Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Meriahnya Festival Tongtek, dari Kentongan sampai Kaleng Biskuit

Kudus, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Festival Tongtek yang diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor-Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah berlangsung sangat meriah. Kegiatan yang baru dihelat kali pertama ini diikuti 33 kontingen dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Kudus.

Meriahnya Festival Tongtek, dari Kentongan sampai Kaleng Biskuit (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriahnya Festival Tongtek, dari Kentongan sampai Kaleng Biskuit (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriahnya Festival Tongtek, dari Kentongan sampai Kaleng Biskuit

Di sepanjang jalan dari start Lapangan Kongsi Desa Loram hingga Masjid Wali, mereka Sabtu (25/6) malam itu memainkan musik kentongan yang dipadukan alat-alat seadanya lainya seperti galon, kaleng biskuit, tong, dan lainnya. Dengan berjalan kaki, tetabuhan musik kentongan ini mengiringi lagu-lagu religi yang mereka nyanyikan.

Festival yang dimulai selepas tarawih ini mendapat sambutan warga dan tokoh masyarakat desa setempat. Ratusan masyarakat berjajar di pinggir jalan menanti kontingen tongtek melewati jalan raya Desa Loram.

Ketua panitia Syaifuddin Najib mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya melestarikan musik kentongan yang belakangan ini hampir punah. Musik kentongan, katanya, memiliki manfaat sebagai perangkat untuk kepentingan patroli (ronda) malam menjaga keamanan desa.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

?

"Ansor ingin mencoba menumbuhkan kembali melalui lomba tongtek sehingga musik tradisional tetap lestari. Apalagi selama Ramadhan seringkali dimanfaatkan untuk membangunkan orang sahur puasa," katanya.

?

Melihat antusiasme warga dan peserta, kata dia, kegiatan festival tongtek menunjukkan adanya respon positif. Karenanya, kegiatan ini akan menjadi kegiatan budaya yang diagendakan rutin setiap tahun.? "Kita akan melanjutkan festival tongtek ini sebagai kegiatan rutin setiap tahun di Kecamatan Jati," tutur Najib.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

?

Pembina Banser Kudus H.Akhwan Sukandar mengapresiasi kegiatan bernuansa seni tradisional ini. Menurutnya, kesenian tongtek sudah berlangsung lama muncul di lingkungan masyarakat pedesaan sebagai musik ronda. Namun belakangan musik seperti ini hampir hilang.

?

"Kegiatan festival tongktek patut didukung sehingga musik tradisional ini tetap lestari," ujar Akhwan yang juga mantan Komandan Satkorcab Banser Kudus ini.

?

Pernyataan senada juga disampaikan Kapolsek Jati yang hadir mulai awal hingga selesainya acara pukul 24.00 WIB. Dikatakan, sejarah musik tongtek berawal dari cerita adanya orang bermain judi gaple. Karena judi mengganggu masyarakat, akhirnya para pemainnya diusir oleh para pemain tongtek.

"Oleh karena itu saya sangat berharap kegiatan tongtek tetap dilaksanakan dengan kemeriahan," katanya seraya meminta masyarakat menjaga lingkungan sekitarnya.

Festival tongtek ini diikuti 33 kontingen yang berasal dari 6 kecamatan yakni Gebog, Jati, Bae, Kaliwungu, Mejobo dan Undaan. Dari hasil penilaian juri terpilih kontingen terbaik masing-masing juara 1 grup dari Kaliwungu, Juara 2 (Jepang Pakis, Jati), Juara 3 (Payaman, Mejobo), Juara harapan 1 dan 2 adalah Loram Wetan dan Undaan Lor. Masing-masing juara mendapat penghargaan piala dan uang pembinaan yang nilainya beragam. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Internasional, Quote Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Mata Air Jepara Bina 60 Pelajar Terbaik untuk Lolos PTN Favorit

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Enam puluh pelajar se-Kabupaten Jepara mengikuti kegiatan Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) yang diselenggarakan oleh Mata Air Kabupaten Jepara. Kegiatan yang secara resmi dibuka Ahad (24/6) tersebut bertujuan untuk memberikan bimbingan secara intensif kepada pelajar agar lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit.

Mata Air Jepara Bina 60 Pelajar Terbaik untuk Lolos PTN Favorit (Sumber Gambar : Nu Online)
Mata Air Jepara Bina 60 Pelajar Terbaik untuk Lolos PTN Favorit (Sumber Gambar : Nu Online)

Mata Air Jepara Bina 60 Pelajar Terbaik untuk Lolos PTN Favorit

Achmad Widyatmoko, ketua kegiatan tersebut mengatakan bahwa enam puluh peserta tersebut telah lolos dari serangkaian seleksi yang diadakan. “Sebelumnya panitia telah menyelenggarakan seleksi tertulis dan wawancara, inilah enam puluh pelajar terbaik di Jepara yang memperoleh kesempatan untuk mengikuti bimbingan secara intensif,” katanya.

Moko, menjelaskan selain memperoleh bimbingan secara intensif, peserta juga diberikan bekal soft sklill. “Tidak hanya kita bina secara akademik, peserta juga memperoleh bekal soft skill dan penguatan karakter agar nanti dapat dengan mudah dapat menyesuaikan diri dilingkungan perguruan tinggi,” kata mahasiswa Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada itu.

Adib Khoiruzzaman, pembina Mata Air Kabupaten Jepara dalam sambutannya menuturkan bahwa organisasi tersebut dari tahun ke tahun berkembang semakin baik. “Eksistensi Mata Air saat ini sudah tidak bisa diragukan lagi. Organisasi dibidang pendidikan ini yang telah memiliki andil besar dalam perkembangan dunia pendidikan di Kabupaten Jepara,” tuturnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain mempunyai program Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN), Mata Air juga memiliki banyak program-program unggulan. “Selain BPUN, program unggulan Mata Air diantaranya adalah Kartini Scholarship, University Expo, Leader Camp, dan pembinaan Olimpiade,” jelas pembina Mata Air Jepara.

Letkol Ahmad Basuki yang juga hadir dalam pembukaan tersebut memberikan motivasi kepada peserta untuk memiliki kenyakinan yang kuat dalam menggapai cita-cita yang diinginkan. “Saya bisa dikatakan dibesarkan dari kalangan ekonomi yang lemah, namun karena memiliki semangat dan kenyakinan yang kuat akhirnya saya dapat meraih cita-cita,” ungkapnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kegiatan BPUN tersebut rencananya akan diselenggarakan hingga 28 Mei 2016 di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Walisongo Pecangaan. (Rif’ul Mazid Maulana)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Quote Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Imam Masjid New York: Indonesia Jadi Model Keberagaman dan Toleransi Dunia

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Direktur Jamaica Muslim Centre, New York City, Shamsi Ali, menyatakan Indonesia memiliki kredibilitas dan potensi untuk menjadi model bagi dunia dalam hal keberagaman dan toleransi.

Menurut Ali, toleransi telah mendarah daging dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Sejarah pun telah mencatat bahwa keberagaman itu mewujud dalam keberadaan Candi Borobudur dan Prambanan yang merupakan peninggalan Buddha dan Hindu, di negara yang kini berpenduduk Muslim terbesar di dunia.

Imam Masjid New York: Indonesia Jadi Model Keberagaman dan Toleransi Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Masjid New York: Indonesia Jadi Model Keberagaman dan Toleransi Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Masjid New York: Indonesia Jadi Model Keberagaman dan Toleransi Dunia

"Kita perlu menampilkan apa yang baik dari bangsa ini bahwa kita bangsa Muslim terbesar tetapi tetap menjunjung nilai-nilai demokrasi," ujarnya usai mengisi salah satu rangkaian diskusi Kongres Diaspora Indonesia ke-4 di Jakarta, Sabtu (1/7).

Meskipun hingga kini bangsa Indonesia masih menghadapi berbagai dinamika dalam kerukunan dan hubungan antaragama, Imam Besar Masjid Al-Hikmah di New York itu yakin bahwa optimisme yang terus dibangun untuk menganyam keberagaman yang ada akan menjadikan bangsa Indonesia besar pada masa depan.

Langkah awal untuk memelihara kedamaian dalam keberagaman yakni dengan menyadari bahwa keberagaman baik itu warna kulit, bahasa, dan agama merupakan hukum alam atau "sunnatullah".

Kesediaan untuk bisa menerima dan menghormati keberagaman, menurut Ali, merupakan bagian dari keimanan seseorang.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain itu, semangat kerukunan antarumat beragama juga harus dibangun melalui pendekatan dan dialog, agar antara kelompok mayoritas maupun minoritas tidak merasa saling menjadi musuh satu sama lain.

"Misalnya seperti kami Muslim minoritas di Amerika, kami juga melakukan pendekatan dengan umat Yahudi dan Nasrani sehingga mereka ada confidence bahwa kami ini bukan enemy," tutur ulama yang telah lebih dari 30 tahun tinggal di Negeri Paman Sam itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pendapat yang sama diungkapkan oleh Direktur Dialog Antaragama Vatikan untuk Asia Pasifik, Romo Markus Solo Kewuta SVD yang meyakini bahwa Indonesia merupakan negara majemuk yang mampu menjaga perdamaian.

Alasan itu pula yang membuat pria asal Flores, Nusa Tenggara Timur, itu terpilih menjadi salah satu penasihat ahli Paus Benediktus XVI, 10 tahun yang lalu.

"Pada saat itu paus mengatakan bahwa kehadiran saya di Vatikan karena mereka merasa tertarik dengan Indonesia, terutama setelah melihat orang dari berbagai agama dan latar belakang bisa hidup berdampingan dengan damai," kata dia.

Romo Markus percaya bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang jauh di dalam hatinya sangat mencintai kerukunan dan rasa saling menghormati satu sama lain, atau dalam bahasa Jawa dikenal dengan istilah "tepa selira".

"Kita ini bangsa yang sangat tepa selira. Semangat itu tidak pernah hilang, kita hanya perlu menghidupkannya terus," ujarnya. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Quote Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Ishari NU Jepara Siap Gelar Parade Rebana dan Lailatul Hadrah

Jepara, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pimpinan Cabang Ikatan Seni Hadrah Indonesia Nahdlatul Ulama (Ishari NU) Kabupaten Jepara tengah menyiapkan gelaran parade rebana dan lailatul hadrah dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) NU ke-93 di gedung NU Jepara, Jawa Tengah, pada Senin 28 Maret 2016.

Ishari NU Jepara Siap Gelar Parade Rebana dan Lailatul Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ishari NU Jepara Siap Gelar Parade Rebana dan Lailatul Hadrah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ishari NU Jepara Siap Gelar Parade Rebana dan Lailatul Hadrah

Koordinator parade rebana dan lailatul hadrah, Ulil Albab mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dalam rangka harlah NU ke 93 yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Jepara tahun 2016.

"Parade rebana yaitu grup atau jam’iyyah rebana perwakilan dari MWC, Ranting, madrasah akan menampilkan karya seni rebana klasik dan melantunkan lagu Shalawat juga syair-syair religi secara bergantian. Adapun lailatul hadrah yaitu malam maulidur rosul dengan diiringi grup atau jam’iyyah rebana dari perwakilan MWCNU atau Ranting NU se-Kabupaten Jepara," jelas Ulil Ahad (6/3).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Panitia Harlah NU ke 93 masih membuka pendaftaran bagi Jamiyyah/grup rebana yang berkeinginan untuk mengikuti parade rebana dan lailatul hadrah. "Silakan bagi yang mau daftar untuk segera mendaftarkan diri ke sekretariat harlah NU ke 93 di Gedung NU Jepara jalan pemuda nomer 51 Jepara, katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Panitia lain, Ahris, menjelaskan secara detail syarat ketentuanya, antara lain peserta parade menampilkan karya seni rebana klasik (hadrah). Setiap grup dengan 10 personel datang sebelum acara dimula. Waktu penampilan 15 menit. Serta membawa alat sendiri. “Untuk lailatul hadrah peserta memakai pakaian putih dan sarung hitam dan membawa alat sendiri yaitu 4 hadrah (terbang)," kata Ahris. (Miqdad Syaroni/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ahlussunnah, Quote, Makam Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Apakah Suara Tinggi Istri kepada Suami Termasuk Bentuk Durhaka?

Assalamualaikum wr wb.

Pak ustadz saya mau tanya, saya ini orangnya emosian, mudah tersinggung. Jika saya memberikan pendapat atau usulan kepada suami saya, ia berprasangka buruk terlebih dahulu sebelum memahami ucapan yang saya sampaikan. Ia merasa saya “mengajarkannya”. Jawabannya selalu memancing emosi saya sehingga sering terjadi pertengkaran. Dia juga mengatakan, saya ini pembangkang kepada suami, tidak mau kalah dengan suami.

Apakah memang itu termasuk membangkang kepada suami? Padahal saya tidak melakukan kesalahan misal keluar rumah tanpa izin, meninggalkan shalat dan sebagainya. Ketika saya memberitahunya, ia menolak dan marah-marah.

Apakah Suara Tinggi Istri kepada Suami Termasuk Bentuk Durhaka? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apakah Suara Tinggi Istri kepada Suami Termasuk Bentuk Durhaka? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apakah Suara Tinggi Istri kepada Suami Termasuk Bentuk Durhaka?

Kami hanya berbeda pendapat. Saya juga ingin didengar. Saya tidak suka dianggap salah dan bodoh. Saya cuma bermaksud membela diri, bukan membangkang kepada suami pak ustadz. Mohon penjelasannya pak ustadz, terima kasih. Wassalamualaikum wr wb. (NN dari Solo)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jawaban

Assalamu’alaikum wr. wb

Kami doakan penanya yang budiman semoga selalu dirahmati Allah swt. Dari pertanyaan yang diajukan kami memahaminya lebih pada perilaku komunikasi pasangan suami istri. Kalau memang cekcok mulut tidak bisa dihindari, keduanya perlu meredam emosi agar tidak berujung pada kekerasan fisik.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pembangkangan atau durhaka dalam istilah Al-Quran disebut nusyuz. Apa bentuk konkret pembangkangan yang dimaksud Al-Quran? Ada baiknya kita lihat keterangan ulama perihal nusyuz berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Pengertian “pembangkangan” merujuk pada ketidaksediaan istri untuk berhubungan suami-istri, dan tindakan perlawanan istri terhadap suami. Tiga hukum itu termasuk pelanggaran yang berjenjang. Bila tampak tanda-tanda pembangkangan dari seorang istri seperti berakhlaq buruk dan merasa lebih tinggi dari suami, suami harus menasihatinya dan mengingatkannya akan sanksi yang Allah siapkan di akhirat dan dampak mudharat di dunia yang akan menderanya seperti gugur kewajiban nafkah dari suami. Bila istri masih saja membangkang, suami boleh memilih pisah ranjang.

Tetapi suami tidak boleh mendiamkan istrinya karena sabda Rasulullah SAW yang berbunyi, “Seorang muslim tidak halal mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari.” Bila istri terus pada pembangkangannya, suami boleh memukulnya dengan pukulan yang tidak menyakitkan dan melukai. Kalau terpaksa juga memukul, ia tidak boleh memukul wajah karena larangan Rasulullah SAW terhadap pemukulan anggota tubuh yang vital sehingga berdampak bahaya yang luar biasa. (Lihat Ibnu Daqiq Al-Ied, Tuhfatul Labib fi Syarhit Taqrib, Daru Athlas, 1419 H, halaman 335-336)

Lalu apakah pembelaan diri istri dalam musyaawarah dengan suami masuk kategori nusyuz seperti dijelaskan di atas? Berikut ini keterangan yang antara lain kita temukan dari Abu Bakar Al-Hushni al-Husaini ad-Dimsyiqi.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Maki dan kata kotor tidak termasuk bangkang. Tetapi seorang istri berdosa karena menyakiti suaminya. Ia pantas mendapat didikan. Apakah suami sendiri yang mendidik si istri atau ia mengangkat perkara itu ke muka hakim? Dua pendapat dikemukakan Imam Rofi’i tanpa menaruh kecenderungan pada salah satunya. Sementara di bab ta’zir, ia yakin pada pendapat yang mengatakan bahwa cukup suami sendiri yang mendidik istrinya. Pendapat ini dibenarkan oleh Imam Nawawi. Ia menambahkan, pendapat lebih sahih ialah suami sendiri mendidik istrinya. Karena, angkat perkara ke muka hakim menimbulkan kesulitan, aib, menghalangi hubungan intim setelah itu, dan membuat enggan hati. (Lihat Abu Bakar Al-Hushni al-Husaini ad-Dimsyiqi, Kifayatul Akhyar fi Ghayatil Ikhtishar fil Fiqhis Syafi’i, Darul Basya’ir, 2001, halaman 456).

Dari keterangan di atas, sudah jelas bahwa pembelaan diri dalam musyawarah dengan suami tidak termasuk kategori membangkang seperti yang dimaksud Al-Quran. Hanya saja masing-masing pihak perlu memperbaiki diri soal komunikasi sehingga kata-kata atau perlakuan kasar tidak perlu terjadi. Tetapi keterangan di atas itu bukan berarti membenarkan suami berbuat semaunya seperti berbicara dan berlaku kasar terhadap suami. Berikut ini keterangan Syekh Syarqawi perihal keharusan suami dan istri untuk bersikap ramah satu sama lain.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Kewajiban istri terhadap suami adalah kepasrahan diri, perlakuan yang ramah terhadap suami, tidak meninggalkan rumah tanpa seizin suami. Sedangkan kewajiban suami adalah menggenapi mahar, nafkah batin, dan perlakuan yang ramah terhadap istri. Sebaliknya jika suami melakukan pembangkangan maka pemerintah harus mencegahnya dan menjatuhkan sanksi kepada suami bila dipandang membawa mashlahat. (Lihat Abdullah bin Hijazi As-Syarqawi, Hasyiyatus Syarqawi ala Tuhfatit Thullab bi Syarhi Tahriri Tanqihil Lubab, Darul Fikr, halaman 274).

Atas kejadian yang dialami penanya kami menyarankan setiap pihak memahami kewajibannya masing-masing terutama perihal sikap bijak dan ramah dalam pergaulan sehari-hari.

Demikian jawaban yang bisa kami utarakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Semoga pasangan suami istri dapat menjalani rumah tangga dengan sabar dan saling menghargai satu sama lain sehingga rumah tangganya masuk kategori sakinah mawaddah wa rahmah yang selalu bernilai ibadah. Kami selalu terbuka untuk menerima saran serta kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb

(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Quote Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Wahid Foundation Inisiasi Pembentukan Kampung Damai di Klaten

Klaten, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Wahid Foundation menginiasi pembentukan kampung damai di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Hal ini terlaksana atas kerjasama Wahid Foundation dengan UN Women melalui program Women Participation for Inclusive Society (WISE). Selain di Klaten, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Malang, Jawa Timur dan Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan yang dihelat dalam format FGD di New Merapi Resto Klaten ini mengangkat tema Membangun Kapasitas Dan Kesepemahaman Tokoh-Tokoh Kunci Dalam Pembentukan Kampunga Damai Wahid Foundation.

Wahid Foundation Inisiasi Pembentukan Kampung Damai di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Wahid Foundation Inisiasi Pembentukan Kampung Damai di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Wahid Foundation Inisiasi Pembentukan Kampung Damai di Klaten

Inisiasi pembentukan kampung damai dimaksudkan untuk mendorong peran perempuan dalam kegiatan social ekonomi yang inklusif. 

Karenanya, kampung damai yang akan berdiri nantinya diharapkan menjadi tempat awal untuk persemaian toleransi, antikekerasan, dan kuat, bukan saja dari sisi ideology, tetapi juga dari sisi ekonomi. 

Pada sesi pertama ini, Wahid Foundation memberikan prioritas pada tiga desa, yakni Nglinggi, Jetis dan Gemblengan.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Lahirnya program ini dilatari oleh keprihatinan munculnya aksi dan kelompok intoleransi yang kerap kali berujung pada tindak kekerasan. Terlebih, belakangan ini ada banyak perempuan yang mulai terlibat dalam aksi-aksi kekerasan yang kerap diatasnamakan agama.

Inisiasi pembentukan kampong damai, karenanya, dimaksudkan untuk menjadi antithesis atas fenomena kekerasan di atas. Bangsa Indonesia besar bukan karena kekerasan, tetapi lantaran penghormatan dan perayaan atas keberagaman.

Bagi Wahid Foundation, perempuan memiliki peranan yang sangat penting dalam menyebarkan perdamaian dan mencegah pecahnya kekerasan, sebab perempuan sangat dekat dengan lingkungan, khususnya terhadap anak-anak. 

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Program yang ditujukan untuk 600-800 perempuan di Klaten dan Solo Raya (khusus provinsi Jawa Tengah) ini diharapkan mampu melahirkan agen-agen perdamaian yang kuat baik secara ideologi maupun ekonomi.

Untuk mewujudkan hal itu, Wahid Foundation akan melakukan berbagai pendampingan dan pelatihan penguatan ekonomi, termasuk mendirikan koperasi cinta damai.

Menurut koordinator wilayah program untuk Provinsi Jawa tengah, Nurul Muna, peran perempuan di bidang ekonomi juga masih mendapat tantangan.

"Salah satu persoalan yang dihadapi adalah masih rendahnya kesadaran perempuan untuk berwirausaha," terangnya, Kamis, (7/9).

Kegiatan yang baru pertama kali ini dilakukan mendapat sambutan yang sangat bagus, terutama karena Klaten telah dikenal sebagai kabupaten yang memiliki toleransi sangat baik. (Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Quote, Humor Islam, Ulama Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Duta Besar Irak Abdullah Hasan mengatakan ada perkara yang sangat ditakutkan dalam beragama, yaitu ulama atau orang alim yang tidak melaksanakan ajaran agamanya. Kedua, orang yang menjadi sumber pengetahuan dan ajaran agama tapi tidak memiliki pemahaman agama yang baik.

Demikian disampaikan Hasan saat diminta memberikan sambutan oleh Ketua JATMAN DKI Jakarta KH Wahfiudin Sakam pada pelantikan dan pengukuhan pengurus JATMAN DKI Jakarta masa khidmat 2017-2022 di Hotel Balairung, Matraman, Ahad (19/3).

Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Dubes Irak pada Pengukuhan Pengurus JATMAN Jakarta

Sebelumnya Hasan mengungkapkan ada tiga hal yang sangat penting untuk selalu diingat dan dilakukan oleh umat Islam.

“Pertama, bagaimana umat Islam bisa menepati apa yang ada di dalam Al-Quran yang telah diturunkan Allah kepada Rasulullah Muhammad SAW. Kedua, harus mencontoh Rasulullah SAW dalam menjalankan Al-Quran melalui apa yang disebut sebagai sunah rasul,” urainya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal berikutnya adalah menghindari perpecahan. Dalam kehidupan di mana banyak terdapat kelompok, masing-masing-masing kelompok berbeda pemikiran, tetapi merasa paling benar sehingga dapat menjadi sumber perpecahan.

“Kita harus menjaga persatuan,” kata Hasan.

Menurut Hasan, tasawuf dan tarekat telah sejak lama berkembang di Irak. Itu terbukti dengan banyaknya para tokoh besar di bidang tasawuf, seperti Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Syekh Al-Baghdadi, dan Syekh Rifai.

“Para tokoh tersebut merupakan orang-orang besar dalam pelajaran dan pendidian tasawuf dengan pendekatan akidah dan sunah. Bagi mereka, sealim apapun dan sehebat apapun seseorang kalau tidak sesuai dengan Al-Quran, maka harus ditinggalkan,” terang Hasan.

Tampak hadir pada pelantikan ini Duta Besar Iran Valiollah Mohammadi dan Duta Besar Mesir Ahmed Mohammed Eid. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ahlussunnah, Quote, Warta Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 15 Januari 2018

LTMNU Kraksaan Beri Penilaian terhadap Masjid NU

Probolinggo, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Dalam rangka menilai keberadaan masjid NU dan takmirnya, Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo menggelar lomba masjid NU, Sabtu (2/4). Penilaian terhadap lomba masjid NU ini digelar di 14 masjid NU di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-PCNU Kota Kraksaan.

Penilaian lomba masjid NU ini dilaksanakan di Masjid Besar Raudotut Thohirin Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo. Penilaian ini dihadiri oleh Ketua MWCNU Paiton Moh Barzan, Forkopimka Paiton, Kepala KUA Paiton, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

LTMNU Kraksaan Beri Penilaian terhadap Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Kraksaan Beri Penilaian terhadap Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Kraksaan Beri Penilaian terhadap Masjid NU

Ketua LTMNU Kota Kraksaan H Didik Abdul Rohim mengatakan, lomba masjid NU ini bertujuan untuk menjaga, mempertahankan, dan menguatkan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Selain itu sebagai motivasi dalam ketakmiran serta meningkatkan keimanan dalam menjadikan masjid penuh dengan keamanan dan kenyamanan. Di samping sebagai tempat ibadah, masjid juga merupakan sarana interaksi sosial masyarakat,” katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Menurut Didik, lomba masjid NU ini diambil masjid terbaik di masing-masing MWCNU. “Penilaian difokuskan dalam implementasi di bidang idaroh (manajemen), imaroh (kemakmuran) dan ri’ayah (perawatan) oleh beberapa dewan juri,” jelasnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Melalui penilaian ini Didik mengharapkan nanti masjid NU ini bisa menjadi masjid yang berfaham Ahlussunnah wal Jamah (Aswaja) An-nahdliyah tetap lestari di bumi Republik Indonesia.

“Di samping itu meningkatkan kinerja para takmir yang profesional dan? porposional dalam bidang idaroh, imaroh dan ri’ayah, semua masjid bersyi’ar dengan kemakmurannya (aktivis kegiatannya) serta menyempurnakan para jamaah dalam beribadah baik dari segi keamanan maupun kenyamanan,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Jadwal Kajian, Kyai, Quote Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

LPBHNU-Kemenkumkam DKI Kerjasama Tangani Hukum Bagi Orang Miskin

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal



Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU), Royandi Haikal, SH, MH, menandatangani Perjanjian Pelaksanaan Hukum Bagi Orang Miskin dengan Kepala Kanwil Kemenkumham Provinsi DKI Jakarta, di kantor Kanwil Kemenkumham RI Provinsi DKI Jakarta, Selasa 29 Maret 2016. 

Penandatanganan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari telah diakuinya LPBHNU sebagai Organisasi Bantuan Hukum (OBH) yang telah lulus verifikasi dengan akreditasi C, sebagaimana Sertifikat Akreditasi berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor M.HH-01.HN.03.03 Tahun 2016, thl 7 Januari 2016. 

LPBHNU-Kemenkumkam DKI Kerjasama Tangani Hukum Bagi Orang Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBHNU-Kemenkumkam DKI Kerjasama Tangani Hukum Bagi Orang Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBHNU-Kemenkumkam DKI Kerjasama Tangani Hukum Bagi Orang Miskin

Royandi Haikal menjelaskan, penganugerahan Sertifikat Akreditasi OBH kepada LPBHNU merupakan pengakuan terhadap eksistensi LPBH NU sebagai OBH yang sejajar dengan OBH lain seperti YLBHI, Posbakum, dan lainnya. Sertifikat Akreditasi tersebut juga menjadi dasar bagi LPBHNU untuk berperan dalam layanan bantuan hukum secara resmi, profesional dan akuntabel, sekaligus diisi dengan dakwah sebagai salah satu misi NU. “Semoga hal ini menjadi langkah awal yang positif bagi LPBHNU untuk berperan dalam proses penegakan hukum dan dakwah,” katanya.

Ia menambahkan wujud kemitraan antara LPBHNU dengan Pemerintah dalam memberikan bantuan hukum baik litigasi maupun nonlitigasi kepada orang miskin atau kelompok orang miskin sesuai dengan amanah UU No 16 Tahun 2016 tentang bantuan hukum. Red: Mukafi Niam

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Jadwal Kajian, Quote, Syariah Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Bupati: Allah Pamerkan Kecintaan Masyarakat Pringsewu pada Shalawat

Pringsewu, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Perhelatan akbar “Pringsewu Bersholawat, Pringsewu Selamat” di lapangan Pemda Pringsewu dalam rangka hari ulang tahun ke-7 Kabupaten Pringsewu yang menghadirkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf berlangsung meriah dan dibanjiri puluhan ribu pengunjung.

Kehadiran Habib Syeh Jumat malam itu seolah menjadi obat rindu warga Pringsewu dan umat Islam yang hadir dari berbagai penjuru Lampung, bahkan juga dari Riau, Bengkulu, Palembang dan Banten.

Bupati: Allah Pamerkan Kecintaan Masyarakat Pringsewu pada Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati: Allah Pamerkan Kecintaan Masyarakat Pringsewu pada Shalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati: Allah Pamerkan Kecintaan Masyarakat Pringsewu pada Shalawat

Kesan mendalam juga dirasakan H Sujadi, Bupati Pringsewu yang diungkapkan pada saat menemui kru penabuh hadrah majelis Ahbabul Mustofa, pimpinan Habib Syech yang berjumlah 14 orang di Hotel DMelati Pringombo, Pringsewu, Jumat (2/4).

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Walaupun sepanjang acara diguyur hujan namun karena kecintaan pada Rasulullah para hadirin tetap bertahan dan terus mengikuti lantunan Sholawat Habib Syeh hingga selesai pukul 23.00.

"Saya merasakan kehadiran Habib Syech malam itu beserta hadirin yang tetap bertahan, seolah Allah sedang memamerkan pada kita bahwa masyarakat Pringsewu sangat gemar shalawat dan cinta Rasulullah," ujarnya.

Dengan mencintai Rasulullah, lanjutnya, umat ini akan senantiasa tergerak meneladani jejak perjuangan dan akhlak Rasulullah.? Spiritualitas masyarakat yang meningkat diharapkan menjadi pondasi yang positif bagi pembangunan sumber daya manusia.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal Senada di amini Gus Wahid Syarifudin Ahmad, salah seorang vokalis Ahbabul Musthofa yang merasa senang sekaligus kagum akan antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan ini. "Luar biasa pengunjungnya dan salut mereka tetap semangat di bawah guyuran air hujan," tuturnya. (Muhammad Faizin/Fathurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Ubudiyah, Quote Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

Peristiwa Fathu Makkah, Kiai Said: Itu Hari Kasih Sayang, Bukan Hari Pembalasan

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menjelaskan, Islam itu adalah agama yang damai, mulia, dan santun. Oleh karena itu, di dalam membela Islam juga harus dengan cara-cara yang damai, mulia, dan santun.

Kiai Said mencontohkan apa yang dilakukan Nabi Muhammad saat menaklukkah Kota Mekkah (Fathu Makkah) seharusnya menjadi teladan bagi umat Islam dalam berdakwah menyerukan Islam.

Peristiwa Fathu Makkah, Kiai Said: Itu Hari Kasih Sayang, Bukan Hari Pembalasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peristiwa Fathu Makkah, Kiai Said: Itu Hari Kasih Sayang, Bukan Hari Pembalasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peristiwa Fathu Makkah, Kiai Said: Itu Hari Kasih Sayang, Bukan Hari Pembalasan

Dalam pembebasan Kota Mekkah tersebut, cerita Kiai Said, ada 15 ribu pasukan yang dipimpin oleh Nabi Muhammad. Mereka berkemah di pinggir-pinggir Kota Mekkah sebelum memasuki kota dimana Ka’bah itu berada. Sontak hal itu membuat warga Mekkah khawatir dan takut karena ada kabar bahwa mereka akan dibantai oleh pasukan Muhammad.

“Mendengar itu, Nabi Muhammad mengutus Ali untuk memimpin pasukan. Nabi Muhammad mengatakan bahwa hadza yaumul marhamah (ini hari kasih sayang). Saya maafkan semua. Bukan yaumul malhamah (hari pembalasan dendam),” kata KH Said Aqil Siroj saat menyampaikan tausiah Ramadhan pada Peluncuran Mobile Payment Apps Wakaf NU di Manara BTN Jakarta, Selasa (13/6).

Oleh karena itu, jelas Kiai Said, disebutkan di dalam Al-Qur’an bahwa Nabi Muhammad adalah orang yang menang karena menaklukkan Kota Mekkah tanpa ada tetesan darah sedikitpun.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Al-Qur’an mengatakan, kamu menang Muhammad. Semua orang Mekkah masuk Islam semua,” ungkapnya.

Bahkan, anak dari Abu Jahal, Ikrimah, yang lari dari Kota Mekkah pun diminta untuk kembali dan dijamin keselamatannya oleh Nabi Muhammad. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Quote Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

PBNU Ingatkan DPR Agar Tak ‘Main-main’ dalam Interpelasi Lapindo

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung langkah DPR untuk menggelar Rapat Paripurna dengan agenda meminta keterangan (interpelasi) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait kasus lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur. Namun demikian, PBNU mengingatkan kepada lembaga legislatif itu agar tak ‘main-main’ dengan kasus semburan lumpur panas yang sudah berlangsung satu tahun itu.

“PBNU mendukung. Tapi ingat, DPR jangan ‘main-main’, saya berharap DPR serius. Karena, ini masalah warga korban Lapindo yang terlantar dan diterlantarkan,” tegas Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (12/6)

Hasyim mengungkapkan hal tersebut usai bertemu dan menerima masukan dari beberapa anggota DPR RI penggagas interpelasi kasus Lapindo dari berbagai fraksi, anggota DPRD Jatim dan tokoh NU Sidoarjo.

PBNU Ingatkan DPR Agar Tak ‘Main-main’ dalam Interpelasi Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Ingatkan DPR Agar Tak ‘Main-main’ dalam Interpelasi Lapindo (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Ingatkan DPR Agar Tak ‘Main-main’ dalam Interpelasi Lapindo

Anggota DPR RI yang hadir pada kesempatan itu antara lain, Lukman Hakim Saifudin, Soelaeman Fadli, Mahfudloh Ali Ubaid, Mahsusoh Tosari Wijaya, Imron Rofii (Fraksi PPP), Abdullah Azwar Anas, Khofifah Indar Parawansa (Fraksi PKB), Ichwan Syam (Fraksi Golkar), Muhamad Hasib Wahab (Fraksi PDIP).

Hasyim menegaskan, kasus semburan lumpur panas Lapindo yang telah mengakibatkan lumpuhnya perekonomian Jatim itu merupakan ‘bola besar’ yang sangat berbahaya bila hanya dijadikan ‘permainan’ elit-elit politik di Senayan. “Risikonya akan terjadi benturan antara DPR, Pemerintah dan masyarakat,” tandasnya.

Selain itu, ujarnya, masyarakat korban Lapindo sudah terlanjur sulit untuk memercayai siapa pun dan pihak mana pun, termasuk pemerintah sendiri. “PBNU saja tidak dipercaya lagi oleh mereka.” Hal itu sebagai akibat penanganan pemerintah atas kasus tersebut yang terkesan sangat tidak serius.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Sekali lagi, ini adalah masalah masyarakat yang terlantar dan diterlantarkan. Sekarang warga sudah banyak yang gila. Kalau negara terus membiarkan orang satu per satu menjadi gila, maka, berarti negara sudah tidak sehat lagi,” terang mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jatim itu.

Sebanyak 130 anggota DPR dari berbagai fraksi, di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (7/6) lalu, mengajukan penggunaan hak interpelasi dalam kasus luapan lumpur PT Lapindo Brantas di Sidoarjo.

130 anggota DPR pengusul termasuk di dalamnya Soetardjo Soerjogoeritno (FPDIP). Pengusul lainnya antara lain Yuddy Chrisnandy (Partai Golkar), Abdullah Azwar Anas (FPKB), Ade Nasution (PBR), Ario Widjanarko dan Iman Soeroso (FPDIP), Djoko Susilo (FPAN), dan Yakobus Mayongpadang (FPDIP).

Tak ada satupun anggota Fraksi Partai Demokrat (FPD) yang memberi dukungan atas usulan tersebut.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Usul hak interplasi luapan lumpur Lapindo ini diajukan di tengah polemik mengenai perlu-tidaknya Presiden hadir langsung memberi jawaban hak interpelasi kepada DPR terkait hak interpelasi mengenai Resolusi dewan Kemanan (DK) PBB terkait nuklir Iran.

Para pengusul menjelaskan, banjir lumpur di Sidoarjo yang sudah setahun berlangsung telah menimbulkan korban setidaknya 21 ribu jiwa lebih atau 3.500 kepala keluarga (KK). Mereka yang berasal dari 11 desa terpaksa harus menjadi pengungsi.

Seluas sekitar 350 hektar lahan pertanian terendam lumpur serta 23 bangunan sekolah dan setidaknya 20 perusahaa harus ditutup, sebanyak 30 persen korban lumpur mengalami gangguan jiwa.

Gangguan lumpur itu telah menganggu perekonomian di Jawa Timur. Kerugian akibat luapan lumpur sejak setahun terakhir sekitar Rp7,6 triliun. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Habib, Quote Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Jumat, 17 November 2017

Mahasiswa Islam Nusantara STAINU Jakarta Soal Qiro’at Langgam Jawa

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pembacaan al-Qur’an dengan Langgam Jawa yang dilantunkan oleh Muhammad Yasser Arafat di Istana Negara pada peringatan Isra Mi’raj, Jum’at (15/5) lalu menuai beragam pro dan kontra di tengah masyarakat. Kontroversi ini juga ditanggapi oleh para mahasiswa Pascasarjana Kajian Islam Nusantara STAINU Jakarta sebagai khazanah keislaman di Indonesia.

Mahasiswa Islam Nusantara STAINU Jakarta Soal Qiro’at Langgam Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Islam Nusantara STAINU Jakarta Soal Qiro’at Langgam Jawa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Islam Nusantara STAINU Jakarta Soal Qiro’at Langgam Jawa

“Kita harus memposisikan terlebih dulu, bahwa membaca al-Qur’an dengan Langgam Jawa itu termasuk dalam kategori mana. Apakah itu termasuk Qiro’at (sab’ah/asyrah), Tarannum (bayati, hijaz, dan lain-lain) atau Maqamat (jawab, jawabul-jawab, dan lain-lain,” jelas mahasiswa bernama Abdurrof, Selasa (19/5) di Jakarta.

Mahasiswa asal Cirebon ini menambahkan, bahwa dalam dunia ‘persilatan’ Qiro’at, langgam itu masuk dalam kategori Tarannum, yakni irama lagu. Wilayah ini, menurutnya, adalah wilayah bebas inovasi dengan menjaga standar Qiro’at.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Bahkan secara Maqamat, lanjutnya, Indonesia lebih kaya dari Tarannmu Isyriq (Timur Tengah). Untuk Tarannum Jawa saja, tambahnya, Indonesia mempunyai Maqamat Dhandhanggula, Kinanthi, Asmarandhana, dan lain-lain.

“Kemarin yang di Istana Negara itu, Maqamat atau Larasnya Pelog,” terang Aktivis di Pusat Studi dan Pengembangan Pesantren (PSPP) ini.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mahasiswa lain bernama Abdul Kadir menjelaskan, bahwa pembacaan al-Qur’an dengan Langgam Jawa adalah sebuah inovasi yang bagus, karena tidak terpaku dengan lagu-lagu Arab seperti pada umumnya. “Langgam itu secara leksikal atau arti kamus sama dengan cara atau model kan? Atau juga sama dengan bentuk irama lagu. Itulah langgam dalam kamus Bahasa Indonesia,” ucap mahasiswa asal Pontianak, Kalimantan Barat ini.

Sementara itu, mahasiswa bernama Zaenal Muttaqin menuturkan, pembacaan al-Qur’an dengan Langgam Jawa itu baik dan bagus-bagus saja. “Yang penting tajwid benar dan tartil bacanya. Qiro’at Sab’ah merupakan monopoli Arab itu,” tukas aktivis salah satu LSM di Jakarta ini.

Senada dengan pendapat yang lain, mahasiswa asal Indramayu, Jawa Barat Alamul Huda menegaskan, jika pembacaan al-Qur’an dengan menggunakan Langgam Jawa adalah bukan hal baru di Indonesia, khususnya di Jawa. “Biasa aja. Dulu masa kecilku di Tajug (mushalla), Simbah-simbah mengajinya ya seperti itu. Tapi ya tidak menimbulkan kontroversi seperti di Istana,” papar Pegiat Kajian Islam Pesisiran ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Tokoh, Pahlawan, Quote Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 15 November 2017

Radikalisme dan Terorisme di Indonesia, Akademisi: Selip Sedikit, Tamat Kita

Bandar Lampung, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Di tengah paham radikal dan praktik terorisme yang terjadi di Indonesia, seluruh elemen bangsa mempunyai tanggung jawab dalam mencegahnya. Karena menurut Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Prof Muhammad Mukri, sedikit lengah, bisa jadi nasib bangsa ini sama seperti negara-negara di Timur Tengah, perang suadara tak berkesudahan.

Radikalisme dan Terorisme di Indonesia, Akademisi: Selip Sedikit, Tamat Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
Radikalisme dan Terorisme di Indonesia, Akademisi: Selip Sedikit, Tamat Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

Radikalisme dan Terorisme di Indonesia, Akademisi: Selip Sedikit, Tamat Kita

"Terorisme sudah nyata di Indonesia. Polisi melihat tapi tidak bisa menangkap langsung. Selip sedikit, tamat kita," kata Mukri saat hadir pada Acara Dialog Ormas Islam yang diselenggarakan oleh MUI Provinsi Lampung di Aula Universitas Malahayati Bandar Lampung, Kamis (20/7).

Berbagai kelompok radikal yang mengarah kepada teroris ini menggunakan berbagai cara untuk memaksakan konsep aliran mereka digunakan di Indonesia yang merupakan negara penuh dengan kebhinekaan.

"Bangsa Indonesia sudah sepakat bahwa kita adalah Negara Kesatuan dengan Ideologi Pancasila yang di dalamnya berbagai macam Agama," kata pria yang juga Mustasyar PWNU Lampung ini pada dialog yang mengangkat tema Mengembangkan Islam Washatiyyah untuk Meneguhkan Komitmen Bersama Terhadap Pancasila dan NKRI.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia mengatakan, membuat organisasi diperbolehkan selama tidak menimbulkan perselisihan. "Dalam Al Quran disebutkan bahwa berbeda agama saja boleh apalagi berbeda kelompok. Yang tidak boleh adalah berselisih," tegas Ketua Dewan Pertimbangan MUI Provinsi Lampung ini seraya mengajak kepada umat Islam untuk memegang prinsip washatiyyah (moderatisme) dalam beragama.

Prinsip washatiyyah ini, lanjutnya, memiliki arti berada diposisi tengah dengan tidak condong kekiri ataupun condong kekanan. "Kalau condong kekanan akan gampang memperbolehkan banyak hal dan cenderung liberal. Kalau terlalu kekiri akan sering melarang, menyalahkan dan membidahkan," katanya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dengan sikap washatiyah inilah yang menjadikan Indonesia menjadi sorotan dunia karena mampu mengelola keberagaman yang ada. Indonesia mampu menjadi model bahwa di tengah kebhinekaan yang ada, kerukunan masyarakat, pertumbuhan ekonomi dan berbagai aspek lainnya dapat tumbuh dengan baik.

Berbeda dengan Negara-Negara Timur Tengah yang selalu dilanda konflik dan peperangan walaupun didalamnya banyak kesamaan yang ada seperti kesamaan Agama dan Bahasa.

Ia mengajak kepada umat Islam di Indonesia untuk menjaga dan mempertahankan kondisi ini dengan terus menyamakan gelombang serta frekwensi pemikiran agar tidak mudah dipecah belah. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Humor Islam, Quote, IMNU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Kamis, 09 November 2017

Sebulan Penuh, IPNU-IPPNU Pangkah Gelar Ngaji Jelang Buka Puasa

Tegal, Kedung Sukun Adiwerna Tegal - Seperti tahun-tahun sebelumnya, pada Ramadhan ini Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal mengadakan tadarus Al-Quran di sambung dengan buka puasa bersama.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk ibadah dan ikhtiar untuk tetap menjaga komunikasi antarpengurus IPNU-IPPNU di tingkat anak cabang dan ranting, serta segenap badan otonom NU selama bulan Ramadhan.

Sebulan Penuh, IPNU-IPPNU Pangkah Gelar Ngaji Jelang Buka Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebulan Penuh, IPNU-IPPNU Pangkah Gelar Ngaji Jelang Buka Puasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebulan Penuh, IPNU-IPPNU Pangkah Gelar Ngaji Jelang Buka Puasa

“Namun momen Ramadhan kali ini ada yang berbeda, di mana kegiatan yang dipusatkan di gedung MWCNU Kecamatan pangkah Kabupaten Tegal ini diadakan satu bulan full selama bulan suci Ramadhan dan diikuti oleh seluruh Pimpinan Ranting/Pimpinan Komisariat se-Kecamatan Pangkah,” tutur ketua IPNU Kecamatan Pangkah Moh Naenul Rizqoni, Rabu (8/6).

Tadarus rutin setiap bada ashar sampai dengan waktu maghrib ini juga diselingi dengan Kuliah Ashar yang diisi oleh jajaran kepengurusan MWCNU setempat dengan tema kajian yang bebeda-beda.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rizqoni mengatakan, kegiatan ini menjadi wahana pelajar NU untuk mengaji ilmu dan diskusi sebagai modal untuk pengabdian masyarakat di masing-masing desa. Menurutnya, pengabdian tersebut merupakan tanggung jawab seorang kader intelektual muda Ahlussunah wal Jamaah.

“Alhamdulillah, program yang awalnya dijalankan atas dasar intruksi dari MWCNU Pangkah ini mendapat apresiasi oleh Pimpinan Ranting dan Pimpinan Komisariat yang ada, serta mendapat dukungan penuh dari Dewan Pembina (IPNU-IPPNU setempat) dan segenap jajaran pengurus MWCNU Pangkah,” ujarnya.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Hal senada disampaikan Nurrofiudin selaku Pembina PAC IPNU Kecamatan Pangkah yang juga pernah menahkodai IPNU di Kecamatan Pangkah. Ia menyampaikan rasa bangga ketika melihat semangat kader-kader muda NU. Menurutnya, semangat persatuan dan kekompakan pengurus merupakan harga mati yang harus di miliki oleh suatu organisasi.

Ketua MWCNU Kecamatan Pangkah H M.Muntoyo berharap adanya komitmen IPNU-IPPNU dari tingkat desa untuk bersama-sama bersinergi membantu syiar Ahlussunah wal Jamaah dan membangun NU Kecamatan Pangkah yang lebih bermartabat.

“Mari satukan tekad membangun NU Pangkah dengan penuh semangat dan keikhlasan untuk kemaslahatan bersama,” ajak Ketua MWCNU. (Abdul Wahab/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Quote, Pahlawan Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Senin, 06 November 2017

Penuhi Keinginan Kiai Mustafa Yaqub, Ulama Lebanon Ini Ajarkan Kitab di Pesantren Darus Sunnah

Ciputat, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Darus Sunnah International Institute for Hadith Sciences Ciputat kembali kedatangan ulama besar asal Lebanon, Dr Amin Salim al-Kurdi. Kedatangan Dr Amin Salim ini bertujuan untuk mengajarkan kitab hadits as-Syamail al-Muhammadiyah karangan Imam at-Tirmidzi.

Agenda pengajaran yang berlangsung pada hari Kamis-Jumat (12-13/5) ini sebenarnya merupakan salah satu keinginan KH Ali Mustafa Yaqub, sebelum wafat. Dr Amin Salim al-Kurdi adalah sahabat baik almarhum bahkan ia pernah berjanji untuk mengundang kiai Ali ke Libanon untuk mengisi khutbah di masjid al-Amin Lebanon.?

Pengajian yang berlangsung mulai pukul 15.30 sampai pukul 20.00 Wib itu juga diselingi dengan jamaah shalat maghrib dan isya’ yang diimami langsung oleh Dr Amin Salim al-Kurdi. Seluruh mahasantri Darus Sunnah begitu antusias untuk mengikuti pengajian. Terlebih, agenda ini merupakan salah satu keinginan kiai Ali saat masih hidup.?

Penuhi Keinginan Kiai Mustafa Yaqub, Ulama Lebanon Ini Ajarkan Kitab di Pesantren Darus Sunnah (Sumber Gambar : Nu Online)
Penuhi Keinginan Kiai Mustafa Yaqub, Ulama Lebanon Ini Ajarkan Kitab di Pesantren Darus Sunnah (Sumber Gambar : Nu Online)

Penuhi Keinginan Kiai Mustafa Yaqub, Ulama Lebanon Ini Ajarkan Kitab di Pesantren Darus Sunnah

Sistem pengajaran yang digunakan Dr Amin Salim al-Kurdi adalah dengan membaca satu-persatu hadits di kitab al-Syamail al-Muhammadiyah, kemudian menjelaskan kalimat-kalimat gharib (samar) dalam hadits tersebut. Jika terdapat kalimat yang dianggap samar dan membutuhkan contoh, ia tak segan untuk beranjak dari tempat duduknya dan mencontohkan dengan gerakan secara langsung. Selain itu Dr Amin Salim juga memberi kesempatan kepada asatidz Darus Sunnah untuk membaca hadits secara bergantian dan memberikan kesempatan bertanya.

Salah satu pesan yang ia tekankan kepada umat Islam adalah untuk menghidupkan sunah Nabi Muhammad SAW dengan catatan harus memahami dengan baik dan benar serta mengamalkan dengan cara-cara yang baik. ?

Hal sederhana yang ia contohkan adalah ketika orang menggunakan siwak. Menurutnya masih banyak orang yang mengamalkan sunah siwak tapi serampangan. Misalkan, siwaknya kotor, terlalu diperlihatkan kepada orang lain sehingga menjadikan orang lain yang melihat malah jijik. Inilah yang ia sebut mengamalkan sunah tapi dengan cara yang tidak baik.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Semua penjelasan yang ia sampaikan kepada para peserta daurah adalah dengan bahasa Arab tanpa diterjemahkan mengingat Darus Sunnah adalah pesantren yang menggunakan dua bahasa ? dalam proses belajar mengajarnya.?

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pada akhir pengajaran, rencananya Dr Amin Salim akan memberikan sanad kepada seluruh peserta. Untuk itu ia meminta setiap peserta agar tidak melewatkan satu hadits pun yang dibaca agar nantinya ijazah yang diberikan benar-benar sempurna. (M Alvin Nur Choironi/ Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Pertandingan, Cerita, Quote Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Mimpi Gus Dur Miliki Gedung Berlantai Sembilan

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Sebuah gedung megah berlantai sembilan kini berdiri megah di jalan Kramat Raya 164 Jakarta Pusat. Inilah salah satu peninggalan Gus Dur ketika menjabat sebagai ketua umum PBNU selama tiga periode.?

Mimpi Gus Dur Miliki Gedung Berlantai Sembilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mimpi Gus Dur Miliki Gedung Berlantai Sembilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mimpi Gus Dur Miliki Gedung Berlantai Sembilan

Sebelumnya, kantor PBNU hanya berlantai 2 tingkat yang dipakai selama puluhan tahun. Dengan banyaknya badan otonom dan lembaga yang ada ? di PBNU, kantor tersebut terasa sesak, apalagi dengan kegiatan keorganisasian yang luar biasa.

Bagaimana awal mulanya ide pendirian gedung PBNU ini? H Sulaiman, asisten Gus Dur menuturkan, cita-cita pendirian gedung berlantai 9 ini muncul setelah terpilihnya Gus Dur dalam muktamar ke-28 NU di Krapyak tahun 1989.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

“Waktu itu, Gus Dur menuturkan kepingin bikin gedung NU yang bisa memfasilitasi berbagai kegiatan. Pokoknya berlantai 9 sesuai dengan simbol NU,“ kata Sulaiman.

Ia waktu itu merasa pesimis PBNU bisa memiliki gedung megah yang bisa dimanfaatkan untuk menampung kegiatan NU mengingat situasi dan kondisi yang kurang memihak NU. Akan tetapi, ketika disampaikan, Gus Dur hanya menjawab “Ya, kita lihat saja nanti”

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Waktu pun terus berjalan dan perjalanan Gus Dur dalam memimpin NU menghadapi banyak rintangan dan hambatan yang tak mudah. Penguasa Orde Baru tak nyaman dengan langkah-langkah yang dilakukan Gus Dur yang kritis pada kebijakan-kebijakan yang menyengsarakan rakyat.

Perubahan sosial politik sebagai akibat reformasi telah menyebabkan NU yang dulu dikuyo-kuyo kini bisa menunjukkan kekuatannya. Salah satunya adalah terpilihnya Gus Dur sebagai presiden RI ke-4.

Cita-cita yang diucapkannya 10 tahun sebelumnya tak dilupakan. Sebuah gedung berlantai sembilan segera didesain, terdiri dari 8 lantai untuk kantor dan 1 lantai di basement sebagai ruang parkir. Tinggi gedung ini pas dengan aturan batasan bangunan tertinggi di jalan Kramat Raya.

Peletakan batu pertama dilakukan pada 5 November 1999/26 Rajab 1420 H. Seluruh pengurus bekerja keras bahu membahu agar bisa mengerjakan gedung ini. Warga NU juga diinstruksikan agar menyisihkan sebagian rizkinya untuk pembangunan gedung ini. Upaya ini tidak sia-sia. Hanya perlu waktu sekitar 2 tahun, gedung ini bisa diselesaikan dan diresmikan pada 6 Juni 2001/Rabiul Awal 1422.

Kini berbagai kegiatan bisa dilakukan dengan ruangan yang lebih lega dan nyaman. PBNU juga dapat menerima tamu dalam ruangan yang lebih representatif. Lantai tiga dikhususkan untuk ruangan pengurus tanfidziyah, lantai empat ruangan syuriyah sedangkan lantai lainnya untuk kantor lembaga dan badan otonom. Lantai satu untuk musholla yang dalam waktu dekat akan dirubah menjadi masjid sedangkan lantai 8 merupakan aula utama untuk menggelar berbagai acara besar.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Quote, Doa Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selasa, 24 Oktober 2017

Tim Darunnajah Garut Taklukkan Bayyinul Ulum Lombok di Menit Akhir

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Pertandingan kelima babak 16 besar mempertemukan tim pesantren Darunnajah Cikajang Garut juara zona Jawa Barat II dan pesantren Bayyinul Ulum Lombok Utara juara zona Nusa Tenggara Barat di lapangan Sutasoma Halim Perdanakusuma, Jumat sore (30/10). Pertandingan yang berjalan alot berakhir dengan kemenangan tim pesantren Darunnajah.

Tim Darunnajah Garut Taklukkan Bayyinul Ulum Lombok di Menit Akhir (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Darunnajah Garut Taklukkan Bayyinul Ulum Lombok di Menit Akhir (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Darunnajah Garut Taklukkan Bayyinul Ulum Lombok di Menit Akhir

Kedua tim bermain terbuka. Masing-masing tim menerapkan zona marking di lini pertahanan. Inilah yang membuat kedua tim menjumpai pertahanan kuat pemain belakang lawan ketika melakukan serangan.

Lini depan tim Darunnajah selalu membikin lini pertahanan tim Bayyinul Ulum berkerja keras. Namun kokohnya pertahanan Bayyinul Ulum yang dipimpin oleh Kapten Zuaeni membuat serangan Darunnajah selalu terpental.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Berkali-kali peluang didapatkan tim Darunnajah yang dikomandoi duet penyerang Ahmad Amin dan Hasan. Serangan keduanya kerap membahayakan penjaga gawang tim Bayyinul Ulum Muhammad S. Hingga babak pertama usai, skor kacamata tidak berubah.

Pertandingan babak kedua dimulai. Kedua tim saling menekan pada menit-menit awal. Asa kemenangan Darunnajah muncul di menit-menit akhir babak kedua akan usai.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari sepakan pojok yang dilakukan oleh kapten kesebelasan Darunnajah Irfan Sanusi, terjadi kemelut di depan gawang yang berhasil disepak oleh Hasan. Gol tersebut dianulir oleh hakim garis karena sang pemain dalam posisi offside.

Tiket babak 8 besar berhasil dipastikan oleh tim Darunnajah ketika pertandingan berakhir menjelang satu menit. Pada menit ke-81, berawal dari lemparan ke dalam yang didapatkan oleh Darunnajah berhasil ditangkap sempurna oleh Ahmad Amin.

Tak berpikir panjang Amin menendang dengan kekuatan tenang dengan akurasi yang tinggi meluncur ke pojok kiri gawang Bayyinul Ulum. Sorak sorai pendukung tim Darunnajah pun bergembira. Kemenangan berhasil dipastikan dengan skor 1-0 di menit-menit akhir.

Atas kemenangan ini pelatih Darunnajah Gun Gun Hidayat bersyukur bisa mengikuti tim yang berasal dari Jabar lolos di babak 8 besar. "Saya sangat bangga bisa mengikuti jejak, pesantren Alfiah Purwakarta dan Darul Maarif Indramayu," katanya.

Sedangkan menurut manajer tim Bayyinul Ulum Mahmud Bahri pertandingan ini berjalan dengan seru. "Kita bisa memberikan perlawanan hingga menit-menit akhir. Saya berharap Liga Santri ini terus berjalan," tandasnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Quote, Kajian, IMNU Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Rabu, 18 Oktober 2017

Hasyim: Momentum Persatukan Nahdliyin

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengungkapkan, peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-82 NU tahun ini merupakan momentum untuk mempersatukan Nahdliyin (sebutan warga NU). Ia mengakui, sejak reformasi, warga NU tercerai-berai akibat tarik-menarik banyak kepentingan.

“Baik tarik-menarik keyakinan terhadap akidah, tata laksana organisasi, tarik menarik soal pandangan agama atas negara, maupun tarik menarik kepentingan politik praktis, politik kepartaian,” terang Hasyim kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (17/1) kemarin.

Hasyim: Momentum Persatukan Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Momentum Persatukan Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: Momentum Persatukan Nahdliyin

Menurutnya, kondisi tersebut begitu memberatkan kaum Nahdliyin, terutama yang berada di lapis bawah. Hal itu jelas akan membawa dampak buruk jika tidak segera diambil langkah penyelamatan dan penyadaran.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Ia mencontohkan sejumlah penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) yang melibatkan warga Nahdliyin di lapis bawah. Tarik-menarik kepentingan politik praktis tersebut telah begitu menghabiskan banyak tenaga dan pikiran. Sementara, pendidikan politik masyarakat hingga saat ini belum menunjukkan perkembangan yang lebih baik.

“Apalagi, di saat kondisi ekonomi seperti sekarang ini, orang gampang ‘dibeli’. Di saat kekerasan ada di mana-mana. Jika warga NU tidak diberi kesadaran, maka, ia akan tercabik-cabik,” pungkas Hasyim yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang, Jawa Timur, itu.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Selain itu, Hasyim menambahkan, peringatan 82 tahun NU yang puncaknya digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 3 Februari mendatang, juga merupakan bagian dari upaya memelihara pemikiran keagamaan yang domestik Indonesia. Ia mengatakan, dewasa ini, banyak pengaruh dari luar yang masuk ke Indonesia dan berpotensi merusak pemikiran keagamaan khas Nusantara.

“Baik itu dari aliran keras (fundamentalisme), maupun liberalisme. Bahkan, ateisme sekali pun,” jelas Presiden World Conference on Religions for Peace itu.

Ia berharap juga, melalui peringatan harlah yang puncaknya bakal dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kali ini, dapat menjadi awal kebangkitan NU di segala bidang, terutama, bidang ekonomi, pendidikan dan kesehatan. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Quote Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Minggu, 01 Oktober 2017

MADAF Berlatih Jurnalistik di NU Online

Jakarta, Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Majelis Diniyah Al-Fattah (MADAF) berlatih jurnalistik di kantor redaksi Kedung Sukun Adiwerna Tegal di lantai 5 gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, pada Sabtu (20/12). Pelatihan yang diikuti 6 orang tersebut merupakan yang kedua kalinya. Pelatihan pertama dilakukan di hari yang sama pada minggu sebelumnya.  

MADAF Berlatih Jurnalistik di NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)
MADAF Berlatih Jurnalistik di NU Online (Sumber Gambar : Nu Online)

MADAF Berlatih Jurnalistik di NU Online

Wartawan Kedung Sukun Adiwerna Tegal Abdullah Alawi yang belajar bareng bersama MADAF berpendapat, peserta terbilang cepat menyerap materi yang dilatihkan. Pada pertemuan pertama misalnya, mereka sudah bisa menulis berita meski belum lengkap unsur 5 W 1 H-nya.

Ia juga mengaku senang bertambahnya peserta, dari empat orang menjadi 6 orang. Ini menunjukkan anak muda majelis ta’lim Sunter, Jakarta Utara tersebut, antusias pada jurnalistik. Ia juga mengapresiasi kehadiran Pembina MADAF Ustadz Anton Hergiant.

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Pelatihan jurnalistik yang dilakukan pukul 14.00 tersebut, menurut Ustadz Anton sebagai sarana untuk melatih MADAF menuangkan pemikiran pada tulisan yang terjadi di lingkungan sehingga menciptakan generasi yang kritis.

“Kegiatan mereka diharapkan akan berdampak pada lingkungan,” katanya di sela-sela pelatihan. (Mahbib Khoiron)  

Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

Kedung Sukun Adiwerna Tegal Daerah, Quote Kedung Sukun Adiwerna Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Kedung Sukun Adiwerna Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Kedung Sukun Adiwerna Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Kedung Sukun Adiwerna Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock