawa Nilai-Nilai Rahmatan lil ‘Alamin (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Nusantara Harus Bawa Nilai-Nilai Rahmatan lil ‘Alamin

“Liga Santri Nusantara harus menjadi media untuk menebarkan nilai-nilai (values) Islam rahmatan lil alamin, pesantren adalah lembaga pendidikan tertua di Nusantara ini dan telah ikut berkiprah lahirnya republik ini. Tanpa pesantren dan ulama saya rasa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak akan pernah ada. Oleh karenanya, jangan sekali-kali melupakan jasa-jasa para ulama (jas hijau),” imbuh Mantan Ketua PW GP Ansor Provinsi Lampung ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Liga Santri Nusantara adalah momentum baik menyebarkan semangat (ghirah) kepada masyarakat luas untuk memondokkan putra-putrinya ke pesantren. Pesantren adalah tempat lahirnya para ulama, para pejuang yang tanpa pamrih, oleh karenanya Liga Santri Nusantara selain menjadi media silaturahmi antarpesantren se-Provinsi Lampung, juga membangkitkan kembali semangat jargon Gerakan Ayo Mondok Pesantrenku Keren,” tegasnya yang juga alumni pesantren Langitan Tuban Jawa Timur ini.

“Inilah berkahnya di pesantren. Saya juga tidak akan jadi Rektor kalau tidak pernah nyantri,” tutupnya yang juga Dewan Pembina Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Koordiantor Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung Munir A Haris menambahkan, pendaftaran Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung akan kami tutup pada hari Sabtu mendatang, 5 Agustus 2017 karena kami hanya membatasi 48 klub pesantren saja.”

“Direncanakan pembukaan Liga Santri Nusantara Region VIII Lampung, pada Sabtu, 26 Agustus 2017 di Lapangan Merdeka Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur Propinsi Lampung, akan dihadiri tokoh-tokoh NU antara lain; Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua Panitia Pelaksana Pusat atau CEO Liga Santri Nusantara (LSN) KH Abdul Ghofarrozin (Gus Rozin), Inisiator Nasional Liga Santri Nusantara H Abdul Muhaimin Iskandar, Menpora H Imam Nahrowi, Pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri, Bupati Lampung Timur Hj Chusnunia Chalim, pengurus harian PWNU Provinsi Lampung, pengasuh-pengasuh pesantren, dan lain-lain,” imbuh alumnus Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta ini. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Halaqoh, Aswaja Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Banser Jembrana Bali Dirikan 10 Posko Mudik

Jembrana, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Jembrana, Bali, mendirikan 10 Posko Mudik yang tersebar di sepanjang jalur utama Denpasar-Gilimanuk. Posko yang didirikan secara mandiri ini sudah melalui proses koordinasi dengan pihak Polres Jembrana guna membantu kelancaran dan keamanan para pemudik yang akan menyeberang ke Pulau Jawa.

Posko utama berada di Kelurahan Gilimanuk, sebagai pintu keluar dan menjadi pusat bertumpuknya kendaraan. Sementara titik posko yang lainnya berada di Desa Pekutatan, Pulukan, Medewi, Yeh Sumbul, Poh Santen, Baluk, Kaliakah, Candikusuma dan Melaya.

Banser Jembrana Bali Dirikan 10 Posko Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Jembrana Bali Dirikan 10 Posko Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Jembrana Bali Dirikan 10 Posko Mudik

Wakil Komandan Satkorcab Banser Jembrana, Ipan menjelaskan penjagaan di masing masing posko ini dilakukan secara bergantian dan secara sukarela. Hal ini dilakukan semata mata untuk memudahkan para pemudik manakala terjadi gangguan dalam perjalanan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Biasa dalam perjalanan banyak kemungkinan yang terjadi, sehingga kami siaga 24 jam siap membantu para pemudik apabila ada masalah dalam perjalanannya," ungkapnya, Rabu (21/6).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ipan menambahkan, Posko Banser juga dapat digunakan para pemudik sebagai tempat istirahat. "Jadi kalau ngantuk atau kelelahan, posko kami bisa dijadikan tempat istirahat," jelasnya.

Ia juga mengingatkan para pemudik untuk berhati hati dalam berkendara. Karena jalur Denpasar-Gilimanuk ini akan semakin padat menjelang hari H lebaran.

"Mohon patuhi rambu lalu lintas, karena dalam seminggu terakhir di jalur ini sudah dua kali terjadi kecelakaan maut, jadi mohon berhati hati," tegasnya. (Abraham Iboy/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Aswaja, Santri, Anti Hoax Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Ali Fauzi Tobat karena Penanganan Manusiawi Kepolisian

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Mantan Napi Terorisme Ali Fauzi memandang pentingnya sikap manusiawi aparat kepolisian dalam menangani semua pelaku kejahatan termasuk pelaku kejahatan teror. Sikap manusiawi ini tidak mustahil mengubah jalan hidup pelaku kejahatan untuk berempati kepada manusia dan kemanusiaan.

Ia menyatakan bahwa polisi memang mempunyai peran penting untuk pertobatannya dari aksi-aksi teror.

Ali Fauzi Tobat karena Penanganan Manusiawi Kepolisian (Sumber Gambar : Nu Online)
Ali Fauzi Tobat karena Penanganan Manusiawi Kepolisian (Sumber Gambar : Nu Online)

Ali Fauzi Tobat karena Penanganan Manusiawi Kepolisian

“Salah satu hal yang juga membuat saya sadar adalah sikap polisi yang memanusiakan saya saat dan setelah melakukan penangkapan terhadap saya,” kata Ali Fauzi pada pendidikan singkat Penguatan Perspektif Korban dalam Peliputan Isu Terorisme bagi Insan Media yang diinisiasi Aliansi Indonesia Damai dan Yayasan Penyintas Indonesia (YPI) di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/5) malam.

Ketika ditanya apakah aksi terorisme di Indonesia akan terjadi lagi, Ali mengatakan selama masih ada proses regenerasi dan rekrutmen, masih ada peluang untuk adanya aksi terorisme.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Nah, siapa yang tahu proses itu masih berjalan? Adalah tugas kita bersama untuk mengantisipasi dan mencegah hal itu, terutama kalangan media masa,” ujar Ali.

Ia menaruh harapan besar kepada media massa untuk berada di garda terdepan dalam membendung ektremisme dan radikalisme. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Halaqoh, Aswaja Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Pelajar NU Yogyakarta Berdoa Untuk Indonesia di Puncak Dieng

Yogyakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sebanyak 35 kader IPNU-IPPNU Yogyakarta yang tergabung dalam Korp Tapak Lintang Songo mendaki gunung Dieng, Wonosobo, Sabtu-Ahad (1-2/11). Tiba di puncak Si Kunir Dieng, mereka mengadakan diskusi keaswajaan dan berdoa untuk kemaslahatan Indonesia mendatang.

Pelajar NU Yogyakarta Berdoa Untuk Indonesia di Puncak Dieng (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Yogyakarta Berdoa Untuk Indonesia di Puncak Dieng (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Yogyakarta Berdoa Untuk Indonesia di Puncak Dieng

Memulai agenda jalan santai pendakian ini, mereka bertolak dari Multipurpose UIN Sunan Kalijaga. Tiba di Dieng, mereka disambut IPNU desa setempat.

Menurut salah satu anggota rombongan Nawawi, diskusi ini menjadi hangat. Suasana puncak gunung dan alam yang hijau menambah kesegaran pikiran mereka dalam berpendapat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Biasanya di puncak gunung itu banyak berfoto dengan alam tapi kita beda dari mereka,” ujar Nawawi.

Doa untuk Indonesia mengakhiri diskusi mereka. Mereka berharap, Indonesia terlepas dari mara bahaya. Mereka juga mengharapkan pemimpin yang jujur dan mengutamakan kepentingan rakyat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Turun dari puncak gunung, mereka memunguti sampah untuk dibawa ke bawah.

Ketua panitia Rifa’i berharap semoga kegiatan ini menjadi awal kebangkitan Korp Tapak Lintang Songo. “Semoga IPNU-IPPNU benar-benar menjadi wadah pencetak generasi bangsa yang nantinya menjadi pemimpin ke depan.” (Nailul Falah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal RMI NU, Berita, Aswaja Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 29 November 2017

Alex Komang: NU harus Jadi Pelaku Film

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Lesbumi lahir tanggal 28 Maret tahun 1962, saat pergumulan ideologi bersaing keras antara sosialime realis dan humanisme universal. Di sisi lain, budaya-budaya asing yang disebarkan film Amerika melalui AMPAI (semacam Twenty One sekarang) juga dipasarkan secara bebas. 

Menurut Wakil Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU Alex Komang, keadaan demikian persis dengan sekarang, “Persoalan yang dihadapi sekarang, mirip ketika Lesbumi lahir,” ujarnya. 

Alex Komang: NU harus Jadi Pelaku Film (Sumber Gambar : Nu Online)
Alex Komang: NU harus Jadi Pelaku Film (Sumber Gambar : Nu Online)

Alex Komang: NU harus Jadi Pelaku Film

Hal itu diungkapkan Alex saat menyampaikan sambutan pada Musyawarah Film Nasional yang diselenggerakan Lesbumi, Kamis (12/4) di gedung PBNU, Jakarta, dengan tema Posisi Indonesia dalam Film Nasional. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Film-film bagus buatan dalam negeri malah tidak mendapatkan tempat di masyarakat. “Film Sang Penari itu bagus. Tapi penontonnya tidak sampai seratus ribu orang. Balik modal saja sudah untung. Ketika diurut-urut, ternyata masalahnya kita tidak punya outlet. Film bagus tidak sampai kepada penontonnya,” paparnya. 

“Kita tidak mau melepaskan sajak dari fungsi sosial dan komunikatifnya,” tegas Alex yang juga artis kondang ini, mengutip perkataan Asrul Sani dalam Surat-Surat Kepercayaan Asrul Sani.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Alex, hal tersebut karena bioskop-bioskop yang ada, hanya sekira 500 layar di seluruh Indonesia. Dan terkonsentrasi di beberapa kota besar. Tentu saja tidak cukup untuk penduduk 230 juta jiwa. Selain itu, karena bioskop itu milik perusahaan-perusahaan asing, mereka memilki kewanangan untuk memutar film sesuai kepentingan mereka. 

Lebih lanjut, menurut Alex, NU harus menjadi pelaku perfilaman Indonesia, karena selama ini hanya jadi obyek pasarnya. Padahal film merupakan media yang paling efektif untuk membangun karakter bangsa, sehingga masyarakat bisa menentukan apa yang baik mereka tonton. 

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pahlawan, Hikmah, Aswaja Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 26 November 2017

IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru

Lampung Tengah, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Pengurus harian Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Lampung Tengah mendorong rekan-rekanita pengurus yang ada di pimpinan komisariat dan pimpinan ranting masing-masing terus meningkatkan jejaring serta kapasitas dan kualitas kader-kader pelajar NU.

Demikian ditegaskan Edi Hermawan di hadapan lima puluh lima peserta saat mengisi materi Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Gaya Baru III Kecamatan Seputih Surabaya, Lampung Tengah, di kompleks Pesantren Al-Ikhlas, Ahad (25/9).

IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Gaya Baru III Rekrut Puluhan Kader Baru

"Kami berharap kepada rekan dan rekanita teruslah berkiprah dan menjadi pelopor dalam memajukan organisasi ini. Buatlah forum-forum diskusi kecil-kecilan, tidak harus mewah, untuk membahas kemajuan organisasi, dan selanjutnya diwujudkan dalam bentuk aksi seperti Hari Santri Nasional, Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1438 H, Harlah IPNU dan IPPNU dan lain-lain," imbuh alumni IAIM NU Metro Lampung itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pengasuh Pesantren Al-Ikhlas Gaya Baru III Kiai Abdu Suaib mengapresiasi aktivitas dan semangat pelajar NU dalam wadah IPNU-IPPNU ini. Sebagai kader yang paling muda di struktural NU, pelajar harus siap di manapun, kapanpun, dan dalam keadaan apapun, dalam mengamalkan sekaligus mensyiarkan agama Islam dalam Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdlliyyah.

Ketua Ranting IPNU Gaya Baru III Yudianto menambahkan, tujuan dari jenjang pengkaderan Makesta ini adalah menciptakan kader IPNU-IPPNU ranting Gaya Baru III yang berpegang teguh terhadap ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah, mempunyai kesadaran sosial yang tinggi, memiliki pengetahuan yang mendalam dan keterampilan yang memadai dalam berorganisasi.

“Kader IPNU-IPPNU harus siap lahir batin,” kata Yudianto.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Turut hadir dalam Makesta ini unsur MWCNU Seputih Surabaya, Ranting NU Gaya Baru III, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, dan lain-lain. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Aswaja, Fragmen, IMNU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 24 November 2017

Awal Petaka Rumah Tangga, Ini Penjelasan Kiai Said

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan istri adalah pakaian bagi suami, dan suami adalah pakaian bagi istri. Oleh karena itu keduanya harus saling melindungi. 

Awal Petaka Rumah Tangga, Ini Penjelasan Kiai Said (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Petaka Rumah Tangga, Ini Penjelasan Kiai Said (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Petaka Rumah Tangga, Ini Penjelasan Kiai Said

“Suami harus menutupi, merahasiakan dengan rapat kekurangan suami. Begitu juga suami harus menutupi rahasia istrinya,” kata Kiai Said saat menyampaikan khutbah pernikahan Kahiyang Ayu, putri Presiden Joko Widodo dan Muhammad Afif Bobby, Rabu (8/11) di Graha Saba Buana, Jl Letjen Suprapto, Surakarta.

Pengasuh Pesantren Al Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan itu, menegaskan adalah paling bahaya bila suami menceritakan kekurangan istrinya kepada orang lain apalagi orang lain itu perempuan. Demikian juga bila istri menceritakan kekurangan suaminya kepada orang lain, terlebih orang lain itu adalah laki-laki. 

“Itu adalah awal petaka dalam rumah tangga,” tandas Kiai Said.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dalam ijab qabul yang dihadiri sejumlah tokoh itu, Kiai Said berharap pernikahan Kahiyang dan Bobby akan melahirkan keturunan yang bermartabat, beradab, dan  berguna bagi bangsa dan agama, serta keluarga Kahiyang dan Bobbydilimpahi rizki yang halal. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Aswaja Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 18 November 2017

KH Ma’ruf Amin Akan Temui Ahok Terkait Penggusuran di Luar Batang

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal



Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin mengatakan akan menemui Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk membahas nasib daerah penggusuran Luar Batang dan lokasi sekitarnya Kampung Akuarium dan Pasar Ikan.

KH Ma’ruf Amin Akan Temui Ahok Terkait Penggusuran di Luar Batang (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ma’ruf Amin Akan Temui Ahok Terkait Penggusuran di Luar Batang (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ma’ruf Amin Akan Temui Ahok Terkait Penggusuran di Luar Batang

"Kami akan bertemu Pemda untuk mempertahankannya. Tidak digusur tapi diperbaiki," kata Kiai Ma’ruf saat mengunjungi lokasi penggusuran di sekitar Luar Batang, Jakarta, Selasa.

Kiai Ma’ruf yang juga rais aam NU ini mengatakan salah satu hal yang akan direkomendasikan terkait hak-hak warga itu adalah supaya Ahok dapat membangun kembali rumah yang telah digusur dengan yang lebih baik.

Kiai Ma’ruf mengatakan pihaknya sangat prihatin dengan kondisi warga Luar Batang pascapenggusuran oleh otoritas Pemda DKI. Terlebih setelah MUI meninjau langsung lokasi penggusuran itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kendati demikian, MUI akan melakukan investigasi lebih dalam terlebih dahulu mengenai rincian hak-hak warga yang dilanggar. Dengan begitu, rekomendasi-rekomendasi yang disampaikan saat bertemu Ahok akan menyeluruh.

Kiai Ma’ruf mengatakan Pemda DKI sudah seharusnya mempertahankan situs sejarah Luar Batang dan sekitarnya lantaran kawasan itu sudah ada sejak lama yaitu ketika kota Sunda Kelapa cikal bakal Jakarta dibangun.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kawasan Luar Batang, kata dia, memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi khususnya terkait dengan Islam.

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya melakukan relokasi warga Pasar Ikan dengan memberikan solusi kepada warga yang telah bermukim sejak lama dan memiliki rumah tinggal di lingkungan RT 001, 002, 011 dan 012 di RW 04 untuk mendapatkan hunian layak di rusun Marunda dan Rawa Bebek.

Saat dilakukan penggusuran pada Senin pagi (11/4), ratusan warga Pasar Ikan mencoba menolak dan bertahan. Bahkan petugas pengamanan gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polisi dan TNI sebanyak 4.218 personel membawa sejumlah warga dengan bus yang telah disediakan. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Aswaja, Meme Islam, Sejarah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Innalillahi, KH Abdi Manaf Mantan Ketua PCNU Sidoarjo Berpulang

Sidoarjo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengasuh Pondok Pesantren Chusnaini desa Klopo Sepuluh Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, KH Abdi Manaf wafat. Kiai Manaf menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 02.45 WIB di rumah sakit Darmo Surabaya, Kamis (9/7) dini hari.

Innalillahi, KH Abdi Manaf Mantan Ketua PCNU Sidoarjo Berpulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillahi, KH Abdi Manaf Mantan Ketua PCNU Sidoarjo Berpulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillahi, KH Abdi Manaf Mantan Ketua PCNU Sidoarjo Berpulang

Kiai kharismatik itu meninggalkan 4 putra, dua laki-laki dan dua perempuan. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo periode 1983 hingga 1998 ini telah disemayamkan di pemakaman umum desa setempat sekitar pukul 09.30 WIB.

Ribuan pentakziah dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Dinas, instansi dan masyarakat sekitar Sidoarjo memenuhi kediaman almarhum yang pernah menjabat sebagai ketua PCNU Sidoarjo tiga periode itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Wakil Bupati Sidoarjo H MG Hadi Sutjipto mengatakan, Kiai Manaf merupakan tokoh dan ulama yang mempunyai peran besar di Kabupaten Sidoarjo.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

"Tentunya kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Almarhum merupakan Ulama dan Kiai panutan masyarakat. Beliau sangat dekat dengan masyarakat dan Nahdliyin," katanya usai pemakaman almarhum.

Sementara itu, menurut mantan Ketua PWNU Jatim KH Ali Maschan Musa menuturkan, bahwa Gus Manaf semasa hidupnya memang berjuang terutama untuk kepentingan Nahdlatul Ulama dan umat.

"Almarhum merupakan sosok Ulama yang mudah menolong orang. Sulit mencari sosok orang lain yang seperti almarhum," tandas Kiai Ali Maschan Musa. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Aswaja Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 13 November 2017

Krisis Rohingya Perpanas Hubungan Bangladesh-Myanmar

Dhaka, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Kekerasan pemerintah Myanmar atas Rohingya tak hanya memaksa hampir 400.000 ribu etnis minoritas tersebut melakukan eksodus ke negara tetangga, tetapi juga membuat Bangladesh sebagai negeri tujuan pengungsi tertimpa beban. Bangladesh beberapa kali mengecam Myanmar terkait krisis kemanusiaan ini.

Belakangan hubungan keduanya kian panas ketika Bangladesh menuduh Myanmar berulang kali melanggar perbatasan kawasan udara. Bangladesh menilainya sebagai provokasi dan mengancam tentang konsekuensi tertentu bila tindakan itu terulang lagi.

Krisis Rohingya Perpanas Hubungan Bangladesh-Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)
Krisis Rohingya Perpanas Hubungan Bangladesh-Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)

Krisis Rohingya Perpanas Hubungan Bangladesh-Myanmar

Ratusan ribu Muslim Rohingya telah tiba di Bangladesh sejak mereka lari dari serbuan tentara Myanmar yang berdalih telah melakukan perburuan "teroris Bengali". Jumlahnya terus meningkat sejak 25 Agustus lalu. PBB menyebut krisis ini sebagai langkah "pembersihan etnis" oleh Myanmar.

Bangladesh, seperti dilansir Reuters, mengatakan bahwa pesawat tempur dan helikopter Myanmar melanggar kawasan udara sebanyak tiga kali, yakni pada 10, 12 dan 14 September,  dan telah meminta pejabat kedutaan besar Myanmar di Dhaka untuk melakukan komplain.

"Bangladesh menyampaikan keprihatinan mendalam atas pengulangan tindakan provokasi semacam itu dan menuntut agar Myanmar segera melakukan tindakan untuk memastikan bahwa pelanggaran kedaulatan semacam itu tidak terjadi lagi," kata kementerian di Myanmar dalam sebuah pernyataan pada Jumat malam. (Red: Mahbib)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Nahdlatul Ulama, Aswaja Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 26 Oktober 2017

Lakpesdam NU Gelar Diskusi Publik Terkait Pesantren

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU akan membuka diskusi publik dengan tajuk ‘Pesantren dan Tantangan Pendidikan Nasional’. Diskusi Publik ini rencananya akan diadakan pada pukul 15.00-18.00, Selasa, 31 Juli 2012 di lantai delapan Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat.

Diskusi terbuka ini akan membahas dunia pesantren dan pendidikan nasional di Indonesia. Sejauh mana pengaruh kedua lembaga pendidikan tersebut di tengah masyarakat, akan menjadi ruang dialog. Dari diskusi ini, sejumlah masukan akan muncul sebagai catatan bagi dunia pendidikan nasional saat ini.

Lakpesdam NU Gelar Diskusi Publik Terkait Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Gelar Diskusi Publik Terkait Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Gelar Diskusi Publik Terkait Pesantren

Dialog terbuka ini menghadirkan Prof. DR. Nur Syam, Dirjen Pendidikan Islam Depag, Prof. DR. Mansur Ramli, Litbang Depdikbud, Dharmaningtyas, Peneliti Pendidikan, dan Ahmad Baso, Wakil Ketua PP Lakpesdam NU.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Forum terbuka ini akan meninjau lebih dalam dua institusi pendidikan baik pesantren maupun sekolah. Sebagai instistusi pendidikan, keduanya diharapkan bukan hanya sekadar lembaga pendidikan semata, tetapi juga lembaga kebudayaan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sebelum diskusi berlanjut, forum ini akan dibuka oleh Yahya Ma‘shum, Ketua PP Lakpesdam NU dan KH. Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU. Untuk selanjutnya, diskusi berjalan yang dimoderatori oleh Enceng Shobirin Najd, Wasekjen PBNU.

Forum terbuka ini digelar sebagai bentuk kepedulian Lakpesdam NU dalam melihat kondisi kebangsaan kini. Kondisi kebangsaan kini menampakkan gejala-gejala moralalitas yang mengalami dekaden. Dengan mengupas lebih dalam kondisi lembaga pendidikan berikut sistemnya, kondisi kebangsaan dapat diselamatkan ke arah yang lebih baik.

Usai diskusi, Lakpesdam NU yang didirikan pada 7 April 1985 menyuguhkan hidangan buka puasa bersama.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Aswaja, Amalan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 10 September 2017

Gerak Masif, GP Ansor Tasikmalaya Lantik 34 Anak Cabang dan 294 Ranting

Tasikmalaya, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Tasikmalaya meresmikan kepengurusan 34 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan 294 Pimpinan Ranting sekabupaten, Sabtu (26/12). Sebanyak seribu anggota GP Ansor dari perwakilan anak cabang dan ranting sekabupaten menyaksikan pelantikan ini.

Gerak Masif, GP Ansor Tasikmalaya Lantik 34 Anak Cabang dan 294 Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerak Masif, GP Ansor Tasikmalaya Lantik 34 Anak Cabang dan 294 Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerak Masif, GP Ansor Tasikmalaya Lantik 34 Anak Cabang dan 294 Ranting

Mereka mengenakan seragam harian GP Ansor . Tampak hadir seluruh keluarga besar NU dan Bupati Tasikmalaya.

Ketua GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep menyatakan, pelantikan ini amerupakan upaya penguatan NU di seluruh Kabupaten Tasikmalaya. Karena, penggerak pembangunan NU dan pembangunan daerah adalah kaum muda khususnya Ansor.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Saya menginginkan pengurus GP Ansor yang dilantik sekarang menjadi pelopor di daerah masing masing,” kata Asep.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pada tahun 2015 ini, kata Asep, kita akan melakukan 13 putaran PKD. Kita membangun dan fokus pada Ansor. Pada 2016 kita akan fokus pada Diklatsar.

“Jika ada yang akan menggelar PKD, itu harus dilaksanakan oleh PAC GP Ansor karena 2016 kita ingin mencetak 1000 pasukan Banser di Kabupaten Tasikmalaya,” tegas Asep. (Husni Mubarak/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Aswaja, Santri, Hikmah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 06 September 2017

Muslimat NU Sembilan Desa Latihan Menjahit

Probolinggo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sedikitnya 30 orang anggota Muslimat NU dari sembilan desa di tiga kecamatan di kabupaten Probolinggo mengikuti pelatihan menjahit dari Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Probolinggo, Senin hingga Rabu (21-23/9).

Muslimat NU Sembilan Desa Latihan Menjahit (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Sembilan Desa Latihan Menjahit (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Sembilan Desa Latihan Menjahit

Mereka datang dari desa Curahtulis, Pamatan, Dungun dan Tongas Kulon kecamatan Tongas. Selanjutnya dari desa Sumbersuko, Tamansari, Tegalrejo, dan Randuputih kecamatan Dringu. Terakhir dari desa Pajurangan kecamatan Gending.

Kasubbit Partisipasi Masyarakat Bapemas Probolinggo Siti Kholifah mengatakan, pelatihan ini digelar dengan tujuan agar masyarakat yang tergabung dalam Muslimat NU bisa berdaya sehingga bisa membantu tugas pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan mencegah kerentanan kemiskinan di Probolinggo.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Pelatihan ini diberikan agar masyarakat memiliki keterampilan dan mampu mencetak wirausaha baru, khususnya di kalangan Muslimat NU. Sebab salah satu kunci agar kemiskinan bisa berkurang, maka masyarakat harus bisa mandiri dengan mengenali potensi diri dan potensi daerahnya masing-masing,” ujarnya.

Menurut Siti, dengan pelatihan ini diharapkan nantinya bisa mencetak wirausahawan baru dan masyarakat yang mandiri untuk meningkatkan taraf ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Jika masyarakat bisa mandiri dan kreatif, maka kemiskinan bisa terus diturunkan. Kuncinya, masyarakat harus mau keluar dari kemiskinan dengan potensi dirinya,” tegasnya.

Sulastri, salah satu anggota Muslimat NU mengaku bersyukur diberikan kesempatan untuk belajar mengikuti pelatihan pembuatan konveksi. “Mudah-mudahan dengan pelatihan ini, kami bisa trampil dan mampu menghasilkan karya yang benar-benar dapat diterima oleh masyarakat,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Aswaja Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 16 Agustus 2017

LDNU Subang Prihatin Wali Murid Pidanakan Guru

Subang, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Maraknya kasus guru yang dipidanakan oleh orang tua murid merupakan fenomena yang sangat memprihatinkan. Karena sesungguhnya guru tidak mungkin menghukum murid kecuali dengan sebuah alasan yang jelas.

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Subang Ajengan Toto Ubaidillah Haz (Kang Toto) saat walimatul khitan di Subang, Sabtu (13/8) malam.

LDNU Subang Prihatin Wali Murid Pidanakan Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Subang Prihatin Wali Murid Pidanakan Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Subang Prihatin Wali Murid Pidanakan Guru

"Kalau tidak terima anaknya dihukum oleh guru, silakan didik sendiri anaknya, bikin kelas sendiri, bikin raport sendiri. Karena menurut sabda Rasulullah, salah satu kewajiban orang tua adalah mendidik sendiri anaknya. Jadi mendidik itu adalah tugas dan kewajiban orang tua, bukan guru," tegas Kang Toto.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurutnya, tidak semua orang tua bisa mendidik anaknya. Sementara kewajiban mendidik ini harus tetap dilaksanakan. Hal ini bisa diatasi dengan cara menitipkan anaknya tersebut kepada guru agar bisa mewakili orang tua dalam hal melaksanakan kewajibannya mendidik anak.

"Kalau anak salah, jangan dibela supaya dia tahu mana yang salah dan mana yang benar. Kalau anak berbuat salah tapi orang tua tetap membelanya, maka anak tersebut akan menjadi generasi yang lemah," tandasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain mendidik, kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah memberikan nama yang baik. Jangan sampai anak diberi nama sembarangan karena nama bisa menjadi sebuah doa. Jika anak diberi nama yang baik, maka setiap hari anak tersebut selalu didoakan oleh setiap orang yang memanggil namanya. Begitu pun juga sebaliknya.

Kewajiban orang tua selanjutnya adalah memberikan makanan yang halal, karena makanan halal sangat mempengaruhi terhadap kepribadian anak dan juga akan berdampak terhadap perilaku anak di masa kini dan masa yang akan datang.

"Kalau ada orang tua yang memberikan makanan haram kepada anaknya, jangan harap anak tersebut akan menjadi anak yang saleh. Jangan harap anaknya itu menyukai perkara yang halal," ujar alumni UPI Bandung ini.

Kewajiban terakhir, ketika anak sudah beranjak dewasa, orang tua diwajibkan menikahkan anaknya. Setelah menikah, orang tua tidak perlu ikut terlibat dalam urusan rumah tangga anaknya karena itu sudah menjadi wilayah pribadi anaknya dan bukan menjadi wilayah kewajiban orang tua. Dalam kondisi seperti ini, hal yang bisa dilakukan oleh orang tua adalah hanya memberi nasihat.

Di akhirat kelak, Allah akan menanyakan dan meminta tanggung jawab para orang tua terhadap empat kewajiban ini. Kalau ada kewajiban yang tidak dilaksanakan, anak akan menuntut para orang tua. Jika kewajiban orang tua itu dilaksanakan, anak akan memberi pertolongan di alam akhirat nanti. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Aswaja, Kiai Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock